RAGAM KREASI KETERAMPILAN DAN KERAJINAN TANGAN Untuk SD/MI Dosen Pengampu: Dr. Deni Setiawan, S.Sn., M.Hum
PROFIL PENULIS Pe n u li s 1 Na m a : A i s y a h T a s y a Ka m i l a NI M : 140142 1 2 18 T T L : J e p a r a , 08 J u n i 2004 No . T e l e p o n : 081328280943 e m a i l : a i s y a h t a s y a8 @ g m a i l . c o m Pe n u li s 3 Na m a : F i t ri Ku r n i a t i NI M : 140142 1 2 2 1 T T L : Pe k a l o nga n , 06 A gu s t u s 2002 No . T e l e p o n : 08578696487 7 e m a i l : f i t ri k u r n i a t i682 @ g m a i l . c o m Pe n u li s 2 Na m a : Yu l i n a Sri Ra h a y u NI M : 140142 1 2 19 T T L : Re m b a ng, 08 J u l i 2002 No . T e l e p o n : 088233464298 e m a i l : y y u l i n a66 @ g m a i l . c o m L i n k E- M o d u l :
Puji syukur kami panjatkan ke hadi rat Allah Swt . , sehingga buku “Ragam Kreasi Keterampilan dan Kerajinan tangan untuk SD/MI” ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Salawat ser ta salam kami haturkan pada junjungan ki ta Nabi Muhammad Saw. yang ki ta nant ikan safaatnya di har i akhi r . Ter imakasih saya sampaikan pada Dr . Deni Set iawan, S. Sn. M.Hum sebagai dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Keterampilan dan Kerajinan Tangan, dan validator ahli dalam buku ini. Buku ini saya susun berdasarkan mater i pembelajaran keterampilan dan kerajinan tangan siswa sekolah dasar berdasarkan kur ikulum 2013 dan kur ikulum merdeka menyesuaikan aturan yang telah disusun oleh pemer intah. Melalui buku ini, kami menyajikan pembelajaran keterampilan dan kerajinan tangan yang lebih menar ik dan kreat if secara terpisah. Banyak buku yang menjejalkan mater i tanpa memper t imbangkan minat dan kebutuhan siswa. Melalui buku ini, kami berusaha member ikan buku yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan guru. Bersama buku ini, siswa diajak untuk mengenal dan berkreasi dengan berbagai macam kreasi karya keterampilan dan kerajinan tangan kerajinan. Untuk menambah keter tar ikan siswa dalam mempelajar i keterampilan dan kerajinan tangan, kami menyajikan kegiatan yang dapat merangsang kreat ivi tas siswa. Tujuannya, agar siswa dapat mengembangkan kreat ivi tas dan keterampilan motor iknya untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehar i-har i. Tujuan jangka panjangnya adalah agar siswa memiliki bekal keterampilan yang digunakan sebagai modal berwi rausaha. Semoga buku ini dapat bermanfaat dan membantu proses belajar siswa. PRAKATA Tuntutlah ilmu, karena ilmu akan menambah kemuliaanmu! i
DAFTAR ISI Prakata .................................................................. Daftar isi ................................................................ Ragam Kreasi Trimatra Karya Tiga Dimensi(3D)....... Karya Tiga Dimensi ................................................ Macam-Macam Media Karya 3D ............................ Teknik Pembuatan Karya 3D dari Plastisin .............. AYO BERKREASI!!! Praktik Pembuatan Karya Tiga Dimensi menggunakan Plastisin ............................................ Ragam Kreasi Makrame .......................................... Pengertian Makrame ............................................... Sejarah Makrame ................................................... Alat dan Bahan Pembuatan Kerajinan Makrame ...... Simpul-Simpul Dasar dalam Kerajinan Makrame ...... AYO BERKREASI!!! Pembuatan Tas Selempang menggunakan Tali Kur ... Ragam Kreasi Kerajinan Anyaman .......................... Sejarah Kerajinan Anyaman .................................... Macam-macam Kerajinan Anyaman ........................ AYO BERKREASI !!! Praktik Pembuatan Kerajinan Anyaman ................... i ii 1 2 2 4 5 7 8 9 9 15 20 23 24 25 31
Ragam Kreasi Batik ................................................. Macam-macam Batik ............................................... Macam-macam Pewarna Batik ................................ Ragam Motif Batik .................................................. AYO BERKREASI !!! Praktik Pembuatan Batik ......................................... Ragam Kreasi Konsep Jahit dan Sulam .................... Konsep Jahit............................................................ Sulaman.................................................................. Sejarah Menyulam................................................... Macam-macam Sulaman.......................................... Jenis Sulaman Berdasarkan Bahan Utama................ Jenis Sulaman Berdasarkan Teknik........................... Macam-macam tusukan........................................... AYO BERKREASI !!! Praktik Menyulam Pita............................................. Ragam Kreasi Pemanfaatan Bahan Bekas................ Mengapa Harus Menggunakan Barang Bekas? ....... AYO BERKREASI !!! Contoh Karya dengan Pemanfaatan Bahan Bekas Plastik........................................................... AYO BERKEASI!!! Vas Bunga dan Tempat Pensil................................... DAFTAR PUSTAKA.................................................... ii 33 34 36 37 41 43 44 47 47 48 49 52 56 63 65 66 68 74 77
T R I M A T R A K A R Y A T I G A D I M E N S I ( 3 D ) RAGAM KREASI 1
Karya Tiga Dimensi Kayu: Kayu adalah salah satu materi yang sering digunakan dalam seni tiga dimensi. Dalam pengolahannya, kayu dapat diukir, dipahat, atau dibentuk menjadi berbagai bentuk dan ukuran. Beberapa contoh karya seni kayu termasuk patung kayu, relief, atau perabotan kayu seperti meja, kursi, dan rak. Logam: Logam seperti besi, aluminium, tembaga, atau perunggu juga sering digunakan dalam seni tiga dimensi. Logam bisa ditekuk, ditempa, dilas, atau dilebur untuk menciptakan berbagai karya seni seperti patung logam, instalasi logam, atau bendabenda seni fungsional seperti lampu atau vas. Trimatra atau karya tiga dimensi merujuk pada objek atau karya seni yang memiliki dimensi panjang, lebar, dan tinggi. Dalam karya tiga dimensi, pengamat dapat melihat objek dari berbagai sudut dan perspektif, mengamati tekstur, bentuk, volume, dan ruang yang dihasilkan. Macam-Macam Media yang digunakan dalam Pembuatan Karya Tiga Dimensi 2
Batu: Batu seperti marmer, granit, atau batu pasir dapat diukir dan dipahat menjadi berbagai bentuk. Batu sering digunakan untuk menciptakan patung-patung monumental atau relief. Tanah liat: Tanah liat dapat dibentuk dengan tangan atau menggunakan alat seperti roda putar. Setelah dibentuk, tanah liat dapat dipanggang atau dibakar untuk menjadikannya keras dan tahan lama. Contoh karya seni dari tanah liat meliputi patung, vas, dan keramik. Kaca: Kaca bisa dipotong, dibentuk, dan dilebur untuk menciptakan berbagai bentuk dan tekstur. Contoh karya seni kaca termasuk patung kaca, instalasi kaca, atau karya seni fungsional seperti wadah atau hiasan dinding. Plastik: Plastik dapat dilelehkan, dicetak, atau dibentuk dengan berbagai teknik untuk menciptakan karya seni seperti patung, instalasi, atau aksesori. Kertas: Kertas adalah materi yang sering digunakan dalam seni tiga dimensi, terutama dalam teknik origami atau kertas lipat. Dengan menggabungkan lipatan-lipatan yang rumit, kertas dapat diubah menjadi berbagai bentuk dan objek seperti hewan, bunga, atau arsitektur miniatur. 3
Plastisin: Plastisin memberikan pengalaman yang menyenangkan dan memuaskan bagi anak-anak. Melalui media ini, pengajar dapat menggunakan sebagai pembelajaran awal dan sebagai salah satu cara untuk mengobservasi perkembangan anak dalam berbagai area perkembangan. Teknik pijit: Teknik ini digunakan dengan cara memijit plastisin hingga berbentuk pipih (tipis). Teknik pilin: Teknik ini digunakan dengan cara memotong plastisin menjadi bagian kotak kecilkecil, setelah itu letakan potongan plastisin ditelapak tangan, lalu gesekkan plastisin tersebut hingga berbentuk bulat panjang. Teknik sisik: Teknik sisik sering digunakan untuk membentuk daun atau kelopak dari buah atau bunga yang dibuat dengan plastisin.Teknik sisik juga dapat dilakukan dengan bantuan lidi yang dibentuk pada bagian-bagiannya. Teknik membutsir: Teknik yang digunakan untuk membentuk karya dengan cara memijit, menambah, dan mengurangi bahan yang akan dibentuk dengan tujuan untuk menghasilkan benda-benda seni 3 dimensi dengan menggunakan bahan lunak. Teknik Pembuatan Karya Tiga Dimensi dari Plastisin 4
Plastisin warna-warni Gunting Tusuk gigi Siapkan alat dan bahan. Lunakkan plastisin dengan cara memijat-mijat menggunakan tangan. Bentuk plastisin sesuai kreasi setelah teksturnya lebih lunak. Beri tusuk gigi pada plastisin yang telah dibentuk agar kuat ketika disatukan. Rangkai plastisin hingga menjadi patung yang utuh. Sempurnakan bentuk patung dengan memperhatikan bentuk detailnya. Patung sudah siap untuk dipamerkan. AYO BERKREASI !!! Praktik Pembuatan Karya Tiga Dimensi Menggunakan Plastisin Karya: 1) Buah-Buahan dari Plastisin (Kelas 2 Tema 6) 2) Bunga dari plastisin (Kelas 4 Tema 8) 3) Patung kura-kura dari plastisin (Kelas 6 Tema 1) Alat dan Bahan: 1. 2. 3. Langkah Pembuatan 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 5
Link video pembuatan karya: 1) Buah-Buahan dari Plastisin Link: https://youtu.be/KYKApZ9eY2Y 2) Bunga dari plastisin Link: https://youtu.be/yShzR-QO3_g 3) Patung kura-kura dari plastisin Link: https://youtu.be/jRCDtZPSKqs 6
M A K R A M E RAGAM KREASI 7
MAKRAME Pengertian Makrame Kata makrame berasal dari bahasa Turki. (Turki: Ma-kra’ma atau Miqramah). Definisi makrame menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah teknik menyimpul tali untuk menciptakan motif geometrik yang digunakan sebagai hiasan, dekorasi, atau aksesoris lainnya, terbuat dari berbagai jenis bahan tali, seperti katun, wol, kulit, sutra, atau bahan sintetis, bentuk seni kerajinan simpul-menyimpul dengan menggarap rantaian benang awal dan akhir suatu hasil tenunan, dengan membuat berbagai simpul pada rantai benang tersebut sehingga terbentuk aneka rumbai dan jumbai, kerajinan tangan simpul-menyimpul dengan menggunakan berbagai macam benang. Asriyani, dalam bukunya makrame menjelaskan bahwa makrame adalah tekstil tertua yang dibuat dengan cara menyimpul beberapa tali maupun benang menjadi suatu bentuk berpola dekoratif geometrik. 8
Sejarah Makrame Makrame diperkenalkan pada abad ke-13 oleh penenun Arab yang menyebutnya dengan miqrama yang berarti hiasan pinggiran. Sebab makrame dibuat sebagai hiasan pada pinggiran permadani. Lalu seni makrame dibawa oleh para pelaut ke Spanyol. Mereka menggunakan simpul tersebut untuk megikat layar, kayu, dan lainnya. Hingga sekarang makrame terus berkembang dan memiliki berbagai fungsi. Saat ini fungsi makrame adalah sebagai aksesoris, misalnya tas, anting-anting, kalung, gelang, dan ikat pinggang. Alat dan Bahan Pembuatan Kerajinan Makrame Indah Asriyani, dalam bukunya makrame menyebutkan bahwa peralatan yang sering digunakan adalah: gunting, alat penahan atau penjepit (jarum pentul, selotip), dan alat ukur (penggaris). Biasanya korek api digunakan untuk merapikan ujung tali ataupun benang pada kerajinan makrame. 9
Bahan yang digunakan dalam pembuatan makrame adalah tali ataupun benang. Tali sebagai bahan makrame dapat dikelompokkan menjadi: 1. Tali yang berasal dari serat tumbuhan a. Tali goni, berwarna coklat muda, teksturnya kasar dan sedikit agak keras, permukaan tali berbulu. b. Tali katun, berwarna putih, teksturnya kasar dan lentur, terdiri dalam macam-macam ukuran, dan dapat diberi warna dengan pewarna katun sehingga memiliki warna sesuai dengan yang diinginkan. 10
c. Tali ijuk, berwarna hitam, memiliki tekstur yang keras, agak sulit untuk dipintal, simpul yang menggunakan bahan ini harus simpul jenis yang kasar. Bulu-bulunya berkarakter tajam dan keras. Keistimewaan jenis tali yang terbuat dari ijuk adalah tidak mudah lapuk, kuat, meskipun terendam dalam air atau tanah. Gambar di bawah ini adalah contoh tali ijuk: 11 11
d. Tali kur, memiliki warna yang bervariasi dan cerah, memiliki tekstur yang lembut. Tali jenis ini paling sering digunakan dalam proses pembuatan makrame. Dalam buku ini, contohcontoh kerajinan makrame yang dibuat juga menggunakan tali kur. e. Tali rami, warnanya putih kekuning-kuningan, memiliki tekstur yang kasar, keras dan kaku. Gambar di bawah ini adalah contoh tali rami: 12
f. Tali sumbu kompor, berwarna putih, memiliki tekstur yang lembut sehingga mudah dipintal. 2. Tali yang terbuat dari bulu hewan a. Tali wol Terbuat dari bulu biri-biri, memiliki pilihan warna yang banyak, memiliki tekstur yang kasar namun tidak kaku bila dipintal dan dibentuk. Karakter tekstur tali masih terasa dengan serat bulu-bulu masih terlihat. 13
3. Tali yang berasal dari serat sintetis Tali ini diproses secara kimia, dalam pembuatannya sering dicampur dengan serat alami seperti katun atau wol, sehingga tali ini menjadi lebih kuat. Tali jenis ini antara lain: a. Tali nilon, tali ini berwarna putih kekuningkuningan, berkenampakan mengkilap, memiliki tekstur agak kaku dan halus. b. Tali metalik, tali ini merupakan campuran dari bahan antara metal dan rayon, memiliki bentuk sangat menarik, karena warnanya yang cerah dan mengkilat. Karena karakternya itulah jenis tali ini sering dipakai sebagai aksen pada karya makrame. Gambar di bawah ini adalah contoh tali metalik b. Tali ekor kuda Jenis tali ini berwarna sesuai dengan aslinya sedikit berbintik-bintik dan mengkilap, berbulu tajam serta memiliki tekstur yang tajam 14
c. Tali poliester, diproduksi dengan pilihan warna yang terang, teksturnya lembut dan halus serta memiliki kenampakan warna mengkilat. Gambar di bawah ini adalah contoh tali poliester: Simpul-simpul Dasar dalam Kerajinan Makrame 1. Simpul Kepala Pembuatan simpul ini diperlukan tali yang direntangkan sebagai tempat menyimpulkan simpul kepala. 2. Simpul Tunggal Hasil simpulannya akan tampak seperti tangga. Variasi bentuk dapat diputar kekiri atau kekanan. 15
3. Simpul Ganda Prinsip pembuatan simpul ganda hampir sama dengan simpul tunggal. Simpul tunggal dibuat dengan membuat satu langkah, sedangkan simpul ganda dengan dua langkah. 4. Simpul Gordin Simpul ini dibuat untuk membuat variasi ikatan, merupakan deretan simpul yang hampir menyerupai garis yang bergandengan terputusputus. Simpul ini dapat dibuat dalam berbagai variasi, antara lain: vertikal, diagonal dan horizontal. Kegunaan simpul untuk membuat variasi ikatan dalam membuat gorden dan tirai 16
5. Simpul Rantai Simpul ini memiliki bentuk berurutan dan dapat dibuat dari seutas tali yang ditambatkan pada objek lainnya. Hasil paduan antara simpul kepala dan simpul dan simpul rantai lihat pada gambar berikut: 6. Simpul Josephine Simpul ini dibuat dengan teknik lengkung dan silang sehingga tali saling tumpang tindih. Simpul josephine dapat dibuat menggunaan dua tali. Simpul ini menyatukan dua tali hingga menjadi satu. Fungsinya hampir sama dengan simpul mati, namun bentuk simpulnya berbeda 17
7. Simpul Pembalut Simpul pembalut digunakan untuk menyatukan atau mengikat beberapa tali. 18
8. Simpul Pengunci Digunakan untuk mengakhiri suatu simpul agar simpul yang dibuat tidak mudah lepas. 19
Tali kur 2x100 cm Tali kur 3x170 cm Tali kur 14x150 cm Tali kur 14x150 cm Gunting Korek Gunting tali kur sesuai ukuran yang akan dibuat tas selempang. Ambil tali ukuran 100 cm dan sesuaikan dengan lubang tas yang akan dibuat dan beri peniti agar tali tidak bergeser. AYO BERKREASI !!! Praktik Pembuatan Makrame Karya: Membuat Tas Selempang Menggunakan Tali Kur Alat dan Bahan 1. 2. 3. 4. 5. 6. Langkah-Langkah 1. 2. 20
3. Buatlah tali jangkar dan pangkal 4. Membuat simpul ganda untuk mengaitkan bagian badan tas 5. Buatlah serut tali dengan ukuran 10cm lalu kunci ujung tali dengan dibakar. 6. Buatlah tali selempang tas menggunakan teknik kepang. 21
Hasil karya: Link video pembuatan tas selempang: https://youtu.be/UY6vGTqEoOI 22
K E R A J I N A N A N Y A M A N RAGAM KREASI 23
KERAJINAN ANYAMAN Anyaman adalah teknik membuat karya seni rupa yang dilakukan dengan cara menumpang tindihkan (menyilangkan) bahan anyam yang berupa lungsi dan pakan. Lungsi merupakan bahan anyaman yang menjadi dasar dari media anyam, sedangkan pakan yaitu bahan anyaman yang digunakan sebagai media anyaman dengan cara memasukkannya ke dalam bagian lungsi yang sudah siap untuk di anyam. Bahan-bahan anyaman dapat dibuat dari tumbuhtumbuhan yang sudah dikeringkan, seperti lidi, rotan, akar, dan dedaunan untuk dijadikan suatu rumpun yang kuat (tampar). Sedangkan alat yang digunakan untuk mengayam masih sangat sederhana seperti pisau pemotong, pisau penipis, dan catut bersungut bundar. Sejarah Kerajinan Anyaman Dilansir dari berbagai sumber, sejarah kerajinan anyaman masih diperdebatkan, namun diperkirakan ahli menganyam berasal dari Melayu. Pendapat ini diperkuat dengan ditemukannya tembikar dan tempat tinggal yang terbuat dari anyaman. 24
Macam-macam Kerajinan Anyaman Berdasarkan bentuknya, anyaman dibagi menjadi dua, yaitu: 1.Anyaman Dua Dimensi Anyaman dua dimensi merupakan anyaman yang hanya memiliki ukuran panjang dan lebar saja, kalaupun seandainya memiliki ketebalan, ketebalan tersebut tidak terlalu diperhitungkan. Menurut sejarah, beberapa pengikut Sunan Gunung Jati, mengajarkan kerajinan untuk menarik minat masyarakat memeluk agama Islam. Ternyata dengan cara ini, perkembangan Islam cukup pesat di Jawa Barat maupun Jawa Tengah. Disamping itu, ada stigma yang tercipta dari jaman dahulu bahwa kerajinan anyaman adalah pekerjaan wanita sebagai pengisi waktu senggang. Dimana, seorang wanita dianggap tidak mempunyai sifat kewanitaan jika tidak mahir seni menganyam. Dahulu, anyaman hanya digunakan sendiri atau sebagai hadiah dan kemasan hantaran ke sahabat atau keluarga. Bahkan beberapa anyaman dibuat dalam bentuk besar untuk menyimpan pakaian, barang dagangan, serta untuk tempat menyimpan senjata saat peperangan. 25
2. Anyaman Tiga Dimensi Anyaman tiga dimensi merupakan anyaman yang memiliki ukuran panjang, lebar, dan tinggi. Berdasarkan cara membuatnya, anyaman dibagi menjadi tiga, yaitu: 1.Anyaman Datar (Sasak) Anyaman datar (sasak), yaitu anyaman yang dibuat datar, pipih, dan lebar. Jenis kerajinan ini banyak digunakan untuk tikar, dinding rumah tradisional, dan pembatas ruangan. 2. Anyaman Miring (Serong) Anyaman miring (serong), yaitu anyaman yang dibuat miring, bisa berbentuk dua dimensi atau tiga dimensi. Jenis kerajinan ini banyak digunakan untuk keranjang, tempat tape, dan lain sebagainya. 26
3. Anyaman Persegi (Truntum) Anyaman persegi (truntum), yaitu anyaman yang dibuat dengan motif persegi, bisa segi tiga, segi empat, segi enam, segi delapan, dan seterusnya. Anyaman ini bisa berbentuk dua dimensi atau tiga dimensi. 27
Berdasarkan tekniknya, anyaman dibagi menjadi dua, yaitu: 1.Anyaman Rapat Anyaman rapat, yaitu anyaman yang dibuat secara rapat. Dalam anyaman rapat ini dibedakan menjadi empat, yaitu sebagai berikut: a. Anyaman Silang Tunggal Anyaman silang tunggal merupakan anyaman yang memiliki dua arah sumbu yang saling tegak lurus atau miring satu sama lainnya. b. Anyaman Silang Ganda Anyaman silang ganda merupakan menganyam dengan teknik ini sama dengan silang tunggal ialah menyisipkan dan menumpang dua benda pipih, yaitu pakan dan lusi yang berbeda arah. Bedanya ialah pada benda pipih, yaitu pakan dan lusi yang diselusup dan ditumpangi tidak hanya satu tepi tetapi dapat dua, tiga, empat, lima, dan seterusnya sehingga dikenal silangan ganda dua, ganda tiga, 28
ganda empat, ganda lima, dan seterusnya sesuai dengan jumlah benda pipih dilompati dan disusupi. c. Anyaman Tiga Sumbu Teknik ini sama seperti teknik anyaman silang, hanya saja perlu diingat bahwa benda pipih, yaitu pakan dan lusi yang akan dianyam tersusun menurut tiga arah. Teknik anyaman ini memberi peluang untuk memperoleh hasil anyaman tiga sumbu jarang dan anyaman tiga sumbu rapat, sedangkan anyaman tiga sumbu rapat dengan pola bentuk heksagonal (segi enam beraturan) atau belah ketupat. 29
d. Anyaman Empat Sumbu Teknik anyaman ini berprinsip menyisip dan menumpangkan benda pipih yaitu pakan dan lusi secara satu sama lainnya berbeda arah. Hanya saja benda pipih yang berbeda arah disini makin banyak jumlahnya (empat buah sumbu). Jenis anyaman empat sumbu termasuk jenis anyaman yang berlubang-lubang dengan bentuk pola oktogonal (segi delapan beraturan). 2. Anyaman Jarang Anyaman jarang merupakan anyaman yang dibuat secara jarang (renggang) 30
AYO BERKREASI !!! Praktik Pembuatan Kerajinan Anyaman Karya: Membuat anyaman benda fungsional kotak tisu dari bahan sedotan menggunakan teknik anyaman rapat. Alat dan Bahan: 1.Sedotan warna merah dan kuning, maisng-masing satu bungkus 2. Penggaris 3. Gunting Langkah-langkah Pembuatan: 1.Potong sedotan menjadi dua bagian. 2. Pipihkan sedotan menggunakan penggaris. 3. Gabungkan kedua ujung sedotan dengan cara memasukkan antara ujung satu dan lainnya. 4. Ulangi langkah yang dilakukan tadi secara berurutan. 5. Gunakan teknik anyaman rapat untuk menyatukan semua sedotan agar membentuk kotak tisu. 6. Gabungkan sedotan merah dengan sedotan kuning menggunakan teknik anyaman rapat. 7. Lakukan penggabungan tersebut hingga membentuk kotak tisu yang diinginkan. 8. Kotak tisu sudah siap digunakan. 31
Hasil Karya: Link Video Praktik Pembuatan Kerajinan Anyaman: https://youtu.be/Ea0QE_x4PfA 32
B A T I K RAGAM KREASI 33
BATIK Batik berasal dari bahasa jawa “amba” yang berarti menulis dan “titik”. Kata batik menuju pada kain dengan corak yang dihasilkan oleh bahan-bahan malam (wax) yang diaplikasikan keatas kain sehingga menahan masuknya bahan pewarna (dye) atau dalam bahasa inggris “wax-resist dyeing”. Macam-macam Batik 1.Batik Jumput Istilah lain dari batik jumput adalah batik ikat, batik tritikan, batik celup ikat. Pada dasarnya membuat ragam hias pada kain dengan cara mengikat sedikit/ sejumput bagian kain dengan menggunakan tali/ karet, tali rafia sehingga bentuk ragam hias berupa titik-titik berurutan (batik tritikan) untuk mendapatkan ragam hias ini dijelujur dengan benang dan ditarik agar mengkerut. Dalam membuat motif perlu direncanakan supaya dapat diciptakan dengan baik dan ini juga tergantung dari cara mengikatnya. 2. Batik Cap Batik cap terbuat dari kayu. Pola pada kayu diukir dan dibentuk seperti stempel sama halnya dengan cap tembaga. Batik menggunakan cap kayu dapat dibedakan dari cap tembaga karena kayu tidak 34
menghantarkan panas. Hasil pengecapan terbentuk memiliki kekhasan sendiri dan terdapat warna yang meresap pada batik karena titik yang menempel terlalu tipis sehingga terlihat gradasi warna pada pola antar pinggir motif dan tengahnya. 3. Batik Tulis Batik tulis adalah suatu teknik melukis di atas kain dengan menggunakan peralatan seperti canting, gawangan (merupakan rangka bambu untuk membentangkan kain), wajan (tempat untuk meletakkan malam), anglo (tempat pengapian arang), tepos (kipas)dang dingklik (tempat duduk). Karena proses yang panjang sehingga merupakan batik mahal. Biasanya batik dibuat untuk membuat permintaan pasar segmen menengah ke atas dan untuk keperluan ekspor. 4. Batik Print Batik print merupakan salah satu jenis batik yang baru muncul. Tidak diketahui pasti kapan dimulai tetapi kini menjadi produksi batik dengan jumlah yang paling banyak dibanding batik cap atau tulis. Teknik pembuatan batik print relatif sama dengan produksi sablon, yaitu menggunakan klise (kassa) untuk mencetak motif di atas kain. Proses pewarnaan sama dengan proses tekstil biasa yaitu dengan menggunakan pasta yang telah dicampur dengan pewarnaa sesuai keinginan. Kemudian diprintkan 35
Yellow sesuai motif yang telah dibuat. Jenis batik ini dapat diproduksi dalam jumlah besar karena tidak melalui proses penempelan lilin dan pencelupan sepeti batik. Oleh karena itu, batik print merupakan salah satu jenis batik yang fenomenal kemunculannya yang mana pengrajin batik karena dianggap merusak tatanan seni batik sehingga orang menyebut kain bermotif batik. Macam-macam Pewarna Batik Pewarna dapat dibedakan menjadi 2 yaitu pewarna alam dan pewarna buatan/kimia. 1.Pewarna Alam Terbagi menjadi: a. Akar : kunyit, temu ireng, temu lawak, wortel. b. Daun : daun pepaya, daun jati. c. Kulit : tingi, jalawe, secang. d. Buah : mahoni, jeruk jambu biji, buah naga, juwet, manggis, strawberry, mengkudu, rosela merah dan ungu. 2. Pewarna Buatan a. Naptol Sama sifat, menunjuk/mengarah pada warna garam diaso; kecuali bila dipertemukan dengan garam kuning, akan cenderung ke warna oranye, dengan garam black akan cenderung ke warna kayu. b. Garam Diaso 36
Oranye Red Violet Black Blue ASG : bersifat mengarah pada warna kuning emas bila dipertemukan dengan garam diaso violet. ASLB : bersifat mengarah ke warna coklat. ASGR : bersifat mengarah ke warna hijau bila dipertemukan dengan garam diaso blue. Tetapi bila dipertemukan dengan garam diaso lain akan mengarah ke warna kelabu/abu-abu (grey). Semakin ke bawah jenis garam diaso yang dipakai, akan cenderung ke warna coklat. c. Jenis Naptol Lain Ragam Motif Batik Beragam motif batik dan maknanya: 1.Kawung Kain ini dipakai oleh Raja dan keluarga dekatnya sebagai lambang keadilan dan keperkasaan . Empat bulatan dengan sebuah titik pusat melambangkan Raja didampingi pembantunya. 37
2. Sido Mukti Dipakai oleh pengantin dalam upacara pernikahan. Sido berarti terus-menerus, Mukti berarti kecukupan dan penuh kebahagiaan. Diharapkan pengantin yang memakai batik ini kelak akan bahagia dan sejahtera 3. Truntum Kain ini dipakai oleh orang tua pengantin dalam upacara pernikahan. Truntum berarti menuntun. Diharapkan si pemakai / orang tua mempelai mampu memberikan petunjuk dan contoh kepada putra putrinya untuk memasuki kehidupan baru berumah tangga yang penuh lika-liku. 38
4. Parang Parang berarti senjata yang menggambarkan kekuasaan, kekuatan, dan kecepatan gerak 5. Ciptoning Diharapkan pemakainya menjadi orang bijak, mampu memberikan petunjuk tentang keluhuran budi dan jalan yang benar untuk mengharapkan Yang Maha Kuasa 6. Sido Mulyo Semen Sido berarti terus menerus, sedangkan Mulyo berarti kecukupan dan kemakmuran. Diharapkan yang memakai batik ini diberikan kecukupan dan kemakmuran 39
7. Sawat Motif berbentuk sayap, hanya dikenakan oleh raja dan putra raja yang mendakan suatu kebesaran atau kekuasaan. 8. Slobong Bermakna lancar dan longgar. Motif ini digunakan untuk melayat dan bermakna harapan agar arwah orang yang meninggal dunia dapat dengan lancar menghadap kepada Tuhan dan diterima di sisi-Nya. 40
AYO BERKREASI !!! Praktik Pembuatan Batik Karya: Membuat batik ikat motif nusantara, motif shibori itajime segitiga sama kaki. Alat dan Bahan: 1. Kain katun primisima 2. Pewarna merah 3 buah 3. Karet gelang 4. Wadah plastik 5. Piring plastik Langkah-langkah Pembuatan: 1.Lipat kain menjadi 2 bagian. Kemudian, satukan sisi kanan dan sisi kiri, lalu kain yang berada di bagian atas lipat ke arah kanan dan rapikan. Setelah itu, sisi kanan dilipat ke sisi kiri dan rapikan. Kemudian, balikkan kain. 2. Ambil sisi kiri dan lipatkan ke kanan dan rapikan. Lalu dari arah kanan, lipatkan ke kiri dan rapikan. 3. Setelah itu, ambil bagian tengah dan balikkan. Dari ujung kain lipat ke dalam lalu arahkan ke depan sesuai arah segitiga, lakukan bolak - balik sesuai arah segitiga. 4. Ikat kain dengan menggunakan karet gelang, lakukan beberapa kali dengan tujuan untuk mengunci bentuk motif yang diinginkan. 41
5. Setelah itu, rebus air hingga mendidih dan masukkan pewarna merah. 6. Tuangkan air yang sudah dipanaskan dan diberi pewarna ke dalam wadah plastik. 7. Celupkan kain yang sudah dibentuk ke dalam air yang sudah diberi pewarna dengan perlahan. 8. Setelah dicelupkan, diamkan kain hingga beberapa jam. 9. Kemudian, buka kain yang sudah didiamkan selama beberapa jam. 10. Keringkan selama beberapa menit. 11. Batik ikat motif nusantara, motif shibori itajime segitiga sama kaki sudah jadi. Hasil Karya: Link Video Praktik Pembuatan Batik: https://youtu.be/w0J3PIGGj4Q 42
K O N S E P J A H I T D A N S U L A M A N S E D E R H A N A RAGAM KREASI 43
KONSEP JAHIT Menjahit adalah pekerjaan menyambung kain dan bahan-bahan lain yang bisa dilewati jarum jahit dan benang. Menjahit dapat dilakukan dengan tangan (manual) atau mesin jahit. Alat dan bahan yang digunakan untuk menjahit diantaranya jarum, benang, gunting, pita ukur, kapur jahit, mesin jahit, dan alat jahit tambahan lainnya. Untuk Mengolah bahan tekstil menjadi pakaian di perlukan langkah-langkah sebagai berikut (1) menentukan model pakaian, (2) menentukan ukuran, (3) membuat pola pakaian, (4) menggunting sesuai dengan pola (5) menjahit pakaian. Untuk proses penjahitan pakaian sesuai dengan model yang diinginkan diperlukan teknik menjahit. Teknik menjahit dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok yaitu 1. Teknik Dasar Membentuk Model Pakaian Yang dimaksud dengan teknik dasar membentuk model pakaian yaitu membentuk sepotong kain datar menjadi beracam-macam model pakaian dengan berbagai teknik menjahit. Adapun teknik menjahit tersebut yaitu setikan, kampuh, lipit dan kerutan. 44
Setikan yaitu setik atau tusuk yang dikerjakan dengan tangan atau mesin jahit yang digunakan untuk menjahit pakatan. Setik tangan dalam ratilah manjahit disebut tusuk Tuk yang digunakan dalam pekerjaan menjahit bermacam-macan. Selanjutnya setik yang dikerjakan dengan mesin jahit disebut setik mesin. Setik mesin ini ada dua macam yaitu setik dasar atau setik lurus dan setik special. Kampuh yaitu teknik menyambungkan atau menghubungkan dua bahagian pakaian. Kampuh ini juga ada bermacam-macan. Lipit yaitu lipatan-lipatan yang diatur pada kain baik arah vertical, horizontal atau arah diagonal. Lipit ada bernacan-macam. Kerutan yaitu gelombanggelombang halus yang melangsai arah vertikal. Kerutan ini ada dua macam yaitu kerutan dasar dan kerutan variasi. 2. Teknik Penyelesaian Pakaian Teknik penyelesain pakaian yaitu cara penyelesaikan pakaian yang bertujuan memperindah bentuk model pakaian. Penyelesain pakaian memegang peranan penting dalam menentukan baik atau tidaknya pakaian bagi sipemakai. Penyelesaian pakaian terdiri dari penyelesaian pinggir pakaian, penyelesaian belahan, penyelesaian krah, penyelesaian lengan, penyelesalan kantong dan penyelesaian vuring, Penyelesaian pinggir pakaian meliputi klim, garis leher, garis pinggang dan lingkar kerung lengan. 45