The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by vitriana, 2022-10-01 12:03:14

101 Tips Keamanan Pangan

101 Tips Keamanan Pangan

BPOM - 101 TIPS KEAMANAN PANGAN

81
Tips untuk meminimalkan risiko: TIPS
Beli ikan yang kondisinya baik dan dalam keadaan dingin
Cuci tangan sebelum dan setelah menangani ikan KEAMANAN
Simpan ikan segar di dalam kulkas/freezer segera setelah PRODUK
dibeli. Hanya mencairkan ikan beku dalam kulkas, PANGAN
Microwave atau air bersih dingin yang mengalir.
Pisahkan ikan mentah dari ikan matang dan dari produk Produk Ikan
pangan lainnya, baik selama perjalanan pulang dari pasar
(supermarket) ke rumah, maupun di dalam kulkas Jika ikan dibiarkan pada suhu ruang
Masak ikan hingga matang (>70⁰C) akan mengalami kerusakan dengan
sangat cepat, dimana histaminnya
90 BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN akan meningkat.

Ikan yang dimakan mentah selalu
berisiko menimbulkan keracunan
pangan.

Umumnya ikan aman dimakan jika
dimasak hingga matang, kecuali jika
histamin yang terdapar pada ikan
sudah terlanjur meningkat dimana
tidak dapat dimusnahkan dengan
panas sehingga dapat menimbulkan
keracunan akibat konsumsi ikan
tersebut.


BPOM - 101 TIPS KEAMANAN PANGAN

82

TIPS Tips untuk meminimalkan risiko:
Bungkus pangan matang yang tidak habis dalam wadah
KEAMANAN kedap udara, untuk menghindari pangan menjadi
PRODUK cepat basi, kering, atau terkontaminasi bakteri. Jika
PANGAN menggunakan plastik, tekan pelan-pelan plastik hingga
udara di dalamnya keluar, agar kontaminasi oksigen bisa
Menangani Pangan diperkecil
Matang Yang Tidak Jika pangan baru dipanaskan, biarkan beberapa saat
Habis sampai uap panasnya hilang lalu simpan. Hindari
memasukkan pangan panas dengan segera ke dalam
Pangan matang yang tidak habis bisa kulkas
disiimpan di dalam kulkas. Beri sisa ruang sekitar 5 cm pada wadah tempat
menyimpan pangan tersebut. Tujuannya agar pangan
Sebaiknya pangan tersebut disimpan cepat dingin.
dalam waktu maksimal 4-5 hari ke Simpan pangan yang telah dikemas tersebut di dalam
depan. kulkas (chiller).

Menyimpan pangan matang terlalu BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN 91
lama juga tidak baik, dikarenakan
dapat berpotensi menyebabkan sakit
akibat pangan.

Pangan, baik yang dimasak maupun
yang tidak dimasak, tidak boleh
dibiarkan berada pada suhu ruang
selama lebih dari 4 jam, sebab dapat
meningkatkan risiko keracunan
pangan.


BPOM - 101 TIPS KEAMANAN PANGAN

83
TIPS

KEAMANAN
PRODUK
PANGAN

Tips untuk meminimalkan risiko: Memilih Minuman
Saat Melakukan
Pilih Minuman yang Aman Untuk Diminum, seperti : Perjalanan
- Air matang (air yang direbus hingga mendidih). Jika
Kemungkinan menderita keracunan
bawa sendiri lebih terjamin, atau minta air panas untuk pangan sangat meningkat ketika
diminum kita bepergian, terutama jika kita
pergi ke daerah di mana kebersihan
- Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang terdaftar di Badan tidak dipraktikkan seperti yang
POM dan kondisi kemasannya dalam keadaan bersih, diharapkan. Ketika bepergian, kita
tidak bocor dan segelnya masih utuh untuk menghindari bisa terkontaminasi bakteri, virus
air yang diisi ulang dari keran air ke dalam botol. dan parasit. Oleh karena itu, kita
perlu memilih minuman yang aman
Hindari minum air es sembarangan. Hal ini dikarenakan untuk diminum selama melakukan
sumber air untuk pembuatan es belum tentu terjamin perjalanan.
keamanannya dan bakteri di air yang dibekukan belum
tentu mati

92 BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN


84 BPOM - 101 TIPS KEAMANAN PANGAN

TIPS Tips untuk meminimalkan risiko:
Selalu cuci tangan dengan sabun dan air bersih yang
KEAMANAN mengalir sebelum dan setelah makan
PRODUK
PANGAN Pilih pangan yang aman untuk dikonsumsi

Memilih Pangan Pilih pangan siap saji yang baru saja dimasak (digoreng/
Saat Melakukan direbus/dikukus), masih panas, dan dipajang dalam
Perjalanan keadaan tertutup

Kemungkinan menderita keracunan Pilih buah yang bisa kita kupas sendiri, seperti pisang, jeruk,
pangan sangat meningkat ketika kita kelengkeng, rambutan, salak
bepergian, terutama jika kita pergi
ke daerah di mana kebersihan tidak Pilih pangan dalam kaleng atau dalam kemasan yang
dipraktikkan seperti yang diharapkan. disegel dan memiliki nomor izin edar

Ketika bepergian, kita bisa terpapar Hindari mengonusmsi pangan :
bakteri, virus, dan parasit. Oleh - pangan mentah atau pangan yang kurang matang
karena itu, kita perlu memilih pangan - pangan yang telah terkena lalat
yang aman untuk dikonsumsi selama
melakukan perjalanan.

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN 93


BPOM - 101 TIPS KEAMANAN PANGAN

85
TIPS

KEAMANAN PRODUK PANGAN

Pangan Siap Saji

Pangan Siap Saji (PSS) merupakan Tips untuk meminimalkan risiko:
pangan yang sudah diolah dan siap Cuci tangan dengan sabun sebelum dan
untuk langsung disajikan di tempat sesudah makan
usaha atau di luar tempat usaha atas
dasar pesanan. Hindari mengonsumsi PSS yang mengandung
daging/unggas/ikan dalam kedaan setengah
Selain pangan siap saji asli Indonesia, matang
banyak pangan siap saji asal luar
negeri yang disukai generasi muda, Pilih PSS yang baru saja dimasak (digoreng/
seperti sandwiches, hamburger, direbus/dikukus), masih panas, dan dipajang
hot dog, spagheti, pizza, dll yang dalam keadaan tertutup
umumnya mengandung daging/
unggas/ikan/telur/susu. Jika tidak Pilih penjual PSS yang bersih, tidak merokok
hati-hati, semua PSS tersebut ketika mengolah pangan serta lokasi penjual
berisiko menimbulkan keracunan tidak berdekatan dengan selokan dan tempat
pangan, khususnya bagi individu pembuangan sampah
kelompok rentan.

94 BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN


BPOM - 101 TIPS KEAMANAN PANGAN

86

TIPS Tips untuk meminimalkan risiko:
Cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah menangani
KEAMANAN pangan
PRODUK Cuci kelapa yang akan diparut dengan air matang (jika
PANGAN santan hendak disimpan di dalam kulkas dalam waktu yang
lama) atau dengan air bersih yang mengalir (jika santan
Santan Kelapa akan segera digunakan)
Gunakan air matang ketika memeras parutan kelapa
Santan kelapa merupakan bahan Simpan santan dalam keadaan tertutup di dalam kulkas
pangan yang sering digunakan atau Jika menggunakan santan yang siap pakai, pastikan sisa
ditambahakan ketika memasak. santan yang digunakan di simpan dalam wadah tertutup di
dalam kulkas
Santan kelapa adalah cairan Jika santan telah rusak, yaitu rasa dan baunya sangat asam,
berwarna putih susu yang diperoleh lebih baik dibuang saja
dengan cara pengepresan hasil
parutan daging kelapa dengan atau BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN 95
tanpa penambahan air.

Bahan pangan ini memiliki
kandungan air sangat tinggi sehingga
berisiko tinggi untuk cepat rusak
dan menimbulkan sakit apabila
dikonsumsi. Oleh karena itu,
sangat penting untuk mengetahui
bagaimana cara untuk meminimalkan
risiko keracunan akibat mengonsumsi
santan kelapa.


BPOM - 101 TIPS KEAMANAN PANGAN

87

TIPS

KEAMANAN PRODUK PANGAN

Singkong Tips untuk meminimalkan risiko:

Singkong memiliki racun alami yang dikenal dengan 1. Kupas kulit singkong.
nama Hidrogen Sianida (HCN) atau asam sianida. Zat 2. Cuci bersih Singkong.
ini merupakan racun alami pada singkong atau dikenal 3. Rendam singkong dalam air bersih
sebagai racun asam biru karena adanya bercak warna
biru pada singkong. Semakin tinggi kadar sianida maka (singkong pahit memerlukan waktu
akan semakin pahit rasanya. Adapun jenis singkong perendaman hingga berhari-hari).
berdasarkan kadar sianida, yaitu : 4. Bilas singkong menggunakan air
a. Singkong Manis bersih.
Memiliki kadar sianida yang rendah (<40 ppm) dan 5. Masak singkong hingga matang
dengan saksama (bisa direbus,
biasanya digunakan untuk keperluan konsumsi digoreng, dikupas, atau dibakar).
sehari-hari.
b. Singkong Pahit
Memiliki kadar sianida yang tinggi (>50 ppm) dan
biasa digunakan sebagai bahan baku industri
(Seperti industri tapioka).

96 BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN


BPOM - 101 TIPS KEAMANAN PANGAN

88

Tips Meminimalkan Risiko : TIPS
Baca 9 keterangan yang tertera pada label produk
pangan olahan terkemas, yaitu : KEAMANAN
1. Nama Produk PRODUK
2. Berat Bersih/Isi Bersih PANGAN
3. Nama dan Alamat yang Memproduksi atau
Membaca label
Mengimpor pangan olahan
4. Daftar Bahan yang Digunakan
5. Nomor Izin Edar Label pangan adalah setiap
6. Keterangan Kedaluwarsa keterangan mengenai pangan yang
7. Tanggal dan Kode Produksi berbentuk gambar, tulisan, kombinasi
8. Keterangan Halal bagi yang dipersyaratkan keduanya, atau bentuk lain yang
9. Asal Usul Bahan Tertentu. disertakan pada pangan, dimasukkan
ke dalam, ditempelkan pada, atau
merupakan bagian kemasan pangan
(Menurut UU RI No. 18 tentang pangan
tahun 2012).

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN 97


BPOM - 101 TIPS KEAMANAN PANGAN
98 BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN


BPOM - 101 TIPS KEAMANAN PANGAN

TIPS KEAMANAN PANGAN
KATEGORI INDUSTRI PANGAN

Membeli dan Menyimpan Produk Ikan (Seafood)
Menyimpan Produk Ikan (Seafood) Dalam Keadaan Hidup
Mengolah Produk Ikan (Seafood)
Menyajikan Produk Ikan (Seafood)
5 Tips Penting Untuk Sanitasi Pangan yang Efektif di Usaha Pangan
Menerapkan Elemen Dasar Sanitasi yang Baik di Usaha Pangan
Higiene Karyawan yang Efektif di Usaha Pangan
Program Pengendalian Hama yang Efektif
Manajemen Mengontrol Kelembaban Ruang Produksi
Mencairkan dan Memasak Pangan dengan Microwave
Memanaskan / Memasak Kembali Pangan dengan Microwave
Komunikasi antara Produsen Pangan dengan Konsumen
Memastikan Perlindungan Masyarakat di Bidang Keamanan Pangan

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN 99


BPOM - 101 TIPS KEAMANAN PANGAN

89
TIPS
KEAMANAN PANGAN

Membeli & Menyimpan Produk Ikan (Seafood)

Ikan dan kerang mengandung protein dan zat gizi untuk membeli dan menyimpan produk pangan
penting lainnya yang dapat berkontribusi untuk hasil laut dengan baik dan memperhatikan
kesehatan dan banyak disukai oleh masyarakat. persyaratan keamanan pangan untuk mengurangi
Namun, penting bagi usaha pangan (baik industri risiko keracunan pangan, sehingga konsumen
pangan olahan maupun industri pangan siap saji) dapat menikmati pangan hasil laut dengan aman.

Tips untuk meminimalkan risiko : Hanya beli pangan hasil laut beku dalam
Beli Produk Pangan Hasil Laut dengan Benar kemasan yang diletakkan di dalam freezer
Produk Pangan Hasil Laut yang Masih Segar (didisplay bukan pada suhu beku)

Hanya membeli produk perikanan dengan ciri Hindari pangan hasil laut beku dalam
segar dan didinginkan atau dipajang di atas kemasan dengan tanda-tanda adanya es
lapisan es yang tebal atau kristal es, yang berarti telah disimpan
Pilih tiram dan kerang hidup yang akan menutup lama atau dicairkan dan dibekukan kembali
cangkangnya jika disentuh (refrozen)
Pilih kepiting dan lobster yang masih hidup
(perhatikan gerakan kakinya) Beli sesuai kapasitas produksi agar tidak
Pilih ikan yang berbau segar, insang merah kesulitan menyimpan dengan cara yang aman
cerah, jika ditekan dagingnya kembali ke posisi
semula, fillet tidak berubah warna atau tidak Simpan Dengan Benar
kering di pinggirannya Simpan pangan hasil laut dalam kulkas dan
Pilih udang yang dagingnya tembus cahaya pastikan suhunya tidak lebih dari 5⁰C (jika
(translucent) dan mengkilat, tanpa adanya bau produk akan diolah dalam waktu dekat) atau
atau sedikit bau khas udang segar dalam freezer (jika produk tidak akan diolah
dalam jangka waktu yang lama). Sebelum
Produk Pangan Hasil Laut yang dibekukan disimpan, bungkus terlebih dahulu dalam
Beli pangan hasil laut beku yang kemasannya plastik/aluminium foil/kertas dengan rapat dan
utuh, tidak robek / hancur di bagian tepinya diberi tanggal pembelian.

100 BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN


BPOM - 101 TIPS KEAMANAN PANGAN

90
TIPS
KEAMANAN PANGAN

Menyimpan Produk Ikan (Seafood) Dalam Keadaan Hidup

Kondisi terbaik untuk mengonsumsi produk pangan usaha pangan (baik industri pangan olahan
hasil laut yaitu pada saat produk pangan hasil laut maupun industri pangan siap saji) untuk
tersebut dibeli dalam keadaan segar atau beku. menyimpan pangan hasil laut yang masih hidup
Idealnya, setelah produk pangan hasil laut dibeli, dengan baik dan memperhatikan persyaratan
langsung diolah dan dikemas (bagi industri pangan keamanan pangan untuk mengurangi risiko
olahan) atau disajikan (bagi industri pangan siap keracunan pangan, sehingga konsumen dapat
saji). Namun ada kalanya dengan berbagai faktor menikmati pangan hasil laut dengan aman.
pertimbangan, produk pangan hasil laut tersebut
perlu disimpan dahulu sebagai stok. Penting bagi

Tips untuk meminimalkan risiko : Kerang (Mussels, Clams, Cockles and Whelks)
Kepiting, Lobster, dan Udang Hidup Hidup

Kepiting, Lobster dan Udang akan terus hidup Kerang akan terus hidup di bawah kain
di bawah kain bersih yang lembab (tapi tidak bersih yang lembab (tapi tidak basah) dalam
basah) dalam kulkas di bagian terdingin (bagian kulkas di bagian terdingin (bagian bawah
bawah kulkas) selama 1-2 hari. kulkas) selama 1-2 hari.

Kondisi yang terbaik untuk dimasak yaitu Kondisi yang terbaik untuk dimasak yaitu
secepat mungkin secepat mungkin

Setelah dimasak, jika didinginkan kembali, Setelah dimasak, jika didinginkan kembali,
sebaiknya dimakan dalam waktu 1-2 hari. sebaiknya dimakan dalam waktu 1-2 hari.

Tiram (Oysters) Hidup Musnahkan kerang yang cangkangnya tidak
Tiram akan terus hidup sampai seminggu di dalam menutup pada saat dibersihkan
kulkas bagian suhu yang dingin (di bawah), sisi
putaran bawah Setelah dimasak, musnahkan saja kerang
yang cakangnya tidak terbuka selama
dimasak.

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN 101


BPOM - 101 TIPS KEAMANAN PANGAN

91
TIPS
KEAMANAN PANGAN

Mengolah Produk Ikan (Seafood)

Ikan dan kerang mengandung protein dan zat gizi untuk menangani produk pangan hasil laut dengan
penting lainnya yang dapat berkontribusi untuk baik dan memperhatikan persyaratan keamanan
kesehatan dan banyak disukai oleh masyarakat. pangan untuk mengurangi risiko keracunan
Namun, penting bagi usaha pangan (baik industri pangan, sehingga konsumen dapat menikmati
pangan olahan maupun industri pangan siap saji) pangan hasil laut dengan aman.

Tips untuk meminimalkan risiko : segera diolah atau masukkan ke dalam
Jaga Kebersihan microwave dan segera diolah
Hentikan proses pencairan setelah daging
Cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah pangan hasil laut lentur dan masih dingin
menangani produk pangan hasil laut tertutup es
Cuci bersih peralatan dan permukaan kerja
dengan sabun sebelum dan sesudah menangani Masak Hingga Matang
produk pangan hasil laut, bersihkan dapur / Masak pangan hasil laut hingga suhu bagian
ruang produksi dan ruang pengemasan dalam daging mencapai >70⁰C :

Lakukan Pemisahan Ikan: daging menjadi tidak transparan dan
Pisahkan peralatan untuk pangan mentah dan mudah dipisahkan dengan garpu
pangan matang, atau cuci lebih dahulu sebelum Udang dan Lobster: daging menjadi seperti
digunakan mutiara dan tidak transparan
Kerang (Scallops) : daging berubah menjadi
Lakukan Pencairan (Thawing) Pangan Hasil Laut tidak transparan dan mengeras
Beku Dengan Benar Kerang, remis dan tiram (Clams, Mussels,
and Oysters) : Cangkangnya terbuka selama
Cairkan pangan hasil laut beku dengan cara : dimasak, musnahkan kerang / remis / tiram
Letakkan dalam lemari pendingin selama yang cangkangnya tidak terbuka selama
semalam, atau dimasak.
Kemas pangan hasil laut dalam kemasan
tertutup rapat dan kedap air, lalu rendam
dalam air bersih dingin yang mengalir, dan

102 BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN


92 BPOM - 101 TIPS KEAMANAN PANGAN
TIPS
KEAMANAN PANGAN Menyajikan Produk Ikan

(Seafood)

Ikan dan kerang mengandung protein dan zat
gizi penting lainnya yang dapat berkontribusi
untuk kesehatan dan banyak disukai oleh
masyarakat. Namun, penting bagi usaha
pangan (khususnya industri pangan siap saji)
untuk menyajikan produk pangan hasil laut
dengan baik dan memperhatikan persyaratan
keamanan pangan untuk mengurangi risiko
keracunan pangan, sehingga konsumen dapat
menikmati pangan hasil laut dengan aman.

Tips untuk meminimalkan risiko : mungkin ada pada ikan, tetapi tidak
Jaga Kebersihan membunuh semua mikroorganisme
berbahaya. Itu sebabnya cara paling aman
Cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah adalah dengan memasak pangan hasi laut.
menyajikan pangan hasil laut
Cuci bersih peralatan makan dan permukaan Peringatkan calon konsumen, apakah
meja makan dengan sabun sebelum dan sesudah mempunyai alergi terhadap pengan hasil laut,
produk pangan hasil laut disajikan, bersihkan khususnya kelompok individu yang rentan
ruang makan seperti anak-anak, wanita hamil, lansia, orang
Sajikan Pangan Hasil Laut Dengan Benar dengan sistem kekebalan tubuh lemah dan
Sajikan pangan hasil laut dalam keadaan panas orang yang asam lambungnya menurun.
segera setelah dimasak hingga matang
Memasak pangan hasil laut secara cermat
untuk meminimalkan risiko keracunan pangan
merupakan hal terbaik.
Jika belum akan dikonsumsi, jangan biarkan
pangan hasil laut di suhu ruang selama lebih
dari 2 jam, karena bakteri penyebab keracunan
pangan dapat tumbuh dengan cepat
Bagi pangan hasil laut yang telah dimasak ke
dalam porsi-porsi yang lebih kecil di dalam piring
saji yang lebih kecil dan masukkan ke dalam
lemari es sampai saatnya dipanaskan kembali
untuk disajikan sesuai porsi yang diinginkan
Bekukan Dahulu Pangan Hasil Laut yang Akan
Disajikan Mentah
Bekukan pangan hasil laut sebelum disajikan
dalam keadaan mentah (seperti sushi),
pembekuan akan membunuh parasit yang

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN 103


BPOM - 101 TIPS KEAMANAN PANGAN

93
TIPS
KEAMANAN PANGAN

5 Tips Penting Untuk Sanitasi Pangan yang Efektif
di Usaha Pangan

Ada tiga jenis bahaya atau kontaminan yang dapat atau bahan lainnya. Oleh karena itu diperlukan
menyebabkan pangan menjadi tidak aman, yaitu sanitasi pangan yang efektif di dalam usaha
bahaya biologis, kimia, dan fisik. Bahaya biologis pangan dan bisnis ritel pangan untuk mencegah
termasuk mikroorganisme; bahaya kimia termasuk keracunan pangan.
sabun pembersih dan pengendalian hama; dan
bahaya fisik seperti rambut, kotoran, serpihan kayu

Tips untuk meminimalkan risiko : Lakukan pemeliharaan dan perbaikan alat dan
Lakukan Higiene Perorangan tempat usaha pangan dengan baik
• Cuci tangan dan lengan sebelum dan setelah • Bersihkan atap, dinding, lantai, pintu,

menangani / mengolah / menyajikan pangan jendela, lubang ventilasi beserta kasanya
• Tutup luka yang ada dengan plester berwarma secara berkala
• Perbaiki atap, dinding, lantai, pintu, jendela,
terang lubang ventilasi dan kasa yang rusak
• Gunakan peralatan yang kondisi dan
Lakukan pembersihan dan sanitasi semua fungsinya masih baik
peralatan dan permukaan yang kontak dengan
pangan, sebagai berikut : Lakukan pendidikan dan pelatihan karyawan
• Lakukan pembersihan dengan air bersih dan tentang pembersihan dan sanitasi. Pasang
poster / peringatan cuci tangan dan SOP cuci
sabun setelah bekerja tangan / peralatan
• Pastikan semua peralatan dan permukaan yang
Lakukan monitoring dan dokumentasi
kontak dengan pangan dalam keadaan bersih kegiatan pembersihan dan sanitasi secara
sebelum digunakan (termasuk peralatan makan berkesinambungan.
di usaha pangan siap saji)
• Lakukan sanitasi dengan cara disiram dengan
air panas atau dengan bahan sanitaiser

104 BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN


94 BPOM - 101 TIPS KEAMANAN PANGAN

TIPS Menerapkan Elemen Dasar
Sanitasi yang Baik di Usaha
KEAMANAN PANGAN Pangan

Jika elemen dasar praktik sanitasi yang baik
di usaha pangan diterapkan dari waktu ke
waktu secara konsisten, maka semua program
keamanan pangan perusahaan akan meningkat.
Untuk menjamin praktik sanitasi menjadi
perilaku karyawan sehari-hari, manajemen
perlu melakukan pemantauan, tindak lanjut dan
memberi pemahaman kepada karyawan tentang
pentingnya praktik sanitasi.

Tips Praktik Sanitasi yang Baik : ruang antar kegiatan, apakah mudah
Berkomitmen untuk Perbaikan Praktik Sanitasi mengakses peralatan, apakah ruang
Secara Kontinyu berkabut akibat uap panas, dll

Tidak membiarkan apapun menghalangi Buat dan Lakukan Prosedur Sanitasi Harian
komitmen terhadap mutu, termasuk biaya yang Mudah Diterapkan

Biaya justru untuk meningkatkan mutu Sesuaikan prosedur sanitasi harian dengan
perusahaan kondisi ruangan dan peralatan yang ada
Terapkan Cara Produksi Pangan yang Baik
Latih karyawan tentang bagaimana secara konsisten
mengidentifikasi kegagalan sanitasi /
kontaminasi pangan dan apa yang harus Sanitasi Secara Berkala,
dilakukan / bagaimana menangani dan Jika perlu sebagian peralatan dibongkar dulu
melindungi pangan untuk memudahkan akses sanitasi peralatan
lainnya
Kaji Faktor Lingkungan Untuk Mengembangkan Sanitasi periodik kedua yaitu menggunakan
Prosedur Sanitasi yang Efektif uap panas atau panas kering

Latih karyawan tentang pentingnya dan Validasi dan Verifikasi Efektifitas Sanitasi
bagaimana menerapkan sanitasi dengan baik. Tetapkan dan terapkan protokol dan kontrol
Karyawan yang membersihkan permukaan sanitasi
yang kontak dengan pangan berbeda dengan Lakukan tindak lanjut perbaikan jika hasil
karyawan yang membersihkan saluran air dan validasi dan verifikasi menunjukkan bahwa
daerah berisiko tinggi lainnya. sanitasi yang dilakukan tidak efektif.
Pertimbangkan tentang kondisi Area / Ruangan
dan Peralatan

Apakah peralatan perlu dibongkar, peralatan
berbeda memerlukan cara pembersihan yang
berbeda, apakah ada pengawasanan dan
perubahan dibolehkan, apakah dilakukan
secara konsisten, apakah ada pemisahan

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN 105


BPOM - 101 TIPS KEAMANAN PANGAN

95

TIPS

KEAMANAN PANGAN

Higiene Karyawan yang Efektif di Usaha Pangan

Kesadaran dan tuntutan masyarakat tentang pangan Prosedur dan praktik higiene karyawan harus
yang aman meningkat seiring dengan pemberitaan dikomunikasikan ke semua karyawan sebelum
tentang penyakit akibat pangan atau keracunan menerima pekerjaan dan selalu ditegaskan
pangan oleh berbagai media massa. Industri kembali secara berkala.
pangan bertanggung jawab memenuhi permintaan
konsumen akan pangan yang aman.

Tips Higiene Karyawan yang Efektif di Usaha kepala, sarung tangan) yang bersih untuk
Pangan : menjaga pangan dari cemaran
Perkuat Pemahaman dan Komitmen Karyawan Jaga kebersihan pakaian kerja, badan dan
tentang Higiene rambut
Buka pakaian kerja ketika meninggalkan
Buat poster / leaflet tentang bagaimana ruang produksi
menerapkan higiene untuk mengingatkan Simpan barang pribadi di tempat istirahat
karyawan dan mempermudah karyawan untuk yang terpisah dari ruang produksi dan ruang
memahaminya pembersihan peralatan
Lakukan pelatihan dengan metode interaktif Tidak menggunakan perhiasan yang dapat
melalui permainan, video dan lainnya mencemari pangan saat bekerja
Beri contoh perilaku higiene yang baik kepada Lakukan Pengendalian Penyakit
karyawan Tidak bekerja di area produksi saat sedang
Lakukan diskusi tentang permasalahan sakit atau baru sembuh dari penyakit
keamanan pangan dan cara pencegahannya menular atau penyakit saluran nafas (salah
pada saat wawancara penerimaan calon satu gejalanya adalah menderita diare,
karyawan demam, mual, muntah, sakit tenggorokan)
Beri penghargaan pada karyawan yang Lapor pada pimpinan jika sakit.
berprestasi dalam menerapkan praktik higiene
Lakukan dokumentasi dan evaluasi pelatihan
karyawan
Jaga Kebersihan
Gunakan pakaian kerja (celemek, masker, tutup

106 BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN


BPOM - 101 TIPS KEAMANAN PANGAN

Program Pengendalian Hama
yang Efektif

96 Di dalam lingkungan produksi, pengendalian
TIPS hama merupakan suatu keharusan. Serangan
KEAMANAN PANGAN hama dapat mempengaruhi reputasi produk/
usaha pangan, karena tidak seorangpun ingin
menemukan cemaran pada produk pangan yang
dibelinya. Oleh karena itu, pengendalian hama
harus dilakukan secara serius dengan menerapkan
prinsip manajemen pengendalian hama.

Tips Program Pengendalian Hama yang Efektif: Pilih Pengendalian Hama yang Tepat
Lakukan Inspeksi : Utamakan penggunaan metode pengendalian
Lakukan inspeksi rutin sesuai jadwal, dengan secara fisik, seperti perangkap hama
fokus pada area yang sering didatangi hama (area Hanya gunakan metode kimia pada daerah
penyimpanan, tempat istirahat karyawan, pintu dan hama tertentu yang ditargetkan
masuk / sumber pangan bagi hama)
Lakukan Tindakan Pencegahan Lakukan Pemantauan Secara Terus Menerus
Lakukan tindakan pencegahan sebelum Karyawan harus menyadari masalah sanitasi
berkembang menjadi masalah serius, misalnya yang mempengaruhi program pengendalian
bagian kebersihan mengurangi sumber pangan hama dan melaporkan jika ada aktivitas hama
bagi hama, menjaga jangan sampai hama masuk Lakukan Dokumentasi
ke ruang produksi, dll
Lakukan Identifikasi Hama dan Perilaku / Pola Update dokumentasi pengendalian hama
Hidup Hama merupakan bukti pengendalian hama secara
Pastikan orang yang melakukan pengendalian serius bagi auditor yang datang
hama terlatih dalam identifikasi hama dan perilaku Dokumen penting mencakup lingkup dan
/pola hidupnya agar pengendalian hama efektif, laporan pengendalian, tindakan koreksi, peta
karena beda hama beda pola hidupnya, sehingga perangkap, daftar dan laporan pestisida yang
beda pula penanganan atau pengendaliannya diizinkan dan digunakan.
Lakukan Analisa Penyebab Adanya Hama
Setelah hama teridentifikasi, lakukan analisa
kenapa hama ada di lingkungan produksi :

Apakah karena ada sisa pangan/akumulasi
kelembaban/adanya bau yang menarik
datangnya hama dan bagaimana hama
menemukan jalan masuk ke ruang produksi
Apakah hama masuk saat penerimaan bahan
pangan/kemasan

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN 107


BPOM - 101 TIPS KEAMANAN PANGAN

97
TIPS
KEAMANAN PANGAN

Manajemen Mengontrol Kelembaban Ruang Produksi

Industri pangan bekerja keras untuk menurunkan masalah kelembaban yang dapat menimbulkan
tingkat kelembaban di fasilitas pengolahan pangan kontaminasi pada pangan, seperti uap air dan
ketika suhu di luar ruangan meningkat. Bakteri kondensasi. Pada proses pembersihan dalam
berkembang biak pada pangan saat cuaca hangat kondisi lembab, air dan uap berubah menjadi
dan kondisi lembab yang mengakibatkan pangan kabut dan kondensasi yang berbahaya.
tuidak layak dikonsumsi. Industri pangan mengalami

Tips Mengontrol Kelembaban Ruang Produksi : Prengendalian Kelembaban Sementara
Lakukan Proses Berikut Ini Sesuai Dengan Gunakan teknologi pengeringan
Standarnya : “dehumidifikasi” (alat untuk mengurangi tigkat
kelembaban / bau) yang memiliki manfaat :
Lakukan proses pemasakan, pendinginan,
pencairan dan / atau penyimpanan pangan di Waktu pembersihan dan pengeringan
tempat yang direkomendasikan pada suhu yang menjadi berkurang
tepat dalam rentang waktu yang disarankan. Kesehatan karyawan meningkat
Lakukan pembersihan dan pengeringan Penghilangan cepat kabut dan kondensasi
permukaan kerja yang dipengaruhi oleh berbahaya yang disebabkan uap
kelembaban dan kondensasi sesegera mungkin. pembersihan
Hilangkan kelebihan air dari pangan panas yang Dinding dan mesin tetap kering
didinginkan dan pangan dingin Tumpukan bunga es pada freezer berkurang
Gunakan air dingin untuk mencairkan daging dan siklus pencairan (defrosting) menjadi
dan unggas beku lebih pendek.
Lakukan uji penyerapan dan retensi air
dalam daging dan unggas dengan mencari
setting waktu dan suhu yang tepat untuk
meminimalkan kelembaban dan mencegah
pertumbuhan bakteri.

108 BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN


BPOM - 101 TIPS KEAMANAN PANGAN

98
TIPS
KEAMANAN PANGAN

Mencairkan dan Memasak Pangan dengan Microwave

Penggunaan Microwave untuk mencairkan pangan dapat terjadi karena penggunaan Microwave
beku dan memasak pangan membuat hari-hari yang tidak aman atau teknik penanganan pangan
menjadi nyaman dan jauh lebih mudah. Namun, dengan Microwave yang tidak tepat.
penting untuk diingat bahwa keracunan pangan

Tips Mencairkan dan Memasak Pangan Dengan / unggas yang besar karena tulang dapat
Microwave : menyebabkan pemanasan yang tidak merata
Mencairkan Pangan Beku Dengan Microwave Atur letak pangan dalam 1 (satu) lapis di dalam
wadah yang aman terhadap Microwave
Hanya gunakan wadah, tutup dan kemasan yang Tutup pangan dengan tutup/kemasan yang
memang aman digunakan dengan microwave aman terhadap microwave, namun tidak
(wadah / kemasan sterofoam dan plastik bisa menyentuh pangan dan tidak tertutup rapat,
meleleh dan larut ke pangan) agar uap dapat keluar dari celahnya
Cairkan pangan beku secara sempurna hingga Ikuti instruksi yang ada pada kemasan pangan.
semuanya meleleh sebelum dimasak Sesuaikan waktu memasak dengan kekuatan
Masak pangan dengan segera setelah dicairkan microwave untuk mencapai suhu internal
dengan microwave dengan metoda memasak pangan yang aman. Masak potongan daging /
lainnya, yaitu dengan oven, kompor atau unggas ukuran besar dalam waktu 50% lebih
pembakaran. lama.
Jangan masak unggas dalam bentuk
Memasak Pangan Dengan Microwave utuh, ukuran dan kepadatan unggas utuh
Gunakan termometer pangan untuk mengukur mempengaruhi pemasakan secara merata
suhu internal pangan, karena pangan yang Lakukan rotasi / putar dan aduk pangan
dimasak dengan microwave bisa saja matangnya beberapa kali selama memasak untuk
tidak merata. memastikan panas terdistribusi secara merata
Potong pangan menjadi potongan-potongan Ukur suhu internal pangan untuk memastikan
kecil agar masak merata pangan masak sempurna.
Hilangkan tulang pada potongan daging
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN 109


BPOM - 101 TIPS KEAMANAN PANGAN

99
TIPS
KEAMANAN PANGAN

Memanaskan / Memasak Kembali Pangan dengan Microwave

Penggunaan microwave untuk memanaskan/ dapat terjadi karena penggunaan Microwave
memasak kembali pangan sisa membuat hari-hari yang tidak aman atau teknik penanganan pangan
menjadi nyaman dan jauh lebih mudah. Namun, dengan Microwave yang tidak tepat.
penting untuk diingat bahwa keracunan pangan

Tips Memanaskan / Memasak Kembali Pangan disimpan di dalam lemari pendingin
Sisa Dengan Microwave : Hindari pemanasan kembali pangan sisa
berulang kali / lebih dari 1 (satu) kali
Panaskan kembali pangan sisa hingga suhu Untuk memaksimalkan waktu pemanasan
internal pangan mencapai 74ºC lebih cepat dan lebih merata, coba
Gunakan termometer pangan untuk mengukur tempatkan pangan di bagian hot spot
suhu internal pangan dengan konsentrasi tertinggi
Lakukan rotasi (pemutaran) dan pengadukan Jangan gunakan kembali wadah / nampan
pangan selama pemanasan untuk / kemasan yang telah dugunakan untuk
mendistribusikan panas secara merata mencairkan pangan beku atau memasak
Untuk mendapatkan panas yang merata dapat pangan atau memanaskan kembali pangan
dibuat lubang di bagian tengah pangan (tata sisa dengan Microwave
pangan membentuk cincin) atau ratakan Wadah / nampan / kemasan tersebut hanya
pangan sehingga ada permukaan yang lebih dirancang untuk digunakan 1 (satu) kali saja
besar dan volume lebih sedikit Pangan beku bisa dikonsumsi dalam waktu
Letakkan potongan pangan yang besar / lebih maksimal 2 bulan
berat di bagian pinggir dan potongan pangan Pangan sisa disimpan dalam kulkas paling
yang lebih kecil diletakkan ke arah dalam lama 4 hari dan hanya boleh dipanaskan
lingkaran sehingga pangan tidak menjadi kembali sebanyak maksimal 1 (satu) kali.
gosong
Panaskan kembali pangan sisa dalam jumlah
secukupnya, dan pangan sisa lainnya tetap

110 BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN


100 BPOM - 101 TIPS KEAMANAN PANGAN

TIPS

KEAMANAN PANGAN

Komunikasi antara Produsen Pangan dengan Konsumen

Sebuah kegiatan yang sangat penting bagi industri antara lain melalui label pangan, yaitu informasi
pangan adalah komunikasi dengan konsumen tentang produk pangan yang muncul pada
tentang produk-produknya. Metode penting dan kemasan pangan dan merupakan cara efektif
banyak digunakan untuk komunikasi terpadu dalam berkomunikasi dengan konsumen.

Tips Komunikasi antara Produsen Pangan 5. Nomor Pendaftaran (BPOM RI MD atau ML
dengan Konsumen atau No. P-IRT)
Cantumkan informasi penting dan yang Informasi tentang nomor pendaftaran
dipersyaratkan oleh Peraturan tentang Label memungkinkan konsumen untuk mengetahui
Pangan, yaitu : apakah produk tersebut telah melalui evaluasi
keamanan pangan oleh Badan POM RI atau
1. Nama dan Alamat Produsen Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota.
Informasi tentang nama dan alamat produsen
memungkinkan konsumen untuk mengidentifikasi 6. Kode Produksi
produsen dan melakukan komunikasi lebih lanjut Informasi tentang kode produksi memungkinkan
konsumen untuk mengetahui apakah produk
2. Isi Bersih / Netto tersebut merupakan produk bermasalah atau
Informasi tentang isi bersih / netto memungkinkan perlu ditarik dari peredaran jika ada kasus
konsumen untuk memilih produk pangan dengan
berat / volume yang diinginkannya. 7. Tanggal Kedaluwarsa
Informasi tentang tanggal kedaluwarsa
3. Nama Produk Pangan memungkinkan konsumen untuk mengetahui
Informasi tentang nama produk pangan apakah produk tersebut masih layak konsumsi,
memungkinkan konsumen untuk membuat dan informasi lainnya yang diperlukan.
keputusan tentang jenis produk pangan yang akan
dibelinya.

4. Komposisi Pangan
Informasi tentang komposisi pangan
memungkinkan konsumen untuk membuat
keputusan dan membaca serta memahami
secara hati-hati tentang isi / bahan pangan yang
ada dalam kemasan, termasuk apakah akan
menimbulkan alergi bagi dirinya.

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN 111


BPOM - 101 TIPS KEAMANAN PANGAN

101
TIPS
KEAMANAN PANGAN

Memastikan Perlindungan Masyarakat di Bidang Keamanan
Pangan

Akibat berbagai masalah keamanan pangan, pangan untuk memastikan bahwa mereka dapat
pemahaman dan minat masyarakat terhadap memenuhi persyaratan keamanan pangan
keamanan pangan semakin meningkat. Berikut sekaligus melindungi konsumen dan perusahaan
adalah lima tips kunci bagi sebuah perusahaan pangan itu sendiri.

Tips Memastikan Perlindungan Masyarakat di reguler karena manfaat jangka panjang
Bidang Keamanan Pangan lebih besar dari pada biaya jangka pendek
1. Pahami dan Lakukan Audit Pemasok Pangan (meningkatkan layanan konsumen, efisiensi
Secara Aktif karyawan dan proses operasional)
Optimasi rute pengiriman produk pangan
Pastikan bahan pangan aman dan bermutu, dan untuk memastikan rute tercepat dan paling
pemasoknya berkredibiltas baik efisien, serta kondisi pengiriman sesuai
Jika perusahaan mampu, lakukan pengumpulan dengan spesifikasi yang ditetapkan
informasi secara elektronik (on line) tentang
pemasok pangan, isu keamanan pangan, 4. Bersifat Fleksibel dan Tangkas
penarikan / penelusuran pangan Bereaksi cepat terhadap perubahan kondisi
pasar atau kebutuhan pelanggan.
2. Ketahui Apa yang Dipersyaratkan
Ketahui dan pahami peraturan perundang- 5. Latih dan Evaluasi Karyawan
undangan, standar Keamanan Pangan dan Lakukan pelatihan dan evaluasi karyawan
persyaratan pelanggan guna memenuhi secara berkala, karena karyawan harus
permintaan pelanggan dan persyaratan peduli dan mengerti persyaratan dan
Pemerintah kebijakan keamanan pangan serta
konsekuensi yang dihadapi jika persyaratan
3. Lakukan Investasi kebijakan keamanan pangan gagal dipenuhi.
Investasi pemeliharaan (peningkatan fungsi
dan penggantian) peralatan produksi secara

112 BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN


BPOM - 101 TIPS KEAMANAN PANGAN

TIPS PANGAN AMAN
DARI COVID-19

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN 113


BPOM - 101 TIPS KEAMANAN PANGAN
114 BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN


BPOM - 101 TIPS KEAMANAN PANGAN
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN 115


BPOM - 101 TIPS KEAMANAN PANGAN
116 BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN


BPOM - 101 TIPS KEAMANAN PANGAN
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN 117


BPOM - 101 TIPS KEAMANAN PANGAN
118 BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN


BPOM - 101 TIPS KEAMANAN PANGAN

DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR PUSTAKA

Abcdz2000. (2008). Mackerel. Gambar diambil dari : http://www.freeimages.com/photo/mackerel-
1057315

Alonso, A.J. (n.d). Mejilones. Gambar diambil dari : http://www.freeimages.com/photo/mejillones-2-
1324014

Akbar, A. (n.d). Pizza. Gambar diambil dari : http://www.freeimages.com/photo/pizza-1312224

Annete & Tim. (n.d). Inside Our Refrigerator. Gambar diambil dari :
http://www.freeimages.com/photo/inside-our-refrigerator-1254733

Baroncini, L. (2009). Fish. Gambar diambil dari : http://www.freeimages.com/photo/fish-1319950

Berghaeuser, S. (2009). Fish. Gambar diambil dari : http://www.freeimages.com/photo/fish-1248744

Beritasatu. (2012). Cara Aman Menyimpan Susu dan Olahannya. Diambil dari :
http://www.beritasatu.com/food-travel/31897-cara-aman-menyimpan-susu-danolahannya.html

Beritasatu. (2012). Tips Menyimpan Bumbu dan Rempah Kering. Diambil dari
:http://www.beritasatu.com/food-travel/46207-tips-menyimpan-bumbu-dan-rempah-kering.html

Ervina. (2014). Tips Menyimpan Minyak Goreng Bekas Dipakai. Diambil dari :
http://www.dream.co.id/culinary/tips-menyimpan-minyak-goreng-bekas-dipakai-1408076.html

Bhatti, S. (2004). Indian Food. Gambar diambil dari : http://www.freeimages.com/photo/indian-food-
by-sat-bhatti-prt-1329464

Birkeland, H. (2011). Cod and Vegetables. Gambar diambil dari :
http://www.freeimages.com/photo/cod-and-vegetables-1318792

Bulla, G. (2003). Salad Close Up. Gambar diambil dari : http://www.freeimages.com/photo/salad-
close-up-1195171

B.S.K. (2006). Milk. Gambar diambil dari : http://www.freeimages.com/photo/milk-1056475

Carangi, M. (2004). Meat. Gambar diambil dari : http://www.freeimages.com/photo/meat-1474532

Chugh, V. (2008). Bento Box. Gambar diambil dari : http://www.freeimages.com/photo/bento-box-
1579596

Ciannella, L. (2006). Breads. Gambar diambil dari : http://www.freeimages.com/photo/breads-
1325991

Cegoh. (2014). Crab Seafood. Gambar diambil dari : https://pixabay.com/en/crabs-seafood-cold-ice-
shell-claw-489851/

Cunningham, E. (2015). How Clean Are Your Kitchen Surfaces?. Diambil dari :
http://www.eatright.org/resource/homefoodsafety/four-steps/wash/how-clean-are-your-kitchen-
surfaces

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN 119


BPOM - 101 TIPS KEAMANAN PANGAN
120 BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN


BPOM - 101 TIPS KEAMANAN PANGAN

Ilker. (2007). Restaurant buffet. Gambar diambil dari : http://www.freeimages.com/photo/buffet-
1320865

Jarmoluk. (n.d). Thermometer. Gambar diambil dari : https://pixabay.com/en/users/jarmoluk-143740/

Jenkins, A. (2005). Wash Day. Gambar diambil dari : http://www.freeimages.com/photo/wash-day-
1424059

Kirby, R. (n.d). Beach Picnic. Gambar diambil dari : http://it.freeimages.com/photo/beach-picnic-
1324493

Koldin, O. (n.d). Sausages. Gambar diambil dari : http://www.freeimages.com/photo/sausages-
1322254

Kozers, V. (n.d). Meat. Gambar diambil dari : http://www.freeimages.com/photo/meat-1328196

Laczek, A. (2004). Raspberries. Gambar diambil dari : http://www.freeimages.com/photo/raspberries-
1318483

Leen, O. (2012). Korean BBQ Chicken. Gambar diambil dari :
http://www.freeimages.com/photo/korean-bbq-chicken-1318550

Lifestyle. (2013). 5 Cara Benar Menyimpan Susu. Website:
http://lifestyle.okezone.com/read/2013/02/22/304/765981/5-cara-benar-menyimpan-susu

Machado, V. (2006). Simple Food Store. Gambar diambil dari :
http://www.freeimages.com/photo/simple-food-store-1224562

Masakan Praktis Rumahan. 12 Cara Simpan Bumbu Dapur Agar Awet. Diambil dari :
http://www.masakanpraktisrumahan.com/2013/12/12-cara-simpan-bumbu-dapur-agar-awet.html

Masakan Praktis. (2014).Cara tepat mrnyimpan bumbu dapur dapur agar awet. Diambil dari :
http://masakanpraktis.com/cara-tepat-menyimpan-bumbu-dapur-agar-awet/

Marcason, W. (2015). Dos and Don'ts of Kitchen Sponge Safety. Diambil dari :
http://www.eatright.org/resource/homefoodsafety/four-steps/wash/dos-and-donts-of-kitchen-sponge-
safety

Marcason, W. (2015). How Clean Is Your Refrigerator?. Diambil dari :
http://www.eatright.org/resource/homefoodsafety/four-steps/wash/how-clean-is-your-refrigerator

Marcon, M. (n.d). Pig Meat. Gambar diambil dari : http://www.freeimages.com/photo/pig-meat-
1460405

Marcon, M. (2004). Meat. Gambar diambil dari : http://www.freeimages.com/photo/meat-1474533

Melodi 2. (2005). Mussels for Lunch. Gambar diambil dari :
http://www.freeimages.com/photo/mussels-for-lunch-1328131

Morel, D. (2005). Chocolate Cheese Cake. Gambar diambil dari :
http://www.freeimages.com/photo/chocolate-cheesecake-2-1321092

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN 121


BPOM - 101 TIPS KEAMANAN PANGAN

Ngopi. (2015). Cara Menyimpan Rempah dan Bumbu Selain Di Kulkas. Diambil dari
:http://www.ngopy.com/post/cara-menyimpan-rempah-dan-bumbu-selain-di-kulkas

None. (2014). Tips Menyimpan Minyak Goreng Tetap Fresh dan Tak Berbau Tengik. Diambil
dari:http://www.masakapaya.com/DapurResep/TipsDapurDetail/tips-menyimpan-minyak-goreng-
tetap-fresh-dan-tak-berbau-tengik

Olson, T. (2007). Cheese. Gambar diambil dari : http://www.freeimages.com/photo/cheese-1178234

O'Sullivan, L. (2007). Oysters. Gambar diambil dari http://www.freeimages.com/photo/oysters-
1324872

Paluchowski, K. (2010). Glass. Gambar diambil dari : http://www.freeimages.com/photo/glass-
1319323

Pelissier, D.R.L (2003). Food. Gambar diambil dari : http://www.freeimages.com/photo/food-1481232

Pictures, P.D. (2013). Seafood. Diambil dari : https://pixabay.com/en/seafood-food-healthy-sea-fresh-
165220/

Puszczy ski, K. (2015). Cutting Board. Gambar diambil dari : https://stocksnap.io/photo/LCJJH18ZNI

Rahayu, Winiati.P. Halim Nababan, dkk. 2012. Mikroba Patogen & Toksin Mikroba Jilid 1. Jakarta:
Direktorat Surveilen dan Penyuluhan Keamana Pangan, Deputi III, Badan POM RI.

Rahayu, Winiati.P. Halim Nababan, dkk. 2012. Mikroba Patogen & Toksin Mikroba Jilid 2. Jakarta:
Direktorat Surveilen dan Penyuluhan Keamana Pangan, Deputi III, Badan POM RI.

Rankin, C. (2007). Steak. Gambar diambil dari : http://www.freeimages.com/photo/steak-1323129

Spares, J.C.B. (2006). Burger. Gambar diambil dari : http://www.freeimages.com/photo/burger-
1321842

Spares, J.C.B. (n.d). Sushi Mega Set. Gambar diambil dari : http://www.freeimages.com/photo/sushi-
mega-set-1318231

Spares, J.C.B. (2006). BBQ-Spare. Gambar diambil dari : http://www.freeimages.com/photo/bbq-
spare-ribs-1320586

Suguri, F. (2005). Fugu Sashimi. Gambar diambil dari : http://ja.wikipedia.org

Suzanne, T. (2011). Colourful Salad. Gambar diambil dari :
http://www.freeimages.com/photo/colourful-salad-1617111

SXC. (n.d). Fish Decorated Dish. Gambar diambil dari : http://www.freepik.com/free-photo/fish-
decorated-dish_338245.htm

Tabloid Nova. 2014. 12 Aturan Menyimpan Sisa Makanan di Kulkas (1). Diambil dari :
http://tabloidnova.com/Tips/12-Aturan-Menyimpan-Sisa-Makanan-Di-Kulkas-1

Tabloid Nova. 2014. 12 Aturan Menyimpan Sisa Makanan di Kulkas (2). Diambil dari :
http://tabloidnova.com/Tips/12-Aturan-Menyimpan-Sisa-Makanan-Di-Kulkas-2

122 BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN


BPOM - 101 TIPS KEAMANAN PANGAN
Tabloid Nova. 2015. 3 Cara Mencairkan Daging Beku dari Freezer. Diambil dari:
http://tabloidnova.com/Sedap/Tips-Masak/3-Cara-Mencairkan-Daging-Beku-Dari-Freezer
Tatlin. (2012). Biberon. Gambar diambil dari : http://www.freeimages.com/photo/biberon-1-1412160
Taveira, R. (2005). Lettuce. Gambar diambil dari : http://www.freeimages.com/photo/lettuce-1563555
Thauvin, P. (n.d). Strawberries. Gambar diambil dari : http://www.freeimages.com/photo/strawberries-
1328022
Thimmareddy, V. (2007). Spices & Dry Fruit. Gambar diambil dari :
http://www.freeimages.com/photo/spices-dryfruits-1322627
Thompson, C. (2008). Ice Cream Dessert. Gambar diambil dari :
http://www.freeimages.com/photo/ice-cream-dessert-1057482
T.J. (2005). Coconut. Gambar diambil dari : http://www.freeimages.com/photo/coconut-1327503
Tristan. (2003). Kitchen. Gambar diambil dari : http://www.freeimages.com/photo/kitchen-1256737
Villi, I. (2012). Preparing Food. Gambar diambil dari : http://www.freeimages.com/photo/preparing-
food-1296558
Wong, S. (n.d.). Oysters. Gambar diambil dari http://www.freeimages.com/photo/oysters-1512278
Yaroslavov, Y. (n.d). Sushi Mega Set. Gambar diambil dari : http://www.freeimages.com/photo/sushi-
mega-set-1318231
Vasic, M. (2014). Food. Gambar diambil dari : http://www.freeimages.com/photo/food-1616310
Zsuzsa, N. K. (2008). A Glass Of. Gambar diambil dari : http://www.freeimages.com/photo/a-glass-of-
1162133
Zsuzsa, N.K. (2005). Spices 2. Gambar diambil dari : http://www.freeimages.com/photo/spices-2-
1319356

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN 123


BPOM - 101 TIPS KEAMANAN PANGAN
124 BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN


Click to View FlipBook Version