The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Kelas L_Semester 2, 2024-04-21 08:09:51

Modul Ajar Belajar dan Pembelajaran

Kelompok 1

Keywords: Belajar dan Pembelajaran

C. Metode Pembelajaran simulasi • Pengertian Metode simulasi merupakan salah satu metode pembelajaran yang memberikan penyajian berupa pelajaran dengan menggunakan situasi maupun suatu proses yang nyata. Dalam metode jenis ini, siswa diminta untuk terlibat secara aktif dalam melakukan interaksi dengan situasi yang ada di sekitar lingkungannya. Siswa diminta untuk menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh atau yang telah dipelajari sebelumnya. • Tujuan a. Melatih keterampilan tertentu yang bersifat praktis bagi kehidupan sehari-hari. b. Membantu mengembangkan sikap percaya diri peserta didik. c. Mengembangkan persuasi dan komunikasi. d. Melatih peserta didik memecahkan masalah. • Karakteristik (1) Membina kemampuan bekerja sama, (2) Komunikasi antara pendidik dan peserta didik (3) Interkasi dari peserta didik dengan peserta didik, peserta didik dengan pendidik. • Langkah-langkah (1) Persiapan simulasi (a) Menetapkan topik atau masalah serta tujuan yang hendak dicapai oleh simulasi. (b) Pendidik memberikan masalah dalam simulasi yang akan disimulasikan. (c) Pendidik menetapkan pemain yang akan terlibat dalam simulasi, peranan yang harus dimainkan oleh para pemeran, serta waktu yang disediakan. (d) Pendidik memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya khususnya pada siswa yang terlibat dalam pemeranan simulasi. (2) Pelaksanaan simulasi (a) Simulasi mulai dimainkan oleh kelompok pemeran. (b) Para siswa lainnya mengikuti dengan penuh perhatian. (c) Pendidik hendaknya memberikan bantuan kepada pemeran yang mendapat kesulitan. (d) Simulasi hendaknya dihentikan pada saat puncak. (3) Penutup (a) Melakukan diskusi baik tentang jalannnya simulasi maupun materi cerita yang disimulasikan. (b) Merumuskan kesimpulan. • Kelebihan • Kekurangan (1) Dapat dijadikan sebagai bekal bagi siswa dalam menghadapai situasi yang sebenarnya kelak. (2) Dapat mengembangkan kreativitas siswa. (3) Dapat memupuk keberanian dan percaya diri siswa. (4) Memperkaya pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diperlukan dalam menghadapi berbagai situasi sosial yang problematis. (5) Dapat meningkatkan gairah siswa dalam proses pembelajaran (1) Pengalaman yang diperoleh tidak selalu tepat dan sesuai dengan kenyataan di lapangan. (2) Pengelolaan yang kurang baik, sering simulasi dijadikan sebagai alat hiburan, sehingga tujuan pembelajaran menjadi terabaikan. (3) Faktor psikologis seperti rasa malu dan takut sering memengaruhi siswa dalam melakukan simulasi.


D. Metode Pembelajaran inkuiri • Pengertian Metode inkuiri merupakan metode pembelajaran di mana siswa dituntut untuk lebih aktif dalam proses penemuan, penempatan siswa lebih banyak belajar sendiri serta mengembangkan keaktifan dalam memecahkan masalah. Menemukan (inkuiri) merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran berbasis kontekstual. • Tujuan (1) Mengembangkan keinginan dan motivasi siswa untuk mempelajari prinsip dan konsep Sains, (2) Mengembangkan keterampilan ilmiah siswa hingga mampu bekerja seperti layaknya seorang ilmuan, (3) Membiasakan siswa bekerja keras untuk memperoleh pengetahuan. • Karakteristik • Langkah-langkah 1. Langkah orientasi adalah mempersiapkan siswa untuk pembelajaran dengan menekankan pada kesiapan mental dan kemauan mereka untuk aktif dalam memecahkan masalah. 2. Merumuskan masalah melibatkan menyajikan tantangan kepada siswa untuk memecahkan teka-teki atau persoalan yang menuntut mereka berpikir kritis. 3. Merumuskan hipotesis merupakan langkah awal dalam memberikan jawaban sementara terhadap masalah yang dihadapi, yang kemudian akan diuji kebenarannya. 4. Mengumpulkan data adalah aktivitas untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan guna menguji kebenaran hipotesis, membutuhkan motivasi, ketekunan, dan kemampuan berpikir siswa. 5. Menguji hipotesis adalah proses menentukan kebenaran jawaban berdasarkan data yang terkumpul serta mengembangkan kemampuan berpikir rasional siswa. 6. Merumuskan kesimpulan adalah tahap akhir dalam pembelajaran di mana siswa harus mampu menyimpulkan hasil temuan berdasarkan data yang relevan. • Kelebihan • Kekurangan 1) Dapat membentuk dan mengembangkan selfconcept pada diri siswa, sehingga siswa dapat mengerti tentang konsep dasar dan ide-ide lebih baik. 2) Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi proses belajar yang baru. 3) Mendorong siswa untuk berpikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri, bersikap obyektif, jujur dan terbuka. 4) Mendorong siswa untuk berpikir intuitif dan merumuskan hipotesisnya sendiri. 1) Kemungkinan sebagian siswa tidak berperan serta aktif dalam metode inquiri ini sehingga justru menghambat jalannya pengajaran melalui metode ini. 2) Tingkat kedewasaan siswa kurang mencukupi untuk metode inquiri ini. Tuntutan peran terlalu tinggi sehingga siswa tidak mampu menjalankan peran ini dengan baik. 3) Persiapan dan penjelasan yang kurang dari guru bisa membuat metode inquiri ini terhambat. a. Siswa membuat pertanyaan mereka sendiri. b. Siswa berperan aktif dalam pembelajaran, tidak hanya menerima pembelajaran yang telah guru rancang. c. Peserta didik memperoleh bukti pendukung untuk menjawab pertanyaan mereka sendiri.


E. Metode Pengajaran Unit • Pengertian Pengajaran unit lebih dikenal dengan istilah “unit teaching” merupakan pengajaran yang mengarahkan kegiatan peserta didik pada pemecahan suatu masalah yang dirumuskan dahulu secara bersama-sama. Metode ini didefinisikan sebagai suatu cara penyajian pelajaran yang bertitik tolak dari suatu masalah, kemudian dibahas dari bebagai segi yang berhubungan sehingga pemecahannya secara keseluruhan dan bermakna. • Tujuan Melatih peserta didik berpikir komprehensif dengan cara mengkaji dan memecahkan pemasalahan dari berbagai disipln ilmu atau berbagai aspek, Terbentuk sikap kritis, kerjasama, rasa ingin tahu, menghargai waktu dan menghagai pendapat, Melatih peserta didik agar memiliki kemampuan merencanakan,mengorganisasi dan memimpin suatu kegiatan. • Karakteristik • Langkah-langkah 1. Perencanaan: Identifikasi tujuan pembelajaran, pilih topik atau konsep, dan rancang aktivitas dan penilaian yang sesuai. 2. Pendahuluan: Kenalkan siswa pada topik atau konsep unit dengan menarik perhatian mereka dan menjelaskan tujuan pembelajaran. 3. Pengajaran: Sampaikan materi pembelajaran dengan menggunakan berbagai strategi pengajaran, termasuk ceramah, diskusi, aktivitas kelompok, dan demonstrasi. 4. Penerapan: Berikan kesempatan kepada siswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang mereka pelajari melalui berbagai kegiatan seperti proyek, eksperimen, atau simulasi. 5. Evaluasi: Gunakan berbagai bentuk penilaian untuk mengevaluasi pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran, termasuk tes, proyek, tugas, dan observasi. 6. Refleksi: Berikan waktu bagi siswa untuk merefleksikan pembelajaran mereka, mengidentifikasi kekuatan dan area yang perlu diperbaiki, serta membuat koneksi antara pembelajaran yang telah mereka dapatkan dengan kehidupan mereka. • Kelebihan • Kekurangan 1) Membantu peserta didik lebih berpkir komprehensif. 2) Memperluas wawasan peserta didik dalam ilmu pengetahuan dengan keanekaragaman sumber informasi. 3) Memperhatikan karakteristik peserta didik secara khusus. 4) Menciptakan iklim demokratis dalam belajar dimana peserta didik dapat ikut menentukan rencana bersama guru tentang topik yang akan dibahas. 5. Pengajaran unit disesuaikan dengan tingkat perkembangan ,minat,dan bakat peserta didik sehingga pengajaran akan lebih bermakna. 1) Sulit menentukan topk yang sesuai dengan minat,bakat dan perkembangan anak. 2) Memerlukan kecakapan khusus dalam melaksanakan pengajaran unit. 3) Memerlukan biaya yang cukup besar. 4) Memerlukan waktu yang cukup lama. 5) Kemungkinan pemecahan masalah yang kabur dan dangkal karena ditinjau dari berbagai disiplin ilmu dan tidak semua disiplin ilmu dapat dikuasai peserta didik dengan baik. Metode pengajaran unit cenderung fokus pada satu topik, mendorong keterlibatan aktif siswa, memiliki kohesivitas antara materi pembelajaran, menghadirkan pembelajaran berbasis masalah, menggunakan evaluasi holistik, memadukan berbagai disiplin ilmu, memberikan fleksibilitas kepada guru untuk menyesuaikan pendekatan pengajaran.


Daftar rujukan Sutikno. (2019). Metode & Model-Model Pembelajaran. Holistica Lombok. Sawaludin, dkk. (2022). Metode dan Model Pembelajaran. Yayasan Hamjah Diha. Mukrimaa. (2014). Metode Belajar Pembelajaran. Universitas Pendidikan Indonesia.


Target Peserta Didik Sarana Media Peserta didik mampu memahami dan menguasai mengenai perencanaan pembelajaran Modul Ajar Belajar dan Pembelajaran Identitas Penulis Fase : A Alokasi Waktu : 45 menit Penulis : Kelompok 1 Instansi : Universitas Pendidikan Ganesha Tujuan Pembelajaran Asesmen Awal Model Pembelajaran Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar. 1) Komputer/Laptop, 2) Proyektor, 3) Jaringan Internet Cooperative Learning Peserta didik mengenal metode-metode pembelajaran demonstrasi, eksperimen, simulasi, inkuiri, dan pembelajaran unit. Misalnya: • Apa tujuan dari metode pembelajaran demonstrasi, eksperimen, dan inkuiri? • Bagaimana langkah-langkah pelaksanaan metode pembelajaran demonstrasi, eksperimen, simulasi, inkuiri, dan pembelajaran unit?


Kegiatan Inti 1.Peserta didik dibagi dalam kelompok yang terdiri dari 4-5 orang. Peserta didik menyimak materi yang ditayangkan melalui slide di depan kelas tentang pengertian perencanaan pembelajaran, fungsi, manfaat, dan tahapan pengembangan perencanaan pembelajaran dengan Understanding By Design. 2. Peserta didik menyimak video-video tentang pengertian perencanaan pembelajaran, fungsi, manfaat, dan tahapan pengembangan perencanaan pembelajaran dengan Understanding By Design. tersebut di kelas. 3. 4.Setiap kelompok menganalisis video dan materi yang dipaparkan. 5. Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. Peserta didik diberi penguatan pemahaman dengan memberikan apresiasi terhadap kelompok yang telah mempresentasikan hasil diskusinya. 6. 1.Peserta didik dibagi dalam kelompok yang terdiri dari 4-5 orang. Peserta didik menyimak materi yang ditayangkan melalui slide di depan kelas tentang pengertian perencanaan pembelajaran, fungsi, manfaat, dan tahapan pengembangan perencanaan pembelajaran dengan Understanding By Design. 2. Peserta didik menyimak video-video tentang pengertian perencanaan pembelajaran, fungsi, manfaat, dan tahapan pengembangan perencanaan pembelajaran dengan Understanding By Design. tersebut di kelas. 3. 4.Setiap kelompok menganalisis video dan materi yang dipaparkan. 5. Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. Peserta didik diberi penguatan pemahaman dengan memberikan apresiasi terhadap kelompok yang telah mempresentasikan hasil diskusinya. 6. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan ke-13 Topik : “Perencanaan Pembelajaran” Pendahuluan 1.Melakukan apersepsi (salam, sapa, cek kehadiran peserta didik). 2.Menyanyikan lagu wajib nasional "Halo-Halo Bandung". 3.Ice Breaking "tepuk fokus" Menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai materi perencanaan pembelajaran. 4. Menyampaikan kegiatan yang akan dilakukan selama pembelajaran. 5. 1.Melakukan apersepsi (salam, sapa, cek kehadiran peserta didik). 2.Menyanyikan lagu wajib nasional "Halo-Halo Bandung". 3.Ice Breaking "tepuk fokus" Menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai materi perencanaan pembelajaran. 4. Menyampaikan kegiatan yang akan dilakukan selama pembelajaran. 5. Kegiatan Inti Penutup Peserta didik diberikan kesempatan untuk menanyakan mengenai hal yang belum dipahami dalam aktivitas pembelajarannya. 1. Peserta didik beserta pendidik menyimpulkan materi dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukannya. 2. Pendidik menanyakan perasaan dan pemahaman peserta didik (kegiatan refleksi). 3. 4.Menutup pembelajaran. Peserta didik diberikan kesempatan untuk menanyakan mengenai hal yang belum dipahami dalam aktivitas pembelajarannya. 1. Peserta didik beserta pendidik menyimpulkan materi dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukannya. 2. Pendidik menanyakan perasaan dan pemahaman peserta didik (kegiatan refleksi). 3. 4.Menutup pembelajaran.


Selanjutnya pengertian pembelajaran menurut para ahli diuraikan sebagai berikut. a. Joyce dan Weil (1980) memaparkan pembelajaran adalah proses bersama antara pengajar dan peserta didik menciptakan lingkungan termasuk serangkaian tata nilai dan keyakinan yang dianggap penting untuk menyatukan pandangan tentang realitas kehidupan. b. Dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bab I dalam ketentuan umum disebutkan tentang definisi pembelajaran yaitu “proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar”. Selanjutnya pengertian pembelajaran menurut para ahli diuraikan sebagai berikut. a. Joyce dan Weil (1980) memaparkan pembelajaran adalah proses bersama antara pengajar dan peserta didik menciptakan lingkungan termasuk serangkaian tata nilai dan keyakinan yang dianggap penting untuk menyatukan pandangan tentang realitas kehidupan. b. Dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bab I dalam ketentuan umum disebutkan tentang definisi pembelajaran yaitu “proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar”. Berdasarkan terminologi, kata perencanaan pembelajaran terdiri dari dua kata, yaitu perencanaan dan pembelajaran. Pengertian perencanaan menurut para ahli sebagai berikut. a. Banghart dan Trull (1973) mengemukakan bahwa perencanaan adalah awal dari semua proses yang rasional dan mengandung sifat optimisme yang didasarkan atas kepercayaan bahwa akan dapat mengatasi berbagai macam permasalahan. b. Terry (1993) menyatakan bahwa perencanaan adalah menetapkan pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh kelompok untuk mencapai tujuan yang digariskan. c. Robins (1982) menjelaskan perencanaan adalah suatu cara untuk mengantisipasi dan menyeimbangkan perubahan. d. Kast dan Rosenzweig (2002) menjelaskan perencanaan adalah proses memutuskan di depan, apa yang akan dilakukan dan bagaimana. e. Steller (1983) menyatakan bahwa perencanaan terkait dengan hubungan antara apa yang ada sekarang (what is) dengan bagaimana seharusnya (what should be) yang berkaitan dengan kebutuhan, penentuan tujuan, prioritas, program dan alokasi. sumber. Berdasarkan terminologi, kata perencanaan pembelajaran terdiri dari dua kata, yaitu perencanaan dan pembelajaran. Pengertian perencanaan menurut para ahli sebagai berikut. a. Banghart dan Trull (1973) mengemukakan bahwa perencanaan adalah awal dari semua proses yang rasional dan mengandung sifat optimisme yang didasarkan atas kepercayaan bahwa akan dapat mengatasi berbagai macam permasalahan. b. Terry (1993) menyatakan bahwa perencanaan adalah menetapkan pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh kelompok untuk mencapai tujuan yang digariskan. c. Robins (1982) menjelaskan perencanaan adalah suatu cara untuk mengantisipasi dan menyeimbangkan perubahan. d. Kast dan Rosenzweig (2002) menjelaskan perencanaan adalah proses memutuskan di depan, apa yang akan dilakukan dan bagaimana. e. Steller (1983) menyatakan bahwa perencanaan terkait dengan hubungan antara apa yang ada sekarang (what is) dengan bagaimana seharusnya (what should be) yang berkaitan dengan kebutuhan, penentuan tujuan, prioritas, program dan alokasi. sumber. Sehingga pengertian perencanaan pembelajaran menurut beberapa ahli sebagai berikut. a. Combbs (1982) bahwa perencanaan pembelajaran adalah suatu penerapan yang rasional dari analisis sistematis proses perkembangan pendidikan dengan tujuan agar pendidikan itu lebih efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan dan tujuan para siswa dan masyarakatnya. b. Suharjono (2003) menyatakan bahwa rencana pembelajaran merupakan disiplin keilmuan yang berhubungan dengan proses dan hasil pembelajaran. c. Menurut Nurdin dan Usman (2002) perencanaan pembelajaran merupakan pemetaan langkah langkah ke arah tujuan yang didalamnya tercakup unsur-unsur tujuan mengajar yang diharapkan, materi/bahan pelajaran yang akan diberikan, strategi/metode mengajar yang akan diterapkan dan prosedur evaluasi yang dilakukan yang menilai hasil belajar siswa. d. Sanjaya (2013) menjelaskan Perencanaan pembelajaran adalah proses pengambilan keputusan hasil berpikir secara rasional tentang sasaran dan tujuan pembelajaran tertentu yakni perubahan prilaku serta rangkaian kegiatan yang harus dilaksanakan sebagai upaya pencapaian tujuan tersebut dengan memanfaatkan segala potensi dan sumber belajar yang ada. Sehingga pengertian perencanaan pembelajaran menurut beberapa ahli sebagai berikut. a. Combbs (1982) bahwa perencanaan pembelajaran adalah suatu penerapan yang rasional dari analisis sistematis proses perkembangan pendidikan dengan tujuan agar pendidikan itu lebih efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan dan tujuan para siswa dan masyarakatnya. b. Suharjono (2003) menyatakan bahwa rencana pembelajaran merupakan disiplin keilmuan yang berhubungan dengan proses dan hasil pembelajaran. c. Menurut Nurdin dan Usman (2002) perencanaan pembelajaran merupakan pemetaan langkah langkah ke arah tujuan yang didalamnya tercakup unsur-unsur tujuan mengajar yang diharapkan, materi/bahan pelajaran yang akan diberikan, strategi/metode mengajar yang akan diterapkan dan prosedur evaluasi yang dilakukan yang menilai hasil belajar siswa. d. Sanjaya (2013) menjelaskan Perencanaan pembelajaran adalah proses pengambilan keputusan hasil berpikir secara rasional tentang sasaran dan tujuan pembelajaran tertentu yakni perubahan prilaku serta rangkaian kegiatan yang harus dilaksanakan sebagai upaya pencapaian tujuan tersebut dengan memanfaatkan segala potensi dan sumber belajar yang ada. Mira, apakah kamu tahu yang dimaksud dengan perencanaan pembelajaran? Bahan Ajar Aku tahu Toni, yuk simak penjelasan di bawah ini A. Pengertian Perencanaan Pembelajaran


Menurut Nurdin dan Usman (2002:87) fungsi dari perencanaan pembelajaran yang dipersiapkan guru antara lain : a. Menentukan arah kegiatan pembelajaran. b. Memberi isi dan makna tujuan. c. Menentukan cara bagaimana mencapai tujuan yang diharapkan. d. Mengukur seberapa jauh tujuan itu telah tercapai dan tindakan apa yang harus dilakukan apabila tujuan belum tercapai. Menurut Nurdin dan Usman (2002:87) fungsi dari perencanaan pembelajaran yang dipersiapkan guru antara lain : a. Menentukan arah kegiatan pembelajaran. b. Memberi isi dan makna tujuan. c. Menentukan cara bagaimana mencapai tujuan yang diharapkan. d. Mengukur seberapa jauh tujuan itu telah tercapai dan tindakan apa yang harus dilakukan apabila tujuan belum tercapai. B. FUNGSI DAN MANFAAT PERENCANAAN PEMBELAJARAN Menurut Oemar Hamalik, bahwa pada garis besarnya fungsi perencanaan pembelajaran sebagai berikut. a. Memberi tenaga pendidik pemahaman yang lebih jelas tentang tujuan pendidikan sekolah dan hubungannya dengan pengajaran yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. b. Membantu tenaga pendidik memperjelas pemikiran tentang sumbangan pengajarannya terhadap pencapaian tujuan pendidikan. c. Menambah keyakinan tenaga pendidik atas nilai-nilai pengajaran yang diberikan dan prosedur yang dipergunakan. d. Membantu tenaga pendidik dalam rangka mengenal kebutuhan-kebutuhan peserta didik, minat-minat peserta didik, dan mendorong motivasi belajar. e. Mengurangi kegiatan yang bersifat trial dan error dalam mengajar dengan adanya organisasi kurikuler yang lebih baik, metode yang tepat, dan menghemat waktu. f. Peserta didik akan menghormati tenaga pendidik yang dengan sungguh-sungguh mempersiapkan diri untuk mengajar sesuai dengan harapan-harapan peserta didik. g. Memberikan kesempatan bagi tenaga pendidik untuk memajukan pribadinya dan perkembangan profesionalnya. h. Membantu tenaga pendidik memiliki perasaan percaya pada diri sendiri dan jaminan atas dirinya sendiri. i. Membantu tenaga pendidik memelihara kegairahan mengajar dan senantiasa memberikan bahan-bahan yang up to date kepada peserta didik. Menurut Oemar Hamalik, bahwa pada garis besarnya fungsi perencanaan pembelajaran sebagai berikut. a. Memberi tenaga pendidik pemahaman yang lebih jelas tentang tujuan pendidikan sekolah dan hubungannya dengan pengajaran yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. b. Membantu tenaga pendidik memperjelas pemikiran tentang sumbangan pengajarannya terhadap pencapaian tujuan pendidikan. c. Menambah keyakinan tenaga pendidik atas nilai-nilai pengajaran yang diberikan dan prosedur yang dipergunakan. d. Membantu tenaga pendidik dalam rangka mengenal kebutuhan-kebutuhan peserta didik, minat-minat peserta didik, dan mendorong motivasi belajar. e. Mengurangi kegiatan yang bersifat trial dan error dalam mengajar dengan adanya organisasi kurikuler yang lebih baik, metode yang tepat, dan menghemat waktu. f. Peserta didik akan menghormati tenaga pendidik yang dengan sungguh-sungguh mempersiapkan diri untuk mengajar sesuai dengan harapan-harapan peserta didik. g. Memberikan kesempatan bagi tenaga pendidik untuk memajukan pribadinya dan perkembangan profesionalnya. h. Membantu tenaga pendidik memiliki perasaan percaya pada diri sendiri dan jaminan atas dirinya sendiri. i. Membantu tenaga pendidik memelihara kegairahan mengajar dan senantiasa memberikan bahan-bahan yang up to date kepada peserta didik. Menurut Majid (2005:22) manfaat perencanaan pembelajaran khususnya dalam proses belajar mengajar sebagai berikut. a. Sebagai petunjuk arah kegiatan dalam mencapai tujuan. b. Sebagai pola dasar dalam mengatur tugas dan wewenang bagi setiap unsur yang terlibat dalam kegiatan. c. Sebagai pedoman kerja bagi setiap unsur, baik unsur guru maupun unsur murid. d. Sebagai alat ukur efektif tidaknya suatu pekerjaan, sehingga setiap saat diketahui ketepatan dan kelambatan kerja. e. Untuk bahan penyusunan data agar terjadi keseimbangan kerja. f. Untuk menghemat waktu, tenaga, alat-alat, dan biaya. Menurut Majid (2005:22) manfaat perencanaan pembelajaran khususnya dalam proses belajar mengajar sebagai berikut. a. Sebagai petunjuk arah kegiatan dalam mencapai tujuan. b. Sebagai pola dasar dalam mengatur tugas dan wewenang bagi setiap unsur yang terlibat dalam kegiatan. c. Sebagai pedoman kerja bagi setiap unsur, baik unsur guru maupun unsur murid. d. Sebagai alat ukur efektif tidaknya suatu pekerjaan, sehingga setiap saat diketahui ketepatan dan kelambatan kerja. e. Untuk bahan penyusunan data agar terjadi keseimbangan kerja. f. Untuk menghemat waktu, tenaga, alat-alat, dan biaya. Sementara itu, Kemp (1994:20) menjelaskan manfaat perencanaan pembelajaran terkait dengan semua pihak yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran,dalam hal ini manfaat tersebut antara lain a. Manfaat bagi pengelola program yaitu pihak yang memerlukan bukti tentang proses belajar yang efektif dan efisien dalam batas biaya yang wajar atau dapat diterima. b. Manfaat bagi perancang pembelajaran yaitu membutuhkan bukti bahwa program yang dirancangnya memuaskan. Dalam hal ini indikator terbaik adalah pencapaian semua tujuan program oleh siswa dalam batas waktu yang tepat. c. Manfaat bagi guru untuk melihat siswanya memperoleh semua kemampuan yang diharapkan dan juga ingin secara pribadi membina hubungan positif dengan siswa. Sementara itu, Kemp (1994:20) menjelaskan manfaat perencanaan pembelajaran terkait dengan semua pihak yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran,dalam hal ini manfaat tersebut antara lain a. Manfaat bagi pengelola program yaitu pihak yang memerlukan bukti tentang proses belajar yang efektif dan efisien dalam batas biaya yang wajar atau dapat diterima. b. Manfaat bagi perancang pembelajaran yaitu membutuhkan bukti bahwa program yang dirancangnya memuaskan. Dalam hal ini indikator terbaik adalah pencapaian semua tujuan program oleh siswa dalam batas waktu yang tepat. c. Manfaat bagi guru untuk melihat siswanya memperoleh semua kemampuan yang diharapkan dan juga ingin secara pribadi membina hubungan positif dengan siswa.


C. PENGERTIAN UNDERSTANDING BY DESIGN (UBD) a. Understanding by design (UbD) adalah kerangka kerja yang lebih fokus dan menarik untuk melihat karakteristik desain yang ingin kita pahami (Wiggin & Tighe, 1950). b. Understanding by design (UbD) merupakan proses dalam merancang pembelajaran yang dilakukan dalam urutan terbalik atau bisa disebut dengan backward design (Kuntari, dkk, 2019). c. Understanding by Design (UbD) adalah kerangka kurikulum desain mundur yang mendukung guru dan pemimpin kurikulum dalam merancang kurikulum, pengajaran, dan penilaian dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan kinerja peserta didik (Halimah dan Dewi, 2023). d. Understanding by Design (UbD) menyatakan bahwa desain proses pembelajaran perlu dilakukan dengan menentukan tujuan pemelajaran terlebih dahulu, menentukan asesmen (bukti bahwa tujuan tercapai), baru mendesain kegiatan belajar-mengajar (Ramli dan Argaswari, 2023). a. Understanding by design (UbD) adalah kerangka kerja yang lebih fokus dan menarik untuk melihat karakteristik desain yang ingin kita pahami (Wiggin & Tighe, 1950). b. Understanding by design (UbD) merupakan proses dalam merancang pembelajaran yang dilakukan dalam urutan terbalik atau bisa disebut dengan backward design (Kuntari, dkk, 2019). c. Understanding by Design (UbD) adalah kerangka kurikulum desain mundur yang mendukung guru dan pemimpin kurikulum dalam merancang kurikulum, pengajaran, dan penilaian dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan kinerja peserta didik (Halimah dan Dewi, 2023). d. Understanding by Design (UbD) menyatakan bahwa desain proses pembelajaran perlu dilakukan dengan menentukan tujuan pemelajaran terlebih dahulu, menentukan asesmen (bukti bahwa tujuan tercapai), baru mendesain kegiatan belajar-mengajar (Ramli dan Argaswari, 2023). a. Menentukan Hasil yang Diinginkan Pada tahap ini terdapat beberapa elemen dalam mengidentifikasi hasil yang diinginkan sebagai berikut. Penetapan Tujuan (Established Goals) Tujuan pembelajaran atau pengajaran yang telah ditetapkan secara jelas dan spesifik. Tujuan ini dapat mencakup apa yang diharapkan siswa ketahui, pahami, dan dapat lakukan setelah selesai pembelajaran. Tujuan pembelajaran menjadi acuan penting yang harus dibuat dan ditetapkan serta dipertimbangkan dengan membuat prioritas pembelajaran berdasarkan kinerja jangka panjang agar siswa dapat melakukan apa yang telah dipelajarinya. Menurut Pertiwi dan Rundonuwo (2019), tujuan pembelajaran dapat dibuat dengan merumuskan poin-poin penting materi yang ingin dipelajari dan menuliskannya menggunakan kata kerja Bloom dalam sebuah kalimat. Contoh: siswa dapat mengidentifikasi dan mengklasifikasikan tumbuhan berdasarkan jenisnya. Pemahaman (Understanding) Pemahaman mendalam terhadap konsep atau materi yang diajarkan. Siswa diharapkan tidak hanya dapat mengingat informasi, tetapi juga mampu menjelaskan, menghubungkan, dan menginterpretasikannya. Contoh: siswa memahami perbedaan antara tumbuhan berbunga dan tumbuhan tidak berbunga. Mereka juga memahami peran akar, batang, dan daun dalam pertumbuhan tanaman. Pertanyaan Pokok (Essential Question) Pertanyaan sentral atau pokok yang mendorong pemikiran kritis, refleksi, dan eksplorasi. Pertanyaan ini memberikan arah pada pembelajaran dan membantu siswa membuat koneksi antara konsep-konsep yang diajarkan. Contoh: Bagaimana kita dapat mengelompokkan tumbuhan berdasarkan ciri-ciri tertentu? atau Mengapa daun penting bagi pertumbuhan tanaman?. a. Menentukan Hasil yang Diinginkan Pada tahap ini terdapat beberapa elemen dalam mengidentifikasi hasil yang diinginkan sebagai berikut. Penetapan Tujuan (Established Goals) Tujuan pembelajaran atau pengajaran yang telah ditetapkan secara jelas dan spesifik. Tujuan ini dapat mencakup apa yang diharapkan siswa ketahui, pahami, dan dapat lakukan setelah selesai pembelajaran. Tujuan pembelajaran menjadi acuan penting yang harus dibuat dan ditetapkan serta dipertimbangkan dengan membuat prioritas pembelajaran berdasarkan kinerja jangka panjang agar siswa dapat melakukan apa yang telah dipelajarinya. Menurut Pertiwi dan Rundonuwo (2019), tujuan pembelajaran dapat dibuat dengan merumuskan poin-poin penting materi yang ingin dipelajari dan menuliskannya menggunakan kata kerja Bloom dalam sebuah kalimat. Contoh: siswa dapat mengidentifikasi dan mengklasifikasikan tumbuhan berdasarkan jenisnya. Pemahaman (Understanding) Pemahaman mendalam terhadap konsep atau materi yang diajarkan. Siswa diharapkan tidak hanya dapat mengingat informasi, tetapi juga mampu menjelaskan, menghubungkan, dan menginterpretasikannya. Contoh: siswa memahami perbedaan antara tumbuhan berbunga dan tumbuhan tidak berbunga. Mereka juga memahami peran akar, batang, dan daun dalam pertumbuhan tanaman. Pertanyaan Pokok (Essential Question) Pertanyaan sentral atau pokok yang mendorong pemikiran kritis, refleksi, dan eksplorasi. Pertanyaan ini memberikan arah pada pembelajaran dan membantu siswa membuat koneksi antara konsep-konsep yang diajarkan. Contoh: Bagaimana kita dapat mengelompokkan tumbuhan berdasarkan ciri-ciri tertentu? atau Mengapa daun penting bagi pertumbuhan tanaman?. D. TAHAP - TAHAP PENGEMBANGAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN UNDERSTANDING BY DESIGN (UBD) Menentukan hasil yang diinginkan Menentukan bukti penilaian Menentukan kegiatan pembelajaran


Pengetahuan dan Keahlian (Knowledge and Skills) Komponen ini mencakup informasi spesifik atau fakta-fakta yang perlu diketahui siswa (pengetahuan) dan keterampilan yang harus mereka kuasai. Contoh: pengetahuan (mengetahui perbedaan antara tumbuhan berbunga dan tumbuhan tidak berbunga, mengetahui fungsi akar, batang, dan daun dalam pertumbuhan tanaman, dan mengidentifikasi beberapa jenis tanaman yang umum di sekitar lingkungan mereka) dan keahlian (mampu mengelompokkan tumbuhan berdasarkan ciri-ciri morfologi seperti bentuk daun, jenis batang, dan jenis akar, mampu mengamati dan menggambarkan perubahan dalam pertumbuhan tanaman selama periode tertentu, dan mampu menjelaskan pentingnya lingkungan yang sehat untuk pertumbuhan tanaman). Pengetahuan dan Keahlian (Knowledge and Skills) Komponen ini mencakup informasi spesifik atau fakta-fakta yang perlu diketahui siswa (pengetahuan) dan keterampilan yang harus mereka kuasai. Contoh: pengetahuan (mengetahui perbedaan antara tumbuhan berbunga dan tumbuhan tidak berbunga, mengetahui fungsi akar, batang, dan daun dalam pertumbuhan tanaman, dan mengidentifikasi beberapa jenis tanaman yang umum di sekitar lingkungan mereka) dan keahlian (mampu mengelompokkan tumbuhan berdasarkan ciri-ciri morfologi seperti bentuk daun, jenis batang, dan jenis akar, mampu mengamati dan menggambarkan perubahan dalam pertumbuhan tanaman selama periode tertentu, dan mampu menjelaskan pentingnya lingkungan yang sehat untuk pertumbuhan tanaman). D. TAHAP - TAHAP PENGEMBANGAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN UNDERSTANDING BY DESIGN (UBD) b. Menentukan Bukti Penilaian Pada tahap ini, guru mengumpulkan bukti terkait hasil atau pemahaman yang ingin dicapai oleh siswa dengan menggunakan asesmen dan berbagai metode penilaian yang diberikan. Terdapat beberapa jenis assessment sebagai berikut. Penilaian untuk Pembelajaran (Assesment for Learning) Penilaian saat pembelajaran berlangsung dan dilakukan sepanjang proses pembelajaran. Contoh: tugas dan kuis. Penilaian sebagai Pembelajaran (Assesment as Learning) Penilaian yang dilakukan oleh peserta didik itu sendiri. Contoh: penilaian diri sendiri dan penilaian rekan sejawat. Penilaian Pembelajaran (Assesment of Learning) Penilaian di akhir pembelajaran/memiliki interval waktu tertentu. Contoh: ulangan harian, UTS, dan UAS. b. Menentukan Bukti Penilaian Pada tahap ini, guru mengumpulkan bukti terkait hasil atau pemahaman yang ingin dicapai oleh siswa dengan menggunakan asesmen dan berbagai metode penilaian yang diberikan. Terdapat beberapa jenis assessment sebagai berikut. Penilaian untuk Pembelajaran (Assesment for Learning) Penilaian saat pembelajaran berlangsung dan dilakukan sepanjang proses pembelajaran. Contoh: tugas dan kuis. Penilaian sebagai Pembelajaran (Assesment as Learning) Penilaian yang dilakukan oleh peserta didik itu sendiri. Contoh: penilaian diri sendiri dan penilaian rekan sejawat. Penilaian Pembelajaran (Assesment of Learning) Penilaian di akhir pembelajaran/memiliki interval waktu tertentu. Contoh: ulangan harian, UTS, dan UAS. c. Menentukan Kegiatan Pembelajaran Setelah mengumpulkan bukti penilaian, selanjutnya guru merencanakan pembelajaran, yang mana tahap ini merupakan tahap terakhir dari metode Backward Design yang bertujuan untuk membantu dan memandu tindakan guru untuk mencapai hasil yang diinginkan. Beberapa hal yang harus diperhatikan. Ketika akan melaksanakan kegiatan pembelajaran sebagai berikut. Sumber Belajar Sumber belajar merujuk pada segala bahan atau media yang digunakan untuk memberikan informasi, pengetahuan, atau keterampilan kepada peserta didik. Sumber belajar dapat berupa buku teks, materi online, rekaman audio, video pembelajaran, perangkat lunak interaktif, serta sumber daya manusia seperti guru atau ahli di bidang tertentu. Materi Pembelajaran Materi pembelajaran adalah konten atau informasi yang disajikan kepada peserta didik sebagai bahan ajar. Materi pembelajaran dapat berupa teks, gambar, diagram, video, presentasi, dan berbagai format lainnya. Materi pembelajaran dirancang untuk mendukung pencapaian tujuan pembelajaran dan memfasilitasi pemahaman siswa. Pengelolaan Kelas Pengelolaan kelas adalah rangkaian tindakan dan strategi yang digunakan oleh guru untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif, mengelola perilaku siswa, dan mendukung efektivitas proses pembelajaran. Ini mencakup organisasi fisik kelas, pembentukan norma-norma kelas, penerapan aturan, dan interaksi guru-siswa. Penilaian dan Evaluasi Penilaian dan evaluasi adalah proses untuk mengukur dan menilai pencapaian siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Penilaian melibatkan pemberian nilai atau feedback terhadap kinerja siswa, sedangkan evaluasi lebih bersifat holistik dan mencakup evaluasi efektivitas pengajaran. c. Menentukan Kegiatan Pembelajaran Setelah mengumpulkan bukti penilaian, selanjutnya guru merencanakan pembelajaran, yang mana tahap ini merupakan tahap terakhir dari metode Backward Design yang bertujuan untuk membantu dan memandu tindakan guru untuk mencapai hasil yang diinginkan. Beberapa hal yang harus diperhatikan. Ketika akan melaksanakan kegiatan pembelajaran sebagai berikut. Sumber Belajar Sumber belajar merujuk pada segala bahan atau media yang digunakan untuk memberikan informasi, pengetahuan, atau keterampilan kepada peserta didik. Sumber belajar dapat berupa buku teks, materi online, rekaman audio, video pembelajaran, perangkat lunak interaktif, serta sumber daya manusia seperti guru atau ahli di bidang tertentu. Materi Pembelajaran Materi pembelajaran adalah konten atau informasi yang disajikan kepada peserta didik sebagai bahan ajar. Materi pembelajaran dapat berupa teks, gambar, diagram, video, presentasi, dan berbagai format lainnya. Materi pembelajaran dirancang untuk mendukung pencapaian tujuan pembelajaran dan memfasilitasi pemahaman siswa. Pengelolaan Kelas Pengelolaan kelas adalah rangkaian tindakan dan strategi yang digunakan oleh guru untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif, mengelola perilaku siswa, dan mendukung efektivitas proses pembelajaran. Ini mencakup organisasi fisik kelas, pembentukan norma-norma kelas, penerapan aturan, dan interaksi guru-siswa. Penilaian dan Evaluasi Penilaian dan evaluasi adalah proses untuk mengukur dan menilai pencapaian siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Penilaian melibatkan pemberian nilai atau feedback terhadap kinerja siswa, sedangkan evaluasi lebih bersifat holistik dan mencakup evaluasi efektivitas pengajaran.


Dalam kegiatan pembelajarannya, rancangan pembelajaran UbD menggunakan desain where to (where and why, hook and hold, equip, rethink and revise, evaluate, tailored, dan organized). Dimana dan Mengapa (Where and Why) Tujuan Pembelajaran: Siswa akan dapat mengidentifikasi pola-pola migrasi hewan dan memahami dampaknya terhadap ekosistem. Dimana: Kegiatan lapangan ke sebuah taman nasional atau area alam terbuka. Mengapa: Untuk menghubungkan teori migrasi hewan dengan pengamatan langsung dan memahami kontribusi migrasi terhadap keberagaman hayati. Merangkai dan Memegang Perhatian (Hook and Hold) Tujuan Pembelajaran: Siswa akan dapat memotret dan mendokumentasikan proses migrasi hewan melalui penggunaan teknologi kamera. Hook: Pengenalan topik dengan cerita tentang migrasi hewan yang menarik. Penyelenggaraan: Keterlibatan siswa melalui proyek fotografi dengan fokus pada migrasi hewan. Perlengkapan (Equip) Tujuan Pembelajaran: Siswa akan dibekali dengan pengetahuan tentang pola migrasi dan keterampilan menggunakan kamera. Strategi Pembelajaran: Penjelasan konsep migrasi melalui multimedia dan pelatihan penggunaan kamera. Penilaian: Tes tulis tentang pola migrasi dan penilaian portofolio foto migrasi hewan. Memikirkan Kembali dan Merevisi (Rethink and Revise) Tujuan Pembelajaran: Siswa akan mampu menyinari proyek foto migrasi mereka dan merevisi berdasarkan umpan balik. Kegiatan: Sesi presentasi foto, diskusi kelompok tentang pengalaman, dan pembuatan rencana revisi. Penilaian: Evaluasi portofolio revisi dan partisipasi dalam diskusi. Mengevaluasi (Evaluate) Tujuan Pembelajaran: Siswa akan menimbulkan dampak migrasi hewan terhadap ekosistem dan memberikan rekomendasi konservasi. Kegiatan: Diskusi kelompok, penulisan esai reflektif, dan presentasi rekomendasi pelestarian. Penilaian: Penilaian esai reflektif dan rekomendasi pelestarian. Disesuaikan (Tailored) Tujuan Pembelajaran: Siswa akan mampu mengkustomisasi pendekatan penelitian mereka sendiri untuk memahami migrasi hewan di habitat mereka. Kegiatan: Proyek penelitian kecil dengan fokus pada spesies migrasi lokal. Penilaian: Evaluasi presentasi hasil penelitian dan laporan individu. Terorganisir (Organized) Tujuan Pembelajaran: Siswa akan mampu menyusun dan menyajikan informasi tentang migrasi hewan secara terstruktur. Kegiatan: Penyusunan laporan proyek dan presentasi kelompok. Penilaian: Penilaian laporan proyek dan presentasi kelompok. Dalam kegiatan pembelajarannya, rancangan pembelajaran UbD menggunakan desain where to (where and why, hook and hold, equip, rethink and revise, evaluate, tailored, dan organized). Dimana dan Mengapa (Where and Why) Tujuan Pembelajaran: Siswa akan dapat mengidentifikasi pola-pola migrasi hewan dan memahami dampaknya terhadap ekosistem. Dimana: Kegiatan lapangan ke sebuah taman nasional atau area alam terbuka. Mengapa: Untuk menghubungkan teori migrasi hewan dengan pengamatan langsung dan memahami kontribusi migrasi terhadap keberagaman hayati. Merangkai dan Memegang Perhatian (Hook and Hold) Tujuan Pembelajaran: Siswa akan dapat memotret dan mendokumentasikan proses migrasi hewan melalui penggunaan teknologi kamera. Hook: Pengenalan topik dengan cerita tentang migrasi hewan yang menarik. Penyelenggaraan: Keterlibatan siswa melalui proyek fotografi dengan fokus pada migrasi hewan. Perlengkapan (Equip) Tujuan Pembelajaran: Siswa akan dibekali dengan pengetahuan tentang pola migrasi dan keterampilan menggunakan kamera. Strategi Pembelajaran: Penjelasan konsep migrasi melalui multimedia dan pelatihan penggunaan kamera. Penilaian: Tes tulis tentang pola migrasi dan penilaian portofolio foto migrasi hewan. Memikirkan Kembali dan Merevisi (Rethink and Revise) Tujuan Pembelajaran: Siswa akan mampu menyinari proyek foto migrasi mereka dan merevisi berdasarkan umpan balik. Kegiatan: Sesi presentasi foto, diskusi kelompok tentang pengalaman, dan pembuatan rencana revisi. Penilaian: Evaluasi portofolio revisi dan partisipasi dalam diskusi. Mengevaluasi (Evaluate) Tujuan Pembelajaran: Siswa akan menimbulkan dampak migrasi hewan terhadap ekosistem dan memberikan rekomendasi konservasi. Kegiatan: Diskusi kelompok, penulisan esai reflektif, dan presentasi rekomendasi pelestarian. Penilaian: Penilaian esai reflektif dan rekomendasi pelestarian. Disesuaikan (Tailored) Tujuan Pembelajaran: Siswa akan mampu mengkustomisasi pendekatan penelitian mereka sendiri untuk memahami migrasi hewan di habitat mereka. Kegiatan: Proyek penelitian kecil dengan fokus pada spesies migrasi lokal. Penilaian: Evaluasi presentasi hasil penelitian dan laporan individu. Terorganisir (Organized) Tujuan Pembelajaran: Siswa akan mampu menyusun dan menyajikan informasi tentang migrasi hewan secara terstruktur. Kegiatan: Penyusunan laporan proyek dan presentasi kelompok. Penilaian: Penilaian laporan proyek dan presentasi kelompok. D. TAHAP - TAHAP PENGEMBANGAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN UNDERSTANDING BY DESIGN (UBD)


Ananda, R. 2019. Perencanaan Pembelajaran. Edisi ke-1. Lembaga Peduli Pengembangan Pendidikan Indonesia (LPPPI). Medan. Halimah, A. dan Dewi, L. 2023. SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW (SLR): IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN UNDERSTANDING BY DESIGN (UBD). Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar. 3(1):55-56. Kuntari, F.R., Rondonuwu, F.S., Sudjito, D.N. 2019. Understanding by Design (UbD) for the Physics Learning about Parabolic Motion. Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA). 9(1):34. Maskiah, M.Q. 2016. PERENCANAAN PENGAJARAN DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN. Jurnal Diskursus Islam. 4(3):489-499. Nurzannah, S. 2022. Peran Guru dalam Pembelajaran. Journal Of Education. 2(3):28. Putrianingsih, S., Ali, M., & Syarif, M. 2021. PERAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN TERHADAP KUALITAS PENGAJARAN. Jurnal Inovatif. 7(1):214-216. Pertiwi, S., Sudjito, D.N., Rondonuwu, F.S. 2019. Perancangan Pembelajaran Fisika tentang Rangkaian Seri dan Paralel untuk Resistor Menggunakan Understanding by Design (UbD). Jurnal Sains dan Edukasi Sains. 2(1):2. Rasyid, R.F dkk. 2022.Buku Ajar Perencanaan Pembelajaran. Edisi ke-1. Perkumpulan Rumah Cemerlang Indonesia (PRCI). Jawa Barat. Rahadi, I.W.S, dkk. 2023. Panduan Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Understanding by Design. Edisi ke-1. Pusat Pengembangan dan Penelitian Pendidikan Indonesia. NTB. Ramli, D.P.S. dan Argaswari, D.P.A.D. 2023. Praktik Mengajar Understanding by Design (UbD) bagi Calon Guru Pendidikan Matematika di Universitas Sampoerna, Jakarta. Jurnal Ilmu Pendidikan. 5(3):1493. Simanjuntak, H. 2022. PERENCANAAN DAN PEMBELAJARAN. Medan. Setiyawati, N dkk. 2023. Analisis Pengembangan Rancangan Pembelajaran dengan Pendekatan UbD. Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pengajaran (JPPP). 4(3):171- 172. Ananda, R. 2019. Perencanaan Pembelajaran. Edisi ke-1. Lembaga Peduli Pengembangan Pendidikan Indonesia (LPPPI). Medan. Halimah, A. dan Dewi, L. 2023. SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW (SLR): IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN UNDERSTANDING BY DESIGN (UBD). Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar. 3(1):55-56. Kuntari, F.R., Rondonuwu, F.S., Sudjito, D.N. 2019. Understanding by Design (UbD) for the Physics Learning about Parabolic Motion. Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA). 9(1):34. Maskiah, M.Q. 2016. PERENCANAAN PENGAJARAN DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN. Jurnal Diskursus Islam. 4(3):489-499. Nurzannah, S. 2022. Peran Guru dalam Pembelajaran. Journal Of Education. 2(3):28. Putrianingsih, S., Ali, M., & Syarif, M. 2021. PERAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN TERHADAP KUALITAS PENGAJARAN. Jurnal Inovatif. 7(1):214-216. Pertiwi, S., Sudjito, D.N., Rondonuwu, F.S. 2019. Perancangan Pembelajaran Fisika tentang Rangkaian Seri dan Paralel untuk Resistor Menggunakan Understanding by Design (UbD). Jurnal Sains dan Edukasi Sains. 2(1):2. Rasyid, R.F dkk. 2022.Buku Ajar Perencanaan Pembelajaran. Edisi ke-1. Perkumpulan Rumah Cemerlang Indonesia (PRCI). Jawa Barat. Rahadi, I.W.S, dkk. 2023. Panduan Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Understanding by Design. Edisi ke-1. Pusat Pengembangan dan Penelitian Pendidikan Indonesia. NTB. Ramli, D.P.S. dan Argaswari, D.P.A.D. 2023. Praktik Mengajar Understanding by Design (UbD) bagi Calon Guru Pendidikan Matematika di Universitas Sampoerna, Jakarta. Jurnal Ilmu Pendidikan. 5(3):1493. Simanjuntak, H. 2022. PERENCANAAN DAN PEMBELAJARAN. Medan. Setiyawati, N dkk. 2023. Analisis Pengembangan Rancangan Pembelajaran dengan Pendekatan UbD. Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pengajaran (JPPP). 4(3):171- 172. DAFTAR PUSTAKA


KELOMPOK 1 PENGEMBANGAN TP DAN ATP SERTA KONSEP PENYUSUNAN MODUL AJAR


Persiapan Pembelajaran Modul Ajar Identitas Modul Fase : A Alokasi Waktu : 45 Menit Penulis : Kelompok 1 Instansi : Universitas Pendidikan Ganesha Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu mengembangkan TP dan ATP Belajar dan Pembelajaran Asesmen Awal Peserta didik menguasai pengembangan TP dan ATP Bagaimana pengembangan TP dan ATP? Peserta didik mampu menguasai Konsep Penyusunan Modul Ajar Target Peserta Didik Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar. Target Peserta Didik 1) Komputer/Laptop, 2) Proyektor, 3) Jaringan Internet Cooperative Learning Model Pembelajaran Model Pembelajaran Peserta didik menguasai konsep penyusunan modul ajar Bagaimana konsep penyusunan modul ajar? Menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan selama kegiatan pembelajaran. Mengingatkan peserta didik untuk mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.


KEGIATAN PEMBELAJARAN PENGEMBANGAN TP DAN ATP SERTA KONSEP PENYUSUNAN MODUL AJAR KELOMPOK 1 KELAS L/SEMESTER 2 PENDAHULUAN 1.Menyapa, menanyakan suasana hati hari ini, dan mengucap salam kepada peserta didik. 2.Peserta didik melakukan doa sebelum belajar (memilih seorang peserta didik untuk memimpin doa). 3.Menyanyikan lagu wajib nasional yaitu Bangun Pemudi Pemuda. 4.Melakukan peningkatan fokus dengan memberikan ice breaking yaitu tepuk harmoni. Mengecek kehadiran peserta didik dan meminta peserta didik untuk mempersiapkan perlengkapan dan peralatan yang diperlukan. 5. Menyampaikan kompetensi, ruang lingkup materi, tujuan, manfaat, langkah pembelajaran, metode penilaian yang akan dilaksanakan. 6. KEGIATAN INTI PENUTUP 1.Peserta didik dibagi dalam kelompok yang terdiri dari 4-5 orang. Peserta didik menyimak materi yang ditayangkan melalui slide di depan kelas tentang Prinsipprinsip TP dan ATP. 2. Peserta didik menyimak video-video tentang Langkah-Langkah Pengembangan TP Dan ATP untuk tiap fase dan konsep penyusunan modul ajar. 3. 4.Setiap kelompok menganalisis video dan materi yang dipaparkan. 5.Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. Peserta didik diberi penguatan pemahaman dengan memberikan apresiasi terhadap kelompok yang telah mempresentasikan hasil diskusinya dengan tepuk salut. 6. Peserta didik menyimpulkan dan memberikan klarifikasi terhadap seluruh tugas yang sudah dikerjakan dan materi ajar. 1. Mempersilahkan peserta didik mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menguatkan pemahaman terhadap materi. 2. Menyampaikan pembahasan pada pertemuan selanjutnya yaitu materi pembagian dan memberikan tugas membaca materi tersebut. 3. .Menutup pembelajaran dengan mempersilakan peserta didik untuk berdoa dan mensyukuri segalah nikmat yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa. 4.


BAHAN AJAR Tujuan pembelajaran disusun secara kronologis berdasarkan urutan pembelajaran dari waktu ke waktu yang menjadi prasyarat untuk Capaian Pembelajaran (Tiara & Sari, 2019). Prinsip Prinsip Pengembangan Tujuan Pembelajaran Tujuan pembelajaran (TP) adalah deskripsi pencapaian tiga aspek kompetensi (pengetahuan, keterampilan, dan sikap) yang harus dicapai siswa melalui satu atau lebih kegiatan pembelajaran. Tujuan Pembelajaran 1. KOMPETENSI Kemampuan yang dapatditunjukkan oleh siswa atau dihasilkan sebagai produk yang menunjukkan bahwa siswa telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran. 2. KONTEN Ilmu pengetahuan dasar atau ide-ide utama yang harus dipahami ketika satu unit pembelajaran berakhir. Tujuan pembelajaran harus memuat lingkup materi. 3. KONTEN Menjelaskan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan mendalam yang diperlukan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. seperti evaluasi, analisis, dan lain lain. Memiliki tujuan yang jelas, peserta didik dapat lebih fokus dalam belajar karena mereka mengetahui yang diharapkan dari mereka. Bagi pengajar, TP membantu dalam merencanakan pembelajaran dan menilai tujuan tersebut agar tercapainya proses pembelajaran yang diinginkan (Padmadewi & Artini, 2019). Tujuan pembelajaran membantu dalam perencanaan pembelajaran yang efektif.. Penggunaan tujuan pembelajaran merupakan praktik yang penting dalam pengajaran dan pembelajaran, membantu untuk memberikan fokus, arah, dan evaluasi yang diperlukan untuk memastikan keberhasilan pembelajaran (Padmadewi & Artini, 2019)


Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) adalah kumpulan tujuan pembelajaran yang disusun secara sistematis dan logis di setiap fase secara keseluruhan dan menurut urutan pembelajaran dari awal fase hingga akhir fase. ATP disusun secara linear sesuai dengan urutan tujuan pembelajaran yang dilakukan sepanjang fase untuk mencapai Capaian Pembelajaran yang harus dicapai di akhir fase (Farhana, 2023). Alur tujuan pembelajaran, proses pembelajaran menjadi lebih terorganisir dan efisien. Peserta didik dan pengajar memiliki pemahaman yang jelas tentang langkah-langkah yang perlu diambil untuk mencapai tujuan pembelajaran, sehingga pembelajaran berlangsung dengan lebih efektif (Septiana & Winangun, 2023).. SkemaPenurunanAlurTujuanPembelajaran(ATP) danTujuanPembelajaran(TP) Tujuan Pembelajaran = Tujuan Umum ATP Tuntas 1 Fase Dikembangkan kolaboratif 1 fase Sesuai Kompetensi Mata Pelajaran Tidak Perlu Lintas Fase Sederhana dan To The Point Logis dan terstruktur ATP tidak bercabang Fokus pada CP PrinsipPengembanganATP


Prosedur Perkembangan TP & ATP Melakukan analisis CP yang memuat materi dan kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Berdasarkan analisis pada CP, tentukan materi utama atau konten inti. Menentukan tujuan pembelajaran. Perumusan TP memuat kompetensi (pengetahuan, keterampilan dan sikap), konten, serta kebermaknaan dalam pembelajaran (Febriani dkk., 2019). Prosedur Perkembangan Tujuan Pembelajaran (TP) MANFAAT TP DAN ATP Prosedur Perkembangan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Melakukan analisis Capaian Pembelajaran yang memuat materi dan kompetensi yang sesuai. Melakukan identifikasi kompetensi-kompetensi di akhir fase dan kompetensi – kompetensi sebelumnya yang perlu dikuasai peserta didik sebelum mencapai kompetensi di akhir fase. Melakukan analisis elemen P5 sesuai dengan mata pelajaran dan CP. Berdasarkan identifikasi kompetensi-kompetensi inti di akhir fase di rumuskan tujuan pembelajaran dengan mempertimbangkan kompetensi yang akan dicapai, pemahaman bermakna yang akan dipahami, dan berbagai keterampilan berpikir yang perlu dikuasai siswa untuk mencapai tujuan. Setelah tujuan pembelajaran dirumuskan, susun tujuan pembelajaran secara linear sebagaimana urutan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dari hari ke hari dan dari waktu ke waktu. Tentukan lingkupmateri dan materi utama setiap tujuan pembelajaran (setiap tujuan pembelajaran dapat memiliki lebih dari satu lingkup materi dan materi utama). Berdasarkanperumusan TP tentukan jumlah jam pelajaran yang diperlukan (Febriani dkk., 2019). TP dan ATP menjadi komponen penting dalam pembelajaran yang efektif, membantu dalam mengorganisir dan mengarahkan proses pembelajaran untuk mencapai hasil yang diinginkan. TP ATP


Guru dapat mengembangkan modul pembelajaran sesuai dengan tahapan kurikulum Merdeka yaitu Merdeka belajar, tentu guru tetap harus memperhatikan dalam rangka penyusunan modul ajar harus mempertimbang aspek seperti kebutuhan siswa, minat & bakat dan kompetensi yang disesuaikan dengan fase. adapun prinsip yang harus di perhatikan yaitu: Karakteristik, kompetensi dan minat peserta didik di setiap fase. Perbedaan tingkat pemahaman, gap antar tingkat kompetensi di setiap fase Melihat bahwa setiap peserta didik itu unik Dalam belajar itu harus seimbang antara intelektual, sosial dan personal karena saling berkesinambungan bagi peserta didik. Perkembangan pesertadidik berbeda hal dampak dari pembelajaran sebelumnya. Modul Ajar Mari Membuat Modul Ajar Modul Ajar adalah salah satu jenis perangkat ajar dalam Kurikulum Merdeka yang dirancang secara lengkap dan sistematis sebagai panduan dan pedoman guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Perangkat ajar ini merupakan bentuk penerapan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang dikembangkan dari Capaian Pembelajaran (CP) dan dilengkapi dengan langkah-langkah pembelajaran, rencana asesmen, hingga sarana yang dibutuhkan agar dapat menjalani pembelajaran yang lebih terorganisir. Sejumlah alat atau sarana media, metode, petunjuk, dan pedoman yang dirancang secara sistematis dan menarik. Modul ajar merupakan implementasi dari Alur Tujuan Pembelajaran yang dikembangkan dari Capaian Pembelajaran dengan Profil Pelajar Pancasila sebagai sasaran (Maarif, 2022).


Adapun komponen yang terdapat pada bagian capaian dan tujuan pembelajaran adalah: Capaian Pembelajaran Tujuan Pembelajaran dari keseluruhan Modul Ajar Alur Tujuan Pembelajaran Dimensi Profil Pelajar Pancasila KOMPONEN MODUL AJAR 2. CAPAIANDAN TUJUAN PEMBELAJARAN Dalam bagian informasi umum terdapat komponen: Judul Modul Ajar Pemilihan satuan dan jenjang pendidikan Pemilihan Fase dan kelas Pemilihan mata pelajaran Deskripsi umum modul ajar Identitas penulis modul 1. InformasiUmum


Adapun komponen yang terdapat pada bagian capaian dan tujuan pembelajaran adalah: Capaian Pembelajaran Tujuan Pembelajaran dari keseluruhan Modul Ajar Alur Tujuan Pembelajaran Dimensi Profil Pelajar Pancasila KOMPONEN MODUL AJAR Bagian detail rancangan penggunaan dalam Modul Ajar terdiri dari komponen: Total alokasi Jam Pembelajaran (JP) dan jumlah pertemuan Penentuan model belajar (daring, luring, campuran) Sarana Prasarana Prasyarat Kompetensi 4.Detail Pertemuan 3.Detail Rancangan Penggunaan Pada bagian detail pertemuan, ada tiga komponen penting yang harus dimuat di dalamnya, yaitu: Alokasi Jam Pembelajaran (JP) per pertemuan Rincian Kegiatan Pembelajaran, yang disarankan terdiri dari: Tujuan Pembelajaran Indikator Keberhasilan Pertanyaan Pemantik Daftar perlengkapan ajar Daftar lampiran materi pendukung Langkah pembelajaran Rencana asesmen Rencana diferensiasi Lampiran atau Materi Pendukung dapat terdiri dari: Referensi materi / media pembelajaran Lembar kerja / Latihan / Asesmen Instrumen Refleksi.


Daftar PustakaKelompok 1 Farhana, I. (2023). Merdekakan Pikiran dengan Kurikulum Merdeka: Memahami konsep hingga penulisan praktik baik pembelajaran di kelas. Penerbit Lindan Bestari. Febriani, Y., Sundari, C., & Saleh, A. R. (2022). Pelatihan Komite Pembelajaran Bagi Sekolah Penggerak di Provinsi Riau. SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 6(4), 1661-1665. Maarif, N. S. (2022). Peningkatan ketrampilan guru dalam penyusunan modul ajar untuk pembelajaran kelas 1 SD melalui supervisi akademik. Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora, 1(1), 208-220. Padmadewi, N. N., & Artini, L. P. (2018). Literasi di sekolah, dari teori ke praktik. Nilacakra. Septiana, A. N., & Winangun, I. M. A. (2023). Analisis Kritis Materi IPS dalam Pembelajaran IPAS Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar. Widyaguna: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 1(1), 43-54. Tiara, S. K., & Sari, E. Y. (2019). Analisis teknik penilaian sikap sosial siswa dalam penerapan kurikulum 2013 di SDN 1 Watulimo. Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru, 11(1), 21.


SELAMAT BELAJAR


Click to View FlipBook Version