The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Agung Alwanda, 2023-06-02 06:20:24

Ensiklopedia Etnosains FIX_compressed

Ensiklopedia Etnosains FIX_compressed

B E R B A S I S KL KEARIFAN LOKAL UINSUSKARIAU ENSIKLOPEDIA ETNOSAINS Berbasis Kearifan Lokal Riau M A g u n g A l w a n d a SMP MTS


Scan untuk menggunakan E - Ensiklopedia Scan untuk menggunakan E - Ensiklopedia


Kata Pengantar Puji syukur penulis ucapkan atas selesainya Buku Ensiklopedia Etnosains berbasis kearifan local Riau untuk tingkat SMP / MTs. Buku ini merupakan salah satu sumber referensi dan membawa manfaat dalam implementasinya di kelas. Selain buku rujukan, buku ini berisikan kumpulan Kearifan lokal yang terdapat di Provinsi Riau. Dengan hadir nya buku ini di harapkan agar guru mampu mengajar kan IPA Berbasis Etnosains kepada para siswa nya dan mempermudah guru untuk mencari referensi. Penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak membantu dan memberikan masukan, serta arahan dalam penyusunan buku ini. Semoga segala hal yang tertuang dalam modul ini dapat membawa kebermanfaatan. Amin Puji syukur penulis ucapkan atas selesainya Buku Ensiklopedia Etnosains berbasis kearifan local Riau untuk tingkat SMP / MTs. Buku ini merupakan salah satu sumber referensi dan membawa manfaat dalam implementasinya di kelas. Selain buku rujukan, buku ini berisikan kumpulan Kearifan lokal yang terdapat di Provinsi Riau. Dengan hadir nya buku ini di harapkan agar guru mampu mengajar kan IPA Berbasis Etnosains kepada para siswa nya dan mempermudah guru untuk mencari referensi. Penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak membantu dan memberikan masukan, serta arahan dalam penyusunan buku ini. Semoga segala hal yang tertuang dalam modul ini dapat membawa kebermanfaatan. Amin Pekanbaru, 15 Februari 2023 Penulis Pekanbaru, 15 Februari 2023 Penulis


Daftar Isi Etnosains....................................................................................1 Kearifan Lokal...........................................................................2 Riau............................................................................................3 Gelombang Bono......................................................................4 Hutan Adat Rimbo 7 Danau.....................................................9 Ikan Larangan..........................................................................16 Kapur Sirih Lokan...................................................................21 Lampu Colok...........................................................................26 Lari di Atas Tual Sagu.............................................................32 Manongkah Kerang.................................................................37 Menangkap Burung Kuaghan................................................43 Pacu Jalur.................................................................................49 Pengobatan Tradisional..........................................................56 Daftar Pustaka..........................................................................61 Glosarium.................................................................................64 iii


Petunjuk Penggunaan Buku Petunjuk Penggunaan Buku Sebelum kamu membaca Ensiklopedia ini, kamu perlu membaca bagian petunjuk ini. Mengapa diperlukan? Ibarat kamu bermain di tempat wisata, kamu ternyata ingin memanfaatkan fasilitas yang ada ti tempat wisata tersebut bukan? Tentunya agar tujuan tersebut tercapai kamu kan membaca peta dimana fasilitas itu berada. Begitu juga dengan Ensiklopedia ini. Jika kamu ingin memperoleh manfaat yang kamu benar benar memperhatikan dan memahami bagian petunjuk penggunaan Ensiklopedia ini. Selamat membaca! Pada bagian ini terdapat rangkuman isi Ensiklopedia, kemudian pada bagian ini juga menjadi acuan bagi para pembaca untuk bisa menyesuaikan materi IPA yang berkaitan dengan Kearifan lokal Riau yang terdapat pada Ensiklopedia. Bagian ini merupakan awal dari setiap Kearifan lokal, pada bagian ini terdapat Nama Kearifan lokal, foto, dan juga lokasi kearifan lokal nya IV


Pada bagian ini merupakan penjelasan tentang Rekosnstruksi Ilmiah dari Kearifan lokal nya. Terdapat gambar orang yang di simbolkan sebagai masyarakat setempat yang di wawancarai. kemudian dari hasil wawancara ( Pengetahuan masyarakat ) dijelaskan juga mengenai pengetahuan ilmiah nya Pada bagian ini merupakan penjelasan awal mengenai Kearifan lokal Pada bagian ini merupakan penjelasan keterkaitan Kearifan lokal dengan materi Pembelajaran IPA yang bisa di gunakan Fitur ini berisi daftar buku, artikel, atau suber lain yang digunakan dalam penyusunan Ensiklopedia ini. Sumber sumber tersebut dapat dibaca lebih lanjut jika ingin mendapatkan materi yang mendalam Glosarium ini terdapat pada akhir buku, berisi penjelasan istilah istilah penting yang ada dalam buku dan tersusun menurut abjad V


Gelombang Bono Dapat di kaitkan dengan materi IPA Kelas : 7 Tata Surya 8 Getaran, Gelombang & Bunyi Getaran, Gelombang Halaman 4 & Bunyi Halaman 9 Hutan Adat Rimbo 7 Danau Hutan Adat Rimbo 7 Danau Dapat di kaitkan dengan materi IPA Kelas : 7 Klasifikasi Makhluk Hidup Klasifikasi Makhluk Hidup 7 Pencemaran Lingkungan Pencemaran Lingkungan Manongkah Kerang Manongkah Kerang Dapat di kaitkan dengan materi IPA Kelas : 7 Interaksi Makhluk Hidup & Lingkungan Interaksi Makhluk Hidup & Lingkungan Halaman 37 Halaman 43 Menangkap Burung Kuaghan Menangkap Burung Kuaghan Dapat di kaitkan dengan materi IPA Kelas : 7 Kalsaifikasi Makhluk Hidup Kalsaifikasi Makhluk Hidup 8 Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan Ikan Larangan Dapat di kaitkan dengan materi IPA Kelas : 7 Pencemaran Lingkungan Pencemaran Lingkungan 7 Interaksi Makhluk Hidup & Lingkungan Interaksi Makhluk Halaman 16 Hidup & Lingkungan Halaman Kapur Sirih Dari Lokan Kapur Sirih Dari Lokan Dapat di kaitkan dengan materi IPA Kelas : 7 Zat Dan Karakterisitiknya Zat Dan Karakterisitiknya Lampu Colok Dapat di kaitkan dengan materi IPA Kelas : 7 Energi dalam sistem kehidupan Energi dalam sistem kehidupan Ha 7 Kalor laman 26 Halaman 32 Lari Di Atas Tual Sagu Lari Di Atas Tual Sagu Dapat di kaitkan dengan materi IPA Kelas : 7 Sistem Organisasi Kehidupan Sistem Organisasi Kehidupan 8 Pesawat Sederhana Pacu Jalur Dapat di kaitkan dengan materi IPA Kelas : 8 Hukum Newton 8 Getaran, Gelombang & Bunyi Getaran, Gelombang Halaman 49 & Bunyi Halaman 56 Pengobatan Daun Kiman Ujan Pengobatan Daun Kiman Ujan Dapat di kaitkan dengan materi IPA Kelas : Berbasis Kearifan Lokal Riau ENSIKLOPEDIA ETNOSAINS 8 Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan 21


Etnosains Ethnoscience atau etnosains memiliki arti suatu ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh suatu bangsa atau suku. Etnosains sebagai seperangkat ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat/suku/bangsa tertentu yang diperoleh dengan metode tertentu yang merupakan tradisi masyarakat/suku/bangsa tertentu dan secara empiris, kebenarannya dapat diuji dan dipertanggungjawabkan Ethnoscience atau etnosains memiliki arti suatu ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh suatu bangsa atau suku. Etnosains sebagai seperangkat ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat/suku/bangsa tertentu yang diperoleh dengan metode tertentu yang merupakan tradisi masyarakat/suku/bangsa tertentu dan secara empiris, kebenarannya dapat diuji dan dipertanggungjawabkan B u d aya l o k al ya n g t e r d a p at d ala m m as yara k at d a p at d i m a n faat k a n u n t u k i l m u p e n d i d i k a n ata u p e m b e lajara n B u d aya l o k al ya n g t e r d a p at d ala m m as yara k at d a p at d i m a n faat k a n u n t u k i l m u p e n d i d i k a n ata u p e m b e lajara n Pada kebudayaan situasi sosial yang dihadapi Pada penelitian dalam mengungkapkan kebudayaan yang ada di mas yarakat yang berupa nilai dan norma yang dilarang maupun diperbolehkan Pada kebudayaan sebagai suatu per istiwa yang dapat menjadikan mas yarakat berkumpul dan ber sifat mempengaruhi per ilaku sehar i-har i Tiga bidang kajian penelitian etnosains 1. 2. 3. Pada kebudayaan situasi sosial yang dihadapi Pada penelitian dalam mengungkapkan kebudayaan yang ada di mas yarakat yang berupa nilai dan norma yang dilarang maupun diperbolehkan Pada kebudayaan sebagai suatu per istiwa yang dapat menjadikan mas yarakat berkumpul dan ber sifat mempengaruhi per ilaku sehar i-har i Tiga bidang kajian penelitian etnosains 1. 2. 3. 1 Etnosains membantu untuk menghapus anggapan bahwa sains adalah ilmu pengetahuan modern dan metodologi yang percaya dengan apa yang mereka jalankan. Etnosains membantu untuk menghapus anggapan bahwa sains adalah ilmu pengetahuan modern dan metodologi yang percaya dengan apa yang mereka jalankan.


Bentuk bentuk Kearifan lokal Berupa budaya (nilai, norma, etika, kepercayaan, adat istiadat, hukum adat, dan aturan-aturan khusus) Bentuk bentuk Kearifan lokal Berupa budaya (nilai, norma, etika, kepercayaan, adat istiadat, hukum adat, dan aturan-aturan khusus) Apa Itu Kearifan Lokal ? Kearifan lokal adalah identitas atau kepribadian budaya sebuah bangsa yang menyebabkan bangsa tersebut mampu menyerap, bahkan mengolah kebudayaan yang berasal dari luar/bangsa lain menjadi watak dan kemampuan sendiri. Kearifan lokal adalah identitas atau kepribadian budaya sebuah bangsa yang menyebabkan bangsa tersebut mampu menyerap, bahkan mengolah kebudayaan yang berasal dari luar/bangsa lain menjadi watak dan kemampuan sendiri. 2 Konservasi pelestarian sumber daya alam yang ada Menjadi petuah, kepercayaan, dan pantangan Menjadi ciri utama sebuah masyarakat Fungsi Kearifan lokal 1. 2. 3. Bertahan dari gempuran budaya asing Memiliki kemampuan mengakomodasi budaya yang berasal dari luar Mampu mengintegrasikan budaya asing ke dalam budaya asli di Indonesia Ciri ciri Kearifan lokal 1. 2. 3. Sumber : Google.com Sumber : Google.com


Riau dan Kearifan Lokal nya 3


GELOMBANG BONO GELOMBANG BONO Desa Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau


5 Bono atau bena (bahasa Inggris: tidal bore) adalah gelombang atau ombak yang terjadi di muara sungai, seperti di Sungai Kampar, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Ombak Bono merupakan suatu fenomena alam akibat adanya pertemuan arus sungai menuju laut dan arus laut yang masuk ke sungai akibat pasang. Biasanya ombak atau gelombang hanya terjadi di tepi pantai atau laut ataupun danau yang luas akibat perubahan arus air dan angin. Ombak yang berukuran cukup besar banyak dimanfaatkan untuk bermain selancar. Bono terbesar biasanya terjadi ketika musim penghujan di mana debit air Sungai Kampar cukup besar yaitu sekitar bulan November dan Desember. Bono atau bena (bahasa Inggris: tidal bore) adalah gelombang atau ombak yang terjadi di muara sungai, seperti di Sungai Kampar, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Ombak Bono merupakan suatu fenomena alam akibat adanya pertemuan arus sungai menuju laut dan arus laut yang masuk ke sungai akibat pasang. Biasanya ombak atau gelombang hanya terjadi di tepi pantai atau laut ataupun danau yang luas akibat perubahan arus air dan angin. Ombak yang berukuran cukup besar banyak dimanfaatkan untuk bermain selancar. Bono terbesar biasanya terjadi ketika musim penghujan di mana debit air Sungai Kampar cukup besar yaitu sekitar bulan November dan Desember. Gelombang Bono Gelombang Bono Menurut mitosnya, dahulunya gulungan ombak ini berjumlah 7 (tujuh) ombak besar dari 7 hantu (seven ghost). Ketika pada masa penjajahan belanda, kapal-kapal transportasi belanda mengalami kesulitan untuk memasuki kuala kampar akibat ombak ini. Salah seorang komandan pasukan belanda memerintahkan untuk menembak dengan meriam ombak besar tersebut. Entah karena kebetulan atau karena hal lain, salah satu ombak besar yang kena tembak meriam belanda tidak pernah muncul lagi sampai sekarang. Maka sekarang ini hanya terdapat 6 (enam) gulungan besar gelombang ombak bono. Menurut mitosnya, dahulunya gulungan ombak ini berjumlah 7 (tujuh) ombak besar dari 7 hantu (seven ghost). Ketika pada masa penjajahan belanda, kapal-kapal transportasi belanda mengalami kesulitan untuk memasuki kuala kampar akibat ombak ini. Salah seorang komandan pasukan belanda memerintahkan untuk menembak dengan meriam ombak besar tersebut. Entah karena kebetulan atau karena hal lain, salah satu ombak besar yang kena tembak meriam belanda tidak pernah muncul lagi sampai sekarang. Maka sekarang ini hanya terdapat 6 (enam) gulungan besar gelombang ombak bono. Su m ber : G o o gle.co m Sumber : Google.com


6 Faktor Penyebab Timbulnya Ombak Bono Aliran air sungai menuju muara Hujan Air pasang Posisi bulan Tinggi rendah kedalaman air Lingkungan hutan sekitas Daerah Aliran Sungai (DAS) Gelombang Bono merupakan salah satu objek wisata alam yang sangat menarik wisatawan nasional dan internasional. Keunikan dan kedahsyatan gelombang atau ombak bono di Sungai Kampar dan sungai Rokan di Riau yang terjadi di sungai menjadi daya tarik para peselancar dari dalam dan luar negeri. Tak lepas dari keahlian para peselancar lokal yang menggunakan sampan untuk berselancar. Masyarakat setempat menyebutnya bekudo Bono. Gelombang Bono merupakan salah satu objek wisata alam yang sangat menarik wisatawan nasional dan internasional. Keunikan dan kedahsyatan gelombang atau ombak bono di Sungai Kampar dan sungai Rokan di Riau yang terjadi di sungai menjadi daya tarik para peselancar dari dalam dan luar negeri. Tak lepas dari keahlian para peselancar lokal yang menggunakan sampan untuk berselancar. Masyarakat setempat menyebutnya bekudo Bono. Gelombang Bono terjadi di perairan sungai dengan jarak tempuh gelombang ± 50km/H, para peselancar dapat merasakan sensasi di atas papan selancar satu sampai satu setengah jam, gelombang bono tidak terjadi setiap saat tetapi pada waktu tertentu (Bulan baru dan purnama). Gelombang Bono terjadi di perairan sungai dengan jarak tempuh gelombang ± 50km/H, para peselancar dapat merasakan sensasi di atas papan selancar satu sampai satu setengah jam, gelombang bono tidak terjadi setiap saat tetapi pada waktu tertentu (Bulan baru dan purnama). Gelombang bono memiliki tujuh gelombang yang berbeda-beda kedahsyatannya oleh para peselancar manca negara disebut Seven ghosts. Gelombang bono memiliki tujuh gelombang yang berbeda-beda kedahsyatannya oleh para peselancar manca negara disebut Seven ghosts. Sumber : Google.com Sumber : Google.com


7 Rekonstruksi Ilmiah Ombak Bono adalah 7 (tujuh) ombak besar dar i 7 hantu (seven gho st), Ketinggian ombak Bono bisa mencapai 4-5 meter , Papan selancar dan sampan digunakan untuk ber selancar di ombak Bono, Ombak Bono datang ditandai dengan buny i gemuruh yang keras Ombak Bono adalah 7 (tujuh) ombak besar dar i 7 hantu (seven gho st), Ketinggian ombak Bono bisa mencapai 4-5 meter , Papan selancar dan sampan digunakan untuk ber selancar di ombak Bono, Ombak Bono datang ditandai dengan buny i gemuruh yang keras Indegeneous Science Pengetahuan Ilmiah Ombak Bono adalah 7 (tujuh) ombak besar dari 7 hantu (seven ghost) Ombak Bono adalah 7 (tujuh) ombak besar dari 7 hantu (seven ghost) Secara ilmiah Ombak Bono Sungai Kampar terjadi akibat pertemuan arus sungai yang menuju laut dan arus laut yang masuk ke sungai akibat gelombang pasang. Untuk Ombak Bono Sungai Kampar, terbentuk akibat benturan tiga arus air, yaitu dari Selat Melaka, Laut China Selatan, dan Sungai Kampar (Julita, 2022). Secara ilmiah Ombak Bono Sungai Kampar terjadi akibat pertemuan arus sungai yang menuju laut dan arus laut yang masuk ke sungai akibat gelombang pasang. Untuk Ombak Bono Sungai Kampar, terbentuk akibat benturan tiga arus air, yaitu dari Selat Melaka, Laut China Selatan, dan Sungai Kampar (Julita, 2022). Ketinggian ombak Bono bisa mencapai 4-5 meter Ketinggian ombak Bono bisa mencapai 4-5 meter Umumnya, gelombang atau ombak tinggi berasal dari angin yang bergerak di atas permukaan, serta dipengaruhi oleh gaya gravitasi bulan yang menciptakan gelombang (Darmiati, 2013). faktor lain yang memberikan pengaruh pada terbentuknya ombak tinggi meliputi tinggi ombak yang merujuk pada puncak dan lembah ombak. Faktor-faktor seperti kecepatan angin, durasi dan jarak yang ditempuh oleh angin, serta luas permukaan air yang terkena pengaruh angin dapat mempengaruhi tinggi ombak. Selanjutnya yaitu panjang ombak yang merupakan jarak horizontal antara dua puncak ombak atau dua lembah ombak yang berdekatan. Panjang ombak dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kecepatan angin, durasi angin, dan kedalaman perairan. Kemudian periode waktu ombak merupakan waktu yang diperlukan untuk satu siklus lengkap ombak, yaitu dari satu puncak ombak ke puncak ombak berikutnya. Umumnya, gelombang atau ombak tinggi berasal dari angin yang bergerak di atas permukaan, serta dipengaruhi oleh gaya gravitasi bulan yang menciptakan gelombang (Darmiati, 2013). faktor lain yang memberikan pengaruh pada terbentuknya ombak tinggi meliputi tinggi ombak yang merujuk pada puncak dan lembah ombak. Faktor-faktor seperti kecepatan angin, durasi dan jarak yang ditempuh oleh angin, serta luas permukaan air yang terkena pengaruh angin dapat mempengaruhi tinggi ombak. Selanjutnya yaitu panjang ombak yang merupakan jarak horizontal antara dua puncak ombak atau dua lembah ombak yang berdekatan. Panjang ombak dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kecepatan angin, durasi angin, dan kedalaman perairan. Kemudian periode waktu ombak merupakan waktu yang diperlukan untuk satu siklus lengkap ombak, yaitu dari satu puncak ombak ke puncak ombak berikutnya.


Hukum pertama Newton menyatakan bahwa benda yang bergerak, seperti gelombang, cenderung tetap bergerak, sedangkan benda diam, seperti papan selancar terapung, cenderung diam. Inilah mengapa seorang peselancar harus mendayung untuk mengejar ombak (Sitepu & Yakob, 2019). Bunyi Hk Newton 1 : "Saat resultan gaya yang bekerja pada benda menggunakan komposisi sama dengan nol, benda tersebut yang awalnya diam akan selamanya terus diam. Sementara benda yang dari awal bergerak lurus beraturan, selamanya terus bergerak lurus beraturan dalam kecepatan yang tetap pula" Hukum pertama Newton menyatakan bahwa benda yang bergerak, seperti gelombang, cenderung tetap bergerak, sedangkan benda diam, seperti papan selancar terapung, cenderung diam. Inilah mengapa seorang peselancar harus mendayung untuk mengejar ombak (Sitepu & Yakob, 2019). Bunyi Hk Newton 1 : "Saat resultan gaya yang bekerja pada benda menggunakan komposisi sama dengan nol, benda tersebut yang awalnya diam akan selamanya terus diam. Sementara benda yang dari awal bergerak lurus beraturan, selamanya terus bergerak lurus beraturan dalam kecepatan yang tetap pula" 8 Papan selancar dan sampan digunakan untuk berselancar di ombak Bono Papan selancar dan sampan digunakan untuk berselancar di ombak Bono Ada beberapa faktor yang menyebabkan bunyi ombak tersengar dengan teras yaitu Ombak yang memiliki energi kinetik tinggi akan menghasilkan suara yang lebih keras ketika mereka pecah atau bertabrakan dengan pantai atau struktur lainnya. Semakin tinggi ombak, semakin besar energinya, dan semakin keras suara yang dihasilkan selanjutnya Kecepatan dan arah angin juga dapat mempengaruhi kekuatan dan bunyi ombak. Angin yang kuat dapat mendorong ombak dengan lebih banyak energi, sehingga menghasilkan bunyi yang lebih keras dan yang terakhir Kedalaman perairan juga dapat mempengaruhi karakteristik bunyi ombak. Ketika ombak mendekati perairan yang dangkal, seperti saat mendekati pantai, perubahan dalam karakteristik perairan dan interaksi dengan dasar pantai dapat menyebabkan suara yang lebih keras. Ada beberapa faktor yang menyebabkan bunyi ombak tersengar dengan teras yaitu Ombak yang memiliki energi kinetik tinggi akan menghasilkan suara yang lebih keras ketika mereka pecah atau bertabrakan dengan pantai atau struktur lainnya. Semakin tinggi ombak, semakin besar energinya, dan semakin keras suara yang dihasilkan selanjutnya Kecepatan dan arah angin juga dapat mempengaruhi kekuatan dan bunyi ombak. Angin yang kuat dapat mendorong ombak dengan lebih banyak energi, sehingga menghasilkan bunyi yang lebih keras dan yang terakhir Kedalaman perairan juga dapat mempengaruhi karakteristik bunyi ombak. Ketika ombak mendekati perairan yang dangkal, seperti saat mendekati pantai, perubahan dalam karakteristik perairan dan interaksi dengan dasar pantai dapat menyebabkan suara yang lebih keras. Ombak Bono datang ditandai dengan bunyi gemuruh yang keras Ombak Bono datang ditandai dengan bunyi gemuruh yang keras Gelombang Bono ini memiliki potensi yang bisa dijadikan sebagai sumber belajar IPA khususnya bagi guru yang mengajar di provinsi Riau lebih tepatnya di Kabupaten Pelalawan. Gelombang Bono memiliki sebuah konsep IPA pada materi konsep getaran, gelombang, dan bunyi dalam kehidupan sehari-hari, sistem tata surya, rotasi dan revolusi bumi. Gelombang Bono ini memiliki potensi yang bisa dijadikan sebagai sumber belajar IPA khususnya bagi guru yang mengajar di provinsi Riau lebih tepatnya di Kabupaten Pelalawan. Gelombang Bono memiliki sebuah konsep IPA pada materi konsep getaran, gelombang, dan bunyi dalam kehidupan sehari-hari, sistem tata surya, rotasi dan revolusi bumi. KD 7.1 Mendeskripsi-kan konsep getaran dan gelombang serta parameter-parameternya KD 7.1 Mendeskripsi-kan konsep getaran dan gelombang serta parameter-parameternya KD 3.11 Menganalisis sistem tata sur ya, rotasi dan revolusi bumi, rotasi dan revolusi bulan, ser ta dampaknya bagi kehidupan di bumi. KD 3.11 Menganalisis sistem tata sur ya, rotasi dan revolusi bumi, rotasi dan revolusi bulan, ser ta dampaknya bagi kehidupan di bumi. Sumber : Google.com Sumber : Google.com Periode waktu ombak dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kecepatan angin, panjang ombak, dan karakteristik topografi dasar perairan., dan yang terakhir yaitu kecuraman Kecuraman ombak merujuk pada perubahan cepat dalam tinggi ombak sepanjang jarak horizontal. Kecuraman ombak dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti perubahan kedalaman perairan, karakteristik topografi dasar perairan, dan interaksi ombak dengan pantai atau struktur lainnya (Kristie et al., 2013). Periode waktu ombak dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kecepatan angin, panjang ombak, dan karakteristik topografi dasar perairan., dan yang terakhir yaitu kecuraman Kecuraman ombak merujuk pada perubahan cepat dalam tinggi ombak sepanjang jarak horizontal. Kecuraman ombak dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti perubahan kedalaman perairan, karakteristik topografi dasar perairan, dan interaksi ombak dengan pantai atau struktur lainnya (Kristie et al., 2013).


Desa Buluh Cina Kec. Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau HUTAN ADAT RIMBO 7 DANAU HUTAN ADAT RIMBO 7 DANAU


Facts Hutan Adat Rimbo 7 Danau 10 Hutan adat rimbo tujuh danau merupakan suatu kawasan yang memiliki arti sangat penting bagi masyarakat Desa Buluh cina. Masyarakat Desa buluh cina pun memiliki Kearifan lokal dalam menjaga Hutan terdiri dari nilai-nilai, norma, hukum-hukum, dan pengetahuan yang dibentuk dari ajaran agama, kepercayaan-kepercayaan, tata nilai tradisional, dan pengalaman-pengalaman yang diwariskan ninik mamak yang membentuk sistem pengetahuan lokal yang digunakan oleh masyarakat untuk memanfaatkan, mengelola, serta menjaga hutan dan sumber daya yang terkandung didalamnya agar tetap lestari. Hutan adat rimbo tujuh danau merupakan suatu kawasan yang memiliki arti sangat penting bagi masyarakat Desa Buluh cina. Masyarakat Desa buluh cina pun memiliki Kearifan lokal dalam menjaga Hutan terdiri dari nilai-nilai, norma, hukum-hukum, dan pengetahuan yang dibentuk dari ajaran agama, kepercayaan-kepercayaan, tata nilai tradisional, dan pengalaman-pengalaman yang diwariskan ninik mamak yang membentuk sistem pengetahuan lokal yang digunakan oleh masyarakat untuk memanfaatkan, mengelola, serta menjaga hutan dan sumber daya yang terkandung didalamnya agar tetap lestari. Sebagai fungsi ekonomi, fungsi ekologi, fungsi sosial dan fungsi kultur (budaya). Hutan ini juga bisa buat sumber belajar anak-anak untuk pramuka dan mengenal hutan. Sebagai fungsi ekonomi, fungsi ekologi, fungsi sosial dan fungsi kultur (budaya). Hutan ini juga bisa buat sumber belajar anak-anak untuk pramuka dan mengenal hutan. Kawasan Hutan Adat Rimbo 7 Danau Hutan rimbo tujuh danau termasuk dalam hutan asli yang berasal dari tanah ulayat lokal dan pengunjung akan menilai dan mempersepsikan bagaimana daya tarik objek wisata ini untuk menjadi andalan daerah kabupaten Kampar Hutan rimbo tujuh danau termasuk dalam hutan asli yang berasal dari tanah ulayat lokal dan pengunjung akan menilai dan mempersepsikan bagaimana daya tarik objek wisata ini untuk menjadi andalan daerah kabupaten Kampar Masyarakat Desa Buluh cina pun memiliki kearifan lokal dalam menjaga Hutan terdiri dari nilai-nilai, norma, hukum-hukum, dan pengetahuan yang dibentuk dari ajaran agama, keperayan-kepercayaan, tata nilai tradisional, dan pengalamanpengalaman yang diwariskan ninik mamak yang membentuk sistem pengetahuan lokal yang digunakan oleh masyarakat untuk memanfaatkan, mengelola, serta menjaga hutan dan sumber daya yang terkandung didalamnya agar tetap lestari. Manfaat Hutan Adat rimbo 7 danau Sumber : Dok. Peneliti


Masyarakat Desa Buluh cina sudah menerapkan konservasi lingkungan. Yang mana hal ini dapat di lihat dari sekitaran hutan yang bersih dari sampah, kemudian juga terdapat laranganlarangan seperti tidak boleh menebang pohon yang terdapat di hutan, tidak boleh mengambil kayu dihutan, serta tidak boleh mengambil ikan dengan alat yang ilegal. Masyarakat Desa Buluh cina sudah menerapkan konservasi lingkungan. Yang mana hal ini dapat di lihat dari sekitaran hutan yang bersih dari sampah, kemudian juga terdapat laranganlarangan seperti tidak boleh menebang pohon yang terdapat di hutan, tidak boleh mengambil kayu dihutan, serta tidak boleh mengambil ikan dengan alat yang ilegal. Gajah Di Hutan Adat Rimbo 7 Danau Pada tahun 2019 terdapat 2 ekor gajah di hutan ini, namanya yang jantan Robin, yang betina Ngatini. Kemudian tahun 2019 lahir anaknya dan diberi nama Damar. Semua gajah yang ngasih nama itu Bapak Gubernur. Gajah Di Hutan Adat Rimbo 7 Danau Pada tahun 2019 terdapat 2 ekor gajah di hutan ini, namanya yang jantan Robin, yang betina Ngatini. Kemudian tahun 2019 lahir anaknya dan diberi nama Damar. Semua gajah yang ngasih nama itu Bapak Gubernur. Rekonstruksi Ilmiah Penyusunan kembali pengetahuan Sains yang ada di masyarakat menjadi Sains Ilmiah. Penyusunan kembali pengetahuan Sains yang ada di masyarakat menjadi Sains Ilmiah. 11 Danau Tanjung Putus Danau yang bernama Danau Tanjung Putus, yang mana Danau ini termasuk danau yang cukup besar dan terdapat 6 danau lagi yang dapat di jumpai disini. Hanya saja perlu penyewaan pompong sebagai transportasi untuk mengelilingi ketujuh danau disini. Danau yang bernama Danau Tanjung Putus, yang mana Danau ini termasuk danau yang cukup besar dan terdapat 6 danau lagi yang dapat di jumpai disini. Hanya saja perlu penyewaan pompong sebagai transportasi untuk mengelilingi ketujuh danau disini. Sumber : Dok. Peneliti Sumber : Dok. Peneliti


Rekonstruksi Ilmiah “Larangan-larangan yang ada dihutan ini yakni seperti tidak boleh menebang pohon, ngambil kayu dihutan, sama ngambil ikan pakai alat setruman. Sampah juga dibuang ditempatnya karena waktu itu ada mahasiswa penelitian yang membuatkan tempat sampah disini” “Larangan-larangan yang ada dihutan ini yakni seperti tidak boleh menebang pohon, ngambil kayu dihutan, sama ngambil ikan pakai alat setruman. Sampah juga dibuang ditempatnya karena waktu itu ada mahasiswa penelitian yang membuatkan tempat sampah disini” Pengetahuan masyarakat : dilarang menebang pohon karena akan dijatuhi hukumana adat dan tidak membuang sampah sembarangan. Pengetahuan sains : dengan menjaga keseimbangan ekosistem hutan dengan cara tidak menebang pohon dan tidak membuang sampah sembarangan dapat menjaga lingkungan dari pencemaran lingkungan dan bencana banjir. Pengetahuan masyarakat : dilarang menebang pohon karena akan dijatuhi hukumana adat dan tidak membuang sampah sembarangan. Pengetahuan sains : dengan menjaga keseimbangan ekosistem hutan dengan cara tidak menebang pohon dan tidak membuang sampah sembarangan dapat menjaga lingkungan dari pencemaran lingkungan dan bencana banjir. Menebang Pohon 12 Ekosistem adalah sebuah sistem ekologi yang dibentuk dari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan sekitarnya. Ekosistem juga bisa dimaknai sebagai tatanan kesatuan utuh dan menyeluruh yang terjadi antara unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi (Arohman & Priyandoko, 2016). Ekosistem adalah sebuah sistem ekologi yang dibentuk dari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan sekitarnya. Ekosistem juga bisa dimaknai sebagai tatanan kesatuan utuh dan menyeluruh yang terjadi antara unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi (Arohman & Priyandoko, 2016). Komponen biotik sering disebut juga sebagai komponen hidup. Hal tersebut dikarenakan, kelompok ini terdiri dari makhluk hidup yang hidup didalamnya. Komponen abiotik adalah komponen ekosistem yang terdiri atas benda mati. Meskipun demikian komponen ini juga sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan sistem ekologi. 1. 2. Komponen biotik sering disebut juga sebagai komponen hidup. Hal tersebut dikarenakan, kelompok ini terdiri dari makhluk hidup yang hidup didalamnya. Komponen abiotik adalah komponen ekosistem yang terdiri atas benda mati. Meskipun demikian komponen ini juga sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan sistem ekologi. 1. 2. Komponen Ekosistem Berdasarkan peran nya komponen biotik terbagi menjadi : Produsen, Konsumen, Pengurai Berdasarkan peran nya komponen biotik terbagi menjadi : Produsen, Konsumen, Pengurai Air, udara, cahaya matahari, tanah, letak geografis, iklim, ph merupakan bagian dari komponen abiotik Air, udara, cahaya matahari, tanah, letak geografis, iklim, ph merupakan bagian dari komponen abiotik Pak Alex


13 Pencemaran lingkungan didefinisikan sebagai perubahan faktor abiotik akibat kegiatan yang melebihi ambang batas toleransi ekosistem biotik. Misalnya saja penggunaan kendaraan bermotor ataupun alat pengolah bahan baku yang terkadang tidak sesuai dengan standarisasi lingkungan (Dewata, 2018). Ada dua jenis bahan dalam pencemaran: Pencemaran lingkungan didefinisikan sebagai perubahan faktor abiotik akibat kegiatan yang melebihi ambang batas toleransi ekosistem biotik. Misalnya saja penggunaan kendaraan bermotor ataupun alat pengolah bahan baku yang terkadang tidak sesuai dengan standarisasi lingkungan (Dewata, 2018). Ada dua jenis bahan dalam pencemaran: Pencemaran Air Polusi air dapat disebabkan oleh beberapa jenis pencemar sebagai berikut: Pembuangan limbah industri, sisa insektisida, dan pembuangan sampah domestik, misalnya, sisa detergen mencemari air. Pencemaran Air Polusi air dapat disebabkan oleh beberapa jenis pencemar sebagai berikut: Pembuangan limbah industri, sisa insektisida, dan pembuangan sampah domestik, misalnya, sisa detergen mencemari air. Pencemaran Udara Pencemar udara dapat berupa gas dan partikel. Contohnya sebagai berikut: Gas HzS. Gas ini bersifat racun, terdapat di kawasan Gunung berapi, bisa juga dihasilkan dari pembakaran minyak bumi dan batu bara. Pencemaran Udara Pencemar udara dapat berupa gas dan partikel. Contohnya sebagai berikut: Gas HzS. Gas ini bersifat racun, terdapat di kawasan Gunung berapi, bisa juga dihasilkan dari pembakaran minyak bumi dan batu bara. Pencemaran Tanah Pencemaran tanah disebabkan oleh beberapa jenis pencemaran berikut ini : Sampah-sampah plastik yang sukar hancur, botol, karet sintesis, pecahan kaca, dan kaleng. Detergen yang bersifat non bio degradable (secara alami sulit diuraikan). Pencemaran Tanah Pencemaran tanah disebabkan oleh beberapa jenis pencemaran berikut ini : Sampah-sampah plastik yang sukar hancur, botol, karet sintesis, pecahan kaca, dan kaleng. Detergen yang bersifat non bio degradable (secara alami sulit diuraikan). Sumber : Google.com Sumber : Google.com Sumber : Google.com Sumber : Google.com


14 Pak Alex Hutan ini dijadikan sebagai wisata itu tahun 2017. Tidak lama setelah itu, hutan ini dikirimkan sepasang gajah dari Minas. Kalau ada hewan dihutan yang keluar ke pemukiman, maka warga akan mengembalikannya ke hutan, kalau hewan tersebut terluka maka hewan akan diobati terlebih dahulu kemudian dikembalikan ke hutan. Hutan ini dijadikan sebagai wisata itu tahun 2017. Tidak lama setelah itu, hutan ini dikirimkan sepasang gajah dari Minas. Kalau ada hewan dihutan yang keluar ke pemukiman, maka warga akan mengembalikannya ke hutan, kalau hewan tersebut terluka maka hewan akan diobati terlebih dahulu kemudian dikembalikan ke hutan. Konservasi adalah upaya, langkah dan metode pengelolaan dan penggunaan biosfer secara bijaksana agar memperoleh keuntungan terbesar secara lestari untuk generasi sekarang dengan tetap terpelihara potensi untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi yang akan datang (Rachman, 2012). Konservasi adalah upaya, langkah dan metode pengelolaan dan penggunaan biosfer secara bijaksana agar memperoleh keuntungan terbesar secara lestari untuk generasi sekarang dengan tetap terpelihara potensi untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi yang akan datang (Rachman, 2012). Konservasi satwa liar Kegiatan pelestarian dan perlindungan hewan dan habitatnya untuk memastikan generasi mendatang dapat melihat dan mengetahui keadaan alami dan spesies yang hidup di dalamnya. Dengan mempelajari dan memahami ekosistem satwa liar, kita dapat melindungi dan menjaga habitat mereka. Manfaatnya secara langsung dan tidak langsung berpengaruh pada keadaan dan kualitas lingkungan dan manusia. Konservasi satwa liar Kegiatan pelestarian dan perlindungan hewan dan habitatnya untuk memastikan generasi mendatang dapat melihat dan mengetahui keadaan alami dan spesies yang hidup di dalamnya. Dengan mempelajari dan memahami ekosistem satwa liar, kita dapat melindungi dan menjaga habitat mereka. Manfaatnya secara langsung dan tidak langsung berpengaruh pada keadaan dan kualitas lingkungan dan manusia. Konservasi bertujuan untuk memelihara proses ekologi penting dan sistem pendukung kehidupan, Melestarikan keanekaragaman genetik, Upaya konservasi dilakukan guna memastikan pemanfaatan spesies dan ekosistem yang berkelanjutan. Melindungi benda-benda cagar alam yang dilakukan secara langsung seperti membersihkan, memelihara, dan memperbaiki secara fisik atau dari faktor lingkungan yang dapat merusak benda-benda tersebut, Tujuan Konservasi 1. 2. 3. 4. Konservasi bertujuan untuk memelihara proses ekologi penting dan sistem pendukung kehidupan, Melestarikan keanekaragaman genetik, Upaya konservasi dilakukan guna memastikan pemanfaatan spesies dan ekosistem yang berkelanjutan. Melindungi benda-benda cagar alam yang dilakukan secara langsung seperti membersihkan, memelihara, dan memperbaiki secara fisik atau dari faktor lingkungan yang dapat merusak benda-benda tersebut, Tujuan Konservasi 1. 2. 3. 4.


KD 3.8 Menganalisis terjadinya pencemaran lingkungan dan dampaknya bagi ekosistem KD 3.8 Menganalisis terjadinya pencemaran lingkungan dan dampaknya bagi ekosistem 15 Hutan Adat Rimbo Tujuh Danau dapat dijadikan sumber belajar bagi siswa. Sehingga guru dapat menjadikan Hutan ini sebagai objek wisata hiburan serta sebagai sumber belajar. Hutan Adat Rimbo Tujuh Danau dapat dijadikan sumber belajar bagi siswa. Sehingga guru dapat menjadikan Hutan ini sebagai objek wisata hiburan serta sebagai sumber belajar. KD 3.2 Mengklasifikasikan makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati KD 3.2 Mengklasifikasikan makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati Ciri-ciri makhluk hidup Perbedaan antara makhluk hidup dan benda tak hidup Mengidentifikasi makhluk hidup dan benda tak hidup Ciri-ciri makhluk hidup Perbedaan antara makhluk hidup dan benda tak hidup Mengidentifikasi makhluk hidup dan benda tak hidup Pencemaran udara Pencemaran air Pencemaran tanah Dampak pencemaran bagi ekosistem Pencemaran udara Pencemaran air Pencemaran tanah Dampak pencemaran bagi ekosistem KD 4.2 Menyajikan hasil pengklasifikasian makhluk hidup dan benda dilingkungan sekitar berdasarkan karakteristik yang diamati KD 4.2 Menyajikan hasil pengklasifikasian makhluk hidup dan benda dilingkungan sekitar berdasarkan karakteristik yang M diamati akhluk hidup yang berukuran kecil (Kingdom Monera dan Protista) Makhluk hidup yang termasuk ke dalam kingdom animalia, plantae, dan fungi. Makhluk hidup yang berukuran kecil (Kingdom Monera dan Protista) Makhluk hidup yang termasuk ke dalam kingdom animalia, plantae, dan fungi.


Desa Sungai Salak Kec. Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau IKAN LARANGAN IKAN LARANGAN


Menabur Bibit Kearifan lokal sungai larangan ini sudah ada sejak 5 tahun terakhir. Awal mula adanya Ikan larangan yaitu banyak masyarakat yang membuang sampah di sungai sehingga sungai menjadi kotor, banyak lumut-lumut dan terjadinya pendangkalan sungai. Maka, para masyarakat melarang masyarakat lain yang berada di sekitar untuk membuang sampah sembarangan ke sungai. Kearifan lokal sungai larangan ini sudah ada sejak 5 tahun terakhir. Awal mula adanya Ikan larangan yaitu banyak masyarakat yang membuang sampah di sungai sehingga sungai menjadi kotor, banyak lumut-lumut dan terjadinya pendangkalan sungai. Maka, para masyarakat melarang masyarakat lain yang berada di sekitar untuk membuang sampah sembarangan ke sungai. 17 Ikan Larangan Ikan larangan yang berlokasi di Sungai Salak hulu di Desa Sei Salak Kecamatan Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu. Penamaan ikan larangan dikarenakan agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan disungai dan mengambil ikan yang ada di sungai yang disebut juga dengan sungai larangan. Ikan larangan yang berlokasi di Sungai Salak hulu di Desa Sei Salak Kecamatan Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu. Penamaan ikan larangan dikarenakan agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan disungai dan mengambil ikan yang ada di sungai yang disebut juga dengan sungai larangan. Masyarakat juga menaburkan bibit-bibit ikan kedalam sungai seperti bibit ikan emas, nila, lele dan jenis ikan sungai lainnya guna membersihkan ataupun menjaga sungai dan juga melarang masyarakat untuk mengambil ikan yang ada disungai tersebut sampai batas waktu yang telah ditentukan. Jika masih ada warga yang melanggar aturan maka akan dikenai sanksi yaitu dengan membayar denda sebanyak Rp.3.000.000. Maka dari itu masyarakat menamai sungai tersebut dengan Sungai larangan ataupun Ikan larangan. Masyarakat juga menaburkan bibit-bibit ikan kedalam sungai seperti bibit ikan emas, nila, lele dan jenis ikan sungai lainnya guna membersihkan ataupun menjaga sungai dan juga melarang masyarakat untuk mengambil ikan yang ada disungai tersebut sampai batas waktu yang telah ditentukan. Jika masih ada warga yang melanggar aturan maka akan dikenai sanksi yaitu dengan membayar denda sebanyak Rp.3.000.000. Maka dari itu masyarakat menamai sungai tersebut dengan Sungai larangan ataupun Ikan larangan. Sumber : Google.com Sumber : Google.com


18 Pembukaan sungai larangan ini dibuka dalam kurun waktu setahun sekali. Setiap pembukaan Sungai larangan ini dilakukan oleh Bupati Rokan Hulu Pembukaan Sungai larangan ini hanya dibuka selama 4 har i. Dimana dalam 2 har i per tama dibuka untuk masyarakat sekitar Desa Sei Salak dan 2 har i terakhi r dibuka untuk masyarakat dar i luar Desa Sei Salak. Saat pembukaan sungai larangan dapat menghasilkan satu ton ikan dengan pendapatan totalnya Rp. 16.000.000. Hasil dar i pembukaan ikan larangan atau Sungai larangan ini digunakan untuk kebutuhan Desa dan pembelian bibit ikan baru yang akan di taburkan kembali kedalam Sungai. Pembukaan sungai larangan ini dibuka dalam kurun waktu setahun sekali. Setiap pembukaan Sungai larangan ini dilakukan oleh Bupati Rokan Hulu Pembukaan Sungai larangan ini hanya dibuka selama 4 har i. Dimana dalam 2 har i per tama dibuka untuk masyarakat sekitar Desa Sei Salak dan 2 har i terakhi r dibuka untuk masyarakat dar i luar Desa Sei Salak. Saat pembukaan sungai larangan dapat menghasilkan satu ton ikan dengan pendapatan totalnya Rp. 16.000.000. Hasil dar i pembukaan ikan larangan atau Sungai larangan ini digunakan untuk kebutuhan Desa dan pembelian bibit ikan baru yang akan di taburkan kembali kedalam Sungai. “Sebetulnya Sungainya udah kotor diakan. Orang buang-buang sampah banyak jugakan jadi ada inisiatif dari masyarakat dusun ni kan bikin ikan larangan biar bisa dilarang orang-orang buang sampah disungai pun bisa dilarangkan dan airnya bisa bersih karena ada yang makan nya (lumut) kan” “Sebetulnya Sungainya udah kotor diakan. Orang buang-buang sampah banyak jugakan jadi ada inisiatif dari masyarakat dusun ni kan bikin ikan larangan biar bisa dilarang orang-orang buang sampah disungai pun bisa dilarangkan dan airnya bisa bersih karena ada yang makan nya (lumut) kan” Indegeneous Science Rekonstruksi Ilmiah Sumber : Google.com


19 Pengetahuan Ilmiah Pelarangan membuang sampah ke sungai Pelarangan membuang sampah ke sungai Sampah yang sering dibuang kedalam dungai yaitu sampah rumah tangga seperti sampah organik, sampah plastik, sampah kertas, sampah kaca, sampah logam dan sampah elektronik. tentunya sampah tersebut memiliki kandungan yang membahayakan makhluk hidup yang berada di sungai. beberapa kandungan yang ada di deterjen yaitu fosfat (PO4) yang dapat menyebabkan pertumbuhan alga yang berlebihan dalam air, yang dikenal sebagai eutrofikasi. selanjutnya surfaktan dapat mengubah sifat permukaan air dan menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan ikan yang bergantung pada oksigen di permukaan air (Widiyanto et al., 2015). Sampah yang sering dibuang kedalam dungai yaitu sampah rumah tangga seperti sampah organik, sampah plastik, sampah kertas, sampah kaca, sampah logam dan sampah elektronik. tentunya sampah tersebut memiliki kandungan yang membahayakan makhluk hidup yang berada di sungai. beberapa kandungan yang ada di deterjen yaitu fosfat (PO4) yang dapat menyebabkan pertumbuhan alga yang berlebihan dalam air, yang dikenal sebagai eutrofikasi. selanjutnya surfaktan dapat mengubah sifat permukaan air dan menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan ikan yang bergantung pada oksigen di permukaan air (Widiyanto et al., 2015). Menangkapkan ikan dengan menggunakan pancing. Menangkapkan ikan dengan menggunakan pancing. Masyarakat sangat di anjurkan untuk Penangkapan ikan dengan menggunakan pancing karena tidak merusak ekosistem Sungai. Hal tersebut dikarenakan masih banyak manusia yang menangkap ikan dengan menggunakan racun ikan. salah satu contoh nya racun rotenon yang memiliki dampak bahaya pada manusia dan ikan termasuk iritasi pada kulit dan saluran pernapasan, serta keracunan jika terjadi paparan berlebihan (Rahayaan et al., 2020). Masyarakat sangat di anjurkan untuk Penangkapan ikan dengan menggunakan pancing karena tidak merusak ekosistem Sungai. Hal tersebut dikarenakan masih banyak manusia yang menangkap ikan dengan menggunakan racun ikan. salah satu contoh nya racun rotenon yang memiliki dampak bahaya pada manusia dan ikan termasuk iritasi pada kulit dan saluran pernapasan, serta keracunan jika terjadi paparan berlebihan (Rahayaan et al., 2020). Dilarang mengambil ikan dengan batas waktu yang telah ditentukan Dilarang mengambil ikan dengan batas waktu yang telah ditentukan Pelarangan menangkap ikan dalam batas waktu tertentu dapat memberikan waktu ikan-ikan untuk mengalami perkembangbiakan di Sungai sehingga ikan dapat berkembang biak dengan baik. Karena ikan berkembang biak secara bertelur. Sekali bertelur ikan dapat menghasil kan ribuan telur dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menestaskan telur-telurnya dan berkembang menjadi ikan-ikan yang baru. Hal ini menunjukan bentuk konservasi ikan dan biota perairan lainnya. Pelarangan menangkap ikan dalam batas waktu tertentu dapat memberikan waktu ikan-ikan untuk mengalami perkembangbiakan di Sungai sehingga ikan dapat berkembang biak dengan baik. Karena ikan berkembang biak secara bertelur. Sekali bertelur ikan dapat menghasil kan ribuan telur dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menestaskan telur-telurnya dan berkembang menjadi ikan-ikan yang baru. Hal ini menunjukan bentuk konservasi ikan dan biota perairan lainnya.


20 Tradisi ikan larangan ini memiliki potensi yang bisa dijadikan sebagai sumber belajar IPA khususnya bagi guru yang mengajar di provinsi Riau lebih tepatnya di Rokan Hulu . Tradisi ikan larangan memiliki sebuah konsep IPA pada materi Ekologi dan Keseimbangan Lingkungan. Tradisi ikan larangan ini memiliki potensi yang bisa dijadikan sebagai sumber belajar IPA khususnya bagi guru yang mengajar di provinsi Riau lebih tepatnya di Rokan Hulu . Tradisi ikan larangan memiliki sebuah konsep IPA pada materi Ekologi dan Keseimbangan Lingkungan. Sei Salak Hulu merupakan salah satu Sungai kecil yang ada di Rokan Hulu. Sungai Salak Hulu terletak di Desa Sei Salak Kecamatan Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu. Sungai tersebut dijadikan sebagai sungai larangan atau ikan larangan yang ditetapkan ileh warga sekitar. Sei Salak Hulu merupakan salah satu Sungai kecil yang ada di Rokan Hulu. Sungai Salak Hulu terletak di Desa Sei Salak Kecamatan Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu. Sungai tersebut dijadikan sebagai sungai larangan atau ikan larangan yang ditetapkan ileh warga sekitar. Pembukaan ikan larangan atau sungai larangan dilakukan dalam kurun waktu satu tahun sekali dan dibuka oleh Bupati Rokan Hulu yang sudah menjadi tradisi di Desa Sei Salak sejak lima tahun terakhir. Kearifan lokal ini atau tradisi menetapkan peraturan guna menjaga dan melestarikan lingkungan. Maka potensi kearifan lokal sungai larangan atau ikan larangan ini yang dapat dikaitkan dengan pembelajaran IPA yaitu : Pembukaan ikan larangan atau sungai larangan dilakukan dalam kurun waktu satu tahun sekali dan dibuka oleh Bupati Rokan Hulu yang sudah menjadi tradisi di Desa Sei Salak sejak lima tahun terakhir. Kearifan lokal ini atau tradisi menetapkan peraturan guna menjaga dan melestarikan lingkungan. Maka potensi kearifan lokal sungai larangan atau ikan larangan ini yang dapat dikaitkan dengan pembelajaran IPA yaitu : KD 3.7 Menganalisis interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya sertadinamika populasi akibat interaksi tersebut. KD4.7 Menyajikan hasil pengamatan terhadap interaksi makhluk hidup dan lingkungan nya. KD 3.7 Menganalisis interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya sertadinamika populasi akibat interaksi tersebut. KD4.7 Menyajikan hasil pengamatan terhadap interaksi makhluk hidup dan lingkungan nya. KD 3.8 Menganalisis terjadinya pencemaran lingkungan dan dampaknya bagi ekosistem. 4.8 Mmebuat tulisan gagasan penyelesaian masalah pencemaran lingkungan berdasarkan hasil pengamatan. KD 3.8 Menganalisis terjadinya pencemaran lingkungan dan dampaknya bagi ekosistem. 4.8 Mmebuat tulisan gagasan penyelesaian masalah pencemaran lingkungan berdasarkan hasil pengamatan.


Desa Sapat Kec. Kuala Indragiri, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau KAPUR SIRIH LOKAN KAPUR SIRIH LOKAN


22 Tradisi ini berawal dari suku Banjar di Desa Sapat kecamatan Kuala Indragiri. Pembuatan kapur sirih dari cangkang Lokan ini dikarenakan banyaknya limbah cangkang Lokan di lingkungan sekitar rumah dan banyaknya minat dan penggunaan kapur sirih sehingga masyarakat Suku Banjar di Desa Sapat kecamatan Kuala Indragiri memanfaatkan hal tersebut sebagai sumber mata pencarian. Tradisi ini berawal dari suku Banjar di Desa Sapat kecamatan Kuala Indragiri. Pembuatan kapur sirih dari cangkang Lokan ini dikarenakan banyaknya limbah cangkang Lokan di lingkungan sekitar rumah dan banyaknya minat dan penggunaan kapur sirih sehingga masyarakat Suku Banjar di Desa Sapat kecamatan Kuala Indragiri memanfaatkan hal tersebut sebagai sumber mata pencarian. Kapur Sirih Lokan Kapur sirih adalah kalsium hidroksida Ca(OH)2 yang berupa bubuk berwarna putih dan tidak berbau. Kapur sirih adalah kalsium hidroksida Ca(OH)2 yang berupa bubuk berwarna putih dan tidak berbau. Kerang Lokan (Geloina erosa) banyak ditemukan di Hutan Mangrove di sekitar daerah aliran Sungai. Kerang lokan (Geloina erosa) hidup di dasar perairan yang memiliki struktur tanah lempung berpasir dan tumbuhannya didominasi oleh Nypa fruticants. Kerang Lokan (Geloina erosa) banyak ditemukan di Hutan Mangrove di sekitar daerah aliran Sungai. Kerang lokan (Geloina erosa) hidup di dasar perairan yang memiliki struktur tanah lempung berpasir dan tumbuhannya didominasi oleh Nypa fruticants. Kapur Sirih Lokan Kapur sirih dari cangkang Lokan (Geloina erosa) berwarna putih, kapur sirih memiliki rasa yang pahit. Kapur sirih dari cangkang Lokan (Geloina erosa) selain digunakan untuk menyirih juga digunakan dalam pembuatan kue, misalnya untuk campuran dalam adonan tepung pisang goreng dan kue lainnya. Kapur sirih dari cangkang Lokan (Geloina erosa) berwarna putih, kapur sirih memiliki rasa yang pahit. Kapur sirih dari cangkang Lokan (Geloina erosa) selain digunakan untuk menyirih juga digunakan dalam pembuatan kue, misalnya untuk campuran dalam adonan tepung pisang goreng dan kue lainnya. Sumber : Google.com Sumber : Dok. Peneliti


23 Pembuatan kapur sirih menggunakan cangkang lokan (geloina erosa) dilakukan cara cangkang lokan (geloina erosa) dicuci hingga bersih kemudian dijemur. Pada saat cangkang lokan sudah kering, kemudian cangkang dibakar menggunakan tungku dan arang atau kayu kering selama 1 – 2 jam hingga cangkang lokan (geloina erosa) berubah warna menjadi putih. Setelah itu, letakkan cangkang lokan (geloina erosa) dalam wadah tumbuk dengan menggunakan batu giling. Langkah terakhir, saring cangkang lokan (geloina erosa) yang sudah halus menggunakan penyaring dan kapur sirih siap disajikan. Apabila ingin membuat kapur sirih basah maka tambahkan air secukupnya dan diamkan dalam wadah beberapa saat hingga air meresap pada kapur sirih lokan (geloina erosa). Pembuatan kapur sirih menggunakan cangkang lokan (geloina erosa) dilakukan cara cangkang lokan (geloina erosa) dicuci hingga bersih kemudian dijemur. Pada saat cangkang lokan sudah kering, kemudian cangkang dibakar menggunakan tungku dan arang atau kayu kering selama 1 – 2 jam hingga cangkang lokan (geloina erosa) berubah warna menjadi putih. Setelah itu, letakkan cangkang lokan (geloina erosa) dalam wadah tumbuk dengan menggunakan batu giling. Langkah terakhir, saring cangkang lokan (geloina erosa) yang sudah halus menggunakan penyaring dan kapur sirih siap disajikan. Apabila ingin membuat kapur sirih basah maka tambahkan air secukupnya dan diamkan dalam wadah beberapa saat hingga air meresap pada kapur sirih lokan (geloina erosa). Proses Pembakaran Lokan Proses Penggilingan Lokan Lokan banyak ditemukan disekitar rumah, Kayu pembakaran adalah kayu kering tidak diharuskan menggunakan kayu khusus, Cangkang lokan di cuci, Cangkang lokan dikeringkan dan dibakar , Kapur Sirih Lokan basah dan kering, Kapur memiliki rasa pahit, Kapur sirih digunakan untuk memakan sirih dan pembuatan kue Lokan banyak ditemukan disekitar rumah, Kayu pembakaran adalah kayu kering tidak diharuskan menggunakan kayu khusus, Cangkang lokan di cuci, Cangkang lokan dikeringkan dan dibakar , Kapur Sirih Lokan basah dan kering, Kapur memiliki rasa pahit, Kapur sirih digunakan untuk memakan sirih dan pembuatan kue Indegeneous Science Rekonstruksi Ilmiah Sumber : Dok. Peneliti Sumber : Dok. Peneliti


24 Pengetahuan Ilmiah Lokan banyak ditemukan di sungai pada sekitaran rumah Lokan banyak ditemukan di sungai pada sekitaran rumah Sungai merupakan salah satu habitat yang penting bagi berbagai jenis lokan. Lokan sering ditemukan di sungai karena sungai menyediakan kondisi lingkungan yang sesuai bagi mereka selanjutnya Sungai umumnya memiliki aliran air yang cukup, baik itu aliran yang lemah maupun yang kuat. Aliran air yang konstan membantu memastikan pasokan oksigen yang cukup bagi lokan untuk bernapas dan memenuhi kebutuhan fisiologis mereka Kemudian Sungai dapat menyediakan variasi lingkungan, mulai dari daerah dangkal dengan arus lambat hingga daerah dalam dengan arus yang lebih kuat. Hal ini memungkinkan berbagai jenis lokan untuk menghuni berbagai zona dalam sungai yang sesuai dengan preferensi mereka (Hasan, 2014). Sungai merupakan salah satu habitat yang penting bagi berbagai jenis lokan. Lokan sering ditemukan di sungai karena sungai menyediakan kondisi lingkungan yang sesuai bagi mereka selanjutnya Sungai umumnya memiliki aliran air yang cukup, baik itu aliran yang lemah maupun yang kuat. Aliran air yang konstan membantu memastikan pasokan oksigen yang cukup bagi lokan untuk bernapas dan memenuhi kebutuhan fisiologis mereka Kemudian Sungai dapat menyediakan variasi lingkungan, mulai dari daerah dangkal dengan arus lambat hingga daerah dalam dengan arus yang lebih kuat. Hal ini memungkinkan berbagai jenis lokan untuk menghuni berbagai zona dalam sungai yang sesuai dengan preferensi mereka (Hasan, 2014). Kayu pembakaran adalah kayu kering Kayu pembakaran adalah kayu kering Kayu kering memiliki kadar air yang rendah, sehingga pada saat pembakaran dapat dengan mudah terbakar. Kadar H2O yang tinggi ditemukan pada kayu yang baru saja ditebang, sehingga pada saat pembakaran akan sulit menghidupkan api dan menjadikannya bara. Kayu kering memiliki kadar air yang rendah, sehingga pada saat pembakaran dapat dengan mudah terbakar. Kadar H2O yang tinggi ditemukan pada kayu yang baru saja ditebang, sehingga pada saat pembakaran akan sulit menghidupkan api dan menjadikannya bara. Kapur Sirih Lokan basah dan kering dan rasa nya pahit Kapur Sirih Lokan basah dan kering dan rasa nya pahit Kapur sirih mengandung senyawa kalsium hidroksida dan mengandung sifat basa kuat. Akaline pada kapur ini juga disebut sangat tinggi hingga (pH 11-12,5). Kapur sirih kering memiliki kadar H2O hampir tidak ada ada sedangkan kapur sirih basah mengandung H2O sehingga ketahanannya menjadi lebih rendah. Kapursirih mengandung senyawa kalsium hidroksida dan mengandung sifat basa kuat. Akaline pada kapur ini juga disebut sangat tinggi hingga (pH 11-12,5). Kapur sirih mengandung senyawa kalsium hidroksida dan mengandung sifat basa kuat. Akaline pada kapur ini juga disebut sangat tinggi hingga (pH 11-12,5). Kapur sirih kering memiliki kadar H2O hampir tidak ada ada sedangkan kapur sirih basah mengandung H2O sehingga ketahanannya menjadi lebih rendah. Kapursirih mengandung senyawa kalsium hidroksida dan mengandung sifat basa kuat. Akaline pada kapur ini juga disebut sangat tinggi hingga (pH 11-12,5).


Tradisi pembuatan kapur sirih lokan memiliki potensi sebagai sumber belajar IPA. Guru IPA khususnya Provinsi Riau dapat menggunakan konteks kearifan lokal ini dalam pembelajaran zat dan karakteristiknya. Proses pembuatan kapur sirih oleh suku Banjar Desa dapat dengan cara dibakar memiliki muatan konsep IPA. Guru juga dapat melaksanakan pembelajaran IPA dengan metode PBL (Problem Based Learning) dengan pendekatan saintifik. Siswa dapat melaksanakan praktikum IPA dengan memanfaatkan kapur sirih. Tradisi pembuatan kapur sirih lokan memiliki potensi sebagai sumber belajar IPA. Guru IPA khususnya Provinsi Riau dapat menggunakan konteks kearifan lokal ini dalam pembelajaran zat dan karakteristiknya. Proses pembuatan kapur sirih oleh suku Banjar Desa dapat dengan cara dibakar memiliki muatan konsep IPA. Guru juga dapat melaksanakan pembelajaran IPA dengan metode PBL (Problem Based Learning) dengan pendekatan saintifik. Siswa dapat melaksanakan praktikum IPA dengan memanfaatkan kapur sirih. 25 KD 3.3 Memahami konsep campuran dan zat tunggal (unsure dan senyawa), sifatfisika dan kimia, perubahan fisika dan kimia dalam kehidupan sehari-hari. KD 4.3 Menyajikan hasil penyelidikan atau karya tentang sifat larutan, perubahan fisika dan perubahan kimia, atau pemisahan campuran KD 3.3 Memahami konsep campuran dan zat tunggal (unsure dan senyawa), sifatfisika dan kimia, perubahan fisika dan kimia dalam kehidupan sehari-hari. KD 4.3 Menyajikan hasil penyelidikan atau karya tentang sifat larutan, perubahan fisika dan perubahan kimia, atau pemisahan campuran Materi Zat Padat, Cair, dan Gas Unsur, Senyawa, dan Campuran Sifat fisika dan kimia Perubahan sifat fisika dan sifat kimia Zat dan Karakteristiknya Zat Padat, Cair, dan Gas Unsur, Senyawa, dan Campuran Sifat fisika dan kimia Perubahan sifat fisika dan sifat kimia Zat dan Karakteristiknya


Kota Dumai , Provinsi Riau LAMPU COLOK


27 Lampu Colok Kearifan lokal lampu colok ini di lakukan oleh masyarakat Melayu yang ada di Kota Dumai Provinsi Riau. Masyarakat Dumai zaman dulu masih kental dengan mitos-mitos yang melekat pada diri masing-masing anggota masyarakatnya. Masyarakat zaman dulu percaya bahwa setiap bulan Ramadhan roh-roh para leluhur pulang ke rumah, oleh karena itu harus menerangi rumah dengan lampu colok. Kearifan lokal lampu colok ini di lakukan oleh masyarakat Melayu yang ada di Kota Dumai Provinsi Riau. Masyarakat Dumai zaman dulu masih kental dengan mitos-mitos yang melekat pada diri masing-masing anggota masyarakatnya. Masyarakat zaman dulu percaya bahwa setiap bulan Ramadhan roh-roh para leluhur pulang ke rumah, oleh karena itu harus menerangi rumah dengan lampu colok. Tradisi ini dilakukan sebagai penerangan ketika belum adanya listrik, lampu colok ini pada zaman dulu digunakan sebagai penerang jalan menuju masjid atau mushola. Selain itu pada zaman dulu ada juga masyarakat yang membuat colok dari bambu yang dipasang di depan rumahnya dengan tujuan memudahkan penglihatan di malam hari dan selain itu memberikan semangat masyarakat untuk pergi ke masjid. Tradisi ini dilakukan sebagai penerangan ketika belum adanya listrik, lampu colok ini pada zaman dulu digunakan sebagai penerang jalan menuju masjid atau mushola. Selain itu pada zaman dulu ada juga masyarakat yang membuat colok dari bambu yang dipasang di depan rumahnya dengan tujuan memudahkan penglihatan di malam hari dan selain itu memberikan semangat masyarakat untuk pergi ke masjid. Seiring dengan berjalannya waktu, sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi turun temurun, masyarakat Melayu menjelang penghujung bulan Ramadhan menggunakan penerangan colok ini sebagai hiasan di depan rumah,terutama dalam menghadapi malam lailatul qadar, yang puncaknya akan menyalakan lampu colok di seluruh pelosok kampung pada malam ke-27,kemudian lampu colok tersebut disusun hingga menyerupai kubah – kubah masjid dan hiasan kaligrafi. Untuk melestarikan tradisi ini, maka tiap 27 Ramadhan diadakan Festival Lampu Colok. Seiring dengan berjalannya waktu, sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi turun temurun, masyarakat Melayu menjelang penghujung bulan Ramadhan menggunakan penerangan colok ini sebagai hiasan di depan rumah,terutama dalam menghadapi malam lailatul qadar, yang puncaknya akan menyalakan lampu colok di seluruh pelosok kampung pada malam ke-27,kemudian lampu colok tersebut disusun hingga menyerupai kubah – kubah masjid dan hiasan kaligrafi. Untuk melestarikan tradisi ini, maka tiap 27 Ramadhan diadakan Festival Lampu Colok. Sumber : Google.com


Setiap kelompok terdiri dari beberapa orang. Jumlahnya ditentukan minal dalam satu kelompok pembuatan lampu colok terdiri dari 10 orang dan maksimal tidak terbatas. Setelah terjadi pembagian kelompok maka dibentuklah struktur kelompok yang terdiri dari satu ketua kelompok dan yang lainnya sebagai anggota kelompok. Setelah terbentuk struktur tersebut langkah selanjutnya adalah memulai dengan persiapan pembuatan lampu colok. lampu colok ini dimulai dengan pembagian tugas oleh setiap ketua masingmasing kelompok. Dalam pembagian tugas pembuatan lampu colok setiap ketua kelompok memberi tugas masingmasing anggotanya. Kemudian mewakilkan beberapa orang untuk persiapan pembuatan lampu colok. sekitar 7-10 orang untuk mempersiapkan bahan-bahan yang digunakan membuat lampu coloknya seperti : kaleng-kaleng bekas, kawat duri, kawat punai, kawat halus, sumbu kompor, paku, tali rafia dan minyak tanah. Setiap kelompok terdiri dari beberapa orang. Jumlahnya ditentukan minal dalam satu kelompok pembuatan lampu colok terdiri dari 10 orang dan maksimal tidak terbatas. Setelah terjadi pembagian kelompok maka dibentuklah struktur kelompok yang terdiri dari satu ketua kelompok dan yang lainnya sebagai anggota kelompok. Setelah terbentuk struktur tersebut langkah selanjutnya adalah memulai dengan persiapan pembuatan lampu colok. lampu colok ini dimulai dengan pembagian tugas oleh setiap ketua masingmasing kelompok. Dalam pembagian tugas pembuatan lampu colok setiap ketua kelompok memberi tugas masingmasing anggotanya. Kemudian mewakilkan beberapa orang untuk persiapan pembuatan lampu colok. sekitar 7-10 orang untuk mempersiapkan bahan-bahan yang digunakan membuat lampu coloknya seperti : kaleng-kaleng bekas, kawat duri, kawat punai, kawat halus, sumbu kompor, paku, tali rafia dan minyak tanah. Pembersihan Lahan Membersihkan tapak atau lokasi lampu colok. Pembersihan lokasi menggunakan alat sederhana yaitu dengan menggunakan cangkul, belati, arit. Pembersihan ini dilakukan sebagai landasan dasar pembuatan lampu colok karena tempat yang digunakan untuk pembuatan lampu colok haruslah tempat yang bersih dari berbagai tanaman pengganggu. Membersihkan tapak atau lokasi lampu colok. Pembersihan lokasi menggunakan alat sederhana yaitu dengan menggunakan cangkul, belati, arit. Pembersihan ini dilakukan sebagai landasan dasar pembuatan lampu colok karena tempat yang digunakan untuk pembuatan lampu colok haruslah tempat yang bersih dari berbagai tanaman pengganggu. 28 Proses Pembuatan Lampu Colok Proses Pembuatan Lampu Colok Pembentukan Kelompok Sumber : Google.com Sumber : Google.com


Pembuatan Gapura Pada tahap ini para pendiri lampu colok mempersiapkan peralatan dan perlengkapan yang akan digunakan seperti, parang, kayu, paku, tali, gergaji dan lainya. Setelah persiapan selesai proses yang dilakukan adalah membuat lubang. Proses pembuatan lubang dilakukan dengan cara menggali tanah dengan menggunakan cangkul. Kedalaman tanah disesuaikan dengan panjang sekitar 50 cm. setelah selesai proses pembuatan lubang maka tahap selanjutnya selanjutnya yaitu mendirikan gapura yang mana tugas yang diberikan sudah di ketahui masing-masing anggota. Pada tahap ini para pendiri lampu colok mempersiapkan peralatan dan perlengkapan yang akan digunakan seperti, parang, kayu, paku, tali, gergaji dan lainya. Setelah persiapan selesai proses yang dilakukan adalah membuat lubang. Proses pembuatan lubang dilakukan dengan cara menggali tanah dengan menggunakan cangkul. Kedalaman tanah disesuaikan dengan panjang sekitar 50 cm. setelah selesai proses pembuatan lubang maka tahap selanjutnya selanjutnya yaitu mendirikan gapura yang mana tugas yang diberikan sudah di ketahui masing-masing anggota. 29 Membuat Kerangka Lampu Membuat kerangka atau desain lampu colok yang telah dibuat dengan menggunakan kawat. Menurut Riono desain pada lampu colok ini biasanya dibuat berbentuk masjid. Dalam proses ini membutuhkan waktu 2 sampai 3 hari. Setelah kerangka atau desain telah jadi barulah dipasang pada tiang yang telah ditancapkan tadi. Meletakkan desain atau motif pada gapura proses ini dilakukan dengan cara bersama-sama dan hanya membutuhkan waktu sekitar dua jam. Dan selanjutnya setelah desain terpasang membuat tempat gantungan lampu coloknya. Tempat gantungan lampu colok dibuat semenarik mungkin dengan cara diatur dengan jarak sekian agar terlihat indah ketika dipasangkan lampu colok. dan selanjutnya apabila semuanya telah selesai maka kelompok memasang atau meletakkan lampu colok pada tempat yang telah di persiapkan. Dalam tradisi lampu colok yang sekarang terdapat aturan yang menjadi acuan. Membuat kerangka atau desain lampu colok yang telah dibuat dengan menggunakan kawat. Menurut Riono desain pada lampu colok ini biasanya dibuat berbentuk masjid. Dalam proses ini membutuhkan waktu 2 sampai 3 hari. Setelah kerangka atau desain telah jadi barulah dipasang pada tiang yang telah ditancapkan tadi. Meletakkan desain atau motif pada gapura proses ini dilakukan dengan cara bersama-sama dan hanya membutuhkan waktu sekitar dua jam. Dan selanjutnya setelah desain terpasang membuat tempat gantungan lampu coloknya. Tempat gantungan lampu colok dibuat semenarik mungkin dengan cara diatur dengan jarak sekian agar terlihat indah ketika dipasangkan lampu colok. dan selanjutnya apabila semuanya telah selesai maka kelompok memasang atau meletakkan lampu colok pada tempat yang telah di persiapkan. Dalam tradisi lampu colok yang sekarang terdapat aturan yang menjadi acuan. Sumber : Google.com Sumber : Google.com


Sebagai alat penerangan tentu nya lampu colok memerlukan minyak tanah sebagai bahan bakar nya. Minyak tanah, sebagai sumber bahan bakar, mengandung energi kimia dalam ikatan molekulnya. Ketika minyak tanah terbakar di dalam lampu colok, energi kimia tersebut dilepaskan dalam bentuk panas dan cahaya. Panas yang dihasilkan digunakan untuk memanaskan inti wol atau serat khusus di dalam lampu, yang kemudian memancarkan cahaya yang tampak. Dalam proses ini, energi kimia dari minyak tanah berubah menjadi energi panas dan cahaya. Sehingga, lampu colok yang menggunakan minyak tanah juga merupakan contoh perubahan energi, di mana energi kimia dalam minyak tanah diubah menjadi energi panas dan cahaya yang dikeluarkan oleh lampu (Laili et al., 2015). Sebagai alat penerangan tentu nya lampu colok memerlukan minyak tanah sebagai bahan bakar nya. Minyak tanah, sebagai sumber bahan bakar, mengandung energi kimia dalam ikatan molekulnya. Ketika minyak tanah terbakar di dalam lampu colok, energi kimia tersebut dilepaskan dalam bentuk panas dan cahaya. Panas yang dihasilkan digunakan untuk memanaskan inti wol atau serat khusus di dalam lampu, yang kemudian memancarkan cahaya yang tampak. Dalam proses ini, energi kimia dari minyak tanah berubah menjadi energi panas dan cahaya. Sehingga, lampu colok yang menggunakan minyak tanah juga merupakan contoh perubahan energi, di mana energi kimia dalam minyak tanah diubah menjadi energi panas dan cahaya yang dikeluarkan oleh lampu (Laili et al., 2015). 30 Rekonstruksi Ilmiah Tradisi lampu colok ini Sebagai objek wisata, digunakan sebagai alat penerangan. Sumbu yang digunakan biasanya sumbu kompor, sumbu ini dibutuhkan ± 10 meter untuk seluruh kaleng. Lampu colok menggunakan bahan bakar minyak tanah. Tradisi lampu colok ini Sebagai objek wisata, digunakan sebagai alat penerangan. Sumbu yang digunakan biasanya sumbu kompor, sumbu ini dibutuhkan ± 10 meter untuk seluruh kaleng. Lampu colok menggunakan bahan bakar minyak tanah. Indegeneous Science Sebagai objek wisata, digunakan sebagai alat penerangan Sebagai objek wisata, digunakan sebagai alat penerangan Lampu colok menggunakan bahan bakar minyak tanah. Lampu colok menggunakan bahan bakar minyak tanah. Minyak tanah atau nama lainnya kerosin merupakan cairan hidrokarbon yang tidak berwarna dan mudah terbakar. Diperoleh dengan cara distilasi fraksional dari petroleum pada 150 °C dan 275 °C (rantai karbon dari C12 sampai C15). Minyak tanah atau nama lainnya kerosin merupakan cairan hidrokarbon yang tidak berwarna dan mudah terbakar. Diperoleh dengan cara distilasi fraksional dari petroleum pada 150 °C dan 275 °C (rantai karbon dari C12 sampai C15). Pengetahuan Masyarakat Pengetahuan Ilmiah


Kapilaritas adalah peristiwa naik atau turunnya zat cair pada pembuluh atau pori-pori kecil. dalam suatu pipa kapiler (pipa dengan luas penampang yang sempit. Gejala kapilaritas menyebabkan naiknya minyak tanah melalui sumbu. Hal inilah yang menyebabkan kompor bisa menyala. Sumbu kompor ini yang berfungsi sebagai dinding pembuluh ( Imannudin, 2015 ). Kapilaritas adalah peristiwa naik atau turunnya zat cair pada pembuluh atau pori-pori kecil. dalam suatu pipa kapiler (pipa dengan luas penampang yang sempit. Gejala kapilaritas menyebabkan naiknya minyak tanah melalui sumbu. Hal inilah yang menyebabkan kompor bisa menyala. Sumbu kompor ini yang berfungsi sebagai dinding pembuluh ( Imannudin, 2015 ). Tradisi Lampu Colok ini memiliki potensi yang bisa dijadikan sebagai sumber belajar IPA khususnya bagi guru yang mengajar di provinsi Riau lebih tepatnya di Dumai. Tradisi Lampu Colok memiliki sebuah konsep IPA pada materi Cahaya dan alat Optik, Tekanan Zat dan Penerapan nya, dan materi Sumber Energi Tradisi Lampu Colok ini memiliki potensi yang bisa dijadikan sebagai sumber belajar IPA khususnya bagi guru yang mengajar di provinsi Riau lebih tepatnya di Dumai. Tradisi Lampu Colok memiliki sebuah konsep IPA pada materi Cahaya dan alat Optik, Tekanan Zat dan Penerapan nya, dan materi Sumber Energi Dengan menjaga keseimbangan ekosistem hutan dengan cara tidak melakukan penebangan bambu secara liar dapat menjaga lingkungan dari pencemaran lingkungan dan bencana. Dengan menjaga keseimbangan ekosistem hutan dengan cara tidak melakukan penebangan bambu secara liar dapat menjaga lingkungan dari pencemaran lingkungan dan bencana. 31 Panjang Sumbu Lebih Kurang 10 cm untuk setiap kaleng Panjang Sumbu Lebih Kurang 10 cm untuk setiap kaleng Tidak menebang bambu dengan jumlah yang banyak Tidak menebang bambu dengan jumlah yang banyak Energi dalam sistem kehidupan KD 3.4 Menganalisis konsep suhu, pemuaian, kalor, perpindahan kalor, dan penerapan dalam kehidupan sehari hari. KD 4.4 Melakukan percobaan untuk menyelidiki pengaruh kalor terhadap suhu dan wujud benda serta perpindahan kalor KD 3.4 Menganalisis konsep suhu, pemuaian, kalor, perpindahan kalor, dan penerapan dalam kehidupan sehari hari. KD 4.4 Melakukan percobaan untuk menyelidiki pengaruh kalor terhadap suhu dan wujud benda serta perpindahan kalor KD 3.5 Menganalisis konsep energi, berbagai sumber energi, dan perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari hari. KD 4.5 Menyajikan hasil percobaan tentang perubahan bentuk energi. KD 3.5 Menganalisis konsep energi, berbagai sumber energi, dan perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari hari. KD 4.5 Menyajikan hasil percobaan tentang perubahan bentuk energi. Kalor dan Perpindahan nya


LARI DI ATAS TUAL SAGU LARI DI ATAS TUAL SAGU Desa Bokor Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Kepulauan Meranti , Provinsi Riau .


Tradisi berlari di atas tual sagu, awalnya berasal dari kebiasaan masyarakat dalam mengeluarkan tual sagu dari kebun ke Sungai untuk dibawa ke kilang sagu. Tual sagu yang sudah sampai di kilang akan di proses menjadi sagu yang nantinya akan dijadikan berbagai olahan seperti tepung sagu, dan sebagainya. Tual sagu yang sudah ditebang harus dipotong-potong dan kemudian dikeluarkan dari kebun dengan cara digolek (digiring) sampai ke sungai. Tradisi berlari di atas tual sagu, awalnya berasal dari kebiasaan masyarakat dalam mengeluarkan tual sagu dari kebun ke Sungai untuk dibawa ke kilang sagu. Tual sagu yang sudah sampai di kilang akan di proses menjadi sagu yang nantinya akan dijadikan berbagai olahan seperti tepung sagu, dan sebagainya. Tual sagu yang sudah ditebang harus dipotong-potong dan kemudian dikeluarkan dari kebun dengan cara digolek (digiring) sampai ke sungai. 33 Lari di Atas Tual Sagu Ketika sudah sampai di sungai, maka tual sagu dirakit dengan menggunakan tali dan kemudian ditarik menggunakan kapal menuju ke kilang sagu. Tual yang ada di sungai tersebut dihitung dengan cara berjalan diatasnya, namun untuk mempercepat perhitungan maka hal tersebut dilakukan dengan cara berlari. Hal tersebut sudah menjadi tradisi secara turun temurun yang dilakukan oleh masyarakat Desa Bokor Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Kepulauan Meranti. lomba berlari di atas tual sagu biasanya diadakan berbarengan dengan pesta rakyat, yaitu Pesta Sungai Bokor. Ketika sudah sampai di sungai, maka tual sagu dirakit dengan menggunakan tali dan kemudian ditarik menggunakan kapal menuju ke kilang sagu. Tual yang ada di sungai tersebut dihitung dengan cara berjalan diatasnya, namun untuk mempercepat perhitungan maka hal tersebut dilakukan dengan cara berlari. Hal tersebut sudah menjadi tradisi secara turun temurun yang dilakukan oleh masyarakat Desa Bokor Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Kepulauan Meranti. lomba berlari di atas tual sagu biasanya diadakan berbarengan dengan pesta rakyat, yaitu Pesta Sungai Bokor. Untuk mencegah tradisi unik ini diambil oleh daerah lain, masyarakat Desa Bokor juga sudah meminta kepada Badan Pelestarian Nilai Budaya wilayah Riau agar lomba tersebut bisa dijadikan ikon atau lambang yang khas dari daerah mereka. Namun sayangnya hingga sekarang keinginan itu belum bisa terwujud, Untuk mencegah tradisi unik ini diambil oleh daerah lain, masyarakat Desa Bokor juga sudah meminta kepada Badan Pelestarian Nilai Budaya wilayah Riau agar lomba tersebut bisa dijadikan ikon atau lambang yang khas dari daerah mereka. Namun sayangnya hingga sekarang keinginan itu belum bisa terwujud, Sumber : Google.com Sumber : Google.com


34 Kamu Harus Tau Wilayah Desa Bokor, Meranti, Provinsi Riau ditumbuhi banyak pohon sagu, sehingga masyarakat desa ini terkenal sebagai penghasil sagu. Wilayah Desa Bokor, Meranti, Provinsi Riau ditumbuhi banyak pohon sagu, sehingga masyarakat desa ini terkenal sebagai penghasil sagu. Pohon Sagu Petani sagu yang berasal di Desa Bokor mengatakan bahwa tanaman sagu habitatnya adalah di daerah tanah gambut. Hal ini sesuai dengan kondisi dan letak geografis daerah Kabupaten Kepulauan Meranti yang bertanah gambut, sehingga sagu dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di daerah Kepulauan Meranti. Petani sagu yang berasal di Desa Bokor mengatakan bahwa tanaman sagu habitatnya adalah di daerah tanah gambut. Hal ini sesuai dengan kondisi dan letak geografis daerah Kabupaten Kepulauan Meranti yang bertanah gambut, sehingga sagu dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di daerah Kepulauan Meranti. Meyakini bahwa menggolek sagu dengan menggunakan tongkat kayu memudahkan petani menggiring sagu ke sungai, menghitung tual sagu dengan cara berlari supaya lebih cepat selesai, tanaman sagu hidup di tanah gambut, batang sagu tidak tenggelam karena ringan. , Meyakini bahwa menggolek sagu dengan menggunakan tongkat kayu memudahkan petani menggiring sagu ke sungai, menghitung tual sagu dengan cara berlari supaya lebih cepat selesai, tanaman sagu hidup di tanah gambut, batang sagu tidak tenggelam karena ringan. , Indegeneous Science Rekonstruksi Ilmiah Rekonstruksi Ilmiah Sumber : Google.com


35 Pengetahuan Ilmiah Menggolek sagu dengan menggunakan tongkat kayu Menggolek sagu dengan menggunakan tongkat kayu Penggunaan alat tersebut untuk menggolek sagu dapat mempercepat gaya yang ada pada tual. Hal ini juga menunjukkan adanya usaha dan pesawat sederhana. Usaha adalah besarnya energi yang digunakan gaya untuk memindahkan suatu benda yaitu tual sagu. Pesawat sederhana adalah alat yang digunakan untuk mempermudah pekerjaan manusia yaitu kayu panjang seperti tongkat (Octafiana et al., 2018). Penggunaan alat tersebut untuk menggolek sagu dapat mempercepat gaya yang ada pada tual. Hal ini juga menunjukkan adanya usaha dan pesawat sederhana. Usaha adalah besarnya energi yang digunakan gaya untuk memindahkan suatu benda yaitu tual sagu. Pesawat sederhana adalah alat yang digunakan untuk mempermudah pekerjaan manusia yaitu kayu panjang seperti tongkat (Octafiana et al., 2018). Menghitung tual sagu dengan cara berlari supaya lebih cepat selesai Menghitung tual sagu dengan cara berlari supaya lebih cepat selesai Tual sagu yang dijadikan media untuk melakukan tradisi ini memiliki massa jenis yang lebih ringan dibandingkan dengan massa jenis air, sehingga tual tidak tenggelam walaupun diberikan beban, misalnya orang yang berlari diatasnya. Tual sagu yang dijadikan media untuk melakukan tradisi ini memiliki massa jenis yang lebih ringan dibandingkan dengan massa jenis air, sehingga tual tidak tenggelam walaupun diberikan beban, misalnya orang yang berlari diatasnya. Batang sagu tidak tenggelam karena ringan Batang sagu tidak tenggelam karena ringan Suatu Benda dalam zat cair mengapung jika massa jenis benda lebih kecil daripada massa jenis zat cair. Mengapung nya tual sagu di air sungai menunjukkan bahwa massa jenis tual sagu lebih kecil dari massa jenis air sungai, sehingga sagu daoat mengapung. Peristiwa ini juga sesuai dengan hukum archimedes yang berbunyi "Suatu benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhnya ke dalam fluida, akan mengalami gaya ke atas yang besarnya sama dengan berat fluida yang dipindahkan oleh benda tersebut " (Anjarsari et al., 2015). Suatu Benda dalam zat cair mengapung jika massa jenis benda lebih kecil daripada massa jenis zat cair. Mengapung nya tual sagu di air sungai menunjukkan bahwa massa jenis tual sagu lebih kecil dari massa jenis air sungai, sehingga sagu daoat mengapung. Peristiwa ini juga sesuai dengan hukum archimedes yang berbunyi "Suatu benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhnya ke dalam fluida, akan mengalami gaya ke atas yang besarnya sama dengan berat fluida yang dipindahkan oleh benda tersebut " (Anjarsari et al., 2015).


36 Rekonstruksi dari pengetahuan masyarakat ke pengetahuan ilmiah memberikan makna secara ilmiah dari aturan atau keperayaan yang dimiliki masyarakat setempat. Sehingga pengetahuan ilmiah dapat digunakan sebagai sumber belajar terutama dalam pembelajaran IPA. Peserta didik dapat merekonstruksi pengetahuan yang diperoleh dari tradisi berlari di atas tual sagu menjadi pengetahuan ilmiah sehingga pembelajaran lebih efektif dan bermakna. Potensi materi IPA yang dapat dikaitkan dengan tradisi berlari di atas tual sagu untuk dijadikan sebagai sumber belajar IPA yaitu : Rekonstruksi dari pengetahuan masyarakat ke pengetahuan ilmiah memberikan makna secara ilmiah dari aturan atau keperayaan yang dimiliki masyarakat setempat. Sehingga pengetahuan ilmiah dapat digunakan sebagai sumber belajar terutama dalam pembelajaran IPA. Peserta didik dapat merekonstruksi pengetahuan yang diperoleh dari tradisi berlari di atas tual sagu menjadi pengetahuan ilmiah sehingga pembelajaran lebih efektif dan bermakna. Potensi materi IPA yang dapat dikaitkan dengan tradisi berlari di atas tual sagu untuk dijadikan sebagai sumber belajar IPA yaitu : KD 6.1 Melakukan percobaan tentang pesawat sederhana dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. KD 6.1 Melakukan percobaan tentang pesawat sederhana dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. KD 3.6 Memahami system organisasi kehidupan mulai dari tingkat sel sampai organism dan komposisi utama penyusun sel KD 4.6 Membuat model struktur sel tumbuhan. KD 3.6 Memahami system organisasi kehidupan mulai dari tingkat sel sampai organism dan komposisi utama penyusun sel KD 4.6 Membuat model struktur sel tumbuhan.


Desa Tanjung Pasir Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. MANONGKAH KERANG MANONGKAH KERANG


Manongkah Kerang 38 Menongkah kerang merupakan salah satu kearifan masyarakat Suku Duanu yang terletak di Kabupaten Indragiri Hilir. Kegiatan ini berupa proses menangkap kerang di padang lumpur. Dalam proses pengambilan kerang, masyarakat menggunakan sebilah papan yang berguna sebagai tumpuan kaki untuk bergerak di atas lampur. Sementara itu, kaki penongkah yang lain digunakan sebagai pengayuh tongkah. Menongkah kerang merupakan salah satu kearifan masyarakat Suku Duanu yang terletak di Kabupaten Indragiri Hilir. Kegiatan ini berupa proses menangkap kerang di padang lumpur. Dalam proses pengambilan kerang, masyarakat menggunakan sebilah papan yang berguna sebagai tumpuan kaki untuk bergerak di atas lampur. Sementara itu, kaki penongkah yang lain digunakan sebagai pengayuh tongkah. Proses Manongkah Kerang Sejarah menongkah kerang sudah ada sejak Masyarakat Suku duanu itu ada di Kabupaten Indragiri Hilir. Karena manongkah ini merupakan budaya asli tradisional masyarakat Duanu dan tidak dimiliki oleh suku-suku lain di kabupaten Inhil. Jadi Kearifan lokal ini merupakan budaya turun temurun masyarakat Duanu. Sejarah menongkah kerang ini sudah ada sejak dahulu tetapi sekarang sudah dikemas menjadi festival yang mencuri perhatian banyak orang yang kita sebut dengan Festival Menongkah. Festival menongkah ini ditaja sejak tahun 2008 sampai dengan tahun 2019 Sejarah menongkah kerang sudah ada sejak Masyarakat Suku duanu itu ada di Kabupaten Indragiri Hilir. Karena manongkah ini merupakan budaya asli tradisional masyarakat Duanu dan tidak dimiliki oleh suku-suku lain di kabupaten Inhil. Jadi Kearifan lokal ini merupakan budaya turun temurun masyarakat Duanu. Sejarah menongkah kerang ini sudah ada sejak dahulu tetapi sekarang sudah dikemas menjadi festival yang mencuri perhatian banyak orang yang kita sebut dengan Festival Menongkah. Festival menongkah ini ditaja sejak tahun 2008 sampai dengan tahun 2019 kearifan lokal menongkah kerang memiliki pengetahuan masyarakat lokal (indigeneous science) yang memuat konsep IPA baik dalam proses manongkah maupun terkait spesifikasi alat tongkah. kearifan lokal menongkah kerang memiliki pengetahuan masyarakat lokal (indigeneous science) yang memuat konsep IPA baik dalam proses manongkah maupun terkait spesifikasi alat tongkah. Sumber : Google.com


39 Tongkah Tongkah adalah alatnya, sedangkan menongkah adalah aktivitas budayanya. Tongkah adalah alatnya, sedangkan menongkah adalah aktivitas budayanya. Papan tongkah terbuat dari kayu pohon jelutung Papan tongkah harus tebal dan kuat Ukuran Panjang sekitar 1.5 m, lebar 50- 80 cm, dan ketebalan 3-6cm. Kedua ujung tongkah berbentuk lonjong (lancip) dan melentik ke atas SPESIFIKASI TONGKAH Papan tongkah terbuat dari kayu pohon jelutung Papan tongkah harus tebal dan kuat Ukuran Panjang sekitar 1.5 m, lebar 50- 80 cm, dan ketebalan 3-6cm. Kedua ujung tongkah berbentuk lonjong (lancip) dan melentik ke atas SPESIFIKASI TONGKAH Pohon Jelutung Pohon jelutung (Dyera polyphylla (Miq.) merupakan salah satu jenis tumbuhan yang hiduo di rawa gambut di pesisir Sumatera, Semenanjung Malaysia dan Kalimantan. Jelutung termasuk salah satu jenis dari suku Apocynaceae, marga Dyera. Pohon jelutung (Dyera polyphylla (Miq.) merupakan salah satu jenis tumbuhan yang hiduo di rawa gambut di pesisir Sumatera, Semenanjung Malaysia dan Kalimantan. Jelutung termasuk salah satu jenis dari suku Apocynaceae, marga Dyera. Alat Manongkah


Kerang darah (Anadara granosa) merupakan organisme benthos yang hidup di pesisir pantai berlumpur. Hewan ini termasuk anggota kelas bivalvia yang ditandai dengan adanya dua keping cangkang. Adanya kandungan hemoglobin yang terdapat di dalam cairan merah sehingga kerang ini dikenal dengan istilah kerang darah Kerang darah (Anadara granosa) merupakan organisme benthos yang hidup di pesisir pantai berlumpur. Hewan ini termasuk anggota kelas bivalvia yang ditandai dengan adanya dua keping cangkang. Adanya kandungan hemoglobin yang terdapat di dalam cairan merah sehingga kerang ini dikenal dengan istilah kerang darah 40 Rekonstruksi Ilmiah “Manongkah dilakukan pada pagi hari karna air Surut, sehingga kerang terlihat” sedangkan alat yang kami gunakan papan tongkah dan ayak”. Menongkah kerang ini bisa dilakukan cuma pada saat air yang sudah surut, karena menongkah kerang ini dilakukan di pesisir pantai, jadi kalau airnya besar tidak bisa dilakukan menongkah kerang “Manongkah dilakukan pada pagi hari karna air Surut, sehingga kerang terlihat” sedangkan alat yang kami gunakan papan tongkah dan ayak”. Menongkah kerang ini bisa dilakukan cuma pada saat air yang sudah surut, karena menongkah kerang ini dilakukan di pesisir pantai, jadi kalau airnya besar tidak bisa dilakukan menongkah kerang Indegeneous Science Ade Kurnia Mengapa Manongkah Dilakukan Pada pagi hari ? Kerang hidup di pesisir pantai dengan substrat pasir lumpuran serta salinitas yang tidak terlalu tinggi. Umumnya hidup menempel dan bergerombol pada dasar substrat yang keras, yaitu batu karang, kayu, bambu atau lumpur keras .Saat air sungai surut maka kerang akan terlihat sehingga masyarakat lebih mudah mengambil kerang Kerang hidup di pesisir pantai dengan substrat pasir lumpuran serta salinitas yang tidak terlalu tinggi. Umumnya hidup menempel dan bergerombol pada dasar substrat yang keras, yaitu batu karang, kayu, bambu atau lumpur keras .Saat air sungai surut maka kerang akan terlihat sehingga masyarakat lebih mudah mengambil kerang Kerang


41 Manongkah kerang hanya dilakukan di pesisir pantai berlumpur Kerang termasuk anggota poelecypoda yang banyak ditemukan populasinya di daerah pasang surut. Kerang efektif tumbuh pada kondisi lumpur 46 cm sd 146 cm. Hal tersebut karena pasir berlumpur lunak memiliki materi organik yang kaya. Kerang termasuk anggota poelecypoda yang banyak ditemukan populasinya di daerah pasang surut. Kerang efektif tumbuh pada kondisi lumpur 46 cm sd 146 cm. Hal tersebut karena pasir berlumpur lunak memiliki materi organik yang kaya. Pelecypoda disebut juga dengan Bivalvia atau Lamellibranchiata, adalah kelas terbesar kedua dari filum Mollusca. Kelompok hewan lunak yang termasuk dalam kelas ini antara lain adalah kerang, tiram, dan kijing (remis). Jumlah spesies dari kelas ini sekitar 9.200- 10.000 dan semuanya merupakan organisme air (akuatik). Sebagian besar hewan ini hidup di air laut, dan sebagian kecil lainnya hidup di air tawar. SEKILAS INFO PELECYPODA Ukuran papan tongkah dibuat dengan ukuran Panjang sekitar 1.5 m, lebar 50- 80 cm, dan ketebalan 3-6cm. Luas permukaan berpengaruh terhadap gaya angkat sehingga penongkah tidak tenggelam di lumpur. Adanya variasi ketebalan menyesuaikan dengan bobot tubuh penggunanya. Luas permukaan berpengaruh terhadap gaya angkat sehingga penongkah tidak tenggelam di lumpur. Adanya variasi ketebalan menyesuaikan dengan bobot tubuh penggunanya. Kedua ujung tongkah berbentuk lonjong (lancip) dan melentik ke atas Gaya Gesek Ujung berbentuk lancip membantu mengurangi gaya gesekan ujung tongkah dengan cairan lumpur sehingga laju tongkah lebih cepat dengan satu kali gaya dorongan kaki. Ujung berbentuk lancip membantu mengurangi gaya gesekan ujung tongkah dengan cairan lumpur sehingga laju tongkah lebih cepat dengan satu kali gaya dorongan kaki. Su m ber : G o o gle.co m


42 Proses mengambil kerang oleh suku Duanu dengan cara menongkah memiliki muatan konsep IPA dan nilai konservasi ekosistem. Guru juga dapat melaksanakan pembelajaran IPA berbasis field study dengan pendekatan lingkungan pada materi ekosistem dan pencemaran lingkungan. Guru juga dapat melaksanakan pembelajaran IPA berbasis field study dengan pendekatan lingkungan pada materi ekosistem dan pencemaran lingkungan. Siswa dapat melaksanakan praktikum IPA dengan mengikuti proses manongkah kerang bersama masyarakat setempat. Siswa dapat melaksanakan praktikum IPA dengan mengikuti proses manongkah kerang bersama masyarakat setempat. KD. 3,7 Siswa dapat melaksanakan praktikum IPA dengan mengikuti proses manongkah kerang bersama masyarakat setempat. KD. 3,7 Siswa dapat melaksanakan praktikum IPA dengan mengikuti proses manongkah kerang bersama masyarakat setempat. MATERI Makhluk Hidup dan Lingkungan − Interaksi antara makhluk hidup dan lingkungan − Dinamika populasi MATERI Makhluk Hidup dan Lingkungan − Interaksi antara makhluk hidup dan lingkungan − Dinamika populasi


DesaPenyasawan Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar Provinsi Riau. MENANGKAP BURUNG KUAGHAN MENANGKAP BURUNG KUAGHAN


Click to View FlipBook Version