The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Permainan rakyat banten ini untuk melestarikan permainan tradisional yang berada di daerah banten agar tidak punah dan tetap terjaga kelestariannya. permainan rakyat banten juga memiliki banyak manfaat dalam kehdupan sehari-hari dan kesehatan pada tubuh.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Ipat rahmawati, 2020-10-27 08:28:20

PERMAINAN RAKYAT BANTEN

Permainan rakyat banten ini untuk melestarikan permainan tradisional yang berada di daerah banten agar tidak punah dan tetap terjaga kelestariannya. permainan rakyat banten juga memiliki banyak manfaat dalam kehdupan sehari-hari dan kesehatan pada tubuh.

Keywords: permainan rakyat banten

5. Prosedur / Skenario Permainan :

 Menyiapkan Egrang

 Menegakkan Egrang dan sedikit condong ke depan

 Posisikan Egrang tidak sejajar. Salah satu kaki egrang harus di depan dan satunya di

belakang.

 Mulai menginjakkan salah satu kaki pada pijakan Egrang diikuti kaki satunya.

 Mulai berjalan di tempat dan jangan berhenti jika tidak yakin pada posisi seimbang.

 Jika merasa akan terjatuh, jatuhkan kaki di antara Egrang.

 Usahakan bermain di tempat yang luas.

6. Setting / Gambar :

7. Komentar : Permainan tradisional egrang ini sudah jarang ditemui di
zaman sekarang, karena banyak anak-anak dizaman
sekarang yang sudah melupakan permainan-permainan di
zaman dulu.Anak di zaman sekarang lebih mengenal
permainan di handphone yang canggih. Selain itu juga
kurangnya dilestarikan permainan egrang. Yang
menyebabkan semakin dilupakannya permainan.

DAGONGAN

1. Jumlah atau Peserta Permainan : 7 orang , 5 Inti dan 2 cadangan

2. Deskripsi : Dagongan adalah permainan olahraga tradisional yang

mempergunakan bambu dengan ukuran tertentu sebagai

alat mengadu kekuatan untuk saling mendorong antara

regu yang satu dengan regu yang lain. Permainan Olahraga

tradisional dagongan ini merupakan kebalikan dari

permainan tarik tambang. Untuk tarik tambang dalam cara

bermain dengan saling manarik, sedangkan untuk

permainan dagongan, kedua regu saling mendorong sekuat

tenaga untuk mencari kemenangan.

3. Tujuan & Manfaat : Untuk melatih kekutan otot tangan

Untuk melatih ketahanan fisik

4. Pesiapan : Bambu

5. Prosedur / Scenario Permainan :

 Menentukan jumlah pemain yang terdiri dari 5 orang pemain

 Menimbang berat badan dengan maksimal 60 kg

 Timbang berat badan dilakukan 1 jam sebelum pertandingan

 Kemudian wasit memanggil kedua kapten regu untuk melakukan undian (tos)

 Kedua hakim garis menghitung jumlah pemain, dan memeriksa silang dari kedua regu,

selanjutnya melaporkan ke pencatat nilai dan wasit.

 Dalam melakukan dorongan, bamboo berada dan sejajar didada.

 Pemain paling belakang tidak diperbolehkan menahan ujung bambu pada dadanya.
 Wasit memberi aba-aba “bersedia”, seluruh pemain mengangkat bambu dari bawah, aba-

aba “siap” seluruh pemain memegang bambu dalam posisi siap melakukan dorongan.
Aba-aba “yaa” kedua regu saling mendorongkan bambu lurus kedepan lawannya. Peluit

dibunyikan apabila salah satu regu tanda batas serangannya dapat melewati garis serang

lawannya. Regu yang mendorong melewati garis serang lawannya dinyatakan menang 1-

0. Pertandingan dinyatakan selesai apabila salah satu regu telah memenangkan dua kali

dorongan. Apabila skor 1-1 wasit melakukan undian kembali untuk menentukan siapa

yang akan memilih tempat.

 Pada saat wasit menyatakan ya pembantu wasit mengangkat bendera warna hijau

menandakan permainan telah dimulai. Ketika salah satu regu mendorong lawannya

melewati garis serang, permainan dihentikan oleh wasit dengan bunyi peluit , pembantu

wasit menurunkan bendera hijau dan bendera merah.

6. Setting / Gambar :

7. Komentar : Permainan tradisional ini harus dilakukan oleh orang
dewasa untuk anak kecil tidak diperbolehkan. Harus
menggunakan lapangan yang tidak terlalu licin dan bambu
yang dipergunakan untuk dagongan ini harus lebih halus
agar tangan kita tidak terluka.

TAPLAK GUNUNG

1. Jumlah atau Peserta Permainan : Bebas tidak ada aturan

2. Deskripsi : Taplak gunung adalah salah satu permainan tradisional

yang terkenal di Indonesia, khususnya bagi masyarakat

pedesaan. Taplak gunung dapat kita jumpai di berbagai

wilayah di Indonesia, seperti di Sumatera, Jawa, Bali,

Kalimantan dan Sulawesi. Taplak gunung memiliki nama

yang berbeda-beda di setiap daerah. Khusus di Jawa

permainan ini disebut Engklek, dan pada umumnya

permainan ini banyak dimainkan oleh kaum perempuan.

Di beberapa tempat disebut pula dengan nama permainan

taplak, terbagi atas taplak meja dan taplak gunung. Ada
dugaan bahwa permainan ini berasal dari “Zondag-
Mandag” berlatar belakang tentang cerita perebutan sawah

yang berasal dari negeri kincir angin yaitu Belanda, versi

mereka zondag mandag pun diartikan sebagai Sunday

Monday, yang telah menyebar ke Nusantara pada zaman

kolonial Belanda.Namun ada seorang sejarawan yang

mendeskripsikan bahwa permainan taplak gunung

bukanlah berasal dari Belanda, menurut Dr. Smupuck Hur

Gronje, permainan taplak gunung adalah sebuah

permainan yang berasal dari Hindustan yang kemudian

diperkenalkan di Indonesia. Itulah yang menyebabkan

taplak gunung terkenal di kalangan masyarakat Indonesia,

meskipun setiap provinsi nya memberikan nama yang

berbeda-beda.

3. Tujuan & Manfaat : sangat bagus untuk melatih otot-otot kaki saat melompat,

yah semacam olah ragalah dan juga melatih ketepatan dan

kejelian dalam melempar gacoan ke dalam kotak yang
akan dituju.ini sangat baik untuk anak – anak dikarenakan

anak akan belajar bersosialisasi serta bisa mengurangi

potensi peningkatan obesitas pada anak.

4. Pesiapan : Batu Kecil dan Kapur

5. Prosedur / Scenario Permainan :

 Kita menggambar di atas tanah ataupun di jalan 8 kotak dan setengah lingkaran di bagian

atas sendiri

 Lalu kita beri nomor pada masing kotak

 Kemudian yang di gambar setengah lingkaran itu diberi nomor sembilan dan dibagian

setengah lingkarannya diberi nomor sepuluh

 Setelah itu kalau jumlah pemainnya hanya dua orang cukup melakukan suit untuk

menentukan siapa yang main terlebih dahulu, tapi kalau lebih dari dua bisa lakukan

dengan cara hompimpa, akan tetapi kadang-kadang untuk menentukan siapa yang duluan

bermain adalah dengan cara siapa

 yang lempar gacoannya yang berupa batu atau pecahan genteng tersebut, tepat pada

kotaknya dan juga yang paling jauh pada nomor di kotaknya, Yang paling dekat akan

mendapat urutan bermain pertama dan yang paling jauh mendapat urutan paling akhir

 Lalu setelah itu pemain mesti meloncat dari satu kotak ke kotak lainnya dengan satu kaki,

terserah mau kaki kanan atau kiri yang jadi tumpuannya

 Lalu kalau gacoannya sudah mencapai pada nomor sembilan, maka si pemain harus

mengambilnya dengan cara menghadap ke belakang dan berjongkok, tangan kita gak

boleh sampai menyentuh garis kotak, kalau sampai menyentuh garis kotak maka pemain

tersebut gagal dan harus diganti pemain lainnya. Sebelumnya bertepuk tangan 3 kali,

barulah mengambil gacoannya dengan menghadap ke belakang

 Kemudian yang terakhir jika si pemain sudah melempar gacoannya ke nomor sepuluh

dan berhasil mengambilnya dengan cara yang disebutkan tadi, maka pemain tersebut

berhak mendapat bintang. Yang perlu diperhatikan pada saat pemain akan mengambil

gacoannya di tempat nomor sepuluh maka ia harus melompat dari nomor delapan ke

nomor sepuluh, jadi nomor sembilan harus dilewati, tidak boleh menginjaknya. Disinilah

anak-anak sering melakukan kesalahan dengan menginjak garis. Sebenarnya sih ini juga

berlaku untuk gacoan yang dilempar ke nomor-nomor tertentu. Tempat-tempat yang ada

gacoan si pemilik tidak boleh diinjak, harus dilewati. Dan juga pemain tidak
diperbolehkan menginjak gacoan lawan.

6. Setting / Gambar :

7. Komentar : Permainan taplak gunung ini sangat baik untuk anak-anak
dikarenakan anak akan belajar bersosialisasi dan juga baik
untuk kesehatan karena permainan ini cukup banyak
gerakan sehingga mengurangi peningkatan obesitas pada
anak.Permainan ini sangat bagus untuk melatih otot-otot
kaki saat melompat, permainan ini semacam olahraga dan
juga melatih ketepatan dan kejelian dalam melempar
gacoan ke dalam kotak yang akan dituju.

CONGKLAK

1. Jumlah atau Peserta Permainan : 2 orang (Bergantian)

2. Deskripsi : Congklak adalah suatu permainan tradisional yang dikenal

dengan berbagai macam nama di seluruh

Indonesia.Biasanya dalam permainan, sejenis cangkang

kerang digunakan sebagai biji congklak dan jika tidak ada,

bisa juga menggunakan biji-bijian dari tumbuh-tumbuhan

dan batu-batu kecil.Di Jawa, permainan ini dikenal dengan

nama congklak, dakon, dhakon atau dhakonan.

Di beberapa daerah di Sumatra yang

berkebudayaan Melayu, permainan ini dikenal dengan

nama congkak. Di Lampung, permainan ini lebih dikenal

dengan nama dentuman lamban, sedangkan

di Sulawesi permainan ini lebih dikenal dengan beberapa

nama: Mokaotan, Maggaleceng, Aggalacang dan Nogarata

3. Tujuan & Manfaat :

a. untuk menghibur melalui hubungan timbal-balik yang menenangkan, bukan merangsang

sebuah persaingan ilusi.

b. juga dapat melatih kepercayaan diri dan ketahanan mental. Hal itu harus dimiliki oleh

anak-anak agar pembentukan imej anak baik.

c. Ketika bermain congklak, anak-anak akan dilatih jujur, sabar, berhitung serta mengatur

strategi. Kegiatan mengambil biji congklak dan memasukkannya ke tiap lubang melatih

anak untuk mengasah kemampuan motorik halusnya. Selain itu, kegiatan tersebut dapat

membuat tangan anak menjadi lebih luwes sehingga anak akan lebih siap untuk belajar

menulis.

d. Bermain congklak juga mampu mengasah kecerdasan otak kiri. Dalam permainan,

pemain harus mengumpulkan biji congklak yang lebih banyak dari lawannya agar dapat

menang. Hal tersebut membuat anak akan mengatur strategi dan melakukan perhitungan

dalam proses bermainnya.

4. Pesiapan : Papan congklak dan biji congklak.

5. Prosedur / Scenario Permainan : Cara bermain congklak ini adalah pertama, tiap lubang

kecil diisi dengan 7 biji yang biasanya terbuat dari kerang atau pastik. Kecuali lubang induk

yang dibiarkan kosong. Setiap pemain mengambil semua biji yang terdapat pada lubang kecil

yang diinginkan, untuk disebar satu biji per lubang berurutan searah jarum jam. Langkah

tersebut dilakukan berulang. Apabila pada lubang terakhir meletakkan biji masih ada isinya

(lubang tersebut tidak kosong) maka pemain tersebut melanjutkan dengan mengambil semua

biji yang terdapat pada lubang tersebut dan melanjutkan permainan. Apabila peletakan biji

terakhir berada pada lubang yang kosong maka pemain tidak dapat melanjutkan langkah.

Giliran permaianan berpindah kepada lawan. Keadaan ini disebut sebagai keadaan mati.

Setelah semua baris kosong, maka permainan dimulai lagi dengan mengisi 7 lubang milik

kita, masing-masing dengan 7 biji dari biji yang ada di lubang induk kita. Dimulai dari lubang

yang terdekat dengan lubang induk, bila tidak mencukupi maka lubang lainnya dibiarkan

kosong dan selama permainan tidak boleh diisi. Biji milik lawan dapat menjadi miliknya

dengan cara nembak yaitu biji terkahir jatuh pada lubang yang kosong dan secara kebetulan

lubang di depannya penuh dengan biji, maka biji itu dapat diambil dan mengisi lubang

induknya. Dalam hal ini kejujuran pemain turut menentukan, karena bisa saja berlaku curang

dengan memasukkan dua biji sekaligus dalam satu lubang, bila pengisian telah mendekati

lubang kosong. Permainan terus berlanjut dengan saling bergantian dan baru berakhir setelah

lubang salah seorang pemain kosong. Permainan berakhir apabila seluruh biji sudah berada

pada lubang tujuan masing-masing pemain, atau apabila salah satu pemain sudah tidak

memiliki biji pada lubang-lubang kecilnya untuk dimainkan (disebut mati jalan).

Pemenangnya adalah yang memiliki jumlah biji terbanyak pada lubangnya. Bila permainan

akan dilanjutkan pada babak berikutnya, lubang-lubang kembali diisi. Kemungkinan terjadi

lubang salah seorang pemain ada yang kosong karena biji miliknya terambil oleh lawan yang

disebut pecong dan hal itu merupakan kekalahan. Namun, bila pada deretnya masih terdapat

biji-bijian dinyatakan meunang papan dan dia akan menjadi pemain pertama pada permainan

berikutnya. Permainan congkak tidak mempunyai batas waktu, dapat dilaksanakan

berulangkali dan kapan saja.

6. Setting / Gambar :

7. Komentar : Menurut kami permainan congklak ini adalah salah satu permaian
tradisional, pada zaman sekarang permainan congklak ini sudah jarang di
temukan.

TEROMPAH PANJANG

1. Jumlah atau Peserta Permainan : 5 Orang Pemain inti dan 2 Cadangan

2. Deskripsi :

Terompah panjang adalah permainan olahraga tradisional

yang mempergunakan kayu panjang dengan ukuran

tertentu sebagai alat mengadu kecepatan dengan

menempuh jarak yang telah ditentukan. Permainan ini

dilakukan oleh tiga atau lima orang dalam sepasang

terompah. Panjang terompah disesuaikan dengan jumlah

pelaku yang akan mempergunakannya. Lebar kayu 10 cm

denganketebalan 2,5 cm. Pengaitkedua kaki pelaku dibuat

dari karet ban, dengan labar 7 cm. Sedangkan panjang

karet disesuaikan dengan lingkar kaki. Pengait kaki ini

dipaku dengan kuat di kedua sisi kayu. Jarak antara karet

pengait dengan ujung depan dan ujung belakang kayu

sepanjang 20 cm, sedangkan jarak antar karet pengait yang

satu dengan lainnya 40 cm. Sehingga, apabila dalam satu

kayu mempergunakan tiga karet pengait kaki, maka

panjang keseluruhan kayu tersebut adalah 141 cm. Lain

halnya, apabila dalam satu kayu mempergunakan lima

karet pengait kaki, panjang keseluruhan kayu tersebut

adalah 235 cm. Sebagaimana permainan tradisional

egrang, permainan terompah panjang ini juga dilakukan di

lapangan berumput, di stadion, atau tanah dataran. Yang

terpenting kondisi lapangan yang dipergunakan untuk

perlombaan permainan ini datar dan luas. Jumlah lintasan

dibuat sesuai dengan kondisi ukuran area yang

dipergunakan. Pemenang dalam permainan tradisional

terompah panjang ini juga ditentukan berdasarkan

kecepatan waktu. Waktu yang diambil adalah kaki terakhir

melewati garis finish.

3. Tujuan & Manfaat

 Membuat tubuh menjadi lebih sehat dan bugar karena badan bergerak saat melakukan
permainan.

 Melatih konsentrasi karena otak dituntut berpikir sinkron dengan gerakan tubuh dan
kaki dan keseimbangan agar tidak jatuh.

 Melatih kerjasama dengan teman bermainnya untuk menyeimbangkan gerakan kaki
antar kelompok.

 Melatih koordinasi anggota tubuh karena saat memainkannya tubuh bergerak
bersamaan dengan kaki.

 Melestarikan permainan budaya tradisional dan mengenalkan kepada anak-anak
milenial

4. Pesiapan :

 Kayu panjang (terompah panjang)

 Sound

 Paku

 Tali rapia

 Peluit

 Karet ban bekas

 Bendera

5. Prosedur / Scenario Permainan :

Perlombaan dibedakan menjadi 2 jenis yaitu beregu 3 orang dan beregu 5 orang sesuai dengan
jenis kelamin, jalannya permainan adalah :

 Sebelumperlombaandimulai, usia para peserta diteliti untuk menentukan kelompok
usia. Regu yang sudah diteliti kelompok usianya, kemudian diberi nomor untuk
dipasang di dada bagi peserta yang paling depan dan di punggung pemain paling
belakang

 Peserta dibagi dalam regu yang terdiri dari 5 orang atau 3 orang sesuai dengan jenis
yang diperlombakan;

 Seluruh peserta dibagi dalam seri setiap seri maksimal 5 regu sesuai dengan jumlah
lintasan (disesuaikan dengan jumlah regu peserta)

 Selanjutnya diadakan undian untuk menentukan lintasan masing – masing regu, dan

untuk menentukan urutan pemberangkatan dalam perlombaan.
 Sebelum perlombaan dimulai, peserta dari masing – masing regu berdiri dibelakang

garis start di samping terompahnya;

 Aba – aba dalam perlombaan diberikan oleh juri pemberangkatan adalah bersedia,

siap, ya (peluit dibunyikan atau bendera start dikibarkan). Petugas lintasan berdiri
dibelakang peserta dan memperhatikan regu pada lintasan masing – masing dengan

membawa bendera biru merah

 Pada aba – aba bersedia, peserta berdiri diatas terompah dengan jari – jari kaki masuk

kedalalm setengah lingkaran karet dan berpegangan satu sama lain. Sebaiknya para

peserta memakai sepatu olahraga agar kaki tidak lecet. Peserta regu berpegangan satu

sama lain, boleh pada bahu atau pinggang

 Aba – aba siap, peserta siap untuk melakukan jalan

 Aba – aba ya, peserta berjalan secepat – cepatnya menempuh jarak 50 meter.

 Regu dianggap sah, apabila peserta terakhir dan ujung terompah bagian belakang

melewati garis finish dengan tidak ada kesalahan selama dalam perjalanan. Regu juga

masih dianggap sah, waulupun regu tersebut jatuh kedepan tetapi kedua kaki masih

kontak pada terompah meskipun tangan menyentuh tanah

 Peserta/regu dianggap gugur apabila,tidak berhasil mencapai garis finish,menginjak

lintasan peserta lain, dengan sengaja mengganggu peserta lain, salah satu kaki atau

kedua kaki menginjak tanah artinya salah satu kaki atau kedua kaki tidak ada kontak

dengan terompah, terompah rusak ditengah jalan, regu yang gugur tidak perlu

meneruskan sampai garis finish.

 Untuk regu yang dinyatakan sebagai pemenang apabila regu tersebut paling cepat

memasuki garis finish.

6. Setting / Gambar :

7. Komentar : Permainan terompah panjang baik untuk melatih
konsentrasi karena bisa memberikan stimulus akibat antara
badan, kaki dan otak. Permainan ini juga seru untuk lomba
agustusan dan melatih kerjasama. Permainan ini juga
harus terus dilestarikan agar tidak terlupakan. Permainan
terompah panjang ini juga bisa dimainkan oleh umum
mulai dari anak-anak, remaja, bapak-bapak atau ibu-
ibu.Permainan olahraga tradisional yang mempergunakan
kayu panjang dengan ukuran tertentu sebagai alat
mengadu kecepatan dengan menempuh jarak yang telah
ditentukan.





TUGAS STUDI KEBANTENAN
PERMAINAN RAKYAT BANTEN
“ Lompat karet, Engklek, Layangan, Terompah panjang dan Boi-boian”

Disusun oleh : 2227190029
2227190034
Kelompok 3 2227190038
2227190041
1. Syefi Ersya Agustin 2227190048
2. Nadita Yuni Aurelia H 2227190064
3. Yusi Istikomah 2227190052
4. Syifa Oktafia 2227190090
5. Dinda Pramestia S 2227190092
6. Raynanda Bintang
7. Jati Purnama Achamad
8. Euis Rahmawati
9. Dina Aviana

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2020

Permainan Rakyat Banten

Pada laporan ini akan membahas mengenai permainan rakyat yang berkembang di Banten
(termasuk Tangerang Raya) diantaranya: “Lompat karet, Engklek, Layangan, Terompah panjang
dan Boi-boian”

1. PERMAINAN LOMPAT KARET

A. Jumlah atau Peserta Permainan
Jumlah minimal pemain untuk permaian ini ada 3 pemain. Permainan ini dimainkan dengan
cara memutar seutas tali yang dilakukan oleh dua anak di setiap ujung talinya. Pada saat tali
diputar pemain secara bergiliran masuk dan melompat dalam putaran tali.

B. Deskripsi
Permainan lompat karet merupakan permainan tradisional anak yang cukup terkenal
terutama di daerah-daerah. Permainan karet ini menggunakan alat permainan berupa gelang
karet yang dibuat rantai panjang. Di beberapa daerah, permainan ini disebut "main/maen
karet". Penentuan pertama yaitu untuk dua anak yang memegang ujung rantai karet.
Pemilihan pertama pemegang karet ini dengan gambreng, misalnya di wilayah Banten.
Dengan hitungan, anak-anak bersama-sama mengeluarkan telapak atau punggung tangan.
Dua orang yang berbeda harus jadi pemegang karet. Karet yang dibentangkan kira-kira 4-5
meter. Lompat karet adalah sebuah permainan dimana satu orang atau lebih melompati
sebuah karet yang dikibas-kibaskan sehingga kibasan tali tersebut melintasi bagian bawah
kaki mereka dan atas kepala mereka. Anak-anak lain akan bermain melompati tali satu
persatu. Jika ada satu pemain melopati karet, maka ia harus mengganti anak yang memegang
tali. Begitu seterusnya, jika ada lompatannya gagal, harus jadi pemegang tali. Terdapat
berbagai jenis lompat tali yang meliputi: gaya bebas tunggal, kecepatan tunggal, pasangan,
kecepatan tiga orang, dan gaya bebas tiga orang.

C. Tujuan atau Manfaat Permainan
1. Melatih semangat kerja keras pada anak-anak untuk memenangkan permainan dengan
melompati berbagai tahap lompatan tali

2. Melatih kecermatan anak karena untuk dapat melompati tali (terutama pada posisi-posisi
tinggi), kemampuaan anak untuk memperkirakan tinggi tali dan lompatan yang harus
dilakukanya akan sanagat membantu keberhasilan anak melompati tali

3. Melatih motorik kasar anak yang sangat bermanfaat untuk membentuk otot yang padat,
fisik yang kuat dan sehat, serta mengembangkan kecerdasan kinestetik anak. Permainan
yang dilakukan dengan lompatan-lompatan ini juga bermanfaat menghindarkan anak dari
resiko mengalami obesitas

4. Melatih keberanian anak dalam mengasah kemampuanya untuk mengambil keputusan.
Hal ini karena untuk melompat tali dengan ketinggian tertentu membutuhkan keberanian
untuk melakukannya. Anak juga harus mengambil keputusan apakah akan melompat atau
tidak

5. Menciptakan emosi positif bagi anak. sebab, ketika bermain lompat tali, anak bergerak,
berteriak, dan tertawa. Gerakan, tawa, dan teriakan ini sangat bermanfaat untuk membuat
emosi anak menjadi positif.

6. Menjadi media bagi anak untuk bersosialisasi. Dari sosialisasi permainan ini, anak belajar
bersabar, menaati peraturan, berempati, dan menempatkan diri dengan baik diantara
teman-temanya

7. Membangun sportifitas anak. Pembelajaran melalui sportifitas ini di peroleh anak ketika
harus menggantikan posisi pemegang tali ketika ia gagal melompati tali.

D. Persiapan
Peralatan yang digunakan dalam permainan ini adalah karet – karet gelang yang dianyam
memanjang. Cara menganyamnya adalah dengan dengan menyambungkan dua buah karet
pada dua buah karet lainnya hingga memanjang dengan ukuran sekitar 4-5 meter. Karet
tersebut berbentuk bulat seperti gelang yang banyak terdapat di pasar tradisional.

E. Prosedur atau Skenario Permainan
Cara bermain seorang diri :
1. Sesueikan karet tali dengan tinggi badan anak. Caranya berdiri sambil menginjak bagian
tengah tali dan tarik ujung-ujung di samping badan. Panjang tali sudah pas jika ujung tali
yang dipegang sampai di ketiak.

2. Karet tali dipegang erat dengan posisi lengan atas rapat dengan tubuh dan siku sejajar di

pinggang. Kemudian berdiri dengan posisi agak jinjit dan lutut sedikit ditekuk. Usahakan

kepala tetap tegak tetapi tetap rileks serta pandangan lurus ke depan.

3. Pergelangan tangan digerakkan untuk memutar tali.

4. Lompatan tidak terlalu tinggi saat tali menyentuh lantai, tinggi lompatan maksimal 2,5

cm dari lantai. Pertahankan posisi agak jinjit saat mendarat dan tumit jangan menyentuh

lantai.
5. Saat melompat harus hati – hati karena bisa jadi lompatan gagal.

6. Sebaiknya jika baru memulai permainan ini, lakukan secara bertahap. Selanjutnya dapat

dilakukan dengan kombinasi gerakan.

Cara bermain kelompok:

1. Para pemain melakukan hompipah atau pingsut untuk menentukan dua orang pemain
yang menjadi pemegang tali.

2. Kedua pemain yang menjadi pemegang tali melakukan pingsut untuk menentukan siapa
yang akan mendapat giliran bermain terlebih dahulu jika ada pemain yang gagal
melompat.

3. Kedua pemain yang menjadi pemegang tali perentang tali karet dan pemain harus
melompatinya satu persatu. ketinggian karet mulai dari setinggi mata kaki, lalu naik ke
lutut, paha, hingga pinggang. Pada tahap-tahap ketinggian ini, pemain harus melompat
tanpa menyentuh tali karet. Jika ada pemain yang menyentuh tali karet ketika melompat,
gilirannya bermain selesai dan ia harus menggantikan pemain yang memegang tali.

4. Posisi tali karet dinaikan ke dada, lalu dagu, telinga, ubun-ubun, tangan yang diangkat ke
atas dengan kaki berjinjit. Pada tahap-tahap ketinggian ini, pemain boleh menyentuh tali
karet ketika melompat, asalkan pemain dapat melewati tali dan tidak terjerat. Pemain juga
diperbolehkan menggunakan berbagai gerakan untuk mempermudah lompatan, asalkan
tidak memakai alat bantu.

5. Pemain yang tidak berhasil melompati tali karet harus menghentikan permainannya dan
menggantikan posisi pemegang tali. Jika semua tanggap ketinggian telah berhasil
diselesaikan oleh para pemain, tali karet kembali diturunkan dan permainan dimulai dari
awal. Begitu seterusnya hingga para pemain memutuskan untuk mengakhiri permainan
ini. Ada beberapa ukuran ketinggian tali karet yang harus dilompati, yaitu sebagai berikut
:
 Tali berada pada batas lutut pemegang tali (sewaktu melompat anak tidak boleh

mengenai tali, jika mengenai tali maka anak tersebut didiskualifikasi dan tidak boleh

melanjutkan permainan).

 Tali berada sebatas pinggang (sewaktu melompat anak tidak boleh mengenai tali, jika
mengenai tali maka anak tersebut didiskualifikasi dan tidak boleh mengikuti
permainan).

 Posisi tali berada di dada pemegang tali (pada posisi yang diangap cukup tinggi ini
anak boleh mengenai tali sewaktu melompat, asalkan lompatannya berada di atas tali
dan tidak terjerat, anak tidak bisa melanjutkan permainan dan hanya bisa menjadi
penonton).

 Posisi tali sebatas telinga
 Posisi tali sebatas kepala
 Posisi tali satu jengkal dari kepala
 Posisi tali dua jengkal dari kepala
 Posisi tali seacungan atau hasta pemegang tali.

F. Setting atau Gambar
Permainan ini membutuhkan tempat yang lumayan luas, biasanya di halaman rumah. Untuk
keamanan dalam bermain, batu-batu atau benda tajam yang ada di sekitar halaman harus
disingkirkan, karena permainan ini dilakkan tanpa alas kak

G. Komentar
Dari proses game stage permainan tradisional lompat karet yang dimainkan anak-anak
terkandung nilai moral yang tidak secara langsung terlihat nyata, tetapi terlindung dalam
sebuah simbol ketika anak bermain. Nilai moral (moral value) ini yang sangat bermanfaat
bagi pengembangan jiwa anak untuk membentuk karakter, sikap, pribadi anak. Selanjutnya
pesan moral ini akan menjadi bekal dan modal dasar bagi anak dalam berinteraksi dengan
anggota masyarakat lainnya sesuai dengan norma yang berlaku. Berikut penjelasan tentang
nilai-nilai moral yang terkandung dalam permainan tradisional lompat karet :
 Nilai Kebersamaan
 Nilai Kesederhanaan
 Nilai Kepemimpinan
 Nilai Tanggung Jawab
 Nilai Berlapang Dada
 Nilai Kejujuran
 Nilai Kerja Keras ( keinginan berprestasi)
 Nilai Taat Aturan

2. PERMAINAN ENGKLEK

A. Jumlah atau Peserta Permainan
Bermain engklek bisa perorangan dan juga bisa beregu, namun kebanyakan perorangan
terdiri atas 2 hingga 5 orang. Sebelum bermain dilakukan pengundian dengan hompimpa
kalau 2 orang dengan ‘tingsuit’. Siapa yang menang akan main lebih dahulu.

B. Deskripsi
Engklek adalah Permainan tradisional anak-anak. Engklek merupakan permainan yang bisa
dimainkan di atas bidang berupa gambar 8 buah kotak dan satu gambar gunung atau setengah
lingkaran besar. Gambar itu bisa dibuat di lantai, jalanan, tanah lapang dan tempat datar
lainnya. Untuk membuat gambar itu, bisa dibuat dengan kapur tulis, arang, atau kayu bila
dibuat di tanah lapang. Istilah ‘Engklek’ berasal dari bahasa Jawa, di daerah Riau disebut
Setatak, di daerah Jambi disebut Tejek-tejekan, sedangkan di daerah Batak Toba dikenal
Marsitekka. Merupakan permainan tradisional anak-anak yang sangat digemari dan
mengambil tempat di halaman, lapangan, maupun tempat lain yang leluasa dan memiliki
permukaan cukup datar sehingga kotak-kotak yang telah digambar dapat dilalui dengan lebih
mudah.Engklek adalah suatu permainan tradisional lompat-lompatan pada bidang datar yang
digambar di atas tanah dengan membuat gambar kotak-kotak, kemudian melompat dengan
satu kaki dari kotak satu ke kotak berikutnya. Permainan ini biasanya dilakukan perorangan
dan berkelompok, biasa dimainkan oleh anak-anak perempuan namun tak jarang juga anak
laki-laki pun turut serta bermain.Meskipun permainan engklek terkenal di negara kita, tetapi
permainan ini bukan permainan asli Indonesia. Ada yang mengatakan permainan ini sudah
dimainkan oleh anak-anak Romawi (27 SM – abad ke 15), tetapi buktinya tidak ada.Catatan
yang menyatakan bahwa permainan ini sudah ada sejak beberapa abad yang lalu, terdapat
pada sebuah buku berjudul Buku Permainan yang disusun oleh Francis Willughbyrefers pada
tahun 1635. Dalam buku itu diceritakan tentang permainan Scotch hop. Scotch hop adalah
permainan engkle dalam bahasa Inggris. Scotch berasal dari kata scratch artinya menggores.
Hop artinya melompat. Sekarang dalam bahasa Inggris permainan ini lebih dikenal dengan
sebutan hopschotch, bukan schotch hop.

C. Tujuan atau Manfaat Permainan
Tujuan :
1. Melatih Kelincahan
Ketika player atau pemain bermain engklek, maka dapat dipastikan melatih kelincahan
pemain tersebut. Hal itu dikarenakan saat pemain memindahkan satu kaki ke kaki yang
lain dengan lincah.
2. Melatih Keseimbangan
Saat pemain memindahkan satu kaki dari kotak satu ke kotak lainnya, lalu kaki pemain
loncat ke kotak lainnya yang dapat menyebabkan tidak keseimbangan antara badan yang
dapat mengakibatkan terjatuh ke kotak permainannya.
3. Melatih Kesabaran
Disaat pemain menyeimbangkan badannya agar tidak terjatuh, disitu dapat melatih
kesabaran untuk tidak terlalu terburu-buru memindahkan kaki dari kotak yang satu ke
kotak lainnya.
Manfaat:
1. Kemampuan fisik menjadi kuat karena dalam permainan Engklek diharuskan untuk
melompat-lompat..
2. Mengasah kemampuan bersosialisasi dengan orang lain dan mengajarkan kebersamaan.
3. Dapat menaati aturan-aturan permainan yang telah disepakati bersama.
4. Mengembangkan kecerdasan logika. Permainan Engklek melatih untuk berhitung dan
menentukan langkah-langkah yang harus dilewatinya
5. Dapat menjadi lebih kreatif. Permainan tradisional biasanya dibuat langsung oleh para
pemainnya. Mereka menggunakan barang-barang, benda-benda, atau tumbuhan yang ada
di sekitar para pemain. Hal itu mendorong mereka untuk lebih kreatif menciptakan alat-
alat permainan.

D. Persiapan
Dalam permainan engklek, yang diperlukan hanyalah kapur untuk menggariskan permainan
dan Gaco sebagai bahan permainan yang berbahan dasar dari batu, pecahan keramik, dan
pecahan genting.

E. Prosedur atau Skenario Permainan
Permainan ini bisa dimainkan sendiri atau bersama pemain lainnya. Untuk mengundi urutan
pemain, dilakukan hompipa atau suit.Untuk main engklek, pemain harus memiliki sebuah
gaco. Biasanya berupa potongan genteng atau batu yang pipih.
1. Gaco itu dilemparkan ke kotak pertama.
2. Lalu pemain melompat-lompat dengan satu kaki dari satu kotak ke kotak lain secara
berurutan, kecuali kotak tempat gaco.
3. Lalu pemain kembali ke tempat asal tetap dengan cara melompat dengan satu kaki, sambil
mengambil gaco.
4. Selanjutnya pemain melemparkan gaco ke ruang kedua, ketiga, dan seterusnya sampai
selesai.
5. Kalau pemain sudah menyelesaikan semua kotak, pemain harus melempar gaco ke
gunung dan mengambilnya dengan badan membelakangi gunung.
6. Bila berhasil mengambilnya, berarti satu permainan selesai.
7. Pemain berhak mendapat satu kotak yang diberi tanda bintang dan tidak boleh diinjak
pemain lain.
8. Pemain akan diganti dengan pemain lain bila gaco masuk ke kotak yang salah atau pemain
menginjak batas-batas kotak yang lumayan sempit.
9. Dalam permainan ini, pemenangnya adalah pemain yang memiliki bintang terbanyak.

F. Setting atau Gambar

G. Komentar
Permainan engklek sendiri masih sering dimainkan meskipun beberapa anak sudah

tergerus arus dan lebih memilih bermain dengan gawai dan diam menonton TV. Masih
banyak ditemui anak-anak yang memainkan permainan ini di pedesaan maupun di perkotaan.
Permainan ini sangat bermanfaat bagi peningkatan kemampuan fisik anak melalui lompatan-
lompatan yang dilakukan. Permainan ini pula membantu anak memahami beberapa
peraturan yang harus dijalani jika bermain bersama agar tidak ada kecurangan apapun. Itu

dapat memberikan pelajaran bahwa segala sesuatu meskipun itu hanya sebuah permainan,
tetap ada peraturan yang ditaati. Anak-anak juga dituntut kreatif dalam bermain permainan
itu sebab anak berusaha mencari sesuatu di sekitarnya untuk menjadi sebuah penentu
loncatan.

Pada akhirnya, permainan engklek masih sangat bagus dan perlu dilakukan anak.
Mengingat kegiatan fisik yang perlu dilakukan agar anak tetap aktif bergerak dan sehat.
Sehingga anak tetap tumbuh aktif dan giat dalam menjalani kesehariannya. Permainan
engklek juga mengajarkan tentang kesabaran, keuletan, sebab untuk meraih kotak perkotak,
anak harus melompatinya satu persatu. Tidak bisa langsung lompat ke bagian paling atas.
Hal itu baik bagi anak agar ia tetap mengerti bahwa segala sesuatu ada prosesnya

3. PERMAINAN LAYANGAN

A. Jumlah atau Peserta Permainan
Layang-layang dimainkan oleh satu orang. Menerbangkan layang-layang itu mudah, dan
akan semakin lebih mudah jika dilakukan oleh dua orang. Selain itu, berdua pasti juga akan
lebih menyenangkan.

B. Deskripsi
Layang-layang merupakan salah satu permainan tradisional dari Indonesia. Layang-layang
sering dimainkan oleh anak-anak di tanah lapang. Tidak hanya anak-anak, orang dewasa dan
orang tua juga ikut bermain layang-layang. Setiap daerah memiliki keunikan atau ciri khas
tentang layang-layang. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), layang-layang
adalah mainan yang terbuat dari kertas, berkerangka yang diterbangkan ke udara dengan
memakai tali atau benang sebagai kendali. Dilansir Encyclopaedia Britannica (2015),
Layang-layang adalah pesawat leluhur yang meluncurkan penerbangan berawak. Selama
ribuan tahun lalu layang-layang telah digunakan untuk menangkal kejahatan, menyampaikan
pesan, mewakili dewa, mengangkat spanduk, kerajinan. Bahkan untuk menemukan
fenomena alam dan mengukur cuaca. Layang-layang modern sebagian besar diterbangkan
untuk kesenangan dan olahraga selain menjadi bentuk tradisional ekspresi artistik. Hampir
3.000 tahun yang lalu layang-layang pertama kali dipopulerkan di China. Di mana bahan-
bahan yang ideal untuk membuat layang-layang sudah tersedia, seperti kain sutra untuk

bahan layar, sutra berkekuatan tensil tinggi untuk jalur terbang, dan bambu tangguh untuk
kerangka kerja yang kuat dan ringan. Layang-layang China yang paling awal diketahui
adalah datar (tidak membungkuk) dan sering berbentuk persegi panjang. Dalam buku
Permainan Tradisional Indonesia (1998), layang-layang termasuk salah satu permainan
rakyat daerah Riau. Pada umumnya layang-layang terbuat dari kertas atau kain parasut yang
diberi kerangka dan dapat diterbangkan ke angkasa dengan bantuan angin setelah diikatkan
pada seutas tali atau benang.

C. Tujuan atau Manfaat Permainan
Tujuan utamnya adalah unuk melatih tangan dan kejelian ,terutama dapat ditunjukkan
dalam saat melempar .karena pada saat melempar memerlukan proporsi angin yang benar
dan sudut melempar yang benar
Manfaat bermain layangan :
1. Olahraga
Anak Main Layangan, Ini Manfaatnya untuk Fisik dan Kognitif
Menerbangkan layangan mensyaratkan Si Kecil berada di alam terbuka yang lapang. Dan
agar layangan bisa terbang tinggi, ia harus berlari untuk menerbangkannya. Berlari akan
meningkatkan detak jantungnya, dan merupakan salah satu latihan yang bagus untuk fisik
Si Kecil.
2. Sarana Bersosialisasi
Meskipun sebagian besar layangan dapat diterbangkan oleh satu orang, tapi paling asyik
memang dimainkan bersama-sama, entah bersama teman atau anggota keluarga yang lain.
3. Meningkatkan Kesehatan Mental
Alam menawarkan banyak manfaat untuk kesehatan fisik dan mental Si Kecil. Berada di
alam, entah sekadar menikmati semilir angin atau menatap pemandangan, dapat
membantu mengurangi kecemasan dan depresi. Menerbangkan layangan juga akan
membuat Si Kecil merasa berenergi, dan ini adalah cara yang baik untuk mengurangi
stres.
4. Baik untuk Kesehatan Mata
Menerbangkan layangan juga baik untuk kesehatan mata.

Menatap langit biru di atas dapat membantu mengatur otot dan saraf mata dengan lebih
baik, yang membantu mengurangi kelelahan mata dan dapat mencegah miopia atau rabun
jauh.
5. Meningkatkan Kreativitas
Menerbangkan layangan mengembangkan kreativitas Si Kecil, baik dalam pembuatan
layangan maupun proses penerbangannya dan menyesuaikannya dengan perubahan
angin. Hal ini juga bisa jadi cara untuk Si Kecil belajar memahami dinamika angin
6. Meningkatkan Kepercayaan Diri
Ketika Si Kecil Anda berhasil menerbangkan layangan mereka dan mengalahkan
beberapa teman mereka, kepercayaan diri mereka melambung tinggi, dan ini membuat
mereka bersemangat untuk waktu yang lama. Ini adalah salah satu faktor yang
menimbulkan perasaan baik, yang pasti akan membantu meningkatkan rasa percaya diri
mereka.

D. Persiapan
Layang-layang yang di mainan cukup sederhana dengan menggunakan tali rapia dan kresek.
Cara bermainnya dengan pegangan kresek ditalikan pakai rapia. Kemudian anak memegang
bagian ujung tali untuk menerbangkan kresek tersebut. Setelah itu ajak anak berlari kecil
untuk menerbangkan layang-layang dengan menggerakan tali, saat menerbangkan layang-
layang anak diminta harus sabar karena cukup sulit mencari arah angin.

E. Prosedur atau Skenario Permainan
1. Peganglah gulungan benang, sementara seorang teman Anda memegang layang-layang.
Layang-layang harus menghadap ke arah Anda, sedangkan punggung Anda menghadap
arah datangnya angin. Jika angin bertiup dari arah belakang layang-layang maka layang-
layang tersebut akan jatuh.
2. Lepaskan benang dari gulungannya kira-kira sepanjang 20 meter. Mintalah teman Anda
mundur menjauhi Anda sejauh panjang benang yang Anda lepas. Pastikan tidak ada
gangguan di sekitar lokasi di mana layang-layang akan dilepaskan.
3. Beri isyarat kepada teman Anda untuk melepaskan layang-layang. Anda mungkin perlu
menunggu tiupan angin untuk membuat layang-layang Anda mengangkasa. Anda harus

menarik benang untuk memberi sedikit tegangan dan meluncurkan layang-layang ke
udara.
4. Perhatikan arah angin. Jika arah angin berubah maka Anda perlu beradaptasi. Pikirkan
mengenai beberapa istilah berikut: Anggaplah diri Anda sebagai "Penerbang" dan teman
yang memegang layang-layang adalah "Peluncur."Aturlah sedemikian rupa sehingga
angin bertiup dari arah Penerbang ke Peluncur.
5. Pastikan angin bertiup dalam arah lurus dari posisi Anda ke teman Anda, si peluncur. Jika
Anda tetap mewaspadai kondisi demikian, Anda akan dapat menerbangkan layang-layang
jauh lebih lama.
6. Lepaskan benang untuk membuat layang-layang mengangkasa lebih tinggi. Berhati-
hatilah untuk memantau ujung benang—jika layang-layang Anda berkualitas buruk,
benang terbang mungkin putus dan terlepas dari tali kekang, sehingga Anda bisa
kehilangan layang-layang tersebut.
7. Tariklah benang dengan ringan untuk menurunkan atau membuat layang-layang terbang
lebih rendah. Lilitkan benang pada gulungan sebagaimana kondisi awal.
8. Buatlah permainan layang-layang jadi lebih menyenangkan. Segera setelah layang-
layang mengangkasa, Anda mungkin akan berpikir, "Baiklah...sekarang apa lagi?"
Bersama teman Anda, coba lakukan beberapa aksi agar lebih menyenangkan.
 Catatlah seberapa cepat Anda bisa membuat layang-layang berada pada posisi 45 derajat

(sudut antara tanah dan benang layang-layang dari tangan Anda ke panjang maksimum).
 Catatlah seberapa cepat Anda bisa melepaskan benang sepanjang 150 meter dari tangan.
 Pertahankan rekor. Perhatikan berapa lama Anda bisa mempertahankan layang-layang

Anda mengangkasa, sampai 5 menit terdekat.
 Turunkan layang-layang dari udara hingga sampai ke tangan Anda tanpa pernah

menyentuh tanah. Jika diperlukan, tariklah benang dengan cepat dari waktu ke waktu,
agar layang-layang tetap di udara.
 Segera setelah Anda mengetahui cara menerbangkan layang-layang, seriuslah untuk
memotretnya dari waktu ke waktu.

F. Setting atau Gambar

G. Komentar
Bermain layangan sejatinya adalah permainan yang sangat menyenangkan. Sebab kita
dituntut untuk bersabar dan menunggu datangnya angin. Layangan sendiri bisa melatih fisik
anak-anak agar tetap bergerak aktif supaya layangannya dapat terbang tingggi. serta dapat
memberikan kesan yang sangat memuaskan jika layangan berhasil diterbangkan dan kita
mengendalikannya.Dalam permainan layangan kita mampu membaca timing yang tepat

kapan seharusnya layangan ditarik atau diulur. Permainan layangan mampu meningkatkan
kemampuan kompetisi anak baik saat layangan terbang di udara atau bahkan saat layangan
putus.

4. PERMAINAN TEROMPAH PANJANG

A. Jumlah atau Peserta Permainan
Satu regu terdiri dari 5 pemain putra dan 2 cadangan

B. Deskripsi
Terompah panjang adalah permainan olahraga tradisional yang mempergunakan kayu
panjang dengan ukuran tertentu sebagai alat mengadu kecepatan dengan menempuh jarak
yang telah ditentukan.Permainan ini dilakukan oleh tiga atau lima orang dalam sepasang
terompah. Panjang terompah disesuaikan dengan jumlah pelaku yang akan
mempergunakannya. Labar kayu 10 cm dengan ketebalan 2,5 cm. Pengait kedua kaki pelaku
dibuat dari karet ban, dengan labar 7 cm. Sedangkan panjang karet disesuaikan dengan
lingkar kaki. Pengait kaki ini dipaku dengan kuat di kedua sisi kayu. Jarak antara karet
pengait dengan ujung depan dan ujung belakang kayu sepanjang 20 cm, sedangkan jarak
antar karet pengait yang satu dengan lainnya 40 cm. Sehingga, apabila dalam satu kayu
mempergunakan tiga karet pengait kaki, maka panjang keseluruhan kayu tersebut adalah 141
cm. Lain halnya, apabila dalam satu kayu mempergunakan lima karet pengait kaki, panjang
keseluruhan kayu tersebut adalah 235 cm. permainan terompah panjang ini juga dilakukan
di lapangan berumput, di stadion, atau tanah dataran. Yang terpenting kondisi lapangan yang
dipergunakan untuk perlombaan permainan ini datar dan luas. Jumlah lintasan dibuat sesuai
dengan kondisi ukuran area yang dipergunakan. Pemenang dalam permainan tradisional
terompah panjang ini juga ditentukan berdasarkan kecepatan waktu. Waktu yang diambil
adalah kaki terakhir melewati garis finish.

C. Tujuan atau Manfaat Permainan

1. Melatih koordinasi anggota tubuh

permainan ini bagus untuk melatih koordinasi anggota tubuh, karena pada saat anak
memainkan bakiak gerakkan tubuh dan kaki bergerak secara bersamaa.
2. Melatih kesabaran.
Bermain bakiak sangat membutuhkan tenaga dan kesabaran yang tinggi karena
membutuhkan konsentrasi dan keseimbangan untuk melangkah supaya tidak terjatuh.
3. Melatih Kerjasama.
Permainan bakiak ini bisa melatih anak untuk bekerjasama dengan teman bermainnya,
ketika mereka bermain akan menyeimbangkan gerakan kaki antar kelompok.

D. Persiapan
Dalam permainan terompah panjang diperluka Kayu dan karet ban sebagai bahan permainan.
Panjang terompah disesuaikan dengan jumlah pelaku yang akan mempergunakannya. Lebar
kayu 10 cm dengan ketebalan 2,5 cm. Pengait kedua kaki pelaku dibuat dari karet ban,
dengan labar 7 cm. Sedangkan panjang karet disesuaikan dengan lingkar kaki. Pengait kaki
ini dipaku dengan kuat di kedua sisi kayu. Jarak antara karet pengait dengan ujung depan
dan ujung belakang kayu sepanjang 20 cm, sedangkan jarak antar karet pengait yang satu
dengan lainnya 40 cm. Sehingga, apabila dalam satu kayu mempergunakan tiga karet pengait
kaki, maka panjang keseluruhan kayu tersebut adalah 141 cm. Lain halnya, apabila dalam
satu kayu mempergunakan lima karet pengait kaki, panjang keseluruhan kayu tersebut
adalah 235 cm.

E. Prosedur atau Skenario Permainan
1. Bakiak dipakai layaknya alas kaki oleh 3 orang pemain (Dalam 1 grup )

2. Letakkan masing – masing kaki dibawah tali / karet

3. Untuk dapat melangkah, tali dinagian tangan kiri dan kaki kiri harus secara bersamaa
diangkat untuk bisa melangkahkan kaki kiri, begitu juga sebaliknya dengan
melangkahkan kaki kanan. Apabila kaki tidak diangkat, maka tidak akan bisa melangkah.
Agar dapat berjalan dengan cepat dan tidak terjatuh, diperlukan kekompakan antara
pemain dalam satu grup. Agar tetap kompak para pemain sepakat mulai kaki kanan atau
kiri dulu. Selanjutnya, mereka berjalan sambil memberi komando pada langkah mereka.

4. Begitulah selanjtnya sampai garus finish.
5. Grup mana yang paling cepat, maka merekalah pemenangnya.
F. Setting atau Gambar

G. Komentar
Permainan ini sangat menarik karna dapat melatih kebersamaan sesama tim dan melatih
konsentrasi. Permainan ini perlu di lestarikan dan dikenalkan seperti pada lomba – lomba
pada hari kemerdekaan atau acara lomba lainnya. Permainan tradisional juga sarat akan
kreativitas dan melatih ketangkasan fisik. Permainan ini mengharuskan kita bermain di luar
atau outdoor agar bisa dilakukan secara bersama-sama dan berkelompok. Agar terciptanya
keharmonisan serta kekompakan.

5. PERMAINAN BOI-BOIAN

A. Jumlah atau Peserta Permainan
Boi-boian' dimainkan oleh dua kelompok kecil, yaitu kelompok yang bermain dan
kelompok yang berjaga. Masing-masing kelompok terdiri dari minimal 2 orang, karena
membutuhkan kerjasama antara pemain dalam satu kelompok.

B. Deskripsi
Permainan boi-boinan merupakan permainan tradisional dari pulau jawa, permainan ini
sangat sederhana dan mengasyikan namun permainan ini juga bisa dikatakan permainan
yang menguji adrenalin karena dalam bermain boi-boinan terkesan menegangkan. Setiap
peserta harus pandai-pandai menyelamatkan diri. Selain itu permainan tradisional ini sarat
makna kehidupan. Boi-boian hampir sama dengan permainan bowling. Kita harus
melempar bola ke sasaran yang akan dituju. Permainan ini dinamakan permainan”boi-
boian” karena pada jaman dahulu para pemainnya lebih banyak anak cowok yang dalam
bahasa Inggrisnya “boy”. Karena itu,biasa disebut permainan dengan permainan “boi-
boian”. Uniknya permainan ini terletak pada aturan membawa bola. Kelompok yang berjaga
berusaha melempar bola untuk mengenai kelompok bermain, tetapi bukan dengan
membawa lari bola lalu melemparkannya mengenai tubuh lawan. Bola harus dioperkan
kepada anggota kelompoknya sambil berusaha mengejar dan melemparkan bola. Apabila
mereka berhasil menyusun pecahan genting tersebut, mereka berteriak 'Boi-
boi', yang artinya mereka memenangkan permainan.

C. Tujuan atau manfaat permainan
1. Melatih koordinasi anggota tubuh
permainan ini bagus untuk melatih koordinasi anggota tubuh, karena pada saat anak
memainkan bakiak gerakkan tubuh dan kaki bergerak secara bersamaa.
2. Melatih kesabaran.
Bermain bakiak sangat membutuhkan tenaga dan kesabaran yang tinggi karena
membutuhkan konsentrasi dan keseimbangan untuk melangkah supaya tidak terjatuh.

3. Melatih Kerjasama.
Permainan bakiak ini bisa melatih anak untuk bekerjasama dengan teman bermainnya,
ketika mereka bermain akan menyeimbangkan gerakan kaki antar kelompok.

D. Persiapan
Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk bermain boi-boian, antara lain beberapa
keping pecahan genteng atau batu-batu pipih yang bisa disusun ke atas semacam piramida.
Kemudian dibutuhkan 1 bola kasti atau bisa juga dengan bola yang terbuat dari kertas bekas.
Caranya kertas tersebut digumpal-gumpalkan menyerupai bentuk bola kemudian diikat
dengan karet gelang agar tidak terlepas satu sama lain.

E. Prosedur atau Skenario Permainan
Permainan ini adalah permainan merobohkan susunan pecahan genting yang disusun
dengan menggunakan bola. Kemudian kelompok yang berjaga harus menyusunnya
kembali. Namun mereka harus hati-hati, karena tim lain akan berusaha menggagalkannya
dengan melempar bola. Uniknya dari permainan ini adalah peraturan dalam membawa bola.
Kelompok yang jaga berusaha melempar bola untuk mengenai kelompok bermain. Tetapi
bukan dengan membawa lari bola, lalu melemparkannya mengenai tubuh lawan, melainkan
bola harus dioperkan kepada anggota kelompoknya sambil berusaha mengejar dan
melemparkan bola. Apabila mereka berhasil menyusun pecahan genting tersebut, mereka
berteriak 'Boi-boi', yang artinya mereka memenangkan permainan. Namun jika salah satu
anggota kelompok terkena bola yang dilempar oleh kelompok lawan, maka mereka akan
menjadi kelompok jaga. Skenario nya sebagai berikut:

1. Kelompok bertujuan menyusun pecahan genteng hingga tak ada yang tersisa sambil
menghindar dari tembakan bola yang dilemparkan oleh anggota kelompok lain.

2. Kelompok yang satunya bertugas menembakkan bola ke anggota-anggota kelompok
lawan yang berusaha menyusun pecahan genteng.

3. Setiap anggota lawan yang terkena lemparan bola dianggap gugur dan tidak boleh lagi
meneruskan permainan.

4. Permainan dimulai dengan menggulirkan bola oleh kelompok penembak ke arah
pecahan genteng yang tersusun seperti piramida hingga berantakan (kira-kira seperti
menggelindingkan bola bowling ke sasarannya).

5. Sementara itu kelompok penjaga (penyusun pecahan genteng) bersiap-siap menyusun
lagi kepingan genteng yang berantakan sambil mewaspadai serangan lemparan bola.

6. Permainan selesai apabila pecahan genteng selesai disusun atau anggota kelompok yang
bertujuan menyusun pecahan genteng telah semuanya gugur kena tembakan bola dari
kelompok lawan.

7. Setelah selesai, posisi kelompok ditukar, yang tadinya kelompok penyusun pecahan
genteng menjadi kelompok pelempar bola (penembak), dan sebaliknya.

F. Setting atau Gambar

G. Komentar
Akhir-akhir ini permainan boi-boian sudah idak dimainkan lagi oleh anak-anak. Karena
dewasa ini mereka lebih memilih untuk main game pada telepon pintarnya masing-masing.
Padahal permainan ini sangat seru dimainkan bersama dengan teman-teman ketika waktu
sore menjelang magrib. Permainan ini cukup menegangkan karena dalam permainan ini
dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok bermain dan penjaga. Permainan ini
membuat kita menjadi aktif karena dipaksa untuk berlarian agar tidak terkena bola. Banyak
manfaat yang bisa diperoleh melalui permainan tradisional ini seperti bisa langsung
bersosialisasi dengan teman sebaya, melestarikan budaya permainan.Secara tidak langsung
ketika bermain permainan tradisional kita ikut turut dalam melestarikan budaya bangsa.
Selain itu permainan tradisional dapat mengelola emosi anak dan meningkatkan
kepercayaan diri.

PERMAINAN RAKYAT BANTEN

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Studi Kebantenan
Dosen Pengampu:
Fadlullah, M. Si

Disusun Oleh:

Kelompok 4

1. Falih Azmi 2227190040

2. Mega Mulia 2227190049

3. Devi Rakhmawati 2227190088

4. Husnul Milandari 2227190094

5. Nurlaela 2227190089

6. Noviatul Alfifah 2227190027

7. Reilla Febriyanti 2227190108

8. Setia Ayu Ningsih 2227190042
9. Sri Inggit Rachayu 2227190095

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

2020

PERMAINAN RAKYAT BANTEN

Permainan rakyat yang berkembang di Provinsi Banten termasuk Tangerang Raya yang
akan kami bahas terdiri dari 5 permainan diantaranya permainan Taplak Gunung, Pletokan,

Oray-orayan, Petak Umpet dan Main Gundu.

1. Permainan Taplak Gunung
A. Nama permainan: Taplak Gunung/ Engkle
B. Jumlah pemain/ peserta pemain:
Tidak dibatasi, semakin banyaknya jumlah pemainan semakin seru. Permainan
ini dapat dimainkan oleh laki-laki maupun perempuan, secara individu maupun
berkelompok.
C. Deskripsi:
Permainan taplak gunung atau engkle atau juga sudamanda adalah permainan
tradisional di indonesia. Permainan engkle ini sangat baik untuk anak-anak
dikarenakan anak akan belajar bersosialisasi dan juga baik untuk kesehatan
karena permainan ini cukup banyak gerakan sehingga mengurangi peningkatan
obesitas pada anak. Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak perempuan,
tetapi anak laki-laki juga kadang ikut bermain. Permainan engkle ini sangat
bagus untuk melatih otot-otot kaki saat melompat, semacam olahraga dan juga
melatih ketepatan dan kejelian dalam melempar gacoan ke dalam kotak yang
akan dituju.
D. Tujuan dan manfaat permainan taplak gunung:
 Dapat melatih aspek gerak motorik kasar anak
 Dapat melatih keseimbangan tubuh anak, terutama dalam melompat
dengan satu kaki
 Dapat menjadi wadah dalam menyalurkan energi anak melalui gerakan-
gerakan fisik, sehingga anak-anak dapat mengoptimalkan fungsi dari
otot-otot kaki, tangan dan punggung
 Dapat melatih ketangkasan dan kecermatan anak seperti dalam ketepatan
melempar gaco ke kotak sasaran yang dituju

 Anak juga dilatih untuk sabar dalam menunggu giliran dan
meningkatkan sportivitas serta kejujuran yang dapat dilihat ketika
pelemparan gaco tidak tepat di dalam kotak.

E. Persiapan:
Engklek dimainkan dengan hanya memanfaatkan suatu bidang datar yang
digambari kotak-kotak dengan pola tertentu menggunakan kapur atau tanah
dan juga sebuah gaco berupa lempengan tipis yang dapa tterbuat dari pecahan
keramik atau batu ceper.

F. Prosedur/Skenario Permainan:
1) Semua pemain melakukan hompimpa yang menang berhak melakukan
permaian terlebih dahulu. Pemain pertama melemparkan gaco (yang
biasanya berupa pecahan genting/kreweng, keramik lantai, ataupun batu
yang datar) ke kotak nomor satu. Saat melemparkannya tidak boleh
melebihi kotak yang telah disediakan jika melebihi maka dinyatakan gugur.
2) Pemain Pertama melompat dengan satu kaki (Engklek), dari kotak 1
sampai kotak 6 kemudian berhenti sejenak di kotak A kemudian kembali
lagi dengan mengambil gaco yang ada di kotak satu dengan posisi kaki satu
masih diangkat.
3) Setelah itu pemain melemparkan gaco tersebut sampai ke kotak 2 jika
keluar dari kotak 2 maka pemain dinyatakan gugur dan diganti oleh pemain
berikutnya.
4) Begitu seterusnya sampai semua kotak sudah dilempar dengan gaco.
Pergiliran dilakukan jika pemain pelempar gaco melewati sasaran, atau
menampak dua kaki dikotak 1,2,3,4,5,6 dan berhenti sejenak di kotak A
kemudian lompat lagi di kotak 3 dan berhenti di kotak 2 untuk mengambil
gaco di kotak 1.
5) Jika gaco berada dikotak 2 maka pemain mengambilnya di kotak 3, jika
gaco berada di kotak 4, 5 dan 6 maka pemain mengambilnya di kotak A.
6) Kemudian jika semua telah dilakukan oleh semua pemain maka pemain
melemparkan gaco dengan membelakangi Engklek’nya jika pas pada kotak

yang dikehendaki maka kota itu akan menjadi rumahnya maka boleh
berhenti dikotak tersebut seperti pada kotak A tapi hanya berlaku pada
pemain yang menang pada permaian tersebut. Begitu seterusnya sampai
kotak-kotak mulai dari angka 1 sampai 6 menjadi milik para pemain. Jika
semua telah dimiliki oleh sang pemain maka permainan dinyatakan telah
selesai.
7) Pemenang adalah pemain yang paling banyak memiliki rumah dari kotak-
kotak pada Engklek yang digambar.
G. Setting/gambar :

H. Komentar:
Permainan tradisional sangat mendidik anak-anak untuk menghadapi masa

depan. Sebab, dalam cerita rakyat dan permainan anak-anak, terdapat banyak
nilai–nilai yang bisa dijadikan pegangan hidup. Nilai moral, etika, kejujuran,
kemandirian, etos kerja, solidaritas sosial, dan lain-lain.

Sementara permainan zaman sekarang di era teknologi jauh berbeda.
Fenomena yang marak terjadi disekitar kita anak-anak telah melakukan
redefinisi arti bermain. Bermain yang tadinya penuh aktivitas fisik, ada
interaksi sosial sekarang menjadi lebih individualis dan diam atau aktif
bergerak. Anak sekarang yang sangat tergantung pada gawai menjadi
keresahan orang tua. Padahal bermain diluar memiliki banyak manfaat.
Denggan bermain diluar, anak bisa terkena sinar matahari yang membuatnya
sehat karena ada kandungan vitamin D yang baik untuk tulang. Selain itu gaya
tahan tubuh anak juga bisa meningkat dengan paparan sinar matahari. Tubuh
anak juga bisa menjadi lebih segar dan sehat dengan aktivitas fisik diluar.

2. Permainan Pletokan

A. Nama permainan: Pletokan

B. Jumlah pemain/ peserta pemain:

Permainan tembak-tembakan yang dimainkan oleh anak berumur 6-13 tahun

secara berkelompok atau sendiri dengan menembak binatang-binatang kecil.

Dan jika dilakukan secara berkelompok (2 orang atau lebih), akan dibagi
kedalam dua tim masing – masing tim bermain saling tembak menembak.

Area bermain Umumnya di tanah lapang.

C. Deskripsi:

Pletokan adalah sebuah nama senjata mainan yang terbuat dari bambu,

dan pelurunya terbuat dari kertas yang dibasahkan, atau biji

jambu atau kembang. Permainan ini, biasanya dimainkan oleh anak laki-

laki berumuran 6-13 tahun. Mereka yang memainkan permainan ini, seolah-olah

sedang menjadi orang yang berada dalam pertempuran, dan terkadang, mereka

memainkan permainan ini untuk menirukan adegan film. Dengan peluru yang
terbuat dari benda yang tidak berbahaya, membuat permainan ini
sangat aman dan bahkan dapat dikatakan gratis, karena terbuat dari bambu.
Nama pletokan diambil dari ungkapan bunyi yang keluar dari mainan
ini “pletok” yang hampir mirip dengan bunyi mainan senjata atau
bedil. Permainan ini berkembang di wilayah Condet, Batuampar.
D. Tujuan dan manfaat permainan Pletokan :
Tujuan dan manfaat dari permainan tradisiona pletokan ini antara lain :
 Melatih aspek gerak motorik kasar anak, karena anak dipaksa untuk

bergerak menembak lawan atau binatang
 Menjadi wadah dalam menyalurkan energi anak melalui gerakan-gerakan

fisik, sehingga anak-anak dapat mengoptimalkan fungsi dari otot-otot kaki,
tangan dan punggung.
 Melatih sikap kepemimpinan anak sedari dini
 Melatih anak berpikir kritis dalam situasi genting
 Melatih fokus anak dalam menembak musuh
E. Persiapan:
1) Bambu tua dan kuat, panjang 30-40 cm dengan diameter 1-1.5 cm
2) Kertas yang dibasahkan, atau biji jambu, atau kembang, atau biji-bijian
kecil

Cara Membuat Pletokan :

1) Pertama, siapkan bambu yang kuat dan tua supaya tidak cepat pecah.
2) Kemudian, bambu dibagi menjadi dua, yakni: penyodok dan laras
3) Dalam membuat penyodok, anda harus membelah bambu sehingga

membentuk lidi panjang,
4) Berikutnya anda harus meraut bambu sampai bundar sesuai dengan

lingkaran laras dan bagian pangkal dibuat pegangan sekitar 10 cm.
5) Pastikan penyodok ini bisa masuk kedalam laras. Untuk bagian atas

penyodok dibuat lebar, gunanya untuk menekan atau memukul-mukul

amunisi/pelor agar bisa masuk dengan sempurna. Hal ini dimaksudkan,
untuk membuat pletokan lebih mudah dimainkan. Dan, anda dapat
menambahkan daun pandan atau daun kelapa yang dililit dibentuk seperti
kerucut, dengan tujuan supaya suara yang dihasilkan lebih keras Dan,
dalam membuat laras, siapkan sebuah bambu kecil, diameter 1 cm dengan
panjang antara 15 – 20 cm. Lebih baik untuk mebuat laras
menggunakan bambu yang sudah tua agar tidak mudah pecah. Kedua,
siapkan kertas yang telah dibasahkan, atau buah-buahan berukuran kecil,
atau biji jambu, atau kembang sebagai pelurunya. Ketiga, permainan siap
dimainkan.
F. Prosedur/Skenario Permainan:
Setelah senjata telah dibuat dan tim telah terbentuk, maka permainan siap
untuk dimulai. Tetapi, kita harus mengetahui bagaimana cara bermainnya , nah
pletokan ini cara bermainnya yakni dengan menembaknya, bagimana cara
menembaknya.
1) Yang pertama peluru dimasukan dengan batang penolak (penyodok) sampai
ke ujung laras. pelurunya yang digunakan biasanya terbuat dari kertas yang
dibasahkan, atau biji jambu atau kembang,
2) Lalu, Peluru kedua dimasukkan dan ditolak dengan batang penolak
(penyodok). Peluru kedua ini mempunyai fungsi ganda. Fungsi pertama
sebagai klep pompa untuk menekan peluru pertama yang akan
ditembakkan. Fungsi kedua menjadi peluru yang disiapkan untuk
ditembakkan berikutnya.
3) Setelah peluru dimasukkan kelubang sampai padat lalu disodok dengan
batang penolak (penyodok) untuk melakukan tembakan . Tembakan ini
akan menimbulkan bunyi "pletok" dan peluru yang ada didalam akan
terlontar, semakin kalian menyodok nya kuat maka akan semakin jauh
lontaran pelurunya.

G. Setting/Gambar :

H. Komentar:
Permainan pletokan ini merupakan permainan tradisional yang sering

dimainkan oleh anak – anak, permainan ini pula tidak memerlukan biaya yang
mahal, hanya menggunakan bambu dan bisa kita buat sendiri tentunya tanpa
harus membelinya . tetapi sayangngnya pada saat ini sudah jarang sekali
ditemukan anak – anak yang bermain pletokan ini . Di era teknologi seperti
saat ini, anak-anak kebanyakn menggemari permainan modern seperti video
game, mobile game, dan internet. Tetapi justru permainan modern itu tidak
selalu berdampak baik bagi anak-anak. Misalnya, tubuh anak-anak yang sering
bermain video game lebih cenderung lemah dan mudah terserang penyakit, hal
ini karena mereka sering hanya duduk di depan layar atau bermain sambil
tiduran. Tubuh jadi pasif dan jarang digerakkan. Sedangkan untuk permainan

tradisional seperti pletokan ini adalah permainan yang harus menggerkan
tubuh . Banyak pula manfaat bermain permainna tradisional antara lain anak
bisa langsung bersosialisasi dengan teman-temannya, serta mengenalkan
kebudayaan indonesia , karena permainan tradisional adalah suatu bentuk
kebudayaan yang telah berkembang di bumi Indonesia. Dengan bermain
permainan tradisional, anak secara tidak langsung turut melestarikan dan
mengembangkan kebudayaan khas Indonesia, selain itu permainan tradisional
juga berguna untuk mengajari anak mengelola emosi, meningkatkan
kepercayaan diri, menghargai orang lain. Oleh karena itu, saya harapkan
semoga permainan tradisional selalu diingat dan di lestarikan selalu , dan
sebagai orang tua juga mempunyai peran penting kepada anak – anak untuk
mengingatkan dan mengenali anak – anak akan permainan tradisional
khusunya diindonesia ini , sehingga permainan tradisional dapat kembali
berkembang didunia anak - anak seperti zaman dahulu.

3. Permainan Oray-orayan
A. Nama permainan: Oray-orayan
B. Jumlah pemain/ peserta pemain:
Oray-orayan dimainkan Permainan oray-orayan dilakukan secara berkelompok.
Semakin banyak jumlah pemain, semakin baik karena akan lebih indah terlihat
bagaikan ular yang sebenarnya. Permainan ini tidak memerlukan alat bantu apa
pun, hanya memakai syair lagu Sunda berisi tanya jawab yang dinyanyikan
ketika bermain.
C. Deskripsi:
Oray-orayan merupakan salah satu permainan yang secara umum banyak
ditemukan di daerah jawa barat dan begitu juga halnya di banten. Permainan ini
telah ada sejak dahulu meski tidak diketahui mulai kapan menjadi salah satu
permainan tradisional di daerah. Permainan ini sangat mudah dan meriah untuk
dilaksanakan karena tidak ada bahan yang diperlukan selain sebidang tanah

cukup luas agar anak-anak leluasa membentuk barisan yang seperti oray atau
ular.
D. Tujuan dan manfaat permainan Oray-orayan:
 Membuat tubuh kita banyak gerak dan berkeringat karna sehat, juga

bermanfaat dalam melatih kecepatan ,konsentrasi dan Percaya pada tim
 Untuk bersenang senang dengan teman temaan dalam bahasa sunda

sosonoan jeung babaturan.
 Pemupukan sifat kebersamaan, sportifitas, kreativitas ataupun kecintaan

terhadap alam dan lingkungan. Kaulinan barudak oray-orayan juga
memiliki fungsi pedagogis dan fungsi rekreatif. Jenis dan bentuk kaulinan
oray-orayan sangat sederhana, tetapi secara tidak langsung mengandung
makna yang sangat berguna terutama bagi pemupukan sikap mental anak-
anak.
E. Persiapan:
Permainan dimulai dengan cara membuat dua barisan yang berjejer ke belakang,
dua barisan ini yang nantinya akan menjadi ular dan akan saling memangsa.
Anak yang paling depan menjadi kepala ular, sedangkan di tengah dan belakang
menjadi bagian tubuh dan ekornya. Agar terlihat seperti ular, setiap pemain
meletakkan tangannya di bahu/memegang perut temannya yang berada di
depannya, kecuali yang menjadi kepala ular.
F. Prosedur/Skenario Permainan:
1) Pemain membuat barisan berjejer ke belakang membentuk ular. Urutan
barisannya adalah: pemain yang badannya tinggi ada di depan sebagai
kepala ular, kemudian semakin ke arah ekor semakin yang berbadan
kecil. Semua tangan pemain memegang bahu atau ping-gang teman yang
ada di depannya, kecuali yang menjadi kepala ular (paling depan)
tangannya bebas.
2) Barisan yang sudah terbentuk tersebut berjalan meliuk-liuk menyerupai
ular melata sambil bernyanyi/bertanya ja-wab sebagaimana diutarakan
di atas. Se-lama barisan berjalan, yang menjadi ekor selalu besiap-siap

untuk mengelak, karena begitu lagu/tanya jawab selesai dan si ke-pala
ular berbunyi “Kok... kok... kok...”, maka ‘ular’ akan berlari-lari kecil
mengikuti ke-pala yang berusaha menangkap ekor. Pada gerakan ini
pemain yang menjadi badan harus dapat mengikuti kemana kepala ular
bergerak. Apabila badan ular putus, me-reka kembali menyusun bentuk
ular dan memulai permainan seperti semula.
3) Jika si ekor tertangkap ia harus keluar arena permainan, sehingga makin
lama badan ular makin pendek. Walau demikian, tanya
jawab/nyanyian bersahutan tetap ramai karena yang telah tertangkap dan
tidak boleh mainpun ikut bernyanyi/tanya jawab.
4) Jika pemain tinggal 3 atau 5 orang anak, permainan dimulai lagi dari
awal dan kepala ular diganti oleh yang lain. Demikian seterusnya hingga
permainan diakhiri.
Lagu Oray-orayan:

G. Setting/gambar :

H. Komentar:
Oray -orayan merupakan unsur budaya daerah yang potensial sebagai

local genius karena memiliki salah satu ciri. Salah satu upaya
melestarikannya adalah mentransformasikan nilai-nilai kearifan lokal yang
ada di dalamnya ke dalam konteks kekinian. Salah satunya adalah
menempatkannya sebagai sumber gagasan pem-belajaran seni tari kreatif di
Sekolah Dasar Sudah barang tentu untuk keperluan tersebut diperlukan

kebijakan dan tindakan nyata dari pihak terkait serta praktisi seni maupun
pendidikan.

4. Permainan Petak Umpet
A. Nama permainan: Petak Umpet
B. Jumlah pemain/ peserta pemain:
Permainan Petak Umpet dapat dimainkan oleh minimal 2 orang yang umumnya
berada di luar ruang.
C. Deskripsi:
Petak umpet adalah sejenis permainan cari dan sembunyi permainn ini
menjadi hal yang menyenangkan dan seru karena dimainkan oleh beberapa
orang dengan satu orang yang bertugas sebagai pencari mereka yang sedang
bersembunyi namun tetap harus menjaga benteng (tempat si pencari menutup
mata dan menghitung).
D. Tujuan dan manfaat permainan Petak Umpet:
 Meningkatkan Perkembangan Keaksaraan
permainan petak umpet kata dapat meningkatkan hasil belajar dan dapat
merangsang proses belajar pada anak. Karena, anak dapat membentuk
konsep huruf serta bunyi huruf yang kemudian diaplikasikan dalam
aktivitas membaca lebih lanjut.
 Membentuk karakter demokratis dan disiplin
permainan petak umpet dapat meningkatkan karakter demokratis dan
disiplin pada anak. Pasalnya, permainan petak umpet dibangun secara
bersama sama di mana setiap anak menerapkan aturan main yang ditetapkan
dan disetujui oleh bersama. Kemudian, karakter disiplin turut diterapkan
dalam permainan petak umpet dalam bentuk mematuhi aturan tersebut.
Sehingga, anak belajar untuk taat kepada aturan dan tidak dapat berbuat atas
kehendak mereka sendiri.
 Meningkatkan Keterampilan Motorik Kasar


Click to View FlipBook Version