The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Lie Kim Hok, 1853-1912 / Tio Ie Soei

Detail buku : https://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=582974

Buku elektronik : https://khastara.perpusnas.go.id/landing/detail/582974

Buku tersedia di Perpustakaan Nasional Merdeka Selatan

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by heritage.pahoa, 2022-11-22 23:42:05

Lie Kim Hok, 1853-1912 / Tio Ie Soei

Lie Kim Hok, 1853-1912 / Tio Ie Soei

Detail buku : https://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=582974

Buku elektronik : https://khastara.perpusnas.go.id/landing/detail/582974

Buku tersedia di Perpustakaan Nasional Merdeka Selatan

Keywords: Heritage,Lie Kim Hok,1853-1912,Tio Ie Soei

"Doenja jang lebar saja rasain seperti tjoepat,
Disapoetarkoe kasoesahan mendesak rapat.
Jang saja rasain melainkan pahit dan sepat,
Apa jang saja tra maoe - itoe sadja saja mendapat."

(Lie Kimhok, "Malajoe-Batawi.")

PENDERITAAN SEBAGAI UDJIAN.

"Orang2 beribadat menghibur:

"Mengapakah berchawatir akan badai dan gelora didunia

jang sebagai latihan untuk menguatkan iman dan peringatan

untuk ber-hati2?

Hanja iman jang kuat dapat menenteramkan hati dan me-

nenangkan pikiran . Angin ribut dan gelombang-besar mernperi-

ngatkan banjaknja bahaja dan gangguan. Kelengahan didalam

waktu tidak ber-hati2 seperti kelalaian seorang pengandara-rnobil

ditemp at jang sep i, adalah bintjana2 jang hebat.

Pertjajalah, kcbahagiaan abadi fidak didunia jang fana ini!

Kita baru dapat merasakan bahagia didunia ini , djika kifa

jakin , penderitaan hanja Hukum Allah jang umum dan rela di-

terima sebagai peladjaran terpenting dari guru jang terpandai.

Kita sernua akan mati. Sekalipun kedukaan, bagaimana

pantaspun , haruslah diingat adalah tetap kehendak Allah, jang

mengatur dan menetapkan segalanja setjara bidjak."

Tetapi Lie Kimhok seorang manusia biasa.

Sedjak isterinja meninggal-dunia, 10 tahun lamanja ber-

turut2 ia duduk duda . Selama 5 tahun pertama ia tidak beristeri

lagi , orang menjangka, mungkin ia tidak ingin anaknja satu2nja

akan mendapat ibu-tiri.

5 tahun itu lewat Lie Kimhok tidak pikir kawin kedua ka-

Ii , meskipun anaknja satu2nja, jang dikirim-rawat di Gadok

telah meninggal djuga, 1886.

Didalam berbagai lap:mgan banjak orang rnendjadi termas-

hur karena mereka mentjiptakan sesuatu jang bernilai tinggi

djusteru didalam masa menderita hebat. Seperti malapetaka jang

djusteru mernberikan kesempatan kepadanja untuk d8pat men-

tjurahkan isi kalbu dan tjita2nja sepenuhnja, desisan hati dan

pikirannja setepat2nja. *"

Pcristiwa2 itu ban 'ak 'an men hubungi dengan Lie Kimhok f

dan pe er JaannJa , terutama cn;tai~V jangJ!aling banjak men-
djadl buah·blbtr selewatnja " Iti Akbari" terbit 1884;

-;Malaju-Batawi", 1884, dan "Orang Prampoewan" 1885).

Tetapi banjak pula jang menganggap, Lie Kimhok satu op-

timis dan seorang iang imannja teguh dan patuh kepada Tuhan.

Hebatnja kedukaan tidak terletak pada sesuatu jang mener-

bitkan kedukaan itu sendiri, melainkan pada tjaranja kedukaan

47

dirasakannja. Pada suatu malam jang sunji sesuatu jang dapat
memutuskan asa pada esoknja siang dapat berubah dan jang
semalamnja terpandang amat berat pada esoknja dengan keper-
tjajaan jang diperoleh kembali kepada diri sendiri mendjadi se-
perti suatu kedjadian jang biasa sadja.

"Ojangan kaoe selaloe bersedih,
Kerna kesedihan ialah sa toe ratjoen .
Oi mana I<aoe datang kaoe lantas menindih
Kegirangan orang, jang seperti moesim Tjhoen .
Lebih baik kaoe beladjar bergirang,
Kerna kegirangan ialah obat jang mandjoer.
Oi mana kaoe sampe oendjoeklah moeka terang,
Soepaja laen orang poen toeroct terhiboer."

(Hoay Tjiong, "Ojangan sedih !")

48

VI.

PERS MASA PERMULAANNJA.

PEN U LIS DAN WAR TAW A N.

DARI BUKU KE-SURAT-KABAR.

Anggapan orang Tionghoa, djika pemuda telah berumur
30 tahun, iapun harus berdiri sendiri (sam sip dji lip).

Did alam usia 28 tahun (menurut hitungan Tionghoa) Lie
Kimhok telah kehilangan ajah-bunda dan sebagai kepala-rumah,
ia telah harus berdiri sendiri mentjari nafkahnja._

Mau atau tidak ia meninggalkan seluruh pekerdjaannja
(rnemberikan sekolahnja kepada Oey Kim Hoat dq,n berhenti
bekerdja di-sekolah dan pertjetakan-Zending) jang tidak mem-
berikan hasil tjukup. la bekerdja sebagai pembantu landmeter
Van Deventer di-Bogor, kemudian mendjadi potiah (pengurus
tanah partikelir) Thio Thian Soe bermula di-Kedunghalang
(Bogor) akan achirnja dipindahkan sebagai potiah djuga di-
Telukbujung (Bekasi) (1880-1885).

la ingin sekali dapat bekerdja sendiri. Kebetulan Van der
Linden meninggal-dunia (pertengahan kedua 1885), pertjetakan-
Zending tidak ada jang urus dan njonja Van der Linden mena-
warkannja dengan perdjandjian ringan (f 1000.- jang dapat
dibajar ber-angsur2). Ditolong oleh sahabat2nja didalam hal
uang, ia membeli pertjetakan itu, jang ia lalu memindahkan dari
Pledang-Tengah ke·Kampung Tengah (rumah No. 182), tidak
djauh sedjedjer dengan rumah tempat-tinggalnja (No. 150).

-- Orukkerij Lie Kimhok & Co . telah berdiri dan mentjetak
~uk2 has il - Kara mnla. Olpertjetakan ini ditjetak" Kitab Edja" dan
"Sobat ana J<:afiak" tjetakan kedua (tjetakan pertama oleh per-
tjetakan-Zending Van dert11fden), "Oran Pram oewan"1jetal<in
jfe'rt;:!ma d. \. I. bu un)a jang diter Itkan pada waktu itu. -

Hampir seluruh tenaganja ia gunakan untuk kantor-tjetaknja.
Buku2 tjerita ·Tionghoa jang ditjetak dan diterbitkan pertje-
takan2 di-Ojakarta. seperti Sie Ojin Koei dsb. Iaku sekali ter-
djual, belum selesai ditjetak telah dikirimkan uang harganja.
Tetapi buku2 penerbitan Drukkerij Lie Kimhok & Co. ramai
dibitjarakan dan dipudji oleh segolongan ketjil pembatja Me-
laju-rendah, tidak dibeli oleh gOlongan jang besar.
Pekerdjaan-tjetak lain misalnja dari onderneming2 dan kantor2
besar diserahkan kepada pertjetakan2 besar di-Ojakarta jang
peralatannja lengkap dan kota-Bogor adalah sebuah kota-ketjil,
hingga Drukkerij Ue I<imhok & Co. mengandalkan buku2 pe-
nerbitannja sadja.

49

Begitulah nama Lie Kimhok telah tersiar lebih luas dan
lebih luas sebagai penulis buku dan wartawan, jang tidak mem-
berikan hasil lain daripada koran pro-Deo, tetapi penghasilan
tiap bulan hampir tidak dapat menutup ongkos.

"Lagi satu kemenangan, tjel a ka lah aku! /J
(Multatul i) .

Diandjurkan oleh sahabat2nja achirnja ia menerima baik
undangan Moulenhoff beralih bersama pertjetakannja keibu -kota
Djakarta untuk "Pemberita Betawi" (1886) .

R .~ MUITB- D AN KESULITA NNJA .

Sedikit tentang pers didalam embryo seumumnja dan pers

Melaju-rendah chususnja akan membajangkan, didalam keadaan

bagaimana Lie Kimhok telah menerdjunkan diri d idun ia surat kabar.

Di Nederland telah terbit surat-kabar pertama dalam tahun

1626, tetapi di Hindia-Nederland satu se tengah a b ad kem u dian

(Djakarta, 1744), ialah surat-kabar milik dan berbah asa Be landa,

jang kemudian terdapat di-Ojakarta , Semarang, Surabaj a, Pasll-

ruan, Probolinggo, Padang dan Makasar. Tiga antaranja sadja

dapat berumer sea bad (" Locomotief" d i-Semarang, 1851-1 957,

"java Bode" di-Djakarta, 1852-1958 dan "Soerabajaasch Handels-

blad" di-Surabaja, 1853- ]958).

"Menerbitkan surat-kabar adalah tjita2 berani-mat i (gedurfde

ideaal), karena pers dibentji pemerintah , d iamat-amati sensor

dan dimusuhi dan di-antjam2 pembatjanja sendiri." (100 jaar

"Surabajaasch Handelsblad.")

"Pergolakan di-Eropah (1848) diperhatikan oleh beberapa

orang sadja masjarakal-Eropah disini jang a-politik. Pers diliputi

kesukaran2 luar-biasa besarnja, karena djurnalistik ditjurigakan

dan wartawan dianggap tidak perlu dan tidak diingin ." (Honderd

jaar "java Bode ." )

Wartawan2 Belanda jang berani , an tara lain J. j. Nose

("Nieuwsbode") dihukum buang (1861), karena menulis ramalan,

(.apakah akan terdjadi didalam tahun 1961 ; S. E, W. Roorda van

.!tgYf ~ Java Bode") pun dibuang (186T), karena menulis
en ang "Hari penghabisan bagi bangsa Belanda di-Ojawa" ;

"Locomotief" dan beberapa surat-kabar lain diberangus, karena

dianggap mentjatji pemerintah djadjahan, selainnja wartawan2

jang dipendjara.

Pers Melaju mulai sedjarahnja disini pada pertengahan abad

ke-19.

Se-tidak2nja ada 3 madJalah "Bianglala." jang pertama (ma-

djalah Keristen) dikemudikan oleh ~ tQ.~J es = amSidn dan~ M si!
Markus Garito di-Weltevreden (1852). jang kedua diterbitkan

; ~ t.~

o~mualOt ilvie a~.di-t (1868), tipa~ ~diaml ha~b .Belanda dan
b iJnJ ak t]enta2 menank hatt tentang ked]adlan2 di Indo-
w" .nesia, dan ketiga yen:rbitan .os. E. K!ng. jallg telah ditutur-
kall halnja dan LIe KI.mh?k ~t.kI l~e.pOamjn
Dari Rotterdam dlterJllla dlSJnI "BlOtang Oetara" (1856) dan

di-Surabaja drukkerij Fl1hri menerbitkan "Soerat Kabar Melajoe"

~8)1(tgnaBi5 Timoer" terbit di-Semarang (1860), kemudian di-
pind ahkan ke- Surabaja dengan mengganti nama mendjadi If Bin-

tang Soerabaja" , surat-kabar Melaju satu2nja dalam abad jang

lalu dapat hidup kira2 80 tahun. "Slompret Melajoe" di-

Padan g (1860), "Tjahaja Siang" di-Menado (1869), "Kertas Cha-

bar Minah asa" di- Minahasa (1869). "Insulinde" (1869), "Hindia

Nederland" (1872), "Wazier India" (1878), "Pembrita Bahroe"

(1881), "Tj ahaja India" (1882), .. Tjahaja Moelia"( 1883), "Tjaraka

Woland a" (1885)'" 8atara India" (1885), "Penghantar" (1899) d.1.1.

Terb anjak surat-kabar dan madjalah diterbitkan di-Djakarta,

dan Lie I<imlIok hanj a menulis untuk satu-dua surat - kabar di-

daerah, telapi ia membantu balljak surat-kabar diibu-kota.

Antara surat2-kabar jang berikut adalah jang terbanjak jang

telah menerima bantuannja (semua terbit di-Djakarta):

"Bi ntang Barat" mula2 seminggu sekali, kcmudian seminggu

dua kali. achirnja harian (1869 -1899), dipimpin (pun selandjutnja

akan disebut sadja pel1limpin-redaksinja iang per-tama2) J. Kieffer;

"Domingoe" Iembaran Minggll (1894-1899) "Bintang Barat";

"Pemberita ' Betawi", harian (1884-1916), ]. Kieffer, setelah

mening galkan 11 Bintang Barat" (tentang "Pemberita Betawi" akan
dituturkan lebih djelas dibawah ini);

"Dinihari". seminggu dua kaJi (1884 - 1885), Arnold Snackey;

"Hindia Olanda", harian (1887-1897), W. Meulenhoff, jang

lebih dahulu di-" Pemberita Betawi";

"Bintang Betawi", narian (1893-1906), ]. Kieffer, setelah

meninggalkan "Pemberita Betawi";

"Taman Sarie", harian (1898 · 1914), F. Wiggers; ../

"Hoekoem Hindia" I seminggu sekali;acnTrnja •arian (1899-
1904), A. Veit.

(Pada tahun2 achir hi dupnja Lie Kimhok hanja telah mem-

(b"aSniatung2Pos"u)ra(1t-9k0a3b-a1r9,42ke) d~nd uan~ j,iSna terbit di-Djakarta " !"Perniagaan" ['flD .
Po" (sedjak 1910) Jang selling-g-a

kini masih terbit. Pemimpin2-redaksi pertama kedua sllrat-kabar

ini bersahabat baik dengan ia, seperti dahulu ia bersahabat an-

tara lain dengan Kieffer (bekas komis), Meulenhof (bekas ko-

mis dan pernah mendjadi perseronja 1, Wiggers (bekas kontrolir

B. B . ) ~dn Arnold Snackey jang terkenaI sebagai ahli bahasa2

Arab dan Sangsekerta).

51

Demikianlah masjarakat disini hanja meligenal surat-kabar
Belanda dan surat-kabar Melaju. Surat kabar lain hampir tidak ada,
seperti "Java Times" (fnggeris, 1863), "Bromartini" (Djawa, 1863)
dan "AI Djuab" (Arab, 1875). Surat·kabar Tionghoa belum ada sarna
sekali dan surat·kabar Nasional Indonesia pertama , " Reino Doe-
milah" dari Dr. Wahidin Soediro Hoesodo,- seperti dikollstatir
Ojamal ru-I,- ter1)i pa Oaawal abad sekarang ( 1904).

Surat-kabar Melaju-rendah, terutama di-Djakarta umumnja,
sebagaimana ternjata diatas ini, dipimpin fndo-Eropah dan hanja
satu-dua diterbitkan dan d ipimpin Indo-Tionghoa. Pentjetak2pun
terbanjak pertjetakan Eropah, seperti Ogilvie, Prange, Albrecht,
Bruining, Van Dorp dsb.

Umumnja surat·kabar Melaju-rendah mulai dipimpin Indo-
Tionghoa didalam permulaan abad sekarang, ketika T io nghoa-
peranakan mulai banjak jang terpeladjar. Mereka menggunakan
bahasa-Melaju , jang mirip sekali dengan bahasa jan g digunakan
oleh wartawan2 Indo · Eropah, jang rupanja per-lahan2 men djadi
atau dianggap Melaju-Tionghoa. Bahasa "Malajoe- B.atay{ i" Lie
Kimhok umQamanja mirip sekali dengan bl. liiSJl nja Wi gg ers,
Kieffer, Francis dan- seb agai itu, sekal lp un benar, Lie Kimno k
memper a tTl(arlTebih baik pernahnja tanda2 batja dan leb ih sak-
sarna menjusun kalimat2nja.

Wartawan2 lndo-Eropah itl! terbanjak orang terpeladjar dan
dapat dianggap mengenal sjarat2 bahasa MeJaju umum , tetapi
mereka menggunakan bahasa jang lebih mudah dipahamkan oleh
terbanjak pembatjanja jang tidak pernah sekolah, apapula seko-
lah-Melaju atau memahamkan Melaju-Riau atau Djohor.

J. Kieffer wartawan radjin, berani dan angku. Pembantu2nja

dipandangnja tidak berarti: bukan ia memerlukan pembantu
itu, sebaliknja pembantu itu jang perlu kepadanja . Tetapi ia
mengindahkan sekali Lie Kimhok dan ketika ia ini berllmah
di-Djakarta, tiap hari-kerdja ia memerintahkan seorang pesuruh
datang kerumah pembantunja itu di-Roa Malaka menerima tuli-
san disebuah teromol-ketjil untuk dimuatkan disurat-kabar jang
dipimpinnja.

Sebagai seorang jang membatja surat2-kabar tiap hari, Lie
Kimhok mengetahui keadaan pers Melaju·rendah seumumnja. fa
membantu koran hanja menuruti kesukaannja menuIis lIntuk di-
siarkan kepada umum . Tetapi selalu ia menjingkir djauh dari-
pada polemik. Ia mengerti, pada zamannja itu deradjat pers
adaIah rendah sekaIi, terbanjak kotor sebagai petjom berall, pe-
nuh dengan tjatjian dan fitnah, apapula didalam perbantahan
kalam. Ojika ia diketjam, patut didjawab, ia memberikan dja-
waban seperlunja, dan mengenai umum, ia membalas dengan

52

sopan (batjalah tentang "Polemik" dibab XV). Ditjela tidak
a~,renlb ia membiarkan kritik itu tidak terbalas.

Senantiasa tetap ia seorang gentleman, jang tidak berpo-
ei'l~m melewati batas." (Jean Amery tentallg- Bertrand Russell).

Polemik tidak disukanja, karena perselisihan pendapat disu-
rat-kabar hampir tidak ada ketjualinja senantiasa menjimpang dari-
pada pokok-hal, dan lebih daripada itu, penuh dengan kata2
jang menji nggung perasaan, didalam banjak hal didjalin dengan
kedjustaan2 jang tidak tahu malu.

Akan menggunakan kata2 Lie Kimhok sendiri: "Polemik itu
benar dj empoJ, tetapi bukan polemik !", kata2 jang mengingatkan
akan seruannja djenderal Bossuet jang menjaksikan Light Brigade
Inggeris menjerang setjara gila2an kepada tentara Rusia di -Balak-
lava dalam perang Krim: "C ~ tse magnifiCl.!.le, _mais ce n'est pas
!a _guerre !" (" Benar djempol, tetapi itulah bukan perang!")

"Sa a nd e kita dapat memandang pada kelakoeannja satoe
pengarang jang telah termashoer oleh kerna bagoesnja ija
poenja karangan, maka kita akan lantas mendapat rasa di-
hati, bahoewa karangannja itu terhilang tjahjanja di hadapan
kita , kerna kaJakoeannja si pengarang tiada berimbang de-
ngan boenjinja karangannja, hanja pengarang itoe sarna sa-
dja dengan orang jang banjak, jang membri adjaran pada

orang, tapi sendirinja tida menoeroet adjaran itoe." (Lie

Kimhok, "Hikajat Nabi Khong Hoe Tjoe.")

Lie Kimhok tidak pernah menganggap diri, apapula men a-

makan d irinja seorang wartawan. .
Pada zaman sekarang Lie Kimhok tidak akan mendapatkan

sebutan wartawan, seperti disebutkannja orang pada masa

hidupnja.

"PEMBERITA BETAWI."

Maka orang merasa heran, ketika ia beralih dari Bogor

ke-Djakarta untuk bekerdja pada "Pemberita Betawi," terlebih
lagi perubahan2 jang diutarakan dikepala surat-kabar ito susul-
menjusul tidak mengundjukkan adanja keberesan didalamnja,

Lihatlah:
Nomor tjonto (jang mendjadi djuga nomor pertama) "Pem-
berita Betawi" disiarkan pada 24 Des. 1884: "Kloewar saban

hari, lain dari hari Domingoe dan hari besar. Redacteur J.

Kieffer, ditjitak oleh W. Bruining" (pentjetak "Malajoe-Batawi"

dan "Siti Akbari.") Tidak disebut penerbitnja, pemilik atau

pemimpin-umumnja.

53

- "Pemberita Betawi" 8 Djuni 1885 No. 57: "Jang kloewar_

kan W. Meulenhoff, ditjitak oleh Albrecht & Co." Nama Kieffer

tidak tertjantum lagi, tidak disebut s lapa penggantinja.

-== "Pemberita Betawi" 1 Sept. 1886 barulah memperoleh re-

daktur baru, ialah W . lVieulenhoff.

Duduknja hal sebagai beriku!:

~ "Pemberila B.etawi" diterbikan oleh Kieffer, jang selama
hidupnja breap~
kali menerbitkan atan mendjadi pe mimpin_

redaksi pertama beberapa surat-kabar ("Bintang Barat," " Bintang

Betawi", "Bintang Batavia" pada awal abad ke -20) mu pgkin

bersama Meulenhoff. Setidak-tidaknja Meulenhoff ikut bersero

bersama Kieffer untuk penerbitan "Pem berita Betawi" , men gepalai

tata.;usahanja dan melljerahkan Kieffer mengurus bagian redak-

sinja. Pertjetakannja diserahkan kepada Bruining.

Kira2 setengah tahun sadja kedua persero itu dapat kerdja-

sarna.

Meulenhoff membeli saham Kieffer jang keluar dari " Pem-

berita Betawi", menerbitkan sendiri surat-kabar ilu dan memin-

dahkan pertjetakannja kepada Albrecht. Untuk sementara Meu-

lenhoff memegang pimpinan redaksi merangkap tata·usaha .

Pekerdjaan itu achirnja terlampau berat baginj a. Maka ia

mengundang Lie Kimhok tid ak sadja untuk ikut serta mengurus

redaksinja, melainkan djuga untuk mentjelak dan bersero melan-

djutkan terbitnja "Pemberita Betawi."

Begitulah dengan f 1000.- (kembali de ngan bantuan saha-

batnja) Lie Kimhok mempero leh separuh bagian hak-pe ne rbitan

surat-kabar ilu dan separuh jang lain telap ditangan Meul e nl1 off.

- "Pemberita atBi~"e terbit pada 1 Sept. 1886 dengan pe-

rubahan ini:

"Rejacteur-administrateur W. Meulenhoff. Di tjitak oleh Boe k-

en Handelsdrukkerij Lie Kimhok & Co. Agen t di Bogor: Tee

Pek Thay."

Selama ikulserta memiliki "Pemberita Betawi", Lie Kimhok

dan Meulenhoff silih berganti mengurus bagian redaksi dan tata-

usaha, atau mereka berdua saling memballtu. Disurat-kabar ilU,

seperti djuga di-surat2-kabar dan madjalah lain tidak tertjantum

nama Lie Kimhok sebagai redaktur.

Tetapi perseroan itu tidak berdjalan lama, karena Lie Kim-

hok dan Meulenhoff mendjual apn~irbehtk "Peberita Betawi"

kepada Karsseboom.

Pada 2 Djuni 1887 koran itu memberitakan :

"Soerat2 boewat fedaktie pada W. Meulenhoff. Oewang

abonnement dan advertentie pada Karsseboom & Co. Ditjitak

oleh Boek- en Handelsdrukkerij Lie Kimhok & Co ."

54

Lie Kimhok tidak tjampur lagi "Pemberita Betawi", keljuali

mentjetaknja. . .. .
Karsseboompun tldak lama memlltkl Aslubrraetc-hkat,bajarnigtum~ebli karena
mendjual hak-penerbitannja kep ada
ia

djuga mesin-tjetak dan persediaan kertas Lie Kimhok dan melan-
cljutkan "P emb erita aBe"ti~ sehingga tn~hrjib dalam awal abad

sekarang . Itulah berartl pula berhentt hldupn]a Soek- en Han-

delsdrukkerij Lie Kimhok & Co. (1887), jang seJainnja mendjual

mesin-tj eta k d an kertasnja kepada Albrecht, telah mengoperkan

steendruk dan sisa buku2-penerbitannja dengan hak-tjiptaannja

kep ada Tj oe Toei Yang (1849- 1891) di Tpko Tiga, Djakarta.

Drul<k erij Tj oe Toei Yang kemudian dilandjutkan oleh putern

satu2nj a d ari p emiliknja, ialah Tjoe Siauw Hoei (1871-1948),

jang l alu men erbitkan advertentieblad "Chabar Perniag,aat "._d b-

urus redaksinja ol eh H . F. R. OJD mer dan F.D ._J.o-£.aogeJnanann.

- Lie 1m 10k tidak mentjampuri lagi surat-kabar, ketjuali

memban tu dari luar, seperti pada masa ia di-Bogor, dan Meulen-

hoff menerbitkan dan memimpin "Hindia Oland a."

/

PERSATUAN WARTAWAN PERTAMA. -/

Ber-ulan g2 Lie Kimhok telah membitjaralcan dengan bebe-

rapa w artawan sahabat dan kenalannja, agar didirikan persatuan

an tara wartawan2 untuk memperbaiki deradjat (peil) surat2-

kaba r Melaju-rendah. Tidak ·seorang sanggup menggulung-ba-

dju dan madju kemuka, bahkan ada jang menjambut hanja

dengan senjuman , karena pikiran itu aSing sekali didalam alam-

pikiran mereka. Lie Kmi _ ~ _ ?.C k sendiri tid f\$ _Q .ai~drse untuk diri!lja /

fa -dimasukkan ked alam- gOlongan wartawan, biarpun bagaimana
senan g dju-ga" ada dan m ~ lnu !J.~I !t lf · uis ra 2 -: Ka~D -_ .

- - sampal · berapa orau kedjadian jang -6e n kut mempunjai

hubungan dengan berdirinja persatuan wartawan pertama dan

sampai berapa djauh hubungan Lie Kimhok dengan berdirinja

persatuan itu, tidak dapat dipastikan.

Telah d it erangkan, J. Kieffer seorang wartawan radjin, b~e

rani dan angku . Kritiknja tidak mengenal sungkan dan ada sadja

jang mendjadi bulan2 kalamnja jang tadjam .
.. Bintang Betawi", seperti ian"tB .! g _ ~ i~. "at dan , ~ erQ l at _
Bawtei : ~ diCta amp friipinannja, oleh terbanjak pembafja Melaju-
rendah (pembatja surat ·kabar mendapat surat-kabar jang sesuai

dengan deradjatnja) surat2-kabar itu sangat disenangi. Sajang

Kieffer pembosanan dan tidak melihat gelagat jang baik dan

tidak baik, baik bagi umum maupun bagi deradjat dan kepen-

tingan surat-kabarnja sendiri.

"Bintang Betawi" dibawah pimpinannja ber-ulang2 menge-

tjam p emuka2 Tionghoa, pantas dan tidak pantas. Antaranja jang

55

paling ringan ia mengganti nama Khoe A Fan mendjadi Khoe

Goenet, Lie Hin Liam - Lie Kantjil, Khouw Kim An - Khouw

Biroewang, Oey Khoen Ie - Oey Koening, Souw Sian Tjeng - Souw

Moengkir dan Lim Tjeng Siang - Lim Sampan.

Edjekan itu oleh banjak pembatjanja dianggap perbuatan

berani, tetapi tidak lama kemudian - tidak tegas sangkut-pautnja

jang satu dengan jang lain - Drukkerij Tjoe Toei Yang di- TOko

Tiga dengan hak-penerbitan "Chabar Perlliagaan" lelah dibeIi

oleh N. V. Hoa Siang 1n Kiok jang baru didirikan dan melandjut-

kan pertjetakan di-Pintu Besar, sedangkan "Chabar Perniagaan"

didjadikan harian "Perniagaan" ("Siang Po "), dikemudikan oleh

F. D. J. Pangemanann sebagai pemimpin redaksi. l1
Polemik hebat terbit antara "Bintang Betawi
dan "Per-

niagaanl1 hampir tidak berhentinja dan dengan tjara2 jang

mendjemukan.
Pada 6 Djan. 1906 berdasar undangan F. D. J. Pangemanann,
di-Hoa Siang In Kiok telah didirikan "Perhimpunan pengarang2

soerat-kabar Melajoe di Hindia-Nederland", jang bermaksoed

"merapetken s:ltoe sarna laen dan mentjari dja\an aken moeliakan

deradjat redacteur.l1

Kieffer telah diundang, tetapi ia tidak hadlir- Jang hadlir
ialah F. D. J. dan J. H. Pangemanann ("Perniagaan" , Djakarta),
R. Ng. Tjitro Adiwinoto ("Pewarta Hindia", Bandung), Tan

Ging Tiong ("Li Po", Sukabumi), Moeis, Arsad dan H. C. C.

Clouckener Brousson ("Bintang Hindia", Ojakarta), F. Wiggers

(" Taman Sarie", Djakarta), J. Hendriks ("Pemberita Betawi",
Djakarta), Phoa Tjhoen Hoat dan Piet SaJomol1sz ("Bintang

Betawi", Djakarta) dan Gouw Peng Liang ("Sinar Belawi",

Djakarta). Dari daftar hadliri rapat itu ternjata, pada awal abad

ke-20 ini wartawan Indo- Tionghoa mulai banjak.

Berdirinja persatuan wartawan itll menggirangkan. Pengu-

rusnja semen tara terdiri atas H. C. C. Clouckener Brousson
sebagai ketua, F. Wiggers ketua -muda, F. D. J. Pan emanann
penulis, Phoa Tjhoen -Roat bendafiari dan]. H. Pangemanann

dan Obuw Peng Liang pembantu2 (commissarissen). Anggaran

dasar, anggaran rumah-tangga, insigne-pers dan pengurus telap

persatuan itu ditetapkan di Bandung pada 14 Maret 1906 dan

pada hari itu "semua surat2-kabar di Hindia-Nederland diminta

boewat tiada diterbitkan, soepaja redacteur2nja bisa hadlirkan

itu aigemeene vergadering" . . . . .

Seperti hendak membuktikan, wartawan2 jang mengandjur-

kan persatuan memperlihatkan djuga, merekapun akan berbuat

demikian, "Perhimpoenan pengarang2 soerat-kabar MeJajoe di

Hindia - Nederland" hanja berdiri beberapa tahun akan tidak

terdengar pula kabar-tjeritanja.

56

VII.

PANDANOAN HIDUP.

OPT I MIS M E DAN PES S I MIS M E.

HIDUP SOPAN DAN BERATURAN.

Pengen.al2 Lie Kimhok rasm~ ketjewa, ia itu jang sedjak
kan ak2 hsent g a~ aw~sd , sedan muda.-remadja sehingga tua dan
mening gal-dunt a h ldup. sopan sebagal seorang baik, mengalami

penderitaan ber- turut2 t1d ak putusnja. Be-runtun2 kematian orang2

tjer i ~n a : saudara, a,k~n ke.dua an1org-~l ?an rit~s didalam tempo
jang tldak mem.benkan ketJka luka d . hl~Jt
mendjadi sembuh dan

didalam p ek erdJaan dan perusahaannJa la mengalami kegagalan2

walaupun radj i n, djudjl1r, penuh ichliar dan keras hati. '

Setelah memberhentikan pekerdjaan dan mendjual pertje-

takannj a masi h sadja ia tidak berhas il. Pekerdjaannja di-Djakarta

sebaga i l evt ra nsir-bambu dan topi-bambu tidak menguntungi

dan kant or tatausahanja "De Vriendschap" tidak beroleh tjukup

langganan . Ia mengikuti sahabalnja, Phoa Keng Hek, ke-tanah

partikel ir Tj ihuni (Tangerang) dan bekerdja untuk sahabatnja

ilu ketika ia ini mendjadi anemer, sebagai betaalmeesttr dibawah

afdelingsc hef D. J. Starn memasallg djalan kereta-api Tjitjalengka-

Garut dengan b ertempat dihutan antara Leles dengan Lebakdjero.

Didalam te mpo 2 tahull sedjak Boek- en Handelsdrukkelij Lie

Kimhok d idjl1al kembali ia terombang - ambing kian - kemari

(1887 - 1889).

Ber ita te ntang ia pernah bekerdja djuga di paberik-semen

di-Antjol, Djakarta, dan ia kern bali ke- ~ogr bekerdja kepada

notaris Vorstrnan, tidak benar.

Didala m tahun 1890 ia menerima pekerdjaan komisi-beras,

milik seorang sahabatnja jang ldin, Tan Wie Siong, tuan-tanah

Kedungged e, untuk perhitungannja sendiri. Pekerdjaan ini segera

diganti dengan bekerdja tetap kepada sahabatnja ilu, mengurus

beras dengan menerima gadji, bertempat di Roa- Malaka disebelah

gudang- beras Tan Wie Siong, dan pekerdjaan ini, jang tidak

makan banjak tempo dan pikirao, tetap dipegang olehnja se-

hingga meninggalnja.

Suatu hal jang mengagumkan, didalarn keadaan bagaimana-

pun ia tidak kehilangan keseimbangannja. ..
. Kebiasaannja se-hari2, jang hampir ti.dak auber~h -.lcetjuall

dldalam keadaan2 luar-biasa - mengundjukkan, hldupn]a bera-

turan. Bangkit mendjelang fadjar, sarapannja sedikit kue jang

tidak terlarnpau manis atau biskuit-Semarang atau pne~agos-ri
bersama setjangldr thee-Tiongkok atau semangkok kopl-pahlt

entier, segelas sU5u-sampi dan dua telur-ajam setengah matang.

57

Sehabis sarapan, seperti sore sehabis minum thee dan makan
sejikit kue 2, ia dj alan2 sedjam . OjaJan2 bag inja sematjam olah-raga
satu2nja, oJah-raga tertua, terbaik, paling wadjar dan termurah.

Pacta waktu tengahari balik dari pekerdjaannja, ia mengaso
sedjenak dan makan nasih . Sepiring soep , sediI<it ampeJa-goreng
m~rsab Jalap, seperti salade, djengkoJ atau petai direbus sarna
d :lUn ·pepaja dan samba I t i dak terJalu pedas mengundjukkan,
makannja pun sederhana sekali. Nasihnja beras merah. Lama ia
menderita kentjing-manis. Ia menganggap petai, djengkol dan
beras merah baik untuk penderita penjakit itu. (M enurut kete-
rangan dokter tertg . 4 Maret 1911 diair-seninja tidak t erd apat
gula lagi, tetapi ia tetap pantang makan).

Habis makan nasih senantiasa bebuahan, pisang, p epaja
alau djeruk. Ia tidak suka asam2, gurih2 , manis2 dan asin2 .

Ia tidak minum minuman kera s ; selaillnja thee dan kopi,
paling banjak ia minum air - malang j ang telah didinginkan
dikendi-tanah dan air · masakan bidji· djam blang, jang d isebut
terachir berhubung dengan penjakitnja kentjing- manis.

(Anak-isterinja makan terpisah dengan sajur- majur lain dan
nasih putih. Djika ada tamu, tersering Phoa Keng Hek dan Tan
Wie Siong, dimasak atau dibeli makanan lain, telapi makanan
Lie KimlJok sendiri senantiasa tetap sederhana dan tetap ia
makan nasih merah. Tetapi baik ada tamu atau tidak, sel alu
medja-makannja tertutup tapelak kain· putih jang bers i h, lengkap
dengan sendok garpu, serbet dan tempat tjutj i tangan) .

la tidak merokok. ketjual i sigaret asthma, sehari sebatang
dipatahkan dua untuk sebagian diisap sehab i s makan tengahari
dan jang lain sehabis makan malam. Iapun menderita beng ek,
jang tidak pernah sembuh, sedjak umur 10 tahun.

Kadang2 ia mengisap tjuihun (tembakau - Tionghoa jang
ringan, asapnja melewati air didalam sematjam pipa-Tionghoa).

Mungkin karena pandai melldjaga diri hidup beraturan dja-
rang sekali ia menderita sakit berat. Paling berat saki! demam-
hitam (kuku kaki-tangannja dan putih-matanja bersemu hitam)
dan demam-maJaria, jang dideritanja ket ika berumah di-Djakarta,
hingga 9 bulan ia beristirahat dirumah-tuan tanah (Tan Wie
Siong) di-Kedungged e, istirahat terJama seumur hidupnja.

Dari pagi2 sekali sehingga malam ia bekerdja, menulis dan
membatja, selainnja berhenti pada waktu mandi, makan dan
tidur. Ia tidak keluar plesir, melihat tontonan pun tidak, ketjuali
pertundjukan2 amal dan untuk ini selamanja bersama anak-isterinja,
atau untuk keperluan sosial.

Ia telah beristeri pula sedjak 1891.
Isterinja ini, Tan Sioe Nio (1873-1913), telah memberikannja
anak empat, ialah 2 perempuan (Soan Nio, lahir 1892 dan Hong

58

Nio lahir 1896) dan 2 laki2 (Kok Hian, lahir 1898 dan Kok
,i~oH lahir 190'1) jang masih hidup pada waktu meninggalnja.

MENOLAK DAN MENERIMA.

Mulai dari .1890, seperti pada masanja muda-belia, hidup
Lie Kimhok . kellalan tenang. Seperti telah tjukuplah baginja
berdjoang dtdalam perdjoangan-hidup selama 10 t3hun lamanja
(sedj ak meninggal ajlhnja). Selainnja bekerdja kepada Tan Wie
Sion g d engan gadji lumajan , menterdjemahkan tjerita2 -Eropah
untuk surat-kabar jang kemudian ditjetak mendjadi buku atau
sege ra dit j.etak dalam . bentLlk buku dan menjalin statuten atau
surat- notans dsb . dan bahasa-Belanda kedalam bahasa-Melaju
atau s ebaliknja jang memberikan sedikit hasil tambahan, ia tidak
beru saha la in, meskipun ia belum berumur 40 tahun.

Sehingga 1904 temponja banjak sekali digunakan untuk
pekerdjaan sos ial.

Bahkan lewat 1904 d idalam sosial pun ia tidak dapat mellggu-
nak an temponja se-banjak2nja, karena peri-kesehatannja mundur
banj ak, kendati kelihatannja sellat dan segar.

Agaknj a Lie Kimhok telah dapat membentuk pandangan
hidupnj a Idra2 sedjlk 1890. Semakin tua semakin tetap panda-
nga n it u, jang menjebabkan ia rela menerima nasib· hidup tidak
ter lalu b erat, sesu ai dengan peranginja jang leb ih suk a memberi
- memb eri dengan fang :j n kanan, tangan kir i lidak rnenge lahui -
da ri pad a men erirn a didunia inL

Seo rang sahabatnja pernah bertanja kepadanja: Apakah
Hidup da n artinja Hidup? Dari mana datangnja dan kemanakah
perg inja? [a mendjawab, itlllah bergantllng pada pandangan
(kepedjajaan) fiap orang dan ukuran2 jang digunakannja.

Sesungguhnja Hidup itu pad a satu saat menggembirakan,
pada saal lain, akan rnernindj am kata2 Sophoklcs (496 - 406
sebelum Masehi,: "sebaiknja manusia tidak dilahirkan, karena
Hidup ialah siksaan dan penderitaan."

Begitul ah Hidup adalah anlara menolak dengan menerima,
an tara pessimisme dengan optirnisrne.

Didikan jang diterima Lie Kirnhok dirumahnja berdasar
Samkau dan disekolah -Zending berdasar Kristen banjak rnem-
pengaruhkan pandangan hidupnj8, la berhenti berusaha untuk
madju didunia didalarn ketika terbar.j ak orang lain masih merasa
penasaran tidak menljapai sukses, sebagairnana diharap.

Khongtju dan 8engtju menganggap, rnanusia asalnja baik,
melainkan karena keadaan dan pengaruh luar mendjadi rusak.
Tidak berguna mengeluh terhadap kesllsahan dunia. Hiduplah
sldja menuruti tata-teriib dan kesopana n, sendirinja akan di-
peiOleh perdamaian dunia dan manusia rnerasakan bahagia.

59

Bahkan Lotju dapat menghargakan sesuatu jang baik didunia
ini daIam kemungkinannja, hingga pessimisme Tokau hanja
sematjam kultuur-pessimisme jang diarahkan keadaan2 dan oleh
karena itu pada azasnja mudah diatasi.

Lie Kimhok merenung dan bertjermin menghadapi dirinja
sendlri, seperti orang Tionghoa umumnja mentjari arti Hidup
dalam d irinja sendiri. Mereka hendak memperbaiki dunia, di-
mulai dengan memperbaiki diri sendiri. Mereka mengenal manusia
dan asalnja jang baik, maka merekapun mempertjaja adanja
kemungkinan untuk memperbaiki. Mereka berpikir setjara sadar
dan mereka optimis2 jang berkej'ikinan.

Sebagai orang Asia, Lie Kimhok rupanja mempertjaja rein-
karnasi. Tjara-berpikir orang India benar extreem pessimistis.
Dari Upnishadan sehingga Buddha adalah Hidup sematjam
kutukan, penderitaan jang ber-ulang2 dari lahir sehingga lahir
pula ber-abad2. Tetapi bagi roh jang telah terbebas dari-pada
ikatan2, baginja achirnja akan terbuka pintu Nirwana.

Dan sebagai seorang jang dalam banjak tahun menerima
didikan disekolah Keristen, ia mempertjaja sepenuhnja adanja
Tuhan jang menetapkan dan memutuskan se-gala2, hingga di-
dalam banjak ia berpikir dan berbuat sebagai seorang Keristen.

Demikianlah pada satu batas pengaruh2 didikan-tjampuran
jang diterimanja pada masa anak2.

Optimisme dan pessimisme bukanlah halnja filsafat se-mata2.
Didalam hid up se-hari2 dalam kesempatan baik dan djelek,
kesenangan dan kesukaran sesuatu orang jang membatja dan
mengalami banjak, seperti Lie Kimhok, akan dapat mengarti dan
merasakan sendiri kekuatan2 hidup objektif jang memberikan
bentuk dan isi pada pandangan hidup manusia dalam golongan2
dan zaman2 tertentu.
Hidup jang seumpama dinding tidak berbatas didalam gelap-
geJita, orang me-raba2 didinding itu untuk mentjari pintu dan
tidak seorang pun j mg mendapatkan pintu itu, selainnja pintu
dalam renungannja sendiri.

"Rahasia Hidup adalah teka-teki terbesar jang
tidak dapat ditebak."

(Walter Shepperd).

"Alam mengidinkan diintainja, tetapi tak mengidin-
kan dikenal rahasianja."

(Pythagoras) .

Lie Kimhok bukan seorang Keristen, bahkan ia seorang jang
tidak memeluk agama tertentu. Ia hanja patuh kepada Tuhan
jang Esa dan Maha Kuas:l, pusat berbagai agama, seperti as
mendjadi pusat banjak djari2 foda disekelilingnja.

60

"Saja bukan seorang Keristen, saja hanja sedang
mentjoba untuk mendjadi seorang baik".

(Multatuli).

.. Saja teramat pertjaja akan sesuatu jang saja tahu
paling sedikit".

(Montaigne).

"Sebab ada hal jang beroentoeng dan berljilaka, .
Sebab saja taoe rasain senang dan doeka,
Dan sebab saja taoe ada djaman jang baka,
Patoetlah saja beringat, ada sorga dan naraka".

(Lie Kimhok, "Sobat anak-anak".)

Benarkah Lie Kimhok seorang tidak merasakan bahagia, ka-
rena banjak penderitaan dan kegagalannja?

"Lama sudah aku mentjari,
Berkl!lana kembali kian kemari,
Masuk tjandi mendjundjung djari,
Bersukarija dilaman sari,
Baru sekarang 'ku mengerti,
Bahwa Bahagia didalam hati".

(Sanoesi Pane, n Tempat bahagia".)

ADA SESUATU JANG MEMUASKAN.

Penderilaan demi penderitaan dan kerugian demi kerugian

diderita Lie Kimhok, telapi ia sendiri tidak mengeluh, tidak per-

nah mengeluh.

Ia hanja kbta~r, tidak semua orang berkodrat untuk men-

tjapai tjita2nja.

Tetapi baginja adalah djuga apa2 jang dapat mempuaskan

hatinja, ialah didalam pekerdjaannja ' untuk sosial.

Keadaan orang Tionghoa di Hindia- Belanda am'at menjedih-

kan, ketjuaJi bagi satu-dua golongan keljil sekali, bahkan mereka

ini jang kaja-raja dan ternama baik, berpangkat opsir atau tidak,

kedudukan dan keselamatannja tidak terdjamin. (Batjalah Hikajat

Nie Hoe Kong, pemberontakan Tionghoa di-Djawa (1740) dan

Kalimantan) (1850).

Mereka seumumnja diperanak·tirikan tidak didalam onder-

wijs, hukum dan pass en dan wijkel'1steisel sadja.

Didalam hampir segala hal diskriminasi baginja amat men-

tjolok-mata.
Adalah suatu kegaiban, djika tidak perlahan tetapi tentu

sebagai suatu golongan mereka tidak tersedar, biarpun berapa

lama mereka telah pulas-njenjak dalam tidurnja

61

"Ojika sea bad dahul-u orang Tionghoa di Hindia-
Belanda diperlakukan setjara bidjaksana, saja pe'rtjaja,
mereka, peranakan, tidak akan dapat merasakan dirinja
Tionghoa lagi".

(Dr. Lee Ting-l1ui).

Berlambah pula setelah hubungall lalu-lintas mulai madj.ll.

Sebelumnja ada kereta -api ke-Bogor perhatian pada kedjadian2'

diluar daerah, apapula dinegeri lain hampir tidak ada dan 'J iong-

kok sebuah negeri djauh jang tidak dikenal. .

Kereta-api tidak sadja meramaikan Bogor didalam perajaan
Tal1un Baru lmlek dan Tjapgomenja dengan wajallg-tjol< ek,
tanghoako dan sinpe dari Djakarta dan top eng2 si Bella dari
Tjitajam dan si Kamoy dari Bodjongged e, melainkan dju ga mem-

bawa berita2 lebih banjak, leb ih han gat dan lebih tjepat, berita2
jang membuka mata dan hati penduduk dari berbagai podjok d\:tnia.

Tatkala Lie Kimhok berdiam di Bogor, kira2 tahllll 1880,
bibit-kebangsaan Tionghoa telah mulai bersemi. Orang merasa

malu sesama bangsanja mabuk minuman keras dan berdjo ge t
di-pesta2, berdjudi dipesta itu dan rumah-kematian _ Ora ng mulai

merasakan perJunja perubahan pakaian dan kebiasaan , terlltama

dari wanita peranakan Tionghoa, kepertjajaan pada Toapek ong
dan keramat dan beratnja biaja-pesta perkawinclll dan kematian .

Begitulah berbareng dengan bertambahnja pengetahuan dan

katjerdasan, karena meillas dan mentjepatnja hubungan daerah
jang satu dengan jang 11in, norma2 kebudajaan dan nilai2 etik

jang lama mulai merosot, tradisi ber-abad2 mulai dianggap kuno.

Kemudian Lie Kimhok berpindah ke- Djakarta dan disana
sudah atau segera beralih djuga beberapa bekas kawannja.
Djakarta meru pakan sebuah pengempang jang lebih laluasa bagi

ikan jang lebih besar untuk usaha jang lebih besar.

Ketika Kang Yu-wei alias Kang Nam -hai. pemimpin Po

Hong Tong memadjukan usul2 perubahan kepada Keizer
Kong Si Koen di Tiongkok (1898), di Djakarta, Bogor, Suka-
bumi d.!.l. tempat di-Djawa lelah ada Kaum Muda, ialah orang2

muda dan lebih tua jang berpikiran madju. Berkobarnja api-
keb,wgsaan Tionghoa j3ng menjala-njala didada mereka lidak

dapat fertahan lagi.

Berdirinja Pusat Kaulll Muda itu (akan dituturkan dalam
bab berikuD itulah jang memuaskan hati Lie Kimhok ..

62

VIII.

~Togi Hoa Hwee Koan pertama.

GERAKAN TIONGHOA DI DJAWA.

PUSAT KAUM MUDA TIONGHOA. ,/

Abad ke-19 telah berachir.

Abad ke · 20 telah mulai.

. Pemerintah ~3elai!dnH bllkanlah pemerintah Hindia-

Be!anda, djika tidak mengetahui, pada masa perlintasan abad
ilu telah ada gerakan Kaum Muda Tionghoa, jang tumbuh dan

bersemi tidak kel i hatan dan mulai berkembang, ketika "Jong
Chin.eesche beweging" (demikian didalam bahasa aSing gerakan

Kaum Muda Tionghoa disebut) memiliki pusat berupa berdirinja
Tiong Hoa Hwce Koan pertama di Djakarta.

G eiak an ilu memang djuga tidak pernah dilakukan sembuni,
karena orang Tionghoa hanja - demikiali diterangkan - bekerdja
did'alam ... bidang kebudajaall". Rapatnja dapat dihadlirkan oleh
siapapu n djuga, jang hendak mentjari tlhu maksud-tudjuannja,
b,lik pada waktu diatur persiapan2 untuk berdirinja perkumpulan
maupun setelah Tiong Hoa Hwee Koan sudah berdiri resmi.
(Antara lain kontrolir Van Sandick dari pihak pemerintah telah

pernah penghadliri ragat lLerkumQ,ulan ttu dan sesM.!.H...Pertanjacw,
balK aengan mlllut maupun dengan sural jang diadJukan kepada
pengurus T. H. H. K. - Djakarta selalu dibalas dengan tjara berani,
terus"terang dan djelas).

Ketua perkumQulan ilu ialah Phoa Keng Hek*); didalam
pengur us sementara Lie Kimhok mendjadi p'enulis konllsi -e~ ,
~ kanj Anggaran__Dasar dan m~dia! __ Qe_l! urus Jtp~
__!a_
~ danij
ahls~ seorang tn~r _ ~o ~ · s,~i tetapi hampir semua

pekerdjaan tulTS:men ulis dilakukan olehnja, termasuk "Soerat

Kiri man" jang disiarkan antara penduduk Tionghoa berupa brosir

dan jang dlmuatkan di-surat2-kabar, setelah T .H.H.K.-Djakarta

disjahkan pemerintah Hindia-Belanda (3 Djuni 1900).

* ) Phoa Keng Hek mendjnbat keluft 1'. H . H . K. - Djn.kn.rt.n lebih 20
tahun bel' - tUl'ut2. 180 dilahirkan di Bogor (1859) sebftgn.i puterll.
l{apl en Phoa Tjeng l'jon.n, opsir Tionghon.jll.ng telah disebutnamanj!l.
didalam bab2 dimukll.. IuplIn meadapat di(likan sekoluh-Tiongboa
partil>:elir, kemudian bersama. Lie Kimhok , Yoe Tjai Siang (rednktur
" Li Po"l letnll.n Lie Tioe Tjin d.l. I. mendjadi mudd sekoln-Coo]smfl,
nkan aChirnja ke·Europeesche Lngere School. Ill. meninggnl dalam
tnhnn 1937. Dengan Lie Kimhok in berknwll.n sedjnk anak2.

63

Djikalau tulisan-tangannja suatu ketika diperlukan orang,
tulisan2 itu terdapat di-buku2 ·notulen T.H.H.K. - Djakarta jang
masih tersimpan baik. Sajang, terbanjak surat2 didalam arsip
telah lenjap waktu pendudukan-Djepang (1942-1945). Selainnja
itu berita2 resmi T.H.H.K.-Djakarta banjak jang men gundjukkan
gaja-bahasanja dan surat2-kabar dan madjalah2 banjak memuat-
kan hal perkumpulan itu, adat Tionghoa (a.1. tentang perkabungan
Siauw Siang, Tay Siang dan Tiam Hok), perhitungan tahu.n-
Tionghoa (Iun-gwe atau bulan sisipan) d.1. berasal dari kalamnja.

Sehingga pada beberapa hari sebelum meninggalnja ia
masih menulis disurat-kabar tentang kebangsaan untuk i~el1akm
perhatian orang Tionghoa akan mengenal Djin, Gi, Lee, Ti, Sin,
Tiong, Hauw, Tee, Liam, Tjiat dari Khongfju, agar dapat me':'
ngangkat deradjat bangsanja. (Dimuat didalam harian "Sin Po"
6 Mei 1912, setelah semalamnja ia menutup mata untuk selamanja).

Tetapi sedapat mungkin ia bekerdja tidak mengemukakan
diri dan namanja, djuga selama ia mendjadi anggauta pengurus
T.H.H.K.-Djakart·a (1900: 1904>'

"Aku tidak berchawatir, orang tidak mengetahui ke -
baikanku, hanja jang aku chawatir, ialah aku tidak tahu
keburukan dan kesalahanku."

(Khongtju).

Siapakah sebenarnja pendiri2 utama dari T . H. H. K. jang
pertama itu, pusat Kaum Muda Tionghoa, dimulai dari Djakarta?

"Toean Khouw Kim An, salah satoe oprichter dari Tiong
Hoa Hwee Koal1, achirnja beschermheer dari perkoempoelan Hoe
bilang, antara orang2 jang giat ichtiarkan pendiriannja itoe per-
koempoelan ada toean Lie Kimhok. Menoeroet toean Khouw
Lam Tjiang, salah satoe oprichter laen dari perkoempoelan ini,
teroetama adalah toean2 Tan Kim San, Lie Kimhok dan Lie Hin
Liam jang telah bekerdja keras boeat bikin propaganda goena
perkoempoelan jang hendak didiriken." (Nio Joe Lan, "Riwajat
40 tallon dari Tiong Hoa Hwee Koan - Batavia, 1900 - 1939,"
.Batavia, 1939) .

Dibuku "Riwajat T.H.H .K. dimuat djuga potret Lie Kimhok
dan untuk usaha2nja dalam tahun2 pertama berdirinja perkum-
pulan ilLl, nama Lie Kimhok disebut lebih 30 kali: halaman2
5, 6, 13, 16, 18, 19, 28, 29, 30, 31. 32, 33, 35, 36, 54, 55, 61,
64, 81, 83, 92, 120, 124, 125, 127, 133, 143, 199,203,213,
222, 229, 235, 236 dan 276.

Betapapun pandangan orang pada gerakan Kaum Muda
Tionghoa pacta achir abad berselang dan awal abad sekarang,
tidak dapat disangkal, gerakan itu telah menggemparkan, ber-
manfaat untuk bangsa Tionghoa pada masa itu .

64

MAKSUDNJA *).

"aP ~ anlQeo Tiong Hoa Hwee Koan-Batavia ada ber-
m~ soepaja dengan menjender l2ada p_e.o.ga.dj.ar..an_ N.abi
l{fiong Hoe Tjoe - saboleh2 nanti bisa merobah atawa mem-
15""Oewang bangsa Tionghoa poenja abt~ldemg
jang dirasa tida

berfaedah dan ada berlaku sampe di masa ini dengan membe-

ratkan pada badan dan memboroskan oewang.

Dengan pertoeJoengan dari beberapa lid dan djoega dari

padoeka Majoor Tio Tek Ho, beschermheer T.H.H.K., pakoem-

poel an ini bisa djoega mendirikan satoe sekolah Tionghoa, di

mana ada ditri rna anak2 dari lid2 T.H.H.K., baik lelaki, baik

prampoewan, soepaja marika ini dapat peladjaran jang amat

moelja dari Nabi Khong Hoe Tjoe. Goeroe jang mengepaJai se-

kolah itoe, oleh T.H. H.K. soedah didapat dengan pertoeloe-

ngannja Dr. Lim Boen Keng di Singapore . .
PHOA KENO HEK." V
JTiga anggapan **).

"Sabagimana jang telah kalihatan dari pada omongan2 di

antara orang2 Tionghoa, adalah berbeda-beda anggapan ten tang

pakoempoelan T.H .H.K. jang sekarang telah berdiri di Batawi. -:- J /
Ada jan g anggap, bahoewa pakoempoelan itoe ada bersifat so-.!J '

aclaenleidt adriarsi eboraabngb2agjiatoneg, ternama bagoes atawa berderadjat besar,
tida boleh menerima a"n.o~rsembg
':J'

akan djadi ija poenja lid . Ada jang anggap, bahoewa T.H.H.K.

d 'Hoe ada bersifat kapa/a agggza, dan dari sebab bagitoe, wadjib
menerima "segala orang" jang soeka djadi ija poenja lid, dari

sebab niat mendjoendjoeng pengadjarannja Nabi Khong Hoe

Tjoe : soewatoe pengadjaran jang telah terkenal amat moelja

adanja dan berfaedah besar akan masing2 orang di dalam hal

hidoep antara sasama manoesia. "Siapa beraoes, dialah jang

perloe dibri ajer!" Bagitoelah ada diingat oleh orang2 jang

anggap, T. H.H .K. itoe ada bersifat kapala-agama.

Lai n dari pada itoe, ada djoega orang2 jang telah sangka,

bahoewa T .H.H.K. ada djadi soewatoe pakoempoelan jang hen-

dak poedja2 Nabi Khong Hoe Tjoe, dan roemah T.H .H.K. akan

djadi roemah-pamoedjaan, di mana orang2 Tionghoa boleh me-

moedja, atawa - sedikitnja - boleh memberi hormat pada Khong

Hoe Tjoe seperti pada sa toe Toapekkong atawa sebaginja.

Tiga roepa anggapan ada terseboet di atas ini.

Anggapan manatah jang bersetoedjoe sarna halnja T.H.H.K. ?

Sabagimana jang saja sendiri taoe, halnja pakoempoelan
itoe bagini:

*) "li Po" 8 Djulli 1901.
*1:- ) "Li Po 22 dan 29 Djuni 1901.

65

Pakoempoelan itoe djangan dianggap pakoempoelan dari

"orang hartawan dan bangsawail", tapi boleh sekali diahggap
pangoempoelan dari "orang baik2"; kerna maksoednja T. H.H K.

itoe hendak terbitkan perkara2 baik.

Akan tetapi orang bagimanatah jang dibilang "orang baik2" ?

Menoeroet artinja perkataan, maka orang2 jang haroes di-

seboet "orang baik", jaitoelah orang2 jang kalakoeannja pan-

tas dan perboewatannja tiada djahat, dan di dalam hal ini tida

dipandang apa orang2 itoe hartawan alawa tida, bangsawan

atawa boekan.

Dari sebab T.H .H.K. ada lain dari sociteil akan orang2

hartawan dan bangsawan, maka T .H.H.K. haroeslah trima sa-

soewatoe orang Tionghoa jang soeka masoek dj adi lid, baik

orang itoe hartawan atawa tida, bangsawan alawa boekan .

Atas hal T.H.H .K. teranggap bersifaf kapala-agama , hi ngga

wadjib menerima "segala orang" akan djadi lid, saja rasa boe-

kanlah demikian halnja pakoempoelan itoe, kerna sabagimana
adanja pada masa ini, orang2 jang djadi kapala dari pak oem-

poelan T.H.H.K. boekan goeroe2 agama dan liada ada poenja
niatan akall koempoelkan segala orang ka dalam satoe agama .

Pada falsal 2 dari Statuten T.H .H.K. ada terseboet, bahoewa

pakoempoelan ini ada bermaksoed akan "bikin madjoe istiadat

bangsa Tionghoa, saboleh-boleh dengan menoeroet atoerannja

Nabi Khong Hoe Tjoe."

Dari sebab istiadat bangsa Tionghoa boleh dikalakan telah

djadi • moendoer" (jaitoe djadi koeranR balk), oleh kerna ter-

pengaroeh oleh roepa2 kapertjajaan tahajoel, maka adalah dirasa,

jang istiadat itoe perloe dibikin "madjoe" (jilitoe dlperbalkij,
atawa dibersihi dari pada segala kabias oan sia-sia, iang boleh
dipandang seperti pasilan jang meroesakan poehoen. Oi dalam

hal perbaiki istiadat itoe, T.H.H.K. menjender pada ({hong Hoe

Tjoe, jang pengadjarannja ada terdjoendjoeng tinggi di dalam
riboean tahon oleh manoesia ratoesan joeta banjaknja.

Akan tetapi dari sebab ada banjak orang Tionghoa jang

blon mengenal baik pada pengadjarannja kita poenja Nabi besar,
maka kerna ada menjender pada Nabi ini, perloelah T.H .H.K.

atoer daja-oepaja akan menerangkan pengadjarannja ini Nabi.

Dari sebab itoelah telah diadakan satoe goeroe sekolah, jang

saboelan sakali membitjarakan dan menerangkan oedjar-penga-

djaran Khong Hoe Tjoe ini atawa itoe di hadapan orang banjak
dalam roemah T.H.H .K. - Boewat anak2 ada didirikan satoe se-

kolah Tionghoa, di mana moerid2 dibri peladjaran soerat dengan

bahasa( s:Sia 1m, hingga kamoedian ijaor.,ng nanti dapat me-

ngenal .~er sambil mengenal satoe bahasa, sedang sekolah

----66 /4 ~,

itoe terpandang seperti satoe djalan akan anak2 dapat mengenal
ist iad at jang bersih dari pada bangsa Tionghoa.

Nj atalah dengan lantaran hendak perbaiki istiadat Tionghoa
jang berlakoe d i masa ini, T.H .H.K. soedah misti mengatoer
djoe ga aka n hal menerangkan pengadjarannja Nabi Khong Hoe
Tjoe, maskipoen pakoempoelan ini tiada mengangkat dirinja djadi
kapal a-agama.

Sedang b3gitoe, sekalipoen tiada mendapat itoe kamistian,
dengan lanl aran kahendaknja jang terseboet di alas ini, pantas-
lah dj oe ga T.H.H .K. atoer daja · oepaja akan terangkan penga-
djaran2 itoe ; kerna sedang pengadjaran2 itoe boleh djadi me-
namb ahi besarnja boedi, hal menerangkan itoe ada berhoeboeng
sarna T.H H.K. poenja kahendak jang lain, jaitoe: "bikin madjoe
pan ga tahoean . atas hal soerat2." Sambi! lerangkan maksoednja
oedj ar-pengadJaran poen dapatlah orang tErangkan djoega artinja
soera t.

Hal T . H.H .K. teranggap saloe pakoempoelan jang hendak
poedja2 Khong Hoe Tjoe, hingga roemah T.H H.K. djadi roernah-
pam oe djaan, maka toeroet pikiran saja, itoelah terang ada salah
sekal i.

Ka loe saja tida kaliroe, sa toe "Hwee Koan" jaitoelah satoe
roe rTlah=p akoempoelan Jang bers lfa-r rilin aripaila ro-e-ma _. a-
i110eaja an (bio ). B-ahoewa 1'.R.R.K. fi ada-ad a rna soed akan
djad i satoe oio,iloelah njala dari pada narnanja sendiri.

Djoega ada terseboet pada falsal 17 dari Huishoudelijk
Regl ement tperaloeran akan berlakoe) dari T.H .H.K., bahoewa
"di dalam roemah-pakoempoelan ini tiada nanti diadakan Toa-
pekkong jang dipoedja· poedja . atawa lain2 parnoedjaan, rnaski-
poen apa djoega namanja."

Sedang bagitoe, dari sebab di dalam roernah T.H.H.K. dan
di dalam pakoempoelan ini poenja sekolah Tionghoa tiada di-
ad akan parnoedjaan saloe apa, adalah djoega orang jang rnerasa
koeran g senang: ijaorang ingin T.H .H.K. adakan pamoedjaan
Khong Hoe Tjoe, atawa - sedikitnja - rnengadakan soewatoe
pertanda a n akan orang membri hormat pada Khong Hoe Tjoe,
seperli pada satoe Toapekkong atawa sebaginja.

Dari sebab misti menoeroet pada peratoerannja pakoempoe-
lan, kaoem-pengoeroes T.H.H.K. tiada boleh mengadakan pa-
moedjaan atawa sebaginja itoe.

Lain dari baO'itoe, sabagimana jang saja telah dengar, hal
bersoedjoed pada b satoe pamoedjaan seperti Toapekkong dan
sabaginja, itoelah tiada bersatoedjoe sarna sifalnja pengadjaran
Khong Hoe Tjoe. Nabi ini tiada moefakat sarna hal menghor-
mat atawa memoedja pada Toapekkong atawa sebaginja itoe.

67

Khollg Hoe Tjoe njatakan hal itoe dengan oedjarnja jang demi-

kian boenjinja: "Hoei Ki, Oji Tje Tji, Thiam la ." Maksoednja
oedjar itoe hendak bilang, bahoewa orang jang poedja2 orang-

haloes jang tida wadjib dipoedja-poedja olehnja, dia itoelah ada
poenja akal memboedjoek-boedjoek, kerna ingin dapat kaoen-

toengan dengan toeloengannja si orang-haloes, jang disangka

olehnja ada koeasa akan rnenoeloeng.
Njatalah jang Khong Hoe Tjoe tiada so eka dan ada Ijela

itoe hal rnemoedja-rnoedja pada orang-haloes jang bo ekan le-
loehoernja atawa koelawarganja orang jang rnemoedja.

Ojika T.H.H.K. mengadakan pamoedjaan jang lain , itoepoen

soedah djadi bersalahan pada pengadjarannja Khong Ho e Tjoe.
Terlebih lagi, djikaloe T.H .H.K. rnengadakan pamoedjaan pada

Khong Hoe Tjoe I
Ada jang menanja: Apa pantas T. H.H.K. tiad a hormat

Khong Hoe Tjoe, sedang ada bermaksoed akan toero et penga-

djaran Nabi itoe?
Toeroet saja poenja pikiran jang dengoe, menghormati dan

memoedja-moedja ada lain sekali. Ojika T.H.H .K. tida men ghor-

mati Khong Hoe Tjoe, saja rasa ija tida nanti openin pengadja-
rannja ini Nabi. Sabaliknja, djikaloe T.H.H.K. ada indahkan

dan perhatikan pengadjaran Khong Hoe Tjoe, apa it oe ta ndanja
TIDA menghormati? .Sabagimana jang saja ta oe, T.H .H.K. ada

<!joendjoeng Khong Hoe-Tloe--di- dala l!!J.E..gatan dan di dalam

hab, dan dari seOab bagitoe T.H .H.K. tiada panfas mem ori toe-
ladan akan berboewat satoe apa jang_ fiong_HoeT joeU da- soeka.

Demikianlah pikiran saja -aras n al T.H.H.K. Ojika saja ada
salah, saja moehoen dengan hormat, soepaja sekalian Pembatja
nanti soeka bri rnaaf.

Oengan hormat,
LIE KIMHOK.

Batavia, "Sigoee Djisi 2452."

Satu pidato. *).

"Maaf, Liat Wi Sian Seng! Saja rninta mengarnbil sedikit
tempo akaR kasih taoe apa jang ada di hati saja pada ini waktoe.

Rasa girang dan soekoer ada penoeh di dalam hali saja
dari sebab oleh lid2 T.H .H.K. di Bogor ini telah didirikan ini
Sekolah Tionghoa jang ada berhoeboeng sarna T.H.H. K. dan
dari sebab bagitoe, boleh dianggap ada djadi satoe tjabang
dari pakoempoelan itoe. Di ini hari sekolah ini moelai diboeka,

oJ . Pida to Lie Kimhak da\lInt pembukaan sekalah (I-Iak Ton g ) T .H .H .K.-
Bogar 2 Nap. 1902, \apuran utusan T.H .H .K.-Balavia (Gauw Ek Pa.
K~ho wi~uS Eng, Thio Sek Liang dall T an Kim Sa n) jang mengha d liri
upatJara Jtu,

68

dengan pake atoeran akan bri peladjaran, sabagimana jang alia
terpake di dalam Sekolah Tionghoa di dalam T.H.H.K. di Ba-
tawi. Saja banjak harap, jang dengan berkatnja Thian, murid2
dari sekolah ini nanti sigra madjoe di dalam peladjarannja.

Oi dalam tempo mendir ikan pakoempoelan T.H.H .K. saja
ada bilang pada beberapa sasama lid, jang kita mendirikan
pakoempoelan ini haroes diseboet ada dengall maksoed soetji
da n dengan pengharapan besar sekali, tapi djanganlah kita kira,
jan g kita boleh dapatkan dengan lekas, apa jang kita ada harap.
Oi dalam hal mendirikan pakoempoelan ini, kitapoen ada sa-
oepa ma menanam soewatoe bidji, jang kita harap nanti djadi
poehoen jan g mengaloewarkan kembang2 jang wangi dan boe-
wah2 jang ba ik. Poehoen itoe tiada nanti bisa toemboe dengan
leka s, maka kita jang menanam itoe bidji, brangkali djoega tida
nanti bisa dapatkan itoe boewah2 jang kita ada harap; maka
kita hara p sadja jang kita poenja toeroenan nanti dapat kagoe-
naann ja boewah2 itoe.

Bid ji jang kita tanam itoe sekarang ini soedah djadi satoe
poehoen ketj iJ, jang masih misti dHoendjang dari sana-sini,
soep aja bisa tetap berdiri. Tapi maski bagitoe - bagimanalah
kita ti ada girang? - sekarang ini poehoen jang ketjil itoepoen
soeda h dap at satoe semi atawa satoe tjabang, jaitoe ini satoe
sekolah Ti onghoa jang moelai diboeka pada ini hari.

Akan halnja ini sekolah, sekalian lid T .H.H.K . jang djadi
pengoeroes nja tantoe sekali nanti perhatikan dengan soenggoeh,
soepaj a segala atoeran nanti dilakoekan dengan sapantasnja,
hin gga ini tj abang T.H.H .K. nanti boleh mengaloewarkan boe-

wah2 jang baik .
Ap akah adanja itoe boewah2, jang kita harap nanti djadi

kagoen aannja toeroenan kita dihari komoedian? Boewah itoe
jal ah pikiran lerang jang terpimpin oleh pengadjarannja kita-
poenj a Nabi besar Khong Hoe Tjoe; pikiran terang jang paksa
hati oran g akan berlakoe dengan satoedjoe atawa dengan me-
ngimbangi pada maksoednja Ojin, Oi, Lee, Ti, Sin, Tiong, Hauw.

Liam , Tjiat. "

TIOA OOLONOAN.

Seperti telah diduga, gerakan T.H.H.K. ditjurigakan oleh
pemerintah Hindia-Belanda, jang langsung dengan surat2 resmi
dan tidak langsung oleh pembesar2 Belanda dan mata2 diintai
dan diselidik dalam segala matjam tjara. Orang Tionghoa di-
mata mereka s edang "main politik" dan gerakan Kaum-
Mudanja adalah gerakan politik. "Pokok2 utama maksud T.H.
H.K.-Djakarta, jang segera disusul dengan gerakan T.H.H.K.-
T .H.H.K. diberbagai -bagai tempat di Indonesia, sebagai p.usat
gerakan Kaum-Moeda Tionghoa, berdasar atas keberatan2 Jang

69

dapat disingkatkan dalam tiga golongan I. GnI~melr tidak

melljecjiakan onderwijs tjukup lIntuk golongan T i onghoa; II.

Keadaan hukum menjebabkan orang Tionghoa jang mampu dan

sopan dipersamakan dengan Bumiputera dalam hllkllm pidana;

dan Ill. I(ekangan kemerdekaan mereka oleh passen- dan wijken-

stelsel." ("Encyclopaedie van Ned.-Ind ie." 1921).

Umumnja orang Tionghoa mendasarkan gerakannja dan bll-
ah-gerakan itu, T.H .H.K. dan Hak Tongnja, atas sosial dan
agama (pemimpin2 jang pertama ilu menganggap Khong Kauw
sebagai agama Tionghoa) . Sebagian pemimpin2 itl! djllga a. I.
Lie Kimhok, telah mendirikan djuga perkumplllan Olah-raga
(Tiong Hoa Oen Tong Hwee), Debating elu b (Lie Lun Hwee),
membuka Pasar Malam dan Tonil ·Amal (Djin Tiu Hi) untuk kas

T.H .H.K.

Phoa Keng Helc madju dimuka sekali. Orang hartawan dan
bangsawan itu terkenal dimana-mana tidak berdjudi, bahkan
diketahui, ia membentji .orang berdjudi. Tidak sadja dikongsi-
perdjudian jang tiap tahun pemerintah memberikan pachtnja
pada orang Tionghoa sebagai pachter- djudi dengan biaja-pacht
jang berat, melainkan djuga dimedan-pesta atau dirumah orang
jang sedang kematian banjak orang Tionghoa suka berdjudi. Oi-
Ie lang pacht · djudi di Bekasi Phoa Keng Hek ikut menawar, hingga
orang mendjadi tertjengang. Pacht diserahkan kepada Phoa Keng
Hek, jang segera membajar uang-pachtnja kepada pemerintah,
dan Phoa Kcng Hek lantas tutup kongsi-pendjudian disana
(1903). Oleh karena itu sedikitnja setahun tidak ada tempat-
pendjudian umum di Bekasi.

Oi Bekasi demang Mudjimi jang kerup berfahun-tahun
menjusahkan penduduk-tanah. Menggunakan djalan memfitnah
dan mengantjam ia melakukan pemeresan. Oleh Phoa Keng Hek
demang itu didjatuhkan sehingga terhukum 8 tahun (1904).
Phoa Keng Hek menghadap Gupernur-Ojenderal van Heutsz
dalam sebuah audiensi untuk membitjarakan hal onderwijs anak2
Tionghoa, (1908), dan Phoa Keng Hek pula mendesak Gupernur-
Djenderal Indenburg (1909) untuk memperbaiki gadji pegawai2
Tionghoa jang dibeda -bedakan dengan gadji pegawai2 Eropah.

Semua itu dalam rangka maksud gerakan Kaum -Muda
Tionghoa.

Terus-terang, sopan, berani dan beralasan djawaban2 de-
ngan surat dan dengan mulut diberikan oleh pengurus T .H .H.K.
atas segala pertanjaan jang diadjukan kepadanja. Rupanja orallg
menaruh kapertjajaan pada djawaban2 itu, jang memang sesuai

70

dengan tindakan2 T.!lH.K. dan tidak menjimpang sedikitpun
daripada peraturan2n]a.

Rasa tjuriga lambat-Iaun berkurang, karena T.H.H.K. achir-
nja dianggap bukan sebagai perkumpulan jang berbahaja.

{ 3j TIGA GOLONGAN LAIN.

Benark ah semua pemimpin pertama dari T .H.H.K. pertama
itu serupa maksud dan pendiriannja?

Pada masa Phoa Keng Hek masih hidup, ditulis oleh se-

orang jang berdekatan dengan ia, harian "Mata-Hari" di Semarang

(3 Agustus }934) menulis pandjang-Iebar dalam hal itu , jang

dapat disingkatkan sebagai berikut.

" Sekolah T .H.H.K. (T.H.H .T.) soedah diberdiriken oleh tiga

golon gan , jang masing2 mengandoeng maksoed sendiri2: Pertama, j
j A.!l g _ .J ng ~ ~E. sag _-.Iiof!gh oa !l1engenal hoeroef dan baha&a
T iongho a, so epaja lebi gampang pahamken peladjaran dan kitab2

Khon g T joe, hiilgga itoe sekolah T.H .H.K. ada mirip seperti

sematjam igama7' -kedoea, jang hendak menegoekan sifat keban -

saan dan ingin soepaja- lionghoa p' anr~K Isa mengenal hoe:

1'1re' ad ' n - b -a I r a - ~a sen a iri dengan lebi gampang dari pada kaloe

moesti beladjar tetep-dalem sekoTaff2 koeno jang menroeroeh

moeriCl2paham an I ab2Klas1eK dengan tiada dJ-eranglJ1 mak-

so e an ar rinj-a--:-d'a-rr.-; riga, golongan jang ingin goena ffi

g,e:1 garoenja sekola2~ H.K. boeat deseK dan bikin terboel<a

matanja Gouvernement Olanda jang se ean lama tida perna am-

bil perhatian pada onderwijs i ionghoa, goena maksoed mana

sekola T. H.H .K. sengadja memberi peladjaran Tionghoa dan

Inggris, dengen tiada mengadjar bahasa Olanda."

Menurut "M3ta-Hari", meskipun menaruh sympati pada

tudjuan golongan kesatu dan kedua, Phoa Keng Hek termasuk

dalam golongan jang ketiga .

Disini dapat ditambahkan , Lie Kimhok djuga.

, ~ ?~ t ~ HJ... .
~ : -R ~ ! ~L
PI--r-{ .

~ ,. ~ { ~ w--r-e. .
:?~ ~ . I -,d ~ ; ~ L ( ~ tl-r{

71

IX.

ADJAL DAN ACHIR.

GAMBARAN KASAR.

HASIL - KALAM .

Kiranja kita telah mengenal Lie Kimhok sedjak kanak2 di-

Tjiandjur, waktu ia dewasa di-Bogor dan usahanja di'! Djakarta,

biarpun h3nja didalam garis2 kasar sematjam sk ets sebuah gambar.

Sematjam itu pula segera kita akan tj ob a mel ihat leb ih

djelas tjaranja menulis, tjaranja ia menemui adj al nja dan bagai-

m:ma pan jangan pen ge na l2nja ~las i jan ha si l- ka lam jang

ditinggalkannja.

Disatu pihak benarlah , orang adalah baga i man a i a sen diri
berhuat. Tetapi dipihak lainpun benar, baik-buruk nama nja ada-
lah bergantung pada sesuatu jang dikatakan orang lain tenta ng
dirinja, karena ia hidup dimata sesamanja , sesamanja sezaman .
Saja mengakui tidak djelasnja (kasarnja) lukisan2 jang saja
mampu lakukan; siapa tahu - saja ikut mengharap - dalam
kemungkinannja pada kelak kem.udian hari diterbitkan tentang
sedjarah-hidup dan usaha2 Lie Kimhok jang leb i h djel as, lebih
lengkap, lebih djudjur dan lebih memuaskan.

TJERITA2 TIONGHOA.

Ternjata, sebagian terbesar buku2 Lie Kimhok ad alah buku2
tjerita roman, terdjemahan tjerita2 Eropa.

"Naluri (instink) untuk mendengarkan tjerita iallg ba ik
adalah serupa tuanja dengan sedjarah manusia ." (Dr. Lin
Yu-tang)..

Suatu pertanjaan akan timbu/ , dari manakah didapat tjerita2

jang terdjadi di Tiongkok, oleh Lie I<imhok jang tidak dapat

menerdjemahkan Tionghoa?

Beberapa tjara telah digunakannja untuk menulis tjerita '

Tionghoa, baik jang tidak ada buku-Tionghoanja maupun jang

buku-Tionghoanja banjak tersiar disini.

"Tjhit Liap Seng" dan "Ong Ojin Gi " tidak ada buku-

Tionghoanja, keduanja mengkisahkan hal2 jang terdjadi di

Tiongkok. .

Barang siapa jang pernah membatja "Klaasje Z evenster"

karangan Mr. ]. van Lennep dan "Kin Fo" karangan Jules Verne,

ia akan merasa, banjak bagian "Tjhit Liap Seng" jang mirip

dengan kedjadian2 jang dituturkan dida/am kedua buku itu .

Sesungguhnja membatja "Klaasje Zevenster" dan "Kin Fo" Lie

72

Kimhok tertarik. hat.inja oleh beberapa . kedjadian, jang sesuai

dengan angan2nJa, l~?a bean~utp soslal d.ari 7 pe.muda jang

baik dan perbuatan balK dan seorang guru Jang bidJaksana. la

meromba.k seluruh kedua tjerita itu, menggantikan nama2 perao,

tempat, wak tu, ke adaan, suasana d.l.!., mengambil sarinja bebe-

rapa bagian paling menari k, menambah dengan pikirannja sen-

diri, men ggubah sedemikian, hingga tertjipta "Tjhit Liap Seng",

suatu kedjadian di Tiongkok pada masa Keizer Ham Hong.

Hanja nam :l " Kin Fo" sadja jang masih dapat dikenali, ialah

"Tj i n H oe" dalam tjerita "Tjhit Liap Seng". Bagaimana "Klaasje

Z ~ v e sn t re " d an H Kin Fo " d iambil sarinja sadja. ternjata dari

3 dj i l i d tebal d engan huruf2 halus dari "Klaasje Zevenster" dan

sedjil i d uku ran besar dari "Kin Fo " hanja djadi 8 djilid ukuran

salw (12 ° ) dari "Tjh i t Liap Seng ."

Rup :w j a "Pembalasan dendam hati" (Ong Ojin Oi) telah

dit ul is Li e K i mhok, setelah mendapat i1ham dari "De wraak van

de Koddebeie r" karangan Xavier de Montepin.

U ntu k memperoleh terdjemahan tjerita2 Tionghoa terkenal,

seper ti "Dji Touw Bwee" dsb., Lie Kimhok mendapat bantuan

bebera pa sahab atnj a jang pand ai T ionghoa , terutama Tan Kie

Lam dan T ee Pek Thay.

La in tj ara pula digunakan Lie Kimhok untuk menulis "Hi-

kaj at Nab i Khong Hoe Tj oe." Itulah hasil pembatjaan buku2

bahasa asing ten tang Kh ongtju, ditjampur keterangan beberapa

sahabatnj a jan g membatja banjak tentang Khongtju dari bahasa

T ionghoa .

Pen genal kesusasteraan Belanda mengatakan, ia terpengaruh

banjak oleh beberapa pengarang Belanda dari pertengahan dan

achir abad jang lalu (Hooft, van Lennep, Potgieter, Beets,

Bosb oom-Touissant). Bahkan pandangan hidupnja jang tidak

dapat dipuaskan dengan dogma dan systeem manapun djuga

rada tjend erung kepada Der Mouw dan Carry van Bruggen.

TJARANJA MENERANGKAN SESUATU.

Sebelum menguraikan beberapa tulisannja jang terutama
menarik perhatian pembatja Melaju-rendah pada achir abad ber-
selang dan awal abad sekarang, baiklah didjelaskan tjaranja
ia menerangkan sesuatu . Seperti "Apa sebabnja maka ada Loengwe

(boelan sisipan)" pada waktu barll sadja T. H. H. K. - Djakarta

did i rikan, sebuah antara banjak tulisannja di-surat2-kabar dan
madjal ah2 mengenai penerangan adat-istiadat, kepertjajaan,
penanggalan- Tionghoa dsb . : *).

*) " Li Po" 27 Juli dall 3 Augustus 190 1.

73

"Sebagimana jang telah dapat diselidiki, hingga terdapat
betoel kanjataannja oleh orang2 jang paham di dalam ilmoe per-
idaran billtang, Boemi kita ini bertoeboeh boelat dan melajang
mengidari Matahari, dan sambil melajang demikian, ija berpoetar
seperti gangsing. Sedang demikian adanja hal Boemi itoe, Boelan
melajang mengidari Boemi, sambi! mengikoeti Boemi mengidari
Matahari.

Ojikaloe Boemi soedah berpoetar satoe kali (jaitoe djikaloe
fihaknja jang madap ka wetan pada waktoenja dianggap moelai
bergerak, soedah balik kombali madap ka welan), maka " tempo"
jang soedah berlaloe itoe, diseboet sahari-snmalom (b iasanj a
diseboet sadja soioe hori).

Ojikaloe Boemi jang djalan melajang mengidari Matahar i,
soedah djalan saidaran (jaitoe kaloe ija soedah sampe kombali
pada tempat, dari mana ija teranggap moelai berangkat), maka
"tempo" jang soedah berlaloe itoe, diseboet sofu iahon.

Oi dalam perdjalanannja mengidar sad joeroes di sapo eta r
Matahari (jaitoe satahon), Boemi telah berpoetar 365 kali ; maka
di dalam satoe tahon ada 365 hari. Sasoewatoe hari ada terba gi
ka dalam 24 djam; sa toe djam terbagi ka dalam 60 minu t;
satoe minut terbagi ka dalam 60 seconde.

Ojikaloe Boelan soedah dapa! idari Boemi 12 djoer oes
atawa 12 balik, Boemi soedah dapat mengidari Matahari sadj oe-
roes atawa satoe kali. Maka itoe 365 hari dibagikan ka dal am
12 boelan: Januari, Maart, Mei, Juli, Augustus, October dan
December masing2 dapat 31 hari; April, Juni, September dan
November masing2 dapat 30 hari; Februari dapat 28 hari .

Oi atasan ini ada terseboet, bahoewa akan poetar toeboehnja
sadjoeroesan, Boemi misti pake tempo sahari-samalam atawa 24
djam; tapi benarnja melinkan 23 djam , 56 minut dan 4 secolld e
sadja. Ojoega ada terseboet, bahoewa soidaron Boemi di sapoetor
Matahari ada 365 hari; tapi sebenarnja ada 365 hari , 5 djam
dan 49 minut koerang sedikit. Maka 365 hari itu boekan tempo
jang setik, hanja ada koerang 5 djam lebih akan Boemi mengi-
dari Matahari. Tegasnja: itoe 365 hari belon tjoekoep satoe
tahon. Oengan lain perkataan boleh dibilang bagini: Apa jang
tertoelis di dalam Almanak, itoe tiada tjotjok sarna lamanja
Boemi djaJan idari Matahari; kerna sedang Boemi soedah ber-
djalan 365 hari dan 5 djam lebih, di dalam Almanak ada ter-
toelis sadja 365 hari, hingga boleh diseboet, jang boenjinja
Almanak ada salah (kabelakangan) 5 djam lebih di dalam tempo
satoe tahon.

Oleh kerna di dalam satoe lahon ada kabelakangan 5 djam
lebill, maka di dalam tempo ampat tahon Almanak ada kabela-
kangan ampir satoe hari. Inilah sebabnja maka pada 4 tahon

74

saloe kali boelan Februari ditambahi dengan satoe hari : maka
sedang biasanja boelan itoe 28 hari sadja besarnja, di tahon jang
diseboet itoe, ija dapat 29 hari, hingga besarnja tahon djadi
ada 365 hari. Tahon jang besarnja 365 hari, diseboet tahon
biasa , sedang tahon jang besarnja 366 hari diseboet tahon

kasibat. *).
Perta mbahan satoe hari itoe ada perloe akan menjoekoepi

hiloen ga n tahon; tapi iloe satoe hari ada terlaloe banjak akan
dip ake menambahi, kerna Almanak tida kabelakangan sampe
salo e had, hanja melinkan kabelakangan ampir satoe hari.

Oari sebab ditambahi dengan satoe hari, maka Almanak,
jang tadi kab elakangan, sekarang ija djadi ada melombai se-
dikit, kira2 40 minut.

Oi dal am tempo 4 tahon Almanak melombRi kira2 40 minut;
kalo e soe dah berlaloe saratoes tahon, ija djadi melombai ampir
sa lo e hari .

Dari sebab iloelah maka pada tiap 100 tahon satoe kali
(jai toe pada tahon2 abad seperti 1700, 1800, 1900), tahon kasibat
di djadika n lallon biasa ; tegasnja : sedang boelan Februari misti
da pa t 29 hari, ija dibri sadja 28 hari . Njatalah jang Almanak
ad :! dio endo erkan satoe hari, soepaja ija tida djadi melombai.

Akan lelap i dari sebab dioendoerkan sahari, sedang ija tida
ad a mel ombai bagitoe banjak, sekarang ija djadi kabelakangan
komba li sedikit : kira2 seperampat hari.

Oi dalam tempo 100 taholl Almanak kabelakangan kira2
1/4 hari ; kaloe soedah berlaloe 400 tahon, ija djadi kabela-
ka nga n kira2 saloe hari.

Maka tiap 400 tahon satoe' kali, si tahon abad jang misti
didjad ikan lahon biasa (oempamanja : tahon 1600, 2000, 2400\
ija tida didjadikan tahon biasa, hanja dibiarin djadi tahon ka-
sib at, soepaja Almanak jang telah kabelakangan, djadi benar
kombali hitoengannja sarna peridaran Boemi di sapoetar Mata-
hari. M)

*) Dj ika ingin taoe, apa soewatoe tahon ada djadi tahon kasibat atawa
tah o n biasa, leita alllbill ah doewa angka dari tahon itoe jang sabetah kanan,

lal oe ba gi itoe dengan 4 ; djikaloe ija bo leh terbagi habis, itoelah tanda-

nja jang tahon itoe ada djadi tahon kasib at. Kaloe doewa angka jang

te rseboe t itoe, tida boleh terbagi habis, itoelah tandallja jang talton itoe
ada djadi t ~ 1loh biasa . Tahon 1892, 1896, 1904, 1908 djadi tahon kasibat,
kenu ~) ,2 96, 04, 08 bol eh terbagi habis dengan 4.

~ * ) Bo ewat dapat t ao e, apa tahon abad ada djadi tahon kasibat atawa boekan,

kita lll isti alllbil doewa angka dari tahon itoe jang sabelah kiri. dan bagi

ito e de ng an 4. Dj ika doewa angka itoe boleh terbagi habis. itoelnh
tandanj a blhon kasibat. Tahon 1600, 2000, 2400 djadi tahon kasibat,

ke rna 16, 20, 2! boleh te rbagi habis dengan 4.

L. K. H.

75

Sebab itulah maka di dalam tahon 1600 boelan Februari
dapat 29 hari, sedang di tahon 1700, 1800, 1900 ija dapat 28 hari
sadja. Oi tahon 2000 (jaitoe sasoedah berlaloe 400 lahon sadari

tahon 1600) boelan Februari nanti dapat poela 29 hari. *).
Kaloe diingat jang had raja Tang Tse senantiasa djaloh

pada 22 December, maka adalah njala jang bangsa Tionghoa

poen taoe segala hal jang telah terseboet di atas ini; tapi
bangsa Tionghoa poenja itoengan "tempo" ada mengambil djalan

lain. _

Tahon bangsa Europa diseboet tahon matahari, kerna di

dalam hal itoengan "tempo", bangsa Europa mengoetamakan
peridaran Boemi di sapoelar Matahari. Tahon Tionghoa diseboet
tahon boe/an, kema di d 1lam hal itoengan "tempo", bangsa
Tionghoa mengoetamakan petidaran Boelan di sapoelar Boemi.

Boewat djaran saidaran di sapoetar Boemi, sang Boelan

misti pake tempo 27 hari, 12 djam dan 43 minut lebih sedikit.
Akan tetapi dari sebab sed :mg diidari oleh Boelan, Boemi sen -

diri berdjalan mengidari Matahari, maka dari waktoe kalihatall

"Boelan baroe" atawa "Boelan gelap" (jaitoe kaloe Boelan ada
pada djoeroesan lempang antara Boemi dan Matahari), sampe

kalihatan kombali "Boelan gelap", ada 29,5 hari lebih sedikit.

Dari pada Boelan -gelap sampe pada Boelan gelap, iloelah '. ."
satoe boe/an Tionghoa.

Ooewablas boelan atawa 12 X 29,5 hari = 354 hari ada

djadi satoe tahon Tionghoa.
Bangsa Tionghoa bagikan 354 hari itoe ka dalam 6 boelan

dari 30 hari (gweloa) dan 6 boelan dari 29 hari (gwesio) .
Hal menantoekan boelan ' besar (gwetoa) dan boelan ketjil

(gwesio) ada bergantoeng pada banjaknja hari jang ada di antara

doewa "Boelan poernama", dengan dilelapkan jang Boelan poer-
nama itoe senantiasa misti djatoh di tanggal 15.

Ojikaloe soedah dihitoeng, bahoewa di antaranja Boelan
poernama di dalam Tsiagwe (boelan ka-satoe) dan Boelan
poernama di dalam Ojigwe (boelan ka· doewa) ada 29 hari, maka

Tsiagwe itoe didjadikan gwetoa; djikaloe di antaranja doewa
Boelan poernama itoe ada 28 hari sadja, Tsiagwe itoe didja-
dikan gwesio.

Demikianlah tegasnja:

Tsia Dji Oji
15+ + -/- + -/- + -/- -/- -/- -/- -/- -/- -/- -/- -/- X X X X X X X X X X X X X X IS

*) Sasoedah tel'aloer delllikiall, boenjinja AllIlanak poell beloll cljadi tjotiok

betoel Sa1l13 "tempo." Tapi adanja kabedaan di dalam itoe 100 taholl,
haroes diseboet ketjil sekali.

L. K. H.

76

(toe 15 djadi oempamanja tanggal 16 sampe tanggal30
Tsiagw e ; iloe 14 djadi oempamanja tanggal I sampe tanggal
15 Djigw e.

Tsiagwe itoe djadi gwetoa, oleh kerna di antaranja Boelan

+poernama (15 Tsiagwe) dan Boelan poernama (15 Ojigwe) ada

29 hari ( 15 dan 14 X ).

Di atasan ini telah ada terseboet, bahoewa satoe tahon
(jait oe saperidaran Boemi di sapoetar Matahari) ada dihitoeng
365 atawa 366 hari . Sedang bagitoe di dalam Almanak Tionghoa
ad a te rto elis sadja, bah Cl ewa besarnja tahon ada 354 hari, hingga
Alm anak ini boleh dib ilang ada kabelakangan 11 hari di dalam
satah on, at awa 55 hari di dalam 5 tahon. Sebab itoelah di
da lam tiap 5 tah on diadakan 2 Loengwe (boelan sisipan).

!toe 55 h Hi tan toe tid a tjoekoep akan didj adikan doewa
Loe n- gwe ; akan tetapi adalah hal bagini:

Dari pa da Boe lan gelap sampe pada Boelan gelap boekan
se tik 29, 5 hari, hl nja djika saj!l tida kaliroe. ada kira2 29,59 hari .
Maka dari seb ab Almanak Tionghoa telah mengitoeng sadja 29,5

h+ari0,a0k9anhasrai.toIeni b+oela0n,0, 9ijahaaridadikadbaelalamkasnagbaonelpaandaadsaabdajandbi oleeblaihn

dari 5 hari di dalam 5 tahon .
55 Hari dan 5 hari ada tjoekoep boewat 2 Loen-gwe.
Seri ng djoega Almanak Tionghoa berisi 7 boelan dari 30

ha ri ( = 210 hari) dan !i boelan dari 29 hari (= 145 hari),
hingga besarnja tah on ada 355 hari. Ini pertambahan saloe hari
poe n tant oelah djoega (elah diadakan akan benarkan hitoengan
temp o.

Demi '<ianlah adanja pendapatan saja tentang hitoengan tempo.
Tapi se gala hitoengan jang terseboet di atas ini, boekanlah
hitoe ngan jang setik beloel, kerna pengataoean saja jang singkat,
tid a bisa menjatakan hitoengan jang haloes di dalam hal ini;
tapi hitoengan kasar2 itoe poen, saja rasa boleh djoega dipake
akan men goendjo k~ atsal-oetsoelnja Loengwe

LIE KIMHOK."

Sek ian tjaranja Lie Kimhok menerangkan hal bulan sisipan,
jang pada masa ini (waktu mulai banjak academici) mungkin
dibatja sambil mentjebilkan bibir; tetapi pada permulaan sekali
abad sekarang (waktu asal tahu membatja sadja sudah bagus),
keterangan itu mendapat perhatian besar.

TJERITA PENDEI< DAN LELUTJON.

Lie Kimhok hampir tiada menulis tjerita pendek dan lelutjon.
Ada satu-dua jang akan dikutib dibawah ini sekedar untuk
memperlihatkan tjaranja menulis itu.

77

la hanja banjak menulis alau menerdjehmakan roman , jang
oleh Flaubert disebut "sebuah tjermin roh manusia, sebuah
gambar pigura penghidllpan" ("een spiegel van de menselijke
ziel, een schilderij van het leven" ), jang di Nederland pad a
tahun kedelapanpuluhan memainkan peranan penting dan ditjontoh
di Indonesia sehingga djauh permulaan abad ke-28 .

Sebuah tjerita pendek ilu ialah:
"Pada itoe malam ada sepi sekali. Langit bertaboer banjak
bintang. Oi fihak Wetan kalihatan poentjak2nja goenoeng2 di lanah
Korea . Oi dalam saloe gawir jang dalam mengalir soewatoe
kali, jang ajernja kadengaran bergoemoeroeh antara batu2- karan g.
Hawa oedara dingin sekali. Ooewa soldadoe Hoes jang mengawal ,
Micha dan Sacha namanja, berdiri di tanah Yaloe, sambil peg an g
senapan dengan djari tangan jang kakoe, sebab kadinginan.

Micha: Oi sini sepi sekali; kita tida dengar saloe ap a.
Sacha: ja, tida kadengaran apa2, katjoewali boenjinja aj er

mengalir.
Micha : Poekoel brapa sekarang ?
Sacha: Akoe tida taoe. Kita harap sadja, lekas so ed ah da-

tang itoe waktoe, kita balik ka tampat kawan , min oe m
ajer thee panas, laloe tidoer.
Micha: (sasoedah berdiam sasaat): Apa kaoe datang da ri
tampat djaoeh, soedara?
Sacha: Akoe tida laoe brapa djaoehnja. Akoe berdjalan de-
ngan kareta-api 34 hari Jamanja. Tempo melal oe i
telaga jang ajernja bekoe, akoe berdjaJan kaki. Ak oe
datang dari Petrowski, di bilangan gouvernem ent
Riatau.

Micha: Akoe datang dari Perm.
Sacha : Oi Petrowski ada satoe anak prampoewan eil ok,

dan akoe nanti kawin sarna dia .
Micha: Akoe ada poenja iboe jang soedah toewa . Akoe

ingin sekali dapat bertemoe Jagi sarna dia .
Sacha: ltoeJah nanti djadi di lain hari .
. Micha : Kita ini ada di mana?
Sacha: ItoeJah akoe tida taoe.
Micha: Mengapa kita ada di sini?
Sacha: Officier2 bilang, sekarang ada perang. Lain dari itoe

akoe tida laoe.
Micha: 0, ada perang? Perang sarna siapa?
Sacha: Itoepoen akoe tida taoe,
Micha: Kita ada djaoeh sekali dari lanah ajer kita.
Sacha: ja, djaoeh sekali. Akoe ingin taoe, toendangankoe

Jagi berboewat apa di ini waktoe.

78

Micha: Akan goena siapatah kita ini misti berperang?
Sacha: Akan goena Allah dan agama .
Micha : Ach , Allah jang maha koeasa tida perloe bantoean

kita!
Sacha: Akoe rasa benar begitoe . Brangkali kita ini ber-

perang akan goena tanah Roes jang scetji.
Micha: K'lloe Roeslan ada soetji, Allah nanti perlindoeng-

kan! Tida boleh djadi ada perang.
Sach a (sasoedah perpikir) : Sekarang akoe laoe: kita ber-

perang akan goenanja Keizer.
Micha: Se dang Keizer ada berkoeasa besar sekali.
Sac ha: Ja , ija berkoewasa besar sekali, oleh kerna adanja

kit a-orang . Ada joetcan orang jang saperti ki fa ini,
jang memegang senapan dan berpake satoe mat jam
pakean. Dari seb3b itoelah Keizer djadi berkoewasa
besar.
Mi cha : Ja, ja , s ekarang akoe mengarti. Kita berperang akan
go enanja Keizer.
Oi iloe waktoe ada kadengaran boenjinja pel or jang meliwat
d i oedara . Si Michl roeboeh ka tanah, kerna kalanggar oleh
pelor it oe.
Sac ha: Soedara! .. . . . Soedarakoe!
Micha : Baik .. ... akan goena Keizer .. .. . ija ber-
koewasa besar .
Sach a (dengan bertjoetjoer ajer mata): Ach , ija mati! Kasian
iboenja . . . . . ! iboenja jang toea.
Sed an g si Sacha berkata bagitoe, saloe pelor Japan me-
langg ar pempelengannja. Sacha itoe djatoh dan berkata: Akoe
in gi n dapat melihat lagi satoe kali pada toendangan,koe .
Sahabis bilang bagitoe, Sacha itoe teroes mati.
Sa ande tida ada perang, itoe iboe jang toewa tida kahila-
ngan anak, dan itoe nona di Petrowski tida kahilangan toen-
dangan jang tertjinta ."

Sebuah lelutjon ialah 1111:

" Toewan! kaoe ini saorang gob\ok sama djoega satoe kalde !"
"Kaoe saorang amat doerhaka!"
Hagitoelah katanja doewa orang satoe kapada lain, dengan
tida ada lantaran satoe apa . Kamoedian jang berkata doeloean
itoe, lantas sadja menampiling pada moekanja jang lain, jang
lantas djoega berkata:
.. Toewan, ini perkara misti djadi pandjang!"
"A koe poen rasa bagi toe."
II Inilah akoe poenja kaartjis nama."
"Dan ini akoe poenja."

79

"Besok pagi akoe poenja doewa saksi atas peran g-Iand ing

nanti datang padamoe."
.. Akoe nanti toenggoe marika itoe di roemahkoe."
Sasoedah berbantah lagi. sedikit dan dipisahkan ol eh orang 2

jang kabetoelan ada di sitoe, maka doewa orang itoe lantas

ll"!eneroeskan perdjalanannja masi ng2.
Orang jang lelah dilampiling i:lernama A ., d~a si gralah djoega

ija soed it ll mendapatkan doewa orang soba tnJa. Sasoed ahnj a
melltjeritakan apa jang telah djadi pad anja , ija lantas minta,
soepaja doewa sobal itoe soeka djadi saks i alas ija poe nja
peran g-tanding jang nanti djadi antara dia dan mo esoehnja .

Saloe dari sobat itoe berkata: "Saja rasa, ini perk ara li da

bisa diselesihkan dengan dami!"
"Apa dami!" kata A. "Saja misti poetoeskan djiwanja iloe

orang, maskipoen saja sendiri boleh ke na diboeno eh."
"SabarJah," kala sobat jang satoe lagi : "bran gkali bo leh

djoega kita dapatkan daja-oepaja akan balalkan ini per kara

bekalahi."
"Tida!" kala A. jang sedang panas: " kerna perkara Irim a

akan membri maaf, sekara ng ini soedah kasep . Mask i s iap a
djoega adanja orang itoe, ija misti moehoen amp oen pada koe .
Ija misli tarik poelang perboewatannja dan omongan nja jang
sangat mehinakan."

Itee doewa saksi berked ip saloe sarna lain, dan jang sa loe
lantas berkata pada A.: "Baiklah! kaoe serahkCl nl ah perka ra in i
soepaja dioeroes oleh kita-orang berdoewa. Siapalah namanja
moesoehmoe itoe?"

"Inilah namanja," kata A. sambil mengeloewarkan ka a rtjis
dan batja toelisan jang ada di sit oe: "Dr. B., tabib, pan de me-
ngobatin segal a penjakit, beroemah di djalan C. no . 4. Sab an
pagi orang boleh berlemoe padanja dari poek oel 10 sa mpe
poekoe I 12."

"Satoe dokter! " kata saloe sobat jang bakal djadi saksi :
"Akan dapat bertemoe padanja, kita-orang misti datan g d i roe-
mahnja di waktoe jang terseboet di kaartjisnja."

"Na, itoelah waktoe jang baik," kata A. "Kaoe mengarti,
sobat2koe! kahormatan namakoe ada di dalam tanganmoe ."

Pada esoknja pagi, poel<oei 11, itoe doewa sobat soed ah
datang di roemahnja itoe dokter. Setelah marika men aetok pintoe,
sigralah djoega lantas kaloewar saorang jang lantas berkata :
"Ada kahendak apa, toewan2 ?,

It Apa toe wan Dr. B. tinggal di sini ?"
"Ja, marilah masoek! Toewan tantoe soedah taoe djoega ,
jang akan bertemoe pada toewan dokter, masing2 orang misti
membajar pada saja f 10.-, boekan?"

80

ltoe doewa saksi lantas maoe masoek sadja, tapi fida bisa,
kerna pintoe mel inkan direnggangkan sedikit sadja, sedang di
sab elah dalam ada rante melintang.

Hoe orang jang melldjaga di pintoe tida maoe faoe laen.
perkara, dan oelang sadja omongnja : "Sapoeloeh roepiah, toewan!
akan masing2 orang; kaloe tida toewan membajar, saja tida
boleh kasih masoek."

Dari sebab doea saksi iloe tida maoe moendoer dan maoe
djoega melakoekan kerdja an jang telah diserahkan kapadanja,
maka ija-orang membajarlah f 20.- Kamoedian baroelah itoe
ora ng pendjaga pintoe memboekakan pintoe, laloe membri satoe
nomor dj alan pada masing2, dan antarkan ija-orang berdoewa
ka dalam satoe kamar jang terhias bagoes, di mana soedah ada
be brapa orang jang doedoek menoenggoe giliran .

"Hola I" kata saksi jang satoe dengan berbisik pada teman-
nja: " ini orang2 sakit jang datang pada dokter semoea orang
kaja: semoea berpake bagoes dan rapi. !ni dokter moedjoer
betoell"

"Saja poen rasa bagitoe,'o sahoet itoe leman, "tanloe sekali
in i dokt er saora ng jang ternama besar."

Sahabis berkata-kata bagitoe, ija-orang duduk dan berdiam,
men oe roet lakoenja lain2 orang jang ada di sitoe.

Sabentar2 pintoe jang menemboes ka sabelah dalam diboeka
dan tiap kali pintoe itoe diboeka, doewa orang disilahkan masoek
bersama -sama ka kantoornja dokter.

Achir2 datanglah giliran akan sobat2nja A. Satelah datang
di hadapan dokter, doewa orang ini lantas membri taoe mak-
soednj a.

Sasoedahnja marika itoe bitjara sakoetika lamanja, itoe per-
kara tjidrah djadi d iselesihkan dengan dami. lIoe dokler menoelis
sato e soerat, dengan apa ija tarik poelang perboewatannja dan
omongannja dengan bermoehoen ampoen, sebagimana jang ada
dirasa perloe oleh sobat2nja A. Komoedian sobat2 itoe lantas
berangkat poelang dengan senang hali dan tida ingat lagi pada
itoe oewang jang ija-orang bajar pada boedjangnja dokter.

Sasoedahnja segala tetamoe berangkat poelang, dokler ter-
senjoem dan berkata sendiri-diri: "Hm I hm! di waktoe sore
tjari setori sarna delapan orang di dalam roemah2 minoeman
dan roemah -makall, pi ini pagi akoe kadatangan anamblas saksi,
jang masing2 membajar f 10 -, djadi djoemblahnja f 160.-
Lain dari marika itoe djoega ada saorang sakit jang datang
padakoe, jang djoega membajar f 10.- Djoemblah akoe dapat
di ini hari f 170.- Tidak djelek! Sabentar, sore akoe pergi
ka sabelah oedik dan tjari setori sarna orang2 di sana !"

81

BERITA DUKA.

Pada tg. 6 Mei 1912 sore surat2-kabar ("Sin Po" dan
"Perniagaan" dengan rand-hitam tanda berkabung) menjiarkan
berita ini (disingkatkan):

Semalam pukul 12 masjarakat Tio nghoa tel ah
kehilangan seorang pemimpin jang djudjur, Djak arta
kehilangan seorang penduduk terhormat dan dunia-
penulis dan per3urat-kabaran kehilangan seorang kawan
jang p lling diindahkan: Lie Kimhok telah menin ggal-
dunia .

la itu adalah mede-oprichter T. H . H. K. - Djakart a,
jang mendjadi organisasi pertama sematjam i tll di-
seluruh Indonesia (1900). Lid -kehormatan (Kie Yu
Seng Kong) perkumpulan ilu (1906). Dadanj a dih ias
"Kung Pai" (medali tanda berdjasa) graad ke - 7 dari
pemerintah Tiongkok (1909), penjokong berdirin j a
Tiong Hoa Oell Tong Hwee, Lie Lun Hwee, Dj in
Tiu Hi dan beberapa sosial lainnja .

Penulis buku dan wartawan Tiongh oa - M ela j u
tertua .

fa meninggal setelah menderita sakit 3 hari lamanj a.

Bagi orang banjdk meninggalnja Lie Kimhok sun gguh se -
perti se-konjong2 .

Pada tg . 2 Mei ia datang dikantor· harian2 "Si n Po" di
Asemka dan "Perniagaan" di Pintu Besar. Lebih dahulu ia
singgah digedung T. H. H. K. di Patekoan , jang ia masih banj ak
bantu, meskipun sedjak 1904 ia tidak mengamb il bagian pada
pengurusnja .

la datang baik di T. H . H. K. maupun dikedua kantor sllrat-

kabar itu didalam banjak hal sekedar untuk djalan2 dan omong2,
tetapi pada pagi itu di "Sin Po" dan" Perniagaan" ia membi -
tjarakan suatu kepentingan umum . Djakarta dan sek itarnja sedang
dihinggapi epidemi cholera jang hebat dan di-surat2-kabar
dimuat iklan jang memudjikan serupa obat untuk menjembuhkan
sa kit itu, ialah obat "Laudanum" (nama jang didalam abad ke-16
diberikan pad a tjandu sebagai obat di Eropa), tetapi tidak dapat
dibeli dirumah obat, djika tidak disertakan resep-dokter.

Menurut Lie Kimhok perlulah diusahakan dan surat2-kabar
dapat banjak membantu didalam hal ini, agar orang2 jang tidak

82

mampu dapat djuga obat itu setjara tidak terlalu memberatkan,
djika unl~karem .obat ~atun"Ld.
itu
Hart ttulah han-penghablsan LIe Kimhok keluar dari rumahnja,

karena esoknja ia telah sakit dan dilarang oleh Dr. W. F. Sikman
jang merawatnja turun dari pembaringan.

Pada tg . 4 Mei Dr. Sikman mengadakan konsul dengan Dr.
Sypkens Brouwer. Diagnose ditetapkan: typhus.

Pada tg. 5 Mei malam seisi rumah gelisah, karena Lie Kimhok

merasakan dadanja sesak, ia susah bernapas.

Dr. Sikman diminta datang lagi. Diberikannja suatu indjeksi.

Lie Kimhok dapat puias, tidak seorang menduga untuk
tidak tersedar pula.

Kira2 pukul 12 te\1gahmaJam didapatkan, ia sudah tidak

ada iagi antara orang2 jang hidup. Tidak suatupun pesanan

dapat ditinggalkannja. Wadjahnja tenang, air-mukanja tidak ber-

ubah, matanja tertutup seperti orang jang sedang tidur, suatu

tanda ketenangan djiwa.

Pada tg. 6 Mei pagi2, sebelum terbit matahari dimuka

gedung T. H. H. K. - Djakarta berkibar bendera setengah-tiang.

Lie I(imhok meninggal dirumahnja di Roa-Malaka dihadap-

kan ·oleh isterinja dan anak2nja, maitnja dikubur dipekuburan

Tionghoa di Kota-Bambu (Petamburan), diantar banjak orang

sahabat dan kenaiannja, batu-kuburannja didirikan oleh T.H.H.K.-

Dj akarta dan potretnja jang dibesarkan digantung digedung

T.H . H. K. itu.

83

x.

WAR I SAN.

Pan dan g a nor a n g 2 s e z a man.

DAFTAR BUKU TIDAK LENOKAP.

Harta-benda tidak banjak ditinggalkan Lie Kimhok: Sebuah
buku-tabungan Bat. Spaarbank sedjumlah kira2 f 400.-, titipan
f 5.- sebulannja ; sebuah buku-deposito Escompto Bank f 2500 .-,
sisa daripada f 5000.- hadiah Tan Wie Siong (sahabat dan
madjikannja) akan kesetiaannja bekerdja kepada madjikan itu
20 tahun lamanja ber-turut2 (1890-1910), ialah sisa membajar
dokter, membeli obat, ongkQs mengawini Soan Nio (anak2 jang
lain belum menikah waktu meninggalnja) dan keperluan lain;
sebuah almari besar penuh buku2 (tidak sebuahpun hasil-kal amnja
)irdne~; banjak matjam2 peta-bumi; sebuah teromo! berisi
ttJrunan resep2, kumpulan surat2nja dsb ; sebuah almar i-obat
dengan joksom, kolesom, arak-obat dan obat2 paten, sisa pem-

bagiannja kepada segala orang jang memerlukannja, kenalan
atau bukan dan perabot rumah-tangga jang sederhana . "

Tetapi diluar rumanja telah tersiar se-dikitnja 25 matjam

buku hasil-kalamnja jang tidak dapat dikumpulkan, karen a ter-
pentjar djauh disana-sini, disimpan oleh orang tua2, beberapa
djilid disana dan beberapa djilid disini, di-perpustakaan2 dan
sedikit di-toko2 buku tua.

Ojika buku2 itu dikumpulkan, terdjadilah sebuah daftar

tidak lengkap sebagai berikut:

Nama buku I I IdjiIDidj/uhmallaamh an Ukuran Pertjeta kan /tah un

Kitab Edja (A .B.C.) 1138 8° Zendingpers, Bogor,
1/38 8° pertama (1884)
id. 1/40 Oruk. Lie Kimhok,
1/45 I·120
2 Sobat anak2 4/200 kadua (1885)
(Saljaan anak2) 1/200 12° Zendingpers, Bogor,
id. 1/200 8° pertama (1884)
8° Oruk. Lie Kimhok,
3 SITI AKBARI 8° Bogor, kedua ( 1885)
(Sjair tjerita) W. Bruining & Co.,
id.
1 Bat., pertama (l884)
id. Hoa Siang In Kiok,

Batavia, kedua (1913)
Kho Tjeng Bie, Bata-

via, ketiga (1922)

84

Nama buku I I IDjullllah Pertjetakan/tahun
djilid/halaman
Ukuran

4 Orang Pram- 1/4 Lie Kimhok, Bogar,
paewan (Sjair) 1/4 pertama (1885)
id. Karssebaom &: Ca.,
Bat., kedua (1889)
5 Malajoe-Batawi 1/1 '16 W. Bruining &: Co.,
( T atabahasa) Bat. (1884)
Albrecht &: Co ., Bat.
6 1001 Malam Sedikitnja (1886)

( bersama dari Malam Lie Kimhok, Bogar./

F. Wiggers) ke-41 sId Batawi (1886 / 1887)

Malam ke-94 Lie Kimhok, Bogar
( 1886)
7 Tjhit Liap Seng 8/500
(Tjerita di Lie Kimhok, Bogar/
Batawi (1886/1887)
Tiangkok)
Lie Kimhok, Bogor/
8 Pek Hauw Thouw Batawi (1886/1887)

(Ramalan Tiong- Lie Kimhak, Batawi
( 1887)
hoa)
Lie Kimhak, Batawi
9 Oji Tauw Bwee 4/300 (1887)
(Tjerita di
Lie Kimhok, Batawi
Tiongkok) (1886)

10 Nio Thian Lay 4/300 Albrecht &: Ca ., Bat.
(Tjerita di (1894/1899)

Tiongkok) G. Kalff &: Co., Bat.

11 Lek Bouw Tan 5/350 (1897)
(Tjerita di Haa Siang In Kiok, Bat.
(1907)
Tiongkok)

12 Ha Kioe Tan 1/80

(Tjerita di

Tiongl<ok) 1/16
13 Ataeran sewa-

menjewa

(bersama

W . Meulenhoff) Sedikitnja
14 Graaf de Monte 10 dari 25

Christo djilid
(bersama

F. Wiggers) 1/92
15 Hikajat Nabi

Khang Hoe Tjoe
16 Dactyloscopie

(Penoentoen akan
orang polisi 'men-

dapatkan pendjahat)

85

Nama buku I I IdjilDidjluhmallaamh an Ukuran ------.........

Pertjetakan ftah U11

17 Pembalasan den- 3/239 8° Hoa Siang In Kiok,
dam hati Bat. (1905/1907)
7/560
(Ong Djin Gi) 7/560 12° Hoa Siang In Kiok,
10/800 Bat. (1908) I).
18 Kapitein Flam- 12/960
berge 12/960 12° Hoa Siang In Kiok,
12/960 Bat. (1910) 2)
19 Kawanan pen- 16/1250
djahat 12° Hoa Siang In Kiok,
31240 Bat. (1910) 2).
20 Kawanan bang-
sat 12° Hoa Siang In Kiok,
Bat. (1911) 2).
21 Penipoe besar
12° Hoa Siang In Kiok,
22 Pembalasan Bac- Bat. (1912) 2).
carat
12° Hoa Siang In Kiok,
23 Rocambole bi- Bat. (1913) 2).
nasa
12° Drukkerij "Sin Po",
24 Genevieve de Bat. (1913) 13).
Vadans
12° Drukkerij "Laborel'"
(bersama Lauw Soerabaja (1927) 'j) .
Giok Lan)

25 Prampoean jang
terdjoewal

n BAPAK" MELAJU-TIONGHOA,

Ibrahim gelar Marah Soelan (1857-1954), guru-sek olah dan
wartawan (907) dan Hadji Agus Salim (1884-1954), pengemudi
harian n Neratja" (1917) dan pemimpin memandang Lie Kimhok
adalah penulis jang baik didalam bahasa Melaju-rendah.

]) "Le capitaine Belle-Humuer" dari Paul Saunier,

2) "Rocllmbole', "Les nouveaux exploits de Rocambole," "Rocambole'

en prison", ., Le retour de Rocn.mbole" dlln "Les memoires d'un e jument" ,

tjerita-rangkl\ian dl\ri Ponson du TerraiI.

8) "De juffrouw VIl.ll gezelsehap", dilandjutkan oleh Lauw Giok lan ,

setelll.h m9ninggtllnja Lie Kimhok, ketika tjeriLa itu masih dimuat

didalR.m harian "Sin Po" sebagai feulletoD,

.1) "DoloreR, de Verkochte vrouw" dari Dr, Hugo Hartmann seperti
"Roc ll mbole binasR." jang telah dimuat sebingga tllmntnja's€;bllg ai

onui~elf dalam hnrilln " Perningaan", demikianpun " Prampoewan
jang terdjoewal" Jang djuga sudab a~midu
tamat lama terlebih dahulu
dido.lam " iaPnreg ~ na\" itu, telR.h cliterbitkan sesudabnja Lie Kimhok

meninggal·dunia, melainkan " Prampoew8.n jang terdjoewll)" tidll k

didja.dikan buku sehingga tamatoja knrena Drukkerij "Laboret,
berhenti kerdjo., ' -.',
• 'f

86

Sesudahnja digunakan istilah "Melaju - Tionghoa " , Phoa
Tjh O(2 n Hoat (1883 - 1928), Phoa Tjoen Hoay (Iahir 1890) dan
bebe rapa penulis dan wartawan lain menamakannja "Bapak"
Melaju-T ionghoa .

A. F. von de Wall, penggemar sastera berkata: "Bahasa

Lie Ki mhcik mal1is dan bersill, maka tentulah itu (elah terbit
dar ipa da hati jang plltih-bersih pula. Didalam abad ke-19 sedikit
sekali ke in sjafan sastera; karangan, sadjak dan tjerita ditulis
setj ara serampangan. Rupanja pembatja pun tidak mentjari ke-
ind ahan dan tid ak mampu menghargakan pekerdjaan penulis
jang bai k . T etapi Lie K imhok seumpama ikan didalam air;
sas terawa n sedjati jang hidup didalam dan untuk kesusasteraan
dengan sega la jang berhubung dengan itu ."

Lie Si n T j oan di Djakarta (pengenal Lie Kimhok semasa
kanak2): " Li e Ki mhok bukan sadja pandai mengarang surat2,
meJainkan pandai djuga ia menggambar. Perhatiannja besar
mengen ai masjarakat. "Tjhit Liap Seng" ditulisnja seperti andju-
ran, Sll p{l j a bi sa ada persarikatan melajani kepentingan anak2
tel antar. [{a pten Tan Tiang Keng (ajah majoor Tan Tjin Kie di
Tj ir ebon ) bertanja kepada saja, kenalkah saja Lie Kimhok itu
j ang sepe r ti Sengdjin? ( 1882). Liem Hiong Seng (djurubahasa
Inggris dan M elaju di Slngapore) menamakan Lie Kimhok pemuda .
ja ng pin tar, set elah selesai membatja "Malajoe-Batawi jang baru
t erbit dan jang ia terima dari saja (1884). Dan Tjie Peng Tjiang

(t oatj u = penulis - I Kong Koan-Djakarta) menjamakannja dengan

pudjo nggo (1887). Begitulah kendatipun bahasanja hanja bahasa-
pasara n dan pend idikannja lumajan sadja, lie Kimhok dihargakan
tinggi dalam hal tulis-menulis dan berkelakuan tidak tertjela".

Li e Sian Kie (saudagar di Bandung), Tan Sioe Ek (anemer
di Suk abumi) dan Tjiong Lie Tjeng (opsir-Tionghoa di Kota-
radja, Atjeh) dan lainnja jang mengenal baik Lie Kimhok sedjak
ketjil dan muda, serupa pendapat dengan Lie Sin Tjoan.

Ku Hung Ming, M. A. (penulis "The Spirit of the Chinese
Pe opl e", "The Story of a Chinese Oxford Movement" dan lain
bu ku terkenaJ) menjatakan keinginannja untuk dapat membatja
buku2 karangan Lie Kimhok, terutama "Siti Akbari" dalam per-
temuan nja dengan Lee Kiong Ie (guru sekolah dan wartawan,
berasal dari Bogor dan sekarang bertempat di Surabaja).

PENULIS, MANUSIA DAN PEMIMPIN.

Gouw Peng Liang (1869-1928), pengarang dan wartawan
menu lis : "Salaloe sederhana, salalu djudjur hati, tiada perna
kaloearken perkataan tinggi, tiada perna bangga dengan penda-

petan dan pakerdjaan sendiri, begitoelah adanja Lie Kimhok,

sebagimana saja kenaI padanja poeloehan taon. Apa jang ia rasa

87

haroes dipoedji, iapoen membri kapoedjian, tapi dengan tida
dilebihin; sabaliknja ia tiada katinggalan bikin kritiek apa jang
ia rasa pantes ditjela. Bagi ini boediman, teroetama kaperloean
oemoem madjoe di moeka daripada kapentingan sendiri. Hal
begini soeda banjak kali saja menjaksikan koetika saja djadi
wakil-secretaris dan blakangan plaatsvervangend secretaris Tiong
Hoa Hwee Koan-Djakarta, pada vereniging mana ia ada djadi
mede-oprichler dan bertaon-taon ambil bag ian dalam bestuurnja,
hingga dari besar djasanja ia telah dapat gelaran lid Kie Voe
Seng Kong (lid jang berdjasa). Berbagi-bagi peratoeran T. H.H.K.
ada berasai dari pikirannja ini orang berboedi atawa dibikin
dengen iapoenja bantoean. Djoega dalem gerakan madjoeken
Khong Tjoe Kauw ia banjak ambil bagian.

"Ojika ditimbang dari bitjaranja jang plahan, orang bisa
kira ia amat sabar adatnja. Toch sringkali saja meliat ia bisa
djadi sengit sekali dalem debat di vergadering, di waktoe jang
mana ternjata djoega ia membela djedjak iapoenja stand punt.

Kendati banjak perkara kong-ek (sosial) soeda dige raken
dengen iapoenja ichtiar, toch ia tiada soeka madjoeken namanja
di moeka, kaloe tiada terlaloe terpaksa. Tegesnja, ia lebih soeka
bekerdja aken goena orang banjak, zonder orang laoe iapoenja

djasa.
"Daiam kalangan journalistik Tionghoa-Melajoe di iapoe nja

djaman, namanja terkenal beloel dan sebagimana jang saja taoe,
ia ada orang Tionghoa pertama, jang toelis salinan bahasa
Melajoe dari bahasa OIanda boeat courant Melajoe. Sel aen me-
noelis di soerat- kabar, ini boediman ada terkenal seperti pen oelis
berbagi-bagi boekoe Melajoe. Banjak boekoe jang ditoelis olehnja
sampe sekarang (1923) masi oemoem dibatja dan djadi penoe ntoen
bagi penoelis di djaman blakangan. Saja haroes mengakoe, saja
sendiri, koetika moelain menjalin bahasa Olanda ke dalam bahasa
Melajoe renda, soeda ambil tjonto dari slijlnja . Bersama saja
tentoelah ada banjak djoega laen penoelis Tionghoa dalam
bahasa Melajoe soeda ambil pedoman dari stijl kalamnja ini
boediman jang terkenal, maski blakangan - seperti saja sendiri
- soeda roba itoe stijl, banjak atawa sedikit."

Tan Kim Bo (1873-1935), wakil-penulis (1902-1903) dan
penulis-I T. H. H. K. - Djakarta (1904-1921) menerangkan: "Lebih
dari 10 tahon saja soedah tjampoer itoe pengarang jang berboedi,
Dalam sakean tempo itoe, belon perna saja dapatkan alasan
akan tjela padanja, baek dalam oeroesan pakoempoelan, baek
dalam hal persobatan. Dengan mendapat toeladan dan teroetama
dengan mendapat toendjangannja jang sagenap hati, maka saja
mampoe pegang djabatan 1ste secretaris T. H. H. K. 20 tahon
lamanja. Satoe dari pahala2nja jang besar bagi T. H. H. K. saja

88

maoe seboetkan sadja, jalah tatkala T.H.H.K. belon lama ber-
diri, pakoempoelan itoe soedah diserang dalam weekblad "U
Po", jang dikaloewarkan oleh "Soekaboemische Snelpersdrukkerij"
di Soekaboemi, oleh pandeta Tiemersma, jang tjela pengadjarannja
Nabi Khong Hoe Tjoe, ka djoeroesan mana haloeannja T.H.H.K.
ada menoedjoe, dan poedji2 igama Christen, jang dianoet olehnja.
Sigra djoega bestuur T.H.H.K. telah dirikan commis'sie, dalam
mana Lie Kimhok ada ambiJ bagian boewat tangkis itoe sera-
ngan. Dalam djabatanf.lja Hoe ia soedah kasi Iiat, bagimana ia-
poen ada sampe mengarti hal-ihwal igama Christen, bagimana
ia soectah loentoerkan dengan tjara sopan tjelaannja pendeta
Tiemersma satoe persatoe pandjang-lebar dengan membanding-
kan pengadjaran Nabi Jezus dengan pengadjaran Khong Tjoe.

»Ojikaloe tiada Lie Kimhok saorang tjampoer, soedah tantoe
itoe commissie jang bestuur T.H.H .K. dirikan tiada bisa bekerdja
dengan kasoedahan bagitoe baek dan pelldeta Tiemersma boleh
djadi telah beroentoeng dapatkan maksoednja, akan dinginkan
hatinja orang Tionghoa dalam hal toendjang T. H. H. K. Dan
perobahan2 jang terbit dari pendirian T. H. H. K. tantoe kita
orang Tiongh0a tiada ngalamkan. Kerna itoe koetika IOU Po"
sedang gernamja dibatja oleh orang Tionghoa di koeliling tem-
pat, hingga isinja ta'dapat tida ada mempoenjai pengaroe djoega
atas pikiran pembatjanja.

"Boewat djasa2nja jang besar Algemene Vergadering Iid2
T. H. H. K. telah koerniakan Lie Kiml:ok gelaran "Kie Yoe Seng
Kong" dan kern oed ian, sasoedahnja ia rnenoetoep mata, oleh
bestuur T. H. H. K. koeboerannja dipasangin bongpay (batoe-
koeboeran) dengan d isertakan lian2 (poedjian) dikiri- kanannja,
di mana ada teroekir dengan hoeroef2 Tionghoa pahala2 jang
ia soedah berboewat di waktoe hidoepnja. Lain dari itoe dalam
gedong T. H. H. K. ada digantoeng pada tembok di pertengahan
loewar, ia poenja potret jang dibesarkall, sebagai kahormatan
dan peringatan jang haroes dibrikan padanja."

Sekian Gouw Peng Liang dan Tan Kim Bo.
Tan Goan Kiat (anggauta-pengoeroes T. H. H. K. - Bogor)
menjatakan, anggaran-dasar T. H. H. K. - Djakarta telah direntja-
nakan oleh Lie Kimhok, digunakan sebagai tjontoh dan pokok
oleh T. H H. K. - T. H. H. K. diseluruh Indonesia. Perkumpulan
demikian memang anggan2 Lie Kimhok kira2 sedjak 20 tahun
sebelum T. H. H. K. pertama berdiri.
Kwee Tek Hoay (1886-1951), penulis dan pemimpin, ang-
gauta-pengurus T. H. H. K. Bogor djuga menguatkan keterangan
Tan Goan Kiat. Hanja Kwee Tek Hoay tidak dapat menjamakan
Lie Kimhok sebagai penjair dengan Byron, Shakespeare, Cowper,
Li aoi,T~p Tu Fu, Omar Khayyam (Chaijam), Tagore dsb" jang

89

membawa pembatjanja merenung membubung keawang-awang

jang tinggi dan samar dengan kata2 berkembang jang indah2.

Sekalipun begitu Lie Kimhok meninggalkan sjair dan pant un

pasti bukan sjair dan pantun stambulan dan kerontjongan. Lagi-

pun sebagai Shakespeare jang tulisannja memberi pengaruh

besar pada Iiteratuur Jnggeris, adalah stijl Lie Kimhok mendj adi

biang literatuur Melaju-rendah. Bermula di Djawa-Barat, lalu

Djawa-Tengah dan Timur, kemudian ke- Tanah Sebera ng (Padang,

Medan, Palembang, Bandjarmasin, Makasar) bahasa Melaju-

Tionghoa itu mendjalar, sebagian karena penulis Tionghoa-

Melaju dari Djawa ikutserta memimpin surat-kabar di sana .

Lauw Giok Lan (1883-1953), wartawan dan penul is menge-

tahui, banjak pengarang dan penjalin mengagumi gaja-tulis lie

Kimhok, jang dianggap seperti guru dan stijlnja dip akai se baga i

pedoman.
Dalam bahasa Tionghoa ada kata2 nKuntju" dan "Se ng djin"

(dialek Amoy), meskipun sesudahnja Khongtju sebutan itu hanja

digunakan dalam perumpamaan sadja . Kuntju adalah seorang

budiman (bedjik dan pandai), berderadjat tinggi sekali me le bi hi

orang banjak, sematjam Uebermens . Dan Sengdjin ialah seorang

jang berderadjat lebih tinggi pula, pan tang ber buat dan ber-

bitjara serong dan bertjita-tj ita istimewa tingginja , mengorban kan

kepentingan sendiri untuk membagi kebadjikan dan menurunkan

peladjaran kepada orang banjak, satu Nab i,

Menuru.t Lie Sin Tjoan, kapten Tan Tiang Keng di Tjireb on

menjepertikan Lie Kimhok satu Sengdjin. Majoor Khouw Kim

An di Djakarta memperband ingkannja dengan Kuntjll , "karena

hatinja sutji, pikirannja bersih, seorang bud iman ja ng tidal<

menemahakan harta-dunia, melainkan selalu memperhatikan pe-

ladjaran baik dan kesopanan."

Tan Chong Long 5(l498~1) sebagai anggauta-pengurus

T. H. H. K. - Djakarta berkata: "Kegiatannja mengurus Hwee Koan

mengagumkan, kerelaannja guna masjarakat rnengirikan hati. "

Lie Koen Tjoe (1868-1957) dari Bogor sahingga di Djakarta

mengenal Lie Kirnhok baik sekali memudji: "Radjinnja luar-biasa ,

seperti besarnja rasa tanggung-djawabnja dalam pekerdjaan dan se-

bagai kepala rumah tangga. Tidak pernah ia menjia-njiakan tempo ."

Tan Hoat Lay, Khollw Keng Thay, Tioe Siauw Hoei, Kan

Hok Hoei, Tan Tjoen Lee, Oeij Goan Tjioe, Tjiam Teng Wie,

Ouw Pek Soen, Lim Khoen Giok, Tjiam Kim Hoat dan banjak

pula lainnja mengagung agungkan diuga nama Lie Kimhok.

TAK ADA GADING JANG TAK RETAK.

Sebagai pengarang Lie Kimhok menerima ketjaman dari a.1.
Tan Soey Bing (1886-1952) dan Tan Oen Tjeng (1902-195]),

90

keduanja penulis di Bogor, jang menjela Lie Kimhok ·tidak me-

miliki kemuch taran (orisinalitet), karena semua hasil-kalamnja

hanja ~hamejdtr dan saduran belaka.

Pendapatan Itu mengedjutkan pengagum2 Lie Kimhok, a. 1.

Phoa Tjoen Hoay jang telah disebut namanja diatas ini dan jang

jakin, Lie Ki mhok tjukup orisiniI.

Phoa Tjoen Hoay mengundjuk sjair "Orang prampoewan",

lebih dj auh "Siti Akbari" , "Tjhit Liap Seng" dan "Ong Djin Oi",

ja ng pen uh dengan buah- pikiran dan fantasi jang sehat dari

Lie Ki mhok. Bahkan terdjemahan dan saduran Lie Kimhok pun

sedemikian, hingga untuk mengerdjakan itu harus digunakan

banj ak sekali tenaga- pikiran, tidak djiplakan begitu sadja.

Kis sah "Kapten Flamberge" adalah sebuah drama; kaplen

itu binasa karena terti ndih puing runtuhan rumah jang dihan-

tjurkannj a sendiri dengan dynamit, setelah berduel dengan graaf

de M orlay . Lie Kimhok menerdjemahkan tjeritera itu tidak

men gikuti karangan asal dan achirnja kapten Flamberge telah

menikah dengan H ermine de Morlay.

Sesungguhnja tjara Lie Kimhok menulis, sebagaimana di-

ke mukakan oleh Phoa Tjoen Hoay, umumnja pada masa itu

tid ak diken al oleh penulis2 T ionghoa -Melaju .

Selain daripada itu semua hasil - kalam Lie Kitrlhok hanja

mel uki skan penghidupan batin dan alam pikiran Lie Kimhok

se ndiri. Terdjemahan dan sadurannja mengingatkan kita akan

halnja pengarang roman dan tonillnggeris, W. Somerset-Maugham

(Iahir 1874), jang mengeluh: "Sensor2 film memandangku ini

se ora ng penulis 4ang immoril. Produsen2 film mentjari-tjari se-

suatu dalam karanganku, menurut djalan pikirannja sendiri, men-

tj ore! dan mengubah bagian2 jang dianggapnja dapat membawa

pengaruh djahat. Banjak isteri tidak memegang benar kesetiaannja

dan orang membiarkan perbuatan mereka dengan membungkam.

Tatk ala karanganku "The Letter" hendak didjadikan lakon-film,

dengan segala kekerasan dan perkosaan isteri jang tidak setia

mesti dihukum. Padahal bagian terpenting dari "The Letter",

isteri tidak setia tidak terhukum."

HAK TONG DAN H . C. S.

Pun sebagai manusia dan pemimpin Lie Kimhok tidak ter-
hindar dari kriti k, sedikit-dikitnja dari dua sahabatnja.

Lie Kimhok ikutserta mendirikan T. H. H. K.-Djakarta dan
sangat giat memadjukall perkumpulan itu, jang a. 1. telah mem-
buka sekolah-Tionghoa. Berdasar atas keadaan keuangannja
dan kepentingan anak2nja pada kelak kemudian hari, ia menje-
kolakan anak2nja disekolah Belanda, dan untuk kepentingan

91

anak2 jang memerlukan sekolah-Tionghoa, ia membantu men-
dirikan d,m mengurus Hak Tong, seperti kata peribasa Tionghoa :
.memilih jang ringan dalam membandi"ngkan dua keburukan
dan mengambil jang berat dalam menimbang dua keindahan."

Tan Kim San (1874-1935), wakil penulis-I T.H .H.K.-Djakarta
(1900 1902) mengedjek Lie Kimhok: "Sebagai penulis, pemikir
dan pen gurus Hwee Koan jang bersemanget, Lie Kimhok saja
djundjung tinggi. Adalah dalam salu hal tidak dapat saja l11e-
maafinja: ia mengirim anak2nja kesekolah BeJanda. Alasannja,
ia tidak akan mampu mengirim anak2nja keluar negeri untuk
melandjutkan peladjaran, tetapi ia akan berusaha supaja anak2nja
dapat mengenal huruf dan bahasa Tionghoa, tidak mengurangkan
tiada konsekwennja, bahkan tidak sesuai dengan kedjudjuran."

Hauw Tek Kong (1877 -1928) menjela Lie Kimhok seperti
telah mengepirankan kepentingan besar, karena gugup pada suatu
saat jang penting dalam hal jang berikut:

Direktur Onderwijs, Eeredienst & Nijverheid, Mr. J. O. Pott

dalam surat ttg. 27 Sept. 1906 kepada Phoa Keng Hek, ketua
T. H. H. K. - Djakarta bertahukan, pemerintah sedang me nimbang
untuk meluaskan peladjsran bagi anak2 Tionghoa dengan ~me
berikan bantuan pada sekolah partikelir. Dibajangkan dalam
surat itu, pun pemerintah berhasrat untuk mendirikan sekolah
istimewa bagi anak2 Tionghoa. Untuk membitjarakan soal jang

dirumuskan: a. Apakah Gupernemen baik membuka sekolah

Tjeng-im, atau b. Apakah Gupernemen baik memberikan subs idi
pada Hak Tong dan kalau perJu membuka sekolah Belanda untuk
anak2 Tionghoa, telah dihimpunkan "Perhimpoenan loewar biasa
dari Lid2 Pengoeroes T. H. H. K. - Djakarta 21 Okt. 1906, "Per-
himpoenan loewar biasa dari Lid2 Pengoeroes bersama wakil2
Tjabang2, lid2 komisi sekolah dan bekas komisaris2" 28 Ok!.
1906 dan achirnja "Perhimpoenan oemoem loewar biasa dari lid2
T. H . H. K. - Djakarta" 2 Des. 1906.

Didalam rapat 28 Okt. 1906 telah hadlir hanja 2 bekas
komisaris, jaitu Lie Kimhok dan Oey Soan Tek. Rapat besar itu
telah mengambil keputusan untuk "meminta pemerintah dengan
mudah terima anak2 Tionghoa dalam sekolah Gupernemen me-
nurut peraturan dan pembajaran jang dilakukan pada bangsa
Eropah", pendjelasan diberikan dengan mulut oleh Phoa Keng

Hek dalam audinsi Gupernur-Djenderal J. B. van Heutsz, hingga

dalam tahun 1908 oleh pemerintah dibuka H. C. S. jang pertama .
Entah hanja untuk memudahkan sadja penuturannja, hingga kata

"H. C. S." jang digunakan Hauw Tek Kong dalam suratnja ttg .6/7-
1923 harns dibatja "sekolah Belanda",entah perumusan dalam rapat
28 Okt. 1906 jang dimaksudkan Hauw Tek Kong telah diseder-
hanakan, Hauw Tek Kong dalam surat terse but menulis demikian :

92

"Satu hal, jang sekarang boleh dianggap ada perkara loefjoe,
sedeng itoe tempo telah djadi perkara jang sangat menjeselken
hat i dan amat menggoesarken hatinja Lie Kimhok sendiri, saja
masi in get dengan baik, seperti djoega itoe perkara baroe sadja
kedjadi an kemaren doeloe. T. H. H. K. - Djakarta telah trima soerat
dari pemerenta, dalem mana ada ditanja, apakah baek Hollandsch
Ch ine es che School diboeka dalam T . H. H. K. atau baek di
loearan.

,,8 estuur T. H. H. K. telah boeka conferentie boeat bitjaraken
ito e soea!. Lid2 bestuur lama, begitoepoen lid2 bestuur dari
semo ea tja bang itoe pakoemp oelan telah dioendan g boeat njata-
ken pikiran dalem itoe conferentie.

"Oey Soan Tek njataken , ia satoedjoe aken minta pemerenta
boe ka itoe H. C. S. di loe ar T.H H.K. Saja tiada moefakat dengen
pikirannj a Oey Soan Tek. Saja oendjoek, bila itoe H. C. S.
diboe ka di loear T. H. H. K. atawa dengen perkataan laen zander
memp oenjai hoeboengan sarna Tiong Hoa Hak Tong, nistjaja
it oe sekola nanti djadi satoe saingan kras dari Hak Tong, salaen
ada di loear pertanjaan boeat atoer aken moerid2 Hak Tong
bisa dj oega bladjar dalem itoe H. C. S. Oey Soan Tek banta
pi kira n sa ja itoe sambil mengoendjoek itoe djoemblah besar dari
anak2 Tiongho l ja ng tiada bladjar dalam Hak Tong. Saja banta
ito e pikiran dengen membilang, bahoea anak2 Tionghoa jang
tia da bladjar dalem Hak Tong tiada ada soeatoe halangan aken
bladj ar dalem Hoe H. C. S., maski itoe sekola diboeka dalem
Hak Tong dan berhoeboeng dengen Hak Tong, malah salaen
ito e moer id2 Hak Tong poen bisa toeroet bladjar djoega dalem
itoe H. C. S., sebab dengen berhoeboeng sarna Hak Tong, djam2
bJadjar dari itoe doea sekola tentoe nanti bisa diatoer aken
tiada bertempoer satoe pada laen.

"Perbantahan berdjalan teroes jang mingkin lama telah djadi
semingkin sengit.

"Achirnja Oey Soan Tek toetoep itoe debat dengen minta
laen2 orang jang hadlir njataken pikirannja.

"Koetika Lie Kimhok ditanja oleh secretaris vergadering,
apakah ia soeka njatakan pikiran, ia telah goleng kapala.

"Itoe hak bitjara sampe pada gilirannja Tan Chong Long,
jan g sigra oendjoek berbagi-bagi bahaja pada Hak Tong, ' bila
H. C. S. diboeka dalem T. H. H. K., seperti boleh terbitnja per-
tjidraan antara goeroe2 dari itoe doea sekola dan laen2 kadje-
lekan poela.

"Sasoedahnja laen2 orang tiada soeka bitjara, laloe diambil
stem dan njatalah kebanjakan swara minta H. C. S. diboeka di
loear T. H. H. K.

93

.Djadi dalem itoe conferentie, jang dihadliri oleh kira2100

orang, tjoema tiga orang jang njatakan pikiran: satoe setoedjoe
H. C. S. diboeka dalem T. H. H. K. berhoeboeng dengan Hak Tong
dan doea tiada moefakat. '

"Koetika conferentie soedah ditoetoep, Lie Kimhok hampir-

ken saja dan dengen gergetan ia bilang, bahoea koetika dateng

gilirannja boeat bitjara ia soeda djadi kamemek, hingga ia soeda

kena djawab jang ia tiada maoe bitjara, padahaJ ia soeda sedia

sa toe bitjaraan boeat mengambil fihak saja .

•Tegesnja, seande di itoe tempo Lie Kimhok tiada goegoep,

beJ@n bisa dipastiken. poetoesan di itoe conferentie tiada nanti

djadi sebaliknja, sebab ia, maski ada mempoenjai swara jang

tiada kras, tapi ada saorang jang pande sekali atoer perkataan

dengen bisa beloel berikoetin alesan2 tegoe pada boeah pikiran-

nja. Bagimana adanja itoe boentoet, sean de H. C. S. dib oeka

dalem T. H. H. K. berhoeboeng dengen Hak Tong, itoelah tenloe

sekali soesa dibilang dengen pasti .

"Saja kenaI Lie Kimhok paling banjak dalem oeroesan

T. H. H. K, tapi sebab ia soedah djadi eere-Iid, sedeng saja ada

dalem kadoedoekan bestuur bias3, maka itoe pertemoean poen

djadi tiada ada terlalc;>e sering. Betoel saloe-doea kali saja da-

petken ia djadi sengit, tapi blon perna saja dapet denger ia

kloearken perkataan kasar, jang tiada pantas dioeljapken oleh

sao rang jang terhormat dan terpJadjar.

• Satoe kali ia dapet toedoean jang sanget pedes dan amat

tiada sedep didenger, tapi toch, kendati ia ada dalem kasengitan

besar, i3 tiada oetjapken soeatoe perkataan jang setimpal pedes-

nja dengen itoe toedoean.

"Iapoenja pengidoepan sebagi satoe pengarang bahasa

Melajoe-rendah jang pertama dan teroetama memang ada harganja

aken ditoelis dalem boekoe."

Demikian Hauw Tek Kong.

94

Tangisan XI. isteri.

"HATIKU".

suami jang kematian

NASKAH JANG TIDAK TERSJAR.
Setelah Lie Kimhok meningga!-dunia, didalam sebuah tero-
mol (peti-kah!ng) tempat menjimpan kutiban resep2 dokter2-
Tionghoa dan Eropah, buku2 notes pengeluaran dan pemasukan
uang se-hari2 dsb, surat2 dsb., adalah sebuah naskah didalam
bahasa Belanda, beralamat "Mijn hart", terbagi antara 4 bagian,
tidak pernah disiarkan, mungkin tidak pernah diperlihatkan orang
pada masa hidupnja. Naskah ini berisi sebagian djalan-hidup Lie
Kimhok mengenai ketika isterinja (Oeij Pek Nio) meninggal dunia,
berupa tangisan dan ratapan jang mengutarakan tjintanja jang besar
kep ada isterinja itu dan taat jang sepenuhnja kepada Tuhan.
Dibawah ini ditempatkan naskah itu selengkapnja.

MlJN HART.

Bij en na het overlijden mijner beminde vrouw.

B/zorg, den 12 Augs . '81.

1.

Ai help! mij n God, help! Schenk haar 't leven weer,
Help, Heere, slecht door uw ellkel woord 1 ..
Erbarm U . . . . .. help! 0 il< zink ook neer,
Mijn harte breekt, mij ziele doorboord!

0, Engel! mijn kleinood op dees' aarde,
Mijn gezellin - troost in dit bestaan!
Ook gij! gij verlaat mij, mijn gade!

o God! . . . . • het is nu met mij gedaan I

Hoe nu, liefste, mijn leuning in 't lijden,
Mijn eenige troost in tegenspoed 1
Moeten we nu in dit woestijn scheiden,
En het scheiden moet - 0 God - voor goed?

God! I hoe leef ik voortaan met dit lijden!
Mijn hart is zwak, mijn Iichaam teer.

'k Heb geen kracht, ait wee te bestrijden .

Mijn arme dochter! . . . . . . 0 bid den Heer I

95

II.

De liefde is onsterfelijk ;
zij staat gedurig op uit het graf.

Liefdevolle vrouw! zoo trouw en zoo rein van harte,
Zoo zachtzinnig. zoo rechtschapen!
Een wild beest, te leven aan uw zijde,
Zal in mensch worden herschapen :
Gij zijt een engel op aarde. *)

ja, een engel zijt ge, liefste, in mijne schatting;
Want in alles zijt ge naar wensch,
Hoe langer, zoo hoog rijst ge in mijn achting;
Anders heb 'k ook gen~ hart van 'n mensch,-
Mijn g'!uk stijgl boven verwachting!

W' zijn arm; maar we vinden, dat armoede mist heur'n kracht,
Waar Eendracht grooten schepter zwaait,
De smart zelf kan er niet lang blijven onzach t,
Terwijl droefheid wordt haast verwaaidt,
Betooverd door onzichtb're macht.

'k Zie me altijd, als het ware, op alles drijven,
Alsof er wondren zijn ov'ral,
Maar nu ben 'k, vall u gescheurd, diep verzonken:
Nu is d' wereld mij tranendal . . . . . . .
Ik kan geen vreugde meer smaken.

Och ja! ik heb ... , . ik vind nog een knopje van vreugde,
Ais ik u - in den droom ontmoet,
Maar - het knopje verwelkt en valt ter aarde,
V66r dat mijn oog zich opendoet,
Ik stort weder in ellende. **)

*) Didalam buku tjedta "Tjhit Liap Seng" Na Giam berkata-kata didalaill
pembitjaraan bersama sahabat2nja tentang isterinja :
"O! ~asj soedah dapet satoe bidadari! Satoe binatang, kaloe berlaki-bini
sarna dia, nanti djadi manoesia. Sajang tiada pandjang oemoernja.
- Ah! saja poenja !tati djadi antjoer; baiklah kita bitjara lain sadja !"

I

**) Didalam "Malajoe-Batawi" terdapat sadjak ini, jang njata mendjadi ter-
djemah an sjair diatas:
"Ach, ;a! - saja mendapat djoega satoe pentil kasoekaan,
Djikaloe saja - bertemoe kaoe dalam illlpian.
Akan tctapi pentil itoe teramat fena;
Mengantjoerkan soenggoeh hati bertjinta;
Ija mendjadi lajoe - ron 10k ka tanah,
Sablon saja memboeka Illata!
Saja djatoh kombali dalam kaljilakaan;
Ajer mata mengoetjoer, hati tanggoeng siksaan."

96


Click to View FlipBook Version