The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by M. Hafid, 2023-11-28 22:11:24

MATERI PAI KELAS 3 SEMESTER 1

MEDIA INTERAKTIF PAI KELAS 3

Keywords: PAI KELAS 3 SD

Semester 1 pelajaran 1 Nabi Muhammad saw. Teladanku pelajaran 2 Asyik Bisa Membaca Surah an-Nasr pelajaran 3 Allah Maha Esa dan Maha Pencipta pelajaran 4 Perilaku Terpuji pelajaran 5 Makna Salat pelajaran 6 Kisah Nabi Yusuf a.s. dan Nabi Syu’aib a.s.


Semester 2 pelajaran 7 Asmaul Husna pelajaran 8 Asyik Bisa Membaca Surah al-Kausar pelajaran 9 Bersyukur kepada Allah pelajaran 10 Zikir dan Doa Sesudah Salat pelajaran 11 Hikmah Ibadah Salat pelajaran 12 Sifat Terpuji pelajaran 13 Kisah Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s.


Nabi Muhammad saw. adalah penutup para nabi dan rasul. Setelah Nabi Muhammad saw., Allah tidak mengutus seorang rasul pun. Pada diri Nabi Muhammad saw. terkumpul berbagai sifat mulia. Sifat mulia harus diteladani dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti sifat percaya diri dan mandiri agar kita menjadi manusia yang terpuji. Nabi Muhammad saw. Teladanku Nabi Muhammad saw. memiliki banyak sifat mulia, seperti fatanah, tablig, siddiq, dan amanah. Sifat-sifat yang mulia itu hendaklah kita teladani dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.


B. Percaya Diri dan Mandiri A. Kisah Keteladanan Nabi Muhammad saw. Isi Materi


A. Kisah Keteladanan Nabi Muhammad saw. Nabi Muhammad saw. disebut sebagai sayyidul anbiya’ yang berarti pemimpin para nabi dan rasul Allah. Nabi Muhammad saw. memiliki kejujuran dan kecerdasan. Banyak sifat mulia yang dimiliki oleh Nabi Muhammad saw. Bahkan, sifat tersebut sudah dimiliki nabi sejak kecil. Itulah keutamaan Nabi Muhammad saw. Sejak kecil Nabi Muhammad saw. sudah menunjukkan sikap percaya diri. Ketika lahir, Nabi Muhammad saw. dalam keadaan yatim. Ayahnya meninggal ketika beliau masih berada dalam kandungan. Ketika berumur enam tahun, ibunya juga meninggal. Jadilah Nabi Muhammad saw. anak yatim piatu.


Meskipun yatim piatu, Nabi Muhammad saw. tetap percaya diri. Beliau tidak merasa minder dengan teman-teman sebayanya saat itu. Di bawah asuhan kakeknya, Abdul Mutalib, Nabi Muhammad saw. tetap ceria. Pada usia delapan tahun, sang kakek meninggal dunia. Nabi Muhammad saw. kemudian diasuh oleh pamannya, yaitu Abu Talib. Sejak kecil Nabi Muhammad saw. memiliki sikap mandiri. Pada usia delapan tahun, Nabi Muhammad saw. menggembala kambing. Karena kejujurannya, banyak penduduk Mekah yang menitipkan kambingnya untuk digembalakan Nabi Muhammad saw. Upah dari menggembala kambing digunakan untuk mencukupi kebutuhannya. Nabi Muhammad juga belajar merawat unta dan mengikat tali pelana. Nabi belajar bagaimana cara memasang pelana dan menaikkan barang ke atas unta. Dalam waktu yang singkat, Nabi Muhammad saw. sudah mahir melakukannya.


Saat usia 12 tahun, Nabi Muhammad saw. ikut berdagang ke Syria. Nabi diajak menemani pamannya sambil belajar berdagang. Pengalamannya berdagang membuatnya mandiri. Setelah dewasa, Nabi Muhammad saw. bekerja di tempat Khadijah menjadi pengantar barang dagangan bersama kafilah dagang. Nabi Muhammad saw. menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Khadijah sangat puas dengan pekerjaan yang dilakukan Nabi Muhammad saw. Di mata penduduk Mekah, Nabi Muhammad saw. sangat dipercaya. Mereka memberikan julukan ”al-Amin” kepada Nabi Muhammad saw. yang berarti orang yang dapat dipercaya. Mereka mengagumi kejujuran, kemandirian, dan tanggung jawabnya. Nabi Muhammad saw. selalu melakukan sesuatu dengan percaya diri.


Suatu ketika, para pemimpin kabilah Quraisy berselisih. Mereka berebut meletakkan Hajar Aswad di Ka’bah. Sebelumnya, Ka’bah diperbaiki dindingnya. Selesai diperbaiki, para pemimpin kabilah saling berebut. Mereka merasa paling berhak menempatkan Hajar Aswad kembali ke tempatnya. Karena tidak ada yang mengalah, akhirnya mereka bertengkar. Salah satu pemimpin kabilah mengusulkan supaya menunjuk Nabi Muhammad saw. untuk memutuskan perselisihan mereka. Dengan percaya diri, Nabi Muhammad saw. mengajukan usul. Nabi Muhammad saw. melepaskan surban yang dipakai dan menggelarnya. Setiap pemimpin kabilah diminta memegang tepi surban Nabi Muhammad saw. lalu meletakkan Hajar Aswad di tengah-tengah surban. Secara bersama-sama, pemimpin kabilah membawa Hajar Aswad ke Ka’bah. Dengan cara tersebut, semua pemimpin kabilah memiliki hak yang sama. Masing-masing kabilah merasa dihargai dan mendapat kesempatan. Sejak itu, para kabilah bersatu lagi. Mereka memuji keputusan Nabi Muhammad saw. yang adil bagi mereka.


Ketika berdakwah, Nabi Muhammad saw. juga percaya diri. Meskipun kaum Quraisy menentang, Nabi Muhammad saw. tetap terus berdakwah. Nabi mengajak penduduk Mekah untuk menyembah Allah dan menyuruh untuk meninggalkan berhala. Nabi Muhammad saw. tidak takut dengan ancaman kaum kafir. Nabi Muhammad saw. meyakini kebenaran ajaran Islam yang dibawanya. Dengan percaya diri, Nabi Muhammad saw. terus berdakwah. Nabi Muhammad saw. yakin akan pertolongan dan lindungan Allah. Bahkan, beliau tidak takut dengan ancaman dari orang-orang kafir. Itulah beberapa sifat keteladanan Nabi Muhammad saw. Sikap mandiri dan percaya dirinya sudah tumbuh sejak kecil. Sifat Nabi Muhammad saw. haruslah diteladani, agar kita menjadi orang yang sukses seperti Nabi Muhammad saw.


Dari kisah Nabi Muhammad saw. tersebut, diperoleh beberapa keteladanan sebagai berikut. 1. Nabi Muhammad saw. adalah insan (seorang) yang memiliki akhlak mulia, sebagaimana diterangkan dalam Surah al-Qalam Ayat 4 yang artinya, ”Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur.” 2. Seorang yang sabar dan tabah dalam menghadapi segala rintangan dan penentangan ketika berdakwah, yakni menyerukan untuk menauhidkan Allah. 3. Seorang pemberani yang meyakini kebenaran ajaran Islam yang dibawanya. 4. Pemimpin yang adil, mandiri, percaya diri, dan mau menghargai pendapat orang lain. 5. Senantiasa mengajak umatnya ke jalan yang benar, yakni menyembah Allah dan menyuruh untuk meninggalkan berhala. 6. Senantiasa menyeru dan menyebarkan perdamaian (hidup damai) dan niat baik dengan sesama manusia.


B. Percaya Diri dan Mandiri 1. Sikap Percaya Diri Apa yang kamu rasakan ketika menyanyi atau bercerita di depan kelas? Adakah rasa grogi, degdegan, atau takut pada dirimu? Ataukah kamu mampu melakukannya dengan penuh keyakinan? Semua perilaku di atas adalah cara untuk melatih rasa percaya diri. Percaya diri berarti percaya kepada diri sendiri atau meyakini bahwa kita memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu pekerjaan dengan baik. Pantang menyerah dan tidak berputus asa. Setiap orang memiliki kemampuan masing-masing. Semua itu pemberian dari Allah kepada hamba-Nya. Kemampuan itu harus disyukuri dan ditingkatkan dengan cara menggunakannya untuk kebaikan.


Contoh Sikap Percaya Diri Kita harus yakin bahwa belajar akan membuat kita pintar. Ketika mengerjakan tugas, kita harus percaya diri dengan cara mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Jangan mudah putus asa ketika mendapat kesulitan. Kesulitan adalah tantangan yang harus dihadapi. Dalam beribadah, kita harus percaya diri. Yakinlah bahwa Allah melihat semua ibadah kita. Lakukanlah ibadah karena ingin mendapat rida Allah, agar Allah memberikan pahala kepada kita. Masih banyak lagi contoh sikap percaya diri. Berlatihlah menjadi orang yang percaya diri dengan cara rajin belajar, rajin beribadah, dan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab


2. Sikap Mandiri Mandiri adalah melakukan sesuatu sendiri, tanpa meminta bantuan orang lain. Semua yang menjadi tugas dan tanggung jawab kita dilakukan sendiri dengan penuh tanggung jawab. Anak yang mandiri tidak suka bermalasan. Tidak suka menggantungkan diri kepada orang lain. Tidak suka menyuruh orang lain menyelesaikan tugasnya. Ia lebih senang mengerjakan sendiri sesuai kemampuannya. Contoh Sikap Mandiri Apa saja tanggung jawabmu? Coba sebutkan! Mandi dua kali sehari, menyiapkan perlengkapan sekolah, belajar setiap malam, merapikan kamar, membersihkan rumah, menyiram tanaman, dan sebagainya. Semua itu adalah tanggung jawabmu. Kamu harus melakukannya sendiri setiap hari, tanpa harus menunggu diperintah ayah dan ibu.


Terima Kasih ... Semoga Ilmunya Bermanfaat, Aamiin. Editor : Bilal Inc. Sumber Bahan Ajar :


Asyik Bisa Membaca Surah an-Nasr Sudahkah kamu hafal Surah an-Nasr? Tentunya sudah, kan? Anak muslim harus hafal Surah an-Nasr. Surah ini termasuk surah pendek yang mudah dihafalkan. Agar hafalanmu tidak segera hilang, bacalah berulang-ulang surah ini di dalam salat atau pada setiap ada kesempatan. Surah an-Nasr terdiri atas tiga ayat. Kata an-nasr berarti pertolongan, yang diambil dari ayat pertama. Surah ini menerangkan tentang berita gembira tentang kemenangan yang akan diraih Rasulullah saw. dan berbondongbondongnya masyarakat memeluk agama Islam. Nah, ayo pastikan segera bahwa kamu mampu menghafalnya!


B. Menulis Kalimat-Kalimat dalam Surah an-Nasr A. Membaca Kalimat-Kalimat dalam Surah an-Nasr Isi Materi C. Menghafal Surah an-Nasr


A. Membaca Kalimat-Kalimat dalam Surah an-Nasr Surah an-Nasr termasuk surah madaniyah karena diturunkan setelah Nabi Muhammad saw. hijrah ke Madinah. An-Nasr berarti pertolongan. Hal itu sesuai dengan kandungannya yang menjelaskan tentang pertolongan Allah Swt. kepada umat Islam. Surah an-Nasr menceritakan tentang peristiwa Fathu Makkah. Arti Fathu Makkah adalah penaklukan Kota Mekah. Pada waktu itu, Kota Mekah di kuasai oleh orang kafir Quraisy. Mereka melarang Nabi dan umat Islam masuk ke Kota Mekah. Nabi Muhammad saw. dan kaum muslimin memasuki Kota Mekah dengan damai. Nabi Muhammad saw. mengajak semua orang Mekah untuk mengikuti ajaran Islam dan melarang mereka menyembah berhala.


Penduduk Kota Mekah menerima ajakan Rasulullah saw. dengan suka rela. Terbukalah Kota Mekah bagi kaum muslimin. Sejak saat itu, umat Islam mendapat kebebasan untuk menunaikan ibadah haji. Umat Islam tidak takut lagi dengan orang-orang kafir. Nah, setelah mengetahui sejarah dari Surah an-Nasr, mari kita teruskan dengan membaca Surah an-Nasr dengan makhraj yang benar. Sebelum membacanya, kita awali dengan bacaan taawuz dan basmalah.


Artinya: Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. 1. Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, 2. dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah 3. maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat. Ketika membaca kalimat-kalimat dalam Surah an-Nasr, kita perlu memperhatikan makhraj dan tajwid. Makhraj adalah tempat keluarnya huruf hijaiah, sedangkan tajwid adalah cara membaca kalimat yang berharakat, apakah dibaca panjang atau pendek, apakah dibaca terang atau mendengung. Untuk itu, perhatikan ketentuan-ketentuan berikut ini.


1. Memperhatikan bacaan qalqalah Huruf qalqalah terdiri dari huruf dan . Huruf-huruf tersebut jika disukun harus dibaca memantul. 2. Melafalkan huruf sad ( ) berbeda dengan melafalkan huruf sin ( ). Huruf sad membacanya dengan bibir agak ke depan, seperti hendak bersiul. 3. Panjang pendeknya juga harus diperhatikan, seperti ketika membaca Coba baca ayat berikut dengan makhraj dan tajwid yang benar!


B. Menulis Kalimat-Kalimat dalam Surah an-Nasr Perhatikan ayat pertama dari Surah an-Nasr berikut ini! Perhatikan bentuk perubahan hurufnya ketika ditulis bersambung!


Mari berlatih menulis Surah an-Nasr berikut ini! Ayat 1 Lanjutkan latihan menulis ayat yang kedua dan ketiga dengan cara sebagaimana di atas. Berlatihlah sampai tulisanmu benar!


C. Menghafal Surah an-Nasr Setelah belajar membaca dan menulis Surah an-Nasr, mari belajar menghafal surah tersebut hingga benar-benar hafal. Surah an-Nasr termasuk surah-surah pendek. Jumlah ayatnya hanya tiga. Kamu pasti bisa cepat menghafalnya. Bacalah secara berulang-ulang ayat demi ayat! Mulailah dari ayat pertama sebagai berikut. Lanjutkan dengan ayat yang kedua.


Setelah hafal, teruskan dengan ayat yang ketiga. Ketika kamu melaksanakan salat, bacalah Surah an-Nasr setelah membaca Surah al-Fwtipah. Semakin sering kamu membaca, semakin cepat kamu menghafalnya. Menghafalkan Surah an-Nasr harus dengan rasa percaya diri. Mintalah ayah dan ibu membimbingmu di rumah. Dengan belajar keras, kamu akan berhasil. Jangan pernah putus asa karena putus asa dilarang Allah.


Terima Kasih ... Semoga Ilmunya Bermanfaat, Aamiin. Editor : Bilal Inc. Sumber Bahan Ajar :


Allah Maha Esa dan Maha Pencipta Ada berapakah makhluk hidup di sekitarmu? Ada tiga jenis makhluk hidup yang dapat kita lihat, yaitu manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan. Semua makhluk hidup diciptakan Allah Swt. Allahlah yang menumbuhkan dan mematikan makhluk-Nya karena Allah adalah Tuhan Yang Maha Pencipta. Anak yang saleh tentu meyakini bahwa Allah Maha Esa dan Maha Pencipta. Buktinya, ia rajin beribadah agar imannya kuat, rajin belajar, dan berdoa agar menjadi hamba Allah yang berguna. Anak yang saleh selalu takut melanggar larangan Allah. Ia selalu berbuat kebaikan dan meninggalkan keburukan.


B. Allah Maha Pencipta A. Allah Maha Esa Isi Materi


A. Allah Maha Esa Perhatikan dan ceritakan gambar-gambar di bawah ini! Pernahkah kamu naik bus, kereta, atau pesawat terbang? Ada berapakah jumlah sopir, masinis, dan pilotnya? Pasti hanya ada satu sopir, satu masinis, dan satu pilot yang mengemudikannya. Bayangkan jika yang memegang setir dua orang. Pasti jalannya bus, kereta, dan pesawat tidak akan nyaman. Bahkan, dapat membahayakan penumpangnya.


Begitu juga dengan alam semesta. Semua yang mengatur adalah Allah yang satu. Allah yang disembah oleh semua manusia. Allah tempat manusia memohon sesuatu. Allah adalah satu-satunya Tuhan di dunia ini. Allah hanya satu dan tidak ada Tuhan yang lain. Tidak mungkin Tuhan itu lebih dari satu. Itulah maksud bahwa Tuhan itu Maha Esa. Meskipun satu, Allah Mahakuasa. Allah menguasai alam dan makhluk ciptaan-Nya. Allah tidak membutuhkan makhluk lain. Kekuasaan Allah tidak ada yang menandingi.


B. Allah Maha Pencipta Amatilah badanmu! Kamu mempunyai dua tangan dan dua kaki. Memiliki pancaindra yang fungsinya berbeda-beda. Semua dapat digerakkan dengan mudah. Kita dapat berjalan atau berlari sesuai kehendak kita. Alangkah Mahakuasanya Allah menciptakan tubuh manusia. Pernahkah kamu belajar alat pencernaan yang ada di dalam tubuhmu? Ada mulut, tenggorokan, lambung, dan usus besar. Semua bekerja sesuai dengan fungsinya, membantu melancarkan sistem pencernaan kita.


Makanan yang kita makan langsung diserap dan diolah menjadi sumber energi bagi tubuh kita. Sungguh hebat Allah menciptakan sistem pencernaan itu. Itu semua adalah bukti-bukti kekuasaan Allah, yang tidak dapat ditandingi oleh manusia. Atas semuanya itu, kita wajib mensyukuri semua ciptaan Allah, dengan cara taat beribadah kepada-Nya. Lihat dan amatilah globe atau bola dunia! Petakan apa saja yang tergambar dalam globe itu! Ada daratan, ada lautan, ada pulau, dan ada benua. Semua tertata dengan rapi dan teratur. Siapakah pencipta alam yang tergambar dalam globe itu? Allah menciptakan alam semesta ini sendirian. Ada gunung, ada sungai, ada bukit, dan ada lembah. Permukaan bumi ini tidak sama. Ada yang rendah dan ada yang tinggi. Ada yang rata dan ada yang bergelombang. Sungguh menakjubkan ciptaan Allah.


Terima Kasih ... Semoga Ilmunya Bermanfaat, Aamiin. Editor : Bilal Inc. Sumber Bahan Ajar :


Pernahkah kamu diminta Bu Guru untuk menghafalkan surah-surah pendek dalam Al-Qur’an atau membaca cerita di depan kelas? Takutkah kamu melakukannya? Nah, anak muslim tidak perlu takut. Cobalah untuk percaya diri dan mandiri bahwa kamu mampu melakukannya. Perilaku Terpuji Sikap percaya diri dan mandiri termasuk sifat terpuji yang harus dimiliki anak muslim. Tumbuhkan kedua sifat itu sedini mungkin agar kelak menjadi umat Nabi Muhammad saw. yang memberikan manfaat kepada orang lain.


B. Sikap Percaya Diri A. Sikap Mandiri Isi Materi C. Tanggung Jawab


A. Sikap Mandiri Nabi Muhammad saw. pernah bersabda yang artinya, ”Sebaik-baik amal seseorang adalah mereka yang memakan dari hasil usahanya sendiri.” Nabi menyukai orang yang mandiri, yakni melakukan segala sesuatu dengan usahanya sendiri, tidak pernah memintaminta, atau menggantungkan diri kepada orang lain. Mandiri adalah melakukan sesuatu secara sendiri. Artinya, tidak menggantungkan bantuan orang lain. Jika bisa melakukan sendiri, kita tidak boleh menunggu bantuan orang lain. Menunggu bantuan orang lain membuat kita menjadi orang pemalas.


Allah telah menganugerahkan tenaga dan pikiran. Kita harus menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan kita. Tenaga kita gunakan untuk mengerjakan sesuatu. Pikiran kita manfaatkan untuk memudahkan melaksanakannya. Jika kita menggunakan tenaga dan pikiran, berarti kita termasuk orang yang bersyukur. Lawan dari sikap mandiri adalah bergantung. Bergantung berarti mengharap orang lain membantu. Padahal, ia sendiri bisa melakukannya. Sikap bergantung menyebabkan orang menjadi pemalas. Kamu tidak mau menjadi pemalas, kan? Anak yang mandiri tidak mudah menyerah. Jika tidak dapat melakukan sesuatu, ia akan bertanya. Ia akan terus berusaha menyelesaikannya. Tidak lupa berdoa kepada Allah. Sikap mandiri memudahkan kita untuk berhasil.


Contoh sikap mandiri: mandiri dalam belajar, tidak menunggu disuruh; mandiri dalam menjalankan ibadah, tanpa harus diingatkan; mandiri dalam mengurus diri sendiri; mandi dan merapikan tempat tidur semua dikerjakan sendiri. 1. Menumbuhkan Sikap Mandiri Sikap mandiri harus dibiasakan sejak kecil. Mulailah mengerjakan tugas sendiri. Memakai pakaian, menalikan sepatu, dan menyiapkan makan dilakukan sendiri. Kamu boleh meminta bantuan jika tidak dapat melakukannya. Agar kamu memiliki sikap mandiri, perhatikanlah hal-hal di bawah ini. a. Membuat jadwal kegiatanmu setiap hari. Mulai dari bangun tidur sampai menjelang tidur lagi.


b. Mempersiapkan keperluan sendiri. Misalnya, mandi, memakai baju, memakai sepatu, mengambil sarapan, dan mencuci piring sendiri. c. Letakkanlah sesuatu pada tempatnya. Pakaian yang kotor harus ditaruh di tempatnya, sepatu diletakkan di rak sepatu, buku-buku ditata rapi, jangan ada buku-buku yang berserakan di meja belajar. 2. Tanda-Tanda Orang yang Mandiri Apakah kamu termasuk anak yang mandiri? Orang yang mandiri memiliki sikap sebagai berikut. a. Rajin melaksanakan tugas dan kewajibannya, baik tugas di rumah maupun tugas di sekolah.


b. Tidak suka bergantung kepada orang lain, semua dilakukan sendiri dengan penuh tanggung jawab. c. Tidak suka menunda-nunda pekerjaan, selalu melaksanakan sesuatu tepat waktu. Menunda pekerjaan adalah bukti kemalasan. d. Pandai mengatur waktu. Waktu harus digunakan sebaikbaiknya, seperti waktu belajar, bermain, salat, dan membaca Al-Qur’an, semua dilakukan sesuai waktunya. Nah, sekarang apakah kamu sudah memiliki tanda-tanda di atas? Tentu sudah, bukan?


B. Sikap Percaya Diri Simaklah hadis di bawah ini! Artinya: Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih disukai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. (H.R. Muslim: 4816) Ceritakan pendapatmu tentang kandungan hadis di atas! Apa yang seharusnya dilakukan oleh setiap mukmin? Diskusikan bersama teman-temanmu!


Sikap mandiri dapat menumbuhkan rasa percaya diri. Percaya diri artinya meyakini kemampuan diri sendiri. Allah menciptakan kita dengan kelebihan dan kekurangan. Semua yang ada pada diri kita adalah anugerah yang harus disyukuri. Kelebihan harus kita gunakan untuk hal yang bermanfaat. Jika kita pandai, kita harus membantu teman belajar. Jika kita kaya, kita harus membantu orang yang miskin. Kelebihan yang kita miliki harus menjadikan kita percaya diri. Akan tetapi, hal itu tidak boleh membuat kita menjadi sombong. Kesombongan akan membuat orang menjadi takabur dan suka meremehkan orang lain. Di samping kelebihan, manusia juga memiliki kekurangan. Kita tidak boleh mengeluh dengan kekurangan kita. Kita juga tidak boleh menghina kekurangan orang lain. Kekurangan itu dapat berupa kurang harta benda, kurang pandai, kurang tampan, kurang tinggi perawakannya, dan lain sebagainya.


Kekurangan yang ada pada diri kita harus diterima dengan ikhlas. Jangan sampai kekurangan itu mem buat kita rendah diri. Rendah diri bukanlah sikap yang terpuji. Rendah diri membuat seseorang mudah putus asa. Padahal, putus asa adalah ciri-ciri orang kafir. 1. Menumbuhkan Sikap Percaya Diri Percaya diri sangat penting untuk kita miliki. Bagaimana cara kita menumbuhkan rasa percaya diri? Berikut ini beberapa cara untuk menumbuhkan rasa percaya diri. a. Yakin dengan kemampuan sendiri b. Sungguh-sungguh ketika mengerjakan sesuatu c. Tidak mudah putus asa ketika menerima kegagalan d. Tidak pernah berhenti untuk belajar e. Selalu berdoa dan mohon petunjuk kepada Allah Swt.


2. Tanda-Tanda Orang yang Percaya Diri Apakah kamu termasuk orang yang percaya diri? Berikut tanda-tanda orang yang memiliki sikap percaya diri. a. Yakin dapat mengerjakan sesuatu dengan baik b. Tenang dalam menghadapi setiap persoalan c. Tidak minder dengan teman atau orang lain d. Tidak ragu-ragu ketika memutuskan sesuatu e. Memiliki pendirian yang kuat Percaya diri adalah kunci kesuksesan. Orang yang percaya diri mendapatkan banyak keuntungan. Ia memiliki sifat pemberani dan dipercaya orang lain. Jadilah, orang yang selalu percaya diri.


C. Tanggung Jawab Nabi Muhammad saw. bersabda: Artinya: Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu akan dimintai pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya. (H.R. alBukhari: 844) Setelah membaca hadis tersebut, jawablah pertanyaanpertanyaan di bawah ini! 1. Hadis di atas mengajarkan kepada kita tentang apa? 2. Apa saja yang harus dipertanggungjawabkan oleh manusia? 3. Kapan manusia dimintai pertanggungjawaban oleh Allah? Diskusikan pertanyaan di atas bersama teman sebangkumu!


Tanggung jawab adalah menanggung perbuatan sendiri. Setiap perbuatan atau ucapan kita, pasti akan menghasilkan akibat. Jika ucapan dan perbuatan kita baik, akibat yang ditimbulkannya juga baik. Demikian juga sebaliknya. 1. Apa Saja Tanggung Jawabmu? Tanggung jawab manusia adalah menyembah Allah. Tanggung jawab seorang siswa adalah belajar. Tanggung jawab seorang anak adalah berbakti kepada orang tua. Tanggung jawab saudara adalah mengasihi saudaranya. Tanggung jawab teman adalah membantu teman yang lain. Orang yang memiliki sikap tanggung jawab selalu berperilaku mulia. Ia hanya akan berbuat sesuatu yang baik dan bermanfaat. Ia akan menjauhi perbuatan yang jahat.


2. Menumbuhkan Sikap Tanggung Jawab Kamu pasti ingin memiliki sikap tanggung jawab. Mulailah memiliki sikap tersebut dengan cara-cara berikut ini. a. Menjaga ucapan dan perbuatan Kamu harus berhati-hati dalam perkataan dan perbuatan. Berpikirlah dahulu sebelum bertindak. Lakukan sesuatu yang membawa manfaat. b. Melakukan sesuatu dengan baik Allah hanya memberi pahala pada perbuatan yang baik. Semakin baik kamu melakukan sesuatu, akan semakin banyak pahala yang kamu terima. c. Menjauhi sifat pemalas Pemalas adalah perbuatan yang disukai setan. Sifat malas menjauhkan kita dari rezeki dan teman. d. Melakukan sesuatu dengan ikhlas Melakukan sesuatu harus dengan senang hati, agar ringan ketika melakukannya. Semakin kamu ikhlas mengerjakannya maka semakin ringan dan cepat selesainya.


Terima Kasih ... Semoga Ilmunya Bermanfaat, Aamiin. Editor : Bilal Inc. Sumber Bahan Ajar :


Setiap azan zuhur berkumandang, para siswa kelas III segera mengambil air wudu, untuk mengikuti salat berjamaah di masjid sekolah. Tampaknya para siswa sudah terbiasa dengan kebiasan itu sehariharinya. Makna Salat Para siswa mengikuti pelaksanaan salat berjamaah dengan tertib dan taat aturan. Mereka tidak bersenda gurau saat pelaksanaan salat berlangsung. Sikap tertib yang ditunjukkan para siswa menunjukkan satu dari sekian sikap hidup tertib sebagai pemahaman terhadap makna ibadah salat.


B. Makna Salat A. Mensyukuri Nikmat Allah Isi Materi C. Praktik Salat


Click to View FlipBook Version