The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Selama ini banyak dari pejuang beasiswa yang masih
kebingungan perihal persiapan yang harus dilakukan saat mendaftar beasiswa. Tidak sedikit dari mereka yang gagal dan putus asa tidak ingin mencoba lagi. Selain memberikan
dukungan pembiayaan pendidikan, ternyata beasiswa juga bisa menjadi sebagai identitas personal yang menonjol dibandingkan pelajar/mahasiswa lainnya saat menempuh studi. Fakta dan mitos seputar beasiswa yang menjadi tranding dikalangan kaum intelektual membuat mereka bimbang untuk mempersiapkan secara matang saat akan mendaftar beasiswa. Namun, bagaimana cara agar bisa lolos seleksi beasiswa?
Khususnya dalam sekali mencoba.
Buku Klinik Scholarship Hunter ini menjawab keragu-raguan maupun kebingungan para pejuang beasiswa tentang apa saja yang harus di lakukan serta perlu dipersiapkan dalam mengikuti seleksi beasiswa. Isi dari buku ini membahas seputar tips lolos beasiswa mulai dari informasi beasiswa, seleksi administrasi,
penulisan essay beasiswa, dan juga persiapan wawancara
beasiswa. Penulis menguraikan secara rinci dan jelas agar mudah dipahami supaya bisa digunakan sebagai rujukan para pejuang beasiswa untuk bisa lolos beasiswa impian mereka.
Persiapkan secara matang, raih beasiswa impianmu!

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by penamudamedia, 2024-01-12 03:04:04

Klinik Scholarship Hunter

Selama ini banyak dari pejuang beasiswa yang masih
kebingungan perihal persiapan yang harus dilakukan saat mendaftar beasiswa. Tidak sedikit dari mereka yang gagal dan putus asa tidak ingin mencoba lagi. Selain memberikan
dukungan pembiayaan pendidikan, ternyata beasiswa juga bisa menjadi sebagai identitas personal yang menonjol dibandingkan pelajar/mahasiswa lainnya saat menempuh studi. Fakta dan mitos seputar beasiswa yang menjadi tranding dikalangan kaum intelektual membuat mereka bimbang untuk mempersiapkan secara matang saat akan mendaftar beasiswa. Namun, bagaimana cara agar bisa lolos seleksi beasiswa?
Khususnya dalam sekali mencoba.
Buku Klinik Scholarship Hunter ini menjawab keragu-raguan maupun kebingungan para pejuang beasiswa tentang apa saja yang harus di lakukan serta perlu dipersiapkan dalam mengikuti seleksi beasiswa. Isi dari buku ini membahas seputar tips lolos beasiswa mulai dari informasi beasiswa, seleksi administrasi,
penulisan essay beasiswa, dan juga persiapan wawancara
beasiswa. Penulis menguraikan secara rinci dan jelas agar mudah dipahami supaya bisa digunakan sebagai rujukan para pejuang beasiswa untuk bisa lolos beasiswa impian mereka.
Persiapkan secara matang, raih beasiswa impianmu!

45 Paragraf 5 Lakukan peran anda berkaitan dengan hal tersebut sehingga mampu meberikan solusi ataupun kontribusi besar bagi diri sendiri, orang lain, lembaga penyedia beasiswa, maupun Indonesia ………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ………………………………………… Paragraf 6 Berikan alasan keunggulan maupun ciri khas kelebihan anda dalam menjawab konten topik di atas selama anda mendapatkan beasiswa di sekolah/universitas tersebut sehingga outputnya bisa memberikan dampak baik demi kemajuan individu maupun bangsa…………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ………………………………………………….. Paragraf 7 Lanjutkan dengan runtut hingga paragraf terakhir (jika ada) ………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………


46 ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………….. Paragraf 8 Buat penutup yang berkesan dan baik sehingga dengan hal tersebut harapan besar anda bisa diterima dan layak mendapatkan beasiswa yang anda apply ………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………….. Pastikan untuk selalu ! Jangan Plagiat Tulis sesuai pedoman yang di tetapkan Berikan yang terbaik


47 SEJATINYA ditolak itu menyakitkan! Apakah anda pernah meraskan penolakan? Bagaimana rasasanya? Pastinya merasakan penolakan merupakan hal yang tidak semua orang harapkan dalam hidup ini. Tidak ada yang namanya sebuah penolakan menjadi harapan pada setiap individu, entah itu ditolak perihal cita-cita maupun cinta. Cerita setiap orang mempunyai versi yang berbeda salah satunya perihal kegagalan. Hal ini bisa dimaknai ketidakberuntungan pada diri seseorang termasuk perihal yang tidak menyenangkan dalam hidup. Ungkapan tersebut juga termasuk ketika seseorang tidak lolos dalam seleksi beasiswa yang pastinya tidak mudah untuk meraihnya apalagi harus bersaing dengan kandidat yang lain secara ketat. Ternyata hal tersebut banyak di alami para pejuang beasiswa yang mengejar beasiswa impian demi bisa melanjutkan studi masing-masing. Contoh beasiswa favorit berupa bantuan pendidikan para mahasiswa untuk melanjutkan studi S1 bagi mereka yang kurang mampu secara finansial yakni dulu bernama bidikmisi dan sekarang berubah menjadi KIP-Kuliah menjadi primadona banyak kalangan muda mudi. Mendapatkan beasiswa tersebut biasanya dikhususkan


48 bagi mereka yang baru lulus SMA/SMK/MA/Sederajat untuk bisa melanjutkan ke jenjang perkuliahan dengan ketentuan persyaratan yang telah ditetapakan pemerintah. Tidak kalah menarik dan menjadi idaman para pemburu beasiswa adalah beasiswa unggulan yang dikeluarkan oleh kemendikbud dengan proses seleksi begitu ketat dalam mendapatkan awardee terbaiknya. Banyak dari kandidat beasiswa yang sudah mengincar beasiswa tersebut dari jauh hari dengan mempersiapkan berbagai macam kebutuhan maupun dokumen agar bisa lolos mendapatkan beasiswa tersebut. Selain itu tak kalah bergengsi, ada juga beasiswa yang menjadi incaran hampir seluruh orang di Indonesia terlebih khusus untuk melanjutkan studi magister dan doktoral yakni beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia bagi putera-puteri terbaik bangsa. Tentunya beasiswa bergengsi tersebut tidak pernah main-main dalam mencari awardee terbaiknya dari seluruh pejuru negeri dengan persaingan yang begitu ketat dan pastinya sesuai kebijakan yang dikeluarkan dari lembaga beasiswa tersebut. Merupakan sebuah mimpi besar yang harus bisa diwujudkan pada setiap diri pejuang beasiswa untuk mendapatkan gelar “awardee” pada beasiswa yang di impikan. Tidak terlepas dari hal tersebut pejuang beasiswa dituntut untuk berproses dan berjuang dengan penuh keyakinan dan modal yang cukup untuk bisa lolos sampai tahap akhir. Mungikn sebagian ada yang sudah prepare sejak awal dengan mengikuti seminar, kursus, dan belajar. Namun ada juga yang mendaftar hanya dengan persiapan seadanya. Dan ada pula yang mendaftar dengan bermodal nekat demi mengejar beasiswa yang di impikan. Bukan untuk membanding-bandingkan antara pejuang beasiswa dengan individu lain yang sedang berjuang untuk mengejar cita-cita


49 tersebut. Pada sisi lain tentu banyak sekali persiapan yang memang selayaknya harus dilakukan untuk bisa lolos beasiswa. Sudakah pejuang beasiswa mengetahui apa saja yang membuat kandidat ditolak mendapatkan beasiswa? Berikut beberapa penyebab pejuang beasiswa tidak lolos menjadi awardee beasiswa. Tidak ada sebuah keberhasilan pencapaian yang diraih secara instan termasuk lolos beasiswa. Hal tersebut memang membutuhkan banyak effort maupun bekal yang matang agar bisa maksimal ketika proses seleksi beasiswa. Perlu pejuang beasiswa catat, bahawa untuk membuat menciptakan personal branding tidak dilakukan dalam satu malam. Banyak sekali perjuangan yang perlu dilakukan mulai dari kegiatan organisasi yang pernah di ikuti, pengalaman volunteer, prestasi yang diraih, pengabdian masyarakat yang berdampak, serta masih banyak lagi hal-hal yang bisa menciptakan personal branding pada individu. Semua hal di atas tentunya tidak bisa diciptakan dalam satu malam layaknya keajaiban seperti membangun candi. Di butuhkan pengorbanan baik secara tenaga, finansial, maupun waktu yang dihabiskan untuk melakukan kegiatan postif tersebut. Alangkah baiknya jika semuanya dilakukan secara continue (konsisten) agar mendapatkan hasil terbaik dan memiliki kebermanfaatan bagi individu maupun orang lain. Sejatinya keberhasilan untuk lolos beasiswa hampir kebanyakan dari mereka pejuang beasiswa yang benar-benar layak sesuai kriteria yang dicari masing-masing lembaga beasiswa. Namun pelamar beasiswa juga bisa memantaskan diri dengan menjadi layak dengan cara menjual value diri sendiri melalui personal branding yang telah dibangun.


50 Lembaga penyedia beasiswa pastinya akan mempertimbangkan kandidat pelamar yang tentunya memiliki banyak value dari dalam dirinya. Hal tersebut karena memang lembaga penyedia ingin mendapatkan awardee terbaik dari yang terbaik. Secara otomatis kandidat yang mendaftar sudah mempersiapkan diri dengan versi terbaiknya dan harus mampu memberikan yang terbaik selama proses seleksi beasiswa berlangsung. Perlu sebuah persiapan matang dari jauh-jauh hari sebelum apply beasiswa. Banyak dari pelamar beasiswa yang sebenarnya mengetahui informasi pembukaan beasiswa di awal waktu, namun sedikit yang melakukan pendaftaran di awal waktu. Hal tersebut dikarenakan belum semua persiapan maupun kebutuhan pendaftaran beasiswa disiapkan secara matang. ini bisa terjadi karena banyak faktor mulai dari menunda-nunda mendaftar hingga persyaratan yang belum lengkap. Tidak menjadi persoalan yang sangat besar memang, namun akan menjadi boomerang diri sendiri ketika sampai waktu deadline pendaftaran ada beberapa komponen yang tidak dipenuhi seperti berkas persyaratan. Segala bentuk persiapan selayaknya di rencanakan matang mulai dari syarat administrasi hingga tahapan wawancara. Proses panjang tersebut bisa di cicil dari jauh-jauh hari secara maksimal sehingga bisa memberikan performa secara maksimal. Faktor terbesar kandidat beasiswa mengalami kegagalan lolos seleksi beasiswa ialah karena tidak memenuhi standar penilaian


51 maupun kualifikasi yang di inginkan oleh lembaga penyedia beasiswa. Ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa mendaftar beasiswa membutuhkan persiapan dan modal yang matang. Jangan sampai pelamar beasiswa gagal hanya karena tidak sesuai keinginan kualifikasi yang diharapkan lembaga penyedia beasiswa. Malas membaca serta mencari informasi seputar beasiswa tentu akan membuat calon pelamar beasiswa kurang mendapatkan referensi dan pengetahuan secara akurat. Saat ini sumber informasi mengenai pembukaan beasiswa bisa di akses melalui masing-masing web maupun platform media sosial yang banyak memberikan info pembukaan beasiswa. Tidak menjadi sebuah alasan jika calon pelamar beasiswa ketinggalan info beasiswa, tidak tahu timeline pembukaan beasiswa, dan lain-lain. Berupaya untuk mengumpulkan bekal referensi beasiswa serta trik lolos beasiswa tentu sudah menjadi modal bagi calon pelamar agar bisa mempersiapkan diri secara matang. tidak perlu biaya mahal untuk melakukan hal tersebut, cukup dengan modal internet dan perangkat elektronik calon pelamar beasiswa bisa mendapatkan informasi kapan saja maupun dimana saja. perlu sebuah ciri khas bisa seseorang ingin cepat dikenali maupun diketahui oleh orang lain, termasuk mempunyai karakter. Disini karakter yang dimaksud bukanlah seperti antagonis atupun protagonis, namun lebih pada karakter value serta kepribadian yang dimiliki. Budaya di Indonesia merupakan budaya yang menerapkan norma-norma kesusilaan serta adab sopan santun yang tinggi dengan menjunjung toleransi antar sesama warganya.


52 Upayakan para calon pelamar beasiswa tidak melupakan hal tersebut dan mempunyai karakter demikian. Hal yang perlu ditonjolkan selama mengikuti seleksi beasiswa memang harus kepada sesuatu yang baik-baik. Namun hal tersebut juga harus lurus dengan kepribadian individu yang sesungguhnya sehingga karakter yang mucul bisa menjadi diri sendiri apa adanya. Tidak perlu terlihat atau menjadi orang lain untuk bisa diakui sebab sejatinya menjadi diri sendiri dengan setiap kelebihan maupun kekurangan yang ada justru akan menjadi motivasi kuat untuk terus berjuang. Biasanya banyak para pelajar dan mahasiswa yang hanya diam/stuck pada zona nyaman hidup mereka. Tidak mau mengeksplore diri serta pesimis terhadap segala sesuatu membuat individu menjadi pribadi yang kurang memiliki high value pada diri mereka. Apalagi di zaman sekarang sudah bukan pada kehidupan secara konvensional, artinya model studi dan sekolah tempo dahulu dengan sekarang tentu berbeda. Jikalau sebelum abad-20 apapun dinilai dari ijazah dan nilai yang bagus tentu hal tersebut tidak berlaku di zaman sekarang. Saat ini kaum muda harus bisa mengembangkan diri secara profesional untuk meningkatkan kemampuan, skill, dan value pada diri mereka. Tentu hal tersebut juga termasuk saat mendaftar beasiswa. Jangan sampai calon pelamar ketika masa studi tidak berupaya mengikuti organisasi, mengikuti kompetisi, atau bahkan pertukaran pelajar maupun pekan ilmiah. Beberapa hal tersebut akan menjadi point plus calon pelamar di mata panitia seleksi beasiswa. Tidak harus semuanya bisa didapatkan setidaknya harus memiliki portofolio supaya bisa di unggulkan.


53 Penyebab kandidat pelamar beasiswa gagal seleksi beasiswa ialah karena memalsukan dokumen/berkas yang seharusnya tidak dilakukan. Biasanya kebanyakan ditemui pada pemalsuan sertifikat bahasa asing yang memang menjadi syarat administratif terutama untuk jenjang S2/S3. Hal tersebut pastinya tidak bisa di toleransi oleh lembaga penyedia beasiswa sehingga tidak melolosakan kandidat bahkan bisa sampai di backlist untuk mendaftar beasiswa dikemudian hari. Sehingga perlu hati-hati dan jujur pada hal apapun sebab untuk mendaftar beasiswa dibutuhkan ketekunan dan kejujuran. Sepele namun tidak untuk di sepelekan. Calon pelamar beasiswa perlu mendapatkan edukasi yang baik mengenai hal tersebut. Biasanya ketika melamar beasiswa pernyataan kesanggupan tidak melanggar hukum, norma, dan hal yang bertentangan dengan nasionalisme sudah ada pada pakta integritas. Namun tetap saja pernyataan yang disetujui juga harus sesuai dengan realita yang ada pada individu pelamar beasiswa. Riwayat hidup dan surat rekomendasi memang sangat penting untuk melihat penilaian calon kandidat sehingga perlu di upayakan bisa memberikan data yang akurat dan akuntabel. Calon pelamar beasiswa tak perlu khawatir jika merasa tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan pedoman yang ada namun integritas tersebut harus benar-benar dijaga. Kebanyakan pemberi beasiswa tidak memperkenankan calon penerima beasiswa untuk double beasiswa sebab SOP dan kebijakan


54 yang berlaku disetiap lembaga pemberi beasiswa. Potensi yang terjadi ketika awardee beasiswa memiliki dua sumber pembiayaan dana pendidikan akan menjadi rumit kebelakangnya terutama pada tuition fee/dana SPP. Tentu pihak kampus dan juga penyedia beasiswa tidak mau hal tersebut terjadi dan melakukan penyelarasan mekanisme penerima beasiswa sehingga tidak terjadi yang namanya double funding. Sudah tentu bila tidak mengikuti rangkaian seleksi beasiswa dipastikan calon pelamar beasiswa gagal mendapatkan beasiswa. Mulai untuk disiplin waktu dan tertib dalam proses seleksi beasiswa sudah mutlak kunci untuk bisa lolos sampai tahap akhir. Prioritas waktu terutama saat tes berlangsung sudah harus dipersiapkan oleh calon pelamar beasiswa agar ketika hari H tes seleksi tidak ada sesuatu yang menghambat proses seleksi. Hal yang paling utama seseorang tidak lolos beasiswa ialah karena tidak lulus tahapan seleksi tes beasiswa yang diadakan oleh lembaga penyedia beasiswa. Ini sudah hal final mutlak dan tidak bisa diganggu gugat. Sisitem penilaian yang dilakukan lembaga penyedia beasiswa tentunya sudah objektif dan profesional. Peluang dan kesempatan beasiswa biasanya terbuka banyak setiap tahun jika para pemburu beasiswa bisa telaten mencari informasi pembukaan beasiswa yang banyak sekali di Indonesia baik beasiswa yang dikeluarkan oleh pemerintah maupun pihak swasta. Pastikan sudah memiliki bekal yang cukup saat mendaftar beasiswa.


55 BERCERITA mengenai perjuangan menggapai beasiswa dari para pelamar beasiswa lain serta rekan-rekan disekeliling kita tentu setiap dari mereka memiliki history tersendiri yang telah dilewati. Ada yang berulang kali mencoba dan masih gagal. Bahkan ada yang 3x, 5x, atau 7x percobaan baru bisa lolos beasiswa. Di sisi lain ada pula yang berhasil dipercobaan pertama kali mendaftar beasiswa langsung lolos. Sungguh hal tersebut memiliki banyak ragam cerita dari setiap orang yang berbeda. Perjuangan tiada mengenal lelah dalam mendaftar beasiswa terlebih di jenjang kuliah, menjadikan para pelamar beasiswa harus benar-benar memiliki effort lebih untuk membangun semangat tersebut. Seringkali melihat orang lain bisa lulus beasiswa terkadang angan-angan itu hadir dalam pikiran “kapan diri saya bisa seperti itu”. Namun berkhayal saja tidak cukup jika semua itu ingin terwujud. Porsi jatah gagal setiap orang memang berbeda. Kita tidak bisa menyamakan ikan harus pandai memanjat pohon seperti tupai dan tidak bisa pula menganggap kelinci bisa terbang seperti burung. Itu artinya setiap diri seseorang mempunyai keunikan sendiri dan tidak bisa di samakan antara satu dengan yang lain. Tugas sebagai pelamar beasiswa ialah mengusahakan yang terbaik serta menikmati setiap proses yang ada dengan penuh


56 perjuangan dan pengorbanan. Hal itu tidak terlepas dari kerja keras individu yang benar-benar tidak oranglain rasakan. Tentu saja tidak mudah rasanya di tuntut oleh keadaan untuk terus bisa mencapai setiap keinginan-keinginan resolusi yang dibuat. Namun percaya bahwa kelak semua itu akan terbayar dengan pencapaian yang luar biasa reward pada diri sendiri. “Sekarang tugas saya ialah belajar” “Sekarang tugas saya tak lain terus berjuang” “Sekarang tugas saya mengupayakan apa yang sedang diperjuangkan” “Dan berjuang untuk menang!” Selalu ada harapan besar di setiap perjuangan serta pengorbanan yang ada. langkah-langkah itu terus berjalan sampai menemukan garis finishnya. Yakin bila tidak ada kekecewaan atas segala upaya yang telah di usahakan. Tentu tidak ada usaha yang menghianati hasil. Alangkah baiknya sebelum memulai berjuang dalam rangkaian seleksi beasiswa, pelamar beasiswa harus bisa mencuri start selangkah lebih kedepan yakni dengan mempersiapkan esay dan kebutuhan yang akan digunakan mendaftar beasiswa. Salah satu komponen terpenting sebelum mendaftar beasiswa ialah melengkapi persyaratan berkas dan membuat esay yang baik. Tentu hal tersebut menjadi modal pelamar beasiswa agar bisa memaksimalkan isian esay yang dibuat. Biasanya pewawancara juga ada yang sebagian atau bahkan banyak memberikan pertanyaan seputar isian esay yang telah di tulis ketika sampai pada tahap wawancara. Membuat alur esay yang baik dan terkonsep tentu membutuhkan koreksi maupun masukan dari pihak ketiga. Hal tersebut sering di istilahkan proofread. Memilih sendiri siapa saja orang yang ditunjuk untuk mengkoreksi esay yang telah dibuat tentu bukan sebuah


57 kewajiban. Bisa saja pelamar beasiswa tidak memerlukan sebuah proofread dan ada juga yang memerlukan hal tersebut sehingga ini tergantung dari kebutuhan pelamar beasiswa sendiri. Melalui proses proofread yang dilakukan oleh pihak ketiga yang telah pelamar beasiswa pilih tentu sangat banyak membantu dalam berbagai hal di dalam esay. Tidak selalu koreksi yang telah dilakukan oleh pihak ketiga berupa masukan dan revisi. Bisa aja berupa sebuah apresiasi dari pengkoreksi jika esay yang dibuat sudah sesuai dan baik. Keuntungan dari adanya koreksi oleh pihak ketiga sudah pasti sangat berpengaruh terhadap kualitas esay yang telah di review sehingga bisa menjadi lebih baik. 1. Feedback yang di dapatkan jelas 2. Menjadi bahan evaluasi esay yang dibuat 3. Sistematika lebih terstruktur 4. Masukan dari segi penulisan, layout, dan lainnya 5. Insight yang diberikan membantu perbaikan isi esay 6. Dan masih banyak lagi lainnya. Cari mentor/senior yang berpengalaman minta koreksi esay yang dibuat minta feedback atas esay tersebut segera revisi esay jika diperlukan


58 ESSAY beasiswa, tentu saja para Scholarship Hunter sudah sering mendengar kata tersebut!. Ini bukan merupakan sebuah kewajiban yang harus dilakukan oleh sebagaian besar pelamar beasiswa dalam syarat administrasi serta komitmen yang sudah dituliskan dalam bentuk essay sesuai format yang sudah di tetapkan. Komponen isian essay yang ada tentu berisi tulisan atas gagasan pelamar beasiswa yang dibuat dengan versi terbaik dari diri mereka. Tidak heran jika banyak di antara para pelamar beasiswa yang enggan memperlihatkan essay mereka kepada oranglain. Ada yang menganggap essay ibarat sebuah nyawa dalam mendaftar beasiswa sebab hal tersebut akan dijadikan bahan amunisi saat wawancara. Di samping itu ada juga yang hanya menganggap bahwa essay yang dibuat hanya sebatas karya biasa. Melihat bermacam perspektif yang ada tentu menjadi hak masing-masing individu penulis essay karena hal tersebut mutlak karya pribadi. “Sampai saat ini sudah seberapa paham pejuang beasiswa mengenai essay beasiswa?” “Apakah masih bingung ingin menuliskan apa?” “Lalu, bagaimana konten yang baik untuk mengisi essay yang dibuat?”


59 Ternyata esaay yang baik ialah essay yang di tulis sendiri oleh pelamar beasiswa. Tidak ada ketentuan benar dan salah dalam menulis essay beasiswa sebab penilain essay biasanya dilakukan secara objektif oleh tim penilai atau juri. Namun tentu pejuang bisa mempertimbangkan dan membuat essay dengan rapih dan menarik agar bisa mencuri hati tim penilai terhadap essay tersebut. Salah satu isian di dalam essay yang sering di minta oleh lembaga penyedia beasiswa ialah topik yang berkaitan dengan rencana kontribusi. Tidak semua essay beasiswa memang mensyaratkan isi essay dengan permintaan tersebut. Pejuang beasiswa bisa sesuikan dengan kebutuhan yang ada serta menuliskan secara terstruktur. Berkaitan dengan rencana kontribusi yang akan ditulis, pejuang beasiswa bisa mengekolaborasikan isian tersebut dengan beberapa hal ini. Gunakan rumus 5W + 1H Pastikan kontrubusi memiliki dampak untuk Indonesia secara sustainable Identifikasi ugensi permasalahan yang sedang di hadapi dengan solusi yang anda tawarkan Relevansikan rencana kontribusi sesuai dengan jurusan studi yang diambil ataupun pengalaman kerja yang relevan dengan rencana tersebut


60 Memperhatikan isian essay kontribusi yang ditulis harus teliti serta dibuat secara realistis. Jangan sampai essay pelamar beasiswa hanya sebatas kontribusi yang sulit diwujudkan seperti ingin menjadi presiden ketika langsung lulus kuliah maupu hal-hal yang masih kurang layak untuk di wujudkan. Cara memilih kontribusi yang akan dilakukan ialah yang pertama, identifikasikan urgensi permasalahan/tantangan yang saat ini sedang dihadapi dengan solusi yang bisa ditawarkan. Jangan lupa berikan data atau fakta dilapangan untuk mendukung urgensi tersebut memang benar-benar layak diangkat serta bisa diselesaikan. Memilah sebelum memilih harus di matangkan agar topik permasalahan/tantangan yang pelamar beasiswa bisa membuat tim seleksi beasiswa melirik rencana kontribusi yang pelamar beasiswa tuliskan pada essay tersebut. Kedua, relevansikan rencana kontribusi sesuai latar belakang pendidikan maupun pengalaman pekerjaan yang bisa relevan dengan hal tersebut. Penting untuk merelvansikan rencana kontribusi dengan latar belakang tersebut sebab akan menjadi faktor pendukung keberhasilan kontrubusi kelak. Pasalnya, secara akademik maupun pengalaman pelamar beasiswa sudah mempunyai bekal yang cukup untuk mendukung pelaksanaan kontribusi yang di usung dalam menyelesaikan permasalahan maupun tantangan yang dihadapi. Ini bisa menyesuaikan tema essay dari lembaga pemberi beasiswa. Ketiga, upayakan agar setiap rencana kontribusi pada essay memuat komponen 5W + 1H secara jelas. Hal tersebut menunjukan bahwa essay kontribusi yang dibuat benar-benar layak diwujudkan dan memiliki substansi yang jelas. Apa bentuk kontribusi tersebut, siapa saja yang terlibat serta pihak mana yang di ajak kolaborasi maupun kerjasama bila ada, kapan hal tersebut dilakukan, mengapa harus dilaksanakan, dimana lokasi ataupun kontribusi tersebut dijalankan, serta bagaimana impact tersebut terhadap Indonesia ataupun atas solusi permasalahan yang di angkat.


61 Keempat, ini merupakan hal yang paling penting yakni pastikan kontribusi yang dimuat memiliki dampak besar berkelanjutan. Artinya membuat rencana kontribusi tidak hanya sekedar sebatas anganangan besar yang bahkan mustahil di lakukam. Para pelamar beasiswa bisa juga membuat dengan metode ATM (Amati Tiru dan Modifikasi) dari referensi yang sudah ada namun dengan sebuah keuinikan dan inovasi baru dari gagasan pelamar beasiswa sendiri.


62 SETELAH lulus dari jenjang perkuliahan S1 pasti sudah tidak asing lagi dengan kegiatan riset dan publikasi. Setidaknya setiap mahasiswa pernah melakukan minimal satu riset pada tugas akhir mereka yakni menulis skripsi. Iya, biasanya skripsi yang di tulis saat ini sudah banyak yang dipublikasikan dalam sebuah artikel ilmiah dari yang terpublikasikan dalam jurnal biasa maupun jurnal nasional bahkan sampai jurnal internasional. Tantangan bagi akademisi yang semakin hari semakin masif dalam setiap bidang keilmuan membuat para dosen/mahasiswa berlomba-lomba menerbitkan karya ilmiah mereka. Selain sebagai portofolio dan kebutuhan tertentu, melalui jurnal ilmiah yang di tulis akan banyak memberikan banyak sumbangsih pada dinamika bidang keilmuan sesuai baground pendidikan masing-masing. Upaya tersebut tak lain juga melibatkan peran banyak mahasiswa untuk terus berkolaborasi baik dalam lomba pekan ilmiah, project bersama dosen, maupun praktisi di lapangan. Hal ini tentu akan sangat berguna bagi mereka ketika lulus dan akan menjadi nilai plus saat mendaftar beasiswa dalam negeri maupun luar negeri, serta bagi akademisi


63 dosen bisa menunjang penilaian kinerja terutama bagi Tri Dharma Perguruan Tinggi pada aspek penelitian. Membayangkan pada lulusan di Indonesia dengan peningkatan kualitas hasil riset dan publikasi yang diberikan akan banyak mendorong percepatan pengembangan dunia secara sustainable sehingga tidak heran jika mereka di tuntut untuk lebih banyak dalam melakukan riset-riset terutama bidang keilmuan yang di prioritaskan. Selain hal tersebut bisa membangun personal branding individu saat melamar beasiswa dari hasil portofolio yang ada. Bagi mereka pada calon pelamar beasiswa yang akan melanjutkan ke jenjang magister maupun doktoral akan banyak bergelut dengan rencana tesis dan disertasi. Untuk calon doktoral akan ada persyaratan proposal disertasi di awal submit berkas sehingga perlu banyak persiapan yang matang terutama pemilihan topik riset kedepannya. Biasanya rencana riset tersebut lebih baik jika memiliki benang merah terhadap pengabdian yang dilakukan pasca studi serta memiliki sumbangsih terhadap bidang keilmuan tersebut maupun negara Indonesia. Tagihan bahan rencana riset saat mendaftar beasiswa akan menjadi syarat administrasi dan bahan pertimbangan terutama bagi yang akan melanjutkan doktoral dalam dan luar negeri. Belum lagi ada beberapa universitas juga mewajibkan calon mahasiswanya mencari calon supervisor/promotor yang sesuai. Sehingga dari hal tersebut calon pelamar beasiswa harus merampungkan secara matang kebutuhan pendaftran beasiswa dan kampus tujuan. Bagian penting dari sebuah riset ialah pemilihan topik penelitian yang benar-benar di rasa urgent untuk di lakukan penelitian dan tentunya memiliki impact besar yang nantinya bisa dikembangkan maupun di Implementasikan. Kemudian di samping itu biasanya ketika melamar beasiswa para pewawancara akan menanyakan bahkan mengkaji rencana riset tersebut. Memastikan usulan rencana


64 yang telah dibuat oleh pelamar beasiswa agar bisa diterima tentu harus disertai alasan yang kuat. Alasan tersebut apakah di dasarkan kepentingan sosial, baground bidang keilmuan/pekerjaan, pengembangan, bahkan sampai rencana kontribusi kedepannya. Proyek penelitian yang akan direncanakan tersebut bisa pelamar beasiswa sertai bukti pendukung dalam meyakinkan interviewer beasiswa melalui (past) hal lampau yang telah dilakukan berkenaan dari pengalaman yang ada, (present) bentuk dukungan kegiatan/project saat ini yang selaras dengan rencana riset, serta (future) langkah selanjutnya kelak saat melakukan riset dan pasca riset.s Setiap individu pelamar beasiswa mempunyai tugas besar terhadap rencana riset yang akan dilakukan. Jangan sampai ketika mendaftar beasiswa pada jenjang master/doktoral, pelamar beasiswa sama sekali tidak mempersiapkan topik riset. Terkadang hal tersebut bisa menjadi boomerang pribadi karena akan melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi namun belum memiliki persiapan yang matang. Meskipun terkadang ada beberapa pewawancara yang tidak mengklarifikasi rencana riset pelamar beasiswa namun tetap saja para pelamar harus sudah memiliki topik penelitian terutama bagi tugas akhir jenjang pendidikan tersebut.


65 KESAN senang dan bahagia pada setiap diri seseorang bisa melanjutkan pendidikan lebih tinggi. Harapan pribadi maupun orang tua yang tinggi terhadap keberhasilan putera puteri mereka tentu sangat besar dikemudian hari. Hal tersebut tentu tidak bisa dilakukan secara instan, ada setiap proses yang harus dilewati untuk bisa berhasil lulus menjadi seorang berpendidikan tinggi agar bisa membawa dampak perubahan besar untuk kesuksesan nanti. Cita-cita mulia semua mahasiswa ialah pasti bisa membahagiakan kedua orang tua ketika bisa lulus memakai toga di perayaan wisuda. Sebuah penantian panjang yang dilalaui dengan banyak suka duka maupun canda tawa yang mengiringi perjalanan selama berproses ketika menjadi seorang yang disebut mahasiswa. Beban tanggung jawab dan moral yang dipikul selama mengenyam studi menjadikan setiap individu mahasiswa harus bisa menjaga amanah yang ada disetiap pundak mereka masing-masing. Universitas tempat menempuh studi yang menjadi rumah kedua bagi para mahasiswa harus bisa di jaga utuh dan mampu membanggakan nama baik almamater. Memilih tempat menimba ilmu di kampus tujuan tentu tidak hanya sekedar di dasarkan atas pengaruh orang lain. Banyak sekali alasan-alasan yang dipertimbangkan ketika memilih kampus tujuan


66 studi. Apalagi persaingan untuk masuk kampus juga harus mengikuti seleksi yang telah ditentukan sehingga nantinya ketika lolos pasti akan memberikan kebanggan tersendiri kepada setiap individu mahasiswa agar bisa menyelesaikan studi di tempat tersebut. Alangkah baiknya sebelum memilih tempat studi lebih lanjut calon mahasiswa mengetahui perihal kebutuhan akan tujuan studi sehingga selama menempuh pendidikan bisa dilakukan secara baik serta lulus tepat waktu. Menentukan kampus tempat tujuan melanjutkan studi memang harus di rencanakan secara matang. jangan sampai hal tersebut asalasalan dalam menentukan universitas tujuan. Perlu di ketahui bahwa kampus tujuan dalam negeri dan luar negeri pastinya memiliki perbedaan dari segi kultur, budaya, bahkan bisa jadi kurikulum yang digunakan di setiap universitas. Pastikan sebelum apply kampus sudah melakukan riset mengenai semua hal yang akan pelamar beasiswa jadikan tempat sudi pada universitas tujuan dan keadaan negara tersebut (luar negeri). Konsultasikan juga dengan pihak yang sekiranya bisa ajak diskusi ataupun mintai pertimbangan seperti orangtua ataupun dosen dari pelamar beasiswa supaya bisa memberikan banyak insight dan rekomendasi yang berkenaan pada kelnacaran studi kedepannya. Perencanaan yang matang khususnya bagi pelamar beasiswa yang akan melanjutkan studi S2/S3 didalam negeri maupun diluar negeri tentang riset tugas akhir tesis dan disertasi sudah harus benarbenar di konsep secara matang. Tentu saja pastinya nanti akan


67 membutuhkan supervisor/pembimbing selama melakukan riset penelitian tugas akhir. Secara kebutuhan, untuk menentukan calon supervisor/pembimbing tentu harus sudah mempertimbangkan siapa dosen yang bisa dijadikan rujukan melalui riwayat publikasi profesor atau dosen tersebut, fokus bidang keilmuan yang di miliki dan masih banyak pertimbangan lainnya. Pastikan semuanya sudah dipertimbangkan dan mengkontak calon supervisor/pembimbing agar bisa mendapatakan validasi serta konfirmasi dari beliau yang bersangkutan. Memastikan kurikulum yang ada di dalam jurusan dan kampus tersebut tentu harus dilakukan. Banyak kampus dan jurusan terprogram tersebar di Indonesia maupu luar negeri. Sebagai calon pelamar beasiswa menelaah kurikulum yang digunakan merupakan sebuah kewajiban. Jangan sampai saat sudah bekuliah nantinya belum paham kurikulum dan kultur pembelajaran yang digunakan pada jurusan dan kampus yang telah di pilih. Sebuah kampus memiliki beberapa fakultas dan jurusan di dalamnya. Banyak ragam kegiatan yang diselenggarakan pihak jurusan di universitas tersebut mulai dari konferensi, workshop, seminar, dan program penunjang lainnya baik dalam bidang akademik maupun non akademik. Calon pelamar beasiswa bisa melihat program macam event yang terpublikasi di website maupun media sosial kampus. Hal tersebut perlu dilakukan agar bisa menyesuaikan kebutuhan pengembangan studi nantinya sehingga bisa mendukung proses perkuliahan.


68 Sebaran mata kuliah di jurusan yang di pilih menjadi hal fundamental untuk menentukan keberlanjutkan rencana studi ketika memilih kampus tersebut. Hal demikian sudah tentu harus dipahami calon mahasiswa sebelum menentukan tempat studi di kampus dan jurusan tersebut. Pilihan mata kuliah yang ada tentu bisa mendukung persiapan riset nantinya ataupun pengembangan bidang keilmuan pasca studi. Jadi benar-benar harus bisa memilih maupun memilah mata kuliah yang akan diambil selama menempuh perkuliahan. Target masa studi ialah bisa lulus tepat waktu sesuai durasi maksimal studi yang telah ditentukan. Pada calon pelamar beasiswa tentu sudah tidak asing lagi mengenai rencana riset/penelitian terlebih bagi yang ingin melanjutkan studi S2/S3. Ini menjadi salah satu hal penting untuk dipersiapkan di awal. Menentukan topik penelitian yang relevan dengan rencana yang akan diambil dikemudian hari memang harus di matangkan. Terlebih bagi yang akan menempuh program doktoral biasanya akan diperkenankan untuk membuat proposal penelitian di awal. Bukan persoalan yang gampang dalam memilih topik riset. Tentu banyak faktor yang akan dipertimbangkan hingga impact yang akan diberikan dari hasil riset dan publikasi tersebut dikemudian hari terutama harus memiliki sumbangsih besar pada bidang keilmuan tersebut.


69 Sebagai calon pemburu beasiswa yang fokus pada bidang keilmuan tertentu khususnya yang memerlukan tempat praktikum ataupun Laboraturium tentu ini menjadi pertimbangan yang matang. Tidak dapat di pungkiri bahwa fasilitas kampus yang memadai tentu akan menunjang perkuliahan mahasiswa di tempat tersebut. Apalagi biasanya jurusan yang membutuhkan faslitas khusus tertentu juga memerlukan biaya yang tidak murah sehingga sangat disarankan agar mempertimbangkan segala sesuatu dengan matang dan rinci.


70 KEBUTUHAN perkembangan zaman yang semakin pesat membuat eksistensi bahasa asing sangat dibutuhkan terutama bagi bahasa resmi internasional. Terlebih sekarang para siswa juga diberikan pembekalan bahasa Inggris mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai dengan perkuliahan. Mengingat pentingnya kemampuan bahasa asing maka dari itu para pelajar juga mahasiswa harus mampu menguasai minimal satu bahasa asing yang ada. Salah satu bukti kemampuan bahasa Inggris yaitu dibutuhkan saat mendaftar beasiswa baik di dalam negeri maupun ke luar negeri. Syarat tersebut biasanya wajib dilampirkan bagi para pendaftar yang akan mengikuti seleksi jenjang beasiswa magister maupun doktoral. Syarat minimal melampirkan nilai sertifikat bahasa asing diatur oleh masing-masing lembaga penyedia beasiswa Sehingga para peserta perlu mempersiapkannya dari jauh-jauh hari. Para pelamar beasiswa bisa melakukan belajar bahasa Inggris secara otodidak maupun melalui kursus bahasa yang sudah banyak disediakan oleh lembaga bahasa yang ada sehingga bisa memaksimalkan kemampuan bahasa Inggris secara masif dan juga mencapai target skor yang dibutuhkan Ketika mendaftar beasiswa. Mengingat pentingnya hal tersebut pelamar beasiswa perlu berupaya secara konsisten agar bisa mendapatkan hasil yang diharapkan.


71 Saat ini ini peran media sosial dan juga platform yang ada sangat berpengaruh penting terhadap perkembangan teknologi terutama dalam pembelajaran bahasa Inggris. para pelamar beasiswa bisa memanfaatkan platform edukasi seperti tiktok, youTube, instagram dan juga media lainnya untuk belajar bahasa Inggris secara continue. Perkembangan teknologi digital merupakan sebuah tantangan maupun peluang bagi semua orang dalam memanfaatkan kehadirannya sehingga para pelamar beasiswa harus bisa menggunakannya secara bijak terutama untuk belajar bahasa Inggris secara online. Pemburu beasiswa yang akan melanjutkan studi ke luar negeri biasanya perlu menyiapkan sertifikat bahasa Inggris berupa IELTS dengan minimal skor yang telah ditetapkan oleh kampus tujuan maupun lembaga penyedia beasiswa. Bagi mereka yang akan melanjutkan studi di dalam negeri biasanya memerlukan sertifikat TOEFL dari lembaga resmi. Pada dasarnya sertifikat bahasa Inggris menjadi syarat mutlak bagi pelamar beasiswa S2 dan juga S3. Lika-liku mencari sertifikat bahasa Inggris pastinya memerlukan biaya yang tidak sedikit dan juga waktu yang tidak singkat sehingga harus dipersiapkan secara matang. Untuk sekali tes TOEFL biasanya memerlukan estimasi biaya sekitar Rp 500.000,- sampai Rp700.000,- serta untuk IELTS dengan estimasi biaya di atas 2 juta untuk sekali tes. Unduh sertifikat bahasa asing harus dikeluarkan oleh official lembaga resmi yang menerbitkan sertifikat bahasa. Hal yang perlu diperhatikan saat mendaftar beasiswa yaitu official sertifikat resmi yang dikeluarkan. Jangan sampai pelamar beasiswa melakukan kecurangan maupun memasukkan sertifikat bahasa yang bisa membuat di backlist dari keikutsertaan seleksi beasiswa maupun punishment lainnya. Ada beberapa opsi pilihan yang bisa di lakukan oleh peserta tes bahasa Inggris yakni secara online maupun offline Sesuai teknis dari lembaga bersangkutan. Bagi peserta tes yang berasal dari daerah 3T blankspot maupun wilayah Papua bisa mencari official test online


72 sehingga bisa memaksimalkan hasil yang diinginkan. Sebelum melakukan tes perlu memastikan ketersediaan jaringan dan juga kondisi tempat tinggal sehingga pelaksanaan tes online tidak terkendala oleh hal-hal teknis. kemampuan bahasa inggris selain sebagai syarat masuk perguruan tinggi maupun seleksi beasiswa biasanya juga digunakan pada perkuliahan di kelas. Banyak jurnal internasional maupun artikel ilmiah yang mengharuskan para mahasiswanya untuk bisa terbiasa mengkonsumsi teks berbahasa inggris setiap pembalajarannya. Pernyataan tersebut didukung juga oleh target publikasi ilmiah pada jurnal internasional yang harus dilakukan oleh mahasiswa sebagai syarat lulus perguruan tinggi pada jenjang magister maupun doktoral. Sehingga sejak dini perlu diupayakan agar bisa terbiasa menggunakan bahasa Inggris dan bisa memaksimalkan dalam perkuliahan maupun berbagai aspek. Pada seleksi wawancara biasanya interviewer juga menggunakan bahasa inggris untuk menguji kemampuan bahasa terutama pada kandidat pelamar beasiswa yang akan melanjutkan studi ke luar negeri. Selain ingin mengetahui kemampuan bahasa inggris para pelamar beasiswa, hal tersebut juga akan menjadikan poin plus tersendiri bagi interviewer ketika peserta wawancara bisa memberikan jawaban secara maksimal.


73 PERSYARATAN administrasi beasiswa yang beragam biasanya membutuhkan banya sekali file maupun berkas yang disubmit agar bisa memenuhi data-data yang diperlukan sebagai aturan penerimaan beasiswa khususnya di Indonesia. Nyatanya, sebagian dari persyaratan administrasi tersebut memerlukan isian atau referensi dari pihak ketiga (orang lain) sebagai rujukan pihak lembaga beasiswa dalam mengenali kandidat pelamar berdasarkan penilaian pihak ketiga yang mengenali individu tersebut. Persyaratan tersebut tak lain merupakan surat rekomendasi. Biasanya surat rekomendasi berisi muatan isian identittas perekomendasi mulai dari nama, jabatan, instansi, alamat, nomor handphone, surel, dan lain-lain serta di sambung identitas calon pelamar beasiswa yang di rekomendasikan. Setelah isian identitas sudah di catat biasanya perekomendasi menuliskan isi paparan deskripsi tentang calon pelamar beasiswa sesuai ketentuan dan format yang ada. para pelamar beasiswa harus bisa meyakinkan kepada perekomendasi agar bisa memberikan rekomendasi secara jelas dan berisi pernyataan yang postif kepada calon pelamar beasiswa yang direkomendasikan. Pertimbangan panitia seleksi beasiswa dalam merujuk surat rekomendasi yang pelamar beasiswa upload tentu sangat membantu


74 dewan juri/penilai dalam mengenali anda lebih dalam berdasarkan sudut pandang pihak ketiga. Jadi calon pelamar beasiswa di harapkan bisa menentukan calon perekomendasi yang tepat menurut saudara agar bisa memberikan isian yang maksimal dan tentu memberikan rekomendasi yang terbaik. Rekam jejak dari perekomendasi pasti memilki riwayat yang berbeda-beda dengan pengalaman yang beragam. Tentu hal tersebut membuat pola pandangan pemikiran tiap perekomendasi berbedabeda sehingga harus benar-benar memilih dengan tepat. Biasanya lembaga penyedia beasiswa akan meminta minimal satu orang perekomendasi untuk persyaratan beasiswa. Namun jika calon pelamar beasiswa berkenan melampirkan lebih dari satu perekomendasi tentu bisa dengan catatan tetap memilih perekomendasi yang tepat dan bisa memberikan isian rekomendasi yang baik. Tidak susah sebenarnya untuk menemukan perekomendasi yang baik. Biasanya kebanyakan pelamar beasiswa lebih suka meminta kepada dosen yang sudah dekat selama masa berkuliah, atau juga kepada pimpinan kampus yang mempunyai jabatan tinggi maupun profesor, dan ada pula meminta rekomendasi kepada tokoh masyarakat yang ada sampai dengan pimpinan tempat bekerja. Semua perekomendasi bisa diterima oleh lembaga penyedia beasiswa, namun dengan catatan perekomendasi yang dituju harus sesuai juknis maupun yang diminta dari lembaga penyedia beasiswa. Memastikan nonor handphone perekomendasi aktiv dan bisa dihubungi juga harus di perhatikan bagi calon pelamar beasiswa. Jangan sampai contac person ataupun email yang dituliskan merupakan akun yang sudah lama off maupun tidak terpakai. Terkadang ini bisa terjadi dan terlewatkan saat mengisi surat rekomendasi calon pelamar beasiswa. Selain itu ada beberapa hal penting yang bisa dilakukan pendaftar beasiswa dalam meminta rekomendasi kepada tokoh yang


75 bersangkutan agar bisa maksimal dan perekomendasi sehingga syarat administrasi bisa dipenuhi dengan baik. Menemukan perekomendasi yang cocok dan sesuai ketentuan dari lembaga beasiswa harus benar-benar dipehatikan dengan betul. Pelamar beasiswa bisa meminta surat rekomendasi kepada beberapa opsi pilihan yang diperkenankan sesuai latar belakang perekomendasi. Memastikan hal tersebut merupakan hal pemting sebab tidak mungkin jika pelamar beasiswa meminta rekomendasi kepada orang yang tidak mengenal secara dalam calon pelamar beasiswa. Hal tersbeut bisa saja menjadi boomerang kepada calon pelamar beasiswa yang bersangkutan sehingga jangan sampai memilih perekomendasi yang tepat. Penting untuk diperhatikan bagi pelamar beasiswa untuk bisa menjelaskan isian surat rekomendasi yang di berikan. Biasanya jika meminta kepada dosen maupun pengampu akademik kebanyakan sudah memahami dan terbiasa memberikan rekomendasi beasiswa. Namun saat meminta rekomendasi kepada tokoh masyarakat atau pimpinan kerja, pelamar beasiswa harus benar-benar bisa menjelaskan tujuan meminta rekomendasi kepada beliau yang bersangkutan. Berikan juga gambaran mengenai beasiswa apa yang akan di tuju agar perekomendasi juga mengetahui.


76 Itikad baik serta attitude sebagai pelamar beasiswa juga harus dinampakan saat meminta rekomendasi kepada beliau yang bersangkutan. Usahakan selalu menjalin silaturahmi kepada perekomendasi agar memberikan kesan baik dan menggambarkan pelamar beasiswa yang memiliki karakter unggul dari segi apapun. Tidak ada ruginya jika komunikasi serta silaturahmi baik selalu dijaga sehingga bisa memberikan suport maupun doa terbaik di setiap saat. Kelengkapan isian surat rekomendasi perlu diperhatikan oleh pelamar beasiswa. Pastikan kelengkapan data yang diperlukan pada isian surat rekomendasi di isi semuanya tanpa ada space yang terlewatkan. Bila perlu tuntun beliau perekomendasi agar bisa mengisi secara menyeluruh sesuai ketentuan yang diminta dengan membubuhkan tanda tangan pada isian tertanda. Salah satu hal yang penting dilakukan namun nampak sepele ialah pelamar beasiswa juga bisa meminta doa restu kepada beliau perekomendasi yang di tuju. Tak lain hal tersebut merupakan hal baik yang bisa dilakukan sebelum apply beasiswa. Tidak ada ruginya melakukan hal tersebut sebab biasanya perekomendasi akan merasa senang jika bisa menghantarkan anak didiknya meraih kesuksesan yang di cita-citakan. Apapun latar belakang beliau coba untuk bisa menyesuaikan dan terus menjalin hubungan baik.


77 Bentuk etika yang baik serta santun harus dicerminkan setiap diri pelamar beasiswa dalam melakukan hal apapun. Hal tersebut harus sudah menjadi karakter pribadi yang selalu ditanamkan agar antara etika (adab) dan pengetahuan bisa seimbang. Hal sederhana yang bisa dilakukan ialah mengucapkan terimakasih kepada perekomendasi. Perhatikan waktu surat rekomendasi tersebut dibuat oleh calon pelamar beasiswa. Rata-rata lembaga penyedia beasiswa biasanya meminta surat rekomendasi terbaru untuk dilampirkan pada berkas administrasi. Ketentuan setiap lembaga memang berbeda, namun untuk mencari aman agar revisi pelamar beasiswa bisa mencari surat rekomendasi dengan isian dan tanggal terbaru agar lebih bisa diterima lembaga penyedia beasiswa.


78 BEASISWA manapun tentu mempunyai persyaratan administrasi/berkas sesuai ketentuan yang lembaga penyedia beasiswa keluarkan. Kebijakan perihal syarat administrasi sudah dibuat sesuai standar yang baik sehingga calon pelamar beasiswa harus mampu memenuhi setiap syarat yang ada. biasanya administrasi yang dibutuhkan berupa berkas-berkas kelengkapan dalam mendaftar beasiswa. Kelengkapan berkas yang dikeluarkan tentu sudah mempertimbangkan berbagai aspek maupun kualifikasi yang ditentukan lembaga penyedia beasiswa. Alangkah baiknya calon pelamar selalu memperhatikan segala persyaratan yang dikeluarkan sebelum mendaftar beasiswa. Kelengkapan persyaratan administrasi merupakan kunci awal dalam mendaftar beasiswa sebab tidak bisa dipungkiri bahwa ini akan menentukan tahapan seleksi sampai akhir. Jangan sampai ada satupun syarat yang tidak dipenuhi oleh calon pelamar beasiswa sehingga akab menjadikan gugur untuk mengikuti seleksi berikutnya. Calon pelamar beasiswa biasanya diberikan durasi waktu sesuai timeline pembukaan beasiswa untuk melengkapi segala persyaratan administrasi berupa berkas-berkas yang akan di unggah pada website/link lembaga penyedia beasiswa. Ada pula yang harus


79 menyerahkan berkas fisik kepada penyedia beasiswa sehingga calon pemalar harus mempersipkan semua berkas dengan benar dan asli. Tentu saja berkas-berkas yang sudah di submit maupun dikirimkan kepada lembaga penyedia beasiswa akan diperiksa keaslian keabsahan data para pelamar dan juga kelengkapan berkas lainnya. Kunci utama pada seleksi administrasi ialah pada kelengkapan berkas dan juga keaslian berkas yang dikirimkan. Jangan sampai calon pelamar beasiswa luput terhadap kesalahan penempatan berkas maupun salah dalam meletakan isian sesuai ketetuan yang tertera di setiap kali mengunggah berkas. Bisa saja karena hal sepele yang disebabkan oleh calon pelamar beasiswa seperti salah tempat meletakkan/mengunggah berkas maupun lupa memasukan tanda tangan perekomendasi akan membuat calon pelamar beasiswa gugur pada tahapan administrasi ini. Berikut ini beberapa syarat administrasi beasiswa yang biasanya dikeluarkan oleh lembaga penyedia beasiswa. Tentunya setiap lembaga penyedia beasiswa memiliki berbagai macam persyaratan sehingga beberapa syarat dibawah ini menyesuaikan kebutuhan dari beasiswa yang calon pelamar tuju. Formulir beasiswa ini biasanya bisa didapatkan dari booklet maupun website lembaga penyedia beasiswa sehingga perlu wajib untuk di isi oleh pelamar beasiswa. Identitas berupa unggahan berkas KTP ataupun identitas sejenis lainnya wajib pelamar beasiswa cantumkan guna sebagai validasi data calon pelamar beasiswa.


80 Ijazah maupun Surat Keterangan Lulus (SKL) bagi calon pelamar beasiswa perlu di lampirkan sesuai persyaratan yang ditetapkan oleh lembaga penyedia beasiswa. Hal ini sebagai data yang digunakan oleh reviewer maupun tim seleksi beasiswa terhadap status kelulusan calon pelamar beasiswa. Biasanya bagi lulusan luar negeri ada penyetaraan ijazah/konferssi terlebih dahulu ketika ingin mengapply beasiswa di dalam negeri. Transkip nilai yang memuat besaran nilai IPK calon pelamar beasiswa diperlukan sebagai validasi isian data IPK yang telah di input pelamar beasiswa. Kebanyakan dari penyedia beasiswa biasanya menargetkan minimal IPK yang berbeda-beda tergantung kebijakan yang telah ditentukan sehingga calon pelamar beasiswa harus memastikan memiliki standar minimal nilai yang sudah ditetapkan. Curriculum vitae biasanya dilampirkan pada berkas tahapan seleksi administrasi beasiswa. Pastikan CV yang calon pelamar beasiswa isi dengan baik dan sebenar-benarnya. Surat rekomendasi biasanya wajib dilampirkan dan digunakan sebagai syarat administrasi seleksi beasiswa. Di dalam isian surat rekomendasi biasanya perekomendasi memberikan informasi secara kualitatif terhadap calon pendaftar beasiswa.


81 Sertifikat bahasa asing/inggris ini merupakan syarat wajib terutama bagi yang ingin melanjutkan studi ke jenjang S2/S3. Gunakan sertifikat bahasa asing asli dengan skor minimal standar yang sudah ditetapkan lembaga penyedia beasiswa. Biasanya surat pernyataan masing-masing beasiswa di gunakan sebagai salah satu syarat yang dilampirkan pada berkas dengan dilampiri materai dan dibubuhkan tanda tangan. Namun ada juga surat yang menggunakan bentuk surat elektorik. Essay biasanya menjadi syarat pokok ketika mendaftar beasiswa terutama untuk jenjang S1/S2/S3. Masing-masing essay yang di tulis tentunya menyesuaikan tema maupun topik yang diminta penyedia beasiswa sehingga calon pelamar beasiswa harus mempersiapkan dengan matang.


82 ALUR pola seleksi beasiswa dibuat secara beragam serta sudah mempertimbangkan segala aspek penilaian secara holistik. Perlu diketahui bahwa ragam beasiswa yang ada di Indonesia saat ini sangatlah banyak baik dari lembaga pemerintahan, kementerian, swasta, sampai dengan komunitas yang banyak ditemui pada berbagai platform dan media sosial. Setiap lembaga penyedia beasiswa memiliki cara penilian dan alur recruitment tersendiri yang biasanya tidak jauh beda dari tahapan seleksi beasiswa pada umumnya. Hal yang perlu dikuatkan oleh pelamar beasiswa adalah bekal amunisi yang baik ketika mendaftar beasiswa. Sangat di sayangkan bila dari pelamar beasiswa enggan survive untuk bisa mendapatkan incaran beragam beasiswa yang ada di Indonesia ini. Tidak menutup kemungkinan jika penyedia beasiswa lebih tertaik pada kandidat yang Pengumuman beasiswa Tahapan seleksi beasiswa Masa Pendaftaran


83 sudah memiliki portofolio yang bagus sehingga untuk mengupayakan hal tersebut pelamar beasiswa harus benar-benar melakukan prepare sejak jauh-jauh hari untuk membranding diri secara masif. Ungkapan dari Ir. Soekarno mengatakan “Beri aku seribu orang tua niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, beri aku sepuluh pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”. Kita bisa melihat bahwasannya pemuda-pemudi generasi bangsa saat ini memiliki pengaruh besar untuk peradaban dunia. Jika Dengan peran kaum tua saja bisa mengantarkan negeri ini menuju perubahan, apalagi dengan hanya sepuluh pemuda terbaik tentu akan mampu mengubah dunia. Penerima besiswa kelak merupakan generasi bangsa yang sudah tentu unggul dan berkarakter sudah tentu harus bisa menjadi best of the best generasi bangsa. Menjaring untuk menemukan awardee seperti harapan di atas sudah pasti dilakukan oleh lembaga penyedia beasiswa tidak mainmain dalam melakukan rangkaian proses seleksi agar mendapatkan kandidat terbaiknya. Durasi waktu yang ada tidak bisa di negosiasi agar calon pelamar beasiswa bisa mempersiapkan waktu lebih panjang. Namun hal tersebut harus pelamar beasiswa sendiri bisa sesuaikan dengan baik agar tidak tertinggal pada rangaikan seleksi sehingga bisa menggugurkan diri mendapatkan beasiswa. Bagian besar dari pembukaan beasiswa yakni terdiri atas masa pendaftaran, tahapan seleksi beasiswa, serta pengumuman beasiswa. Timeline yang dibuat oleh lembaga penyedia beasiswa pada masa pendaftaran sudah tentu mempertimbangkan estimasi pelamar untuk bisa memenuhi setiap persyaratan administrasi. Tidak bisa dipungkiri bahwa sering kali ditemui curhatan mahasiswa perihal pendeknya durasi masa pendaftaran, persyaratan adiministrasi yang belum lengkap, dan curhatan lainnya sehingga menjadikan pelamar beasiswa harus memaksimalkan waktu deadline di penghujung pengumpulan/submit berkas administrasi. Hal tersebut dilakukan oleh


84 lembaga penyedia beasiswa sesuai jadwal yang ada serta mempertimbangkan masa studi yang biasanya bertepatan dengan pembayaran UKT/SPP sehingga biasanya juga menyesuaikan hal tersebut. Menyelesaikan administrasi tentu menjadi hal wajib dalam seleksi beasiswa sehingga kemudian akan dilakukan seleksi/pengecekan berkas oleh tim dari lembaga beasiswa dengan begitu ketat dan komperehensif. Menentukan kandidat yang bisa lolos seleksi berkas sesuai kelengkapan administrasi maupun standar kualifikasi yang ditentukan kadang juga cukup membuat was-was pelamar beasiswa dalam menunggu pengumuman. Rangkaian tahapan beasiswa di buat dalam beberapa part seperti administrasi, tes tulis (jika ada), dan wawancara kepada para kandidat. Alur yang dibuat biasanya seperti demikian menyesuaikan durasi yang ada. Apalagi pada tahapan wawancara biasanya merupakan tahapan terakhir dalam proses seleksi beasiswa yang bisa menjadi pertimbangan kelayakan kelulusan beasiswa. Tidak perlu khawatir jika kandidat sudah mempersiapkan dengan matang dan bisa memberikan jawaban yang terbaik saat proses wawancara berlangsung sehingga bisa meyakinkan kepada pewawancara bahwa memang benar-benar layak diterima menjadi awardee. Mengukur performa diri sendiri sebelum wawancara berlangsung dengan memperbanyak latihan dan menguasai materi tentu sangat membantu ketika tes berlangsung. Jangan ada keragu-raguan untuk memberikan yang terbaik di hadapan pewawancara merupakan salah satu kunci agar bisa mencuri hati pewawancara. Akhir dari proses seleksi yang telah dilakukan ialah sudah pasti menunggu hasil pengumuman final beasiswa. Ketika pengumuman sudah publish dan lolos maka pelamar beasiswa harus mengikuti petunjuk alur selanjutnya agar bisa mendapatkan informasi lebih lanjut. Jangan sampai informasi penting dilewatkan dan coba untuk


85 bergabung pada grup-grup calon awardee sehingga bisa memperoleh pengumuman lanjutan. Pejuang beasiswa, jadilah versi terbaikmu!


86 PERNAHKAH kita melihat kawan/rekan para penerima beasiswa yang sering memposting kegiatan mentoring beasiswa? Atau bahkan mereka sering mengadakan kegiatan konferensi di luar kota bersama forum penerima beasiswa dari berbagai kampus di Indonesia? mungkin di benak kita melihat hal tersebut sebagai sebuah keistimewaan bagi awardee beasiswa selain mendapatkan dana pendidikan untuk studinya. Terlihat sangat produktif dan inspiratif kegiatan yang dilaksanakan oleh para penerima beasiswa. Jika kita melihat lebih jauh lagi pasti banyak sekali evant mingguan, bulanan, bahkan tahunan yang diselenggarakan. Banyak dari mereka ketika pertemuan di forum besar saling berkenalan dan bertemu anggota lain sehingga mampu membangun relasi yang kuat di antara sesama penerima beasiswa. Memang terlihat asik dan menyenangkan bisa ada di perkumpulan anggota penerima beasiswa yang lain. Menjadi awardee yang unggul dan kompetitif merupakan harapan setiap lembaga penyedia beasiswa kepada seluruh pesertanya. Biasanya lembaga beasiswa melakukan kegiatan seminar, mentoring, coacing, dan lain sebagainya guna memastikan pertumbuhan SDM


87 yang berkualitas. Tidak hanya itu saja, yang tidak kalah penting dalam sebuah monev (monitoring dan evaluasi) program ialah memastikan para penerima beasiswa amanah serta melaksanakan studi dengan baik serta tepat waktu. Sebagai penerima beasiswa di tuntut untuk terus berupaya mampu menjaga kualitas diri masing-masing dengan mengikuti berbagai kegiatan akademik ataupun non akademik. Tujuan tersebut tak lain adalah untuk membuktikan individu setiap penerima beasiswa merupakan pelajar pilihan dengan penuh banyak keunggulan dan pencapaian. Namun, hal tersebut juga harus di imbangi juga dengan melaksanakan tugas serta kewajiban penerima beasiswa yang sudah ditentukan oleh masing-masing lembaga penyedia beasiswa. Beberapa contoh tugas dan kewajiban yang harus dilaksanakan diantaranya. 1. Patuh kepada UUD 1945, pancasila, NKRI, maupun agama Setiap penerima beasiswa merupakan pelajar ataupun mahasiswa pilihan yang sudah di seleksi dari awal hingga akhir sehingga mendapatkan awardee yang berkualitas dan berkarakter. Tentunya sebagai penerima beaiswa setiap individu harus mampu menjunjung tinggi nilai, sikap, dan nasionalisme sesuai ketentuan dan hukum yang berlaku. Hal tersebut memang sekilas terlihat sepele dan umum. Namun komitmen tersebut harus benar-benar di jalankan dengan penuh rasa tanggung jawab serta aturan yang sudah jelas keabsahannya. Tidak ada ceritanya para penerima beasiswa melanggar atau bahkan menghianati negara serta agama terlebih perihal disintegritas yang dilakukan. Kaum muda milenial terlebih awardee beasiswa harus mampu mengkampanyekan hal-hal yang berkaitan dengan cinta tanah air serta nasionalisme kepada seluruh elemen lapisan masyarakat maupun publik.


88 2. Menjaga kode etik dan norma-norma yang berlaku Sebaiknya penerima beasiswa memang harus mengetahui dan di wajibkan untuk menataati segala peraturan serta kebijakan yang dikeluarkan dari penyedia beasiswa. Hal-hal yang tersebut biasanya sudah tertulis jelas di website maupun pedoman yang berlaku yang dikeluarkan lembaga beasiswa. Pada dasarnya, menjaga kode etik dan norma-norma yang berlaku secara tidak langsung akan menampakan jati diri awardee maupun instansi penyedia beasiswa di dalam pandangan publik. 3. Melakukan monitoring studi/perkembangan akademik Tidak kalah penting juga dari tugas fundamental di atas yakni seorang penerima beasiswa harus memiliki tanggung jawab dalam pelaporan perkembangan akademik maupun kegiatan studi per semester baik berupa ipk, prestasi, dan lain-lain. Hal ini menjadi kegiatan pokok rutinan lembaga penyedia beasiswa untuk mengetahui perkembangan peserta secara konsisten. Tujuan tersebut juga tidak lain sebagai target para penerima beasiswa agar selalu amanah dan memiliki tanggung jawab atas segala capaian studi serta beasiswa yang di dapatkan. Sehingga nantinya para penerima beasiswa ketika lulus mendapatkan hasil yang memuaskan. 4. Mengikuti kegiatan dan konferensi yang diadakan lembaga penyedia beasiswa Selama mendapatkan beasiswa para peserta akan banyak sekali mendapatkan kegiatan coaching, mentoring, kegiatan ekstrakulikuler, sampai event-event yang ada lainnya. Hal tersebut berguna sekali bagi para penerima beasiswa sebagai bekal berkuliah maupun pasca studi. Kegiatan ini biasanya wajib di ikuti sebagai satu komponen tanggung jawab penerima beasiswa dalam melaksanakan agenda yang telah di tetapkan.


89 Akan banyak sekali ilmu dan pengalaman yang sangat bermanfaat bagi bekal dikemudian hari yang tentunya pasti akan ada pembeda antara penerima beasiswa dan mereka yang tidak menerima beasiswa. 5. Tidak terlibat gerakan atau organisasi, radikalisme, hingga separatis Suatu peraturan ketat yang sudah di tetapkan di negara Indonesia bagi setiap warga negara maupun lembaga apapun untuk selalu mematuhi ideologi pancasila dan UUD 1945. Biasanya setiap lembaga beasiswa pasti mempunyai aturan tersebut baik di awal pendaftaran beasiswa maupun ketika menjadi awardee sampai alumi beasiswa. Hal tersebut tegas di kuatkan karena tidak mungkin penerima beasiswa di negara Indonesia bertentangan dengan kegiatan maupun paham-paham gerakan tersebut. 6. Berkontribusi terhadap lembaga penyedia beasiswa, masyarakat, maupun negara Berkaitan dengan masa studi selama mendapatkan beasiswa tentu penerima beasiswa banyak sekali mendapatkan ilmu-ilmu baik di dalam maupun luar kelas sesuai kebutuhan yang ada. Sebagai bentuk pertanggungjawaban antar generasi maupun bentuk pengabdian yang dilakukan selama menjadi penerima beasiswa hingga menjadi alumni penerima beasiswa tentu akan membawa banyak dampak perubahan bagi masyarakat banyak. Arti pengabdian disini bersifat universal dan mencakup banyak ranah sesuai kegiatan yang dijalankan. Harapan besar dari adanya SDM berkualitas ataupun kaum intelektual dari penerima beasiswa ini nantinya akan banyak memberikan sumbangsih besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan, bermasyarakat, maupun bagi kemajuan negara Indonesia di kemudian hari.


90 Terlepas dari banyaknya tanggung jawab maupun kewajiban yang dilakukan kepada setiap awardee tentu banyak sekali (impact) dampak postif yang nyata bagi kemaslahatan publik. Kesadaran tersebut akan tumbuh seiring berjalannya proses yang dilalui ketika mendapatkan pengalaman selama studi maupun pasca studi. Pastinya hal tersebut juga sebanding dengan benefit yang di dapatkan penerima beasiswa selama studi baik secara finansial, pengalaman, ilmu, dan hal-hal lainnya yang di dapatkan. Adapun beberapa macam hak dan privilage penerima beasiswa yang bisa yang bisa di dapatkan selama menjadi penerima beasiswa dari lembaga/instansi penyedia beasiswa. 1. Mendapatkan dukungan dana pendidikan Sudah menjadi hak mutlak bagi setiap penerima beasiswa untuk mendapatkan bantuan dana pendidikan mereka selama studi. Hal tersebut biasanya di atur pada akad/perjanjian di awal antara pihak pertama (penyedia beasiswa) kepada pihak ketiga (penerima beasiswa) berkaitan dengan nominal, kewajiban, dan hak yang di dapatkan. Komponen dalam dukungan pendanaan pendidikan yang di dapatakan ini tentunya berbeda-beda tergantung kesanggupan maupun ketentuan dari penyedia beasiswa. Dana yang dikeluarkan oleh lembaga penyedia beasiswa tentu tidak sedikit. Namun tidak perlu khawatir, sebab biasanya lembaga penyedia beasiswa akan bekerjasama dengan elemen kampus, sekolah, ataupun instansi yang bersangkutan sehingga kredibilitas yang dapatkan benar-benar terawasi. Meskipun ada beberapa penyedia besiswa yang bersifat indipendent namun biasanya sudah memiliki legalitas yang kuat. Jadi sebagai calon penerima


91 beasiswa juga harus selektif dalam mengapply beasiswa sesuai kebutuhan dan keinginan. 2. Jejaring/ relasi antar sesama penerima beasiswa Mendapatkan beasiswa impian sudah benar memang menjadi sebuah privilage bagi semua pelajar/mahasiswa selama menempuh studi. Terlebih dalam mencari relasi dan pertemanan yang berkualitas selama mengenyam pendidikan. Ini menjadi modal bagi setiap penerima beasiswa. Bagaimana tidak! Sebab banyak sekali mendapatkan kawan-kawan baru dari berbagai latar belakang yang beragam dan juga hebat-hebat tentunya. Ini merupakan salah satu kesempatan besar yang tidak semua pelajar/mahasiswa dapatkan. Pasalnya untuk menjadi awardee beasiswa harus menjalani serangkaian tes yang begitu ketat dan persaingan yang kompetitif. Sehingga jika sudah di terima lolos beasiswa maka sudah selayaknya menjadi kesempatan emas dalam mencari relasi yang baik. Keadaan tersebut secara sadar maupun tidak sadar sudah pasti akan di dapatkan karena melalui beberapa event serta kegiatan yang di selenggarakan oleh panitia ataupun lembaga penyedia beasiswa akan turut mengumpulkan para awardeenya sehingga bisa menjadi ladang dalam bersilaturahmi serta mengenal satu sama lain. Biasanya hal ini akan sangat berguna dan bisa dirasakan juga ketika lulus dari kuliah maupun sekolah. Para alumni akan mudah mendapatkan chanel informasi pekerjaan, project, maupun halhal yang mungkin sedang dibutuhkan sebab biasanya forum alumni sesama penerima beasiswa mempunyai ciri khas serta rasa solidaritas yang tinggi. Ini menjadi kesempatan bagus yang tidak boleh terlewatkan.


92 3. Pengembangan diri Banyak hal-hal postitif yang bisa dilakukan selama menempuh studi melalui kegiatan yang bisa mengasah softskill maupun hardskill pada setiap individu penerima beasiswa. Mulamula ini merupakan sebuah hal yang dianggap biasa namun semakin lama hal tersebut justru yang membuat individu bisa berkembang lebih baik lagi. Lembaga penyedia beasiswa biasanya banyak memberikan wadah bagi awardeenya untuk mengembangkan hal tersebut seperti melalui seminar, workshop, organisasi, kepanitiaan, karya tulis, dan lain sebagainya. Tentu ini bisa menunjang profesinalisme individu awardee sebagai bekal karier pasca studi. 4. Penghargaan Tujuan utama pelajar/mahasiswa dalam menempuh studi ialah agar bisa lulus. Bukan hal mudah memang sebab banyak sekali pengorbanan maupun perjuangan yang harus di lewati pada serangkaian perjalanan untuk bisa keluar dari sekolah ataupun kampus impian yang sudah dimasuki. Sudah pasti hal itu memang membutuhkan effort yang lebih supaya bisa menjadi yang terbaik. Ketika lulus awardee biasanya akan mendapatkan apresiasi dan juga penghargaan sebagai alumni penerima beasiswa. Pencapaian yang di torehkan tentu sebanding dengan perjuangan hingga tanggungjawab yang telah dilaksanakan. Ini menjadi keistimewaan tersendiri bagi alumni penerima beasiswa dalam menempuh jenjang berikutnya. Begitu juga hal tersebut bisa menjadi portofolio pada CV yang bisa dibuat personal branding diri sehingga menjadi unggul dari individu lain.


93 WAWANCARA merupakan rangkaian paling penting dari proses seleksi beasiswa. Tahapan ini biasanya dilakukan paling akhir pada rangkaian pembukaan beasiswa. Tidak heran jika tahapan wawancara ini banyak menggugurkan kandidat/pelamar untuk lolos beasiswa. Tentu persiapan wawancara tidak bisa dianggap remeh apalagi beasiswa yang di apply merupakan beasiswa favorit dikalangan mahasiswa dan umum. Berkenaan hal tersebut biasanya para pemburu beasiswa banyak mencoba latihan mockup maupun deep interview dengan bantuan orang lain agar banyak memberikan masukan dan kritik yang membangun guna memberikan performa terbaik ketika sudah tiba hari H wawancara. Mempersiapkan secara matang memang perlu sebagai upaya memberikan performa terbaik kepada para interviewer. Tahapan wawancara ini merupakan gerbang akhir yang harus ditaklukan para pelamar beasiswa untuk bisa di nyatakan lolos seleksi dan menerima beasiswa. Tidak heran setiap akan memasuki sesi wawancara banyak dari pelamar beasiswa yang meminta bantuan mentor ataupun orang yang berpengalaman tentang beasiswa untuk melakukan simulasi wawancara. Para pemburu beasiswa taukah, jika ada beberapa aspek yang bisa mendukung performa dalam sesi wawancara beasiswa. Jangan


94 sampai para pemburu beasiswa tidak memberikan penampilan terbaik ketika sesi wawancara berlangsung. Ini bisa diterapkan melalui prinsip 3B. Memiliki modal knowladge ataupun wawasan pengetahuan yang luas menjadi kunci utama agar bisa lancar dalam proses wawancara. Disini kandidat perlu mempersiapkan segala materi dan wawasan pengetahuan dalam hal apapun agar ketika interviewer memberikan pertanyaan langsung bisa dijawab tanpa bertele-tele. Hal tersebut juga menujukan keseriusan dan kesiapan yang matang dari kandidat yang di wawancarai. Kuasai seluruh essay yang telah ditulis, mempelajari berkenaan tentang wawasan kebangsaan, dan seputar beasiswa yang di apply merupakan bekal utama agar kandidat bisa membawa alur wawancara lebih optimal dan pastinya memberikan yang terbaik. Memiliki kepribadian/ karakter yang baik serta santun juga menjadi bekal selanjutnya agar bisa mencuri hati interviewer. Kandidat pelamar beasiswa perlu bersikap sopan dan tentu beradab agar bisa menujukan yang terbaik di hadapan interviewer. Uasahakan saat wawancara berlangsung kandiat tidak menyela atau memotong pembicaraan interviewer sebab hal tersebut juga membuat kandidat mendapatkan minus di hati interviewer. Jangan lupa untuk selalu menjaga diri agar konsisten dan tenang selama wawancara berlangsung. Brain Behaviour Brave


Click to View FlipBook Version