The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

MODUL SENI BUDAYA KELAS IX SEM 1
dari https://mgmpsenbudclp.blogspot.com/2020/07/modul-seni-budaya-kelas-ix-semester-1.html

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ahmadmunifwisma, 2020-12-10 04:11:20

MODUL SENI BUDAYA KELAS IX SEM 1 REV 1 FINAL

MODUL SENI BUDAYA KELAS IX SEM 1
dari https://mgmpsenbudclp.blogspot.com/2020/07/modul-seni-budaya-kelas-ix-semester-1.html

BAB I
SENI LUKIS

A. Pengertian
Seni lukis merupakan cabang dari seni rupa yang cara pengungkapannya

diwujudkan melalui karya dua dimensional dimana unsur-unsur pokoknya dalam karya
dua dimensional adalah garis dan warna.

Sedangkan Melukis adalah kegiatan mengolah medium dua dimensi atau
permukaan datar dari objek tiga dimensi untuk mendapatkan kesan tertentu. Dikatakan
juga bahwa melukis merupakan kegiatan membubuhkan cat (kental maupun cair) di atas
bidang yang datar. Pembubuhan cat tersebut diharapkan dapat mengekspresikan
berbagai makna atau nilai subjektif. Melukis lebih bebas dalam menafsirkan objek sesuai
keinginan pelukisnya. Jika dibandingkan dengan menggambar, melukis lebih cenderung
mengekspresikan jiwa pelukis melalui media ungkap dan teknik penggarapannya
berdasarkan prinsip-prinsip seni rupa.

Kemampuan penggarapan serta penguasaan bahan dan alat merupakan aspek
yang utama di dalam melukis.

Seni Lukis merupakan pengembangan dari menggambar. Ciri khas Seni Lukis
didasarkan pada: Gaya/Aliran, Tema, Teknik, Media, Bentuk karya.
Gaya/Aliran lukisan mempunyai tema dan teknik tersendiri. Gaya/Aliran digolongkan
menjadi 3 Jenis lihat tabel berikut ini:

1. Gaya / Corak/Aliran.
a. Modern
Dengan berkembangnya kebudayaan bangsa-bangsa di dunia, perubahan-
perubahan dan kemajuan di berbagai bidang berdampak terhadap dunia kesenian
khususnya seni rupa. Gaya seni rupapun dari zaman ke-zaman mengalami
perkembangan , dari masa primitif hingga gaya modern. Kemajuan ini terjadi di
negara-negara Eropa yang sangat mempengaruhi perkembangan seni rupa di
benua Asia. Kemajuan, perubahan dan pembaruan inilah yang dinamakan modern.
Secara umum, modernisasi gaya seni rupa dapat dibedakan menjadi tiga yaitu:
Gaya Representatif, Deformatif, dan Non representatif.
1) Representatif
Kata representatif berasal dari representasi yang berarti sesungguhnya, nyata, atau
sesuai dengan keadaan. Perwujudan gaya seni rupa ini menggambarkan keadaan
yang nyata pada kehidupan masyarakat atau keadaan alam. Gaya seni rupa yang
tergolong repesentatif antara lain: Realis, Naturalis, dan Romantis.
2) Deformatif
Istilah deformatif berasal dari deformasi yang berarti perubahan bentuk. Bentuk
alam diubah sedemikian rupa sehingga menghasilkan bentuk baru, namun masih
menyerupai bentuk aslinya. Gaya seni rupa ini antara lain: Surealis, Impresionis,
ekspresionis, dan kubistis.
3) Non Representatif
Sering disebut juga gaya abstrak, yatu suatu bentuk yang sulit dikenali. Suatu gaya
yang lebih sederhana bahkan bentuknya sama sekali meninggalkan bentuk alam.

Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap 1

Karya seni rupa ini, berupa susunan garis, bentuk, dan warna yang terbebas dari
bentuk alam. Gaya seni rupa abstrak ini ada dua jenis yaitu abstrak ekspresionis
dan abstrak murni.

Gaya/Aliran Jenisnya Pengertiannya Tokoh-tokohnya
1. Naturalisme Gaya yang penggamba- Indonesia
rannya alami atau sesuai - Basuki Abdullah
dengan keadaan alam, - Abdullah
melukiskan segala sesu-
atu dengan alam nyata, Suryobroto
sehingga perbandingan - Mas Pringdi
persepektif, tekstur atau- - Wakidi, dll.
pun warna /gelap terang Luar Negeri
dibuat seteliti mungkin. - Claude
- Rubens
REPRESENTATIF 2. Realisme Gaya/Aliran yang me- - Constabel, dll.
(Perwujudan Gaya Indonesia
mandang dunia ini tanpa - Dullah
Alam dan - Trubus
Kehidupan Nyata) ilusi, apa adanya tanpa - Wardoyo
- Tarmizi
menambah atau mengu- Luar Negeri
- Rembrandt
rangi objek. Penggam- Indonesia
- Raden Saleh SB
barannya sesuai dengan Luar Negeri
- Fransisco Goya
kenyataan hidup - Turner

3. Romantisme Gaya/aliran yang bersifat Indonesia
- Affandi
imajiner, melukiskan Luar Negeri
- Vincent Van
ceri-ta-cerita yang
Gogh
romantis, peristiwa yang Indonesia
- S. Sudjojono
dahsyat/ kejadian yang Luar Negeri
- Claude Monet
dramatis. - Paul Cezanne
- G. Seurat
1. Ekspresionisme Gaya/aliran sebagai - Paul Gauguin,
dll.
DEFORMATIF penggambaran jiwa yang
(Perubahan bentuk 2. Impressionisme - Salvador Dali
spontan dari seniman-
dari aslinya,
sehingga nya.

menghasilkan Gaya/Aliran sebagai
bentuk baru, penggambaran sesuai
namun tidak dengan kesan yang saat
meninggalkan objek dilukis.
bentuk dasar
Gaya/aliran yang bentuk-
aslinya) bentuknya seperti dalam
3. Surealisme mimpi, mengabaikan
bentuk keseluruhan, me-

Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap 2

Gaya/Aliran Jenisnya Pengertiannya Tokoh-tokohnya
ngolah bagian tertentu
dari objek, untuk meng-
hasilkan kesan tertentu,
tanpa harus mengerti
bentuk aslinya.

4. Kubisme Gaya/aliran yang peng- Indonesia
gambarannya berupa - But Mochtar
NON bidang segi empat atau - Srihadi
REPRESENTATIF bentuk dasarnya kubus. - Fajar Sidik
- Mochtar Apin
/ABSTRAK Gaya berupa susunan Luar Negeri
( Suatu bentuk garis, bentuk,bidang dan - Pablo Picasso
yang sulit untuk warna yang terbebas - Amri Yahya
dari bentuk alam. - But Muchtar
dikenali. Gaya ini memandang - Sadali
ekspresi jiwa tidak dapat - Fajar Sidik
dihubungkan dengan ob-
jek apapun.
Gaya ini menonjolkan
bidang yang diisi warna,
dipilah dengan garis-
garis tegas.

b. Postmodern
Posmodern atau disingkat Posmo, adalah gaya seni rupa pasca atau

sesudah modern. Jadi gaya ini merupakan gabungan dan pengembangan dari
gaya-gaya sebelumnya. Kalau seni rupa tradisional memiliki ciri ornamental, seni
rupa modern memiliki ciri penyederhanaan bentuk, maka seni rupa posmodern
ini memiliki ciri perpaduan antara penyederhanaan bentuk dan sedikit
ornammental. Gaya posmo lebih bebas dan cederung tidak memiliki aturan
tertentu. Eksplorasi unsur rupa banyak dilakukan untuk gaya ini. Kritik sosial dan
kemasyarakatan merupakan tema yang cukup dominan dalam gaya posmodern.

2. Tema
Tema adalah gagasan, ide atau pokok pikiran yang ada di dalam karya seni

rupa, baik bentuk karya 2 dimensi maupun 3 dimensi. Untuk dapat melukis
diperlukan gagasan yang kreatif dalam proses melukis. Ragam gagasan yang
berupa tema dan gaya lukisan baik seni rupa nusantara maupun mancanegara
dapat dijadikan pedoman untuk berkarya. Namun demikian, kreativitas gagasan
diperlukan untuk peningkatan kualitas karya.

Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap 3

Contoh tema yang sering kita jumpai antara lain sebagai berikut:
a. Hubungan antara manusia dengan dirinya. Misalkan lukisan mengenai

potret diri Affandi, Vincent Van Gogh, Raden Saleh, Basuki Abdullah, dll.
b. Hubungan antara manusia dengan manusia lain. Misalkan Objeknya

orang-orang disekitarnya, (istrinya, orang tuanya, temannya, kekasihnya, dan
orang-orang yang ada dalam pikirannya)
c. Hubungan antara manusia dengan alam sekitarnya. Misalkan objek
pegunungan, laut, sawah, sungai, perkotaan, perkampungan, binatang, dll.
Pelukis yang sering menggunakan alam sebagai objek seperti Basuki
Abdullah, Raden Saleh, Henk Ngantung, Wakidi,Pringadi, dll.
d. Hubungan antara manusia dengan benda. Misalkan Objek bentuk benda
seperti gelas, cangkir,teko, bunga,sepatu,lemari,vas bunga, buah-buahan, dll.
e. Hubungan antara manusia dengan aktifitasnya. Misalkan objek dalam
kehidupan sehari-hari (dipasar, manari, berburu, menggembala
ternak,membajak sawah dll) Pelukis seperti: Barli sasmita, Dullah, dll.
f. Hubungan manusia dengan alam khayal. Misalkan objeknya alam khayal,
mimpi, imajinasi. Pelukis diantaranya Salvador Dali, Ivan Sagita, Lucia Hartini,
dll.

3. Media (Alat dan Bahan yang digunakan dalam melukis)
a. Bahan melukis adalah segala material yang dapat digunakan untuk kegiatan
melukis. Bahan untuk melukis dapat dibedakan menjadi dua yaitu cat atau tinta
(cat air, cat minyak , cat akrilik, tinta cina, dan pewarna lainnya) dan Bidang
lukis (kertas, kanvas, tripleks, kaca, keramik, tembok, dan lainnya).
b. Alat melukis adalah segala perkakas yang dapat digunakan dalam kegiatan
melukis. Untuk melukis kita dapat menggunakan : kuas cat air, kuas cat
minyak, pisau palet, sprayer, dan esel.

Beberapa contoh media lukis media basah dan kering

Gambar 1. Oil pastel, Gambar 2. Cat minyak , Gambar 3. Tinta, gambar 4. Cat Poster

Gambar 5. Kuas cat air Gambar6. Kanvas Gambar 7. Palet

Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap 4

4. Teknik dalam melukis
Teknik melukis adalah cara-cara yang digunakan untuk melukis. Teknik melukis
dapat menggunakan beberapa cara yaitu: aquarel atau transparan, plakat atau
menutup, spray atau semprot, pontilis atau titik-titik, tempera, alfresco, alsecco,
Mozzaik, dan lain-lain:

a. Teknik Aquarel
Teknik ini dikenal juga sebagai teknik transparan, yaitu cara melukis dengan
menggunakan bahan cat air dengan sapuan warna yang tipis, sehingga hasilnya
tembus pandang (transparent).

Gambar 8. dan gambar 9. Lukisan dengan media cat air

b. Teknik Plakat
Teknik Plakat merupakan cara melukis dengan bahan cat air, cat akrilik, atau cat
minyak dengan sapuan warna yang tebal atau kental, sehingga hasilnya tampak
pekat atau menutup.

Gambar 10. dan gambar 11. Lukisan dengan teknik plakat

c. Spray
Teknik Spray atau semprot adalah cara melukis dengan bahan cat yang cair yang
disemprotkan dengan sprayer. Teknik ini sering digunakan untuk membuat
reklame visual. Contoh gambar 12 dan 13. alat untuk teknik spray

Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap 5

Gambar 14 dan gambar 15. Lukisan dengan teknik Spray

d. Pointilis
Teknik pointilis atau titik-titik merupakan cara melukis yang dalam membuat gelap
dan terangnya gambar atau pencampuran warna dengan membuat titik-titik.

Gambar 16 dan gambar 17 . lukisan dengan teknik pointilis

e. Tempera
Cara melukis pada tembok dengan sedemikian rupa, sehingga hasilnya menyatu
dengan arsitektur. (cat diaduk dengan putih telur/sagu sebagai perekat) diterapkan
di tembok atau di dinding/goa-goa.

Gamba

r 18 lukisan dengan teknik tempra

f. Alfresco yaitu cara melukis yang diterapkan di dinding yang masih basah
ditaburi perekat).

g. Alsecco yaitu cara melukis yang diterapkan di dinding yang sudah kering
ditaburi perekat).

Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap 6

Gambar 19 dan gambar 20. Lukisan al fresco dan Al secco
h. Mozzaik yaitu teknik melukis dengan cara menempelkan pecahan

kaca,keramik, porselen, kertas yang berwarna warni pada dinding sehingga
membentuk objek tertentu) sedangkan teknik mozaik yang menggunakan
potongan-potongan kayu disebut INTERSIA.

Gambar 21. Dan gambar 22. Lukisan dengan teknik mozaik
Selain itu ada beberapa alternatif dalam melukis antara lain: Lukis Poster,
Lukisan Kaca (untuk hiasan pintu,jendela bangunan besar, dll.), Acrylic berbahan
acrylic menghasilkan warna-warna yang cerah. Teknik Batik (teknik tutup celup).

Gambar 24. Dan gambar 25. Lukisan teknik batik

Gambar 26,27,28. Lukis Poster karya siswa SMP 7

Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap

5. Cara atau langkah-langkah melukis.
a. Media cat air dengan teknik aquarel
 Menyiapkan bahan dan alat
Siapkan bahan dan alat yang diperlukan untuk melukis seperti: kertas
gambar, cat air, air dan wadahnya, kuas cat air , palet cat air, kain lap.
 Menemukan gagasan
Pastikan objek lukisan yang akan dilukis sudah ada dipikiran atau di depan
mata yang berupa model, sehingga jelas apa yang akan dilukis.
 Membuat sketsa
Buatlah sketsa objek lukisan dengan pinsil tipis-tipis, sehingga apabila
terjadi ketidaktepatan dapat diperbaiki.
 Membasahi kertas dengan air
Basahi bidang kertas yang akan diwarnai dengan air secukupnya dengan
kuas air.
 Mewarnai
Bubuhkan cat air yang sudah disiapkan, pada bidang kertas yang sudah
dibasahi air. Arahkan sapuan kuas dari kiri ke kanan. Dari atas ke bawah
menyesuaikan bidang yang akan diwarnai. Usahakan tidak menyapukan
kuas ke berbagai arah dan tidak mengulang-ulangnya. Hal ini dapat
merusak intensitas warna dan kertas bisa sobek. Dengan kata lain,
sapukan warna sekali saja, warna yang sudah matang, dan gunakan air
pengencer sedikit saja.
 Sentuhan akhir
Setelah yakin semua bidang sudah diwarnai dengan baik, akhirilah
kegiatan melukis dengan memberi sentuhan warna pada bagian tertentu
sehingga lukisan tampak lebih ekspresif.

b. Media cat akrilik dengan teknik plakat
 Menyiapkan bahan dan alat
Siapkan bahan seperti cat minyak, minyak pencuci kuas, kanvas, kuas cat
minyak, palet, esel dan kainlap.
 Menemukan gagasan
Pastikan sudah ada gagasan objek apa yang akan dijadikan sebagai
lukisan atau model yang dipersiapkan.
 Membuat sketsa
Buatlah sketsa objek lukisan dengan pinsil atau cat minyak pada kanvas
 Mewarnai
Warnai bidang lukisan dengan cat minyak yang sudah disiapkan dengan
rata, dan pastikan semua bidang sudah diwarnai sesuai rencana.
 Sentuhan akhir
Setelah yakin semua bidang sudah diwarnai dengan baik, akhirilah
kegiatan melukis dengan memberi sentuhan warna pada bagian tertentu
sehingga lukisan tampak lebih ekspresif.

Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap 8

6. Beberapa contoh lukisan gaya representatif, Deformatif dan Abstrak

Gambar 29. dan gambar 30. Jenis Lukisan realis alam benda.

Gambar 31. dan gambar 32. Jenis Lukisan Surealis
Gambar 33, 34, dan 35. Jenis lukisan Dekoratif

Gambar 36 dan gambar 37. Jenis lukisan Naturalis 9

Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap

Gambar 38, 39, dan 40. Jenis lukisan Abstrak
Gambar 41,42 dan 43. Jenis lukisan Kaligrafi Arab.

Gambar 44 dan gambar 45. Jenis lukisan ekspresionisme dan Kubistis

B. Apresiasi Seni
1. Perhatikanlah lukisan berikut ini, kemudian buat tabel sesuai jumlah lukisan dan
isilah tabel yang ada di bawahnya!.

a) b)

Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap 10

c) d)

e) f)

Contoh tabel seperti berikut ini. DESKRIPSI /PENJABARAN
KRITERIA

Judul Lukisan

Tema

Gaya /aliran

Nama Pelukis

Asal negara Pelukis

Teknik yang dipakai

Unsur Rupa yang ada

Makna lukisan menurut pendapatmu
Deskripsikan dari lukisan a sampai f di atas.

C. Tugas Individu (mendeskripsikan suatu karya seni lukis)
1. Carilah contoh lukisan yang kamu sukai di internet usahakan berwarna , kemudian
gambar ditempel di kertas folio bergaris.
2. Kemudian Deskripsikan lukisan tersebut pada kertas Folio bergaris sebanyak yang
kamu mampu.

Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap 11

D. Kinerja (Berkreasi melukis menggunakan media Kanvas dan cat berbasis Air)
1. Siapkan kanvas ukuran 30 cm x 40 cm, kuas dan palet
2. Buatlah lukisan di kanvas tersebut sesuai kemampuan kamu
3. Melukislah sesuai langkah-langkah yang benar
4. Presentasikan di depan kelasmu!

E. Kilas pandang tokoh seniman lukis batik Indonesia

Amri Yahya: Bapak Seni Lukis Batik Kontemporer

“Terlihat jelas dari lukisan-lukisanmu, bahwa kamu adalah anak sungai dan
gunung, anak matahari dan bulan, anak tanaman dan rumput. Kamu menyambut hidup
dari muara Sungai Musi – dan kini bahkan dari lembah Sungai Nil, orang-orang adalah
saksi hidup dari karya-karyamu yang hidup. ”Demikianlah surat yang sangat puitis yang
pernah dituliskan oleh mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di tahun 1976, Fuad
Hassan, kepada Amri Yahya saat karyanya digelar di suatu pameran di Mesir.Para
pencinta motif batik, tentu sudah mengenal nama besar Amri Yahya. Tapi mungkin
sebagian dari kita belum mengenal sosok almarhum yang membawa nama besar
Indonesia dan budayanya di kancah dunia. Siapakah Amri Yahya itu? Amri Yahya adalah
seorang pelukis batik yang sangat terkenal, dan karena kesetiaannya kepada budaya
batik dan dunia seni, dirinya mendapatkan gelar doktor dan profesor honoris causa.
Banyak orang yang menyebutnya sebagai perintis seni batik kontemporer. Amri juga
seorang dosen mata kuliah seni, bukan hanya di Yogyakarta, tapi juga Oklahoma State
University.

Amri memilih menjadi seorang pelukis batik bukan karena ingin terlihat berbeda,
tapi karena dirinya memang sangat mencintai batik. Dan ketika beberapa tahun yang lalu
Malaysia sempat berusaha ingin mematenkan batik sebagai karya bangsa mereka, Amri
sangat sedih. Meskipun begitu, ia mengaku bahwa kejadian tersebut merupakan salah
bangsa Indonesia sendiri, karena kurang menghargai apa yang disebut hak paten. Dan
selain itu, menurut Amri bangsa Indonesia masih banyak yang belum menganggap batik
sebagai karya seni. Impian Amri Yahya menjadi kenyataan sebelum beliau meninggal di
tahun 2004: Batik diakui oleh PBB sebagai peninggalan budaya Indonesia, dan batik
sudah semakin merakyat saat ini.

Amri Yahya lahir di Sukaraja, Ogan Ilir, Palembang, Sumatera Selatan, pada
tanggal 29 September 1939. Pendidikan seninya ditempuh di ASRI Yogyakarta (Ijazah I,
1961; Ijazah II, 1963), IKIP Yogyakarta (Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, Jurusan
Seni Rupa, 1971), Sertifikat Keramik Dinding dari Struktur 68 Bv, The Hague Holland
(1980), dan pernah dianugerahi gelar Kehormatan Doktor Honoris Causa di Bidang
Evaluasi Pendidikan Seni oleh Universitas Negeri Yogyakarta, 2001. Sejak tahun 1977,
tercatat sebagai anggota kehormatan International Association of Art (IAA) UNESCO
Paris. Tahun 1996, Amri Yahya mewakili Indonesia dalam Konferensi Seni Budaya Islam
se-dunia di Hofsra University, New york. Pada tahun 1972, mendirikan Galeri Amri pada
saat Indonesia mempersiapkan diri sebagai tuan rumah Konferensi PATA 1974, juga
mengangkat busana muslim ke kancah nasional (1977), didukung oleh Perwanida DIY.
Tahun 1979, mendirikan HSRI (Himpunan Senirupawan Indonesia). Tahun 1990 bersama
Joop Ave, A. Sadali dan AD Pirous turut menggagas Festival Istiqlal dan mengusulkan
berdirinya museum Al Quran di Jakarta. Karya-karyanya telah dikoleksi perorangan,

Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap 12

pejabat negara dan lembaga, baik di dalam maupun luar negeri, yang mulai ia pamerkan
sejak tahun 1957, di antaranya pameran tunggal keliling Eropa dan kawasan Timur
Tengah pada kurun waktu 1976-1979. Pameran tunggal terakhir di luar negeri sekaligus
untuk yang ke-5 adalah di Amerika, di Asean Art Museum, San Fransisco (1996).
Pameran tunggal terakhir di Indonesia diadakan di Palembang (1999), di Jakarta (2000)
berturut-turut di Taman Ismail Marzuki, dan di Komplek Bidakara. Pada setiap pameran
tunggalnya di luar negeri, Amri Yahya selalu menyertakan acara diskusi, pemutaran slide
tentang kesenian Indonesia, dan demo melukis dengan media batik. Pada tahun 2004,
Galeri Amri terbakar habis dan sebagian besar karyanya tidak dapat diselamatkan
kembali. Keadaan itu berakibat buruk pada kesehatan Amri sehingga pada bulan
Desember 2004, Amri Yahya meninggal dalam usia 65 tahun. Pernah ingin menjadi
penyair. Urung, karena ia melihat sendiri jarang penyair yang kaya. Lalu ingin jadi sedadu.
Ternyata, tidak direstui orang tua. Akhirnya pilihannya jatuh untuk menjadi pelukis.
“Pekerjaan ini jauh dari korupsi,”katanya beralasan.Sebagai pelukis, lelaki kelahiran
Palembang ini pun mencari sesuatu yang lain. Ia menjadi pelukis batik, sekaligus jadi
pengusaha dalam bidang ini. Tentang batik yang dijadikannya media lukisan, dengan
tegas dikatakannya bahwa itu adalah salah satu akar seni tradisional Indonesia.Banyak
lukisan batiknya berukuran besar. Selain membatik untuk lukisan, motif-motif abstrak
batiknya juga digunakan untuk busana. Harganya juga tinggi. Saking mahal dan larisnya,
ada saja yang menyontek mirip karyanya. Di pasaran banyak busana batik yang motifnya
mirip karya Amri. Labelnya pun nyaris sama, ada yang Anri Y, ada pula Andri Yahya
bahkan yang benar-benar mirip adalah Amir Yahya.

Bila mendapat undangan pameran dan ceramah, dimana saja, ayah empat anak
ini selalu membawa perabotan lengkap; kompor kecil, canting, lilin dan perabotan
membatik lainnya. Dengan cara itu ia mendapat sambutan hangat, karena ia tidak jarang
mendemonstrasikan keahliannya, menyelingi ceramah. Amri melukis dengan media
acrylic, acquarel, cat minyak dan menekuni media batik sebagai media ungkap. Sebab
batik sebagai media ungkap tidaklah kalah tantangan eksperimentalnya dengan media
lain. Pengamat seni mengatakan Amri melukis secara abstrak-ekspresionis kontemporer.
Amri lebih banyak memilih lebak-lebung sebagai subject matter. Lebak lebung aadalah
hamparan sawah ladang pasang surut pesisir timur Sumatera Selatan yang sangat kaya
dengan potensi kehidupan dan keindahan. Dari sana ia menemukan bunga dan rumput
yang yang bergoyang karena angin, butiran enbun warna-warni, air yang berkilau terkena
sinar matahari dan rembulan pada masa pasang saat lahan itu hendak diolah untuk
musim tanam. Dan ketika musim panen tiba padi menguning seperti emas

Pilihan terhadap lebak lebung sebagai subject matter, bagi Amri terasa lebih
mudah karena lingkungan itu adalah tepat kelahiran dan masa kecilnya. Selain itu,
menampilkan lebak lebung berarti mengedepankan pula potret sebagian besar rakyat
Indonesia yang hidup dikawasan pedesaan serta mengandalkan sawah ladang sebagai
sumber penghidupan. Seperti halnya petani, sawah ladang yang indah dan menjadi
sumber inspirasinya itu, tidak boleh lenyap dari muka bumi Indonesia dengan alasan
apapun. Ia Mendirikan Amri Galery di Yogyakarta dengan bangunan khas Jawa. Amri
pernah berpameran di Australia, Jerman, Amerika Serikat, Mesir, Inggris, Belanda,
Kanada, Denmark, Syria, Jepang dan tentu saja diberbagai kota di Indonesia. Amri
disebut-sebut sebagai perintis terkemuka dalam seni lukis batik kontemporer. Ketika
muda dulu, sebenarnya Amri ingin menjadi seorang penyair, tapi urung karena dia cukup

Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap 13

realistis, bahwa jarang ada penyair yang hidup layak. Lalu dirinya ingin menjadi tentara,
sayangnya ditentang oleh orangtuanya. Lalu ia memutuskan untuk menjadi pelukis
karena baginya pekerjaan menjadi seorang seniman jauh dari hal-hal yang berhubungan
dengan korupsi. Amri Yahya mulai tertarik untuk menjadi pelukis batik karena Yogyakarta,
di mana dirinya menjalani masa kuliah di ASRI, atau yang kini disebut ISI. Eksperimennya
dengan batik disebutnya dengan teknik “hitam dan putih”, yang kemudian mendapat
kesempatan utuk dipamerkan di Nong Gallery di San Francisco pada tahun 1974. Untuk
menaikkan gengsi batik Indonesia, Amri saat itu menjual karyanya seharga Rp 5 juta,
dan… laris!

Amri memang kemudian menjadi pelukis yang kaya raya. Putra asli Palembang ini
juga kemudian mengembangkan usahanya dengan menjadi pengusaha batik.
Kebanyakan lukisan batiknya berukuran besar, tapi ada juga yang dibuatnya untuk
digunakan sebagai bahan untuk membuat pakaian – tentunya dengan harga yang sangat
mahal. Salah seorang pelukis maestro kita, Affandi, adalah salah satu pengagum Amri
Yahya. Banyak pelukis Indonesia, baik yang sudah terkenal atau pemula, meniru gaya
Amri. Amri Yahya masih punya mimpi yang lain, bahwa pada suatu hari nanti setiap
provinsi di Indonesia mempunya galeri seni yang layak. Semoga mimpi besar Amri bisa
diteruskan oleh orang lain ya? Sangat mengagumkan, betapa seorang bocah sederhana
yang masa kecilnya dihabiskan di pematang sawah di Palembang, berhasil menembus
dunia dengan karyanya. Di saat banyak orang masih memandang sebelah mata akan
sebuah budaya, Amri tetap berjuang sepenuh hati untuk mengabadikannya. Itu semua
karena cintanya kepada budaya Indonesia, selain kegigihannya tentu saja.

Apa yang sudah kamu perbuat untuk melestarikan warisan budaya bangsamu?

" Basmallah " by Amri Yahya, Batik, " Hutan terbakar " by Amri Yahya, Batik.
Size: 80cm x 60 cm, Year: 1976

" Komposisi " by Amri Yahya, Batik, " Lebak " by Amri Yahya, Batik,
Size: 80cm x 80 cm, Year: 1974 Size: 80cm x 80 cm, Year: 1976

Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap 14

" Ombak " by Amri Yahya, Batik, " Pancaroba " by Amri Yahya, Batik.
Size: 80cm x 80 cm, Year: 1984

" Rumput Merah " by Amri Yahya, Batik,
Size: 90cm x 100 cm, Year: 1997.

Nama : Prof. Dr. H. Amri Yahya
Lahir : Palembang, Sumatera Selatan, 29 September 1939
Wafat : Pendidikan : ASRI (STSRI/ISI) 1963, FKSS-IKIP, Yogyakarta (1991)
Profesi : Pelukis batik dan dosen
Karier : Ketua Himpunan Senirupa Indonesia (HSRI),

Dosen di FKSS IKIP Yogyakarta,
Dosen di STSRI-ASRI Yogyakarta

Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap 15

Uji Kompetensi Bab I

I. Pilihlah Satu jawaban yang paling tepat dengan cara memberi tanda silang (X)
pada huruf a, b, c, atau d pada lembar jawaban yang telah tersedia.

1. Kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan datar dari objek tiga

dimensi untuk mendapatkan kesan tertentu, dengan ekspresi, emosi dan gagasan

merupakan pengertian dari ....

a. Seni murni c. Seni lukis

b. Seni terapan d. Seni kriya

2. Di bawah ini yang termasuk unsur – unsur dalam seni rupa adalah....

a. Titik, garis, warna c. Titik, garis, komposisi

b. Garis, bidang, irama d. Garis, warna, Proporsi

3. Salah satu aliran/gaya lukisan yang perwujudannya berupa bidang segi empat,

atau bentuk dasarnya kubus, merupakan gaya ....

a. Deformatif c. Representatif

b. Kubisme d. Ekspresionisme

4. Di bawah ini adalah pelukis bergaya Ekspresionisme, dalam negeri dan luar negeri

yaitu ....

a. Dullah dan Rembrant c. Raden Saleh dan Turner

b. Affandi dan Piccaso d. Affandi dan Vincent Van Gogh

5. Yang termasuk dalam prinsip-prinsip seni rupa adalah....

a. Bentuk c. Keseimbangan

b. Bidang d. Tekstur

6. Corak representatif aliran romantisme mempunyai pengertian sebagai berikut....

a. Lukisannya imajiner, cerita romantis, peristiwa yang dahsyat/dramatis.

b. Lukisannya apa adanya tanpa menambah dan mengurangi obyek

c. Lukisannya menggambarkan alam sesuai dengan keadaan alam nyata

d. Lukisannya sesuai dengan jiwa pelukis spontan pada saat melihat obyek

7. Salah satu gaya/ corak lukisan representatif , bahwa dunia ini tanpa ilusi apa

adanya tanpa menambah dan mengurangi obyek dinamakan aliran seni....

a. Romantisme c. Naturalisme

b. Realisme d. Ekspresionisme

8. Pelukis yang mempunyai gaya Naturalisme adalah....

a. Affandi c. Basuki Abdullah

b. S.Sudjojono d. Raden Saleh

9. Lukisan di bawah ini mempunyai gaya....

a. Realisme c. Ekspresionisme

b. Kubisme d. Surealisme

Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap 16

10. Pilihlah media di bawah ini yang tepat untuk digunakan dalam melukis yaitu....

a. c. c.

b. d.

11. Pelukis yang menganut gaya Surealisme adalah....

a. Salvador Dali c. Vincent Van Gogh

b. Pablo picasso d. Dullah

12. Di bawah ini merupakan tema – tema dari lukisan kecuali....

a. Hubungan manusia dengan dirinya sendiri

b. Hubungan benda dengan benda lainnya

c. Hubungan manusia dengan penciptannya

d. Hubungan Manusia dengan alam khayal

13. Lukisan yang sudah mengalami perubahan bentuk tetapi tidak meninggalkan

bentuk aslinya, dinamakan gaya/corak....

a. Representatif c. Non representatif

b. Abstrak d. Deformatif

14. Teknik aquarel dalam melukis menggunakan media ....

a. Cat minyak c. Crayon

b. Cat air d. Conte

15. Lukisan yang penggambarannya sesuai dengan kesan saat objek tersebut dilukis

atau paham lukis cepat , merupakan gaya/aliran ....

a. Realisme c. Kubisme

b. Impresionisme d. Ekpresionisme

II. Jawablah pertanyaan di bawah ini sengan singkat dan jelas!
1. Jelaskan yang di maksud gaya Postmodern dalam seni lukis !
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________

2. Jelaskan yang dimaksud bahan melukis dan alat melukis !
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________

3. Sebutkan media basah yang dipakai untuk melukis !
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________

Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap 17

4. Jelaskan yang dimaksud melukis dengan teknik aquarel atau transparan !
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________

5. Jelaskan yang dimaksud melukis dengan teknik pointilis !
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________

6. Apa perbedaan melukis dengan teknik Al secco dan Al fresco !
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________

7. Jelaskan tentang melukis dengan teknik plakat !
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________

8. Jelaskan langkah-langkah melukis dengan media cat air !
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________

9. Sebutkan tokoh seniman lukis yang mempunyai gaya Kubisme !
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________

10. Siapa seniman yang melukis dengan teknik batik abstrak !
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________

Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap 18

BAB II
PATUNG

A. Pengertian
Patung merupakan karya seni rupa tiga dimensi, artinya benda yang memiliki

volume atau isi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Patung mempunyai arti yaitu
sebagai benda tiruan bentuk manusia dan binatang yang cara pembuatannya di
pahat. Sedangkan dalam Bahasa Inggris “ sculpture”, karena pembuat patung dahulu
kebanyakan membuatnya dengan teknik pahat.

Seni patung disebut juga plastic art atau seni plastik. Maksudnya plastik, mudah
dibentuk sesuka hati. Seni patung juga diartikan sebagai seni bentuk , maksudnya
bentuk-bentuk yang memiliki keindahan.

Zaman mesir kuno, orang membuat patung untuk kepentingan keagamaan, di
Indonesia zaman Hindu – Budha patung dijadikan sebagai simbol untuk sesembahan.
Patung sekarang ini dibuat bukan untuk disembah, dan bukan untuk dipuja-puja.
Patung yang dibuat sekarang cenderung berfungsi untuk kepentingan estetis dan
hiasan. Selain itu patung saat ini lebih bebas bentuknya.
Secara umum fungsi patung, tidak terlepas dari tujuan pembuatannya, berdasarkan
tujuan pembuatannya seni patung ada tujuh macam antara lain sebagai berikut:
 Patung Religi, bermakna religius.
 Patung monumen, bermakna sebagai simbol peristiwa bersejarah, memperingati

jasa seseorang maupun kelompok.
 Patung Arsitektur, yaitu patung yang ikut berfungsi dalam kontruksi bangunan.
 Patung Dekorasi, yaitu patung untuk menghias bangunan atau memperindah

lingkungan (taman atau ruangan).
 Patung Seni, yatu patung yang dibuat untuk dinikmati keindahan bentuknya, fine

art.
 Patung kerajinan, yaitu patung hasil karya kerajinan.
 Patung Komersil yaitu patung yang dibuat untuk kepentingan jual beli atau untuk

mendapatkan keuntungan.

B. Corak
Sejak zaman primitif di Indonesia, patung sudah dikenal sebagai media berkarya,

baik untuk kepentingan magis maupun kepentingan lainnya. Daerah-daerah di
Indonesia yang dikenal masih membuat patung jenis primitif antara lain daerah: Asmat
di Papua, Tanah Toraja di Sulawesi Selatan. Sedangkan Daerah Bali merupakan
daerah penghasil patung-patung religi yang dijual belikan. Patung bercorak klasik
berkembang di Jawa dan Bali. Patung Primitif dan Kalsik disebut corak tradisional.
Sedangkan petung selain primitif dan klasik disebut patung bercorak modern.
Ragam seni patung modern , dibagi menjadi tiga corak yaitu:
 Corak Imitatif (realis/representatif) marupakan patung tiruan dari bentuk alam

(manusia, binatang, dan tumbuhan). Perwujudan dan bentuk corak ini berdasarkan
fisio plastis atau bentuk fisik baik anatomi, proporsi, maupun gerak. Seniman
patung realis antara lain: Hendra, Trubus, Saptoto dan Edy Sunarso.
 Corak Deformatif bentuknya telah banyakberubah dari tiruan alam. Bentuk-bentuk
alam diolah, digubah menurut gagasan dan imajinasi pembuatnya. Pengubahan

Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap 19

dari bentuk alam menjadi bentuk baru ini masih terkait dengan sifat-sifat fisik,
bentuk berubah namun tidak meninggalkan bentuk aslinya. Seniman patung ini
yaitu: But muchtar, G Sidharta, Rita Widagdo, dll.
 Corak Non figuratif (abstrak) yaitu patung yang bentuknya sudah meninggalkan
bentuk alam. Corak ini dipengaruhi oleh aliran kontrutksi. Patung dipandang
sebagai bentuk kontruksi, yaitu susunan seperti besi, plat, kawat, kayu, plastik dan
sebaginya. Kecenderungan lain dalam corak abstrak adalah corak yang minimal
yaitu pencarian bentuk dasar dengan sedikit variasi.

Gambar 1, gambar 2 dan gambar 3. Jenis Patung seni dan Abstrak.

C. Ragam Patung
Jenis karya patung dibedakan menjadi tiga, yaitu patung dada, patung torso dan
patung lengkap.
 Patung Dada adalah patung yang perwujudannya sebatas dada hingga ke atas
atau bagian kepala.
 Patung Torso adalah patung yang dalam penampilannya hanya menampilkan
bagian badan, dari dada, pinggang dan panggul.
 Patung lengkap adalah patung yang terdiri dari anggota badan dari bagian atas
sampai bagian bawah, serta kepala.

Gambar 4, dan gambar 5. Jenis Patung Torso

Gambar 6 dan gambar 7, Jenis patung Dekoratif dan Fantasi. 20

Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap

D. Media Karya Patung
 Bahan
Media untuk pembuatan patung ada tiga macam yaitu:
1. Bahan lunak
Bahan lunak adalah material yang empuk dan mudah dibentuk. Seperti tanah liat,
sabun, plastisin. Tanah liat yang bisa dibuat patung harus memenuhi persyaratan
antara lain: bersih dari kerikil , rumput, akar, daya susut tanah tidak lebih dari 10%,
sehingga kalau kering tidak pecah atau hancur. Selain itu tanah liat juga harus
cukup plastis artinya mudah dibentuk, tidak terlalu lembek atau keras. Sabun dan
lilin plastisin mungkin ukurannya kecil yang dijual di toko-toko, sehingga tidak bisa
untuk dibuat patung yang ukurannya besar.
2. Bahan Sedang
Bahan ini tidak lunak dan tidak keras. Kebanyakan dari jenis kayu, seperti : kayu
waru, sengon, randu, dan kayu mahoni. Pembuatan patung dari kayu biasanya
kayu gelondongan, bukan papan, sehingga harus dipersiapkan bahannya sesuai
kebutuhan.
3. Bahan Keras
Jenis bahan ini termasuk kayu dan batu. Kayu yang mempunyai sifat keras antara
lain: kayu jati, sonokeling, dan kayu ulin. Sedangkan bebatuan yang keras antara
lain: batu padas, granit, batu andesit, dan batu pualam (marmer).

Gambar 8. Tanah liat Gambar 9. Batu Granit Gambar 10. Marmer

Gambar 11. Kayu Jati Gambar 12.Plastisin Gambar.13 Mahoni

 Alat untuk pembuatan patung

Peralatan untuk pembuatan patung disesuaikan dengan bahan dan tekniknya. Berikut

peralatan yang sesuai dengan bahan yang digunakan untuk pembuatan patung yaitu:

a. Sudip (Untuk teknik Butsir)

Merupakan alat bantu untuk membuat patung yang terbuat dari bahan

kayu/bambu dan kawat. Bentuknya bermacam-macam dari ukuran kecil, sedang

dan besar. Alat ini digunakan jika bahan yang digunakan adalah tanah liat.

Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap 21

b. Meja Putar
Yaitu meja untuk berkarya membuat patung dan dapat digerak-gerakkan, dengan
cara memutar. Fungsinya untuk memudahkan dalam mengontrol bentuk dari
berbagai arah.

c. Pahat
Pahat ada dua jenis yaitu pahat kayu dan pahat batu. Macamnya ada pahat lurus,
lengkung, pengot dan pahat kol. Sedangkan pahat untuk batu namanya betel.
Bentuknya lurus tebal.

d. Palu
Alat pelengkap pahat, dalam pembuatan patung. Palu ini terbuat dari kayu,
sehingga tidak merusak pahat.

e. Cetakan
Cetakan terbuat dari bahan gips. Kegunaannya untuk mencetak karya patung dari
bahan cair. Alat cetakan dibuat minimal dua bagian dan diberi pengunci.

Gambar. 14 dan gambar 15. Sudip (alat butsir)
Gambar 16. dan gambar 17. Meja Putar
Gambar 18. Dan gambar 19. Pahat kayu

Gambar 20. Dan gambar 21. Cetakan dari Gipsum 22

Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap

E. Teknik
a. Teknik Butsir
Yaitu membuat patung dengan cara memijit, menambah, dan mengurangi bahan yang
dibentuk, dengan dibantu alat butsir. Membuat patung dengan cara membutsir
biasanya mempergunakan bahan tanah liat atau plastisin. Butsir berfungsi sebagai
alat bantu untuk mencapai bentuk yang diinginkan.
b. Teknik Pahat
Teknik ini ini adalah menggunakan pahat dengan mengurangi bahan pembuatan
patung. Biasanya yang dipahat bahan yang cukup padat seperti kayu dan batu.
c. Teknik Cetak
Ada dua macam cetakan yaitu cetak tekan dan cetak tuang (cor). Bahan yang
dipergunakan untuk teknik cor umumnya cair atau bahan yang dapat dicairkan seperti:
semen, lilin, gips, fiberglass, perunggu, dan emas.

Gambar 22,23,24,25,26,27. Proses membuat cetakan dari gipsum.

d. Teknik Kontruksi
Kontruksi artinya bangunan atau susunan. Teknik ini yaitu cara membuat patung
dengan cara menyusun bahan, baik dengan kerangka ataupun tanpa kerangka. Cara
menyusunnya dapat direkatkan dengan lem, dilepa, atau di las/patri.

F. Membuat Patung

a. Membuat patung dari bahan lunak

Patung dari bahan lunak biasanya mempergunakan bahan tanah liat dan lilin. Teknik

membuatnya dengan cara membutsir. Langkah-langkahnya yaitu sebagai berikut:

 Siapkan tanah liat atau plastisin

 Siapkan alat bantu sudip dan air

 Siapkan meja putar

 Siapkan gambar rancangan patung

 Letakkan tanah liat atau plastisin di atas meja putar sedikit demi sedikit.

 Pijat-pijat bahan hingga mendekati bentuk yang diinginkan secara global.

 Jika bahan kurang, maka bisa ditambah , bila lebih bisa dikurangi.

 Sempurnakan bentuk dengan alat bantu butsir

 Berikan sentuhan akhir, dengan membentuk detail-detail dari patung yang

dihaluskan.

Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap 23

b. Patung dari Semen, pasir atau Gips
Untuk membuat patung dari bahan semen dan pasir dapat digunakan teknik cetak.
Alat yang diperlukan berupa cetakan dari gips, ember untuk adonan, sendok adonan,
dan tali karet. Langkah-langkahnya sebagai berikut:
 Siapkan semen dan pasir yang sudah disaring.
 Siapkan cetakan, ember, sendok adonan dan tali karet.
 Cetkan diikat dengan tali karet.
 Siapkan adonan semen, pasir dan air secukupnya
 Tuangkan adonan ke dalam cetakan hingga penuh
 Rendam di dalam air selama 2 hari
 Buka ikatan tali karet dan cetakn secara perlahan-lahan
 Sentuhan akhir, haluskan bagian-bagian patung.

c. Patung dari Besi, kawat, semen dan pasir
Membuat patung dari besi menggunakan teknik kontruksi, alat yang digunakan seperti
gergaji besi, kakatua,senduk semen, dan ember. Langkah-langkah pengerjaannya
yaitu:
 Siapkan bahan besi, kawat,semen dan pasir halus
 Siapkan alat gergaji besi, kakatua, senduk semen dan ember.
 Siapkan gambar rancangan patung
 Potonglah besi dengan gergaji besi sesuai gambar rancangan
 Bentuk besi menjadi kerangka sesuai gambar rancangan , patung diikat dengan

kawat di atas papan.
 Siapkan adonan semen, pasir, dan air secukupnya
 Lepakan adonan pada bagian paling bawah menuju ke atas sedikit demi sedikit
 Sempurnakan bentuk patung dengan membuat detailnya.
 Untuk sentuhan akhir patung dapat diwarnai polos atau sesuai rencanamu.

G. Amatilah Gambar Karya Seni Patung di bawah ini !

Gmb. 28. Patung di depan Gedung MPR Gambr. 29 Patung di Cibaduyut 24

1. Deskripsikan Gambar seni Patung di Atas, menurut pendapatmu !
 Jenis patung
 Bahan pembuatan

Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap

 Media Pembuatan Deskripsi /ulasan
 Teknik pembuatan
 Fungsi dari Karya Patung tersebut

Isilah tabel berikut ini.
Karya seni Patung

Jenis Patung

Bahan Pembuatan

Media Pembuatan

Teknik Pembuatan

Fungsi Patung

H. Kinerja (Berkreasi Patung menggunakan media Tanah liat)
1. Siapkan tanah liat, sudip dan kawat
2. Buatlah patung seni sesuai kemampuan kamu
3. Membuat patung sesuai langkah-langkah yang benar
4. Hasilnya dipresentasikan di depan kelasmu!

Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap 25

Uji Kompetensi Bab 2

I. Pilihlah Satu jawaban yang paling tepat dengan cara memberi tanda silang (X)

pada huruf a, b, c, atau d pada lembar jawaban yang telah tersedia.

1. Karya seni tiga dimensi yang berarti benda tiruan bentuk manusia dan binatang

yang cara pembuatannya di pahat disebut .....

a. patung c. kerajinan

b. reklame d. lukis

2. Patung untuk menghias taman, baik taman rumah atau taman bermain disebut ....

a. abstrak c. figuratif

b. dekoratif d. Monumen

3. Patung di depan gedung MPR merupakan patung seni ....

a. abstrak c. monumen

b. deformasi d. realis

4. Karya seni patung dibawah ini termasuk jenis patung ....

a. figuratif

b. religi

c. abstrak

d. monumental

5. Alat dan bahan untuk membuat patung yang benar adalah ....

a. Pahat, sudib, crayon c. pahat, palu, sudip

b. Palu, kawat, kanvas d. palet, sudip, pastel

6. Yang bukan termasuk bahan - bahan keras untuk membuat patung di bawah ini

adalah ....

a. batu granit c. kayu jati

b. kayu sono keling d. plastisin

7. Yang tidak termasuk bahan lunak untuk membuat patung adalah ....

a. plastisin c. lilin

b. batu d. tanah liat

8. Patung yang merupakan tiruan dari bentuk alam , patung ini nyata perwujudannya,

merupakan konsep patung ....

a. figuratif c. nonfiguratif

b. kerajinan d. imajinatif

9. Teknik butsir dalam pembuatan patung memakai bahan yang bersifat ....

a. keras c. cair

b. lunak d. padat

10. Gambar di bawah ini merupakan alat untuk pembuatan patung dengan teknik ....

a. pilin

b. butsir

c. lempengan

d. membentuk langsung

Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap 26

III. Jawablah pertanyaan di bawah ini sengan singkat dan jelas!
1. Jelaskan yang di maksud patung bercorak Deformatif !
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________

2. Jelaskan yang dimaksud patung dada !
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________

3. Sebutkan media untuk membuat patung dari bahan lunak !
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________

4. Jelaskan yang dimaksud dengan patung primitif dan klasik !
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________

5. Jelaskan yang dimaksud dengan patung monumen !
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________

6. Apa perbedaan patung seni dan patung dekoratif !
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________

7. Jelaskan 3 keteknikan dalam membuat patung !
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________

8. Jelaskan langkah-langkah membuat patung dari bahan kayu !
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________

9. Sebutkan tokoh-tokoh seni patung Indonesia !
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________

10. Daerah mana sajakah di Indonesia yang masih memproduksi pembuatan patung
jenis primitf !
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________
_________________________________________________________________

Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap 27

BAB III
MENGGUBAH LAGU MODERN SECARA UNISONO

Musik modern seringkali diartikan sebagai musik yang berkembang dan populer di
kalangan masyarakat luas saat ini. Musik modern diidentikkan dengan ditambahkannya
sentuhan teknologi yang lebih maju dan penggunaan alat musik yang modern untuk
mengiringi sebuah lagu. Alat musik modern yang sering digunakan adalah keyboard
(orgen), karena memiliki efek suara dan iringan yang beragam yang mewakili hampir
semua instrumen yang ada di dunia yang memudahkan para musisi dalam berkarya.

A. Lagu Modern Indonesia

1. Jenis-jenis Musik Modern yang berkembang di Indonesia
Jenis musik ini memiliki konsep yang fleksibel, yang umumnya menggunakan

tangga nada diatonis mayor maupun minor. Berdasarkan ciri khasnya musik modern
dibagi menjadi beberapa aliran, antara lain : pop, balada, rock, jazz, dance, latin, un
group, dangdut dan lainnya.
a. Lagu Dangdut

Masyarakat di daerah daerah sangat biasa mendengarkan musik dangdut
sebagai salah satu kegemaran dalam mengekspresikan perasaannya. Penggunaan
alat musik tambahan seperti kendang dan seruling dengan pola irama yang juga
mudah dipahami

Lagu dangdut biasanya diiringi dengan kendang dan seruling. Lagu dangdut
sebenarnya merupakan istillah dari orkes Melayu. Pada awalnya lagu Melayu asli
adalah Deli. Lagu Melayu asli masih menggunakan gendang tradisional Melayu yang
memungkinkan sentuhan dendang dan joget tradisional. Lagu daerah Melayu
contohnya Selayang Pandang, Lancang Kuning, dan Seringgit Si Dua Kupang.

Para musikus dangdut berusaha mengembangkan lagu Melayu. Jembatan
menuju Melayu pop modern Indonesia adalah pengembangan berbentuk musik
orkestra. Pengembangan lebih jauh ke Melayu modern didirikan oleh Orkes Melayu
Tarantula (Reynold Panggabean) dan Soneta Group (Rhoma Irama). Oleh karena itu,
pada era sekarang, orkes Melayu lebih dikenal dengan istilah dangdut. Beberapa
contoh penyanyi dangdut legendaris Indonesia, yaitu Rhoma Irama, Elvy Sukaesih,
Mansyur S., Meggy Zakaria, Ellya Khadam, A. Rafiq, Ikke Nurjanah, Evie Tamala,
Jaja Mihardja, Camelia Malik, dsb. Salah satu karya Rhoma Irama yang berisi syarat
dengan nasihat untuk para remaja adalah lagu Begadang.

Gbr. 1 . Penyanyi dangdut Nella Kharisma 28
Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap

b. Lagu Pop
Populer dari kata pop yang berarti digemari, disenangi masyarakat. Jadi musik

pop berarti musik yang lagi digemari di masyarakat dalam kurun waktu tertentu. Jenis
musik ini tidak tahan lama, mudah hilang dan berganti lagi dengan lagu-lagu lain
yang baru. Proses penciptaannya pun biasanya jarang menggunakan bentuk
komposisi (tertulis), bentuk lagu, lirik lagu, progresi chord, aransemen sederhana,
mudah diingat dan sifatnya menghibur.

Tema lagu pop biasanya membahas kejadian kehidupan sehari-hari yang
dirangkai dengan melodi dan lirik yang mudah dipahami atau easy listening. Lagu
pop biasanya disajikan kepada pendengarnya dengan mungutamakan teknik
penyajian dan kebebasan dalam menggunakan ritme maupun jenis instrumen, bukan
karena bentuknya, pola susunannya, maupun struktur lagu tersebut. Lagu pop
biasanya dimainkan dalam bentuk group musik. Sekitar tahun 1970-an, muncul
group-group musik popdi Indonesia seperti Koes Plus, Panbers, dan Bimbo. Musik
pop pada zaman itu biasanya berlatar belakang tentang kehidupan manusia dari
percintaan, kepedihan, atau kegembiraan. Contoh kelompok-kelompok musik pop
tanah air yaitu D'masiv, Noah, Republik, Wali, Nidji, Ungu dan lainnya.

Keberadaan lagu pop di tengah-tengah masyarakat saat ini biasanya akrab
dengan dunia remaja dan cepat beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Oleh
sebab itu, lagu pop labih bersifat sementara atau dapat digantikan dengan lagu lain
yang bersifat menghibur dan tidak mempunyai bentuk lagu tertentu.

Gbr. 2 . Penyanyi Pop Isyana Sarasvati

c. Lagu Jazz
Ciri khas lagu jazz di antaranya vokal sering menirukan suara instrumen, suara

penyanyinya biasanya mempunyai karakter vokal yang berat, harmonisasinya
terdengar rumit, memiliki tonalitas yang luas, sering terjadi modulasi atau
perpindahan tangga nada dalam sebuah lagu dan ritme, serta melodinya memiliki
kecenderungan sering berimporovisasi.

Musik jazz biasanya ditampilkan di tempat yang sering dikunjungi masyarakat
menengah ke atas, misalnya kafe atau lounge. Dalam musik ini, lagu yang aslinya
masih datar, kemudian diubah menjadi lebih ekspresif sesuai keinginan penyanyinya.

Gbr.3. Penyanyi Jazz Tompi 29
Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap

Salah satu elemen penting dalam jazz adalah sinkopisasi. Sebagai gaya
bermain, musik jazz tidak tertentu susunan alat musiknya. Secara garis besar, musik
jazz menggunakan alat musik seperti gitar, trombon, trompet, keyboard/piano, drum,
dan vokal.Tokoh jazz pada masa lalu, di antaranya Charlie Parker (saksofon), Duke
Ellington (komponis), Benny Goodman ( klarinet). dan Louis Amstrong (trompet).
Tokoh jazz di Indonesia, antara lain Indra Lesmana dan Pra Budi Dharma (Krakatau
band), Syahrini, Maliq dan D'essential (group band jazz),Tompi dan lainnya.

d. Lagu Rock
Musik rock adalah salah satu genre dalam khazanah musik populer dunia yang

biasanya didominasi oleh vokal, gitar, drum, dan bas, biasanya juga dengan
penambahan instrumen seperti keyboard, piano maupun synthesizer. Musik rock
biasanya mempunyai beat yang kuat dan didominasi oleh gitar, baik gitar elektrik
maupun akustik.

Ciri dari musik rock adalah digunakannya alat musik yang dominan seperti gitar
dan amplyfier yang menghasilkan suara yang variatif dan menimbulkan suara yang
keras. Musik rock juga mempunyai ciri khas musik pada ketukan (beat) yang
biasanya dipadu dengan lirik. Musik rock menggunakan beat yang didasarkan pada
salah satu ritme musik blues yang disebut boogie woogie ditambah aksen backbeat
yang selalu diisi pukulan snare drum. Versi klasik dari rock dimainkan dengan satu
atau dua gitar elektrik, gitar bas elektrik, dan drum set. Contoh bintang rock dunia
yang terkenal adalah Jimmy Hendrik, The Beatles, Black Sabbath, Led Zepellin, The
Rolling Stones, The Who, Pink Floyd, dan Queen. Bintang rock Indonesia,
diantaranya Edane (band), God Bless (band), Kotak (band), Endank Soekamti
(musisi), Jamrud (band), dan Nicky Astria (penyanyi rock wanita).

Gbr.5. Penyanyi Rock Nicky Astria

2. Musisi, penyanyi dan hasil karya lagu modern di Indonesia
Dari sekian banyaknya musisi dan penyanyi yang masih aktif berkarya di dunia musik
Indonesia, ada beberapa musisi dan penyanyi yang rutin mengeluarkan album atau

Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap 30

single lagu setiap tahunnya bahkan lebih cepat dari itu. Tetapi, ada juga yang jarang
mengeluarkan album atau single. Para musisi atau penyanyi tersebut lebih banyak
bergelut di belakang layar, misalnya sebagai produser atau pencipta lagu. Nama
mereka kadangkala justru tidak lebih dikenal dibandingkan penyanyi atau musisi yang
membawakan serta mempopulerkan karya lagu tersebut.

Tabel penyanyi dan musisi Indonesia

No. Penyanyi/ Musisi Judul Lagu Jenis Musik

1 JUDIKA AKU YANG TERSAKITI POP
2 NICKY ASTRIA CINTA DI KOTA TUA ROCK
3 ISYANA SARASVAT I TETAP DALAM JIWA POP
4 DEWI PERSIK SEMUA KARENA CINTA DANGDUT
5 SYAHARANI I LOVE YOU SELAMANYA JAZZ

B. Lagu Unisono
Unisono merupakan kegiatan bernyanyi dengan menggunakan satu suara. Lagu

unisono ini dapat disajikan secara kelompok. Menyanyikan sebuah lagu dapat dilakukan
dengan berbagai teknik dan nada. Sehingga menghasilkan sebuah sajian musik yang
baik. Sehingga dalam paduan suara jika menggunakan unisono maka mengharuskan
seluruh penyanyinya menyuarakan nada yang sama. Demikian juga dalam musik
ansambel, semua alat musik dimainkan dengan nada yang sama. Unisono atau lagu
dengan satu suara ini biasanya diciptakan oleh penciptanya dalam pola yang sederhana.
Dalam lagu unisono terdapat dua hal yang akan kita pelajari untuk memberikan
gamabaran lagu unisono.

Dalam sebuah lagu unisono terdapat dua hal yang dapat kita pelajari untuk
mendapatkan gambaran tentang ciri lagu unisono.

1. Melodi Utama
Lagu Unisono terdiri dari satu melodi utama. Melodi merupakan rangkaian dari nada-
nada yang telah dipilih untuk mewakili keinginan pencipta lagunya agar sesuai dengan
tema dan makna lagu tersebut. Solmisasi tangga nada terdiri dari : do-re-mi-fa-sol-
la-si- do. Pilihlah nada-nada yang mudah untuk dinyanyikan misalnya nada yang tidak
terlalu jauh contoh nada do ke nada mi kemudian nada fa lalu melangkah ke nada re
hal ini dapat dibantu dengan alat musik piano atau keyboard. Tanpa kita sadari
susunan nada yang telah dibuat tersebut akan menjadi sebuah rangkaian melodi baru
yang bisa menjadi karya baru.
Solmisasi tangga nada Do=C

Gbr.7. Gambar tangga nada dalam not balok 31
Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap

2. Lirik
Berdasarkan contoh notasi musi lagu tersebut, hal lain yang muncul dalam

unisono adalah lirik lagu. Lirik lagu ini dapat dibuat sebelum atau sesudah membuat
lirik lagu, terkadang ada pencipta lagu yang bisa dengan mudah membuat lirik
kemudian diberi nada pada setiap suku katanya, ada juga pencipta yang membuat
rangkaian nada terlebih dahulu kemudian baru memasukkan kata yang tepat dengan
melodi tersebut. Lirik dan melodi lagu harus berkaitan dengan tema dan suasana
lagu yang ingin dibuat oleh penciptanya. Lirik lagu biasanya terdiri dari satu nada
untuk satu suku kata, ada juga yang satu suku kata dituliskan di beberapa not.

Contoh penulisan lirik lagu pada melodi lagu :

Gbr. 8. Contoh lirik lagu

C. Menggubah Lagu Modern Secara Unisono
Lagu modern secara unisono dapat digubah dengan pemahaman tentang ciri dan

jenis musik modern yang berkembang. Salah satu ciri lagu modern adalah sangat
mementingkan kemudahan dalam penerimaan para pendengarnya. Lagu modern secara
unisono adalah lagu modern yang dibuat ke dalam bentuk satu suara atau perseorangan.
Untuk dapat mengubah lagu modern secara unisono dapat dilakukan dengan tahapan
sebagai berikut.

1. Tema Lagu
Tema lagu adalah intisari sebuah lagu yang akan disusun, tema lagu ini dapat
dikembangkan dari kejadian sehari-hari seperti pangalaman hidup. Menentukan tema
lagu yang akan menjadi garis besar dari isi lagu yang akan dibuat. tema lagu dapat
disesuaikan dengan keinginan atau suasana hati, agar lebih mudah dalam
mengembangkan tema nanti dalam tahap-tahap selanjutnya.

2. Menentukan Birama
Birama adalah bagian dari suatu baris melodi, yang menunjukkan berapa ketukan
dalam bagian tersebut. Sebelum menotasikan melodi lagu yang akan dibuat ke dalam
paranada, kita harus memilih birama yang akan menjadi patokan dari irama lagu
untuk tiap barnya. Mulailah dengan birama yang banyak digunakan untuk musik
modern yaitu 4/4. Birama 4/4 ini memiliki makna bahawa dalam tiap birama terdapat
4 ketuk dan tiap 1 ketuknya adalah not seperempat. Penentuan birama ini akan
memudahkan kita dalam menggambarkan pola birama yang akan dibuat berikutnya.
Dalam birama 4/4 nilai notasinya adalah sebagai berikut :

Gbr.9. Notasi balok dengan nilai dan hitungannya 32
Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap

Penulisan birama dan gambar nilai not nya

Gbr.10. Contoh penulisan tanda birama dan gambaran nilai not di setiap barnya

3. Membuat Ritmik Lagu
Ritme merupakan aliran ketukan dasar yang teratur mengikuti beberapa variasi

gerak melodi. Ritme dapat kita rasakan dengan mendengarkan lagu secara berulang-
ulang. Pola irama musik memberikan perasaan ritmis karena pada hakikatnya irama
adalah yang menggerakkan perasaan yang erat hubungannya dengan gerak fisik.
Setelah selesai menentukan birama yang akan digunakan mulailah merangkai ritmik
yang akan menjadi pondasi penempatan notasinya. Membuat ritmik lagu bisa
dilakukan dengan bertepuk tangan sesuai dengan irama yang diinginkan kemudian
tuliskan dalam garis paranada sesuai dengan not yang digunakan.

Contoh penulisan ritmik sesuai dengan biramanya dalam 2 kalimat berbeda

Gbr.11. Contoh ritmik lagu

4. Melodi Lagu
Melodi adalah rangkaian sejumlah nada atau bunyi berdasarkan perbedaan tinggi

rendah atau naik turunnya. Melodi merupakan bentuk ungkapan penuh atau hanya
penggalan ungkapan nada. Membuat melodi lagu bisa dimulai dengan memilih nada
yang diinginkan sesuai dengan tema dan suasana yang diinginkan. Kegiatan ini bisa
dibantu dengan menggunakan alat musik misalnya pianika atau piano atau alat musik
melodis lainnya. Untuk pencipta lagu pemula cukup menggunakan nada dasar natural
yaitu Do = C. Jalanya melodi ini berada sejalam dengan ritmik yang sudah ditentukan
di atas, artinya melodi yang dibuat harus pas dengan dengan rimiknya secara hitungan
dan nilai notnya.
Contoh penulisan melodi lagu

Gbr.12. Contoh melodi lagu 33
Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap

5. Lirik Lagu
Lirik Lagu merupakan ekspresi seseorang tentang suatu hal yang sudah dilihat,

didengar maupun dialaminya. Dalam mengekspresikan pengalamannya, penyair atau
pencipta Lagu melakukan permainan kata-kata dan bahasa untuk menciptakan daya
tarik dan kekhasan terhadap lirik atau syairnya. Lirik lagu dalam sebuah lagu berfungsi
sebagai penjelas lagu yang disampaikan. Melalui lirik inilah sebuah lagu akan terasa
lebih mudah menyentuh perasaan seseorang bahkan yang baru mendengarkannya.
Pembuatan lirik lagu ini harus menguraikan tema lagu dengan baik, gunakanlah pilihan
kata yang sopan namun dapat mewakili perasaan hati kita.

Gbr. 13. Contoh lirik lagu bernotasi balok 34
Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap

Uji Kompetensi Bab III

I. Pengetahuan
1. Apakah yang dimaksud dengan lagu Unisono ?
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
2. Bagaimana langkah-langkah yang dilakukan untuk menggubah lagu modern secara
unisono ?
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
3. Apa sajakah 4 jenis musik yang termasuk ke dalam musik modern yang berkembang di
Indonesia, dan apa yang menjadi ciri dari masing-masing jenisnya !
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
4. Jelaskan fungsi lirik dalam lagu !
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________
5. Apakah yang dimaksud dengan melodi lagu ?
______________________________________________________________________
______________________________________________________________________

II. Ketrampilan
1. Gubahlah sebuah syair puisi untuk dibuat gubahan sederhana menjadi sebuah lagu !

2. Gubahalah sebuah lagu modern yang diawalai dengan pembuatan ritmik dan melodi,
kemudian

Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap 35

BAB IV
LAGU MODERN DALAM SAJIAN VOKAL GRUP

A. Konsep Penyajian Lagu Secara Vokal Grup
1. Pengertian Vokal Group dan ciri-cirinya

Vokal Grup adalah kumpulan beberapa penyanyi yang tergabung dan menya-
nyikan lagu dengan ketinggian suara yang berbeda, antara lain sopran, alto, bass,
tenor. Sopran dan alto merupakan jenis suara untuk wanita. Sedangkan bass dan
tenor merupakan jenis suara pada laki-laki. Vokal grup (ansambel vokal) ada-
lah kelompok penyanyi yang mengandalkan skill individual dan musikalitas yang ba-
gus. Perkembangan vokal grup dewasa ini bisa di bilang cukup maju, dilihat dari
warna vokal, pembawaan, ataupun penggarapan sudah menunjukkan perkembangan
yang luar biasa baik tingkat usia SMP, SMA, mahasiswa maupun umum.

Menyajikan lagu secara vokal grup dituntut untuk kreatif dalam memberian
variasi vokal yang menambah manis komposisi lagunya. Ciri-ciri vokal grup adalah :
a. Jumlah anggotanya, Vocal Group mempunyai anggota yang lebih sedikit dari

Paduan Suara, yaitu kurang lebih 3-10 orang dengan 1-2 pemusik.
b. Pembagian suara dalam Vokal Grup dibagi menjadi suara Alto, Mezzo-sopran,

Sopran, Tenor, Bariton, dan Bass sesuai kemampuan dan kecocokan suara
masing-masing.
c. Dari segi aransemen lagu, Vokal Grup aransemennya lebih bebas dan pemba-
waan lagunya lebih ekspresif.
d. Menggunakan improvisasi yang dominan
e. Dari segi alat musik pengiring Vokal Grup tidak hanya memakai alat musik akustik
saja tetapi juga boleh menggunakan alat music elektrik. Vokal grup juga boleh
tidak menggunakan alat musik pengiring atau dibawakan secara acapella.

2. Peran-peran dalam Vokal Grup
1. Lead Vocalist : lead vokal adalah bagian yang mengharuskan penyanyi
menyanyikan lagu dengan nada yang paling tinggi dan powerful dari yang lainnya
pada nada-nada tertentu.
2. Main Vocalist : main vokal adalah bagian vokal dengan nada suara yang sedang,
artinya tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah (biasanya Main Vocal Group
sering mendapat jatah menyanyikan lagu paling banyak)
3. Sub Vocalist : sub vokal adalah bagian vokal yang setingkat lebih rendah dari
main vokal (sub vokal biasanya mendapat bagian lagu yang paling sedikit), Sub
Vocal terkadang juga menjadi Sub Rapper.
4. Vokalist : Vokalis adalah bagian vokal yang hampir sama dengan Sub Vokal,
hanya saja biasanya Sub Vokal merangkap menjadi Sub Rapper, tapi kalau
Vocalist biasanya menjadi Back Sound ketika Lead Vokal bernyanyi..
Virus Vokal grup telah menyebar di seluruh dunia termasuk Indonesia. Banyak orang

mengagumi dan akhirnya terinspirasi dari salah satu grup musik yang sedang popular.
Indonesia yang merupakan salah satu negara yang mudah untuk menerima ide-ide dunia
permusikan sehingga dalam 20 tahun terakhir ini banyak bermunculan grup-grup vokal di

Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap 36

negara kita ini layaknya yang akhirnya menjadi terkenal. Beberapa grup vokal Indonesia
yang terkenal itu,ialah:
1. Warna

Warna yaitu grup vokal asal Indonesia yang beranggotakan Sarwana (tenor), Steven
(baritone), Ria (mezzosopran), Rr. Ira (sopran) dan Ari (alto) dua anggota sebelumnya
Dea Mirella dan Nina Tamam.

Gbr. 14. Vokal grup Warna

2. Kahitna
Kahitna, grup musik asal Bandung, dibentuk pada tanggal 24 Juni 1986 dan dimotori
oleh Yovie Widianto (piano). Walaupun kerap mengusung tema cinta dalam lirik-
nya, Kahitna juga terkenal bisa memadukan unsur musik jazz, pop, fusion, latin dan
bahkan etnik ke dalam bentuk ramuan aransemen yang memikat. Grup musik yang
mulai merajut kariernya lewat panggung festival dan cafe ini diakui mempunyai keku-
atan pada aransemen musiknya yang terbilang orisinil.

Gbr.15. Grup Vokal Kahitna

3. Tangga
Tangga merupakan salah satu grup musik yang berasal dari Indonesia. Anggotanya
berjumlah 4 orang yaitu Tahir Hadiwijoyo, Mohammed Kamga, Nerra
Merlin, dan Chevrina Ana

Gbr. 16. Grup Vokal Tangga 37
Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap

4. Project Pop
Project Pop merupakan grup musik asal Bandung yang terkenal dengan lirik lagunya
yang jenaka. Para anggotanya berasal dari grup komedi Padhyangan Project Pop
merupakan band komedi kreatif yang lahir dari Padhyangan, kelompok yang dibentuk
pada 4 Desember 1982 dan berangggotakan mahasiswa-mahasiswa dari Fakultas
Sastra Universitas Padjadjaran dan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas
Katholik Parahyangan. Kata Padhayangan sendiri merupakan singkatan dari
Padjadjaran dan Parahyangan. Mereka mendirikan kelompok ini dengan tujuan untuk
menyalurkan bakat dan ide-ide gila para anggotanya dalam bidang seni.

Gbr.17. Project Pop Vokal Grup

5. PASTO

Pada tahun 2002, 4 (empat) pria yaitu Leo Colling, Rudolf DeQueljoe, Bobby, dan
Rayen Pono tergabung dalam sebuah grup vokal bernama “Antero Black”. Tergabung

dalam Antero Bagus dibawah asuhan Chris Pattikawa, grup vokal ini mulai menambah

jam terbang dengan tampil di berbagai event. Tidak hanya bernyanyi di berbagai
event seperti company gathering, “Antero Black” juga memberikan pujian dalam
berbagai event rohani. Hingga akhirnya “Antero Black” bertemu dan berkenalan
dengan Glenn Fredly melalui Chris Pattikawa. Mulai awal tahun 2003, “Antero Black”
yang kemudian berubah nama menjadi ‘PASTO’ memulai petualangannya dibawah
bimbingan Glenn Fredly. Nama ‘PASTO’ sendiri diambil oleh Glenn Fredly dari nama

seorang anak dari penyanyi bernama Viona Paays yang sudah tiada. Untuk
mengenangnya, Glenn menamakan grup vokal ini ‘PASTO’.

Gbr.18. Pasto Grup Vokal 38
Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap

6. SMASH
7. GAC
8. JKT 48
9. Cowboy Junior, dan lain-lain.

3. Aransemen Vokal
Memecah suara dalam lagu merupakan hal yang pertama kali harus dicapai jika

lagu tersebut ingin dinyanyikan oleh kelompok paduan suara atau kelompok vocal
group.

Memang ada beberapa teknik untuk memecah suara tersebut, selain
memerlukan sedikit pengetahuan tentang akor, juga sebetulnya perlu belajar ilmu
harmoni, tapi ini bukan syarat mutlak jika lagu akan digunakan oleh kelompok sendiri.

Bagaimana langkah-langkah atau cara membuat aransemen (arrangement)
untuk paduan suara SATB atau vocal group, atau untuk aransemen suara yang lain,
semisal SSA, TTBB atau untuk kelompok anak-anak ? Atau juga jika kelompok vocal
group yang dimiliki hanya punya anggota terbatas yang tidak bisa mewakili suara
yang model mixed-choir (SATB) ?

Berikut ini adalah contoh langkah atau cara membuat aransemen untuk vokal
group sehingga menghasilkan partitur yang mudah dibaca atau dinyanyikan oleh
semua anggota penyanyi.
a. Mencari melodi utama atau pokok (cantus firmus) dari lagu tersebut.

Sumber lagu bisa dari mp3, atau dari buku lagu atau sheet music yang diunduh
dari internet yang hanya terdiri satu suara saja.
b. Mencari akor atau harmoni.
Langkah selanjutnya adalah memberi akor, bisa dengan mencari satu persatu
denga bantuan alat musik misalnya gitar atau orgen dan dari mp3 atau jika sudah
ada akornya, langsung menuju ke langkah berikutnya.
c. Memecah suara.
Langkah ini mengandalkan sedikit pengetahuan tentang akor. Misalnya, untuk lagu
dengan nada dasar Do=C, maka susunan nada pada akornya adalah sebagai
berikut :

C : do-mi-sol (c-e-g)
Dm : re-fa-la (d-f-a)
Em : mi-sol-si (e-g-b)
F : fa-la-do (f-a-c)
G : sol-si-re (g-b-d)
Am : la-do-mi (a-c-e)

Setelah itu dapat mulai dilakukan dengan memecah suara dengan acuan nada-
nada yang harmoni sesuai dengan akornya. Tapi harus diingat nada dasarnya,
karena untuk nada dasar yang berbeda, penggunaan akor akan berbeda pula.
d. Memberi nada untuk setiap suara.
Dengan pengetahuan akor di atas, maka tinggal memberi nada kepada suara
yang ada. Ada 3 nada untuk setiap akor, maka sudah cukup jika ingin membuat
aransemen untuk 3 suara (SSA, TTB, koor anak, vokal group dengan anggota

Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap 39

terbatas). Misalnya jika nada melodi pokok ditaruh pada suara sopran, nadanya

adalah 5 (sol), nada dasar do=C, dan akornya adalah C yang terdiri dari nada

1-3-5 (do-mi-sol)

2-4-6 (re-fa-la)

3-5-7 (mi-sol-si)

5-7-2 (sol-si-re)

6-1-3 (la-do-mi)

7-2-4 (si-re-fa)

Dengan begitu maka untuk suara lain bisa diberi nada yang lain. Misalnya, alto

nadanya 3 (mi), Tenor bernada 1 (do tinggi) dan Bas nadanya 1 (do natural). Jika

suara yang dipecah terdiri dari 4 suara, maka ada nada yang didobel (dipakai

bersama), pada contoh di atas adalah nada 1 (do).

Sebagai contoh kita buat vokal grup untuk wanita denga susunan 3 suara yaitu S1

S2 A atau Sopran 1, Sopran 2 (Mezzo sopran/ MS) dan Alto. Jia melodi pokok

atau utama lagu ada di Sopran 1, maka Sopran 2/ MS dan alto tinggal

menggunakan nada yang belum digunakan di akor tersebut sesuai dengan

ketinggian nadanya.

S 1 sol (melodi utama)

S 2/MS mi

A do

Contoh pembagian suara untuk vokal grup pria adalah Tenor, Bariton dan Bass.

Proses pembuatan aransemen vokalnya hampir sama langkahnya dengan vokal

grup untuk wanita tadi.

Tenor sol (melodi utama)

Bariton mi

Bass do

e. Melengkapi semua suara dengan akor yang sudah ada.
Tahap akhir adalah melengkapi semua suara dengan teknik seperti pada nomor 4.
Kreativitas dan pengembangan nada masing-masing suara bisa dilakukan, dengan
syarat ada 1 atau 2 suara yang dijaga untuk tetap memakai nada dalam akor,
sedangkan suara yang lain bisa diganti nadanya.

f. Improvisasi Lagu
Improvisasi lagu yaitu mengemas sajian vokal grup lebih menarik yaitu dengan
membuat variasi nada pada melodi lagu. Pembuatan variasi nada hanya dilakukan
hanya di beberapa bagian saja dengan catatan pengembangan nada atau variasi
nadanya harus tetap berjalan di akor yang sama. Variasi lainnya adalah dengan
menambahkan intro, interlude yang bisa diselingi overtone dan coda atau akhir
lagu yang menarik dan dinamis. Hal ini sangat tergantung pada kreativitas
anggota vokal grup terutama arranger atau pembuat aransemen.

Contoh Vokal Grup Indonesia Judul Lagu Pembagian Vokal

No Nama Grup Jumlah Personel Nola = Sopran
Lusi = Mezzo Sopran
1 AB Three 3 orang (Nola, Kerinduanku Widi = Ato
Lusi, Widi)

Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap 40

No Nama Grup Jumlah Personel Judul Lagu Pembagian Vokal

2 Kahitna Yovie Widiyanto Cerita Cinta Yovie = Piano
Hedy Yunus Hedy = Tenor
Carlo Saba Carlo = Bariton
Rony Waluya Rony = Bass

3 Lingua Frans Mohede Bila Kuingat Frans = Tenor
Amara Amara = Sopran
Arie Widiawan Arie = Bariton

Yana Julio Yana = Tenor

4 Elfa’s Singer Rita Effendi Rita = Sopran
Lita Zen Aku Jatuh Cinta Lita = alto
Arifin Yudanegara
Arifin = Bariton

Kiki Kiki = V 1
Iqbal = V 2
5 Coboy Junior Iqbal Kamu Aldi = V 3
Aldi Bastian = V 4

Bastian

B. Menggubah (mengaransemen) Lagu Modern Secara Vokal Grup
Menggubah lagu modern secara vokal grup lebih kepada mengaransemen lagu

modern menjadi variatif. Tahapan mengaransemen sebuah lagu modern hendaklah dipilih
lagu yang mempunyai pola melodi utama mudah dipahami bentuknya. Selain itu dipilih
juga lagu yang memiliki hanya satu birama. Pola lagu seperti itu akan lebih mudah
dikembangkan menjadi konsep sajian vokal grup.
1. Mengaransemen Lagu

Aransemen adalah gubahan lagu untuk orkes atau kelompok paduan musik, baik
secara vokal maupun instrumental. Penataan musik atau pengerjaannya bukan
sekadar perluasan teknis, namun juga menyangkut pencapaian nilai artistik yang
dikandungnya. Aransemen sering disingkat Arr. Aransemen yang baik perlu latihan
dan ketekunan yang terus-menerus. Seorang arranger harus mengerti tentang melodi
serta karakternya, harmoni serta ilmunya.
a. Beberapa hal yang harus diperhatikan di dalam membuat aransemen adalah

sebagai berikut :
 Sebuah nyanyian terdiri atas lagu dan syair. Jadi, jangan menitikberatkan lagu

dengan melupakan syair. Isi syair harus menjadi titik pangkal bersama dengan
lagu untuk menentukan gaya aransemen.
 Nyanyikanlah melodi tidak hanya secara lahiriah, tetapi juga dengan hati.
 Dengarlah dan susunlah akor-akor yang melatarbelakanginya. Dengarkan
suasana melodi dan iramanya.
 Dalam menyusun aransemen vokal yang penting adalah bunyinya. Aransemen
vokal tidak bisa dibunyikan dengan instrumen karena ambitus vokal dan alat
musik berbeda.

Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap 41

 Aransemen yang baik adalah hasil dari suatu perkembangan. Jangan terlalu
cepat membuat aransemen sebelum sebuah aransemen benar-benar matang.
Bunyi harus sama dengan apa yang diharapkan oleh komponisnya.

 Belum tentu sebuah aransemen akan berbunyi lebih indah karena detail dan
rumitnya susunan unsur-unsur musiknya. Belum tentu aransemen lima suara
akan lebih bagus daripada aransemen untuk empat suara atau tiga suara. Teori
harus dilakukan dengan praktik dan mengalami proses dan penyesuaian.

b. Langkah-langkah dalam membuat aransemen vokal adalah sebagai berikut :
 Wilayah Suara Manusia
Sebelum mengaransemen vokal terlebih dahulu mengetahui wilayah suara
manusia. Batas wilayah suara atas maupun bawah dapat dilampaui dengan satu
atau dua nada.
 Warna Register Suara Manusia
Warna register suara manusia dibedakan menjadi berikut.
1. Suara dada menciptakan suasana tenang, kurang enerjik, mudah menjadikan
lelah, dan biasanya lembut.
2. Suara tengah memiliki nada cemerlang, mantap, dan paling mudah untuk
dinyanyikan. Biasanya engan menggunakan pernafasan diafragma.
3. Suara kepala memperlihatkan ketegangan yang dibutuhkan untuk menge-
luarkan nada-nada, sering dipaksakan, hanya cocok untuk puncak-puncak lagu.
 Langkah-Langkah Menyusun Arasemen Vokal (Paduan Suara)
Perlu diperhatikan bahwa dalam menyusun aransemen vokal grup menangani tiga
sampai empat suara yang nyata, artinya harus menyusun empat melodi yang
bersama-sama mengungkapkan langkah-langkah harmonis.
Langkah-langkah adalah sebagai berikut :
1. Nyanyikan lagu beserta syair dan carilah kesan yang diungkapkan dalam nada
dan kata, suatu ajakan bersama; renungan pribadi; cerita; syukur; asmara; rasa
sedih; atau gembira.
2. Perhatikan pula bunyi kata-kata seperti warna huruf hidup (vokal) dan
penggunaan huruf mati (konsonan) yang memperkuat kesan tersebut.
3. Nyanyikan lagu dan perhatikan hal-hal berikut.
1) Mana tempo yang paling cocok?
2) Manakah kesatuan hitungan yang enak?
3) Di manakah letak penggalan setengah kalimat dan akhir kalimat?
4) Biasanya penggalan itu sama dengan tempat pengambilan napas, akhir baris
syair atau empat ruang birama.
5) Buatlah tanda pada setiap penggalan.

2. Menentukan lagu pop yang akan digubah atau diaransemen.
Tentukan lagu yang memiliki bentuk lagu yang sederhana berdasarkan pola

bentuk lagu yang mempunyai 2 atau 3 bentuk misalnya A dan B atau A-B dan C
dalam aplikasinya dalam sebuah rangkaian lirik lagu ke tiga bentuk ini bisa digunakan
secara berurutan atau selang seling atau berulang-ulang misalnya : A-B-A’B’, A-A’-B-
B’, A-A’-B-A”, A-B-A’-B-C, A-A’-B-B’-C dan sebagainya.

Contoh lirik lagu Apanya Dong ciptaan Titiek Puspa dan dipopulerkan oleh Euis
Darliah :

Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap 42

A Pikir-pikir apanya apanya, Apanya dong ?
Yang sebelah mana, sesuatu sangat menarik

A’ Pikir-pikir apanya apanya, Apanya dong ?
Dia punya apa, Sungguh mati aku tertarik

B Coba apa rambutnya, keningnya, semuanya biasa
Coba aku lihat lagi, yang mana yang menarik ?

B’ Mungkin itu matanya, hidungnya, semuanya biasa saja
Makin aku memandangnya, makin aku jatuh hati

C Apa apa apanya dong ? Apanya dong, apanya dong?
Dang ding dong...
Apa apa apanya dong ? Apanya dong, dang ding dong
Dang ding dong...

Contoh lagu dengan pola sederhana di atas bisa dianalisis dari pola melodinya
yang merupakan pengulangan pada bait-bait berikutnya, jadi yang berubah hanya
pada lirik atau syair lagunya yang merupakan pengulang motif dengan syair yang
berbeda tetapi dengan melodi yang sama.

Contoh lain adalah lagu Indonesia Jaya yang merupakan lagu Pop Nasional yang
mempunya melodi dan lirik lagu yang bermakna baik. Bentuk lagu ini A-B-C, akan
terlihat jelas dengan menganalisis lirik lagunya sebagai berikut :

Lirik Lagu INDONESIA JAYA

A Hari-hari Terus Berlalu
Tiada pernah berhenti
Sribu rintang jalan berliku
Bukanlah suatu penghalang

B Hadapilah segala tantangan
Mohon Petunjuk yang kuasa
Ciptakanlah Kerukunan Bangsa
Kobarkanlah, dalam dada, Semangat jiwa Pancasila...

C Hidup tiada mungkin,Tanpa perjuangan
Tanpa pengorbanan,Mulia adanya
Berpegangan tangan,Dalam satu cita
Demi masa depan Indonesia Jaya

Lirik lagu tersebut dapat kita analisis berdasarkan bentuknya, yaitu :
 Bait 1 pola A (pola lagu yang pertama)
 Bait 2 pola B (pada bagian ini sudah terjadi perubahan pola melodi dan pola

irama lagu, jadi bisa ditentukan menjadi pola B)
 Bait 3 pola C (pada bagian ini merupakan puncak lagu karena terjadi

perubahan melodi ke nada yang lebih tinggi dari A dan B

3. Mengaransemen lagu menjadi konsep vokal grup.
Tahapan selanjutnya adalah mengaransemen atau mengubah lagu modern dari
contoh lagu pop Indonesia Jaya.

Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap 43

Lagu Indonesia Jaya tersebut merupakan salah satu contoh lagu Pop satu suara
yang akan di ubah ke dalam sajian untuk vokal grup sederhana.

Tahapan aransemen ke dalam sajian vokal grup :
 Intro
Intro merupakan melodi awal yang dinyanyikan sebelum masuk ke lagu inti. Intro dapat
diambil dari penggalan bentuk lagu yang dianggap paling menarik pada lagu tersebut atau
dapat dibuat sendiri sesuai keinginan arrangernya. Yang terpenting melodi yang dibuat
masih sesuai akornya dengan lagu intinya. Berdasarkan partitur Indonesia Jaya tersebut,
kita bisa membuat contoh intro lagu seperti berikut ini :
Setelah bagian intro dinyanyikan langsung masuk ke lagu utama.

Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap 44

 Pembagian tugas untuk variasi perbedaan suara
Pada tahap selanjutnya kita harus membagi tugas bagian-bagian vokalnya untuk
memudahkan membagi variasi suaranya. Biasanya sebuah kelompok vokal grup terdiri
dari lebih dari satu orang dan maksimal 10 orang. Dari jumlah anggota ini bisa ditentukan
bagian-bagiannya. Pembagian suara dapat ditentukan dari jenis suara setiap anggota-
nya, siapa yang memiliki wilayah suara lebih tinggi, sedang, atau rendah. Seseorang yang
memiliki wilayah suara rendah seyogyanya tidak diberi tugas menyanyikan lagu-lagu
bernada tinggi atau sebaliknya, karena pada dasarnya seseorang mempunyai wilayah
suara atau nada sendiri-sendiri. Setelah dibagi tugas vokalnya kita memulai meren-
canakan variasi nada yang harmonis sesuai dengan akor lagu tersebut pada bagian-
bagian bentuk lagu yang akan dipecah suaranya.

Contoh pembagian dua suara sederhana

Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap 45

 Improvisasi
Kita dapat memperindah sajian vokal grup dengan memberikan improvisasi atau
pengembangan ekspresi yang tetap berpatokan pada akor lagunya walaupun biasanya
keluar dari melodi utama, Improvisasi biasanya dilakukan pada bagian lagu dengan not
panjang.

 Coda atau Akhir lagu
Bagian akhir lagu merupakan ajang kreativitas dari arranger untuk para personil vokal
grup. Pada bagian ini diharapkan arranger vokal dapat menciptakan akhir lagu yang
menarik, sehingga pendengar terkesan dengan keseluruhan lagu yang dibawakan dan
mendapat kesan yang sulit dilupakan. Akhir lagu dapat diambil dari salah satu melodi

Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap 46

pada bagian lagu yang paling menarik dan memiliki aksentuasi yang tegas atau juga
dapat keluar sama sekali dari pola melodi utama lagu yang penting selalu sesuai dengan
akor lagunya.

Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap 47

Uji Kompetensi Bab IV

I. Pengetahuan
1. Sebutkan ciri-ciri Vokal Grup !
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________

2. Jelaskan tahapan mengaransemen lagu modern ke dalam bentuk vokal grup !
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________

3. Sebutkan 3 kelompok vokal grup yang kamu ketahui dan tuliskan pula masing-
masing personilnya !
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________

4. Sebutkan 4 peran dalam vokal grup !
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________

5. Apakah yang dimaksud dengan akhir lagu ?
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________

III. Ketrampilan
1. Buatlah kelompok untuk membuat vokal grup minimal 4 siswa, maksimal 8
siswa, kemudian tentukan sebuah lagu modern yang akan dibawakan, lalu
buatlah aransemen sederhana menjadi sajian vokal grup !
2. Nyanyikanlah lagu yang sudah di aransir menjadi sajian vokal grup di depan
kelas secara berkelompok !

Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap 48

BAB V
TARI KREASI

A. Pengertian Tari Kreasi
Pada awalnya tari kreasi merupakan pengembangan dari tari rakyat dan tari

klasik. Tari kreasi baru muncul karena adanya panduan gerak dari berbagai
daerah atau dengan masuknya berbagai gerak tari dari Negara lain,
dikembangkan dengan unsur tradisi yang ada dan iringan musik yang bervariasi
sehingga menjadikan tari di Indonesia semakin beragam. Tari kreasi mempunyai
bentuk mengekspresikan artistik yang bersifat individual dan lebih menekankan
pada ekspresi dan estetika dari pertunjukkannya.

Pengertian tari kreasi adalah jenis tari yang koreografinya masih bertolak pada
tari tradisional atau pengembangan dari pola-pola tari yang sudah ada.
Terbentuknya tari kreasi karena karena dipengaruhi oleh gaya tari daerah lain atau
negara lain maupun hasil kreativitas penciptanya. Tokoh tari kreasi Indonesia
antara lain Bagong Kusudiarjo, Didik Nini Thowok, Retno Maruti dan Sardono W
Kusumo dan lain lain. Contoh tari kreasi : Tari Gebyar Trompong (Bali), Tari Oleg
Tambulilingan(Bali), Tari Manuk Rawa (Bali), Tari Karonsih (Jawa Tengah) Tari
Kipas, Tari Mainang Pulo Kampu (Sumatra).

Gambar.5.1 Tari Gebyar Trompong (Bali) Gambar 5.2 Tari Mainang Pulo Kampu(Sumatra) Gambar 5.3 Tari Manuk Rawa ( Bali )

B. Jenis Tari Kreasi
Perkembangan seni tari terjadi secara alami dan sesuai dengan tuntutan

zaman. oleh karena itu muncul keragaman seni tari baik di Nusantara maupun di
luar Nusantara / Mancanegara. Jenis tari kreasi dapat digolongkan menjadi dua
yaitu :
1. Tari kreasi berpolakan tradisi.

Tari kreasi yang garapannya dilandasi oleh kaidah-kaidah baik dalam
koreografi, musik/karawitan, tata rias dan busana, tata teknik pentasnya, tanpa
menghilangkan esensi tradisinya. Contoh tari kreasi:

Gambar 5.4 Tari Gambyong (Jawa Tengah) Gambar 5.5 Nandak Gojek Betawi Gambar 5.6 Tari Merak (Jawa Barat )

Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap 49

2. Tari Kreasi Baru Tidak Berpolakan Tradisi ( non tradisi)
Tari kreasi baru yang garapannya melepaskan diri dari pola-pola tradisi

baik dalam hal koreografi, musik, rias dan busana maupun tata teknis
pentasnya. Salah satu tari kreasi baru nontradisi, yaitu tari kontemporer.

a. b. c.
Gambar 5.7 a, b, c Tari kontemporer

C. Keunikan Gerak Tari Kreasi
Tari kreasi mengalami perkembangan dari pola-pola tarian nusantara yang

telah ada. Susunan tari tradisi tidak terikat pada pola gerak dan aturan yang baku.
Koreografi dan teknik gerak tari kreasi dapat menyesuaikan pada keadaan saat ini
yang sedang tren.
1. Tari Gegot

Tari Gegot merupakan tarian yang menggambarkan kehidupan para
remaja putri Betawi yang sedang bersendau gurau dalam menjalankan masa
remajanya, canda dan tawa mewarnai kehidupannya. Ide garapan tarian ini
berangkat dari karakter topeng, panji dan jingga, di mana dua karakter tersebut
mewakili kehidupan keseharian manusia dari dua karakter tersebut
disimpulkan menjadi bentuk tari pergaulan dan gerak canda dapat diartikan
sebagai kebersamaan. Tari Betawi yang diciptakan Entong Sukirman dan
Kartini Kisam pada tahun 1976 diiringi musik Topeng Betawi, yaitu kendang,
gong, kempul, kenong tiga, kenceng,kecrek, serta rebab (tari pertunjukkan).
Tari yang disusun sengaja untuk dipertontonkan, jadi dalam penyajiannya
mengutamakan segi artistiknya, penggarapan koreografi yang baik, serta tema
dan tujuan yang jelas.

Gambar 5.8 Tari Gegot

2. Tari Ronggeng Blantek Gambar 5.9 Ronggeng Blantek
Tari Ronggeng Blantek merupakan tari kreasi
50
baru yang diangkat dari teater Betawi, yaitu
Topeng Blantek, dimana dalam memulai sebuah
pertunjukkan topeng biasanya sebagai pembuka
diawali dengan sebuah pertunjukkan tari yang
disebut Ronggeng Blantek.

Modul Seni Budaya Kelas IX Semester 1 SMP Kabupaten Cilacap


Click to View FlipBook Version