ketentuan 3.1.2 Telah m
pencapaian k
3.1.3 Telah m
pencapaian k
3.2. proses pembelajaran 3.2.1 Telah
dilaksanakan dengan rombongan
tepat jumlah sisw
ketentuan
3.2.2 Telah
sebelum me
pembelajara
3.2.9 Telah
pemberdaya
pembelajar
3.2.10 Telah
prinsip bahw
adalah guru
adalah sisw
saja adalah
3.2.12 Telah
metode pem
karakteristik
3.2.13 Telah
media pemb
meningkatka
efektifitas pe
3.2.15 Telah
saat menutu
3.3. pengawasan dan 3.3.3 Sudah
penilaian otentik pemantauan
dilakukan dalam pembelajara
proses pembelajaran 3.3.4 Telah
supervisi pro
mengarah pada
kompetensi
mengarahkan pada
kompetensi
membentuk 3.2.3 Kurangnya mendorong siswa
belajar dengan untuk mencari tahu
wa sesuai dengan 3.2.4 Kurang mengarahkan pada
penggunaan pendekatan ilmiah
mengelola kelas 3.2.5 Kurang melakukan
emulai pembelajaran berbasis kompetensi
an 3.2.6 Kurang memberikan
mengutamakan pembelajaran terpadu
aan siswa sebagai 3.2.7 Kurang melaksanakan
sepanjang hayat pembelajaran dengan jawaban
h menerapkan yang kebenarannya multi dimensi
wa siapa saja 3.2.8 Kurang melaksanakan
u, siapa saja pembelajaran menuju pada
wa, dan dimana keterampilan aplikatif
3.2.11 Kurangnya pengakuan atas
kelas perbedaan individual dan latar
h menerapkan belakang budaya siswa
mbelajaran sesuai 3.2.14 Kurang menggunakan
k siswa aneka sumber belajar
h memanfaatkan
belajaran dalam
an efisiensi dan
embelajaran
h mengelola kelas
up pembelajaran
h melakukan 3.3.1 Kurang melalukan penilaian
n proses otentik secara komprehensif
an 3.3.2 Kurang memanfaatkan hasil
melakukan penilaian otentik
oses
pembelajara
3.3.5 Telah
hasil pengaw
pembelajara
3.3.6Telah d
menindaklan
pengawasan
pembelajara
4. Standar Penilaian 4.1. aspek peilaian sesuai 4.1.2 Telah
Pendidikan ranah kompetensi pelaporan
ranah
4.2. Teknik penilaian 4.2.1 Suda
obyektif dan akuntabel penilaian y
akuntabel
4.3. penilaian Pendidikan 4.3.1 Suda
ditindaklanjuti hasil pelap
4.4. instrumen penilaian 4.4.2 Suda
menyesuaikan aspek penilaian a
pengetahu
4 .5. penilaian dilakukan 4.5.1 Telah
mengikuti prosedur penilaian b
penyelengg
prosedur
4.52 Telah
penilaian b
sesuai pros
4.5.3 Kuran
an kepada guru 4.1.1 Kurang mencakup ranah
menindaklanjuti sikap, pengetahuan dan
wasan proses keterampilan
an
dalam 4.2.2 Ada kekurangan perangkat
njuti hasil teknik penilaian lengkap
n proses
an
h memiliki bentuk
sesuai dengan
ah menggunakan
yang objektif dan
ah menindakanjuti 4.3.2 Kurang melakukan
poran penilaian pelaporan pelaporan penilaian
secara periodik
ah menggunakan
aspek 4.4.1 Kurang menggunakan
uan penilaian aspek sikap karena PJJ
h melakukan
berdasarkan
garaan sesuai
melakukan
berdasarkan ranah
sedur
ng menentukan
kelulusan s
pertimbang
*) dalam mengisi instrumen dapat mempelajari bahan bacaan atau sumb
Catatan:
Peserta memperoleh format Identifikasi Masalah Pembelajaran
pengajar diklat apabila dilaksanakan dengan moda luring.
Rubrik Penilaian Identifikasi Masalah Pembelajaran:
Nilai Seluruh indikator 1. Indikator terisi dengan leng
91 – 100 terpenuhi sekolah atau hasil EDS (E
81 – 90,99
Minimal tiga indikator 2. Data aset/kekuatan sekola
71 – 80,99 terpenuhi jawabkan
Dua indikator 3. Data kelemahan sekolah
terpenuhi dengan data-data yang dap
4. Rumusan masalah utam
identifikasi masalah
5. Adanya keterkaitan ant
pembelajaran, dan masalah
siswa berdasarkan
gan yang sesuai
ber lain yang relevan dan contoh kasus
n dari pengajar diklat dan mengumpulkan hasil pekerjaannya kepada
Indikator
gkap dan dapat diukur serta menggunakan data acuan pada rapor mutu
Evaluasi Diri Sekolah) atau hasil pemetaan SNP sekolah
ah dideskripsikan sesuai dengan data-data yang dapat dipertanggung
yang menjadi masalah-masalah pembelajaran dideskripsikan sesuai
pat dipertanggung jawabkan
ma terhubung dengan data aset/kekuatan, kelemahan sekolah, dan
tara aset/kekuatan dan kelemahan sekolah, identifikasi masalah
h utama
Tugas 02-OJT 1- Lina Retnowati
Tugas 02-OJT 1 Melakukan Refleksi Pendalaman Bahan Pembelajaran
Peserta membaca dan mempelajari bahan bacaan yang menjadi satu rangkaian
dalam bahan pembelajaran Diklat Calon Kepala Sekolah agar dapat mendalami
materi-materi yang berkaitan dengan Pembentukan Karakter, Manajerial Sekolah,
Kepemimpinan Pembelajaran Melalui Coaching dalam Supervisi Guru dan Tenaga
Kependidikan, Pengembangan Kewirausahaan, dan Rencana Tindak Lanjut
Kepemimpinan (RTL).
Peserta dapat mengunduh format Instrumen Refleksi Pendalaman Bahan
Pembelajaran dari LMS seperti tampak dalam tabel di bawah ini:
Tabel Refleksi Pendalaman Bahan Pembelajaran
No Nama Mata Materi Res
Diklat
c Pelaksanaan di
ab Pelaksanaan dinamika 1. Penjelasan u
kelompok 2. Kontrak Prog
1 Pembentukan
Filosofi pendidikan Ki Moda tatap m
Karakter Hajar Dewantara dan 3. Yel Nasional
Profil Pelajar Pancasila 4. Pembentuka
5. Lagu kebang
6. Pelaksanaan
(Membangun
penugasan m
Ki Hajar Dewa
terhadap bidang
landasan penge
filosofi “Ing Ng
Karso, Tut Wuri
Ada 7 prinsip lem
1. Hak menen
cinta tanah a
2. Siswa yang
bertindak ma
3. Pendidikan y
4. Pendidikan
Kekuatan s
kekuatan ind
5. Perjuangan
6. Sistem keta
yang mampu
7. Pendidikan a
- Watak n
memper
bangsa
- Prinsip k
nasional
- Tata tert
sume Hasil Eksplorasi Materi Hal Baru yang Diperoleh
d e
inamika kelompok terdiri dari: Pada materi pembentukan
umum Dinamika Kelompok karakter ini, saya dikuatkan
gram dan Pembentukan suku (kelompok) dalam hal menghidupi dan
muka virtual (Moda daring) membiasakan Profil Pelajar
l Pancasila dalam keseharian
an Suku sebagai pembentukan karakter
gsaan dan yel-yel suku (kelompok) pada seluruh warga sekolah dan
n Penugasan Dinamika Kelompok bagaimana cara membiasakan
n Kreativitas dan Kerjasama melalui PPP dalam pembelajaran.
mencipta gerakan koreografi)
antara merupakan tokoh yang konsisten
g pendidikan. Dan karyanya yang menjadi
embangan pendidikan, khususnya kalimat
garso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun
i Handayani”.
mbaga pendidikan:
ntukan nasib sendiri: rasa kebangsaan dan
air
g mandiri: yang bisa merasa, berpikir dan
andiri
yang mencerahkan masyarakat
harus mencakup wilayah yang luas:
suatu negara merupakan kumpulan dari
dividu
menurut kemandirian
ahanan diri : tidak ada persoalan di dunia
u bekerja sendiri
anak-anak
nasional taman siswa mengakibatkan orang
rkenalkan anak pada rasa kasih kepada
dan tanah airnya sendiri
kemanusiaan usaha untuk menanamkan jiwa
lisme
tib diatur secara jelas
PPP (Profil Pelajar KHD mencanan
Pancasila) upaya untuk
pekerti(kekuatan
Visi Indonesia 2
makmur”
Merdeka belajar
menjadi agen pe
Profil Pelajar Pa
1. Beriman, b
dan berakh
akhlak prib
alam,akhlak
2. Mandiri (e
dan situasi
3. Bernalar
memproses
mengevalua
berpikir)
4. Kreatif (ele
orisinil, men
5. Bergotong
kepedulian,
6. Berkebinek
mengharga
budaya,
pengalama
“Pelajar Indone
yang memiliki k
nilai-nilai Panca
PPP berperan
rancangan kurik
Pelajar Pancas
nilai-nilai luhur P
Indonesia.
Karakter yang m
dalam kepemim
jujur, toleransi,
demokratis, rasa
ngkan sifat umum pendidikan adalah segala
k memajukan bertumbuhnya budi
n batin, karakter), pikiran dan tubuh anak.
2045: “negara yang berdaulat, maju, adil, dan
r: seluruh pemangku kepentingan pendidikan
erubahan.
ancasila memiliki 6 dimensi:
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
hlak mulia (elemen kunci: Akhlak beragama,
badi, akhlak kepada manusia, akhlak kepada
k bernegara)
elemen kunci : kesadaran akan diri sendiri
yang dihadapi, regulasi diri)
kritis (elemen kunci :memperoleh dan
s informasi dan gagasan; menganalisis dan
asi penalaran, refleksi pemikiran dan proses
emen kunci : menghasilkan gagasan yang
nghasilkan karya dan tindakan yang orisinal)
g royong (elemen kunci: kolaborasi,
, berbagi)
kaan global (elemen kunci: mengenal dan
ai budaya, komunikasi dan interaksi antar
refleksi & tanggungjawab terhadap
an kebinekaan, berkeadilan sosial)
esia merupakan belajar sepanjang hayat
kompetensi global dan berperilaku sesuai
asila”
menjadi kompas yang memandu proses
kulum, pembelajaran dan assessment. Profil
sila dengan tujuan untuk menguatkan
Pancasila dalam diri setiap individu pelajar
menjadi penting dan menjadi syarat mutlak
mpinan satuan pendidikan adalah religius,
, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri,
a ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta
tanah air, men
cinta damai, ge
sosial, dan tangg
Menggerakkan - Refleksi ya
komunitas belajar di refleksi kegia
lingkungan sekolah,
organisasi profesi, dan - Definisi Co
lingkungan yang lain komunitas
(Community of Practice) memiliki pro
topik tertentu
Inquiry Apresiatif ilmu penget
keputusan k
- Tujuan dar
menyediaka
tips, saran
Bertanya k
mendukung
- Manfaat dar
didik, guru
menyediaka
meningkatka
keterampilan
menyeimban
- Perlu adan
sebuah reko
B-uatlah p
A-mbil pe
G-ali mim
J-abarkan
A-tur ekse
- Pada intinya
dibangunkan
kebiasaan-k
- Setelah m
menjalankan
rekomendas
untuk menila
nghargai prestasi, bersahabat/komunikatif,
emar membaca, peduli lingkungan, peduli
gung jawab
ang dimaksud pada poin ini merupakan
atan pada akhir penugasan.
ommunity of Practice ini adalah sebuah
yang berisikan sekelompok orang yang
ofesi sama berbagi pengetahuan tentang
u yang spesifik dengan tujuan meningkatnya
tahuan, membangun relasi serta membuat
kebijakan dari waktu ke waktu.
ri Community of Practice ini adalah
an cara bagi para praktisi untuk berbagi ilmu,
n dan pengalaman-pengalaman terbaik.
ke rekan sejawat atau seprofesi serta
satu sama lainnya.
ri komunitas belajar yaitu mendorong anak
u, dan orang tua untuk bekerja sama
an informasi dan pembelajaran siswa,
an kualitas berpikir membangun
n untuk mengelola perubahan dan
ngkan otak kanan dan kiri.
nya tahapan BAGJA untuk menghasilkan
omendasi perubahan.
pertanyaan (Define)
elajaran (Discover)
mpi (Dream)
n rencana (Design)
ekusi (Deliver)
a, perubahan akan terjadi jika orang-orang
n, lingkungan diciptakan, dan
kebiasaan lama ditinggalkan.
menyelesaikan rencana BAGJA dan
nnya, kemudian menyusun rencana
si yang diharapkan sekaligus menjadi alat
ainya.
Membangun kebiasaan - Konsep Bela
refleksi secara mandiri Self-regulate
(Self Regulated untuk meng
Learning/Belajar Mandiri) sendiri dalam
yang optima
- Aspek-Aspe
Learning/SR
1. Metaco
kemam
mengo
mengin
evalua
2. Physic
Aspek
dan so
sekitar
3. Time M
Penga
dibutuh
belajar
4. Effort R
Mener
keperc
- Strategi Be
Strategi se
perencanaa
didik dalam
- Implementa
kerja kepala
- Strategi In
guru dan m
Mengembangkan - Menunjukka
kematangan diri (Self - Perkemban
Maturity) secara holistic
(Spiritual, moral, emosi, meliputi 3 a
dan intelektual) a. Perkem
b. Perkem
c. Perkem
ajar Mandiri (Self Regulated Learning/SRL)
ed learning adalah kemampuan seseorang
gelola secara efektif pengalaman belajarnya
m berbagai cara sehingga mencapai belajar
al.
ek Belajar Mandiri (Self Regulated
RL)
ognitive Self-Regulation
mpuan individu dalam merencanakan,
organisasikan atau mengatur,
nstruksikan diri, memonitor dan melakukan
asi dalam aktivitas belajar.
cal and Social Environment Management
k ini mencakup cara mengatur kondisi fisik
osial yakni dengan mempelajari lingkungan
r dan mencari bantuan.
Management
aturan waktu dengan baik dan bijak sangat
hkan oleh pelajar untuk mengatur jadwal
rnya.
Regulation
rima suatu kegagalan dan membangun
cayaan diri
elajar Mandiri (Self Regulated Learning/SRL)
elf regulated learning adalah kompilasi dari
an yang digunakan oleh seorang peserta
m mencapai tujuan belajar (Cobb, 2003).
asi Self Regulated Learning terhadap beban
a sekolah
novasi dalam pengembangan kompetensi
murid
an kematangan moral, emosi, dan spiritual
ngan kematangan manusia (self maturity)
aspek berikut.
mbangan Fisiologi
mbangan Psikologis
mbangan secara Pedagogis
- Dalam diri
memandang
depan, tang
saja memp
memahami o
- Implementas
pelaksanaan
- Kematangan
membawa p
terciptanya
memungkink
yang unggul
Refleksi akhir - Kepala Sek
pengembangan karakter untuk dimi
didik.
- Karakter y
mutlak dala
religius, juj
mandiri, d
kebangsaan
bersahabat
peduli lingk
Refleksi kegiatan Peserta melak
pengembangan karakter mengisi for
kepemimpinan sekolah kepemimpinan
2 Manajerial Memimpin upaya - Budaya belaj
Sekolah mewujudkan visi sekolah - bersama oleh
menjadi budaya belajar berpikir, peril
yang berpihak pada wujud fisik ma
siswa Ada beberapa
1. kepemim
2. guru-gur
3. memiliki
4. lingkung
5. jaringan
6. kurikulum
7. evaluasi
yang sehat dan matang akan selalu
g positif baik terhadap kehidupan masa
ggung jawab terhadap pekerjaan, dan tentu
punyai emosi yang matang yang dapat
orang lain yang berbeda dengan dirinya.
si kematangan diri (self maturity) dalam
n tugas pokok dan fungsi kepala Sekolah
n diri seorang kepala sekolah akan
pada kondisi sekolah yang kondusif untuk
lingkungan dan komunitas belajar yang
kan untuk terciptanya kualitas pembelajaran
l.
kolah berkarakter merupakan syarat mutlak
ilikinya perilaku berkarakter pada peserta
yang menjadi penting dan menjadi syarat
am kepemimpinan satuan pendidikan adalah
jur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif,
demokratis, rasa ingin tahu, semangat
n, cinta tanah air, menghargai prestasi,
t/komunikatif, cinta damai, gemar membaca,
kungan, peduli sosial, dan tanggung jawab.
kukan refleksi diri tentang karakter dengan
rmat analisis karakter implementasi
n pembelajaran.
jar merupakan pandangan hidup yang diakui Hal yang membekali saya dalam
h masyarakat sekolah yang mencakup cara manajerial sekolah, yaitu
laku, sikap, nilai yang tercermin baik dalam penyusunan RK, RKJM, RKAS,
aupun abstrak. Dokumen 1, peningkatan Rapor
a faktor untuk mencapai visi tersebut yaitu: Mutu, supervisi dan
mpinan kepala sekolah yang profesional pembelajaran yang inovatif,
ru yang tangguh dan profesional kreatif dan menyenangkan. Dan
i tujuan pencapaian filosofis yang jelas. perlunya dukungan dari semua
gan yang kondusif untuk pembelajaran pihak.
n organisasi yang baik
m yang jelas
i belajar yang baik
Penyusunan RKS 8. partisipa
sekolah
- Rencana Ker
perencanaan
mencapai tuj
harus mempu
misi sehingg
sekolah tidak
(Dewantoro, 2
- Pentingnya
sekolah dapa
Nasional No
Pengelolaan.
pendidikan (S
membuat, seb
1. Rencan
mengga
kurun w
lulusan y
yang me
2. Rencana
dalam R
(RKAS)
Kerja Ja
- RKS disusun
1. menjam
dirumus
yang ting
2. member
pengem
3. acuan
sumberd
pengem
4. menjam
perenca
pengawa
5. mengop
masyara
asi orang tua murid yang aktif dalam kegiatan
rja Sekolah (RKS) merupakan sebuah proses
n atas semua hal dengan baik dan teliti untuk
juan pendidikan. Seluruh komponen sekolah
unyai persepsi yang sama terhadap visi dan
ga seluruh program yang dijalankan oleh
k menyimpang dari visi dan misi tersebut
2016).
fungsi perencanaan dalam pengelolaan
at dilihat dalam Peraturan Menteri Pendidikan
omor 19 Tahun 2007 tentang Standar
. Setiap sekolah pada semua jenjang
SD, SMP, SMA, SMK), bahwa sekolah harus
bagai berikut:
na Kerja Jangka Menengah (RKJM) yang
ambarkan tujuan yang akan dicapai dalam
waktu 4 tahun yang berkaitan dengan mutu
yang ingin dicapai dan perbaikan komponen
endukung peningkatan mutu lulusan.
a Kerja Tahunan (RKT) yang dinyatakan
Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah
yang dilaksanakan berdasarkan Rencana
angka Menengah (RKJM).
n dengan tujuan:
min agar tujuan sekolah yang telah
skan dapat dicapai dengan tingkat kepastian
ggi dan resiko yang kecil;
rikan arah kerja yang jelas tentang
mbangan sekolah;
dalam mengidentifikasi dan mengajukan
daya pendidikan yang diperlukan dalam
mbangan sekolah;
min keterkaitan dan konsistensi dalam
anaan, penganggaran, pelaksanaan dan
asan;
ptimalkan partisipasi warga sekolah dan
akat; dan
6. menjam
secara
berkesin
- Adapun R
Pengarah,
pemborosan
- Prosedur
Permendikbu
satuan pend
1. Membua
RKS.
2. Melaksa
pengelo
pembela
3. Memben
pendidik
4. Mengelo
- Prosedur pe
1. Penyusu
2. Evaluas
3. Dari ha
kekuran
standar.
4. Dalam
pelaksan
monitori
Berdasar rapo
Rencana Kerja
sekolah dengan
1. kesiswa
2. kurikulum
3. pendidik
pengem
4. sarana d
5. keuanga
6. budaya
7. peran se
8. rencana
peningka
min tercapainya penggunaan sumberdaya
efisien, efektif, berkeadilan dan
nambungan.
RKS berfungsi sebagai: Legitimasi,
Minimalisasi ketidakpastian, Minimalisasi
n sumber daya, Penetapan standar kualitas
Penyusunan Rencana Kerja Sekolah.
ud Nomor 28 Tahun 2016 menyatakan tugas
didikan adalah:
at perencanaan mutu yang dituangkan dalam
anakan pemenuhan mutu, baik dalam
olaan satuan pendidikan maupun proses
ajaran.
ntuk tim penjaminan mutu pada satuan
kan.
ola data mutu satuan pendidikan.
enyusunan RKS adalah sebagai berikut:
unan RKS diawali dengan pelaksanaan
si Diri Sekolah (EDS).
asil EDS kemungkinan diperoleh berbagai
ngan atau masalah pada masing-masing
.
rangka penjaminan mutu, selama proses
naan program dan kegiatan dilakukan
ing secara internal oleh satuan pendidikan.
ort mutu satuan pendidikan
Tahunan memuat ketentuan yang ada di
n jelas mengenai:
aan;
m dan kegiatan pembelajaran;
k dan tenaga kependidikan serta
mbangannya;
dan prasarana;
an dan pembiayaan;
dan lingkungan sekolah;
erta masyarakat dan kemitraan; dan
a-rencana kerja lain yang mengarah kepada
atan dan pengembangan mutu.
Pedoman peng
1. kurikulum
2. kalender
3. struktur
4. pembag
5. pembag
6. peratura
7. tata terti
8. kode etik
9. biaya op
Menganalisis T
Kerja Sekolah
Pengembangan
setelah sekolah
prioritas dalam p
(SNP) dalam ku
program tahunan
Pengembangan
Rencana Kerja
yang digunakan
RKJM yang ba
berikut:
1. Analisis
2. Analisis
SNP
3. Analisis
4. Visi dan
5. Tujuan s
6. Identifika
antara k
tahun m
7. Program
8. Rencana
Nasiona
indikator
waktu
penangg
9. Jadwal k
gelolaan sekolah meliputi:
m tingkat satuan pendidikan (KTSP);
r pendidikan/akademik;
organisasi sekolah;
gian tugas di antara guru;
gian tugas di antara tenaga kependidikan;
an akademik;
ib sekolah;
k sekolah; dan
perasional sekolah.
Target Capaian dan Menelaah Rencana
Rencana Kerja Sekolah (RKS) dilakukan
h memetakan dan menyusun program
pemenuhan 8 Standar Nasional Pendidikan
urun waktu 4 tahun yang dijabarkan dalam
n.
n Dokumen Rencana Kerja Sekolah
Sekolah (RKS) adalah dokumen penting
sebagai salah satu pedoman sekolah.
aik minimal memenuhi komponen sebagai
lingkungan strategis
kondisi saat Ini dilihat dari keterlaksanaan
pendidikan 4 (empat) tahun mendatang
misi sekolah
sekolah 4 (empat) tahun mendatang
asi tantangan nyata (kesenjangan kondisi
kondisi saat ini terhadap kondisi pendidikan 4
mendatang)
m strategis
a kerja yang mencakup 8 (delapan) Standar
al Pendidikan, meliputi program, kegiatan,
r keberhasilan atau hasil yang diharapkan,
pelaksanaan, kebutuhan pembiayaan,
gungjawab atau pelaksana.
kegiatan monitoring dan supervisi.
Pengelolaan Standar Pengelolaan St
Kompetensi Lulusan Standar Kompe
(Pengelolaan Peserta yang harus dica
Didik) proses pembelaj
Pengelolaan Standar Isi Secara spesifi
(Pengelolaan Kurikulum) (SKL) untuk m
sebagai berikut
1. SKL pada
meletakkan
kepribadian,
hidup mandi
2. SKL pada
bertujuan m
kepribadian,
hidup mandi
3. SKL pada s
meningkatka
akhlak mulia
dan mengiku
Strategi dalam
lulusan (SKL)
diantaranya seb
1. Bekerjasama
kualitas pem
2. Memberi pen
3. meningkatka
4. Meningkatka
budaya, dan
5. Melakukan
alumni, dan
6. Menyediaka
sumber bela
Pengelolaan St
Bahan Pembela
Standar isi ad
kompetensi ya
kompetensi tam
mata pelajaran,
tandar Kompetensi Lulusan (SKL)
etensi adalah ukuran kompetensi minimal
apai peserta didik setelah mengikuti suatu
jaran pada suatu pendidikan tertentu.
ik, fungsi Standar Kompetensi Lulusan
masing-masing satuan pendidikan adalah
t.
a jenjang pendidikan dasar bertujuan
dasar-dasar kecerdasan, pengetahuan,
, akhlak mulia, serta keterampilan untuk
iri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
satuan pendidikan menengah umum
meningkatkan kecerdasan, pengetahuan,
, akhlak mulia, serta keterampilan untuk
iri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut
satuan pendidikan menengah kejuruan untuk
an kecerdasan, pengetahuan, kepribadian,
a, serta keterampilan untuk hidup mandiri
uti pendidikan lebih lanjut.
m upaya pemenuhan standar kompetensi
dapat dilakukan oleh kepala sekolah
bagai berikut.
a dengan berbagai pihak untuk mendukung
mbelajaran
nghargaan kepada siswa yang berprestasi
an fungsi Bursa Kerja Khusus,
an kegiatan siswa dalam bidang sosial,
n agama,
penelusuran alumni dan pengarsipan data
an fasilitas dan memfungsikan seluruh
ajar.
tandar Isi (Pengelolaan Kurikulum dan
ajaran)
dalah ruang lingkup materi dan tingkat
ang dituangkan dalam kriteria tentang
matan, kompetensi bahan kajian, kompetensi
, dan silabus pembelajaran yang harus
Pengelolaan Standar dipenuhi oleh
Proses pendidikan terten
Standar isi yan
sebagai berikut
1. Kerangka das
merupakan pe
pada tingkat s
2. Beban belajar
pendidikan da
3. Kurikulum ting
dikembangkan
panduan peny
terpisahkan da
4. Kalender pend
pendidikan pa
dasar dan me
Kurikulum Ting
Permendikbud
komponen KTSP
1. Dokumen 1
sekurang-ku
pengaturan b
2. Dokumen 2
silabus;
3. Dokumen 3
rencana pe
sesuai poten
didik di lingk
Pengelolaan St
- Standar Pro
pembelajara
Standar Kom
- Standar Pro
Kompetensi
ditetapkan s
Pemerintah
Nasional Pe
Peraturan P
peserta didik pada jenjang dan jenis
ntu.
ng secara keseluruhan mencakup hal- hal
t.
sar dan struktur kurikulum yang
edoman dalam penyusunan kurikulum
satuan pendidikan.
r bagi peserta didik pada satuan
asar dan menengah
gkat satuan pendidikan yang akan
n oleh satuan pendidikan berdasarkan
yusunan kurikulum sebagai bagian tidak
ari standar isi.
didikan untuk penyelenggaraan
ada satuan pendidikan jenjang pendidikan
enengah
gkat Satuan Pendidikan (KTSP)
No. 61 tahun 2014 menyebutkan bahwa
P meliputi 3 dokumen yaitu sebagai berikut:
yang disebut dengan Buku I KTSP berisi
urangnya visi, misi, tujuan, muatan,
beban belajar, dan kalender pendidikan;
yang disebut dengan Buku II KTSP berisi
yang disebut dengan Buku III KTSP berisi
elaksanaan pembelajaran yang disusun
nsi, minat, bakat, dan kemampuan peserta
kungan belajar.
tandar Proses
oses adalah kriteria mengenai pelaksanaan
an pada satuan pendidikan untuk mencapai
mpetensi Lulusan.
oses dikembangkan mengacu pada Standar
Lulusan dan Standar Isi yang telah
sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan
Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar
endidikan sebagaimana telah diubah dengan
Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang
Pengelolaan Standar Perubahan a
Penilaian 2005 tentang
Memimpin dan Pengelolaan St
mengelola sekolah Standar Penilai
yang berdampak pada lingkup, tujuan,
peserta didik instrumen peni
digunakan seba
Pengelolaan Standar peserta didik
Pendidik dan Tenaga menengah.
Pendidikan
Memimpin dan m
pada peserta did
1. Menyusun prio
sesuai visi sek
kebutuhan mu
2. Mengelola sum
dan mendapa
yang sah untu
Menggerakka
sekolah secar
belajar
3. Menunjukkan
pelaksanaan p
terhadap muri
4. Mengarahkan
dengan menje
sekolah
5. Memantau da
memotivasi w
program yang
6. Memandu per
memperbaiki p
terhadap muri
Pengelolaan Gu
Kualifikasi Akad
No.16 th. 2007,
adalah sebagai b
atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun
g Standar Nasional Pendidikan.
tandar Penilaian
ian Pendidikan adalah kriteria mengenai
manfaat, prinsip, mekanisme, prosedur, dan
ilaian hasil belajar peserta didik yang
agai dasar dalam penilaian hasil belajar
pada pendidikan dasar dan pendidikan
mengelola program sekolah yang berdampak
dik meliputi beberapa kegiatan:
oritas dan merancang program yang
kolah, realistis, dan mengacu peta
urid
mber daya sekolah a. Mengidentifikasi
atkan sumber daya dari berbagai sumber
uk menjalankan program sekolah b.
an dan memberdayakan sumber daya
ra efektif untuk meningkatkan kualitas
praktik yang menjadi teladan dalam
program sekolah yang berdampak
id
n warga sekolah menjalankan program
elaskan keterkaitannya dengan visi
an memberi umpan balik untuk
warga sekolah dalam menjalankan
g berdampak terhadap murid
rtemuan berkala untuk merefleksikan dan
program sekolah agar lebih berdampak
id
uru
demik Guru: Berdasarkan Permendiknas
maka standar kualifikasi akademik bagi guru
berikut:
1. Kualifika
Formal
2. Kompete
Pengelolaan Te
Tenaga Adminis
1. Kualifik
Berdasa
tenaga
memenu
2. Kompet
Kepala
yang ha
Sekolah
kompete
kompete
Tenaga Perpust
1. Kualifika
Berdasa
Tenaga
harus m
2. Kompete
perpusta
sekuran
sekolah/
yang s
pengelo
lembaga
Pengelolaan Pe
- Perenca
Baru. P
agenda
baru (PP
penerim
- Secara
peserta
Perkiraa
Pembiay
- Penerim
Peserta
layanan
asi Akademik Guru Melalui Pendidikan
ensi Guru
enaga Kependidikan
strasi Sekolah
kasi Tenaga Administrasi Sekolah
arkan Permendiknas Nomor 24 Tahun 2008,
administrasi sekolah/ madrasah harus
uhi standar kualifikasi dan kompetensi.
tensi Tenaga Administrasi Sekolah
Tenaga Administrasi Sekolah Kompetensi
arus dimiliki oleh Kepala Tenaga Administrasi
h meliputi kompetensi kepribadian,
ensi sosial, kompetensi teknis, dan
ensi manajerial.
takaan Sekolah
asi Tenaga Perpustakaan Sekolah
arkan Permendiknas Nomor 25 Tahun 2008,
Perpustakaan Sekolah sekolah/madrasah
memenuhi standar kualifikasi dan kompetensi.
ensi Tenaga Perpustakaan Sekolah Setiap
akaan sekolah/madrasah memiliki
ng-kurangnya satu tenaga perpustakaan
/madrasah yang berkualifikasi SMA atau
sederajat dan bersertifikat kompetensi
olaan perpustakaan sekolah/ madrasah dari
a yang ditetapkan oleh pemerintah.
eserta Didik
anaan dan Penerimaan Peserta Didik
Perencanaan Peserta Didik Baru Penyusunan
perencanaan dan penerimaan peserta didik
PDB) merupakan langkah awal dari proses
maan peserta didik.
lebih rinci, langkah-langkah perencanaan
a didik dapat diuraikan sebagai berikut:
an, Kebijakan, Penyusunan Program,
yaan
maan Peserta Didik Baru, penerimaan
Didik Baru (PPDB) merupakan proses
pendidikan yang pertama kali diberikan
kepada
tertentu,
dan sis
pendidik
- Penerim
Objektiv
- Masa P
adalah
peserta
sarana d
serta ak
Penempatan d
Didik
Pengelompokan
pada:
1. Fungsi I
berdasa
2. Fungsi
didik
perbeda
seperti b
Pengembangan
Setiap sekolah
potensi kecerdas
Kegiatan Ekstra
Salah satu p
pengembangan
kegiatan ekstra
atas: Kegiatan E
Pembinaan Kes
- Pembinaan
siswa sesu
nasional, y
kepada Tuh
berilmu, cak
negara yan
diperlukan p
berkelanjuta
- Tujuan pemb
peserta didik, dengan menggunakan sistem
, memenuhi syarat tertentu, melalui proses
stem seleksi tertentu untuk memperoleh
kan pada jenjang yang lebih tinggi.
maan peserta didik baru berasaskan:
vitas, Transparansi, Akuntabilitas, Kompetitif,
Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)
kegiatan pengenalan lingkungan kepada
didik baru, termasuk pengenalan budaya,
dan prasarana sekolah, guru dan karyawan,
ktivitas di sekolah yang baru.
dan Pengembangan Kapasitas Peserta
n peserta didik tersebut dapat didasarkan
Integrasi, yaitu pengelompokan peserta didik
arkan umur, jenis kelamin dan sebagainya.
Perbedaan, yaitu pengelompokan peserta
untuk menghargai berdasarkan
aan-perbedaan yang ada pada peserta didik
bakat, minat, kemampuan dan sebagainya.
n Kapasitas Peserta Didik
memiliki kewajiban untuk mengembangkan
san peserta didik secara maksimal.
akurikuler
pengembangan dalam penempatan dan
kapasitas peserta didik adalah pembinaan
akurikuler. Kegiatan Ekstrakurikuler terdiri
Ekstrakurikuler Wajib dan pilihan
siswaan
Kesiswaan untuk mengembangkan potensi
uai dengan tugas dan tujuan pendidikan
yaitu siswa yang beriman dan bertakwa
han Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,
kap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga
ng demokratis serta bertanggungjawab,
pembinaan kesiswaan secara sistematis dan
an.
binaan kesiswaan antara lain:
Pengelolaan Standar 1. Mengem
Sarana dan Prasarana terpadu
Pengelolaan Standar 2. Memant
Pembiayaan ketahan
sehingga
dan bert
3. Mengak
pencapa
minat;
4. Menyiap
yang be
hak- hak
masyara
Pembiasaan/Ke
Pembudayaan B
adalah kegiatan
sekolah yang d
untuk jenjang
pendidikan khus
didik baru sampa
Standar prasara
Nasional Pendid
minimal tentang
tempat beribad
kerja, tempat be
media pendidik
diperlukan untuk
penggunaan tek
Pengelolaan se
sekolah yang me
1. Perencanaa
a. Merumu
sekolah
visi terse
b. Membu
ketentua
kurikulum
dan tena
mbangkan potensi siswa secara optimal dan
yang meliputi bakat, minat, dan kreativitas;
tapkan kepribadian siswa untuk mewujudkan
nan sekolah sebagai lingkungan pendidikan
a terhindar dari usaha dan pengaruh negatif
tentangan dengan tujuan pendidikan;
ktualisasikan potensi siswa dalam
aian prestasi unggulan sesuai bakat dan
pkan siswa agar menjadi warga masyarakat
erakhlak mulia, demokratis, menghormati
k asasi manusia dalam rangka mewujudkan
akat madani (civil society).
eteladanan
Budi Pekerti yang selanjutnya disingkat PBP
n pembiasaan sikap dan perilaku positif di
dimulai berjenjang dari mulai sekolah dasar;
SMP,SMA/SMK, dan sekolah pada jalur
sus dimulai sejak dari masa orientasi peserta
ai dengan kelulusan.
ana dan sarana pendidikan adalah Standar
dikan yang berkaitan dengan persyaratan
g lahan, ruang kelas, tempat berolahraga,
dah, perpustakaan, laboratorium, bengkel
ermain, tempat berkreasi, perabot, alat dan
kan, buku, dan sumber belajar lain, yang
k menunjang proses pembelajaran, termasuk
knologi informasi dan komunikasi.
ekolah menjadi tanggung jawab kepala
eliputi:
an Program Sekolah mencakup:
uskan dan menetapkan visi, misi, dan tujuan
mengembangkan dan mengkomunikasikan
ebut melalui berbagai cara
uat rencana kerja sekolah tahunan memuat
an yang jelas mengenai: 1) kesiswaan; 2)
m dan kegiatan pembelajaran; 3) pendidik
aga kependidikan serta pengembangannya;
4) sara
pembiay
peran
rencana
peningka
2. Pelaksanaan
a. Membua
merupak
ditinjau s
b. Pelaksa
kerja ya
sesuai
pendidik
c. Pertangg
laporan
d. Proses p
layanan
ekstraku
pelacaka
e. Penyusu
dan S
dikemba
karakter
didik.
f. Penyusu
standar
satu tah
g. Pelaksa
standar
standar
h. Pendaya
dengan
tenaga k
i. Pengelo
standar
disosiali
selaras d
j. Penyusu
dan op
pembiay
ana dan prasarana; 5) keuangan dan
yaan; 6) budaya dan lingkungan sekolah; 7)
serta masyarakat dan kemitraan; 8)
a-rencana kerja lain yang mengarah kepada
atan dan pengembangan mutu.
n Rencana Kerja:
at pedoman pengelolaan sekolah yang
kan petunjuk pelaksanaan operasional yang
secara berkala atau sesuai kebutuhan.
anaan kegiatan sekolah berdasarkan rencana
ang telah disusun, apabila ada yang tidak
harus mendapat persetujuan dari dewan
kan dan komite sekolah
gungjawaban kepala sekolah dalam bentuk
setiap akhir tahun
penerimaan dan orientasi peserta didik baru,
konseling, program kokurikuler dan
urikuler, pembinaan prestasi unggulan dan
an alumni
unan KTSP yang memperhatikan standar isi
SKL dan peraturan pelaksananya,
angkan sesuai kondisi sekolah, potensi,
ristik, sosial budaya masyarakat dan peserta
unan kalender pendidikan berdasarkan
isi berisikan pelaksanaan aktivitas selama
hun.
anaaan pembelajaran berdasarkan SKL,
isi, dan peraturan pelaksanaannya serta
proses, standar penilaian.
agunaan pendidik dan tenaga kependidikan
memperhatikan Standar pendidik dan
kependidikan.
olaan sarana dan prasarana berdasarkan
pengelolaan sarana dan prasarana
isasikan kepada seluruh warga sekolah dan
dengan kegiatan akademik.
un pedoman penggunaan biaya investasi
perasional yang mengacu pada standar
yaan.
3 Kepemimpinan Pembelajaran k. Sekolah
berdiferensiasi lingkung
pembelajaran pembela
pelaksan
melalui coaching
l. Penyusu
dalam Supervisi m. Melibatk
Guru dan sekolah/
Pengawasan da
Tenaga Program penga
pengawasan di s
Kependidikan Agar bisa mel
sekolah harus m
setiap tahapan M
1. Konsep Mo
2. Tujuan Mon
3. Tujuan Eva
4. Manfaat M
5. Prinsip Mo
6. Penyusuna
Pelaksanaa
7. Instrumen
Kepemimpinan
Kepemimpinan
organisasi seko
masing-masing s
Sistem informa
Pengelolaan sist
pendidikan yan
difasilitasi oleh fa
Usaha untuk m
untuk memenuh
Keputusan yang
- Mencipta
- Tujuan
jelas
- Penilaia
- Merespo
- Manajem
Alasan pembela
- Bersifat
h/Madrasah menciptakan suasana, iklim, dan Hal baru yang saya peroleh
gan pendidikan yang kondusif untuk bahwa coaching dilakukan
ajaran yang efisien dalam prosedur setelah melakukan supervisi dan
naan. peran seorang KS sangatlah
unan tata tertib dank ode etik sekolah penting dalam membangun
kan warga dan masyarakat pendukung lingkungan belajar yang berpusat
/madrasah dalam mengelola pendidikan. pada peserta didik.Kegiatan
an Evaluasi pendampingan/ coaching pada
awasan dan evaluasi meliputi program guru maupun tenaga
sekolah evaluasi diri. kependidikan berperan untuk
laksanakan Monev dengan baik, kepala meningkatkan kelemahan
memahami konsep, tahapan, dan fungsi dari
Monev
onitoring dan Evaluasi
nitoring
aluasi
Monitoring Evaluasi
onitoring dan Evaluasi
an Program, Instrumen, dan Sistem
an Monitoring Evaluasi
Monitoring dan Evaluasi
n sekolah
sekolah meliputi perangkat struktur
olah dan penjabaran tugas dan fungsi dari
struktur.
asi manajemen
tem informasi untuk mendukung administrasi
ng efektif, efisien, dan akuntabel, yang
asilitas dan tenaga yang memadai.
menyesuaikan proses pembelajaran di kelas
hi kebutuhan belajar individu setiap siswa.
g dibuat guru terkait dengan:
akan lingkungan belajar
pembelajaran yang didefinisikan dengan
an berkelanjutan
on kebutuhan belajar siswa
men kelas yang efektif
ajaran berdiferensiasi dapat berhasil:
proaktif
Memetakan kebutuhan - Bersifat
belajar siswa - Berakar
- Menggu
Penerapan coaching
dalam supervisi konten,
akademik - Berpusa
- Perpadu
Supervisi Akademik
kelompo
- Bersifat
Kebutuhan belaj
1. Kesiapa
2. Minat sis
3. Profil be
variasi m
yang m
budaya,
- Definisi coa
potensi sese
yang memba
- Coaching d
fokus pada
akan dikemb
- Langkah-lan
mendengark
menanyakan
balik
- Supervisi a
mengajar
pengawasan
- Instrumen s
pedoman wa
- Tahapan :
1. perenca
tujuan, i
dan tekn
instrume
2. Pelaksa
observa
kualitatif daripada kuantitatif menjadi komitmen yang akan
pada penilaian dikembangkan.
unakan beberapa pendekatan terhadap
proses dan produk
at pada siswa
uan dari pembelajaran seluruh kelas,
ok dan individual
organik dan dinamis
jar siswa ada 3 aspek:
an belajar siswa,
swa,
elajar murid: sangat penting guru membuat
metode dan pendekatan mengajar. Faktor
mempengaruhi : Lingkungan, pengaruh
, visual, auditori, kinestetik.
aching: kegiatan pembinaan yang membuka
eorang untuk memaksimalkan kinerja sendiri,
antu untuk belajar dari pada mengajar.
dilakukan setelah melakukan supervisi, dan
kelemahan untuk dijadikan komitmen yang
bangkan
ngkah: membangun kepercayaan,
kan secara aktif, mengklarifikasi,
n pertanyaan yang tepat, memberi umpan
akademik berfungsi mengubah perilaku
: mengembangkan, penumbuhan dan
n
supervisi akademik: pedoman observasi,
awancara, daftar cek
anaan (latar belakang, landasan hukum,
indikator keberhasilan, sasaran, pendekatan
nik supervisi, ruang lingkup supervisi, jadwal,
en)
anaan : pra observasi, observasi, pasca
asi)
3. Tindak
meninda
instrume
Supervisi Tendik Prinsip-prinsip d
1. KS men
2. KS me
harmoni
3. Supervis
4. program
5. Kompreh
6. Konstruk
7. Objektif
Sasaran : T
perpustakaan, te
Langkah-langkah
1. Perenca
2. Pelaksa
3. Tindak la
Membangun lingkungan KS harus mem
belajar yang berpusat lingkungan belaj
pada peserta didik
4 Pengembangan Pengembangan Sekolah - Pendekatan
Kewirausahaan Melalui Pendekatan (PKBA) me
kemampuan
Komunitas Berbasis
Asset (PKBA) dimiliki oleh
- Pendekatan
suatu kom
tantangan
kekuatan da
sendiri, den
lebih berkel
aset/sumber
- Sekolah ad
berkumpul b
proses meng
- Relasi di a
diikat dalam
terbangun d
dan spiritual
lanjut hasil supervisi: melakukan evaluasi,
ak lanjuti hasil supervisi, pemantapan
en supervisi
dalam melaksanakan supervisi manajerial:
njauhkan diri dari sifat otoriter
enciptakan hubungan kemanusiaan yang
is
si harus secara berkesinambungan
m supervisi harus integral
hensif
ktif
Tenaga administrasi sekolah, tenaga
enaga laboratorium
h:
anaan supervisi tendik
anaan supervisi tendik
anjut hasil supervisi tendik
miliki kompetensi dalam upaya membangun
jar yang kondusif, nyaman dan aman.
Pengembangan Komunitas Berbasis Aset Hal baru yang saya dapat dari
emberikan nilai lebih pada kapasitas, materi Pengembangan
n, pengetahuan, jaringan, dan potensi yang kewirausahaan adalah
komunitas. kewirausahaan bukan hanya
ini menekankan kepada kemandirian dari berpikir untuk menghasilkan
munitas untuk dapat menyelesaikan suatu produksi tetapi
yang dihadapinya dengan bermodalkan pengembangan kewirausahaan
an potensi yang ada di dalam diri mereka pada ekologi, sosial dan
ngan demikian hasil yang diharapkan akan spiritual dari ekosistem sekolah
lanjutan dan berfokus pada potensi dan bagaimana potensi sekolah
r daya yang dimiliki oleh sebuah komunitas. yang perlu dikembangkan.
dalah sebuah komunitas manusia yang
bersama untuk saling belajar. Belajar adalah
guasai pengetahuan dan keterampilan baru.
antara peserta didik, sekolah dan belajar
m sebuah ekosistem. Ekosistem sekolah itu
dari tiga aspek antara lain ekologis, sosial
l.
Gagasan Inovasi - Aset yang
Pengembangan usaha perba
sekolah
- Ada 7 aset
sosial, Moda
Politik, Agam
- Kepemimpin
mengubah
belum ada
sekolah seca
- Permasalaha
salah satun
Sekolah (ED
- Selain mel
mengidentifi
supervisi.
- Pemimpin ya
- Kepala seko
inovasi aga
fungsinya
mengemban
memodifikas
sebelumnya
- Kepala sek
kewirausaha
sumber bela
peserta didik
- Kemampuan
melalui pros
langsung
Pengalaman
penting sek
saat belaja
Pendidikan
SMP.
- Pembelajara
meningkatka
komponen i
menjalin jarin
dimiliki oleh komunitas adalah kunci dari
aikan kehidupan pada komunitas.
utama dalam komunitas : Manusia, Modal
al fisik, Modal lingkungan /alam, Finansial,
ma dan budaya
nan kepala sekolah adalah untuk
sekolah dan menjadikan hal-hal baik yang
menjadi ada di sekolah dan di lingkungan
ara keseluruhan
an pembelajaran di sekolah dapat diketahui
nya melalui analisis hasil Evaluasi Diri
DS).
lalui EDS kepala sekolah juga dapat
ikasi permasalahan pembelajaran melalui
ang inovatif melekat kemampuan kreatifnya
olah/madrasah perlu memiliki kemampuan
ar dalam menjalankan tugas pokok dan
selalu memikirkan, memperbaiki,
ngkan, melakukan pengayaan,
si sesuatu agar menjadi lebih baik dari
a.
kolah /madrasah yang memiliki naluri
aan akan menciptakan pengalaman dan
ajar bidang kewirausahaan bagi guru dan
knya.
n kewirausahaan siswa bisa dipelajari
ses dimana siswa terlibat secara aktif dan
di lingkungan pengalaman belajar.
n itu hal yang sangat penting. Maka sangat
kali menciptakan pengalaman pada siswa
ar di sekolah. Maka perlu ditanamkan
kewirausahaan sedini mungkin. Yaitu sejak
an melalui interaksi sosial dapat
an kreativitas dan inovasi yang merupakan
inti dari karakteristik kewirausahaan. Misal
ngan, berkomunikasi.
Pengelolaan - Pengenalan
kewirausahaan Sekolah pengetahuan
baru dan
ada.
- Manajemen
kepala sekol
- Perencanaa
diambil dari
pada standa
kurang efek
sebelumnya
tujuan yan
menetapkan
penanggung
dana yang d
langkah-lang
- Tugas kepa
pengembang
pengemban
keras, pan
sukses);
kemitraan;
pemagangan
- Kewirausaha
sesuatu yan
different) m
untuk men
tantangan hi
- Lima karakt
proaktif; (2)
kerja keras
berprestasi t
- Untuk men
yang paling
masalah (sh
melibatkan
kelompok k
atau kelomp
dan juga da
terhadap peluang lebih pada menerapkan
n yang diperoleh untuk mengembangkan ide
mengeksplorasi sesuatu yang sudah
di sekolah sepenuhnya dikendalikan oleh
lah sebagai seorang manajer
an program pengembangan kewirausahaan
salah satu kegiatan kewirausahaan sekolah
ar tertentu yang pelaksanaan kegiatannya
ktif dan efisien, sesuai dengan hasil analisis
a. Selanjutnya kepala sekolah menetapkan
ng akan dicapai, menentukan sasaran,
n waktu dan tempat pelaksanaan,
g jawab dan pelaksana kegiatan, jumlah
dibutuhkan, sumber dana, dan menentukan
gkah pelaksanaan kegiatan secara rinci.
ala sekolah dalam melaksanakan program
gan kewirausahaan meliputi:
ngan jiwa kewirausahaan (inovasi, kerja
ntang menyerah, dan motivasi untuk
pelaksanaan program pengembangan
pelaksanaan program unit produksi dan
n
aan adalah kemampuan untuk menciptakan
ng baru dan berbeda (create new and
melalui berpikir kreatif dan bertindak inovatif
nciptakan peluang dalam menghadapi
idup
ter kepemimpinan kewirausahaan adalah: (1)
) inovatif; (3) berani mengambil risiko; (4)
dan pantang menyerah; dan (5) motivasi
tinggi.
ngembangkan kewirausahaan di sekolah
g efektif adalah dengan berbagi pemecahan
haring solutions). Cara ini dilakukan dengan
berbagai kelompok orang, misalnya
kerja guru, kelompok tenaga kependidikan,
pok campuran dari semua warga sekolah,
ari luar sekolah.
- Pengemban
membentuk
kewirausaha
maksud dan
1. Karakte
Seluruh
2. Karakte
Kegiata
3. Pengin
Budaya
- Potensi s
meningkatka
potensi sek
pendidik dan
tua/wali sisw
dan pembiay
- Program p
memberikan
peserta did
dengan b
kewirausaha
- Evaluasi pr
tahapan seb
a. Persiapan
b. Pelaksana
c. Tahap Mo
Kemitraan dalam - Mitra kerja s
Rangka Peningkatan yaitu: 1)
Kualitas Pembelajaran berkepenting
dalam sekol
kependidikan
semua piha
dan berkedu
peserta did
dunia usa
Pendidikan.
ngan karakter kewirausahaan bertujuan untuk
insan yang memiliki karakter
aan. beberapa strategi untuk mencapai
n tujuan tersebut adalah :
er Kewirausahaan Terintegrasi dalam
h Mata Pelajaran
er Kewirausahaan Terpadu dalam
an Ekstrakurikuler
ntegrasian Karakter Kewirausahaan melalui
a Sekolah
sekolah dikembangkan dalam upaya
an pelayanan sekolah. Adapun lingkup
kolah yang dapat dikembangkan yaitu:
n tenaga kependidikan, peserta didik, orang
wa dan masyarakat, sarana dan prasarana,
yaan.
pemagangan merupakan kegiatan yang
n pengalaman awal untuk membangun jati diri
dik, memantapkan kompetensi sesuai
bidang studi, dan menerapkan jiwa
aan dalam dunia kerja.
rogram dapat dilakukan dengan beberapa
bagai berikut :
n Evaluasi Program
aan Evaluasi Program
onitoring (Pelaksanaan)
sekolah dapat dibedakan dalam dua jenis,
internal, adalah semua pihak yang
gan dengan sekolah, dan berkedudukan di
lah, seperti: peserta didik, pendidik, tenaga
n, termasuk pimpinan; 2) eksternal, adalah
ak yang berkepentingan dengan sekolah,
udukan di luar sekolah, seperti: orang tua
dik, komite sekolah, masyarakat terdekat,
aha/industri, pengguna lulusan, dan Dinas
5 Rencana Tindak Rambu-rambu OJT 2 - Kemitraan a
Lanjut bentuk form
informal, dan
- Prosedur
lembaga dir
implementas
analisis, pe
pelaporan da
- OJT 2 (On-t
di lapangan
Dilakukan d
di sekolah la
- Penugasan
untuk maga
ditetapkan
Provinsi/Kab
melaksanaka
- Sebelum me
perlu melak
mentor untu
PK yang aka
- Peserta dikl
kompetensi
berupaya u
dengan bela
magang
- Penyusunan
dilengkapi b
melalui pen
komputer/PC
selama m
dilaksanakan
- Laporan dis
kepala seko
Pendidikan/B
- Pada akhir k
mentor 2 m
diklat yang
penilaian ke