The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Nama: Dwi Jumiati
NIM: 24940018
Tugas UAS ini untuk memenuhi tugas UAS CT

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Dwi Jumiati, 2024-05-22 15:35:15

Restrukturisasi Portofolio-UAS CT

Nama: Dwi Jumiati
NIM: 24940018
Tugas UAS ini untuk memenuhi tugas UAS CT

Keywords: CT Computational Thinking,PPG Prajab

Nama/No. Kelompok: Kelompok 3 No. Induk/Nama Mahasiswa 1. Alfiyani Rosyada (24940020) 2. Dwi Jumiati (24940018) 3. Lia Tresnawati (24940002) 4. Putri Aulia Agustin (24940005) 5. Salsabilah Khoirunnisa (24940014) Hasil Diskusi secara umum: Computational Thinking (CT) proses berpikir dalam memformulasikan persoalan dan berstrategi dalam menentukan/memilih solusi yang efektif, efisien, optimal untuk dikerjakan oleh agen pemroses informasi (solusi) tersebut. Computational Thinking (CT) bisa diterapkan untuk memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari, dengan CT masalah bisa terlaksanakan secara efektif dan efisien. Terdapat 4 fondasi CT yang akan dijelaskan sebagai berikut: 1. Dekomposisi, yaitu kemampuan untuk memecahkan suatu masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, sehingga solusi dapat diidentifikasi lebih efisien. 2. Pengenalan Pola, yaitu mencari persamaan diantara dan di dalam masalah 3. Abstraksi, yaitu proses eliminasi seperti mendahulukan sesuatu yang penting dan mengabaikan yang tidak penting untuk menuju inti permasalahan. 4. Algoritma, yaitu mengembangkan solusi langkah demi langkah untuk memecahkan masalah tersebut. Contoh hal atau persoalan zaman sekarang yang tidak memakai “komputer”, TIK, dan robot tapi membutuhkan CT 1. Cara mengatasi mobil yang mogok dijalan 2. Cara membuat nasi kuning dengan tungku 3. Mencuci pakaian secara manual 4. Mengelola keuangan pribadi 5. Merencanakan suatu acara 6. Mengelola waktu Penerapan Pondasi CT dalam kehidupan sehari-hari. A. Jawaban yang sudah tepat Contoh 1: Cara mengatasi mobil mogok di jalan ● Dekomposisi: Misalnya seseorang yang sedang menghadapi situasi seperti mobil mogok di jalan dan terdapat 2 masalah yang dihadapinya yaitu kehabisan bensin dan ban mobil kempes.


● Pengenalan pola: Karena hal tersebut sudah pernah dialami, maka ia tahu apa yang harus dilakukannya yaitu membetulkan ban mobil terlebih dahulu. ● Abstraksi: Karena bensinnya masih cukup untuk pergi ke pom bensin, maka ia mengabaikan masalah itu dan fokus pada masalah ban kempes. ● Algoritma: Lalu ia mengganti ban yang kempes dengan yang baru dengan cara mendongkraknya dan melepaskan baut-bautnya terlebih dahulu, lalu di pasanglah ban yang baru. Setelah ban baru terpasang, ia pergi ke pom bensin untuk membeli bensin. Contoh 2: Cara memasak nasi kuning dengan tungku ● Dekomposisi: Masalah besarnya memasak nasi, maka pecahkan dulu menjadi ke masalah kecil seperti menyiapkan beras, air, bumbu racik nasi kuning, tempat nasi, tungku, korek api dan kayu bakar. ● Pengenalan pola: Pengenalan pola dengan memahami proses memasak nasi seperti memasak nasi pada umumnya dengan tungku, yang menjadi pembeda yaitu perlunya tambahan bumbu racik nasi kuning. ● Abstraksi: berapa banyak beras yang dibutuhkan untuk makan nanti. ● Algoritma: Pertama-tama siapkan kayu bakar dan korek api untuk menyalakan tungku, masukan beras yang telah dicuci sebanyak yang dibutuhkan, lalu masukan air dan bumbu racik nasi kuning secukupnya dan terakhir masak sampai matang. Contoh 3: Cara Mencuci Pakaian secara Manual ● Dekomposisi: Pada tahap awal hal-hal yang perlu diuraikan untuk mencuci pakaian tanpa mesin cuci adalah dengan mengumpulkan pakaian, menyiapkan air, ember, detergen, pewangi pakaian, tempat menjemur, jepitan baju atau gantungan baju, dan sikat. ● Pengenalan Pola: Pola mencuci pakaian dengan manual adalah dengan memperkirakan air dan detergen yang cukup untuk semua pakaian yang akan dicuci dan memisahkan pakaian berwarna dan pakaian putih. ● Abstraksi: Mencampurkan air dengan deterjen lalu merendam pakaian dalam kurun waktu yang telah ditentukan lalu menyikat baju dan mengabaikan air bekas rendaman dengan cara membuangnya. Algoritma: Sehingga langkah-langkah runtut untuk mencuci pakaian dengan manual adalah memisahkan pakaian berwarna dan putih, merendam pakaian dalam campuran air dan detergen, menyikat pakaian, membilas pakaian, merendam pakaian dalam pewangi, menjemur pakaian menggunakan gantungan atau jepit.


B. Jawaban yang kurang tepat Contoh 1: Mengelola keuangan pribadi • Abstraksi: menentukan prioritas pengeluaran dan alokasi anggaran • Pengenalan Pola: mengenal pengeluaran dan pemasukan dalam keuangan pribadi • Algoritma: membuat rencana pengeluaran dan menyesuaikannya dengan perubahan kebutuhan Contoh 2: Merencanakan suatu acara ● Dekomposisi: mempertimbangkan tamu undangan, lokasi, makanan, dan hiburan ● Pengenalan Pola: mengenali referensi tamu untuk membuat pengaturan yang nyaman ● Algoritma: menyusun jadwal acara dan menetapkan susunan acara Contoh 3: Mengelola Waktu ● Dekomposisi: membagi waktu harian menjadi beberapa bagian untuk bekerja, istirahat, dan hiburan. ● Abstraksi: menetapkan prioritas dan mengabaikan hal-hal yang kurang penting pada saat tertentu. ● Algoritma: membuat jadwal harian untuk mencapai tujuan.


Nama/No. Kelompok: Kelompok 3 No. Induk/Nama Mahasiswa 1. Alfiyani Rosyada (24940020) 2. Dwi Jumiati (24940018) 3. Lia Tresnawati (24940002) 4. Putri Aulia Agustin (24940005) 5. Salsabilah Khoirunnisa (24940014) Feedback/pertanyaan: Tanggapan/solusi: Apakah penerapan fondasi CT harus memenuhi semua fondasi? Iya harus, karena 4 fondasi CT merupakan dasar dari strategi untuk memecahkan suatu persoalan. Misal ketika menghadapi suatu persoalan tanpa fondasi dekomposisi maka akan mempersulit kita untuk mengerucutkan permasalahan sehingga solusi-solusi yang akan dicari menjadi kurang efektif, efisien, dan optimal. Kenapa untuk contoh penerapan fondasi CT menyalakan motor tidak perlu menggunakan fondasi abstraksi? Karena menyalakan motor sudah ada algoritmanya tersendiri. Jadi sudah ada lamgkah-langkah terurut yang pasti dan harus dilakukan untuk menyalakan motor. Apakah Pengenalan pola selalu memiliki Algoritma ataupun sebaliknya? Algoritma adalah langkah-langkah terurut untuk menyelesaikan suatu persoalan dan sudah pasti mempunyai pola yang sudah tersusun, sedangkan pola belum tentu mempunynai algoritma. Karena algoritma mempunyai langkah-langkah terurut sehingga efesien, trstruktur dan efektif untuk menyelesaikan suatu persoalan.


Jawablah pertanyaan-pertanyaan reflektif berikut! 1. Apa harapan/target Anda dalam mengikuti mata kuliah ini? Jawab: Harapan saya dalam mengikuti mata kuliah Computational Thinking adalah dapat memahami konsep CT dengan baik, mampu mengembangkan pemikiran dan memiliki keterampilan komputasional, mampu menerapkan konsep CT kepada peserta didik, dan mampu menerapkannya dalam proses pembelajaran. 2. Pemahaman baru apa yang Anda dapatkan setelah mempelajari CT? Jawab: Pemahaman yang baru saya dapatkan setelah mempelajari CT adalah mengetahui konsep CT secara mendalam, pentingnya menggunakan CT, fondasi-fondasi CT, disposisi CT, hal-hal yang termasuk CT ataupun yang bukan, serta mengetahui konsep CT dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu pemahaman yang baru saya dapatkan setelah mempelajari CT yakni bahwa CT merupakan cara berfikir manusia bukan komputer. Selain itu juga termasuk proses berfikir komputasional untuk melatih berfikir secara efektif, efisien dan optimal. CT juga bisa digunakan dalam proses pembelajaran ataupun berhubungan dengan persoalan dalam kehidupan sehari-hari. 3. Bagaimana pendapat Anda mengenai keberadaan CT dalam kehidupan Anda? Jawab: Menurut pendapat saya dengan adanya CT ini mampu membantu dalam menghadapi persoalan yang kompleks menjadi lebih sederhana, persoalan yang dihadapi dapat terselesaikan secara efektif, efisien dan optimal, serta melatih untuk terbiasa berpkir secara sistematis, kritis dan logis. 4. Bagaimana perasaan Anda setelah belajar mengenai CT? Jawab: Menurut saya setelah belajar mengenai CT ini dapat menambah wawasan saya sebagai calon guru yang professional. Selain itu memiliki rasa tanggung jawab terhadap peserta didik untuk menerapkan konsep CT yang dapat membantunya ketika sedang dihadapi persoalan yang kompleks atau sederhana, ketika dalam proses pembelajaran, atau ketika sedang dihadapi latihan soal serta ketika dalam kehidupan sehari-hari.


5. Apa potensi kendala yang mungkin akan Anda alami selama mengikuti kuliah ini? Jika ada, tindakan apa yang akan Anda lakukan untuk mengantisipasinya Jawab: Kendala yang saya alami selama mengikuti perkuliahan ini adalah memahami konsep dari CT tersebut. Karena pada kuliah PPG Prajab ini merupakan pertama kalinya saya belajar mengenai CT. Tetapi, untuk mengantisipasinya yaitu dengan mencari referensi bacaan, menonton video-video yang berkaitan dengan konsep CT serta mencoba menerapkan CT dalam kehidupan sehari-hari.


Nama/ NIM Dwi Jumiati/ 24940018 Fase (A/B/C/D/E/F) Fase D CP Pada akhir fase D, peserta didik mampu menerapkan berpikir komputasional untuk menghasilkan beberapa solusi dari persoalan dengan data diskrit bervolume kecil serta mendisposisikan berpikir komputasional dalam bidang lain terutama dalam literasi, numerasi, dan literasi sains (computationally literate). Kata-kata atau istilah yang belum diketahui Maknanya. Makna yang didapat setelah mencari tahu lebih lanjut mengenai kata/istilah tersebut: 1. Data diskrit bervolume kecil 2. Literasi sains 3. Mendisposisikan berpikir komputasional. 1. Set data yang terdiri dari nilai-nilai terpisah dengan jumlah entitas atau titik data yang tidak besar. 2. Literasi sains mengacu pada kemampuan seseorang untuk memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi ilmiah dalam berbagai konteks. Hal ini mencakup pemahaman konsep-konsep ilmiah, keterampilan analisis data, pemikiran kritis, dan kemampuan untuk membuat keputusan yang berdasarkan bukti ilmiah. 3. Mendisposisikan berpikir komputasional melibatkan kemampuan untuk memecahkan masalah secara logis dan efisien, seringkali menggunakan algoritma dan pemrograman. Ini melibatkan pemahaman mendalam tentang bagaimana komputer memproses informasi dan dapat diterapkan dalam memecahkan masalah nyata melalui pendekatan berbasis komputasi. Tuliskan pemaknaan mengenai CP yang dibahas di kelompok, sesuai pemahaman bersama seluruh anggota kelompok! Pencapaian peserta didik pada akhir fase D yaitu mampu menerapkan berpikir komputasional untuk menghasilkan solusi dalam konteks data diskrit (angka yang bisa dihitung) bervolume kecil/ jumlah yang tidak terlalu banyak, dan mentransfer pemikiran komputasional ke dalam bidang literasi, numerasi, dan literasi sains. Dengan demikian, peserta didik yang "computational literate" diharapkan memiliki keterampilan yang dapat diaplikasikan dalam berbagai konteks dan bidang pengetahuan, memanfaatkan kekuatan berpikir komputasional untuk memecahkan masalah dan membuat keputusan di dunia nyata.


Nama/NIM anggota 1: Nama/NIM anggota 2: Nama/NIM anggota 3: Nama/NIM anggota 4: Nama/NIM anggota 5: 1. Alfiyani Rosyada/ 24940020 2. Dwi Jumiati/ 24940018 3. Lia Tresnawati/ 24940002 4. Putri Aulia Agustin/ 24940005 5. Salsabila Khoirunnisa/ 24940014 Fase (A/B/C/D/E/F) D CP Pada akhir fase D, Peserta didik mampu menerapkan berpikir komputasional untuk menghasilkan beberapa solusi dari persoalan dengan data diskrit bervolume kecil serta mendisposisikan berpikir komputasional dalam bidang lain terutama dalam literasi, numerasi dan literasi sains (Computationally Literate). Istilah dan makna dari kata-kata yang sudah disepakati oleh kelompok: 1. Data diskrit adalah data berupa angka yang hanya menampilkan angka dan dihitung dalam jumlah bilangan bulat 2. Mendisposisikan adalah membiasakan berpikir dalam hal ini membiasakan berpikir secara komputasi 3. Literasi Sains adalah Pengetahuan dan kecakapan ilmiah untuk mampu mengidentifikasi pertanyaan, memperoleh pengetahuan baru, menjelaskan fenomena ilmiah, serta mengambil simpulan berdasar fakta, memahami karakteristik sains, kesadaran bagaimana sains dan teknologimembentuk lingkungan alam, intelektual, dan budaya, serta kemauan untuk terlibat dan peduli terhadap isu-isu yang terkait sains. Kata-kata yang dipahami sebagai makna yang berbeda oleh anggota kelompok. Diskusikan lebih lanjut tentang perbedaan makna tersebut! Diskusikan juga dengan konsep pada saat eksplorasi konsep! 1. Anggota 2 berpendapat bahwa Data diskrit adalah Diskrit dalam KBBI artinya terpisah dan berbeda dari yang lain atau mengandung bagian-bagian yang berbeda atau terpisah. Dapat disimpulkan data diskrit bervolume kecil merujuk pada jenis data informasi kuantitatif dengan nilai atau jumlah yang terbatas. 2. Anggota 3 berpendapat bahwa data diskrit adalah Set data yang terdiri dari nilai-nilai terpisah dengan jumlah entitas atau titik data yang tidak besar 3. Anggota 4 bependapat bahwa Mendisposisikan berpikir komputasional dalam bidang lain merujuk pada penerapan konsep dan keterampilan berpikir komputasional di luar ranah komputer dan teknologi informasi. Ini melibatkan penggunaan prinsip-prinsip dasar yang umumnya terkait dengan pemrograman dan komputasi untuk memecahkan masalah atau meningkatkan kinerja dalam berbagai disiplin ilmu atau bidang lainnya.


4. Mendisposisikan berpikir komputasional melibatkan kemampuan untuk memecahkan masalah secara logis dan efisien, seringkali menggunakan algoritma dan pemrograman. Ini melibatkan pemahaman mendalam tentang bagaimana komputer memproses informasi dan dapat diterapkan dalam memecahkan masalah nyata melalui pendekatan berbasis komputasi. Tuliskan pemaknaan mengenai CP yang dibahas di kelompok, sesuai pemahaman bersama seluruh anggota kelompok! Pernyataan bahwa peserta didik mampu menerapkan berpikir komputasional untuk menghasilkan beberapa solusi dari persoalan dengan data diskrit (angka yang bisa dihitung) dengan volume kecil serta membiasakan diri untuk berpikir komputasional dalam bidang lain terutama dalam literasi, numerasi, dan literasi sains mengacu pada kemampuan mereka dalam menggunakan prinsip berpikir komputasional dalam konteks berbagai disiplin ilmu. Dengan demikian, peserta didik yang "computational literate" diharapkan memiliki keterampilan yang dapat diaplikasikan dalam berbagai konteks dan bidang pengetahuan, memanfaatkan kekuatan berpikir komputasional untuk memecahkan masalah dan membuat keputusan di dunia nyata.


Nama/NIM Dwi Jumiati/24940018 Fase Istilah yang baru diketahui maknanya Makna dari istilah D 1. Data diskrit bervolume kecil 2. Literasi sains Data diskrit adalah jenis data yang nilainya terbatas pada seperangkat nilai yang terpisah, berbeda dengan data kontinu yang dapat memiliki nilai dalam rentang tertentu. Sedangkan Literasi sains adalah kemampuan seseorang untuk memahami, menafsirkan, dan menggunakan informasi ilmiah dalam konteks kehidupan seharihari. Tuliskan pemahaman yang Anda dapat dari presentasi rekan Anda mengenai CP CT pada fase yang berbeda dari fase yang Anda kerjakan dalam kelompok! Fase Pemaknaan CP D Pernyataan tersebut menekankan bahwa pada akhir fase D, peserta didik diharapkan dapat menerapkan CT untuk memecahkan masalah dengan cara mengelompokkan bagian-bagian yang lebih kecil dari masalah yang kompleks dan menyusunnya atau merancang solusi yang sistematis dalam proses CT. Selain itu, menerapkan berpikir komputasional tidak hanya dalam konteks pembelajaran komputer atau teknologi, tetapi juga dalam berbagai bidang literasi lainnya seperti numerasi, literasi sains, dan literasi komputasi. Dengan demikian memberikan penekanan pada kemampuan peserta didik untuk menggunakan berpikir komputasional dalam memecahkan masalah dan menerapkan pemikiran komputasional mereka dalam berbagai bidang literasi dan konteks pembelajaran lainnya.


Tuliskan kaitan antara CP mata pelajaran yang Anda ampu dengan CP CT untuk fase yang akan Anda ampu! Fase D (Kelas VII – IX) CP Matematika Pada akhir fase D, peserta didik dapat menyelesaikan masalah kontekstual peserta didik dengan menggunakan konsep-konsep dan keterampilan matematika yang dipelajari pada fase ini. Mereka mampu mengoperasikan secara efisien bilangan bulat, bilangan rasional dan irasional, bilangan desimal, bilangan berpangkat bulat dan akar, bilangan dalam notasi ilmiah; melakukan pemfaktoran bilangan prima, menggunakan faktor skala, proporsi dan laju perubahan. Mereka dapat menyajikan dan menyelesaikan persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel dan sistem persamaan linier dengan dua variabel dengan beberapa cara, memahami dan menyajikan relasi dan fungsi. Mereka dapat menentukan luas permukaan dan volume bangun ruang (prisma, tabung, bola, limas dan kerucut) untuk menyelesaikan masalah yang terkait, menjelaskan pengaruh perubahan secara proporsional dari bangun datar dan bangun ruang terhadap ukuran panjang, luas, dan/atau volume. Mereka dapat membuat jaring-jaring bangun ruang (prisma, tabung, limas dan kerucut) dan membuat bangun ruang tersebut dari jarring-jaringnya. Mereka dapat menggunakan sifatsifat hubungan sudut terkait dengan garis transversal, sifat kongruen dan kesebangunan pada segitiga dan segiempat. Mereka dapat menunjukkan kebenaran teorema Pythagoras dan menggunakannya. Mereka dapat melakukan transformasi geometri tunggal di bidang koordinat Kartesius. Mereka dapat membuat dan menginterpretasi diagram batang dan diagram lingkaran. Mereka dapat mengambil sampel yang mewakili suatu populasi, menggunakan mean, median, modus, range untuk menyelesaikan masalah; dan menginvestigasi dampak perubahan data terhadap pengukuran pusat. Mereka dapat menjelaskan dan menggunakan pengertian peluang, frekuensi relatif dan frekuensi harapan satu kejadian pada suatu percobaan sederhana. CP CT Pada akhir fase D, peserta didik mampu menerapkan berpikir komputasional untuk menghasilkan beberapa solusi dari persoalan dengan data diskrit bervolume kecil serta mendisposisikan berpikir komputasional dalam bidang lain terutama dalam literasi, numerasi, dan literasi sains (computationally literate). Keterkaitan CP Matematika dengan CP CT Peserta didik mampu menerapkan berpikir komputasional untuk menghasilkan beberapa solusi dari persoalan dengan menerapkan 4 fondasi CT dan untuk menyelesaikan permasalahan konstektual yang berkaitan dengan pembelajaran matematika. Fondasi tersebut seperti dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi dan algoritma sehingga didapatkan solusi yang efektif, efiseien dan optimal dari suatu permasalahan. Konsep-konsep yang dipelajari dalam matematika dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan keterampilan berpikir komputasional, yang kemudian dapat diintegrasikan ke dalam


berbagai aspek aktivitas dan pemahaman dalam literasi, numerasi, dan literasi sains. Selain itu, peserta didik juga diharapkan dapat menerapkan berpikir komputasional untuk menyelesaikan masalah dengan data diskrit bervolume kecil. Kemampuan ini memungkinkan mereka untuk menggunakan algoritma dan teknik komputasi untuk mengolah data dan menghasilkan solusi yang efisien. Dengan demikian, keterkaitan antara kedua pernyataan tersebut adalah bahwa mereka bersama-sama membentuk landasan yang kokoh untuk kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah, berpikir kritis, dan berkomunikasi secara efektif dalam berbagai konteks, baik dalam bidang matematika maupun di luarnya.


Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dan tuliskan hasilnya sebagai bagian dari portofolio akhir untuk mata kuliah ini! 1. Bagaimana perasaan Anda saat menelaah lebih lanjut mengenai CP CT dalam pertemuan kuliah ini? Jawab: Perasaan saya setelah menelaah lebih lanjut mengenai CP CT dalam pertemuan kuliah ini adalah bertambahnya wawasan saya mengenai Capaian Pembelajaran CT dari setiap jenjang, khususnya jenjang SMP/ Fase D yang saya ampu. Saya dapat mengetahui bahwasannya tingkatan kompetensi setiap fase itu berbeda-beda. Materi ini juga menambah informasi saya bahwa penerapan CP CT ini ada kaitannya dengan CP mata pelajaran matematika yang saya ampu. Selain itu, saya merasa senang karena mendapat kosa kata baru terkait CP CT dengan pemahaman yang berbeda dari hasil diskusi kelas. 2. Tuliskan pengetahuan-pengetahuan baru yang Anda dapatkan dari pertemuan ini Jawab: Pengetahuan baru yang saya dapatkan dari pertemuan pada topik 2 (CT dalam kurikulum) yaitu: ✓ Penerapan CT dalam kurikulum Merdeka itu penting. Salah satunya dapat mendorong peserta didik untuk berpikir secara kritis dan kreatif dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan. ✓ CT merupakan literasi berpikir yang perlu dilatih terus menerus, maka tidak cukup jika hanya dilatih dalam mata pelajaran informatika. CT juga dapat diintegrasikan pada seluruh mata pelajaran/ bidang lain. ✓ Terdapat CP dari materi CT dari fase A-F. ✓ Terdapat keterkaitan CP CT dengan CP mata pelajaran matematika yang saya ampu. ✓ CT juga memiliki himpunan awal yang merupakan pengembangan 4 fondasi CT, diantaranya: 1. Kemampuan menghadapi open-ended problem. 2. Kegigihan dalam mengatasi persoalan yang menantang. 3. Kepercayaan diri dalam menghadapi kompleksitas. 4. Mampu mempresentasikan ide-ide dengan cara komputasional yang bermakna. 5. Mampu membagi-bagi persoalan yang besar menjadi beberapa sub persoalan yang lebih kecil.


Lembar Kerja Mahasiswa Soal Latihan Bebras Soal ini diambil dari soal Bebras Memindahkan Dadu untuk jenjang SD dan modifikasi dari soal Bebras Memindahkan Dadu untuk jenjang SMP dan SMA. Judul soal: Memindahkan Dadu Kode soal: I-2017-MY-05 Jenjang: SD, SMP, dan SMA Deskripsi Soal Jack si berang-berang menggulirkan sebuah dadu sepanjang jalan tanpa penggeseran. Untuk memindahkan dadu dari satu petak ke petak berikutnya, Jack memutar dadu sepanjang pinggir yang ada di perbatasan antara dua petak. Dia melakukannya n kali sampai dadu mencapai petak berisi bulatan putih. Masing-masing jenjang (SD, SMP, SMA) menggunakan nilai n yang berbeda. Perhatikan Gambar 3.10 berikut ini! Gambar 3.10: Soal Memindahkan Dadu untuk Jenjang SD, SMP, SMA. Gambar diadaptasi dari (NBO Bebras Indonesia, 2019) Perhatikan bahwa jumlah titik-titik pada dua sisi yang berlawanan di sebuah dadu selalu 7 (1 berlawanan dengan 6; 2 berlawanan dengan 5; 3 berlawanan dengan 4). Pada mulanya, sisi dengan 1 titik (berlawanan dengan sisi 6) ada di dasar dadu, seperti ditunjukkan pada gambar. Setelah memutar dadu sekali ke petak kedua, sisi dengan 2 titik (berlawanan dengan 5) akan berada di dasar dadu. Tantangan Sisi dadu dengan berapa titik ada di atas permukaan dadu saat dadu mencapai petak hijau di ujung?


Jawab: • SD: sisi dadu dengan titik 5 berada di atas permukaan dadu saat dadu mencapai petak hijau di ujung. • SMP: sisi dadu dengan titik 3 berada di atas permukaan dadu saat dadu mencapai petak hijau di ujung. • SMA: sisi dadu dengan titik 4 berada di atas permukaan dadu saat dadu mencapai petak hijau di ujung. Nama/NIM: Dwi Jumiati/24940018 Jenjang/ mata pelajaran yang diampu: SMP/ Matematika Judul soal: Memindahkan Dadu No Pertanyaan Jawaban 1 Tuliskan solusi untuk masingmasing soal! Untuk menyelesaikan soal bebras ini, perhatikan instruksi pada soal bahwa jumlah titik-titik pada dua sisi yang berlawanan di sebuah dadu selalu berjumlah 7. Selain itu perhatikan juga posisi awal dadu sesuai pada gambar di soal. Selain itu amati pula posisi perpindahan dadu. SD: Sisi dadu dengan titik 5 berada di atas permukaan dadu saat dadu mencapai petak hijau di ujung dan pada sisi yang berlawanan memiliki jumlah titik yaitu 2. SMP: sisi dadu dengan titik 3 berada di atas permukaan dadu saat dadu mencapai petak hijau di ujung dan pada sisi yang berlawanan memiliki jumlah titik yaitu 4. SMA: sisi dadu dengan titik 4 berada di atas permukaan dadu saat dadu mencapai petak hijau di ujung dan pada sisi yang berlawanan memiliki jumlah titik yaitu 3. 2 Tulisan langkah-langkah berpikir anda hingga mendapat solusi dari masing-masing soal! Jika Anda menggunakan lebih dari satu cara berpikir, tuliskan


pada jenjang mana Anda menggunakan cara berpikir tersebut! Dalam mendapatkan jawaban yang tepat untuk menyelesaikan persoalan ini, kita dapat menggunakan media seperti dadu atau sebuah benda yang berbentuk kubus lalu diberi angka yang sesuai dengan pola dadu untuk memudahkan kita dalam menyelesaikan persoalan ini. Kemudian posisikan dadu sesuai gambar di posisi awal (sisi atas bertitik 6 dan sisi bawah bertitik 1). Selanjutnya gulirkan dadu sesuai intruksi arah yang ada pada petak seperti ke depan, ke kanan, ke kiri atau ke belakang. Selain itu perhatikan instruksi pada soal bahwa jumlah titik-titik pada dua sisi yang berlawanan di sebuah dadu selalu berjumlah 7. Berikut langkah-langkah setiap tingkat. SD: Pada persoalan tingkat SD berikut langkah-langkah penyelesaiannya untuk mengetahui titik pada sisi atas dadu saat berada di petak hijau: 1. Pertama dadu bergulir 3 langkah ke depan maka titik dadu berpindah menjadi • Titik 5 pada sisi atas, titik 2 pada sisi bawah • Titik 1 pada sisi atas, titik 6 pada sisi bawah • Titik 2 pada sisi atas, titik 5 pada sisi bawah 2. Selanjutnya dadu bergulir ke kanan 2 langkah dengan posisi dadu yaitu titik 2 pada sisi atas, titik 5 pada sisi bawah, titik 3 pada sisi kanan, dan titik 4 pada sisi kiri maka titik dadu berpindah menjadi • Titik 4 pada sisi atas, titik 3 pada sisi bawah • Titik 5 pada sisi atas, titik 2 pada sisi bawah Jadi, titik pada sisi atas dadu saat berada di petak hijau adalah 5 SMP: Pada persoalan tingkat SMP berikut langkahlangkah penyelesaiannya untuk mengetahui titik pada sisi atas dadu saat berada di petak hijau: 1. Pertama dadu bergulir 3 langkah ke depan maka titik dadu berpindah menjadi • Titik 5 pada sisi atas, titik 2 pada sisi bawah


• Titik 2 pada sisi atas, titik 5 pada sisi bawah 2. Selanjutnya dadu bergulir ke kanan 2 langkah dengan posisi dadu yaitu titik 2 pada sisi atas, titik 5 pada sisi bawah, titik 3 pada sisi kanan, dan titik 4 pada sisi kiri maka titik dadu berpindah menjadi • Titik 4 pada sisi atas, titik 3 pada sisi bawah • Titik 5 pada sisi atas, titik 2 pada sisi bawah 3. Selanjutnya dadu bergulir ke depan 1 langkah dengan posisi dadu yaitu titik 5 pada sisi atas, titik 2 pada sisi bawah, titik 4 pada sisi kanan, dan titik 3 pada sisi kiri maka titik dadu berpindah menjadi • Titik 1 pada sisi atas, titik 6 pada sisi bawah 4. Selanjutnya dadu bergulir ke kanan 1 langkah dengan posisi dadu yaitu titik 1 pada sisi atas, titik 6 pada sisi bawah, titik 4 pada sisi kanan, dan titik 3 pada sisi kiri maka titik dadu berpindah menjadi • Titik 3 pada sisi atas, titik 4 pada sisi bawah Jadi, titik pada sisi atas dadu saat berada di petak hijau adalah 3. SMA: Pada persoalan tingkat SMP berikut langkahlangkah penyelesaiannya untuk mengetahui titik pada sisi atas dadu saat berada di petak hijau: 1. Pertama dadu bergulir 3 langkah ke depan maka titik dadu berpindah menjadi • Titik 5 pada sisi atas, titik 2 pada sisi bawah • Titik 1 pada sisi atas, titik 6 pada sisi bawah • Titik 2 pada sisi atas, titik 5 pada sisi bawah 2. Selanjutnya dadu bergulir ke kanan 2 langkah dengan posisi dadu yaitu titik 2 pada sisi atas, titik 5 pada sisi bawah, titik 3 pada sisi kanan, dan titik 4 pada sisi kiri maka titik dadu berpindah menjadi • Titik 4 pada sisi atas, titik 3 pada sisi bawah • Titik 5 pada sisi atas, titik 2 pada sisi bawah 3. Selanjutnya dadu bergulir ke depan 1 langkah dengan posisi dadu yaitu titik 5 pada sisi atas, titik 2 pada sisi bawah, titik 4 pada sisi kanan, dan titik 3 pada sisi kiri. Maka titik dadu berpindah menjadi • Titik 1 pada sisi atas, titik 6 ada sisi bawah


4. Selanjutnya dadu bergulir ke kanan 1 langkah dengan posisi dadu yaitu titik 1 pada sisi atas, titik 6 pada sisi bawah, titik 4 pada sisi kanan, dan titik 3 pada sisi kiri maka titik dadu berpindah menjadi • Titik 3 pada sisi atas, titik 4 pada sisi bawah 5. Selanjutnya dadu bergulir ke belakang sebanyak 2 langkah dengan posisi dadu yaitu titik 3 pada sisi atas, titik 4 pada sisi bawah, titik 1 pada sisi kanan, titik 5 pada sisi depan, titik 6 pada sisi kiri. Maka titik dadu berpindah menjadi • Titik 2 pada sisi atas, titik 6 pada sisi bawah • Titik 4 pada sisi atas, titik 2 pada sisi bawah Jadi, titik pada sisi atas dadu saat berada di petak hijau adalah 4. 3 Identifikasi 4 fondasi CT yang Anda gunakan dalam menyelesaikan persoalan ini! a. Dekomposisi: persoalan ini dapat dibagi menjadi 3 subpersoalan di mana masing-masing persoalan mewakili satu kelompok dadu berdasarkan perpindahan lainnya. Membuat dadu dari kertas ataupum menggunakan dadu mainan untuk alat peraganya serta membuat lintasan seperti pada soal. b.Pengenalan pola: pada persoalan ini, pola yang didapatkan adalah berpacu pada acuan penjumlahan sisi yang bersebrangan adalah tujuh. Hal ini memudahkan posisi karena sudah ada pola yang sama (seperti 6 berlawanan dengan 1, 5 berlawanan dengan 2, 4 dengan 3). c. Abstraksi: saat mengerjakan soal SMP atau SMA, cukup melanjutkan saja dari langkah terakhir pada soal jenjang sebelumnya (SD/SMP), jadi tidak perlu dari awal lagi. Saat menggulirkan dadu juga abaikan saya sisi-sisi selain sisi atas dan bawah dadu. d.Algoritma: memutar dadu sesuai urutan arah bergeraknya, dapat ditunjukan juga dengan menentukan angka yang akan muncul sesuai dengan arah bergulirnya dadu (ke depan, belakang, kiri atau kanan).


4 Adakah contoh pada kehidupan sehari-hari yang mengimplementasikan konsep yang ada pada soal ini? Dalam kehidupan sehari-hari contoh yang sesuai dengan persoalan ini adalah saat parkir disuatu Gedung. Melihat petunjuk tempat parkir motor yang benar dan menempatkan sesuai pola tempat parkir motor yang sudah di tetapkan agar tidak terjadi kesalahan. Contoh lainnya yaitu saat mengeluarkan kendaraan dari parkiran yang padat seperti di parkiran pusat pembelanjaan. Maka perlu memahami dengan baik rute maju, mundur kanan dan kirinya. Hal tersebut mirip seperti dadu yang bergulir dipetak-petak agar tidak terjebak dan salah arah. 5 Tuliskan perbedaan kompleksitas persoalan untuk masing-masing jenjang yang terdapat di soal ini? Perbedaan kompleksitas persoalan pada masingmasing jenjang yaitu terdapat pada banyaknya lintasan seperti SD n = 5 (petak), SMP n = 7 (petak), dan SMA n = 9 (petak). Tabel 3.1: Penilaian Teman Kelompok Penilaian dari teman kelompok Kriteria Penilaian Alfiyani Rosyada (24940020) Lia Tresnawati (2494002) Putri Aulia Agustin (2494005) Salsabilah Khoirunnisa (24940014) Apakah cara mengerjakan soal yang dituliskan dapat dipahami? A A A A Apakah cara mengerjakan sudah lengkap? A A A A Apakah cara mengerjakan dapat diikuti tanpa menimbulkan keambiguan? A A A A Apakah 4 fondasi yang ditulis benar? A A A A Apakah 4 fondasi yang dituliskan dijelaskan dengan lengkap? A A A A Apakah contoh masalah seharihari yang dituliskan sesuai dengan persoalan yang diselesaikan? A A A A


No Soal Hal yang perlu diperbaiki Masukan atau saran perbaikan 1 - - 2 - - 3 - -


02.04.01 Lembar Kerja Mahasiswa 1 (Literasi Membaca pada tes PISA) Nama/NIM: Dwi Jumiati/24940018 Literasi Membaca Mengapa literasi membaca dibutuhkan oleh siswa? Karena dapat memberikan akses ke informasi, memperkuat keterampilan berpikir kritis, meningkatkan keterampilan bahasa, mengembangkan imajinasi dan empati, serta mempersiapkan siswa untuk bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pengertian dari literasi membaca pada tahun 2018 adalah kemampuan untuk mengerti, menggunakan, merefleksikan teks untuk suatu tujuan. Literasi membaca juga mencakup siswa memiliki motivasi untuk mempelajari dan mengerti lebih dalam suatu teks. Apa makna dari masing-masing istilah berikut ini dalam konteks literasi membaca? 1. Mengerti teks: Pemahaman yang mnedalam tentang isi teks yang dibaca atau dipelajari 2. Menggunakan teks: Mengimplementasikan dan menerapkan yang dipelajari dari teks dan menerapkannya dalam berbagai konteks kehidupan 3. Merefleksikan teks: Mengkritisi, menganalisis, dan mempertimbangkan secara mendalam tentang pesan, ide, atau informasi yang disajikan dalam teks. Menghubungkan informasi yang dipelajari dengan pengalaman pribadi atau pengetahuan sebelumnya, serta mempertimbangkan implikasi dari ide-ide yang disampaikan dalam teks tersebut. 4. Memiliki motivasi untuk mempelajari dan mengerti lebih dalam suatu teks: Dorongan atau keinginan yang kuat untuk mendalami isi teks dan memahami teks dengan lebih baik. Apa saja jenis teks yang digunakan pada tes PISA untuk literasi membaca? Teks naratif, deskriptif, eksposisi, instruksi, argumentasi, interaksi dan transaksi


Terdapat 6 level progress pada reading literacy. Tuliskan apa yang seharusnya siswa dapat lakukan jika ada atau melewati level tersebut! Level 1b diberikan sebagai contoh. Level Apa yang dapat dilakukan siswa 1b Siswa dapat menemukan sebuah informasi yang mudah didapat dari sebuah teks sederhana. Informasi yang dicari biasanya sering diulang di dalam teks. Informasi yang dicari juga bisa dinyatakan dalam gambar dan grafik sehingga memudahkan siswa menemukan informasi tersebut. 1a Pada level 1a iswa dapat menemukan satu atau lebih informasi yang eksplisit. Siswa dapat mengenali tema utama atau tujuan penulis dalam sebuah teks tentang topik yang sudah dikenal, atau membuat hubungan sederhana antara informasi dalam teks dan pengetahuan umum sehari-hari. Selain itu siswa juga diarahkan secara eksplisit untuk mempertimbangkan faktor-faktor yang relevan dalam tugasnya dan teks yang diberikan. 2 Pada level 2 siswa dapat menemukan satu atau lebih informasi, memahami gagasan utama, mengenali hubungan, dan menafsirkan makna dalam teks. Mereka juga dapat melakukan perbandingan atau kontras berdasarkan fitur dalam teks, serta membuat hubungan antara teks dan pengetahuan luar dengan memanfaatkan pengalaman pribadi mereka. 3 Pada level 3 siswa dapat menemukan dan mengenali hubungan antara yang memenuhi berbagai kondisi. Mereka juga dapat mengintegrasikan beberapa bagian teks untuk mengidentifikasi gagasan utama, memahami hubungan, dan menafsirkan makna kata atau frasa. Mereka perlu mempertimbangkan banyak fitur dalam membandingkan, membedakan atau mengkategorikan. 4 Pada level 4 siswa dapat menemukan dan mengatur beberapa informasi yang disematkan. Siswa dapat menafsirkan nuansa kebahasaan pada suatu bagian teks dengan memperhatikan teks secara keseluruhan. Dalapenafsiaran lainnya, siswa dapat mendemostrasikan pemaham dan penerapan kategori dalam konteks yang baru. Pada level ini siswa juga dapat menggunakan pengetahuan formal atau umum untuk membuat hipotesis atau mengevaluasi secara kritis suatu teks.


5 Pada level 5 siswa dapat menemukan dan mengatur beberapa informasi yang tertaman secara mendalam, serta menyimpulkan informasi dalam teks. Tugas reflektif memerlukan evaluasi kritis dengan memanfaatkan pengetahuan yang ada serta dapat menggunakan pemahaman yang penuh dan terperinci dalam sebuah teks yang isi atau bentuknya tidak dikenal. 6 Pada level 6 siswa dapat membuat kesimpulan, perbandingan, dan kontras yang terperinci dan tepat. Mereka dapat menunjukkan pemahaman yang lengkap dan rinci terkait satu atau lebih teks dan dapat mengintegrasikan informasi dari satu atau lebih informasi. Siswa dapat membuat hipotesis atau mengevaluasi suatu teks baru dengan mempertimbangkan berbagai kriteria atau perspektif dalan menerapkan pemahaman canggih dari luar kelas. 02.04.02 Lembar Kerja Mahasiswa 2 (Literasi Matematika pada tes PISA) Nama/NIM: Dwi Jumiati/ 24940018 Literasi Matematika Mengapa literasi matematika dibutuhkan oleh siswa? Karena Kemampuan literasi matematika (mathematical literacy) menolong seseorang untuk mengenal peran matematika di dunia nyata dan sanggup membuat keputusankeputusan yangakurat yang dibutuhkan oleh masyarakat. Pengertian dari literasi matematika 2012 juga digunakan pada tahun 2015 dan 2018. Literasi matematika adalah kemampuan seseorang untuk memformulasikan sebuah situasi secara matematika, menggunakan konsep, fakta, prosedur, dan penalaran matematika, dan menginterpretasikan hasil matematika untuk berbagai konteks. Apa makna dari masingmasing istilah berikut ini dalam literasi matematika? 1. Memformulasikan sebuah situasi secara matematika: Menentukan di mana dapat menggunakan matematika yang penting untuk menganalisis, merancang dan menyelesaikan masalah. Kemudian, mereka menerjemahkannya dari situasi dunia nyata ke dalam domain matematika dan memberikan masalah dunia nyata dengan struktur, representasi, dan kekhususan matematika


2. Menggunakan konsep, fakta, prosedur dan penalaran matematika: Untuk memecahkan masalah, individu melakukan prosedur matematika yang diperlukan untuk memperoleh hasil dan menemukan solusi matematika (misalnya melakukan perhitungan aritmatika, menyelesaikan persamaan, membuat deduksi logis dari asumsi matematika, melakukan manipulasi simbolik, mengekstrasi informasi matematika dari tabel dan grafik, merepresentasikan dan memanipulasi bentuk-bentuk dalam ruang dan menganalisis data). 3. Menginterpretasikan hasil matematika: Memberikan dan mengkomunikasikan penjelasan dan argumen dalam konteks masalah, merefleksikan proses pemodelan dan hasilnya. Terdapat 6 level progress pada literasi matematika. Tuliskan apa yang seharusnya siswa dapat lakukan jika ada atau melewati level tersebut! Level Apa yang dapat dilakukan siswa 1 Pada level 1 siswa dapat menjawab pertanyaan yang melibatkan konteks yang umum dan informasi relevan tersedia denan jelas. Mereka mampu mengidentifikasi informasi dan menerima semua petunjuk berdasarkan instruksi yang jelas pada suatu situasi yang ada. Siswa dapat menunjukkan tindakan yang jelasa sesuai dengan stimulus yang diberikan. 2 Pada level 2 siswa dapat menafsirkan dan mengenalis situasi dalam konteks yang memerlukan kesimpulan langsung. Mereka mampu memilah informasi yang relevan dari sumber yang tunggal dan menggunakan cara penyajian tunggal. Siswa dapat menggunakan algortma dasar, rumus, prosedur atau konvensi untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bilangan bulat. Mereka juga mampu membuat intepretasi atas informasi yang didapatkannya. 3 Pada level 3 siswa dapat menjalankan prosedur yang jelas dan berurutan. Siswa dapat menafsirkan dan menggunakan representasi berdasarkan informasi yang berbeda. Mereka dapat mengian hasil dan alasan yang mereka dapatkan. 4 Pada level 4 siswa dapat menggerakan dengan metode tertentu secara efektif dalam situasi yang kompleks tetapi konkret yang mungkin melibatkan hambatan-hambatan atau membuat asumsi-asumsi. Mereka mampu memilih dan menggunakan representasiyang berbeda termasuk pada simbol, serta dapat menghubungkannya secaa langsung dengan kehidupan nyata. Siswa dapat menggunakan keterampilan dan bernalarnya pada konteks yang jelas. Mereka dapat menjelaskan pendapatnya berdasarkan pada pemahaman, alasan, dan rumusan mereka.


5 Pada level 5 siswa dapat mengembangkan dan berkerja untuk situasi yang kompleks, mengidentifikasi masalah dan menetapkan asumsi. Mereka dapat memilih, membandingkan dan mengevaluasi strategi untuk memecahkan masalah yang kompleks yang berhubungan dengan model. Mampu menggunakan pemikiran dan penalarannya serta secara tepat menghubungkan representasi simbol dengan situasi yang dihadapi. Mereka juga dapat menjabarkan dan merumuskan hasi pekerjaannya. 6 Pada level 6 siswa dpat membuat konsep, menggeralisasi dan memanfaatkan informasi berdasarkan penelaahan dan pemodelan dalam situasi yang kompleks. Mereka dapat menghubungkan menerjemahkan sumber informasi berbeda secara fleksibel. Pada level ini siswa mampu berpikir dan bernalar matematis tingkat lanjut. Siswa mampu menerapkan pemahamannya dengan penguasaan simbol dan operasi matematika, mengembangkan strategi dan pendekatan baru dalam menghadapi situasi yang baru. Siswa dapat merumuskan hasil pekerjaannya dengan tepat serta melakukan refleksi mengenai temuan, penafsiran, argumen dan kesesuaiannya dengan situasi nyata. 02.04.03 Lembar Kerja Mahasiswa 3 (Literasi Sains pada tes PISA) Nama/NIM: Dwi Jumiati/ 24940018 Literasi Sains Mengapa literasi sains dibutuhkan oleh siswa? Karena dapat mengembangkan pola pikir dan kreativitas peserta didik dan membangunan karakter sebagai manusia yang peduli dan bertanggung jawab atas dirinya, masyarakat dan alam sekitar. Literasi sains adalah kemampuan untuk terlibat aktif dalam masalah dan ide yang berhubungan dengan sains. Kompetensi yang diperlukan oleh seseorang yang memiliki literasi dalam sains adalah kemampuan untuk menjelaskan sebuah fenomena secara ilmiah, mengevaluasi dan merancang pertanyaan-pertanyaan ilmiah, dan menginterpretasi data dan bukti-bukti secara ilmiah. Jelaskan masing-masing kompetensi di bawah ini! • Menjelaskan sebuah fenomena secara ilmiah: Menjelaskan sebuah fenomena secara ilmiah melibatkan kemampuan menggunakan bahasa ilmiah, kerangka kerja ilmiah, memberikan penjelasan yang logis, menggunakan bukti dan data yang mendukung, serta kritis terhadap penjelasan alternatif.


• Mengevaluasi dan merancang pertanyaan-pertanyaan ilmiah: Mengidentifikasi pertanyaan dalam sebuah penelitian ilmiah, membedakan pertanyaan untuk menyelidiki secara ilmiah, mengusulkan dan mengevaluasi cara mengeksplorasi pertanyaan yang diberikan secara ilmiah, menjelaskan dan mengevaluasi berbagai cara yang digunakan untuk memastikan kebenaran data dan objektivitas serta memahami relevansi pertanyaan dalam konteks ilmiah yang lebih luas. • Menginterpretasi data dan bukti-bukti secara ilmiah: Kemampuan untuk menganalisis informasi yang didapatkan dari hasil observasi, eksperimen, atau penelitian lainnya dengan menggunakan prinsip-prinsip ilmiah. Selain itu melibatkan analisis data, validasi teori, pengujian hipotesis, pengambilan keputusan berbasis bukti, penemuan baru, dan komunikasi pengetahuan ilmiah. Terdapat 6 level progress pada literasi sains. Tuliskan apa yang seharusnya siswa dapat lakukan jika ada atau melewati level tersebut! Level Apa yang dapat dilakukan siswa 1b Pada level 1b siswa dapat menggunakan pengetahuan ilmiah atau sehari-hari untuk mengenali aspek-aspek yang sudah dikenal atau fenomena sederhana. Mereka dapat mengidentifikasi pola sederhana dalam data, mengenali istilahistilah dasar dan mengikuti onstruksi eksplisit untuk melaksanakan prosedur iilmiah. 1a Pada level 1a siswa dapat menggunakan konten dasar atau sehari-hari dan pengetahuan prosedural untuk mengenali atau mengidentifikasi penjelasan fenomenal ilmiah sederhana. Mereka dapat mengidentifikasi hubungan sebab akibat dan menginterpretasikan data grafis dan visual yang membutuhkan tingkat tuntutan kognitif yang rendah. 2 Pada level 2 siswa dapat memanfaatkan pengetahuan konten sehari-hari dan pengetahuan prosedural dasar untuk mengidentifikasi penjelasan ilmiah yang sesuai, menafsirkan data, dan mengidentifikasi pertanyaan yang sedang dibahas dalam desain eksperimen sederhana. Mereka dapat menggunakan pengetahuan ilmiah dasar atau sehari-hari untuk mengidentifikasi kesimpulan


yang valid dari kumpulan data sederhana. Selain itu siswa dapat menunjukkan pengetahuan epistemik dasar dengan mampu mengidentifikasi pertanyaan yang dapat diselidiki secara ilmiah. 3 Pada Level 3, siswa dapat memanfaatkan pengetahuan konten yang cukup kompleks untuk mengidentifikasi atau menyusun penjelasan tentang fenomena yang sudah dikenal. Mereka dapat memanfaatkan elemen pengetahuan prosedural atau epistemik untuk melakukan percobaan sederhana dalam konteks yang terbatas. Selain itu mereka dapat membedakan antara ilmiah dan ilmiah dan non-ilmiah dan mengidentifikasi bukti yang mendukung klaim ilmiah. 4 Pada level 4 siswa dapat menggunakan pengetahuan konten yang lebih konteks atau abstrak. Mereka dapat melakukan eksperimen yang melibatkan dua atau lebih variabel independen dalam konteks yang dibatasi. Mereka dapat menjustifikasi desain eksperimen, dengan memanfaatkan elemen pengetahuan prosedural dan epistemik. menginterpretasikan data yang diambil dari kumpulan data yang cukup kompleks atau konteks yang kurang dikenal, menarik kesimpulan yang sesuai yang melampaui data dan memberikan pembenaran atas pilihan mereka. 5 Pada Level 5, siswa dapat menggunakan ide atau konsep ilmiah abstrak untuk menjelaskan fenomena, peristiwa, dan proses yang melibatkan banyak hubungan sebab akibat. Mereka dapat menerapkan pengetahuan epistemik yang lebih canggih pengetahuan epistemik untuk mengevaluasi desain eksperimental alternatif dan menjustifikasi pilihan dan penggunaannya pengetahuan teoretis untuk menginterpretasikan informasi atau membuat prediksi. Siswa dapat mengevaluasi cara-cara mengeksplorasi pertanyaan yang diberikan secara ilmiah dan mengidentifikasi keterbatasan dalam interpretasi kumpulan data termasuk sumber data dan efek ketidakpastian dalam data ilmiah. 6 Pada level 6, siswa dapat memanfaatkan berbagai ide dan konsep ilmiah yang saling terkait dari ilmu fisika, kehidupan dan ilmu bumi dan antariksa dan menggunakan konten, pengetahuan prosedural dan epistemik untuk menawarkan hipotesis penjelasan dari fenomena, peristiwa, dan proses ilmiah yang baru atau untuk membuat prediksi. Mereka dapat membedakan antara argumen yang didasarkan pada bukti dan teori ilmiah dan argumen yang didasarkan pada pertimbangan lain. Mereka dapat mengevaluasi desain yang bersaing dari eksperimen kompleks, studi lapangan atau simulasi dan menjustifikasi pilihan mereka.


02.04.04 Lembar Kerja Mahasiswa 4 (Literasi Finansial pada tes PISA) Nama/NIM: Dwi Jumiati/ 24940018 Literasi Finansial Mengapa literasi finansial dibutuhkan oleh siswa? Karena dengan adanya literasi finansial, peserta didik dapat memahami, menerapkan dan mengkomunikasikan mengenai keuangan yang ditanamkan akan terinternalisasi dalam diri anak sehingga membentuk karakter dan kebiasaan mengelola keuangan mereka di masa depan sebagai suatu budaya baik, seperti mengenal makna uang, kebiasaan menabung, hinggamendahulukan kebutuhan dari keinginan bahkan nilai-nilai berbagi. Seseorang yang memiliki literasi finansial adalah seseorang yang memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai konsep dan resiko finansial. Selain itu, dia juga memiliki kemampuan, motivasi dan kepercayaan diri untuk mengaplikasikan pengetahuan dan pemahamannya untuk membuat keputusan yang efektif pada berbagai konteks masalahmasalah finansial. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan finansial individu maupun masyarakat. Literasi finansial juga memungkinkan seseorang untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi. Jelaskan apa makna dari istilah-istilah berikut ini: 1. Memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai konsep dan resiko finansial: Memiliki pemahaman tentang bagaimana uang bekerja, termasuk inventasi, pengelolaan hutang, perencanaan keuangan, dan konsep dasar seperti bunga, inflasi, dan resikp investasi. Hal ini juga melibatkan kesadaran akan resiko finansial yang terkait dengan keputusan keuangan, seperti risiko pasar, risiko kredit, dan risiko likuiditas, serta kemampuan untuk mengelola risiko-risiko tersebut secara efektif dalam upaya mencapai tujuan keuangan jangka panjang. 2. Kemampuan untuk mengaplikasikan pengetahuan dan pemahaman finansial: Dapat menggunakan pengetahuan tentang konsep dan prinsip keuangan dalam situasi praktis. Hal ini mencangkup kemampuan untuk membuat keputusan keuangan yang cerdas, merencanakan dan mengelola anggaran, memilih investasi yang sesuai, mengelola risiko finansial, dan memecahkan masalah keuangan seharihari. 3. Motivasi dan kepercayaan diri untuk mengaplikasikan pengetahuan dan pemahaman finansial: Memiliki dorongan internal dan keyakinan bahwa mampu menggunakan pengetahuan dan pemahaman finansial dalam praktik sehari-hari seperti dalam mengelola keuangan pribadi.


4. Berbagai konteks masalah-masalah finansial: Pengakuan bahwa masalah keuangan dapat muncul dalam berbagai situasi yang berkaitan dengan sehari-hari seperti mengelola keuangan pribadi dan lain-lain. Dengan literasi finansial ini seseorang dapat mengatasi dan membuat keputusan yang baik dalam berbagai situasi finansial yang kompleks dan beragam. 5. Meningkatkan kualitas kehidupan finansial individu maupun masyarakat: Melakukan upaya untuk meningkatkan kemampuan individu dan komunitas dalam mengelola keuangan mereka secara efektif. Misalnya seperti pembangunan pengetahuan, keterampilan, motivasi, dan kepercayaan diri dalam mengelola uang, membuat keputusan keuangan yang cerdas, dan mengelola risiko keuangan. 6. Memungkinkan seseorang untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi: Kemampuan individu untuk berpartisipasi aktif dalam aktivitas ekonomi seperti menyusun anggaran, mengambil keputusan keuangan dan memahami resiko-resiko yang terlibat. 02.04.05 Lembar Kerja Mahasiswa 5 (Latihan soal tes PISA) Tabel 3.6: Soal latihan PISA yang diusulkan Nama/NIM: Dwi Jumiati/ 24940018 Jenjang/ Mata pelajaran yang diampu: SMP/ Matematika Unit/ No. unit: Reading/ 3 Judul soal: Graffiti


No Pertanyaan Jawaban 1 Tuliskan solusi untuk soal ini! 3.1 Tujuan dari bacaan ini adalah menyampaikan pendapat pada grafiti (B) 3.2 Karena iklan dan graffiti memiliki persamaan yaitu sama-sama dipajang di jalanan. Namun, graffiti kurang diterima oleh banyak orang karena dianggap mengerikan. Iklan dan graffiti tidak memiliki izin dalam hal pemasangannya. 3.3 Saya setuju dengan pendapatnya Sophia dan Helga bahwa mengekspresikan diri sendiri seperti menggambar graffiti seharunya ditempat-tempat yang tepat bukan di dinding ataupun lainnya dan membuat graffiti juga harus memiliki izin setempat. 3.4 Saya lebih setuju dengan pendapat Sophia karena penjelasannya yang sopan dan tidak menyudutkan pada satu pihak saja.


2 Tuliskan langkah-langkah berpikir Anda hingga mendapat solusi dari permasalahan ini! Langkah-langkah penyelesaian dari pertanyaan ke-1 • Membaca soal dengan seksama • Membaca teks bacaan dengan seksama • Menjawab soal yang di sajikan dengan menganalisis pilihan jawaban yang sesuai dengan teks bacaan. Dalam kedua surat tersebut penulis menyampaikan pendapatnya mengenai graffiti. Langkah-langkah penyelesaian dari pertanyaan ke-2 • Membaca dengan seksama dan memahami isi teks bacaan kedua surat. • Mencatat hal-hal yang penting dari kedua teks surat • Memberikan argumen Langkah-langkah penyelesaian dari pertanyaan ke-3 • Membaca dengan seksama dan memahami isi teks bacaan kedua surat. • Mencatat hal-hal yang penting dari kedua teks surat • Memberikan argumen yang sesuai dengan kevalidan situasi sekitar. Langkah-langkah penyelesaian dari pertanyaan ke-4 • Membaca dengan seksama dan memahami isi teks bacaan kedua surat. • Memilih salah satu argumen kedua penulis yang sesuai dengan argumen kita. 3 Identifikasi 4 fondasi CT yang Anda gunakan dalam menyelesaikan masalah ini! • Dekomposisi: Membagi permasalahan dari kedua surat tersebut • Pengenalan pola Menganalisis perbedaan dalam penyampaian argumen • Abstraksi Menganalisis teks bacaan yang sesuai dengan pertanyaan yang tersedia dalam soal • Algoritma Membaca soal yang di sajikan, Membaca teks bacaan dengan seksama, Menganalisis jawaban dari pernyataan yang disajikan.


Nama/NIM: Dwi Jumiati/24940018 Jenjang/mata pelajaran yang diampu: SMP/Matematika Unit/no.unit: Matematika/ 7 Judul soal: Speed of Rancing Car


No Pertanyaan Jawaban 1 Tuliskan solusi untuk soal ini! Question 7.1 B. 1.5 km Question 7.2 C. Sekitar 1,3 km Question 7.3 B. Kecepatan mobil meningkat Question 7.4 B. 2 Tuliskan langkahlangkah berpikir Anda hingga mendapat solusi dari permasalahan ini! Langkah-langkah penyelesaian dari pertanyaan ke-1 • Membaca dengan seksama persoalan yang ada pada soal • Mengamati grafik kecepatan mobil yang ada di soal • Menentukan lintasan lurus yang terpanjang sesuai dengan grafik kecepatan mobil. Bahwa garis lurus terpanjang ada;ah garis yang dimulai dari titik 1.6 kmhingga 2.4 km. sehingga jarak dari garis start awal ke bagian garis lurus terpanjang tersebut adalah 1.5 km. Langkah-langkah penyelesaian dari pertanyaan ke-2 • Membaca dengan seksama persoalan yang ada pada soal • Mengamati grafik kecepatan mobil yang ada di soal • Menentukan kecepatan terendah dari grafik tersebut. Bahwa kecepatan terendah tang tercatat adalah 60 km/jam yaitu terletak pada sekitar titik 1.3 km. Langkah-langkah penyelesaian dari pertanyaan ke-3 • Membaca dengan seksama persoalan yang ada pada soal • Mengamati grafik kecepatan mobil yang ada di soal • Menganalisis kecepatan mobil pada selang antara 2.6 km dan 2.8 km. bahwa diantara selang tersebut, mobil mengalami kenaikan kecepatan. Langkah-langkah penyelesaian dari pertanyaan ke-4 • Membaca dengan seksama persoalan yang ada pada soal • Mengamati grafik kecepatan mobil yang ada di soal • Menentukan argumen yang sesuai dengan pertanyaan. Bahwa lintasan yang sesuai dengan grafik kecepatan mobil adalah lintasan B.


3 Identifikasi 4 fondasi CT yang Anda gunakan dalam menyelesaikan masalah ini! Dekomposisi • Menganalisis soal dengan seksama • Mengaamati dan menganalisis grafik kecepatan mobil yang ada di soal Pengenalan pola • Menganalisis pola grafik berupa jarak/lintasan panjang dan pendek yang ditempuh mobil Abstraksi • Fokus pada permasalahan yang ditanyakan dan mengabaikan permasalahan yang tidak terkait pada pertanyaan. Alogaritma • Membaca soal dengan seksama • Memahami dan menganalisis permasalahan yang ditanyakan Mengamati dan menganalisis grafik kecepatan mobil yang tersedia seperti garis panjang dan pendek serta kecepatan baik menurun atau meningkat. Tabel 3.1: Penilaian Teman Kelompok Penilaian dari teman kelompok Kriteria Penilaian Alfiyani Rosyada (24940020) Lia Tresnawati (2494002) Putri Aulia Agustin (2494005) Salsabilah Khoirunnisa (24940014) Apakah cara mengerjakan soal yang dituliskan dapat dipahami? A A A A Apakah cara mengerjakan sudah lengkap? A A A A Apakah cara mengerjakan dapat diikuti tanpa menimbulkan keambiguan? A A A A Apakah 4 fondasi yang ditulis benar? A A A A Apakah 4 fondasi yang dituliskan dijelaskan dengan lengkap? A A A A Apakah contoh masalah seharihari yang dituliskan sesuai dengan persoalan yang diselesaikan? A A A A


Tabel 3.2: Perbaikan yang perlu dilakukan No Soal Hal yang perlu diperbaiki Masukan atau saran perbaikan 1 - - 2 - - 3 - -


Kelompok/ Sekolah : 3/ SMPN 3 Cimahi Anggota/ NIM : 1. Alfiyani Rosyada/ 24940020 2. Dwi Jumiati/ 24940018 3. Lia Tresnawati/ 24940002 4. Putri Aulia Agustin/ 24940005 5. Salsabilah Khoirunnisa/ 24940014 SOAL BEBRAS TAHUN 2018 Bob si berang-berang mengembangkan sebuah sistem pengkodean yang terdiri dari 4 digit, untuk mengkode sebuah kata menjadi kata rahasia: 1. Huruf pertama selalu diambil. 2. Hapus semua huruf 'A', ‘E', 'I', 'O', 'U', 'H', 'W', 'Y'. 3. Ganti huruf menjadi sebuah angka dengan aturan: Huruf Menjadi Angka B, F, P, V 1 C, G, J, K, Q, S, X, Z 2 D, T 3 L 4 M, N 5 R 6 4. Ganti dua atau lebih huruf yang muncul berturutan dengan huruf tersebut diikuti jumlah kemunculannya. 5. Ambil 4 digit pertama saja, tambahkan 0 jika kurang dari 4 untuk menjadi 4 digit. Tantangan: Kode apa yang diperoleh untuk kata HILBERT? Pilihan Jawaban: A. H041 B. B540 C. H410 D. H416 Jawaban: D. H416


KELOMPOK 3/SMPN 3 Cimahi Nama Anggota: 1. Alfiyani Rosyada (24940020) 2. Dwi Jumiati (24940018) 3. Lia Tresnawati (24940002) 4. Putri Aulia Agustin (24940005) 5. Salsabilah Khoirunnisa (24940014) No Pertanyaan Jawaban 1 Tuliskan solusi untuk soal ini! Kode yang diperoleh dari kata HILBERT adalah H416 2 Tuliskan langkah-langkah berpikir Anda hingga mendapat solusi dari permasalahan ini! Langkah-langkah berpikir untuk memperoleh kode HILBERT adalah ● Membaca aturan untuk memperoleh kode rahasia yang telah ditentukan ● Langkah pertama yang sesuai dengan aturan adalah selalu mengambil huruf pertama maka tetap mengambil huruf H ● Menghapus semua huruf 'A', E', 'I', 'O', 'U', 'H', 'W', 'Y'. Maka huruf I dihilangkan ● Mengganti huruf menjadi sebuah angka dengan aturan yang sudah ditentukan dalam soal tersebut. Huruf L diganti menjadi angka 4, Huruf B diganti menjadi angka 1, Huruf E dihilangkan sesuai dengan aturan kedua. Huruf R diganti menjadi 6 dan Huruf T menjadi angka 3. ● Maka disusun menjadi H4163 ● Aturan berikutnya adalah ganti dua atau lebih huruf yang muncul berurutan dengan huruf tersebut diikuti jumlah kemunculannya ● Mengambil 4 digit pertama, tambahkan 0 jika kurang dari 4 untuk menjadi 4 digit. Karena sudah melebihi dari 4 Digit maka bisa diambil 4 digit pertama dari H4163 menjadi H416 Jawaban yang tepat adalah D. H416


3 Identifikasi 4 fondasi CT yang Anda gunakan dalam menyelesaikan masalah ini! Berikut identifikasi 4 fondasi CT 1. Dekomposisi: Tahapan dekomposisi saat menguraikan persoalan menjadi bagian kecil yang lebih sederhana yaitu dengan membaca aturan untuk memperoleh kode rahasia yang telah ditentukan. 2. Pengenalan pola Pada tahap ini mengenali pola dari soal sesuai dengan aturan yang telah ditentukan 3. Abstraksi Pada tahap ini, hanya berfokus pada huruf-huruf yang ada pada kata HILBERT untuk menentukan kode. Maka selain dari huruf-huruf yang ada di kata HILBERT diabaikan saja. 4. Algoritma Tahapan algoritma memecahkan permasalahan secara berurutan dan sistematis. Dimulai dengan membaca aturan yang ada. Lalu menetapkan kode rahasia dari kata HILBERT. Setelah itu dikarenakan hanya diminta kode rahasia sebanyak 4 digit pertama, maka kode rahasia HILBERT yang awalnya H4163 menjadi H416. 4 Adakah contoh pada kehidupan sehari-hari yang mengimplementasikan konsep yang ada pada soal ini? Contoh pada kehidupan sehari-hari yang mengimplementasikan konsep yang ada pada soal ini yaitu: ● Parkir motor di dalam gedung. Yang pertama melihat petunjuk tempat parkir motor yang benar dan menempatkan sesuai pola tempat parkir motor yang sudah ditetapkan supaya tidak salah. ● Pada pembuatan kata sandi yang kuat dan susah ditebak baik itu untuk email atau media sosial lainnya. Seseorang bisa membuat aturan sesuai dengan kemauannya sendiri.


Lembar Kerja Mahasiswa (Individu) Nama/ NIM: Dwi Jumiati/24940018 Jenjang/mata pelajaran yang diampu: SMP/ Matematika Unit: Matematika Nomor Unit: 11 Judul Soal: Internet Relay Chat No Pertamyaan Jawaban 1 Tuliskan solusi untuk soal ini! Jawaban pertanyaan 11.1 10:00 AM (10 pagi) Jawaban pertanyaan 11.2 10 AM – 11 AM (10 – 11 malem)


2 Tuliskan langkahlangkah berpikir Anda hingga mendapat solusi dari permasalahan ini! Langkah-langkah berpikir hingga mendapat solusi permasalahan 11.1: 1. Perhatikan perbedaan waktu ke 3 kota tersebut. Sebaiknya membuat permisalan dengan mengubah waktunya menjadi WIB (sesuai waktu tempat tinggal). Greenwhich pukul 00.00 WIB, Berlin pukul 01.00 WIB, dan Sydney pukul 10.00 WIB. 2. Bacalah soal yang disajikan dengan seksama. Pada soal bahwa di Sydney jam 7:00 PM, maka di Berlin adalah… 3. Jawab soal dengan memperhatikan perbedaan waktu di setiap kota. Karena pada soal hanya 2 kota yang terkait yaitu Sydney dan Berlin maka 2 kota tersebut yang diperhatikan perbedaan waktunya. Kedua kota tersebut memiliki perbedaan waktu 9 jam. Jadi, jika di Sydney jam 7:00 PM (19.00 WIB) maka di Berlin adalah jam 10:00 AM (10.00 WIB). Langkah-langkah berpikir hingga mendapat solusi permasalahan 11.2: 1. Perhatikan perbedaan waktu ke 3 kota tersebut. Sebaiknya membuat permisalan dengan mengubah waktunya menjadi WIB (sesuai waktu tempat tinggal). • Greenwhich pukul 00.00 WIB, • Berlin pukul 01.00 WIB, dan • Sydney pukul 10.00 WIB. 2. Bacalah soal yang disajikan dengan seksama. • Jam berapa keduanya bisa chat? 3. Catatlah dan perhatikan poin-poin penting yang ada di soal. • Mark jam 9:00 AM sekolah (09.00 WIB) • Hans jam 4:30 PM sekolah (16.30 WIB) • Mark tidur jam 11:00 PM – 7:00 AM (23.00 – 07.00 WIB). Maka di rumah Hans jam 2:00 PM – 10.00 PM (14.00 – 22.00 WIB) • Hans tidur 11:00 PM – 7:00 AM (23.00 – 07.00 WIB). Maka di rumah Mark jam 8:00 AM – 4:00 PM (08.00 – 16.00 WIB).


4. Jawablah soal sesuai dengan ketentuan dan memperhatikan perbedaan waktunya. Dengan poin-poin penting di atas maka disimpulkan bahwa Mark tidak dapat berkomunikasi di jam 9:00 AM, 11:00 PM – 7:00 AM, dan 8:00 AM – 4:00 PM. Sedangkan Hans tidak dapat berkomunikasi di jam 4:30 PM, 11:00 PM – 7:00 AM, dan 2:00 PM – 10:00 PM. Maka jika keduanya ingin berkomunikasi bisa di jam 10:00 AM – 11:00 AM waktu setempat. 3 Identifikasi 4 fondasi CT yang Anda gunakan dalam menyelesaikan masalah ini! Dekomposisi Ubah waktu menjadi WIB untuk mempermudah dalam mencari jawaban untuk soal. Pengenalan pola Dengan memperhatikan perbedaan waktu diketiga kota tersebut. Abstaksi Memerhatikan perbedaan jam di kota Sydney dan Berlin saja, karena hanya itu yang di tanyakan pada soal. Algoritma 1. Ubah waktu menjadi WIB untuk memudahkan kita dalam memecahkan soal. 2. Temukan perbedaan waktu diketiga kota tersebut. 3. Bacalah soal dengan teliti. 4. Ubahlah waktu menjadi PM atau AM ketika sudah menemukan solusi dari permasalahan.


Nama/NIM anggota 1 : Alfiyani Rosyada/24940020 Nama/NIM anggota 2 : Dwi Jumiati/24940018 Nama/NIM anggota 3 : Lia Tresnawati/24940002 Nama/NIM anggota 4 : Putri Aulia Agustin/24940005 Nama/NIM anggota 5 : Salsabilah Khoirunnisa/24940014 Kesamaan dan perbedaan tipe soal Bebras dan PISA/AKM: Kesamaan: ▪ Soal Bebras dan PISA digunakan untuk mengasah kemampuan berpikir peserta didik. ▪ Soal Bebras dan PISA memerlukan cara berpikir CT untuk menyelesaikan permasalahan. ▪ Soal Bebras dan PISA memiliki bentuk yang terdiri dari gambar, grafik, maupun soal cerita. Perbedaan: Soal Bebras Soal PISA 1. Soal-soal yang digunakan pada umumnya disajikan dalam bentuk uraian persoalan yang dilengkapi dengan gambar menarik, sehingga peserta didik dapat lebih mudah memaknai soal. 2. Dikategorikan berdasarkan usia atau jenjang pendidikan. 3. Berkaitan dengan konsep tertentu dalam informatika dan CT. 4. Soal Bebras hanya terdiri dari satu pertanyaan. 5. Soal Bebras selalu baru setiap tahunnya dan dipersiapkan dengan proses seleksi yang terpercaya sehingga kualitasnya terjamin. 6. Soal Bebras bertujuan untuk memperkenalkan dan melatih peserta didik dalam bidang informatika dan CT. 7. Soal bebras biasa digunakan untuk melatih peserta didik dalam bidang informatika dan CT. 1. Soal-soal PISA pada umumnya disajikan dalam bentuk pilihan ganda dan uraian. 2. Seluruh tes ditujukan untuk anak usia pendidikan menengah (15 tahun ke atas). 3. Soal PISA digunakan untuk mengukur kemampuan literasi membaca, matematika, sains, dan finansial. 4. Pada satu soal PISA biasanya terdiri dari beberapa pertanyaan. 5. Saat mengadopsi soal PISA, guru harus mempertimbangkan soal tersebut sesuai dengan jenjang yang diajar. 6. PISA mengukur apa yang diketahui peserta didik dan sejauh mana pengetahuannya. 7. Soal PISA digunakan untuk mengukur pengetahuan peserta didik pada aspek literasi, numerasi, dan sains yang dibutuhkan untuk menghadaoi tantangan dunia nyata.


Kesamaan dari langkah penyelesaian kedua jenis persoalan: Kesamaan dari langkah penyelesaian soal Bebras dan PISA adalah peserta didik harus dapat memahami dengan baik informasi yang diberikan, mengidentifikasi karakteristik persoalan, dan mengambil keputusan yang tepat untuk memecahkan soal. Keduanya dapat diselesaikan dengan cara menerapkan 4 fondasi CT yaitu dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma. Langkah penyelesaian soal Bebras dan PISA menggunakan 4 fondasi CT: ▪ Dekomposisi: Pembagian persoalan ke dalam beberapa sub-persoalan yang lebih kecil. ▪ Pengenalan Pola: Pengakmatan atau analisis terhadap berbagai kesamaan yang ada diantara persoalan-persoalan. ▪ Abstraksi: Proses eliminasi bagian-bagian yang tidak relevan dari suatu persoalan. ▪ Algortima: Langkah-langkah terurut untuk menyelesaikan suatu persoalan.


Jawablah pertanyaan-pertanyaan reflektif berikut! 1. Pengalaman menarik apa saja yang Anda dapatkan dari mengimplementasikan CT untuk menyelesaikan berbagai jenis persoalan? Anda bisa menceritakan keberhasilan dan kegagalan yang Anda alami dalam mempelajari topik ini. Jawab: Pengalaman menarik yang saya alami ketika mengimplementasikan CT dalam berbagai jenis persoalan yang saya hadapi adalah saya dapat menyelesaikan persoalan dengan runtut dan sitematis. Keberhasilan setelah mempelajari topik ini yaitu bisa mengerjakan soal Bebras, PISA/AKM, atau soal lainnya dengan mengimplementasikan 4 fondasi CT yakni dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi dan algoritma dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Kegagalan yang saya hadapi yaitu juga pada menerapkan berpikir komputasi dalam meyelesaikan persoalan. Namun hal tersebut dapat memotivasikan saya untuk mencoba kembali dan pada akhirnya terbiasa berpikir komputasi. 2. Apakah terjadi perubahan cara berpikir yang Anda alami setelah mempelajari topik CT dalam problem solving? Jawab: Dengan mempelajari topik CT dalam problem solving, saya merasa banyak perubahan yang terjadi, seperti dapat menyelesaikan secara runtut dan sistematis masalah yang kompleks dengan menerapkan 4 fondasi CT yakti dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma. Sehingga saya tidak terburu-buru dalam menyimpulkan sesuatu yang sedang saya hadapi. 3. Apakah ada perbaikan yang dapat Anda lakukan terhadap cara mengajar Anda nantinya setelah mempelajari topik CT dalam problem solving? Jawab: Akan ada yang saya perbaiki terhadap cara mengajar saya nantinya. Salah satunya yaitu langkah-langkah dalam menyelesaikan persoalan. Saya akan membantu siswa dalam menyelesaikan persoalan yang kompleks dengan cara berpikir komputasi. Selain itu saya juga akan mencari informasi mengenai kebutuhan dan karakter peserta didik terlebih dahulu dan setelah itu merencanakan pembelajaran yang sesuai dengan kondisi peserta didik agar lebih mudah menyampaikan materi dengan menerapkan berpikir komputasi.


Nama Dwi Jumiati NIM 24940018 Judul proyek STEM yang Dipilih Pembuatan Tape Singkong dan Menganalisa Pembelajaran Aritmatika Sosial (Presentase Untung, Rugi, Potongan Harga) Sumber Heryuriani, B., & Musdayanti. (2020). Pembelajaran Materi Aritmatika Sosial Dengan Pendekatan STEM. Jurnal Inovasi Matematika (Inomatika), 147-160. Deskripsi singkat tentang proyek STEM yang dipilih Pada proyek ini, siswa melakukannya secara berkelompok sebanyak 4-5 siswa. Setiap kelompok diminta untuk membuat tape singkong dirumah. Pembagian kelompok ini berdasarkan hasil evaluasi pada materi harga penjualan, harga pembelian serta keuntungan dan kerugian. Pada pertemuan pertama, masing-masing kelompok mengerjakan LKS yang berisi tentang perhitungan modal yang diperlukan untuk membuat tape singkong serta menentukan keuntungan yang ingin didapat. Setelah itu, setiap kelompok menentukan harga jual tape singkong yang dibuat. Selain itu, setiap kelompok juga membuat atau mendesain brosur untuk mempresentasikan tape singkong mereka. Pada pertemuan kedua, setelah semua persiapan sudah siap, mereka bermain peran sebagai penjual dan pembeli. Di dalam kelompok tersebut ada anggota yang sebagai penjual, pembeli, dan kasir untuk mencatat hasil penjualan. Setiap kelompok kemudian menganalisa kendala yang dihadapi selama pembuatan tape singkong, kualitas tape singkong yang dibuat serta keuntungan/kerugian yang didapat. Pada pertemuan terakhir dilakuan tes tertulis untuk melihat ketercapaian belajar. Berikut tahapan STEM dari proyek yang sudah di jelaskan: Tahapan STEM Deskripsi Science Memahami konsep fermentasi Engineering a. Merekata atau menentukan singkong yang baik dan bagus untuk dibuat tape. b. Merekayasa atau mendesain bagaimana cara mengolah singkong dengan baik c. Mendesain brosur atau iklan untuk promosi Technology a. Menggunakan handpone untuk merekam video pembuatan tape singkong. b. Menggunakan berbagai aplikasi untuk mengedit video yang telah dibuat.


Click to View FlipBook Version