The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by keperawatan ihb, 2023-06-20 21:25:14

BUKU PINTAR PDF

BUKU PINTAR PDF

Bidang Ke RS Indriat


perawatan ti Boyolali


VISI, MISI, NILAI DAN MOTTO RS INDRIATI BOYOLALI VISI : Menjadi Rumah Sakit unggulan dan terpercaya di Boyolali dan sekitarnya. MISI : 1. Memberikan layanan kesehatan paripurna, spesialistik dan bermutu 2. Melayani pasien dengan profesional dan sepenuh hati 3. Mengupayakan kemajuan di bidang kedokteran melalui pengembangan teknologi dan kompetensi sumber daya manusia 4. Berperan serta dalam mencapai kesejahteraan bangsa melalui layanan kesehatan bermutu NILAI: 1. Peduli / caring : melayani penuh perhatian, tulus, sepenuh hati, kekeluargaan 2. Integritas / integrity : kejujuran dan kesetiaan Inovatif / innovative : selalu menciptakan sesuatu yang lebih bermanfaat MOTTO : “Kami bekerja untuk bangsa Indonesia yang lebih sehat.”


YEL-YEL AKREDITASI RUMAH SAKIT INDRIATI BOYOLALI Leader : Selamat Pagi… All : Semangat Pagi Rumah Sakit Indriati Boyolali Leader : Indriati Boyolali ? All : Kami Bekerja Untuk Bangsa Indonesia Yang Lebih Sehat Leader : AKREDITASI ???? All : Mudah….. Dan…….. Menyenangkan Leader : AKREDITASI ??? All : Aku bisa , Kamu Bisa, Kita Pasti Bisa, Leader : Bisa apa ?? AlI : Akreditasi Lulus Paripurna… Yes Yes Yes !


ALUR PENERIMAAN PASI 1 4 5 2 3 KIRIMAN DOKTER IGD POLIKLINIK RAWAT INAP Perawat ruangan menyam (Greetin


IEN MASUK RAWAT INAP 6 5 7 8 9 Pasien masuk kamar (istirahat 5-10 menit) perawat ruangan operan dgn perawat IGD Perawat ruangan melakukan pengkajian, orientasi dan TTV mbut ng) Perawat ruangan melengkapi pendokumentasian - Lapor dokter jaga ruangan - Konfirmasi bidang penunjang terkait sesuai instruksi Perawat ruangan memeriksa instruksi dokter 10


Keterangan : 1, 2, 3 : Pasien datang dari poliklinik, IGD, kiriman dokter spesialis 4 : Pasien diantar oleh perawat IGD maupun perawat poliklinik masuk ke 5 : Pasien datang disambut oleh perawat ruangan dengan menggunakan g 6 : Pasien diantar oleh perawat IGD dengan didampingi perawat ruangan Pasien diberikan kesempatan untuk beristirahat 5 – 10 menit Perawat IGD/Poliklinik operan dengan perawat ruangan yang dioperk - Operan secara lisan dengan menggunakan tehnik komunikasi SBAR - Operan dokumen - Operan secara fisik pasien (adakah decubitus dll) 7 : Perawat mengorientasikan ruangan (cara penggunaan nurse call, remo Perawat melakukan pengkajian dan mengukur TTV ulang 8 : Perawat ruangan memeriksa instruksi dokter dengan cara double cek d Tim atau Ka Tim melakukan double cek dengan kepala ruang) 9 : Perawat ruang melaporkan pasien, hasil lab ke dokter jaga ruangan de Perawat ruangan melakukan konfirmasi ke bagian penunjang (gizi, rad 10 : Perawat ruangan melengkapi dokumentasi keperawatan (label pasien, Mengetahui, Ka.Bid Keperawatan Umi Padmiyati, SKp


e ruang rawat inap greeting panjalu ke kamar yang sudah dipilih oleh pasien dan keluarga, kan adalah : ote, tombol lampu, edukasi, peraturan RS) dengan perawat lain (Perawat associate melakukan double cek dengan Ka ngan tehnik komunikasi SBAR. diologi, lab jika ada pemeriksaan tambahan) pencatatan) Sukoharjo, 26 Mei 2017 Ka.Sie Askep Ninik Agustina Irnawati, AMK


PAIN MANAGEMENT


PRINSIP PEMBERIAN OBAT 1. BENAR OBAT (Jenis obat) 2. BENAR WAKTU PEMBERIAN OBAT 3. BENAR NAMA (nama px, No RM, No bed) 4. BENAR DOSIS PEMBERIAN OBAT 5. BENAR CARA (Route) Oral, IV, IM, dll 6. BENAR PENDOKUMENTASIAN CATATAN : Sebelum menyiapkan dan memberikan obat terdapat 2 perawat 1. Perawat Administer, yg menyiapkan dan memberikan 2. Perawat yg mengechek, perawat senior/pj shift (yg mengechek expired date dll)


PENGHITUNGAN OBAT INJECTION RUMUS Obat yg dibutuhkan X jmlh pengencer dlmCC Sedianobat(vial/amp) Contoh : Bila terdapat obat ranitidin (25mg/ml – netto 2ml), instruksi dokter 3X20mg, berapakah dlm sekali pemberian ? 20mg X 2ml 50mg = 0,8 ml/cc


PELAKSANAAN SKIN TEST Rumus : ( 1:9 ) Contoh : Amoxcylin 0,1cc dan aquades 0,9cc dalam spuit 1cc disuntikkan dengan undulasi 0,5 – 1 cm dan tunggu selama 15 menit hasilnya positif, bila undulasi bertambah dan gatal (merah).


MONITORING EFEK SAMPING OBAT (MESO) MESO merupakan program pemantauan keamanan obat yang beredar (post marketing survelillance) Tujuan : mendukung jaminan atas keamanan obat dari aspek efikasi, keamanan dan mutu obat Thalidomide digunakan sebagai obat mual th 1950 an Bayi lahir cacat parah (tanpa lengan, kaki, cacat tulang, bibir sumbing dan kelainann pada telinga) HAL PENTING CONTOH ESO TERATOGENIK


Cara Pemberian Dopamin (Untuk Menaikkan Tekanan Darah) * Advice : Mcg / KgBB / menit * Rumus : Dosis( Advice)X BB XWaktu(Menit) 4000 ᵟ 1 amp Dopamin = 200 mg ᵟ Dilarutkan dalam cairan infuse menjadi 50 cc (NaCl) Contoh : ~ 10 Mcg BB 50 kg ~ 200 50 = 4 X 1000 = 4000 ~ 10 x 50 x 60 4000 = 7,5 cc/jam


Cara Pemberian Dobujact (Untuk Menaikkan Tekanan Darah) * Advice : Mcg / KgBB / Menit * Rumus : Dosis( Advice)X BB XWaktu(Menit) 5000 ᵟ 1 amp Dobuject = 250 mg ᵟ Dilarutkan dalam cairan infus menjadi 50 cc (NaCl) Contoh : * 15 Mcg BB 60 Kg * 250 50 = 5 X 1000 = 5000 * 15 x 60 x60 5000 = 10,8 cc/jam


Cara Pemberian Cordarone 1 amp Cordarone = 150mg Cordarone 300mg (2amp) Dilarutkan dalam NaCl 0,9% , 100cc diberikan dalam 30 menit Jika masih tachicardi dilanjutkan dengan Cordarone 600mg dalam NaCl 0,9% 50cc menggunakan syringe pump


Cara Pemberian Perdipin Advice : Mcg / KgBB / Mt Rumus : Dosis( Advice)X BB XWaktu(Menit) 2 00 1 amp perdipine = 10mg Dilarutkan dalam cairan infus menjadi 50cc Contoh : 3 Mcg BB 50 Kg 10 50 = 0,2 X 1000 = 200 3 X50 X 60 200 = 45cc/jam


Tabel Kecepatan Cordarone Cordarone 600mg dilarutkan dalam 50cc Konsentrasi : 12mg/cc Dosis (Jam) Kecepatan (cc/jam) X 6jam 8,3 X 8jam 6,25 X 12jam 4,1 X 24jam 2 X 48jam 1 Tabel Kecepatan Pemberian Cedocard 1amp Cedocard = 10mg dilarutkan dalam cairan infus 50cc Dosis (ug/mt) Kecepatan (cc/jam) 5 1,5 10 3 15 4,5 20 6 25 7,5 30 9 35 10,5 40 12 45 13,5 50 15


Tabel Kecepatan Pemberian Heparin Heparin 24.000 iu dilarutkan dalam cairan infus 500cc Dosis (iu/jam) KECEPATAN Micro (tts/mt atau cc/jam) Macro (tts/mt) Blood set (10tts/cc) 500 10,4 2,6 1,7 600 12,5 3,1 2,1 700 14,5 3,6 2,4 750 15,6 3,9 2,6 800 16,6 4,2 2,7 900 18,7 4,6 3,1 1000 20,8 5,2 3,4 1100 22,9 5,7 3,8 TABEL KECEPATAN PEMBERIAN HEPARIN 1200 25 6,2 4,2 1250 26,0 6,5 4,3 1300 27,1 6,7 4,5 1400 29,1 7,3 4,8 1500 31,2 7,8 5,2 1600 33,3 8,3 5,5 1700 35,4 8,8 5,9 1750 36,4 9,1 6,1 1800 37,5 9,3 6,2 1900 39,5 9,8 6,6 2000 41,6 10,4 6,9


Cara Pemberian Herbeser (Untuk Menurunkan Tekanan Darah) Advice : Mcg / KgBB / Menit Rumus : Dosis( Advice)X BB XWaktu(Menit) 1000 1 amp Herbeser = 100 mg Dilarutkan dalam cairan infus menjadi 100 cc (NaCl Contoh : ~ 5 mcg BB 60 Kg ~ 100 100= 1 x 1000 = 1000 ~ 5 x 60 x60 1000 = 18 cc/jam


Cara Pemberian Raivas / Vascon (Untuk Menaikkan Tekanan Darah) Advice : Mcg/KgBB/Menit Rumus : Dosis( Advice)X BB XWaktu(Menit) 80 1 amp Raivas : 4 mg Dilarutkan dalam cairan infuse menjadi 50 cc (NaCl) Contoh : ~ 1 mcg BB : 60 kg 4 50= 0,08 x 1000 = 80 1 x 60 x 60 80 = 45 cc/jam


CARA PENGHITUNG AN INSULIN DENGAN SYRINGE PUMP ~ Ambil 1 cc insulin = 100 iu diencerkan dalam NaCl 0,9% menjadi 50 cc, jadi 1 iu : 0,5 cc/jam 2 iu : 1 cc/jam 3 iu : 1,5 cc/jam ~ Atau ambil 0,5 cc insulin = 50 iu diencerkan dalam NaCl 0,9% menjadi 50 cc, jadi 1 iu : 1 cc/jam 2 iu : 2 cc/jam 3 iu : 3 cc/jam


CARA PENGHITUNGAN INSULIN DENGAN INFUS PUMP ~ Insulin 25 iu dioplos dalam NaCl 0,9% 500 cc Jadi dalam 1 cc NaCl 0,9% mengandung insulin 0,05 iu insulin Bila instruksi dokter pasien mendapat insulin dosis titrasi mulai 1 iu, maka pasien mulai mendapat infuse 20 cc/jam 25 iu : 50 cc NaCl 0,05 iu : 1 cc NaCl 1 iu : 20 cc NaCl Orang yang kekurangan gula dalam otak terlalu lama dapat mengakibatkan infark pada otak Pasien yang perdarahan perlu diwaspadai terjadi penurunan GDS


KLASIFIKASI DEHIDRASI MAURICE KINGS SCORE BAGIAN YG DIPERIKSA 0 1 2 KU SEHAT GELISAH APATIS NGIGAU, KOMA DAN SYOCK TURGOR NORMAL TURUN SANGAT TURUN MATA NORMAL CEKUNG SANGAT CEKUNG NAFAS 20 – 30 30 – 40 40 – 50 MULUT NORMAL KERING KERING, BIRU NADI >120 120 – 140 >140 Nilai 0 – 2 : Dehidrasi ringan Nilai 3 – 6 : Dehidrasi Sedang Nilai 7 – 12 : Dehidrasi Berat


RUMUS KEBUTUHAN CAIRAN basa (rutin, rumatan) DEWASA = 30 – 40 ml/kgBB/hari ANAK menggunakan pedoman : a. 4 ml/kgBB/jam untuk BB 10 kg pertama b. 2 ml/kgBB/jam tambahkan utk BB 10 kg kedua c. 1 ml/kgBB/jam tambahkan untuk sisa berat badan selanjutnya Contoh : Px dengan BB 23 kg, maka kebutuhan cairan basalnya : (4 x 10) + (2 x 10) + (1 x 3) = 63 ml/jam


Luas Luka Bakar (%) “Rule of Nine”


Rumus Baxter Dewasa : RL 4 cc/ KgBB/ % luka bakar/ 24 jam Anak : 2 cc/ KgBB/ % luka bakar/ 24 jam + maintenance Maintenance : 10 KgBB pertama : 100 cc 10 Kg BB kedua : 50 cc 10 KgBB ketiga : 10 cc 1/2 → diberikan dalam 8 jam pertama 1/2 → diberikan 16 jam berikutnya


Resusitasi Cairan 1. Tentukan Estimated Blood Volume (EBV) 2. Tentukan kelas syok berdasarkan tanda/gejala (lihat tabel) untuk mengetahui presentasi kehilangan darah 3. Tentukan Estimated Blood Loss (EBL) 4. Kebutuhan resusitasi dengan kristaloid diberikan 1 liter loading dahulu, kemudian evaluasi respon pasien dan berikan sisa kebutuhan resusitasinya. Estimated Blood Volume (EBV) a. Premature : 95 cc/KgBB b. Bayi : 80 cc/KgBB c. Anak : 70 cc/KgBB d. Dewasa laki-laki : 70 cc/KgBB e. Dewasa wanita : 65 cc/KgBB EBL = Presentase x EBV


Kelas Perdarahan Kelas I Kelas II Kelas III Kelas IV Kehilangan darah (% volume darah) 15% (750 cc) 15-30% (750 - 1500 cc) 31-40% (1500 cc - 2000 cc) >40% (> 2000 cc) Denyut nadi Normal Normal/ naik Naik > 120 x/ menit Sangat naik >140x/ menit Tekanan darah Normal Normal Normal/ menurun Menurun Tekanan nadi (mmHg) Normal Menurun Menurun Menurun Frekuensi pernafasan Normal 20 - 30 x/ menit 30 - 40 x/ menit > 40 x/menit Produksi urin (ml/jam) > 30 cc/ jam 20 - 30 cc/ jam 5 - 15 cc/ jam Oligouri/ anuri GCS Normal/ cemas ringan Cemas Bingung/ disorientasi Letargi Kebutuhan produk darah Monitor Mungkin YA Protokol transfusi masif Koreksi awal Kristaloid Kristaloid Kristaloid + darah Kristaloid + darah Sumber : ACS, 2012


PROTOCOL SLIDING SCALE II NO GULA DARAH SEWAKTU INSULIN 1 < 200 gr/dl 0 unit 2 200 – 250 gr/dl 8 unit 3 250 – 300 gr/dl 12 unit 4 300 – 350 gr/dl 16 unit 5 >350 gr/dl 20 unit


PENATALAKSANAAN HIPOGLIKEMIA GD < 70 gr/dl : Dex 40% (50 cc IV BOLUS) GD 71 – 100 : Dex 40% (25 cc IV BOLUS) Cek GD 15 menit kemudian Bila GD < 100 gr/dl : ulangi GDS 15 mnt kemudian Bila GD > 100 gr/dl : ulangi GDS tiap jam


Perhitungan Pengambilan Obat untuk Tes Mantouk Rumus : Unit Yg Diperlukan Unit yg tersediadalamml Contoh : Terdapat cairan PPD dalam vial 4cc dengan kandungan obat 1 ml = 50 unit (5tu) maka berapa yang diambil dalam vial ? Jawab : 5unit 50unit (dlm1ml) = 0,1 ml Disuntikan IC dengan pembacaan hasil sesudah 24 – 72 jam


PROTOCOL SLIDING SCALE I NO GULA DARAH SEWAKTU INSULIN 1 < 200 gr/dl 0 unit 2 200 – 250 gr/dl 5 unit 3 250 – 300 gr/dl 10 unit 4 300 – 350 gr/dl 15 unit 5 >350 gr/dl 20 unit


RUMUS PENGHITUNGAN INFUS PENGHITUNGAN TETESAN INFUS Jumlah cairan yangdibutuhkan (volume ) X Faktortetes Waktu dalammenit = Tts/mnt Contoh : Jika dokter menginstruksikan th/cairan untuk Tn.A (40 thn), RL 2000cc/24 jam (6jam/kolf), berapa Tts/mnt yang diberikan ? 2000 x 20 24 x60 40.000 1440 PENGHITUNGAN JAM INFUS HABIS Volume X Faktortetes Tts/mnt Contoh : Jika dokter menginstruksi th/cairan untuk Tn.A (40 thn), RL 500 cc, 20 tts/mnt. Jika infuse dipasang jam 08.00, jam berapakah infuse tersebut habis? 27,7 tts/mnt 8,3 jam


500 x 20 20 x 60 10.000 1.200 Faktor tetesan : Mikro 1 cc : 60 tts Makro 1 cc : 15 / 20 tts (tergantung pabrikan) Bloodset 1 cc : 20 tts TSPA 1 cc : 15/20 tts PENGATURAN TETESAN INFUS PADA INFUS PUMP 1) Mikrodrip (faktor tetes 60 tts) : Jumlah Tpm X 1 = …… cc/jam 2) Makrodrip (faktor tetes 20 tts) : Jumlah Tpm X 3 = …… cc/jam 3) Bloodset (faktor tetes 20 tts) : Juml Tpm X 3 = …… cc/jam


TABEL CAIRAN INFUS Dengan makra set 1 cc 20 tts No Jumlah Cairan Tetesan Habis Dalam 1 500 CC 10 TPM 16,6 JAM 2 500 CC 15 TPM 11,1 JAM 3 500 CC 20 TPM 8,3 JAM 4 500 CC 30 TPM 5,5 JAM 5 500 CC 40 TPM 4,16 JAM 6 500 CC 60 TPM 2,7 JAM


CARA MENGHITUNG MAP (MEAN ARTERI PRESSURE) MAP = SISTOLE+(2 x DIASTOLE) 3 Contoh : TD : 120 / 80 MAP = 120+(2 x80) 3 = 120+160 3 = 280 3 = 93,3 MAP NB : Biasanya diperlukan pada pasien dengan penggunaan obat – obatan hipertensi ataupun dengan kasus penyakit jantung.


BALANCE CAIRAN ~ Cara menghitung balance cairan : intake – output A. Intake Yang termasuk dalam intake : 1. Cairan parental 2. Cairan enteral B. Output Yang termasuk dalam output : 1. Muntah 2. BAB 3. Drain 4. Urine 5. IWL (Uap nafas, keringat, air mata) IWL anak : 25cc/kgBB/24 jam IWL dewasa : 10cc/kgBB/24 jam ~ Cara penghitungan diuresis : Jumlah urine (dalam jam tertentu) : Jam tertentu : BB = ……. Cc/kgBB/jam ~ Target diuresis Bayi : >2 cc/kgbb/jam Anak : 1 – 2 cc/kgbb/jam Dewasa : >0,5 cc/kgbb/jam


Pemeriksaan Capillary Berguna untuk mendeteksi awal tanda – tanda syock dan dehidrasi Nilai normal < 2dtk


Peripheral Intravenous Catheter Assessment Score (PIVAS SCORE) Kateter intravena perifer (PIVC) pasien harus dinilai oleh petugas kesehatan untuk meminimalkan risiko komplikasi termasuk infeksi. Frekuensi penilaian PIVC minimal setiap kali diakses dan sekali per shift. LOOK LISTEN FEEL Lihat lokasi penusukan IV Catheter : a. Apakah tampak kemerahan, bengkak dan terdapat eksudat? b. Apakah IV dressing bersih, kering dan utuh? c. Bandingkan lokasi penusukan IV catheter dengan bagian tubuh lain yang belum dilakukan penusukan IV Catheter. Tanyakan pada pasien apakah ada rasa nyeri atau merasa nyeri saat dilakukan palpasi? Lakukan palpasi pada lokasi penusukan IV Catheter, apakah terasa panas atau terdapat pembengkakan?


Sumber : Fact sheet for healthcare professionals : Peripheral Intravenous Catheter Assessment Score (PIVAS). Department for Health and Wellbeing, Government of South Australia. http://www.sahealth.sa.gov.au/


PERSIAPAN PRE OPERASI Puasa 6 – 8 jam pre operatif kecuali Cito ( bila ada instruksi pemberian obat via oral dan dpt diberikan dgn sublingual berikan dgn cara sublingual bila tdk bisa konfirmasi ke dr.bedah atau dr.anastesinya terlebih dahulu) Cek vital sign terbaru sesaat sebelum masuk ruang kamar bedah, jangan lupa pengukur BB dan TB sudah dilakukan dan didokumentasikan Cek lab operasi sesuai kebutuhan operasi (minimal DR, ELEKTROLIT, HbsAg, HCV, HIV) Rotgen thorax ( kecuali px dengan rencana operasi SC ) EKG untuk usia > 30 thn atau sesuai dgn kebutuhan konsultasi specialist Konsul sesuai dgn kebutuhan dan instruksi utk anak ke Spesialis anak dan dewasa ke spesialis internist Sio dan Sia yg di ttd oleh penderita yg sudah cukup umur dgn penjamin dan saksi dari keluarga yg dianggap legal oleh hukum Untuk saksi di isi dan di tanda tangani oleh dokter jaga yang telah menjelaskan prosedur operasi dengan delegasi dari dokter bedahnya. Pencukuran area operasi dilakukan minimal 1 jam pre op Untuk pasien elective (terjadwal operasinya) bantu pasien melakukan personal hygiene dan keramas dengan


menggunakan sabun antiseptic tingkat tinggi yang tersedia Skin test profilaksis dilakukan diruangan Pemberian profilaksis 30 menit sebelum operasi diruang induksi


PROTOCOL POST OPERASI DENGAN ANESTESI UMUM (GA) Bed rest selama belum sadar penuh Mobilisasi bertahap (tidur, semi fowler, duduk, berdiri) Bila sudah sadar penuh pasien boleh di coba diet air gula hangat boleh air pth atau teh sedikit sedotan. Bila tidak mual, muntah dan kram perut 1 jam setelahnya boleh minum seperti biasa. 2 jam setelah nya bila tidak mual,muntah dan kram perut boleh makan halus seperti bubur atau roti. Cek HB post op 2 – 4 jam post op bila diperlukan


PROTOCOL POST OPERASI DENGAN ANESTESI SPINAL Bed rest selama 24 jam post operasi Mobilisasi langsung setelah post op hanya miring kanan kiri. 1 jam post op boleh dicoba diet air gula hangat boleh air putih atau teh sedikit dengan sedotan. Bila tidak mual, muntah dan kram perut 1 jam setelah nya boleh minum seperti biasa. 2 jam setelehnya bila tidak mual, muntah dan kram perut boleh makan halus seperti bubur atau roti. Obs kesadaran dan vital sign tiap 15 menit selama 6 jam Cek HB post op 2 – 4 jam post op bila diperlukan


Cara Pemberian Streptase Streptase 1,5 juta IU dioplos dengan 5cc NaCl 0,9% Dicampurkan dalam NaCl 0,9% 100cc Diberikan dalam 1 jam atau 100cc/jam Setelah selesai dilanjutkan dengan heparinisasi TANDA – TANDA KLINIS PASIEN KRITIS 1. Takipnea (nafas cepat dan dangkal) 2. Takikardi (nadi cepat) 3. Bradikardi (nadi lambat/<dari normal) 4. Hipotensi (tensi turun/<dari normal) 5. Gangguan kesadaran (gelisah, bingung, penurunan tingkat kesadaran) 6. Diuresis 0 atau sangat kurang dari normal 7. Akral dingin 8. SpO2 turun


Frekuensi Nafas Normal Umur Frekuensi (X/menit) Neonatus 30-60 1-6 bln 30-50 6-12 bln 24-46 4-6 thn 20-25 6-12 thn 16-20 >12 thn 12-16 Frekuensi Nadi Normal Umur (tahun) Frekuensi (X/menit) <1 thn 110-160 2-5 thn 95-140 5-12 thn 80-120 >12 thn 60-100


Click to View FlipBook Version