The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Ini Adalah Esai yang diambil dari 15 Esai Terbaik Pada Lomba Esai BEM USD 2020

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by icanalihsan, 2021-03-15 13:18:11

15 Esai

Ini Adalah Esai yang diambil dari 15 Esai Terbaik Pada Lomba Esai BEM USD 2020

Keywords: Esai

siaplah menghadapi perang”. Sebuah ungkapan dalam adagium Latin yang konon dikutip dari
penulis militer Romawi bernama Publius Flavius Vegetius Renatus: Igitur qui desiderat pacem,
praeparet bellum. Adagium yang terkesan menjadi sebuah paradoks yang lucu. Seolah-olah ada
lakon yang dengan luwes memainkan perannya. Dalam skema strategi yang ditawarkan sudah
seharusnya dan selayaknya didukung dengan komando yang strategis pula. Dalam situasi pandemi,
kosa kata ‘damai’ seakan sarat akan makna. Sintaksis yang mampu menjadikan masyarakat hilang
kepercayaan.

Menutup mata dan membungkam mulut nyatanya semakin memperkeruh keadaan. Tak
terbilang siapa saja yang hampir jatuh, sudah jatuh dan akan jatuh. Nampaknya, lakon dengan
embel-embel virus ini dengan luwes memainkan perannya dalam skenario hidup. Kejutan demi
kejutan dirasakan oleh hampir seluruh aspek dan sektor penunjang kehidupan. Tak terasa sudah
setengah tahun yang lalu kita dikejutkan oleh lakon yang tidak kita duga-duga. Kasus covid-19
terus mengalami lonjakan peningkatan secara global. Dilansir dari Gugus Tugas Percepatan
Penanganan COVID-19 (15/06/2020), sebanyak 215 negara harus menyelamatkan warganya dari
ancaman dan dampak pandemi covid-19. Covid-19 sebagai penguasa tunggal menarik perhatian
dunia. Melihat setiap aspek dan sektor penunjang kehidupan terbelalak akan kejutan yang terpaksa
harus ia terima. Tak kuat hati, rasanya sungguh mengerikan. Mencoba mencerna dan
menguraikannya satu per satu, dengan cara seperti apa kita memaknai setiap ratap di masa pandemi
ini.

Dalam sejarahnya, kemampuan beradaptasi menjadi suatu langkah penuh kerendahan hati
bagi setiap makhluk hidup khususnya manusia untuk tetap menunjukkan eksistensinya. Hal ini
pun tidak berubah di masa-masa sulit seperti pandemi kali ini. Lalu bagaimana dengan kita?
Bagaimana dengan sikap yang kita ambil? Besar harapan yang disuguhkan bagi kita untuk
mengenali siapa diri kita sesaat sebelum dan sesudah masa pandemi. Apakah identitas yang sudah
kita kantongi cukup memberikan akses eksistensi di masa kritis nan krisis ini? Sebagai pribadi
yang diberi kesempatan untuk mencicipi dunia kemahaan, nantinya ada banyak pintu dan lorong
yang membawa kita pada celah perspektif dalam menilai suatu peristiwa. Tak sekadar pandai
dalam hal menilai, dengan embel-embel mahasiswa, kita diajak untuk menaruh jejak makna
laksana pembawa asa.

Menjadi selingan yang menyakitkan. Sektor pendidikan pun kian terpukul di masa pandemi
covid-19. Dengan berat hati, saya pun tak kuasa membayangkan dan meraba bagaimana wajah

Lomba Esai Kementerian Sosial Politik dan Kajian Strategis BEM USD 2020: Kuliah Dalam Jaringan dan
Penanganan COVID-19

pendidikan di pelosok negeri ini. Menjadi PR yang tak kunjung rampung. Secara bersamaan
ditengah hiruk pikuk dan bisunya dunia, tak sedikit mulut bersua membawa jeritan asa. Dengan
gagah, berani dan berapi-api tuntutan demi tuntutan dilayangkan. Bagaimana otak diputar, mulut
diasah dan badan diusung. Banyak kepala berkumpul, bersatu, menumbuh sekaligus membunuh
gagasan. Sikap kritis yang membawa kita pada kritik sebagai ujungnya. John Stuart Mill yang
berkiblat pada Individualisme berpendapat bahwa kebebasan individu adalah nilai tertinggi yang
dimiliki manusia dan tidak dapat ditawar. Hidup dan menjadi bagian dari negara demokrasi akan
menjadikan kita terus menerus menggembar-gemborkan kebebasan ruang berpendapat. Tidak
salah memang. Namun, akan menjadi keliru bilamana manusia menihilkan pijakan rasionalitas.
Tidak mudah untuk dibantah terlebih di masa-masa sulit seperti sekarang ini. Dampak yang luar
biasa pada setiap aspek dan sektor penunjang kehidupan. Seluruh lapisan masyarakat menyadari
hal itu. Bagaimana kita memberi ruang dengan proporsi yang tepat ditengah kemajemukkan
suasana saat ini?

Ketika mengibaratkan diri saya jatuh seperti benih dan tumbuh di Sanata Dharma dengan
formasi refleksi sebagai kekhasannya. Pukulan telak yang memenjarakan temu. Tapi siapa sangka
bahwa penjara temu ini melahirkan kelapangan pikir dan juga kelapangan hati. Saya mengajak diri
saya untuk belajar rendah hati terlebih di masa pandemi kali ini. Sejenak terpintas dalam benak
saya, masa yang cukup berat ini akan tetap menjadi masa dan akan tetap saya kenang. Tanpa harus
mengkambing hitamkan sisi terang ataupun sisi gelap dari dampak yang lahir. Apakah akan
menjadi sebuah pembenaran bahwa pandemi ini lahir sebagai tanda dimulainya habitus baru?

Parameter kontrol sebagai prasyarat penyesuaikan diri diharapkan dapat meredam dilematik
publik. Peralihan proses kegiatan belajar mengajar dalam keadaan darurat ini diharapkan menjadi
sebuah solusi. Apakah peralihan ini benar-benar menjadi sebuah solusi? Atau jangan-jangan hanya
sebuah tawaran guna mengulur waktu untuk menutupi kebobrokan dan ketimpangan pendidikan
di negeri ini? Lepas dari bayang-bayang gelap dunia pendidikan, apresiasi kepada para pendidik
dan tenaga kependidikan diharapkan mampu menjadi angina segar ditengah situasi yang pelik ini.

Setiap emosi yang lahir membawa energi yang menjadikan kita ada, hadir dan berdaya.
Mencoba untuk menyelisik lebih dalam lagi, menaruh perhatian pada sektor pendidikan tinggi
yang juga terkena imbas dari pandemi covid-19. Masa pandemi yang seakan menjadi jalur
akselerasi tercapainya pendidikan yang berintegrasi dengan revolusi 4.0. Pendidikan yang
sejatinya menjadi elevator sosial perlahan kehilangan jati dirinya. Sangat disayangkan bahwa

Lomba Esai Kementerian Sosial Politik dan Kajian Strategis BEM USD 2020: Kuliah Dalam Jaringan dan
Penanganan COVID-19

pendidikan sebagai alat yang memerdekakan dan memanusiakan justru terjerembab dalam
lingkaran yang tak berujung. Komitmen sebagai jaminan yang memberi harap dijadikan
kesempatan untuk mencuci tangan bagi beberapa lembaga. Ingin mencoba berbeda dari yang lain,
berbekal semangat dan nilai luhur yang diemban, adaptasi dan adopsi visi filantropis diharap bisa
menempatkan perguruan tinggi untuk tetap menjaga substansi citra pendidikan yang
memerdekakan dan memanusiakan.

Mutu perguruan tinggi menjadi taruhan yang mungkin dinomor sekiankan dalam masa
darurat pandemi saat ini. Menjadi liar ketika beranggapan bahwa dampak yang lahir bisa sajakita
ciptakan. Sudah menjadi rahasia umum bahwa aksi demi aksi sedang naik daun. Layaknya dalam
seri laga, mahasiswa membawa perannya dalam merawat dan menyelamatkan usia perjuangan.
Belum lagi peran universitas sebagai sebuah lembaga yang dinilai bergerak dibawah radar.
Diskursus pemikiran yang menuntut temu ini melahirkan sebuah dialog pengingat bahwa
reformasi pendidikan merupakan tanggung jawab pelaku, pemberi dan penerima pendidikan itu
sendiri. Seperti yang dinarasikan oleh Najwa Shihab dalam kanal YouTube-nya, kita sudah sejauh
ini, kalah bukan pilihan. Tidak menempati kursi nomor satu sebagai sebuah prioritas di masa krisis
ini bukan berarti pendidikan patut untuk dikesampingkan. Pendidikan tetap penting dan menjadi
yang terpenting. Transformasi sistem pendidikan akan berdampak pada kualitas pendidikan.
Bukan untuk disesali atau diperdebatkan, biarlah momen ini menjadi momen bagi kita untuk
berefleksi. Dampak dan mutu seperti apa yang akan kita kenang selepas masa pandemi ini?
Semoga ini hanya menjadi sebuah selingan yang menyakitkan saja, bukan sebuah mimpi buruk
yang menghantui sepanjang tidur pendidikan di negeri ini.

Realita yang disuguhkan sirat akan disonansi bagi berbagai kalangan. Paradigma yang
mengajak kita matang dalam berarah pikir. Kedinamisan menghanyutkan kita dalam pola pikir
juga sikap yang divergen dan konvergen sekaligus. Mengapa demikian? Tabrakan antar bias yang
lahir acap kali ditangkap setengah-setangah. Satu dua pihak yang mencicipi dunia perguruan tinggi
cenderung gagap dan latah dalam menyikapi keadaan yang sedang tidak biasa-biasa saja.
Komunikasi krisis ditempuh dalam jalur tanggap menanggapi polemik yang justru memantik arah
seperti apa yang akan membarui wajah pendidikan di level perguruan tinggi. Konversi yang
sejatinya berpijak pada Tri Dharma Perguruan Tinggi perlu menata ulang standar yang ditetapkan.
Stabilitas yang benar-benar merangkul semua elemen dan kelas sosial tentunya memerlukan
adaptasi dan antisipiasi sebagai prosesnya. Pertanyaannya, akan seberapa lama lagi kita bertahan

Lomba Esai Kementerian Sosial Politik dan Kajian Strategis BEM USD 2020: Kuliah Dalam Jaringan dan
Penanganan COVID-19

dalam fase adaptasi? Pahitnya, daya tarik yang ditawarkan pun tidak menampakkan optimisme
sebagai harapan berdayanya alat yang kita sebut pendidikan. Pendidikan di perguruan tinggi harus
beresiliensi. Pendidikan yang menggembirakan di tengah pandemi dirasa mampu membahasakan
setiap harap. Menjaga eksistensi pendidikan di tengah pandemi ini menjadi PR yang membutuhkan
kontribusi secara kolektif dari berbagai pihak, baik yang berkecimpung dalam dunia pendidikan
ataupun diluar itu. Sekarang hanya masalah pilihan. Bagaimana kita mengiyakan ajakan untuk
berjuang. Pemahaman dan kesadaran seperti apa yang akan kita ciptakan? Ditengah batasan-
batasan yang ada dan pelonggaran-pelonggoran yang diluangkan, sinergisitas antar pihak
diharapan dapat menjadi ramuan penawar di tengah krisis pandemi yang mempertanyakan mutu
perguruan tinggi di negeri ini. Jembatan sinergi yang menjaga eksistensi pendidikan dan menjadi
bayaran dari utas pandemi yang samar lelahnya berada di bumi ini.

Lomba Esai Kementerian Sosial Politik dan Kajian Strategis BEM USD 2020: Kuliah Dalam Jaringan dan
Penanganan COVID-19

DAFTAR PUSTAKA

Liputan6.com. (2019, 18 Maret). 4 Ciri-ciri Globalisasi yang Tanpa Disadari Mengubah
Kehidupan. Diakses pada 19 Maret 2019, dari https://www.liputan6.com/citizen6/read/3919594/4-
ciri-ciri-globalisasi-yang-tanpa-disadari-mengubah-kehidupan

Kompas.com. (2020, 02 Maret). Indonesia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona, Begini dari
Pemberitaan Media Internasional. Diakses pada 05 Maret 2020,
https://www.kompas.com/global/read/2020/03/02/125038370/indonesia-umumkan-kasus-
pertama-virus-corona-begini-pemberitaan-media

Tribunnews.com. (2020, 12 Maret). WHO Tetapkan Wabah Virus Corona Sebagai Pandemi, Apa
Artinya? Diakses pada 13 Maret 2020, dari https://www.msn.com/id-id/berita/dunia/who-
tetapkan-wabah-virus-corona-sebagai-pandemi-apa-artinya/ar-BB114eTJ

Mediaindonesia.com. (2020, 19 Mei). Paradigma Berdamai dengan Covid-19. Diakses pada 25
Mei 2020, dari https://mediaindonesia.com/read/detail/314164-paradigma-berdamai-dengan-
covid-19

Tribunnews.com. (2018, 28 November). “Si Vis Pacem Para Bellum”. Diakses pada 25 Mei 2020,
dari https://www.tribunnews.com/tribunners/2018/11/28/si-vis-pacem-para-bellum

Covid19.go.id. (2020, 15 Juni). Presiden: Langkah Penanganan Covid-19 Harus Cepat, Tepat, dan
Akuntabel. Dilansir pada 23 Juni 2020, dari https://covid19.go.id/p/berita/presiden-langkah-
penanganan-covid-19-harus-cepat-tepat-dan-akuntabel

Hadi, P. Hardono. 1996. Jati Diri Manusia Berdasar Filsafat Organisme Whitehead. Yogyakarta:
Penerbit Kanisius.

Arga Sumantri. 2020. Filantropi Jadi Modal Sosial Masyarakat Hadapi Pandemi di
https://m.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/ybJG30jk-filantropi-jadi-modal-sosial-
masyarakat-hadapi-pandemi (diakses 23 Mei).

Shihab, Najwa. “Kenapa Tidak Sia-Sia #dirumahaja | Catatan Najwa.” YouTube. YouTube, 19 Mei
2020. Web. 23 Mei 2020. https://www.youtube.com/watch?v=ZRG5JqGxgzM

Penilaian Juri: 20,00
28,00
1. Kesesuaian 45,00
2. Orisinalitas
3. Analisis Masalah dan isi 93,00

TOTAL

Lomba Esai Kementerian Sosial Politik dan Kajian Strategis BEM USD 2020: Kuliah Dalam Jaringan dan
Penanganan COVID-19

Lomba Esai Kementerian Sosial Politik dan Kajian Strategis BEM USD 2020: Kuliah Dalam Jaringan dan
Penanganan COVID-19

Nama : Anny Angelina S

NIM 191434033

Prodi : Pendidikan Biologi

Judul Esai : Aksi Gerak Cepat Mahasiswa Dalam Menghadapi Krisis Akibat Covid-
19 Bagi Kehidupan Masyarakat

PENDAHULUAN

Saat ini kita sedang berada ditengah-tengah rasa takut dan panik akibat permasalahan
berat yang menyebabkan banyak korban jiwa dengan jumlah yang bertambah setiap jamnya.
Sejarah peradaban manusia telah mencatat bahwa Covid-19 merupakan sejarah besar dalam
kehidupan di bumi yang telah berhasil membuat seluruh dunia gempar dan merubah seluruh
tatanan kehidupan. Covid-19 atau disebut Coronavirus merupakan virus yang dapat menular
secara cepat dan dapat menyebabkan kematian dalam setiap waktu. Penyebaran virus ini
pertama kali berasal dari Wuhan, China dan mulai tersebar diseluruh dunia akibat adanya
kontak langsung antara penderita dengan orang lain. WHO sebagai Organisasi Kesehatan
Dunia telah menetapkan status Covid-19 sebagai pandemi global pada tanggal 11 Maret 2020.
Sedangkan di Indonesia sendiri, Presiden Joko Widodo telah mengumumkan bahwa di
Indonesia sudah tercatat 2 orang yang terpapar virus corona dengan status positif padatanggal
2 Maret 2020. Berita tersebut sontak membuat seluruh masyarakat panik dan ketakutan serta
melakukan berbagai upaya untuk terhindar dari penyebaran virus tersebut. Oleh sebab itu,
Presiden Joko Widodo secara tegas menghimbau masyarakat untuk melakukan physical
distancing atau work from home (WFH) untuk memutus rantai persebaran Covid-19.

Penyebaran Covid-19 di dunia khususnya di Indonesia telah memakan banyak korban
dan semakin mempersempit ruang gerak masyarakat. Berdasarkan data Worldometers.info
(25/03/2020) tercatat total pasien posotif corona virus sebanyak 5.584.211 jiwa, dengan jumlah
pasien sembuh 2.362. 812 jiwa dan jumlah pasien meninggal sebanyak 347.631 jiwa.
Sedangkan di Indonesia berdasarkan data covid.go.id (25/03/2020) total pasien positif corona
sebanyak 22.750 jiwa, dengan jumlah pasien sembuh 5.642 jiwa dan jumlah pasien meninggal
1.391. Kemudian, diperketatnya penerapan social distancing dan WFH juga telah menjadi
dampak yang signifikan bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Pembatasan yang dibuat oleh

1
Lomba Esai Kementerian Sosial Politik dan Kajian Strategis BEM USD 2020: Kuliah Dalam Jaringan dan
Penanganan COVID-19

Pemerintah telah menciptakan masalah besar bagi masyarakat. Kebijakan WFH dan sosial
distancing telah membuat banyak masyarakat harus kehilangan pekerjaan dan penghasilnya,
dikarenakan banyaknya karyawan yang di PHK dan kegiatan produksi yang di berhentikan
akibat Covid-19 ini. Hal ini menimbulkan krisis ekonomi di kalangan masyarakat menengah
dan ke bawah. Krisis sosial pun ikut ambil andil dalam kasus penyebaran covid-19, dimana
masyarakat masih belum bisa memahami kebijakan Pemerintah mengenai pandemi Covid-19.

Covid-19 telah menyita banyak perhatian masyarakat dunia khususnya Indonesian.
Penyebaran virus corona menjadi masalah bersama yang harus ditangani oleh seluruh elemen
masyarakat. Namun saat ini, pemberlakuan kebijakan untuk memutuskan rantai persebaran
covid-19 masih menuai banyak pro-kontra di kalangan masyarakat akibat kurangnya
pemahaman masyarakat Indonesia dan banyaknya masyarakat yang terdampak akibat dari
kebijkaan tersebut. Di sinilah sangat diperlukan sosok garda terdepan yang mampu
menjembatani pemerintah dengan masyarakat supaya krisis yang terjadi akibat pandemi Covid-
19 dapat segera teratasi. Mahasiswa sebagai insan penerus bangsa yang kreatif sebagai
pembawa perubahan dan kontrol sosial masyarakat menjadi sosok garda terdepan yang
diharapkan dapat bergerak cepat dalam mengerahkan kemampuannya demi kesejahteraan
bangsa dan negara. Peran serta mahasiswa sangat dibutuhkan dan sangat berpengaruh dalam
kondisi saat ini, yaitu sebagai penyambung lidah antara pemerintah dan masyarakat, serta rekan
kerja Pemerintah dalam pelaksanaan kebijakan di tengah masyarakat. Sehingga dengan
demikian, masyarakat akan lebih mudah memahami dan terbantu dengan kehadiran mahasiswa
dalam penanganan Covid-19 ini.

2
Lomba Esai Kementerian Sosial Politik dan Kajian Strategis BEM USD 2020: Kuliah Dalam Jaringan dan
Penanganan COVID-19

PEMBAHASAN

Covid-19 sebagai bencana dunia telah mengubah tatanan kehidupan baik dalam
pendidikan, kesehatan, sosial politik, agama dan perekonomian. Dapat dikatakan bahwa
munculnya Covid-19 telah melahap habis kehidupan manusia di bumi. Kebijakan sosial
distancing dan WFH semakin diperketat dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
demi memutus rantai persebaran Covid-19 yang jumlahnya meningkat begitu pesat setiap
jamnya. Secara tidak langsung kebijakan ini memang dianggap mempersulit ruang gerak
masyarakat, sehingga tidak jarang banyak masyarakat yang kurang peduli dan pada akhirnya
mereka ikut menyandang status pasien positif Covid-19. Hal ini tentunya membuat pemerintah
dan aparat setempat kewalahan dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat, yang pada
akhirnya meningkatkan jumlah pasien positif covid. Tidak hanya pemerintah, tenaga kesehatan
pun menjadi korban akibat kurangnya pemahaman masyarakat dalam menanggapi kebijakan
pemerintah. Masyarakat berbondong-bondong membeli masker dan hand sanitizer untuk
melindungi diri, sedangkan orang-orang yang seharusnya lebih membutuhkan tidak dapat
memiliki karena harga yang melonjak drastis dan pasokan yang menurun akibat permintaan
yang meningkat.

Masalah terbesar setelah kesehatan manusia yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19
adalah meningkatnya krisis ekonomi dan sosial. Menurut institusi finansial, diprediksikan
bahwa krisis ekonomi yang terjadi akibat pandemi covid-19 menjadi krisis terburuk sepanjang
sejarah. Kebijakan WFH dan sosial distancing telah memberikan dampak yang luas dan
menyeluruh terhadap berbagai bidang pekerjaan, seperti kegiatan industri, wisata, pertanian,
perdagangan, transportasi, restoran, kedai, perhotelan, dan sebagainya. Semakin ketatnya
kebijakan pemerintah menuntut berbagai bidang pekerjaan tersebut harus berhenti beroperasi
dan mengakibatkan jutaan orang harus kehilangan pekerjaan dan meningkatnya angka
pengangguran serta kemiskinan.

Pemerintah secara signifikan memproyeksikan potensi kenaikan angka kemiskinan dan
pengangguran di Indonesia dapat mencapai jutaan orang. Pada prediksi pertama dikatakan
bahwa jumlah kemiskinan akan bertambah sebesar 1,16 juta dan jumlah pengangguran akan
bertambah sebesar 2,92 juta. Prediksi kedua yaitu dikatakan bahwa jumlah kemiskinan akan
bertambah sebesar 3,78 juta dan jumlah pengangguran akan bertambah sebesar 5.23 juta.
Prediksi tersebut ditetapkan berdasarkan waktu yang tidak pasti, namun pada 13 April 2020
Kemenaker telah mencatat sebanyak 2,8 juta orang di PHK akibat pandemi Covid-19 ini.

3
Lomba Esai Kementerian Sosial Politik dan Kajian Strategis BEM USD 2020: Kuliah Dalam Jaringan dan
Penanganan COVID-19

Berdasarkan informasi dari INDONESIA.GO.ID, penurunan ekonomi Indonesia diakibatkan
oleh perekonomian Tiongkok yang melemah akibat dampak Covid-19 menyebabkan kegiatan
ekspor-impor dan investasi Indonesia – Tiongkok menurun, serta mengalami defisit neraca
perdagangan sebesar US$ 1,8 miliyar pada tanggal 20 Januari 2020. Jika dilihat dari
melemahnya perekonomian Indonesia saat ini, akan menimbulkan kesenjangan pada
masyarakat dan meningkatnya angka kemiskinan karena banyak masyarakat yang tidak
memiliki pekerjaan dan kemungkinan besar banyak masyarakat yang terkena PHK dalam usia
>40 tahun yang sudah tidak memungkinkan untuk melamar pekerjaan kembali setelah pandemi
Covid-19 berakhir. Pada akhirnya Indonesia akan menanggung krisis besar akibat Covid-19
yang semakin meresahkan masyarakat. Maka dari itu selain memutus rantai persebaran Covid-
19 pada kesehatan masyarakat, perlu adanya tindakan khusus untuk memutus rantai
kemiskinan dan kesenjangan sosial di masyarakat.

Mahasiswa sebagai agent of change dan agent of social control berperan penting dalam
menengahi permasalahan Covid-19 saat ini. Mahasiswa merupakan elemen masyarakat yang
tidak dapat dilepaskan dari dinamika suatu bangsa. Mahasiswa telah menjadi catatan sejarah
dalam perubahan kehidupan suatu bangsa. Meskipun perubahan terus terjadi seiring
berjalannya waktu, keberadaan mahasiswa dengan semangat dan idealismenya akan terus
bergerak. Dalam sejarah Indonesia sendiri, mahasiswa telah menjadi pendorong dan penggerak
lahirnya Orde Baru dan Era Reformasi. Mahasiswa dengan kemampuan dan akhlak mulianya
diharapkan dapat menjadi generasi penerus yang dapat menggantikan generasi lama demi
memajukan kesejahteraan bangsa.

Jika dahulu mahasiswa bergerak untuk masalah yang terlihat, saat ini mahasiswa
dihadapkan dengan masalah yang tidak terlihat namun memberikan dampak yang pasti, yaitu
penyebaran Covid-19. Kondisi yang membuat keadaan Indonesia semakin terpuruk pada
berbagai aspek kehidupan. Di sinilah mahasiswa dan potensinya dituntut untuk bergerak cepat
selain mengenal bahaya Covid-19, penentuan strategi yang efektif untuk memutus krisis pada
masyarakat akibat pandemi Covid-19 sangat diperlukan. Mahasiswa yang menempati posisi di
antara pemerintah dan masyarakat berperan untuk menjembatani dan menangani
permasalahan-permasalah yang tidak dapat ditangani secara langsung oleh pemerintah kepada
masyarakat.

Mahasiswa sebagai kaum muda berpeluang besar dan sangat dibutuhkan dalam
berkontribusi pada penanganan Covid-19. Mahasiswa dapat berkontribusi sebagai relawan

4
Lomba Esai Kementerian Sosial Politik dan Kajian Strategis BEM USD 2020: Kuliah Dalam Jaringan dan
Penanganan COVID-19

maupun penyampai aspirasi atau edukasi kepada masyarakat dalam menghadapi pandemi
Covid-19. Mahasiswa juga dapat bergabung dalam berbagai gerakan-gerakan penanganan
Covid-19 di daerah sekitar. Hal-hal tersebut dapat dilakukan mahasiswa untuk mengisi waktu
luang di tengah kuliah online dan karantina wilayah. Sehingga, dengan menggabungkan diri
untuk turut serta mengambil peran dalam masyarakat akan menghindarkan mahasiswa dari
kegiatan-kegiatan tidak bermanfaat atau berdampak buruk bagi dirinya dan orang lain.

Mahasiswa sebagai agent of change dan agent of social control dapat melakukan
tindakan atau aksi gerak cepat tangani Covid-19 dalam memutus krisis pada kehidupan
masyarakat dengan beberapa kegiatan sebagai berikut :

1. Melalui organisasi mahasiswa, mahasiswa dapat menghimpun suara masyarakat dan
meneruskannya kepada pembuat kebijakan di daerah masing-masing.

2. Mengajak kampus dan masyarakat untuk berkolaborasi dalam memutus penyebaran
covid-19 beserta dampak yang ditimbulkan pada berbagai aspek.

3. Berpartisipasi aktif menjadi relawan tanggap penyebaran Covid-19 dan dampaknya
dengan seluruh mahasiswa di Indonesia.

4. Mengadakan suatu sosialisasi atau penyebaran informasi mengenai sikap dalam
menghadapi pandemi Covid-19 dan cara untuk mencegah penyebaran Covid-19.

5. Memberikan penyadartahuan kepada kelompok masyarakat yang masih sering
menumpuk masker, dan produk kesehatan lainnya demi kepentingan pribadi. Hal ini
bertujuan supaya masyarakat sadar bahwa melindungi diri tidak harus dengan
mengegoiskan diri. Jika yang sakit tidak memiliki fasilitas memadai untuk melindungi
diri, maka penyebaran ini akan terus terjadi. Oleh sebab itu perlunya pemahaman bagi
masyarakat untuk tidak mementingkan diri sendiri demi keselamatan bersama.

6. Membantu petugas keamanan setempat dalam mengawasi tempat-tempat berkumpul.
Hal ini dikarenakan masih banyak tempat yang dibuka tanpa protokol kesehatan yang
ditetapkan. Jika di dalam tempat tersebut terdapat orang yang ternyata menderita
Covid-19 dan tidak adanya protokol kesehatan di dalamnya, maka penyebaran Covid-
19 akan semakin mudah. Oleh sebab itu mahasiswa dapat bekerja sama dengan petugas
keamanan setempat untuk mendeteksi dan mengawasi tempat-tempat yang masih
terbuka tanpa adanya protokol kesehatan.

7. Melalui kreativitas dan teknologi yang dimiliki, mahasiswa dapat mengembangkan
informasi mengenai Covid-19 melalui beberapa media untuk menarik perhatian

5
Lomba Esai Kementerian Sosial Politik dan Kajian Strategis BEM USD 2020: Kuliah Dalam Jaringan dan
Penanganan COVID-19

masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan dampak yang ditimbulkannya.
Informasi-informasi tersebut dapat dibuat dalam bentuk poster, audio, maupun visual
melalui youtube dan media sosial lainnya.
8. Melakukan penggalang dana dan mengolah dana tersebut menjadi bahan makanan
pokok atau sembako yang akan disalurkan kepada masyarakat rentan atau masyarakat
yang terkena imbas dari pandemi Covid-19.
9. Melakukan gerakan satu juta buku yang dapat didistrubusikan kepada anak-anak SD-
SMP yang sulit untuk menjangkau pendidikan atau proses belajar akibat dari pandemi
Covid-19 dan keterbatasan pemahaman dan fasilitas akan teknologi.
10. Melalui semangat solidaritas dan pembangun perubahan bagi bangsa, mahasiswa dapat
turun secara langsung untuk bersama-sama membangun gerakan dalam menangani
krisis ekonomi lokal dan krisis ekonomi rumah tangga agar tetap memiliki penghasilan
untuk menghidupi keluarganya. Mahasiswa dapat membuat suatu inisiatif seperti
berikut :

a) Membentuk UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dengan kegiatan
membuat masker kain dan produk lain seperti t-shirt dan totebag. Kegiatan ini
dapat dipromosikan oleh mahasiswa secara langsung maupun online kepada
orang lain. Para pekerja yang bekerja di dalamnya adalah masyarakat yang
terkena dampak pandemi Covid-19. Masker kain ini juga dapat disalurkan
kepada para tenaga kesehatan untuk menutupi keberadaan masker yang semakin
menipis pasokannya. Hasil distribusi masker kain dapat dijadikan sebagai upah
bagi para pekerja, disalurkan sebagai bantuan pangan bagi masyarakat rentan,
dan dikembangkan untuk memproduksi produk lain sehingga banyak
masyarakat rentan tertolong dengan kegiatan ini.

b) Mahasiswa di bidang kesehatan dapat bersatu untuk menangani krisis akibat
Covid-19, dengan melakukan uji coba pembuatan produk hand sanitizer alami.
Pembuatan produk hand sanitizer alami ini juga dapat didistrubusikan kepada
masyarakat luas dan rumah sakit serta tenaga kesehatan. Kegiatan ini untuk
menangani keberadaan hand sanitizer yang semakin mahal di pasaran dan
banyak masyarakat yang tidak mampu membeli. Hasil distribusi hand sanitizer
ini juga dapat dijadikan sebagai dana untuk membantu masyarakat rentan yang
mengalami krisis akibat Covid-19.

6
Lomba Esai Kementerian Sosial Politik dan Kajian Strategis BEM USD 2020: Kuliah Dalam Jaringan dan
Penanganan COVID-19

c) Memfasilitasi dan memberikan pengetahuan dalam menggunakan teknologi
bagi para pedagang dan petani yang mengalami krisis ekonomi akibat Covid-19
yang membuat barang dagangannya atau hasil panennya tidak laku. Mahasiswa
dapat memberikan bantuan kepada kelompok masyarakat ini untuk
mempromosikan produknya melalui online, selain lebih mudah juga lebih
aman.

d) Mahasiswa dapat membantu Ojek online yang saat ini terancam sulit
mendapatkan penghasilan, dengan bekerjasama melalui sistem order online.
Barang-barang yang dipromosikan secara online oleh kelompok masyarakat
sebelumnya dapat dikirim/diantar oleh ojek online dan ini akan menambah
penghasilan bagi ojek online tersebut.

11. Mahasiswa dapat mengajak masyarakat kaum muda dan tua untuk berpartisipasi dalam
gerakan #BerbagiMasker kepada para pengendara, petugas keamanan, pedagang, dan
lainnya yang seringkali lupa untuk memakai masker ditengah pandemi Covid-19 ini.

12. Mahasiswa dapat berinisiatif membuat tempat cuci tangan di berbagai tempat khusus,
dengan ketersediaan hand sanitizer dan masker bagi mereka yang belum memakai
masker.
Negara melalui Pemerintah tidak akan mampu berdiri sendiri pada sendi-sendi

masyarakat saat ini. Oleh sebab itu, kehadiran serta peran mahasiswa sangat dibutuhkan untuk
membantu pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan dan memperbaiki tatanan
kehidupan menjadi lebih baik. Krisis yang dihadapi akibat dampak penyebaran Covid-19
adalah tanggung jawab yang harus dihadapi secara bersama dan menyuarakannya dalam aksi
nyata. Masyarakat juga diminta untuk tidak panik tetapi tetap bersikap baik dalam menghadapi
berita-berita hoax mengenai kabar Covid-19, dan lebih bijak sserateliti dalam membaca atau
mendengarkan suatu berita.

7
Lomba Esai Kementerian Sosial Politik dan Kajian Strategis BEM USD 2020: Kuliah Dalam Jaringan dan
Penanganan COVID-19

KESIMPULAN
Covid-19 merupakan masalah serius yang dihadapi dunia termasuk Indonesia saat ini.
Penyebaran Covid-19 telah merubah berbagai tatanan kehidupan masyarakat. Penyebaran
Covid-19 juga telah mengambil peran penting dalam meningkatnya krisis yang terjadi di
Indonesia, baik dalam pendidikan, kesehatan, perekonomian, sosial politik, dan agama. Krisis
ekonomi dan sosial menjadi dampak utama dari pandemi Covid-19 ini. Krisis ekonomi telah
berkontribusi pada naiknya angka kemiskinan dan pengangguran di Indonesia. Krisis sosial
juga sebagai dampak dari kurangnya pemahaman dan penyadartahuan pada masyarakat untuk
tidak mementingkan kepentingan pribadi demi keselamatan bersama.
Menghadapi pandemi yang tengah mengikat dunia saat ini tidaklah mudah. Kebijakan-
kebijakan yang telah dibuat masih selalu dilanggar karena pengetahuan dan kepedulian yang
kurang pada masyarakat. Oleh sebab itu dibutuhkan garda terdepan yang menjadi jembatan
antara pemerintah dan masyarakat juga sebagai pendukung dan rekan pemerintah dalam
memerangi dan mencegah penyebaran Covid-19 serta dampaknya pada masyarakat luas.
Mahasiswa sebagai agent of change dan agent of social control berperan penting dalam
menanggulangi pandemi Covid-19 dan dampak yang terjadi, karena kedudukan mahasiswa
yang berada di antara pemerintah dan masyarakat. Mahasiswa dengan semangat dan
idealismenya, juga dengan kemampuan dan akhlak mulia yang memiliki dituntut untuk dapat
menangani secara bersama-sama krisis yang dihadapi masyarakat akibat pandemi Covid-19.
Melalui 12 cara yang telah dijabarkan, maka mahasiswa dapat berperan secara aktif dan kreatif
dalam membantu masyarakat memutus rantai krisis akibat pandemi Covid-19.

8
Lomba Esai Kementerian Sosial Politik dan Kajian Strategis BEM USD 2020: Kuliah Dalam Jaringan dan
Penanganan COVID-19

Daftar Pustaka

Angga, Stepanus. 2020. Covid 19 SebagaI Pergumulan Eksistensial Manusia Dalam
Eksistensialisme Søren Kierkegaard. Bentang Filsafat. Malang: STFT, Widya Sasana
Malang.

Covid19.go.id. 2020. Data Sebaran Covid19. Diakses dari https://covid19.go.id/ pada 25 Mei
2020.

Fitriyani, Ika., Nining Sudiyarti., dan M. Nur Fietroh. 2020. Strategi Manajeman Bisnis Pasca
Pandemi Covid-19. Indonesian Journal of Social Sciences and Humanities. Vol. 1 No.
2, 2020: 87-95.

Hartati, Puji., dan Susanto. 2020. Peran Pemuda Tani Dalam Pencegahan Penyebaran Covid-
19 Di Tingkat Petani (Kasus Di Kabupaten Magelang). Journal of Business and
Entrepreneurship. Magelang: Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan,
Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta. Volume 2 No. 2 April 2020.

INDONESIA.GO.ID. 2020, 25 Februari. Dampak Corona Terhadap Ekonomi Indonesia.
Diakses dari https://indonesia.go.id/gallery/dampak-corona-terhadap-ekonomi-
indonesia pada 25 Mei 2020.

Kompas.com. 2020, 8 April. Pentingnya Peran Kaum Muda Lawan Virus Corona Pandemi

Covid-19. Diakses dari

https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/sains/read/2020/04/08/090200623/p

entingnya-peran-kaum-muda-lawan-virus-corona-pandemi-covid-19 pada 24 Mei

2020.

Kompas.com. 2020, 12 Maret. WHO Resmi Sebut Virus Corona Covid-19 sebagai Pandemi

Global. Diakses dari

https://www.kompas.com/sains/read/2020/03/12/083129823/who-resmi-sebut-virus-

corona-covid-19-sebagai-pandemi-global pada 25 Mei 2020.

Putri, Cantika Adinda. 2020, Corona Picu 5 Juta Pengangguran, 3 Juta Orang RI Jatuh Miskin.

Diakses dari https://www.cnbcindonesia.com/news/20200414162455-4-

151871/corona-picu-5-juta-pengangguran-3-juta-orang-ri-jatuh-miskin pada 25 Mei

2020

9
Lomba Esai Kementerian Sosial Politik dan Kajian Strategis BEM USD 2020: Kuliah Dalam Jaringan dan
Penanganan COVID-19

Salsabila, Gina Marsha. 2020. Bela Negara GENERASI Muda Dalam MENGHADAPI Wabah
Virus Covid-19. Jurnal Bela Negara Generasi Muda. Bogor: STIT Insan Kamil Bogor.

Sari, Yulia Indri. 2020. Sisi Terang Pandemi COVID-19. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,
Universitas Katolik Parahyangan.

Semaun, Syahriyah. 2020. Dampak Pandemi Covid-19 ; Stimulus di Tengah Krisis Ekonomi
Global. Diakses dari http://www.iainpare.ac.id/dampak-pandemi-covid-19-stimulus-
di-tengah-krisis-ekonomi-global/ pada 24 Mei 2020.

Supriyanto, Bambang. 2020, 30 April. Ini Peran Milenial dalam Mencegah Penyebaran Covid-
19. Diakses dari
https://www.google.com/amp/s/m.bisnis.com/amp/read/20200430/101/1235107/ini-
peran-milenial-dalam-mencegah-penyebaran-covid-19 pada 24 Mei 2020.

TribunJogja.com. 2020, 8 April. Geliat Kreativitas dan Kontribusi Mahasiswa di Yogyakarta
Saat Pandemi Covid-19. Diakses dari
https://jogja.tribunnews.com/amp/2020/04/08/geliat-kreativitas-dan-kontribusi-
mahasiswa-di-yogyakarta-saat-pandemi-covid-19?page=all pada 24 Mei 2020.

Uisi.ac.id. 2020, 15 April. Di Tengah Covid-19, Mahasiswa Bisa Berbuat Apa? Diakses dari
https://uisi.ac.id/read/di-tengah-covid-19-mahasiswa-bisa-berbuat-apa pada 24 Mei
2020.

Worldometers.info. 2020. Coronavirus Update. Diakses dari

https://www.worldometers.info/coronavirus/ pada 25 Mei 2020.

Penilaian Juri: 20,00
27,33
1. Kesesuaian 45,16
2. Orisinalitas
3. Analisis Masalah dan isi 92,49

TOTAL

10
Lomba Esai Kementerian Sosial Politik dan Kajian Strategis BEM USD 2020: Kuliah Dalam Jaringan dan
Penanganan COVID-19


Click to View FlipBook Version