PROGRAM
PENGABDIAN DAN
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS INDONESIA 2020
DPPM-UI
PROFIL
PENGABDIAN MASYARAKAT
DIREKTORAT PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS INDONESIA
Tim Editorial
Lenny Maykel Muliawati, S.K.M.
Dessy Hariani, M,Si.
Ludia Safitri, S.K.M.
Ricky Alam Septiawan, S.E.
Azhar Firdaus, M.Si.
Penyunting
Agung Waluyo, S.Kp., M.Sc., Ph.D
Albert P. J. Roring, S.S. M.Hum.
Dr. L.G. Saraswati Putri, M.Hum.
Desainer Tata Letak
Muhammad Adnan Ade Kurniawan, A.md. Ds.
Terbit 2020
ISBN 978-623-94933-2-5
Diterbitkan oleh Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Hak Cipta dilindungi Undang-undang
Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku dengan
bentuk dan cara apapun tanpa izin tertulis dari penerbit.
“Lawan sastra
ngesti mulya
(Dengan ilmu
kita menuju
kemuliaan).”
Raden Mas Soewardi Soerjaningrat
Ki Hadjar Dewantara
DAFTAR ISI
06. Go Green
28. Ramah Anak
46. UI Mengajar
54. IPTEKS bagi Masyarakat (IbM)
120. Kerjasama PPM
123. Praktik PPM
134. Multidisiplin
KATA PENGANTAR
Buku ini dipersembahkan untuk masyarakat
yang ingin mengenal serta mengetahui
lebih dalam program pengabdian kepada
masyarakat dan inovasi Universitas
Indonesia. Program pengabdian kepada
masyarakat ( pengmas) merupakan
komitmen UI untuk berkiprah
merealisasikan Tridharma Perguruan
Tinggi, yaitu implementasi IPTEKS dan hasil
riset serta inovasi dalam kegiatan
pemberdayaan masyarakat sehingga
berdampak peningkatan kehidupan
sosial dan ekonomi masyarakat.
Program pengmas didesain secara
“tematik” atau berdasarkan tema-tema
yang merujuk pada isu-isu nasional dan
global. Dengan harapan, program pengmas
termatik dapat menghasilkan model
pemecahan masalah di masyarakat.
Kami menyadari bahwa masih banyak
kekurangan dalam penulisan buku Profil
Pengmas ini. Untuk itu, kami dengan
senang hati menerima masukan dan
kritik yang membangun dari para pembaca.
Kami berharap program pengmas ini dapat
bersinergi dengan program pemerintah,
industri dan LSM.
Terima kasih.
Tim Editorial
GOGREEN GO GOGREEN
GREEN
6 Go Green | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat
PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA MENGENAI
DAMPAK PERUBAHAN IKLIM MELALUI
PERMAINAN EDUKATIF
Dr. -Ing. Amalia Suzianti, S.T., M.Sc.
Climate Change atau urgensi akan isu tersebut dimainkan siswa dengan
perubahan iklim merupakan dan menjadi change makers mudah dan praktis yang
fenomena global yang di kemudian hari. dapat meningkatkan
sepatutnya dipertegas pada pengetahuan dan
zaman kita atau tidak akan Perancangan permainan pemahaman siswa SD akan
ada lagi kita pada zaman ini. edukatif bertujuan untuk perubahan iklim dan
Dari perubahan pola cuaca meningkatkan pemahaman nantinya mereka dapat
yang mengancam produksi siswa terhadap perubahan membawa perubahan
pangan, hingga naiknya iklim. Produk yang positif terhadap lingkungan
permukaan laut yang dihasilkan berupa board di kemudian hari.
meningkatkan risiko games yang dapat
bencana banjir, dampak
perubahan iklim bersifat
global dalam ruang lingkup
dan dalam skala dan laju
yang belum pernah terjadi
sebelumnya.
Dengan membangun Gambar 2. Prototype awal board game
pengetahuan dan kapasitas
kepada calon penerus
bangsa, pendekatan yang
kami lakukan mengarah
kepada langkah mengurangi
perubahan iklim itu sendiri
dengan tidak hanya anak-
anak tersebut tidak
melakukan perilaku yang
mengakibatkan perubahan
iklim yang lebih lanjut,
namun juga tertanamkan
Gambar 1.Pembuatan rangkaian elektronik Gambar 3. Percobaan penggunaan board game pada siswa 7
board game
Go Green | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat
PENINGKATAN PENGETAHUAN AKAN HIDUP RAMAH
LINGKUNGAN PADA SIVITAS AKADEMIKA FKG UI
Dr. Nina Ariani, drg., Sp.Pros(K)
Pengetahuan, tingkat masyarakat ini, kami berupa meningkatnya
kesadaran, dan kepedulian, mengadakan kampanye pengetahuan sivitas
perubahan perilaku hingga melalui sosial media akademika FKG UI terkait
menjalankannya menjadi mengenai topik – topik perilaku hidup ramah
suatu kebiasaan yang indikator di atas untuk lingkungan.
mendukung keberlanjutan meningkatkan kesadaran
lingkungan (environment pada sivitas akademika FKG Gambar 1. kegiatan webinar
sustainability) adalah faktor UI. Kami juga mengadakan
yang saling mempengaruhi kegiatan berupa webinar
dalam membentuk budaya dengan topik yang terkait
yang peduli akan dengan Sustainable Living,
lingkungan hidup. dengan jumlah total peserta
Peningkatan kesadaran ini sebanyak 134 peserta.
dapat dilakukan dengan
meningkatkan pengetahuan, Kegiatan pengabdian
oleh karena itu dalam masyarakat ini terlihat
kegiatan pengabdian menghasilkan output
Gambar 2. Beberapa konten akun media sosial Gigi Sahabat Bumi
8 Go Green | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat
PEMANFAATAN LAHAN TIDAK PRODUKTIF MENJADI
TAMAN PANGAN (EDIBLE GARDEN) DI KAMPUNG NIAS,
JAKARTA UTARA
Dr. Ahyahudin Sodri, S. T, M. Sc.
Jakarta utara merupakan Gambar 2. Praktik pembuatan pupuk organik cair dari sisa limbah domestik
gerbang perekonomian dan
perdagangan, karena pelatihan urban farming
aksesnya yang dekat yang diselenggarakan pihak
dengan jalur udara UI berkolaborasi dengan
(bandara), laut ( pelabuhan), Sudin KPKP Jakarta Utara
dan darat (tol). Namun, dalam rangka membangun
sebagai wilayah strategis ketahanan pangan dan
perekonomian, jumlah penghijauan di Kampung
penduduk Jakarta yang Nelayan.
sangat banyak memerlukan
perhatian khusus terutama Pemanfaatan dengan Gambar 3. Instalasi vertical garden &
dalam ketahanan pangan penanaman ini dilakukan penanaman pada instalasi
dan pembangunan kota dengan berbagai bentuk
yang berkelanjutan. pola tanam bergantung
pada ruang yang dapat
Program aksi UI untuk dimanfaatkan, baik berupa
Negeri dalam rangka susunan pot tanaman,
penyelamatan lingkungan pengelompokan tanaman,
yaitu dengan melakukan dan intensitas kepadatan
penghijauan di Kampung tanaman. Adapun jenis
Nelayan. Pemanfaatan lahan tanaman taman perkotaan
yang dapat digunakan yang dimanfaatkan
untuk kepentingan umum masyarakat seperti sayur,
salah satunya adalah taman rempah, edible flower, dan
pangan atau edible garden Tanaman Obat Keluarga
telah terealisasikan dengan (TOGA). 35 Warga juga
secara bergotong-royong mendapatkan pelatihan cara
membuat instalasi vertical membuat Pupuk Organik
garden. Warga juga sangat Cair, penyemaian,
antusias mengikuti penanaman, perawatan, dan
juga pengetahuan mengenai
Gambar 1. Survey lapangan pencarian manfaat dari mengonsumsi
lokasi pemasangan instalasi tanaman tersebut.
Go Green | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat 9
UPAYA PENINGKATAN KEWASPADAAN BENCANA
BANJIR DAN LONGSOR BAGI ANAK-ANAK SEKOLAH
DASAR DI KOTA DEPOK
Dr. Hayati Sari Hasibuan, ST. MT.
Kota Depok memiliki peran longsor di seluruh penjuru Aksi UI Untuk Negeri
dan fungsi krusial sebagai kota (Purnama, 2020). dengan tema Go Green, di
daerah pendukung untuk Keadaan yang terjadi di kegiatan ini berupa upaya
penyelenggaraan kegiatan lapangan, anak-anak masih peningkatan pemahaman
ibu kota negara. memiliki pengetahuan yang kebencanaan pada anak-
Berdasarkan pernyataan minim tentang potensi dan anak SD di Kota Depok.
dalam websites resmi rekam jejak bencana di Kegiatan ini bertujuan agar
pemerintah daerah, terdapat daerah tempat tinggalnya mereka dapat ikut
sebaran 90 titik banjir dan sendiri. mengambil peran serta
dalam menjaga kelestarian
lingkungan yang secara
psikologis akan
berkelanjutan hingga kelak
mereka akan menjadi
manusia dewasa dan dapat
bertanggung jawab atas
kelestarian lingkungan
tempat tinggal mereka
masing-masing.
Gambar 1. Evakuasi Warga terdampak banjir di Perumahan Bukit Cengkeh II
Gambar 3. Penyerahan hadiah
Gambar 2. Sesi pembukaan interaktif acara webinar bersama Bapak Awang dan Ibu Sari
10 Go Green | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat
PEMBENTUKAN MASYARAKAT SADAR LINGKUNGAN
MELALUI PEMBENTUKAN GERAKAN SAMPAH SEHAT
(GEMAS-ALIT)
Dr. Adis Imam Munandar, S.Si, M.M.
Kondisi misinformasi dan untuk Negeri di wilayah melakukan pengolahan
disinformasi masyarakat Blubur Limbangan sampah domestik serta
terkait sistem dan metode Kabupaten Garut akan potensi di balik sampah
pengolahan sampah memberi dampak besar domestik tersebut.
menjadi akar masalah di terhadap lingkungan serta
tengah masyarakat berdampak pada kesadaran
Indonesia. Permasalahan masyarakat untuk
terkait pengelolaan sampah
selama ini dianggap menjadi
tugas pemerintah sehingga
masyarakat merasa tidak
perlu untuk melakukan
pengolahan sampah
domestik.
Aksi UI bersama dosen Gambar 1. Materi pertama ( potensi pemanfaatan lahan sempit)
serta civitas akademika Gambar 2. Materi kedua ( pengelolaan sampah Sehat) oleh p4s kementan
akan membentuk sebuah
Gerakan Sampah Sehat
untuk Pemanfaatan Lahan
Sempit (GEMAS ALIT) di
Blubur Limbangan
Kabupaten Garut. Aksi ini
akan mengajak masyarakat
untuk lebih peduli dengan
lingkungan sekitarnya dan
mampu melakukan
pengolahan sampah
domestik untuk menjadi
pupuk sehingga mampu
mendorong masyarakat
agar memaksimalkan lahan
sempit sebagai lahan
pertanian sehingga
masyarakat mampu
mendapatkan manfaat
ekonomi dari hal tersebut.
Tiada pengabdian tanpa
harapan, kami berharap
dengan adanya Aksi UI
Gambar 3. Foto bersama para peserta
Go Green | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat 11
PENGEMBANGAN PRODUK PERMAINAN RUANG BAGI
POKJA SETU SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN
KELESTARIAN SETU PENGASINAN KOTA DEPOK
Dr. Dewi susiloningtyas, S, Si, M,Si.
Keberadaan setu di kondisi beberapa perairan Gambar 1. Koordinasi tim
perkotaan Memberikan yaitu Mengalami penurunan
manfaat yang penting bagi kualitas dan kondisinya
kota Depok, yang kelestariannya terancam
ditetapkan fungsinya kondisi tersebut salah
sebagai kawasan resapan satunya terjadi di setu
air. Namun demikian, Pengasinan Kecamatan
Gambar 2. simulasi permainan & FGD Sawangan Kota Depok.
Program aksi ditujukan
untuk meningkatkan peran
serta mitra (anggota
kelompok kerja Setu
Pengasinan) dalam upaya
pelestarian situ. Upaya ini
ditempuh dengan
pengembangan produk
permainan ruang berupa
kwartet lingkungan
Setu. Mitra akan dilatih
untuk mengembangkan
produk-produk permainan
yang bertemakan ruang 1
dan sekitarnya.
Gambar 3. Foto bersama Keluaran dan target dari
kegiatan ini meliputi: (1)
modul pengembangan
produk permainan ruang,
(2) produk atau prototipe
permainan ruang berupa
kuartet dan (3) peningkatan
keterlibatan Mitra dalam
upaya kelestarian satu.
12 Go Green | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat
PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA
UNTUK MENDUKUNG KEGIATAN PEMELIHARAAN
TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA)
Dra. Eva Andayani, M.Si.
Hasil pelaksanaan kegiatan
tim pengabdi ini diharapkan
mampu mendukung
Pemerintah Kota Depok
dalam mengurangi volume
sampah organik rumah
tangga dan sekaligus
mewujudkan pemukiman
warga yang sehat, hijau
serta ramah lingkungan.
Gambar 1. Kegiatan FGD dengan Ketua dan Kader Posyandu Delima
Sejak mulai diberlakukannya 011 Bedahan di lingkungan Gambar 2. Simulasi pengecekan pupuk
kebijakan Work From Home perumahan BRS. Beberapa organik hasil panen lubang biopori
(WFH) di Indonesia oleh program kegiatan yang
pemerintah pusat maupun telah dilakukan Tim Gambar 3. Kegiatan sosialisasi dan
pemerintah Kota Depok Pengabdi adalah kegiatan penyerahan pohon toga dari tim
selama masa pandemi FGD (Focus Group pengabdi kepada para kader posyandu
covid 19, persoalan sampah Discussion) dengan
rumah tangga di Depok kader Posyandu Delima
semakin bertambah serius. yang berjumlah 10 orang,
Kebijakan WFH berdampak fasilitasi kegiatan toga
pada peningkatan jumlah Posyandu melalui aksi
sampah rumah tangga kota pembibitan dan penanaman
Depok karena aktifitas beberapa jenis pohon toga,
masyarakat selama WFH pembuatan papan nama
lebih banyak di rumah dan toga, simulasi pengecekan
juga karena domisili hasil panen biopori,
sebagian pekerja Jakarta sosialisasi tentang
berada di Depok. pentingnya tata kelola
penggunaan dan
Berangkat dari berbagai pemanfaatan lubang biopori
masalah di atas, Perumahan untuk pengolahan sampah
BRS ditetapkan kembali organik rumah tangga dan
sebagai lokasi kegiatan pemeliharaan toga serta
Pengabdian dan mobilisasi pengurus
Pemberdayaan Masyarakat perumahan untuk
(PPM) tim pengabdi di melanjutkan pembuatan
tahun 2020 ini dengan paralon dan lubang biopori
target mitra penerima bagi warga yang belum
manfaatnya adalah para memiliki biopori.
Kader Posyandu Delima RW
Go Green | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat 13
ZERO PLASTIC BOTTLE STAND : ECOBRICK DENGAN
MENGGUNAKAN CACAHAN PLASTIK HASIL SEPEDA
MOTOR MESIN PENCACAH PLASTIK
Dr. Eng. Gunawan, S.T., M.T.
Jumlah populasi masyarakat dan ekonomis. Padahal menjadi sebuah furniture
diyakini setiap tahun sampah botol PET tempat duduk. Civitas
mengalami peningkatan. Hal berpotensi mencemari akademika Fakultas Teknik
ini akan turut meningkatkan lingkungan karena botol Universitas Indonesia
konsumsi minuman sebagai PET tidak dapat terurai yang mengikuti gerakan
kebutuhan pokok manusia. langsung oleh lingkungan ini mencapai 105 orang.
Pada akhirnya akan (Yani dkk., 2013). Dari sampah botol plastik
meningkatkan jumlah yang terkumpul sekitar 300
sampah kemasan dari Maka solusi yang tepat sampah plastik botol
minuman tersebut. untuk mengurangi sampah kemasan, sampah tersebut
Minuman kemasan yang plastik adalah dengan dicacah, yang kemudian
beredar sekarang telah meningkatkan upaya dijadikan bahan pengisi
beralih dengan mendaur ulang sampah EcoBrick. Sehingga
menggunakan bahan plastik plastik tersebut. Contohnya terkumpul 9 EcoBrick yang
berjenis Polyethylene mengolah sampah plastik dijadikan satu buah furniture
Terephthalate (PET), karena botol air kemasan menjadi tempat duduk berukuran
sifatnya yang mudah EcoBrick. Lalu EcoBrick kecil.
dibentuk, transparan, kuat, yang dibuat, disusun
Gambar 1. Proses penghancuran botol
Gambar 2. Pemasukan serpihan botol Gambar 3. Uji coba EcoBrick
14 Go Green | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat
PROGRAM PUSKESMAS RAMAH LINGKUNGAN
(PUSRAMLING) SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI
PUSKESMAS AMAN
Dr. Hanny Handiyani, S.Kp., M.Kep.
Pelayanan keperawatan
yang berkualitas sebagai
salah satu upaya pelayanan
utama yang memiliki daya
ungkit terhadap mutu
pelayanan di fasilitas
kesehatan. Hal tersebut
seharusnya dimiliki
puskesmas sebagai aspek
positif dalam bidang
kesehatan, akan tetapi
kondisi keselamatan dan
kesehatan kerja (K3)
puskesmas sebagai salah
satu indikator mutu yang
kurang optimal dalam
pelaksanaanya. Hal ini
terbukti dengan adanya
kejadian tingginya angka
kesakitan penyakit menular
berbasis lingkungan
sebanyak 42 % pada tahun
2019 di puskesmas
penganggungan barat.
Program pengabdian Gambar 1. Kegiatan workshop terkait K3 evaluasi program dan
masyarakat terdiri dari keberlanjutan program.
berbagai kegiatan yang kegiatan yang disusun yakni
mendukung terciptanya workshop melalui Focus Target yang diinginkan
Puskesmas Ramah Group Discussion (FGD) dan dalam mengatasi masalah
Lingkungan (Pusramling) studi literatur, dari perubahan perilaku di
yang diharapkan mampu pendampingan terkait melalui fase-fase
mengatasi permasalahan Kesehatan dan Keselamatan Unfreezing, movement,
yang ada. Solusi yang Kerja (K3) bagi pekerja, Refreezing yang
ditawarkan diantaranya menghasilkan luaran yakni
pemberdayaan tenaga Gambar 2. Penyampaian materi meningkatnya efektif dan
kesehatan dan peningkatan efisiensi petugas pelayanan
fungsi serta peran puskesmas dalam bekerja
manajemen mutu di untuk meningkatkan
puskesmas melalui pelayanan mutu.
workshop terkait K3,
pendampingan manajemen,
dan evaluasi hasil kegiatan.
Beberapa rincian rencana
Go Green | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat 15
YOUTH EMPOWERMENT THROUGH
ENVIRONMENTAL LITERACY
Ns. La Ode Abd Rahman, S. Kep., MBA.
Permasalahan sampah yang sering dikunjungi pemberdayaan dan
plastik masih menjadi wisatawan. Peningkatan pelatihan remaja
masalah di Dunia. Penelitian kunjungan wisatawan dari merupakan salah satu upaya
yang dilakukan oleh luar Pulau Tidung untuk meningkatkan peran
University of Georgia, meningkatkan jumlah remaja setempat terhadap
sebanyak 3,22 juta metrik sampah, terutama sampah permasalahan lingkungan
ton sampah plastik setiap plastik. di Pulau Tidung, Kepulauan
tahunnya dibuang dari Seribu. Program ini
Indonesia ke perairan Program AKSI UI untuk menargetkan edukasi dan
sekelilingnya. Pulau Tidung, Negeri Go Green dengan pemberdayaan secara
Kepulauan Seribu fokus pengembangan khusus pada remaja sebagai
merupakan wilayah pantai literasi lingkungan melalui upaya terobosan dan inovasi
pengelolaan sampah yang
memiliki nilai jual.
Gambar 1. Pembukaan program UI mengajar Adapun beberapa
programnya meliputi:
pelatihan pembuatan
ecobrick, pembentukan
komunitas remaja sadar
lingkungan dan
pendampingan pengelolaan
sampah serta pembuatan
ecobrick secara virtual.
Keterlibatan 15 remaja
dalam Aksi UI untuk Negeri
dapat meningkatkan peran
dan menumbuhkan
kepedulian remaja lainnya
dan masyarakat setempat
untuk mencintai lingkungan
dengan meminimalkan
penggunaan sampah plastik
dan mengelolanya menjadi
ecobrick berdaya guna.
Gambar 2. Ecobrick yang dibuat
16 Go Green | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat
UJI COBA ENVIRO SCHOOL BAGI
SISWA/I SEKOLAH DASAR
Vindaniar Yuristamanda Putri, S.IA., M.M
Pengelolaan sampah yang Gambar 1. Diskusi dengan pihak MI Muhammadiyah 1
berkelanjutan menegaskan
perlunya perubahan infrastruktur pemilahan
paradigma dari pengelolaan sampah seperti sampah
kumpul – angkut – buang organik dan non-organik
sampah, menjadi menjadi salah satu program
pengelolaan sampah yang yang dilakukan.
bertumpu pada
pengurangan sampah dan Diharapkan dengan adanya Gambar 2. Pengadaan tempat sampah
penanganan sampah. infrastruktur tersebut organik & anorganik
Berdasarkan observasi seluruh stakeholders yang
awal, kondisi MI ada di sekolah dapat Gambar 3. Foto bersama dengan pihak MI
Muhammadiyah 1 belum berpartisipasi dalam Muhammadiyah 1
memiliki tempat pengelolaan sampah.
pengelolaan sampah yang Output dari kegiatan ini
terintegrasi. Selain itu, adalah terdapat poster
pengelolaan sampah yang edukasi sampah organik &
ada masih mengandalkan non-organik di setiap kelas.
staf kebersihan sekolah Selain itu, sekolah sudah
saja. Padahal, pengelolaan memiliki tempat sampah
sampah seharusnya menjadi organik, anorganik, dan
kewajiban bersama, plastick di tiap-tiap depan
termasuk para siswa/i. kelas.
keterlibatan siswa/i dalam
pengelolaan lingkungan
hidup harus diberikan sedini
mungkin.
Pada kegiatan pengabdian
masyarakat kali pada
pemberian edukasi dan
pendampingan mengenai
sampah dan cara
pengelolaannya. Penyediaan
Go Green | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat 17
GERAKAN DEKLARASI KOTA DEPOK MENUJU ZERO
WASTE CITY DAN PENGENALAN DUNIA SAINS YANG
APLIKATIF KEPADA ANAK-ANAK SEKOLAH DASAR
Rika Tri Yunarti, S.Si., M.E mg., Ph.D.
Indonesia adalah negara Gambar 2. Anak-anak mencoba praktik membuat sabun cair
berkembang namun
pendidikan sains di
Indonesia masih masih
dalam kondisi buruk
terutama di bidang ilmu
kimia. Potret kimia di
masyarakat dipandang
sebagai ilmu yang
berbahaya karena adanya
salah pengetahuan
sehingga pemanfaatan
bahan kimia dapat
berdampak negatif bagi
kehidupan sosial
masyarakat.
Kegiatan yang akan dan tahap aplikasi ilmu Hasil kegiatan menunjukkan
dilakukan dengan tiga sains. metode yang bahwa sebagian besar
tahap, meliputi tahap digunakan yakni: seminar peserta sudah menerima
pengenalan ilmu sains, zero waste diskusi dan informasi mengenai
tahap praktik fun chemistry, praktik fun chemistry. pentingnya ilmu sains dalam
kehidupan sehari-hari selain
itu para peserta dapat
memanfaatkan bahan-
bahan kimia yang aman
di sekitar mereka untuk
kegiatan belajar dan
penanaman rasa cinta
lingkungan pada anak-anak
dengan mengajarkan cara
memilah sampah.
Gambar 1. Demonstrasi fun eksperimen oleh tim pengmas UI Gambar 3. Penyampaian materi eksperi-
men sains oleh tim pengmas FMIPA UI
18 Go Green | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat
GREEN ACTION: PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK
DAN DAUN MENJADI BARANG BERNILAI MANFAAT DI
TANAH BARU DEPOK
Mareta Maulidiyanti, S.Sos., M.M.
Sampah plastik dan daun Hal ini tentunya tidak Adapun luaran kegiatan ini
menjadi masalah yang optimal untuk pengelolaan adalah video kegiatan yang
cukup serius di lingkungan sebuah sampah. telah didaftarkan Hak
kita termasuk di Tanah Ciptanya serta
Baru. Berbagai upaya untuk Program Pengabdian dipublikasikan di YouTube.
dilakukan untuk Masyarakat ini akan
mengelolanya. Namun melaksanakan program Gambar 1. Tutorial membuat Sampah
belum ada upaya untuk berupa Workshop Mengolah Plastik Menjadi Kerajinan
mengolahnya menjadi Sampah Plastik menjadi
barang yang bernilai. Saat Hiasan Rumah dan
ini, RW 013 Tanah Baru Workshop serta penyediaan
mengelola Sampah Plastik sarana Pengolahan Sampah
dengan memisahkannya Daun menjadi pupuk.
dengan sampah organik dan Workshop melibatkan Ibu
melakukan timbangan PKK dan Bapak Pengurus
setiap minggu. Adapun Rukun Warga dan Rukun
sampah daun masih Tetangga.
terbengkalai dan dibakar.
Gambar 2. Kegiatan edukasi dan percobaan mesin pencacah daun 19
Go Green | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat
KAWASAN PANTAI BERSERI (BERSIH, SEHAT DAN
ASRI) BERKAT REMAJA SADAR SAMPAH
Ns. Poppy Fitriyani, M.Kep., Sp.Kep.Kom
Masalah kebersihan menjadi Gambar 1. Acara penyuluhan PHBS dan kebersihan lingkungan
permasalahan yang
memprihatinkan di masalah sampah di pantai beserta cara pemilahan
Indonesia. Faktanya tersebut yang diharapkan sampah organik dan
ternyata masih banyak dapat menjadi solusi non-organik yang tepat
sampah yang ditemukan permasalahan. Prgram- kepada remaja. Setelah
di lingkungan salah satu program yang akan diberikan pendidikan dan
pantai yang menjadi sarana dilaksanakan meliputi pelatihan, remaja-remaja
wisata yang didatangi oleh memberikan pendidikan tersebut diminta untuk
banyaknya pengunjung, kesehatan mengenai pola melakukan kampanye
yaitu pantai Carita. hidup bersih dan sehat tentang sampah kepada
Lingkungan di sekitar (PHBS) dan sampah penduduk dan para
pantai tersebut terlihat pedagang di sekitar pantai,
masih banyaknya kumpulan dan mengimplementasikan
sampah di mana-mana peran remaja akan
karena rendahnya kesadarannya terhadap
kesadaran masyarakat sampah.
dalam mengelola pantai
yang menyebabkan pantai
cenderung kotor dan tidak
terawat.
Berdasarkan uraian yang
dijelaskan di atas, perlu
tindakan untuk mengatasi
Target program yang
dicapai adalah
terbentuknya lingkungan di
daerah pesisir pantai yang
bersih dari sampah.
Gambar 2. Kegiatan pemungutan sampah di lingkungan pantai Gambar 3. Kampanye kesehatan
lingkungan pada masyarakat sekitar pantai
oleh remaja
20 Go Green | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat
PENINGKATAN PARTISIPASI FORUM ANAK SEBAGAI
KADER CINTA LINGKUNGAN
Dr. Lin Yola, S.T., M.Sc.
Sampah telah menjadi Sampah dari ancaman melalui pemberdayaan anak
masalah besar pada kota- menjadi peluang, dan remaja yang tergabung
kota besar termasuk di (2) Mengubah Pola Pikir dalam forum anak. Forum
Depok. Sebagai kawasan Pembuangan Sampah dari anak diharapkan menjadi
penyanggah antara Jakarta- Landfill menjadi 4R dan “aktor perubahan” yang
Bogor peningkatan jumlah (3) Melakukan dapat menjadi inisiator
dan kepadatan penduduk di pendampingan forum anak penggerak dalam
Depok semakin meningkat dalam pengelolaan sampah pengelolaan sampah dalam
setiap tahunnya. Hal secara terpilah. Kegiatan rumah tangga dan
tersebut berpengaruh Pilah Sampah dilakukan lingkungan RT dan RW.
kepada jumlah sampah yang
dihasilkan sebagai dampak
aktivitas dari
masyarakatnya.
Dari permasalahan tersebut,
akan diadakan kegiatan oleh
Pengmas UI yaitu :
(1) Mengubah pandangan
Masyarakat tentang
Gambar 1. Pembagian tong sampah
pengmas aksi sadar cinta lingkungan
Gambar 2. Kegiatan pemilahan sampah Gambar 3. Kegiatan pengolahan sampah
Go Green | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat 21
PENGEMBANGAN UMKM MAKANAN DAN MINUMAN
BERWAWASAN RAMAH LINGKUNGAN
DI JABODETABEK
Dr. Herdis Herdiansyah, S.Fil.i, M. Hum.
Penyelesaian permasalahan Dari masalah tersebut, perlu ini dilakukan menggunakan
sampah harus dilakukan dari diciptakan upaya intervensi pola workshop yang
hulu sampai hilir. Seiring UMKM makanan minuman dilakukan kepada UMKM
dengan berkembangnya di Kelurahan Kukusan makanan minuman
industri pelayanan, dengan tujuan menimbulkan dengan pelibatan aktif
keberadaan UMKM kesadaran, komitmen, fasilitator pada masing-
makanan minuman kemauan, pengetahuan, masing UMKM.
menjamur di sekitar keterampilan dan afeksi
Jabodetabek. Berbagai komunitas UMKM mengenai Target yang ingin dicapai
bentuk bisnis UMKM pengurangan timbulan dan dari program ini adalah
makanan dan minuman pengelolaan sampah yang timbul Interpretasi UMKM
muncul dengan model bisnis baik. Intervensi ini dapat makanan minuman, dan
take away kemasan plastik, dilakukan dengan ilmu masyarakat umum terhadap
baik secara langsung pengetahuan baru tentang, sampah plastik sekali pakai
maupun melalui online penerapan ekonomi hijau dan dampak lingkungan
delivery menghasilkan dalam UMKM, teknologi yang ditimbulkan oleh
timbulan sampah plastik biodegradable dan industri makanan dan
sebagai bagian dari marketing hijau. Penerapan minuman.
kemasan produk usaha. intervensi ilmu pengetahuan
Gambar 1. Hasil submisi UMKM ramah lingkungan
22 Go Green | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat
PENDIDIKAN KESEHATAN GIZI SEIMBANG UNTUK
ANAK SEKOLAH DASAR
Dr. Nani Nurhaeni, S.Kp.,MN
Masalah gizi pada anak menunjukkan bahwa Desa yang dilakukan adalah
sekolah dasar saat ini Banyubiru merupakan salah edukasi gizi seimbang dan
tergolong cukup tinggi. satu Kawasan Pedesaan jajan sehat dengan bermain
Berdasarkan hasil Riset tertinggal dengan status ular tangga, latihan cuci
Kesehatan Dasar berkembang (2015). tangan dan protokol
(Riskesdas) tahun 2013 kesehatan.
didapatkan status gizi anak Pelaksanaan program Aksi
umur 5-12 tahun menurut UI untuk negeri melibatkan Tujuan dari kegiatan
indeks massa tubuh/umur peran aktif dari pihak pengabdian masyarakat ini
(IMT/U) di Indonesia, sekolah dan tokoh terlaksananya pendidikan
yaitu prevalensi kurus masyarakat serta siswa kesehatan tentang gizi
adalah 11,2%, terdiri dari SDN Banyubiru 02. Hasil seimbang: pemilihan
4,0% sangat kurus dan dari kegiatan ini adalah makanan bergizi seimbang,
7,2% kurus. Data peningkatan pengetahuan, jajanan sehat, perilaku sehat
Kementerian Desa, sikap dan keterampilan mencuci tangan.
Pembangunan Daerah siswa tentang gizi seimbang
Tertinggal dan Transmigrasi dan jajanan sehat. Kegiatan
Gambar 1. Kegiatan edukasi gizi seimbang dan jajan sehat 23
Go Green | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat
PENDAMPINGAN OSIS SMANU M.H. THAMRIN DALAM
MENCIPTAKAN SEKOLAH RAMAH LINGKUNGAN
Dr. Zakianis, SKM., M.K.M
Berdasarkan observasi dan praktik pemilahan dan SMANU M.H Thamrin yang
secara analitik yang telah pengolahan tersebut di sudah dilaksanakan pada
dilakukan, pengelolaan lingkungan rumah. Webinar Senin (14/12). Selain itu,
sampah di SMANU M. H. ini bekerja sama dengan ke depannya kurang lebih
Thamrin dapat disimpulkan BARIUM OSIS sehingga sebanyak 850 warga SMA-
sebagai proses yang penerima manfaat langsung NU M.H. Thamrin juga akan
tergolong kurang efektif dan sebanyak 109 siswa-siswi merasakan manfaatnya.
memiliki banyak ruang
untuk perkembangan lebih
lanjut. Hal ini dibuktikan
dengan adanya dampak
jangka panjang yang dialami
oleh warga SMANU M. H.
Thamrin, terutama cleaning
service.
Sebagai tindak lanjut dari
pencarian solusi akan
permasalahan pengelolaan
sampah di SMANU M. H.
Thamrin, terciptalah sebuah
ide yang diinisiasikan oleh
sekelompok pelajar SMANU
M. H. Thamrin. Tim Barium
merupakan sebuah tim
pelajar SMANU M. H.
Thamrin yang memiliki
kepedulian tinggi akan
kelestarian lingkungan dan
empati terhadap dampak
yang ditimbulkan oleh
permasalahan ini. Dengan
itu, kegiatan pengabdian
masyarakat ini terdiri dari
penyuluhan tentang
pengelolaan sampah
berbentuk webinar yang
mengedukasi terkait
pemilahan sampah dari
sumbernya, pengolahan
sampah dengan kompos,
Gambar 1. Serah terima barang
24 Go Green | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat
PROGRAM PENANAMAN BAKAU DI MUARA CITARUM,
MUARA GEMBONG BEKASI SEBAGAI ANTISIPASI
ABRASI LAUT DAN UPAYA KONSERVASI LUTUNG JAWA
Rezky Adityo, M.T.
Gambar 1. Penanaman bakau oleh warga jangka panjang akan ditanam dan program
setempat memberikan tambahan ekonomi kreatif yang
luasan habitat lutung Jawa, berbasis pulihnya ekosistem
Pada tahun 2013 Green sehingga diharapkan lutung sungai Muara.
Cross Switzerland dan Jawa tidak lenyap dari
Blacksmith Institute Muara Gembong. kegiatan Dengan kegiatan
menyatakan Sungai Citarum penanaman bakau ini akan penanaman bakau
sebagai salah satu tempat diawali dengan pertemuan diharapkan Desa pantai
paling tercemar di dunia. Di dengan warga, mendorong bahagia yang dilintasi
dalam kawasan muara warga untuk bersama-sama Sungai Citarum bisa
sungai Citarum juga menyadari manfaat bakau, menjadi salah satu model
bermukim lutung Jawa yang dan kemudian didorong perbaikan ekosistem
juga semakin terdesak secara kolektif membuat bagi desa-desa sejenis di
karena keterbatasan beberapa program wilayah Jawa Barat dan
habitatnya. Di sisi lain, perawatan bakau yang Nasional.
lingkungan sungai juga
menderita karena rusaknya
vegetasi yang diterjang oleh
banjir bandang pada
Februari 2020.
Gambar 2. Penanaman bibit bakau oleh tim pengmas dan warga
Sebagai salah satu solusi
yang dapat dikerjakan
adalah melakukan kegiatan
perbaikan lingkungan
perairan sungai hingga
muara sungai, yaitu dengan
melakukan penanaman
pohon bakau. Di samping
penanaman bakau dalam
Gambar 3. bibit bakau yang sudah tertanam
Go Green | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat 25
PENINGKATAN KESADARAN HIDUP RAMAH
LINGKUNGAN DI LINGKUNGAN SIVITAS AKADEMIKA
FKGUI DENGAN MEMINIMALKAN SAMPAH
Dr. Saraventi, drg., Sp.Pros(K)
Permasalahan dihasilkan dirinya sendiri. Gambar 1. beberapa konten akun media
pengelolaan sampah Kegiatan puncak dengan sosial Gigi Sahabat Bumi
telah menjadi permasalahan diadakannya workshop
besar bagi kota-kota besar online pada 31 Desember
di Indonesia, termasuk 2020 yang dihadiri oleh 115
kota DKI Jakarta. Untuk peserta baik sivitas
membantu pemerintah akademika FKG UI, alumni
menangani sampah, sumber dan masyarakat umum.
penghasil sampah harus Mengundang pegiat
melakukan prinsip komunitas ‘Kota Tanpa
pemilahan dan life circle Sampah’ yaitu Wilma
sampah yang berupa reduce Chrisanty untuk berbagi
( mengurangi), reuse ( meng- ilmu mengenai pengelolaan
gunakan ulang), dan recycle sampah organik rumah
( mendaur ulang). tangga yang mudah agar
tidak berakhir di TPA, tetapi
Oleh karena itu dibuatlah dapat dikembalikan ke alam
kegiatan pengmas yang agar terurai secara alami.
melakukan kampanye hidup
ramah lingkungan Hasil kampanye selama
berkolaborasi dengan BEM empat bulan menunjukkan
FKG UI melalui media sosial tingkat kepuasan yang baik
Instagram dan Facebook follower media sosial akan
dengan nama akun Gigi manfaat informasi yang
Sahabat Bumi. Kegiatan ini diberikan oleh tim, dan
dilakukan sejak bulan terlihat adanya peningkatan
September hingga kesadaran dari pembaca
Desember, 91 postingan konten yang diajak ikut aktif
mengenai fakta dan cara untuk membagi
mudah individu pengalamannya dalam
meminimalkan sampah yang mempraktikan kontennya.
26 Go Green | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat
ENGCARNATION UI 2020 EDUKASI PENGHIJAUAN
KOMUNITAS CILIWUNG DEPOK
Harwintha Yuhria Anjarningsih, Ph.D.
Permasalahan mengenai
sampah dan
penanggulangan bencana
yang disebabkan oleh
sampah tidak lagi asing.
Contoh solusi yang dapat
dilakukan oleh masyarakat
untuk menanggulangi
masalah ini antara lain
dengan mengolah sampah
dan menanam pohon
dibantaran sungai.
Mengingat hal ini, kami Gambar 1. Kegiatan Komunitas Ciliwung Depok-KCD
mengusulkan mata acara
bakti sosial Engcarnation UI Target yang telah tercapai Gambar 2. suasana Komunitas Ciliwung
2020, sebagai ajang tempat adalah terdorongnya Depok-KCD
solusi dari permasalahan ini kesadaran dan kemauan
dapat diterapkan. Mata panitiadan komunitas yang
acara Engcarnation terkait untuk berpartisipasi
berupaya untuk memberikan dalam upaya menjaga
solusi pada permasalahan lingkungan dengan
yang disebut di atas melalui mengolah sampah dan
kunjungan ke Komunitas menanam pohon. Selain itu,
Ciliwung Depok. Tujuan dari meskipun berada di tengah
kegiatan ini adalah untuk pandemi Covid-19, kegiatan
meningkatkan kepedulian ini juga berhasil mencapai
panitia, civitas akademika target lainnya yaitu
UI, serta khalayak umum bertambahnya
khususnya anggota pengetahuan, serta
Komunitas Ciliwung Depok terdapatnya perubahan
mengenai cara dan sikap setiap partisipan
pentingnya mengolah dalam menerapkan
sampah dan menanam pengetahuan mengenai
pohon dibantaran sungai. pengolahan sampah dan
penanaman pohon.
Go Green | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat 27
RAMAH ANAK RAMAH RAMAH ANAK
ANAK
28 Ramah Anak | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat
MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP ANAK-ANAK
PENYANDANG LUMPUH OTAK (CEREBRAL PALSY)
Aditya Denny Pratama, S.St.Ft., M.Fis
Gambar 1. Penyampaian materi metode Gambar 2. Terapi okupasi dan terapi wicara
fisioterapi
Gambar 3. Pemberian hadiah donatur masyarakat luas,
Cerebral Palsy (CP) atau dunia usaha dan lembaga
biasa dikenal dengan pengasuh paguyuban, penyandang dana melalui
sebutan lumpuh otak/layu melakukan penanganan promosi dan publikasi.
otak adalah gangguan medis fisioterapi terhadap Dengan kepedulian Tim
perkembangan motorik dan anak-anak penyandang Pengabdi yang disalurkan
postur yang bersifat non cerebral palsy yang kepada anak-anak
progresif serta memiliki gangguan penyandang cerebral palsy
menyebabkan keterbatasan kesehatan, melatih diharapkan kualitas hidup
aktivitas, diakibatkan oleh kemandirian aktivitas mereka menjadi lebih baik,
kerusakan otak yang keseharian anak-anak baik dari aspek kesehatan
terjadi pada saat otak belum paguyuban, menyediakan fisik, psikis maupun
mencapai kematangan atau alat-alat bantu kemandirian kemandirian.
maturisasi (swaiman,2012). sederhana dan membantu
Anak dengan Cerebral Palsy manajemen
akan mempunyai dampak menghubungkan dengan
jangka panjang terhadap
kualitas hidup anak serta
keluarganya mengingat
biaya pengobatan yang
sangat mahal dan terus
menerus.
Program Aksi UI Untuk
Negeri-Ramah Anak yang
akan dilakukan Tim
Pengabdi adalah
memberikan bantuan teknis
dan medis kepada
Paguyuban Keluarga
Disabilitas Bojongsari-
Depok. Adapun bantuan
yang diberikan berupa
pemberian pelatihan dan
pendampingan metode
fisioterapi, terapi okupasi
dan terapi wicara untuk
para orang tua dan
Ramah Anak | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat 29
IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG PERLINDUNGAN
ANAK DAN UNDANG-UNDANG KESEHATAN BAGI WALI
DAN ANAK DI SEKOLAH MASJID TERMINAL (MASTER)
Prof. Dr. Anna Erliyana, S.H., M.H.
Sekolah Yayasan Bina Insan Gambar 2. Penyampaian materi untuk para anak dan wali anak
Mandiri (YABIM) atau yang
lebih dikenal dengan nama pemaksaan kerja dan mengenai pentingnya hak-
Sekolah MasTer (akronim diberlakukan dengan kasar, hak anak sesuai dengan
dari MASjid TERminal), melalui kegiatan Undang-Undang
merupakan sekolah pengabdian masyarakat ini Perlindungan Anak dan
alternatif yang nantinya tim pengabdi UI Undang-Undang Kesehatan.
diperuntukkan kepada anak- bersama mitra-mitra akan
anak dhuafa (anak jalanan) memberikan capacity Tujuan penting dari
di sekitar terminal Depok. building dalam bentuk penyelenggaraan kegiatan
Rendahnya tingkat ekonomi penyuluhan berupa pengabdian masyarakat ini
orang tua mengakibatkan pemaparan kepada adalah tersampaikannya
anak harus ikut membantu pengurus sekolah tersebut urgensi hak anak sesuai
perekonomian keluarga. dan para wali murid dengan UU Perlindungan
Hal ini yang mendorong Anak dan UU Kesehatan
anak-anak dhuafa di sekitar kepada pengurus dan para
terminal Depok ikut ke jalan wali murid serta
untuk bekerja dan bahkan terimplementasikannya UU
meninggalkan pendidikan tersebut bagi anak-anak
dan cenderung jalanan di Sekolah Master.
mengabaikan kesehatan.
Dalam mengatasi hal-hal
yang kemungkinan
terjadi terhadap anak
jalanan tersebut, seperti
Gambar 1. Pembagian masker kepada anak-anak sekolah MASTER Gambar 3. Pembagian hadiah
30 Ramah Anak | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat
TAMAN BERMAIN POJOK KREASI HIJAU ANAK
KAMPUNG NELAYAN
Dr. Hayati Sari Hasibuan, S.T., M.T.
Kampung Nelayan, Muara Tujuan dari kegiatan ekosistem wilayah pesisir
Angke memiliki kepadatan tersebut adalah Melahirkan sebagai wujud
bangunan yang cukup generasi yang sadar pada keberimanannya pada
tinggi. Sebagian besar perannya di dalam Tuhan Yang Maha Esa.
hunian di wilayah ini saling
berhimpitan satu sama lain
dengan susunan yang tidak
beraturan. Keterbatasan
ruang menyebabkan anak-
anak di Kampung Nelayan
kehilangan ruang
bermainnya yang layak.
Mereka umumnya
memanfaatkan akses-akses
utama dan wilayah perairan
sebagai tempat bermainnya.
Penyediaan ruang bermain Gambar 1. Kegiatan dekor ruang baca Gambar 3. Antusiasme anak-anak RT 10
dengan konsep ruang baca Kampung Nelayan pada fasilitas ruang
berbasis wilayah pesisir Gambar 2. Antusiasme anak-anak RT 10 baca
dirasa mampu menjadi Kampung Nelayan pada kegiatan lomba
solusi bagi permasalahan
tersebut. Kehadiran ruang
baca dinilai mampu
membuka wawasan anak-
anak di Kampung Nelayan
pada wilayah tempat
tinggalnya-wilayah pesisir.
ruang baca ramah anak
dihadirkan sebagai bagian
dari program kegiatan
Taman Pendidikan
Al-Qur’an (TPA) dan bagian
dari ruang masjid. Integrasi
tersebut menjadikan konsep
peduli ekosistem lingkungan
sebagai bagian dari nilai-
nilai luhur agama yang akan
ditanamkan pada setiap
anak di Kampung Nelayan.
Ramah Anak | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat 31
PREPARING CHILDREN TO DEAL WITH
NATURAL DISASTERS
Hening Pujasari, SKp., M. Biomed., MNAP, PhD
Sekolah ramah anak perlu kepulauan memiliki risiko Jakarta. Pelaksanaan
untuk memperhatikan mengalami bencana alam. kegiatan berfokus pada
aspek bencana agar dapat kemampuan kognitif dan
meminimalisir masalah Melakukan pengenalan psikomotor serta di akhir
fisik dan psikologis yang terkait mitigasi bencana kegiatan akan dilakukan
ditimbulkan, pengenalan kepada Siswa-siswi MAS evaluasi program secara
mitigasi bencana kepada PKU dan SMAN 61 Jakarta, keseluruhan, mulai dari
siswa-siswi MAS PKU dan Pengadaan media edukasi persiapan sampai akhir
SMAN 61 Jakarta di Pulau terkait mitigasi bencana dan pelaksanaan dari kegiatan
Tidung, Kepulauan Seribu Simulasi proses mitigasi ini.
juga dapat dijadikan sebagai bencana serta
langkah awal untuk memberdayakan pihak Luaran Kegiatan ini berupa
memahami mitigasi bencana sekolah terhadap mitigasi Berita liputan kegiatan di
serta untuk membangun bencana. Tahap persiapan media massa, terbentuknya
masyarakat yang sadar dimulai dengan koordinasi komunitas “Sadar Bencana”
bencana. Wilayah Pulau dengan pihak MAS PKU dan video kegiatan.
Tidung merupakan daerah Pulau Tidung dan SMAN 61
Gambar 1. Sosialisasi tentang mitigasi bencana
32 Ramah Anak | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat
PENINGKATAN KAPASITAS FASILITATOR SEKOLAH
MASTER DEPOK TERHADAP KESEHATAN
MENTAL ANAK
Prof. Dr. Anna Erliyana, S.H., M.H.
Gambar 1. Penyampain materi melalui pengajar yang FGD yang diharapkan dapat
merupakan volunteer dari memberi masukan atas apa
Sekolah ini disebut dengan tim atau fasilitator yang ada yang telah dilakukan
nama Sekolah Master, di sekolah Master Depok. bersama.
akronim dari Masjid Kemudian dengan
Terminal karena pada konsultasi yang diberikan Kegiatan pengabdian
awalnya sekolah ini psikolog yang membuka masyarakat ini memiliki
dibentuk di dekat tempat wadah untuk mengetahui tujuan yang nantinya akan
ibadah yakni masjid dekat permasalahan serta meningkatkan kepedulian
terminal. Sekolah ini nantinya dapat atas kondisi fisik dan mental
didirikan sebagai sarana meningkatkan kepedulian yang diperlukan di Sekolah
belajar anak jalanan yang terhadap kesehatan mental Master tersebut.
banyak meninggalkan untuk kemudian diadakan
bangku sekolah. Hal ini
terjadi dikarenakan mereka Gambar 2. Anak-anak yang sedang mendengarkan materi
perlu bekerja untuk dapat
membantu perekonomian
keluarga masing-masing.
Oleh karenanya sekolah ini
dibuat dan diperuntukkan
bagi anak jalanan yang tidak
mengenyam bangku
pendidikan.
Dalam kegiatan pengabdian Gambar 3. Foto bersama
di sekolah master ini,
harapan dari kami selaku
tim dapat menjalankan
perangkat rencana yang
dilaksanakan di sekolah
Master Depok. Implementasi
Ramah Anak | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat 33
ENTREPRENEURIAL EMPOWERMENT BAGI
SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS
Prima Nurita Rusmaningsih, S.A.P., M.A
output yaitu menghasilkan
kreasi inovasi produk
dengan teknik decoupage
dan hasil pemahaman
literasi keuangan dasar dari
para siswa setelah melalui
pelatihan dan seminar mini.
Gambar 1. Pelatihan daring kepada siswa SLBN 12 Jakarta
Kegiatan pengabdian kemampuan membuat Gambar 2. Hasil karya dari siswa/i SLBN
masyarakat ini berangkat produk yang memiliki nilai 12 Jakarta
dari kenyataan sosial bahwa jual; Kedua, memberikan
masih terdapat perlakuan edukasi literasi keuangan
yang berbeda (diskriminasi) dasar. Edukasi ini diberikan
yang diberikan kepada sesuai dengan tingkatan/
anak berkebutuhan khusus. kemampuan siswa,
Diskriminasi tersebut salah karakteristik siswa serta
satunya terkait dengan diberikan dengan
kesempatan memperoleh/ memberikan contoh sesuai
penyediaan pekerjaan. dengan kemampuan
tingkatan siswa sehingga
Dari permasalahan yang mudah diterima oleh siswa.
dikemukakan di atas, maka Di masa pandemi ini,
program yang akan pelasanaan program
dilakukan sebagai bentuk dilakukan secara daring
solusi dari permasalahan dengan mengirimkan
yang dihadapi oleh Sekolah terlebih dahulu video
Luar Biasa Negeri (SLBN) pembuatan produk
12 Jakarta adalah pertama, decoupage serta bahan/
memberikan keterampilan peralatan ke peserta.
membuat produk kreatif
dengan teknik decoupage. Hasil kegiatan pengabdian
Keterampilan ini diberikan masyarakat ini memiliki
agar siswa memiliki
34 Ramah Anak | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU SEBAGAI UPAYA
PENCEGAHAN BALITA STUNTING
Ns. Indah Permata Sari, M.Kep., Sp.Kep.Kom
Stunting merupakan Tertinggal dan Transmigrasi keterampilan kader
keadaan gagal tumbuh pada menunjukkan bahwa Desa tentang gizi seimbang dan
balita akibat kegagalan Banyubiru merupakan salah menyusun menu dengan
gizi kronis yang berdampak satu Kawasan Pedesaan gizi seimbang untuk balita.
pada anak kerdil dan tertinggal dengan status Kegiatan dilakukan dengan
perkembangan tidak berkembang (2015). proses diskusi dan latihan
optimal. Angka stunting Pelaksanaan program Aksi menyusun menu untuk
nasional tahun 2018 adalah UI untuk Negeri melibatkan kader kesehatan.
30,8% (Riskesdas, 2018). peran aktif dari 25 kader
Desa Banyubiru merupakan posyandu, kepala desa, Gambar 2. Pelatihan menyusun menu gizi
salah satu desa yang tokoh masyarakat dan seimbang
terdapat di Kecamatan masyarakat Banyubiru.
Labuan, Pandeglang,
Banten. Hasil dari kegiatan ini
Data Kementerian Desa, adalah peningkatan
Pembangunan Daerah pengetahuan, sikap, dan
Gambar 1. Edukasi tentang pencegahan stunting
Ramah Anak | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat 35
APLIKASI MURAL SEBAGAI MEDIA ZONASI PADA
LINGKUNGAN SD MEKARJAYA 17
Nevine Rafa Kusuma, S.Ars., M.A.
Berlalu lintas adalah berhati-hati tanpa Gambar 2. eksekusi realisasi rancangan
kegiatan yang berlangsung mengubah aspek
setiap hari dengan fungsionalitas jalan yang
keterlibatan berbagai jenis sudah ada. Tahapan yang
orang maupun kendaraan. akan dilakukan adalah
Kendaraan bermotor melakukan diskusi bersama
menjadi kontributor terbesar mitra lalu tahap
dalam kegiatan ini, namun perealisasian rancangan
tidak menjadi satu-satunya oleh tim dan mitra.
subjek yang berperan dalam
kegiatan berlalu lintas. Program ini diharapkan
Keberadaan pejalan kaki dapat membantu
juga perlu diperhatikan agar meningkatkan
tidak ada pihak yang keamanan dalam berlalu
dirugikan. Dalam lingkungan lintas di kawasan tersebut,
yang terdiri dari dua aspek dan ke depannya dapat
utama yaitu Sekolah dan meningkatkan kesadaran
Pemukiman Sekitar, masyarakat dalam
membutuhkan perhatian berkendara terutama di
keamanan menggunakan lingkungan ramah anak.
jalan yang lebih besar.
Menyikapi hal tersebut, tim
menginisiasi program
pengaplikasian mural
sebagai marka jalan. Mural
dinilai dapat menarik
perhatian agar pengendara
bermotor dapat lebih
Gambar 1.Melakukan FGD dan Gambar 3. Hasil dari eksekusi bersama
pengenalan dengan pihak sekolah
melalui daring
36 Ramah Anak | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat
PENTINGNYA 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN UNTUK
KESEHATAN ANAK
Dr. Mochamad Fahlevi Rizal, drg, SpKGA(K)
Kelainan struktur pada gigi riwayat kesehatan ibu saat kandungan. Pengetahuan
anak merupakan salah satu hamil. Hal ini mempengaruhi dan kewaspadaan orang tua
faktor risiko karies pada kualitas dan kuantitas mengenai keterkaitan antara
anak. Insiden terbentuknya mineral pada saat kualitas kesehatan ibu hamil
kelainan struktur pada anak pembentukan gigi sulung dengan kualitas gigi sulung
berhubungan dengan saat anak masih dalam anak masih sangat rendah.
Oleh karena itu, sebagai
salah satu upaya promotif
dan preventif pada
kesehatan gigi dan mulut
anak, sangat dibutuhkan
edukasi kepada masyarakat
khususnya kepada para ibu
dan ayah, untuk
memperhatikan kualitas
kesehatan baik pada saat
mempersiapkan kehamilan,
saat kehamilan dan setelah
kelahiran untuk
mendapatkan kualitas
kesehatan anak yang baik.
Gambar 1. Kegiatan webinar
Ramah Anak | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat 37
RUANG KREATIF ANAK UNTUK OPTIMALISASI
TUMBUH KEMBANG ANAK
Dr. Sari Viciawati Machdum, M.Si
Indonesia merupakan salah Gambar 2. Pendirian ruang baca sebagai sarana belajar dari
satu negara yang rumah untuk mendukung
mempunyai minat baca Oleh karena hal tersebut, di mental, sosial anak
yang rendah seperti yang tengah pandemi Covid-19, sekaligus mendukung
dikatakan UNESCO, bahwa Divisi Pengabdian Pemkot Depok dalam
Indonesia berada di urutan Masyarakat HMIKS UI 2020 mengembangkan Kota
kedua dari bawah mengenai melalui program Maha Layak Anak khususnya di
literasi. Menurut data yang Abdi: Optimalisasi Ruang daerah sekitar warga, yaitu
UNESCO keluarkan bahwa Kreatif Anak saat Pandemi di RW 08 daerah Sawangan
minat baca masyarakat Covid-19 mengusulkan Baru/Sawangan Depok,
Indonesia hanya sebesar untuk mendirikan Ruang Jawa Barat. Jumlah
0,001%. Artinya, dari 1,000 Baca yang memiliki tujuan penerima dari program ini
orang Indonesia, hanya 1 untuk memperkenalkan terdiri dari lebih dari 50
orang yang mempunyai pentingnya membaca anak.
minat baca yang tinggi. kepada masyarakat, yang
Masalah lain juga terjadi berfokus pada anak, di
karena perpustakaan mana Ruang Baca itu tidak
tersedia pada tempat – hanya sebagai tempat
tempat belajar seperti di membaca saja namun juga
sekolah-sekolah atau
perguruan tinggi, karena hal
ini perpustakaan lebih
dikenal pada kalangan
berpendidikan.
Sementara itu pemerintah
Depok sedang mengadakan
pengembangan gerakan
literasi melalui penggiat
Ruang Baca di 11
kecamatan se-Depok.
Gambar1. Pengiriman barang untuk Gambar 3. Ruang baca yang sudah siap
ruang baca
38 Ramah Anak | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat
PEMBENTUKAN “PERAWAT CILIK” DALAM UPAYA
MEWUJUDKAN SEKOLAH RAMAH ANAK
Ns. Shanti Farida Rachmi, S.Kep., M.Kep
Anak-anak khususnya
usia sekolah memiliki rasa
keingintahuan yang tinggi
mengenai sesuatu dan
senang bereksperimen.
Namun rasa keingintahuan
tersebut tidak seimbang
dengan kemampuan mereka
dalam merespon terhadap
bahaya. Akibatnya anak-
anak menjadi rentan
mengalami cedera. Cedera
pada anak dapat berupa
cedera yang disengaja
(intentional injury) dan
cedera yang tidak disengaja
(unintentional injury).
Program Pengabdian Gambar 1. Pemaparan materi Edukasi dan demonstrasi penanganan pertama pada luka
Masyarakat yang
dilaksanakan yaitu Setelah kegiatan Pendidikan terkait perilaku hidup bersih
Pendidikan Kesehatan Kesehatan, Tim Pengabdi dan sehat khususnya
tentang pentingnya memberikan bantuan “First Edukasi Protokol Kesehatan
penerapan protokol Aid Kid” ke pihak sekolah, Pandemi Covid-19,
kesehatan di SDN Banyu hal ini sangat penting meningkatnya pengetahuan
Biru 02, pendidikan karena dapat digunakan terkait pentingnya
kesehatan meliputi: oleh siswa-siswi yang pertolongan pertama pada
memakai masker, menjaga mengalami cedera saat anak ketika terjadi cedera,
jarak, dan mencuci tangan beraktivitas di sekolah. meningkatnya peran UKS
menggunakan sabun atau dalam mendukung upaya
hand sanitizer. Para siswa/i Kegiatan Pengabdian peningkatan kesehatan di
juga mendapatkan Masyarakat memiliki sekolah dengan
pendidikan kesehatan manfaat bagi siswa/i yaitu memberikan bantuan
terkait penanganan cedera. meningkatnya pengetahuan “First Aid Kid”.
Sebanyak 58 anak kelas 4
sampai 6 SD yang Gambar 2. Pemeriksaan antropometri Gambar 3. Penyerahan tas pertolongan
mendapatkan edukasi dan pertama kepada pihak sekolah
simulasi mengenai
penanganan pertama pada
luka, memar atau terkilir.
Ramah Anak | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat 39
SIMULASI DAN SOSIALISASI MITIGASI BENCANA
GEMPA BUMI DAN KEBAKARAN
Dr. Eng. Supriyanto, M.Sc.
Gempa dengan skala 8 SR yang akan dilakukan dalam Gambar 1. kegiatan sosialisasi dan
dikhawatirkan dapat terjadi jangka waktu enam bulan simulasi mitigasi bencana kebakaran
di Kabupaten Minahasa ini adalah mensosialisasikan
Sulawesi Utara dan potensi - potensi bencana Gambar 2. kegiatan sosialisasi dan
sekitarnya. Hal ini yang akan terjadi dari simulasi mitigasi bencana gempa bumi
dikarenakan posisi Provinsi sudut pandang geologi dan
Sulawesi Utara terlebih Kota geofisika seperti potensi
Tondano Ibukota Kabupaten gempa dengan skala 8 SR.
Minahasa tergolong daerah Selain melakukan sosialisasi
berpotensi tinggi atau mengenai potensi bencana
rawan dan rentan terhadap di Tondano, di kegiatan ini
bencana gempa bumi, baik juga akan dilakukan proses
tektonik maupun vulkanik. simulasi. Simulasi ini
Di samping itu juga, tidak bertujuan agar masyarakat
lupa membahas bencana mendapatkan gambaran
kebakaran dan dampak mengenai kondisi bencana
erupsi gunung api yang serta dapat melakukan
sering terjadi di wilayah proses mitigasi dan
Tondano terlebih di evakuasi terhadap bencana-
Kecamatan Tondano Timur. bencana tersebut.
Program pengabdian Kegiatan ini akan
masyarakat dengan skema menghasilkan luaran dalam
Aksi UI untuk Negeri bentuk video pendidikan
bertujuan untuk mengenai bencana atau
memberikan pengetahuan berita di media massa serta
kepada masyarakat artikel ilmiah pada
mengenai potensi bencana konferensi internasional.
yang terjadi di Tondano dan
langkah apa saja yang dapat Gambar 3. Sesi tanya jawab dengan salah satu siswa SD
dilakukan oleh masyarakat
untuk menanggulangi
permasalahan yang
ditimbulkan oleh bencana
tersebut. Jenis kegiatan
40 Ramah Anak | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat
SOSIALISASI DAN SIMULASI SEMIBEN UI SEBAGAI
UPAYA PENGURANGANRISIKO BENCANA UNTUK
SISWA/I (SMP)
Dr. Eng. Supriyanto, M.Sc
Informasi yang diberitakan Gambar 1. Penyampaian materi mengenai bagaimana lempeng bumi dapat bergerak
pada tahun 2020 salah menggunakan alat peraga
satunya ialah hasil riset
terbaru dari Institut
Teknologi Bandung (ITB)
mengenai potensi tsunami
setinggi 20 meter di selatan
Jawa bagian barat dan
timur. Namun informasi
tersebut memiliki dampak
yang meresahkan warga,
walaupun sebelumnya
sudah terdapat peringatan
potensi bencana dan
rambu-rambu jalur
evakuasi.
Kegiatan ini bertujuan untuk Gambar 2. Penyampaian materi menggunakan alat peraga,
memberikan pengetahuan
kepada siswa-siswi merchandise yang diberikan
mengenai potensi bencana sebagai bentuk apresiasi
yang terjadi di Kab. kehadiran peserta dan
Sukabumi dan langkah apa kenang-kenangan.
saja yang dapat dilakukan
oleh agen sigap bencana Luaran dari kegiatan ini Gambar 3. Penyampaian materi
untuk menanggulangi yaitu publikasi berupa video simulasi gempa yang dipimpin oleh
permasalahan yang kegiatan edukatif dan berita Pak Andi (Dosen Geosains)
ditimbulkan bencana terkini.
tersebut. Target peserta
berjumlah 20 orang yang
berasal dari SMPN 2
Ciemas. Para peserta inilah
yang akan berperan untuk
menyebarkan
pengetahuannya ke
masyarakat luas. Wawasan
yang disampaikan juga
disajikan secara ringkas
dalam bentuk poster dan
booklet serta beberapa
Ramah Anak | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat 41
PENYULUHAN TENTANG PENCEGAHAN KELAINAN
TUMBUH KEMBANG GIGI DAN RAHANG PADA
ANAK-ANAK
drg. Widya Kusumadewy, Sp.Ort
Pengetahuan dan kesadaran Salah satu upaya yang adalah masyarakat yang
orang tua untuk mengetahui dapat dilakukan adalah peduli terhadap kesehatan,
adanya kelainan tumbuh dengan cara penyuluhan. sehingga jika diberikan
kembang gigi dan rahang Pemberian informasi informasi mengenai
pada anak terkadang masih dengan jelas dan singkat kesehatan bisa lebih mudah
kurang. Begitu pula cara- mengenai tumbuh kembang diterima. Materi yang
cara untuk melakukan gigi dan rahang akan diberikan pada penyuluhan
pencegahan kelainan gigi memberikan gambaran berupa contoh-contoh
dan rahang. Tindakan kepada masyarakat kasus disertai foto pasien
preventif ini seharusnya mengenai penyebab, dengan kelainan tumbuh
dilakukan sejak usia dini dan macam-macam kelainan kembang gigi dan rahang
keluarga sebagai lingkungan serta cara pencegahannya. dan gambar-gambar cara
terkecil di masyarakat Penyuluhan dilakukan di pencegahannya.
memiliki peran penting wilayah kerja puskesmas,
untuk melakukan deteksi karena masyarakat yang Dengan meningkatnya
awal. datang ke puskesmas kesadaran masyarakat akan
pentingnya hal tersebut
maka tumbuh kembang
anak terutama gigi dan
mulut akan berjalan dengan
baik dan dapat
meningkatkan kualitas
hidup mereka.
Gambar 1. Penyuluhan di SMPN 5 Depok Gambar 2. Sesi tanya jawab
Gambar 3. Penyuluhan Pada Kader
Posyandu binaan Puskesmas Kecamaran
Beji, Depok
42 Ramah Anak | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat
LITERASI KEUANGAN RAMAH ANAK DALAM
MEWUJUDKAN REVOLUSI MENTAL KEUANGAN
Yulial Hikmah, S.Si., M.Si
Gambar 1. Situasi sekolah MASTER sosialisasi menggunakan mental keuangan pada
film animasi anak, suatu anak, yaitu dengan
Pendidikan literasi permainan monopoli anak, mengubah paradigma
keuangan pada anak dan wisata edukasi anak tentang keuangan
merupakan suatu konsep yang ramah lingkungan, dan diantaranya mengutamakan
pengenalan pengelolaan bersahabat dengan kebutuhan dibandingkan
keuangan secara bijak dan pertumbuhan dan keinginan dan menyisihkan
mampu membedakan perkembangan anak. uang dengan menabung
kebutuhan dan keinginan. untuk mencapai tujuan
Sekolah Master Indonesia Dengan kegiatan-kegiatan keuangan agar terbentuk
merupakan Sekolah untuk tersebut, diharapkan pengelolaan keuangan
anak-anak Dhuafa di sekitar terbentuk suatu revolusi secara bijak.
terminal Depok yang lebih
dikenal dengan nama Gambar 2. kegiatan pengabdian masyarakat secara online
Sekolah MasTer (akronim
dari MASjid TERminal).
Sekolah Master berasal dari
anak-anak yang beraktivitas
di jalan, seperti mengamen,
memulung, serta berjualan
tisu sehingga mereka sudah
mempunyai penghasilan.
Namun, ternyata mereka
belum paham membedakan
mana yang menjadi
kebutuhan dan mana yang
hanya sekedar keinginan.
Oleh karena itu, tim Gambar 3. kegiatan pengabdian masyarakat secara offline
pengabdi merumuskan
literasi keuangan ramah
anak dengan kegiatan
Ramah Anak | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat 43
PEMERIKSAAN DAN PERAWATAN GIGI UNTUK ANAK
BERKEBUTUHAN KHUSUS SERTA PELATIHAN
PERAWATAN KESGILUT BAGI CAREGIVER
Prof. Dr. Maria Francisca Lindawati Soetanto, drg., Sp. Pros(K)
Akses perawatan sesuai untuk IBK dan meningkatkan akses ABK
kedokteran gigi bagi asuransi atau program terhadap pelayanan
individu berkebutuhan remunerasi dokte rgigi. kesehatan gigi dan mulut
khusus(IBK). IBK masih Masalah ini terkait pada: yang prima. Kesehatan gigi
merupakan masalah besar. Akses ke Pelayanan mulut pada ABK juga
Masalah yang umumnya Kesehatan; Kualitas menjadi aspek penting yang
terjadi adalah dokter gigi Pelayanan dan Biaya harus di perhatikan, karena
yang dapat merawat Pelayanan Kesehatan. kondisi gigi mulut dapat
IBK masih terbatas dan Yayasan Sayap Ibu Jakarta mempengaruhi kualitas
kepedulian tentang masalah merupakan salah satu hidup ABK.
kesehatan mulut pada Lembaga sosial yang
lingkungan disekitar IBK. merawat anak Output dari kegiatan ini
Perawatan kedokteran gigi berkebutuhan khusus yaitu meningkatnya
IBK tergantung dari (ABK). Di akhir tahun 2019 pengetahuan mengenali
pengalaman klinis merawat Yayasan Sayap Ibu dan FKG kelainan mukosa mulut pada
IBK, faktorekonomi, usia, UI menjalin Kerjasama ABK dan data kondisi ABK
fasilitas klinik gigi yang dengan tujuan di YSI.
Gambar1.Konsultasi daring dengan zoom oleh Konsulen dan Mahasiswa dari Departemen Ilmu Kedokteran Gigi Anak
44 Ramah Anak | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat
PELATIHAN PEMBENTUKAN TEMPAT PENGASUHAN
ANAK BERBASIS MASYARAKAT DI KECAMATAN BEJI
KOTA DEPOK
Nia Murniati, SKM, M.KM
Tempat Pengasuhan Anak dan panduan praktis yang memberikan
(TPA) menjadi alternatif tentang bagaimana kontribusi terhadap
lembaga yang sekarang mendirikan dan mengelola pertumbuhan dan
banyak ditawarkan untuk sebuah pusat pengasuhan perkembangan anak secara
orangtua yang memiliki anak bagi anggota optimal, meningkatkan
kesibukan di luar rumah, masyarakat yang sudah ketersediaan lapangan kerja
tanpa harus terlibat dalam penyediaan layak bagi perempuan di
menghawatirkan akan layanan pengasuhan anak, sektor pengasuhan anak,
kualitas pelayanan dan dan mereka yang tertarik dan memastikan bahwa
pendidikan bagi seorang menyelenggarakannya. perempuan memiliki akses
anak. Pemilihan TPA yang yang lebih setara atas
tepat dan berkualitas akan Setelah mendapat pelatihan pekerjaan berbayar di luar
memberikan hasil tumbuh ini diharapkan dapat rumah, sehingga
kembang yang optimal bagi terbentuk TPA yang mengurangi kemiskinan
anak. Faktor biaya seringkali terjangkau dan berkualitas rumah tangga.
menjadi masalah pertama
yang menjadi pertimbangan Gambar 1. Ketua pengabdi (Nia Murniati) Gambar 2. Sesi diskusi dengan pemateri/
bagi orang tua yang akan memberikan materi pelatihan di hadapan ketua pengabdi
menitipkan anaknya di TPA, kader Posyandu
sehingga sangat diperlukan
TPA yang berkualitas
dengan harga terjangkau
untuk memudahkan akses
orang tua dalam menitipkan
anaknya. Inimembuka
kesempatan bagi
pemberdayaan perempuan
di wilayah sekitar untuk
membuka TPA, tetapi tidak
cukup tersedia bimbingan
tentang bagaimana
menyediakan pengasuhan
anak yang berkualitas dan
terjangkau bagi orangtua
bekerja.
Tujuan pelatihan ini adalah
untuk memberikan informasi
Gambar 3. Peserta mengerjakan post-test seusai memperoleh materi pelatihan
Ramah Anak | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat 45
UI MENGAGAJAR UI UI MENGAGAJAR
MENGAJAR
46 UI Mengajar | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat
PENDIDIKAN LINGKUNGAN BAGI ANAK-ANAK DI
KAWASAN PERMUKIMAN NELAYAN MUARA ANGKE,
JAKARTA UTARA
Dr. Ahyahudin Sodri, S.T, M.Sc.
Kawasan permukiman Gambar 1. Permainan pertama tentang Laut dan Biota ( mewarnai)
Muara Angke adalah salah
satu kawasan hunian lingkungan tentang pada aspek perlindungan
masyarakat DKI Jakarta
yang masih identik dengan wawasan kelautan dan lingkungannya saja tetapi
kata “kumuh”. Permasalahan
lingkungan di kawasan pelatihan pendidikan juga pada aspek sosial dan
permukiman Muara
Angke tidak lepas dari peran lingkungan tentang ekonominya juga.
Pemerintah Daerah DKI
Jakarta yang kurang wawasan pesisir. Peserta
optimum dalam
penanganan lingkungan dan untuk pelatihan pendidikan
kurangnya kesadaran
masyarakat akan perlunya lingkungan tentang
pengelolaan lingkungan
yang baik akibat dari kurang wawasan kelautan
atau sulitnya akses
pendidikan bermutu bagi berjumlah 40 anak,
masyarakat setempat. Oleh
karena itu diperlukan sedangkan untuk pelatihan
pendidikan lingkungan yang
dapat diberikan secara pendidikan lingkungan
informal agar dapat
diterima seluruh tingkatan tentang wawasan pesisir
masyarakat, mulai dari
anak-anak hingga orang pesertanya mencapai 30 Gambar 2. Kegiatan membacakan
dewasa. anak. deskripsi tentang biota laut
Aksi UI untuk Negeri, Dengan meningkatnya Gambar 3. Pembagian masker dan
Program UI Mengajar ini pengetahuan dan pemakaian handsanitizer
telah dilakukan dari bulan pemahaman anak-anak
September 2020 sampai di Muara Angke terhadap
bulan Januari 2021. lingkungan di sekitarnya,
Program ini dilaksanakan diharapkan akan
dengan mengadakan dua terwujudnya keberlanjutan
kegiatan utama, yaitu di lingkungan Muara Angke
pelatihan pendidikan yang tidak hanya berfokus
UI Mengajar | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat 47
RUANG HUMANIORA: AKTIFITAS MENGENAL
BERAGAM KARIR ILMU PENGETAHUAN BUDAYA
SEBAGAI INSPIRASI CITA-CITA
Dr. Andriyati Rahayu
Sektor pendidikan di Gambar 1. Media Sosial (Akun Instagram Ruang.Humaniora)
Provinsi Jawa Barat
memiliki tingkat putus mendatangi SMPN 2
sekolah tertinggi dari 34 Padalarang dan melakukan
provinsi di Indonesia, baik program UI Mengajar
SD, SMP hingga SMA. Hal selama kurang lebih 3 hari
ini menimbulkan untuk meningkatkan
permasalahan sendiri motivasi belajar siswa didik,
mengenai pola pendidikan serta memberikan
maupun kemampuan guru perkenalan terhadap bidang
dalam menginspirasi murid ilmu pengetahuan budaya.
agar tetap mau belajar
selain permasalahan Target yang ingin dicapai Gambar 2. Aplikasi Anchor (Podcast)
ekonomi. Seperti diketahui adalah siswa mampu
bahwa dalam kurikulum termotivasi dalam
pendidikan sekarang melakukan pembelajaran di
permasalahan pembelajaran sekolah dengan
mulai diatur sedemikian menghasilkan karya berupa
rupa agar siswa didik majalah dinding (Mading).
merasa kerasan dan Hasil karya siswa didik
memiliki rasa ingin tahu SMPN 2 Padalarang
tinggi, sehingga mereka tersebut nantinya akan
dapat memiliki minat disebarkan melalui aplikasi
sekolah yang cukup tinggi. media sosial yang dimiliki
oleh tiap siswa dan tim
Salah satu permasalahan pengabdi sebagai bentuk
tersebut merupakan salah memotivasi siswa didik
satu alasan diadakannya lainnya di seluruh Indonesia.
kegiatan Aksi UI untuk
Negeri UI Mengajar. Sesuai
dengan tujuan UI Mengajar
adalah mempromosikan
serta meningkatkan
semangat belajar dan
menekuni pendidikan
kepada siswa sekolah dasar.
Dalam hal ini kegiatan yang
dilakukan adalah dengan
48 UI Mengajar | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat
PENINGKATAN PENGETAHUAN DALAM KELUARGA
DAN ANAK USIA SEKOLAH TERHADAP
PENDIDIKAN SEKSUAL
Ns. Indah Permata Sari, M.Kep., Sp.Kep.Kom
Pengetahuan dan Gambar 1. Poster kegiatan
pendidikan seksual di
kalangan anak usia sekolah Mekarjaya 14 Depok diikuti reproduksinya. Sehingga,
di Indonesia masih di oleh ratusan siswa, kasus kejahatan seksual
tingkat yang rendah dalam diharapkan anak usia seperti pelecehan dan
hal edukasi organ sekolah serta para orang tua kekerasan seksual dapat
reproduksi. Bagi sebagian akan memiliki peningkatan terminimalisasikan di
orang tua di Indonesia, kesadaran yang lebih pada Indonesia serta anak usia
terlebih lagi pada kesehatan organ sekolah dapat bertumbuh
masyarakat yang memiliki reproduksinya dan tidak dan berkembang
stigma bahwa memberikan sembarangan melakukan sebagaimana mestinya.
pembelajaran mengenai sesuatu yang dapat
organ reproduksi adalah mencelakakan organ
hal yang tabu atau sesuatu
hal yang tidak pantas untuk
dibicarakan.
Penyelenggaraan kegiatan
Peningkatan Pengetahuan
dalam Keluarga dan Anak
Usia Sekolah Terhadap
Pendidikan Seksual di
Sekolah Dasar Negeri
Gambar 2. webinar melalui platform zoom 49
UI Mengajar | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat
DEVELOPING TEACHER’S ENVIRONMENTAL LITERACY
THROUGH INQUIRY BASED PRACTICES
Hening Pujasari, SKp., M. Biomed., MNAP, PhD
Pulau Tidung, Kepulauan Program ini dapat bernilai guru dan remaja secara
Seribu merupakan wilayah produktif dalam virtual.
pantai yang sering pencegahan dampak
dikunjungi wisatawan. pencemaran lingkungan. Keterlibatan guru dalam
Peningkatan kunjungan Adapun program yang Aksi UI untuk Negeri dapat
wisatawan dari luar Pulau sudah terlaksana meliputi: meningkatkan peran dan
Tidung meningkatkan sosialisasi kesehatan menumbuhkan kepedulian
jumlah sampah, terutama lingkungan terkait sampah, guru, anak sekolah, dan
sampah plastik. Selain itu, pelatihan pembuatan masyarakat untuk mencintai
sampah dapat terbawa oleh ecobrick, pembentukan lingkungan dengan
arus laut dan tertumpuk komunitas guru sadar meminimalkan penggunaan
di sepanjang garis pantai. lingkungan, dan pembuatan sampah plastik dan
Sekitar 60% sampah di rencana program UI mengelolanya menjadi
Kepulauan Seribu adalah Mengajar terkait ecobrick ecobrick berdaya guna.
sampah laut yang sebagian sudah dengan melibatkan
besarnya merupakan
sampah kiriman seperti
sampah plastik dan kayu.
Program UI Mengajar
dengan fokus
pengembangan literasi
lingkungan melalui
pemberdayaan dan
pelatihan guru merupakan
salah satu upaya untuk
meningkatkan peran guru
terhadap permasalahan
pendidikan dan kesehatan
lingkungan di Pulau Tidung.
Gambar 1. Sosialisasi tentang pengelolaan Gambar 2. Ecobrick yang sudah dibuat
sampah dan pembuatan ecobrick
50 UI Mengajar | Direktorat Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat