4.4.3 Langkah-langkah Konfigurasi Web Server
Sebelum melakukan konfigurasi web server terlebih dahulu kita sudah meng-
konfigurasi Static dan DNS server seperti bab sebelumnya. Berikut cara konfigurasi web
server.
1. Pertama install paket apache2 perintahnya apt-get install apache2
root@debian:/etc/bind# apt-get install apache2
Gambar 4.4.3.1 Install paket apache2
Gambar 4.4.3.2 Sesudah install apache2
2. Masuk ke perintah nano /etc/apache2/sites-enabled/000-default.conf
root@debian:/etc/bind# nano /etc/apache2/sites-enabled/000-default.conf
96
Gambar 4.4.3.3 Perintah apache2
3. Jika sudah meng-enter perintah sebelumnnya maka tampilannya seperti berikut.
Gambar 4.4.3.4 Tampilan apache2
Disini ada yang harus di konfigurasi seperti menambah ServerAlias dengan
www.domain.com dan menghapus tanda pagar (#) di ServerName. Setelah itu untuk
ServerAdmin diubah (webmaster@domain yang dibuat) dan DocumentRoot
/var/www/html ditambah /rifan untuk penambahan sesuai keinginan. berikut cara
konfiguarsinya.
97
Gambar 4.4.3.5 Setelah di konfigurasi
Jika sudah seperti diatas maka save.
4. Kemudian masuk ke directori /var/www/html perintahnya cd /var/www/html setelah
masuk direktori html selanjutnya mkdir rifan untuk menambahkan folder pada
DocumentRoot seperti konfigurasi sebelumnya. berikut tampilan perintahnya
root@debian:/etc/bind# cd /var/www/html
root@debian:/var/www/html# mkdir rifan
Gambar 4.4.3.6 Masuk directori html
Gambar 4.4.3.7 Menambah folder rifan
98
5. Selanjutnya memasukkan folder rifan ke html sebelumnya dengan perintah cd rifan
lalu setelah itu masuk ke perintah nano index.html berikut tampilan perintahnya.
root@debian:/var/www/html# cd rifan
root@debian:/var/www/html/rifan# nano index.html
Gambar 4.4.3.8 Menambah folder rifan dan perintah membuat html
6. Jika sudah mengetik perintah nano index.html maka tampilannya seperti berikut.
Gambar 4.4.3.9 Tampilan awal html
Bisa dilihat, tampilan awalnya kosong, disinilah kita membuat html yang diinginkan.
Untuk mengetahui kode html bisa dicari di internet. Disini saya akan membuat web bertulis
INI WEB SAYA. Berikut konfigurasinya.
99
Gambar 4.4.3.10 Konfigurasi pada html
Jika sudah save.
7. Kemudian restart dengan perintah service apache2 restart
root@debian:/var/www/html/rifan# service apache2 restart
Gambar 4.4.3.11 Restart apache2
8. Setelah itu cek di chrome kemudian ketik www.(domain yang kita buat).com berikut
tampilannya.
100
Gambar 4.4.3.12 Hasil Chorome dari apache html
Bisa dilihat, di web muncul kalimat INI WEB SAYA maka disini konfigurasi web
server telah berhasil kita buat.
4.4.4 Fungsi Perintah Web Server
Fungsi perintah yang digunakan saat konfigurasi Web Server
1. apt-get install apache2 agar mudah melakukan konfigurasi install apache2
root@debian:/etc/bind# apt-get install apache2
Gambar 4.4.3.1 Install paket apache2
101
2. nano /etc/apache2/sites-enabled/000-default.conf perintah ini berfungsi untuk
melakukan konfigurasi pada file apache salah satunya document root.
Document root berfungsi untuk meletakkan halaman website yang telah kita
buat.
root@debian:/etc/bind# nano /etc/apache2/sites-enabled/000-default.conf
Gambar 4.4.3.3 Perintah apache2
1. cd /var/www/html setelah masuk direktori html, kemudian membuat file direktori
baru dengan mkdir rifan
root@debian:/etc/bind# cd /var/www/html
root@debian:/var/www/html# mkdir rifan
Gambar 4.4.3.6 Masuk directori html
Gambar 4.4.3.7 Menambah folder rifan
2. cd rifan untuk memasuk direktori yang diinginkan (rifan) nano index.html berfungsi
untuk masuk index.html, disitu kita melakukan konfigurasi pada html untuk website
kita.
root@debian:/var/www/html# cd rifan
root@debian:/var/www/html/rifan# nano index.html
102
Gambar 4.4.3.8 Menambah folder rifan dan perintah membuat html
3. service apache2 restart konfigurasi pada paket apache2 dapat diterapakan
root@debian:/var/www/html/rifan# service apache2 restart
Gambar 4.4.3.11 Restart apache2
103
4.5 Secure Shell (SSH Server)
4.5.1 Pengertian SSH Server
SSH Server adalah suatu software yang berfungsi untuk menerima request dari client,
yang bertugas mendeskripsi enkripsi client dan mengjalankan printah yang di instruksikan
client. SSH Server Berjalan pada port 22 dengan TCP Koneksi. Selain itu SSH Juga bisa di
pakai untuk melakukan pertukaran data seperti FTP, dengan menggunkan sfpt:// SSH Server
dapat berjalan layaknya FTP dengan Secure. Dalam penggunaan, SSH Server perlu server
maupun peangkat computer dan client untuk pertukaran data. Computer dan client harus sama-
sama memiliki SSH server.
4.5.2 Fungsi SSH Server
Ada beberapa fungsi SSH, salah satunya adalah menggantikan telnet, ftp, rlogin yang
sebagian besar berfungsi menjamin keamanan data dalam transaksi data. Fungsi SSH juga di
manfaatkan sebagai besar network admin di negara-negara besar. Kenapa demikian? Karena
network admin dapat mengontrol web dan jenis jaringan lainnya seperti WAN. Fungsi SSH
sebagai pengganti protocol sebelumnya yang di anggap kurang aman.
Dari fungsi SSH di atas ada juga fungsi SSH dari segi yang lain:
1. Protocol untuk pertukaran data dalam satu jaringan.
2. Melakukan enkripsi terhadap data yang di kirim.
3. Sangat memastikan kerahasiaan data, sehingga hanya pengirim dan penerima yang
mengetahuinya.
4. Autentifikasi memastikan dengan benar alamat pengirim dan penerima yang dituju.
104
4.5.3 Langkah-langkah Konfigurasi SSH Server
Berikut konfigurasi pada SSH.
1. Pertama, install paket SSH yaitu dengan perintah apt-get install ssh berikut
tampilannya.
root@debian:/var/www/html/rifan# apt-get install ssh
Gambar 4.5.3.1 Install paket SSH
Gambar 4.5.3.2 Sesudah menginstall paket
2. Selanjutnya ketik perintah nano /etc/ssh/sshd_config berikut tampilannya.
root@debian:/var/www/html/rifan# nano /etc/ssh/sshd_config
Gambar 4.5.3.3 Perintah SSH
105
3. Maka tampilan awalnya seperti berikut.
Gambar 4.5.3.4 Tampilan awal
Kemudian, port 22 dan addressfamily tanda pagar dihapus. Ada yang harus ditambah
pada konfigurasi ini. Berikut tampilannya.
Gambar 4.5.3.5 Setelah di konfigurasi
Kemudian Save.
106
4. Setelah konfigurasi langkah berikutnya adalah restart SSH yaitu service ssh restart
berikut tampilannya.
root@debian:/var/www/html/rifan# service ssh restart
Gambar 4.5.3.6 Restart SSH
5. Buka aplikasi FileZilla Client untuk pengecekkan SSH berhasil atau tidak, berikut
tampilannya.
Gambar 4.5.3.7 Apk FileZille Client
6. Setelah membuka, maka tampilannya akan seperti ini.
107
Gambar 4.5.3.8 Tampilan FileZilla
Kemudian cek, host di isi dengan sftp://192.168.99.9 (IP address yang digunakan)
kemudian Username di isi dengan root, lalu password di isi sesuai password masuk ke debian
kalian contoh 1, setelah itu port kita isi sesuai konfigurasi kita tadi yaitu port 22. Setelah terisi
semua maka klik Quickconnect. Berikut tampilannya.
108
Gambar 4.5.3.9 Pengecekkan
Jika pengiriman data berhasil tidak erorr maka konfigurasi pada SSH berhasil.
4.5.4 Fungsi Perintah SSH Server
Fungsi peritah SSH Server sebagai berikut.
1. apt-get install ssh menginstall paket ssh
root@debian:/var/www/html/rifan# apt-get install ssh
Gambar 4.5.4.1 Install paket SSH
2. nano /etc/ssh/sshd_config melakukan konfigurasi pada ssh dan mengatur user,
password dan port yang digunakan untuk mentransfer data ke filezilla.
109
root@debian:/var/www/html/rifan# nano /etc/ssh/sshd_config
Gambar 4.5.4.2 Perintah SSH
3. service ssh restart agar bisa menerapkan konfigurasi ssh
root@debian:/var/www/html/rifan# service ssh restart
Gambar 4.5.3.6 Restart SSH
110
4.6 Mail Server
4.6.1 Pengertian Mail Server
Mail server adalah sebuah server atau layanan internet berbasis cloud computing yang
digunakan untuk mengirim dan menerima email dalam satu jaringann server mail yang sama.
Mail server dapat mengumpulkan, mengolah, dan mengirim data-data serta informasi dalam
bentuk email/surat elektronik dengan menggunakan domain email khusus atau domain email
tersendiri. Mail server menggunakan dasar layanan client-server, dimana client dapat
mengakses server email melalui aplikasi.
Ada tiga protocol utama dalam mengirimkan email melalui mail server, yaitu protocol
SMTP (Simple Mail Transfer Protocol), POP3 (Post Office Protocol V3), dan IMAP SMTP.
SMTP lebih banyak digunakan untuk menampung data serta mengirimkan email ke alamat
email lain yang ingin dituju. Protocol POP3 dan protocol IMAP lebih banyak digunakan untuk
memudahkan user dalam membaca dan mengakses email secara remote.
4.6.2 Fungsi Mail Server
Fungsi utama mail server adalah sebagai program yang mengatur agar email dapat
dikirim oleh pengirim email dan diterima oleh penerima email dengan aman, cepat, dan tanpa
kendala. Mail server juga digunakan untuk mengatur penerimaan, pengolahan, pengaturan,
serta penyalur proses respon atas email-email yang masuk kedalam kotak masuk pesan. Tujuan
dari layanan dan program mail server itu sendiri adalah membuat jaringan dan koneksi
transportasi email menjadi lebih aman, cepat, tanpa gangguan, dan lain sebagainya.
Tidak hanya itu, fungsi utama dari program mail server adalah sebagai aplikasi yang
dapat digunakan untuk menginstall email. Oleh sebab itu, aplikasi mail server sangat penting
untuk digunakan dan dimanfaatkan yaitu untuk mengatur jalannya proses distribusi email serta
program untuk merespon setiap email yang masuk maupun keluar.
4.6.3 Komponen Mail Server
111
Hal ini penting dimiliki oleh sebuah mail server agar dapat berfungsi maksimal dalam
proses menerima dan mengirim email dengan lancar. Pada dasarnya mail server memiliki dua
aplikasi yaitu SMTP (Simple Mail Transfer Protocol), dan POP (Post Office Protocol). Namun
selain itu, mail server memiliki beberapa hal yang penting sebagai komponen dasar pendukung
serta pengoperasiannya. Beberapa komponen yang biasanya dimiliki oleh mail server ada tiga,
yaitu sebagai berikut :
1. MUA (Mail User Agent)
MUA memiliki beberapa program utama terkait dengan proses membaca dan
membuat email. Jadi MUA bertugas sebagai program untuk membaca email,
menerima, serta perintah-perintah untuk membuat dan mengirimkan pesan. MUA
disebut juga sebagai email reader atau pembaca email, karena fungsi utamanya adalah
perintah-perintah dalam email seperti menerima email, serta mengirim balasan email.
Ada beberapa MUA yang juga dilengkapi dengan Multipurpose Internet Mail
Extension (MIME), yaitu program yang digunakan untuk mengirimkan email yang
berisi file atau attachment-attachment tertentu.
2. MTA (Mail Transport Agent)
MTA adalah salah satu komponen mail server yang bertugas untuk mengurus
bagian program pengiriman email. MTA akan melakukan fungsifungsi yang harus
dilakukannya antara lain adalah menerima dan memproses pesan-pesan email yang
masuk melalui berbagai macam jaringan, menentukan alamat tujuan sebagai bahan
pertimbangan bagaimana cara mengirimkan sebuah pesan email tersebut, serta
menggunakan daftar distribusi untuk mengirimkan salinan pesan.
3. MDA (Mail Delivery Agent)
112
MDA merupakan bagian program dari mail server yang bertugas sebagai agen
pengiriman pesan email. MDA memiliki dua komponen utama, yaitu sebuah database
yang berisi saluran atau jaringan untuk mengirimkan pesan, serta yang kedua adalah
delivery agent yang bertugas untuk mengirimkan pesan email sesuai dengan jaringan
yang dipilih.
4.6.4 Jenis-jenis Mail Server
Mail server memiliki berbagai jenis-jenis tertentu berdasarkan sistem pengoperasian
dan programnya Beberapa jenis mail server diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Sendmail
Sendmail adalah sistem mail server yang paling standar dan banyak digunakan pada
sistem operasi Linux/Unix.
2. Postfix
Postfix merupakan mail server yang dibuat berdasarkan hasil pengembangan dari
server Sendmail. Bedanya, Postfix dapat dijalankan pada sistem operasi Linux/Unix serta
Mac OS X. Postfix ini diharapkan dapat menggantikan server dari Sendmail.
3. Qmail
Qmail adalah mail server yang disebut-sebut sebagai server teraman dalam sistem
operasi mail server. Hal ini dikarenakan Qmail belum memiliki sedikitpun celah keamanan
yang dapat mengganggu maupun merusak kinerja mail server tersebut. Qmail telah banyak
digunakan oleh penyedia email besar seperti Hotmail dan Yahoo.
113
4.6.5 Contoh Mail Server
Pada dasarnya mail server bekerja dalam mode client server. Maka dari itu, ada
beberapa aplikasi dan program mail server yang dapat dibedakan berdasarkan komponennya
menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut :
1. Komponen Mail Transfer Agent (MTA), contohnya aplikasi Sendmail, Postfix,
Exim, Qmail, MAilX, Pine, dan Netscape.
2. Komponen Mail Delivery Agent (MDA), contohnya mail server yang berfungsi
mendistribusikan email yang datang ke MTA sesuai mailbox masingmasing user.
3. Komponen Mail User Agent (MUA), contohnya Thunderbird, Outlook, Eudora Mail,
Kmail, dan Evolution.
4.6.6 Langkah-langkah Konfigurasi Mail Server
Berikut konfigurasi pada Mail Server.
1. Pertama, install paket php, php-curl dan php-xml.
root@debian:/etc/bind# apt-get install php php-curl php-xml
Gambar 4.6.6.1 Install paket PHP
114
Gambar 4.6.6.2 Masukkan CD/ISO
Gambar 4.6.6.3 Sesudah Install PHP
115
2. Selanjutnya install paket dovecot, berikut tampilannya.
root@debian:/etc/bind# apt-get install dovecot-imapd dovecot-core
Gambar 4.6.6.4 Install paket dovecot
Gambar 4.6.6.5 Sesudah install dovecot
3. Kemudian install postfix.
root@debian:/etc/bind# apt-get install postfix
Gambar 4.6.6.6 Install postfix
116
4. Setelah install postfix, maka muncul tampilan seperti dibawah ini.
Gambar 4.6.6.7 Setelah install postfix
Pilihlah internet site, Kemudian enter.
5. Setelah memilih internet site, maka tampilannya seperti berikut.
117
Gambar 4.6.6.8 Masukkan domain yang telah dibuat
Masukkan domain sesuai yang kita buat, contoh rifansetiadi.com. Setelah pengisian
domain selesai tekan <OK>.
Gambar 4.6.6.9 Setelah memasukkan domain
118
6. Selanjutnya ketik perintah nano /etc/postfix/main.cf berikut tampilannya.
root@debian:/etc/bind# nano /etc/postfix/main.cf
Gambar 4.6.6.10 Perintah postfix
7. Setelah ketik perintah tersebut, maka tampilannya seperti berikut.
Gambar 4.6.6.11 Tampilan awal postfix
Berikut konfigurasinya.
Cari kalimat myhostname = domain pada saat di install
myhostname = mail.domain (mail.rifansetiadi.com)
119
buatkan perintah baru =
home_mailbox =Maildir/
# SMTP-Auth setting (bisa digunakan bisa juga tidak)
smtpd_sasl_type = dovecot =
smtpd_sasl_path = private/auth
smtpd_sasl_auth_enable = yes
smtpd_sasl_security_options = noanonymous
smtpd_sasl_local_domain = Smyhostname
smtpd_recipient_restrictions
permit_mynetworks,permit_auth_destination,permit_sasl_authenticated,reject
Berikut tampilan konfigurasinya.
120
Gambar 4.6.6.12 Tampilan setelah dikonfigurasi
Jika sudah seperti diatas, lalu save.
8. Kemudian cek konfigurasinya tadi dengan perintah postconf -n. Berikut tampilannya.
root@debian:/etc/bind# postconf -n
Gambar 4.6.6.13 Pengecekkan konfigurasi dengan Postconf -n
121
Jika ada unused maka cek ulang settingan main.cf. Jika tidak ada maka konfigurasi
sudah tepat.
9. Kemudian restart postfix dengan perintah service postfix restart
root@debian:/etc/bind# service postfix restart
Gambar 4.6.6.14 Restart postfix
10. Selanjutnya ketik perintah nano /etc/dovecot/dovecot.conf
root@debian:/etc/bind# nano /etc/dovecot/dovecot.conf
Gambar 4.6.6.15 Perintah dovecot
11. Cari kalimat #listen = * :: seperti dibawah ini.
Gambar 4.6.6.16 Tampilan awal dari dovecot
Hapus tanda pagar (#) pada kalimat listen berikut konfigurasinya.
Gambar 4.6.6.17 Setelah di konfigurasi
122
12. Kemudian ketik perintah nano /etc/dovecot/conf.d/10-auth.conf berikut tampilannya.
root@debian:/etc/bind# nano /etc/dovecot/conf.d/10-auth.conf
Gambar 4.6.6.18 Perintah pada 10-auth
13. Setelah mengetik perintah tersebut. Cari kalimat auth_mechanisms = plain berikut
tampilannya.
Gambar 4.6.6.19 Tampilan dari 10-auth
Ada yang harus di konfigurasi, berikut konfigurasinya. Setelah dikonfigurasi jangan
lupa save
Gambar 4.6.6.20 Setelah di konfigurasi
14. Selanjutnya ketik nano /etc/dovecot/conf.d/10-mail.conf berikut tampilannya.
root@debian:/etc/bind# nano /etc/dovecot/conf.d/10-mail.conf
Gambar 4.6.6.21 Perintah 10-mail.conf
123
15. Cari kalimat # mail_location =, seperti dibawah ini.
Gambar 4.6.6.22 Tampilan awal 10-mail.conf
# mail_location = maildir:~/Maildir yang paling atas tanda pagarnya dihapus
kemudian mail_location = mbox:~/mail:INBOX=/var/mail/%u di tambah tanda pagar.
Berikut cara konfigurasinya. Kemudian save.
Gambar 4.6.6.23 Setelah di konfigurasi
16. Lalu ketik peirntah nano /etc/dovecot/conf.d/10-master.conf berikut tampilannya.
root@debian:/etc/bind# nano /etc/dovecot/conf.d/10-master.conf
Gambar 4.6.6.24 Perintah 10-master.conf
17. Cari # Postfix smtp-auth berikut tampilannya.
124
Gambar 4.6.6.25 Tampilan awal 10-master.conf
Berikut konfigurasinya seperti dibawah ini.
Gambar 4.6.6.26 Setelah di konfigurasi
18. Setelah sudah dikonfigurasi kemudian kita restart dengan peirntah service dovecot
restart berikut tampilannya.
root@debian:/etc/bind# service dovecot restart
Gambar 4.6.6.27 Restart dovecot
19. Kemudian kita menambahkan direktori mail dengan perintah mkdir /var/www/mail
berikut tampilannya.
root@debian:/etc/bind# mkdir /var/www/mail
Gambar 4.6.6.28 Menambah direktori
125
20. Lalu buka FileZilla untuk mentransfer data rainloop untuk ke web.
Gambar 4.6.6.29 Sebelum pengiriman data rainloop
Untuk pengiriman data, dibagian Remote site diketik direktori yang kita tambahkan
tadi yaitu /var/www/mail kemudian cari data rainloopnya kemudian transfer file di
/var/www/mail berikut tampilannya.
126
Gambar 4.6.6.30 Setelah pengiriman data rainloop
21. Selanutnya kembali ke linux ketik perintah cd /etc/apache2/sites-available/ berikut
tampilannya.
root@debian:/etc/bind# cd /etc/apache2/sites-available/
root@debian:/etc/apache2/sites-available#
Gambar 4.6.6.31 Memasuki direktori apache2
22. Kemudian ketik perintah cp 000-default.conf mail.conf berikut tampilannya.
root@debian:/etc/apache2/sites-available# cp 000-default.conf mail.conf
127
Gambar 4.6.6.32 Mengcopy data
23. Kemudian ketik perintah nano mail.conf berikut tampilannya.
root@debian:/etc/apache2/sites-available# nano mail.conf
Gambar 4.6.6.33 Membuka file mail.conf
24. Tampilannya akan seperti berikut.
Gambar 4.6.6.34 Tampilan awal mail.conf
128
Berikut konfigurasinya.
Gambar 4.6.6.35 Setelah di konfigurasi
25. Kemudian kita ketik perinta a2ensite mail.conf, Digunakan untuk meng-akifkan
konfigurasi virtualhost yang telah kita buat didalam apache. Berikut perintahnya.
root@debian:/etc/apache2/sites-available# a2ensite mail.conf
Gambar 4.6.6.36 Mengaktifkan mail.conf
26. Selanjutnya ketik perintah systemctl reload apache2.service berikut perintahnya.
root@debian:/etc/apache2/sites-available# systemctl reload apache2.service
Gambar 4.6.6.37 Reload apache2
27. Kemudian kita ketik perintah chmod 777 /var/www/mail -R fungsi untuk mengubah
perizinan suatu direktori/file. Berikut tampilannya.
root@debian:/etc/apache2/sites-available# chmod 777 /var/www/mail -R
129
Gambar 4.6.6.38 Perintah chmod
28. Kemudian kita membuat user, berikut tampilannya.
root@debian:/etc/apache2/sites-available# adduser rifan
Gambar 4.6.6.39 Membuat user
Buatlah 2 user agar bisa saling mengirim email.
29. Kemudian kita cek di web dengan mengetik mail.rifansetiadi.com apakah berhasil
atau tidak berikut tampilannya.
130
Gambar 4.6.6.40 Login awal mail
Bisa dilihat, tampilan login pada mail.
30. Jika ingin masuk, login diisi dengan admin dan password diisi dengan 12345 berikut
tampilannya.
131
Gambar 4.6.6.41 Tampilan dari mail
31. Setelah mengisi, maka tampilan dalam mail seperti berikut.
Gambar 4.6.6.42 Tampilan dalam mail
132
32. Kemudian kita cek mail kita apakah gagal atau tidak berikut pengecekkannya.
Gambar 4.6.6.43 Pengujian mail
33. Kemudian kita masuk ke salah satu user untuk mengirim email berikut tampilannya.
Gambar 4.6.6.44 Tampilan awal saat menggunakan user
133
Untuk pengisian email diisi dengan user yang kita buat kemudian beserta domain kita,
contoh [email protected] kemudian untuk password diisi dengan password yang kita
buat pada saat pembuatan user, contoh 1. Jika sudah kemudian enter.
34. Setelah mengisi email dan password, maka tampilannya seperti berikut.
Gambar 4.6.6.45 Tampilan dalam user
35. Kemudian kita mencoba mengirim ke user 2 apakah bisa terkirim atau tidak, klik
tombol New kemudian, isi sesuai kaingin dan email yang di tuju berikut tampilannya.
134
Gambar 4.6.6.46 Menguji pengiriman email ke user 2
Jika sudah di isi seperti diatas, kemudian kita klik send.
36. Lalu kita cek di user 2 apakah user 1 berhasil mengirim atau tidak. Berikut hasil
tampilannya.
135
Gambar 4.6.6.47 Pengeckkan di user 2
Bisa dilihat muncul pengiriman yang dikirim oleh user 1. Maka dari sini konfigurasi
pada mail server telah berhasil.
4.6.7 Fungsi Perintah Mail Server
Berikut konfigurasi pada Mail Server.
1. apt-get install php php-curl dan php-xml. Mengaktifkan/menginstall paket php dan
sebagainya.
root@debian:/etc/bind# apt-get install php php-curl php-xml
Gambar 4.6.7.1 Install paket PHP
2. apt-get install dovecot-imapd dovecot-core menginstall paket dovecot dan lainnya
136
root@debian:/etc/bind# apt-get install dovecot-imapd dovecot-core
Gambar 4.6.7.2 Install paket dovecot
3. apt-get install postfix. Menginstall paket postfix agar mudah melakukan konfigurasi
root@debian:/etc/bind# apt-get install postfix
Gambar 4.6.7.3 Install postfix
4. nano /etc/postfix/main.cf berfungsi melakukan konfigurasi pada postfix dan smtpd
pada postfix
root@debian:/etc/bind# nano /etc/postfix/main.cf
Gambar 4.6.7.4 Perintah postfix
5. postconf -n. mengecek kesalahan pada postfix
root@debian:/etc/bind# postconf -n
137
Gambar 4.6.7.5 Pengecekkan konfigurasi dengan Postconf -n
6. service postfix restart merestart postfix agar bisa diterapkan
root@debian:/etc/bind# service postfix restart
Gambar 4.6.7.6 Restart postfix
7. nano /etc/dovecot/dovecot.conf untuk melakukan konfigurasi pada
dovecot/dovecot.conf
root@debian:/etc/bind# nano /etc/dovecot/dovecot.conf
Gambar 4.6.7.7 Perintah dovecot
8. nano /etc/dovecot/conf.d/10-auth.conf melakukan konfigurasi pada 10-auth.con.
138
root@debian:/etc/bind# nano /etc/dovecot/conf.d/10-auth.conf
Gambar 4.6.7.8 Perintah pada 10-auth
9. nano /etc/dovecot/conf.d/10-mail.conf melakukan konfigurasi pada 10-mail.conf.
root@debian:/etc/bind# nano /etc/dovecot/conf.d/10-mail.conf
Gambar 4.6.7.9 Perintah 10-mail.conf
10. nano /etc/dovecot/conf.d/10-master.conf melakukan konfigurasi pada 10-
master.conf.
root@debian:/etc/bind# nano /etc/dovecot/conf.d/10-master.conf
Gambar 4.6.9.10 Perintah 10-master.conf
11. service dovecot restart merestart dovecot yang telah dikonfigurasi
root@debian:/etc/bind# service dovecot restart
Gambar 4.6.7.11 Restart dovecot
12. mkdir /var/www/mail membuat folder mail
139
root@debian:/etc/bind# mkdir /var/www/mail
Gambar 4.6.7.12 Menambah direktori
13. cd /etc/apache2/sites-available/ fungsinya memasuki direktori apache2
root@debian:/etc/bind# cd /etc/apache2/sites-available/
root@debian:/etc/apache2/sites-available#
Gambar 4.6.7.13 Memasuki direktori apache2
14. cp 000-default.conf mail.conf fungsi menggandakan atau mengcopy 000-default.conf
file mail.conf
root@debian:/etc/apache2/sites-available# cp 000-default.conf mail.conf
Gambar 4.6.7.14 Mengcopy data
15. nano mail.conf berfungsi agar kita dapat melakukan konfigurasi domain mail
pada file mail.conf
root@debian:/etc/apache2/sites-available# nano mail.conf
Gambar 4.6.7.15 Membuka file mail.conf
140
16. a2ensite mail.conf, Digunakan untuk meng-akifkan konfigurasi virtualhost yang
telah kita buat didalam apache. Berikut perintahnya.
root@debian:/etc/apache2/sites-available# a2ensite mail.conf
Gambar 4.6.7.16 Mengaktifkan mail.conf
17. systemctl reload apache2.service mengaktifkan konfigurasi baru dari a2ensite.
root@debian:/etc/apache2/sites-available# systemctl reload apache2.service
Gambar 4.6.7.17 Reload apache2
18. chmod 777 /var/www/mail -R fungsi untuk mengubah perizinan suatu direktori/file.
Berikut tampilannya.
root@debian:/etc/apache2/sites-available# chmod 777 /var/www/mail -R
Gambar 4.6.7.18 Perintah chmod
19. Kemudian kita membuat user, berfungsi menambahkan user agar bisa saling
menghubungi satu sama lain
root@debian:/etc/apache2/sites-available# adduser rifan
141
Gambar 4.6.7.19 Membuat user
142
4.7 Proxy Server
4.7.1 Pengertian Proxy Server
Proxy adalah sebuah suatu server yang menyajikan suatu layanan untuk meneruskan
setiap permintaan pengguna/user kepada server lain yang terdapat di internet. Pengertian lain
dari proxy adalah suatu program komputer yang berperan sebagai penghubung antara suatu
komputer dengan internet.
4.7.2 Fungsi Proxy Server
Fungsi proxy adalah sebagai berikut :
1. Fungsi Conecting Sharing
Sebagai connecting sharing proxy berfungsi sebagai penghubung atau perantara
dalam mengambil data dari suatu alamat IP (Internet Protocol) ke alamat IP lainnya atau
dapat juga kepada IP komputer pengguna/user.
2. Fungsi Filtering
Dalam fungsi filtering ada beberapa proxy yang telah dilengkapi dengan firewall
yang bisa memblokir beberapa atau sebuah alamat IP yang tidak diinginkan, oleh karena
itu beberapa website tidak bisa diakses dengan menggunakan proxy tersebut.
3. Fungsi Caching
Fungsi caching adalah fungsi dimana proxy yang dilengkapi dengan media
penyimpanan data dari suatu web, dari query ataupun permintaan akses pengguna. Misal
143
permintaan untuk membuka/mengakses suatu web bisa lebih cepat jika telah ada
permintaan akses suatu web pada user proxy sebelumnya.
4.7.3 Jenis-jenis Proxy Server
Apa saja jenis-jenis dari proxy server? Berikut jenis-jenis dari proxy server
tersebut.
1. Proxy Transparan (Transparent Proxy)
Proxy transparan merupakan salah satu jenis proxy yang sebaiknya tidak perlu
digunakan. Karena jenis ini adalah proxy yang sama sekali tidak merahasiakan alamat IP
penggunanya, sehingga alamat IP pengguna akan terlihat jelas oleh publik di dunia maya.
Bahkan penggunaan proxy transparan juga disebut-sebut bisa membuat alamat IP
pengguna diblokir (banned) secara permanen dan ini juga membuat pengguna tidak bisa
mengakses situs-situs tertentu.
Namun jika proxy ini sudah dikonfigurasikan secara khusus untuk
penggunaannya, maka pengguna tidak akan mendapati alamat IP diblokir seperti yang
sudah disebutkan di atas. Proxy transparan sendiri biasanya banyak diaplikasikan pada
perusahaan-perusahaan untuk mengakses informasi lokal. Misalnya seperti informasi
seputar perusahaan yang hanya bisa diakses oleh karyawan di sekitaran lokasi perusahaan
saja.
2. Proxy Anonim (Anonymous Proxy)
Proxy anonim merupakan jenis proxy yang tidak membuat alamat IP asli
penggunanya terdeteksi, namun hanya akan terlihat alamat IP samaran yang tidak
mencurigakan di dunia maya. Adapun ketika pengguna mengakses internet, alamat IP
adalah barang wajib yang harus ada agar pengguna tersebut dapat terhubung ke internet.
Tanpa alamat IP kemungkinan sangat mustahil bagi pengguna bisa terhubung ke internet.
144
Untuk hal itulah proxy anonim ini digunakan; misalkan ketika pengguna mengakses
sebuah website, otomatis website tersebut akan mengetahui alamat IP yang digunakan oleh
pengguna. Namun jika menggunakan proxy anonim, website tersebut tidak akan
mengetahui alamat IP asli milik pengguna tapi yang terdeteksi hanyalah alamat IP proxy
server saja. Intinya proxy ini bisa digunakan untuk menyamarkan alamat IP asli dan bahkan
penggunaan proxy anonim juga dipercayai meningkatkan keamanan data milik pengguna.
3. High Anonymity Proxy
Proxy yang satu ini tidak mendefinisikan dirinya sebagai sebuah proxy server,
sehingga tidak menyediakan alamat IP. Dan ketika pengguna mengakses sebuah situs,
maka alamat IP pengguna tidak akan terbaca oleh situs bersangkutan maupun internet,
namun justru terbaca sebagai sebuah klien. Secara tidak langsung hal ini mengartikan
bahwa high anonymity proxy sangat merahasiakan alamat IP penggunanya.
4. Distorting Proxy
Distorting proxy fungsinya hampir mirip dengan anonim proxy, yakni samasama
tidak membuat alamat IP asli penggunanya terlihat. Namun perbedaanya terletak jika
anonim proxy mengubah alamat IP asli penggunanya menjadi alamat IP proxy server,
maka distorting proxy ini justru mampu merekayasa alamat IP asli milik pengguna.
Sedangkan IP aslinya sendiri hanya dapat dilihat pada HTTP HEADER
.
5. Reverse Proxy
Reverse proxy pada dasarnya digunakan untuk menyediakan jalan atas berbagai
permintaan pengguna dari internet melalui sebuah firewall yang terisolasi atau melalui
jaringan pribadi. Adapun untuk fungsinya sendiri, reverse proxy biasa digunakan untuk
mencegah pengguna terhubung ke internet dengan akses yang tak termonitor. Selain itu,
jenis proxy ini kerap diaplikasikan pada perusahaan-perusahaan yang membatasi
145