The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

EBOOK INI ADALAH EBOOK LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by susiloyamani771, 2023-01-23 09:48:25

LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA

EBOOK INI ADALAH EBOOK LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA

Keywords: LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA

LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 117 117 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA


BAB II Variabel dan Konstanta OLEH Susilo Bambang Yudhoyono A.Yamani 07352211039 PROGRAM STUDI INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITASKHAIRUN TERNATE 2023


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 119 119 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA BAB II Variabel dan Konstanta 2.1 Variabel Dalam pemrograman, data-data yang akan diolah atau dimasukan ke sistem sering disebut dengan variabel. Jadi, Variabel merupakan suatu tempat untuk menampung data atau konstanta di memori yang mempunyai nilai atau data yang dapat berubah – ubah selama proses program . Setiap data yang akan diolah program harus tersimpan dalam suatu variabel. Berikut merupakan ilustrasi variabel. Dari ilustrasi diatas, data 12 disimpan dalam variabel A dan data 10 disimpan dalam variabel B. Oleh karena itu variabel dapat didefenisikan sebagai bagian dari memory untuk menyimpan nilai yang telah ditentukan. Setiap variabel memerlukan identifier yang dapat membedakannya dari variable yang lain, sebagai contoh dari kode diatas identifier variabelnya adalah A dan B, tetapi kita dapat membuat nama untuk variabel selama masih merupakan identifier yang benar. 2.2 Penamaan Variabel Aturan penamaan Variabel/ pengenal a. Tidak boleh diawali angka


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 120 120 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA b. Tidak boleh diawali dengan karakter khusus (misal tanda matematika) c. Huruf besar dan huruf kecil berbeda d. Tidak boleh ada spasi, jika menggunakan 2 kata bisa menggunakan tanda hubung (misal underscore) Contoh: Nama variabel Keterangan Tahun2022 Benar Walaupun ada angka tetapi angka dibelakang 2022Tahun Salah Angka tidak boleh di depan A Benar Minimal 1 huruf Gaji pegawai Salah Ada spasi, yang benar Gaji_pegawai +A Salah Tanda operasi matematika tidak boleh ada di dalam pengenal Nama-orang Salah Tidak boleh menggunakan karakter - Tabel 2. 1 Contoh penamaan variabela


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 121 121 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Gambar 2. 1 Kesalahan penamaan variabel Jika dijalankanprogram tersebut terjadi kesalahan terutama pada penulisan perintah int gaji guru; karena ada spasi dalam penamaan variabel. 2.3 Kata Kunci Tidak diperkenankan menggunakan kata kunci yang merupakan bagian dari instruksi di C++. Kata kunci ini tidak bebaskan digunakan karena mempunyai makna khusus bagi kompiler. Kata kunci tersebut diantaranya : Asm auto Bool break case Catch char Class const const_cast continue default Delete do double dynamic_cast else Enum explicit extern false float For friend goto If inline Int long mutable namespace new Operator private protected public register reinterpret_cast return short signed sizeof Static static_cast struct


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 122 122 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA switch template This throw true Try typedef Typeid typename union unsigned using Virtual void volatile wchar_t Sebagai tambahan, representasi alternatif dari operator, tidak dapat digunakan sebagai identifier. Contoh : and, and_eq, bitand, bitor, compl, not, not_eq, or, or_eq, xor, xor_eq Gambar 2. 2 Penamaan variabel dengan kata kunci Gambar 2. 3 Keterangan kesalahan Mendeklarasikan variabel dengan nama variabel cout salah. Hal ini disebabkan cout merupakan kata kunci. 2.4 Tipe data Tabel 2. 2 Kata kunci


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 123 123 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Tipe data digunakan untuk membatasi nilai suatu variabel. Nilai sebuah variabel terbatas karena efisiensi memori. Tipe data akan mencerminkan isi dari variabel tersebut termasuk bilangan atau string serta jangkauan atau maksimal isi data dari variabel tersebut. Berikut ilustrasi jenis-jenis tipe data. Gambar 2. 4 Jenis-jenis tipe data 2.4.1 Integer Tipe data yang merupakan bilangan bulat dan tidak mengandung pecahan, seperti (....,-3, -2, -1, 0, 1, 2, 3....) Tabel 2. 3 Integer 2.4.2 Real/Float Tipe data yang merupakan bilangan pecahan. Penulisannya menggunakan titik/koma desimal. Misalnya 3.14 dan 45,5.


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 124 124 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Tabel 2. 4 Real/float 2.4.3 Boolean Tipe data boolean merupakan bentukan dari proses seleksi atau pemilihan yang hanya memiliki dua hasil keluaran yaitu True atau False (benar atau salah). Type Batas Nilai Ukuran Memori boolean True atau False 1 byte 2.4.4 Character Tipe data yang meliputi bentuk numerik, alfabetik, dan spesial karakter. Penulisannya perlu ditulis di dalam tanda petik ( ‘ ). Contohnya : ‘A’_karakter berupa huruf A ‘2’_karakter berupa angka 2 ‘+’ karakter berupa simbol + Type Batas Nilai Ukuran Memori Char signed: -128 to 127 unsigned: 0 to 255 1 byte Tabel 2. 5 Boolean Tabel 2. 6 Character


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 125 125 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA 2.4.5 String String terbentuk dari kumpulan karakter sebanyak 256 (jangkauan 0-255). Penulisan tipe data ini : tipe_data pengenal [panjang]; Keterangan: a. Pengenal adalah nama variabel b. Panjang adalah bilangan bulat yang menunjukan jumlah karakter Contohnya: char nama[10]; 2.5 Deklarasi Variabel Variabel harus terlebih dahulu dideklarasikan/ dipesankan sebelum variabel tersebut diisi dengan data. Bentuk pendeklarasian variabel : Tipe data daftar_variabel Gambar 2. 5 Deklarasi variabel Jika akan menggunakan tipe data yang sama untuk beberapa identifier maka dapat dituliskan dengan menggunakan tanda koma, contoh: Gambar 2. 6 Deklarasi variabel


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 126 126 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA 2.6 Menentukan Tipe Variabel Hal terpenting dalam membuat variabel adalah menentukan tipe data. Salah satu cara termudah untuk menentukan tipe data adalah menentukan apakah isi variabel tersebut berisi angka atau kalimat. Misalnya variabel berisi bilangan, tentukan bilangan bulat atau pecahan. a. int x; memesan variabel x yang mempunyai tipe data bilangan bulat (integer), karena int maka kapasitasnya adalah -32768 hingga 32767 b. float y; memesan variabel y yang mempunyai tipe data bilangan pecahan, karena float maka kapasitasnya adalah 3.4e + / - 38 (7 digits) c. long z; memesan variabel z yang mempunyai tipe data bilangan bulat, karena long maka kapasitasnya adalah :-2147483648 hingga 2147483647 Pemilihan tipe data yang tepat akan terhindar dari terjadinya overflow data atau ketika variabel diisi dengan nilai diluar batas kapasitasnya sehingga tipe data dengan isinya akan menghasilkan nilai yang berbeda. Jadi untuk memesan tipe data sebaiknya disesuaikan dengan kapasitas dari isi variabel. Contohnya: A=10 maka tipe variabel adalah integer B=10.5 maka tipe variabel adalah float 2.7 Memberikan Nilai ke Variabel Proses memasukan data ke variabel secara langsung ke variabel adalah : Nama_variabel = isi_data


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 127 127 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Contohnya: Adapula berubahnya nilai variabel mengikuti pemberian nilai variabel terakhir sebagai berikut Gambar 2. 8 Perubahan nilai variabel Jika variable tidak diisi atau diinisialisasi, dan ditampilkan maka nilai yang akan ditampilkan akan di acak oleh kompiler sehingga hasilnya nilai yang ditampilkan berbedabeda tergantung dari jenis compiler nya. Gambar 2. 7 Pemberian nilai variabel


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 128 128 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA 2.8 Menampilkan Isi Variabel di Monitor Agar isi variabel dapat ditampilkan ke layar monitor, instruksi yang digunakan adalah perintah cout. Bentuknya adalah : cout<<” isi statement”<<nama_variabel; Contohnya: Gambar 2. 9 Progam menampilkan isi variabel Gambar 2. 10 Menampilkan isi variabel Jadi variabel a diisi 20, variabel b diisi 5 kemudian variabel c menyimpan hasil penjumlahan antara isi variabel a dengan isi variabel b. cout<<”isi variabel c “ <<c menampilkan isi variabel c ke layar monitor.Sehingga menghasilkan c adalah 25.


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 129 129 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA 2.9 Konversi Tipe Data Adanya perbedaan hasil walaupun tipe data yang digunakan untuk menyimpan data sudah sesuai tipe datanya. Gambar 2. 11 Konversi tipe data Penjelasan: a. Ketiga variabel tersebut mempunyai tipe data integer (bilangan bulat) b. c=a/b; → variabel c menyimpan hasil perhitungan a/9 → 9/3 c. Hasil menjadi 3, namun hasil 10/3 seharusnya menghasilkan 3.3333 Dalam bahasa C++operasi a/b juga memperhatikan tipe data, karena a dan b bertipe integer maka proses pembagian juga menghasilkan bilangan integer (bulat). Semestinya menghasilkan 3.333 tetapi dilakukan pembulatan ke bawah sehingga hasilnya 3 dan disimpan di variabel c yang bertipe integer.


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 130 130 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Gambar 2. 12 Konversi tipe data Penjelasan: a. Variabel a dan b bertipe data integer (bilangan bulat) b. Variabel c bertipe float (bilangan pecahan) c. Dalam operasi c=a/b menghasilkan 3 bukan 3.333 padahal c bertipe float (pecahan), hal terjadi karena hasil operasinya adalah 3 dan 3 inilah yang disimpan di c. Jadi a/b menghasilkan 3 karena memiliki tipe data integer baru kemudian disimpan di c dengan tipe data float setelah hasil operasi yang menghasilkan 3. Gambar 2. 13 Konversi tipe data


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 131 131 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Penjelasan: a. Variabel a dan b bertipe data float (bilangan pecahan) b. Variabel c bertipe integer (bilangan bulat) c. Dalam operasi c=a/b menghasilkan 3 bukan 3.333, hal ini terjadi karena hasil operasinya adalah 3.333 kemudian disimpan di c menjadi 3 karena c bertipe integer (bilangan bulat). 2.10 Tipe Casting Penggunakan tipe casting membuat tipe data yang sudah ada tidak perlu dilakukan modifikasi supaya menghasilkan data yang sesuai. int a = 10; float b; b = a / 3; Maka b akan berisi nilai 3 karena operator pembagian akan menghasilkan pembulatan. Supaya hasilnya sesuai yang diinginkan tanpa merubah tipe data digunakan tipe casting, yaitu Mengubah suatu variabel/nilai sehingga menjadi tipe sesuai keinginan kita. Namun perubahan tipe ini hanya sementara. int a = 10; float b; b = (float) x / (float) 3;


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 132 132 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Sekarang operasi menghasilkan 3.333 karena operator pembagian dilakukan pada 2 bilangan pecahan (float)sehingga hasilnya bilangan pecahan, tetapi variabel a tetap bertipe integer. 2.11 Konstanta Konstanta merupakan suatu nilai yang tidak dapat diubah selama proses program berlangsung.Konstanta juga termasuk dalam variabel. Perbedaannya kalau variabel nilai dapat berubah-ubah sementara konstanta nilainya bersifat tetap dan tidak bisa diganti. Konstanta harus didefinisikan terlebih dahulu di awal program. Bentuk penulisannya adalah : #define pengenal nilai Gambar 2. 14 Penulisan konstanta #define Atau menggunakan: const tipe_data nama_variabel


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 133 133 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Gambar 2. 15 Penulisan konstanta const 2.12 Contoh Program 1. Diketahui variabel A=10 dan B=50. Tukarkan letak dari kedua nilai variabel tersebut sehingga sewaktu dicetak nilai A=50 dan B=10. Buatlah programnya Algoritma: a. Inisialisasi a=10 dan b=50 b. Masukkan nilai A=a dan B=b c. Tukar nilai menjadi A=b dan B=a d. Cetak A=b dan B=a e. Tampilkan hasil


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 134 134 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Flowchart: Gambar 2. 16 flowchart menukar huruf ke nilai Penjelasan: Flowchart dimulai dengan simbol terminator untuk memulai program. Kemudian deklarasi variabel a=10 dan b=50 menggunakan simbol preparation. Masukkan nilai A=a dan B=b menggunakan simbol input/output. Cetak nilai A=b dan B=a menggnakan simbol input/output. Terakhir gunakan simbol terminator untuk menandakan program telah selesai. Program dari flowchart diatas adalah sebagai berikut. #include<iostream> #include<conio.h>


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 135 135 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA using namespace std; main() { int a=10, b=50; cout<<"Menukar Nilai"<<endl; cout<<"A = "<<a<<endl; cout<<"B = "<<b<<endl; cout<<"Menjadi A = "<<b<<" dan B = "<<a; getch(); } Hasil mengeksekusi dari program diatas sebagai berikut. Gambar 2. 17 Hasil program menukar nilai


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 136 136 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA 2. Buat program untuk menghitung luas bangun dan ruang berikut ini : a. Luas Persegi Panjang Algoritma: a. Set variabel panjang, lebar, dan luas b. Masukkan nilai panjang c. Masukkan nilai lebar d. Hitung luas = panjang * lebar e. Tampilkan hasil perhitungan luas Flowchart: Gambar 2. 18 Luas Persegi Panjang


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 137 137 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Penjelasan: Flowchart dimulai dengan simbol terminator untuk memulai program. Kemudian deklarasi variabel panjang, lebar, dan luas menggunakan simbol preparation. Masukkan nilai panjang dan lebar menggunakan simbol input/output. Selanjutnya defenisikan rumus luas persegi panjang menggunakan simbol process. Kemudian gunakan simbol input/output untuk menampilkan hasil perhitungan luas persegi panjang. Terakhir gunakan simbol terminator untuk menandakan program telah selesai. Program dari flowchart diatas adalah sebagai berikut. #include<iostream> #include<conio.h> using namespace std; main() { int panjang,lebar,luas; cout<<"Menghitung luas persegi panjang"<<endl; cout<<"Masukkan panjang : "; cin>>panjang; cout<<"Masukkan lebar : "; cin>>lebar; luas=panjang*lebar; cout<<"Luas persegi panjang adalah "<<luas; return 0;


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 138 138 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA } Hasil eksekusi dari program diatas sebagai berikut. Gambar 2. 19 Hasil program luas persegi panjang b. Luas dan Keliling Lingkaran Algoritma: a. Set konstanta phi=3.14 b. Set variabel panjang jari-jari (r), luas, dan keliling c. Masukkan nilai r d. Hitung luas = phi * r * r Hitung keliling = 2 * phi * r e. Tampilkan hasil perhitungan luas dan keliling


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 139 139 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Flowchart: Gambar 2. 20 Luas dan Keliling Lingkaran Penjelasan: Flowchart dimulai dengan simbol terminator untuk memulai program. Kemudian deklarasi variabel r, luas, keliling dan konstanta phi=3.14 menggunakan simbol preparation. Masukkan nilai r menggunakan simbol input/output. Selanjutnya defenisikan rumus luas dan keliling lingkaran menggunakan simbol process. Kemudian gunakan simbol input/output untuk menampilkan hasil perhitungan luas dan keliling lingkaran. Terakhir gunakan simbol terminator untuk menandakan program telah selesai.


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 140 140 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Program dari flowchart diatas sebagai berikut. #include<iostream> #include<conio.h> using namespace std; main() { const float phi = 3.14; float r,keliling,luas; cout<<"Menghitung Luas dan Keliling lingkaran"<<endl; cout<<"Masukkan jari-jari : "; cin>>r; luas=phi*r*r; keliling=2*phi*r; cout<<"Luas lingkaran adalah "<<luas<<endl; cout<<"Keliling lingkaran adalah "<<keliling; return 0; }


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 141 141 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Hasil eksekusi program diatas sebagai berikut. Gambar 2. 21 Hasil program luas dan keliling lingkaran c. Volume dan Luas Alas kerucut Algoritma: a. Set konstanta phi = 3.14, x = 3 b. Set variabel r, tinggi, volume, luas alas c. Masukkan nilai r, tinggi d. Hitung volume = phi/x*r*r*tinggi


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 142 142 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Hitung luas alas = phi*r*r e. Tampilkan hasil perhitungan volume dan luas alas Flowchart: Gambar 2. 22 Volume dan Luas Alas kerucut Penjelasan: Flowchart dimulai dengan simbol terminator untuk memulai program. Kemudian deklarasi variabel r, tinggi, volume, luas alas dan konstanta phi=3.14, x=3 menggunakan simbol preparation. Masukkan nilai r dan tinggi menggunakan simbol input/output. Selanjutnya defenisikan rumus volume dan luas alas kerucut menggunakan simbol process. Kemudian gunakan simbol input/output untuk menampilkan hasil perhitungan


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 143 143 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA volume dan luas alas kerucut. Terakhir gunakan simbol terminator untuk menandakan program telah selesai. Program dari flowchart diatas sebagai berikut. #include<iostream> #include<conio.h> using namespace std; main() { const float phi = 3.14, x=3; float r, tinggi, volume, luas; cout<<"Menghitung volume dan luas alas kerucut"<<endl; cout<<"Masukkan jari-jari : "; cin>>r; cout<<"Masukkan tinggi : "; cin>>tinggi; luas=phi*r*r; volume=phi/x*r*r*tinggi; cout<<"Luas alas adalah "<<luas<<endl; cout<<"Volume kerucut adalah "<<volume; return 0; }


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 144 144 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Hasil eksekusi program diatas sebagai berikut. Gambar 2. 23 Hasil program luas alas dan volume kerucut d. Volume kubus Algoritma: a. Set variabel rusuk, volume b. Masukkan nilai rusuk c. Hitung volume = rusuk*rusuk*rusuk d. Tampilkan hasil perhitungan volume


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 145 145 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Flowchart: Gambar 2. 24 Volume kubus Penjelasan: Flowchart dimulai dengan simbol terminator untuk memulai program. Kemudian deklarasi variabel rusuk, volume menggunakan simbol preparation. Masukkan nilai rusuk menggunakan simbol input/output. Selanjutnya defenisikan rumus volume kubus menggunakan simbol process. Kemudian gunakan simbol input/output untuk menampilkan hasil perhitungan volume kubus. Terakhir gunakan simbol terminator untuk menandakan program telah selesai. Program dari flowchart diatas sebagai berikut. #include<iostream>


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 146 146 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA #include<conio.h> using namespace std; main() { int rusuk, volume; cout<<"Menghitung volume kubus"<<endl; cout<<"Masukkan panjang rusuk : "; cin>>rusuk; volume=rusuk*rusuk*rusuk; cout<<"Volume kubus adalah "<<volume; return 0; } Hasil eksekusi dari program diatas sebagai berikut. Gambar 2. 25 Hasil program volume kubus


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 147 147 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA e. Volume Tabung Algoritma: a. Set konstanta phi = 3.14 b. Set variabel r, t, volume c. Masukkan nilai r, t d. Hitung volume = phi*r*r*t e. Tampilkan hasil perhitungan volume ke layar Flowchart: Gambar 2. 26 Volume Tabung


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 148 148 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Penjelasan: Flowchart dimulai dengan simbol terminator untuk memulai program. Kemudian deklarasi konstanta phi=3.14 dan variabel r, t, volume menggunakan simbol preparation. Masukkan nilai r dan t menggunakan simbol input/output. Selanjutnya defenisikan rumus volume tabung menggunakan simbol process. Kemudian gunakan simbol input/output untuk menampilkan hasil perhitungan volume tabung. Terakhir gunakan simbol terminator untuk menandakan program telah selesai. Program dari flowchart diatas adalah sebagai berikut. #include<iostream> #include<conio.h> using namespace std; main() { const float phi = 3.14; float r,t,volume; cout<<"Menghitung volume tabung"<<endl; cout<<"Masukkan jari-jari : "; cin>>r; cout<<"Masukkan tinggi : "; cin>>t; volume=phi*r*r*t; cout<<"Volume tabung adalah "<<volume;


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 149 149 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA return 0; } Hasil eksekusi program diatas sebagai berikut. Gambar 2. 27 Hasil program volume tabung


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 150 150 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA


BAB III STRUKTUR DASAR ALGORITMA (SELECTION & LOPING) OLEH Susilo Bambang Yudhoyono A.Yamani 07352211039 PROGRAM STUDI INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITASKHAIRUN TERNATE 2023


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 152 152 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA BAB III STRUKTUR DASAR ALGORITMA (SELECTION & LOPING) 3.1 Struktur Selection Struktur pemilihan atau percabangan mempertimbangkan syarat/kondisi yang harus dipenuhi, yang kemudian menentukan perintah apa yang akan dieksekusi ketika syarat tersebut terpenuhi. Perintah-perintah tidak lagi dijalankan secara berurutan seperti pada struktur runtunan atau aliran, tetapi berdasarkan kondisi yang harus dipenuhi. Notasi algoritma dalam struktur pemilihan menggunakan dua struktur berikut: a. IF-THEN b. CASE Berikut penjelasan masing-masing konstruksi IF di atas 3.2 Konstruksi IF-THEN konstruksi IF-THEN di bagi menjadi: a. Satu aksi: IF – THEN Jika kondisi yang dipilih terpenuhi, maka aksi yang mengikuti "then". Dan jika sebaliknya, tidak ada tindakan yang diperlukan. Konstruksi ini berbentuk : If <kondisi> then aksi end if contoh:


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 153 153 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Tulis algoritma untuk menampilkan subtitle "bilangan bulat positif" jika adalah bilangan bulat masukannya positif. Seperti diketahui bilangan positifmerupakan bilangan yang nilainya lebih besar sama dengan nol (>=0). Jadi jika bilangan bulat yang diinputkan >= 0 maka akan muncul keterangan “bilangan bulat positif”, tetapi jika < 0 tidak diminta aksi apapun. Algoritmanya adalah: if bil_bulat >=0 then write “bilangan bulat positif” end if b. Dua aksi : IF – THEN – ELSE Jika kondisi telah di penuhi maka aksi atau stetemen 1 yang akan di proses, jika tidak maka statemen 2 yang akan diproses. Kontruksi ini berbentuk: If <kondisi> Then <statemen 1> Else <statemen 2> Contoh: Jika kondisi terpenuhi, tindakan atau pernyataan adalah 1 diproses, jika tidak, pernyataan 2 diproses diproses Tulis algoritma untuk menampilkan deskripsi "bilangan genap" atau "bilangan ganjil". Jika nomor bilangan bulat positif yang dimasukkan habis dibagi 2, sehingga akan menjadi menunjukkan "bilangan genap", tetapi menunjukkan sebaliknya "angka ganjil".


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 154 154 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Dalam dunia pemrograman, ini dikenal sebagai operator modulus singkatan dari mod. Operator ini bekerja Temukan sisa pembagian. Algoritmanya adalah: if (bil mod 2)=0 then write “bilangan genap” else write “bilangan ganjil” c. Tiga aksi atau lebih : IF – THEN – ELSE IF-THEN juga dapat digunakan untuk membangun tiga aksi atau lebih, disebut juga IF Bersarang atau IF Bertingkat. Dimana pernyataan IF di dalam IF (nested if). 3.3 langkah-langkahpraktikum Gambar 3. 1 tampilandev C++ dancaramulaibuat program Klik file-New untukmembukalembarkerjaat auklikctrl+N Jika di lembarkerjasudah di isidengan program maka proses compile di tandaberikut


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 155 155 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA 3.4 Latihan kegiatan praktikum A. Latihan 1 Buatlah program barudengancara file-new-source ataugabungkan CTRL + N, kemudianketik Source Code prrogramnyaseperti di bawahini : #include<bits/stdc++.h> using namespace std; void print(intarr[], int n) { for(int i=0;i<n;i++) cout<<arr[i]<<" "; cout<<endl; } voidselectionSort(intarr[], int n) { inti,j,min_in; for(i=0;i<n;i++) { min_in = i;


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 156 156 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA for(j=i+1;j<n;j++) if (arr[j] <arr[min_in]) min_in = j; swap(arr[i],arr[min_in]); } } int main(intargv, char* argc[]) { intarr[] = {5,4,10,1,6,2}; inti,j,n,temp; n = sizeof(arr)/sizeof(int); cout<<"Unsorted Array :"; print(arr,n); selectionSort(arr,n); cout<<"Sorted Array :"; print(arr,n); return(0);


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 157 157 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA } Gambar 3. 2 contoh program Gambar 3. 3 contoh gambar


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 158 158 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA 3.5 Study kasus (selection) A. Studi kasus 1 Gambar 3. 4 flowchart menentukan bilang bulat atau ganjil Penjelasan: Flowchart dimulai dengan menggunakan simbol terminal, lalu mendeklarasikan nilai “bil” menggunakan simbol preparation. Kemudian input nilai “bil” menggunakan simbol input/output, lalu membandingkan nilai “bil” % 2 == 0 menggunakan simbol decision jika bil adalah bilangan genap akan ditampilkan dengan menggunakan simbol input/output, begitu juga jika bil adalah bilangan ganjil dan diakhiri dengan menggunakan simbol terminal.


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 159 159 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA #include<iostream> #include <conio.h> using namespace std; int main(){ intbil; cout<<"\nMasukkanBilangan : "; cin>>bil; cout<<endl; if(bil%2==0){ cout<<bil<<" AdalahBilanganGenap"<<endl; } else { cout<<bil<<" AdalahBilanganGanjil"<<endl; } return 0; }


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 160 160 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Gambar 3. 5 contoh program Kalau sudah diketik di DevC++ maka hasilnya akan seperti dibawah ini: Gambar 3. 6 Hasil program darimenetukanbilanganganjilataugenap


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 161 161 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA B. Studi kasus 2 Di inputkan dua bilangan sembarang untuk menentukan billangan terbesar dari kedua bilangan. Gambar 3. 7 menentukan nilai terbesar dari dua bilangan


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 162 162 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Penjelasan : Terminator “mulai” dijalankan dalam proses intter kecil, bil 1, bil 2, danbil 3 lalu “masukan bil 1 dan bil2 “dalam proses output. Setelah itu dijalankan dalam pilihan atau syarat “terkecil =bil1. Diikuti dengan konek toruntuk mencari bilangan terkecil dari dua pilihan bil2 dan bil3. Lalu tampilkan nilai dan ditutup dengan selesai atau symbol terminator. #include<iostream> #include<conio.h> using namespace std; int main() { inta,b; cout<<"menentukan nilai terbesar dari 2 buah bilangan\n"; cout<<"masukan nilai 1 : "; cin>>a; cout<<"masukan nilai 2 : "; cin>>b;


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 163 163 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA if (a > b) cout<<"nilai terbesar : "<<a<<endl; else cout<<"nilai terbesar : "<<b<<endl; getch(); } TampilahdiDevC++ akansepertiberikut: Gambar 3. 8 Tampilan source code di DevC++


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 164 164 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Makahasil ketika di compile and run akan seperti berikut: Gambar 3. 9 Hasil dari source code diatas. C. Buatlah sebuah program untuk mengkonversi angka ke huruf. Jikanilai 100 >= nilai> 80 Makanilai A Jikanilai 80 >= nilai> 60Makanilai B Jikanilai 60 >= nilai> 40 Makanilai C Jikanilai 40 >= nilai> 20 Makanilai D Jikanilai 20 >= nilai> 0 Makanilai E


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 165 165 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Gambar 3. 10 program untuk mengkonversi angka ke huruf


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 166 166 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Penjelasan: Flowchart dimulai dengan gambar terminator “mulai”, dan di lanjutkan dengan deklarasi variable int angka dari, char huruf. Menampilkan “masukan nilai : “ (output). symbol prepation Pilihan berupa bil<20 untuk nilai E, jika tidak maka dilanjutkand engan Piihan<40 untuk nilai D, jika tidak maka dilanjutkan dengan Piihan<60 untuk nilai C, jika tidak maka dilanjutkan dengan Piihan<80 untuk nilai B, dan jika tidak maka dilanjutkan dengan Piihan<100 untuk nilai A. dari semua piihan itu jika memenuhi fungsi maka ditampilkan dengan sympol output lalu terminator untuk “selesai”. #include <iostream> #include <conio.h> using namespace std; int main() { intnilai; string hasil; while(1){ cout<<"\nKonversi Nilai Angka Menjadi Nilai Huruf\n\n"; cout<<"Masukkannilai: "; cin>>nilai;


Click to View FlipBook Version