44 Menangkap Burung Kuaghan Tradisi Menangkap Burung Kuaghan ini dilakukan oleh masyarakat di Desa Penyasawan sebelum menangkap Burung Kuaghan, masyarakat di Desa membuat sebuah acara syukuran makan bersama untuk melepaskan Masyarakat menangkap Burung Kuaghan. Tradisi Menangkap Burung Kuaghan ini dilakukan oleh masyarakat di Desa Penyasawan sebelum menangkap Burung Kuaghan, masyarakat di Desa membuat sebuah acara syukuran makan bersama untuk melepaskan Masyarakat menangkap Burung Kuaghan. Setelah itu dinaikkan bendera putih berguna sebagai rasa suka cita akan datangnya rezeki kepada mereka dan setelah itu barulah masyarakat boleh turun ke hutan untuk menangkap Burung kuaghan. Setelah itu dinaikkan bendera putih berguna sebagai rasa suka cita akan datangnya rezeki kepada mereka dan setelah itu barulah masyarakat boleh turun ke hutan untuk menangkap Burung kuaghan. Burung Kuaghan Burung Kuaghan merupakan Burung yang diperbolehkan untuk ditangkap di Desa Penyasawan. Ciri-ciri Burung Kuaghan yaitu warna bulunya coklat dengan terlihat jelas ada berbentuk alis. Bulu bagian punggung berwarna coklat dan kepala berwrna abu-abu gelap sedangkan bagian perut berwarna putih Burung Kuaghan merupakan Burung yang diperbolehkan untuk ditangkap di Desa Penyasawan. Ciri-ciri Burung Kuaghan yaitu warna bulunya coklat dengan terlihat jelas ada berbentuk alis. Bulu bagian punggung berwarna coklat dan kepala berwrna abu-abu gelap sedangkan bagian perut berwarna putih Sumber : Google.com
45 Proses Penangkapan Burung Proses untuk penangkapan Burung Kuaghan menggunakan sebuah pohon yang bernama Modang salawai. Pohon ini merupakan pohon yang digunakan untuk menangkap Burung Kuaghan karna memiliki ranting yang banyak dan kuat jadi ketika penangkapan dimulai kita bisa memasang bambu-bambu kecil di cabang-cabang bagian atas. Pohon ini juga memiliki akar tunggang yang kuat dan daunnya menyirip seperti daun jambu atau rambutan. Proses untuk penangkapan Burung Kuaghan menggunakan sebuah pohon yang bernama Modang salawai. Pohon ini merupakan pohon yang digunakan untuk menangkap Burung Kuaghan karna memiliki ranting yang banyak dan kuat jadi ketika penangkapan dimulai kita bisa memasang bambu-bambu kecil di cabang-cabang bagian atas. Pohon ini juga memiliki akar tunggang yang kuat dan daunnya menyirip seperti daun jambu atau rambutan. Modang Salawai Getah Took Tidak sembarangan getah kita gunakan ketika menangkap Burung Kuaghan. Ada beberapa macam getah yang bisa digunakan untuk menangkap burung kuaghan yaitu getah Lobuai getahnya berwarna putih akan tetapi masih mengalir, getah tampuniok berwarna kuning dan yang terakhir getah took berwarna putih juga akan tetapi getahnya tidak mengalir lagi. Untuk penangkapan burung kuaghan yang ini biasanya menggunakan getah took, getah yang berwarna putih akan tetapi tidak mengalir lagi agar ketika penangkapan di mulai burungnya bisa lebih melekat pada getah tersebut. Tidak sembarangan getah kita gunakan ketika menangkap Burung Kuaghan. Ada beberapa macam getah yang bisa digunakan untuk menangkap burung kuaghan yaitu getah Lobuai getahnya berwarna putih akan tetapi masih mengalir, getah tampuniok berwarna kuning dan yang terakhir getah took berwarna putih juga akan tetapi getahnya tidak mengalir lagi. Untuk penangkapan burung kuaghan yang ini biasanya menggunakan getah took, getah yang berwarna putih akan tetapi tidak mengalir lagi agar ketika penangkapan di mulai burungnya bisa lebih melekat pada getah tersebut. Sumber : Dok. Peneliti Sumber : Dok. Peneliti
Laghe Kayu laghe berguna untuk meletakkan getah took dengan cara dioleskan dan setelah itu baru diletakkan di candiok yang telah di ikat di cabang-cabang pohon diatas. Setelah itu orang yang di bawah akan memainkan Burung Kuaghan yang telah di ikat menggunakan tambang agar burung kuaghan tersebut berbunyi dan teman yang sedang terbang diatas akan turun kebawah dan langsung lengket pada laghe yang telah di berikan getah took tadi. Kayu laghe berguna untuk meletakkan getah took dengan cara dioleskan dan setelah itu baru diletakkan di candiok yang telah di ikat di cabang-cabang pohon diatas. Setelah itu orang yang di bawah akan memainkan Burung Kuaghan yang telah di ikat menggunakan tambang agar burung kuaghan tersebut berbunyi dan teman yang sedang terbang diatas akan turun kebawah dan langsung lengket pada laghe yang telah di berikan getah took tadi. 46 Agar Burung Kuaghan bisa lebih mudah ditangkap pada ranting-ranting pohon modang salawai tadi dipasang bambubambu kecil dan ditengah-tengah bambu di lobangkan. Pohon Modang salawai merupakan pohon yang memiliki banyak cabang yang bisa memudahkan ketika menangkap Burung Kuaghan. kegunaan di pasang candiok yang dibuat dari bambu-bambu kecil agar ketika laghe diletakaan di atas ranting tidak jatuh kebawah. Agar Burung Kuaghan bisa lebih mudah ditangkap pada ranting-ranting pohon modang salawai tadi dipasang bambubambu kecil dan ditengah-tengah bambu di lobangkan. Pohon Modang salawai merupakan pohon yang memiliki banyak cabang yang bisa memudahkan ketika menangkap Burung Kuaghan. kegunaan di pasang candiok yang dibuat dari bambu-bambu kecil agar ketika laghe diletakaan di atas ranting tidak jatuh kebawah. Candiok Ketika Burung Kuaghan telah berhasil ditangkap, kemudian Burung Kuaghan di masukkan terlebih dahulu kedalam kandang sebelum Burung tersebut di potong dan dibuang bulunya. Untuk proses pembuangan bulu ini itu tidak boleh dibuang sembarangan akan tetapi ada tempat khusus yang disediakan yaitu kopuok yang merupakan tempat semua bulu burung kuaghan setelah di potong dan tempatnya seperti tabung. Ketika Burung Kuaghan telah berhasil ditangkap, kemudian Burung Kuaghan di masukkan terlebih dahulu kedalam kandang sebelum Burung tersebut di potong dan dibuang bulunya. Untuk proses pembuangan bulu ini itu tidak boleh dibuang sembarangan akan tetapi ada tempat khusus yang disediakan yaitu kopuok yang merupakan tempat semua bulu burung kuaghan setelah di potong dan tempatnya seperti tabung. Kopuok Sumber : Dok. Peneliti Sumber : Dok. Peneliti Sumber : Dok. Peneliti
47 Rekontruksi Ilmiah “Burung kuaghan go ado semenjak zaman purbakala, burung kuaghan go ndak bisa dibedakan antara betina dan jantan. Itu tio yang menyebabkan burung kuaghan go istimewa. Tambah loe le burung kuaghan go kalau di masak ndak tek lomak dagiong do dan kalauu inyo mati bangkai burung du ndak kan busuok do” Indegeneous Science Burung yang merupakan klasifikasi yang disebut dengan punglor kayu, eyebrowed thrush, punglor kuning dan anis kuning. Adapun klasifikasinya Class : Aves Ordo : Passeriformes Family : Turdidae Genus : Turdus Species : Turdus Obscurus. Burung yang merupakan klasifikasi yang disebut dengan punglor kayu, eyebrowed thrush, punglor kuning dan anis kuning. Adapun klasifikasinya Class : Aves Ordo : Passeriformes Family : Turdidae Genus : Turdus Species : Turdus Obscurus. Ciri -ciri Burung Kuaghan yaitu warna bulunya cokelat dengan terlihat jelas ada berbentuk alis. Bulu bagian punggung berwarna cokelat dan kepala berwarna abuabu gelap, sedangkan bagian perut berwarna putih. Burung Kuaghan disebut juga oleh masyarakat Rumbio sebagai burung ajaib dan burung keramat. Ciri -ciri Burung Kuaghan yaitu warna bulunya cokelat dengan terlihat jelas ada berbentuk alis. Bulu bagian punggung berwarna cokelat dan kepala berwarna abuabu gelap, sedangkan bagian perut berwarna putih. Burung Kuaghan disebut juga oleh masyarakat Rumbio sebagai burung ajaib dan burung keramat.
Tradisi menangkap Burung kuaghan ini memiliki potensi yang bisa dijadikan sebagai sumber belajar IPA khususnya bagi guru yang mengajar di Provinsi Riau lebih tepatnya di Kecamatan Kampar, Desa Penyasawan. Proses penangkapan burung kuaghan memiliki sebuah konsep IPA pada materi ciri-ciri makhluk hidup, struktur dan fungsi jaringan tumbuhan dan bunyi. Guru bisa mengaitkan tradisi menangkap burung kuaghan pada saat materi ini disampaikan. Tradisi menangkap Burung kuaghan ini memiliki potensi yang bisa dijadikan sebagai sumber belajar IPA khususnya bagi guru yang mengajar di Provinsi Riau lebih tepatnya di Kecamatan Kampar, Desa Penyasawan. Proses penangkapan burung kuaghan memiliki sebuah konsep IPA pada materi ciri-ciri makhluk hidup, struktur dan fungsi jaringan tumbuhan dan bunyi. Guru bisa mengaitkan tradisi menangkap burung kuaghan pada saat materi ini disampaikan. 48 KD 3.2 Mengklasifikasikan makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati. KD 4.2 Menyajikan hasil penglasifikasian makhluk hidup dan benda di lingkungan sekitar berdasarkan karakteristik yang di amati. KD 3.2 Mengklasifikasikan makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati. KD 4.2 Menyajikan hasil penglasifikasian makhluk hidup dan benda di lingkungan sekitar berdasarkan karakteristik yang di amati. KD 3.1 Mengidentifikasi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan pohon madang salawai merupakan famili dari lauraceae yang dikenal sebagai salah satu suku anggota tumbuhan yang berbunga, tumbuhan ini termasuk ke dalam berbagai tumbuhan rempah-rempah yang beraroma dan memiliki pohon dengan kualitas kayu yang baik. pohon madang salawai merupakan famili dari lauraceae yang dikenal sebagai salah satu suku anggota tumbuhan yang berbunga, tumbuhan ini termasuk ke dalam berbagai tumbuhan rempah-rempah yang beraroma dan memiliki pohon dengan kualitas kayu yang baik. Adapun klasifikasi pohon madang salawai yaitu : Kerajaan : Plantae Ordo : Laurales Famili : Lauraceae Genus : Phoebe Nees Adapun klasifikasi pohon madang salawai yaitu : Kerajaan : Plantae Ordo : Laurales Famili : Lauraceae Genus : Phoebe Nees
Tepian Narosa Kec. Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau PACU JALUR
50 Tradisi pacu jalur ini merupakan salah satu bentuk tradisi yang telah lama dilestarikan oleh masyarakat Rantau Kuantan. Pacu jalur ini tidak hanya sekadar adu kecepatan antara satu perahu dengan perahu yang lain, akan tetapi juga merupakan tradisi yang telah berurat dan berakar di kalangan masyarakat Rantau Kuantan , yang mentradisikan adat Rantau Kuantan itu. Pacu jalur, yang masing – masing perahu dikemudikan sekitar 60 orang ini, sama tuanya dengan tradisi masyarakat Rantau Kuantan lainnya seperti silat, batobo, randai, rarak, dan kayat. Tradisi pacu jalur ini merupakan salah satu bentuk tradisi yang telah lama dilestarikan oleh masyarakat Rantau Kuantan. Pacu jalur ini tidak hanya sekadar adu kecepatan antara satu perahu dengan perahu yang lain, akan tetapi juga merupakan tradisi yang telah berurat dan berakar di kalangan masyarakat Rantau Kuantan , yang mentradisikan adat Rantau Kuantan itu. Pacu jalur, yang masing – masing perahu dikemudikan sekitar 60 orang ini, sama tuanya dengan tradisi masyarakat Rantau Kuantan lainnya seperti silat, batobo, randai, rarak, dan kayat. Pacu Jalur Jalur Secara fisik, jalur merupakan sebentuk perahu panjang yang terbuat dari sebatang pohon besar dengan panjangnya 20 – 30 meter, dengan diameter berkisar antara 1 – 1,5 meter. Sebuah jalur terlahir sebagai sebuah hasil kebudayaan yang sangat tinggi karena dibuat setelah melalui berbagai tahapan ritual yang sangat kental dengan unsur – unsur magis. Secara fisik, jalur merupakan sebentuk perahu panjang yang terbuat dari sebatang pohon besar dengan panjangnya 20 – 30 meter, dengan diameter berkisar antara 1 – 1,5 meter. Sebuah jalur terlahir sebagai sebuah hasil kebudayaan yang sangat tinggi karena dibuat setelah melalui berbagai tahapan ritual yang sangat kental dengan unsur – unsur magis. Pada bagian jalur tersebut terdapat benda – benda budaya yang unik yang merupakan perpaduan dari beberapa unsur seni seperti seni ukir, seni rupa yang dalam penampilannya waktu jalur dilombakan akan dilengkapi lagi dengan seni musik (rarak), seni tari, dan seni berpakaian Pada bagian jalur tersebut terdapat benda – benda budaya yang unik yang merupakan perpaduan dari beberapa unsur seni seperti seni ukir, seni rupa yang dalam penampilannya waktu jalur dilombakan akan dilengkapi lagi dengan seni musik (rarak), seni tari, dan seni berpakaian Sumber : Google.com Sumber : Google.com
Proses mencari dan menebang kayu jalur membutuhkan proses yang cukup panjang dan waktu yang agak lama sampai menjadi sebuah jalur yang bisa di pacukan di gelanggang. Sebelum jalur dibuat, terlebih dahulu dibentuk pengurus jalur yang akan bertugas mengurus segala sesuatu yang diperlukan dalam pembuatan jalur. Dalam rapat inilah banyak hal yang diputuskan oleh pengurus jalur dan seluruh anggota dan pemuka masyarakat yang hadir dalam rapat tersebut. Setelah didapat kesepakatan bersama dalam rapat banjar tersebut, maka dicarilah kayu jalur ke dalam hutan Di antara jenis kayu yang dipilih dan dianggap baik dan memenuhi persyarakatan tersebut adalah : Kayu Kure (Kuras),Kayu Kuyuang, Kayu Banio, Kayu Tonam, Kayu Meranti Sogar, Kayu Tonam. Proses mencari dan menebang kayu jalur membutuhkan proses yang cukup panjang dan waktu yang agak lama sampai menjadi sebuah jalur yang bisa di pacukan di gelanggang. Sebelum jalur dibuat, terlebih dahulu dibentuk pengurus jalur yang akan bertugas mengurus segala sesuatu yang diperlukan dalam pembuatan jalur. Dalam rapat inilah banyak hal yang diputuskan oleh pengurus jalur dan seluruh anggota dan pemuka masyarakat yang hadir dalam rapat tersebut. Setelah didapat kesepakatan bersama dalam rapat banjar tersebut, maka dicarilah kayu jalur ke dalam hutan Di antara jenis kayu yang dipilih dan dianggap baik dan memenuhi persyarakatan tersebut adalah : Kayu Kure (Kuras),Kayu Kuyuang, Kayu Banio, Kayu Tonam, Kayu Meranti Sogar, Kayu Tonam. 51 Proses Pembuatan Jalur Rapat Desa Proses maelo (menarik) jalur sudah menjadi tradisi yang melekat dan mendarah daging bagi masyarakat kuantan singingi. Pada masa lalu, yang ditarik bukanlah kayu jalur, melainkan kayu yang sudah dibentuk dan sudah nampak bentuk jalur. Dengan demikian, sebagian pekerjaan membuat jalur sudah dilakukan di hutan. Sehingga ketika ditarik keluar menuju jalan besa kayu tidak berat Proses maelo (menarik) jalur sudah menjadi tradisi yang melekat dan mendarah daging bagi masyarakat kuantan singingi. Pada masa lalu, yang ditarik bukanlah kayu jalur, melainkan kayu yang sudah dibentuk dan sudah nampak bentuk jalur. Dengan demikian, sebagian pekerjaan membuat jalur sudah dilakukan di hutan. Sehingga ketika ditarik keluar menuju jalan besa kayu tidak berat Maelo Jalur yang panjangnya berkisaran sekitar 25 – 27 meter tersebut terdiri atas beberapa bagian yaitu : Luan (haluan), Talingo (telinga depan), Panggar (tempat duduk), Timbo ruang (tengah jalur), Talingo belakang, Kamudi (tempat pengemudi), Lambai – lambai, dan Pinggiran Badan Jalur. Jalur yang panjangnya berkisaran sekitar 25 – 27 meter tersebut terdiri atas beberapa bagian yaitu : Luan (haluan), Talingo (telinga depan), Panggar (tempat duduk), Timbo ruang (tengah jalur), Talingo belakang, Kamudi (tempat pengemudi), Lambai – lambai, dan Pinggiran Badan Jalur. Sumber : Google.com Sumber : Google.com
Setelah pekerjaan mencapai 60%, maka jalur didiang (dilayur) dengan cara meletakkan jalur itu di atas api. Prosesi terakhir melayur jalur adalah proses pembakaran atau pengasapan jalur. Proses ini dimulai dengan menaikkan jalur ke atas rampaian (tempat pengasapan) setinggi 1,20 meter. Setelah itu jalur diangkat dan ditelakkan di tempat pendiangan. Setelah pekerjaan mencapai 60%, maka jalur didiang (dilayur) dengan cara meletakkan jalur itu di atas api. Prosesi terakhir melayur jalur adalah proses pembakaran atau pengasapan jalur. Proses ini dimulai dengan menaikkan jalur ke atas rampaian (tempat pengasapan) setinggi 1,20 meter. Setelah itu jalur diangkat dan ditelakkan di tempat pendiangan. Proses pembuatan dan melayur jalur memakan waktu 2 – 3 minggu. Prinsip pembuatan perahu jalur sama dengan prinsip pembuatan perahu biasa, Kayu bulat itu ditarah dan dilekukkan sehingga diperoleh semacam ruangan seperti ruangan perahu. Setelah hasil pekerjaan mencapai kerangka dasar, maka bagian badan (ruang jalur) diberi lubang dengan bor. Kemudian lubang itu disumbat dengan kayu yang disebut kakok. Adapun alat – alat yang digunakan dalam pekerjaan membuat jalur menggunakan alat tradisional seperti Kapak, Kapatil, Beliung penarah,Beliung penerbit dan Rembo. Proses pembuatan dan melayur jalur memakan waktu 2 – 3 minggu. Prinsip pembuatan perahu jalur sama dengan prinsip pembuatan perahu biasa, Kayu bulat itu ditarah dan dilekukkan sehingga diperoleh semacam ruangan seperti ruangan perahu. Setelah hasil pekerjaan mencapai kerangka dasar, maka bagian badan (ruang jalur) diberi lubang dengan bor. Kemudian lubang itu disumbat dengan kayu yang disebut kakok. Adapun alat – alat yang digunakan dalam pekerjaan membuat jalur menggunakan alat tradisional seperti Kapak, Kapatil, Beliung penarah,Beliung penerbit dan Rembo. 52 Pembuatan Melayur Pada saat proses menamai atau memberi nama jalur ada keunikan nya tersendiri yaitu pada setiap jalur memiliki nama yang unik – unik dan terdapat maknanya. Adapun pemberian nama yang dilakukan oleh pengurus, masyarakat, dan dukun jalur setidak tidaknya berdasarkan empat kategori : Nama Binatang, Tokoh Masyarakat, Tempat Kramat Dan Berdasarkan Sponsor Pada saat proses menamai atau memberi nama jalur ada keunikan nya tersendiri yaitu pada setiap jalur memiliki nama yang unik – unik dan terdapat maknanya. Adapun pemberian nama yang dilakukan oleh pengurus, masyarakat, dan dukun jalur setidak tidaknya berdasarkan empat kategori : Nama Binatang, Tokoh Masyarakat, Tempat Kramat Dan Berdasarkan Sponsor Menamai Sumber : Google.com Sumber : Google.com Sumber : Google.com
Perkembangan pacu jalur di Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau, pada awalnya jalur atau perahu hanya dijadikan sebagai alat transportasi bagi kaum bangsawan, akan tetapi seiring berjalan nya waktu jalur berubah fungsi menjadi suatu perlombaan dan diadu kecepatannya. Banyaknya peserta jalur dari luar daerah yang mengikuti event pacu jalur, hal ini dapat dilihat dari partisipasi masyarakat yang menonton pacu jalur dari tahun ke tahun sangat meningkat dengan banyaknya wisatawan yang berdatangan ke Kuantan Singingi. Perkembangan pacu jalur di Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau, pada awalnya jalur atau perahu hanya dijadikan sebagai alat transportasi bagi kaum bangsawan, akan tetapi seiring berjalan nya waktu jalur berubah fungsi menjadi suatu perlombaan dan diadu kecepatannya. Banyaknya peserta jalur dari luar daerah yang mengikuti event pacu jalur, hal ini dapat dilihat dari partisipasi masyarakat yang menonton pacu jalur dari tahun ke tahun sangat meningkat dengan banyaknya wisatawan yang berdatangan ke Kuantan Singingi. 53 Pada proses perlombaan sebelum pacu dilaksanakan para peserta pacu terlebih dahulu mencabut undian sehingga sehingga dapat diketahui kapan mereka tampil dan jalur mana saja yang menjadi lawan mereka. Pada perlombaan pacu jalur dilaksanakan selama 3hari berturut – turut. Pada proses perlombaan sebelum pacu dilaksanakan para peserta pacu terlebih dahulu mencabut undian sehingga sehingga dapat diketahui kapan mereka tampil dan jalur mana saja yang menjadi lawan mereka. Pada perlombaan pacu jalur dilaksanakan selama 3hari berturut – turut. Olahraga tradisional pacu jalur menjadi penyumbang atlet dayung Provinsi Riau dan Indonesia. Pada tahun 2017, pacu jalur memperoleh penghargaan sebagai destinasi pariwisata terpopuler di Indonesia dalam ajang Anugrah Pesona Indonesi (API) Kementerian Pariwisata. Olahraga tradisional pacu jalur menjadi penyumbang atlet dayung Provinsi Riau dan Indonesia. Pada tahun 2017, pacu jalur memperoleh penghargaan sebagai destinasi pariwisata terpopuler di Indonesia dalam ajang Anugrah Pesona Indonesi (API) Kementerian Pariwisata. Tradisi pacu jalur yang diadakan sekali setahun ini pada awalnya dimaksudkan sebagai acara memperingati hari-hari besar umat Islam seperti Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, Maulid Nabi, ataupun peringatan tahun baru Hijriah. Tradisi pacu jalur yang diadakan sekali setahun ini pada awalnya dimaksudkan sebagai acara memperingati hari-hari besar umat Islam seperti Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, Maulid Nabi, ataupun peringatan tahun baru Hijriah. Sumber : Google.com
54 Rekonstruksi Ilmiah Proses Maelo, Perahu dibentuk runcing, Panjang dayung 1,4 -1,8 m, kokoh dan lancip, kemenangan ditentukan dari kekuatan magis yang ada pada kayu pada Jalur serta kesaktian sang pawang dalam "mengendalikan" Jalur. Proses Maelo, Perahu dibentuk runcing, Panjang dayung 1,4 -1,8 m, kokoh dan lancip, kemenangan ditentukan dari kekuatan magis yang ada pada kayu pada Jalur serta kesaktian sang pawang dalam "mengendalikan" Jalur. Indegeneous Science Ujung lancip dapat memecah arus air sehingga dapat lebih mudah dilewati oleh perahu. Bentuk lancip ini mengurangi gesekan air dengan badan perahu. Perahu pun dapat meluncur lebih lurus dan cepat dengan menggunakan ujung yang lancip. Ujung lancip dapat memecah arus air sehingga dapat lebih mudah dilewati oleh perahu. Bentuk lancip ini mengurangi gesekan air dengan badan perahu. Perahu pun dapat meluncur lebih lurus dan cepat dengan menggunakan ujung yang lancip. Perahu dibentuk runcing Panjang dayung tidak boleh panjang atau pun pendek agar mudah digunakan ketika mendayung perahu dan harus kokoh agar ketika melawan arus tidak pecah atau patah, dibuat lancip agar dapat memecahkan arus ketika dilewati dan juga mengurangi tekanan ketika mendayung Panjang dayung tidak boleh panjang atau pun pendek agar mudah digunakan ketika mendayung perahu dan harus kokoh agar ketika melawan arus tidak pecah atau patah, dibuat lancip agar dapat memecahkan arus ketika dilewati dan juga mengurangi tekanan ketika mendayung Panjang dayung 1,4 -1,8 m, kokoh dan lancip Sumber : Google.com
KD 6.2 Menerapkan hukum Newton untuk menjelaskan berbagai peristiwa dalam kehidupan sehari-hari KD 6.2 Menerapkan hukum Newton untuk menjelaskan berbagai peristiwa dalam kehidupan sehari-hari Gaya GLB Gerak Makhluk Hidup Gaya GLB Gerak Makhluk Hidup 55 Pacu Jalur ini memiliki potensi yang bisa dijadikan sebagai sumber belajar IPA khususnya bagi guru yang mengajar di provinsi Riau lebih tepatnya di Kabupaten Kuantan Singingi . Pacu Jalur memiliki sebuah konsep IPA pada materi konsep gerak lurus, pengaruh gaya terhadap gerak berdasarkan hukum Newton. proses dan produk teknologi ramah lingkungan untuk keberlanjutan kehidupan Pacu Jalur ini memiliki potensi yang bisa dijadikan sebagai sumber belajar IPA khususnya bagi guru yang mengajar di provinsi Riau lebih tepatnya di Kabupaten Kuantan Singingi . Pacu Jalur memiliki sebuah konsep IPA pada materi konsep gerak lurus, pengaruh gaya terhadap gerak berdasarkan hukum Newton. proses dan produk teknologi ramah lingkungan untuk keberlanjutan kehidupan KD 3.10 Menganalisis proses dan produk teknologi ramah lingkungan untuk keberlanjutan kehidupan. KD 4.10 Menyajikan karya tentang proses dan produk teknologi sederhana yang ramah lingkungan KD 3.10 Menganalisis proses dan produk teknologi ramah lingkungan untuk keberlanjutan kehidupan. KD 4.10 Menyajikan karya tentang proses dan produk teknologi sederhana yang ramah lingkungan Teknologi ramah lingkungan Aplikasi teknologi ramah lingkungan untuk keberlanjutan kehidupan Teknologi ramah lingkungan Aplikasi teknologi ramah lingkungan untuk keberlanjutan kehidupan
PENGOBATAN TRADISIONAL DAERAH PENYASAWAN PENGOBATAN TRADISIONAL DAERAH PENYASAWAN DesaPenyasawan Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar Provinsi Riau.
57 Pengobatan Tradisional Daerah Penyasawan Pengobatan tradisional merupakan pengobatan yang sering dilakukan oleh masyarakat di Desa Penyasawan Kabupaten Kampar. Pengobatan ini biasanya memanfaatkan tumbuhan-tumbuhan yang ada di sekitar rumah masyarakat. Pengobatan tradisional ini sudah banyak di kenal di kalangan masyarakat, baik dari Desa Penyasawan sendiri maupun di desa-desa tetangga. Pengobatan ini dilakukan tergantung pada jenis penyakit yang di alami oleh pasien, jika demam yang dirasakan pasien hanya demam biasa maka akan menggunakan tumbuhan seperti daun kiman ujan (Zingiber Spectabile/Jahe), bunga kiman ujan, daun kambe/poyo (pare), daun sugi-sugi dan daun sidingin (cocor bebek) Pengobatan tradisional merupakan pengobatan yang sering dilakukan oleh masyarakat di Desa Penyasawan Kabupaten Kampar. Pengobatan ini biasanya memanfaatkan tumbuhan-tumbuhan yang ada di sekitar rumah masyarakat. Pengobatan tradisional ini sudah banyak di kenal di kalangan masyarakat, baik dari Desa Penyasawan sendiri maupun di desa-desa tetangga. Pengobatan ini dilakukan tergantung pada jenis penyakit yang di alami oleh pasien, jika demam yang dirasakan pasien hanya demam biasa maka akan menggunakan tumbuhan seperti daun kiman ujan (Zingiber Spectabile/Jahe), bunga kiman ujan, daun kambe/poyo (pare), daun sugi-sugi dan daun sidingin (cocor bebek) Siapkan Ramuan atau daun kiman Siapkan wadah lalu di isi air Masukan daun kiman kedalam wadah Sobekkan daun menggunakan tangan Bacakan surah Al Fatiha, Al Ikhlas, Al Falq, An Nas Usapkan Daun ke tempat yang sakit. TATA CARA PENGOBATAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. Siapkan Ramuan atau daun kiman Siapkan wadah lalu di isi air Masukan daun kiman kedalam wadah Sobekkan daun menggunakan tangan Bacakan surah Al Fatiha, Al Ikhlas, Al Falq, An Nas Usapkan Daun ke tempat yang sakit. TATA CARA PENGOBATAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. Pemakaian obat iniselama 2 - 3 hari, kemudian buat ramuan kembali
58 Rekonstruksi Ilmiah Nah kalau jenis tumbuhan iko tergantung jenis penyakit pulo. Misalnyo domom pane biaso tu memakai tumbuhan seperti daun kiman ujan, daun kambe atau poyo, yang katigo daun sugi-sugi.Kalau untuk domom lamo yang agaknyo satu bulan nah iko memakai bungo dari tumbuhan kiman ujan. Nah kalau jenis tumbuhan iko tergantung jenis penyakit pulo. Misalnyo domom pane biaso tu memakai tumbuhan seperti daun kiman ujan, daun kambe atau poyo, yang katigo daun sugi-sugi.Kalau untuk domom lamo yang agaknyo satu bulan nah iko memakai bungo dari tumbuhan kiman ujan. Indegeneous Science Spectabile Zingiber adalah spesies jahe asli, asli dari Maritim Asia Tenggara. Tumbuhan ini terutama ditanam di Barat sebagai tanaman hias, meskipun telah digunakan di Asia Tenggara sebagai ramuan obat. Tumbuhan ini berbentuk silinder, posisi bunganya di antara tunas daun dengan tangkai sekitar 6-7 cm berwarna Kuning dengan tepi merah muda, bibir bunganya ungu dengan titiktitik kuning muda. Spectabile Zingiber adalah spesies jahe asli, asli dari Maritim Asia Tenggara. Tumbuhan ini terutama ditanam di Barat sebagai tanaman hias, meskipun telah digunakan di Asia Tenggara sebagai ramuan obat. Tumbuhan ini berbentuk silinder, posisi bunganya di antara tunas daun dengan tangkai sekitar 6-7 cm berwarna Kuning dengan tepi merah muda, bibir bunganya ungu dengan titiktitik kuning muda. Daun Kiman Ujan Tumbuhan ini mengandung sejumlah senyawa fenol yang bersifat antioksidatif, yang diduga dapat melindungi sel dari kerusakan. Jahe memiliki khasiat untuk megobati penyakit impoten, batuk, pegal-pegal, kepala pusing, rematik, sakit pinggang, dan masuk angin. Tumbuhan ini mengandung sejumlah senyawa fenol yang bersifat antioksidatif, yang diduga dapat melindungi sel dari kerusakan. Jahe memiliki khasiat untuk megobati penyakit impoten, batuk, pegal-pegal, kepala pusing, rematik, sakit pinggang, dan masuk angin. Sumber : Dok. Peneliti
59 Daun pare, yang secara botani diklasifikasikan sebagai Momordica charantia, adalah anggota famili Cucurbitaceae. Pare juga dikenal sebagai tanaman Karela. Hingga saat ini, daun pare paling umum digunakan untuk tujuan pengobatan. Rasa pahit yang terkenal dari tanaman ini berasal dari kandungan kina yang tinggi. Daun pare, yang secara botani diklasifikasikan sebagai Momordica charantia, adalah anggota famili Cucurbitaceae. Pare juga dikenal sebagai tanaman Karela. Hingga saat ini, daun pare paling umum digunakan untuk tujuan pengobatan. Rasa pahit yang terkenal dari tanaman ini berasal dari kandungan kina yang tinggi. Daun Kambe / Poyo Gandarusa, daun rusa, atau kisi-kisi merupakan semak tropis yang biasa dijumpai di pekarangan rumah, baik sendiri atau sebagai pagar hidup. Tumbuhan ini mudah tumbuh dan dapat diperbanyak dengan stek. Gandarusa ini mampu meredam bengkak atau nyeri yang ditimbulkan. Bagian tanaman yang sering dimanfaatkan adalah daunnya. Ia menambahkan rasanya khas, sedikit pedas, asam, dan getir. Berdasarkan pengalaman, gandarusa dipercaya membantu melancarkan peredaran darah, juga sebagai pereda mual dan antirematik. Gandarusa, daun rusa, atau kisi-kisi merupakan semak tropis yang biasa dijumpai di pekarangan rumah, baik sendiri atau sebagai pagar hidup. Tumbuhan ini mudah tumbuh dan dapat diperbanyak dengan stek. Gandarusa ini mampu meredam bengkak atau nyeri yang ditimbulkan. Bagian tanaman yang sering dimanfaatkan adalah daunnya. Ia menambahkan rasanya khas, sedikit pedas, asam, dan getir. Berdasarkan pengalaman, gandarusa dipercaya membantu melancarkan peredaran darah, juga sebagai pereda mual dan antirematik. Daun Sugi Sugi Daunnya berjenis tunggal dengan bentuk memanjang selebar 1-3,5 cm dan panjang sekitar 5-20 cm. Warnanya hijau muda saat ukurannya kecil, sedangkan saat udah tumbuh besar warnanya lebih hijau tua. Batangnya bercabang dan berkayu dengan ruas batang berwarna cokelat agak kehitaman dan mengilap. Daunnya berjenis tunggal dengan bentuk memanjang selebar 1-3,5 cm dan panjang sekitar 5-20 cm. Warnanya hijau muda saat ukurannya kecil, sedangkan saat udah tumbuh besar warnanya lebih hijau tua. Batangnya bercabang dan berkayu dengan ruas batang berwarna cokelat agak kehitaman dan mengilap. Sumber : Dok. Peneliti Sumber : Dok. Peneliti
60 Cocor bebek adalah tanaman hias yang berasal dari Genus Kalanchoe. Tanaman ini terkenal karena metode reproduksinya melalui tunas daun. Cocor bebek populer digunakan sebagai tanaman hias di rumah tetapi banyak pula yang tumbuh liar di kebun-kebun dan pinggir parit yang tanahnya banyak berbatu. Cocor bebek adalah tanaman hias yang berasal dari Genus Kalanchoe. Tanaman ini terkenal karena metode reproduksinya melalui tunas daun. Cocor bebek populer digunakan sebagai tanaman hias di rumah tetapi banyak pula yang tumbuh liar di kebun-kebun dan pinggir parit yang tanahnya banyak berbatu. Daun Sidingin Daun cocor bebek mengandung antibakteri dan inflamasi yang dapat menggantikan fungsi antiseptik dalam membantu menyembuhkan luka. Bentuk daunnya oval serta berukuran cukup lebar. Biasanya pada bagian tepinya bergerigi halus. Tanaman berkembang biak melalui tunas daun. Daun cocor bebek mengandung antibakteri dan inflamasi yang dapat menggantikan fungsi antiseptik dalam membantu menyembuhkan luka. Bentuk daunnya oval serta berukuran cukup lebar. Biasanya pada bagian tepinya bergerigi halus. Tanaman berkembang biak melalui tunas daun. Pengobatan tradisional daun kiman ujan ini memiliki potensi yang bisa dijadikan sebagai sumber belajar IPA khususnya bagi guru yang mengajar di provinsi Riau lebih tepatnya di Kecamatan Kampar. Proses pengobatan ini memiliki sebuah konsep IPA pada materi tingkat keanekaraagaman, Klasifikasi tumbuhan dan morfologi tumbuhan. Guru bisa mengaitkan tradisi menangkap burung kuaghan pada saat materi ini disampaikan. Pengobatan tradisional daun kiman ujan ini memiliki potensi yang bisa dijadikan sebagai sumber belajar IPA khususnya bagi guru yang mengajar di provinsi Riau lebih tepatnya di Kecamatan Kampar. Proses pengobatan ini memiliki sebuah konsep IPA pada materi tingkat keanekaraagaman, Klasifikasi tumbuhan dan morfologi tumbuhan. Guru bisa mengaitkan tradisi menangkap burung kuaghan pada saat materi ini disampaikan. KD 3.1 Mengidentifikasi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan KD 3.1 Mengidentifikasi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan Sumber : Google.com
Anjarsari, L. A., Surtono, A., & Supriyanto, A. (2015). Desain dan realisasi alat ukur massa jenis zat cair berdasarkan hukum archimedes menggunakan sensor fotodioda. JURNAL TeoriDanAplikasiFisika,03(02), Arohman, M., & Priyandoko, D. (2016). Kemampuan Literasi Sains Siswa pada Pembelajaran Ekosistem. Proceeding Biology Eduvation Conference, 13(1), 90–92. http://kompasiana.com/post/read/650460/3/ Darmiati. (2013). Hidrodinamika perairan pantai bau-bau dan transformasi gelombang di atas terumbu karang alami. Dewata, I. (2018). Pencemaran Lingkungan. Imanudin, M. S., & Prayitno. (2015). Pengembangan irigasi bawah tanah untuk irigasi mikro melalui metoda kapilaritas tanah. Prosiding Seminar Nasional Swasembada Pangan, ISBN 978-6(Swasembada Pangan), 376–381. Julita, H. (2022). Komunikasi Antar Budaya Surfer Lokal Dengan Wisatawan Asing Di Lokasi Pariwisata Ombak Bono Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan. Kristie, S., Tawas, D. H., Tangkudung, H., & Mamoto, J. D. (2013). Analisis Karakteristik Gelombang Pecah Terhadap Perubahan Garis Pantai Di Atep Oki. Jurnal Sipil Statik, 1(12), 784–796. Laili, D. N., Utami, S. P., & S, A. P. (2015). Pengembangan Perencanaan Pembelajaran Energi Cahaya Pada Madrasah Ibtidaiyah. 2, 13. Octafiana, W., Ekosusilo, M., & Subiyantoro, S. (2018). Pengembangan Multimedia Interaktif Pada Materi Pesawat Sederhana Untuk Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Komunikasi Pendidikan, 2(2), 168. https://doi.org/10.32585/jkp.v2i2.131 Rachman, M., & Semarang, U. N. (2012). Konservasi Nilai Dan Warisan Budaya. Indonesian Journal of Conservation, 1(1), 30–39. Daftar Pustaka 61
Ilhami, A. (2019). Kontribusi Budaya Lokal Terhadap Literasi Lingkungan : Studi Kasus di SMP Pandam Gadang Sumatera Barat. Journal of Natural Science and Integration, 2(2), 1. https://doi.org/10.24014/jnsi.v2i2.7788. Istiqfar, S. (2017). Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Obat Di Hutan Adat Rimbo Tujuh Danau Desa Buluh Cina Kabupaten Kampar Provinsi Riau. 4(12 (152)), 1–13. Khusniati, M. (2014). Model Pembelajaran Sains Berbasis Kearifan Lokal Dalam Menumbuhkan Karakter Konservasi. Indonesian Journal of Conservation, 3(1), 67–74. Kuspradini, Harlinda, Rosamah, Enih, Sukaton, Edi, Arung, Enos Tangke, & Kusuma, Irawan Wijaya. (2016). Pengenalan Getah Gum-Lateks-Resin. Samarinda : Mulawarman University Press. Mulyani, S. (2020). Kearifan Lokal Petani Sagu Desa Sungai Tohor Kecamatan Tebing Tinggi Timur Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau. Jom Fisip, 7(1), 1–14. Niman, E. M. (2019). Kearifan Lokal Dan Upaya Pelestarian Lingkungan Alam. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio, 11(1), 91–106. Paramita, R., Ganda, R., Panjaitan, P., Ariyati, E., Paramita, R., Ipa, P., & No, V. (2018). Pengembangan Booklet Hasil Inventarisasi Tumbuhan Obat Sebagai Media Pembelajaran Pada Materi Manfaat Keanekaragaman Hayati. 02(02). Purbosari, P. M. (2016). Pembelajaran Berbasis Proyek Membuat Ensiklopedia Ilmu Pengetahuan Alam (Ipa) Untuk Meningkatkan Academic Skill Pada Mahasiswa. Scholaria : Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 6(3), 231. https://doi.org/10.24246/j.scholaria.2016.v6.i3.p231-238 Ratmini, N. S. (2012). Karakteristik dan Pengelolaan Lahan Gambut untuk Pengembangan Pertanian. Jurnal Lahan Suboptimal, 1(2), 197–206. Suastra, I. W. (2010). Model Pembelajaran Sains Berbasis Budaya Lokal Untuk Mengembangkan Kompetensi Dasar Sains dan Nilai Kearifan Lokal di SMP. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 43(2), 8–16. 62
Sugiyanto, S. (2019). Kearifan Lokal Petani Dan Kelestarian Gambut (Studi Kasus: Desa Lukun Kecamatan Tebing Tinggi Timur Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau). Jom Fisip, 6(1), 1–15. Widiarti, A., Bachri, A. A., Studi, P., Ilmu, M., Masyarakat, K., Kedokteran, F., Mangkurat, U. L., & Selatan, K. (2016). Analisis pengaruh faktor perilaku terhadap pemanfaatan kearifan lokal sebagai obat tradisional oleh masyarakat di kota palangka raya. 30–41. Yoswaty, D. (2016). Potensi Gelombang Bono Untuk Pengembangan Ekowisata Bahari. Jurnal Festiva,57–64.https://festiva.ejournal.unri.ac.id/index.php/JF/article/download/4011/3895. 63
64 Glosarium A Adat Gagasan kebudayaan yang terdiri dari nilai-nilai hukum kebiasaan Abiotik komponen penyusun ekosistem yang terdiri dari benda-benda tak hidup. B Budaya Suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sekelompok orang, serta diwariskan dari generasi ke generasi. Biotik Komponen lingkungan hidup dari sekumpulan makhluk hidup atau organisme yang ada dilingkungan sekitar. Bangsa Suatu kelompok manusia yang memiliki identitas bersama, dan mempunyai kesamaan bahasa, ideologi, budaya, sejarah, dan tujuan. C Cagar Hukum daerah yang kelestarian hidup tumbuh-tumbuhan dan binatang (flora dan fauna) yang terdapat di dalamnya dilindungi oleh undangundang dari bahaya kepunahan; suaka alam D Distilasi Proses pemisahan suatu campuran yang didasarkan pada perbedaan titik didih dan tekanan uap yang cukup signifikan. E Etnosains Pengetahuan yang dimiliki oleh suatu bangsa atau suatu suku bangsa atau kelompok sosial tertentu. Ekosistem Suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi Ekologi Cabang ilmu biologi yang mempelajari interaksi antara makhluk hidup dengan makhluk hidup lain dan juga dengan lingkungan sekitarnya.
65 F Festival Pesta besar atau acara meriah yang diadakan dalam rangka memperingati sesuatu. Fotosintesis Proses biokimia pembentukan karbohidrat dari zat anorganik yang dilakukan oleh tumbuhan, terutama yang mengandung zat hijau daun yaitu klorofil. G Gelombang Getaran yang merambat dari suatu titik ke titik lainnya melalui suatu media atau ruang hampa. Getaran Gerakan bolak-balik dalam suatu interval waktu tertentu. Getaran berhubungan dengan gerak osilasi benda dan gaya yang berhubungan dengan gerak tersebut. Geografis Letak suatu daerah dilihat dari kenyataannya di bumi atau posisi daerah itu pada bola bumi dibandingkan dengan posisi daerah lain. H Hidroksida Ion poliatomik yang terdiri dari oksigen dan hidrogen (OH−). Ion ini bermuatan −1 dan merupakan salah satu ion poliatomik yang paling sederhana. Sebagian besar hidroksida tidak larut dalam air. J Jeletung Spesies pohon dari subfamilia oleander. Pohon ini dapat tumbuh hingga 60 meter dengan diameter sebesar 2 meter. K Kearifan Lokal Pandangan hidup suatu masyarakat di wilayah tertentu mengenai lingkungan alam tempat mereka tinggal. Konservasi Tindakan pemeliharaan dan perlindungan secara teratur untuk mencegah sesuatu dari kerusakan. Konservasi Mengakui akan kejujuran dan kemampuan seseorang benarbenar dapat memenuhi harapan. Kapilaritas Peristiwa naik atau turunnya zat cair pada pembuluh atau celah kecil atau pori-pori kecil.
66 L Limbah Bahan buangan tidak terpakai yang berdampak negatif terhadap masyarakat jika tidak dikelola dengan baik.. M Metode Prosedur, teknik, atau langkah untuk melakukan sesuatu, terutama untuk mencapai tujuan tertentu. Muara Bagian hilir dari sungai yang berhubungan dengan laut. Mitos Cerita suatu bangsa mengenai dewa dan pahlawan zaman dahulu yang mengandung penafsiran semesta alam, manusia, dan bangsa. N Norma Aturan-aturan yang dilengkapi dengan sanksi-sanksi kepada orang yang melanggarnya. O Objek Sesuatu yang dikenai suatu tindakan. Tindakan ini tentunya bermacam-macam tergantung ranah dan bidangnya. Optik Cabang fisika yang menggambarkan perilaku dan sifat cahaya dan interaksi cahaya dengan materi. Organisasi Suatu kesatuan atau susunan yang terdiri atas orang-orang dalam perkumpulan untuk mencapai tujuan bersama. P Penelitian Kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis serta penyajian data secara sistematis dan obyektif, untuk memecahkan masalah atau menguji hipotesis. Peristiwa Kenyataan yang bersifat absolut atau mutlak dan objektif. Produsen Pihak yang melakukan kegiatan produksi dalam bidang ekonomi. Produksi merupakan salah satu kegiatan ekonomi, selain distribusi dan konsumsi.
67 R Rekontruksi Penataan ulang atau penerjemahan sains asli ke dalam konsepkonsep sains barat/sains ilmiah S Sungai Saluran terbuka yang terbentuk secara alami di atas permukaan bumi, tidak hanya menampung air tetapi juga mengalirkannya dari bagian hulu menuju ke bagian hilir dan ke muara Sirih Tanaman asli Indonesia yang tumbuh merambat atau bersandar pada batang pohon lain. Salinitas Tingkat keasinan atau kadar garam yang terlarut dalam air. T Tradisi Kebijakan turun temurun. Tempatnya di dalam kesadaran, keyakinan, norm, dan nilai yang kita anut kini serta di dalam benda yang diciptakan di masa lalu. Tongkah Papan yang di gunakan untuk manongkah kerang Tradisional Sikap dan cara berpikir serta bertindak yang selalu memegang teguh terhadap norma dan adat istiadat yang diwariskan secara turuntemurun. W Wadah Tempat untuk menaruh, menyimpan sesuatu.
68 Biografi Penulis M Agung Alwanda lahir di Pekanbaru pada 2 Januari 2001. Anak pertama dari dau bersaudara. ber profesi sebagai mahasiswa di UIN SUSKA RIAU. Penulis merupakan alumni dari MAN 1 Pekanbaru yang tamat pada tahun 2018. Saat ini penulis berada di jurusan Tadris IPA dan ini merupakan buku pertama yang penulis buat. M Agung Alwanda lahir di Pekanbaru pada 2 Januari 2001. Anak pertama dari dau bersaudara. ber profesi sebagai mahasiswa di UIN SUSKA RIAU. Penulis merupakan alumni dari MAN 1 Pekanbaru yang tamat pada tahun 2018. Saat ini penulis berada di jurusan Tadris IPA dan ini merupakan buku pertama yang penulis buat.
ENSIKLOPEDIA ETNOSAINS Berbasis Kearifan Lokal Riau Apakah kamu ingin mengetahui kearfian lokal apa saja yang berada di Provisi Riau ? dan Apakah kamu juga ingin mengetahui lebih dalam mengenai Etnosains ? Buku ini merupakan buku wajib yang harus kamu baca jika ingin hal tersebut. terdapat 10 Kearifan lokal yang terdapat di Provinsi Riau dan juga akan ada penjelasan Etnosains nya serta akan di Integrasikan dengan pembelajaran IPA UIN SUSKA RIAU Jl Hr Soeberantas, Panam, Pekanbaru Scan untuk mendapatkan E - Ensiklopedia