The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by M. Hafid, 2023-11-28 22:11:24

MATERI PAI KELAS 3 SEMESTER 1

MEDIA INTERAKTIF PAI KELAS 3

Keywords: PAI KELAS 3 SD

A. Mensyukuri Nikmat Allah Perhatikan bacaan dan arti dari Surah al-Kaufar di bawah ini! Artinya: Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. 1. Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. 2. Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah). 3. Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah).


Apa hubungan antara salat dan Surah al-Kaufar? Surah alKausar menjelaskan tentang makna salat. Pada ayat kedua, Allah menjelaskan bahwa salat dan kurban merupakan ungkapan syukur kepada Allah karena Allah telah memberi kenikmatan. Apa saja kenikmatan yang diberikan Allah kepada manusia? Kenikmatan pemberian dari Allah itu, antara lain: 1. badan kita sehat dan kuat, 2. memiliki keimanan yang kuat, 3. mendapatkan rezeki setiap hari, 4. memiliki akal yang sehat, dan 5. masih banyak lagi kenikmatan yang kita terima. Apa yang harus kita lakukan dengan kenikmatan Allah itu?Kita wajib bersyukur kepada Allah. Caranya bersyukur bagaimana? Menggunakan kenikmatan itu untuk melakukan kebaikan.


B. Makna Salat Arti salat menurut bahasa adalah doa. Salat adalah ibadah yang dimulai dengan takbiratulihram dan diakhiri dengan salam. Orang yang salat berarti berdoa kepada Allah. Berdoa kepada Allah harus dilakukan dengan khusyuk. Salat sangat penting bagi umat Islam. Salat adalah tanda syukur kita kepada Allah karena Allah telah memberi banyak kenikmatan. Orang yang malas salat berarti tidak bersyukur. Orang yang tidak bersyukur akan mendapatkan celaka. Apakah salat itu memberatkan? Jawabannya pasti tidak. Mengapa? Karena Allah memberi nikmat setiap hari. Kita hanya diwajibkan salat lima kali sehari. Ayo, siapa yang masih malas salat?


Kamu ingin menjadi orang yang bersyukur, kan? Caranya antara lain: 1. salatlah tepat pada waktunya, 2. jangan pernah menunda waktu salat, 3. salatlah dengan tertib, lima kali sehari, dan 4. tambahlah salat fardu dengan salat sunah. Perhatikan gambar di bawah ini!


Itu semua merupakan bukti pengamalan salat sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada Allah. Adapun makna salat yang perlu diketahui, antara lain: 1. bentuk perwujudan ketaatan dari keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah, Sang Pencipta; 2. sebagai penyelamat dan pembimbing umat dari segala perbuatan keji dan mungkar; 3. akan membawa umat manusia ke jalan yang lurus, jalan keselamatan, dan jalan yang diridai Allah; 4. benteng pertahanan dari perbuatan tidak terpuji dalam kehidupan sehari-hari. Orang yang selalu melaksanakan salat dengan waktu yang telah ditentukan berarti telah menghubungkan jiwa raga dengan Allah sehingga akan terbentengi dari perbuatan yang tidak terpuji.


C. Praktik Salat Sudahkah kalian mengerjakan salat? Pasti sudah, kan. Bagaimana tata cara salat yang baik dan benar? Salat yang baik adalah salat yang dilakukan dengan khusyuk dan tertib. Salat yang benar adalah salat yang dilakukan sesuai ketentuannya. Ketentuan salat itu meliputi syarat, rukun, sunah, dan batal salat. Nah, apa saja ketentuan salat tersebut? 1. Syarat Salat Syarat salat adalah sesuatu yang harus dipenuhi sebelum salat. Jika syarat salat tidak terpenuhi, salatnya tidak sah. Syarat salat dibagi dua, yaitu syarat wajib dan syarat sah.


a. Syarat Wajib Salat Syarat wajib salat berhubungan dengan kewajiban menjalankan salat. Syarat wajib salat adalah sebagai berikut. 1) Beragama Islam 2) Balig, artinya cukup umur. Balig bagi laki-laki adalah ketika ia sudah berumur 12 tahun. Balig bagi perempuan adalah ketika sudah menstruasi atau haid. 3) Berakal, artinya sehat pikirannya, tidak gila 4) Suci dari haid dan nifas bagi muslimah 5) Sadar, artinya tidak sedang tidur atau mabuk b. Syarat Sah Salat Syarat sah adalah hal-hal yang menyebabkan salat kita sah. Syarat sahnya salat adalah sebagai berikut. 1) Suci dari hadas dan najis 2) Menutup aurat Aurat perempuan adalah seluruh tubuh, kecuali muka dan telapak tangan. Batas aurat laki-laki adalah mulai dari pusar sampai lutut. 3) Menghadap kiblat, yakni Ka’bah di Masjidil Haram Kota Mekah 4) Sudah masuk waktu salat


2. Rukun Salat Rukun salat adalah hal-hal yang harus dikerjakan ketika sedang salat. Jika salah satu rukun salat tidak dilaksanakan, salat yang dilakukannya tidak sah. Rukun salat adalah sebagai berikut. a. Niat b. Berdiri bagi yang mampu c. Takbiratulihram d. Membaca Surah al-Fwtipah pada setiap rakaat salat e. Rukuk dengan tumakninah f. Iktidal dengan tumakninah g. Sujud dengan tumakninah h. Duduk di antara dua sujud dengan tumakninah i. Duduk tasyahud akhir (tawaruk) j. Membaca doa tasyahud akhir k. Membaca selawat nabi pada tasyahud akhir l. Mengucapkan salam yang pertama m. Tertib dalam menjalankan rukun-rukun salat


3. Sunah Salat Sunah adalah sesuatu yang apabila dikerjakan akan mendapatkan pahala dan jika ditinggalkan, tidak mendapat dosa. Sunah salat dibagi dua, yaitu sunah qauliyah dan sunah fi‘liyah. a. Sunah qauliyah adalah sunah-sunah salat yang berupa ucapan. 1) Membaca doa iftitah 2) Membaca taawuz sebelum membaca Surat al-Fwtipah 3) Membaca surah-surah atau ayat Al-Qur’an setelah Surat alFwtipah 4) Mengeraskan bacaan pada rakaat pertama dan kedua pada waktu salat Magrib, Isya, dan Subuh. 5) Mengucapkan takbir ketika rukuk, sujud, dan bangun dari sujud Di antaranya adalah sebagai berikut.


6) Mengucapkan sami‘allwhu liman pamidah ketika bangun dari rukuk 7) Membaca doa rukuk, sujud, dan duduk di antara dua sujud 8) Membaca tasyahud awal 9) Mengucapkan salam yang kedua b. Sunah fi‘liyah adalah sunah-sunah salat yang berupa perbuatan. Di antara sunah fi‘liyah adalah sebagai berikut. 1) Mengangkat kedua tangan ketika takbiratulihram 2) Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri ketika bersedekap 3) Mengarahkan pandangan ke tempat sujud 4) Meletakkan kedua telapak tangan di atas lutut ketika rukuk 5) Duduk sebentar sesudah sujud yang kedua sebelum berdiri (pada rakaat pertama dan ketiga) 6) Duduk tasyahud awal (iftirasy) 7) Menoleh ke sebelah kiri ketika salam yang kedua.


Sebelum melakukan praktik salat, perhatikan hal-hal berikut. a. Bersucilah terlebih dahulu dengan wudu karena salat harus dilakukan dalam keadaan suci. b. Periksalah pakaian dan tempat salatmu. Hindarkan diri dari najis yang menempel, seperti kotoran cicak dan sebagainya. c. Berpakaianlah yang menutup aurat. Anak laki-laki memakai baju dan celana panjang atau sarung. Anak perempuan memakai mukena. d. Jika sudah siap, menghadaplah ke arah kiblat. Sekarang, bersiaplah untuk melaksanakan salat, dengan urutan dan ketentuan sebagai berikut. a. Berdirilah dengan kaki tegak lurus b. Jika kamu salat berjamaah, rapatkan dan luruskan barisanmu c. Bersiaplah untuk melafalkan niat salat d. Setelah melafalkan niat salat, ucapkanlah Allahu akbar


e. Setelah takbir, bacalah doa iftitah dilanjutkan dengan membaca Surah al-Fwtipah dan surah-surah pendek, seperti Surah alIkhlws, al-Falaq, an-Nws, dan lain sebagainya. Pilihlah surah pendek yang sudah kamu hafal. Lafalkanlah semuanya dengan fasih. f. Gerakan selanjutnya adalah rukuk sambil membaca takbir. Ketika rukuk, bungkukkanlah badanmu dengan tatapan lurus ke arah tempat sujud. Bacalah doa rukuk dengan pelan dan khusyuk. g. Setelah rukuk, bangkitlah dari rukuk sambil membaca tasmir, yakni sami‘allwhu liman pamidah. Itu adalah gerakan iktidal. Bacalah doa iktidal dengan fasih. h. Setelah iktidal, lanjutkanlah dengan gerakan sujud sambil membaca takbir. Letakkan dahi, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung jari-jari kedua kaki di atas tempat salat. Bacalah doa sujud dengan pelan dan khusyuk. i. Selesai sujud, membaca takbir dilanjutkan dengan duduk iftirasy, yakni duduk di antara dua sujud dengan pandangan ke arah tempat sujud. Bacalah doa ketika duduk iftirasy dengan khusyuk.


j. Setelah duduk iftirasy, bacalah takbir dan sujud lagi. Tata caranya sama, seperti sujud yang pertama. Selesai sujud, berdiri lagi sambil membaca takbir. Dengan demikian, salat yang kamu lakukan sudah satu rakaat. Untuk selanjutnya, gerakan dan bacaan pada setiap rakaat adalah sama. Untuk rakaat kedua, ada gerakan dan bacaan tasyahud awal, sedangkan pada rakaat terakhir, ada gerakan dan bacaan tasyahud akhir. Kamu tentu sudah hafal gerakan dan bacaannya, kan? k. Gerakan dan bacaan salat yang terakhir adalah salam. Saat mengucapkan salam, wajah menengok ke arah kanan, kemudian menengok lagi ke arah kiri. Setelah rangkaian gerakan dan bacaan salat sudah kamu penuhi, selesailah sudah rangkaian salat yang telah kamu praktikkan.


Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika melaksanakan salat. a. Pikiran dan hati harus mengingat Allah b. Setiap perpindahan gerakan, mengucap takbir, kecuali iktidal c. Tatapan mata diarahkan ke tempat sujud d. Setiap gerakan salat harus dilakukan dengan tumakninah e. Setiap bacaan dan doa dilafalkan dengan fasih Hal-hal yang membatalkan salat, antara lain: a. berhadas; b. tidak terpenuhi salah satu syarat sahnya salat; c. meninggalkan salah satu rukun salat; d. menambah rukun salat; e. makan atau minum dengan sengaja; f. berkata-kata atau berbicara dengan sengaja; g. mendahului imam dua rukun; h. terbuka auratnya.


Terima Kasih ... Semoga Ilmunya Bermanfaat, Aamiin. Editor : Bilal Inc. Sumber Bahan Ajar :


Rasul adalah manusia pilihan Allah. Mereka adalah teladan mulia bagi umat manusia. Allah mengutus para rasul untuk memandu manusia, agar kehidupannya bahagia di dunia dan di akhirat. Oleh karena itu, penting bagi kita mengetahui kisah keteladan para rasul, seperti Nabi Yusuf a.s. dan Nabi Syu’aib a.s. Kisah Nabi Yusuf a.s. dan Nabi Syu’aib a.s. Nabi dan rasul adalah manusia pilihan yang diutus oleh Allah kepada manusia. Tugas keduanya adalah membimbing manusia, agar taat dan patuh kepada perintahperintah Allah Swt. dan menjauhi segala laranganNya.


B. Nabi Syu’aib a.s. A. Nabi Yusuf a.s. Isi Materi


A. Nabi Yusuf a.s. 1. Kisah Nabi Yusuf a.s. Nabi Yusuf a.s. adalah putra dari Nabi Ya’qub a.s. Beliau berwajah tampan dan berperilaku terpuji. Ayahnya sangat menyayanginya sehingga membuat iri saudara-saudaranya. Saudara Nabi Yusuf a.s. semuanya ada sebelas orang. Dari semua saudara Nabi Yusuf a.s. tersebut hanya ada satu yang menyayanginya, yakni Bunyamin. Pada suatu malam, Nabi Yusuf a.s. bermimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan bersujud kepadanya. Beliau menceritakan mimpinya kepada ayahnya, Nabi Ya’qub a.s. Mendengar cerita itu, ayahnya melarang Nabi Yusuf a.s. menceritakan mimpi itu kepada saudaranya.


Saudara-saudara Nabi Yusuf a.s. merencanakan niat jahat. Mereka mengajak Nabi Yusuf a.s. menggembala domba. Niat jahat saudara-saudara Nabi Yusuf a.s. diwujudkan dengan memasukkan Nabi Yusuf ke dalam sumur tua yang dalam ketika menggembala domba. Baju Nabi Yusuf s.a. kemudian disobek dan dilumuri darah serigala. Saudara-saudara Nabi Yusuf a.s. pulang dan menceritakan peristiwa yang terjadi atas Nabi Yusuf a.s. kepada ayahnya. Mereka mengatakan bahwa Nabi Yusuf a.s. diterkam serigala. Mendengar kebohongan yang ditunjukkan saudara-saudara Nabi Yusuf a.s., ayahnya bersedih dan menangis sampai matanya buta. Nabi Yusuf a.s. ditemukan oleh seorang pedagang. Beliau kemudian dibawa ke Mesir dan dijual sebagai budak. Pembelinya adalah seorang perdana Menteri yang bernama Qitfir. Meskipun budak, Nabi Yusuf a.s. sangat disayanginya.


Nabi Yusuf a.s. Masuk Penjara Pada suatu hari, Nabi Yusuf a.s. terkena fitnah sehingga dimasukkan ke dalam penjara. Di penjara, beliau bertemu dua orang pelayan raja yang bekerja sebagai pembuat minuman dan pembuat roti. Keduanya dipenjara karena dituduh hendak meracuni Sang Raja. Kedua pelayan itu bermimpi hal yang berbeda. Pelayan pembuat minuman bermimpi memeras anggur. Pelayan pembuat roti bermimpi membawa roti di atas kepalanya. Kemudian, datang burung memakan roti itu. Nabi Yusuf a.s. menakwil mimpi kedua pelayan itu. Menurut Nabi Yusuf a.s., pembuat minuman akan dibebaskan dari penjara. Pembuat roti akan dihukum salib dan burung-burung akan mematuk kepalanya. Apa yang dikatakan Nabi Yusuf a.s. menjadi kenyataan.


Pada kejadian yang lain, suatu hari Sang Raja bermimpi melihat tujuh ekor sapi yang gemuk dan tujuh ekor sapi yang kurus. Tiba-tiba tujuh sapi yang kurus memakan tujuh sapi yang gemuk. Para ahli nujum kerajaan tidak dapat menjelaskan arti mimpi itu. Sang Raja kemudian menyuruh pengawalnya untuk memanggil Nabi Yusuf a.s. agar menakwilkan mimpi Sang Raja. Menurut Nabi Yusuf a.s., rakyat Mesir akan mengalami kemakmuran selama tujuh tahun. Setelah itu, rakyat Mesir akan mengalami paceklik selama tujuh tahun pula. Atas kebenaran takwilan mimpinya, Raja kemudian mengangkat Yusuf menjadi menteri ekonomi. Nabi Yusuf a.s. menyarankan agar selama masa panen, rakyat harus menyimpan sebagian hasil panennya. Hal itu dimaksudkan untuk persediaan menghadapi masa paceklik. Dengan kebijakan Nabi Yusuf a.s. tersebut, rakyat Mesir terhindar dari kelaparan. Nabi Yusuf a.s. akhirnya diangkat menjadi Perdana Menteri.


Nabi Yusuf a.s. Bertemu Keluarganya Masa paceklik tidak hanya melanda Mesir, tetapi sampai daerah Kan’an, Palestina, tempat keluarga Nabi Yusuf a.s. tinggal. Nabi Ya’qub a.s. memerintahkan anak-anaknya untuk pergi ke Mesir. Mereka disuruh membeli bahan makanan. Di Mesir, mereka bertemu dengan Perdana Menteri. Saat itu, mereka tidak mengetahui jika Perdana Menteri Mesir adalah Nabi Yusuf a.s., saudara mereka. Nabi Yusuf a.s. kemudian membuka jati dirinya. Saudara-saudara Nabi Yusuf a.s. kaget dan menyesal atas perbuatannya di masa lalu. Nabi Yusuf a.s. memaafkan semua kesalahan saudaranya. Beliau meminta saudara-saudaranya agar membawa ayah dan keluarganya ke Mesir. Nabi Yusuf a.s. menerima keluarganya dengan sukacita. Berkat jasanya menangani masalah ekonomi Mesir, Nabi Yusuf a.s. diangkat menjadi raja di Mesir. Allah Swt. juga mengangkat Nabi Yusuf a.s. menjadi Rasul-Nya. Beliau berdakwah kepada rakyat Mesir hingga akhir hayatnya.


2. Keteladanan Nabi Yusuf a.s. a. Pemaaf Nabi Yusuf a.s. merupakan contoh orang yang suka memaafkan. Meskipun saudara-saudaranya pernah berbuat jahat, Nabi Yusuf a.s. tidak menaruh dendam kepada mereka. Saat mereka datang ke Mesir untuk membeli bahan makanan, Nabi Yusuf a.s. menerima mereka dengan senang hati, bahkan memaafkan dan menerima saudaranya untuk tinggal bersamanya. Memaafkan merupakan sifat yang mulia yang harus kita miliki sebagai seorang muslim. Sikap pemaaf akan menghindarkan kita dari sikap iri dan dengki. Orang yang pemaaf akan memiliki banyak sahabat. Allah mencintai orang-orang yang suka memaafkan.


b. Sabar dan Tawakal Sikap sabar dan tawakal juga dimiliki oleh Nabi Yusuf a.s. Saat beliau dimasukkan ke dalam sumur, lalu dijadikan budak. Semua itu dijalaninya dengan sabar dan tawakal. Nabi Yusuf a.s. percaya bahwa semua itu adalah bagian dari kehendak Allah Swt. Oleh sebab itu, Nabi Yusuf selalu berdoa mohon perlindungan Allah. Ketika difitnah dan dipenjara, Nabi Yusuf a.s. juga sabar dan tawakal. Beliau tidak mau menyalahkan siapa pun dan senantiasa yakin bahwa Allah akan menolong orang-orang yang sabar. Oleh sebab itu, Nabi Yusuf a.s. menjalaninya dengan ikhlas. Selain bersikap sabar, kita juga harus bertawakal. Tawakal adalah berserah diri kepada Allah Swt. setelah berusaha dan berdoa. Jika sakit, kita harus minum obat dan juga berdoa, agar Allah segera memberikan kesembuhan.


c. Bijaksana dan Tanggung Jawab Ketika diangkat menjadi menteri, Nabi Yusuf a.s. memiliki tugas berat. Beliau harus mengurus negara dan kepentingan rakyat Mesir. Untuk menunjang keberhasilannya, Nabi Yusuf a.s. membuat kebijakan penghematan bahan makanan, guna menghindari datangnya masa paceklik. Kesejahteraan rakyat Mesir menjadi tanggung jawab Nabi Yusuf a.s. Oleh sebab itu, Nabi Yusuf a.s. bekerja keras mengurus negara. Kepentingan rakyat lebih diutamakan daripada kepentingannya sendiri. Atas kebijaksanaan itulah, rakyat Mesir terhindar dari kelaparan. Sebagai seorang muslim, kita harus meneladani sikap bijaksana dan tanggung jawab. Jika diserahi tugas, kita harus melakukan dengan sebaik-baiknya. Misalnya, diberi tugas piket membersihkan kelas atau kamar sendiri, kita harus melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab.


B. Nabi Syu’aib a.s. 1. Kisah Nabi Syu’aib a.s. Nama lengkap Nabi Syu’aib adalah Syu’aib bin Yasjur bin Madyan. Beliau masih keturunan dari Nabi Ibrahim a.s. Allah mengutus Nabi Syu’aib untuk berdakwah di Madyan. Orangorang Madyan tidak mau menyembah Allah. Mereka menyembah pohon besar yang disebut al-aikah. Mereka juga melakukan berbagai macam tindak kejahatan, seperti mencuri, merampok, dan membunuh. Perbuatan mereka itu membuat prihatin Nabi Syu’aib a.s. Beliau pun memohon kepada Allah untuk memberi petunjuk kepada kaumnya. Akan tetapi, mereka tetap saja berbuat jahat.


Nabi Syu’aib a.s. mengajak mereka agar menyembah Allah dan meninggalkan semua bentuk kejahatan. Namun, hanya sedikit yang mau menerima dakwah Nabi Syu’aib a.s. Para tokoh Madyan malah membenci Nabi Syu’aib a.s. Mereka ingin mengusir Nabi Syu’aib a.s. dan pengikutnya dari Madyan. Mereka juga mengancam akan menghukum Nabi Syu’aib a.s. Nabi Syu’aib tidak gentar dan terus berdakwah. Kaum Madyan tetap berada dalam kekafiran dan kemusyrikan karena tetap menentang dakwah Nabi Syu’aib a.s. Atas sikap kaumnya tersebut, akhirnya Nabi Syu’aib a.s. berdoa kepada Allah Swt., agar memberikan keadilan dan keputusan yang sebaik-baiknya. Allah Swt. memerintahkan Nabi Syu’aib a.s. dan pengikutnya untuk meninggalkan Madyan. Setelah Nabi Syu’aib pergi, terjadilah gempa yang dahsyat. Seluruh wilayah Madyan porakporanda. Binasalah semua penduduk Madyan yang kafir dan musyrik. Demikianlah, akhir kisah orang-orang yang menentang rasul Allah.


2. Keteladanan Nabi Syu’aib as Nabi Syu’aib a.s. memiliki sikap pemberani dan tidak gentar. Berani yang dimaksud adalah berani menegakkan kebenaran. Meskipun orang-orang Madyan menentang dakwahnya, Nabi Syu’aib a.s. tidak takut sedikit pun. Mengapa Nabi Syu’aib a.s. tidak takut kepada para penentangnya? Karena yang disampaikan Nabi Syuaib a.s. adalah kebenaran. Kebenaran harus disampaikan meskipun mendapat tantangan. Nabi Syu’aib a.s. yakin bahwa Allah akan membela orang-orang yang benar dan akan membinasakan orang-orang yang jahat. Sebagai seorang muslim, kita juga harus meneladani sikap Nabi Syu’aib a.s. Misalnya, ketika menyampaikan sesuatu yang benar, jangan pernah takut. Kebenaran tidak boleh disembunyikan. Menyampaikan kebenaran adalah sikap yang mulia.


Terima Kasih ... Semoga Ilmunya Bermanfaat, Aamiin. Editor : Bilal Inc. Sumber Bahan Ajar :


Click to View FlipBook Version