Modul Elektronik Terintegrasi
Etno-STEM
KOLOID DALAM
KEHIDUPAN
Untuk Siswa SMA / MA
KELAS XI
Endiyana Pratiwi
Modul Elektronik Terintegrasi Etno-STEM
Koloid dalam Kehidupan
Kelompok Peminatan Ilmu Pengetahuan Alam
Untuk Siswa Kelas XI SMA/MA
Penulis
Endiyana Pratiwi
Pembimbing
Prof. Dr. Sudarmin, M.Si.
Dr. Agung Tri Prasetya, M.Si.
Dilarang mengutip sebagian atau seluruh tulisan yang ada di modul ini tanpa izin
penulis.
ii
PRAKATA
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan
karunia-Nya kami dapat menyelesaikan penyusunan Modul
Elektronik Terintegrasi Etno-STEM materi Koloid untuk Kelas XI
SMA/MA. Modul ini berisi materi koloid untuk kelas XI SMA/MA
dan disusun sebagai buku pendamping dalam pembelajaran kimia
SMA/MA kelas XI. Materi yang didalamnya mengacu pada
kurikulum 2013 dengan lebih memfokuskan aspek etno-STEM dan
terdapat langkah untuk mengembangkan keterampilan generik sains.
Penyajian materi didesain untuk memperkuat pemahaman konsep
dengan penjelasan yang cukup rinci. Beberapa kegiatan
pembelajaran dirancang untuk melatih peserta didik dan
mengukur seberapa jauh pemahaman peserta didik terhadap
materi.
Modul ini akan disempurnakan dan dikembangkan sesuai dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Segala saran
dan kritik senantiasa diharapkan penulis demi penyempurnaan
modul ini. Semoga modul ini dapat bermanfaat dalam
pembelajaran kimia SMA/MA.
Semarang, 1 Januari 2022
Penulis
Endiyana Pratiwi
iii
DAFTAR ISI
Cover.....................................................................................................................i
Prakata...............................................................................................................iii
Daftar Isi.............................................................................................................iv
Petunjuk Penggunaan Modul............................................................................1
Bab
1.....................................................................................................................4
Materi Etno-STEM...............................................................................................4
Kompetensi Dasar & IPK.....................................................................................6
Peta Materi............................................................................................................8
Apersepsi..............................................................................................................9
Stimulus..............................................................................................................10
Bab
2...................................................................................................................11
Koloid.................................................................................................................11
Video Pendalaman..............................................................................................17
Jenis-jenis Koloid...............................................................................................17
Membedakan Fase Terdispersi dan Pendispersi.................................................18
Bab
3...................................................................................................................22
Tinjauan Etno-STEM..........................................................................................22
Aktivitas Etno-STEM.........................................................................................24
Aktivitas KGS.....................................................................................................27
Sifat-sifat Koloid.................................................................................................28
Bab
4...................................................................................................................41
Presentasi Hasil Kunjungan................................................................................41
Bab
5...................................................................................................................45
Eskperimen Sederhana........................................................................................45
Rangkuman.........................................................................................................47
Asah Kemampuan...............................................................................................48
Daftar Pustaka.....................................................................................................56
iv
Petunjuk Penggunaan Modul
Apersepsi
Disajikan sebagai materi pengantar
yang dalam bentuk cerita atau video
proses peristiwa koloid dalam
kehidupan sehari-hari.
Paparan apersepsi diharapkan dapat
menarik minat peserta didik, sehingga
siap untuk menerima materi pelajaran
Materi Pembelajaran
Disajikan dalam bentuk deskripsi
materi yang merupakan penjabaran
dari isi standar kompetensi dan
kompetensi dasar. Pendalaman materi
dikemas dalam urutan bab, subbab,
dan gambar pendukung.
Inkuiri dengan Sintak "ENDIYANA"
Berisi aktivitas yang dilakukan
peserta didik baik di kelas maupun di
luar kelas secara perorangan untuk
meningkatkan pemahaman terkait
materi.
Video Pendalaman
Modul ini mengintegrasikan
penggunaan perangkat teknologi
dalam pembelajaran. Modul ini juga
terintegrasi etno-STEM. Sehingga
siswa dapat menscan barcode untuk
memperjelas materi dengan
mengintegrasikan etno-STEM.
1
Petunjuk Penggunaan Modul vi
Tinjauan Etno-STEM
Dikemas dengan materi yang
diintegrasikan ke etno-STEM dan
diberikan contoh sains masyarakat
yang terintegrasi dengan sains ilmiah
serta penjabaran STEM pada materi
pada proses pengasapan ikan dan
pengolahan tahu
Aktivitas Etno-STEM
Disajikan dalam bentuk aktivitas
untuk melatih pemahaman peserta
didik terhadap materi dan kaitannya
dengan etno-STEM dalam pembuatan
produk koloid dalam proses
pengasapam ikan dan pembuatan
tahu
Aktivitas Kemampuan Generik Sains
Disajikan dalam bentuk aktivitas untuk
melatih pemahaman peserta didik
terhadap materi dan kaitannya dengan
menggunakan salah satu indikator generik
sains (KGS) dalam pembuatan produk
koloid dalam proses pengasapam ikan dan
pembuatan tahu
Presentasi Hasil
Disajikan dalam bentuk presentasi untuk
menyampaikan hasil kunjungan ke sentra
pengasapan ikan dan pembuatan tahu di
kota Semarang
2
Petunjuk Penggunaan Modul
Eksperimen Sederhana
Disajikan sebuah modul praktikuj
yang memuat alat bahan serta cara
kerja yang akan dilakukan peserta
didik di laboratorium.
Rangkuman
Disajikan rangkuman dari materi
yang telah disampaikan pada modul.
Rangkuman ini ditulis dalam bentuk
poin-poin penting dari materi.
Asah Kemampuan
Merupakan bagian yang siap untuk
menguji kemampuan peserta didik.
Latihan disajikan pada akhir bab.
Untuk mempersiapkan dalam
menghadapi Ulangan Semester
maupun Ulangan kenaikan kelas,
peserta didik dapat menemukan
kumpulan soal yang tersaji di akhir
modul.
Daftar Pustaka
Merupakan bagian akhir dari modul
yang berisi referensi yang digunakan
dalam menulis modul.
3
Bab 1 - Pendahuluan
A. Penjelasan Umum Pendekatan Etno-STEM
E-Modul etno-STEM ini berisi tentang materi koloid yang dirancang dengan
integrasi antara pendekatan STEM dan etnosains pada alat musik tradisional
di Jawa Tengah. Melalui pembelajaran dengan pendekatan etno-STEM, peserta
didik diarahkan untuk menghubungkan antara unsur STEM pada proses
pengolahan tahu dan pengasapan ikan lalu direkonstruksi dari sains asli
menjadi sains ilmiah menggunakan konsep materi koloid.
Pendekatan STEM merupakan suatu pendekatan dengan menggabungkan
beberapa atau keempat subjek STEM dalam suatu pembelajaran yang
didasarkan pada keterkaitan antar subjek dengan permasalahan dalam
kehidupan nyata (Indah, 2017). Integrasi antara subjek STEM dengan
permasalahan yang ada pada kehidupan seharihari akan menciptakan
pembelajaran yang dapat melatih peserta didik untuk mengaplikasikan
pembelajaran di sekolah dengan fenomena yang terjadi dalam dunia nyata.
Keempat aspek STEM terintegrasi selama proses pembelajaran berlangsung
dalam setiap pelaksanaan langkah-langkah pembelajaran. Sebagaimana
Hannover, (2011) menjelaskan setiap langkah dalam keempat aspek STEM
adalah sebagai berikut :
(1) Aspek Science, adalah keterampilan menggunakan pengetahuan dan proses
sains dalam memahami gejala alam dan memanipulasi gejala tersebut sehingga
dapat dilaksanakan.
(2) Aspek Technology adalah keterampilan peserta didik dalam megetahui
bagaimana teknologi baru dapat dikembangkan, keterampilan menggunakan
teknologi dan bagaimana teknologi digunakan dalam mempermudah pekerjaan
manusia.
(3) Aspek Engineering memiliki lima tahap fase dalam proses pembelajaran.
(4) Aspek Matematis adalah keterampilan yang digunakan untuk menganalisis,
memberikan alasan, mengomunikasikan ide secara efektif, menyelesaikan
masalah dan menginterpretasikan solusi berdasarkan perhitungan dan data
dengan matematis.
4
Integrasi antara subjek STEM dengan permasalahan yang ada pada
kehidupan sehari-hari akan menciptakan pembelajaran yang dapat melatih
peserta didik untuk mengaplikasikan pembelajaran di sekolah dengan
fenomena yang terjadi dalam dunianyata. Tujuan dari pembelajaran STEM
memiliki kesamaan dengan tuntutan pendidikan diabad 21, yaitu agar peserta
didik memiliki literasi sains dan teknologi yang dapat terlihat dari membaca,
menulis, mengamati, serta melakukan langkah ilmiah, dan dapat
mengembangkan kompetensi yang telah dimiliki untuk diimplementasikan
dalam menyelesaikan segala bentuk permasalahan yang ada di kehidupan
sehari-hari khususnya yang terkait bidang ilmu STEM (Bybee, 2013).
Etnosains merupakan ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh suatu bangsa, suku,
atau masyarakat tertentu. Ilmu pengetahuan (sains) asli masyarakat yang ada
di lingkungan sekitar dapat diintegrasikan dalam proses pembelajaran kimia.
Nilai sains asli masyarakat dapat ditelaah dan dianalisis untuk kemudian
ditransformasikan ke dalam sains ilmiah. Proses inkulturasi atau menguatkan
nilai-nilai budaya yang telah ada sebelumnya juga dapat terjadi melalui
etnosains (Sudarmin, 2015). Etnosains merupakan kegiatan mentransformasikan
antara sains asli dengan sains ilmiah. Pengetahuan sains asli terdiri atas seluruh
pengetahuan yang menyinggung mengenai fakta masyarakat. Pengetahuan
tersebut berasal dari kepercayaan yang diturunkan dari generasi ke generasi.
Gambar 1. Pola Pendekatan STEM
E-modul dengan pendekatan etno-STEM ini diharapkan dapat membantu 5
siswa untuk mengembangkan berbagai keterampilan yang dibutuhkan di
abad-21. E-modul tersebut terdiri dari rekonstruksi ilmiah dari pembuatan tahu
dan pembuatan ikan asap terkait dengan materi pembelajaran, yaitu koloid
dalam kehidupan, yang dilanjutkan dengan desain model pembelajaran
terintegrasi etno-STEM, serta analisis proses dan hasil pembelajaran.
B. Penjelasan Umum Metode Sintaks Inkuiri
Metode memiliki peran yang sangat strategis dalam mengajar. Metode berperan sebagai
rambu-rambu atau “bagaimana memproses” pembelajaran sehingga dapat berjalan baik
dan sistematis. Bahkan dapat dikatakan proses pembelajaran tidak dapat berlangsung
tanpa suatu metode. Karena itu, setiap guru dituntut menguasai berbagai metode dalam
rangka memproses pembelajaran efektif, efesien, menyenangkan dan tercapai tujuan
pembelajaran yang ditargetkan.
Secara implementatif metode pembelajaran dilaksanakan sebagai teknik, yaitu
pelaksanakan apa yang sesungguhnya terjadi (dilakukan guru) untuk mencapai tujuan.
Metode secara harfiah berarti “cara”. Secara umum, metode diartikan sebagai suatu cara
atau prosedur yang dipakai untuk mencapai tujuan tertentu.
Oleh karena itu, salah satu masalah yang sangat memerlukan perhatian dalam kegiatan
pembelajaran adalah metode pembelajaran (learning method).
Pada awalnya metode ini kurang mendapatkan perhatian, karena orang berpandangan
bahwa pembelajaran itu merupakan suatu kegiatan yang sifatnya praktis. Jadi tidak
diperlukan pengetahuan (teori) yang ada sangkut pautnya dengan pembelajaran.
Pembelajaran berdasarkan inquiry merupakan seni penciptaan situasi-situasi sedemikian
rupa sehingga siswa mengambil peran sebagai ilmuwan. Strategi inkuiri berarti suatu
rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa
untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga mereka
dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri.
Sasaran utama kegiatan pembelajaran inkuiri adalah keterlibatan siswa secara maksimal
dalam proses kegiatan belajar, keterarahan kegiatan secara maksimal dalam proses
kegiatan belajar, mengembangkan sikap percaya pada diri siswa tentang apa yang
ditemukan dalam proses inkuiri.
Ciri utama Metode Inquiry, yaitu:
a. Metode Inquiry menekankan pada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan
menemukan, artinya strategi inquiry menempatkan siswa sebagai subjek belajar.
Dalam prosespembelajaran siswa tidak hanya berperan sebagai penerima pelajaran melalui
penjelasan guru secara verbal, akan tetapi mereka berperan untuk menemukan sendiri inti
dari materi pelajaran itu sendiri.
b. Seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan
jawaban sendiri yang sifatnya sudah pasti dari sesuatu yang sudah dipertanyakan,
sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sifat percaya diri.
Dalam metode pembelajaran inquiry, guru bukan sebagai sumber belajar tetapi sebagai
fasilitator dan motivator belajar siswa.
c. Tujuan dari penggunaan strategi pembelajaran inquiry adalah mengembangkan
kemampuan berpikir secara sistematis, logis dan kritis.
Kompetensi Dasar dan IPK
A. Kompetensi Inti
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan
keberadaannya
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,
bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai
kaidah keilmuan
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.14 Mengelompokkan 3.14.1 Menjelaskan perbedaan koloid, suspensi
berbagai tipe sistem koloid, dan larutan sejati.
dan menjelaskan kegunaan 3.14.2 Mengelompokkan berbagai tipe sistem
koloid dalam kehidupan koloid berdasarkan jenis fase terdispersi dan
berdasarkan sifat-sifatnya. pendispersinya dan interaksi fase terdispersi
dan pendispersinya (koloid liofil dan koloid
liofob).
3.14.3 Mengidentifikasi berbagai jenis produk
yang termasuk sitem koloid dalam
kehidupan sehari-hari
3.14.4. Menjelaskan sifat-sifat koloid
3.14.5. Menjelaskan pembuatan koloid, dan
peranannya dalam kehidupan sehari-hari
6
4.14 Membuat makanan 4.14.1. Merancang dan melakukan
atau produk lain yang percobaan tentang pembuatan
berupa koloid atau makanan atau produk lain berupa
melibatkan prinsip koloid koloid atau yang melibatkan prinsip
koloid dan melaporkan hasil percobaan
4.14.2 Menyimpulkan hasil percobaan
tentang pembuatan makanan atau
produk lain berupa koloid atau yang
melibatkan prinsip koloid dan
melaporkan hasil percobaan
4.14.3 Menyajikan hasil percobaan
pembuatan makanan atau produk lain
berupa koloid atau yang melibatkan
prinsip koloid dan melaporkan hasil
percobaan
Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajaran dengan model etno-STEM peserta didik dapat
mengelompokkan berbagai tipe sistem koloid, dan menjelaskan kegunaan koloid
dalam kehidupan berdasarkan sifat-sifatnya dan dengan model etno-STEM peserta
didik dapat membuat makanan atau produk lain yang berupa koloid atau
melibatkan prinsip koloid dengan disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong,
kerja sama, toleran, damai), dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam.
7
Peta Materi
Koloid
Sistem Koloid Sifat-sifat Koloid Cara Pembuatan Koloid
Efek Tyndall
Pengertian Koloid Gerak Brown Kondensasi
Jenis-jenis Koloid Elektroforesis Dispersi
Adsorpsi
Koagulasi
Koloid Pelindung
Dialisis
8
Apersepsi
Bencana yang kerap melanda Asap merupakan sistem kompleks
sebagian besar wilayah Indonesia yang terdiri dari fase cairan
adalah kabut asap yang terdispersi dan medium gas sebagai
disebabkan karena kebakaran pendispersi. Asap dapat
hutan dan lahan. Bisa disaksikan di digunakan sebagai desinfektan
beragam media elektronik dan karena mengandung senyawa-
cetak yang memberitakan bahwa senyawa antibakteri dan
telah ditemukan beberapa titik api antioksidan (Sutin, 2014).
di posisi-posisi tertentu di saat
musim kemarau. Titik api ini
berpotensi menyebabkan
kebakaran hutan. Salah satu
dampak negatif kebakaran hutan
yaitu terbentuknya kabut asap.
Adanya kabut asap dapat
mengakibatkan terjadinya
penyakit-penyakit ISPA (infeksi
saluran pernafasan akut), yaitu
infeksi pada saluran pemapasan. Gambar 1.1 Asap kebakaran
hutan di Indonesia
Selain itu, kabut asap juga
Salah satu contoh koloid
mengganggu atau mengurangi dalam kehidupan yaitu
jangkauan jarak pandang orang kabut asap
yang berkendara. Apa sebenarnya
kabut asap ini? Apakah gas? atau
padatan? Yuk, kita simak materi
berikut ini.
Perlu diketahui!
9
Stimulus
Dunia ini digemparkan oleh wabah virus Corona (Covid-19) yang tersebar di
Wuhan, China. Banyak Negara yang terdampak wabah virus ini salah satunya
yaitu Indonesia. Dihitung pertanggal 7 Juni 2021 terdapat 1,86 juta orang yang
positif Covid- 19 diantaranya meninggal 51.803 orang (Satuan Tugas Penanganan
COVID-19, 2021).Virus corona dapat menular, penularanya dapat melalui
Dropletsatau tetesan cairanyang berasal dari batuk dan bersin (Huang et al.,
2020). Cara Menghindari yaitu dengan 3M: Menjaga jarak, Memakai masker
dan Mencuci tangan dengan sabun
Oleh karena itu pembuatan produk menggunakan prinsip koloid yang tepat
dalam situasi pandemic saat ini adalah sabun Sabun cair merupakan koloid dari
fase terdispersi padat dan medium disperse berupa cair. Koloid ini termasuk dalam
jenis koloid sol cair. Sol adalah sebutan untuk partikel padat yang terdispersi
dalam partikel cair.
Pembuatan produk menggunakan prinsip koloid yang tepat dalam situasi
pandemic saat ini adalah sabun Sabun cair merupakan koloid dari fase terdispersi
padat dan mediumdisperse berupa cair. Koloid ini termasuk dalam jenis koloid sol
cair. Sol adalah sebutan untuk partikel padat yang terdispersi dalam partikel cair.
Selain itu pembuatan sabun dilakukan inovasi dengan penambahan ekstrak
minyak kulit jeruk, senyawa utama tersebut dari Citrus sp. menunjukkan aktivitas
antivirus pada beberapa jenis virus dengan beberapa mekanisme. Menurut (Yudi
Utomo & Meiyanto, 2020) Citrus sp. dapat disebutsebagai ramuan terbaikuntuk
dipromosikan untuk memerangi beta coronavirus. Hesperidin, flavonoid bioaktif
yang berlimpah dalam kulit jeruk, menonjol karena afinitas pengikatannya yang
tinggi terhadap reseptor seluler utama SARS-CoV-2, bersama dengan flavonoid
lain yang hidup berdampingan seperti naringin, yang dapat membantu menahan
reaksi berlebihan pro-inflamasi dari sistem kekebalan
10
Bab 2 -- Isi
Koloid merupakan salah satu campuran yang ukuran partikelnya
berbeda dengan jenis campuran lainnya, yaitu larutan dan suspensi.
Larutan merupakan campuran homogen yang mengandung partikel-
partikel zat terlarut (solut) berdiameter < 1 nm seperti atom, ion, dan
molekul. Suspensi adalah suatu campuran yang terdiri dari dari partikel-
partikel padatan tersuspensi dalam medium cair. Partikel-partikel suspensi
berdiameter lebih besar dari 100 nm. Sedangkan istilah koloid
dikembangkan oleh Graham pada tahun 1861, dari bahasa Yunani yang
berarti ”seperti perekat”. Graham mendefenisikan koloid sebagai sistem
yang tidak dapat melewati membran yang tipis dengan pori yang
sangat kecil.
Eksplorasi
Setelah mengetahui definisi dari koloid, silahkan
kalian eksplor jenis-jenis campuran lain selain
koloid, misalnya suspensi dan larutan kemudian
temukan perbedaan yang spesifik diantara ketiga
campuran terserbut!
11
Narasikan
Nathaya menyiapkan garam, susu, dan pasir dalam 3
gelas yang berbeda. Kemudian setelah semua bahan
terkumpul, dia menambahkan air dengan volume
yang sama kedalam 3 gelas tadi dan mengaduknya.
Perubahan apa yang terjadi terhadap bahan-bahan
tadi?
Diskusikan
Perubahan apa yang terjadi pada Gambar 1.2 Garam dapur
garam ketika dimasukkan ke ditambah air
dalam air?
Jawaban:
........................................................................................
........................................................................................
........................................................................................
........................................................................................
........................................................................................
........................................................................................
12
Gambar 1.3 Susu dalam Perubahan apa yang terjadi pada
gelas susu ketika dimasukkan ke dalam
air?
Jawaban:
........................................................................................
........................................................................................
........................................................................................
........................................................................................
........................................................................................
........................................................................................
Perubahan apa yang terjadi pada Gambar 1.4 Pasir dalam gelas
pasir ketika dimasukkan ke
dalam air?
Jawaban:
........................................................................................
........................................................................................
........................................................................................
........................................................................................
........................................................................................
........................................................................................
13
Implementasikan
1. Apa perbedaan antara sebelum disaring dan sesudah
disaring pada air + garam, air + susu, dan air + pasir ?
2.Yang manakah termasuk larutan, koloid dan suspensi?
berikan alasannya!
YAKIN-KAN
Buat dalam lembaran kertas HVS minimal 10
contoh larutan, koloid dan suspensi yang
kamu temukan di rumah, sertakan dengan
gambarnya!
14
Analisis-lah
Setelah kalian mencari contoh koloid yang kamu temukan
di rumah beserta dengan gambarnya, tentukan fase-fase
terdispersi nya!
Nilaikan Langkah selanjutnya
adalah menilaikan hasil
tahapan dengan sintak
"ENDIYANA" secara
obyektif.
15
Perbedaan antara Koloid, Larutan, dan Suspensi
Pembeda Larutan Koloid Suspensi
Ukuran < 1 nm 1 nm – 100 nm > 100 nm
Penampilan fisis
Jernih, Partikel terdispersi Keruh – jernih Partikel Keruh
Jumlah fasa tidak dapat diamati terdispersi hanya dapat Partikel terdispersi
Kestabilan & diamati dengan mikroskop
jika didiamkan) dengan mikroskop ultra ultra dapat diamati
langsung dengan
mata telanjang
Satu fasa Dua fasa Dua fasa
Stabil Relatif stabil tidak stabil
Tidak mengendap sukar mengendap mudah mengendap
Cara Tidak bisa Tidak bisa Dapat disaring
pemisahan disaring dengan disaring dengan kertas dengan kertas
kertas saring saring tetapi dapat saring
maupun membran disaring dengan
membran
semipermeabel semipermeabel
Jika suatu larutan tersusun dari komponen-komponen zat terlarut dan
pelarut, maka suatu sistem koloid juga tersusun dari dua komponen, yaitu
fase terdispersi (zat terlarut) dan medium pendispersi (pelarut). Dalam
kehidupan sehari-hari kita sering menemukan zat yang memiliki sifat
berbentuk campuran homogen namun tidak bening, atau keruh, seperti
susu dan berbagai jenis minuman lainnya. Dispersi koloid dapat berupa
gas, cairan ataupun padatan
16
Jenis-jenis Koloid
Warna-warni pada cat yang berasal dari warna pigmen sebenarnya
tidak larut dalam air ataupun medium pelarut lainnya. Namun
demikian, mengapa cat terlihat seperti campuran yang homogen
layaknya larutan garam? Mengapa bukan seperti campuran
heterogen layaknya campuran pasir dengan air? Hal ini terjadi
sebagaimana cat merupakan sistem koloid dengan pigmen terdispersi
dalam air atau medium lainnya.
Video Pendalaman
Scan QR di samping atau klik link di bawah
ini
https://www.youtube.com/watch?
v=spLUL0_CZqY
Setelah menonton proses pembuatan cat dalam video tersebut, seperti yang
kamu lihat cat akan menghasilkan tekstur yang mengental sehingga
digolongkan dalam jenis sol cair. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan
sol cair itu sendiri?
17
Membedakan Medium Pendispersi dan Fase Terdispersi
Pada koloid, fase terdispersi dan medium pendispersi bisa berwujud
padat, cair, dan gas. Oleh karena itu, berdasarkan perbedaan antara
fase terdispersi dan medium pendispersinya, sistem koloid dibagi menjadi
8, yaitu bisa lihat di tabel berikut
1. Sol Padat 18
Sol padat memiliki fase terdispersi
padat dalam medium pendispersi
yang padat juga. Sol padat ini
terbentuk karena pengaruh
tekanan dan suhu, sehingga
menghasilkan padatan yang
kokoh dan keras. Contohnya,
batuan ruby (batuan permata).
Batuan ruby ini merupakan
padatan kromium (Cr) yang
tersebar dalam padatan
aluminium oksida. Sehingga, dari
sini bisa kelihatan ya, kalau
padatan kromium (Cr) itu
sebagai fase terdispersi dan
padatan aluminium oksida
(AI2O3) sebagai medium
pendispersi.
2. Sol Makanya, ketika kamu melewati lokasi
Sol memiliki fase terdispersi padat pengasapan ikan, kadang kamu akan
dalam medium pendispersi cair yang merasakan kelilipan karena adanya
tidak mudah berubah sifatnya. Jadi, padatan (fase terdispersi) di dalam asap
bedanya sol dengan sol padat itu terletak (medium pendispersi).
di medium pendispersinya, ya. Kalau sol
padat mediumnya padat, sedangkan sol
mediumnya cair. Contohnya, cat tembok.
Cat tembok terdiri dari banyak jenis
padatan, di antaranya kalsium karbonat
(CaCO3), kaolin, dan lain sebagainya.
Zat padat (fase terdispersi) inilah yang
mengalami penyebaran dalam medium
cair (medium pendispersi) yang berupa 4. Aerosol
air (H2O). Aerosol memiliki fase terdispersi berupa
cairan dan medium pendispersi berupa
gas. Jadi, bedanya aerosol dengan aerosol
padat terletak pada fase terdispersinya.
Aerosol tidak bisa bertahan lama. Hal ini
karena zat penyusunnya yang mudah
rusak oleh perubahan suhu dan tekanan
udara lingkungan. Contohnya, parfum.
Saat parfum disemprotkan di udara,
cairan parfum akan terdispersi atau
tersebar di udara yang wujudnya gas
3. Aerosol Padat sebagai merupakan medium pendispersi.
Aerosol padat memiliki fase terdispersi
padat dalam medium pendispersi gas.
Contohnya, asap. Asap hasil pengasapan
mangut di kelurahan Bandarharjo,
Semarang Utara, Kota Semarang
mengandung padatan berupa timbal,
karbon, karbon monoksida, dan lain
sebagainya yang merupakan hasil
pembakaran tidak sempurna.
19
5. Emulsi Padat Contohnya, susu. Emulsi pada
Selanjutnya, ada emulsi padat yang campuran susu dan air itu terjadi
memiliki fase terdispersi berupa cairan ketika partikel air terdispersi atau
dalam medium pendispersi padat. tersebar dalam partikel-partikel susu.
Contohnya, agar-agar. Agar-agar Nah, karena partikel air dan susu ini
terbuat dari air (fase terdispersi) yang punya level kepolaran yang beda,
dicampur dengan bubuk agar-agar maka kedua zat ini ga bisa
(medium pendispersi). Pada saat bercampur dengan sempurna,
bubuk agar-agar dipanaskan dalam sehingga susu itu termasuk koloid,
air, serat dari agar-agar akan bukan larutan.
bergerak bebas. Saat proses
pendinginan, serat tersebut akan
saling merapat dan memadat. Jadi,
pada agar-agar itu, partikel-partikel
air terdispersi atau tersebar dalam
partikel agar-agar.
6. Emulsi 7. Buih Padat
Nah, kalau fase terdispersi dan Busa padat memiliki fase terdispersi
medium pendispersinya berupa berupa gas dalam medium
cairan, maka disebutnya emulsi. pendispersi padatan, atau bisa disebut
Emulsi biasanya tersusun oleh cairan juga gas yang terdispersi di dalam
dengan kepolaran senyawa yang padatan. Contohnya, spons. Jika
berbeda, sehingga tidak saling dilihat, spons itu merupakan sebuah
bercampur. padatan, tapi ketika dipencet
ternyata isinya udara. Itu tandanya,
partikel-partikel udara atau gasnya
tersebar dalam medium padat, ya.
20
8. Buih
Jenis koloid yang terakhir, yaitu buih. Bedanya dengan buih padat, kalau
buih memiliki fase terdispersi berupa gas dalam medium pendispersi cair,
atau bisa disebut juga gas yang terdispersi di dalam cairan. Contohnya,
buih sabun karena adanya udara (fase terdispersi) yang terjebak di dalam
larutan sabun (medium pendispersi). Hal ini terjadi karena molekul sabun
yang saling tarik menarik membentuk jaring atau lapisan yang dapat
menjebak udara, sehingga membentuk gelembung-gelembung bening
berisi udara.
Mari Cari Tahu!
Nah, sekarang, kamu sudah tahu ya apa saja jenis-jenis koloid dan
contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Oh iya, di awal materi tadi
kan disebutkan nih kalau mayonais juga merupakan salah satu jenis
koloid. Menurut kamu, mayonais termasuk ke dalam koloid jenis apa,
ya?
21
Bab 3 - Tinjauan Etno-STEM
dalam Pengasapan Ikan
Setelah kalian mengetahui jenis-jenis koloid, sekarang kita akan
mengidentifikasi indikator STEM pada proses pengasapan ikan di kelurahan
Bandarharjo, Kota Semarang. Apa saja sih indikator dari STEM ini?
Pembelajaran etno-STEM merupakan pembelajaran yang berbasis budaya
dengan pendekatan STEM yang dapat memberi solusi dari permasalahan
yang timbul. Dengan pembelajaran etno-STEM diharapkan peserta didik
dapat lebih termotivasi untuk belajar sains dan budaya di sekitar dan dapat
meningkatkan kecintaannya terhadap budaya di Semarang.
22
Tinjauan Etno-STEM dalam
Pengasapan Ikan
23
Aktivitas Etno-STEM ke
Sentra Pengasapan Ikan
Kunjungan ke Sentra Pengasapan Ikan
Setelah mempelajari materi koloid di atas, dan sudah
mengetahui kaitannya dengan etno-STEM. Selanjutnya, kita
akan melakukan kunjungan ke sentra pengasapan ikan.
Buatlah kelompok dengan masing-masing beranggotakan 3
orang. Lalu berkunjunglah ke sentra pengasapan ikan untuk
melihat proses pengasapan secara langsung. Setelah
mengetahui cara mengasapi ikan, setiap kelompok dapat
merekonstruksi proses pengasapan ikan yang berkaitan
dengan konsep koloid.
Sebelum kita melakukan
kunjungan langsung, mari kita
jalan-jalan ke sentra
pengasapan ikan secara virtual
terlebih dahulu yukk!!
SCAN ME
24
ASketinvtirtaasPEetnngo-asSapTaEn MIkakne
Panduan Wawancara
Kunjungan ke Sentra Pengasapan Ikan
Halo anak-anak!!
Pada halaman ini akan berisi daftar pertanyaan yang harus kalian
tanyakan ke produsen ikan asap. Berkunjunglah ke sentra pengasapan ikan
dan kemudian tanyakan beberapa pertanyaan di bawah, jangan lupa ambil
dokumentasi sebagai bukti kalo kalian sudah melakukan kunjungan yaa :)
Kalian bisa langsung membuka link google formulir dan mengisi jawaban
dari pertanyaan-pertanyaan itu di kolom yang sudah ada, dan jangan
lupa untuk di submit. Berikut link nya: https://bit.ly/Panduan-Wawancara-
Pengasapan-Ikan
Jawablah pertanyaan di bawah berdasarkan hasil wawancara
A. Identitas
Nama Anggota Kelompok
1. .....
2. .....
3. .....
Kelas : .....
Hari dan Tanggal Kunjungan : .....
Alamat Sentra Pengasapan Ikan : .....
B. Pertanyaan
1. Siapakah nama produsen pengasapan ikan tersebut?
Jawab: ........
2. Sejak kapan menjadi produsen pengasapan ikan?
Jawab: .........
25
Aktivitas Etno-STEM
Panduan Wawancara
Kunjungan ke Sentra Pengasapan Ikan
C. Dokumentasi
Upload dokumentasi berupa foto pada saat kunjungan ke pengasapan
ikan pada link google formulir yang sudah disediakan.
D. Kesan
1.Bagaimana kesan kalian setelah melakukan kunjungan ke sentra
pengasapan ikan?
2.Sampaikan STEM apa saja yang kalian dapatkan dari
kunjungan ini!
E. Mengasapi ikan
Setelah kalian melakukan wawancara dan mengisi jawaban
pertanyaan di link tersebut, sekarang waktunya untuk mencoba
mengidentifikasi koloid apa sajakah yang terdapat dalam proses
pengasapan ikan. Lalu presentasikan hasilnya pada pertemuan
berikutnya dan jangan lupa jelaskan unsur STEM dalam pengasapan
ikan tersebut.
Selamat Mengerjakan
26
Aktivitas KGS dalam Proses
Pengasapan Ikan
Pengamatan Tidak Langsung
ke Sentra Pengasapan Ikan
Setelah kalian melakukan kunjungan ke sentra pengasapan
ikan dan melakukan wawancara dengan produsen di
pengasapan tersebut. Silahkan melakukan pengamatan tidak
langsung menggunakan berbagai alat untuk menguji
berbagai kondisi di sekitar sentra pengasapan ikan, bisa
menggunakan berbagai sample, misalnya air limbahnya atau
air yang digunakan dalam proses produksi. Alat-alat yang
digunakan antara lain:
pH meter
Termometer
Kertas lakmus
Indikator universal
setelah melakukan pengamatan menggunakan alat tersebut,
jangan lupa dicatat hasilnya dan dilaporkan saat presentasi
Selamat Mengerjakan
27
Sifat-sifat Koloid
Guys, pernah kepikiran nggak sih, kenapa ya ketika kita
membuka jendela di pagi hari, dan cahaya matahari masuk,
terlihat banyak banget debu yang beterbangan? Padahal,
sebelum jendela dibuka, nggak ada debu yang terlihat, tuh.
Hmmm, kok bisa, ya?
Nah, ternyata, itu adalah fenomena sifat dari koloid yang
disebut efek tyndall. Wah, emang apa sih koloid itu dan
bagaimana sifat-sifatnya? Oke, pertanyaan-pertanyaan
tersebut akan kita jawab satu per satu di materi ini, ya!
Flashback
Masih ingatkah kamu tentang koloid? Koloid adalah jenis campuran
heterogen yang terbentuk karena adanya dispersi suatu zat ke dalam zat
lain yang dicampurkan. Umumnya, koloid berukuran 1 nm hingga 100 nm.
Meskipun koloid termasuk jenis campuran, tapi koloid ini berbeda dengan
larutan dan suspensi, ya. Karena itulah, koloid juga punyai sifat khas yang
berbeda dari sifat sistem-sistem dispersi lainnya. Yuk, kita bahas satu per
satu!
28
Macam-macam Sifat Koloid
1. Efek Tyndall Contoh Efek Tyndall dalam kehidupan
Sifat koloid yang pertama adalah sehari-hari, yaitu ketika kita membuka
Efek Tyndall. Efek Tyndall pertama jendela pada siang hari. Saat sinar
kali ditemukan oleh seorang matahari masuk ke dalam ruangan,
ilmuwan asal Inggris bernama John maka akan terlihat jelas partikel-
Tyndall. Efek Tyndall merupakan partikel debu yang beterbangan. Hal
efek penghamburan cahaya oleh Ini karena ukuran partikel debu jauh
partikel koloid. Hmm, maksudnya lebih besar daripada panjang
gimana? Begini guys, ketika ada gelombang cahaya.
berkas cahaya diarahkan ke
larutan, cahaya tersebut akan
diteruskan, sehingga kita nggak
bisa melihatnya. Hal ini karena
larutan bersifat homogen. Tapi,
ketika berkas cahaya diarahkan ke
koloid dan suspensi, berkas cahaya
akan dihamburkan, sehingga
jejaknya dapat terlihat. Contohnya
kayak gambar di bawah ini.
2. Gerak Brown
Pada 1827, seorang botanis asal
Skotlandia, Robert Brown, berhasil
mengamati gerakan partikel koloid. Ia
menemukan, ternyata secara
mikroskopis, partikel-partikel koloid
akan bergerak secara acak dengan
jalur patah-patah (zig-zag) dalam
medium pendispersi.
29
Nah, gerakan ini disebabkan karena →FeCl3 + xH2O Fe2O3.xH2O
adanya tumbukan antara partikel
koloid dengan medium pendispersi. Ketika sol Fe(OH)3 terbentuk, ternyata
tersisa banyak ion Fe3+ dalam larutan.
Ion-ion ini kemudian diserap oleh sol
Fe(OH)3 pada bagian permukaannya,
yang membuat sol Fe(OH)3 kelebihan
muatan positif. Jadi, sol Fe(OH)3
dikenal sebagai koloid bermuatan
positif.
3. Adsorpsi
Adsorpsi merupakan peristiwa
menempelnya partikel bermuatan
(ion) pada permukaan koloid.
Adsorpsi terjadi karena adanya
kemampuan partikel koloid untuk
menarik atau ditempeli oleh partikel-
partikel kecil. Kemampuan untuk
menarik ini disebabkan karena Beda lagi dengan sol As2S3. Jika
diletakkan di dalam air, maka sol
adanya tegangan permukaan koloid As2S3 akan bermuatan negatif karena
ion yang diadsorpsinya adalah ion
yang cukup tinggi. Misalnya, koloid yang negatif. Sol As2S3 dibuat dengan
mengalirkan H2S ke dalam larutan
sol besi (III) hidroksida (Fe(OH)3) As2S3. Bentuk reaksinya seperti ini,
guys.
yang akan bermuatan positif karena
mengadsorpsi ion positif. Sol ini
dibuat dengan mencampurkan FeCl3
ke dalam air panas berlebih,
sehingga terjadi proses →As2S3(aq)+ H2S(g)
pembentukkan koloid berupa sol As2S3(s)
hidrat besi (III) oksida atau +H2S(l)
Fe2O3.xH2O.
30
Pemutihan gula tebu
Gula yang masih berwarna dilarutkan
ke dalam air kemudian dialirkan
melalui tanah diatomae dan arang
tulang. Zat warna dalam gula akan
diadsorpsi sehingga diperoleh gula
yang putih dan bersih.
Dalam kehidupan sehari-hari, ada Penggunaan norit sebagai obat sakit
beberapa contoh penerapan adsorpsi perut
yang sering kita temui, antara lain: Norit merupakan tablet yang terbuat
Penjernihan air dari karbon aktif. Ketika norit
Dengan menambahkan tawas atau diminum, didalam usus, norit
aluminium sulfat ke dalam air, membentuk sistem koloid yang dapat
aluminium sulfat akan terhidrolisis mengadsorpsi gas atau racun yang
membentuk AI(OH)3 yang berupa ada dalam seluruh pencernaan.
koloid yang dapat mengadsorpsi zat-
zat warna atau zat pencemar dalam
air.
31
Koagulasi adalah proses rusaknya Elektroforesis
Sifat koloid ini berupa gerakan partikel
sistem koloid yang ditandai dengan koloid menuju ke elektroda negatif
maupun elektroda positif. Partikel
proses penggumpalan akibat koloid yang bermuatan negatif akan
menuju ke elektroda positif dan
terbentuknya partikel-partikel yang sebaliknya, partikel koloid yang
bermuatan positif akan menuju ke
lebih besar ukurannya daripada elektroda negatif.
Untuk melakukan elektrolisis, ke dalam
ukuran koloid (lebih besar dari 100 sebuah elektrolit dimasukkan batang
elektroda yang disambungkan dengan
nm). Koagulasi dapat dipengaruhi sumber arus DC. Partikel-partikel dalam
koloid akan bergerak ke elektroda
oleh pemanasan, pendinginan, yang berlawanan. Dari sininal bisa
diketahui mana koloid yang
penambahan elektrolit, pembusukan, bermuatan positif dan mana koloid
yang bermuatan negatif. Contoh
pencampuran koloid yang berbeda elektroforesis dalam kehidupan sehari-
hari yaitu penyaring kotoran debu
muatan, dan elektroforesis. Contoh pada industri pabrik.
koagulasi koloid dalam kehidupan
sehari-hari, yaitu pada
penggumpalan susu yang basi dan
proses pembuatan tahu.
32
Dialisis Koloid Pelindung
Koloid pelindung adalah koloid
merupakan cara mengurangi ion-ion
yang dapat melindungi koloid lain
pengganggu yang terdapat dalam agar tidak terjadi koagulasi. Koloid
pelindung bekerja dengan cara
sistem koloid dengan menggunakan membentuk lapisan di sekeliling
partikel koloid lain. Lapisan ini
selaput semipermiabel. Ion-ion berfungsi sebagai pelindung muatan
koloid tersebut sehingga partikel
pengganggu koloid berasal dari koloid tidak menggumpal atau
terpisah dari mediumnya.
larutan elektrolit yang ditambahkan
▪Contoh:
ke dalam koloid untuk Pada pembuatan es krim
digunakan gelatin untuk mencegah
mempertahankan kestabilan koloid. pembentukan kristal besar es atau
gula.
Kestabilan koloid dapat
dipertahankan dengan penambahan
sedikit elektrolit dengan konsentrasi
tepat. Apabila konsentrasi elektrolit
tidak tepat terbentuklah ion- ion
yang mengganggu kestabilan koloid.
Adanya ion-ion pengganggu ini
dapat dicegah atau dihilangkan
dengan cara dialisis. Alat yang
digunakan disebut dialisator. Proses
dialisis dilakukan dengan cara
memasukkan dispersi koloid ke dalam
kantong semipermeabel dan
mencelupkannya ke dalam
air mengaiir.
33
Koloid liofil Zat terdispersinya dapat dipisahkan
adalah koloid yang fase terdispersinya melalui proses pengendapan atau
dapat menarik medium pendispersi penguapan.
yang berupa cairan akibat adanya
gaya Van der Waals atau ikatan Koloid liofob
hidrogen. Liofil artinya “cinta
cairan” (Bahasa Yunani; lio=cairan; adalah suatu koloid yang fase
philia=cinta). Sol liofil yang setengah
padat disebut gel. Contoh, selai dan terdispersinya tidak dapat mengikat
gelatin.
atau menarik medium pendispersinya.
Jika medium pendispersinya berupa
air, maka disebut koloid hidrofil. Liofob berarti takut cairan.
Koloid hidrofil mempunyai gugus
ionik atau gugus polar di (phobia=takut). Jika medium
permukaannya, sehingga mempunyai
interaksi yang baik dengan air. Butir- pendispersinya berupa air, maka
butir koloid liofil/hidrofil dapat
mengadsorpsi molekul mediumnya disebut koloid hidrofob. Koloid ini
sehingga membentuk suatu selubung
(disebut solvatasi / hidratasi). biasanya berasal dari senyawa
Akibatnya butir-butir koloid terhindar
dari agregasi/pengelompokan. Sol anorganik. Koloid hidrofob bersifat
hidrofil tidak menggumpal pada saat
penambahan sedikit elektrolit. irreversibel, artinya tidak dapat
kembali ke keadaan semula.
Misalnya: sol emas. Jika medium
pendispersinya diambil, sol emas
membentuk emas padat. Setelah emas
padat terbentuk, tidak dapat berubah
menjadi sol emas kembali, meskipun
ditambah dengan medium
pendispersinya.
34
Tinjauan Etno-STEM dalam
Proses Pembuatan Tahu
Setelah kalian mengetahui sifat-sifat koloid, sekarang kita akan
mengidentifikasi indikator STEM pada proses pembuatan tahu di kelurahan
Tandang, Kota Semarang. Apa saja sih indikator dari STEM ini?
Pembelajaran etno-STEM merupakan pembelajaran yang berbasis budaya
dengan pendekatan STEM yang dapat memberi solusi dari permasalahan
yang timbul. Dengan pembelajaran etno-STEM diharapkan peserta didik
dapat lebih termotivasi untuk belajar sains dan budaya di sekitar dan dapat
meningkatkan kecintaannya terhadap budaya di Semarang.
35
Tinjauan Etno-STEM
36
Aktivitas Etno-STEM
Kunjungan ke Sentra Pengolahan Tahu
Setelah mempelajari materi koloid di atas, dan sudah
mengetahui kaitannya dengan etno-STEM. Selanjutnya, kita
akan melakukan kunjungan ke sentra pengolahan tahu.
Buatlah kelompok dengan masing-masing beranggotakan 3
orang. Lalu berkunjunglah ke sentra pengolahan tahu untuk
melihat proses produksi secara langsung. Setelah mengamati
cara membuat tahu, setiap kelompok dapat merekonstruksi
proses pembuatan tahu yang berkaitan dengan konsep koloid.
Sebelum kita melakukan
kunjungan langsung, mari kita
jalan-jalan ke sentra pengolahan
tahu secara virtual terlebih
dahulu yukk!!
37
Aktivitas Etno-STEM
Panduan Wawancara
Kunjungan ke Sentra Pengolahan Tahu
Halo anak-anak!!
Pada halaman ini akan berisi daftar pertanyaan yang harus kalian
tanyakan ke produsen tahu. Berkunjunglah ke sentra pengolahan tahu dan
kemudian tanyakan beberapa pertanyaan di bawah, jangan lupa ambil
dokumentasi sebagai bukti kalo kalian sudah melakukan kunjungan yaa :)
Kalian bisa langsung membuka link google formulir dan mengisi jawaban
dari pertanyaan-pertanyaan itu di kolom yang sudah ada, dan jangan
lupa untuk di submit. Berikut link nya: https://bit.ly/Panduan-
Wawancara-Pengolahan-Tahu
Jawablah pertanyaan di bawah berdasarkan hasil wawancara
A. Identitas
Nama Anggota Kelompok
1. .....
2. .....
3. .....
Kelas : .....
Hari dan Tanggal Kunjungan : .....
Alamat Sentra Pengolahan Tahu : .....
B. Pertanyaan
1. Siapakah nama produsen tahu tersebut?
Jawab: ........
2. Sejak kapan menjadi produsen tahu?
Jawab: .........
38
Aktivitas Etno-STEM
Panduan Wawancara
Kunjungan ke Sentra Pengolahan Tahu
C. Dokumentasi
Upload dokumentasi berupa foto pada saat kunjungan ke pengolahan
tahu pada link google formulir yang sudah disediakan.
D. Kesan
1.Bagaimana kesan kalian setelah melakukan kunjungan ke sentra
pengolahan tahu?
2.Sampaikan STEM apa saja yang kalian dapatkan dari
kunjungan ini!
E. Membuat tahu
Setelah kalian melakukan wawancara dan mengisi jawaban
pertanyaan di link tersebut, sekarang waktunya untuk mencoba
mengidentifikasi koloid apa sajakah yang terdapat dalam proses
pengolahan tahu. Lalu presentasikan hasilnya pada pertemuan
berikutnya dan jangan lupa jelaskan unsur STEM dalam pengolahan
tahu tersebut.
Selamat Mengerjakan
39
Aktivitas KGS dalam Proses
Pembuatan tahu
Pengamatan Tidak Langsung
ke Sentra Pengolahan Tahu
Setelah kalian melakukan kunjungan ke sentra pengolahan
tahu dan melakukan wawancara dengan produsen tahu
tersebut. Silahkan melakukan pengamatan tidak langsung
menggunakan berbagai alat untuk menguji berbagai kondisi
di sekitar sentra pengolahan tahu, bisa menggunakan
berbagai sample, misalnya air limbahnya atau air yang
digunakan dalam proses produksi. Alat-alat yang digunakan
antara lain:
pH meter
Termometer
Kertas lakmus
Indikator universal
setelah melakukan pengamatan menggunakan alat tersebut,
jangan lupa dicatat hasilnya dan dilaporkan saat presentasi
Selamat Mengerjakan
40
Bab 4 - Inferensial Logika
melalui Presentasi Hasil
Kunjungan
Presentasi Hasil
Kunjungan Sentra Pengasapan Ikan & Pengolahan Tahu
Pertemuan lalu kita sudah melakukan kunjungan ke dua tempat,
yaitu sentra pengasapan ikan dan pengolahan tahu, sekarang
silahkan kalian presentasikan hasil kunjungan! Jangan lupa jelaskan
kaitannya dengan etno-STEM yaa :)
Sebelum kita melakukan
praktikum langsung, mari kita
tonton terlebih dahulu
praktikum secara virtual yukk!!
41
Cara Pembuatan Koloid
A. Cara Kondensasi
Dengan cara kondensasi, partikel larutan sejati (molekul atau ion)
bergabung menjadi partikel koloid. Cara ini dapat dilakukan dengan
reaksi-reaksi kimia, seperti reaksi redoks, hidrolisis, dan dekomposisi
rangkap, atau dengan pergantian pelarut
1. Reaksi Redoks
Reaksi redoks adalah reaksi yang disertai perubahan bilangan oksidasi.
Contoh 1 :
Pembuatan sol belerang dari reaksi antara hidrogen sulfida (H2S)
dengan belerang dioksida (SO2), yaitu dengan mengalirkan gas H2S
ke dalam larutan SO2.
→2H2S(g) + SO2(aq) 2H2O(l) + 3S (koloid)
Contoh 2 :
Pembuatan sol emas dari reaksi antara larutan HAuCl4 dengan
larutan K2CO3 dan HCHO (formaldehida).
→2HAuCl4(aq) + 6K2CO3(aq) + 3HCHO(aq) 2Au(koloid) +
5CO2(g) + 8KCl(aq) + KHCO3(aq) + 2H2O(l)
42
Cara Pembuatan Koloid
2. Hidrolisis
Hidrolisis adalah reaksi suatu zat dengan air.
Contoh :
Pembuatan sol Fe(OH)3 dari hidrolisis FeCl3. Apabila ke dalam air
mendidih ditambahkan larutan FeCl3, maka akan terbentuk sol
Fe(OH)3.
→FeCl3(aq) + 3H2O(l) Fe(OH)3 (koloid) + 3HCl(aq)
3. Dekomposisi Rangkap
Contoh 1 :
Sol As2S3 dapat dibuat dari reaksi antara larutan H3AsO3 dengan
larutan H2S.
→2H3AsO3(aq) + 3H2S(aq) As2S3(koloid) + 6H2O(l)
Contoh 2 :
Sol AgCl dapat dibuat dengan mencampurkan larutan perak nitrat
encer dengan larutan HCl encer.
→AgNO3(aq) + HCl(aq) AgCl(koloid) + HNO3(aq)
43
Cara Pembuatan Koloid
4. Penggantian Pelarut
Selain dengan cara-cara kimia seperti di atas, koloid juga dapat terjadi
dengan penggantian pelarut.
Contoh :
Apabila larutan jenuh kalsium asetat dicampur dengan alkohol, maka
akan terbentuk suatu koloid berupa gel
B. Cara Dispersi
Dengan cara dispersi, partikel kasar dipecah menjadi partikel koloid. Cara
dispersi dapat dilakukan secara mekanik, peptisasi, atau dengan loncatan
bunga listrik (cara busur Bredig).
1. Cara Mekanik
Menurut cara ini, butir-butir kasar digerus dengan lumping atau penggiling
koloid sampai diperoleh tingkat kehalusan tertentu, kemudian diaduk
dengan medium dispersi.
Contoh :
Sol belerang dapat dibuat dengan menggerus serbuk belerang bersama-
sama dengan suatu zat inert (seperti gula pasir), kemudian mencampur
serbuk halus itu dengan air.
.
44
Cara Pembuatan Koloid
2. Cara Peptisasi
Peptisasi adalah cara pembuatan koloid dari butir-butir kasar atau dari
suatu endapan dengan bantuan suatu zat pemeptisasi (pemecah). Zat
pemeptisasi memecahkan butir-butir kasar menjadi butir-butir koloid.
Istilah peptisasi dikaitkan dengan peptonisasi, yaitu proses pemecahan
protein (polipeptida) yang dikatalisis oleh enzim pepsin.
Contoh :
Agar-agar dipeptisasi oleh air, nitroselulosa oleh aseton, karet oleh
bensin, dan lain-lain. Endapan NiS dipeptisasi oleh H2S dan endapan
Al(OH)3 oleh AlCl3.
3. Cara Busur Bredig
Cara busur Bredig digunakan untuk membuat sol-sol logam. Logam
yang akan dijadikan koloid digunakan sebagai elektrode yang
dicelupkan dalam medium dispersi, kemudian diberi loncatan listrik di
antara kedua ujungnya. Mula-mula atom-atom logam akan terlempar
ke dalam air, lalu atom-atom tersebut mengalami kondensasi, sehingga
membentuk partikel koloid. Jadi, cara busur ini merupakan gabungan
cara dispersi dan cara kondensasi.
45