dalam darah akan meningkat karena tubuh kekurangan
yodium. Keadaan ini sering disebut gangguan akibat
kekurangan yodium.
Tabel 6. Angka Kecukupan Yodium untuk Balita
Kelompok Umur Kebutuhan Yodium (mcg)
Balita 0-6 bln 90
7-11 bln 120
1-3 th 120
4-6 th 120
Sumber: Angka Kecukupan Gizi (AKG), 2019
Kekurangan yodium disebabkan oleh faktor
kekurangan asupan yodium dalam jangka waktu yang lama.
Faktor lingkungan dimana tanah, air dan tumbuhan yang
tumbuh di atasnya kekurangan atau tidak mengandung unsur
yodium juga merupakan penyebab kekurangan yodium. Garam
yodium untuk semua merupakan strategi untuk pencegahan,
penanggulangan dan eliminasi masalah gangguan akibat
kekurangan yodium yang berkesinambungan.
Pemerintah Indonesia telah melakukan fortifikasi
yodium dalam garam atau garam beryodium dengan
menggunakan kalium iodat untuk menanggulangi masalah
gangguan akibat kekurangan yodium endemik. Salah satu
alasan mengapa garam beriodium dipilih, karena garam
dikonsumsi sebagian besar masyarakat dan oleh semua
tingkatan ekonomi masyarakat. Garam disebut beryodium
adalah yodium ditambahkan pada garam dalam bentuk
apapun. Yodium dibutuhkan untuk semua umur dan jenis
kelamin.
Gangguan akibat kekurangan yodium merupakan
sekumpulan gejala yang disebabkan tubuh kekurangan yodium
Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan| 45
dalam jangka waktu lama, karenanya pembentukan tiroksin
terhambat sehingga tidak mencukupi kebutuhan. Kebutuhan
yang tidak cukup tersebut menyebabkan kelenjar tiroid
berusaha mengadakan kompensasi dengan menambahkan
jaringan kelenjar. Sel kelenjar tiroid mengalami pembesaran
untuk meningkatkan pengambilan yodium sehingga terjadi
hipertropi kelenjar gondok. Pembesaran kelenjar tiroid dapat
terjadi secara meluas sehingga menyebabkan gondok.
Gangguan akibat kekurangan yodium di Indonesia merupakan
salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius karena
dampaknya sangat besar terhadap kelangsungan hidup dan
kualitas sumber daya manusia. Gangguan akibat kekurangan
iodium pada ibu hamil menyebabkan antara lain abortus,
melahirkan bayi mati dan melahirkan bayi dengan cacat
bawaan. Cacat bawaan pada bayi ialah gangguan
perkembangan fisik dan mental, sehingga menjadi tumbuh
kretin. Gangguan ini menyebabkan penurunan prestasi belajar
pada anak usia sekolah, penurunan produktifitas kerja pada
orang dewasa dan penurunan pendapatan masyarakat.
Gangguan akibat kekurangan yodium adalah salah satu
penyebab penurunan kelangsungan hidup dan kualitas sumber
daya manusia untuk pembangunan.
Konsumsi yodium berhubungan positif dengan hasil
ekskresi yodium dalam urin. Semakin tinggi konsumsi yodium
semakin tinggi pula hasil ekskresi yodium dalam urin. Ekskresi
yodium dalam urin ialah salah satu indikator yang digunakan
untuk menilai konsumsi yodium pada saat ini atau konsumsi
yodium sehari-hari baik yang berasal dari bahan makanan
sumber yodium maupun garam. Hal ini disebabkan karena
sebagian besar yodium yang diserap oleh tubuh akan
dikeluarkan melalui urin. Rendahnya median ekskresi yodium
dalam urin menggambarkan rendahnya konsumsi yodium
46 | Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan
sehari-hari sehingga berdampak terhadap kejadian hipotiroid
dan pembesaran kelenjar gondok. Tingginya median ekskresi
yodium dalam urin menggambarkan tingginya konsumsi
yodium sehari-hari sehingga berdampak terhadap kejadian
hipertiroid (29).
Kelebihan konsumsi iodium menyebabkan kelenjar
tiroid menjadi terlalu aktif dan menghasilkan hormon tiroid
yang berlebihan atau disebut hipertiroidisme yang berakibat
kelenjar tiroid menjadi membesar seperti manifestasi klinis
pada kekurangan yodium. Tingkat kecukupan konsumsi
yodium dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor selain
mengkonsumsi bahan makanan sumber yodium dan garam.
Faktor lain yang mempengaruhi adalah dari kualitas garam,
mengkonsumsi zat goitrogenik dan ketersediaan yodium di
lingkungannya. Penyebab tingginya konsumsi yodium adalah
sebagian besar masyarakat menyukai garam kualitas baik yang
berbentuk halus, berasa asin dan berwarna putih. Wadah
tempat penyimpanan garam yang digunakan oleh sebagian
besar masyarakat sudah baik yaitu menggunakan wadah
tertutup. Tempat penyimpanan yang dipilih oleh sebagian
besar masyarakat untuk meletakkan garam sudah tepat yaitu
meja atau rak yang letaknya jauh dari kompor/tungku api.
Tempat penyimpanan ini dapat mencegah berkurangnya
yodium dalam garam akibat panas (29).
Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan| 47
BAB 6
PERAN ZINK
PADA PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
Penanganan gizi buruk selalu dikaitkan dengan
makronutrisi padahal mikronutrisi juga penting. Zink
merupakan zat yang esensial untuk kehidupan, telah diketahui
sejak lebih dari seratus tahun yang lalu. Zink merupakan
mikronutrisi yang penting untuk sintesis protein, diferensiasi
sel dan pertumbuhan. Kurangnya asupan zink dapat
menganggu pertumbuhan (30).
Peran penting zat ini untuk pertumbuhan normal dan
kesehatan manusia. Proses tumbuh dan kembang anak
merupakan proses yang berkesinambungan mulai dari
konsepsi sampai usia 18 tahun, mengikuti pola tertentu yang
khas pada setiap anak. Faktor gizi merupakan salah satu faktor
yang menentukan dan memegang peran penting dalam proses
tumbuh kembang anak, karena kebutuhan anak berbeda
dengan orang dewasa. Anak membutuhkan zink lebih banyak
untuk pertumbuhan dan perkembangan secara normal,
melawan infeksi, dan penyembuhan luka. Anak yang dalam
proses tumbuh kembang dan anak yang mengalami
kekurangan gizi mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk
mengalami kekurangan zink. Di negara berkembang, defisiensi
zink banyak dijumpai pada bayi dan anak yang menyebabkan
retardasi pertumbuhan, bersamaan dengan tingginya angka
kejadian penyakit infeksi yang berat seperti pneumonia, diare,
dan malaria. Salah satu negara berkembang yaitu Indonesia,
defisiensi zink merupakan masalah gizi pada balita disamping
karena kurangnya energi protein serta kekurangan zat gizi
yang lain seperti vitamin A, zat besi, dan yodium (31).
48 | Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan
Zink merupakan mineral mikro yang penting
peranannya. Zink pada makanan banyak dijumpai pada daging,
susu, dan beberapa makanan laut, yang berasal dari sumber
hewani diserap lebih baik daripada sumber nabati yang sering
diikat oleh fitat (32). Zink dalam makanan berkorelasi dengan
besi dan tembaga. Makanan dengan kadar besi tinggi akan
menurunkan penyerapan zink, namun dapat menurunkan
penyerapan tembaga.
Penyerapan dan metabolisme zink menyerupai
penyerapan dan metabolisme besi. Penyerapan terjadi di
duodenum, bila kadar di dalam darah rendah maka zink akan
lebih banyak diserap. Namun apabila asupan zink tinggi dan
kadar yang diserap tinggi, maka di dalam sel mukosa dinding
usus halus terbentuk protein metalotionein yang akan
mengikat zink serta masuk ke aliran darah. Zink yang diserap
dibawa oleh albumin dan transferin ke hati. Kelebihan zink
akan disimpan di hati dalam bentuk metalotionein, sisanya
disimpan di pankreas dan jaringan tubuh lainnya seperti kuku,
rambut, kulit, rambut, retina, tulang dan organ reproduksi laki-
laki/ testis. Di dalam pankreas, zink digunakan untuk membuat
enzim pencernaan, yang pada saat waktu makan akan
disekresikan ke dalam saluran cerna. Sirkulasi di dalam tubuh
dari pankreas ke saluran cerna dan kembali ke pankreas
disebut dengan sirkulasi entero-pankreatik. Metalotionein
diduga berperan dalam mengatur kadar zink di dalam cairan
intraselular.
Distribusi antara cairan ekstraselular, jaringan, dan
organ dipengaruhi oleh keseimbangan hormon. Hati
mempunyai peran penting dalam redistribusi zink dan
didistribusikan ke semua jaringan tubuh, namun dalam kadar
yang berbeda. Proporsi zink yang terbesar terdapat dalam
tulang dan otot sekitar 65%. Konsentrasi zink serum yang
Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan| 49
normal sekitar 80–140 ug/dl, ekskresi terutama melalui cairan
pankreas, intestinal dan keluar bersama feses. Pengeluaran
melalui saluran cerna lebih kurang 50% dari ekskresi zink.
Pengeluaran melalui urin sekitar 500 ug/hari, sedangkan
ekskresi melalui jaringan tubuh lain terjadi di dalam kulit,
cairan haid, sel dinding usus dan sperma.
Zink memegang peran esensial dalam banyak fungsi
tubuh, diantaranya yaitu:
1. Bagian integral dari enzim dan sebagai kofaktor enzim.
Zink berperan sebagai bagian dari 70 sampai 200 enzim,
yang sebagian besar termasuk kelompok metalloenzymes.
Sebagai contoh:
a. Karboksi-anhidrase esensial membawa karbondioksida
ke paru, sebagaimana hemoglobin yang berperan
membawa oksigen.
b. Laktat dehidrogenase dibutuhkan dalam perubahan
piruvat dan asam laktat pada proses glikolisis.
c. Alkali fosfatase dibutuhkan dalam metabolisme tulang,
kadar tinggi dijumpai di dalam leukosit.
d. Karboksi peptidase dan amino peptidase berperan
dalam proses pemindahan karboksil terminal dan
kelompok asam amino dalam metabolisme protein.
e. Alkohol dehidrogenase bekerja di hati. Oksidasi tidak
hanya etanol namun juga alkohol primer dan sekunder
yang lain seperti metanol dan etilen glikol yang
berfungsi dalam mekanisme detoksifikasi mayor.
2. Zink berperan sebagai kofaktor enzim DNA polimerase
dan RNA polimerase, yang diperlukan dalam sintesis DNA,
RNA, serta protein. Peran zink dalam pertumbuhan
jaringan terutama berhubungan dengan fungsi dalam
pengaturan sintesis protein. Metaloenzim DNA dan RNA
polimerase dan deoksitimidin kinase sangat penting
50 | Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan
dalam sintesis asam nukleat, yang dibutuhkan untuk
penyimpanan timin pada DNA. Katabolisme RNA diatur
oleh zink dengan mempengaruhi kerja ribonuklease.
Enzim deoksinukleotil-transferase, nukleosid-fosforilase,
dan reverse-transkriptase juga membutuhkan zink untuk
proses kerja. Zink juga dibutuhkan dalam proses
transkripsi DNA.
3. Sebagai bagian dari enzim kolagenase, zink berperan
dalam sintesis dan degradasi kolagen. Dengan demikian,
zink dibutuhkan dalam pembentukan kulit, metabolisme
jaringan ikat, dan penyembuhan luka.
4. Zink berperan dalam produksi hormon pertumbuhan
(Growth Hormon/GH). Zink dibutuhkan untuk
mengaktifkan dan memulai sintesis hormon pertumbuhan.
Pada defisiensi zink akan terjadi gangguan pada reseptor
GH, produksi GH yang resisten, berkurangnya sintesis
Liver Insulin Growth Factor (IGF)–I dan protein yang
membawanya/binding protein (BP).
5. Zink memobilisasi vitamin A dari hati untuk menjaga
konsentrasi yang normal dalam sirkulasi darah. Zink
penting untuk sintesis retinol-binding protein yang
mengangkut vitamin A dalam darah.
6. Zink berperan dalam fungsi imunitas, zink diperlukan
untuk fungsi sel T dan pembentukan antibodi oleh sel B.
Defisiensi zink menyebabkan atropi timus, berkurangnya
produksi limfokin, hormon yang diproduksi oleh timus,
natural killer cell, aktifitas limfosit, dan reaksi
hipersensitifitas tipe lambat. Hubungan antara zink
dengan imunitas tubuh ini telah banyak diketahui..
7. Peran zink pada fungsi indera pengecapan. Kekurangan
zink juga berhubungan dengan hipogeusia atau kehilangan
indera pengecapan/rasa. Hipogeusia biasanya disertai
Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan| 51
anoreksia (penurunan nafsu makan) dan kehilangan
indera penciuman (hiposmia). Pengaruh status zink
terhadap pertumbuhan dan nafsu makan berhubungan
erat, sehingga dampak terhadap pertumbuhan dan nafsu
makan dapat diperbaiki secara bersamaan dengan
meningkatkan asupan zink dalam makanan.
8. Zink sebagai antioksidan, infeksi pada anak menyebabkan
angka morbiditas meningkat. Infeksi akan menghasilkan
radikal bebas yang merupakan molekul reaksi cepat, yang
dapat menyebabkan kerusakan jaringan tubuh. Sebagai
antioksidan yang berguna untuk menghancurkan radikal
bebas, zink merupakan unsur intrinsik yang sangat
penting dari enzim superoksid dismutase (penghancur
utama radikal bebas), yang terdapat pada berbagai jenis
sel dan di ekstraselular. Superoksid dismutase akan
mengubah super oksigen radikal bebas menjadi hidrogen
peroksida, yang kemudian akan diubah oleh katalase
menjadi air dan oksigen. Sangat penting adanya
keseimbangan antara produksi dan pengurangan radikal
bebas dalam tubuh. Pada anak dengan gizi kurang yang
mengalami kekurangan mikronutrien termasuk zink, akan
terjadi gangguan keseimbangan ini.
9. Faktor esensial dalam stabilisasi struktur membran sel,
fungsi testikular dan spermatogenesis.
Zink berperan dalam reaksi yang luas dalam
metabolisme tubuh, kekurangan zink akan berpengaruh
banyak terhadap jaringan tubuh tertentu pada saat
pertumbuhan. Kekurangan zink sering terjadi pada bayi
dan anak, karena sedang terjadi pertumbuhan yang sangat
cepat. Penyebab kekurangan zink pada bayi dan anak
yaitu asupan dan ketersediaan yang tidak adekuat,
malabsorbsi, meningkatnya kehilangan zink dari dalam
52 | Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan
tubuh, seperti pada diare yang merupakan penyebab
terpenting kehilangan zink melalui saluran cerna. Tanda–
tanda dari defisiensi zink pada anak antara lain
kematangan seksual terlambat, mudah mengalami diare,
retardasi pertumbuhan, kelainan kulit, rambut menjadi
tipis, abnormalitas pada tulang, dan sistem imunitas.
Kekurangan zink selalu dihubungkan dengan
berkurangnya pertumbuhan pada bayi dan anak di negara
berkembang. Retardasi pertumbuhan mempunyai
prevalensi yang cukup tinggi pada anak. Lebih kurang
43% anak usia di bawah 5 tahun di dunia (±230 juta anak)
adalah pendek.
Kelebihan zink hingga 2–3 kali angka kecukupan gizi
(AKG) akan menurunkan penyerapan tembaga. Percobaan
yang dilakukan pada hewan, kelebihan zink dapat
menyebabkan degenerasi otot jantung. Kelebihan sampai
sepuluh kali AKG mempengaruhi metabolisme kolesterol,
mengubah nilai lipoprotein dan mungkin akan dapat
mempercepat timbulnya aterosklerosis. Dosis ≥2 gram
dapat menyebabkan muntah, demam, diare, anemia,
kelelahan yang sangat, dan gangguan reproduksi.
Kelebihan zink dapat menyebabkan keracunan, begitu
juga dengan makanan yang disimpan didalam kaleng yang
dilapisi seng. Dalam proses pertumbuhan, zink berperan
dalam sintesis protein yang dibutuhkan untuk
pembentukan jaringan baru, pertumbuhan serta
perkembangan tulang yang normal. Pemberian
suplementasi zink pada bayi dan anak memberikan efek
yang positif terhadap pertumbuhan.
Zink juga merupakan agen anti inflamasi dan
antioksidan pada tubuh manusia. Zink merupakan zat
mikronutrisi yang harus/mutlak ada didalam tubuh
Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan| 53
dengan jumlah yang sedikit, karena zink tidak bisa
digantikan oleh zat gizi lainnya. Kecukupan zink ini sangat
berguna untuk individu terutama pada anak yang mana
pada anak tersebut terjadi pertumbuhan dan
perkembangan.
Peran zink dalam pertumbuhan erat kaitannya dengan
peningkatan konsentrasi plasma Insulin-like Growth
Factor I (IGF-I). Insulin-like Growth Factor I merupakan
mediator hormon pertumbuhan yang berperan sebagai
suatu growth promoting factor dalam proses
pertumbuhan seseorang. Penurunan konsentrasi IGF-I
disebabkan bukan hanya karena kekurangan energi
protein tetapi juga defisiensi zink (30).
Manifestasi klinis lain yang dapat muncul pada
kekurangan asupan zink diantaranya yaitu penurunan
nafsu makan, penurunan sistem imunitas tubuh, gangguan
kulit, kemampuan penyembuhan luka yang buruk,
alopesia, dan gangguan neuropsikiatri. Bahkan, jika tidak
dapat dikenali dan ditatalaksana pada anak bisa
menyebabkan kegagalan pematangan organ reproduksi
hingga kematian. Kekurangan zink ini erat kaitannya
dengan asupan yang kurang dan gangguan penyerapan
(33).
Kekurangan zink dapat menyebabkan stunting pada
anak karena zink mempunyai peranan utama dalam
sintesis protein, replikasi gen dan pembelahan sel yang
sangat penting selama periode percepatan pertumbuhan
baik sebelum dan sesudah kelahiran. Salah satu dampak
jika seorang anak kekurangan zat gizi kronis adalah
terjadinya penurunan kecepatan pertumbuhan atau
gangguan linear sehingga anak gagal dalam mencapai
54 | Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan
potensi TB yang mengakibatkan anak menjadi stunting
(pendek) (34).
Fungsi zink sebagai sintesis protein sehingga anak
yang mengalami kekurangan zink akan menghambat
pertumbuhan tinggi badan mereka, gangguan
perkembangan kecerdasan, akan mudah terkena infeksi,
terhambat pematangan seksual, dan mengalami
kehilangan nafsu makan. Sumber zink terdapat pada
protein hewani, seperti hati, daging, kerang, telur, serelia
tumbuk serta kacang-kacangan. Sumber zink banyak
juga terdapat pada makanan laut, tiram, ragi, ikan,
kepiting, unggas, produk susu, jamur dan bayam. Sumber
zink dapat dapat dikelompokkan menurut kandungan
zink mulai dari yang tinggi, sedang dan rendah. Adapun
makanan yang mengandung zink tinggi sekitar 25-50
mg/kg yaitu dari daging merah tanpa lemak, kacang-
kacangan, sereal gandum dan polong-polongan. Makanan
yang mengandung zink sedang sekitar 10-25 mg/kg
contohnya daging dengan kandungan lemak tinggi, ayam,
sedangkan untuk makanan dengan kandungan zink yang
rendah <10 mg/kg seperti umbi-umbian, ikan, buah-
buah, dan sayur-sayuran. Zink sangat dibutuhkan untuk
tubuh yaitu sebagai zat gizi atau proses dalam
pertumbuhan. Namun apabila tidak terpenuhinya
asupan zink, akan menyebabkan defisiensi zink.
Zink sangat erat kaitannya dengan metabolisme
tulang, sehingga zink sangat berperan secara positif pada
pertumbuhan dan perkembangan serta sangat penting
pada tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan. Zink
berfungsi dalam transport oksigen, metabolisme tulang,
dan pemusnahan radikal bebas, pembentukan struktur
dan fungsi membran serta proses penggumpalan darah.
Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan| 55
Karena zink berperan dalam reaksi-reaksi yang luas,
kekurangan zink akan berpengaruh terhadap jaringan
tubuh terutama pada saat pertumbuhan. Bila anak
mengalami kekurangan zink, maka dapat menyebabkan
pertumbuhan tinggi badan terhambat (pendek),
gangguan perkembangan kecerdasan anak (gangguan
fungsi otak), terhambatnya pematangan seksual, mudah
terkena infeksi, dan kehilangan nafsu makan (10).
Tabel 7. Angka Kecukupan Zink untuk Balita
Kelompok Umur Kebutuhan zink (mg)
Balita 0-6 bln -
7-11 bln 3
1-3 th 4
4-6 th 5
Sumber: Angka Kecukupan Gizi (AKG), 2019
Kekurangan zink dapat mengakibatkan terjadinya
stunting pada anak, hal ini karena zink mempuyai peran utama
dalam sintetis protein, replikasi gen dan pembelahan sel yang
sangat penting selama periode percepatan pertumbuhan baik
sebelum maupun sesudah kelahiran. Dampak utama jika
terjadi kekurangan zink adalah kegagalan pertumbuhan bukan
hanya efek replikasi sel dan metabolisme asam nukleat tetapi
juga sebagai mediator hormon pertumbuhan yaitu Insulin-like
Growth Factor I (IGF-I). Zink juga berperan dalam sintetis
protein yang dibutuhkan untuk membentuk jaringan baru,
pertumbuhan dan perkembangan tulang yang normal apabila
mengkonsumsi makanan sumber zink kurang maka akan
menghambat sintetis protein dan dengan terhambatnya
sintetis protein maka akan terhambat pula proses
56 | Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan
pertumbuhan dan perkembangan tulang yang akan berdampak
pada terjadinya stunting.
Kejadian stunting juga dapat dipengaruhi oleh asupan
zink yang rendah. Zink sebagai kofaktor penting untuk enzim,
yang mana zink ikut terlibat dalam sintesis berbagai
konstituen matriks tulang. Oleh karena itu, zink sangat erat
kaitannya dengan metabolisme tulang, sehingga zink berperan
pada pertumbuhan dan perkembangan. Peningkatan
kebutuhan zink harian terjadi terutama pada populasi balita,
anak-anak, remaja, dan wanita hamil. Anak-anak
membutuhkan zink lebih banyak untuk pertumbuhan dan
perkembangan secara normal, melawan infeksi, dan
penyembuhan luka. Anak-anak dengan defisiensi zink dapat
mengalami pertumbuhan yang tidak optimal, mudah
menderita diare, serta penurunan fungsi imunitas.
Tubuh memerlukan mikromineral setiap harinya.
Tubuh manusia diperkirakan mengandung 2-2,5 gram zink
yang tersebar di pankreas, hati, ginjal, tulang dan otot. Jaringan
yang kaya akan zink yaitu pada bagian-bagian mata,
sprematozoa, kelenjar prostat, rambut, kulit, dan kuku.
Penyerapan zink terjadi di usus halus, setelah diserap zink
diangkut oleh albumin dan transferin masuk ke aliran darah
dan selanjutnya dibawa ke hati. Kelebihan zink akan disimpan
dihati dalam bentuk metalotionien, sedangkan sisanya akan
dibawa ke pankreas dan jaringan tubuh lain seperti rambut,
retina, kulit, tulang, kuku, dan organ reproduksi lain.
Adapun beberapa tanda dari kekurangan zink seperti
gangguan pada pertumbuhan, kematangan seksual, fungsi
pencernaan, fungsi kekebalan tubuh, nafsu makan lambatnya
dalam proses penyembuhan luka, bahkan juga dapat
mengganggu sistem saraf pusat serta fungsi otak dalam
keadaan kekurangan zink kronis dapat menyebabkan tubuh
Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan| 57
menjadi pendek, atau dapat meningkatkan resiko stunting
(35).
Zink berperan utama dalam proses percepatan
pertumbuhan. Hal ini bukan saja disebabkan karena efek
replikasi sel dan metabolisme asam nukleat, akan tetapi juga
sebagai mediator dari aktivitas hormon pertumbuhan.
Gangguan pertumbuhan yang terjadi pada anak dengan
kekurangan zink disebabkan oleh terhambatnya efek metabolit
GH sehingga sintesis dan sekresi IGF-1 berkurang. IGF-1
memiliki fungsi untuk meningkatkan pertumbuhan sel.
Berkurangnya sekresi IGF-1 dapat menyebabkan pertumbuhan
terhambat serta anak menjadi pendek atau stunting.
Memberikan suplemen zink dinilai dapat
mempengaruhi proses pertumbuhan anak. Balita yang
menerima suplementasi zink memiliki pertumbuhan yang
lebih baik karena konsumsi zink dapat menstimulasi nafsu
makan, meningkatkan asupan energi dan dapat meningkatkan
massa bebas lemak pada tubuh. Zink merupakan metaloenzim
sekaligus bekerja sebagai koenzim pada berbagai sistem
enzim. Lebih dari 80 enzim dan protein yang mengandung zink
telah ditemukan. Tubuh mengandung 2-2,5 g zink tulang, gigi,
kulit, rambut dan testis banyak mengandung zink. Zink
terdapat di dalam plasma terikat pada albumin dan globulin.
Sumber utama zink ialah terdapat pada makanan bersumber
dari hewan. Gejala-gejala kekurangan zink diantaranya yaitu
menurunnya kematangan seksual, menurunnya ketajaman
indera perasa, gangguan pertumbuhan, melambatnya
penyembuhan luka, terganggunya fungsi kelenjar tiroid,
terganggunya sistem imun, laju metabolisme dan gangguan
homeostasis (36).
Kekurangan zink biasanya akan diikuti dengan
perubahan kemampuan ketajaman rasa dan bau, dan juga
58 | Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan
melalui anoreksia serta kehilangan berat badan. Zink juga
berperan dalam metabolisme karbohidrat, lipid dan protein
yang selanjutnya akan mengarah pada utilisasi makanan
secara baik. Asupan zink yang mencukupi kebutuhan dapat
membantu melindungi sel akibat proses oksidasi. Untuk
memenuhi zink dapat mengonsumsi bahan makanan
mengandung zink, contoh makanan sumber zink yaitu daging
merah, ayam, beras putih, dan oat (36).
Zink berfungsi dalam sistem kekebalam tubuh yaitu
dalam fungsi sel T dan dalam pembentukan antibody dalam sel
B. Selain itu zink juga membantu dalam penyerapan vitamin A
yang berperan dalam pembetukan antibodi. Pemberian zink
secara rutin dapat menurunkan insiden pneumonia (37).
Sebagian besar balita yang masuk kategori stunting
mempunyai asupan energi, protein, dan zink yang kurang.
Pada anak balita yang mengalami stunting lebih banyak yang
kekurangan konsumsi zink dibandingkan dengan dengan anak
balita yang normal. Zink merupakan zat gizi berkaitan dengan
proses metabolisme dalam tulang, zink berinteraksi dengan
hormon pertumbuhan tulang seperti somatomedin,
osteokalsin, testosterone, tiroid dan insulin. Hal inilah yang
menunjukkan bahwa zink dalam tulang merupakan zat yang
penting selama pertumbuhan dan perkembangan (38).
Pemberian Suplemen zink dapat berpengaruh terhadap
pertumbuhan linier yang diujikan pada bayi usia 6 bulan (39).
Jika tubuh mengalami kekurangan zink, maka yang
akan terjadi ada gangguan pada reseptor GH, sehingga resisten
terhadap produksi GH, lalu berkurangnya sintesis Liver Insulin
Growth Factor (IGF-1) serta protein yang membawanya
(binding protein) yaitu IGFBP-322. Pada balita berisiko
kekurangan zink lebih besar, karena balita memerlukan zink
Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan| 59
yang besar untuk proses pertumbuhan, selain itu zink juga
diperlukan pada saat kehamilan, bayi, dan masa pubertas (39).
Zink adalah salah satu zat mikro yang berfungsi sebagai
pelepasan neurotrasmitter, pematangan, neurogenesis, migrasi
neuron dan pembentukan sinaps. Ibu yang kekurangan asupan
zink dapat mempengaruhi penurunan dalam gerakan janin,
menurunkan stabilitas sistem saraf otonom, variabilitas denyut
jantung, dan menurunkan preferential behavior anak, serta
dapat merubah fungsi hipotalamus dalam otak. Asupan energi,
protein, dan zink serta tingkat perkembangan mempunyai
perbedaan yang signifikan antara balita stunting dan non
stunting. Asupan makanan pada balita juga perlu diperhatikan
terutama makanan yang memiliki sumber protein dan zink, hal
ini berguna untuk mencegah dan mengatasi stunting serta
meningkatkan perkembangan otak anak (39).
Kekurangan zink akan berpengaruh terhadap jaringan
tubuh. Kekurangan zink pada anak akan mengakibatkan
gangguan pertumbuhan fisik stunting serta akan mengganggu
perkembangan sel. Zink merupakan salah satu zat gizi mikro
esensial yang berperan penting pada fungsi imunitas. Pada
keadaan defisiensi zink, sel-sel imun di dalam tubuh cenderung
mengalami penurunan dalam mempertahankan fungsi
kekebalan. Status zink dalam tubuh dapat dinilai dengan
mengukur kadar zink dalam plasma dan salah satunya
dipengaruhi oleh asupan zink baik dalam bahan makanan
maupun suplemen. Kadar normal zink dalam plasma adalah
0,66-1,10 μ g/mL. Asupan zink yang tidak memenuhi
kebutuhan mempunyai dampak negatif yang menyebabkan
terjadinya atropi pada timus, lymphopenia, dan selanjutnya
dapat terjadi kegagalan dalam melawan infeksi dalam bentuk
mikroba atau virus (40).
60 | Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan
Zink memiliki peran dalam perkembangan kognitif,
terutama perkembangan pada syaraf pusat (41). Secara
spesifik seng berperan dalam memproduksi enzim untuk
keperluan RNA dan DNA. Zink dan protein merupakan unsur
yang ada dalam otak. Keduanya memberikan kontribusi
terhadap struktur dan fungsi dari otak, sehingga apabila terjadi
defisiensi yang berat maka akan berpengaruh terhadap
perkembangan kognitif dan fungsi motorik.
Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan| 61
BAB 7
PERAN MAGNESIUM
PADA PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
Magnesium adalah salah satu mineral yang terkandung
dalam ASI. Magnesium (Mg) merupakan unsur esensial bagi
tubuh, tubuh mengandung unsur magnesium sebanyak 25
gram. Walaupun mikronutrien seperti magnesium terdapat
dalam jumlah yang sangat kecil di dalam tubuh namun
mempunyai peranan esensial untuk kehidupan, kesehatan,
reproduksi, serta pertumbuhan.
Magnesium merupakan zat gizi yang esensial yang
berperan di dalam kerja lebih dari 10 macam enzim.
Magnesium berperan di dalam sintesa Dinukleosida Adenosin
(DNA) dan Ribonukleosida Adenosin (RNA), dan protein,
sehingga jika terjadi defisiensi/kekurangan magnesium maka
akan dapat menghambat pembelahan sel, pertumbuhan dan
perbaikan jaringan, sehingga akan berpengaruh pada berat
badan serta tinggi badan. Magnesium juga memiliki peran
dalam metabolisme energi, protein, regulasi metabolisme,
serta berfungsi sebagai kofaktor dalam sejumlah reaksi
enzimatik, selain itu magnesium (Mg) juga memiliki peran
penting di dalam tubuh sebagai penyusun tulang dan salah
satu jenis mineral paling banyak di dalam tubuh adalah
magnesium dan 60 hingga 65 % dari total magnesium ada pada
bagian tulang. Kadar magnesium yang ada pada tulang
berkaitan langsung dengan kepadatan tulang. Kekurangan
magnesium akan memicu terjadinya osteoporosis. Jika fungsi
magnesium tersebut terganggu maka akan mengganggu
kestabilan tubuh dan berdampak pada berat badan.
Pada penelitian didapatkan hubungan dengan pola
negatif yaitu semakin tinggi kadar magnesium dalam ASI maka
62 | Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan
akan semakin rendah berat badan bayi. Hal ini disebabkan
karena kadar magnesium lebih tinggi ditemukan pada masa
awal laktasi dan usia bayi pada masa awal laktasi juga lebih
rendah, sementara itu berat badan dipengaruhi oleh tingkat
usia bayi, semakin rendah usia maka terdapat kecenderungan
berat badan yang lebih rendah juga (42).
Selain magnesium, kandungan makro nutrient dan
mikro nutrient ASI lainnya juga mempengaruhi berat badan
bayi, seperti karbohidrat, protein dan lemak serta vitamin dan
mineral lainnya. Semua zat gizi ini saling terkait dalam
mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi (42).
Selain itu asupan ASI tergantung dari durasi dan
frekuensi ibu dalam menyusui bayinya. Dalam ASI terdapat
kandungan berbagai zat gizi yang sudah sesuai dengan
kecukupan bayi usia 0-6 bulan antara lain karbohidrat, protein
dan lemak serta vitamin dan mineral. Jika ASI yang didapatkan
bayi /optimal maka bayi juga akan mengalami kenaikan berat
badan yang optimal. Bayi yang disusui kurang dari delapan kali
dalam 24 jam maka bayi akan dapat mengalami dehidrasi dan
akan mengalami masalah dalam berat badan (42).
Magnesium merupakan kation keempat yang paling
banyak dalam tubuh setelah natrium, kalsium dan kalium.
Magnesium juga merupakan kation intraselular terbanyak
dalam tubuh setelah kalium. Magnesium mempunyai peran
yang penting dalam mengkatalisis lebih dari 300 reaksi
enzimatik di dalam tubuh manusia (43).
Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan| 63
Tabel 8. Angka Kecukupan Magnesium untuk Balita
Kelompok Umur Kebutuhan magnesium (mg)
Balita 0-6 bln 30
7-11 bln 55
1-3 th 60
4-6 th 95
Sumber: Angka Kecukupan Gizi (AKG), 2019
Defisiensi magnesium dapat menyebabkan kelemahan,
kejang, tremor, hipokalemia, hipokalsemia dan aritmia jantung.
Penyebab hipomagnesemia diantaranya yaitu kurangnya akan
asupan, penyerapan terganggu dan peningkatan ekskresi
(alkohol, obat, ginjal gangguan tubular, diabetes melitus, ginjal,
aldosteronisme, hiperkalsemia, hipertiroid, stres) (43).
Faktor penghambat penyerapan asupan magnesium di
dalam usus halus dapat disebabkan oleh oksalat, serat, fosfor
dan fitat. Selain itu, faktor stres mental atau stres fisik juga
cenderung menurunkan absorpsi magnesium dan
meningkatkan eksresinya. Asupan makanan yang banyak
mengandung magnesium seperti sayuran hijau, biji-bijian,
kedelai, buah-buahan kering, kacang-kacangan, makanan laut
dan protein hewani.
Magnesium merupakan salah satu mineral yang
berperan penting bagi kesehatan serta sistem metabolisme
tubuh. Magnesium ikut bekerja dalam sekitar 300 fungsi enzim
pada proses reaksi kimia tubuh dengan berbagai bentuk.
Proses sintesa protein, fungsi saraf-otot, kontrol kadar glukosa
darah serta pengontrol tekanan darah merupakan sebagian
fungsi metabolisme tubuh yang berkaitan erat dengan
magnesium.
Janin Ibu Hamil memerlukan 1 gram magnesium.
Konsentrasi magnesium meningkat selama kehamilan dengan
64 | Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan
RDA 320 mg dan 50% dari magnesium diserap oleh ibu.
Magnesium dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dari
jaringan lunak. Magnesium memegang peranan penting dalam
berbagai proses fungsi fisiologis didalam tubuh yaitu untuk
proses pembekuan darah, bersama dengan natrium dan kalium
mempertahankan potensial membran sel, tranduksi sinyal
antara reseptor hormon, eksitabilitas neuromuskuler,
integritas membran sel, sebagai cadangan kalsium tubuh,
proses neurotransmisi, serta membentuk struktur tulang.
Kadar magnesium dalam plasma ditentukan oleh absorbsi
magnesium pada saluran cerna, resorbsi magnesium pada
tulang dan pengeluaran magnesium melalui urin, tinja serta
keringat.
Makanan adalah sumber energi yang mengandung
karbohidrat dan lemak rantai sedang, sehingga akan
membantu penyerapan magnesium di usus sekaligus dapat
meningkatkan kebutuhan magnesium karena magnesium
penting dalam proses pemecahan glukosa dan pelepasan
insulin. Asupan serat juga berkorelasi dengan kadar
magnesium. Hal ini dapat dikarenakan bahan makanan sumber
serat seperti sayuran dan biji-bijian utuh merupakan sumber
magnesium yang tinggi, sehingga peningkatan asupan serat
berhubungan dengan peningkatan kadar magnesium.
Magnesium merupakan mineral yang berperan sebagai
antioksidan serta kofaktor beberapa enzim yang dapat
mecegah stres oksidatif dan menjaga stabilitas membran.
Fungsi ginjal merupakan kunci dalam keseimbangan
magnesium dalam tubuh. Selain itu kadar magnesium juga
dipengaruhi oleh asupan makanan, mobilisasi magnesium dari
tulang dan otot, pengaruh berbagai hormon (kalsitonin,
paratiroid dan glukagon) serta penggunaan obat-obatan
seperti obat diuretik dan kemoterapi yang dapat menyebabkan
Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan| 65
ekskresi magnesium yang tidak normal. Hipomagnesmia dapat
mengakibatkan mual, kelelahan, lemah, muntah serta nafsu
makan yang menurun. Pada kondisi hipomagnesmia berat
sampai dapat terjadi mati rasa, kontraksi otot, kesemutan,
kejang, kram dan detak jantung abnormal. Sedangkan
hipermagnesmia yang berat dapat menyebabkan disfungsi
neuromuskular mulai dari rasa kantuk hingga depresi
pernafasan, hipotonia, arefleksia dan juga koma pada kasus
yang parah.
Sekitar 300 enzim diaktivasi oleh magnesium (Mg), dan
kebanyakan aspek biokimia intraseluler bergantung pada
metabolisme oksidatif, magnesium, termasuk glikolisis serta
transpor transmembran kalium dan kalsium.
66 | Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan
BAB 8
PERAN FOSFOR
PADA PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
Pentingnya mineral fosfor sebagai zat gizi mikro
menempati urutan kedua setelah kalsium dalam total
kandungan dalam tubuh. Fungsi utama fosfor sebagai pemberi
energi dan kekuatan untuk metabolisme lemak dan pati,
sebagai penunjang kesehatan gigi dan gusi, untuk sintesis DNA
serta penyerapan dan pemakaian kalsium. Hal ini menandakan
bahwa fungsi fosfor sangat penting dalam membentuk
kesehatan fisik manusia, terutama pada anak usia dini yang
sedang dalam masa pertumbuhan fisik (44).
Fosfor merupakan zat penting dari semua jaringan
tubuh, mengembangkan fungsi otot serta sel-sel darah merah.
Sehingga dapat diketahui bahwa fosfor erat kaitannya dengan
metabolisme tubuh, yang berguna dalam meningkatkan daya
tahan tubuh. Pentingnya fosfor untuk anak usia dini adalah
sebagai unsur penting dalam mengoptimalkan pertumbuhan
fisik, sehingga kekurangan fosfor dalam tubuh anak usia dini
akan berakibat pada tidak optimalnya pertumbuhan fisik.
Manfaat Fosfor terbesar bagi kesehatan tubuh ialah
untuk membantu proses pembentukan gigi dan tulang yang
sehat, selain itu fosfor juga berfungsi untuk meningkatkan
kinerja proses pencernaan makanan serta membantu
pengaturan proses pembuangan sisa metabolisme dan zat-zat
yang tidak berguna bagi tubuh. Sehingga hal tersebut akan
dapat membuat efektivitas dalam kinerja tubuh lebih optimal.
Pada aspek yang lain fosfor juga memiliki peran yang
sangat besar dalam pembentukan protein, menjaga
keseimbangan produksi dan fungsi hormon, serta
meningkatkan proses pemisahan suatu zat yang dibutuhkan
Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan| 67
tubuh untuk menghasilkan energi. Fosfor juga berfungsi dalam
mengoptimalkan reaksi kimia dalam tubuh serta membantu
tubuh memanfaatkan nutrisi secara tepat.
Bahan pangan yang mengandung fosfor dapat dijumpai
pada beberapa jenis makanan. Kandungan fosfor dalam
makanan banyak terdapat dalam makanan yang tinggi protein,
seperti ayam, ikan, daging, telur, biji-bijian, serelia dan kacang-
kacangan.
Makanan sumber fosfor yang berasal dari daging akan
lebih mudah diserap oleh tubuh, apabila dibandingkan dengan
makanan memiliki sumber fosfor yang berasal dari tumbuhan.
Selain itu, biji labu dan labu kuning merupakan salah satu
makanan yang memiliki sumber fosfor tinggi dari golongan
biji-bijian.
Keju juga merupakan sumber makanan yang
mengandung fosfor. Keju adalah sumber fosfor yang tinggi
persentasenya yaitu sebanyak 23%. Produk olahan lainnya
seperti yogurt juga memiliki fosfor yang sangat tinggi. Jenis
ikan tuna dan ikan mackerel juga memiliki jumlah fosfor yang
cukup tinggi. Selain itu jenis ikan lainnya seperti tongkol,
kembung, dan jenis ikan cakalang juga termasuk yang memiliki
kandungan fosfor tinggi. Sumber fosfor tidak hanya didapatkan
dari jenis ikan dan sayuran saja, namun kandungan fosfor juga
terdapat pada daging sapi. Hal tersebut menandakan bahwa
daging sapi sangat penting dalam pembentukan kesehatan fisik
anak usia dini (44).
Kurangnya fosfor pada anak usia dini akan berakibat
pada kurang energi, pertahanan tubuh serta pola otak.
Sehingga hal ini menegaskan bahwa fosfor sangat berpengaruh
dalam menunjang pertumbuhan anak usia dini. Kejang yang
diakibatkan oleh berkurangnya fosfor sangat tidak baik dari
68 | Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan
pertumbuhan fisik anak usia dini, karena akan ada sel-sel
dalam tubuh yang tidak berfungsi optimal (44).
Berbagai masalah kesehatan fisik yang dikarenakan
kelebihan maupun kekurangan sumber fosfor dalam tubuh
manusia, tidak sebanyak manfaat yang diperoleh oleh tubuh
jika pemanfaatan kadar fosfor seimbang. Sehingga,
optimalisasi fosfor dalam tubuh sangat tergantung dari
keseimbangan kadar fosfor yang diserap oleh tubuh.
Optimalisasi fosfor dalam tubuh sangat berpengaruh pada
pertumbuhan gigi dan tulang, karena fosfor akan lebih cepat
terserap dengan kalsium sehingga sangat penting dalam
pembentukan, pertumbuhan, dan pemeliharaan struktur
tulang yang kuat. Faktor tulang yang kuat merupakan unsur
penting dalam menjalani kehidupan sehari-hari, terutama lagi
pada anak usia dini yang sedang dalam masa pertumbuhan
fisik.
Pemanfaatan fosfor secara seimbang sangatlah penting
bagi proses pencernaan, karena fosfor dapat menstimulasi
pencernaan dalam meningkatkan daya serap terhadap vitamin
serta mineral. Efektivitas yang dihasilkan oleh fosfor pada saat
proses pencernaan sangat bermanfaat untuk mengatur
sirkulasi pencernaan dalam tubuh, sehingga dapat
menghasilkan energi yang seimbang di dalam tubuh.
Selain untuk pertumbuhan fisik anak usia dini, fosfor
yang terdapat di dalam tubuh juga berpengaruh pada
perkembangan otak anak usia dini. Oleh karena itu
menandakan bahwa fungsi fosfor sangat dibutuhkan dalam
pembentukan otak anak usia dini, yang paling utama dalam
meningkatkan kecerdasan. Semua manfaat fosfor yang
diterima oleh tubuh juga harus diimbangi dengan gerak fisik
anak usia dini dalam aktivitas sehari-harinya, sehingga akan
lebih optimal dalam membentuk kesehatan fisik anak usia dini.
Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan| 69
Fosfor sangatlah penting bagi kesehatan tulang. Fosfor
berkontribusi sekitar 50% dari berat mineral tulang, sehingga
fosfor harus hadir dengan jumlah yang memadai dalam
makanan, untuk kedua mineralisasi dan pemeliharaan
kerangka tubuh.
Fosfor dalam cairan ekstraseluler berada dalam bentuk
ion fosfat anorganik atau fosfolipida. Fosfat dan kalsium saling
bekerjasama untuk membentuk ikatan kompleks yang dapat
memberikan kekuatan pada tulang, oleh karena itu
kekurangan fosfor dapat mengganggu pertumbuhan. Jika
terjadi defisiensi fosfor dalam jangka waktu yang lama dapat
menyebabkan osteomalasia pada orang dewasa. Menurut
penelitian di Egypt rata-rata asupan fosfor pada anak stunting
lebih rendah dibandingkan dengan anak tidak stunting dan
nampak berbeda secara signifikan.
Sekitar 85% fosfat berada dalam bentuk kristal
didalam tulang, dan 15% didalam cairan ekstraseluler. Kadar
fosfor di dalam darah diatur oleh hormon paratiroid (PTH)
yang dikeluarkan oleh kelenjar paratiroid dan hormon
kalsitonin. Fosfor dari makanan diabsorpsi oleh enzim alkalin
fosfatase di dalam mukosa usus halus secara aktif dan difusi
pasif. Kadar fosfor di dalam darah diatur oleh hormon
paratiroid (PTH) yang dikeluarkan oleh kelenjar paratiroid dan
hormon kalsitonin. Kedua hormon tersebut berinteraksi
dengan vitamin D yang berguna untuk mengontrol jumlah
fosfor yang diserap, jumlah yang ditahan oleh ginjal, serta
jumlah yang dibebaskan dan disimpan di dalam tulang. Fungsi
PTH yaitu menurunkan reabsorpsi fosfor oleh ginjal. Kalsitonin
meningkatkan ekskresi fosfat oleh ginjal. Perbandingan yang
seimbang antara kalsium dan fosfor dapat membantu
penyerapan kalsium dengan rasio kalsium : fosfor yaitu 2 : 1.
Jika di dalam serum fosfor relatif tinggi terhadap kalsium
70 | Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan
sehingga diperoleh perbandingan yang tidak seimbang, maka
akan merangsang pembentukan PTH yang mendorong
pengeluaran fosfor dari tubuh. Fosfor banyak terdapat didalam
bahan makanan yang terdapat sumber energi seperti jagung
kuning dan beras ketan hitam, serta terdapat pula dalam
makanan sumber protein yang juga mengandung energi dalam
jumlah banyak seperti kacang hijau, kacang kedelai, tempe dan
tahu.
Homeostasis Fosfor terutama ditentukan oleh asupan
makanan, penyerapan usus, dan reabsorpsi tubulus ginjal
fosfor. Namun apabila kadar fosfor relatif tinggi terhadap
kalsium maka akan diperoleh rasio kalsium : fosfor yang tidak
seimbang dalam serum sehingga akan merangsang
pembentukan PTH yang mendorong pengeluaran fosfor dari
tubuh. Asupan tinggi fosfor dapat mengakibatkan peningkatan
sekresi serum PTH dan akan mempengaruhi metabolisme
tulang. Asupan tinggi fosfor bisa menyebabkan
hiperparatiroidisme sekunder dalam jangka panjang,
peningkatan resorpsi tulang, dan rendahnya kualitas tulang,
terutama jika asupan kalsium tidak memadai. Kurangnya
asupan atau defisiensi kedua mineral ini atau rasio yang tidak
tepat pada balita dapat mempengaruhi pertumbuhan tulang,
yang dalam waktu lama dapat menyebabkan stunting.
Dalam jangka panjang, asupan tinggi fosfor bisa
menyebabkan hiperparatiroidisme sekunder, peningkatan
resorpsi tulang, dan rendahnya kualitas tulang, terutama jika
asupan kalsium tidak memadai.
Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan| 71
Tabel 9. Angka Kecukupan Fosfor untuk Balita
Kelompok Umur Kebutuhan kalsium (mg)
Balita 0-6 bln 100
7-11 bln 250
1-3 th 500
4-6 th 500
Sumber: Angka Kecukupan Gizi (AKG), 2019
Selain berperan dalam mineralisasi tulang, fosfor juga
berperan sebagai fosfat organik memegang peranan penting
dalam reaksi yang berkaitan dengan penyimpanan atau
pelepasan energi dalam bentuk Adenin Trifosfat (ATP).
Oksidasi bahan bakar metabolisme dikendalikan oleh
ketersediaan ADP yang selanjutnya dikendalikan oleh tingkat
dimana ATP digunakan untuk aktifitas fisik serta metabolisme.
Fosfor ikut serta dalam pengaktifan beberapa reaksi dalam
semua metabolisme. Deposit kalsium dan fosfor di dalam
matriks organik berbentuk kristal hidroksiapatit selama
proses mineralisasi dan memberikan kekuatan pada tulang.
Defisiensi kedua mineral ini atau rasio yang tidak tepat dapat
mempengaruhi pertumbuhan tulang. Perbandingan yang
seimbang antara kalsium dan fosfor dapat membantu
penyerapan kalsium. Tubuh akan menjaga rasio kalsium :
fosfor yaitu 2 : 1 atau 1 : 1, suatu rasio yang vital untuk
pertumbuhan tulang yang ideal karena fosfat anorganik
memiliki banyak peran dalam proses biologis seperti penanda
sel, metabolisme sel, sebagai koenzim, metabolisme energi,
metabolisme nukleotida, fungsi membran, serta mineralisasi
tulang. Kepadatan tulang rendah seringkali ditemui pada
orang-orang dengan asupan energi rendah.
72 | Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan
Fosfor merupakan salah satu elemen pembentukan
tulang karena dibutuhkan dalam proses mineralisasi tulang.
Asupan fosfor memiliki peranan yang cukup penting dalam
pembentukan tulang pada saat masa pertumbuhan. Kadar
fosfat serum yang rendah akan membatasi pembentukan
tulang serta proses mineralisasi tulang. Namun demikian,
hanya sedikit bukti yang menunjukkan bahwa makanan
dengan kandungan fosfor yang rendah berpengaruh terhadap
kejadian rendahnya BMD, begitu juga dengan makanan tinggi
fosfor yang tidak berpengaruh langsung terhadap kesehatan
tulang (3).
Fosfor adalah saah satu mineral sebagai penyusun
utama dari tulang dan gigi, yang memberikan kekuatan kepada
jaringan. Seluruh sel-sel yang ada di dalam tubuh mengandung
fosfor. Sekitar 66% fosfor di dalam tubuh terdapat pada
tulang-tulang. Kadar fosfor yang ada di dalam darah diatur
oleh hormon paratiroid (PTH) yang akan dikeluarkan oleh
kelenjar paratiroid dan hormon kalsitonin. Selain hormon
kalsitonin ada beberapa hormon lain yang membantu
mengatur fosfat yaitu glukokortikoid, hormon pertumbuhan,
hormon tiroid, estrogen dan insulin juga dapat mempengaruhi
pembentukan tulang serta metabolisme mineral.
Keseimbangan mineral merupakan kondisi ekuilibrium
di mana jumlah mineral yang diserap dari makanan sama
dengan jumlah semua mineral harian dari tubuh. Sekitar 99%
kalsium dalam tubuh ditemukan dalam kerangka/ tulang,
sehingga perubahan keseimbangan kalsium akan tercermin
dalam perubahan massa tulang. Selama pertumbuhan,
keseimbangan kalsium dan fosfat harus dipertahankan agar
kebutuhan mineral berada dalam jumlah yang cukup untuk
pertumbuhan tulang.
Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan| 73
Kekurangan vitamin D atau karena gangguan absorpsi
kalsium dapat meningkatkan hormon paratiroid, yang akan
menghambat reabsorpsi fosfor dalam tubulus renalis. Hal ini
juga dapat disebabkan diet yang tinggi akan fosfor, misalnya
diet tinggi protein atau banyak meminum minuman yang
mengandung soda, dapat menurunkan kadar fosfor dalam
tubuh
Jumlah fosfor yang lebih besar daripada kalsium akan
menyebabkan berkurangnya berat tulang karena kelebihan
fosfor dapat meningkatkan sekresi hormon paratiroid. Hormon
paratiroid merupakan hormon yang mencegah terjadinya
hipokalsemia dalam darah dengan cara meningkatkan
pengambilan kalsium pada tulang sehingga dapat
mengakibatkan kepadatan mineral tulang menjadi berkurang.
74 | Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan
DAFTAR PUSTAKA
1. Fatimah NSH, Wirjatmadi B. Tingkat Kecukupan Vitamin a,
Seng Dan Zat Besi Serta Frekuensi Infeksi Pada Balita
Stunting Dan Non Stunting. Media Gizi Indones.
2018;13(2):168.
2. Maulina N. Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Cakupan
Imunisasi Vitamin A. J Aceh Med [Internet]. 2018;2(2):224–
32. Available from:
http://jurnal.abulyatama.ac.id/index.php/acehmedika/artic
le/download/120/120
3. Ramayulis R, Pramantara ID, Pangastuti R. Asupan vitamin,
mineral, rasio asupan kalsium dan fosfor dan hubungannya
dengan kepadatan mineral tulang kalkaneus wanita. J Gizi
Klin Indones. 2011;7(3):115.
4. Wahyuni E, Dermawan S. Hubungan Asupan Seng dan
Vitamin A dengan Kejadian Diare pada Anak Umur 1-5
Tahun. Holistik J Kesehat. 2018;12(3):136–45.
5. Maulida A, Pramono A. Gambaran Asupan Vitamin a, Kadar
Serum Seng, Dan Status Gizi Pada Anak Usia 9-12 Tahun. J
Nutr Coll. 2015;4(4):323–8.
6. Yani FF. Peran Vitamin D pada Penyakit Respiratori Anak. J
Kesehat Andalas. 2019;8(1):167.
7. Rimahardika R, Subagio HW, Wijayanti HS. Asupan Vitamin
D Dan Paparan Sinar Matahari Pada Orang Yang Bekerja Di
Dalam Ruangan Dan Di Luar Ruangan. J Nutr Coll.
2017;6(4):333.
8. Prasetya D, Wirjatmadi B, Adriani M. Pengaruh Pemberian
Susu yang Difortifikasi (Kalsium dan Vitamin D) dan Senam
Osteoporosis terhadap Kepadatan Tulang pada Wanita Pra
Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Banyuanyar Kabupaten
Sampang. Ilm Kedokt. 2015;4(September):25–38.
Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan| 75
9. Paramita, Louisa M. Berbagai Manfaat Vitamin D. Cermin
Dunia Kedokt [Internet]. 2017;44(10):736–40. Available
from:
https://indonesianjournalofclinicalpathology.org/index.p
hp/patologi/article/view/1265/985
10. Putri ML, Simanjuntak BY, W. TW. Konsumsi Vitamin D
dan Zink dengan Kejadian Stunting pada Anak Sekolah SD
Negeri 77 Padang Serai Kota Bengkulu. J Kesehat.
2018;9(2):267.
11. Chairunnisa E. Inadekuat Asupan Vitamin D , Kalsium Dan
Fosfor Pada Anak Stunting Usia 12-24 Bulan Program
Studi Ilmu Gizi. 2017. 9,10,12.
12. Sari EM, Juffrie M, Nurani N, Sitaresmi MN. Asupan
protein, kalsium dan fosfor pada anak stunting dan tidak
stunting usia 24-59 bulan. J Gizi Klin Indones.
2016;12(4):152.
13. Febria C, Masrul M, Chundrayetti E. Hubungan Kadar
Kalsium Dalam ASI, PASI Dan MPASI dari Asupan Bayi
dengan Panjang Badan Bayi Usia 6-12 Bulan di Wilayah
Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang 2017. J Kesehat
Andalas. 2018;6(3):662.
14. Muda D. Hubungan Asupan Kalsium,Vitamin D, Fosfor,
Kafein, Aktivitas Fisik Dengan Kepadatan Tulang Pada
Wanita Dewasa Muda (Studi Kasus Pada Mahasiswi S1
Reguler Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas
Diponegoro Angkatan 2014). J Kesehat Masy.
2017;5(4):664–74.
15. Jauhari T, Santoso, Anantanyu S. Asupan protein dan
kalsium serta aktivitas fisik pada anak usia sekolah dasar
Protein and calcium intake and physical activity in school-
aged children. Ilmu Gizi Indones. 2019;02(02):79–88.
16. Wahtini S. Faktor-faktor yang berpengaruh dengan
76 | Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan
kejadian anemia pada bayi. J Heal Stud. 2019;3(1):21–7.
17. Valentina V, Sri Palupi N, Andarwulan N. Asupan Kalsium
Dan Vitamin D Pada Anak Indonesia Usia 2 – 12 Tahun. J
Teknol dan Ind Pangan. 2014;25(1):83–9.
18. Dewi EK, Nindya TS. Hubungan Tingkat Kecukupan Zat
Besi Dan Seng Dengan Kejadian Stunting Pada Balita 6-23
Bulan. Amerta Nutr. 2017;1(4):361.
19. Damanik AH, Simanungkalit SF, Arini FA. Gambaran
Imt/U, Asupan Zat Besi (Fe), Dan Inhibitor Zat Besi (Fe)
Dengan Anemia Remaja Putri Di Sma Muhammadiyah 7
Sawangan, Depok Tahun 2018. Med Respati J Ilm Kesehat.
2019;14(3):255.
20. Ernawati F, Sandjaja N, Soekatri M. Status Vitamin a Dan
Zat Besi Anak Indonesia. Gizi Indones. 2013;36(2):123.
21. Silalahi V, Aritonang E, Ashar T. Potensi Pendidikan Gizi
Dalam Meningkatkan Asupan Gizi Pada Remaja Putri Yang
Anemia Di Kota Medan. J Kesehat Masy. 2016;11(2):295.
22. Siallagan D, Swamilaksita PD, Angkasa D. Pengaruh
asupan Fe, vitamin A, vitamin B12, dan vitamin C terhadap
kadar hemoglobin pada remaja vegan. J Gizi Klin Indones.
2016;13(2):67.
23. Setia A, Boro RM. The Relationship of Fe, Zink (Zn), and
Vitamin A to the New Student of Elementary School’s
Nutrient Status in Outskirts of Kupang City, NTT Province.
J Info Kesehat. 2015;14(2):986–1004.
24. Wadhani LPP, Yogeswara IBA. Tingkat konsumsi zat besi
(Fe), seng (Zn) dan status gizi serta hubungannya dengan
prestasi belajar anak sekolah dasar. J Gizi Indones (The
Indones J Nutr. 2017;5(2):82–7.
25. Sholicha CA, Muniroh L. Hubungan Asupan Zat Besi ,
Protein , Vitamin C Dan Pola Menstruasi Dengan Kadar
Hemoglobin Pada Remaja Putri di SMAN 1 Manyar Gresik.
Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan| 77
Media Gizi Indones. 2019;14(2):147–53.
26. Sulistyaningsih DA, Panunggal B, Murbawani EA. Status
Iodium Urine Dan Asupan Iodium Pada Anak Stunting
Usia 12-24 Bulan. Media Gizi Mikro Indones.
2018;9(2):73–82.
27. Muliah N, Wardoyo AS, Mahmudiono T. Hubungan
Frekuensi Penimbangan, Penggunaan Garam Beryodium,
Dan Pemberian Vitamin a Dengan Kejadian Underweight
Pada Balita Di Provinsi Jawa Timur. Media Gizi Indones.
2018;12(1):40.
28. Ridwan P dan M. Hipotiroid Kongenital. J Kesehat Metro
Sai Wawai. 2016;8(2):70–4.
29. Tomi S, Dian H, Soemarno. Evaluasi Program Perbaikan
Gizi Masyarakat ( Penanggulangan Gangguan Akibat
Kekurangan Iodium ) di Kota Malang. J Pembang Dan
Alam Lestari. 2016;7(1):44–51.
30. Muhammad F, Nurhajjah S, Revilla G. Pengaruh Pemberian
Suplemen Zink Terhadap Status Gizi Anak Sekolah Dasar. J
Kesehat Andalas. 2018;7(2):285.
31. Solin AR, Hasanah O, Nurchayati S. Hubungan Kejadian
Penyakit Infeksi Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita
1-4 Tahun. JOM FKp [Internet]. 2019;6(1):65–71.
Available from: jom.unri.ac.id
32. Suryaningtyas R, Panunggal B. Ratih Suryaningtyas, Binar
Panunggal *). 2016;5.
33. Volger S, Sheng X, Tong LM, Zhao D, Fan T, Zhang F, et al.
Nutrient intake and dietary patterns in children 2.5-5
years of age with picky eating behaviours and low weight-
for-height. Asia Pac J Clin Nutr. 2017;26(1):104–9.
34. Trisnawati M, Pontang GS, Mulyasari I. JGK-vol.8, no.19
Juli 2016. 2016;8(19):113–24.
35. Noviza L. Hubungan Konsumsi Zinc Dan Vitamin a Dengan
78 | Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan
Kejadian Stunted Pada Anak Batita Di Desa Rambai
Kecamatan Pariaman Selatan Tahun 2014. 2014;1–50.
36. Nurahmatika P, Bintanah S, Kusuma HS. Hubungan
Asupan Protein , Vitamin A , Vitamin E , Dan Zink Dengan
Kadar Albumin Pada Pasien Kanker Payudara Di Rumah
Sakit Tugurejo Semarang. Pros Semin Nas Publ Hasil-Hasil
Penelit dan Pengabdi Masy. 2017;(September):286–96.
37. Leo AR. Tingkat Asupan Protein , Vitamin A , dan Zink
yang Rendah Memperlama Kesakitan ISPA pada Balita
dengan ISPA. 2018;8(2):130–8.
38. Dewi IA, Adhi KT. Pengaruh Konsumsi Protein Dan Seng
Serta Riwayat Penyakit Infeksi Terhadap Kejadian Pendek
Pada Anak Balita Umur 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja
Puskesmas Nusa Penida Iii. Gizi Indones. 2014;37(2):36–
46.
39. Adani FY, Nindya TS. Perbedaan Asupan Energi, Protein,
Zink, dan Perkembangan pada Balita Stunting dan non
Stunting. Amerta Nutr. 2017;1(2):46.
40. Maulia PH, Farapti. Status Zinc Dan Peran Suplementasi
Zinc Terhadap Sistem Imun Pada Pasien Hiv / Aids : a
Systematic Review. Media Gizi Indones. 2019;14(2):115–
22.
41. Khademian M, Farhangpajouh N, Shahsanaee A,
Bahreynian M, Mirshamsi M, Kelishadi R. Effects of zinc
supplementation on subscales of anorexia in children: A
randomized controlled trial. Pakistan J Med Sci.
2014;30(6):1213–7.
42. Amir AY, Sulastri D. Hubungan Kadar Magnesium Dalam
Asi Dan Asupan Energi Ibu Dengan Penambahan Berat
Badan Bayi Usia 0-6 Bulan Dipuskesmas Lubuk Buaya
Padang. J Ilmu Keperawatan dan Kebidanan.
2019;10(1):41.
Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan| 79
43. Montung LJA, Paruntu ME, Tiho M. Perbandingan Kadar
Natrium Serum Sebelum Dan Sesudah Aktivitas Fisik
Intensitas Berat. J e-Biomedik. 2015;3(3).
44. Paramitha ST. Optimalisasi Pemanfaatan Mineral Fosfor
Dalam Membentuk Kesehatan Fisik Anak Usia Dini Melalui
Reedukasi Keluarga. Gladi J Ilmu Keolahragaan.
2018;9(1):24–34.
80 | Peran Vitamin & Mineral pada Pertumbuhan Perkembangan
Rr Dewi Ngaisyah, SKM, MKM, Eko Mindarsih, S.Si.T, M Kes
Peran
&Vitamin
Mineral
Pada Pertumbuhan Perkembangan
Buku ini dimaksudkan untuk memperkaya bahan bacaan ilmiah
yang dapat digunakan oleh mahasiswa perguruan tinggi,
profesi dan minat yang berkaitan dengan ilmu-ilmu dibidang
kesehatan dan gizi. Buku ini memuat peran vitamin dan mineral
dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan.
ISBN 978-623-6978-03-0