KLINIK SCHOLARSHIP HUNTER Yogi Aldias Zakariyah, S.Pd Fitri Yuliana, S.S
KLINIK SCHOLARSHIP HUNTER Copyright© PT Penamudamedia, 2024 Penulis: Yogi Aldias Zakariyah, S.Pd., Fitri Yuliana, S.S ISBN: 978-623-09-7218-8 Desain Sampul: Tim PT Penamuda Media Tata Letak: Enbookdesign Diterbitkan Oleh PT Penamuda Media Casa Sidoarium RT 03 Ngentak, Sidoarium Dodeam Sleman Yogyakarta HP/Whatsapp : +6285700592256 Email : [email protected] Web : www.penamuda.com Instagram : @penamudamedia Cetakan Pertama, Januari 2024 vi + 110, 15x23 cm Hak cipta dilindungi oleh undang-undang Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku tanpa izin Penerbit
v Alhamdulillahirabbil 'aalamiin. Puji syukur kehadirat tuhan yang maha esa atas segala karunianya sehingga penulis dapat menerbitkan buku ini untuk memberikan wawasan serta bekal persiapan mendaftar beasiswa. Buku ini disusun berdasarkan kebutuhan para kaum intelektual dalam mempersiapkan segala kebutuhan dalam mempersiapkan mendaftar beasiswa guna studi lanjut baik dalam dan luar negeri. Buku ini akan membantu saudara dalam menemukan jawabanjawaban atas kegelisahan seputar pendaftaran beasiswa yang seringkali menjadi incaran banyak orang dalam mendapatkan dukungan bantuan pendidikan Membahas secara rinci mengenai beasiswa, buku “Klinik Scholarship Hunter” memberikan informasi serangkaian hal yang seharusnya diperhatikan bagi segenap calon pelamar beasiswa agar bisa tembus seleksi sesuai dengan target yang ditentukan. Isi yang tersampaikan dalam buku ini juga tidak hanya sebatas memberikan informasi berkaitan dengan beasiswa, namun juga beberapa contoh essay sampai dengan seputar pertanyaan wawancara yang biasanya mucul dihadirkan didalam buku ini sebagai upaya jitu secara komperehensif guna dapat memberikan kesempatan lolos beasiswa dari lembaga swasta maupun pemerintah. Mari mulai mencuri start persiapan beasiswa, maka akan selangkah lebih depan dibandingkan calon pelamar beasiswa lainnya. Selamat membaca dan semoga berhasil! Penulis
vi v Kata Pengantar vi Daftar Isi 1 Beasiswa 5 Fakta Dan Mitos Seputar Beasiswa 10 Informasi Beasiswa 17 Kandidat Yang Dilirik Lembaga Penyedia Beasiswa 22 Letter Of Acceptance (Loa) 26 Mempersiapkan Berkas 31 Mempersiapkan Pendaftaran 35 Mentor Beasiswa 37 Menulis Essay Beasiswa 47 Penyebab Ditolak Beasiswa 55 Proofreading Essay 58 Rencana Kontribusi 62 Rencana Riset Bagi Jenjang S2/S3 65 Rencana Studi 70 Sertifikat Bahasa 73 Surat Rekomendasi 78 Syarat Administrasi 82 Tahapan Seleksi Beasiswa 86 Tanggung Jawab dan Hak Penerima Beasiswa 93 Wawancara Beasiswa 109 Tentang Penulis
1 TERDENGAR tidak asing ditelinga semua orang ketika mendengar kata beasiswa. Apalagi bagi para pelajar dan mahasiswa yang akan maupun sedang menempuh pendidikan. Beasiswa adalah suport dana pendidikan bagi penerimanya dengan beragam komponen pendanaan yang diberikan oleh lembaga penyedia beasiswa. Setiap individu mempunyai kesempatan yang sama untuk bisa mendapatkan beasiswa yang tentu dengan melewati serangkaian seleksi dari lembaga pengelola beasiswa. Bagi sebagaian orang, mendapatkan beasiswa meupakan hal luar biasa yang tidak semua orang bisa meraihnya. Meskipun saat ini banyak sekali ragam beasiswa yang tersedia namun tetap saja seleksi yang dilakukan begitu ketat. Kuota yang terbatas dari lembaga penyedia beasiswa membuat tidak semua pelamar beasiswa bisa tercover untuk bisa diberikan beasiswa. Ditambah lagi pelamar yang mendaftar biasanya dari orang-orang yang memiliki pengalaman yang bagus-bagus sehingga menambah tingkat persaingan kandidat pada pelamar beasiswa. Beasiswa dibagi menjadi 2 kategori yakni bagi beasiswa yang diberikan dalam masa studi berjalan (on going) dan beasiswa yang diberikan bagi pelamar yang akan melanjutkan studi (non on going).
2 Kategori beasiswa bagi penerima yang on going biasanya diberikan bagi penerima beasiswa yang belum mendapatkan beasiswa dari pihak manapun sehingga biasanya ada ketentuan yang telah menerima beasiswa tidak bisa mendaftar beasiswa tersebut. Hal itu dilakukan agar bisa memberikan kesempatan calon pelamar beasiswa lain untuk bisa mendapatkan suport dana pendidikan serupa secara merata. Lain halnya dengan beasiswa yang on going biasanya akan dilakukan seleksi penerimaan sebelum perkuliahan di mulai dan menjadi mahasiswa baru. Tentu sangat banyak sekali pelamar yang mendaftar mengingat pembukaan beasiswa tersebut biasanya memiliki sasaran cakupan cukup luas bagi siapapun yang memiliki kualifikasi dari lembaga penyedia beasiswa. Tidak heran jika para orang tua biasanya bangga apabila putera puteri mereka bisa mendapatkan beasiswa ketika menempuh studi dan menjadi penyemangat para pelajar/mahasiswa untuk bisa merampungkan studi tepat waktu dengan hasil terbaik. Pastinya selama mendapatkan beasiswa tuntutan akademik dari pihak lembaga penyedia beasiswa maupun kampus harus bisa sesuai target yang telah disepakati. Ini merupakan beban tanggungjawab sekaligus kesempatan bagi penerima beasiswa agar bisa memberikan yang terbaik terhadap hasil pendidikan mereka sendiri. Pemerintah republik Indonesia saat ini banyak sekali mengeluarkan ragam jenis beasiswa baik untuk jenjang SD/SMP/SMK/S1/S2/S3 yang bisa di apply kalangan masyarakat Indonesia sesuai kualifikasi yang ada. ini menjadi PR besar bagi para calon pelamar beasiswa agar bisa memperjuangkan hal tersebut. Gambaran beasiswa yang beragam bisa menjadi referensi pelamar ketika mengaply beasiswa. Para awardee maupun alumni beasiswa bisa menjadi jalan jitu memperoleh pengetahuan dan bekal persiapan dalam mendaftar beasiswa yang di tuju. Memastikan segala
3 persiapan sudah matang juga perlu agar pelamar beasiswa tidak merasa kurang persiapan dalam mengikuti seleksi beasiswa. Setiap jenjang pendidikan pasti memiliki perbedaan dari segi biaya yang dikeluarkan hingga ragam jurusan yang berbeda. Beasiswa yang diberikan tentu sudah disesuaikan berdasarkan anggaran yang dikeluarkan lembaga penyedia beasiswa dengan komponen biaya yang harus dibayarkan kepada kampus maupun penerima beasiswa. Sebagai penerima beasiswa tidak perlu khawatir terhadap keberlangsungan pembiayaan selama mendapatkan beasiswa karena sudah diperhitungkan lembaga penyedia beasiswa ketika memberikan beasiswa. Tentu hal tersebut berlaku selama penerima beasiswa tidak melanggar ketentuan maupun SOP yang telah di sepakati.
4 “Kesempatan emas bagi penerima beasiswa sebagai awardee terpilih. Kembangkan potensi yang dimiliki untuk bekal karier pasca studi. Setiap individu mempunyai keahlian dan karakter kuat pada diri masing-masing. Kembangkan! pastikan hal tersebut bisa memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.” ~Yogi Aldias Zakariyah~
5 SEPUTAR mitos dan fakta tentang beasiswa di kalangan publik maupun pelajar. NO SEPUTAR BEASISWA FAKTA ATAU MITOS INFORMASI 1. Beasiswa hanya untuk orang yang pintar MITOS Sebenarnya beasiswa biasanya diperuntukan bagi kandidat yang memenuhi kualifikasi dan penilaian yang telah ditentukan. Biasanya pemberi beasiswa akan tertartik pada kandidat yang cerdas serta mau berkontribusi. Pintar memang perlu namun bukan menjadi penentu pokok kelulusan beasiswa 2. IPK penting untuk mendaftar beasiswa FAKTA IPK menjadi syarat wajib yang dikeluarkan hampir di semua lembaga penyedia beasiswa. Jadi memiliki nilai standar yang baik untuk mendaftar beasiswa sangatlah penting. Jangan sampai dibawah ketentuan yang telah dipersyaratkan
6 3. Mendaftar beasiswa butuh banyak persiapan FAKTA Tentu ketika mendaftar beasiswa calon pelamar harus sudah mempersiapkan semua matang dan tidak bisa dalam satu malam jika menginginkan hasil yang terbaik 4. Awardee beasiswa di tuntut untuk lulus tepat waktu FAKTA Pemberi beasiswa biasanya menargetkan awardee untuk bisa komitmen lulus tepat waktu dalam menempuh pendidikan sehingga para penerima beasiswa juga memiliki target belajar yang masif agar dapat lulus tepat waktu 5. Kecurangan mendaftar beasiswa akan mendapatkan punishment FAKTA Segela bentuk kecurangan dan pelanggaran saat mendaftat beasiswa biasanya akan ada sanksi tersendiri dari pihak penyelenggara/pemberi beasiswa 6. Personal branding penting ketika mendaftar beasiswa FAKTA Hal ini bisa menjadi value dan nilai plus kandidat saat mendaftar beasiswa. 7. Tidak memiliki prestasi kejuaraan tidak bisa lolos beasiswa MITOS Nyatanya banyak sekali bentuk prestasi yang tidak hanya dinilai dari banyaknya piala dan juara. Prestasi yang diharapkan ketika mendaftar beasiswa ialah mereka yang memiliki pencapaian yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Sebab prestasi setiap individu pastinya berbeda-beda
7 8. Untuk lolos besiswa membayar sejumlah nominal uang kepada pihak tertentu MITOS Hal-hal yang melanggar SOP dan ketentuan yang berlaku terutama hal yang tidak ada pada pedoman tentu tidak bisa di legalisasi keabsahannya. Hindari pihak atau oknum yang tidak jelas. Maka dari itu calon pelamar beasiswa harus cerdas dan selektif dalam memutuskan apapun termasuk saat mendaftar beasiswa 9. Tidak melengkapi salah satu persyaratan penting beasiswa bisa menyebabkan gugur seleksi administrasi FAKTA Biasanya hal tersebut sepele namun tidak dapat disepelekan. Pastikan calon pelamar beasiswa taat administrasi agar bisa mengikuti rangkaian seleksi beasiswa di tahapan berikutnya 10. Informasi beasiswa minim MITOS Saat ini banyak sekali platform dan media sosial yang mengshare informasi seputar pembukaan beasiswa. Calon pelamar bisa mengupdate informasi di web masing-masing lembaga serta memfollow media sosial seperti info beasiswa di instagram, youtube, facebook, dan masih banyak lainnya 11. Tidak ada jalur beasiswa kuliah untuk anak PNS/ASN MITOS Nyatanya ada program beasiswa dari pemerintah yang ditujukan untuk para ASN dan sejenisnya terutama pada jenjang S2/S3 dengan beasiswa BPI LPDP. Tentu biasanya syarat yang dikeluarkan ada sedikit tambahan dari beasiswa regular pada umumnya. 12. Lembaga penyedia beasiswa tidak bisa menampung seluruh pendaftar yang masuk FAKTA Terbatasnya pendanaan pembiayaan dari lembaga penyedia beasiswa membuat seluruh pelamar beasiswa tidak bisa tertampung. Maka kuota yang diberikan tentu terbatas sehingga tidak semua pelamar beasiswa terakomodir untuk lolos menerima beasiswa
8 13. Rekomendasi dari atasan/dosen tidak penting MITOS Tentu penting sekali sebuah rekomendasi dari atasan ataupun dosen ketika mendaftar beasiswa. Ini akan memudahkan tim penyeleksi beasiswa mengenali sosok kandidat pelamar. Pastikan untuk memilih perekomendasi yang benar-benar mengenali sosok kandidat 14. Portofolio prestasi dan personal branding penting ketika mendaftar beasiswa FAKTA Penting sekali membangun personal branding serta memperbagus portofolio terutama ketika apply beasiswa. Ini akan membuktikan bahwa calon kandidat beasiswa benar-benar individu yang aktif dalam berbagai kegiatan dan memiliki nilai lebih unggul dibandingkan peserta yang lain 15. Mendaftar beasiswa ke luar negeri wajib bisa bahasa asing/inggris FAKTA Syarat wajib mutlak untuk bisa apply beasiswa keluar negeri ialah harus bisa menguasai bahasa asing. Sebab nantinya perkuliahan di luar negeri akan menggunakan bahasa internasional/asing dan kultur budaya yang berbeda dengan di Indonesia 16. Jumlah beasiswa yang ada di Indonesia masih sedikit/minim MITOS Sebenarnya saat ini banyak sekali ragam beasiswa yang ada di Indonesia baik dari pihak pemerintah, swasta, maupun asing. Informasi beasiswa bisa didapatkan dari media sosial yang membagikan informasi seputar beasiswa 17. Tidak pernah mendapat beasiswa pada jenjang sebelumnya tidak di prioritaskan lolos saat seleksi beasiswa MITOS Ini merupakan persepsi yang kurang tepat sebab biasanya kandidat yang lolos beasiswa memang mereka benatbenar kandidat yang layak dan telah mengikuti serangkaian tes. Tentu kualitas setiap masing-masing pendaftar beasiswa berbeda sehingga
9 calon kandidat perlu mengupayakan yang terbaik. Dan pemberi beasiswa tentu mencari terbaik dari yang terbaik Pandangan pelajar dan mahasiswa mengenai beasiswa pastikan merupakan sesuatu hal yang keren dan tidak mudah untuk mendapatkannya. Saat ini ragam beasiswa di Indonesia sangat banyak dan terbuka lebar bagi yang akan maupu sedang on going studi. Kalau dahulu untuk mebdapatkan infromas beasiswa sangatlah suilt karena belum banyak akses media dan juga internet, namun saat ini tentu mudah untuk mendapatkan informasi tersebut. Nyatanya setiap tahun pendaftar beasiswa tidak semakin sedikit melainkan semakin banyak dan terus bertambah seiring dengan peningkatan kualitas SDM yang terus berkembang. Tentu tanggungjawab besar ketika diamanahi mendapatkan beasiswa. Hal yang dilakukan untuk mendaftar beasiswa pastinya yakni dengan memperbanyak persiapan. Tidak perlu ragu terhadap simpang siur informasi yang terkadang membuat calon pelamar beasiswa bimbang ketika akan mendaftar beasiswa. Maka dari itu membuat keputusan yang matang dan tidak terpengaruh intervensi dari pihak manapun akan membuat semua kegelisahan bisa dihadapi secara baik.
10 SEHUBUNGAN dengan penerimaan beasiswa, mungkin banyak dari para pejuang beasiswa yang masih bingung darimana para pemburu beasiswa bisa mendapatkan informasi berkaitan dengan beasiswa yang sedang dibuka. Belum lagi jika dari para pejuang beasiswa masih minim literasi mengenai informasi beasiswa yang diberikan. Kebanyakan dari para pelamar yang ingin mendaftar masih enggan untuk mencari lebih lanjut berkenaan perihal informasi yang sebenarnya sudah valid diberikan di booklet serta platform masingmasing penyedia beasiswa. Terlihat sepele memang perihal sumber informasi yang diperoleh, namun hal tersebut tidak boleh dianggap remeh sebab akan menjadi bekal guna mempersiapan segala persyaratan maupun tahapan seleksi yang akan di jalani. Seluruh informasi yang tersedia harus dipastikan oleh pelamar beasiswa tingkat keabsahan maupun akurat. Jangan sampai pelamar luput terhadap sumber informasi yang hoax serta tidak terpercaya, apalagi dengan embel-embel membayar sejumlah uang sehingga diberikan jaminan kelulusan. Sudah dipastikan informasi tersebut tidak benar. Masih banyak dari calon pelamar beasiswa yang sampai saat ini enggan mencari tahu secara mandiri, dalam artian menjemput bola. Padahal hal tersebut cukup penting dalam memperoleh banyak sekali
11 informasi-informasi yang mungkin barangkali tidak banyak pelamar lain mengetahui juga. Perlu di tekankan lagi bahwasannya mendaftar beasiswa pasti butuh persiapan yang panjang dan matang sebab hal tersebut biasanya tidak bisa diselesaikan dalam waktu satu hari. Beberapan pelamar beasiswa ada yang telaten dan ulet dalam mencari segala sumber data serta informasi tentang beasiswa yang di inginkan. Ada pula pelamar lain hanya menggu informasi yang ada. Kedua tipe pelamar tersebut memang sudah lumrah ditemukan di lapangan. Namun tinggal menjadi pilihan prioritas calon pelamar dalam mempersiapkan hal tersebut. Semakin bersungguh-sungguh maka peluang kesempatan yang ada tentunya menjadi semakin besar. Sarana informasi dan media massa di era modern saat ini sudah tidak sulit lagi ditemukan. Beda dengan era tempo sebelum tahun 2000-an yang mana teknologi informasi belum secanggih saat ini. Biasanya pada saat itu informasi dan pengumuman beasiswa hanya di dapatkan melalui surat, papan informasi disekolah atau kampus, serta dari mulut ke mulut. Namun saat ini guna mencari sumber beasiswa dalam maupun luar negeri tidak ada batasan sebab kemudahan internet sudah memberikan banyak perubahan bagi kehidupan manusia terutama para pelajar dan mahasiswa. Perlu di ingat! Bahwa calon pelamar beasiswa juga harus tetap mensaring sebelum sharing terhadap setiap informasi beasiswa yang ada. Salah satu sumber yang paling akurat dan terpercaya dalam menemukan informasi beasiswa ialah langsung berasal dari sumber induk yang ada yakni website resmi penyedia beasiswa. Setiap calon pelamar beasiswa bisa mengakses informasi tersebut secara mudah kapanpun dan dimanapun berada selama perangkat dan koneksi internet ada. Platform dan website yang ada biasanya juga digunakan
12 untuk mendaftar akun guna mengapply beasiswa. Pastikan calon pelamar beasiswa sudah memahami isi website yang tersedia. Sumber informasi yang sampai saat ini masih menjadi wadah utama dalam menemukan beasiswa yang sedang dibuka ialah melalui media sosial seperti WhatsApp, Instagram, Tik tok, Youtube, Twitter, Telegram, dan masih lainnya. Saat ini, orang-orang memiliki akses yang lebih mudah untuk melakukan diskusi dan bertanya hal-hal yang berkaitan seputar beasiswa yang di tuju pada grup yang banyak dibuat baik oleh official penyedia beasiswa maupun sesama pejuang beasiswa. Ini merupakan kemudahan yang didapatkan saat ini sebab melalui tayangan media sosial serta pembahasan diskusi pada grup yang ada membuat setiap informasi yang di dapatkan bisa lebih mudah di persiapkan. Pada menu pencarian di setiap media sosial bisa di input dengan kata kunci beasiswa yang di inginkan. Algoritma mesin pencarian biasanya akan merekomendasikan sesuai kebutuhan si pencari tersebut. Taggar dan hastag yang ada juga banyak membantu dalam mencari informasi yang di butuhkan. sehingga media sosial menjadi fitur utama dalam mencari infrormasi awal pembukaan beasiswa. Salah satu sumber informasi yang bisa diperoleh bisa dari dosen maupun guru yang sedang mengajar di institusi calon pelamar beasiswa. Biasanya bapak ibu guru/dosen akan memberi tahu kepada para pelajar ketika ada beasiswa yang sedang buka. Di samping itu, juga terdapat beberapa penyedia beasiswa juga bermitra dengan institusi lembaga pendidikan di kampus maupun sekolah sehingga hal tersebut mampu memudahkan dalam mensosialisaikan pembukaan beasiswa yang berlangsung. Namun, hal tersebut bukan berarti lantas
13 membuat calon pelamar beasiswa enggan mencari informasi lebih detail, sebab calon pelamar yang bersungguh-sungguh dalam mengejar beasiswa harus selalu ulet dalam berusaha dari segi apapun. Keberadaan alumni penerima beasiswa di setiap lembaga penyedia beasiswa menjadi salah satu tolak ukur kesuksesan para penerima beasiswa dalam menyelesaikan studi mereka. Perlu diketahui bahwa alumni pada masing-masing kategori beasiswa pastinya memiliki nilai-nilai value pada setiap individu penerima beasiswa sehingga mampu menjadi privilage bagi perencanaan karier pasca kampus maupun sekolah. Para pemburu beasiswa bisa mencari infromasi beasiswa dari para alumni yang sudah lulus maupun berkiprah pada masing-masing bidang yang di gelutinya. Pencari beasiswa bisa memanfaatkan untuk mencari tahu apa saja persayaratan yang dibutuhkan maupun meminta arahan pada para alumni agar calon pelamar beasiswa bisa mendapatkan tips & trik serta infromasi secara detail. Informasi yang di bagikan pada media sosial maupun dunia maya tentu membuat banyak publik mengetahui secara update sehingga tidak heran biasanya informasi cepat menyebar luas termasuk dari kawan mapun kerabat. Kepercayaan dari pemburu beasiswa juga meningkat seiring dengan dukungan suport yang diberikan oleh orang-orang terdekat sehingga keadaan tersebut bisa menjadi motivasi kuat calon pelamar untuk mendaftar beasiswa yang di inginkan.
14 Penting untuk di perhatikan bagi calon pendaftar beasiswa berkaitan dengan semua persyaratan yang ada. Tidak menutup kemungkinan ada beberapa pembaharuan yang dilakukan oleh lembaga penyedia beasiswa setiap periode pembukaan meskipun tidak begitu banyak. Mengetahui sebaran informasi tersebut bisa didapatkan melalui chanel media di kampus serta surat edaran yang valid. Tidak ada ruginya selalu mengecek berkala setiap alur recruitment guna mendapatkan kejelasan yang akurat. Rekomendasi beasiswa banyak dibutuhkan oleh pemburu beasiswa terutama bagi mereka yang sudah mempersiapkan dari tempo jauh hari. Namun terkadang pelamar beasiswa masih merasa infromasi yang di dapatkan terbatas. Berikut beberapa daftar top list beasiswa yang banyak di apply pencari beasiswa. NO PROGRAM/NAMA LEMBAGA PENYEDIA BEASISWA WEBSITE KETERANGAN 1. LEMBAGA PENGELOLA DANA PENDIDIKAN (LPDP) https://lpdp.kemenkeu. go.id Beasiswa Pemerintah 2. KIP- KULIAH KEMENDIKBUD https://kipkuliah.kemdikbud.go.id / Beasiswa Pemerintah 3. BEASISWA UNGGULAN https://beasiswaunggul an.kemdikbud.go.id/ Beasiswa Pemerintah 4. BEASISWA PENDIDIKAN INDONESIA https://beasiswa.kemdi kbud.go.id/ Beasiswa Pemerintah 5. BEASISWA PUSBINDIKLATREN BAPPENAS http://pusbindiklatren.b appenas.go.id Beasiswa Pemerintah 6. BEASISWA INDONESIA BANGKIT https://beasiswa.kemen ag.go.id/ Beasiswa Pemerintah
15 (KEMENAG-LPDP) Degree/Non-Degree 7. BEASISWA PENDIDIKAN VOKASI INDONESIA https://beasiswa.vokasi. kemdikbud. go.id/ Beasiswa Pemerintah 8. BEASISWA AFIRMASI PENDIDIKAN TINGGI https://adik.kemdikbud. go.id/ Beasiswa Pemerintah 9. BEASISWA BAZNAS RI https://beasiswa.baznas .go.id/ Beasiswa Pemerintah 10. BEASISWA BANK INDONESIA (BI) https://www.generasiba ruindonesia.com/bea siswa Beasiswa Swasta 11. BEASISWA BRILIAN (BRI) https://erecruitment.bri.co.id/be asiswabrilian/ Beasiswa Swasta 12. BEASISWA CIMB NIAGA https://kejarmimpi.id/ Beasiswa Swasta 13. BEASISWA QUIPPER SCHOLARSHIP AWARD https://campus.quipper .com/scholarships Beasiswa Swasta 14. BEASISWA PARAGON https://www.paragoninnovation.com/scholar ship Beasiswa Swasta 15. BEASISWA KULIAH RUANG GURU https://www.ruangguru. com/beasiswa/kuliah Beasiswa Swasta 16. BEASISWA PELAJAR BRAIN ACADEMY https://www.brainacad emy.id/beasiswa Beasiswa Swasta 17. BEASISWA YAYASAN BAITUL MAAL BRI https://ybmbrilian.id/ Beasiswa Swasta 18. BEASISWA PERTAMINA FOUNDATION https://beasiswa.perta minafoundation. org/ Beasiswa Swasta 19. BEASISWA DJARUM FOUNDATION https://djarumbeasiswa plus.org/ Beasiswa Swasta
16 20. BEASISWA BANK BCA https://karir.bca.co.id/b easiswa-bca Beasiswa Swasta 21. BEASISWA PEMPROV JAWA TIMUR https://www.lppdjatim. com/ Beasiswa Pemerintah 22. BEASISWA PEMPROV JAWA BARAT https://beasiswajfl.disdik.jabarprov.go.id / Beasiswa Pemerintah 23. BEASISWA PEMPROV DKI JAKARTA https://kjp.jakarta.go.id / Beasiswa Pemerintah 24. BEASISWA PEMPROV DKI JAKARTA (PELAJAR) https://ebpms.jakarta.go.id/ Beasiswa Pemerintah 25. BEASISWA PEMPROV KALIMANTAN TIMUR https://beasiswa.kaltim prov.go.id/ Beasiswa Pemerintah 26. BEASISWA DIKTIS KEMENAG- 5000 Doktor http://www.5000doktor. diktis.id/ Beasiswa Pemerintah 27. BEASISWA KEMENKOMINFO https://beasiswa.kominf o.go.id/ Beasiswa Pemerintah 28. BEASISWA – YAYASAN BEASISWA JAKARTA https://beasiswajakarta. com/ Beasiswa Pemerintah 29. BEASISWA RUMAH ZAKAT https://www.rumahzak at.org/l/beasis wajuara/ Beasiswa Swasta 30. BEASISWA LAZISNU https://nucare.id/progr am/beasiswa Beasiswa Swasta 31. BEASISWA XL FUTURE LEADER https://xlfutureleaders.c om/ Beasiswa Swasta 32. BEASISWA DATA PRINT https://beasiswadatapri nt.com/ Beasiswa Swasta
17 TOLAK ukur sebuah keberhasilan biasanya di nilai atas pencapaian yang didapatkan. Tentu perjuangan yang dilakukan sebanding dengan hasil yang didapatkan. Etos kerja tinggi serta sikap gigih pantang menyerah menghantarkan setiap individu kepada pencapaian yang haikiki. Sering kita menemukan berbagai macam tipe pelamar beasiswa, ada mereka yang ambius, perfeksionis, dan lainnya membuat diri kita belajar bahwa tidak semua individu pelamar beasiswa memiliki kepribadian yang sama. Terlepas dari hal itu banyak juga kita jumpai beasiswa yang dibuka biasanya banyak mensyaratkan kualifikasi yang tidak mainmain. Artinya, penyedia beasiswa selalu memilih kandidat pelamar yang benar-benar berkualitas terbaik dari yang terbaik. Bukan hanya saja dunia kerja yang mempersyaratkan banyak sekali list kualifikasi bagi pelamarnya, ternyata untuk mendaftar beasiswa juga harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan sehingga semua diproses dalam rangkain tes seleksi sesuai prosedur lembaga penyedia beasiswa. Mendapatkan kesempatan mengikuti seleksi beasiswa tentu merupakan sebuah gerbang pembuka agar bisa mendapatkan beasiswa. Namun apakah dengan hanya mengikuti tes sudah pasti akan lolos beasiswa? Ternyata tidak seperti demikian. Seorang
18 pelamar beasiswa harus menyelesaikan tes dan mendapatkan penilain terbaik agar bisa lolos seleksi penerimaan beasiswa. Terdapat beberapa kandidat pelamar beasiswa yang di lirik oleh lembaga penyedia beasiswa. Lalu kandidat seperti apa yang bisa mencuri hati tim seleksi beasiswa? Berikut ini bisa dijadikan acuan pelamar beasiswa agar lebih mempersiapkan diri dari segala hal. Salah satu kandidat yang disukai penyedia beasiswa ialah mendapatkan awardee yang unggul serta mempunyai karakter yang kuat terutama berkepribadian luhur serta memiliki wawasan yang luas. Tidak heran jika sering dijumpai para penerima beasiswa yang memiliki personal branding bagus kemudian track record yang baik sehingga mampu menjadi individu yang memiliki value tinggi. Mempunyai karakter pribadi yang unggul memiliki prestasi memiliki pengalaman organisasi/volunter memiliki jiwa pemimpin (leader) pekerja keras, ulet, jujur riwayat akademik&non akademik mempunyai visi misi dan kontribusi yang jelas
19 Sebuah kebanggaan besar bagi setiap individu yang memiliki segudang pencapaian dan prestasi dalam hidup mereka. mengikuti event kompetisi atupun lomba membuat banyak pengalaman yang bisa di jadikan sebuah portofolio maupu CV agar bisa unggul dari kandidat lain. Biasanya tipe pelamar beasiswa yang demikian sudah memiliki banyak target selama menempuh pendidikan sehingga tidak heran jika biasanya lembaga penyedia beasiswa suka terhadap pelamar yang demikian. Hal tersebut secara tidak langsung menunjukan kandidat tersebut benar-benar unggul serta bisa memaksimalkan pengembangan diri dengan baik. Berikutnya tidak kalah penting yakni kandidat pelamar beaiswa yang biasanya di lirik lembaga penyedia beasiswa yaitu mereka yang memiliki pengalaman organisasi dan volunter. Pengabdian yang dilakukan tentu secara tidak langsung juga menambah kemampuan kerja sama, leadership, serta solidaritas para kandidat pelamar beasiswa. Menjadi penilaian tersendiri bagi tim seleksi beasiswa dalam mempertimbangkan kandidat seperti demikian. Tentu saja bukan hanya dihitung dari banyaknya organisasi & volunter yang di ikuti namun juga dampak kontribusi besar yang telah diberikan atas kebermanfaatan terhadap lingkungan sosial. Mempunyai akses menjadi seorang pemimpin ialah merupakan sebuah privilage besar yang di punya setiap individu. Jiwa leadership yang melekat sudah tentu bisa membentuk karakter pribadi yang
20 unggul serta berjiwa pemimpin yang tidak semua orang bisa melakukan hal tersebut. Lembaga penyedia beasiswa menyukai kandidat demikian. Pelamar beasiswa harus mulai membiasakan diri agar bisa menjadi individu yang memiliki jiwa leadership tinggi sehingga bisa berguna serta bermanfaat bagi diri sendiri maupun sosial. Dari sekian banyak pelamar beasiswa yang mendaftar, pasti setiap personal memiliki tantangan tersendiri dalam diri mereka perihal apapun yang dilakukan. Namun, terdapat beberapa sikap yang perlu ditunjukan setiap individu pelamar beasiswa yang diantaranya adalah sikap pekerja keras, ulet, serta jujur. Hal tersebut merupakan ciri-ciri seseorang yang bisa bertanggung-jawab atas diri pribadi masing-masing. Walaupun terlihat sepele namun hal tersebut perlu diupayakan agar bisa melekat pada diri pelamar beasiswa. Rekam jejak pelamar beasiswa sudah pasti perlu diupayakan agar bisa maksimal dalam hal akademik maupun non akademik. Nilai IPK yang baik maupun pengalaman riset yang ada tentu akan menjadi pertimbangan oleh tim seleksi beasiswa. Memaksimalkan hal tersebut selama studi berlangsung harus benar-benar diperhatikan serta dilakukan oleh pelamar beasiswa ketika mengaply beasiswa agar bisa menjadi point plus pada penilian beasiswa.
21 Hal yang utama perlu di persiapkan dan dimatangkan oleh pelamar beasiswa ialah rencana kontribusi yang jelas serta matang. ini mutlak dan biasanya akan di klarifikasi atau di tanya ketika wawancara. Kandidat pelamar beasiswa yang sudah memiliki rencana visi misi kontribusi yang jelas dan memang benar-benar memenuhi kriteria lembaga penyedia beasiswa akan menjadi pertimbangan penting bagi mereka. Memiliki rencana tersebut bukan hanya sebatas keinginan maupun mimpi semata, namun harus benar-benar bisa di wujudkan kedepannya.
22 LOA merupakan sesuatu yang tentu tidak asing bagi pelamar beasiswa yang akan melanjutkan jenjang studi S2 dan S3 baik didalam negeri maupun luar negeri. LoA atau biasanya diistilahkan surat bukti di terima pada universitas tersebut. Terdapat dua tipe jenis yakni LoA Conditional dan LoA Unconditional. Setiap dari calon mahasiswa yang akan menempuh perkuliahan harus benar-benar diterima di universitas tujuan dengan sistem seleksi yang sudah ditentukan dari pihak PMB Kampus tersebut. Bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi di kampus luar negeri tentu harus megikuti sistem seleksi penerimaan mahasiswa di Universitas tersebut yang bisa berbeda-beda pada tiap kampus maupun negara tujuan studi. Mendapatkan LoA ini memang ada yang beranggapan sebagai sebagai tahap yang mudah dan ada pula yang menganggap susah, jadi hal itu tergantung perspektif masing-masing calon mahasiswa. Terdapat beberapa ketentuan tertentu bagi mahasiswa baru khususnya para mahasiswa yang akan melanjutkan studi pascasarjana. Pada calon mahasiswa yang jurusan S1 berbeda dengan program S2 yang akan diambil, biasanya nantinya ketika sudah diterima di Univesitas akan melakukan matrikulasi dengan durasi yang telah ditentukan masing-masing prodi serta kebijakan kampus. Tidak perlu khawatir bagi calon mahasiswa dalam mengikuti kegiatan
23 tersebut khusunya bagi yang lintas jurusan sebab memang kegiatan tersebut dilakukan agar calon mahasiswa baru nantinya bisa mengikuti perkuliahan dan mengenali bidang keilmuan tersebut dengan baik. Perjalanan dalam mendapatkan LoA tentu masing-masing personal memiliki pengalaman yang berbeda. Melalui pengalaman tersebut tentunya bisa mendapatkan banyak pelajaran baru bagi calon mahasiswa. Ada banyak jalur PMB di setiap kampus dalam penerimaan mahasiswa baru khususnya pascasarjana. Sering-seringlah mengunjungi website PMB kampus tujuan agar bisa mengetahui info lebih lanjut terkait PMB dan seleksi yang ada. Usaha mendapatkan LoA tentu harus dipersiapkan sejak awal mulai dari pesiapan sampai dinyatakan diterima. Bagi yang akan mendaftar beasiswa tentu hal tersebut juga perlu diperhatikan agar tidak sampai ada keliru dalam mempersiapkan persyaratan khususnya yakan akan mendaftar beasiswa LPDP. Biasanya syarat yang diterima oleh beasiswa LPDP ialah LoA Unconditional yang dikeluarkan kampus. Jadi hal tersebut harus benar-benar di perhatikan calon mahasiswa yang akan mengambil beasiswa LPDP. Studi pascasarjana biasanya memiliki komponen biaya yang tidak murah sehingga banyak dari calon mahasiswa memburu beasiswa khususnya dari pemerintah yang sudah Full funded dari lembaga penyedia beasiswa. Saat ini di Indonesia beasiswa yang masih banyak di buru oleh kalangan pencari beasiswa yakni ada beasiswa LPDP, BPI, Beasiswa Unggulan, BIB Kemenag, dan lainnya. Tidak heran jika setiap seleksi yang dilakukan sduah pasti ketat dan memerlukan banyak perisiapan. Perlu diketahui juga bahwa setiap lembaga penyedia beasiswa memilki ketentuan atiran khusus yang berlaku sehinggap perlu di highlight para pelamarnya. Sebagai contoh beasiswa unggulan biasanya memperlakukan bagi individu pelamar beasiswa yang sudah
24 memiliki LoA ataupun On Going sehingga bagi pelamar yang belum memiliki LoA ataupun on going studi tidak diperkenankan mendaftar. Lain hal nya dengan beasiswa LPDP ada dua jalur yang bisa di ambil yakni jalur sudah memiliki LoA Unconditional atau jalur Non LoA dengan tiga pilihan universitas. Aturan yang berlaku tentu memiliki plus minus tersendiri bagi pelamar beasiswa sehingga harus benarbenar di pertimbangkan terutama kampus tujuan studi. Tantangan besar bagi seluruh pelamar beasiswa apalagi persaingan mendapatkan beasiswa semakin tahun semakin ketat dan sudah tentu effort serta usaha yang dilakukan harus semakin banyak. Harus ada waktu serta manajemen pengelolaan target yang baik agar bisa mendapatkan hasil sesuai harapan. Persiapan dari segala aspek mulai belajar, mencari informasi terupdate, upgrading diri perlu di lakukan calon pelamar beasiswa. Bagi pelamar beasiswa yang sedang berjuang mencari LoA sudah tentu persiapan ujian TPA atau sejenisnya serta kemampuan bahasa inggris perlu di persiapkan sejak awal. Tidak perlu menunggu orang lain sebagai patokan, cukup on fokus pada diri sendiri sebab persiapan setiap orang pasti memiliki perbedaan. Selama mempersiapkan segalanya mulai untuk menyicil persyaratan masuk kampus maupun persyatatan beasiswa yang ada. ikuti ujian seleksi masuk kampus dengan baik agar bisa mendapatkan LoA yang nantinya bisa digunakan untuk apply beasiswa yang akan Prepare Proses Progres
25 dituju. Dengan memastikan setiap proses yang dilakukan bisa maksimal calon pelamar perlu memperhatikan detail yang ada agar memiliki capaian progres yang baik secara continue. Progres sekecil apapun perlu dilakukan evaluasi serta apresisasi agar bisa lebih semangat dalam memperjuangkan masuk kampus impian dan beasiswa yang di idamkan. Justru melalui detail progres sekecil apapun akan menjadikan individu pelamar lebih baik dibandingkan pelamar lainnya. Tidak ada sebuah usaha yang menghianati hasil. Begitupula hargai progres untuk hasil akhir yang sukses. Tidak ada perjuangan yang mudah dalam mendapatkan beasiswa. Namun tidak ada hal yang mustahil pula bisa lolos seleksi beasiswa serta diterima di kampus tujuan. Disiplin dan konsisten atas segala target serta upaya yang dilakukan menjadi kunci keberhasilan dalam meraih segala sesuatu.
26 PERNAKAH pemburu beasiswa kebingungan ketika sedang mempersiapkan berkas? Namun lebih memilih menunda dan mengapply berkas beasiswa pada waktu deadline!. Salah satu penyebab yang sering kita ketahui bahwa banyak pemburu beasiswa yang kurang mempersiapkan segala berkas persayaratan yang sudah ditetapkan oleh lembaga penyedia beasiswa. Tentunya setiap persyaratan yang telah dikeluarkan tidak sedikit sehingga butuh waktu dan tenaga dalam melengkapi setiap komponen syarat yang ada. Terlihat sepele, namun tidak untuk disepelekan. Mengejar target yang dibuat tentu membutuhkan effort yang kuat serta konsisten di setiap waktu termasuk mempersiapkan segala bentuk persyaratan beasiswa. Pelamar beasiswa sering mendapatkan banyak keragu-raguan diawal, kecemasan terhadap hasil akhir, pesimis. Itu semua tidak perlu di turuti sebab pasti akan membuat diri pemburu beasiswa menjadi tidak semangat. Padahal penyedia beasiswa akan mencari kandidat yang berkualitas dan optimis melalui rangkaian seleksi yang ketat. Maka dari itu tetap harus mempersiapkan yang terbaik.
27 Sebaiknya mulai saat ini pemburu beasiswa sudah mulai mempersiapkan segala keperluan terutama dokumen berkas yang dibutuhkan. Terlebih ketika sudah mendekati pembukaan beasiswa yang sedang di tuju. Berikut beberapa tips untuk memulai mempersiapkan berkas yang dibutuhkan. KETERANGAN: 1. Memulai dengan niat yang sungguh-sungguh Manakala gejolak hati sudah memantapkan niat dalam mendafatar beasiswa, sudah seharusnya dilakukan secara totalitas dan sungguh-sungguh. Terbilang sangat tidak etis jika pemburu beasiswa hanya mencoba-coba melamar beasiswa dengan berbekal dengan modal seadanya. Jikalau memang ingin mendapatkan hasil yang terbaik sudah tantu effort yang dikeluarkan juga harus secara maksimal. Memulai dengan menata niat di awal merupakan sebuah komitmen besar yang dibangun dalam mewujudkan impian keberhasilan yang di inginkan. Tentu saja niat besar harus di Di mulai dengan niat yang sungguhsungguh Membaca seluruh panduan/ booklet yang ada Membuat to the list Menyicil demi sedikit setiap persyaratan Mendahulukan berkas yang bisa diselesaikan terlebih dahulu Tidak menundanunda di waktu lain
28 imbangi dengan usaha yang besar pula supaya bisa menjadikan setiap pengorbanan yang dikeluarkan nantinya bisa terwujud. Hal tersebut berlaku bagi semua pendaftar beasiswa tanpa terkecuali bila menginginkan hasil yang baik. Niat yang maksimal bisa dilihat dari kualitas diri setiap pelamar dari awal sebelum pendaftaran sampai akhir seleksi. Hal tersebut bisa di ukur dari keseriusan secara matang yang dilakukan individu pemburu beasiswa mulai dari mencari informasi seputar beasiswa sedang dibuka, melakukan riset perihal beasiswa, sampai dengan mempersiapkan segala berkas yang akan digunakan dalam mendaftar beasiswa. 2. Membaca seluruh panduan/ booklet yang ada Urgensi dalam membaca setiap pedoman beasiswa yang ada adalah untuk memastikan rangkaian proses seleksi dan persyaratan beasiswa agar bisa dipenuhi bagi calon pelamar beasiswa. Di samping itu dengan membaca seluruh panduan yang ada pelamar beasiswa lebih mudah mengetahui hal-hal yang dirasa kurang jelas dibandingkan harus bertanya kepada teman sebelum membaca panduan terlebih dahulu. Tingkat akurasi kebenaran informasi serta tahapan seleksi lebih jelas di dapatkan daripada calon pelamar harus mencari sumber informasi dari berbagai platform yang terkadang tidak sepenuhnya jelas. Maka dari itu di usahakan agar calon pelamar beaiswa membaca panduan sampai tuntas agar tidak ada kontradiksi berkenaan pada tahapan seleksi di kemudian hari. 3. Membuat to the list Perlu untuk dilakukan manajemen kegiatan ataupun waktu dalam segala hal terutama ketika mendaftar beasiswa. Jangan biarkan ada kekosongan waktu yang terlewatkan dengan sia-sia karena tidak memprioritaskan sesuatu secara tepat. Hal tersebut
29 bisa dilakukan dengan membuat prelist maupun list keperluan yang akan di garap untuk mendaftar beasiswa. Ini bisa calon pelamar beasiswa buat sebagai acuan dan target untuk mencapai tujuan yang matang. Dengan demikian skala prioritas yang di dapatkan bisa teratur dan jelas sesuai target yang di recanakan sesuai durasi waktu proses seleksi beasiswa berlangasung. 4. Menyicil demi sedikit setiap persyaratan beasiswa Persyaratan dalam melamar beasiswa tentunya beragam sesuai ketentuan yang telah ditetapkan lembaga beasiswa. Ini mutlak dan tidak bisa di tawar ataupun di negosiasi dalam bentuk apapun. Kebutuhan persyaratan berkas yang ada seringkali membuat pelamar beasiswa merasa waktu yang dibutuhkan untuk melengkapi semua berkas dirasa singkat. Perlu di lakukan upaya agar tidak terlalu membebani di akhir deadline yakni dengan mencicil setiap berkas secara continue agar bisa maksimal. Menentukan taget yang telah dibuat melalui list timeline durasi pendaftaran beasiswa ini membuat banyak waktu bisa lebih bermanfaat serta tertata. Pelamar beasiswa bisa terlebih dahulu mencari dan mengumpulkan berkas yang dianggap mudah untuk dicari sehingga tidak terlalu membebani para pelamar. Kemudian dilanjut dengan mencari berkas-berkas lainnya dengan manajemen prioritas yang sudah ditentukan sebelumnya. 5. Mendahulukan berkas yang bisa diselesaikan terlebih dahulu Jangan terlalu fokus pada berkas yang memang sulit di dapatkan pada saat itu juga. Utamakan untuk mengumpulkan secara bertahap. Ketika mengapply beasiswa biasanya pelamar perlu membuat daftar ceklist berkas yang rapih sehingga pekerjaan dan berkas yang sudah disiapkan bisa di tata serta
30 diberikan tanda. Dengan demikian bisa dipastikan tidak ada persyaratan yang terlewatkan. 6. Tidak menunda-nunda di waktu lain Alasan yang paling sering ditemui dan masih menjadi tradisi kebanyakan orang ialah menunda-nunda waktu sebenarnya bisa dilakukan di awal. Tidak heran jika beberapa calon pendaftar beasiswa masih sering menunda dalam mempersiapkan kelengkapan berkas yang ada. Jangan sampai kebiasaan tersebut justru membuat calon pelamar beasiswa menjadi keteteran ketika sudah mendekati deadline penutupan beasiswa. Pastikan semuanya di persiapkan secara matang dan terbaik agar hasilnya juga maksimal.
31 MENGETAHUI informasi pembukaan beasiswa pastinya banyak pelajar/mahasiswa yang mengejar untuk mendapatkan beasiswa yang mereka impikan. Tidak heran jika pada masa durasi pembukaan beasiswa banyak dari mereka yang mulai mempersiapkan diri serta persyaratan yang diminta oleh lembaga penyedia beasiswa tersebut. Namun taukah kalian bahwa masih minim calon pelamar yang selektif dalam mempersiapkan berkas-berkas persyaratan inti maupun berkas pendukung sebagai syarat seleksi administrasi di awal. Minimnya sumber informasi dan kurangnya literasi calon pelamar beasiswa seringkali menjadi penghambat untuk dapat memperoleh informasi yang tuntas perihal persyaratan serta komponen kualifikasi yang dibutuhkan. Maka dari itu wajib bagi calon pelamar beasiswa agar dapat mengantisipasi hal tersebut. Bahkan hal ini bisa di lakukan sebelum tahapan seleksi beasiswa di buka yakni dengan mempersiapkan berkas-berkas pendukung untuk administrasi awal. Terlihat sepele memang, namun menjadi sangat penting. Ketika kandidat pelamar beasiswa tentunya tidak sedikit yang melamar ketika pembukaan penerimaan beasiswa. Ada puluhan, ratusan, ribuan, bahkan puluhan ribu untuk skala beasiswa favorit yang sudah
32 memiliki nama di kalangan pelajar dan mahasiswa. Dengan demikian maka penting untuk prepare lebih awal guna mendapatkan jatah dan kuota pendaftaran sebelum masa akhir pembukaan beasiswa. Biasanya kebanyakan pelamar banyak lengah di awal-awal masa sebelum pembukaan pendaftaran sehingga seringkali ketika sudah diakhir deadline penutupan mereka berbondong-bondong submit berkas sehingga banyak kendala yang terjadi seperti koneksi internet yang kurang mendukung, web eror, kuota terpenuhi, dan masih banyak lagi. Sebenarnya banyak dari pelamar memanfaatkan detikdetik terakhir sebelum penutupan untuk mengkoreksi berkas yang sudah di siapkan, namun tentu saja hal tersebut tidak di sarankan sebab akan menujukan ketidaksiapan secara matang dari segi persiapan. Pada saat pegumpulan berkas administrasi secara offline ataupun langsung ke sekretariatan pendaftaran beasiswa, ini juga perlu menjadi notes (catatan) bagi pelamar agar lebih rapih dan matang untuk mempersiapkan segala hal yang di perlukan sebab nantinya akan bertemu panitia secara langsung serta menjadi penilaian tersendiri bagi mereka terhadap kandidiat pelamar beasiswa yang melamar. Mendapatkan beasiswa memang hal yang di dambakan setiap pelajar/mahasiswa untuk menjunjang biaya pendidikan sekaligus sebuah privilage bagi penerimanya. Namun hal tersebut tentu tidak instan. Sebelum mendaftar kandidat harus memperhatikan hal-hal detail yang tertera di papan pengumuman maupun platform penyedia beasiswa sehingga tidak ada persyaratan yang tidak terpenuhi. Mendaftar beasiswa bukan perihal coba-coba berhadiah atau sering kita namakan faktor keberutungan. Semuanya butuh perjuangan maupun pengorbanan mulai dari segi persiapan, dokumen berkas administrasi, waktu, finansial, pengetahuan, ketertiban, serta keseriusan. Upayakan hal tersebut seperti seseorang menjemput bola,
33 bukan menunggu bola datang. Artinya kesungguhan kandidat akan di uji manakala dirinya ulet dan gigih untuk mengejar beasiswa yang di impikan. Saat ini banyak sekali ragam beasiswa yang di buka oleh lembaga pemberi beasiswa mulai dari pemerintah, swasta, komunitas, bahkan individu. Tentunya pemberi beasiswa mempunya visi misi tersendiri guna mendapatkan calon kandidat yang berkualitas dan berkarakter sesuai dengan tujuan dari lembaga tersebut. Perihal pernyataan tersebut pastinya kandidat sebagai pelamar harus mampu melihat peluang yang ada. Artinya dari awal sudah matang mulai dari segi persiapan sampai maupun latihan. Sebagai kandidat yang serius dalam mengejar beasiswa alangkah baiknya sudah mencari info seputar penyedia beasiswa baik melalui awardee, website lembaga besiswa, media sosial, maupun papan pengumuman. Hal ini secara tidak sadar akan condong untuk calon pelamar lebih selektif dalam mengetahui lebih awal seputar beasiswa yang dibuka. Tentunya semua riset yang di lakukan harus merujuk pada sumber yang jelas dan akurat, jangan sampai termakan berita hoax maupun informasi bodong apalagi tertipu oleh oknum. Terlihat sepele memang namun hal kecil tersebut tetap harus diperhatikan jika kandidat ingin lebih matang dalam mengapply beasiswa. Beasiswa yang di dapatkan para awarde’nya tidak ada yang instan untuk mereka dapatkan. Semuanya harus melalui rangkaian seleksi screening submission Prepare
34 dari penyedia beasiswa. Maka dari itu perlu kematangan dan persiapan yang masif agar dapat lolos sampai tahap akhir. Dengan mempersiapkan segala kebutuhan di awal tentunya memberikan waktu luang guna mempersiapkan tahapan selanjutnya seperti tes TPA, FGD/LGD, maupun Wawancara (sesuai alur tes).
35 ADA pelamar beasiswa yang tidak hanya sekali gagal ketika mendaftar beasiswa yang di impikan. Banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut mulai dari kurangnya persiapan, minimnya belajar, sampai tidak ada pembimbing yang bisa dijadikan coach/mentor saat mendaftar beasiswa. Ini banyak terjadi dikalangan para pelajar dan mahasiswa tanpa disadari oleh sebagian dari mereka. Ternyata seorang pelamar beasiswa perlu sebuah mentor untuk membimbing mereka agar bisa lebih maksimal ketika apply beasiswa. Tidak wajib memang harus mempunyai mentor namun alangkah baiknya setiap pelamar beasiswa bisa menemukan mentor yang tepat agar bisa memberikan masukan serta proofread sebelum apply berkas beasiswa. Tugas seorang mentor yang pasti tidak hanya sebagai tutor yang mengajari dan membimbing pelamar beasiswa, namun juga harus bisa memberikan rasa nyaman pada diri pelamar beasiswa. Mentor bisa pelamar beasiswa dapatkan dari alumni awardee, awardee, dosen, maupun seseorang yang paham terhadap beasiswa tersebut agar dapat membimbing dengan baik sampai pelamar lolos mendapatkan beasiswa. Saat ini mudah sekali menemukan mentor bagi para pelajar/mahasiswa dengan cara mengikuti seminar beasiswa, mencari
36 jejaring alumni penerima beasiswa, menemukan awardee di media sosial dan menghubunginya, serta meminta referensi dari dosendosen yang berpengalaman. Hadirnya mentor sekaligus akan menambah tingkat percaya diri dan semangat pelamar. Sebab arahan dan masukan dari seorang mentor secara tidak langsung bisa menjadikan evaluasi dan koreksi pada diri pelamar beasiswa sehingga mampu memperbaiki kekurangan yang ada. Penting untuk diperhatikan ialah dalam memilih dan memilah mentor, pelamar wajib mengetahui apakah mentor tersebut benarbenar paham perihal beasiswa yang akan pelamar tuju. Jangan sampai pelamar mencari mentor abal-abal dalam artian hanya karena beliau senior namun tidak paham terhadap beasiswa yang ada sehingga menjadikan pelamar rugi tidak bisa dibimbing dengan sempurna. Tujuan besar seorang mentor ialah mengarahkan dan membimbing pelamar beasiswa hingga berhasil lolos mendapatkan beasiswa. Di samping itu upaya dan kerja keras dari pribadi pelamar beasiswa juga harus maksimal dan tidak boleh asal-asalan sebab penentu keberhasilan lolos beasiswa ialah atas usaha individu pelamar beasiswa sendiri. Hal yang perlu di perhatikan oleh pelamar beasiswa ketika selama mentoring ialah: 1. Pilih mentor yang berkompeten dan mempunyai pengalaman beasiswa yang sedang di tuju. 2. Usahakan pelamar beasiswa selalu konsisten mentoring 3. Dengarkan arahan dan masukan dari mentor 4. Utamakan selalu ada progres walupun sedikit di setiap tahapan 5. Maksimalkan kesempatan untuk bertanya hal-hal yang belum diketahui secara jelas 6. Buat timiline taget capaian yang akan di raih 7. Konsisten dan tekun
37 PADA saat mengapply beasiswa, Essay bisa diibaratkan seperti nyawa pada diri seseorang agar raga tersebut bisa hidup. Essay merupakan komponen fundamental yang tidak bisa dilepaskan karena akan menjadi bahan penilaian secara kualitatif pada diri pelamar beasisiswa. Ternyata menulis essay tidak bisa dilakukan sembarangan apalagi tanpa rencana yang matang sebab hal tersebut nantinya tidak akan maksimal. Kebanyakan para pelamar beasiswa ketika menulis essay masih kurang bisa menuangkan isi pesan ataupun ide-ide yang sebenarnya sudah ada pada isi kepala masing-masing pelamar beasiswa. Hal tersebut terjadi karena essay yang tulis masih bersifat universal dan kurang spesifik sesuai rambu-rambu tema yang sudah ditentukan sehingga pelamar beasiswa membutuhkan banyak referensi agar essay yang di tulis bisa maksimal dan baik. Essay yang baik ialah hasil karya sendiri, bersifat orsinil, dan tidak menjiplak ide maupun hasil tulisan orang lain sehingga pelamar beasiswa sebelum menulis essay perlu banyak membaca referensi baik di internet maupun dari orang lain.
38 Perlu diketahui bahwa essay beasiswa merupakan syarat administrasi yang tidak bisa di skip ataupun dilewatkan ketika mensubmit berkas final. Artinya hal tersebut juga akan menjadi penilaian oleh tim seleksi beasiswa dengan ketat. Memang sejatinya tidak ada indikator penilian khusus yang dipaparkan oleh penyedia beasiswa pada essay yang ditulis pelamar sehingga bagi calon pelamar beasiswa harus bisa menuliskan essay dengan baik sesuai perintah atupun pedoman yang telah di tetapkan. Kesulitan inti yang dihadapi pelamar beasiswa dalam menulis essay ialah pada kurangnya referensi maupun ide sehingga hasil tulisan yang ditulis kurang maksimal. Selain itu juga waktu deadline pendaftaran beasiswa dipenghujung waktu penutupan seringkali disepelekan bagi sebagian pelamar beasiswa sehingga persiapan yang kurang matang maupun essay yang disubmit hanya sebatas memenuhi seleksi administrasi. Beberapa tips dalam menulis essay bagi pelamar beasiswa agar perlu diperhatikan: 1. Mulailah dengan melakukan banyak mencari referensi essay beasiswa di Internet 2. Setelah menulis essay coba untuk meminta profereed kepada senior, dosen ataupun mentor yang pelamar beasiswa pilih untuk memberikan masukan serta koreksi dari tulisan essay yang telah di buat 3. Terapkan menulis essay dengan konsisten dan tidak dalam waktu kebut semalam maupun mendekati deadline submit berkas beasiswa 4. Carilah patner/teman berjuang dalam mendaftar beasiswa untuk saliing memberikan suport dan reminder dalam mengapply beasiswa
39 5. Coba rangkum dan buat konsep dari ide gagasan yang akan dikembangkan dalam catatan atupun kertas sehingga bisa menentukan alur essay lebih terstruktur 6. Selain hal di atas, pelamar beasiswa juga perlu merefleksikan diri agar ketika menulis essay bisa dalam keadaan tenang dan fokus supaya essay yang ditulis bisa maksimal. Contoh essay Versi 1 Judul Essay (optional) Paragraf pertama, saudara bisa memperkenalkan diri atau profil saudara mulai dari identitas, baground pendidikan, kualifikasi, dan lain-lain. Pada saat menuliskan deskripsi tersebut saudara bisa mengemas introduction dengan menarik dan unik sehingga bisa menggambarkan jati diri secara spesifik. (Jangan lupa untuk memperhatikan panduan pedoman yang ada sesuai petunjuk) .……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………. akhiri narasi dengan deskripsi kalimat yang bisa menyambung pembahasan pada paragraf selajutnya. Paragraf kedua, saudara bisa menceritakan pengalaman organisasi, volunteer, maupun prestasi yang saudara miliki sesuai real experience dilapangan. Kemudian bisa dikem-
40 bangkan dengan memaparkan kontribusi/keber-manfaatan yang telah diberikan atas pengalaman tersebut. …………………………………………..………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… akhiri narasi dengan deskripsi kalimat yang bisa menyambung pembahasan pada paragraf selajutnya. Paragraf ketiga, paparkan masalah urgent yang sedang dihadapi di Indonesia maupun tempat saudara yang berhubungan dengan baground pendidikan saudara ataupun jurusan kuliah yang akan di ambil. Pastikan ketika memaparkan permasalahan harus jelas, runtut, dan juga permasalahan yang diangkat benar-benar urgent untuk diselesaikan serta berikan penawaran solusi terbaik menurut anda untuk menyelesikan case (permasalahan) yang diangkat Saudara juga bisa menggunakan konsep (past, present, and future) agar lebih sistematis dan runtut. ……………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………....……………………………… ……………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………..………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………. akhiri narasi dengan deskripsi kalimat yang bisa menyambung pembahasan pada paragraf selajutnya. Paragraf ke empat, lanjutkan dengan urgensi mengapa saudara harus melanjutkan studi dan mengambil jurusan
41 tersebut. Usahakan ketika memaparkan alasan tersebut saudara sudah melakukan riset terhadap kebutuhan studi kedepannya seperti alasan pemilihan kampus, keunggulan kampus, mata kuliah yang ada, dosen yang mengajar, maupun kurikulum saat pembelajaran ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… akhiri narasi dengan deskripsi kalimat yang bisa menyambung pembahasan pada paragraf selajutnya. Paragraf kelima, pada hal ini saudara bisa memaparkan rencana riset yang akan diambil maupun dikembangkan ketika menjalani masa perkuliahan nantinya. Pastikan rencana riset yang diambil sudah benar-benar saudara matangkan ketika masa studi nantinya ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………. akhiri narasi dengan deskripsi kalimat yang bisa menyambung pembahasan pada paragraf selajutnya. Paragraf keenam, selanjutnya bisa diberikan pemaparan deskriptif perihal mimpi dan harapan untuk Indonesia dikemudian hari serta berikan juga peran saudara dalam mewujudkan hal tersebut. Ini bisa disesuaikan dengan harapan saudara masing-masing
42 ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………. akhiri narasi dengan deskripsi kalimat yang bisa menyambung pembahasan pada paragraf selajutnya. Paragraf ketujuh, Optional (jika ada) ……………………………….……………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………….………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………. akhiri narasi dengan deskripsi kalimat yang bisa menyambung pembahasan pada paragraf selajutnya. Paragraf kedelapan dan seterusnya, optional (jika ada) ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… akhiri narasi dengan deskripsi kalimat yang bisa menyambung pembahasan pada paragraf selajutnya. Paragraf penutup, disini saudara bisa memberikan penutup pada akhir essay sesuai yang saudara inginkan.
43 Untuk bagian penutup saudara bisa juga memberikan harapan besar saudara bisa diterima pada beasiswa tersebut dengan memberikan umpan pada rencana kontribusi kedepannya yang sesuai dengan visi misi dari lembaga penyedia beasiswa. Berikan penutup dengan versi terbaik saudara dan jangan lupa tarik benang merah dari essay yang telah ditulis ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… akhiri narasi dengan deskripsi kalimat yang bisa menyambung pembahasan pada paragraf selajutnya. Contoh essay Versi 2 Judul essay (Optional) Paragraf 1 Anda bisa mengawali paragraf dengan pembuka yang menarik ataupun unik kemudian dilanjutkan dengan perkenalan diri ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… …………….………………………………………………………………………………..
44 Paragraf 2 Disini anda bisa menuliskan tujuan anda mengambil dan mengapply beasiswa yang dituju dengan runtut dan logis ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………….………………………… Paragraf 3 Berikutnya anda bisa memaparkan riwayat prestasi maupun organisasi yang ada dan manfaat pencapaian tersebut bagi anda maupun orang lain ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………….…………………………….. Paragraf 4 Paparkan konten yang berkaitan dengan tema essay yang telah ditentukan oleh lembaga penyedia beasiswa ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………