The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-Modul ini berisi tentang materi bahan ajar

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Fitri kurniati, 2023-05-25 06:30:25

RAGAM KREASI

E-Modul ini berisi tentang materi bahan ajar

Keywords: Modul

Penyelesaian belahan bermacan-macan yaitu belahan langsung, belahan dilapis dan belahan dengan ritsleting. Belahan juga dilengkapi dengan pengancing seperti lobang kancing dan kancing Krah dijumpai dalam berbagai bentuk dan ukuran oleh karena itu krah dapat dikelompokkan senjadi tiga jenis yaitu krah terletak, krah berdiri dan krah setengah berdiri. Lengan juga didisain dengan berbagai macam model, dari berbagai macam model lengan tersebut ada tiga jenis dasar lengan yaitu lengan yang dipasangkan pada lingkar kerung lengan, lengan setali dan lengan reglan. Disamping itu ujung lengan dapat dilakukan dengan berbagai teknik yaitu dengan klim, dilapis, casing dan dengan manset. Kantong bermacam-macam bentuk ukuran dan hiasannya. Kantong dapat dikelompokkan nemjadi dua kelompok yaitu kantong tempel dan kantong dalam. Vuring atau lapisan bahagian dalam pakaian. Pemasangan vuring tergantung pada jenis bahan dan model pakaian. Teknik pemasangan vuring ada dua macam yaitu pemasangan vuring lekat dan pemasangan viring lepas. 46


SULAMAN Sejarah Menyulam Sulam merupakan suatu seni persembahan reka bentuk kreatif menggunakan tangan atau mesin, yang mana telah lama bertapak di dalam kehidupan manusia, yaitu hampir seusia dengan pakaian itu sendiri. Terdapat bukti-bukti yang menunjukkan orang – orang Mesir Purba, Babylon, Phoeniciadan Yahudi telah lama mengaplikasi seni sulaman untuk menghias pakaian mereka. Kaum Moor juga menghiasai kebanyakan pakaian mereka dengan sulaman. Kaum Moor mempunyai stail yang tersendiri pada corak sulaman mereka yang mana telah berkembang ke Negara-negara lain seperti Sepanyol dan kepulauan Sicily. Teknik dan corak sulaman kaum Moor juga telah mempengaruhi banyak Negara-negara Eropa yang lain. Hasil kerja sulaman yang tertua, yang masih wujud hingga kini, bertarikh pada zaman pertengahan, dimana seni sulaman seringkali digunakan pada pakaian-pakaian paderi. Selain itu, seni sulaman juga adalah simbol kepada kemewahan, dimana hanya pedagang dan golongan elit sahaja yang mampu membayar sejumlah wang yang besar keatas pakaian yang bersulam. 47


Di Nusantara ini sudah lama sekali keterampilan sulam sudah ada. Keterampilan ragam hias sulam atau bordir sudah sejak lama di Indonesia, diperkirakan sudah ada sejakabad ke-18 M, bahkan sudah mulai dikembangkan dalam bentuk tradisional pada abad e-16 M. Pada waktu itu, border atau sulaman diperkenalkan hampir keseluruh pelosok nusantara. Pada saat itu , bordir atau sulaman diperuntukkan bagi inisial kerajaan dan untuk menghias busana para bangsawan dan kaum ningrat. Dalam masyarakat Melayu sendiri, seni sulaman juga banyak mempengaruhi kehidupan seharian, terutama bagi kaum wanita. Baju kebaya, baju kurung maupun tudung seringkali menggunakan seni sulaman sebagai hiasan tambahan yang menambahan lagi seri dan kecantikan produk tersebut. Macam - Macam Sulaman Kombinasi benang dan kain serta keindahan ide menghasilkan bebagai macam bentuk keindahankeindahan baru yang sangat mengagumkan untuk dilihat, begitulah seni sulam menyapa. Sulam adalah kegiatan menghias diatas kain atau bahan sejenisnya yang umumnya menggunakan jarum dan benang. 48


Selain menggunakan benang, hiasan-hiasan yang dilakukan juga dapat menggunakan bahanbahan tambahan seperti logam, manik-manik, payet, mutiara, dll. Jenis - Jenis Sulaman Sulaman berdasarkan bahan utama yang digunakan terbagi menjadi tiga macam diantaranya : 1) Sulaman Benang Sulaman benang adalah jenis seni menghias kain dengan menggunakan bahan utama benang yang dilakukan secara dekoratif menggunakan berbagai macam teknik tusukan sehingga membentuk suatu pola atau desain yang diinginkan. Sulam benang adalah teknik sulam paling dasar yang memiliki berbagai macam variasi tusukan. 49


2) Sulaman Pita Sulam Pita adalah sulaman yang menggunakan pita sebagai bahan utama dengan berbagai variasi dan ukuran. Kelebihan khusus dari sulam pita ini adalah dapat memberikan efek tiga dimensi sebab ukuran pita cenderung lebih besar dari benang. Karena bahan pita yang digunakan memiliki ukuran yang beragam, jenis ini akhirnya dapat menghasilkan bebagai jenis variasi hiasan yang lebih kreatif. Berikut ciri-ciri sulam pita: 1. Menggunakan pita sebagai bahan utama. 2.Menghasilakan efek-efek tiga dimensi disebabkan ukuran pita yang lebih besar. 3. Hasilnya lebih variatif sebab bahan pitanya lebih beragam. 50


Pada dasarnya terdapat dua aliran sulam pita yang bisa digunakan yaitu aliran Eropa dan Jepang (Rosa Amelia, 2008) yaitu : a. Pita Jepang Teknik sulaman jepang tidaklah jauh berbeda dengan teknik yang lain. Perbedaannya hanya terletak pada bahan yang digunakan. Banyak teknik-teknik sulaman pada sulaman benang yang bisa di aplikasikan pada teknik sulaman jepang begitu pula sebaliknya. Pita yang digunakan umumnya adalah pita satin. Sulam pita jepang banyak diaplikasikan sebagai hiasan di baju, tempat tissu, taplak meja, dll. b. Pita Eropa Berbeda dengan sulam pita jepang, aplikasi sulam pita eropa dilakukan dengan merangkai pita terlebih dahulu menjadi suatu bentuk kemudian di rekatkan pada kain. Setelah direkatkan barulak kemudian dijahit. jenis pita yang digunakan adalah pita organdi. 51


3) Sulaman Payet Sulam payet adalah bentuk lain dari seni hias kain ini yang menggunakan bahan dasar payet atau manik-manik sebagai pembentuknya. Teknik sulaman payet berbeda dengan teknik sulaman benang pita. Penggunaan jarum untuk sulam payet juga berbeda dengan jarum yang digunakan pada sulam pita. Jenis-jenis sulaman berdasarkan teknik yang digunakan. Selain dibedakan menurut bahan yang digunakan, jenisjenis sulam juga terbagi berdasarkan teknik yang digunakan. 1) Sulaman Fantasi Sulaman fantasi adalah jenis teknik sulaman yang diaplikasikan pada kain polos. Jenis ini terdiri dari minimal tiga macam teknik tusukan hias. Hiasan yang dihasilkan biasanya berupa bunga, binatang serta gambat pemandangan. 52


2) Sulaman Aplikasi Sulaman aplikasi adalah sebuah teknik yang mengkombinasikan antara sulaman dengan bahan lain yang ditempelkan di permukaan kain. Bahan yang digunakan biasanya berupa kain, pita, payet, atau tali yang bertekstur kasar. 53


3) Sulaman Perancis Sulaman perancis adalah teknik menyulam yang menggabungkan teknik tusukan jelujur, pipih dan tusukan balut. umunya diaplikasikan pada blus, kemeja, dan pakaian anak-anak. 4) Mengubah Corak Jenis sulaman ini diterapkan pada kain yang bermotif seperti motif kotak-kota, bergaris, atau motif bintik-bintik. Jenis tusukan yang banyak diaplikasikan adalah tusukan jelujur, tusukan silang, rantai terbuka serta tusukan biku. Untuk menambah variasi hiasan biasanya ditambahkan jahitan benang yang variatif atau mengikuti bentuk corak dari kain yang dihias. 54


5) Sulaman Hongkong Teknik menyulam yang satu ini menggunakan teknik tusuk pipih yang dijahit bolak-balik dengan menggunakan variasi warnah yang bertingkattingkat pada permukaannya. Teknik ini umumnya digunakan dalam membuat ragam hias berupa hias naturalis, atau dekoratif seperti flora dan fauna. 6) Sulaman Terawang Sulaman terawang adalah bentuk lain dari seni menghiasi kain dengan hasil hiasan geometris berbentuk lubang empat persegi yang dihiasi menggunakan rentangan benanga atau dapat juga dihiasi menggunakan teknik sisipan. Jenis ini terdiri atas beberapa varias. Seperti terawang hardanger, terawang putih, terawang inggris, terawang persia, terawang fillet, dan terawang richeliu. 55


7) Melekatkan Benang Dilihat dari nama, hiasan kain yang satu ini menggunakan benang kasar sebagai bahan utamanya. Dengan cara benang direkatkan di permukaan bahan menggunakan teknik tusuk hiasJenis ini umumnya digunakan untuk membentuk ragam hias berupa geometris berbentuk garisgaris lengkung. Macam - Macam Tusukan Menjahit kain dengan teknik tusuk hias ini disebut juga menyulam. Tujuannya adalah untuk mendekorasi kain dengan jarum dan benang. Alat yang digunakan untuk menyulam adalah bentang atau widangan. Alat ini berupa dua benda berbentuk lingkaran dengan ukuran yang berbeda. Fungsinya untuk menjepit dan mengencangkan kain yang akan disulam agar hasil tusukan rapi dan tidak berkerut. 56


1) Tusuk jelujur Adalah tusuk yang berbentuk garis putus-putus. Menjahit tusuk ini adalah yang paling mudah. Cara menjahit tusuk ini dari kanan ke kiri degan ukuran dan jarak sama panjang. Tusuk jelujur ini biasanya digunakan untuk menggabungkan bahan sehingga memudahkan proses ketika menjahit dengan mesin. Tusuk jelujur sifatnya hanya sementara dan biasanya digunakan ketika menjahit bagian yang sulit misalnya ketika menjahit kerah baju. Setelah proses menjahit dengan mesin selesai, maka tusuk jelujur yang ada pada bahan bisa dihilangkan. Tusuk jelujur juga digunakan untuk membuat kerutan pada proses pembuatan bunga dari kain. 57


2) Tusuk tikam jejak Yaitu tusuk yang jika dilihat dari atas seperti jahitan mesin namun jika dilihat dari bawah jahitan terlihat rangkap. Teknik menjahit dengan cara ini sangat berguna untuk menggantikan teknik menjahit dengan mesin. 3) Tusuk festoon Tusuk yang berbentuk seperti pagar ini dibuat dengan cara dua arah yaitu vertikal dan horizontal. Menjahit tusuk feston bisa dimulai dari kiri ke kanan atau sebaliknya. Tusuk feston biasanya digunakan untuk menjahit pinggir bahan yang fungsinya sebagai dekorasi atau hiasan. Tusuk feston juga sering digunakan pada proses pembuatan kerajinan dari flanel yaitu ketika menjahit tepi dan menggabungkan dua bahan misalnya ketika membuat gantungan kunci atau boneka. Jika tidak memiliki mesin untuk membuat lubang kancing, menjahit dengan cara tusuk feston adalah cara terbaik untuk menjahit tepi lubang kancing baju. 58


4) Tusuk flannel Yaitu tusuk yang memiliki dua bentuk bersilangan satu di bagian atas dan satunya di bagian bawah. Tusuk ini biasanya digunakan untuk menjahit kelim pinggiran baju, rok dan celana yang diobras.Cara menjahit tusuk flanel dengan cara langkah tusukannya mundur kemudian turun ke bawah selanjutnya tusuk jarum ke kanan kemudian mundur lagi, tusuk ke atas demikian seterusnya. 59


5) Tusuk batang Yaitu tusuk yang cara menjahitnya dengan langkah mundur dan mengaitkan setengah dari ukuran tusuk yang masing-masing saling berhimpitan. Tusuk ini bisa juga digunakan untuk hiasan. 6) Tusuk rantai Yaitu tusuk yang dibuat dengan langkah maju, cara memasukkan jarum dari bawah ke atas, kemudian membuat lingkaran selanjutnya jarum ditusukkan pada lubang tempat benang dilingkarkan pada jarum. Kemudian benang ditarik sehingga benang yang melingkar berada di lubang berikutnya. Tusuk ini dibuat sambung menyambung sehingga membentuk seperti rantai. Tusuk rantai berfungsi untuk membuat hiasan.fungsinya untuk membuat hiasan. 60


7) Tusuk pipih Yaitu tusuk yang dibuat dari arah kiri ke kanan dengan bentuk lurus dan bersusun. Teknik ini biasanya digunakan untuk membuat hiasan bentuk daun atau mahkota bunga. 8) Tusuk silang Yaitu tusuk yang dibuat dengan dengan cara silang. Cara membuat tusuk ini dari kiri atas kemudian tusukkan dengan arah miring sehingga posisi jarum berada di kanan bawah, kemudian masukkan lagi jarum dari bawah disebelah kiri atas. Ulangi seperti langkah awal. Untuk membuat silang yang kedua yaitu dengan cara dari kanan atas kemudian jarum ditusukkan ke kiri kemudian masukkan jarum dari bawah sebelah kanan atas. Demikian seterusnya hingga tusukan menumpang pada tusukan yang dibuat pada langkah awal. Tusuk silang ini biasanya digunakan untuk membuat kruistik 61


9) Tusuk rol tegak Yaitu tusuk yang digunakan untuk menggabungkan dua bahan. Cara menjahit yaitu lurus. Pada bagian atas akan membentuk garis-garis vertikal yang berjajar. Namun pada bagian bawah tampak miring. 10) Tusuk biku / piquar yaitu tusuk yang berbentuk biku-biku dan memiliki arah diagonal ke kiri dan ke kanan. Tusuk ini biasanya digunakan untuk memasang bulu-bulu pada jaket atau mantel serta hiasan rumah tangga. 62


AYO BERKREASI !!! PRAKTIK MENYULAM PITA Alat dan bahan : 1) Kain 2) Gunting 3) Pita Satin warna pink dan hijau 4) Midangan 5) Benang sulam 6) Jarum sulam untuk pita 7) Jarum sulam untuk benang 8) Korek api Langkah pembuatan 1) Masukan pita satin pada jarum sulam untuk pita kemudian kunci 2) Masukkan benang pada jarum sulam untuk benang kunci 3) Pasang midangan yang tidak terdapat pengengunci (mor) dibagian bawah kain 4) Pasang midangan yang terdapat pengencang (mor) pada bagian atas kemudian kencangkan mor tersebut agar kain tidak geser 5) Buatlah motif bunga yang sudah dibuat pada kain dengan tusuk Straight Stitch pada bagian tengah bunga menggunakan pita warna pink 6) Tarik dengan diputar, kemudian tusukkan jarum ke pola kelopak bunga diats gambar agar gambar tertutup. 7) Tarik dengan pelan-pelan agar terbentuk kelopak bunga yang cantik 63


8) Lanjutkan pada kelopak bunga lainnya sesuai dengan pola 9) Kemudian buatlah tangkai dengan benang sulam, dengan tusuk bagian tangkai dengan tusuk tikam jejak sesuai dengan pola tangkai bunga 10) Kemudian ikat bagian belakang kain agar tidak mudah leas 11) Kemudian sulam bagian pola daun dengan tusuk Ribbon Sticth dengan pita satin warna hijau 12) Rapikan bagian belakang dengan membakar menggunakan korek agar pita saling mereka dan terkunci atau tidak lepas 13) Sulaman hiasan bunga sudah jadi dengan indah. Link Video Praktik Menyulam Pita : https://youtu.be/vVaXUvaLMFo 64


P E M A N F A A T A N B A H A N B E K A S RAGAM KREASI 65


KARYA KETERAMPILAN DAN KERAJINAN TANGAN DENGAN MEMANFAATKAN BAHAN BEKAS MENGAPA HARUS MENGGUNAKAN BARANG BEKAS ? Hampir setiap rumah yang sempurna memiliki barang bekas. Barang bekas adalah barang yang tidak terpakai, namun sebenarnya masih bisa digunakan kembali. Misalnyapeti sepatu digunakan dapat digunakanuntuk kotak tisu,pakaian robek dapat digunakan sebagai kain, botol bekas bisa digunakan untuk sabun pencuci piring, dan masih banyak lagi. Sayangnya, masih banyak orang yang tidak menggunakan barang bekas dan malah membuangnya. Padahal, jika dimanfaatkan semaksimal mungkin, barang tersebut masih bisa digunakan lagi. ada banyak alasan mengapa kita perlu menggunakan barang bekas. Berikut ini beberapa alasan tersebut: 1. Melindungi Lingkungan Kita perlu menggunakan barang bekas adalah untuk melindungi lingkungan. Dengan menggunakan kembali barang-barang yang masih digunakan, tentu sampah yang dihasilkan oleh masyarakat akan jauh berkurang dan lingkungan akan terbebas dari polusi. Ini adalah cara sederhana untuk mengelola limbah Padat mengklaim prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Pemanfaatan barang bekas meliputi prinsip penggunaan kembali dan daur ulang. 66


2. Meningkatkan Pendapatan Selain mengurangi sampah,jika diterapkan, prinsip daur ulang dalam 3R dapat membantu warga meningkatkan pendapatan. Barang daur ulang yang mana memiliki nilai guna tinggi dapat dijual kepada orang yang membutuhkannya. Agar memiliki nilai jual, barang bekas harus diciptakan kembali sedemikian rupa untuk membuatnya terlihat lebih menarik dan terlihat seperti barang baru.Saat ini, banyak orang yang mulai menggunakan barang bekas sebagai sumber penghasilan. Misalnya, menjual pakaian bekas,membuat kerajinan dari sedotan, tempat pensildari bungkuskopi , dan sebagainya. 3. Hemat Memanfaatkan barang-barang bekas juga dapat mengurangi pengeluaran untuk membeli barang baru. Uang itu juga bisa digunakan untuk kebutuhan lain yang lebih mendesak. Misalnya, alih-alih membeli set sendok dan garpu baru, gunakan botol atau kaleng bekas untuk menggantinya. Agar terlihat lebih cantik dan rapi, botol atau kaleng bekas bisa ditutup dengan kertas atau kain bekas berwarna. 67


CONTOH KARYA DENGAN PEMANFAATAN BAHAN BEKAS PLASTIK Plastik merupakan istilah umum bagi polimer, yaitu material yang terdiri dari rantai panjang karbon dan elemen-elemen lain (oksigen, nitrogen, kloring atau belerang). Limbah plastik dapat diartikan sebagai arang buangan yang berupa plastik yang dihasilkan dari suatu proses produksi, baik industri maupun domestik (rumah tangga, yang lebih dikenal sebagai sampah), yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis. Agar limbah sampah plastik tetap mempunyai nilai ekonomis, maka perlu dilakukan daur ulang sampah menjadi barang-barang yang lebih berguna/ dimanfaatkan sebagai seni kerajinan keterampilan. Jenis-jenis Plastik Ada 7 jenis plastik yang sering dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam pembuatan aneka barang dari plastik, antara lain sebagai berikut. a) PETE atau PET (Polyethylene Terephthalate) Digunakan sebagai bahan botol plastik untuk air minum kemasan, pengunaannya sekali pakai dan berwarna bening b) HDPE (High Density Polyethylene) Bisa digunakan sebagai botol minuman, penggunaan sekali pakai dan kemasan botol berwarna putih. 68


Kerajinan barang bekas adalah hasil kreasi cipta dan kreativitas dimana bahan-bahan yang digunakan adalah barang-barang yang tidak terpakai. a. Kardus Limbah kardus merupakan salah satu limbah sampah yang banyak digunakan industri kerajinan yang dihasilkan. Walapun sebagai industri kerajinan dengan modal terbatas, industri ini banyak memberikan value riset terutama kepada pemerintahan dan perekonomian negara dengan menyerap banyak tenaga kerja. Hasil kerajinan industri sebelumnya seperti tempat sampah, pot bunga serta anyaman meja dan kursi, b. Plastik Plastik dapat digolongkan berdasarkan: a. sifat fisikanya ✓ Termoplastik. ✓ Termoset. b. Kinerja dan penggunaanya ✓ Plastik komoditas ✓ Plastik teknik ✓ Plastik teknik khususc. Kertas Kertas dikenal sebagai media utama untuk menulis, mencetak serta melukis dan masih mempunyai banyak kegunaan lainnya. Kertas adalah bahan tipis dan rata, yang dihasilkan dengan kompresi serat yang berasal dari pulp. Serat yang digunakan biasanya berasal dari alam, dan mengandung selulosa dan hemiselulosa. 69


d. Bungkus apel Bungkus apel banyak terbuang dan ini bisa jadi sampah yang tidak bisa terurai oleh mikroorganisme. Bungkus apel ini kebanyakan berwarna pink dan putih sebagai bungkus buah apel, pir yang digunakan agar buah tidak bergesekan saat dipak dalam dus yang bisa sebabkan kerusakan pada buahnya. e. Botol Plastik Botol merupkan wadah untuk benda cair yang berleher sempit dan biasanya dibuat dari kaca atau plastik. Pada botol biasanya dilengkapi dengan tutup botol. Tutup botol ini digunakan untuk melindungi agar cairan tidak tumpah. f. Tali - Tali sepatu Tali merupakan barang yang berutas-utas panjang, dibuat dari bermacam-macam bahan, ada yang dipintal ada yang tidak. Tali berguna untuk mengikat, mengebat, menghela, menarik, dsb. Tali sepatu merupakan tali untuk mengikat (mengatupkan) sepatu sewaktu dipakai. 70


- Mata boneka Mata boneka adalah mata buatan yang menyerupai mata hewan yang mempunyai bentuk bulat berwarna putih dengan bulatan kecil warna hitam ditengahnya. Mata boneka ini terbuat dari bahan plastik. - Tali pita Kata pita pada Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa. Pita (kata Benda) jalur (kain dsb) yang panjang. Menurut Goet Poespo, ribbons (pita-pita), sepotong bahan dengan lebar bervariasi, dengan tepian kain (selvage) di kedua sisinya. g. Majalah Majalah bekas merupakan majalah yang sudah tidak terpakai lagi tau sudah tidak digunakan karena berita dalam majalah tersebut tanggal penerbitannya telah melampaui waktu sekarang. h. Stick es krim Stick es krim adalah salah satu alat untuk membuat es cream. Stick kayu berbentuk pipih yang biasa dipakai untuk gagang es krim ini juga memiliki banyak sekali manfaat dalam bidang kesenian.i. KayuKayu adalah bagian batang atau cabang serta ranting tumbuhan yang mengeras karena mengalami lignifikasi (pengayuan). Kayu merupakan hasil hutan dari sumber kekayaan alam, dan bahan mentah yang mudah diproses untuk dijadikan barang sesuai dengan kemajuan teknologi. Kayu juga dapat dimanfaatkan sebagai hiasan-hiasan rumah tangga dan sebagainya. 71


c) PVC (Polyvinyl Chloride) Bentuknya fleksibel atau kaku, biasa digunakan untuk pipa, plastik kemasan bungkus makanan, mainan anak dan lantai vinyl. d) LDPE (Low Density Polyethylene)Jenis plastik ini baik giunakan untuk makanan dan minuman. Jenis plastik ini digunakan untuk kantong roti, kantong sampah, kantong susu dan juga gelas minuman. e) PP (Polyethylene) Baik digunakan untuk makanan dan minuman juga, memiliki bentuk yang transparan, biasa digunakan untuk botol plastik f) PS (Polystyrene) Biasa digunakan sebagai wadah kemasan makanan, wadah karton penyimpan telur, mangkuk dan gelas sekali pakai. PS dapat mengeluarkan styerene yang dapat mengganggu kesehatan. g) Polycarbonate Plastik berlapis atau dikombinasikan dengan tipe plastik lainnya. Lastik pada jenis ini sudah tidak banyak lagi digunakan karena memiliki kandungan yang berbahaya. 72


Ciri-ciri Plastik Berikut adalah ciri-ciri/ sifat yang dimiliki oleh plastik. a) Ringan b) Tidak tembus air c) Mudah dibentuk dan dicetak d) Tidak mudah pecah, dll. Kelebihan Limbah plastik Beberapa kelabihan dari pemanfaatan Limbah plastik sebagai seni kerajinan tangan antara lain sebagai berikut. a) daya tahan lama b) tidak mudah rusak c) fleksibel dan mudah dibentuk d) ringan dan mudah disimpan e) tahan cuaca panas maupun dingin f) bisa dicetak dengan tinta g) mudah didapatkan Contoh Inovasi Kerajian Tangan dari Limbah plastik Kerajinan tangan yang dapat dikembangan dengan berbahan dasar limbah plastik banyak macamnya, antara lain sebagai berikut. a) pot tanaman gantung b) minan robot c) tempat pensil d) celengan e) bunga hias f) keranjang sampah 73


g) tas h) keranjang bunga i) tempat sampah, dll. Dari beberapa contoh yang sudah disebutkan di atas banyak inovasi kerajinan yang dapat diciptakan melalui pemanfaatan limbah plastik. Namun, jenis plastik sendiri banyak macamnya ada 7 jenis. Untuk contoh yang akan dijelaskan adalah contoh kerajinan yang dihasilkan dari pemanfaatan limbah plastik jenis PP (Polyethylene). Botol plastik merupakan salah satu contoh jenis plastik yang dapat diterapkan di SD, selain mudah didapatkan, botol plastik juga mudah dikreasikan dan tidak banyak menggunakan benda berbahaya. AYO BERKREASI !!! Vas Bunga dan Tempat Pensil Alat dan Bahan 1. 1 Botol Aqua ukuran 1,5 L 2. Tali pita 3. Kain flanel 4. Kardus 5. Teh gelas bekas sebanyak 10 buah 6. Plastik Kresek 7. Tusuk sate 8. Lem tembak 9. Double tip 10. Hiasan renda baju bekas 11. Gunting 12. Cutter 13. Lilin 14. Korek 15. Strefroam 74


Langkah-langkah pembuatan: 1. Potong gelas aqua ukuran sedang menjadi 2 bagian 2. Potong ½ botol aqua bagian bawah menjadi 2 bagian yang tidak sama besar 3. Potong ½ bagian aqua bagian atas dengan ukuran yang lebih besar dari 2 bagian bawah yang sudah dipotong 4. Lilitkan tali pita pada masing-masing botol yang sudah di potong 5. Berikan double tip pada awal pelilitan dan akhir pelilitan tali pita 6. Setelah 3 botol yang sudah dipotong dililitkan tali pita, buatlah alas untuk tempat pensil dan vas bunga menggunakan kardus yang disesuaikan dengan lubang botol yang sudah dipotong tadi. 7. Kemudian tempelkan kain flanel sebagai penutup kardus, templekan botol yang sudah dililitkan tali pita menggunakan lem tembak 8. Pasang renda bekas baju sebagai hiasan agar terlihat menarik 9. Buatlah bunga menggunakan gelas teh bekas dengan cara memotong 2 bagian teh gelas 10. Selanjutnya potong tipis-tipis bagian teh gelas yang sudah dipotong menjadi 2 bagian 11. Lilitkaan potongan teh gelas pada tusuk sate yang sudah disediakan, berikan double tip agar rekatannya lebih kuat 12. Lapisi tusuk sate menggunakan kantong kresek berwarna hijau agar lebih menarik 13. Masukkan bunga yang sudah dibuat pada lubang paling besar, dengan diisi buliran strerofoam 14. Gunakan 2 lubang yang belom terisi untuk tempat alat tulis 75


Link Video Pembuatan Vas Bunga dan Tempat Pensil : https://youtu.be/0K1XvXw6DP0 76


DAFTAR PUSTAKA Haeril, F. K. (2016). Kemampuan Membuat Karya Tiga Dimensi dengan Bahan Plastisin Peserta Kegiatan Ekstrakurikuler Murid Sekolah Alam Insan Kamil Goa. Makassar. Universitas Negeri Makassar. Kelas Pintar. (2022). Cari Tahu Lebih Jauh Tentang Kerajinan Anyaman. Retrieved from https://www.kelaspintar.id/blog/tips-pintar/kelas-6/caritahu-lebih-jauh-tentang-kerajinan-anyaman-16018/ Kunaedi, H. B., & Husain, S. BAHAN AJAR SULAMAN KARAWO CETAK DAN NON CETAK. Lestari, S. D. (2012). Kreasi Barang Bekas. PT Balai Pustaka (Persero). Nandifah, N. W. (n.d). Ayo, Belajar Makrame! Pratiwi, D. E. (2020). Inovasi kerajinan dan keterampilan tangan. Rozi. (n.d). Pengertian Kriya Anyaman Indonesia dan Macam-Macam Jenis Anyaman Indonesia. Retrieved from https://www.rozisenirupa.com/2016/02/anyamanindonesia.html?m=1 Universitas Negeri Semarang. (2021). Bahan Ajar Pendidikan Keterampilan dan Kerajinan Tangan. 77


Click to View FlipBook Version