The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Nama: Dwi Jumiati
NIM: 24940018
Tugas UAS ini untuk memenuhi tugas UAS CT

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Dwi Jumiati, 2024-05-22 15:35:15

Restrukturisasi Portofolio-UAS CT

Nama: Dwi Jumiati
NIM: 24940018
Tugas UAS ini untuk memenuhi tugas UAS CT

Keywords: CT Computational Thinking,PPG Prajab

Mathematics a. Memahami tentang pemasukan dan pengeluaran. b. Memahami tentang harga penjualan dan harga pembelian. c. Memahami tentang presentase keuntungan dan kerugian d. Memahami tentang potongan harga atau diskon. Berikut 4 fondasi CT mengenai proyek STEM di atas: Dekomposisi Memahami konsep fermentasi, menyiapkan singkong yang baik dan bagus untuk membuat tape dan bahan untuk fermentasi seperti ragi, mempelajari cara mengolah singkong menjadi tape serta pengemasannya, membuat desain brosur untuk promosi, mempelajari cara mengambil dan mengedit video yang bagus, mempelajari materi terkait Aritmetika Sosial (Harga jual, harga beli, persentase untung, rugi, potongan harga). Pengenalan Pola Mengetahui pola dalam pembuatan tape dengan bahan utama singkong dari mengupas kulit singkong terlebih dahulu, mengkukus singkong, pemberian ragi untuk fermentasi serta memperkirakan waktu proses pembuatan tape. Selain itu pengenalan pola untuk memberi harga jual atau harga diskon sebagai promosi dengan memperhatikan modal untuk mendapat keuntungan dan agar tidak mengalami kerugian. Abstraksi Tidak perlu mempertimbangkan varietas singkong yang tidak mempengaruhi kualitas tape. Setelah tape singkong jadi maka akan mengetahui jumlah pengeluaran atau modal dalam pembuatan tape singkong, kemudian menentukan harga jual dengan memahami konsep dari keuntungan dan kerugian. Algoritma Setelah mengetahui langkah di atas, mulailah dengan memilah singkong yang baik dan bagus, menyiapkan ragi, mengambil video setiap langkah pembuatan, setelah tape jadi lalu menentukan harga jual dan menyiapkan brosur untuk promosi, menghitung atau menganalisis keuntungan atau kerugian dari penjualan.


Panduan Kerja Kelompok Pilihlah salah satu proyek STEM di kelompok Anda, kemudian isilah lembar kerja di bawah di bawah ini! Ada tiga lembar kerja yang perlu diisi, yaitu untuk proyek STEM sebelum diintegrasikan dengan CT, setelah diintegrasikan dengan CT, dan bagaimana perbedaan keduanya. Dengan demikian, Anda dapat membandingkan bagaimana hasil rancangan sebelum dan sesudah diintegrasikan dengan CT. 1. Proyek STEM sebelum Diintegrasikan dengan CT Nomor Kelompok 3/ SMP Negri 3 Cimahi Anggota Kelompok 1. Alfiyani Rosyada (24940020) 2. Dwi Jumiati (24940018) 3. Lia Tresnawati (24940002) 4. Putri Aulia Agustin (24940005) Salsabillah Khoirunnisa (24940014) Judul Proyek STEM yang Dipilih Pengembangan Bahan Ajar Matematika Berbasis STEM pada Materi Bangun Ruang Sumber (PDF) Pengembangan Bahan Ajar Matematika Berbasis STEM Pada Materi Bangun Ruang (researchgate.net) Deskripsi Singkat tentang Proyek STEM yang Dipilih Deskripsi singkat integrasi STEM: 1. Science Guru mengupayakan memberikan contoh dengan menghubungkan pembelajaran matematika dengan alam dan kehidupan nyata baik untuk dilakukan dengan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. 2. Technology Peserta didik memanfaatkan computer/gadget untuk mencari dan menyusun berbagai fakta dan pengetahuan, serta memanfaatkan alikasi yang digunakan dalam pembelajaran 3. Engineering Peserta didik merancang prosedur pembuatan kubus serta menerapkan berbagai teknik dalam pelaksanaan prosesdur tersebut dimulai dari membuat pola, menggunting, menempel maupun melipat 4. Mathematic Peserta didik memahami ciri-ciri bangun ruang kubus, memiliki kemampuan mengukur panjang, membuat jaringjaring kubus dan menyusun jaring-jaring tersebut menjadi bangun ruang kubus.


2. Proyek STEM setelah Diintegrasikan dengan CT Nomor Kelompok 3/SMP Negri 3 Cimahi Anggota Kelompok 1. Alfiyani Rosyada (24940020) 2. Dwi Jumiati (24940018) 3. Lia Tresnawati (24940002) 4. Putri Aulia Agustin (24940005) 5. Salsabillah Khoirunnisa (24940014) Nama Proyek Pengembangan Bahan Ajar Matematika Berbasis STEM pada Materi Bangun Ruang Deskripsi Singkat Proyek Deskripsi singkat integrasi STEM: 1. Science Guru mengupayakan memberikan contoh dengan menghubungkan pembelajaran matematika dengan alam dan kehidupan nyata baik untuk dilakukan dengan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. 2. Technology Peserta didik memanfaatkan computer/gadget untuk mencari dan menyusun berbagai fakta dan pengetahuan, serta memanfaatkan alikasi yang digunakan dalam pembelajaran 3. Engineering Peserta didik merancang prosedur pembuatan kubus serta menerapkan berbagai teknik dalam pelaksanaan prosesdur tersebut dimulai dari membuat pola, menggunting, menempel maupun melipat 4. Mathematic Peserta didik memahami ciri-ciri bangun ruang kubus, memiliki kemampuan mengukur panjang, membuat jaringjaring kubus dan menyusun jaring-jaring tersebut menjadi bangun ruang kubus Outline Proyek Bahan Ajar Matematika Materi Bangun Ruang Tujuan Pembelajaran • Peserta didik dapat mengidentifikasi karakteristik bangun ruang kubus dengan tepat Peserta didik dapat membuat bangun ruang kubus dengan tepat dan kreatif Driving Question • Apa ciri-ciri bangun ruang kubus? Apa saja benda benda di lingkungan sekitar yang berbentuk bangun ruang kubus?


Produk Akhir Bahan Ajar Matematika Berbasis STEM dengan aplikasi Hands-on Activities Sebuah rancangan dan kreativitas membuat bangun ruang kubus Asesmen Ketepatan dan Kreatifitas Resources yang Dibutuhkan • Benda-benda sekitar yang berbentuk bangun ruang kubus • Alat dan bahan pembuat bangun ruang kubus Integrasi CT dalam proyek STEM (Baek et al., 2021) Abstraksi: Mengidentifikasi ciri-ciri bangun kubus Algoritma: Menyusun langkah-langkah pembuatan kubus Komunikasi: Presentasi Conditional Logic: Penggunaan logika dalam mengidentifikasi bangun ruang kubus Pengumpulan Data: Menumpulkan hasil proyek dan data penilaian ketepatan dan kreatifitas Struktur Data, Analisis dan Representasi Data: Menggunakan data hasil pengujian untuk menyimpulkan ciri-ciri kubus yang benar Dekomposisi: Mengelompokkan benda-benda sekitar yang berbentuk kubus dan menentukan bahan yang dapat digunakan untuk membuat kubus Pengenalan Pola: Setelah mengamati berbagai benda berbentuk kubus, dapat mengidentifikasi ciri-ciri kubus Pemodelan dan Simulasi: Proyek yang dibuat diuji melaui penilaian ketepatan dan kreatifitas 3. Perbedaan Proyek STEM sebelum dan Setelah dintegrasikan dengan CT Sebelum Dintegrasikan dengan CT Setelah Diintegrasikan dengan CT Deskripsi Proyek Deskripsi proyek STEM lebih sederhana Deskripsi proyek STEM lebih kompleks Langkah Pembuatan Proyek Tidak memperhatikan 4 fondasi CT Memperhatikan 4 fondasi CT Waktu Relatif lebih cepat Relatif lebih lama


Nomor Kelompok 3/SMP Negeri 3 Cimahi Anggota Kelompok 1. Alfiyani Rosyada (24940020) 2. Dwi Jumiati (24940018) 3. Lia Tresnawati (24940002) 4. Putri Aulia Agustin (24940005) 5. Salsabilah Khoirunnisa (24940014) Nama Proyek Pengembangan Bahan Ajar Matematika Berbasis STEM pada Materi Bangun Ruang Catatan-catatan Perbaikan yang Perlu Dilakukan Berdasarkan Masukan Dari Dosen dan Kelompok Lain Perlunya melakukan uji coba penggunaan bahan ajar untuk mendapatkan umpan balik langsung dari peserta didik. Hal ini mengingat bahwa pengembangan bahan ajar adalah proses yang berkelanjutan. Oleh karena itu, harus terus perbarui dan perbaiki bahan ajar sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pembelajaran.


Nama Mahasiswa Dwi Jumiati NIM 24940018 Kesimpulan tentang integrasi CT ke dalam proyek STEM Kesimpulan yang dapat saya ambil adalah adanya keterkaitan yang erat pada bidang STEM dan CT, terutama pada bagian pemodelan, penalaran dan problem solving. Karena itu, integrasi antara STEM dan CT dapat membantu proses pembelajaran STEM. Salah satu pendekatan dalam pembelajaran STEM adalah dengan project-based learning. Proyek STEM memliki beberapa unsur diantaranya nama proyek, deskripsi singkat proyek, outline, tujuan pembelajaran, driving question, produk akhir, hands-on activities, asesmen, dan resources. Integrasi CT ke dalam proyek STEM dapat dilakukan dengan menempatkan berbagai komponen CT ke dalam proyek STEM. Adapun komponen CT dalam integrasinya dengan Proyek STEM yaitu kosakata CT, abstraksi, algoritma, komunikasi, conditional logic, pengumpulan data, struktur data, analisis, dan representasi data, dekomposisi, pengenalan pola serta pemodelan dan simulasi. Integrasi CT di dalam STEM memiliki potensi untuk meningkatkan pembelajaran di bidang STEM, serta meningkatkan ketertarikan siswa untuk mempelajari STEM. Selain itu, integrasi CT di dalam kelas juga mampu meningkatkan kreativitas dan kemampuan problem solving yang dimiliki oleh siswa. Integrasi CT pada STEM dinilai penting karena CT skills berkaitan erat dengan proses-proses yang ada pada STEM seperti pemodelan, penalaran, dan pemecahan persoalan. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk dapat mengintegrasikan CT pada pembelajaran STEM. Salah satu pendekatan pembelajaran pada STEM adalah pembelajaran berbasis proyek. Tantangan apa yang mungkin dihadapi ketika mengintegrasikan CT ke dalam proyek STEM 1. Mencari permasalahan kontekstual agar dapat dikaitkan dengan proyek STEM dan CT. Menganalisis 4 fondasi CT ke dalam proyek STEM 2. Mengkondisikan peserta didik dalam melakukan kegiatan yang merupakan integrasi CT dalam proyek STEM. Hal itu mengingat karakteristik dan kemampuan peserta didik yang berbeda-beda. 3. Waktu yang dibutuhkan cukup lama untuk menyelesaikan proyek, sedangkan waktu pembelajaran di sekolah sangat terbatas.


Usulan solusi untuk mengatasi tantangantantangan ketika mengintegrasi CT ke dalam proyek STEM Solusi yang dapat saya usulkan untuk mengatasi tantangantantangan tersebut adalah 1. Mengobservasi terlebih dahulu peristiwa yang ada di sekitar yang berkaitan dengan materi yang akan diproyekkan 2. Memperdalam penguasaan materi tentang CT yang diintegrasikan ke dalam proyek STEM 3. Peserta didik dibagi beberapa kelompok untuk menyelesaikan proyek STEM secara bersama-sama dan guru memberikan demonstrasi mengenai langkah pengerjaan yang jelas agar mudah dimengerti dan dapat terselesaikan proyek tersebut. 4. Membuat jadwal pelaksanaan kegiatan yang terstruktuk dan manajemen waktu untuk dapat menyelesaikan proyek.


1. Pengalaman apa saja yang anda dapatkan dari proses melakukan integrasi CT ke dalam proyek STEM? Jawab: Pengalaman yang saya dapatkan adalah mendapat pengetahuan baru tentang mengintegrasikan CT ke dalam proyek STEM. Hal ini dapat mengarahkan proyek STEM menjadi lebih efektif, efisien, dan memiliki hasil yang optimal dengan menerapkan dan memanfaatkan 4 fondasi CT. Integrasi CT dalam proyek juga dapat membantu alur berpikir saya menjadi lebih sistematis. Selain itu saya juga belajar mengenai pemecahan masalah melalui integrasi CT dalam proyek STEM, sehingga terlihat bahwa keduanya memiliki keterkaitan yang erat. Pengalaman lainnya yang saya dapatkan pada topik ini yaitu saya dapat membedah dan menganalisis proyek STEM orang lain dengan mengintegrasikan unsur-unsur CT ke dalam proyek tersebut. dengan itu, tergambarkan bagi saya mengenai penerapan CT ke dalam proyek STEM yang akan saya berikan di kelas nantinya. 2. Bagaimana perasaan anda pada saat mengerjakan modul ini? Jawab: Perasaan saya senang ketika mengerjakan modul ini. Selain itu, dengan adanya materi atau tugas-tugas di modul ini dapat menambahkan wawasan baru bagi saya, dengan memahami manfaat dari penerapan CT dalam menyelesaikan masalah yang ada di kehidupan sehari-hari. Pada topik ini memerlukan pemahaman yang lebih untuk dapat mencermati dan melakukan analisis untuk dapat menyelesaikan penugasan dan proyek yang ada. 3. Jelaskan bagaimana rencana anda dalam mengintegrasikan CT di dalam proyek STEM di kelas yang anda ajar kelak! Jawab: Rencana saya dalam mengintegrasikan CT di dalam proyek STEM di kelas yang akan saya ajar di masa mendatang adalah saya akan berusaha untuk membangun suasana yang menyenangkan, mendorong peserta didik untuk ikut aktif dalam proses pembelajaran Selain itu, saya akan menerapkan cara berpikir komputasi kepada peserta didik untuk menemukan solusi yang efektif, efisien dan optimal dalam meyelesaikan tugas-tugas atau proyek yang berskala besar atau kecil yang diberikan oleh guru atau yang ada di kehidupan sehari-hari. Saya juga perlahan-lahan akan menerapkan cara berpikir komputasi ke dalam pembelajaran. Apabila kedepannya saya akan mengintegrasikan CT ke dalam proyek STEM yang akan dilakukan di dalam kelas, saya berencana untuk mengemasnya ke dalam satu LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik). Rencana ini bertujuan agar selama proses pembelajaran berlangsung, peserta didik lebih mudah memahami setiap tahapan kegiatan yang diperlukan dan mampu merancang solusi atas permasalahan yang ada.


• Intisari apa saja yang Anda dapatkan saat mempelajari makalah “Bringing computational thinking to K-12: what is Involved and what is the role of the computer science education community” (Barr & Stephenson, 2011)? Jawab: Intisari dari makalah “Bringing computational thinking to K-12: What is Involved and what is the rolw of the computer science education community” (Barr & Stephenson, 2011) yaitu menjelaskan pentingnya pengimplementasian pemikiran komputasional (computational thinking atau CT) dalam semua bidang kehidupan, khususnya dalam pendidikan K-12. Pemikiran komputasional dianggap sebagai keterampilan penting yang harus dikuasai oleh peserta didik karena akan sangat mempengaruhi kehidupan mereka di masa depan, terutama karena banyak pekerjaan yang akan melibatkan atau dipengaruhi oleh konsep ini. Untuk itu, makalah ini menekankan bahwa peserta didik harus mulai dilatih sejak di sekolah untuk bekerja dengan pemecahan masalah algoritmik menggunakan metode dan alat komputasi. Penanaman konsep CT dalam kurikulum sekolah memerlukan upaya dua arah, yaitu perubahan kebijakan pendidikan untuk mengatasi rintangan infrastruktur yang signifikan dan peningkatan sumber daya guru. Dalam konteks mata pelajaran yang diajarkan, guru harus memasukkan konsep berpikir kritis melalui pengimplementasian CT. Penggunaan konsep CT dalam pemecahan masalah di pembelajaran akan melatih peserta didik untuk berpikir kritis secara lebih sistematis dan terstruktur. Kurikulum merdeka yang berlaku saat ini di Indonesia, serta Tes AKM merupakan salah satu cara untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis ini. Makalah ini juga menyoroti bahwa pendidikan di sekolah dapat memainkan peran penting dalam melakukan praktik pemecahan masalah dan membantu mengintegrasikan penerapan ilmu komputasi pada mata pelajaran sehingga siswa dapat terlatih untuk berpikir kritis dan memecahkan masalah. Pada makalah ini, menekankan bahwa dalam menanamkan pemikiran komputasional dalam K-12 memerlukan pendekatan praktis yang didasarkan pada definisi operasional dengan menerapkan 4 fondasi CT diantaranya dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi dan algoritma yang sehingga siswa akan menunjukkan pemecahan masalah yang lebih lancar. Maka dari itu, guru harus memerlukan sumber daya yang menunjukkan cara yang paling tepat dan efektif untuk mengintegrasikan konsep-konsep baru ini, pertama ke dalam lingkup konten dan pengetahuan pedagogi mereka sendiri, dan kemudian ke dalam konten dan praktik kelas mereka.


• Tuliskan juga kaitan makalah tersebut dengan mata pelajaran yang Anda ampu! Masing-masing kelompok hanya perlu mengisi satu lembar kerja reflektif. Jawab: Makalah tersebut memiliki kaitan yang erat dengan mata pelajaran matematika dalam berbagai hal, diantaranya: a. Pemecahan Masalah: Mata pelajaran matematika dan pemikiran komputasional keduanya menekankan pada pemecahan masalah. Pemikiran komputasional membantu siswa mempelajari cara mendekati masalah secara sistematis dan menggunakan algoritma yang terstruktur untuk menemukan solusi, hal ini merupakan keterampilan inti dalam matematika. b. Abstraksi dan Generalisasi: Pemikiran komputasional mendorong abstraksi dan generalisasi, yang juga merupakan aspek penting dari matematika. Pada mata pelajaran matematika, siswa belajar untuk mengidentifikasi pola, aturan, dan hubungan yang mendasari fenomena matematika, sedangkan dalam pemikiran komputasional, mereka belajar untuk menyederhanakan masalah dan menerapkan konsep yang luas pada berbagai situasi. c. Pemodelan Matematika: Pemikiran komputasional dan matematika keduanya membutuhkan pemodelan. Dalam matematika, siswa sering diminta untuk memodelkan situasi nyata dalam bentuk masalah matematika yang dapat diselesaikan. Pemikiran komputasional membantu siswa memahami bagaimana model matematika dapat diimplementasikan secara efektif dalam komputer untuk menyelesaikan masalah yang kompleks. d. Koneksi dengan Konsep Matematika Lanjutan: Pemikiran komputasional dapat memberikan landasan yang kuat bagi siswa untuk memahami konsep matematika lanjutan, seperti statistik, aljabar, geometri, dan kalkulus. Siswa yang memiliki pemahaman yang kuat tentang pemikiran komputasional mungkin lebih mampu mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memahami dan mengaplikasikan konsep-konsep ini dalam konteks matematika.


Fondasi CT Implementasi pada materi ajar yang sudah pernah dibuat yaitu materi Data dan Diagram Algoritma dan Prosedur Langkah-langkah yang dilakukan dalam pembelajaran adalah: • Pertama siswa dibagi menjadi 3 kelompok (yang menganalisis data dan menyajikan data dalam bentuk diagram (diagram batang, diagram garis maupun diagram lingkaran) • Tiap kelompok diberikan waktu untuk melakukan penyajian data sesuai kelompoknya dengan diagram batang, diagram garis dan diagram lingkaran • Setiap kelompok memperhatikan hasil penyajian data dalam bentuk diagram batang, diagram garis dan diagram lingkaran Dekomposisi Persoalan • Peserta didik menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk belajar materi Penyajian Data dalam bentuk diagram (Diagram batang, diagram garis dan diagram lingkaran) seperti kertas karton, penggaris, pensil dan lakban yang digunakan untuk menggambar diagram tersebut • Menguraikan apa yang diketahui dan yang ditanyakan dari permasalahan yang diberikan Pengenalan pola dan representasi data Pada tahap pengenalan pola ini peserta didik menganalisis data dari permasalahan yang telah diberikan kemudikan diminta untuk menyajikan data dalam bentuk diagram batang, diagram garis dan diagram lingkaran Abstraksi Peserta didik fokus menganalisis data sesuai dengan tugas kelompok yang diberikan. Kemudian diberi tugas untuk menyajikan data dalam diagram batang, diagram garis maupun diagram lingkaran. Simulasi Hasil projek peserta didik berupa gambar diagram batang, diagram garis, dan diagram lingkaran Anda boleh menambahkan keterampilan lain yang terdapat pada materi ajar tersebut (contoh: mengacu ke Tabel 6.1 atau sesuai kepentingan persoalan Anda).


NIM/nama anggota 1: NIM/nama anggota 2: NIM/nama anggota 3: NIM/nama anggota 4: NIM/nama anggota 5: 24940020/ Alfiyani Rosyada 24940018/ Dwi Jumiati 24940002/ Lia Tresnawati 24940005/ Putri Aulia Agustin 24940014/ Salsabilah Khoirunnisa Mata pelajaran: Matematika Materi ajar: Data dan Diagram Tujuan pembelajaran: Melalui pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), serta menggunakan metode diskusi, peserta didik dapat menganalisis dan menyajikan data dalam bentuk diagram batang, diagram garis dan diagram lingkaran. Deskripsi penyampaian materi sebelum integrasi CT Deskripsi penyampaian materi sebelum integrasi CT yaitu: • Peserta didik mendengarkan penjelasan guru terkait materi Data dan Diagram (Diagram batang, diagram garis dan diagram lingkaran). • Peserta didik melakukn diskusi dalam menyelesaikan LKPD (Menyajikan data dalam bentuk diagram batang, diagram garis maupun diagram lingkaran). • Peserta didik mempresentasikan hasil kerja LKPD yang telah dikerjakan. Deskripsi penyampaian materi setelah integrasi CT Deskripsi penyampaian materi setelah integrasi CT yaitu: Peserta didik diminta untuk menyelesaikan maslah terkait menganalis dan menyajikan data dalam bentuk diagram batang, diagram garis dan diagram lingkaran). Untuk memudahkan dalam menyelesaikan masalah tersebut maka dapat dilakukan proses dekomposisi dengan menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan seperti pensil, spidol, kertas karton, penggaris dan lakban. Serta menguraikan apa yang diketahui dan ditanyakan dari permasalahan yang diberikan. Peserta didik menyajikan data dalam bentuk diagram batang, diagram garis dan diagram lingkaran. Kegiatan ini disebut pengenalan pola. Dalam menyelesaikan masalah Peserta didik fokus untuk menganalisis data sesuai dengan tugas kelompok yang telah diberikan. Kemudian kelompok diberi tugas untuk menyajikan


data dalam diagram batang, diagram garis maupun diagram lingkaran disebut dengan kegiatan abstraksi. Langkah-langkah yang dilakukan dalam menyelesaikan masalah tersebut disebut dengan algoritma, taitu pertama siswa dibagi menjadi 3 kelompok untuk menganalisis data dana menyajikan data dalam bentuk (diagram batang, diagram garis maupun diagram lingkaran). Selanjutnya peserta didik diberikan waktu untuk berdiskusi menyelesaikan LKPD yang diberikan oleh Guru. Selanjutnya gutu menyajikan tayangan PPT untuk membantu peserta didik menyelesaikan LKPD. Selanjutnya setiap kelompok me,perhatikan hasil diskusinya yaitu menyajikan data dalam bentuk (diagram batang, diagram garis maupun diagram lingkaran). Perwakilan dari kelompok mempresentasikan hasil diskusi, selanjutnya guru mengarahkan peserta didik untuk menanggapi secara kritis dan yang terakhir guru dan peserta didik bersama-sama membuat kesimpulan. Penjelasan konsep CT yang diintegrasikan pada materi ajar Konsep CT yang diintegrasikan pada materi ajar: 1. Dekomposisi, • Peserta didik menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk belajar materi Penyajian Data dalam bentuk diagram (Diagram batang, diagram garis dan diagram lingkaran) seperti kertas karton, penggaris, pensil dan lakban yang digunakan untuk menggambar diagram tersebut. • Peserta didik Menguraikan apa yang diketahui dan yang ditanyakan dari permasalahan yang diberikan. 2. Pengenalan Pola, Pada tahap pengenalan pola ini peserta didik menganalisis data dari permasalahan yang telah diberikan kemudikan diminta untuk menyajikan data dalam bentuk diagram batang, diagram garis dan diagram lingkaran 3. Abstraksi, Peserta didik fokus menganalisis data sesuai dengan tugas kelompok yang diberikan. Kemudian diberi tugas untuk menyajikan data dalam diagram batang, diagram garis maupun diagram lingkaran.


4. Algoritma, Langkah-langkah yang dilakukan dalam pembelajaran adalah: • Pertama siswa dibagi menjadi 3 kelompok (yang menganalisis data dan menyajikan data dalam bentuk diagram (diagram batang, diagram garis maupun diagram lingkaran). • Tiap kelompok diberikan waktu untuk melakukan penyajian data sesuai kelompoknya dengan diagram batang, diagram garis dan diagram lingkaran • Guru menyajikan tayangan PPT untuk membantu peserta didik emnyelesaikan LKPD. • Setiap kelompok memperhatikan hasil diskusinya mengenai penyajian data dalam bentuk diagram batang, diagram garis dan diagram lingkaran. • Setiap perwakilan kelompok mempresentasikannhasil diskusi, dan guru mengarahkan peserta didik untuk menanggapi secara kritis • Peserta didik dan guru bersama-sama membuat kesimpulan. Tuliskan perbedaan yang terdapat pada materi ajar yang belum diintegrasikan dengan CT dan materi ajar yang telah diintegrasikan dengan CT! Materi yang belum diintegrasikan dengan CT yaitu pembelajaran masih berpusat pada guru dan lebih fokus pada pemberian informasi dan penguasaan konsep tanpa penekanan khusus pada keterampilan pemecahan masalah. Sedangkan materi ajar yang telah diintegrasikan dengan CT yaitu pembelajaran berpusat pada peserta didik dimana peserta didik dapat mengembangkan keterampilan pemecahan masalah yang lebih baik dengan menerapkan langkah-langkah algoritma. Lebih lanjut, pengintegrasian teknologi dalam pembelajaran (infografis, power point, video) memungkinkan peserta didik memanfaatkan sumber daya digital untuk meningkatkan produktivitas dan pemahaman mereka.


NIM / Nama anggota Kelompok yang presentasi: 24940015 / Alya Indah Kusuma Dewi 24940021 / Deliya Zahran 24940003 / Fadel Raksanegara 24940011 / Muhamad Taufik Fathurrohman 24940004 / Rina Nur Hadijah NIM / Nama anggota Kelompok yang memberikan evaluasi: 24940020 / Alfiyani Rosyada 24940018 / Dwi Jumiati 24940002 / Lia Tresnawati 24940005 / Putri Aulia Agustin 24940014 / Salsabilah Khoirunnisa Mata pelajaran: Matematika Materi ajar: Garis dan Sudut Ide baru yang didapatkan terkait integrasi CT di dalam mata pelajaran: 1. Mengenalkan peserta didik untuk menggunakan CT dalam menyelesaikan sebuah permasalahan. 2. Adanya 4 fondasi CT yang terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran. 3. Kegiatan pembelajaran yang digunakan sudah baik karena mengeksplorasi lingkungan sekitar peserta didik dan kegiatannya sudah jelas dalam pengintegrasian CT di dalamnya. Evaluasi/saran untuk kelompok yang sedang presentasi: 1. Rancangan yang disusun harus menerapkan 4 fondasi CT di dalam kegiatan pembelajarannya dan usahakan bisa melatih peserta didik untuk berpikir kritis di dalam penyelesaian suatu masalah. 2. Fondasi CT pada bagian Algoritma dirasa kurang tepat karena algoritma sendiri adalah langkah-langkah kegiatan penemuan konsep, tetapi berdasarkan yang telah dijelaskan kelompok, algoritma ini hanya mencakup kegiatan presentasi dan tanya jawab di akhir kegiatan pembelajaran saja.


NIM/nama anggota 1: NIM/nama anggota 2: NIM/nama anggota 3: NIM/nama anggota 4: NIM/nama anggota 5: 24940020/Alfiyani Rosyada 24940018/Dwi Jumiati 24940002/Lia Tresnawati 24940005/Putri Aulia Agustin 24940014/Salsabilah Khoirunnisa Kesimpulan mengenai integrasi CT ke dalam mata pelajaran: Dalam konteks mata pelajaran matematika, CT dapat diterapkan melalui penggunaan model pembelajaran yaitu pada setiap sintaks pembelajarannya. Hal ini membantu peserta didik untuk memahami dan memecahkan masalah dengan cara yang lebih sistematis dan berbasi data sehingga meningkatkan keterampilan problem solving peserta didik secara umum. Namun penting sekali untuk diingat, bahwa integrasi CT dalam mata pelajaran harus dilakukan dengan hati-hati dan pertimbangan yang matang tentang Capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran dan ketersediaan sumber daya. Selain itu pembelajaran matematika yang efektif memerlukan berbagai strategi pembelajaran, termasuk pembelajaran berbasis praktik dan diskusi yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Integrasi CT harus menjadi bagian dari strategi pembelajaran yang lebih luas yang mendukung tujuan pembelajaran matematika yang lebih besar. Strategi untuk mengintegrasikan CT ke dalam mata pelajaran: 1. Memahami konsep CT 2. Memilih materi yang akan dipelajari 3. Menentukan capaian dan tujuan pembelajaran 4. Mendeskripsikan kegiatan pembelajaran sebelum mengintegrasikan CT 5. Mengekplorasi unsur CT yang terdapat pada materi pelajaran 6. Merancang skenario pembelajaran (RPP/Modul Ajar) dengan integrasi CT, misalnya melalui kegiatan proyek STEM 7. Mengeksplorasi kembali unsur CT yang ada 8. Merancang asesmen yang sesuai 9. Melaksanakan pembelajaran integrasi CT 10. Melakukan refleksi pembelajaran bersama peserta didik


Pertanyaan Refleksi 1. Pengalaman apa saja yang Anda dapatkan dari proses melakukan integrasi CT ke dalam mata pelajaran yang Anda ampu? Apakah ada kendala yang Anda hadapi Jawab: Pengalaman yang saya dapatkan dari proses melakukan integrasi CT ke dalam mata pelajaran yang saya ampu yaitu melatih saya dalam membiasakan diri untuk memecahkan masalah dengan efektif, efisien, dan optimal. CT yang diintegrasikan ke dalam mata pelajaran matematika membuat peserta didik meningkatkan keteramplan berpikir kritis. Selain itu juga dapat mempermudah dalam menemukan solusi dari permasalahan pembelajaran. Dengan adanya pengintegrasian CT ke dalam mata pelajaran saya menjadi tau bahwa mengintegrasikan CT ke dalam mata pelajaran matematika itu sangat penting karena akan lebih tersusun langkah pembelajarannya dan lebih sistematis untuk pola berpikirnya. 2. Bagaimana perasaan Anda pada saat mengerjakan modul ini? Jawab: Pada saat mengerjakan modul ini saya merasa sangat antusias untuk mempelajarinya dan adanya rasa ingin tahu lebih dalam lagi bagaimana integrasi CT dalam mata pelajaran khususnya mata pelajaran matematika. Selain itu saya juga merasa ingin sekali mengintegrasikan CT ke dalam mata pelajara matematika yang saya ampu. Hal ini bukan hanya bermanfaat bagi saya tetapi dengan saya menerapkan CT ke dalam mata pelajaran matematika dapat melatih peserta didik untuk memudahkannya dalam memecahkan masalah matematika dengan efektif, efisien dan optimal. 3. Setelah mendapat feedback dari rekan mahasiswa dan dosen, tuangkan rancangan materi ajar yang telah Anda integrasikan dengan CT dalam bentuk RPP! Jika memungkinkan, tampilkan RPP sebelum dan setelah dilakukan integrasi CT. Perbedaan RPP sebelum dan sesuai diintegrasikan CT terdapat pada langkah pembelajarannya. RPP sebelum diintegrasikan CT pada kegiatan pembelajaran guru menyampaikan materi secara langsung kepada peserta didik. Namun setelah diintegrasikan CT, peserta didik menggali sendiri materi yang akan dipelajari melalui diskusi kelompok dan pemecahan masalah. Berikut RPP/Modul Ajar yang sudah diintegrasikan CT:


RPP yang terintegrasi CT MODUL AJAR Satuan Pendidikan : SMPN 3 Cimahi Kelas/ Semester : VII/ 2 (Dua) Mata Pelajaran : Matematika Alokasi Waktu : 3 JP x 40 Menit (1 Pertemuan) Hari/ tanggal : Kamis, 16 Mei 2024 Model Pembelajaran : Problem Based Learning (PBL) Profil Pelajar Pancasila : Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia, Berkebhinekaan global, Bergotong royong, Mandiri, Berpikir kritis dan kreatif Masalah Terpilih Solusi Paling Relevan Kurangnya minat belajar peserta didik dalam pembelajaran matematika materi Data dan Diagram Guru akan melakukan pembelajaran Problem Based Learning dengan pendekatan Teaching at The Right Level (TaRL) dengan berbantuan PPT. I. CAPAIAN PEMBELAJARAN DAN TUJUAN PEMBELAJARAN CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) TUJUAN PEMBELAJARAN (TP) Peserta didik dapat merumuskan pertanyaan, mengumpulkan, menyajikan, dan menganalisis data untuk menjawab pertanyaan. Peserta didik dapat menggunakan diagram batang dan diagram lingkaran untuk menyajikan dan menginterpretasikan data. Peserta didik dapat mengambil sampel yang mewakili suatu populasi untuk mendapatkan data yang terkait dengan peserta didik dan lingkungan peserta didik. Peserta didik dapat menentukan dan menafsirkan rerata (mean), median, modus, dan jangkauan (range) dari data tersebut untuk menyelesaikan masalah • Membedakan jenis data dan menentukan diagram yang sesuai dengan jenis data (C4) dan dapat mempresentasikannya (P6) dengan baik.


(termasuk membandingkan suatu data terhadap kelompoknya, membandingkan dua kelompok data, memprediksi, membuat Keputusan). Peserta didik dapat menginvestigasi kemungkinan adanya perubahan pengukuran pusat tersebut akibat perubahan data. II. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN Setelah peserta didik dan guru mengamati permasalahan pada PPT yang ditayangkan melalui proyektor dan melakukan diskusi (Collaboration, TPACK, C) dengan teliti (PPP), Peserta didik (A) dapat membedakan jenis data dan menentukan (C4, B) diagram yang sesuai dengan jenis data dengan tepat (D) serta dapat mempresentasikannya (P6) dengan baik dan sopan santun (PPP/PPK). III. MATERI PEMBELAJARAN Macam-Macam Data (Terlampir) IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN Model Pembelajaran : Problem Based Learning Pendekatan Pembelajaran : Teaching at The Right Level Metode Pembelajaran : Diskusi, Tanya Jawab, Penugasan Kegiatan dan Alokasi Waktu Deskripsi Kegiatan Pembelajaran LangkahLangkah Model Awal (10 menit) 1. Peserta didik bersama guru memulai pembelajaran dengan salam dan berdoa sesuai dengan kepercayaannya masingmasing sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan. (Communication, Collaboration-4C, Religius-PPP) 2. Guru menanyakan kabar dan mendoakan agar semua dalam kondisi sehat selanjutnya bertanya jawab untuk mengecek kehadiran peserta didik. Setelah itu meminta peserta didik mempersiapkan peralatan yang diperlukan untuk mengikuti pembelajaran. (Communication, Collaboration, Disiplin-PPP) Pendahuluan


3. Peserta didik dan guru bertanya jawab mengenai pembelajaran sebelumnya dikaitkan (Apersepsi) yakni piktogram dan diagram batang dengan materi yang akan diajarkan. (Communication, Collaboration-4C) 4. Peserta didik menyimak dilanjutkan dengan bertanya jawab dengan guru mengenai tujuan pembelajaran yang ditayangkan melalui PPT. (Communication, Collaboration-4C, TPACK) 5. Guru memberikan motivasi yang berkaitan dengan materi yang akan dipelajari. (Communication-4C) 6. Guru membimbing peserta didik untuk duduk bersama teman sekelompoknya yang sebelumnya sudah dibentuk oleh guru. (Communication-4C) Inti (60 menit) 1. Peserta didik dibimbing oleh guru mengamati PPT yang ditampilkan melalui proyektor dan berisi permasalahan yang berkaitan dengan materi macammacam data dengan teliti (Communication, Collaboration-4C, TPACK, PPP) 2. Guru memberikan pertanyaan pemantik “seperti apakah investigasi statistik itu? (Communication4C, Critical Thinking) (Dekomposisi) 3. Peserta didik bersama guru bertanya jawab mengenai masalah yang tersaji pada PPT tersebut. (Communication, Collaboration-4C, TPACK) (Pengenalan Pola) 4. Guru memberikan LKPD ke setiap kelompok Diferensiasi 5. Guru memberikan penjelasan mengenai cara pengisian LKPD dan memberikan arahan bahwa salah satu kelompok akan mempresentasikan hasil kerjanya. (Communication-4C) 6. Peserta didik dibimbing oleh guru untuk mengamati permasalahan dalam LKPD dan melakukan diskusi dengan kelompoknya. (Communication, Collaboration-4C, TPACK) Langkah ke 1 Orientasi peserta didik pada masalah (Algoritma) Langkah ke 2 Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar. (Algoritma)


7. Peserta didik bersama kelompoknya mengidentifikasi masalah yang ada pada LKPD yang diberikan oleh guru dengan tepat. (Collaboration4C, TPACK, Degree) 8. Peserta didik dibimbing oleh guru untuk berdiskusi secara kolaboratif dengan teman sekelompoknya berkaitan dengan permasalahan yang disajikan pada LKPD. (Collaboration, Communication-4C) 9. Peserta didik diarahkan untuk memecahkan masalah yang ada di LKPD. (Critical Thinking, Collaboration-4C) 10. Guru membimbing dan mendampingi secara intensif kepada kelompok yang memiliki kemampuan sedang/rendah (LKPD Tipe B). (Collaboration, Communication-4C) 11. Guru mengarahkan peserta didik dalam kelompok atau individual untuk menyelesaikan permasahan dengan cermat dan teliti dan mengawasi peserta didik dengan berkelilling. (Communication, Collaboration-4C, PPP/PPK, TPACK) (Abstraksi) 12. Peserta didik juga dapat mengumpulkan informasi melalui bahan ajar, buku siswa, atau sumber belajar lain (studi litersi) yang telah dibagikan sebelumnya untuk menyelesaikan lembar kerja yang didiskusikan. (Mandiri, Literasi) 13. Peserta didik setelah mendapat cukup informasi, menganalisa cara menyelesaikan permasalahan yang terdapat dalam LKPD. (Critical Thinking-4C) 14. Peserta didik dalam kelompoknya berdiskusi mengolah data hasil pengamatan untuk menyelesaikan LKPD. (Collaboration) 15. Guru membantu kelompok yang memiliki kemampuan rendah dan kelompok yang mengalami kendala. (Collaboration, Communication-4C) Langkah ke-3 Membimbing penyelidikan individual dan kelompok. (Algoritma)


16. Guru mengarahkan peserta didik untuk segera menyusun laporan hasil diskusinya ketika telah selesai memecahkan masalah dengan tepat. (Communication, Collaboration-4C, TPACK, Degree) 17. Guru membimbing setiap perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya dengan sopan dan satun di depan kelas. (Communication, Collaboration-4C, TPACK, PPP/PPK) 18. Guru mengingatkan kepada kelompok lain untuk memperhatikan dan diberi kesempatan untuk bertanya dan menanggapi presentasi kelompok penyaji dengan santun, kritis, dan komunikatif. (Communication, Collaboration-4C, PPP/PPK, TPACK) 19. Guru meminta penyaji untuk duduk kembali setelah selesai presentasi dan mengarahkan peserta didik/kelompok lainnya untuk memberikan reward berupa tepuk tangan. (Communication-4C, PPP/PPK) 20. Peserta didik dengan bimbingan guru memeriksa kembali hasil diskusi secara kritis dan menarik kesimpulan dari hasil presentasi perwakilan kelompok secara komunikatif. (Collaboration, Critical Thinking-4C) 21. Peserta didik mengerjakan latihan soal dengan tepat secara mandiri yang diberikan oleh guru untuk mengetahui sejauh mana pemahamannya terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. (Mandiri/PPP/PPK, Degree) Langkah ke-4 Mengembangkan dan Menyajikan hasil karya. (Algoritma) Langkah ke-5 Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah. (Algoritma) Akhir (10 Menit) 1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi pelajaran dengan tepat yang telah dipelajari hari ini yaitu tentang mcam-macam data. Dengan mengajukan pertanyaan “Apakah semua data yang dihasilkan dari suatu proses investigasi statistik selalu Penutup


berupa data numerik atau berupa bilangan?”. (Collaboration-4C, Critical Thinking-4C, Degree) 2. Peserta didik bersama guru melakukan refleksi pembelajaran hari ini dengan sesi tanya jawab. (Communication, Collaboration-4C) 3. Guru menginformasikan kepada peserta didik terkait materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya yaitu Jenis Data. (Communication-4C) 4. Guru dan peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan berdo’a bersama. (Collaboration-4C, Religius-PPP) V. SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN Sumber belajar : 1. Dicky Susanto, dkk. (2022). Matematika untuk SMP/MTs Kelas VII: Buku Guru. Jakarta: Pusat Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. 2. Dicky Susanto, dkk. (2022). Matematika untuk SMP/MTs Kelas VII: Buku Peserta didik. Jakarta: Pusat Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. 3. Internet Media Pembelajaran: 1. Power Point 2. Laptop dan Proyektor 3. LKPD VI. PENILAIAN 1. Aspek Pengetahuan Jenis penilaian : Tes Bentuk penilaian : Isian 2. Aspek Keterampilan Jenis penilaian : Non Tes Bentuk penilaian : Lembar unjuk kerja/observasi 3. Aspek Sikap Jenis penilaian : Non Tes Bentuk penilaian : Lembar unjuk kerja/observasi


Mengetahui Guru Pamong Ely Flora Kurnia, S.Pd. NIP. 196606281989032004 Cimahi, 9 Mei 2024 Mahasiswa Dwi Jumiati, S.Pd. NIM. 24940018 Mengetahui, Dosen Pembimbing Lapangan Dr. Luvy Sylviana Zanthy, S.Pd. M.Pd. NIDN. 0423117703


Click to View FlipBook Version