The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Permainan rakyat banten ini untuk melestarikan permainan tradisional yang berada di daerah banten agar tidak punah dan tetap terjaga kelestariannya. permainan rakyat banten juga memiliki banyak manfaat dalam kehdupan sehari-hari dan kesehatan pada tubuh.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Ipat rahmawati, 2020-10-27 08:28:20

PERMAINAN RAKYAT BANTEN

Permainan rakyat banten ini untuk melestarikan permainan tradisional yang berada di daerah banten agar tidak punah dan tetap terjaga kelestariannya. permainan rakyat banten juga memiliki banyak manfaat dalam kehdupan sehari-hari dan kesehatan pada tubuh.

Keywords: permainan rakyat banten

• Bola kasti atau bola tenis, bisa juga menggunakan bola kertas yang terbuat dari kertas2
bekas yang digumpal-gumpalkan menjadi kira-kira sebesar bola tenis, diikat dengan
banyak karet gelang agar tidak terlepas satu sama lain.

Tujuan dan manfaat permainan
Permainan ini bermanfaat untuk menumbuhkan nilai karakter yang terkandung Model

permainan Boi boian diantaranya: nilai kerja keras ataupun kerja cerdas,nilai patuh terhadap
peraturan sosial. Dalam model permainan boi boian pemain tidak dituntut untuk bersikap
bijak dan demokratis, tetapi pemain harus berpikir bagaimana dapat selesai menyusun
serpihan pecahan genting dengan cepat tanpa terkena lemparan bola dari regu penjaga.
Maka nilai karakter demokratis paling rendah karena nilai karakter ini belum sepenuhnya
mempunyai pengaruh besar untuk digunakan dalam melakukan permainan boi boian.
Prosedur atau skenario permainan
1. Satu kelompok bertujuan menyusun pecahan genteng hingga tak ada yang tersisa

sambil menghindar dari tembakan bola yang dilemparkan oleh anggota kelompok lain.
2. Kelompok yang satunya bertugas menembakkan bola ke anggota-anggota kelompok

lawan yang berusaha menyusun pecahan genteng.
3. Setiap anggota lawan yang terkena lemparan bola dianggap gugur dan tidak boleh lagi

meneruskan permainan.
4. Permainan dimulai dengan menggulirkan bola oleh kelompok penembak ke arah

pecahan genteng yang tersusun seperti piramida hingga berantakan (kira-kira seperti
menggelindingkan bola bowling ke sasarannya).
5. Sementara itu kelompok penjaga (penyusun pecahan genteng) bersiap-siap menyusun
lagi kepingan genteng yang berantakan sambil mewaspadai serangan lemparan bola.
6. Permainan selesai apabila pecahan genteng selesai disusun atau anggota kelompok yang
bertujuan menyusun pecahan genteng telah semuanya gugur kena tembakan bola dari
kelompok lawan.
7. Setelah selesai, posisi kelompok ditukar, yang tadinya kelompok penyusun pecahan
genteng menjadi kelompok pelempar bola (penembak), dan sebaliknya.

Setting Atau gambar

Komentar
Permainan ini memadukan kerja motorik anak serta mengasah kemampuan membuat

strategi dan dapat mengajarkan anak-anak tentang kerja sama sesama anggota dan bisa
melatih kecepatan fisik.
Selain itu, pada permainan ini aspek yang dikembangkan meliputi:
• Aspek Kognitif
• Anak-anak dituntut untuk memikirkan dan merencanakan strategi dengan baik agar

dapat menjadi pemenang.
• Aspek Afektif
• Pada permainan ini anak belajar bersikap sportif, menghargai pemain lain, bersikap

wajar dalam menerima kekalahan, mengenal kerja sama dan meningkatkan
kepercayaan diri.
• Aspek Psikomotor
• Permainan ini amat baik untuk menyalurkan energi anak untuk banyak bergerak seperti
berlari.
• Aspek Sosial
• Interaksi dalam permainan ini mendorong anak untuk belajar tentang konsep berbagi
dan bermain secara adil.

PERMAINAN TRADISIONAL
Disusun guna memenuhi Tugas Mata Kuliah Studi Kebantenan

Dosen Pengampu: Dr. H. Fadlullah, S. Ag., M. Si.

Disusun Oleh:

Kelompok 4 (3C)

Zhaffa Ramadhani Zahra (2227190057)
Fadhiilah Taaj Zerlina (2227190060)
Ahmad Fajri (2227190066)
Emy Widiyanti (2227190069)
Ahmad Fuadi Dakwan (2227190070)
Sri Wahyuni (2227190072)
Nesa Wildiyanti (2227190074)
(2227190101)
Oktaviayu Nur Istikomah (2227190112))
Alfina Nur Aini

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2020

1. TAPLAK GUNUNG
a. Nama Permainan: TAPLAK GUNUNG
b. Jumlah/Peserta Bermain:
Permainan ini biasanya di mainkan oleh anak perempuan, tetapi anak
laki-laki juga kadang ikut bermain. Setelah itu kalau jumlah pemainnya hanya
dua orang cukup melakukan suit untuk menentukan siapa yang main terlebih
dahulu. Tapi kalau lebih dari dua bisa lakukan dengan cara hompimpa. Akan
tetapi kadang-kadang untuk menentukan siapa yang duluan bermain adalah
dengan cara siapa yang lempar gacoannya yang berupa batu atau pecahan
genteng tersebut, tepat pada kotaknya dan juga yang paling jauh pada nomor di
kotaknya. Yang paling dekat akan mendapat urutan bermain pertama dan yang
paling jauh mendapat urutan paling akhir.
c. Deskripsi
Permainan taplak gunung atau juga sudamanda adalah permainan
tradisional di indonesia. Permainan engklek ini sangat baik untuk anak – anak
dikarenakan anak akan belajar bersosialisasi dan juga baik untuk kesehatan
karena permainan ini cukup banyak gerakan sehingga mengurangi peningkatan
obesitas pada anak.
Permainan taplak gunung adalah permainan yang merupakan gabungan
antara kesenangan dan olahraga. Permainan taplak gunung ini sangat bagus
untuk melatih otot-otot kaki saat melompat, yah semacam olah ragalah dan juga
melatih ketepatan dan kejelian dalam melempar gacoan ke dalam kotak yang
akan dituju.
d. Tujuan/Manfaat Bermain
Manfaat permainan Taplak Gunung untuk anak antara lain :
 Melatih keseimbangan tubuh.
 Melatih kemampuan reka visual.
 Meningkatkan kemampuan motor planning (perencanaan gerak).
 Meningkatkan kemampuan diferensiasi tekstur berdasarkan indera
perabaan.
 Anak menjadi lebih kreatif.
 Mengembangkan kecerdasan logika.

e. Persiapan
Ketika ingin melakukan permainan taplak gunung hal yang harus kalian

persiapkan adalah menggambar di atas tanah ataupun di jalan 8 kotak dan
setengah lingkaran di bagian atas sendiri. Lalu kita beri nomor pada masing
kotak. Kemudian yang di gambar setengah lingkaran itu diberi nomor sembilan
dan dibagian setengah lingkarannya diberi nomor sepuluh. Kita juga harus
mempersiapkan gacoannya.
f. Prosedur/Skenario Permainan

Cara bermainya pertama kita menggambar di atas tanah ataupun di jalan
8 kotak dan setengah lingkaran di bagian atas sendiri. Lalu kita beri nomor pada
masing kotak. Kemudian yang di gambar setengah lingkaran itu diberi nomor
sembilan dan dibagian setengah lingkarannya diberi nomor sepuluh.

Setelah itu kalau jumlah pemainnya hanya dua orang cukup melakukan
suit untuk menentukan siapa yang main terlebih dahulu. Tapi kalau lebih dari
dua bisa lakukan dengan cara hompimpa. Akan tetapi kadang-kadang untuk
menentukan siapa yang duluan bermain adalah dengan cara siapa yang lempar
gacoannya yang berupa batu atau pecahan genteng tersebut, tepat pada kotaknya
dan juga yang paling jauh pada nomor di kotaknya. Yang paling dekat akan
mendapat urutan bermain pertama dan yang paling jauh mendapat urutan paling
akhir. Lalu setelah itu pemain mesti meloncat dari satu kotak ke kotak lainnya
dengan satu kaki, terserah mau kaki kanan atau kiri yang jadi tumpuannya.

Lalu kalau gacoannya sudah mencapai pada nomor sembilan, maka si
pemain harus mengambilnya dengan cara menghadap ke belakang dan
berjongkok, tangan kita gak boleh sampai menyentuh garis kotak, kalau sampai
menyentuh garis kotak maka pemain tersebut gagal dan harus diganti pemain
lainnya. Sebelumnya bertepuk tangan 3 kali, barulah mengambil gacoannya
dengan menghadap ke belakang.

Kemudian yang terakhir jika si pemain sudah melempar gacoannya ke
nomor sepuluh dan berhasil mengambilnya dengan cara yang disebutkan tadi,
maka pemain tersebut berhak mendapat bintang. Yang perlu diperhatikan pada
saat pemain akan mengambil gacoannya di tempat nomor sepuluh maka ia harus
melompat dari nomor delapan ke nomor sepuluh, jadi nomor sembilan harus
dilewati, tidak boleh menginjaknya. Disinilah anak-anak sering melakukan
kesalahan dengan menginjak garis. Sebenarnya sih ini juga berlaku untuk

gacoan yang dilempar ke nomor-nomor tertentu. Tempat-tempat yang ada
gacoan si pemilik tidak boleh diinjak, harus dilewati. Dan juga pemain tidak
diperbolehkan menginjak gacoan lawan.
g. Setting/Gambar

h. Komentar (Tanggapan Kelompok Terhadap Permainan Tersebut)
Menurut kelompok kami, permainan tradisonal taplak gunung ini

sebaiknnya selalu dikenalkan kepada anak-anak. Karena selain menyenangkan,
permainan taplak gunung ini juga merupakan permainan yang dapat mengasah
dan melatih keseimbangan anak ketika melompat dengan sebelah kaki. Selain
itu, karena permainan ini dilakukan secara bergilir, permainan ini dapat
membentuk karakter percaya diri anak untuk bermain dihadapan teman-
temannya.

2. PLETOKAN
a. Nama Permainan: PLETOKAN
b. Jumlah/Peserta Bermain
Permainan ini, biasanya dimainkan oleh anak laki-laki berumuran 6-13
tahun. Mereka yang memainkan permainan ini, seolah-olah sedang menjadi
orang yang berada dalam pertempuran, dan terkadang, mereka memainkan
permainan ini untuk menirukan adegan film. Dengan peluru yang terbuat dari
benda yang tidak berbahaya, membuat permainan ini sangat aman dan bahkan
dapat dikatakan gratis, karena terbuat dari bamboo.
c. Deskripsi
Pletokan adalah sebuah nama senjata mainan yang terbuat dari
bamboo,dan pelurunya terbuat dari kertas yang dibasahi atau biji-bjian.
Permainan ini merupakan permainan khas orang betawi. Disunda pletokan
disebut “bebeletokan”sedangkan diprobolinggo dan Madura mereka
menyebutkan dengan “tor cetoran”.

Biasanya pletokan,pletokan dimainkan oleh anak-anak laki-laki berumur 6-13
thn.
d. Tujuan/Manfaat Bermain

1) Mengembangkan kecerdasan intelektual pada anak.
2) Mengembangkan kecerdasan emosi pada anak.
3) Mengembangkan daya kreatifitas pada anak.
4) Meningkatkan kemampun bersosialisasi.
5) Melatih kemampuan motorik.
e. Persiapan

Pertama, siapkan bambu yang kuat dan tua supaya tidak cepat pecah.
Kemudian, bambu dibagi menjadi dua, yakni: penyodok dan laras. Dalam
membuat penyodok, anda harus membelah bambu sehingga
membentuk lidi panjang, berikutnya anda harus meraut bambu sampai bundar
sesuai dengan lingkaran laras dan bagian pangkal dibuat pegangan sekitar 10
cm. Pastikan penyodok ini bisa masuk kedalam laras. Untuk bagian atas
penyodok dibuat lebar, gunanya untuk menekan atau memukul-mukul
amunisi/pelor agar bisa masuk dengan sempurna. Hal ini dimaksudkan, untuk
membuat pletokan lebih mudah dimainkan. Dan, anda dapat
menambahkan daun pandan atau daun kelapa yang dililit dibentuk seperti
kerucut, dengan tujuan supaya suara yang dihasi kecil, diameter 1 cm dengan
panjang antara 15 – 20 cmLebih baik untuk mebuat laras menggunakan yang
sudah tua agar tidak mudah pecah

Kedua, kerts/ kertas yang telah dibasahkan, atau buah-buahanan.berukuran
kecil, atau bijijambu atau kesebagai Ketiga, permainan siap dimainkan

f. Prosedur/Skenario Permainan
Setelah senjata telah dibuat dan tim telah terbentuk, maka permainan

siap untuk dimulai. Tetapi, kita harus mengetahui bagaimana cara menembak
dengan pletokan. Peluru dimasukan dengan batang penolak (penyodok) sampai
ke ujung laras. Peluru kedua dimasukkan dan ditolak dengan batang penolak
(penyodok). Peluru kedua ini mempunyai fungsi ganda. Fungsi pertama sebagai
klep pompa untuk menekan peluru pertama yang akan ditembakkan. Fungsi
kedua menjadi peluru yang disiapkan untuk ditembakkan berikutnya.

Tembakan ini akan menimbulkan bunyi “pletok” dan peluru terlontar ± 5 meter
dan relatif lurus.
g. Setting/Gambar

h. Komentar (Tanggapan Kelompok Terhadap Permainan Tersebut)
Menurut kelompok kami, permainan tradisional pletokan ini sangat

bagus untuk dikenalkan dan lestarikan, terutama kepada anak laki-laki. Karena
selain permainan ini terkesan menyenangkan, permainan ini juga dapat melatih
konsentrasi anak untuk dapat sampai kepada apa yang dituju. Selain itu,
permainan ini juga dapat menumbuhkan karakter gigih dan semangat juang
yang tinggi dalam menghadang segala halang rintang terutama lawan pemain.

3. ORAY-ORAYAN
a. Nama Permainan: ORAY-ORAYAN
b. Jumlah/Peserta Bermain:
Dalam permainan oray-orayan ini sebenarnya tidak ditentukan seberapa
banyak jumlah pemainnya. Namun, biasanya permainan ini dilakukan oleh 5-
10 orang pemain, bisa juga lebih. Permainan terdiri dari dua orang yang saling
berpegangan tangan dan membentuk gerbang/gawang. Pemain lainnya menjadi
pemain yang disebut hulu (kepala) dan yang paling belakang disebut buntut
(ekor). Permainan oray-orayan ini dapat dilakukan oleh siapa saja, baik laki-lain
maupun perempuan.
c. Deskripsi:
Oray-orayan merupakan salah satu permainan yang secara umum
banyak ditemukan di daerah Jawa Barat dan di daerah Banten. permainan ini
telah ada sejak dahulu meski tidak diketahui kapan mulai adanya permainan
tersebut. Permainan ini sangat mudah dan meriah untuk dilaksanakan karena
tidak ada bahan yang diperlukan selain sebidang tanah yang cukup luas agar
anak-anak leluasa membentuk barisan yang seperti oray (ular). Bagian depan

dalam permainan oray-orayan ini diartikan sebagai hulu oray (kepala ular) dan
bagian tengah serta belakang diartikan sebagai bagian tubuh dan buntut oray
(ekor ular). Permainan ini membentuk barisan satu kolom dengan saling
menumpu ke dua tangan pada pundak teman di depannya. Sambil berjalan, para
pemain menyanyikan kawih yang biasa dinyanyikan.
Syair/kawih yang dinyanyikan tersebut yaitu:

Oray-orayan
Luar leor mapay sawah

Tong ka sawah
Parena keur sedeng beukah

Oray-orayan
Luar leor mapai leuwi

Tong ka leuwi
Di leuwi loba nu mandi

Oray-orayan
Oray naon? Oray Bungka
Bungka naon? Bungka laut

Laut naon? Laut Dipa
Dipa naon? Dipandeuriii…

Terdapat syair/kawih lainnnya:
Oray-orayan

Luar leor mapay sawah
Ulah ka sawah

Parena keur sedeng beukah
Oray-orayan

Luar leor mapay kebon
Entong ka kebon

Di kebon loba nu ngangon

Terdapat syair/kawih lainnya:
Oray-orayan

Luar leor mapay sawah
Tong ka sawah

Parena keur sedeng beukah
Oray-orayan

Luar leor mapay kebon
Entong ka kebon

Di kebon loba nu ngangon
Mending ge ka leuwi

Di leuwi loba nu mandi
Saha anu mandi

Anu mandina pandeuri
Oray-orayan

Oray naon? Oray Bungka
Bungka naon? Bungka laut

Laut naon? Laut Dipa
Dipa naon? Dipandeuriii…
d. Tujuan/Manfaat Bermain
Dalam permainan oray-orayan terdapat aspek moral yang terkandung di
dalamnya yang bertujuan untuk menghargai teman dan tidak memaksakan
kehendak, di mana adanya kesempatan mengenai pemilihan siapa yang menjadi
penjaga, siapa yang menjadi kepala ular, badan ular, dan ekor ular, dan
membantu atau menolong temannya di mana nantinya mereka harus
memperjuangkan untuk melepaskan temannya ketika tertangkap. Selain itu,
terdapat aspek sosial dan emosional yang dapat dikembangkan dalam
permainan ini adlaah agar anak dapat bermain bersama, di mana dengan adanya
pembagian dapat menunjukkan ekspresi yang wajar, yaitu ekspresi rasa senang
dan rasa takut. Senang ketika tidak tertangkap dan rasa takut ketika berhasil
ditangkap oleh penjaga. Dengan ini, anak dapat belajar mengerti aturan dalam
bermain bersama, karena nantinya dalam kehidupan yang nyata mereka akan
hidup sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku, mengerti akibat jika melanggar
aturan, dapat memimpin kelompok kecil, serta dapat memecahkan masalah
sederhana.
e. Persiapan
1) Siapkan lahan/tempat yang cukup untuk permainan oray-orayan
tersebut.
2) Kumpulkan anak-anak yang akan bermain oray-orayan.

f. Prosedur/Skenario Permainan
1) Kita harus menentukan terlebih dahulu dua orang pemain yang akan
dijadikan sebagai penjaga atau gerbang, atau gawangnya. Biasanya dua
anak yang dipilih tersebut lebih dewasa dari mereka. Dua orang penjaga
tersebut berhak memilih nama timnya sendiri dengan cara bersuit
(suitan). Misalnya: ketika akan menentukan atau memilih antara nama
bintang atau bulan, atau nama-nama lainnya.
2) Anak-anak yang lainnya harus membuat barisan berjejer ke belakang.
Biasanya anak yang paling tinggi di depan dan yang agak kecil di
belakang. Anak yang paling depan menjadi kepala ular dan anak yang
paling belakang menjadi ekornya. Kemudian, setiap anak dalam barisan
tersebut harus meletakkan tangannya di pundak atau bahu temannya
yang berada di depannya, kecuali yang menjadi kepala.
3) Anak-anak yang berbaris tersebut kemudian berjalan melintari atau
melewati gerbang yang dibuat oleh dua orang temannya tersebut dengan
gerakan memutar. Seperti layaknya ular, mereka harus berjalan sambil
meliuk-liuk dengan menyanyikan lagu oray-orayan.
4) Setelah selesai melantunkan atau menyanyikan lagu tersebut. Di bagian
akhir lagu penjaga gawang harus berusaha menangkap anak-anak
tersebut dibagian akhir lagu. Misalnya: pada lirik “Pandeuri… ri… ri…
ri”, dan sebagainya.
5) Anggota kelompok yang berhasil ditangkap penjaga gawang diberi
pilihan untuk memilih bergabung dengan penjaga gawang, atau ada juga
permainan yang memberikan sebuah pertanyaan terlebih dahulu kepada
mereka, sebelum mereka memilih antara tim dari dua orang tersebut.
6) Permainan diteruskan sampai semua pemain masuk dalam ke dua
kelompok di belakanng penjaga gerbang/gawang tersebut.
7) Setelah semua pemain habis dan bergabung dalam kelompok penjaga,
selanjutnya permainan diteruskan dengan permainan seperti tarik
tambang atau suit. Kelompok yang kalah akan mendapatkan hukuman.
Misalnya menggendong kelompok yang menang atau lain sebagainya.

g. Setting/Gambar

h. Komentar (Tanggapan Kelompok Terhadap Permainan Tersebut)
Menurut kelompok kami, permainan oray-orayan ini merupakan

permainan yang harus selalu dikenlakan dan dilestarikan oleh generasi anak
milenial. Karena permainan oray-orayan ini sangat menyenangkan, permainan
ini mengajarkan kepada anak untuk menjaga kekompkand dan kerja sama yang
baik. Selain itu, permainan ini juga dapat melatih keseimbangan anak untuk
tidak terputus satu sama lainnya.

4. ENGKLEK
a. Nama Permainan: ENGKLEK
b. Jumlah/Peserta Bermain
Dalam permainan Engklek ini sebenarnya tidak ada ketentuan, batas
minimal dan batas maksimal berapa peserta yang dapat ikut bermain, semuanya
bisa ikut bermain berdasarkan kemauan masing-masing akan tetapi yang ingin
ikut bermain harus memiliki yang nama nya gacuk/buah, biasanya
menggunakan pecahan batu datar, keramik ataupun genteng.
c. Deskripsi
 Engklek merupakan permainan tradisional yang mana cara mainnya
dengan melompat-lompat pada bidang datar yang sudah kita beri garis
pola kotak-kotak, setelah itu kita akan melompat dengan satu kaki pada
kotak satu ke kotak berikutnya.
 Engklek sendiri berasal dari bahasa jawa, di daerah lain namanya
bermancam-macam ada yang menyebutnya dengan teklek, sundamanda,
ingkling, lempeng, jlong jling, dampu dan masih banyak lagi sebutan
engkle, tergantung dari setiap daerahnya.
 Biasanya permainan engklek ini dimainkan oleh anak perempuan, akan
tetapi tidak jarang anak laki-laki ikut serta dalam permainan ini. Mereka

sering memainkannya di halam rumah, tanah kosong kebun dan
sekolahan.
 Ada dua versi mengenai sejarah permainan engklek ini.

1) Versi Engklek yang Pertama
Ada yang mengatakan bahwa permainan engklek pada awalnya

berasal dari nama permainan “Zondag maandag” yang berasal dari
bahasa belanda yang berarti sunday manday, kemudian permainan
ini menyebar ke seluruh nusantara yang di sebarkan pada zaman
kolonial dulu, permainan engklek ini menggambarkan perebutan
petak sawah.

2) Versi Engklek yang Kedua
Menurut Dr. Smpuck Hur Gronje mengungkapkan bahwa

permainan engklek pada awalnya berasal dari Hindustan, kemudian
di bawah ke Indonesia dan menyebar di setiap daerah meskipun
dengan sebutan yang berbeda-beda.
d. Tujuan/Manfaat Bermain

1) Permainan ini akan membuat kemampuan fisik anak-anak menjadi semakin
kuat karena permainan ini cara memainkannya mengharuskan untuk
melompat-lompat.

2) Anak-anak akan diasah kemampuannya bersosialisasi dengan orang lain dan
juga mengajarkan kebersamaan dianatara mereka.

3) Anak-anak akan di ajarkan menaati peraturan yang telah di sepakati dalam
permainan engklek ini.

4) Permainan engklek dapat membantu anak mengasah logikanya, selain itu
juga dapat melatih kemampuan berhitung dan menentukan langkah-langkah
yang harus mereka lewati dalam permainannya.

5) Anak-anak akan lebih kreatif. Permainan tradisional engklke ini sebelum
memainkannya akan dibuat dulu polanya oleh para pemain. Mereka akan
menggunakan benda-benda, barang-barang, tumbuhan yang ada disekitar.

e. Persiapan

1) Yang pertama kali kita lakukan sebelum bermain engklek adalah
menggambar dulu bidang engklek yang akan kita gunakan untuk bermain.

2) Kemudian para pemain harus hompimpa untuk menentukan siapa dulu yang
akan bermain. Hompimpa disini menentukan siapa yang akan jalan terlebih
dulu dan siapa yang jalan terakhir.

3) Biasanya didalam hompimpa yang paling berbedalah yang dapat jalan
terlebih dulu. Hal ini dilakukan jika pemain lebih dari 2 orang tapi jika 2
orang saja maka dilakukan suit.

4) Untuk bisa bermain, setiap anak diharuskan memiliki gacuk/buah biasanya
menggunakan pecahan batu datar, keramik ataupun genteng.

f. Prosedur/Skenario Permainan

1) Pemain bermain engklek dengan cara melompat dengan menggunakan satu
kaki yang dilakukan pada setiap kotak-kota yang telah digaris pada tanah
sebelumnya.

2) Gacuk tadi dilempar ke salah satu petak yang ada ditanah, kemudia petak
dengan gacuk jika sudah berada diatasnya maka gacuk kita tidak boleh
diinjak atau ditempati oleh para pemain. jadi pemain harus melompati petak
yang ada gacuknuya.

3) Para pemain tidak boleh yang ada melempar gacuk melewati petak yang
telah disediakan. Jika terdapat pemain yang melakukan hal tersebut maka
pemain itu akan didiskualifikasi dan dinyatakan gugur setelah itu diganti
oleh pemani selanjutnya.

4) Jika ada pemain yang menyelesaikan permainan satu putaran sampai di
puncaknya, kemudian mereka akan mengambil gacuk dengan cara
membelakangi dan dengan mata yang ditutup.

5) Jika dalam mengambil gacuk pemain tersebut menyentuh garis atau terjatuh,
maka pemain tersebut dinyatakan mati dan harus mengulanginya dari awal
lagi.

6) Sedangkan jika pemain berhasil mengambul gacuk di puncaknya, maka
pemain tersebut harus melemparnya keluar dari bidang engklek. Kemduaian

pemain harus melemparnya keluar dan engklek sesuai dengan kotak yang
telah digamabar. dengan berpijak pada gajuk yang di lemparkan tadi.
7) Selanjutnya jika pemain berhasil maka akan lanjut ke tahap mencari sawah
dengan cara menjagling gacuk atau kereweng dengan menggunakan telapal
tangan secara bolak-balik sebanyak 5 kali tanpa terjatuh. Hal ini dilakukan
dengan posisi berjongkok dan membelakangi bidang engklek.
8) Dia harus berada di tempat jatuhnya gacuk atau kereweng yang telah
dilemparkan tadi. Setelah berhasil menjagling sebanyak 5 kali tanpa
terjatuh, pemain masih dalam posisi yang sama kemudian melemparkan
kembali ke dalam bidang engklek.
9) Apabila lemparanya tempat pada salah satu bidang engklek maka bidang
tadi menjadi sawah pemain tersebut. Dan jika gagal pemain harus
mengulanginya kembali dari awal permainan.
10) Pemain yang telah memiliki sawah paling banyak maka pemain tersebut
dinyatakan sebagai pemenangnya.

g. Setting/Gambar

h. Komentar (Tanggapan Kelompok Terhadap Permainan Tersebut)
Menurut kelompok kami, permainan ini sangat mengasyikan permainan

ini, selain asyik anak-anak akan di beri edukasi yang mempunyai banyak
manfaat bagi pertumbuhan si anak. Semoga kita dapat melestarikan permainan
engklek agar nantinya tidak hanya tinggal cerita. Dan anak-anak kita nantinya
dapat terselamatkan dari pesatnya perkembangan teknologi yang penggunaanya
tanpa di bekali ilmu pengetahuan yang cukup.

5. LAYANGAN
a. Nama Permainan: LAYANGAN
b. Jumlah/Peserta Bermain

Dalam bermain layangan pada dasarnya jumlah peserta yang
bermainnya tidak ditentukan. Semakin banyak anak yang menerbangkan
layangan semakin menantang pula setiap pemain layangan untuk bersaing
memutuskan layangan lawan.
c. Deskripsi

Layang-layang atau biasa disebut dengan layangan merupakan lembaran
bahan tipis berkerangka yang diterbangkan ke udara dan terhubungkan dengan
tali ataubenang ke daratan atau pengendali. Layang-layang memanfaatkan
kekuatan hembusan angin sebagai alat pengangkatnya dan dikenal luas di
seluruh dunia sebagai alat permainan.Selain menjadi salah satu permaianan
yang sering dimainkan oleh anak-anak dan orang dewasa, Layang-layang
diketahui juga memiliki fungsi ritual yakni sebagai alat bantu memancing atau
menjerat, menjadi alat bantu penelitian ilmiah, serta media energi alternatif.

Terdapat berbagai tipe Layang-Layang permainan, di SundaLayang-
Layang dikenal dengan istilah maen langlayangan. Meskipun yang paling
umum adalah layang-layang hias jika dalam bahasa Betawi disebut koang dan
Layang-Layang aduan laga.Selain itu, ada pula Layang-Layang yang diberi
sendaringan dan dapat mengeluarkan suara karena hembusan angin. Layang-
layang laga biasa dimainkan oleh anak-anak pada masa pancaroba karena
kuatnya angin berhembus pada saat itu akan membuat Layang-Layang terbang
dengan tinggi.

Di beberapa daerah Nusantara, Layang-Layang juga dimainkan sebagai
bagian dari ritual tertentu, biasanya terkait dengan proses budidaya pertanian.
Layang-Layang paling sederhana terbuat dari helai daun yang diberi kerangka
dari bambu, kemudian diikat dengan serat rotan. Layang-layang semacam ini
masih dapat dijumpai di Sulawesi. Diduga beberapa bentuk Layang-Layang
tradisional asal Bali berkembang dari Layang-Layang daun karena bentuk
ovalnya yang menyerupai daun.

Di Jawa Barat, Lampung, dan beberapa tempatlain di Indonesia,
Layang-Layang digunakan sebagai alat bantu memancing. Layang-layang ini
terbuat dari anyaman daun sejenis anggrek tertentu dan dihubungkan dengan
mata kail.Sedangkan di Pangandaran dan beberapa tempat lainmisalnya,
Layang-Layang dipasangi jerat yang berguna untuk menangkap kalong atau
kelelawar.

Penggunaan Layang-Layang sebagai alat bantu penelitian cuaca telah
dikenal sejak abad ke-18. Contoh yang paling terkenal adalah ketika Benjamin
Franklin menggunakan layang-layang yang terhubung dengan kunci untuk
menunjukkan bahwa petir membawa muatan listrik.Layang-Layang raksasa
dari bahan sintetis sekarang telah dicoba menjadi alat untuk menghemat
penggunaan bahan bakar kapal pengangkut. Pada saat angin berhembus
kencang, kapal akan membentangkan layar raksasa seperti layang-layang yang
akan “menarik” kapal sehingga menghemat penggunaan bahan bakar di laut.
d. Tujuan/Manfaat Bermain

 Membuat Tubuh Aktif Bergerak
Menerbangkan layang-layang bisa memberi efek yang sama seperti saat
kita berolahraga. Ketika menerbangkan layang-layang seringkali diiringi
dengan gerakan berjalan atau berlari yang membuat tubuh kita aktif
bergerak. Saat tubuh aktif bergerak, jantung jadi lebih sehat, aliran darah
lebih lancar, otot pun jadi lebih kuat.

 Baik untuk Kesehatan Mata
Bermain layang-layang mengharuskan mata kita untuk melihat jauh ke
atas langit. Hal tersebut membuat otot dan saraf mata kita jadi lebih
terlatih. Permainan ini bisa meringankan kelelahan pada mata serta
mencegah terjadinya miopi (rabun jauh).

 Manfaat Dari Sinar Matahari
Kita membutuhkan cuaca yang cerah untuk bisa menerbangkan layang-
layang. Otomatis tubuh kita akan terkena sinar matahari, yang bisa
membawa beberapa manfaat kesehatan bagi kita seperti meningkatkan
produksi Vitamin D, memperbaiki suasana hati, meningkatkan kualitas
tidur, serta membantu penyembuhan gangguan kulit.

 Baik Untuk Kesehatan Leher
Orang yang banyak menghabiskan waktunya bekerja di depan komputer
cenderung lebih sering mengalami nyeri otot leher. Masalah pada area
leher tersebut bisa dicegah dengan menerbangkan layang-layang. Dengan
melihat ke atas saat menerbangkan layang-layang, kita bisa mengurangi
ketegangan pada otot leher, meningkatkan fleksibilitas ligamen serta sendi
tulang belakang, sehingga bisa mencegah kondisi nyeri leher dan
mengurangi ketegangan pada otot leher.

 Mengurangi Stres
Aktivitas yang dilakukan di luar ruangan cenderung mengasyikkan.
Melihat layang-layang terbang perlahan pun mampu memberikan
relaksasi pada pikiran dan mengurangi stres yang sedang kamu rasakan.
Menerbangkan layang-layang bersama keluarga atau orang-orang
tersayang pun membuat aktivitas ini semakin terasa menyenangkan.

e. Persiapan
1) Siapkan lahan/tempat (lapangan) yang cukup untuk bermainlayangan
2) Siapkan layangan dan benang terbaik
3) Ajak teman-teman untuk bermain layangan bersama

f. Prosedur/Skenario Permainan
 Memilih Kondisi yang Tepat
1) Siapkan layang-layang Anda.
Ada beberapa variasi layang-layang yang bisa Anda pilih dan
Anda pun bisa membuatnya sendiri. Bentuk-bentuk standar
paling mudah diterbangkan, tetapi jika Anda mencari tantangan,
pilihlah yang lebih besar dan terbangkan lebih tinggi.
Angin dengan kecepatan ringan dan sedang (sekitar 9-24
km/jam) paling baik untuk menerbangkan layang-layang
berbentuk segitiga, berlian/wajik, dan ular naga. Bila tiupan
angin cukup kuat (sekitar 13-40 km/jam), jenis layang-layang
yang mudah dikendalikan adalah layang-layang 3D berbentuk
kotak atau stickless parafoil (layang-layang fleksibel tanpa
rangka yang digelembungkan, terbuat dari kain parafoil seperti
parasut).
2) Pilihlah hari yang tepat.
a) Jika angin sepoi-sepoi bertiup tetapi Anda tidak merasa
tertarik maka itulah saatnya pergi ke bukit tempat
menerbangkan layang-layang. Hal terakhir yang perlu
Anda lakukan adalah pergi keluar dan menghabiskan
waktu memegang kendali layang-layang. Dengan angin
yang bagus, Anda dapat membuat layang-layang menari-
nari dan membubung tinggi bahkan mungkin menukik
atau melakukan trik (gerakan sulit).

b) Apabila terlihat dedaunan terombang-ambing lembut di
atas tanah, itu pertanda sempurna. Pada saat itu mestinya
kecepatan angin sekitar 8-40 km/jam, kisaran ideal yang
Anda cari. Agar Anda tidak kecewa, pastikan kondisi
tersebut. Gunakan bendera atau windsock (kain
berbentuk tabung/kerucut) untuk mengetahui kekuatan
dan arah angin

c) Terbangkan layang-layang hanya saat kondisi aman,
artinya tidak sedang hujan atau ada petir. Sesungguhnya
di dalam awan terdapat arus listrik yang akan ditarik oleh
benang layang-layang yang basah. Ketahuilah, dengan
menerbangkan layang-layang saat badai, Benjamin
Franklin (penemu penangkal petir) membuktikan bahwa
petir adalah listrik.

3) Pilihlah lokasi yang tepat.
a) Jangan menerbangkan layang-layang Anda dekat dengan
jalan raya, di sekitar jaringan listrik ataupun pelabuhan
udara. Lokasi terbaik yang bisa Anda pilih, misalnya
taman, lapangan, dan pantai. Semakin luas area, akan
semakin menyenangkan.
b) Pepohonan mungkin tidak berbahaya, tetapi semakin
sedikit pohon akan semakin baik. Beberapa jenis pohon,
karena bentuk tajuk dan kerimbunannya, cenderung
membuat layang-layang tersangkut di dalamnya.

4) Carilah teman untuk membantu Anda menerbangkan layang-
layang. Menerbangkan layang-layang itu mudah, dan akan
semakin lebih mudah jika dilakukan oleh dua orang. Selain itu,
berdua pasti juga akan lebih menyenangkan.

 Menerbangkan Layang-Layang Anda
1) Peganglah gulungan benang, sementara seorang teman Anda
memegang layang-layang. Layang-layang harus menghadap ke
arah Anda, sedangkan punggung Anda menghadap arah
datangnya angin. Jika angin bertiup dari arah belakang layang-
layang maka layang-layang tersebut akan jatuh.

2) Lepaskan benang dari gulungannya kira-kira sepanjang 20
meter. Mintalah teman Anda mundur menjauhi Anda sejauh
panjang benang yang Anda lepas. Pastikan tidak ada gangguan
di sekitar lokasi di mana layang-layang akan dilepaskan.

3) Beri isyarat kepada teman Anda untuk melepaskan layang-
layang. Anda mungkin perlu menunggu tiupan angin untuk
membuat layang-layang Anda mengangkasa. Anda harus
menarik benang untuk memberi sedikit tegangan dan
meluncurkan layang-layang ke udara.

4) Perhatikan arah angin.
a) Jika arah angin berubah maka Anda perlu beradaptasi.
Pikirkan mengenai beberapa istilah berikut:
b) Anggaplah diri Anda sebagai "Penerbang" dan teman
yang memegang layang-layang adalah "Peluncur."
c) Aturlah sedemikian rupa sehingga angin bertiup dari arah
Penerbang ke Peluncur.

5) Pastikan angin bertiup dalam arah lurus dari posisi Anda ke
teman Anda, si peluncur. Jika Anda tetap mewaspadai kondisi
demikian, Anda akan dapat menerbangkan layang-layang jauh
lebih lama.

6) Lepaskan benang untuk membuat layang-layang mengangkasa
lebih tinggi. Berhati-hatilah untuk memantau ujung benangjika
layang-layang Anda berkualitas buruk, benang terbang mungkin
putus dan terlepas dari tali kekang, sehingga Anda bisa
kehilangan layang-layang tersebut.

7) Tariklah benang dengan ringan untuk menurunkan atau
membuat layang-layang terbang lebih rendah. Lilitkan benang
pada gulungan sebagaimana kondisi awal.

8) Buatlah permainan layang-layang jadi lebih menyenangkan.
 Tips

1) Aktivitas menerbangkan layang-layang paling baik jika
dilakukan di lapangan terbuka, seperti lapangan bola atau
lapangan rumput, karena luas dan terbuka. Anda bahkan bisa

menerbangkan layang-layang di atap datar bangunan. Termasuk
lokasi yang terbuka dan luas adalah pantai dan tepi danau.
2) Pilihlah hari saat angin tidak terlalu banyak.
3) Untuk mengantisipasi agar layang-layang tidak jatuh:
4) Jika hanya ada sedikit angin: Berlarilah, namun tetap berhati-
hati! Perhatikan ke mana arah Anda berlari; buanglah ekor
layang-layang dan apa pun yang menyebabkan hambatan
tambahan dan usahakan membuat layang-layang menjadi
seringan mungkin. Jika ada kecenderungan layang-layang
bergerak menurun, buatlah supaya ujung layang-layang
mengarah ke atas (dengan melepaskan benang perlahan) dan lalu
menarik benang secepat Anda bisa.
5) Jika bertiup cukup banyak angin, usahakan mengikuti langkah
berikut: Sentakkan benang dengan gerakan memompa dan
lepaskan benang lebih panjang. Gerakan ini cukup jitu jika
layang-layang bertemu "sesuatu yang menukik tajam", seperti
burung atau layang-layang lain. Selain dapat menghindarinya
juga dapat mengejar kembali. Jika layang-layang Anda terlanjur
jatuh, pertimbangkan untuk memasang ekor atau jumbai pada
bagian tepi belakang, atau kreasi lain untuk menciptakan
penahan. Cara tersebut berguna untuk menambah stabilitas
layang-layang Anda, terutama untuk mengatasi tiupan angin
pada titik yang lebih tinggi.
6) Kecepatan angin diukur relatif terhadap kecepatan Anda.
Artinya, Anda berdiri diam saat angin bertiup sepoi-sepoi
dengan kecepatan 9,7 km/jam ekuivalen dengan Anda berlari
pada kecepatan 9,7 km/jam saat tidak ada angin bertiup. Apabila
Anda berada di ruang terbuka, cobalah berlari dengan
memegang gulungan benang untuk mengisi kesenjangan saat
angin berhenti bertiup. Atau, jika hari tidak berangin, perhatikan
seberapa tinggi Anda bisa menaikkan layang-layang dengan cara
berlari membentuk lingkaran yang lebar-setidaknya, Anda akan
membakar sejumlah kalori.
 Peringatan

1) Jangan terbangkan layang-layang di dekat jaringan listrik.
Sebuah film animasi berjudul Louie the Lightning Bug (beredar
di Amerika) mengajarkan tentang listrik dan keamanannya,
termasuk untuk tidak bermain layang-layang di sekitar jaringan
listrik

2) Jangan terbangkan layang-layang selama terjadi hujan atau badai
kilat.

3) Hindari menerbangkan layang-layang di jalanan atau di lokasi
mana pun yang dekat dengan tiang listrik ataupun pepohonan,
karena layang-layang memerlukan ruang yang luas agar bisa
bergerak bebas ke segala arah, ke atas maupun ke bawah.

g. Setting/Gambar

h. Komentar (Tanggapan Kelompok Terhadap Permainan Tersebut)
Menurut kelompok kami, permainan layangan ini harus tetap

dilestarikan. Karena dengan permainan ini menyatukan kembali anak-anak
yang tadinya lebih sering main gadget. Terlebih bukan hanya permainan ini saja.
Semua permainan tradisional yang ada di Indonesia ini wajib kita lestarikan
bersama, agar anak cucu kita kelak bisa merasakannya.Tetapi dalam permainan
ini alangkah lebih baiknya untuk selalu berhati-hati. Jangan bermain di tempat
yang sekiranya dapat mengganggu aktifitas masyarakat yang lainnya.


Click to View FlipBook Version