The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

EBOOK INI ADALAH EBOOK LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by susiloyamani771, 2023-01-23 09:48:25

LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA

EBOOK INI ADALAH EBOOK LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA

Keywords: LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA

LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 167 167 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA if(nilai>= 80 &&nilai<= 100){ hasil = "A"; } else if(nilai>= 60 &&nilai<= 80) { hasil = "B"; } else if(nilai>= 40 &&nilai<= 60){ hasil = "C"; } else if(nilai>= 20&&nilai<= 40){ hasil = "D"; } else if(nilai>= 0 &&nilai<= 20) { hasil = "E"; } cout<<"Nilai: "<<hasil<<endl; getch();


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 168 168 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA system("cls"); } return 0; }. Makatampilan di DevC++ akansepertiberikut: Gambar 3. 11 Source code konversi angka ke huruf


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 169 169 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Maka hasil ketika di compile and run akan seperti dibawah ini: 3.6 StudiKasus (Loping) A. Buka DevC++ dan ketikan source code dibawah ini: #include <iostream> #include <conio.h> using namespace std; main () { int a; for (a=0;a<=10;a++) cout<<a<<""; getch(); } Gambar 3. 12 Hasil dari program konfersi ankga ke huruf.


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 170 170 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Tampilan di DevC++ akan seperti dibawah ini: B. Buka Dev C++ dan ketikan source code dibawah ini: #include <iostream> #include <conio.h> using namespace std; Gambar 3. 14 Tampilan Source code di DevC++ Gambar 3. 13 hasil runnig source code diatas.


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 171 171 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA int main () { for (int a= 20;a>=1;a-=2) cout<< a <<endl; getch(); } TampilandiDevC++ akansepertidibawahini: Gambar 3. 15 Hasil source codediatas.


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 172 172 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Maka hasil runningnya dibawah ini: C. Buka Dev C++ dan ketikan source code dibawah ini: #include <iostream> #include <conio.h> using namespace std; int main () { intbil; Gambar 3. 16 Hasil menjalankan program.


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 173 173 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA cout<< "Input JumlahBintang ="; cin>>bil; for (int i=1; i<=bil;i++) { for (int j=1;j <=i;j++) { cout<< "*"; } cout<<endl; } getch(); }


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 174 174 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Maka tampilan di DevC++ akan seperti ini: Dan hasilnya seperti dibawah ini: Gambar 3. 17 Hasil dari source code diatas. Gambar 3. 18 Hasil menjalankan dari program diatas.


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 175 175 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA D. Buka DevC++ dan ketikan source code dibawah ini: #include <iostream> #include <conio.h> using namespace std; int main () { cout<< " Program KonversiAngkaKeHuruf"<<endl; cout<< " masukkanAngka :"; intangka, i; char huruf; cin>>angka; cout<<endl; i=1; huruf = 'A'; while ( i<= angka) { cout<< i << "-->"<<huruf<<endl;


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 176 176 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA i++; huruf ++; } getch (); } Tampilanakan seperti dibawah ini Gambar 3. 19 source code diatas


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 177 177 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Hasil menjalankannya akan seperti dibawah ini: E. Buka DevC++ dan ketikan source code dibawah ini: #include<iostream> #include <conio.h> using namespace std; main () { intangka=1; do { angka ++; if (angka % 2==1) cout<<angka<<" "; Gambar 3. 20 Hasil menajalankan program diatas.


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 178 178 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA } while (angka<30); } Makatampilan di Dev C++ akan seperti di bawah ini: Gambar 3. 21 tampilan source code diatas


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 179 179 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA 3.7 Kesimpulan 3.7.1 Kesimpulan Runtunan terdiri dari satu atau lebih instruksi, setiap instruksi di jalankan atau di kerjakan secara berurutan dan harus sesuai dengan urutan penulisannya. Struktur pemilihan atau selection adalah struktur yang digunakan dalam program yang membutuhkan proses pernyataan bersyarat untuk memutuskan apakah akan memproses baris perintah atau tidak. Perulangan atau looping adalah suatu proses dimana instruksiinstruksi dalam suatu program terus-menerus dijalankan sampai ada suatu kondisi untuk menghentikannya. Gambar 3. 22 Hasil menjalankan dari program diatas


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 180 180 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA 3.7.2 Saran Ketersediaan kondisi yang sebenarnya sangat di perlukan sehingga sebuah program pemilihan (selecton) dapat berjalan dengan baik, dimana hasilnya akan bernilai ya atau tidak. Dan di saat membuat program sebaiknya instruksi yang di gunakan tidak perlu terlalu banyak sehingga tak memerlukan waktu yang lama untuk di jalankan. Dengan demikian, seorang pengguna atau programmer, sangkat di harapkan dapat memanfaatkan metode-metode dari struktur dasar pemilihan (selection) dan perulangan (looping).


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 181 181 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA


BAB IV ARRAY OLEH Susilo Bambang Yudhoyono A.Yamani 07352211039 PROGRAM STUDI INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITASKHAIRUN TERNATE 2023


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 182 182 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA BAB IV ARRAY 4.1 Pendahuluan Array adalah suatu struktur data berupa sejumlah data sejenis (bertipe data sama) yang jumlahnya tetap dan diberi suatu nama tertentu, elemen-elemen array tersusun secara berderet dan dapat diakses secara random di dalam memori.Elemen-elemen array dapat diakses oleh program menggunakan suatu indeks tertentu secara acak ataupun berurutan. Pengisian dan pengambilan nilai pada indeks tertentu dapat dilakukan dengan mengeset nilai atau menampilkan nilai pada indeks yang dimaksud.Array terbagi dalam dua jenis yaitu array satu dimensi dan dua dimensi. 4.2 Array Dimensi Satu Pada array satu dimensi hanya terdapat satu baris dan bayak kolom. Deklarasi Array satu dimensi secara umum sebagai berikut. Gambar 4. 1 Penulisan deklarasi Array satu dimensi Keterangan: tipe_data : menyatakan jenis tipe data elemen larik (int, char, float, dll) nama_var_array : menyatakan nama variabel yang dipakai. ukuran : menunjukkan jumlah maksimal elemen larik/ banyak array.


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 183 183 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Untuk menginisialisasi array sama dengan memberikan nilai awal array pada saat didefinisikan, dengan cara sebagai berikut: int nilai[6] = {1,3,5,7,9}; bisa disederhanakan sehingga menjadi : int nilai = {1,3,5,7,9}; Contoh diatas berarti anda memesan tempat di memori komputer sebanyak 5 tempat dengan indeks dari 0-4, dimana indeks ke-0 bernilai 1, ke-1 bernilai 3, dst, dan semua elemennya bertipe data integer. Tiga hal penting dalam array yang harus dipahami yaitu: 1. Index, dapat disebut dengan urutan, index pada array secara default dimulai dari 0 (nol). 2. Value, yang mengisi di setiap elemen array, dan elemen-elemen ini dapat diakses oleh program menggunakan suatu indeks tertentu secara acak ataupun berurutan. 3. Reference, alamat memori dari masing-masing elemen array. Gambar 4. 2 Ilustrasi Array Satu Dimensi


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 184 184 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Contoh menampilkan isi variabel array dengan mendeklarasikan sekaligus memberi nilai awal array sebagai berikut. Gambar 4. 3 Contoh program menampilkan isi variabel array 1 Gambar 4. 4 Hasil contoh program menampilkan isi variabel array 1 Penjelasan: 1. Mendeklarasikan variabel array x dan sekaligus memberi nilai awal pada array 2. Menampilkan isi array satu persatu


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 185 185 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Contoh menampilkan isi variabel array dengan mendeklarasikan variabel array satu persatu sebagai berikut. Gambar 4. 5 Contoh program menampilkan isi variabel array 2 Gambar 4. 6 Hasil contoh program menampilkan isi variabel array 2 Penjelasan: 1. Mendeklarasikan variabel array x sebanyak 5 (dihitung mulai 0) 2. Mengisi variabel array satu persatu 3. Menampilkan isi array satu persatu


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 186 186 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Contoh menampilkan isi variabelarray dengan menggunakan perulangan perintah For sebagai berikut. Gambar 4. 7 Contoh program menampilkan isi variabel array 3 Gambar 4. 8 Hasil contoh program menampilkan isi variabel array 3 Penjelasan : 1. Mendeklarasikan variabel array x dan sekaligus memberi nilai awal pada array 2. Menampilkan isi array dengan menggunakan perulangan perintah for


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 187 187 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Contoh menampilkan isi variabel array dengan memasukkan nilai variabel array sebagai berikut. Gambar 4. 9 Contoh program menampilkan isi variabel array 4 Gambar 4. 10 Hasil contoh program menampilkan isi variabel array 4 Penjelasan : 1. Mendeklarasikan variabel array x sebanyak 5 (dihitung mulai 0) 2. Mengisi variabel array x[0] dengan 1 3. Mengisi variabel array x[1] dengan 3 4. Mengisi variabel array x[3] dengan 7 5. Mengisi variabel arrayx[2] dengan meminta data dari masukan keyboard


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 188 188 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA 6. Mengisi variabel array x[4] dengan meminta data dari masukan keyboard 7. Menampilkan semua isi array dengan menggunakan perulangan perintah for 4.3 Array Dimensi Dua Array dua dimensi yang sering digambarkan sebagai sebuah matrik dimana array dua dimensi memiliki banyak baris dan banyak kolom. Deklarasi array dua dimensi secara umum: Gambar 4. 11 Penulisan deklarasi array dua dimensi Keterangan: tipe_data :menyatakan jenis tipe data elemen larik (int, char, float, dll) nama_var_array :menyatakan nama variabel yang dipakai. batas_baris :menyatakan jumlah/ukuran baris pada array batas_kolom :menyatakan jumlah/ukuran komlom pada array. Contoh : Inisialisasi atau memberikan nilai pada array hampir sama dengan variabel tunggal, hanya dalam memberikan nilai ini diperjelas dengan memberi nomor array. x[0][0] = -45; x[0][1]= 6; x[1][0]= 0; x[1][1]= 72; x[2][0]= 4;


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 189 189 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA x[2][1]= 34; Untuk menginisialisasi array sama dengan memberikan nilai awal array pada saat didefinisikan. int nilai[3][2] = {{8,-3},{9,0},{5,2}}; Contoh program menampilkan isi variabel arraydimensi dua sebagai berikut. Contoh menampilkan isi variabel array dengan mendeklarasikan variabel array satu persatu sebagai berikut. Gambar 4. 12 Contoh program menampilkan isi variabel array 2 Penjelasan: 1. Mendeklarasikan variabel array x dan sekaligus memberi nilai awal pada array 2. Menampilkan isi array satu persatu


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 190 190 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Contoh menampilkan isi variabel array dengan mendeklarasikan sekaligus memberi nilai awal array sebagai berikut. Gambar 4. 13 Contoh program menampilkan isi variabel array 2 Penjelasan: 1. int x[2][2]= { { 1,2},{3,4},}; Mendeklarasikan variabel x sebanyak 2 baris dan 2 kolom serta memberikan inisialisasi variabel array tersebut 2. int huruf[8][8] Mendeklarasikan array 2 dimensi dan memberi nilai awal


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 191 191 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Contoh menampilkan isi variabel array dengan menggunakan perulangan perintah For sebagai berikut. Gambar 4. 14 Contoh program menampilkan isi variabel array 3 Gambar 4. 15 Hasil contoh program menampilkan isi variabel array 3 4.4 Latihan Kegiatan Praktikum 4.4.1 Latihan 1 Buatlah program baru pada Dev C++ dengan cara klik file – new – source file atau tekan tombol Ctrl+N pada keyboard, kemudian ketik program dibawah ini : #include<conio.h>


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 192 192 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA #include<iostream> using namespace std ; int main() { //int ujian [5] = {90,95,78} ; int ujian [5] ; for (int k=0;k<3;k++){ cout<<" Masukkan data nilai ujian ["<<k<<"] = " ; cin>>ujian[k] ; } for (int j=0;j<3;j++){ cout<<"Data nilai ujian["<<j<<"] = "<<ujian[j]<<endl ; } getch() ; }


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 193 193 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Hasil eksekusi program diatas sebagai berikut. Gambar 4. 16 Program latihan 1 Gambar 4. 17 Hasil program latihan 1 4.4.2 Latihan 2 Buatlah program baru pada Dev C++ dengan cara klik file – new – source file atau tekan tombol Ctrl+N pada keyboard, kemudian ketik program dibawah ini : #include <iostream> #include <conio.h> using namespace std; int main() {


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 194 194 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA float data [3]; float data_total = 0; float total, rata; //input data ke array for (int k=0; k<3; k++) { cout<<"Masukan data ["<<k<<"] = "; cin>> data [k]; } //menghitung total nilai array for (int J=0; J<3; J++) { total = total + data [J]; } //menghitung rata-rata rata = total / 3; cout<<"Nilai Rata-Rata data pada Array = "<<rata<<endl; getch(); }


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 195 195 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Hasil eksekusi program diatas sebagai berikut. Gambar 4. 18 Program latihan 2 Gambar 4. 19 Hasil program latihan 2


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 196 196 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA 4.5 Studi Kasus 4.5.1 Studi Kasus 1 Buatlah sebuah program untuk menemukan data yang terdapat didalam element. Buatlah program baru dengan cara file – menu – source atau gunakan CTRL + N kemudian ketik programnya seperti dibawah ini: Beerikut Flowchart menemukan data yang terdapat didalam element : Gambar 4. 20 Flowchart program studi kasus 1


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 197 197 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Penjelasan: Flowchart dimulai dengan simbol terminator untuk memulai program. Kemudian deklarasi variabel int ujian[5] menggunakan simbol preparation. Selanjutnya deklarasi variabel k=0 dan nyatakan variabel k pada penyataan k<5 menggunakan simbol decision.Jika YES maka tampilkan “masukkan data nilai ujian [“<<k<<]=” menggunakan simbol input/output, lalu input ujian[k] menggunakan simbol input/output pula, nyatakan variabel k pada pernyataan k=k+1 menggunakan simbol process kemudiannyatakan kembali nilai k pada pernyataan k<5 sehingga terjadi perulangan. Jika NO maka lanjutkan deklarasi j=0 dan nyatakan variabel j pada pernyataan j<5 menggunakan simbol decision. Jika YES maka tampilkan “data nilai ujian[“<<j<<”]=”ujian[j], lalu nyatakan variabel j pada pernyataan j=j+1, kemudian nyatakan kembali variabel j pada pernyataakn j<5 sehingga terjadi perulangan.Jika NO gunakan simbol terminator untuk menandakan program telah selesai. Program dari flowchart diatas sebagai berikut. #include <iostream> #include <conio.h> using namespace std; int main() { //inisialisasi array // int ujian[5]= {90,95,78,85}; int ujian[5]; //input data ke array


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 198 198 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA for (int k=0;k<5;k++) { cout<<"masukkan data nilai ujian["<<k<<"] = "; cin>>ujian[k]; } //tampil data array for (int j=0;j<5;j++) { cout<<"data nilai ujian["<<j<<"] = "<<ujian[j]<<endl; } getch(); }


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 199 199 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Hasil eksekusi program diatas sebagai berikut. Gambar 4. 21 Program studi kasus 1 Gambar 4. 22 Hasil program studi kasus 1 4.5.2 Studi kasus 2 Buatlah sebuah program untuk menemukan data yang terdapat didalam element. Buatlah program baru dengan cara file – menu – source atau gunakan CTRL + N kemudian ketik programnya seperti dibawah ini:


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 200 200 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Berikut Flowchart : Gambar 4. 23 Flowchart program studi kasus 2


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 201 201 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Penjelasan: Flowchart dimulai dengan simbol terminator untuk memulai program. Deklarasi variabel. Lakukan pemilihan untuk (int k=0;k<5) sebagai syarat jika benar maka tampilkan masukan data [<<k<<]. Lalu input data [k] dengan syarat k=k+1. Jika salah lakukan pemilihan kembali (int j=0;j<5) sebagai syarat jika benar maka proses rumus total=total+data(j). Jika salah maka proses rumus rata=total/5. Lalu tampilkan rata-rata pada pada array= rata. Terakhir gunakan simbol terminator untuk menandakan program telah selesai. Program dari flowchart diatas sebagai berikut. #include <iostream> #include <conio.h> using namespace std; main() { float data[5]; float rata, total = 0; //input data ke array for (int k=0;k<5;k++) { cout<<"masukkan data["<<k<<"] = "; cin>>data[k]; } //menghitung total nilai pada array for (int j=0;j<5;j++)


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 202 202 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA { total = total + data[j]; } //menghitung rata - rata rata = total / 5; cout<<"rata - rata data pada array = "<<rata<<endl; getch(); } Hasil eksekusi program diatas sebagai berikut. Gambar 4. 24 Program studi kasus 2


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 203 203 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Gambar 4. 25 Hasil program studi kasus 2 4.5.3 Contoh program array 1 dimensi 3 Berikut Flowchart : Gambar 4. 26 Flowchart program studi kasus 3


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 204 204 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Penjelasan: Flowchart dimulai dengan simbol terminator untuk memulai program. Kemudian deklarasi variabel int data[10] = {4, 1, 0, -9, 8, 5, -1, 2, 3, -7}, int elemen, ketemu, x menggunakan simbol preparation. Selanjutnya tampilkan “Data yang dicari : “ menggunakan simbol input/outputlalu input nilai x menggunakan simbol input/output pula. Nyatakan variabel ketemu pada pernyataan ketemu=0 menggunakan simbol process. kemudian deklarasikan elemen=0 dan nyatakan variabel elemenpada penyataan elemen<=9 menggunakan simbol decision. Jika NO maka lanjut pada tahap berikut yakni pernyataan ketemu==0. Jika YES nyatakan varabel elemen pada pernyataan data[elemen]==x, jika YES maka masuk syarat ketemu=!ketemu;break; kemudian lanjut pada tahap berikut yakni pernyataan ketemu==0. Jika NO maka nyatakan variabel elemen pada pernyataan elemen=elemen+1, kemudian nyatakan kembalivariabel elemen pada pernyataan elemen<=9 sehingga terjadi proses perulangan. Jika NO maka lanjut pada tahap berikut yakni pernyataan ketemu==0. Pada pernyaaan ketemu==0, nyatakan variabel ketemu pada pernyataan ketemu==0 menggunakan simbol decision. Jika YES maka tampilkan “Data ada di elemen : “ elemen lalu gunakan simbol terminator untuk menandakan program telah selesai. Jika NO maka tampilkan “Data tidak ditemukan “lalu gunakan simbol terminator untuk menandakan program telah selesai. Program dari flowchart diatas sebagai berikut. #include<iostream> #include<conio.h> using namespace std;


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 205 205 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA int main() { int data[10] = {4, 1, 0, -9, 8, 5, -1, 2, 3, -7}; int elemen, ketemu, x; cout << "Data yang dicari : "; cin >> x; ketemu = 0; for(elemen=0; elemen<= 9; elemen++) { if (data[elemen] == x) { ketemu = !ketemu; break; } } if (ketemu == 0) cout << "Data tidak ditemukan "; else cout << "Data ada di elemen : " << elemen; getch(); } Hasil eksekusi program diatas sebagai berikut.


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 206 206 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Gambar 4. 27 Program studi kasus 3 Hasil eksekusi program jika data ditemukan sesuai urutannya dan menampikan elemen. Gambar 4. 28 Hasil program studi kasus 3 Hasil eksekusi jika data tidak ditemukan Gambar 4. 29 Hasil program studi kasus 3


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 207 207 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA 4.5.4 Contoh program Array dua dimensi Berikut Flowchart : Gambar 4. 30 Flowchart program studi kasus 4


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 208 208 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Penjelasan: Flowchart dimulai dengan simbol terminator untuk memulai program. Deklarasi variabel. Deklarasi int matrix [3][4]={{5,10,1,11}},{{4,7,67,-9}},{9,0,45,3}}. Masukan syarat pemilihan int i=0;i<3. Jika tidak memenuhi maka proses selesai. Jika memenuhi masukan syarat pemilihan kedua int j=0;j<4 jika tidak memenuhi kembali ke proses i=i+1 lalu ke pemilihan int i=0;i<3 dan seleksi kembali. Jika sudah tidak memenuhi maka selesai. Jika seleksi kedua memenuhi tampilkan mattix [i][j] lalu proses j=j+1 dan ke seleksi j=0;j<4 jika tidak maka proses i=i+1 lalu seleksi syarat i=0;i<3 seleksi tidak memenuhi maka proses selesai. Terakhir gunakan simbol terminator untuk menandakan program telah selesai. Program dari flowchart diatas sebagai berikut. #include <iostream> #include <conio.h> using namespace std; int main() { int matrix[3][4] = {{5,10,1,11},{4,7,67,-9},{9,0,45,3}}; for (int i = 0; i<3; i++) { for (int j=0;j<4; j++) { cout<<matrix[i][j]<<" "; } cout<<endl;


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 209 209 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA } getch(); } Hasil eksekusi program diatas sebagai berikut. Gambar 4. 31 Program studi kasus 4 Gambar 4. 32 Hasil program studi kasus 4


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 210 210 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA 4.6 Kesimpulan dan Saran 4.6.1 Kesimpulan Array adalah suatu struktur data berupa sejumlah data sejenis (bertipe data sama) yang jumlahnya tetap dan diberi suatu nama tertentu, elemen-elemen array tersusun secara berderet dan dapat diakses secara random di dalam memori.Array menggunakan indeks integer untuk menemukan urutan elemen-elemennya, dan juga elemen pertamanya akan dimulai dari indeks 0, dan yang kedua mempunyai indeks 1, serta seterusnya. Array dideklarasikan dibagian deklarasi variabel dibedakan menjadi dua yaitu, Array Satu Dimensi dan Array Dua Dimensi. 4.6.2 Saran Array yang akan dipergunakan harus dideklarasikan terlebih dahulu. Ketika akan mendeklarasikan array kita harus memperhatika hal-hal berikut : 1. Indeks array selalu dimulai dari 0 2. Mengetahui besaran, karena array tidak bisa diperbesar ataupun diperkecil 3. Mengetahui tipe data yang ingin dimasukan kedalam array, karena jika inputan berbeda dengan initial array maka akan terjadi error.


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 211 211 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA


BAB V POINTER OLEH Susilo Bambang Yudhoyono A.Yamani 07352211039 PROGRAM STUDI INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITASKHAIRUN TERNATE 2023


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 213 213 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA BAB V POINTER 5.1 Pengertian Pointer Pointer adalah variabel atau objek yang menunjuk ke variabel atau objek lain. Sebelumnya dijelaskan tentang variabel, “variabel adalah representasi dari alamat memori di komputer.” Dan pointer hanyalah variabel yang menyimpan alamat memori, memori bisa berasal dari variabel, objek dan lain-lain. Dengan petunjuk pointer, dimungkinkan untuk menampilkan memori, mendapatkan isi memori, dan memodifikasi konten memori yang ditentukan. Sebelum kita masuk ke tips, ada dua hal yang harus Anda ketahui. Ada dua jenis pointer yang kita gunakan, yaitu address-of (&) dan dereference operator (*). 5.2 Macam-macam Operator pada Pointer 5.2.1 Addres-of Operator (&) adalah operator yang memungkinkan kita untuk mendapatkan/melihat alamat memori yang dimiliki oleh variabel ini. Cara menggunakannya adalah dengan meletakkan tanda di depan identitas ketika variabel dipanggil. Ini menyebabkan kompiler memberikan alamat memori alih-alih konten/nilai memori.


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 214 214 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA 5.2.2 Dereference operator (*) Dereference operator (*) adalah operator yang memungkinkan Anda mengambil isi/nilai memori berdasarkan alamat memori. Pointer adalah variabel yang menyimpan alamat memori dari variabel lain. Dimungkinkan untuk mengubah nilai variabel yang ditunjukkan oleh penunjuk dan menyalinnya. Saat program sedang berjalan, kita dapat mengubah tujuan penunjuk dengan mengubahnya ke alamat memori variabel lain atau ke alamat memori yang bukan variabel. 5.3 Cara Membuat Pointer Sebuah pointer dibuat dengan awalan namanya dengan simbol * (asterik), kemudian diisi dengan alamat memori untuk digunakan sebagai referensi. Contohnya: int *pointer1 = 000001; maka *pointer1 dapat mengakses data pada alamat memori 00001. Dengan kata lain, *pointer1 menggunakan alamat 00001 sebagai referensi. Contoh: Bentuk penulisan: tipeData *identitas; //atau tipeData *identitas = &var;


LAB REKAYASA PERANGKAT LUNAK | TEKN8IK INFORMATIKA2 UNKHAIR 215 215 LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Contoh penulisan: int *plnt; doble *pDouble = &myVar; Secara umum pointer sebenarnya adalah variabel, aturan untuk variabel juga berlaku untuk pointer, jadi tidak jauh berbeda dengan variabel. Pointer hanya mendapatkan sedikit perbedaan, yaitu penambahan dua operator, menjadikan variabel tersebut sebagai variabel pointer. Untuk mendefinisikan variabel pointer, kita cukup menambahkan operator dereferencing di depan identitas. Operator referensi tidak harus ditambahkan ke identitas, bisa juga setelah tipe data atau antara tipe data dan identitas. notasi yang berbeda memiliki arti yang sama, yaitu operator referensi hanya berlaku untuk satu variabel. Pointer tidak hanya berlaku pada variabel, pointer dapat di gunakan pada function, dan objek lain.caranya masih sama seperti melakukan pada variabel. 5.4 Cara mengakses Pointer Pointer adalah variabel, menggunakan pointer tidak jauh berbeda dengan menggunakan variabel. Untuk mendapatkan nilai pointer kita hanya perlu memanggil identitas pointer. Plnt Panggilan mengembalikan nilai pointer, yang merupakan alamat memori dari variabel yang ditunjuk oleh pointer. Karena pointer hanya dapat memiliki nilai berupa alamat memori, untuk mengubah nilai pointer atau mengubah tujuan pointer, kita memerlukan operator address-of (&) pada operan sumber.


Click to View FlipBook Version