The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku ini mengangkat tema kelompok tanaman yang berpotensi sebagai alternatif obat tradisional, dengan fokus khusus pada potensi umbi bawang dayak dan gamat pari

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Fakhrunnisa Atila, 2024-03-21 17:32:38

Umbi Ajaib khas Kalimantan (Bawang Dayak dan Gamat Pari)

Buku ini mengangkat tema kelompok tanaman yang berpotensi sebagai alternatif obat tradisional, dengan fokus khusus pada potensi umbi bawang dayak dan gamat pari

Keywords: #bawang dayak #gamat pari

101 memastikan keefektifan dan keamanan penggunaan kombinasi ini pada manusia serta untuk memahami mekanisme yang lebih mendalam di balik efeknya pada penurunan kadar gula darah. (Gunawan et al., 2020). Senyawa flavonoid, yang sering ditemukan dalam berbagai jenis tanaman, memiliki peran penting dalam regulasi kadar gula darah melalui mekanisme biokimia yang kompleks. Flavonoid dapat merangsang sel-sel beta pankreas, yang bertanggung jawab atas produk insulin. Insulin, sebagai hormon kunci, memfasilitasi penyerapan glukosa oleh sel-sel tubuh untuk mengatur kadar gula darah. Mekanisme biokimia flavonoid mencakup beberapa interaksi molekuler, seperti aktivitas saluran kalsium (Ca2+), modulasi jalur sinyal cAMP, perlindungan dari stres oksidatif, aktivitas reseptor insulin, dan interaksi dengan protein kinase. Pertama, flavonoid dapat memengaruhi aktivitas saluran kalsium, meningkatkan ketersediaan kalsium di dalam sel-sel beta pankreas untuk memicu sinyal pelepasan insulin. Selanjutnya, flavonoid memodulasi jalur sinyal cAMP, memperkuat respons sel-sel beta pankreas terhadap stimulus glukosa. Selain itu, flavonoid berperan sebagai antioksidan, melindungi sel-sel beta pankreas dari stres oksidatif yang dapat merusak fungsi insulin. Interaksi flavonoid dengan reseptor insulin juga diperhatikan, meningkatkan respons sel terhadap insulin. Terakhir, flavonoid berinteraksi dengan protein kinase, enzim yang mengatur jalur sinyal seluler, untuk memodulasi aktivitasnya. Melalui serangkaian interaksi ini, flavonoid secara efektif merangsang sel-sel beta pankreas dalam meningkatkan pelepasan insulin. Mekanisme ini memberikan dasar biokimia yang penting untuk memahami peran flavonoid dalam regulasi gula darah dan potensinya dalam manajemen kondisi seperti diabetes. Penjelasan lebih rinci dapat diberikan mengenai peran senyawa saponin dalam penurunan kadar gula darah, khususnya melalui mekanisme meningkatkan akumulasi glikogen, menurunkan penyimpanan triasilgliserol di hati, dan meningkatkan sinyal insulin serta jumlah GLUT-4. Senyawa saponin, yang ditemukan dalam


102 berbagai tumbuhan, telah menunjukkan potensi untuk membantu mengelola kadar gula darah (Budianto et al., 2022). Pertama, saponin dapat berkontribusi pada penurunan kadar gula darah dengan meningkatkan akumulasi glikogen. Glikogen merupakan bentuk penyimpanan glukosa di dalam hati dan otot, dan meningkatkan akumulasi glikogen dapat membantu mengurangi kadar glukosa dalam darah. Saponin dapat merangsang proses pembentukan glikogen atau menghambat pemecahan glikogen menjadi glukosa, sehingga memperpanjang waktu penyerapan glukosa oleh sel-sel tubuh. Selanjutnya, senyawa saponin juga dapat menurunkan penyimpanan triasilgliserol di hati. Penyimpanan triasilgliserol yang berlebih di hati dapat berkontribusi pada resistensi insulin dan peningkatan risiko diabetes. Saponin diyakini memiliki efek mengurangi akumulasi lemak di hati, membantu menjaga keseimbangan lipid dan glukosa dalam tubuh. Saponin juga diketahui dapat meningkatkan sinyal insulin. Insulin berperan penting dalam mengatur penyerapan glukosa oleh sel-sel tubuh. Dengan meningkatkan sinyal insulin, saponin dapat membantu selsel tubuh merespons dengan lebih efisien terhadap insuli, sehingga menurunkan kadar gula darah. Terakhir, saponin dapat meningkatkan jumlah GLUT-4. GLUT-4 adalah transpoter glukosa yang memfasilitasi penyerapan glukosa oleh sel-sel tubuh, terutama sel otot dan lemak. Dengan meningkatkan jumlah GLUT-4, saponin dapat mempercepat penyerapan glukosa oleh sel-sel tersebut, sehingga menurunkan kadar gula darah. Secara keseluruhan, senyawa saponin memberikan kontribusi pada penurunan kadar gula darah melalui beberapa mekanisme, termasuk peningkatan akumulasi glikogen, pengurangan penyimpanan triasilgliserol di hati, peningkatan sinyal insulin, dan peningkatan jumlah GLUT-4. Pemahaman mendala mengenai mekanisme ini dapat membuka pintu untuk penelitian lebih lanjut dan pengembangan terapeutik potensial dalam pengelolaan kondisi seperti diabetes. Meskipun demikian, perlu


103 diingat bahwa hasil ini masih dalam konteks penelitian dan perlu diverifikasi lebih lanjut melalui studi klinis pada manusia. C. Alternatif Sediaan Inovatif Kombinasi Umbi Bawang Dayak dan Gamat Pari Umbi bawang dayak dan gamat pari memiliki khasiat yang luar biasa. Kedua tumbuhan berkhasiat obat tersebut sangat mudah dimanfaatkan sebagai sediaan inovatif dengan teknik berupa jamu atau obat herbal karena kandungan senyawa aktif yang lengkap dan proses peracikan yang tergolong mudah. Umbi bawang dayak dan gamat pari yang telah cukup umur siap dimanfaatkan sebagai jamu atau obat bagi kesembuhan banyak orang. Salah satu bentuk sediaan inovatif dari kombinasi umbi bawang dayak dan gamat pari adalah dalam bentuk sediaan kapsul agar mempermudah dalam mengonsumsinya. Sediaan kapsul yang terbuat dari kombinasi umbi bawang dayak dan gamat pari dapat dilihat pada Gambar 16 berikut. Gambar 28. Sediaan Inovatif Umbi Bawang Dayak & Gamat Pari Pembuatan kapsul formulasi kombinasi umbi bawang dayak dan gamat pari melibatkan beberapa tahapan kritis dalam proses formulasi dan manufaktur. Berikut adalah tahapan umum yang dapat diikuti dalam pembuatan kapsul formulasi kombinasi tersebut. 1. Pemilihan Bahan Baku


104 Umbi bawang dayak dan gamat pari yang berkualitas tinggi dan sesuai dengan standar farmakope atau peraturan kesehatan yang berlaku. Pastikan bahan baku tersebut telah melewati uji keamanan dan kualitas. 2. Pembersihan dan Persiapan Bahan Baku Membersihkan umbi bawang dayak dan gamat pari secara seksama untuk menghilangkan kotoran dan zat-zat asing lainnya. Lakukan proses pengolahan yang sesuai untuk meningkatkan keberlanjutan dan kemurnian bahan baku. 3. Ekstraksi Bahan Aktif Melakukan ekstraksi senyawa-senyawa aktif dari umbi bawang dayak dan gamat pari menggunakan metode ekstraksi yang sesuai, seperti ekstraksi pelarut atau metode ekstraksi lainnya. Pastikan proses ekstraksi efisien untuk mendapatkan kandungan senyawa yang optimal. 4. Penentuan Dosis dan Komposisi Menentukan dosis yang tepat untuk formulasi kapsul, dengan memperhitungkan konsentrasi senyawa aktif yang diinginkan dan dosis yang aman untuk konsumsi manusia. 5. Pengembangan Formulasi Kapsul Formulasikan bahan aktif ekstrak umbi bawang dayak dan gamat pari ke dalam kapsul dengan menggunakan bahan tambahan yang sesuai, seperti pengisi, pengikat, dan pelapis kapsul. Pastikan formula dapat memberikan stabilitas dan kelarutan yang baik. 6. Pengujian Kualitas Formula Melakukan uji kualitas terhadap formula kapsul, termasuk uji kestabilan fisik dan kimia, kadar senyawa aktif, dan kontaminan lainnya. Pastikan formula memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. 7. Pembuatan Kapsul


105 Menggunakan peralatan manufaktur farmasi yang sesuai untuk pembuatan kapsul, seperti mesin kapsul otomatis. Isi kapsul dengan formula yang telah dikembangkan dengan dosis yang benar. 8. Pengemasan dan Penyimpanan Mengemas kapsul dalam wadah yang sesuai dan pastikan label menyertakan informasi dosis, petunjuk penggunaan, dan tanggal kadaluarsa. Simpan kapsul dalam kondisi penyimpanan yang sesuai untuk menjaga stabilitas dan kualitasnya. 9. Uji Batch Produksi Melakukan uji batch produksi untuk memastikan konsistensi kualitas antar batch. Uji ini mencakup uji kadar senyawa aktif, uji kontaminan, dan uji kestabilan. 10.Pendaftaran dan Persetujuan Sesuaikan formulasi dengan persyaratan peraturan kesehatan setempat dan daftarkan produk kapsul formulasi kombinasi umbi bawang dayak dan gamat pari ke otoritas kesehatan yang berwenang. Pastikan produk memenuhi persyaratan perundangan yang berlaku.


106 GLOSARIUM Adat Istiadat : Sikap atau kelakuan seseorang yang diikuti oleh orang lain, dalam jangka waktu yang lama. Antibiotik : Obat untuk mengatasi atau mencegah infeksi bakteri. Back to nature : Kembali ke alam yang artinya memanfaat-kan lingkungan kita untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahan baku : Bahan yang bisa digunakan dalam membuat suatu produk. Classis atau Kelas : Suatu tingkatan takson dalam klasifikasi ilmiah tanaman dan tumbuhan setelah divisi. Divisi : Takson dalam biologi tingkat kedua. Ekstraksi : Proses pemisahan bahan dari campurannya dengan menggunakan pelarut yang sesuai. Famili : Dalam klasifikasi ilmiah adalah suatu takson yang berada antara ordo dan genus, merupakan taksonomi yang di dalamnya terdiri atas beberapa genus yang secara filogenetis terpisah dalam famili lainnya. Formulasi : Perumusan. Genus : Istilah untuk marga. In Vivo : Eksperimen yang dilakukan para peneliti di dalam sel hidup atau organisme hidup.


107 Jamu : Sebutan obat tradisional dari Indonesia. Kearifan : Cara dan praktik yang dikembangkan oleh oknum masyarakat yang berasal dari pemahaman mendalam mereka akan lingkungan setempat yang terbentuk dari tinggal di tempat tersebut secara turuntemurun. Kombinasi : Perpaduan antara bahan/materi yang satu dengan bahan/materi yang lainnya. Laboratoris : Berdasarkan hasil penelitian dari laboratorium. Metabolit Sekunder : Intermediet dan produk dari metabolisme yang mempunyai fungsi ekologi termasuk antibiotik dan pigmen. Ordo : Tingkatan di bawah kelas yang terdiri atas beberapa famili hewan maupun tumbuhan. Ordo juga berarti bangsa. Potensi : Sifat yang diduga mengandung atau memiliki senyawa atau bahan bioaktif berkhasiat. Ramuan : Hasil meramu. Resistensi : Kekuatan yang bertindak untuk menghentikan kemajuan sesuatu atau membuatnya lebih lambat, atau sejauh mana suatu zat mencegah. Senyawa : Zat tunggal yang terdiri dari dua unsur atau lebih yang dapat diuraikan ke dalam bentuk yang lebih sederhana melalui reaksi kimia.


108 DAFTAR PUSTAKA Adawiah, A., Sukandar, D., & Muawanah, A. (2015). Aktivitas Antioksidan dan Kandungan Komponen Bioaktif Sari Buah Namnam. Jurnal Kimia Valensi, 1(November), 130–136. Ain, Q. U., Khan, H., Mubarak, M. S., & Pervaiz, A. (2016). Plant alkaloids as antiplatelet agent: Drugs of the future in the light of recent developments. Frontiers in Pharmacology, 7(SEP), 1–9. Al-Rahmad, A. H., Annaria, A., & Fadjri, T. K. (2016). Faktor Resiko Peningkatan Kolesterol pada Usia Diatas 30 Tahun di Kota Banda Aceh. Jurnal Nutrisia, 18(2), 109–114. Andersen, C. J. (2018). Impact of dietary cholesterol on the pathophysiology of infectious and autoimmune disease. Journal Nutrients, 10(6), 1–26. Anggraeni Putri, P., Chatri, M., Advinda, L., & Violita. (2023). Characteristics of Saponin Secondary Metabolite Compounds in Plants. Jurnal Serambi Biologi, 8(2), 251–258. Anwar, K., Widodo, D. F., Nurlely, N., Triyasmono, L., Sudarsono, S., & Nugroho, A. E. (2018). Wound Healing Activity of Ethanolic Extract Gel of Tawas Ut Tuber (Ampelocissus rubiginosa L.) in Incisional Model Wistar Rats. Majalah Obat Tradisional, 23(1), 30. Arifin, B., & Ibrahim, S. (2018). Struktur, Bioaktivitas Dan Antioksidan Flavonoid. Jurnal Zarah, 6(1), 21–29. Arwati, N., Wirjatmadi, B., Adriani, M., Meilanani, S., Winarni, D., & Hartiningsih, S. (2018). The Effect of Dayak Onion Bulb-Stem (Eleutherine palmifolia (L.,) Merr.) Extract on Blood Glucose Levels of Mouse Suffered Diabetes Mellitus. Journal Health Notions, 2(3), 368–372. Budianto, R. E., Linawati, N. M., Arijana, I. G. K. N., Wahyuniari, I. A. I., & Wiryawan, I. G. N. S. (2022). Potensi Senyawa Fitokimia pada Tumbuhan dalam Menurunkan Kadar Glukosa Darah pada Diabetes Melitus. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 4(5), 548–556. Dengen, N., Budiman, E., Widians, J. A., Wati, M., Hairah, U., & Ugiarto, M. (2018). Biodiversity information system: Tropical


109 rainforest borneo and traditional knowledge ethnic of dayak. Journal of Telecommunication, Electronic and Computer Engineering, 10(9), 59–64. Fajherin, A. (2015). Pengaruh Serat Buah Nanas (Ananas Comosus (L.) Merr) Terhadap Perbaikan Kadar Lipid Serum Darah Mencit (Mus Musculus L.) Swiss Webster Jantan Hiperlipidemia. Gunawan, O. A., Martini, M., & Budiastuti, V. I. (2020). Pengaruh Ekstrak Etanol Umbi Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) Terhadap Kadar SGPT Tikus Wistar Induksi Parasetamol. Smart Medical Journal, 3(1), 14. Hanafiah, O. A., Abidin, T., Ilyas, S., Nainggolan, M., & Syamsudin, E. (2019). Wound healing activity of binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) leaves extract towards NIH-3T3 fibroblast cells. Journal of International Dental and Medical Research, 12(3), 854– 858. Hanafiah, O. A., Hanafiah, D. S., Bayu, E. S., Abidin, T., Ilyas, S., Nainggolan, M., & Syamsudin, E. (2017). Quantity differences of secondary metabolites (Saponins, tannins, and flavonoids) from binahong plant extract (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) treated and untreated with colchicines that play a role in wound healing. World Journal of Dentistry, 8(4), 296–299. Harlita, T. D., Oedjijono, & Asnani, A. (2018). The antibacterial activity of dayak onion (Eleutherine palmifolia (L.) merr) towards pathogenic bacteria. Tropical Life Sciences Research, 29(2), 39–52. Heryadi, A. L., & Iskandar, Y. (2020). Aktivitas Antihiperlipidemia Dari Tanaman Allium tuberosum rottl. Ex Spreng. Farmaka, 17(3), 108– 112. Hidayanti, R., Rusmini, H., Fitriani, D., & Ulfa, A. M. (2021). Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) Terhadap Kadar LDL dan HDL Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Galur Wistar Jantan Yang Diberi Diet Tinggi Lemak. Jurnal Kebidanan Malahayati, 7(4), 809–817. Ikram, K., & Jayali, A. M. (2023). Penentuan Total Fenolik dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanolik Daun Samama (Anthocephalus Macrophylus) Asal Ternate, Maluku Utara Activitiy


110 In Ethanol Extract of Samama Leaf (Anthocephalus macrophylus). November 2017. Khafid, A., Wiraputra, M. D., Putra, A. C., Khoirunnisa, N., Putri, A. A. K., Suedy, S. W. A., & Nurchayati, Y. (2023). UJi Kualitatif Metabolit Sekunder pada Beberapa Tanaman yang Berkhasiat sebagai Obat Tradisional. Buletin Anatomi Dan Fisiologi, 8(1), 61– 70. Khairunnisa M. Thaib, H. E. I. S., & Antasionasti, I. (2022). Against Lung Organs Of Wistar Male White Rats (Rattus Norvegicus). Uji Toksisitas Akut Kombinasi Ekstrak Bawang Dayak (Eleutherine Americana Merr.) dan Pinang Yaki (Areca Vestiaria Giseke) Terhadap Organ Paru-Paru Tikus Putih Jantan Galur. 11(November), 1700–1706. Lolok, N., Rahmat, H., & Wijayanti, P. M. (2019). Efek Antidiabetes Kombinasi Ekstrak Limbah Kulit Bawang Dayak Dan Limbah Kulit Bawang Merah Pada Mencit Yang Diinduksi Aloksan. Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia, 5(02), 56–64. Maghfirah, C. P., Safrida, & Asiah. (2016). Pengaruh Ekstrak Buah Pepino (Solanum muricatum Ait.) Terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Mencit (Mus musculus L.) Yang Diinduksi Diet Hiperkolesterol. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi, 1(1), 10–19. Maisarah, M., Chatri, M., & Advinda, L. (2023). Characteristics and Functions of Alkaloid Compounds as Antifungals in Plants. Jurnal Serambi Biologi, 8(2), 231–236. Mokoginta, R. V, Simbala, H. E. I., & Mansauda, K. L. R. (2020). Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Bulbus Bawang Dayak (Eleutherine americana Merr ) Dengan Metode Dpph ( 1 , 1- Diphenyl-2-Picrylhydrazyl ) Antioxidant Activity Test Of Ethanol Extracts Dayak Onion Bulbs ( Eleutherine americana Merr ) With Dpph Method ( 1 , 1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl ). 9, 451–457. Ningsih, I. S., Chatri, M., Advinda, L., & Violita. (2023). Flavonoid Active Compounds Found In Plants Senyawa Aktif Flavonoid yang Terdapat Pada Tumbuhan. Jurnal Serambi Biologi, 8(2), 126–132. Noor Hujjatusnaini, Astuti Muh Amin, Riafany Febrianty, Annisa


111 Maisyarah, Brenda Mila Agriana, Dwi Dian Septianingrum, Maradona, Noor Sari Wulandari, S. M. (2022). Jurnal Biology Science & Education 2022 Muhammad rijal. Jurnal Biology Science & Education, 11(1), 31–44. Nuralifah, Wahyuni, Parawansah, & Dwi shintia, W. (2020). Uji Aktivitas Antihiperlipidemia Ekstrak Etanol Daun Notika (Arcboldiodendron calosericeum Kobuski) Terhadap Kadar Kolesterol Total Tikus (Rattus norvegicus) Jantan Galur Wistar. Journal Syifa Sciences and Clinical Research, 2(1), 1–10. Prayitno, B., Mukti, B. H., & Lagiono. (2018). Optimasi Potensi Bawang Dayak (Eleutherine sp.) Sebagai Bahan Obat Alternatif. Jurnal Pendidikan Hayati, 4(3), 149–158. Qamariah, N., Handayani, R., & Wulandari, R. (2019). Standardisasi Ekstrak Etanol Umbi Tawas Ut (Ampelocissus rubiginosa Lauterb.) asal Kalimantan Tengah. Jurnal Surya Medika, 5(1), 131–142. Rachman, T. A., Kusuma, A. F., & Pelana, R. (2022). Review: Perbaikan Profil Lipid Dengan Pemilihan Olahraga Yang Tepat Berdasarkan Kondisi Individu. Jurnal Kesehaatan Masyarakat, 20(10), 121–131. Rotama, D., Cahaya, N., Sudarsono, Nugroho, A. E., & Anwar, K. (2019). Aktivitas Inflamasi Ekstrak Etanol Umbi Tawas Ut (Ampelocissus rubiginosa Lauterb.) Pada Mencit Secara Topikal. Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4(1), 19–30. Sampepana, E., Apriadi, R., & Rahmadi, A. (2020). Kandungan Fenolik, Flavonoid, Tanin dan Aktivitas Antioksidan Produk UKM Teh Tiwai di Kabupaten Kutai Kartanegara Secara Spektrofotometer Uv-Vis. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat, 119–130. Sarwindah, D. (2020). Potensi Seledri Sebagai Anti Kolesterol. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 2(4), 571–578. Syafrizal, S., & Calam, A. (2019). Local Wisdom: Eksistensi Dan Degradasi Tinjauan Antropologi Sosial (Ekplorasi Kearifan Lokal Etnik Ocu Di Kampar Riau). EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 5(2), 178–185. Turalely, R., Mustofa, M., Wijayanti, M. A., & Hertiani, T. (2018).


112 Activity of Anti-plasmodial and Cytotoxicity of Kapur Leaves (Harmsiopanax aculeatus, Harms) Potential Fraction (FG2, FG3 and FG4) Traditionally Used to Treat Malaria in Maluku Indonesia. JKPK (Jurnal Kimia Dan Pendidikan Kimia), 3(2), 46. Ujiani, S. (2015). Hubungan Antara Usia Dan Jenis Kelamin Dengan Kadar Kolesterol Penderita Obesitas RSUD Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Jurnal Kesehatan, 6(1), 43–48. Widians, J. A., Puspitasari, N., & Kurniawan, T. B. (2020). Sistem Pakar Bawang Dayak Sebagai Obat Alternatif. Jurnal Bina Komputer, 2(2), 122–130.


113 BIOGRAFI PENULIS Perjalanan jenjang pendidikan perguruan tinggi mulai dari S-1 Pendidikan Biologi, kemudian melanjutkan S-2 Pendidikan di Universitas Negeri Malang, dan meneruskan S-3 Pendidikan Biologi di Universitas Negeri Malang. Penulis telah banyak aktif dalam menulis dan menerbitkan penelitian/artikel yang terkait dengan kebiologian. Salah satunya yang terbaru adalah Hibah Nasional 100Th Pak Harto 2021 (Universitas Trilogi) pada tahun 2021 dengan judul “Kearifan Lokal Bioherbal Melalui Eksplorasi Senyawa Metabolit Sekunder dan Formulasi Kombinasi Ekstrak Daun Tambora (Ageratum conyzoides), Daun Sembalit Angin (Mussaenda frondosa), dan Rimpang Kunyit (Curcuma domestica) sebagai Antibakteri Infeksi Post Partum”. Penulis bernama Nor Mila, biasa dipanggil Mila, lahir di Tamban, 03 Maret 2002. Usia 21 tahun dan beragama Islam. Anak kedua dari tiga bersaudara. Alamat tempat tinggal di Palangka Raya, Kalimantan Tengah tepatnya di jalan G. Obos XI A. Hobi membaca dan menulis. Penulis bernama Dr. Noor Hujjatusnaini, M.Pd., biasa dipanggil Nai, lahir di Kuala Pembuang, 6 Desember 1977. Alamat tempat tinggal di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Hobi membaca dan travelling. Penulis berprofesi sebagai Dosen Tadris Biologi di Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya.


114 Perjalanan jenjang pendidikan formal mulai dari SD Negeri 3 Telangkah (2008-2014), SMP Negeri 2 Katingan Hilir (2014- 2017), kemudian melanjutkan ke Madrasah Aliyah Negeri Katingan (2017-2020) dan meneruskan S-1 di IAIN Palangka Raya mengambil jurusan PMIPA program studi Tadris Biologi. Beberapa artikel penulis yang sudah terbit di jurnal terakreditasi SINTA di antaranya “Preferensi Lalat Buah (Drosophila melanogaster) Terhadap Berbagai Macam Substrat” pada Jurnal Penelitian Sains dan Pendidikan dan “Analisis Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XII Pada Materi Pertumbuhan dan Perkembangan Berdasarkan Ranah Kognitif Taksonomi Bloom Revisi” pada Pancasakti Science Education Journal. Motto hidup “Karena Sesungguhnya Sesudah Kesulitan itu Ada Kemudahan”. Penulis bernama Fakhrunnisa Atila, biasa dipanggil Tila, lahir di Kuala Jelai, 13 Desember 2001. Usia 21 tahun dan beragama Islam. Anak pertama dari dua bersaudara. Alamat tempat tinggal di Palangka Raya, Kalimantan Tengah tepatnya di Jalan Patimura No 57 A. Hobi membaca dan menulis. Perjalanan jenjang pendidikan formal mulai dari SDN Mendawai 5 (2008-2014), SMPN 11 Arut Selatan (2014-2017), kemudian melanjutkan ke SMAN 1 Jelai (2017-2020) dan meneruskan S-1 di IAIN Palangka Raya mengambil jurusan PMIPA program studi Tadris Biologi. Motto hidup “Allah is the best planner”.


115 BIOGRAFI EDITOR Penulis menyelesaikan Sarjana Pendidikan Biologi (S1) di Universitas Negeri Makassar pada Tahun 2009, jenjang Magister (S2) Pendidikan Biologi Tahun 2009 pada Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (UNM) dan selesai pada Tahun 2011. Penulis melanjutkan pendidikan pada Tahun 2015 untuk jenjang Doktor (S3) Pendidikan Biologi pada Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM), dengan judul disertasi “Pengaruh Model Reading, Questioning, and Answering (RQA) Dipadu ArgumentDriven Inquiry (ADI) pada Kemampuan Akademik Berbeda Terhadap Motivasi, Keterampilan Berpikir Kritis, Keterampilan Metakognitif, Keterampilan Argumentasi, dan Penguasaan Konsep Biologi”. Penulis aktif dalam menulis artikel pada jurnal nasional terakreditasi sinta dan jurnal international bereputasi serta ikut serta dalam conference international. Penulis juga aktif mengikuti hibah penelitian Litapdimas terbaru pada tahun 2023 dengan judul “Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Proyek Terintegrasi Kompetensi Global 4C-Scaffolding untuk Mengatasi Miskonsepsi Biologi”. Penulis bernama Dr. Astuti Muh. Amin, S.Pd., M.Pd., lahir di Pangkep, Sulawesi Selatan 30 Agustus 1987. Penulis berprofesi sebagai dosen Pendidikan Biologi di Institut Agama Islam Negeri Ternate.


Click to View FlipBook Version