Perencanaan Keuangan Perusahaan 96 Derivatif juga dapat digunakan sebagai salah satu alternatif investasi bagi investor. Manajemen investasi, perusahaan, lembaga keuangan, dan investor perorangan menggunakan derivatif untuk mengelola posisi yang mereka miliki terhadap risiko dari pergerakan suku bunga, harga saham dan komoditas, nilai tukar valuta asing, tanpa harus mempengaruhi posisi fisik produk yang menjadi underlying. Secara spesifik, derivatif adalah sebuah kontrak perjanjian yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih untuk menjual atau membeli aset maupun komoditas yang dijadikan objek jual beli, dengan harga dan waktu yang telah disepakati bersama (Liputan6.com, 2021). Harga nilai aset atau komoditas yang diperjualbelikan sangat dipengaruhi oleh produk induknya yang terdapat di spot market (Niansyah, Indriana and Firmansyah, 2018). Derivatif merupakan instrumen investasi yang terdiri dari beberapa produk keuangan dan diawasi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Produk keuangan yang dimaksud seperti: saham (equity), obligasi, suku bunga, indeks saham, indeks obligasi, nilai tukar mata uang, komoditas dan lain sebagainya (Jurnal, 2023). Karena produk derivatif merupakan sebuah komoditas, maka derivatif diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Secara sederhana mekanisme kerja produk derivatif yaitu merupakan produk investasi yang berbasis pada kontrak perjanjian perdagangan. Derivatif merupakan investasi berisiko tinggi karena memanfaatkan perkiraan harga di masa mendatang yang berpotensi memiliki pengembalian yang tinggi (NISP, 2022). JENIS KONTRAK DERIVATIF Berdasarkan cara perdagangannya di pasar, kontrak derivatif dibagi menjadi 2 jenis, yaitu (Infovesta, 2021): 1. Over-the-counter derivatives OTC derivatives dikenal dengan derivatif yang transaksinya dilakukan di luar bursa. Jenis derivatif ini merupakan sebuah kontrak antara dua pihak yang transaksinya dilakukan secara langsung antar para pihak tanpa menggunakan jasa pialang karena transaksi dilakukan di luar bursa. Produk yang diperjualbelikan pada OTC derivatives diantaranya: swap, kontrak serah nilai tukar, dan opsi eksotik. Produk tersebut lebih rumit daripada derivatif yang biasa diperdagangkan karena menggunakan fitur, sehingga transaksi seringkali diperdagangkan di luar bursa.
Perencanaan Keuangan Perusahaan 97 2. Exchange-traded derivatives Exchange-traded derivatives yaitu instrumen derivatif yang perdagangannya dilakukan di bursa pada bursa khusus perdagangan derivatif (bursa berjangka) atau bursa lainnya. Bursa derivatif berperan sebagai perantara atas transaksi terkait dan memungut margin awal dari kedua belah pihak yang melakukan transaksi sebagai jaminan. Beberapa instrumen derivatif yang diperdagangkan pada pasar modal Indonesia diantaranya (Sayyid, 2015; Niansyah, Indriana and Firmansyah, 2018; NISP, 2022): a. Warrant, merupakan salah satu efek yang diterbitkan oleh emiten dengan memberikan hak kepada pemegangnya, untuk membeli saham perusahaan dengan harga tertentu dan selama periode tertentu, dan waran merupakan produk turunan dari saham atau obligasi. b. Right, merupakan hak yang diberikan perusahaan kepada pemegang saham biasa untuk membeli saham baru yang diterbitkan perusahaan, hak ini disebut dengan preemptive right. Preemptive right adalah hak untuk menjaga proporsi kepemilikan saham bagi investor lama pada perusahaan, terkait dengan penerbitan saham baru. c. Option, merupakan efek yang memberikan hak pada pemegangnya untuk membeli atau menjual sejumlah aset tertentu dengan harga yang telah ditetapkan di masa yang akan datang. Kontrak opsi merupakan instrumen derivatif yang berguna untuk melakukan lindung nilai (hedging). Hedging adalah sebuah tindakan untuk melindungi perusahaan agar dapat menghindar atau meminimalisir risiko kerugian yang mungkin terjadi atas adanya transaksi bisnis (Guniarti, 2014). Kontrak opsi ada 2 jenis yaitu (Jurnal, 2023): 1) Opsi jual (put option) adalah memberikan hak kontrak kepada pemilik untuk menjual suatu aset tertentu. 2) Opsi beli (call option) merupakan pemberian hak kontrak kepada pemilik untuk membeli suatu aset tertentu (underlying asset) pada tanggal dan harga yang telah disepakati.
Perencanaan Keuangan Perusahaan 98 d. Forward, forward atau biasa disebut kontrak serah merupakan sebuah perjanjian untuk menyerahkan atau membeli aset ataupun komoditas dengan harga, jumlah, dan tanggal penyerahan yang telah disetujui, perjanjian ini dilakukan antara dua pihak ataupun lebih. Kontrak ini dapat dikatakan selesai ketika komoditas diserahkan secara fisik atau penyerahan secara neto. Kontrak serah dibagi menjadi 2 yaitu: forward purchased dan forward rate agreement. Kontrak pembelian valuta asing antara nasabah dengan bank devisa yang dilakukan di depan disebut forward purchased. Kontrak untuk menentukan besarnya tingkat bunga simpanan disebut dengan forward rate agreement. e. Future, future atau sering disebut kontrak berjangka memiliki defenisi yang sama dengan kontrak serah (forward), perbedaannya adalah kontrak berjangka diperdagangkan di bursa berjangka secara teratur di tempat dilakukannya transaksi kontrak berjangka. Future merupakan kontrak berjangka untuk membeli atau menjual aset yang penyerahannya dilakukan di masa yang akan datang dengan harga yang telah disepakati. Instrumen ini biasa digunakan untuk mengunci harga komoditas atau untuk meminimalisir fluktuasi harga barang. Future juga digunakan sebagai sarana lindung nilai (hedging) dari ekuitas perusahaan (Utomo, 2000). f. Swap, merupakan kontrak tukar menukar mata uang pada saat ini dan di masa yang akan datang antara bank dan nasabah devisa. Swap yang biasa disebut currency swap merupakan konversi kewajiban utang pada mata uang berbeda, dengan keuntungan dari instrumen ini adalah dapat mengurangi risiko tingkat kurs mata uang asing dalam jangka panjang. Contoh transaksi swap adalah interest rate swap, yang berfungsi sebagai pelindung perusahaan ketika penghadapi suku bunga yang fluktuatif. NILAI SEKURITAS DERIVATIF Pemegang instrumen keuangan derivatif mendapatkan sertifikat sebagai tanda kepemilikan, sertifikat ini dinamakan dengan sertifikat sekuritas derivatif. Dalam sertifikat dicantumkan nama, alamat, jumlah keseluruhan dan nilai sekuritas derivatif. Nilai dari sekuritias derivatif dibedakan menjadi 3 macam, yaitu (Sayyid, 2015):
Perencanaan Keuangan Perusahaan 99 1. Par Value. Par value atau nilai nominal adalah harga yang dicantumkan dalam sertifikat sekuritas derivatif, dan harga ini merupakan harga yang telah ditetapkan dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). 2. Book Value. Book value atau nilai buku merupakan nilai dari sekuritas derivatif yang beragam sesuai dengan saat perusahaan menerbitkannya. Nilai ini akan berubah seiring terjadinya kenaikan dan penurunan harga aset utamanya. 3. Nilai Intrinsik. Nilai intrinsik merupakan nilai sekuritas derivatif saat likuidasi. Selain dari 3 nilai tersebut, ada juga istilah going concern, yang berarti nilai sekuritas derivatif yang sedang berjalan. Nilai ini diperoleh ketika terjadinya merger, sehingga nilai going concern sering kali lebih besar dibandingkan nilai likuidasi. MANFAAT INSTRUMEN KEUANGAN DERIVATIF Instrumen keuangan derivatif tentu memiliki manfaat. Manfaat utama dari instrumen ini adalah memberikan lindung nilai atau melindungi harga dari suatu komoditas di masa depan. Instrumen derivatif juga dapat meminimalisir terjadinya kerugian atau risiko keuangan perusahaan (NISP, 2022). Lebih rinci, manfaat instrumen keuangan derivatif adalah sebagai berikut (Sayyid, 2015): 1. Meminimalisir risiko. Dengan menerbitkan instrumen keuangan derivatif, maka secara langsung ataupun tidak langsung perusahaan dapat mengurangi berbagai risiko yang akan terjadi. Risiko tersebut adalah risiko kerugian baik bagi pihak perusahaan maupun investor, kerugian tersebut seperti; risiko tidak terjualnya sekuritas utama, harga efek utama yang turun, risiko meningkatnya fluktuasi harga. 2. Memperbesar keuntungan. Bagi perusahaan, instrumen keuangan derivatif dapat dijadikan sebagai pemanis untuk menarik minat beli para investor terhadap efek utama, sehingga penjualan efek utama dapat memenuhi target. Bagi investor, instrumen keuangan derivatif adalah hak prioritas untuk melakukan transaksi jual beli instrumen keuangan utama (saham dan obligasi).
Perencanaan Keuangan Perusahaan 100 3. Mengamankan investasi. Instrumen keuangan derivatif dimaksudkan untuk menstabilkan investasi dan adanya jaminan keuntungan bagi investor. Bahkan dalam konteks investasi pada instrumen derivatif, banyak diterapkan sistem lindung nilai guna mentransfer risiko antar institusi atau individu dengan imbalan tertentu. Hal ini bertujuan agar peluang untuk mendapatkan laba tetap diperoleh dan kemungkinan mengalami kerugian dapat ditekan. RISIKO INSTRUMEN KEUANGAN DERIVATIF Instrumen investasi yang satu ini tentunya bukan tanpa risiko. Risiko dari instrumen investasi derivatif ini dapat dikatakan cukup tinggi, dengan peluang keuntungan yang tinggi pula, sehingga investasi pada instrumen ini cukup menggiurkan dan jumlah peminatnya tidak sedikit (Marseno, 2022). Meski investasi ini ditujukan untuk melindungi nilai tukar rupiah, tidak berarti perusahaan yang menggunakan produk derivatif ini bebas dari risiko. Risiko pada instrumen derivatif cenderung lebih besar dari risiko saham, karena derivatif cenderung menggunakan perkiraan harga di masa yang akan datang (NISP, 2022). DASAR HUKUM INSTRUMEN KEUANGAN DERIVATIF Perjanjian derivatif merupakan kegiatan investasi yang terjamin keamanannya karena telah memiliki landasan hukum. Beberapa dasar hukum mengenai transaksi derivatif, di antaranya (BEI, 2022): 1. Peraturan Pemerintah No. 45 tahun 1995 tentang Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang Pasar Modal. 2. Undang-undang No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal. 3. Surat Edaran Ketua Bapepam tanggal 25 Februari 2002 No. SE-01/ PM/2002 tentang Kontrak Berjangka Indeks Efek dalam Pelaporan MKBD Perusahaan Efek. 4. SK Bapepam tanggal 20 Februari 2003 No. Kep. 07/PM/2003 tentang Penetapan Kontrak Berjangka atas Indeks Efek sebagai Efek.
Perencanaan Keuangan Perusahaan 101 5. Peraturan Bapepam tanggal 31 Oktober 2003 No. III. E. 1 tentang Kontrak Berjangka dan Opsi atas Efek atau Indeks Efek. 6. Persetujuan tertulis Bapepam tanggal 18 Februari 2004 No. S-356/ PM/2004 tentang Persetujuan KBIE-LN (DJIA & DJ Japan Titans 100). PENUTUP Berdasarkan pembahasan mengenai instrumen keuangan derivatif pada bab ini, maka diketahui bahwa Derivatif adalah kontrak antara dua pihak atau lebih yang berisikan perjanjian mengenai pertukaran pembayaran yang nilainya merupakan turunan dari produk induk (underlying). Sekuritas derivatif dapat dijadikan sarana pemanis atas suatu efek agar dapat menarik minat beli para investor sehingga efek dapat terjual di pasar modal. Risiko yang menyertai instrumen investasi ini cenderung tinggi, dibarengi dengan peluang tingginya keuntungan yang akan diperoleh. Aktivitas investasi pada instrumen ini juga dibarengi dengan berbagai aturan yang menjamin keamanan pada transaksi ini. Salah satu aturan mengenai instrumen derivatif yaitu Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 32/PJOK/04/2020 tentang Kontrak Derivatif Efek. Dalam peraturan ini telah diatur terkait kontrak perjanjian derivatif, tata cara persetujuan kontrak, peraturan bursa efek, PPA dan lembaga kliring dan penjaminan, dan ketentuan lainnya (OJK, 2020).
Perencanaan Keuangan Perusahaan 102 DAFTAR PUSTAKA BEI (2022) Derivatif, https://www.idx.co.id/id/produk/derivatif. Available at: https://www.idx.co.id/id/produk/derivatif (Accessed: 11 March 2023). Guniarti, F. (2014) ‘Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Aktivitas Hedging dengan Instrumen Derivatif Valuta Asing’, Jurnal Dinamika Manajemen, 5(1), pp. 64–79. doi: 10.15294/jdm.v5i1.3651. Infovesta (2021) Mengenal Derivatif, https://www.infovesta.com. Available at: https://www.infovesta.com/index/learning/learning/61 (Accessed: 13 January 2023). Jurnal, B. M. (2023) Transaksi Derivatif, Apa Saja Jenis-Jenisnya?, https://www. jurnal.id/id. Available at: https://www.jurnal.id/id/blog/jenis-transakiderivatif/ (Accessed: 13 January 2023). Liputan6.com (2021) Mengenali Produk Derivatif di Pasar Modal, Otoritas Jasa Keuangan. Available at: https://pasarmodal.ojk.go.id/News/Detail/20372 (Accessed: 13 January 2023). Marseno, S. (2022) Instrumen Derivatif, Ini Pengertian, Manfaat, Jenis, dan Dasar Hukumnya, cermati.com. Available at: https://www.cermati.com/ artikel/derivatif (Accessed: 13 January 2023). Niansyah, F. I. W., Indriana, P. and Firmansyah, A. (2018) ‘Pemanfaatan Instrumen Derivatif di Indonesia dan Perbandingan Standar Akuntansi terkait Derivatif’, Jurnal Ilmiah Akuntansi Kesatuan, 6(2), pp. 140–152. Available at: http://www.thejakartapost.com. NISP, O. (2022) Derivatif Adalah: Pengertian, Jenis, Manfaat & Dasar Hukumnya, https://www.ocbcnisp.com. Available at: https://www.ocbcnisp. com/id/article/2022/01/07/apa-itu-derivatif (Accessed: 13 January 2023). OJK, D. K. (2020) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 32/ PJOK/04/2020 tentang Kontrak Derivatif Efek. Sayyid, A. (2015) ‘Investasi Sekuritas Derivatif di Pasar Modal Indonesia’, AtTaradhi Jurnal Studi Ekonomi, 5(2), pp. 1–18.
Perencanaan Keuangan Perusahaan 103 Utomo, L. L. (2000) ‘Instrumen Derivatif: Pengenalan dalam Strategi Manajemen Risiko Perusahaan’, Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 2(1), pp. 53–68. Available at: http://puslit2.petra.ac.id/ejournal/index.php/aku/ article/view/15667. Tentang Penulis Penulis adalah dosen tetap pada Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sulawesi Barat sejak tahun 2011. Dalam mewujudkan peran sebagai dosen profesional yang telah tersertifikasi, penulis aktif melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Penulis terlibat pada beberapa penelitian yang didanai oleh internal perguruan tinggi dan Kemendikbud-Ristek. Penulis juga terlibat sebagai narasumber pada beberapa pelatihan yang diselenggarakan oleh instansi daerah, perusahaan daerah dan kegiatan masyarakat. Beberapa book chapter yang telah Penulis hasilkan diantaranya mengenai: Teori Motivasi, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, Analisis Rasio Aktivitas, Teori Struktur Modal, Manajemen Modal Kerja, Pasar Modal, dan Efek Beragun Aset Syariah. Email: [email protected]