Rumusan Masalah PenelitianTindakan Kelas HANDITYA ELINIA NINGTYAS 190210302060 KELAS B
Rumusan Masalah PenelitianTindakan Kelas PETA KONSEP HenningJohnEdkk (2009) David Hopskins (2008) Daniel R.Tomal (2010) SaraEfratEfrondan Ruth Ravid(2013)
David Hopskin, (2008). A Teacher ' s Guide to Classroom ResearchFourth Edition. New York: Open University Press SUMBER Daniel R.Tomal, (2010). Action ResearchforEducation SecondEdition. Plymouth: United Kingdom SaraEfratdan Ruth Ravid, (2013). Action ResearchInEducationa Practical Guide. New York:The Guilford Press HenningJohnEdkk, (2009). Using Action ResearchTo Improve Instruction AnInteractive Guide ForTeachers. New York: Rautledge Madison Ave
RUMUSAN MASALAH MENURUT HENNING JOHN E DKK, (2009)
Menurut Henning John E dkk, (2009) langkah pertama dalam memulai proyek penelitian tindakan adalah merumuskan pertanyaan penelitian berdasarkan topik, isu, atau permasalahan yang akan diselidiki. Sebuah pertanyaan penelitian sangat penting untuk suatu penelitian tindakan. Rumusan masalah ini akan memberikan tujuan dan arah untuk merancang penelitian, memilih metode, dan menafsirkan temuan hasil penelitian. Seluruh proses perencanaan dan pelaksanaan studi penelitian tindakan akan dipengaruhi oleh pertanyaan atau rumusan masalah yang dipilih oleh peneliti. Dalam melakukan studi penelitian tindakan kelas akan membutuhkan waktu dan fokus yang cukup besar, sehingga peneliti harus memilih pertanyaan atau permasalahan penelitian yang sepadan dengan upaya tambahan yang diperlukan. Pemilihan rumusan masalah lebih baik apabila diawali oleh pengalaman peneliti di kelas serta perilaku siswa yang mungkin dapat meningkatkan rasa ingin tahu peneliti sendiri, masalah yang mendesak dan perlu untuk dipecahkan, kebutuhan yang diidentifikasi oleh rencana perbaikan sekolah peneliti, dan strategi pengajaran baru yang ingin di uji coba oleh peneliti. Masalah, isu, dan inovasi merupakan hal yang selalu menjadi bagian dari kelas peneliti sehari-hari dan interaksi membuat sumber terbaik dari pertanyaan atau rumusan masalah dalam melakukan penelitian tindakan. Jika peneliti mengalami kesulitan dalam memikirkan sebuah pertanyaan atau rumusan masalah maka peneliti dapat merangsang prosesnya hanya dengan melihat siswa secara lebih dekat dan mendalam. Informasi tambahan tambahan yang diperoleh melalui pengamatan dapat membantu peneliti dalam menemukan topik permasalahan. Berikut terdapat enam teknik yang dapat dilakukan peneliti untuk mengamati siswa secara lebih sistematis: a.Amati perilaku yang tidak dapat dijelaskan, membingungkan, atau merupakan perilaku yang tidak biasa b.Amati secara mendalam perilaku masing-masing anak c.Jelajahi keragaman d.Buat jurnal e.Periksa kurikulum f.Renungkan pengajaran R u m u s a n M a s a l a h M e n u r u t H e n n i n g J o h n E d k k , ( 2 0 0 9 )
Berikut terdapat enam teknik yang dapat dilakukan peneliti untuk mengamati siswa secara lebih sistematis: a. Amati perilaku yang tidak dapat dijelaskan, membingungkan, atau merupakan perilaku yang tidak biasa Proyek penelitian tindakan dapat dimulai hanya dengan keinginan samar untuk meningkatkan atau memuaskan rasa yang tidak puas. Perasaan ini dapat menjadi indikator yang sangat penting dari interaksi kelas yang dapat ditingkatkan. Misalnya di kelas Sejarah Indonesia di salah satu sekolah menengah, guru mengalami frustasi karena kurangnya partisipasi selama diskusi. Kemudian guru memberikan pekerjaan rumah dengan menugaskan siswa untuk membaca sebuah narasi pendek mengenai peristiwa bersejarah. Sebagai bagian dari pekerjaan rumah maka mereka saat di kelas harus menjawab serangkaian pertanyaan yang diajukan oleh guru. Pada keesokan harinya ketika siswa datang ke kelas, guru mengajukan serangkaian pertanyaan tentang narasi pendek mengenai peristiwa bersejarah tersebut. Empat atau lima siswa menanggapi pertanyaan guru, sisanya duduk diam atau berbicara di antara diri mereka sendiri pada waktu yang tidak tepat atau menarik diri sepenuhnya. Pola ini kemudian di ulang di antara banyak kelas, hingga peneliti mengetahui permasalahan yang terjadi. b. Amati secara mendalam perilaku masing-masing anak Pendekatan lain untuk menemukan topik adalah dengan memfokuskan pengamatan pada seorang anak. Misalnya peneliti membuat pengamatan tentang satu anak bernama Sari. Sari ini merupakan siswa kelas 11, dimana perilaku dan bahasa ekspresifnya dapat menjadi impulsif. Impulsif adalah sikap ketika seseorang melakukan suatu tindakan tanpa memikirkan akibat dari apa yang dilakukannya. Biasanya anak seperti itu akan mengalami kesulitan memulai sendiri dalam mengerjakan tugas dan biasanya membutuhkan dukungan guru untuk menyelesaikan pekerjaannya. Dalam hal ini dia merespon perhatian guru dengan baik dan semangat untuk meminta tolong kepada guru. R u m u s a n M a s a l a h M e n u r u t H e n n i n g J o h n E d k k , ( 2 0 0 9 )
c. Jelajahi keragaman Mengingat populasi sekolah yang semakin beragam, maka permasalah siswa juga semakin beragam mulai dari kinerja mereka di kelas, penggunaan bahasa yang beragam dan nilai tes prestasi standar mereka dapat menjadi titik awal yang berharga untuk studi penelitian tindakan. Misalnya dalam satu kelas terdapat tiga siswa yang mempunyai kemampuan lebih di bidang bahasa Inggris. Hal ini karena siswa tersebut pernah tinggal di Inggris selama tiga tahun, sehingga mereka tampak berbicara bahasa Inggris dengan baik. Namun nilai tes standar di mata pelajaran lain mereka mendapatkan nilai jauh di bawah rata-rata. d. Buat jurnal Membuat jurnal adalah cara menyimpan catatan refleksi tentang pengajaran peneliti. Peneliti kemudian memeriksa refleksi selama periode waktu dapat menyarankan kemungkinan untuk penelitian tindakan. Misalnya peneliti menyimpan serangkaian entri jurnal selama penyelidikan berbasis satuan ilmu. Saat peneliti membaca entri jurnal, maka peneliti akan melihat banyak entri dimana siswa tidak yakin dengan apa yang harus mereka lakukan dan terlambat dengan tugas mereka. e. Periksa kurikulum Meneliti kurikulum juga dapat menghasilkan beberapa kemungkinan untuk proyek penelitian tindakan. Satu pendekatan akan menganalisis nilai tes prestasi standar sekolah peneliti tersebut. Misalnya bagaimana jika niai tes standar untuk pembelajaran sejarah menunjukkan penurunan yang konsisten di antara siswa kelas 10 dengan lebih dari tiga periode? Setiap tahun nilainya relatif tinggi di kelas 10, turun di kelas 11 dan bangkit lagi di kelas 12. f. Renungkan pengajaran Dalam merenungkan pengajaran peneliti diharapkan dapat memikirkan tentang pengamatan yang telah peneliti lakukan terhadap siswa. Sehingga dalam hal ini kemudian peneliti akan memunculkan beberapa pertanyaan tentang perilaku siswa, kinerja siswa ataupun interaksi peneliti dengan siswa. R u m u s a n M a s a l a h M e n u r u t H e n n i n g J o h n E d k k , ( 2 0 0 9 )
RUMUSAN MASALAH MENURUT DAVID HOPKINS, (2008)
Menurut David Hopkins, (2008) menjelaskan bahwa semakin banyak guru yang meneliti praktek pembelajaran mereka sebagai bagian dari tanggung jawab profesional mereka. Oleh karena itu mengidentifikasi dan berkomitmen dalam topik penelitian tindakan kelas harus bisa diterapkan dan di taati. Penelitian tindakan kelas ini harus dimulai dengan pengaturan hipotesis yang tepat. Penelitian tindakan kelas ini tidak harus dimulai dengan masalah. Dalam hal ini peneliti hanya membutuhkan gagasan umum yang dapat ditingkatkan. Ide umum peneliti dapat berasal dari ide baru atau pengakuan bahwa praktik yang ada tidak sesuai dengan inspirasi. Dalam permasalahan peneliti harus memusatkan perhatian pada beberapa pertanyaan misalnya sebagai berikut: 1. Apa yang terjadi sekarang? 2. Apa yang bisa saya lakukan? 3. Bagaimana pengalaman bisa di terapkan? 4. Apa yang harus saya lakukan sehubungan dengan? Ide-ide tersebut mungkin berhubungan dengan prioritas rencana pengembangan sekolah, atau dengan tujuan, sasaran, atau pernyataan misi sekolah. Seberapa baik ide tersebut pada tahap merumuskan masalah ini lebih penting untuk menghasilkan daftar topik dari mana peneliti bekerja. Setelah menghasilkan daftar, langkah selanjutnya adalah untuk mengevaluasi kegunaan, kelangsungan hidup, atau pentingnya masalah individu. R u m u s a n M a s a l a h M e n u r u t D a v i d h o p k i n s , ( 2 0 0 8 )
Berikut terdapat pedoman untuk menentukan rumusan masalah: a. Pertama Jangan menangani masalah yang kemungkinan anda tidak dapat melakukan apa-apa. Misalnya mungkin dalam jangka pendek atau menengah peneliti mengubah media pembelajaran di kelas yang sebelumnya menggunakan sistem penjelasan materi secara manual akan diubah menggunakan buku teks. Karena peneliti tidak bisa melakukan tentang hal tersebut, maka baik untuk menghindari masalah tersebut atau ulangi dalam bentuk yang lebih dapat dipecahkan. Jadi meskipun peneliti tidak dapat mengubah buku teks maka peneliti dapat bereksperimen dengan berbagai cara teks yang dapat digunakan sebagai bukti di kelas peneliti. b. Kedua Peneliti lebih baik mengambil permasalahan dengan masalah skala kecil dan relatif terbatas. Hal ini karena penting untuk membangun kesuksesan dan proyek skala kecil agar dapat diselesaikan dengan waktu yang sangat singkat namun dengan hasil yang memuaskan. c. Ketiga Pilihlah masalah yang penting bagi peneliti atau bagi siswa peneliti, selain itu alangkah lebih baik untuk memilih masalah yang menurut peneliti harus terlibat dengan kegiatan sekolah peneliti. Topik yang peneliti fokuskan perlu memotivasi secara instrinksik. Jika tidak maka setelah antusiasme awal dan ketika kesulitan mulau menumpuk, peneliti akan menemukan motivasi dalam melakukan penelitian tersebut. R u m u s a n M a s a l a h M e n u r u t D a v i d h o p k i n s , ( 2 0 0 8 )
d. Keempat Sejauh mungkin mencoba dan bekerja secara kolaboratif pada fokus kelas sebagai ruang penelitian. Kemitraan profesional adalah bentuk yang kuat dari pengembangan staf dan dukungan pribadi. Hal ini juga merupakan cara untuk mengurangi isolasi tempat beberapa guru bekerja. e. Kelima Buat hubungan antara pekerjaan penelitian yang akan diteliti dengan pengajaran dan pembelajaran, serta prioritas rencana pengembangan sekolah atau tujuan sekolah. Meskipun tidak perlu adanya hubungan langsung yang penting yaitu menghubungkan profesi individu seseorang dengan penyelidikan nasional untuk inisiatif seluruh sekolah dan arah dimana sekolah itu bergerak. Dari beberapa cara tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam merumuskan masalah untuk penelitian tindakan kelas harus mempunyai kelayakan, menarik, melibatkan kolaborasi dan terkait dalam beberapa hal berkaitan dengan cara untuk mengajar, belajar dan untuk kemajuan sekolah terkait. R u m u s a n M a s a l a h M e n u r u t D a v i d h o p k i n s , ( 2 0 0 8 )
RUMUSAN MASALAH MENURUT DANIEL R. TOMAL, (2010)
Menurut Daniel R. Tomal, (2010) penelitian tindakan berfokus pada mendefinisikan masalah, mengumpulkan data, dan mengambil tindakan untuk memecahkan masalah. Dalam proses pembelajaran guru atau pendidik menyadari bahwa dia mengalami sejumlah masalah dan mempunyai keinginan untuk melakukan suatu perbaikan. Menurut Daniel R. Tomal dalam merumuskan masalah langkah pertama yang dilakukan peneliti adalah melakukan analisis awal mengenai situasi disipliner. Guru memeriksa keseluruhan dinamika kelas seperti mengenai berbagai jenis pelanggaran disiplin, ketika pelaggaran sedang dilakukan, dan siapa yang terutama melakukan pelanggaran, sehingga guru kemudian menyelidiki kebijakan dan prosedur disipliner saat ini. Dalam hal ini misalnya seorang pendidik pertama kali memulai dengan sebuah masalah misalnya siswa tidak membaca di rumah selama waktu senggang mereka. Guru kemudian mulai merumuskan pertanyaan penelitian tindakan kelas seperti “Saya ingin tahu apakah ada hal yang dapat saya lakukan untuk membantu memotivasi siswa untuk membaca selama waktu senggang mereka?”. R u m u s a n M a s a l a h M e n u r u t D a n i e l R . T o m a l , ( 2 0 1 0 )
RUMUSAN MASALAH MENURUT SARA EFRAT EFRON DAN RUTH RAVID, (2013)
Menurut Sara Efrat Efron dan Ruth Ravid, (2013) menjelaskan bahwa proses penelitian dimulai dengan mengidentifikasi topik penelitian. Berikut terdapat pedoman untuk menentukan rumusan masalah menurut Sara Efrat Efron dan Ruth Ravid: a. Memilih tema penelitian Langkah pertama dalam proses penelitian tindakan adalah mengidentifikasi area yang bermakna dari minat seorang peneliti. Kelas dan sekolah merupakan sumber terbaik untuk mencari pertanyaan, teka-teki, dan permasalahan. Dalam mencari masalah ini harus diawali oleh beberapa pertanyaan sederhana diantaranya sebagai berikut: 1.Apakah ada yang anda inginkan untuk mengubah, meningkatkan, atau memvalidasi? 2.Apakah anda mempertimbangkan untuk mengubah cara penilaian anda terhadap pengetahuan siswa? 3.Apakah anda ingin memahami masalah perilaku siswa tertentu? 4.Apakah anda bertanya-tanya bagaimana pendidikan tertentu? 5.Apakah kebijakan mempengaruhi pengaturan pendidikan anda? Pastikan dalam memilih topik yang signifikan untuk penelitian atau pekerjaan dan minat anda. Riset tindakan merupakan riset yang memakan waktu dan peneliti perlu merasa bahwa waktu peneliti dihabiskan dengan baik untuk sesuatu yang berharga, yang secara pribadi bermakna dan berkontribusi pada pribadi peneliti dan pertumbuhan profesional. Pada saat yang sama peneliti harus bersikap realistis. Pilihlah topik yang sekiranya mampu untuk diselesaikan dalam batasan waktu dan sumber R daya yang tersedia. u m u s a n M a s a l a h M e n u r u t S a r a E f r a t E f r o n d a n R u t h R a v i d , ( 2 0 1 3 )
Beberapa contoh dari masalah penelitian antara lain: 1.Apakah keuntungan dan kerugian dari sekolah sepanjang tahun? 2.Bagaimana siswa kelas dua belas dalam menghadapi konflik sosial? 3.Bagaimana saya bisa berhasil mengintegrasikan instruksi yang berbeda ke dalam bahasa saya? Brainstorming dengan pasangan atau dalam kelompok kecil akan membantu peneliti memilih cara yang tepat. Topik yang menarik untuk penelitian tindakan kelas ini akan memperjelas fokus yang akan di teliti. Anggota kelompok harus mengajukan pertanyaan dan saling membantu menyempurnakan dan mempertajam fokus penelitian. Peneliti dapat mengikuti langkah-langkah berikut sebelum bertemu dengan kelompok atau mitra penelitian: 1.Catat daftar masalah yang menarik minat anda 2.Tinjau daftar dan prioritaskan item 3.Pilih masalah yang paling di minati 4.Bagikan masalah yang anda minati dengan kelompok anda dan jelaskan pilihan anda dengan beberapa agrumen sebagai berikut: a)Mengapa topik ini penting bagi anda secara pribadi dan profesional? b)Bagaimana mengeksplorasi masalah ini akan membantu siswa anda? c)Bagaimana penyelidikan akan membantu orang lain misalnya dalam bidang pendidikan? d)Apa saja hambatan yang mungkin dihadapi misalnya mengenai R waktu, sumber daya, dan akses? u m u s a n M a s a l a h M e n u r u t S a r a E f r a t E f r o n d a n R u t h R a v i d , ( 2 0 1 3 )
b. Membangun pernyataan masalah penelitian Langkah selanjutnya adalah mengartikulasikan secara tertulis mengenai masalah penelitian yang akan di teliti. Pernyataan masalah berfungsi sebagai pengantar penelitian dan akan membantu memandu arah penelitian. Pernyataan masalah menyajikan tujuan yang jelas untuk penelitian yang akan dilakukan, misalnya sebagai berikut: 1.Penelitian ini dirancang untuk mengeksplorasi efek dari pemecahan masalah sejarah tentang motivasi dan keberhasilan siswa kelas dua belas dalam penguasaan materi sejarah Islam di Indonesia 2.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana ruang kelas yang demokratis akan mempengaruhi tingkah laku siswa di kelas. Selain itu pernyataan masalah biasanya mencakup hal-hal sebagai berikut: 1.Definisi konsep sentral dan istilah yang mungkin tidak asing bagi pembaca. Misalnya definisi mengenai istilah kurikulum pemecahan masalah atau kelas demokratis. 2.Deskripsi konteks pribadi dan profesional untuk penelitian ini. Peneliti dalam hal ini dapat menggambarkan situasi atau kekhawatiran yang memotivasi peneliti untuk memilih topik tersebut. R u m u s a n M a s a l a h M e n u r u t S a r a E f r a t E f r o n d a n R u t h R a v i d , ( 2 0 1 3 )
3.Penjelasan tentang peran dalam penelitian tindakan. Misalnya klarifikasi jika anda adalah seorang guru kelas tempat anda akan melakukan penelitian. 4.Pemeriksaan, dimana selain peneliti sendiri siapa yang mungkin tertarik dengan penelitian ini dan siapa yang akan mendapatkan manfaat dari pengetahuan yang diperoleh. Misalnya teman sebaya, rekan, orang tua, maupun orang yang membuat kebijakan. Beberapa saran praktis yang dapat dipertimbangkan dalam menulis pernyataan masalah masalah penelitian tindakan kelas adalah sebagai berikut: 1.Peneliti harus memiliki alasan yang jelas untuk melakukan penelitian 2.Alangkah lebih baiknya apabila topik minat yang akan diteliti di persempit misalnya “seberapa sukses pembelajaran di kelas saya?” dapat diubah menjadi “bagaimana caranya agar pembelajaran dapat sukses di kelas saya”. Dalam hal ini guru harus menjadi responsif terhadap peserta didik dengan beragam kebutuhan akademik, sosial, dan emosional. 3.Peneliti seharusnya memilih masalah yang dapat dijelajahi dalam waktu terbatas dan sumber daya yang R sudah dimiliki. u m u s a n M a s a l a h M e n u r u t S a r a E f r a t E f r o n d a n R u t h R a v i d , ( 2 0 1 3 )
4.Peneliti seharusnya memilih topik yang tidak terlalu kabur agar peneliti dapat mudah menemukan sejumlah artikel penelitian yang tepat dengan topik yang akan di teliti. 5.Peneliti seharusnya memilih pertanyaan yang tidak menuntut jawaban ya atau tidak secara sederhana. Dimana dalam penelitian tindakan kelas ini peneliti perlu adanya kolaborasi dengan orang lain seperti misalya dosen untuk membantu peneliti dalam memperbaiki pernyataan masalah satu sama lain. R u m u s a n M a s a l a h M e n u r u t S a r a E f r a t E f r o n d a n R u t h R a v i d , ( 2 0 1 3 )
Universitas Jember
Perumusan Masalah dalam Penelitian Tindakan Kelas Fadhila Rofi' Sasmita Winanto 190210302063 PENDIDIKAN SEJARAH UNIVERSITAS JEMBER Book Chapter
PENELITIAN TINDAKAN KELAS Book Chapter PENULIS : FADHILA ROFI' S.W. EDITOR : FADHILA ROFI' S.W. DESAIN BY : FADHILA ROFI' S.W. Perumusan Masalah Dalam Penelitian Tindakan Kelas FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENGETAHUAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH
Bahan Kajian Definisi Rumusan Masalah Karakteristik Rumusan Masalah Merumuskan Masalah Book Chapter Penelitian Tindakan Kelas
Daftar Rujukan Abdullah. R., dkk. 2020. Panduan Praktis Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT. Remaha Rosdakarya Asrori, dan Rusman. 2020. Classroom Action Research : Pengembangan Kompetensi Guru. Banyumas : Penerbit CV. Pena Persada Hopkins, D. 2008. A Teacher’s Guide to Classroom Research. 4th ed. New York: Open University Press Sagor, R. 2005. The Action Research Guidebook : A Four-Step Process for Educators and School Teams. California : Corwin Press
DEFINISI RUMUSAN MASALAH MENURUT HOPKINS (2008)
David Hopkins (2008) menjelaskan bahwa semakin banyak guru yang meneliti untuk melaukan praktek pembelajaran mereka, dikatakan sebagai bagian dari tanggung jawab keprofesionalan mereka. Penelitian Tindakan Kelas menjadi hal yang harus bisa diterapkan dan di taati oleh pelaku penelitian maupun objek. Penelitian ini harus dimulai dengan pengaturan hipotesis yang tepat dan tidak harus dengan masalah. Peneliti hanya membutuhkan gagasan umum yang dapat ditingkatkan dan tidak bersifat sementara. Ide umum peneliti dapat berasal dari ide baru atau pengakuan bahwa praktik yang ada tidak sesuai dengan inspirasi. Dalam permasalahan peneliti harus memusatkan perhatian pada beberapa pertanyaan misalnya sebagai berikut: 1) Apa yang terjadi sekarang? 2)Apa yang bisa saya lakukan? 3) Bagaimana pengalaman bisa di terapkan? 4) Apa yang harus saya lakukan sehubungan dengan?. Pertanyaan tersebut merupakan ide-ide berhubungan dengan prioritas rencana pengembangan sekolah, atau dengan tujuan, sasaran, atau pernyataan misi sekolah. Seberapa baik ide tersebut pada tahap merumuskan masalah ini lebih penting untuk menghasilkan daftar topik dari mana peneliti bekerja. Hopkins, D. 2008. A Teacher’s Guide to Classroom Research. 4th ed. New York: Open University Press
KARAKTERISTIK RUMUSAN MASALAH
1.Dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya yang padat dan jelas 2.Menunjukkan bidang kajian 3.Menunjukkan masalah dan usulan solusi permasalahan secara jelas, operasional dan spesifik. 4.Menunjukkan spesifikasi subjek penelitian 5.Bersifat realistis sehingga memungkinkan dikumpulkan data secara empirik untuk memecahkan permasalahan. 6.Memiliki manfaat praktis bagi pengembangan profesi guru. Abdullah. R., dkk. 2020. Panduan Praktis Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT. Remaha Rosdakarya
MERUMUSAN MASALAH Mengidentifikasi Menganalisis Perumusan Masalah
Identifikasi masalah merupakan tahap pertama dalam serangkaian tahapan penelitian. Masalah yang akan diteliti harus dirasakan dan identifikasi oleh guru sendiri sebagai peneliti. Guru mengumpulkan semua permasalahan yang terjadi pada pembelajaran yang biasa ia dilakukan di dalam kelas. Mengidentifikasi Masalah
Syarat masalah untuk di-identifikasi yaitu : 1.Masalah harus riil dan on-the job problem oriented, artinya masalah tersebut dibawah kewenangan seseorang guru untuk memecahkan. 2.Masalah harus problematik artinya, masalah tersebut perlu dipecahkan. 3.Masalah harus memberi manfaat, artinya pemecahan masalah tersebut memberi manfaat yang jelas atau nyata. 4.Masalah penelitian tindakan kelas harus bisa dipecahkan atau ditangani.
Setelah masalah teridentifikasi kita tidak langsung merumuskan masalah itu. Sebelum merumuskan masalah, harus melakukan analisis terlebih dahulu. Mills berpendapat bahwa tanpa melakukan analisis, mungkin masalah yang akan diidentifikasi masih bersifat kabur/ tidak jelas. Analisis dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri atau refleksi, dan dapat pula mengkaji ulang berbagai dokumen seperti pekerjaan siswa, daftar hadir, atau daftar nilai, atau bahkan bahan pelajaran yang kita siapkan. Semua ini bergantung dari jenis masalah yang kita identifikasi Menganalisis Masalah
Dalam PTK, rumusan masalah harus mengandung ide peneliti yang akan digunakan untuk mengatasi masalah itu sendiri. Jadi, rumusan masalah tidak sekedar kalimat tanya yang sifatnya umum, tetapi telah dirumuskan secara spesifik. Disarankan masalah yang dipilih sebagai masalah PTK adalah yang memiliki nilai yang bukan sesaat, tetapi memiliki nilai strategis bagi keberhasilan pembelajaran lebih lanjut dan memungkinkan diperolehnya model tindakan efektif yang dapat dipergunakan untuk memecahkan masalah serumpun. Merumuskan Masalah
Masalah yang baik untuk dijaadikan sebagai rumusan masalah, yakni : 1.Rumusan masalah hendaknya dapat diuji secara empirik. 2.Rumusan masalah hendaknya dituangkan dalam bentuk kalimat tanya. 3.Rumusan masalah hendaknya jelas dan kongkrit. 4.Masalah hendaknya dirumuskan secara operasional. 5.Rumusan masalah hendaknya mampu memberi petunjuk. 6.Perumusan masalah haruslah dibatasi ruang-lingkupnya sehingga itu memungkinkan penarikan simpulan yang jelas dan tegas.
Menurut Sagor (2005) menjelaskan bahwa rumusan masalah dalam penelitian tindakan hendaknya menjelaskan: - apa yang bermasalah (atau masih mengecewakan) - penyebabnya apa - apa yang akan diperbaiki atau disempurnakan. Sagor, R. 2005. The Action Research Guidebook : A FourStep Process for Educators and School Teams. California : Corwin Press
Contoh : Permasalahan : Siswa kelas 11 SMA B banyak membuang waktu sewaktu mereka mengikuti pelajaran Sejarah Rumusan masalah : Bagaimanakah caranya agar efisiensi waktu bagi siswa kelas 11 SMA B yang sedang mengikuti pelajaran Sejarah dapat meningkat? Permasalahan : Prestasi belajar Sejarah siswa kelas 11 SMA C rendah? Rumusan masalah : Apakah dengan pembenahan pengelolaan kelas dan penilaian yang lebih sistematis dapat meningkatkan prestasi belajar Sejarah siswa kelas 11 SMA C?
Book Chapter UNIVERSITAS JEMBER Penelitian Tindakan Kelas
RUMUSAN MASALAH PENELITIAN TINDAKAN KELAS FITRIA AMININGSIH 190210302059 KELAS B
Halaman 02 PETA KONSEP RUMUSAN MASALAH PENELITIAN TINDAKAN KELAS Pemilihan Topik dan Identifikasi permasalahan PTK Analisis dan Perumusan Masalah PTK
Halaman 03 SUMBER Pelton, Robert P. 2010. Action Research for Teacher Candidates Using Classroom Data to Enhance Instruction. New York : ROWMAN & LITTLEFIELD EDUCATION Sani, Ridwan A, dkk. 2020. Panduan Praktis Penelitian tindakan kelas. Bandung : PT Remaja Rosdakarya
Halaman 04 IDENTIFIKASI PERMASALAHAN PTK MENURUT ROBERT P. PELTON Penelitian tindakan sering digunakan oleh guru untuk memecahkan masalah di kelas dan sekolah mereka karena merupakan proses pemecahan masalah yang sangat baik. Tetapi jangan membuat kesalahan dengan berpikir bahwa Anda harus memiliki beberapa "masalah" untuk dipecahkan sebelum melakukan proyek penelitian tindakan. Dengan mengambil pendekatan yang berpusat pada masalah secara eksklusif, Anda berisiko mengabaikan peluang penting untuk pertumbuhan dan peningkatan. Identifikasi masalah adalah istilah yang lebih luas dan lebih inklusif yang menunjukkan cakupan kemungkinan tak terbatas yang mungkin Anda pilih untuk diselidiki. Tentu saja, Anda dapat mengidentifikasi sejumlah masalah yang mungkin ingin Anda atasi dengan menggunakan proses penelitian tindakan, tetapi Anda juga harus menyadari banyak peluang yang Anda miliki sebagai pendidik untuk memperkaya dan mengembangkan lingkungan belajar yang sudah berhasil.
4 IDENTIFIKASI PERMASALAHAN PTK MENURUT ROBERT P. PELTON Untuk memanfaatkan sepenuhnya kekuatan dan potensi proses penelitian tindakan, biasakan untuk mencari berbagai masalah yang mungkin ingin Anda selidiki. Terkadang Anda dapat memulai pemikiran Anda tentang suatu masalah untuk ditangani dengan menggunakan frase awal seperti salah satu dari berikut ini: • Sesuatu yang ingin saya tingkatkan adalah . . . • Saya memiliki kekhawatiran tentang . . . • Saya ingin melihat perubahan dalam cara siswa saya. . . • Sesuatu yang ingin saya integrasikan ke dalam kelas saya adalah . . . • Sesuatu yang ingin saya selidiki adalah . . . • Sesuatu yang saya ingin lihat berkembang adalah . . . Jika Anda mengalami kesulitan mencoba mengidentifikasi masalah, sentuh orang-orang di sekitar Anda. Brainstorming dengan orang lain adalah pengalaman yang kuat dan dapat membantu Anda untuk mengklarifikasi masalah Anda. Mereka yang berada di lingkungan belajar langsung Anda, termasuk sesama guru atau calon guru, dapat menjadi mitra yang sangat baik untuk membantu Anda memilah-milah tahap identifikasi masalah proyek Anda. Anda harus merencanakan untuk berdialog dengan orang lain di sekolah dan universitas Anda untuk mendiskusikan dan merenungkan masalah yang ingin Anda pelajari.
Halaman 06 IDENTIFIKASI TOPIK DAN PERMASALAHAN PTK minat kesulitan situasi yang tidak jelas umpan balik keingintahuan peningkatan mutu guru Pentingnya masalah - Apakah informasi yang diperoleh merupakan isu penting dalam program pembelajaran saya? relevansi - Apakah masalah terlalu luas?, Apakah dampak penyelesaian masalah terhadap mayoritas siswa? Minat Guru - Apakah isu ini merupakan hal yang saya Minati untuk diteliti ? Kelayakan - Apakah topik ini dapat diteliti ?, Apakah saya dapat memperoleh informasi yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan penelitian ? Topik dan Pemilihan masalah PTK bergantung pada beberapa faktor yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Alasan memilih topik atau menetapkan fokus masalah sebaiknya mempertimbangkan beberapa aspek berikut ini : 1. 2. 3. 4.
IDENTIFIKASI TOPIK DAN PERMASALAHAN PTK Identifikasi masalah merupakan bagian yang amat penting dalam membuat perencanaan atau PTK, Sebab kejelasan permasalahan penelitian yang akan dipecahkan sangat bergantung pada hasil identifikasi masalah tersebut. jika identifikasi masalah dapat dilakukan dengan baik dan teliti, maka pembatasan dan rumusan masalah penelitian akan dapat dibuat lebih operasional. Khusus untuk PTK, perlu dilakukan kajian penyebab atau Akar masalah sehingga permasalahan mudah dipecahkan. Jika masalah Tidak diidentifikasi secara baik, Maka pembatasan dan rumusan masalah menjadi kurang jelas bila sehingga pemecahannya akan sulit. Identifikasi masalah ini perlu dilakukan karena penelitian biasanya dibatasi oleh waktu dan dana sehingga peneliti perlu membatasi masalah penelitian pada fokus tertentu saja yang menurut pertimbangan peneliti sangat penting untuk diselesaikan. Pemilihan dan pembatasan masalah perlu dilakukan ditinjau dari segi pertimbangan manfaatnya, Kemungkinan memperoleh data secara lengkap dan kemampuan analisisnya, Kemampuan penyelesaiannya rumah serta dana dan waktu yang tersedia. Berdasarkan penjabaran tersebut, guru perlu mengikuti ramburambu pemilihan masalah PTK sebagai berikut: a. Pilih permasalahan yang dirasa penting oleh guru murid atau sekolah b. Jangan memilih masalah yang berada diluar kemampuan c. Pilih dan tetapkan permasalahan yang skalanya cukup kecil
IDENTIFIKASI TOPIK DAN PERMASALAHAN PTK Isu atau masalah apa yang menarik sehingga perlu dilakukan penelitian? Mengapa perlu dilakukan penelitian Terhadap isu atau masalah tersebut? Bukti apa yang dapat diperoleh untuk menunjukkan bahwa isu atau masalah tersebut memang perlu diteliti? A.Apa yang dapat Atau harus saya lakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut? Pertanyaan yang perlu dijawab untuk menilai pentingnya permasalahan PTK yang telah dipilih adalah sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. Masalah PTK dapat bersumber dari kerisauan guru dalam PBM atau hasil pengamatan langsung seseorang terhadap suatu gejala tertentu dalam PBM. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut dirasakan adanya Kesenjangan antara harapan dengan kenyataan yang terjadi sehingga terdorong untuk memecahkannya. Guru akan menyadari adanya masalah jika memiliki perasaan tidak puas terhadap praktek pembelajaran yang dilakukan selama ini. Masalah penelitian juga dapat diperoleh dengan jalan ditunjukkan orang lain yang lebih memahami atau lebih ahli dalam suatu bidang tertentu titik masalah PTK harusnya tahu artinya masalah tersebut harus muncul dan bersumber dari kasus nyata yang dihadapi guru dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. masalah tersebut bertolak dari suatu kasus yang telah terjadi dan menghambat atau mengganggu kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru sehari-hari sehingga menimbulkan ketidakpuasan.
IDENTIFIKASI TOPIK DAN PERMASALAHAN PTK Masalah PTK harus mencerminkan kebutuhan nyata yang dilakukan oleh guru dalam kaitan dengan praktik pembelajaran di kelas Masalah PTK bukan merupakan suatu tugas atau anggapan akan tetapi didasarkan atas fakta atau kenyataan Permasalahan PTK dapat bersumber dari siswa Guru bahan belajar interaksi pembelajaran, dan hasil belajar siswa. Masalah tersebut harus spesifik, artinya terfokus pada satu kasus tertentu. Disamping itu masalah tersebut juga harus dalam jangkauan kemampuan dan minat guru sebagai peneliti yang melakukan PTK. sesuai dengan minat guru, terutama sesuai dengan ketertarikan dan latar belakang kemampuan akademis yang dimiliki peneliti. Perlu diperhatikan bahwa PTK bukan penelitian eksperimen yang mencoba suatu model atau metode pembelajaran yang baru tanpa memperhatikan permasalahan di kelas. Jadi, permasalahan yang diangkat dalam PTK bukan permasalahan yang disarankan orang lain apalagi ditentukan oleh pihak lain yang tidak bersumber dari permasalahan pembelajaran yang dikelola oleh guru. Masalah yang dibahas dalam PTK harus bersumber dari pengalaman pribadi yang menjadi ganjalan guru atau peneliti dalam melaksanakan tugas mengajar sehari-hari. Berdasarkan uraian yang dikemukakan di atas dapat dikatakan bahwa masalah PTK seharusnya memenuhi karakteristik sebagai berikut : 1. 2.
IDENTIFIKASI TOPIK DAN PERMASALAHAN PTK Apakah ada kendala yang terjadi dalam proses belajar mengajar? Apakah hal tersebut menjadi keprihatinan saya? Mengapa ada memprihatinkan hal tersebut? 3. Masalah PTK bukan merupakan hipotesis sama akan tetapi dapat digunakan untuk merumuskan hipotesis tindakan yang dapat dilaksanakan 4. Masalah PTK harus dibatasi dan dirumuskan secara spesifik agar dapat memberikan arah penelitian yang lebih jelas dan tidak membingungkan peneliti 5. Masalah penelitian harus relevan dengan bidang keahlian dan minat peneliti serta ada kemampuan untuk melaksanakannya. Guru dapat menemukan permasalahan PTK bertolak dari gagasan gagasan yang masih bersifat umum mengenai keadaan yang Perlu diperbaiki titik sumber ide dalam mengidentifikasi permasalahan dapat berasal dari : Mengamati aktivitas aktivitas siswa, Berdiskusi dengan teman sejawat yang mengajar di kelas yang sama, Dan memeriksa hasil pekerjaan siswa. Pada tahap ini, yang paling penting adalah menghasilkan gagasan-gagasan awal mengenai permasalahan aktual yang dialami guru di kelas. berangkat dari gagasan-gagasan Awal tersebut, Guru dapat membuat suatu untuk memperbaiki keadaan dengan menggunakan ptk, untuk membantu guru dalam mengembangkan ide untuk melakukan PTK, Dapat digunakan beberapa pertanyaan berikut : 1. 2. 3.
IDENTIFIKASI TOPIK DAN PERMASALAHAN PTK 4. Bagaimana saya menjelaskan tentang permasalahan tersebut secara lebih berarti? 5. Bukti-bukti apa yang dapat anda kumpulkan agar dapat membuat penilaian tentang kondisi yang terjadi? 6. Bagaimana saya mengumpulkan bukti-bukti tersebut? 7. Bagaimana saya melakukan pengecekan terhadap kebenaran dan keakuratan tentang apa yang telah terjadi? 8. Unsur apa yang paling penting untuk diatasi dari kendala tersebut? 9. Apa yang menyebabkan permasalahan tersebut terjadi? 10. yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut?
ANALISIS DAN PERUMUSAN PTK Setelah dilakukan identifikasi masalah langkah selanjutnya adalah melakukan analisis dan pemilihan masalah titik hasil identifikasi masalah hanya untuk memberikan gambaran tentang bermacammacam masalah dalam suatu kerangka sistem tertentu. mungkin masalah yang dihadapi atau peneliti cukup banyak sehingga peneliti harus memilih dan menentukan prioritas dari setiap masalah yang dihadapi titik peneliti dituntut untuk menganalisis dan memilih serta Menentukan masalah penelitian berdasarkan kriteria tertentu. masalah penelitian yang hendaknya benar-benar merupakan kebutuhan nyata yang mendesak untuk diselesaikan. Setelah peneliti memilih dan menentukan prioritas masalah yang akan dipecahkan, kemudian peneliti menganalisis masalah tersebut dan sekaligus menentukan faktor-faktor yang diduga sebagai penyebab utama titik upaya menganalisis penyebab masalah dapat menggunakan metode analisis Akar masalah (root cause analysis) Dengan mempertanyakan : Kenapa masalah tersebut terjadi? Misalnya permasalahan yang ditemukan adalah tidak aktifnya siswa dalam belajar titik penulis agar masalah dilakukan dengan mengajukan beberapa pertanyaan berkesinambungan sebagai berikut. Pertanyaan 1 : Kenapa siswa tidak menjawab pertanyaan guru? Jawaban 1 : Karena tidak memahami materi ajar Pertanyaan 2 : Kenapa siswa tidak memahami materi ajar? Jawaban 2 : Karena siswa tidak Belajar
Pertanyaan 3 : Kenapa siswa tidak belajar ? Jawaban 3 : Karena tidak berminat mempelajari materi yang diajarkan Jika jawaban terakhir dirasakan merupakan penyebab permasalahan maka Akar masalah persamaan tersebut adalah siswa tidak minat belajar di pick perlu diperhatikan bahwa beberapa masalah yang Di identifikasi kemungkinan disebabkan oleh salah satu Akar masalah Sebab itu sebaiknya kita membuat tabel masalah dan Akar masalah serta solusi alternatif yang dapat dilakukan seperti ilustrasi pada di bawah ini ANALISIS DAN PERUMUSAN PTK