Rr Dewi Ngaisyah, SKM, MKM, Eko Mindarsih, S.Si.T, M Kes
Peran
&Vitamin
Mineral
Pada Pertumbuhan Perkembangan
Peran Vitamin & Mineral
PADA PERTUMBUHAN PERKEMBANGAN
Oleh :
Rr Dewi Ngaisyah, SKM, MKM
Eko Mindarsih, S.Si.T, M Kes
i
Peran Vitamin & Mineral
Pada Pertumbuhan Perkembangan
©Ngaisyah
Respati Press, Yogyakarta 2021
All right reserved
@Hak cipta dilindungi undang-undang
Dilarang memperbanyak, mencetak atau menerbitkan
sebagian isi atau seluruh buku dengan cara dan dalam bentuk
apapun juga tanpa seijin editor dan penerbit
vi + 80 halaman; 14,80 x 21,00 cm
Penulis:
Rr Dewi Ngaisyah, SKM, MKM
Eko Mindarsih, S.Si.T, M Kes
Editor : Eko Mindarsih, S.Si.T, M Kes
Rancang Sampul dan penata isi : Tri Mei Khasana, S.Gz.,MPH
Diterbitkan pertama kali oleh:
Respati Press
Jalan Laksda Adi Sucipto Km.6,3 Depok, Sleman, DIY
Email: [email protected]
Telp: (0274) 489780, 488781
Fax: (0274) 489780
Cetakan pertama, Januari 2021
ISBN: 978-623-6978-03-0
ii
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum wr wb.
Puji syukur senantiasa kami panjatkan kepada Allah
SWT, atas kasih sayang-Nya kami dapat menyelesaikan buku
berjudul “Peran Vitamin dan Mineral pada Pertumbuhan
Perkembangan”.
Buku ini dimaksudkan untuk memperkaya bahan
bacaan ilmiah yang dapat digunakan oleh mahasiswa
perguruan tinggi, profesi dan minat yang berkaitan dengan
ilmu-ilmu dibidang kesehatan dan gizi. Buku ini memuat
peran vitamin dan mineral dalam menunjang pertumbuhan
dan perkembangan.
Penulis menyadari bahwa buku ini masih jauh dari
sempurna. Pendapat dan saran-saran perbaikan dari
pembaca, para ahli dan sejawat sangat diharapkan. Akhirnya,
kami sampaikan terima kasih kepada penerbit buku Respati
Press yang telah berkenan menerbitkan buku ini.
Yogyakarta, 4 Desember 2020.
Penulis
iii
DAFTAR ISI
Kata Pengantar……………………………………............................ iii
Daftar Isi ………………………....................................................... iv
BAB 1. Peran Vitamin A Pada Pertumbuhan Dan
Perkembangan ……...……...……...………………. 1
BAB 2. Peran Vitamin D Pada Pertumbuhan Dan
Perkembangan……………………………………… 9
BAB 3. Peran Kalsium Pada Pertumbuhan Dan
Perkembangan……………………………………… 15
BAB 4. Peran Besi Pada Pertumbuhan Dan
Perkembangan……………………………………… 26
BAB 5. Peran Yodium Pada Pertumbuhan Dan
Perkembangan……………………………………… 37
BAB 6. Peran Zink Pada Pertumbuhan Dan
Perkembangan……………………………………… 48
BAB 7. Peran Magnesium Pada Pertumbuhan
Dan Perkembangan……………………………….. 62
BAB 8 Peran Fosfor Pada Pertumbuhan Dan
Perkembangan……………..................................... 67
Daftar Pustaka……………………………………………………. 75
iv
BAB 1
PERAN VITAMIN A
PADA PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
Pertumbuhan ialah bertambah besarnya ukuran sel
atau organ tubuh sedangkan, perkembangan yaitu
bertambahnya fungsi organ tubuh. Pertumbuhan dan
perkembangan satu hal yang saling berkaitan hingga sulit
untuk dipisahkan, yang mana artinya perkembangan yang
normal diperlukan pertumbuhan yang selalu bersamaan
dengan kematangan. Pertumbuhan seorang anak akan
memberikan gambaran mengenai keadaan keseimbangan
antara asupan dan kebutuhan zat gizi seorang anak dalam
berbagai proses biologis termasuk untuk pertumbuhan.
Asupan makanan adalah salah satu penyebab langsung
dari masalah-masalah gizi. Asupan makanan memberikan
pengaruh yang sangat besar terhadap status gizi seorang
individu. Hal ini berkaitan dengan asupan makronutrien dan
mikronutrien. Makronutrien (zat gizi makro) merupakan zat
gizi utama yang diperlukan dalam pertumbuhan, berfungsi
menyediakan energi yang bermanfaat untuk pertumbuhan dan
pemeliharaan tubuh terdiri dari karbohidrat, protein, dan
lemak. Sedangkan mikronutrien (zat gizi mikro) merupakan
zat gizi yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsi tubuh atau
terlibat dalam proses metabolisme di dalam tubuh baik secara
langsung maupun tidak langsung, termasuk di dalamnya
adalah vitamin dan mineral. Kurang gizi terjadi karena kualitas
dan kuantitas asupan zat gizi yang rendah, dan adanya
penyakit infeksi.
Vitamin yaitu mikronutrien yang tidak dapat disintesis
oleh tubuh sehingga keberadaannya harus didapatkan dari
asupan makanan. Vitamin A adalah mikronutrien esensial yang
Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan| 1
berperan dalam pertumbuhan, perkembangan, dan pertahanan
infeksi anak karena aktifitas vitaminnya yaitu retinol dan asam
retinoat. Untuk pemenuhan vitamin A dapat mengonsumsi
bahan makanan mengandung vitamin A. Contoh makanan
sumber vitamin A yaitu hati, telur, susu dan keju, contoh
makanan sumber pro vitamin A yaitu wortel, brokoli, bayam,
dan labu kuning. Asupan makanan sayur dan buah kaya akan
vitamin. Sayur yang berwarna jingga lebih banyak
mengandung vitamin A (1).
Vitamin A ialah salah satu zat gizi dari golongan vitamin
yang sangat diperlukan oleh tubuh yang berguna untuk
kesehatan mata (agar dapat melihat dengan baik) dan untuk
kesehatan tubuh (meningkatkan daya tahan tubuh yang
berfungsi untuk melawan berbagai macam penyakit misalnya
diare, campak serta penyakit infeksi lainnya). Vitamin A
memiliki peran dalam fungsi faal tubuh seperti penglihatan,
diferensiasi sel, kekenyalan, pertumbuhan dan perkembangan,
reproduksi, pencegahan kanker dan penyakit jantung, serta
berkurangnya nasfu makan.
Vitamin A merupakan nama generik yang menyatakan
semua retinoid dan prekusor / provitamin A karotenoid yang
mempunyai aktivitas biologik sebagai retinol. Vitamin A atau
retinol adalah suatu unsur zat yang larut dalam lemak yang
terdapat pada hati (terutama hati ikan), pada kuning telur dan
produk susu. Vitamin A tidak dapat diproduksi oleh tubuh
sehingga harus dipenuhi dari luar tubuh (esensial). Vitamin A
essensial untuk pemeliharaan kesehatan dan kelangsungan
hidup. Status vitamin A anak dapat dipengaruhi oleh beberapa
faktor, tidak hanya dari asupan vitamin A. Faktor lain yang
memengaruhi status vitamin A diantaranya adalah cadangan
vitamin A didalam tubuh yang disimpan dihati.
2 | Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan
Makanan yang mengandung vitamin A sebagian besar
terdapat dalam bentuk ester retinil bersama karotenoid yang
bercampur dengan lipida lain di dalam lambung. Sedangkan
dalam sel-sel mukosa usus halus, ester retinil dihidrolisis oleh
enzim-enzim pancreas esterase menjadi retinol yang lebih
mudah untuk diserap dari pada ester retinil. Sebagian dari
karotenoid, terutama beta-karoten di dalam sitoplasma sel
mukosa usus halus dipecah menjadi retinol (2).
Retinol di dalam mukosa usus halus bereaksi dengan
asam lemak dan membentuk ester dan dengan bantuan cairan
empedu menyeberangi sel-sel vili dinding usus halus untuk
kemudian diangkut oleh kilomikron melalui sistem limfe ke
dalam aliran darah menuju hati. Dengan konsumsi lemak yang
cukup, sekitar 80-90% ester retinil dan hanya 40-60%
karotenoid yang diabsorpsi. Dalam keadaan normal, cadangan
vitamin A dalam hati dapat bertahan hingga enam bulan. Bila
tubuh mengalami kekurangan konsumsi vitamin A, asam
retinoat diabsorpsi tanpa perubahan. Asam retinoat
merupakan sebagian kecil vitamin A dalam darah yang aktif
dalam deferensiasi sel dan pertumbuhan (2).
Vitamin A berperan penting dalam mobilisasi cadangan
besi tubuh untuk mensintesis hemoglobin. Status vitamin A
yang buruk berkaitan dengan perubahan metabolisme besi
pada anemia kekurangan zat besi. Vitamin A berperan dalam
memobilisasi cadangan besi di dalam tubuh untuk dapat
mensintesis Hb. Status vitamin A yang buruk berhubungan
dengan perubahan metabolisme besi pada kasus kekurangan
besi.
Vitamin A juga berperan pada proses remodeling tulang
sebab vitamin A (asam retinoat) merupakan reseptor dari
osteoblas dan osteoklas. Kekurangan vitamin A dapat
menyebabkan terjadinya perubahan bentuk tulang, namun
Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan| 3
kelebihan asupan vitamin A (retinol) atau tingginya retinol
serum dihubungkan dengan bone mineral density yang rendah
dan peningkatan risiko patah tulang. Asupan vitamin A yang
sesuai dengan angka kecukupan gizi (AKG) dapat menjaga dan
memelihara puncak kepadatan tulang (3).
Tabel 1. Angka Kecukupan Vitamin A untuk Balita
Kelompok Umur Kebutuhan Vitamin A (mcg)
Balita 0-6 bln 375
7-11 bln 400
1-3 th 400
4-6 th 450
Sumber: Angka Kecukupan Gizi (AKG), 2019
Kekurangan vitamin A (KVA) akan meningkatkan
angka kesakitan bahkan sampai menyebabkan kematian,
keluhan yang sering didapat bila seseorang menderita KVA
gejalanya bisa didapat seperti mudah diserang diare, radang
paru-paru, pneumonia, dan akhirnya kematian. Akibat lain
yang paling serius dari KVA adalah rabun senja yaitu bentuk
lain dari xeropthalmia termasuk kerusakan kornea mata dan
bisa menyebabkan kebutaan. Manfaat dari vitamin A yaitu
untuk menurunkan angka kesakitan dan angka kematian, hal
ini di karenakan vitamin A dapat meningkatkan daya tahan
tubuh terhadap penyakit infeksi seperti diare, campak dan
ISPA (infeksi saluran pernafasan atas) (2).
Penggunaan vitamin A di dalam tubuh dapat terjadi
gangguan, diantaranya ketika terdapat defisiensi/kekurangan
zink dan protein dalam tubuh. Zink dan protein ini sangat
diperlukan untuk sintesa retinol binding protein (RBP) di hati.
RBP diperlukan untuk mengangkut simpanan vitamin A
(retinol) dalam hati ke plasma. Retinol Kecukupan RBP akan
4 | Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan
mempengaruhi jumlah retinol dalam jaringan. Sehingga
defisiensi zink dan protein dapat mengganggu fungsi vitamin A
dengan jalan mencegah pembebasannya ke dalam plasma dari
penyimpanan dalam hati (4).
Peran vitamin A sangat penting dalam pemeliharaan
sel epitel, oleh karena itu vitamin A sangat berperan dalam
imunitas tubuh, dimana dalam keadaan kekurangan vitamin A,
integritas mukosa epitel usus terganggu, keadaan ini sebagian
besar disebabkan karena hilangnya sel goblet penghasil
mukus. Apabila terjadi kekurangan vitamin A maka akan
berdampak pada meningkatnya kerentanan terhadap kuman
patogen di saluran pencernaan sehingga akan menyebabkan
diare. Diare yang parah dan berkepanjangan dapat
menyebabkan gangguan absorbsi zat gizi yang pada akhirnya
jatuh pada kondisi malnutrisi.
Gejala defisiensi Vitamin A akan nampak bila cadangan
Vitamin A dalam hati telah berkurang. Defisiensi protein dan
Zink akan menghambat pelepasan Vitamin A dari hati,
sehingga dapat menimbulkan gejala-gejala seperti defisiensi
Vitamin A. Defisiensi Vitamin A dapat disebabkan oleh
beberapa faktor, misalnya mengkonsumsi Vitamin A yang
rendah, dalam proses konversi provitamin A menjadi Vitamin
A, gangguan dalam proses penyerapan didalam usus halus dan
gangguan dalam proses penyimpananan di hati.
Strategi penanggulangan Kementerian Kesehatan RI
hingga saat ini dilaksanakan melalui pemberian kapsul vitamin
A dosis tinggi pada bayi, balita dan ibu nifas. Pemberian kapsul
vitamin A pada balita diberikan dua kali setahun dengan dosis
100 ribu IU untuk bayi umur 6-11 bulan dan 200 ribu IU untuk
anak 12-59 bulan. Pemberian kapsul vitamin A secara serentak
setiap bulan Februari dan Agustus pada balita 6-59 bulan.
Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan| 5
Defisiensi vitamin A berhubungan erat dengan
gangguan penglihatan, penurunan pertumbuhan
perkembangan, kesehatan tulang yang melemah serta
menurunnya fungsi imun. Defisiensi vitamin A dapat pula
disebabkan oleh inadekuat asupan vitamin A dikarenakan
rendahnya asupan hewani yang kaya akan vitamin A serta
asupan buah, sayur yang kaya akan prekursor vitamin A (5).
Vitamin A memegang peranan penting dalam fungsi
tubuh, termasuk fungsi penglihatan, imunitas, serta
perkembangan dan pertumbuhan embrio. Kapsul vitamin A
memberikan banyak manfaat bagi ibu nifas, yaitu
meningkatkan kandungan vitamin A dalam Air Susu Ibu (ASI);
bayi akan lebih kebal dan jarang terkena penyakit infeksi;
kesehatan ibu lebih cepat pulih setelah melahirkan; ibu nifas
harus minum 2 kapsul vitamin A karena bayi lahir dengan
cadangan vitamin A yang rendah, kebutuhan bayi akan vitamin
A tinggi untuk pertumbuhan dan peningkatan daya tahan
tubuh; pemberian 1 kapsul vitamin A 200.000 IU warna merah
pada ibu nifas hanya cukup untuk meningkatkan kandungan
vitamin A dalam ASI selama 60 hari, sedangkan dengan
pemberian 2 kapsul dapat menambah kandungan vitamin A
sampai bayi berusia 6 bulan.
Vitamin A dibutuhkan untuk perkembangan tulang dan
sel epitel yang membentuk email dalam pertumbuhan gigi
serta berperan sebagai asam retinoat. Pada kekurangan
vitamin A pertumbuhan tulang terhambat dan bentuk tulang
tidak normal. Bila tubuh mengalami kekurangan konsumsi
vitamin A, asam retinoat diabsorpsi tanpa perubahan. Asam
retinoat merupakan bagian dari vitamin A yang berperan
dalam diferensiasi sel dan pertumbuhan.
Defisiensi vitamin A dapat meningkatkan risiko
mortalitas, morbiditas, dan penyakit infeksi yang lebih tinggi
6 | Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan
pada anak. Kekurangan asupan vitamin A dapat dikaitkan
dengan terhambatnya pertumbuhan dikarenakan kurangnya
vitamin A dapat mengurangi sekresi terhadap serum IGF-1
yang bertanggung jawab untuk sekresi hormon pertumbuhan.
Untuk mencegah terjadinya underweight pada balita
diperlukan upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan
cakupan pemberian Vitamin A.
Vitamin A diperlukan oleh tubuh untuk menyokong
pertumbuhan dan kesehatan, terutama diperlukan untuk
penglihatan, sekresi mukus, pemeliharaan jaringan epitel dan
reproduksi. Vitamin A dipergunakan untuk regenerasi pigmen
retina mata dalam proses adaptasi gelap. Selain itu vitamin A
juga berperan dalam sistem kekebalan tubuh. Retinol atau
vitamin A memegang peranan penting pada kesempurnaan
fungsi serta struktur sel epitel, dikarenakan retinol berperan
dalam diferensiasi sel dan proliferasi epitel. Dengan adanya
retinol sel epitel basalis distimulasi untuk memproduksi
mukus. Kelebihan retinol akan menyebabkan pembentukan
mukus yang berlebihan dan menghambat keratinisasi. Bila
tidak ada retinol, sel goblet mukosa hilang dan terjadi atrofi sel
epitel yang diikuti oleh proliferasi sel basal yang berlebihan.
Sel-sel baru yang terbentuk ini merupakan epitel berkeratin
dan menggantikan epitel semula. Penekanan sekresi mukus
menyebabkan mudah terjadi iritasi dan infeksi, hambatan
dalam sekresi retinol binding protein (RBP), sedangkan pada
defisiensi protein terdapat gangguan sintesis RBP.
Dalam sistem kekebalan tubuh, retinol berpengaruh
terhadap pertumbuhan dan deferensiasi limfosit B (leukosit
yang berperan dalam proses kekebalan humoral). Disamping
itu, kekurangan vitamin A menurunkan respon antibodi yang
bergantung pada sel-T (limfosit yang berperan pada kekebalan
selular). Bila vitamin A kurang, maka fungsi kekebalan tubuh
Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan| 7
menjadi menurun, sehingga mudah terserang infeksi. Lapisan
sel yang menutupi trakea dan paru-paru juga akan mengalami
keratinisasi, berkurangnya sel goblet, sel silia dan produksi
mukus sehingga mudah dimasuki mikroorganisme penyebab
infeksi saluran pernapasan. Bila terjadi pada permukaan usus
halus dapat terjadi diare.
8 | Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan
BAB 2
PERAN VITAMIN D
PADA PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
Vitamin D dikenal sebagai nutrisi yang berperan dalam
memfasilitasi penyerapan kalsium di dalam saluran
pencernaan. Kalsium yang diserap berguna dalam
pertumbuhan tulang dan gigi. Vitamin yang larut dalam lemak
ini dikenal karena peran pentingnya dalam proses hemeostatis
kalsium dan kesehatan tulang (6).
Vitamin D membantu dalam pengerasan tulang, dengan
cara mengatur agar kalsium dan fosfor berada didalam darah
untuk diendapkan pada proses pengerasan tulang. Salah satu
bentuk aktif vitamin D adalah kalsitriol. Fungsi dari kalsitriol
adalah meningkatkan kadar kalsium dan fosfor dalam plasma,
dengan demikian dapat mempertahankan keadaan normal
agar mineralisasi tulang tetap terjaga.
Vitamin D dapat diperoleh dari suplemen vitamin D
dan makanan yang difortifikasi dengan vitamin D, diantaranya
yaitu produk susu, jus jeruk, formula susu bayi, yoghurt,
mentega, margarin, keju, sereal. Sumber vitamin D ditemukan
dalam ikan, minyak hati ikan, kuning telur, hati sapi dan jamur
(7).
Tabel 2. Angka Kecukupan Vitamin D untuk balita
Kelompok Umur Kebutuhan Vitamin D (mcg)
Balita 0-6 bln 5
7-11 bln 5
1-3 th 15
4-6 th 15
Sumber: Angka Kecukupan Gizi (AKG), 2019
Kebutuhan tubuh akan vitamin D tidak dapat
seluruhnya hanya dipenuhi dari asupan sumber bahan
Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan| 9
makanan saja, karena jumlah bahan makanan yang
mengandung vitamin D sangat sedikit, disamping itu makanan
yang telah difortifikasi vitamin D belum cukup untuk
memenuhi kebutuhan vitamin D. Apabila asupan vitamin D
tidak cukup, paparan sinar matahari terbatas, kulit terlindung
dari sinar matahari oleh kaca, pakaian panjang, atau lotion
tabir surya maka juga dapat berisiko defisiensi vitamin D.
Sumber vitamin D yang didapat dari asupan makanan
sangat jarang, hanya didapatkan dari olahan susu, lemak ikan,
minyak ikan, ragi dan sayuran. Sangat sulit untuk memenuhi
kebutuhan vitamin D setiap hari hanya dari asupan makanan
saja, kecuali orang tersebut mengkonsumsi ikan yang
mengandung tinggi lemak dengan rutin. Tubuh dapat
memproduksi vitamin D sendiri, yaitu yang mana vitamin D
diproduksi oleh kulit melalui paparan sinar matahari,
kemudian mengalami dua kali hidroksilasi oleh hepar dan
ginjal menjadi vitamin D yang aktif, yaitu 1,25-
dihidroksivitamin D [1,25 (OH)2D]. Fungsi dari vitamin D
antara lain untuk mengatur kadar kalsium dan fosfor dalam
darah bersama kelenjar tiroid, memperbesar penyerapan
kalsium dan fosfor dari usus serta mempengaruhi kerja
kelenjar endokrin. Vitamin D membantu absorbsi kalsium,
apabila dalam absorbsi kalsium terganggu, maka mineralisasi
tulang akan terganggu, akibatnya pertumbuhan juga terganggu
dan dapat menyebabkan stunting. Kekurangan asupan vitamin
D pada anak dapat menimbulkan gangguan seperti rakitis,
gangguan pertukaran kalsium dan fosfor dan gangguan sistem
pertulangan.
Vitamin D merupakan salah satu zat gizi yang penting
untuk pertumbuhan tulang. Apabila tubuh kekurangan vitamin
D, baik yang berasal dari asupan makanan maupun dari dalam
tubuh dengan bantuan sinar matahari maka absorpsi kalsium
10 | Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan
dapat terganggu dan kemudian terganggu pula proses
mineralisasi (pembentukan) tulang. Vitamin D yang berasal
dari susu fortifikasi diberikan untuk menambah kecukupan
asupan makanan harian akan vitamin D. Vitamin D membantu
absorpsi kalsium di dalam usus. Mekanismenya adalah vitamin
D akan menginduksi sintesis protein kalsium intrasel yaitu
kalbindin, yang juga mempengaruhi permeabilitas sel mukosa
terhadap kalsium, suatu efek yang berlangsung cepat (8).
Vitamin D termasuk salah satu zat gizi yang unik, hal ini
dikarenakan vitamin D dapat dibuat di kulit dengan bantuan
sinar matahari. Vitamin D terdapat dalam 2 bentuk, yaitu
vitamin D2 dan vitamin D3. Vitamin D2 (ergosterol) berasal
dari vitosterol, yang kemudian oleh sinar UV diubah menjadi
ergosterol. Ergosterol adalah komponen membran sel jamur,
sehingga D2 secara alami dapat ditemukan pada jamur yang
terpapar sinar matahari. Vitamin D3 (cholecalciferol) disintesis
di dalam kulit dan banyak terdapat di ikan kaya minyak seperti
salmon, makarel, dan hering. Sedikit sekali makanan yang
secara alami mengandung vitamin D2 atau D3 (9).
Vitamin D yang dihasilkan oleh kulit akan berada
didalam darah 2 kali lebih lama jika dibandingkan dengan
vitamin D yang berasal dari makanan. Paparan sinar matahari
selama 5-30 menit antara pukul 10.00-15.00 sedikitnya 2 kali/
minggu pada kulit wajah, lengan, punggung, atau tungkai
(tanpa mengenakan tabir surya/lotion) cukup adekuat untuk
sintesis vitamin D (9).
Terdapat dua sumber vitamin D yaitu sumber endogen
dan eksogen. Yang pertama yaitu sumber endogen merupakan
sumber dominan yaitu vitamin D yang disintesis ketika sinar
ultraviolet B (UVB) dari sinar matahari mengenai lapisan
epidermis dan dermis kulit. Paparan sinar matahari yang
mengandung sinar UVB pada kulit ini akan mengawali sintesis
Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan| 11
vitamin D ketika panas tubuh mengubah previtamin D yaitu 7-
dehidrokolesterol yang tersebar di seluruh tubuh menjadi
bentuk akhir yang lebih aktif. Vitamin D yang berasal dari
dalam tubuh akan berada di kapiler kulit lebih lama
dibandingkan dengan vitamin D yang berasal dari makanan
maupun suplemen. Kebutuhan vitamin D pada tubuh dapat
dipenuhi sebesar 80-100% oleh vitamin D yang disintesis pada
kulit yang secara langsung terpapar sinar matahari. Untuk
menjaga kadar vitamin D dalam tubuh tetap tercukupi,
minimal 20% permukaan kulit harus terpapar sinar matahari.
Sumber vitamin D yang kedua ialah sumber eksogen
yang berasal dari makanan yang dikonsumsi dan suplemen
vitamin D, namun sumber yang berasal dari makanan saja
tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin D dalam
tubuh. Vitamin D yang berasal dari makanan dapat dibedakan
menjadi tiga, yaitu:
1. Sumber asli diantaranya ikan makrel, ikan salmon, ikan
tuna, minyak hati ikan cod, jamur, dan kuning telur.
Mengonsumsi minyak ikan minimal 3-4 kali/minggu dapat
membantu mengoptimalkan kebutuhan vitamin D dalam
tubuh.
2. ASI untuk bayi dan balita, kandungannya baik akan
mengandung vitamin D sekitar 22 IU/L. Dengan rata-rata
tiap hari anak mendapatkan ASI sebanyak ±750 mL/hari
dan tanpa bantuan sinar matahari belum dapat mencukupi
kebutuhan vitamin D tubuh.
3. Suplemen, pemberian suplemen vitamin D biasanya untuk
mengatasi kondisi defisiensi vitamin D3. Terdapat pula
makanan-makanan yang difortifikasi dengan vitamin D
untuk meningkatkan asupan vitamin D lebih adekuat lagi
yaitu seperti mentega, sereal, susu, jus jeruk, keju, dan
makanan bayi. Namun, asupan vitamin D yang didapat dari
12 | Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan
makanan yang mengandung vitamin D saja tidak
mencukupi kebutuhan vitamin D tubuh pada kadar normal
plasma dan makanan yang difortifikasi vitamin D tidak
pasti tersedia disetiap kota. Sehingga vitamin D yang
disintesis pada kulit ketika terpapar sinar matahari
merupakan sumber utama bagi tubuh.
Kekurangan gizi mikro merupakan salah satu faktor
yang mempengaruhi kejadian kurang gizi kronis. Defisiensi
vitamin D dapat menyebabkan penurunan efisiensi
penyerapan kalsium dan fosfor. Vitamin D merupakan
prohormon yang berperan penting dalam penyerapan kalsium
di dalam usus. Vitamin D membantu pada penyerapan kalsium,
karena apabila penyerapan kalsium terganggu maka
pertumbuhan juga akan terganggu. Vitamin D juga membantu
pengerasan tulang dengan cara mengatur agar kalsium
tersedia dalam darah pada proses pengerasan tulang (10).
Vitamin D pada anak sekolah sangat penting karena
erat sekali fungsinya untuk kesehatan tulang yang berperan
dalam meningkatkan penyerapan kalsium dan fosfor dalam
usus halus, meningkatkan mobilisasi kalsium, meningkatkan
fosfor tulang, meningkatkan mineralisasi tulang, dan menjaga
konsentrasi kalsium dalam darah. Dengan tercukupinya
vitamin D, maka pertumbuhan tulang anak khususnya
pertambahan tinggi badan anak akan lebih optimal (10).
Selain itu, asupan makanan yang rendah akan
kandungan vitamin D seperti ikan berlemak, makanan yang
difortifikasi dan susu, serta kecenderungan untuk mengurangi
bahan makanan tinggi lemak, pada akhirnya akan
mengakibatkan defisiensi vitamin D. Defisiensi vitamin ini
dapat diatasi dengan meningkatkan sintesis vitamin D melalui
eksposur sinar matahari (UVB), mengonsumsi makanan tinggi
Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan| 13
vitamin D atau makanan difortifikasi vitamin D atau
memberikan suplementasi vitamin D (7).
14 | Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan
BAB 3
PERAN KALSIUM
PADA PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
Kalsium adalah mineral yang berperanan sangat
penting bagi metabolisme tubuh, sebagai penghubung antar
syaraf, dalam kerja jantung dan pergerakan otot.
Selama masa pertumbuhan tuntutan terhadap mineralisasi
tulang sangat tinggi. Rendahnya akan asupan kalsium dapat
menyebabkan mineralisasi matriks deposit tulang yang baru
menjadi rendah serta akan mempengaruhi kerja osteoblas.
Defisiensi kalsium akan sangat berpengaruh pada
pertumbuhan tulang, menyebabkan rakitis pada masa anak-
anak serta dapat menyebabkan stunting. Penelitian di Nusa
Tenggara Timur menyebutkan bahwa rata-rata asupan kalsium
signifikan lebih rendah pada balita stunting (11).
Selama pertumbuhan, tuntutan terhadap mineralisasi
tulang sangat tinggi, rendahnya asupan kalsium dapat
mengakibatkan rendahnya mineralisasi matriks deposit tulang
baru dan disfungsi osteoblast. Jika dalam tulang kekurangan
kandungan kalsium sebesar 50% tentunya akan
mempengaruhi pertumbuhan linier dan terjadi defisien
kalsium. Kalsium membentuk ikatan kompleks dengan fosfat
yang dapat memberikan kekuatan pada tulang, sehingga
defisiensi fosfor dapat mengganggu pertumbuhan. Defisiensi
fosfor yang berlangsung lama akan menyebabkan osteomalasia
dan dapat menyebabkan pelepasan kalsium dari tulang (12).
Selama pertumbuhan, tuntunan terhadap mineralisasi
tulang sangat tinggi, asupan kalsium yang sangat rendah dapat
menyebabkan hipokalsemia, meskipun sekresi dari kelenjar
paratiroid maksimal, yang dapat mengakibatkan rendahnya
mineralisasi matriks deposit tulang baru dan disfungsi
Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan| 15
osteoblas (13). Kalsium memiliki dua manfaat utama bagi
tulang yaitu memberi kekuatan pada tulang dan memberikan
penyimpanan yang dinamis untuk mempertahankan intra dan
ektraseluler simpanan kalsium. Kalsium yang dikonsumsi
hanya 20-50 persennya yang berhasil diserap oleh tubuh.
Penyerapan kalsium paling utama terjadi di duodenum,
jejenum, dan ileum.
Vitamin D memudahkan penyerapan kalsium dari
makanan. Hal ini dapat merangsang transportasi aktif dengan
cara menginduksi sintesis protein pengikat kalsium pada sel
mukosa usus. Sebagian besar kalsium yang diserap berasal dari
mekanisme transport pasif, yang tidak tergantung pada
vitamin D. Pada rentang usia bayi dan remaja memiliki daya
serap kalsium yang lebih tinggi jika dibandingkan pada usia
anak-anak dan dewasa muda dalam pemenuhan akan
kebutuhan kalsium yang tinggi (14).
Selain kalsium, faktor yang mempengaruhi tinggi
badan yaitu hormon pertumbuhan, IGF-I, faktor genetik,
aktivitas harian. Rendahnya asupan kalsium bisa berdampak
buruk terhadap kesehatan, terutama masalah pertumbuhan
dan masalah kesehatan lain yang berhubungan dengan fungsi
kalsium dalam tubuh. Kalsium merupakan komponen terbesar
dalam tulang, sehingga asupan kalsium dari makanan penting
untuk meningkatkan penambahan kekuatan dan kesehatan
tulang (13).
Kalsium berperan penting dalam remodeling tulang,
yaitu sebanyak 300 mg -500 mg yang berasal dari kalsium
ekstra seluler sebanyak 900 mg, artinya dalam proses
remodeling tulang kalsium tersebut diperlukan kadar antara
300 - 500 mg. Jumlah inilah yang akan ditambahkan dalam
asupan kalsium dari luar, sehingga kalsium serum berada
dalam keadaan homeostatis (seimbang). Unsur fosfor berperan
16 | Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan
dalam keseimbangan kadar kalsium dalam darah maupun laju
penyimpanan kalsium dalam usus. Proses penyerapan kalsium,
vitamin D sangat penting bagi metabolisme kalsium dan fosfor.
Absorbsi kalsium oleh alat pencernaan akan diperbaiki,
kalsium dan fosfor dari tulang dimobilisasi, pengeluaran dan
keseimbangan mineral dalam darah ikut dikendalikan oleh
vitamin D (14).
Kebutuhan kalsium akan meningkat pada orang yang
tingkat aktivitas fisiknya cukup dengan jenis olahraga yang
dapat meningkatkan kepadatan tulang seperti basket, sepak
bola, lari, jalan kaki, dan lain-lain. Tingkat aktivitas fisik
seseorang berpengaruh baik terhadap absorpsi kalsium. Stress
fisik dan mental cenderung akan menurunkan absorpsi
kalsium dalam usus halus dan akan meningkat didalam urin
(14).
Sumber kalsium utama adalah susu dan hasil olahan
susu, selain itu ikan dan makanan sumber laut juga
mengandung kalsium lebih banyak jika dibandingkan dengan
daging sapi maupun ayam. Kebiasaan anak dalam
mengonsumsi susu memberikan sumbangan kalsium yang
cukup.
Kalsium merupakan mineral utama yang diperlukan
dalam proses pembentukan tulang. Sebanyak 99% kalsium di
dalam tubuh berada di dalam tulang, sementara 1% sisanya
berada di darah, cairan ekstraseluler dan di dalam sel seluruh
tubuh. Kalsium pada tulang dan darah berada dalam keadaan
seimbang yang diatur terutama melalui sistem hormonal.
Proses ini melibatkan glukokortikoid, hormon paratiroid
(PTH), hormon tiroid, vitamin D, hormon estrogen dan
progesteron yang dapat mempengaruhi keseimbangan
kalsium. Kandungan kalsium dapat ditemukan dalam bahan
makanan sehari-hari, produk dari susu dan olahan nya
Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan| 17
merupakan sumber kalsium yang tinggi. Selain itu sayur-
sayuran yang berwarna hijau, seafood, ikan, serta kacang
kedelai juga merupakan sumber kalsium yang sangat baik.
Mengatur asupan kalsium secara baik serta memadai akan
menjaga fungsi fisiologis tubuh, terutama pada aspek
pertumbuhan dan perkembangan tulang. Hal ini sangat penting
diperhatikan pada anak yang sedang dalam masa
pertumbuhan, karena dapat mempengaruhi pertumbuhan dan
kondisi kesehatan mereka pada saat dewasa dan pada
kehidupan selanjutnya. Defisiensi kalsium akan mempengaruhi
tulang yang berdampak pada gangguan pertumbuhan (11).
Asupan makanan yang baik merupakan komponen
penting dalam pertumbuhan anak karena mengandung sumber
zat gizi makro (karbohidrat, protein, lemak) dan mikro
(vitamin dan mineral) yang lengkap semuanya berperan dalam
pertumbuhan anak. Beberapa zat gizi mikro seperti vitamin D,
kalsium dan fosfor juga sangat penting karena saling
bekerjasama untuk pertumbuhan, fungsi khusus vitamin D
dalam hal ini adalah membantu pengerasan tulang dengan cara
mengatur agar kalsium dan fosfor tersedia didalam darah
untuk diendapkan pada proses pengerasan tulang. Kalsitriol
meningkatkan absorpsi vitamin D dengan cara merangsang
sintesis protein pengikat kalsium dan protein pengikat fosfor
pada mukosa usus halus di dalam saluran cerna. Kalsitriol
bersama hormon paratiroid akan merangsang pelepasan
kalsium dari permukaan tulang ke dalam darah dan didalam
tulang. Dalam ginjal, kalsitriol merangsang reabsorbsi kalsium
dan fosfor. Kalsium serta fosfor sangat penting dalam proses
mineralisasi tulang, defisiensi kedua mineral ini atau rasio
yang tidak tepat dapat mempengaruhi pertumbuhan tulang
(11).
18 | Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan
Kalsium merupakan zat gizi mikro yang penting untuk
pertumbuhan linier pada awal kehidupan. Sebesar 70% berat
tulang terdiri dari kristal kalsium fosfat, hal ini menunjukkan
pentingnya asupan kalsium untuk pertumbuhan tulang yang
optimal. Kurangnya asupan kalsium pada balita mempengaruhi
struktur dasar tulang yang berdampak pada gagalnya
pertumbuhan seperti rickets, stunting, dan osteomalasia.
Tabel 3. Angka Kecukupan Kalsium untuk Balita
Kelompok Umur Kebutuhan kalsium (mg)
Balita 0-6 bln 200
7-11 bln 250
1-3 th 650
4-6 th 1000
Sumber: Angka Kecukupan Gizi (AKG), 2019
Kalsium merupakan zat gizi mikro yang memiliki
banyak kegunaan di dalam tubuh. Absorbsi vitamin B12,
tindakan enzim pemecah lemak, lipase pankreas, ekskresi
insulin oleh pankreas, serta pembentukan dan pemecahan
asetilkolin dapat dipercepat prosesnya dengan bantuan
kalsium sebagai katalisator reaksi biologik. Katalisis reaksi
kimia tersebut menggunakan kalsium yang berasal dari
persediaan kalsium dalam tubuh. Konsumsi sumber kalsium
dari susu dapat menurunkan total lemak tubuh yang tercermin
dari menurunnya hormon leptin yang dikeluarkan. Vitamin D
merupakan salah satu zat gizi mikro yang membantu
penyerapan kalsium. Apabila vitamin D yang diperoleh tubuh
sedikit maka dapat menyebabkan penyerapan kalsium yang
kurang optimal.
Untuk memulai pencapaian puncak Bone Mineral
Density (BMD), faktor genetik memberikan kontribusi sebesar
Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan| 19
kurang lebih 70% dan faktor lingkungan memberi kontribusi
sebesar kurang lebih 30%. Puncak BMD berhubungan dengan
asupan kalsium dan latihan fisik. Pada penelitian longitudinal
di Netherland selama 15 tahun menunjukkan bahwa latihan
fisik berhubungan secara signifikan dengan BMD (3).
Faktor lain yang juga berpengaruh terhadap
pembentukan tulang yang sehat adalah rasio asupan kalsium
dan fosfor. Fosfor di dalam tulang berada dalam perbandingan
1:2 dengan kalsium. Pada saat kadar fosfor menurun atau
meningkat akan mempengaruhi ekskresi kalsium untuk
menyeimbangkannya. Saat ini diketahui bahwa kekurangan
vitamin dan mineral merupakan keadaan yang biasa terjadi
pada hampir setiap negara. Jutaan penduduk mengalami
defisiensi tidak hanya 1 macam zat gizi, tetapi beberapa dari
vitamin dan mineral seperti beta-karoten (prekursor vitamin
A), seng, zat besi, dan folat.
Kalsium yaitu satu dari beberapa mineral yang
berperan dalam pembentukan tulang dan sebanyak 99%
kalsium di dalam tubuh berada di dalam tulang. Pada awal
kehidupan, asupan kalsium yang cukup dapat mengoptimalkan
puncak kepadatan tulang dan pada kehidupan selanjutnya
dapat mencegah kehilangan tulang. Rendahnya asupan kalsium
berpengaruh pada awal kepadatan tulang sehingga dapat
mempengaruhi pertumbuhan selanjutnya serta percepatan
kehilangan tulang.
Kalsium dan fosfor merupakan mineral utama dalam
ikatan hidroksiapatit, sehingga kedua mineral ini harus berada
dalam jumlah yang cukup. Asupan kalsium dan fosfor harus
berada dalam keadaan yang proporsional sehingga dapat
menjalankan proses mineralisasi tulang. Rasio kalsium dan
fosfor berperan lebih penting dibandingkan asupan kalsium
ataupun asupan fosfor yang bekerja tunggal. Dari beberapa
20 | Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan
penelitian tersebut secara keseluruhan dapat diambil
kesimpulan bahwa untuk mempertahankan BMD (Bone
Mineral Density) tidak hanya memerlukan pendekatan kalsium,
fosfor, atau zat gizi yang lain saja. Sebagai implikasinya adalah
semua zat gizi berperan penting dalam membentuk tulang
yang sehat, selain sebagai pemenuhan kebutuhan zat gizi dan
peningkatan proses distribusi mineral.
Sumber kalsium terbagi dua, yaitu hewani dan nabati.
Bahan makanan hewani yang mengandung kalsium antara lain
adalah udang, ikan, kuning telur, susu dan daging sapi. Bahan
makanan yang mengandung kalsium nabati dapat diperoleh
dari sayuran yang berdaun hijau seperti bayam, sawi, daun
pepaya, brokoli, daun labu dan daun singkong. Selain itu biji-
bijian (wijen, kenari, almond) dan kacang kacangan serta hasil
olahannya (kedelai, kacang polo, kacang merah, tahu, tempe).
Kalsium tidak hanya komponen utama dari tulang,
tetapi juga sangat diperlukan untuk pembekuan darah dan
untuk kontraksi setiap otot dalam tubuh, termasuk jantung. Ini
juga merupakan mineral penting untuk berfungsinya sel-sel
otak. Kalsium disimpan dalam tulang. Kalsium dikeluarkan dari
tulang ke dalam darah, serta penyerapan pada ginjal atau usus,
diatur oleh hormon paratiroid bersama dengan vitamin D.
Dengan demikian, hormon paratiroid dan vitamin D memiliki
fungsi meningkatkan kadar kalsium dalam darah. Sehingga
kadar kalsium, dapat mempengaruhi sekresi hormon
paratiroid. Rendahnya tingkat kalsium dalam darah
menginduksi sekresi hormon paratiroid, sehingga terjadi
peningkatan kadar kalsium. Di sisi lain, tingkat tinggi kalsium
dalam darah menghambat sekresi hormon paratiroid, yang
menyebabkan penurunan kadar kalsium. Dengan cara ini,
kadar kalsium dalam darah tetap dalam tingkat normal.
Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan| 21
Dalam keadaan normal sebanyak 30 - 50% kalsium
yang dikonsumsi diabsorpsi di tubuh. Kemampuan absorpsi
lebih tinggi pada masa pertumbuhan, dan menurun pada
proses menua. Kemampuan absorpsi pada laki – laki lebih
tinggi daripada perempuan pada semua golongan usia.
Absorpsi kalsium terjadi dibagian atas usus halus, yaitu
duodenum. Dalam keadaan normal, dari sekitar 1000 mg Ca++
yang rata-rata dikonsumsi per hari, hanya sekitar dua pertiga
yang diserap di usus halus dan sisanya keluar melalui feses.
Kalsium membutuhkan pH 6 agar dapat berada dalam
keadaan terlarut. Absorpsi kalsium terutama dilakukan secara
aktif dengan menggunakan alat ukur protein-pengikat kalsium.
Absorpsi pasif terjadi pada permukaan saluran cerna. Banyak
faktor mempengaruhi absorpsi kalsium. Kalsium hanya bisa
diabsorpsi bila terdapat dalam bentuk larut-air dan tidak
mengendap karena unsur makanan lain, seperti oksalat. Faktor
yang berpengaruh dalam meningkatkan penyerapan kalsium
adalah semakin tinggi kebutuhan dan semakin rendah
persediaan kalsium dalam tubuh semakin efisien absorpsi
kalsium. Peningkatan kebutuhan terjadi pada pertumbuhan,
kehamilan, menyusui, defisiensi kalsium dan tingkat aktivitas
fisik yang meningkatkan densitas tulang. Jumlah kalsium yang
dikonsumsi akan berpengaruh pada absorpsi kalsium.
Status kalsium ditentukan oleh kombinasi antara faktor
nutrisi dan hormonal yang dengan interaksi kompleks
menentukan jumlah kalsium tersedia yang dapat diserap.
Vitamin D meningkatkan absorpsi pada mukosa usus dengan
cara merangsang produksi protein pengikat kalsium. Absorpsi
kalsium paling baik terjadi dalam keadaan asam. Asam klorida
yang dikeluarkan lambung membantu absorpsi kalsium
dengan cara menurunkn pH di bagian atas duodenum.
22 | Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan
Aktivitas fisik berpengaruh baik terhadap absorpsi
kalsium. Laktosa meningkatkan absorpsi bila tersedia cukup
enzim laktase. Sebaliknya, bila terdapat defisiensi laktase,
laktosa mencegah absorpsi kalsium. Lemak dapat
meningkatkan waktu transit makanan melalui saluran cerna,
dengan demikian memberi waktu lebih banyak untuk absorpsi
kalsium.
Sedangkan faktor yang menghambat penyerapan
kalsium adalah kekurangan vitamin D dalam bentuk aktif.
Asam oksalat yang terdapat dalam bayam, sayuran lain dan
kakao membentuk garam kalsium oksalat yang tidak larut,
sehingga menghambat absorpsi kalsium). Selain itu, kosumsi
tinggi serat dapat menurunkan absorpsi kalsium, diduga
karena serat menurunkan waktu transit makanan dalam
saluran cerna sehingga mengurangi kesempatan untuk
absorpsi.
Rasio konsumsi kalsium fosfor agar dapat dimanfatkan
secara optimal dianjurkan adalah 1:1 dalam makanan,
konsumsi fosfor yang lebih tinggi dapat mengahambat
absorpsi kalsium karena fosfor dalam suasana basa
membentuk kalsium fosfat yang tidak larut air. Konsumsi
kalsium hendaknya tidak melebihi 2500 mg sehari. Batu ginjal
atau gangguan ginjal dapat disebabkan karena kelebihan
kalsium. Disamping itu, kelebihan kalsium dapat menyebabkan
konstipasi (susah buang air besar). Kelebihan kalsium bisa
terjadi bila menggunakan suplemen kalsium berupa tablet.
Protein dan kalsium dapat mepengaruhi tingkat
aktivitas fisik. Anak yang aktif memiliki kebutuhan protein
yang lebih tinggi. Sebagai sumber energi, protein bersama
dengan karbohidrat sebagai sumber tenaga ketika beraktivitas.
Energi dari protein akan digunakan sebagai sumber energi
Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan| 23
ketika tubuh kekurangan energi dari karbohidrat dan lemak
sebagai sumber tenaga.
Besaran kandungan kalsium di dalam tubuh manusia
sebanyak 2% dan sisanya sebesar (98%) berada di dalam
tulang. Kalsium juga sangat penting untuk kontraksi otot.
Kontraksi otot yang baik sangat penting bagi kemampuan
tubuh dalam beraktivitas fisik. Kalsium dan protein berperan
penting dalam memelihara saraf, memelihara otot serta
menjaga kesehatan tulang (15).
Tubuh juga memerlukan berbagai zat gizi untuk
melakukan aktivitas fisik dan mencapai tingkat kebugaran
yang optimal, seperti vitamin, mineral, dan cairan. Salah satu
mineral yang dapat meningkatkan aktivitas fisik adalah
mineral kalsium. Kalsium dan protein sama-sama berperan
dalam kontraksi otot. Kalsium memiliki berbagai fungsi dalam
tubuh, salah satunya berperan dalam kontraksi otot (15).
Asupan kalsium sangat penting untuk kesehatan tulang
karena asupan mineral ini berperan penting dalam
pembentukan massa tulang. Tulang yang sehat memungkinkan
seseorang untuk beraktivitas. Kekurangan kalsium
memberikan efek negatif bagi tubuh. Tidak hanya kalsium,
anak-anak dengan asupan energi dan zat gizi yang kurang akan
mengalami kelelahan mental dan fisik, sulit berkonsentrasi,
serta terlambatnya perkembangan kognitif dan perilaku.
Kekurangan zat gizi mengakibatkan anak mudah lelah, tidak
dapat melakukan aktivitas fisik yang lama, sulit berpikir, dan
terganggunya proses belajar (15).
Kalsium bermanfaat untuk membantu proses
pembentukan tulang dan gigi serta diperlukan dalam
pembekuan darah, kontraksi otot, transmisi sinyal pada sel
saraf. Fungsi utama dari kalsium antara lain sebagai penggerak
dari otot-otot, deposit utamanya berada di tulang dan gigi,
24 | Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan
apabila diperlukan kalsium ini dapat berpindah ke dalam
darah. Jumlah kalsium di dalam tubuh lebih besar daripada
unsur mineral lainnya. Diperkirakan 2% berat badan orang
dewasa atau 1,0 – 1,4 kg terdiri dari kalsium, pada bayi 25-30
gram. Setelah usia 20 tahun secara normal akan terjadi
penempatan sekitar 1200 gram kalsium dalam tubuh. Sebagian
besar kalsium terkonsentrasi dalam tulang rawan dan gigi,
sisanya terdapat dalam cairan tubuh dan jaringan lunak.
Sumber kalsium terdapat pada susu dan keju, yang
tidak dapat diragukan lagi merupakan sumber kalsium yang
terkaya dari makanan sehari-hari. Sebagian besar makanan
lain mengandung jumlah yang lebih sedikit, misal kacang-
kacangan, kuning telur, kol, kembang kol, lobak hijau dan
asparagus.
Kalsium masuk dalam tubuh melalui penyerapan di
usus halus, kalsium yang tidak diserap diekskresikan melalui
feses dan perubahan tingkat penyerapan diusus halus dan
ekskresi di urine mengendalikan jumlah yang ada dalam tubuh.
Metabolisme diatur oleh hormon paratiroid. Sejumlah besar
kalsium yang diekskresikan akan dikeluarkan bersama feses
tetapi sejumlah kecil kalsium diekskresi di urine.
Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan| 25
BAB 4
PERAN BESI
PADA PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
Malnutrisi seperti anemia defisensi besi memberikan
dampak yang luas termasuk menurunkan regulasi panas,
gangguan saluran cerna, disfungi imunitas, dan menurunkan
kemampuan kognitif. Anak yang kekurangan gizi mengalami
hambatan dalam perkembangan motorik, demikian pula
dengan anak yang anemia defisiensi besi. Anemia akibat
kekurangan besi dapat mempengaruhi pertumbuhan serta
perkembangan, karena zat besi sangat diperlukan untuk
pembelahan sel dan sintesis haemoglobin. Selain itu besi juga
berperan dalam sintesis DNA, sitokrom mitokondria dan
neurotransmiter. Jadi, kekurangan besi dapat mengganggu
sintesis DNA (12).
Rendahnya anak balita mengonsumsi zat besi akan
berpengaruh terhadap status gizi anak balita dan dapat terjadi
kekurangan zat besi, sehingga mengakibatkan kadar
hemoglobin (Hb) darah menurun dan menyebabkan anemia.
Dampak anemia antara lain berpengaruh terhadap
pertumbuhan dan perkembangan bayi, dan penurunan fungsi
imunitas. Dampak lain anemia adalah meningkatkan kematian
pada bayi, dan terjadi keterlambatan perkembangan
psikomotor. Penurunan cadangan besi di otak akan
berpengaruh terhadap sintesa enzim, penurunan
neurotransmiter seperti dopamin, serotinin, dan noradrenalin
yang dapat menyebabkan perubahan perilaku dan penurunan
kemampuan anak. Zat besi juga merupakan mikronutrien
penting dalam proses biologi yang dilakukan oleh sel darah
merah dimana pembuatan sel darah merah membutuhkan
hemoglobin dan zat besi merupakan komponen yang penting.
26 | Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan
Efek defisiensi besi pada anak adalah pada mental dan
gangguan pertumbuhan (16).
Kekurangan nutrisi pada 1000 hari pertama kehidupan
dapat menyebabkan stunting dan ketidak mampuan
pengembangan kognitif dan produktifitas ekonomi (17).
Kekurangan zat besi pada awal kehidupan dapat menyebabkan
gangguan perkembangan otak dan efek perkembangan lainya.
Zat besi sangat penting untuk perkembangan otak, anemia
menyebabkan kekurangan energi metabolisme, pembentukan
mielin dan fungsi memori.
Asupan makanan yang rendah akan mengakibatkan
kelaparan tersembunyi atau masalah gizi yang tidak kasat
mata, hal ini disebabkan karena kurangnya zat gizi mikro,
seperti zat besi dan Zink. Makanan yang sering dikonsumsi
berupa makanan yang tinggi akan karbohidrat, namun rendah
akan bahan makanan seperti lauk hewani, buah dan sayur.
Pada usia dini, balita yang kekurangan zat besi dapat
menyebabkan gangguan kognitif, fisik serta peningkatan risiko
kematian. Hal tersebut dikarenakan zat besi memegang peran
sebagai mengedar oksigen semua jaringan tubuh. Jika
oksigenasi ke jaringan tulang berkurang, maka tulang tidak
akan tumbuh dengan maksimal. Selain itu, balita yang
mengalami defisiensi zink juga mudah terkena penyakit infeksi
dan gangguan pertumbuhan. Zink berperan untuk
memproduksi hormon pertumbuhan (18).
Balita memerlukan zat besi untuk pertumbuhan karena
sebagian besar transferin darah membawa zat besi ke sumsum
tulang dan bagian tubuh yang lain. Asupan zat besi disimpan
dalam otot dan pada sumsum tulang belakang. Jika kecukupan
zat besi inadekuat, maka simpanan zat besi pada sumsum
tulang belakang yang digunakan untuk memproduksi
Hemoglobin (Hb) menurun. Hb berfungsi sebagai pembawa
Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan| 27
oksigen dari paru-paru keseluruh tubuh. Saat Hb menurun,
eritrosit protoporfirin bebas akan meningkat yang akan
mengakibatkan sintesis heme berkurang dan ukuran eritrosit
akan mengecil (eritrosit mikrositik). Kondisi yang seperti ini
akan mengakibatkan anemia besi. Selain dapat menyebabkan
anemia besi, defisiensi besi juga dapat menurunkan
kemampuan imunitas tubuh, sehingga penyakit infeksi mudah
masuk kedalam tubuh. Anemia besi dan penyakit infeksi yang
berkepanjangan akan menimbulkan dampak pada
pertumbuhan linier anak (18).
Cadangan besi yang dimiliki oleh bayi baru lahir cukup
untuk memenuhi kebutuhan sampai usia 6 bulan. ASI memiliki
kandungn besi ± 0,35 mg/liter, pada saat usia bayi 6-12 bulan
kebutuhan zat besi meningkat sehingga diperlukan tambahan
zat besi dari makanan. Zat besi menggunakan alat transport
transferrin untuk absorpsi, namun sebagian zink juga
menggunakan transferrin sebagai alat transport. Sehingga,
asupan zink tidak boleh lebih dari asupan zat besi. Apabila
asupan zink melebihi zat besi maka absorpsi zink akan
terhambat dan fungsinya tidak akan berjalan normal.
Bayi sebelum usia 24 bulan rentan terkena defiseinsi
besi, hal ini dikarenakan cadangan besi pada saat kehamilan
berkurang dan diet makanan kurang mengandung zat besi.
Cadangan besi pada bayi baru lahir akan bertahan sampai
umur 4-6 bulan dan kejadian anemia pada anak biasa terjadi
mulai umur 9 bulan. Akan tetapi akan berbeda dengan bayi
yang lahir prematur, cadangan besi bisa digunakan sampai
umur 3-4 bulan sehingga prematur merupakan faktor risiko
untuk terjadi anemia (16).
Defisiensi besi adalah berkurangnya jumlah total besi
di dalam tubuh. Anemia defisiensi besi terjadi ketika defisiensi
besi yang terjadi cukup berat sehingga menyebabkan
28 | Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan
eritropoesis terganggu dan menyebabkan terbentuknya
anemia. Keadaan ini akan menyebabkan kelemahan sehingga
menjadi halangan untuk beraktivitas dan juga mengganggu
pertumbuhan dan perkembangan pada anak.
Anemia defisiensi besi (ADB) merupakan salah satu
masalah kesehatan utama di Indonesia. Anemia defisiensi besi
pada anak saat ini masih menjadi masalah gizi yang serius di
Indonesia. Dampak anemia pada remaja putri menyebabkan
terhambatnya pertumbuhan, rentan infeksi, mudah letih, dan
menurunnya semangat belajar. Anemia gizi besi adalah anemia
yang terjadi akibat kekurangan zat besi dalam darah, artinya
konsentrasi hemoglobin dalam darah berkurang karena
terganggunya pembentukan sel-sel darah merah akibat
kurangnya zat besi yang terjadi akan semakin berat pula
anemia yang diderita (19).
Zat besi digolongkan sebagai zat gizi esensial bagi
pertumbuhan anak. Kekurangan asupan zat besi dapat
menyebabkan timbulnya anemia pada anak. Zat besi bersama
dengan protein membentuk hemoglobin yang terdapat dalam
sel darah merah serta yang bertanggung jawab untuk mengikat
oksigen dan mendistribusikannya keseluruh tubuh. Asupan zat
besi yang tidak memadai berarti kurangnya oksigen yang
disampaikan ke jaringan-jaringan. Mengakibatkan seseorang
merasa cepat lelah, lesu dan tidak dapat berkonsentrasi
dengan baik karena kurangnya oksigen. Sering ditemui juga
pada remaja putri yang kerap mengkonsumsi makanan yang
banyak mengandung zat penghambat besi seperti fitat
(kedelai, jagung dan jenis kacang-kacangan lainnya), tannin
(pada teh, kopi, bayam) dan zat kapur/kalsium (susu dan keju)
sehingga dapat menghambat penyerapan zat besi (19).
Anemia adalah kondisi dimana jumlah sel darah merah
dan kapasitas oksigen dalam tubuh tidak mencukupi.
Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan| 29
Penyebab utama terjadinya anemia adalah kekurangan zat
besi. Dampak dari anemia bagi anak antara lain yaitu
meningkatnya angka kesakitan dan kematian, terhambatnya
pertumbuhan fisik dan otak, terhambatnya perkembangan
motorik, mental serta kecerdasan. Anak-anak yang menderita
anemia akan tampak terlihat lebih penakut serta menarik diri
dari pergaulan sosial, tidak bereaksi terhadap stimulus.
Beberapa faktor yang mempermudah dan menghambat
absorbsi zat besi dalam tubuh. Mengkonsumsi buah-buahan
yang kaya akan kandungan vitamin C sangatlah berperan
dalam absorbsi besi dengan jalan meningkatkan absorbsi zat
besi non hem hingga empat kali lipatnya. Sedangkan faktor
yang menghambat absorbsi zat besi yaitu tanin dalam teh, fitat,
fosfat dan serat dalam bahan makanan.
Etiologi kekurangan zat besi disebabkan oleh
keseimbangan negatif antara masukan dan pengeluaran zat
besi. Pada keadaan yang berhubungan dengan pertumbuhan
yang cepat, seperti pada bayi, anak, remaja, dan ibu hamil
masukan besi sulit membuat keseimbangan positif. Sebagian
besar penduduk yang mengalami kekurangan zat besi,
terutama di negara yang sedang berkembang termasuk
Indonesia, disebabkan oleh sedikitnya asupan makanan yang
mengandung zat besi dan rendahnya konsumsi makanan yang
mengandung zat gizi lainnya yang mempunyai konstribusi
terhadap absorbsi dan metabolisme zat besi seperti misalnya
vitamin C.
Apabila dilihat dari kelompok jenis kelamin, proporsi
anemia dan anemia kurang besi pada kelompok usia muda
(1,0-2,9 tahun) tidak jauh berbeda antara anak perempuan
dengan laki-laki, namun pada kelompok usia lebih tua (9,0-
12,9 tahun) proporsi anemia dan anemia kurang besi
ditemukan lebih besar pada anak perempuan dibandingkan
30 | Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan
anak laki-laki. Hal ini kemungkinan disebabkan karena
sebagian anak perempuan usia 9,0-12,9 sudah mendapat
menstruasi sehingga mengalami kehilangan darah. Negara
Indonesia termasuk salah satu dari beberapa negara
berkembang yang paling banyak terjadi kejadian anemia
dengan penyebabnya kekurangan zat besi akibat asupan zat
besi yang rendah. Sementara itu, masa pertumbuhan cepat
terjadi pada kelompok umur 9,0-12,9 tahun, sehingga tubuh
memerlukan banyak zat besi untuk pertumbuhan (20).
Remaja putri merupakan kelompok risiko tinggi
mengalami anemia dibandingkan remaja putra hal ini terjadi
karena dimana kebutuhan absorpsi zat besi memuncak pada
umur 14-15 tahun pada remaja putri, sedangkan pada remaja
putra satu atau dua tahun berikutnya. Faktor risiko utama
anemia defisiensi besi adalah asupan zat besi yang rendah,
penyerapan zat besi yang buruk, dan periode kehidupan ketika
kebutuhan akan zat besi tinggi seperti pada masa
pertumbuhan, kehamilan, dan menyusui. Kebutuhan zat besi
yang tinggi pada remaja putri terjadi pada saat masa
menstruasi (21).
Dampak dari anemia pada remaja putri sekaligus status
gizi yang buruk memberikan kontribusi negatif bila terjadi
hamil pada usia remaja ataupun saat dewasa yang dapat
menyebabkan kelahiran bayi dengan berat badan lahir rendah,
kesakitan bahkan kematian pada ibu dan bayi. Selain itu,
anemia juga mempunyai dampak negatif terhadap
perkembangan fisik serta kognitif pada remaja. Sel darah putih
yang berperan sebagai komponen imunitas tubuh tidak dapat
bekerja secara efektif dalam keadaan defisiensi besi. Selain itu
enzim mieloperoksidase yang berperan dalam sistem
kekebalan juga terganggu fungsinya bila defisiensi besi.
Anemia defisiensi besi dapat memengaruhi fungsi sel darah
Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan| 31
putih sehingga menurunkan kemampuannya untuk
menghancurkan organisme yang menyerang (21).
Remaja perempuan lebih berisiko menderita anemia
jika dibandingkan dengan remaja laki-laki, hal ini di karenakan
setiap bulan remaja perempuan mengalami menstruasi. Di
samping itu, remaja perempuan sering kali menjaga
penampilan, ingin kurus sehingga berdiet dan mengurangi
makanan apalagi hanya mengonsumsi makanan sumber nabati
yang menyebabkan asupan protein hewani dan zat besi akan
lebih rendah. Komponen utama dari zat besi yaitu memegang
peranan penting dalam pembentukan darah (mensintesis
hemoglobin). Asupan zat besi yang kurang dari AKG tidak akan
langsung mempengaruhi kadar hemoglobin karena tubuh
masih memiliki cadangan besi di hati, ditambah lagi jika
disertai dengan asupan vitamin C yang cukup akan membantu
penyerapan zat besi lebih optimal. Penurunan kadar
hemoglobin terjadi setelah cadangan zat besi habis, yang
diawali dengan penurunan kadar feritin (22).
Masalah kekurangan gizi yang terjadi selain
disebabkan oleh defisiensi asupan makronutrien, dapat juga
disebabkan defisiensi asupan zat mikronutrien. Jenis
mikronutrien yang telah diketahui manfaatnya dan sangat vital
pada pertumbuhan serta perkembangan tubuh manusia yaitu
zat besi dan zink. Zat besi (Fe) sangat diperlukan oleh tubuh
untuk pertumbuhan, membantu kerja berbagai macam enzim
dalam tubuh, menanggulangi infeksi, membantu kerja usus
untuk menetralisir zat-zat toksin dan yang paling penting
adalah untuk pembentukan hemoglobin. Defisiensi zat besi
merupakan defisiensi mikronutrien yang paling banyak terjadi
di dunia sehingga dapat menyebabkan pertumbuhan dan
perkembangan yang lambat serta penurunan pada
perkembangan kognitif. Mekanisme peranan besi dalam
32 | Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan
pertumbuhan belum jelas. Ada beberapa pendapat ahli tentang
peran zat besi sebagai komponen enzim dan komponen
sitokrom yang berpengaruh terhadap pertumbuhan. Antara
lain yaitu sebagai komponen enzim ribonukleotida reduktase
yang berperan dalam sintesis DNA yang bekerja secara tidak
langsung terhadap pertumbuhan jaringan yang kemudian
dapat berpengaruh pada pertumbuhan. Selain itu besi sebagai
komponen sitokrom berperan dalam produksi Adenosine
Triphosphate (ATP) dan sintesis protein yang juga
berpengaruh pada pertumbuhan jaringan.
Makanan sumber zat besi yang banyak dikonsumsi
anak adalah daging ayam, kerang, ikan. Dengan konsumsi
makanan tersebut diatas, maka nilai asupan anak banyak yang
memiliki asupan cukup sampai berlebih. Peran zat besi sebagai
komponen enzim dan komponen sitokrom yang berpengaruh
terhadap pertumbuhan. Antara lain yaitu sebagai komponen
enzim ribonukleotida reduktase yang berperan dalam sintesis
DNA yang bekerja secara tidak langsung terhadap
pertumbuhan jaringan yang kemudian dapat berpengaruh
pada pertumbuhan. Selain itu besi sebagai komponen sitokrom
berperan dalam produksi Adenosine Triphosphate (ATP) dan
sintesis protein yang juga berpengaruh pada pertumbuhan
jaringan.
Pada dasarnya tidak ada suatu bahan makanan yang
lengkap mengandung semua zat makanan dalam jumlah yang
mencukupi untuk tubuh, oleh karena itu perlu berbagai bahan
makanan untuk menjamin agar semua zat gizi yang diperlukan
tubuh dapat dipenuhi dalam jumlah yang mencukupi (23).
Zat besi didalam tubuh dibagi menjadi dua bagian:
1. Fungsional dalam bentuk hemoglobin, sebagian kecil
dalam bentuk mioglobin, jumlah yang sangat kecil tetapi
vital adalah hem enzim dan non hem enzim.
Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan| 33
2. Reserve (simpanan) tidak mempunyai fungsi fisiologi
selain daripada sebagai buffer yaitu menyediakan zat besi
kalau dibutuhkan untuk kompartmen fungsional.
Fungsi dari fe (zat besi) yaitu :
1. Sebagai alat angkut oksigen dari paru paru ke jaringan
tubuh
2. Alat angkut elektron di dalam sel
3. Bagian terpadu reaksi enzim di dalam tubuh
Kebutuhan Fe (zat besi) yaitu:
1. Pada bayi, anak dan remaja yang mengalami masa
pertumbuhan, maka kebutuhan zat besi untuk
pertumbuhan perlu ditambahkan sejumlah zat besi yang
dikeluarkan lewat basal.
2. Kebutuhan zat besi relatif lebih tinggi pada bayi dan anak
dari pada orang dewasa apabila dihitung berdasarkan per
kg berat badan.
Tabel 4. Angka Kecukupan Besi untuk balita
Kelompok Umur Kebutuhan Besi (mg)
Balita 0-6 bln -
7-11 bln 7
1-3 th 8
4-6 th 9
Sumber: Angka Kecukupan Gizi (AKG), 2019
Status gizi yang baik merupakan indikator yang sangat
penting dalam membantu proses pertumbuhan dan
perkembangan khususnya bagi perkembangan kognitif/otak
anak. Salah satu zat gizi mikro (mikronutrient) yang berperan
penting dalam perkembangan kognitif/otak sehingga
34 | Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan
membantu dalam meningkatkan prestasi belajar anak
diantaranya yaitu zat besi (Fe) dan zink (24).
Defisiensi zat besi (Fe) dapat berdampak pada
terjadinya anemia gizi besi dan dapat berpengaruh negatif
terhadap fungsi otak sehingga mengakibatkan prestasi belajar
anak menurun, sedangkan jika terjadi defisiensi zink (Zn)
dapat berdampak pada terjadinya gangguan pertumbuhan
dan kematangan seksual. Zat besi (Fe) dan zink (Zn)
merupakan salah satu mikronutrien yang berfungsi dalam
perkembangan otak terutama pada fungsi sistem penghantar
syaraf (Neurotransmiter) sehingga berperan dalam
peningkatan kecerdasan otak dan kemampuan belajar pada
anak. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi
peningkatan yang nyata pada memori dan konsentrasi anak
dalam belajar serta kecerdasan otak anak atau IQ setelah
diberikan suplemen zat besi dan seng (24).
Salah satu peranan penting dari zat besi (Fe) dalam
tubuh adalah sebagai kofaktor yang digunakan untuk
mengaktifkan enzim Mono Amin Oksidase (MAO) yang berada
pada otak yang berfungsi untuk meningkatkan daya
konsetrasi. Defisiensi zat besi dapat berpengaruh negatif
terhadap fungsi otak, terutama terhadapat fungsi sistem
neurotransmiter (pengantar saraf) sehingga akibatnya
kepekaan reseptor saraf dopamin berkurang dan pada
akhirnya hilang hingga daya konsentrasi, daya ingat, serta
kemampuan belajar terganggu (24).
Anemia terjadi karena beberapa faktor diantaranya
pendarahan akibat kecelakaan atau menstruasi, menderita
kecacingan atau penyakit infeksi, dan konsumsi zat gizi yang
kurang. Kurangnya asupan zat gizi terutama asupan zat besi
dan zat lain yang dapat meningkatkan penyerapan zat besi
Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan| 35
seperti vitamin C dan protein dapat meningkatkan resiko
terjadinya anemia (25).
Masa pertumbuhan yang terjadi pada remaja putri
menyebabkan kebutuhan zat gizi meningkat. Kebutuhan zat
besi pada remaja putri lebih banyak dari pada remaja laki-laki
karena di setiap bulannya remaja putri mengalami menstruasi
yang menyebabkan pengeluaran zat besi meningkat dan
berdampak pada kurangnya zat besi dalam darah, sehingga
memicu terjadinya anemia. Lama menstruasi pada remaja
rata-rata antara 7-8 hari. Rata- rata volume darah yang keluar
33,2 ±16 cc sehingga kemungkinan besar wanita lebih sering
mengalami anemia defisiensi zat besi daripada pria.
Semakin rendah asupan protein maka semakin rendah
juga kadar hemoglobin. Protein memiliki peranan penting
dalam penyerapan zat besi didalam tubuh. Apabila asupan
protein kurang maka yang terjadi penyerapan zat besi
terhambat dan akan menimbulkan kekurangan zat besi (25).
36 | Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan
BAB 5
PERAN YODIUM
PADA PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
Yodium merupakan zat mineral mikro yang penting
dan harus tersedia didalam tubuh yang berfungsi untuk
pembentukan hormon tiroid serta berguna untuk proses
metabolisme di dalam tubuh. Gangguan akibat kekurangan
yodium (GAKY) merupakan salah satu masalah gizi mikro di
Indonesia yang mempunyai dampak langsung ataupun tidak
langsung pada kelangsungan hidup dan kualitas sumber daya
manusia.
Tabel 5. Spektrum GAKY:
Kelompok rentan Dampak
Janin a. Keguguran
b. Lahir mati
c. Cacat bawaan
d. Meningkatkan kematian perinatal
e. Meningkatkan kematian bayi
f. Kretin endemik
g. Bisu-tuli
Neonatus a. Gondok neonatal
b. Hipotiroid neonatal
c. Keterbelakangan mental
d. Kepekaan terhadap radiasi
meningkat
Anak dan remaja a. Gondok
b. Hipotiroid subklinik
c. Gangguan pertumbuhan fungsi fisik
d. Gangguan fungsi mental
e. Kepekaan terhadap radiasi
meningkat
Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan| 37
Kelompok rentan Dampak
Dewasa
a. Gondok dengan komplikasinya
b. Hipotiroid
c. Gangguan pertumbuhan fisik
d. Kepekaan terhadap radiasi
meningkat
e. Iodine induced hyperthyroidism
(IIH)
f. Hipertiroid yang spontan di masa
tua
Kekurangan yodium pada ibu hamil dapat
menyebabkan abortus, kelainan bawaan pada bayi yang akan
dilahirkan, bayi lahir mati, meningkatkan angka kematian
prenatal, serta akan melahirkan bayi yang kretin dengan
retardasi mental, muka dan tangan sembab, pendek, serta
terjadi kelemahan otot. Dampak dari GAKY lainnya yaitu
hipertiroid, jika pada ibu hamil akan mengakibatkan bayi yang
dikandungnya akan lahir dengan hipertiroidisme neonatal,
berat badan lahir rendah dan kemungkinan besar juga akan
mengalami cacat bawaan. Saat awal kehamilan, pemeriksaan
tiroid sangat diperlukan untuk mendeteksi ada tidaknya
gangguan, sehingga ibu dan anak yang akan dilahirkan dalam
keadaan sehat dan tidak mengalami kelainan.
Asupan makronutrien (zat makro) dan mikronutrien
(zat mikro) apabila tidak memenuhi kebutuhan akan
mengganggu pertumbuhan fisik dan kecerdasan balita. Salah
satu mikronutrien (zat mikro) yang mempengaruhi hormon
pertumbuhan adalah yodium. Yodium merupakan salah satu
zat gizi esensial yang ditemukan dalam jumlah yang sangat
sedikit di dalam tubuh. Yodium merupakan bagian dari
hormon tiroksin yang berfungsi untuk pengaturan
38 | Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan
pertumbuhan dan perkembangan anak. Metabolisme yodium
berkaitan dengan hormon pertumbuhan (Growth
Hormone/GH) yang memiliki peran penting dalam
pertumbuhan. Hasil dari metabolisme yodium mempunyai
fungsi dalam laju metabolisme zat gizi, transportasi zat gizi,
dan lain sebagainya. Apabila terjadi defisiensi/kekurangan
yodium secara tidak langsung akan menyebabkan defisiensi
hormon tiroid dan defisiensi Growth Hormone. Hal tersebut
dapat mengganggu pertumbuhan dan metabolisme zat gizi
dalam tubuh seperti terganggunya pertumbuhan sel atau
fungsi zat gizi yang lain. Defisiensi yodium dapat menyebabkan
terganggunya pertumbuhan dan perkembangan, seperti
kretinisme dan menurunnya kecerdasan (26).
Kelebihan asupan yodium akan menimbulkan
gangguan fungsi tiroid, apabila terjadi dalam jangka waktu
yang panjang. Gangguan fungsi tiroid salah satunya adalah
hipertiroid yang disebabkan oleh autoimun, tiroiditis (radang
kelenjar tiroid), dan kelebihan asupan yodium. Asupan yodium
yang tinggi juga memiliki risiko hipotiroidisme. Konsumsi
yodium yang sangat tinggi berhubungan dengan gondok dan
peningkatan serum TSH, mengindikasikan kerusakan fungsi
tiroid (26).
Penggunaan garam beryodium dapat mempengaruhi
status gizi anak hal ini di karenakan yodium merupakan salah
satu zat gizi yang berperan dalam pertumbuhan anak.
Penggunaan garam beryodium selama ini lebih sering
dikaitkan dengan kejadian stunting. Penggunaan garam
beryodium dapat mempengaruhi status gizi anak (TB/U)
karena yodium adalah salah satu zat gizi yang mempunyai
peran dalam pertumbuhan. Senyawa T3 adalah senyawa yang
berfungsi untuk mengontrol laju metabolisme basal sel (27).
Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan| 39
Yodium sangat diperlukan dalam membantu produksi
senyawa T3 pada tubuh. Senyawa T3 adalah senyawa yang
berfungsi untuk mengontrol laju metabolisme basal sel.
Apabila tubuh mengalami kekurangan kadar senyawa T3
karena tidak terpenuhinya kebutuhan yodium, maka laju
metabolisme basal sel akan menjadi rendah, sehingga hal
tersebut dapat mengakibatkan proses tumbuh kembang yang
terjadi di dalam tubuh manusia menjadi terganggu sekaligus
terhambat. Anak yang mengalami kekurangan yodium dapat
mengalami retardasi pertumbuhan sehingga anak tersebut
stunting, hal tersebut terjadi karena pada anak yang
kekurangan yodium akan terjadi penurunan laju metabolisme,
retensi nitrogen rendah, dan beberapa fungsi sistem organ
akan lebih rendah. Selain itu, hal tersebut juga dapat
menyebabkan jaringan tulang tidak matang karena maturasi
epifase terlambat sehingga pertumbuhan tulang panjangpun
akan terhambat (27).
Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY)
merupakan spektrum luas dari gangguan pertumbuhan serta
perkembangan fisik maupun psikis/mental dengan gambaran
yang sangat bervariasi sesuai dengan tingkat tumbuh kembang
manusia akibat kekurangan yodium. Yodium adalah unsur gizi
mikro yang berfungsi untuk pembentukan hormon tiroid,
tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3), yang berguna dalam
proses pengembangan susunan saraf pusat dan proses tumbuh
kembang manusia. Hal ini menunjukkan adanya kaitan erat
yodium dengan perkembangan mental dan kecerdasan. Oleh
karena itu, semakin besar angka prevalensi GAKY di Indonesia
maka akan menghambat pembangunan SDM di Indonesia.
Salah satu faktor penyebab terjadinya kejadian GAKY
adalah faktor konsumsi. Sumber makanan tinggi yodium
berpengaruh terhadap kejadian GAKY. Kurangnya konsumsi
40 | Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan
makanan sumber yodium merupakan salah satu penyebab
terjadinya pembesaran gondok. Zat goitrogenik dalam bahan
makanan yang dikonsumsi satiap hari akan menyebabkan zat
yodium dalam tubuh tidak berguna, karena zat goitrogenik
tersebut mengahambat absorbsi dan metabolisme mineral
yodium yang telah masuk ke dalam tubuh. Goitrogenik
menghasilkan substansi yang bersaing dengan kelenjar tiroid
dalam mengambil yodium yaitu senyawa glikosida sianogenik
yang terdapat dalam ubi jalar, ketela, rebung dan jagung. Selain
itu goitrogenik juga menghasilkan substansi yang mencegah
pengambilan yodium oleh kelenjar tiroid yaitu goitrin. Goitrin
banyak dihasilkan oleh tanaman kubis.
Kekurangan yodium serta zat besi ialah masalah gizi
dinegara Indonesia. Keduanya merupakan zat yang sangat
dibutuhkan tubuh agar dapat berfungsi normal dan untuk anak
yang sedang tumbuh, sehingga kekurangan yodium dan zat
besi akan mempengaruhi status gizi. Fungsi yodium
diantaranya yaitu:
1. Mengatur pemanfaatan gula
2. Mengontrol pertumbuhan
3. Mengurangi ketegangan
4. Menenangkan pikiran
5. Menjaga rambut, gigi, dan kuku agar tetap sehat
6. Unsur utama dari hormon tiroid
Dampak dari defisiensi yodium terlihat pada seluruh
perkembangan, terutama pada janin. Kekurangan yodium
dapat berdampak pada :
1. Pembesaran kelenjar tiroid yang dikenal sebagai struma
sederhana yang disertai pembengkakan kaki atau jari kaki,
pembesaran kelenjar, lapar yang berlebihan, sakit
neuralgis dijantung, dll.
Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan| 41
2. Pembesaran kelenjar tiroid meningkat sesuai umur dan
mencapai maksimum pada usia remaja.
3. Anak-anak yang kekurangan yodium akan mengalami
hambatan pertumbuhan (kerdil), dan mengalami
keterbelakangan kecerdasan.
Yodium merupakan zat gizi mikro yang dibutuhkan
untuk pertumbuhan sekaligus perkembangan fisik dan
mental. Sekitar 75 % dari yodium ada di dalam kelenjar tiroid
di mana yodium ini digunakan untuk sistesis hormon tiroksin,
tetraiodotironin (T4) dan Triiodotironin (T3). Hormon-
hormon tersebut sangatlah penting selama perkembangan
embrio dan dalam mengatur kecepatan metabolisme serta
dalam produksi kalori atau energi.
Yodium diekskresikan melalui saluran kencing (urin),
sehingga dapat digunakan sebagai indikator dalam
menentukan status yodium seseorang. Tingkat ekskresi yang
rendah (25 – 20 mg I/g creatin) menunjukan status kadar
yodium rendah yang umumnya terkait dengan risiko
kekurangan yodium. Yodium dapat diperoleh dari berbagai
jenis makanan. Makanan yang berasal dari laut seperti ikan
laut merupakan sumber yodium alamiah. Sumber yodium
yang lain umumnya adalah garam dan mineral yang
difortifikasi.
Defisiensi yodium dapat menyebabkan berbagai
kelainan terkait dengan fungsi yodium itu sendiri. Kekurangan
yodium diantaranya dapat mempengaruhi kecerdasan mental,
gangguan pertumbuhan, kretin endemik, hipotiroidisme,
pembesaran kelenjar gondok, serta gangguan neurologis.
Gangguan akibat kekurangan yodium yaitu sekumpulan gejala
atau kelainan yang ditimbulkan karena tubuh menderita
kekurangan yodium secara terus-menerus dalam waktu lama
yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan.
42 | Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan
Gangguan ini bisa dicegah dengan mengatasi kekurangan
yodium. Dengan mengkonsumsi makanan yang kaya yodium
dapat menekan atau bahkan dapat mengurangi besarnya
prevalensi gondok.
Apabila gangguan akibat kekurangan yodium terjadi
pada wanita usia subur dapat mengakibatkan bayi yang
dilahirkan akan mengalami retardasi mental, tuli, bisu dan
mata juling. Wanita usia subur ialah wanita yang masih berada
dalam usia repodukif, yaitu di antara usia 15-49 tahun. Akibat
lain yang lebih mencemaskan dari wanita usia subur yang
mengalami GAKY yaitu bayi yang dilahirkan dapat memiliki
kemampuan kognitif/ berpikir yang lebih rendah
dibandingkan dengan bayi yang dilahirkan oleh wanita usia
subur yang tidak menderita gangguan akibat kekurangan
yodium.
Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid yaitu
tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3). Pembentukan hormon
tiroid dipengaruhi oleh mekanisme umpan balik yang
melibatkan Thyroid Stimulating Hormone (TSH). Bila produksi
hormon tiroid meningkat maka produksi TSH menurun dan
sebaliknya jika produksi hormon tiroid mencukupi kebutuhan
maka produksi TSH meningkat. Selain itu pembentukannya
memerlukan mikro nutrien yodium. Yodium merupakan
mikronutrien yang sangat dibutuhkan tubuh dalam sintesis
hormon tiroid. Kekurangan yodium menyebabkan produksi
hormon tiroid berkurang sehingga mengakibatkan kelainan
yang disebut gangguan akibat kurang yodium (GAKY).
Kelompok yang paling rentan GAKY adalah ibu hamil, ibu
menyusui dan anak-anak (28).
Hormon tiroid mempunyai peran yang sangat penting
dalam berbagai proses metabolisme (protein, karbohidrat,
lemak) dan aktivitas biologik pada hampir semua organ tubuh
Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan| 43
manusia, kekurangan maupun kelebihan hormon tiroid akan
mengganggu berbagai proses metabolisme dan aktivitas
fisiologi serta mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan berbagai jaringan termasuk sistem saraf dan
otak, dengan demikian hormon ini sangat penting peranannya
pada bayi dan anak-anak yang sedang tumbuh (28).
Pada janin dan bayi, kekurangan hormon tiroid dapat
menimbulkan cacat fisik, cacat mental, kelainan saraf dan
munculnya kretin. Kretin adalah kondisi retardasi mental
disertai dengan bisu, tuli, cara berdiri dan berjalan yang khas,
hipotiroid dan pertumbuhan terhambat (short statue).
Kekurangan konsumsi yodium dalam jangka waktu
lama menjadi penyebab masalah kesehatan. Kumpulan gejala
atau kelainan yang timbul karena tubuh menderita kekurangan
yodium secara terus menerus dalam jangka waktu lama
sehingga berdampak pada pertumbuhan serta perkembangan
merupakan dampak dari gangguan akibat kekurangan yodium.
Asupan yodium yang kurang merupakan penyebab utama
terjadinya hipotiroid di beberapa daerah tertentu terutama di
daerah dataran tinggi. Rendahnya kandungan yodium dalam
air, tanah dan produk-produk pertanian menyebabkan
kurangnya asupan yodium sehingga kelenjar tiroid kekurangan
bahan baku untuk sintetis hormon tiroid. Suatu daerah yang
kekurangan yodium dengan kasus gondok yang tinggi disebut
daerah gangguan akibat kekurangan yodium endemik.
Yodium ialah komponen esensial yang dibutuhkan
tubuh untuk sintesa hormon tiroid. Fungsi tiroid dengan salah
satu indikatornya ialah kadar thyroid stimulating hormone
(TSH) atau thyrotropin hormone di dalam darah dipengaruhi
oleh kecukupan yodium. Tubuh akan berupaya memproduksi
lebih banyak hormon tiroid dengan merangsang pembesaran
kelenjar tiroid (gondok) apabila kadar hormon tirotropin
44 | Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan