91 hikmah, di mana dalam upacara setiap warga masyarakat dapat mengambil pelajaran dari hakekat pelaksanaan upacara tersebut berupa pendekatan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dengan harapan nilai keimanan dan ketaqwaan semakin bertambah. - Makna Ibadah Dalam makna ibadah, di mana upacara-upacara keagamaan tersebut merupakan implementasi atau perwujudan dari nilai-nilai dan ajaran agama Islam. - Makna Sosial Kemasyarakatan Dalam makna sosial kemasyarakatan, dimana dalam upacaraupacara tersebut turut melibatkan banyak orang tanpa ada pemisahan status sosial sehingga terjalin silaturrahmi yang harmonis di kalangan masyarakat berjalan dan berkesinambungan.
92 BAB V KESENIAN TRADISIONAL 5.1. Kesusasteraan Masyarakat Buton sejak lama telah mengenal kesusasteraan, baik kesusasteraan tertulis maupun kesusasteraan lisan. Kesusasteraan tertulis sangat memegang peranan berkat adanya pengetahuan "Buri Wolio" sehingga ia sebagai alat komunikasi secara turun temurun. Kesusasteraan tertulis digolongkan menjadi 2 bagian, yaitu:
90 a. Kabanti, yang dalam bahasa Indonesia disebut tembang. Tembang berarti suatu bentuk sastra yang harus dilagukan. Ia mengandung ajaran baik mengenai ajaran agama, ajaran syariat, ajaran tasawuf, ajaran sejarah, ajaran berumah tangga, tantang muda-mudi, maupun ajaran moral; dan sebagainya. b. Terjemahan-terjemahan dari sastra asing, seperti hikayat Raja Indra Piara, hikayat dan lain-lain. Kesusasteraan lisan digolongkan menjadi 2 bagian yaitu: a. Pantun, berupa sindiran-sindiran halus yang dikenal dengan kabanti. b. Cerita rakyat, yang merupakan ajaran moral seperti Landoke;ndoke dengan Lakolo-kolopua.
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104
105
106 BULA MALINO Bismillahir Rahmanir Rahim 1. Bismillahi kaasi karokusiy Alhamdu padaaka kumatemo Kajanjinamo Oputa momakaana Apekamate bari-baria batua Atas nama Allah rasa kasih untuk diri ini Segala puji telah hampir saat kematian Sudah merupakan janji Tuhan Maha Perkasa Yang mematikan semua hamba 2. Inda samia batua bemolagina Sakabumbua padaa posamatemo Soomo Opu alagi samangengena Sakiaiya indaa kokapadaa Tak seorang hambapun yang abadi Seberapa banyakpun bakal bertemu mati Hanya Tuhan (Allah) yang kekal abadi Selama tiada berpenghabisan 3. E, Waopu dawuaku iimani Wakutuuna kuboli badakusiy Tesahada iqraru momatangka Tetasidiqi iimani mototapu Wahai Tuhanku, anugrahi aku iman Bila saatnya kuberpisah dengan jasad ini Bersama syahadat ikrar nan teguh Disertai kebenaran iman yang tak goyah 4. E, Waopu rangania rahmatil Muhammadi cahea baabaana Oinciamo kainawa motopene Mosuluwina bar -baria batua Wahai Tuhanku tambahkan Rahmat Bagi Muhammad cahaya permuliaan Beliaulah purnama terang benderang Yang menerangi segenap hamba 5. Sio-siomo Waopu bekupokawa Imuhsyara toromuana batua Aagoaku i zabu Narakaa Ihuru-hara naile muri-murina Semoga ya Tuhan kubersua dengannya Dipadang mahsyar berkumpulnya segala hamba Semoga Beliau menyelamatkanku dari azab Neraka Dalam huru-hara esok dikemudian hari 6. Siy saangu Nidzamu 'yoni wolio Ikarangina Sulthani mo'adili Kukarangia betao paiasaku Barasalana bekuose kaadari Ini adalah puisi bahasa Wolio (Buton) Buah karya Sultan nan Adil Kumengaranginya sebagai cermin hidupku Dengan harapan dapat kuamalkan semua
107 ajaran 7. Sio-siomo Opu atarimaaku Bekuewangi incaku momadakina Kusarongia Kabanti inciasii Bula Malino kapekarunana inca Semoga Tuhan menerimaku (menolongku) Akan kulawan segala perangai jahatku Kunamai karangan puisi ini Purnama jernih pelembut perangai 8. E, karoku bega-bega umalango Inda ufikiri kampodona umurumu Matemoitu taomo papogaako Te'malingu sabara mangaanamu Wahai diriku jangan kau mabuk kepayang Tidakkah kau pikirkan pendeknya umurmu Kematianlah nanti yang akan memisahkanmu Dengan segala anak cucumu 9. Temoduka sabara ahaliymu Temalingu mia sampomataumu Temoduaka sabara musirahamu Wutitinai tawa mosagaanana Demikian juga dengan Ahli keluargamu Dengan semua orang yang pernah kau kenal Demikian juga semua handai taulanmu Semua famili juga orang lain 10. E, karoku adaadari karomu Nawusuumu bega-bega uosea Tabeanamo nawusuu raodhia Tenawusuu sarongi mardiiya Wahai aku ajar-ajarilah dirimu Hawa nafsumu jangan selalu kau turuti Kecuali nafsu Raadhia (sifat rela) Dan nafsu yang dinamakan ivardiyah (yang diridhoi) 11. Moosarewu Guru bemoadariko Inda molawana adaadari karomu Motuaapa kaasina mia itu Inda beakawa kaasimu ikaromu Biar seribu guru yang mengajarimu Tak ada taranya bila kau mengajari dirimu Bagaimanapun rasa kasih orang lain Tiada selaras rasa kasihmu pada dirimu 12. E, karoku menturu usambahea Teupoasa inuncana Ramadhani Fitaraamu boli umalingaia Palimbaia Akhirina Poasa Wahai diriku rajin-rajinlah bersembahyang Juga berpuasa dalam Bulan Ramadhan Zakat fitrahmu jangan lalaikan Keluarkan pada akhir Puasa 13. E, karoku incamu pekangkiloa Ngangarandamu boli umanga pipisi Tee'moduka boli umanga pisaki Fikiria katambeana karomu Wahai diriku perangaimu perlu dibersihkan Kata hatimu jangan mencemohkan Dan juga jangan kau memandang enteng Pikirkanlah hina dinanya kejadianmu 14. Uwe satiri baanamo minaamu Simbouduka Kadadi maka itu Incana tana naile uhancurumo Air setetes awal mula asalmu Sama kejadiannya dengan segala hewan Di dalam tanah juga nanti kau bakal hancur
108 Uposalamo tetanana qoburumu Kau bercampur nanti bersama tanah kuburmu 15. E, karoku fikiria mpuu-mpuu Okakawasa tangkanamo idunia Okalalaki sabutunamo iwei Teemalingu kabelokana dunia Wahai diriku pikirkanlah sunguh-sunguh Kekuasaan hanya didunia fana ini Kebangsawanan hanya disini juga Bersama segala cantik moleknya duniawi 16. Akawaaka naile muri-murina Amapupumo bari-baria siitu Tangkanamo totona inca mangkilo Bemolagina naile muri-murina Bila nanti tiba esok hari terakhir Maka sirnalah segala sesuatu itu Kecuali dhamir kata hati nan bersih Yang bakal abadi diesok hari terakhir 17. E, karoku togasaka mpuu-mpuu Okadakina fitanaana dunia Pamana bose padaaka uhelamo Inda beulagi ilipu podagaamu Wahai diriku waspadalah sungguh-sungguh Tentang kejahatan fitnah dunia Ibarat berangkat sejenak lagi layar terkembang Kau tak kekal di negeri niagamu 18. Dunia sii'mbooresa momarungga Totula-tula iHaditsina Nabi Incema-incema mia moperawosia Satotuuna mia itu Kaafiri Dunia ini tempat tinggal yang rapuh Dikabarkan melalui Hadits-hadits Nabi Barang siapa ada yang mengingkarinya Sesungguhnya orang itu adalah kafir 19. E, karoku tawakala mpuu-mpuu Pengkinisia janji mina I Opumu Duniasii mbooresana karimbi Abarimpuu racu ibinasaaka Wahai diriku Tawakkallah sungguh-sungguh Berpegang teguhlah pada janji Tuhanmu Dunia ini tempat tinggal yang rawan Banyak sungguh racun pemusnah 20. Ominaana racu ibinasaaka Oporango pokamata opebou Oslitumo mokawana inamisi Morimbitina incata momalapena Kedatangan racun pemusnah itu Melalui pendengaran, pandangan dan pembau Itulah yang menyusup dalam rasa Mempengaruhi perangai kita yang baik 21. Mbooresana nawusuu momadaki Polotaana ruambali Lupe-lupe Osiitumo ewalita molagina Mototapuna incana karotasii Bersemayamnya hawa nafsu jahat Bertempat di antara rongga dada Itulah musuh kita nan abadi Yang tinggal menetap dalam tubuh kita 22. Kaewangina ewali inciaitu Zikirillahi menturuakeampuu Incamuitu pekaekaiampuu Oparintana Oputa momakaana Untuk melawan musuh demikian itu Zikrullah diamalkan terus-menerus Perangaimu itu jadilah tunduk dan patuh Pada perintah Tuhan kita Maha Perkasa
109 23. Tee menturu urango oni malape Kaadarina pai mia Shaalihi Boli panganta urango kaadari Barasalana betao bahagiamu Sering-seringlah mendengarkan kata-kata baik Yaitu ajaran para Orang Shalih Janganlah engkau bosan mendengar petuah Moga-moga bakal menjadi kebahagiaanmu. 24. Oseampuu saru imalapeaka Malinguaka oni irangomuitu Kawanamo minana imagilana Neoitumo saro imalapeaka Ikuti terus petunjuk bernilai baik Dan segala tuntunan yang engkau dengar Walaupun itu mungkin ucapan orang gila Kalaulah merupakan hal yang baik guna 25. Akoonimo Khaatimah o Rusuli Muhammadi Saidinaa Anbiyaai Alea komiyu katau incia itu Hengga katau imulutuna binate Telah bersabda Penutup para Rasul Muhammad Penghulu segala Nabi Ambillah kalian pengetahuan demikian Sekalipun melalui mulut binatang 26. E, karoku bega-bega mengkooni Neukoni sabutuna haejati Pekalapea incana mia rangamu Teupakawa maksuduna incamu Wahai diriku jangan selalu banyak cakap Bila kau mengucap cukuplah seperlunya Perbaikilah perasaan sesamamu Dan sampaikanlah maksud hati sanubarimu 27. Kamengkooni dala imarimbiaka Simbaunamo tula-tulana Kitabi Tee lelena kalabiana Nabiy Telolitana Karaamatina Wali Tee lakuna pai mia Shalihi Seringkali banyak bicara hal yang rawan Seperti itu penyampaian melalui Kitab Juga merupaka berita kelebihan Nabi Dan kemampuan karamah para Wali Juga perilaku para Orang Shalih 28. Sumana boli ubotukia waajibu Tee malingu faradhuu ikaromu E, karoku boli upake pewuli Uboasaka saro indaa motindana Asalkan jangan kau putuskan kewajiban Demikian juga semaua fardhu pada dirimu Wahai diriku jangan gunakan kebohongan Kau ucapkan segala hal yang tak jelas 29. Barangkalana pakemo incia itu Umadakimo ilipu ruaanguna Neukooni sabutuna haejati Tontomakea laengana morangoa Apabila kau gunakan cara demikian Maka binasalah engkau pada dua negeri Bila engkau bergurau jangan lampaui batas Perhatikan yang layak bagi pendengarnya 30. Neukabonga podosabu-sabutuna Upekalape incana mia rangamu Tabeanamo teantona banuamu Indaa pokia meatolabe saide Bila engkau bergurau hendaklah berpasangpasangan Sekedar menggembirakan hati sesamamu Kecuali bersama isteri dan anak-anakmu Tiada mengapa bila terlanjur sedikit 31. Patotapu rouna pomananea Kelanggengan sebab kebiasaan
110 Upekatangka sarona pomisiraha Ijtihadi amboore idunia Nunuampuu saro imalapeaka Mempererat bermaksud mencari teman Usaha keras bertempat di dunia ini Ikuti terus yang namanya kebaikan 32. Sio-siomo Opu apaliharako Ihuru-hara naile muri-murina E, karoku paikhlasi incamu Patotapua poaromu i Opumu Semoga kiranya Tuhan Allah melindungimu Dalam huru-hara esok, hari kemudian Wahai diriku ikhlaskanlah hatimu Tetapkanlah berhadapan pada Tuhanmu 33. Pengkenisia Agamana Nabimu Teuosea kaadarina Gurumu Mia rangamu maasiakeampuu Simbou duka maasiaka karomu Pegang teguhlah Agama Nabimu Dan ikuti Amanah Gurumu Sesamamu manusia kasihi selalu Sebagaimana Engkau mengasihi dirimu 34. Tuamoitu tuturana Mukmini Mboo-mboore incana dunia siy E, karoku ikhlasi atopene Rahasiana Oputa mopewauko Demikianlah tatacara hidup Mukmin Selama engkau tinggal didunia ini Wahai diriku ikhlas itu tinggi nilainya la merupakan Rahasia Tuhan Penciptamu 35. Adikaaka inca imaasiaka Ngangaranda batua imimiaka Oikhlasi Rahasia motowuni Kalabiana batua moshaalihi Diletakkan dalam hati yang dikasihi Yaitu hati sanubari hamba tersayang Ikhlas itu adalah rahasia tersembunyi Sebagai kelebihan hamba yang shaleh 36. Osiytumo jauharana 'Amala Mosuluwina bari-baria batua E, karoku pekatangka pengkenimu Itiqadimu boli akadoli-doli Yang itulah jauhar-mutiara amal Yang menerangi segenap hamba Wahai diriku teguhkanlah peganganmu Itikadmu jangan sekali-kali meleset 37. Matemoitu padaa umbatikomo Hari Qiyamah padaa ulaahirimo Iweitumo Huru-hara momaoge Sukaraana bari-baria batua Maut itu tak lama lagi mandatangimu Hari Qiamat lagi bakal bangkit Saat itulah huru-hara terbesar Kesukaran yang dialami semua hamba 38. Atotimbangi bari-baria Amala Imiizani Kaloesa mobanara E, karoku ombu padaa umbamo Beabukea naile dunia sii Saat itu ditimbanglah segala amal Pada Mizan timbangan paling benar Wahai diriku, asap tebal tak lama lagi datang Bakal memenuhi nanti dunia ini 39. Amalalanda agalapu apoposa Moosaide indamo tekainawa Itumoduka kaheruana batua Pokeni lima paiaka Islamu Gelap gulita sangat pekatnya Walau sedikit jua tak ada lagi penerang Itu jualah kesusahan para hamba Menjabat tangan siapa saja 40. Teakooni manga inciasiitu Inciamosii Zamani betamatemo Sembari mengusap mereka itu Kini saatnya zaman mana kita semua mati
111 Potangisimo paiaka islamu Atangimompuu aoge-oge incana Saling menangisilah antara sesama Muslim Mereka menangis sesungguh hati 41. Audanimojanji minai Nabi Hari Qiamah padaaka umbamo Salana manga poma'a-ma'afuaka Nedaangia tesalana mangengena Mereka mengingat janji dari Nabi Bahwa hari kiamat tak lama 'kan tiba Kesalahan mereka saling maaf-memaafkan Bila ada kesalahan masa lampau 42. Apentaamo Hukumu minai Opu Opeamobara bemokoruana sii Atangimpuu bari-baria siitu Audanimo karunggaana ' Alamu Mereka menunggu hukuman dari Tuhan Apalah kiranya yang bakal wujud nanti Sama menangislah sungguh mereka itu Mereka mengingat bila dirombaknya 'Alam 43. Teafikiri banguna Hari Qiamah Betuaapa naile ingkita siy E, karoku keniakameampuu Dunia siy padaaka marunggamo Dan memikirkan keadaan Hari Qiamat Bagaimanakah kiranya nanti kita ini Wahai diriku berpegangteguhlah sungguhsungguh Dunia ini tak lama lagi 'kan berantakan 44. Ngalu makaa padaaka atumpumo Bemorunggana bari-baria kabumbu Teamatuu bari-baria andala Teakolendu suma-sumana kaka Badai dahsyat tak lama lagi melanda Kan merombak bukit-bukit dan gunung Bakal kering pulalah semua samudera Dan terjadi gempa bumi yang sangat dahsyat 45. Osiytumo karunggaana 'Alamu Kapupuana bari-baria batua Afanaamo malingu kadaangia Soomo Opu molagina mobaqaa Demikian itulah dirombaknya Alam Habis binasanya semua hamba Maka sirnalah segala keadaan Tinggallah Tuhan Allah kekal abadi 46. Alamu siy ambulimo anainda Simbou duka daangia i Azalii Patapulu Tauna tuasiytu Beafanaa bari-baria batua 'Alam maya ini kembali tiada Seperti semula dalam Azalii Selama empat puluh tahun kira-kira Fanaa-sirna semua makhluk 47. Siympomini ambuli adaangia Osiytumo kadaangia molagi E, karoku rangoa tula-tulana Kadaangia naile muri-murina Kemudian kembali keadaan lain Yang itulah keadaan abadi Wahai diriku, dengarkanlah Keadaan esok hari terakhir 48. Baabaana akowao Rahmati Asapomai minaaka i Arasiy Apepat ai bari-baria qoburu Amemeiki pai karomu binasa Diawali dengan turunnya hujan Rahmat Turunnya datang berasal dari Arasy Tercurah pada semua perkuburan Menggenangi semua jasad binasa 49. O Rahamati minai Opu Rahiimu Rahmat itu berasal dari Tuhan Penyayang
112 Beapabangu bari-baria batua Baana bangu naile muri-murina Malaa 'ikati Patamiana siytu Bakal membangkitkan semua hamba Pertama bangkit esok Hari Kemudian Malaikat berempat mereka itulah 50. Akoonimo Oputa momakaana Lipa komiyu inuncana Sorogaa Beualea Mahkutaa molabina Tee malingu pakea momuliana Berfirmanlah Tuhan Maha Perkasa Pergilah kalian masuk dalam Surga Ambillah Mahkota bernilai Dan segala busana kemuliaan 51. Tee Tombi Liwaa 'ulhamdu Tee Buraqu mosakalina kaliga Tau Nabi Batua i labiaka Muhammadi Rasulu imimiaka Ambillah juga bendera Liwaa 'uihamdu Bersama Buraq yang sangat lincahnya Teruntuk Nabi hamba yang diutamakan Muhammad utusan yang diistimewakan 52. Oinciamo mia imaasiaka Syafa ati pai mia mokodosa Ihuru-hara naile muri-murina Tee azabu siksaa Narakaa Beliau itulah orang yang paling disayang Untuk mensyafa'ati orang-orang berdosa Pada huru-hara esok Hari Kemudian Dalam azab siksa naraka 53. Tearangani mokurana fahalana Yapaiaka Mukmini Ummatina Sambulina manga Malaaikati itu Aminaaka inuncana Soroga Juga menambah yang kurang fahalanya Kepada siapa saja Mukmin Ummatnya Setelah kembali para Malaikat itu Datangnya dari dalam Surga 54. Apenunumo Qoburuna Muhammadi Imuhusyara molabina kalalesa Sakawana manga itanga-tangana Agoramo Ruuhil Amina Mulai meneliti kubur Nabi kita Di Padang Mahsyar nan luas Setelah tiba dipertenganan Padang Maka berseruhlah Ruhul Amin 55. Jibiriilu motunggunamo Wahii Oandeana bari-baria Rasulu Tee banguna gorana Jibiriilu Yapaimea qoburuna Muhammadi Yaitu Malaikat Jibril penjaga Wahyu Teman dekat segala Rasul Adapun seruan Jibril itu Dimana gerangan letak kuburan Nabi 56. Salapasina gorana Jibiniilu Amawetamo tana qoburuna itu Abangumo Nabi minai tana Kaa uncura ibaana qoburuna Setelah selesai seruan Serta merta terbelalah tanah kubur itu Maka bangkitlah Nabi dari tanah Kemudian duduk tepat arah kepala 57. Teasapui jangkuna momuliana Tee baana motopenena kawondu Teasapua ngawu tana qoburuna Apekangkilo Badana moalusuna Sembari mengusap janggut kemuliannya Juga bagian kepala berbau harum semerbak Setelah itu diusap pula debu tanah kuburnya Untuk membersihkan badannya yang halus 58. Teapoili ikaai ikaana Serta menolek arah kiri-kanan
113 Bari-baria daangia mampada Alausakamo abaki Jibiriilu O Nabiyta Syafi 'il Ummati Semuanya masih dalam keadaan rata Langsung saja Beliau menanyai Jibril Nabi kita pemberi Syafa'at pada Umat 59. Jibiriilu maipo paumbaaku Opeamo bara eona inciasiy Akoonimo Jibiriilu siytu Osiytumo Eo syafaa 'atimu Jibril kemari, Anda beritahu Aku Apakah kiranya hari sekarang ini Maka berkatalah Jibril itu Sekaranglah hari untuk Engkau mensyafa'ati 60. Teakakaro maqamu kapujiamu Beuagoa Ummati mokodosana Akoonimo Syafi 'il Ummati Alaihi Shalawa te Salaamu Dan berdirilah makam tempat kepujianmu Untuk menolong Umat yang berdosa Berkata Nabi SyaƱ'il Ummat Atas kesejahteraan dan Salam bahagia 61. lyapaimo manga Ummatikusiy Uluna bara incanamo sikisaa Akoonimo Jibiriilu siytu O Ummatimu indapo temobanguna Di mana gerangan sekalian Ummatku Apakah kiranya semua dalam siksaan Maka berkatalah Jibril itu Ummatmu belum lagi bangkit 62. Aharamu porikana beabangu Malinguaka yapai Maanusia Tabeanamo porikanapo ingkoo Torobanguna minaaka iqoburu Haram bagi mereka mendahului bangkit Semua makhluk bernama manusia Kecuali setelah Anda mendahului Yang bangkit pertama dari kubur 63. Kabeabangu Mia mosagaanana Itumoduka rouna kamuliamu Kaabangu Shidiqi mobanarana Abu Bakara oamana 'Aisyaa Kemudian menyusul bangkit orang lain itu Demikian itulah rupa kemuliaan Kemudian bangkit Siddiq pembenar Abu Bakar ayah Sitti Aisyah 64. Kaabangu Umara mo'adilina Ruamiana Sahabati molabi Kaapake manga Talumiaia Malinguaka pakea i Soroga Lalu bangkit Ummar nan Adil Kedua Beliau adalah sahabat utama Nabi Kemudian pakai busana mereka bertiga Segala pakaian indah dari Surga 65. Omahkutaa teizari momulia Tee kausu motopenena kalape Osawikana podu Buraqu molabi Apiliakea inuncana Sorogaa Mahkota bersama sarung kemuliaan Disertai terompah bermutu tinggi Tunggangannya semua Buraq utama Merupakan pilihan dalam Surga 66. Osiytumo kamuliangina Opu Akukumbai Batua Talumiana Salapasina pada incia siytu Alingkamo manga Talumiaia Demikian itulah penghormatan Tuhan Melayani Hamba-Nya yang tiga Lepas sesudah perlakuan itu Maka berlalulah mereka bertiga 67. Aporikana Sidiqi tee Umara lyaroana Syafi'il Ummati Maka memandulah Siddiq dan 'Umar Dihadapan Nabi Syafi'il Ummat
114 Motutunia Nabita molabina Sakabumbua podo Malaa'ikati Menyusul dibelakang Nabi kita yang utama Segenap penjuru penuh Malaikat 68. Tee moduka yapai moiringia Ikaanana teweta ikaaina Kambeli-mbeli manga incia siytu Imuhusyara molabina kalalesa Demikian juga yang turut mengiringi Baik disebelah kana maupun dibagian kiri Berjalan-jalan mereka itu Di Padang-Mahsyar nan sungguh luas 69. O Nabiyta toku-toku Ummatina Teapentaa paimia mobanguna Israafili atowi Sangkakala Beapabangu paimiana qoburu Nabi kita mencari-cari Ummatnya Sambil menunggu siapa gerangan lagi yang bangkit Israfil meniup lagi Sangkakala Untuk bangkitkan semua penghuni kubur 70. Sarangona suarana Sangkakala Posabangumo sumbe-sumbere qaumu Kawanamo kadadi obinata Aposabangumo naile imuhusyara Setelah mereka mendengar suara Sangkakala Maka bangkitiah masing-masing kaum Sampai pula pada makhluk hidup dan binatang Semuanya bangkit esok di padang Mahsyar 71. Sakamatana Nabita molabina Yapaiaka mia mobanguna itu Aabamo Nabita molabina Jibiniilu sumakomo Ummatiku Setelah memandang Nabi kita nan utama Oleh mereka semua yang bangkit itu Maka bertanyalah Nabi kita nan utama Wahai Jibril mereka itulah ummatku 72. Akoonimo Jibiriilu siytu Manga sumako mincuana Umatimu Indaa mangenge padana tuasiytu Aumbalakamo maanusia mobari Maka menjawablah Jibriil Yang mereka-mereka itu bukanlah Ummatmu Tak lama kemudian sesudah itu Berdatanglah manusia sangat banyak 73. Abukemea yapai anguna tombu Tee malingu tarafuna mbooresa Akoonimo Jibiriilu siitu Muhammadi sumakomo ummatimu Mereka penuhi segala tempat berkapling Bahkan sampai pada ujung tempat tinggal Maka berkatalah Jibril itu Hai Muhammad mereka itulah Ummatmu 74. Alipamo Nabiia molabina Abakia manga Ummatina itu Tuaapamo komiu namisimiu Mboo-mboore incana qoburumiu Maka pergil ah Nabi kita nan utama Bertanya-tanya pada semua Ummatnya itu Bagaimana gerangan perasaan kalian Selama kalian tinggal di dalam kuburmu 75. Sarangona manga incia siytu Posatangimo bari-baria siytu Setelah mereka mendengar tanya itu Mereka semua pada menangis
115 O Nabiita Syafril Ummati Atangimoduka aoge-oge incana Nabi kita pemberi Syafa'at Ummat Menangis pula tersedu-sedu 76. Kama-kamata manga Ummatinaitu Osiytumo rounamo kaasina. E, karoku fikiria mpuu-mpuu O kaasina temalingu Ummatina Menyaksikan keadaan Ummatnya itu Demikian rupa karena rasa kasihnya Wahai diriku, pikirkanlah sungguh-sungguh Betapa kasihnya Nabi pada Ummatnya 77. Opeabara inda ituru akamiu Beuosea yapai kasameana Kasameana Nabiita molabina Tapatotapu Kaekata i Oputa Apa sebabnya kalian tak tunduk patuh Untuk mengikuti segala pesannya Pesan penyampaian Nabi kita nan mulia Kita kukuhlah rasa takut pada Tuhan 78. Tetasabara yapaiaka balaa Tetaredha malinguaka qadhaa Tetasyikuru i Oputa momalangana Adawukita Ni'mati bari-bari Disertai kesabaran pada segala cobaan Dengan merasa ridha pada segala ketentuan Kita bersyukur pada Tuhan Maha Tinggi Yang telah beri kita Nikmat yang banyak 79. Ni' imatina atopene kabarina MomaogenaNi'imati Islamu E, karoku musu padaa umbamo Ngalu helaa padaaka atumpumo Nikmat-Nya sangat berlimpah banyaknya Yang paling besar adalah Nikmat Islam Wahai diriku musuh segera 'kan tiba Angin untuk berlayar segera 'kan menerpa 80. Pamondomea kasangkana sawiana Pentaaka waktuuna helamu Matemoitu hela indamo bancule Osiytumo bosemo satotuuna Benahilah kelengkapan tumpanganmu Persiapan menunggu waktu berlayarmu Kematian itulah keberangkatan ta' kunjung balik Itulah pelayaran yang sesungguhnya. 81. Indamo ambuli paimia molingkana Moporopena idala inciaitu Matemoitu intaana 'A limu Toku-tokuna paimia Shaalihi Tak pernah kembali semua orang yang pergi Yang menuju pada jalan demikian itu Sa'at kematian itu yang ditunggu orang berilmu Juga sebagai dambaan semua orang Shalih 82. Tau sawika motopenena kalape Oiimani tashidiqi momatangka Okokombuna alaakea Khaofu Pangauwana bakeakea Rijaa Untuk tumpangan yang sangat baik Adalah keimanan pembenaran yang kukuh Sebagai tiangnya ambilkanlah rasa takut Layarnya gunakanlah harapan pasti 83. Musyaahida betao kapabelona Mujaahidabetao parabosena Kinaa'ati kamondona rabutana Rinaa'ati katangkana kabokena Pandangan bathin sebagai layar penyetir Usaha giat sebagai awak pendayung Sifat hati-hati kelengkapan tali-temali Sopan santun sebagai penguat ikatan
116 84. Olinaitu mopatotona porope Oikhlasi totona inca mangkilo Opadomana mosusuakana dala O Kuraani te Haditsina Nabii Kemudinya itu pelurus haluan Yaitu keikhlasan tatapan hati nan suci Pedomannya sebagai penunjuk jalan Yaitu Al Qur'an dan Hadist Nabi 85. Obanderana sulaakea Zuhudu Tombi-tombina Zikiri te Tasbehe Jurubatuna Syaraa'il Laahiri Jurumodina Ilimuu Baathini Benderanya kibarkan bernama Zuhud Umbul-umbulnya berupa zikir dan tasbih Penjaga karang berupa Syari'at yang wujud Pemegang kemudi adalah Ilmu Bathin 86. Mopolumena Madadi minai Guru Anakodana Hidaiyatina Opu Asangkaaka kamondona helaitu Tawakalamo poaromo i Opumu Penjaga pompa air bahan ajaran dari Guru Nahkodanya adalah Hidayatullah Setelah sempurna kelengkapan pelayaran itu Maka berserah dirilah menghadap Tuhan-Mu 87. Adikaaka ngalu ihelaakamo Patotomea poarona bangkaitu Botukimea Lipu imbooresimu Musirahamu teantona banuamu Setelah menerpa angin untuk berlayar Maka luruskanlah arah Bahtera itu Putuskanlah kehidupan duiniawi bekas tempat tinggalmu Handaitolan juga keluarga isi rumahmu 88. Pepuumea Kambotu motopenena Zikrillahi LAILAAHA ILLALLAH Neakawako garurana-Syeethani Tangasaana daangiapo uhela Mulailah pusatkan ingatan nan sangat jitu Mengingat Allah, tiada Tuhan selain Allah Bila datang senda guraunya Syetan Saat-saat engkau dalam pelayaran 89. Patotomea poarona bangka itu Pangauwana boli utaurakea Osiyutmo osoo imapasaaka Neatosala puropena bangka itu Maka luruskanlah haluan Bahtera itu Jangan sekali - kali kau turunkan layar Karena hal demikian bakal pecah berantakan Bila meleset haluan Bahtera itu 90. Mapasaaka bangka inciasiytu Okarugimu naile muri-murina Osiytumo kapadaa momadaki Isarongimo Su'ul Khaatimah Dan bila pecah berantakan Bahtera itu Bakal jadi rugimu esok kemudian hari Itulah kesudahan yang paling buruk Yang disebut Su'ul Khatimah keburukan Penentuan 91. Ulapamo i Ummatina Nabii Usalamea Miylati Islamu E, Wa Opu patotapua incaku Opoaroku kutontomaka Zatumu Wahai Tuhan Ku, tetapkanlah hatiku Kala kumenghadap memandang Zat Mu. 92. Imani motopenena karoso Kapupuana te Husnul Khaatimah Wasalallahu 'Alaa Saiydinaa Bersama Iman yang paling ketat Dan penghabisannya dengan Husnul Khatimah (kebaikan penutup)
117 Muhammadin Wa'Alaa Alihi Wasahbihi Wasallam Walhamdulillahi Rabbil Alamina Kesejahteraan atas Penghulu kami Muhammad Juga atas keluarga dan para sahabat Beliau mendapat keelamatan dan segala puji kita kembalikan pada Allah Tuhan Seru Sekalian Alam. 5.2. Jenis-jenis Permainan Tradisional Permainan tradisional masyarakat Buton dapat digolongkan sebagai berikut: - Pebudo - Pelojo - Pekaleko - Kabawa-bawa - Pebaguli - Pe ase - Pekandoke-ndoke - Pekabeteki - Pekatende - Kasidu-sidu - Pekamanu-manu koo - Pebaji - Kabuenga - Kabuni-buni - Kaoda-oda - Pekasidu-sidu
118 - Separaga - Pegolu - Enggo - Kasidu-sidu - Kamanu-manu ko - Kabonto-bonto 5.3. Lagu Tradisional Keanekaragaman suku bangsa yang mendiami pulau Buton ternyata berdampak juga pada keanekaragaman lagu- agu tradisional masyarakat Buton, antara lain: a. Lagu Kadandio b. Lagu Waopu c. Lagu Wala-walangke d. Lagu Kamba manure e. Lagu Wande-wande f. Lagu Ngkalole g. Lagu Badenda h. Lagu Tiga Jiku i. Lagu Bue-bue j. Lagu Maludu k. Lagu Batanda l. Lagu Bua-buante Lola m. Soi Laompo
119 n. Wailala o. Maula 5.4. Seni Tari Tari tradisional yang dimiliki oleh masyarakat bekas wilayah kesultanan Buton mempunyai arah yang berbeda-beda. Beberapa tari tradisional yang kita miliki sangat beraneka ragam yang dikelompokkan sebagai berikut: a. Tari Pertunjukan 1. Tari Linda 2. Tari Pajoge - ngibi b. Tari pergaulan Tari pergaulan terdiri atas: 1. Tari Tompa 2. Tari Alionda Tarian ini sangat digemari oleh masyarakat Kolensusu/Kabupaten Buton Utara. Tarian ini dimainkan oleh laki-laki dan perempuan. Tarian ini menggambarkan pengawasan wanita remaja, termasuk usaha pemuda remaja dalam mencari pasangan hidupnya. 3. Tari Wabelo Tari ini berasal dari Katobengke. Tari Wabelo menggambarkan keadaan masyarakat dalam mencari pasangan hidup, adat negeri mengatur
120 masyarakat, mentaati aturan kehidupan. Tarian ini dimainkan oleh remaja putri.
121
122
123 4. Tari Bosu c. Tari Pengobatan Tari ini menggambarkan suka duka puteri raja dalam masyarakat semua puteri yang dewasa diadatkan harus menjalani adat posuo selama 8 hari siang dan malam. d. Tari Penjemputan 1. Tari Galangi Tari Galangi adalah tarian yang dimainkan oleh Komponyia (pasukan inti Kesultanan). Komponyia terdiri atas 11 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 7 orang, sehingga secara keseluruhan berjumlah 77 orang. Mereka adalah pasukan inti Kesultanan Buton. Dari 11 regu itu, 5 regu atau 35 orang menjadi pasukan pengawal pribadi Sultan, 4 regu atau 14 orang menjadi pasukan pengawal pribadi Sapati dan 2 regu menjadi pasukan pengawal kedua orang Kapitalao masing-masing 2 regu (14 orang). Dalam keadaan damai tari Galangi diperagakan pada upacara pelantikan Sultan, untuk menghormati tamu-tamu, dan pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. e. Tari Hiburan dan Tari Bela Diri
124 1. Tari Mangaru Tari Mangaru dan Tari Mencei adalah tari perang yang ada dihampir seluruh wilayah
125
126
127 Kabupaten Buton. Tarian tersebut merupakan tarian rakyat yang diperagakan pada pestapesta rakyat, seperti; pesta panen. Namun, pada hakekatnya, tarian Mangaru Mencei adalah sarana latihan perang-perangan agar rakyat selalu terbiasa melakukan adeganadegan perang. Tari mangaru terdiri dari 2 orang yang masing-masing menggunakan senjata keris atau pedang sedang Tari Mencei dilakukan secara massal. Belakangan lahir pula suatu tarian rakyat, yaitu tari bela diri dengan tangan kosong, disebut "Balaba". Tarian ini banyak dinikmati masyarakat terutama generasi muda. 2. Tari Lariangi Tari Lariangi diperagakan beberapa orang gadis dengan pakaian adat khusus, semula hanya ditampilkan dalam Istana Sultan (Kamali) dan hanya ditonton oleh para pejabat tinggi Kesultanan atau tamu agung tertentu. Sedangkan tari Linda dan Alionda dapat di saksikan oleh masyarakat umum. Ketika paham tasawuf berkembang pesat di Buton ternyata sangat mempengaruhi moral dan kepribadian masyarakat Buton khususnya masyarakat wolio, hingga
128 menyebabkan tergesernya ketiga jenis tarian tersebut dari lingkungan istana maupun dari masyarakat luas. Tarian Lariangi kemudian dipindahkan ke Barata Kaledupa, Linda ke Barata Wuna, dan Alionda ke Barata Kolencusu (Kalisusu). Disanalah ketiga jenis tarian tradisional tersebut dilestarikan dan masih terpelihara baik hingga saat ini. 3. Tari Katambe Tari ini berasal dari Waborobo, merupakan tarian perang. Pemainnya satu lawan satu atau lebih. Tari ini dimainkan saat pesta panen. 4. Tari Pencak Silat Semua kelompok tari tersebut di atas merupakan yang dikenal masyarakat peninggalan budaya kesultanan Buton sejak dahulu kala sampai saat ini masih tetap dipelihara dengan baik oleh masyarakat Kota Bau-Bau, Kabupaten Buton, Wakatobi, dan Bombana. Sebagai daerah berupaya melestarikannya agar tetap utuh dan megah dalam kikisan arus perkembangan. Dengan demikian keutuhan jiwa persatuan antarmasyarakat Kota Bau-Bau, Kabupaten Buton, Wakatobi dan Bombana akan tetap terbina dan terpelihara. Hal ini akan sesuai dengan karakter makhluk manusia bahwa daerah yang pernah bersatu
129 sependeritaan dan sepenanggungan setelah berpisah masih ada tali silaturahmi yang tidak putus. Penghubung keduanya adalah budaya dan termasuk tari tradisional yang masih dimiliki oleh setiap daerah sesuai kelompoknya .
130 DAFTAR PUSTAKA A. Mulku Zahari, 1977. Sejarah dan Adat Fiy Darul Butuni Jilid 1,2,3. Depdikbud Jakarta. Abdul Rahim Yunus, 1995. Posisi Tasauf Dalam Sistem Kekuasaan di Kesultanan Buton pada Abad ke-19. Jakarta INIS. Arif Rahman (Saduran), Kabanti Bula Malino. Besthyn La Kebo dkk dan Hariyati Soebadiyo dkk, 1979. Adat dan Upacara Perkawinan Sultra, Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan daerah Sultra. Budi Wahidin, dkk, 2003. Upacara Siklus Hidup (Life Cycle) Manusia. Kerjasama Dinas Diknas dan Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Kota Bau-Bau dan Pusat Kajian dan Konservasi Kebudayaan Buton Yayasan Budi Mulya Bau-Bau. Burhanuddin dkk dan Hariyati Soebadiyo dkk, 1979. Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Sultra. Depdikbud Jakarta.
131 Hazirun dan AA Kudus, 2006. Permainan Rakyat Tradisional Wolio. Kerjasama Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Kota Bau-Bau dan LSM Cakrawala. Husein A. Chalik dkk, 198. Arti Lambang dan Fungsi Tata Menanamkan Nilai-Nilai Rias Pengantin dalam Budaya Propinsi Sultra. Depdikbud Sultra. Ikhtisar Adat Istiadat dan Budaya Masyarakat Buton, Yayasan Kraton Wolio Buton. Kabupaten Sulawesi Tenggara Fase Perkembangan ke Status Propinsi. Diperbanyak Biro Hukum Sekretariat Wil. Daerah Tingkat I Sultra. Kumpulan Olahraga Tradisional. Depdiknas 2004. LA Muchir, 2003. Sara Patanguna, Memanusiakan Manusia Menjadi Manusia Khalifatullah di Bumi Kesultanan Butuni. Galampa Wolio Butuuni. La Ode Madu, 1983. Merintis Buton Wolio Morikana. Kasi Kebudayaan P dan K Kabupaten Buton. La Ode Zaenu, 1985 Buton Dalam Sejarah Kebudayaan. Surabaya, Suradipa. Muslinang S, 2007. Mengungkap Tabir Kisali Perjalanan Wa Kaakaa suatu Studi tentang Ratu Buton I, Kerjasama Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Kota Bau-Bau dan LP3SD.
132 Said D dkk, 2006. Biografi Oputa Yikoo Sultan Buton 20 dan 23 (Himayatuddin Muhammad Saidi) sebagai Pahlawan Nasional. Kerjasama Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Kota Bau-Bau dan Yayasan Kraton Wolio Buton. Said D, 2006. Menelusuri Jejak Kota Bau-Bau Dalam Lintas Sejarah Nusantara. Kerjasama Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Kota Bau-Bau dan Yayasan Wasalamata. Susanto Zuhdi dkk, 1996. Kerajaan Tradisional Sultra: Kesultanan Buton. Jakarta, Depdikbud. Susanto Zuhdi, 1999. Desertasi, Labu Rope Labu Wana Sejarah Butun Abad XVII-XVIII. Pascasarjana Universitas Indonesia.