ST - VI - 1 BAB VI PEKERJAAN BETON 6.1 Umum Tujuan dari spesifikasi ini adalah syarat-syarat tentang pekerjaan beton mulai dari pekerjaan persiapan, perawatan dan pekerjaan konstruksi yang terkait dengan penggunaan beton bertulang, beton masif (mass concrete), shotcrete dan semua material yang dapat dicampur dengan semen, aggregat halus dan kasar, dan air. Semua pekerjaan beton harus mengacu pada gambar kerja atau atas persetujuan Direksi sesuai dengan spesifikasi atau lainnya yang ditentukan oleh Direksi. Penyedia Jasa harus mengajukan usulan untuk disetujui Direksi yang berisi jadwal pelaksanaan pekerjaan pembuatan workshop dan pengadaan alat yang akan dipergunakan untuk proses pemeliharaan, transportasi dan penyimpanan bahan-bahan beton, sampai dengan proses pengadukan, transport, dan penuangan beton. Usulan tersebut sekurangkurangnya diajukan 30 hari sebelum Penyedia Jasa mulai melakukan pekerjaannya. Rencana detail dari produksi dan penempatan material beton yang diperlukan untuk pekerjaan ini harus mengikuti daftar alir, gambar, spesifikasi alat, material dan perkiraan ketersediaan sumber material untuk kebutuhan semua pekerjaan, yang perencanaannya dibuat oleh Direksi. Semua aktivitas di workshop dan gudang penyimpanan, pengoperasian peralatan harus mendapat persetujuan dari Direksi. Jika dari spesifikasi ini mensyaratkan peralatan khusus untuk dipergunakan atau prosedur khusus untuk dilakukan, maka diperbolehkan memakai alternatif alat lain atau prosedur lain yang diusulkan Penyedia Jasa sepanjang dapat dicoba dan hasilnya mendekati yang disyaratkan oleh alat khusus dan prosedur khusus. Semua altematif penggunaan alat, material dan prosedur harus mendapat persetujuan dari Direksi. Persetujuan dari Direksi untuk pengoperasian alat, pemilihan prosedur penyelesaian pekerjaan, atau penggunaan semua material dalam setiap tahapan konstruksi, harus tetap memperhatikan syarat dan ketentuan yang terdapat dalam spesifikasi teknik atau dalam klausul kontrak sehingga kualitas hasil pekerjaan tetap terjaga. Penyedia Jasa harus selalu memeriksa kondisi air untuk pengikat beton. Bila air diambilkan dari anak sungai terdekat, maka Penyedia Jasa harus selalu memeriksa dari kemungkinan tercemar air dari sistem drainase sekitarnya atau tambahan suspended load. Untuk itu Penyedia Jasa harus menyediakan instalasi pengolahan air termasuk kantong lumpur atau bangunan lain yang dianggap perlu untuk mempertahankan kualitas air. Perencanaan instalasi ini harus mendapat persetujuan Direksi. Penyedia Jasa tidak mendapatkan tambahan pembayaran untuk pekerjaan tambahan yang melebihi harga satuan dalam Daftar Kuantitas dan Harga untuk concrete, mortar, atau material lain sehubungan dengan penyimpanan, pengadukan, transportasi, dan penuangan sebagaimana disyaratkan dalam spesifikasi atau pengarahan Direksi.
ST - VI - 2 6.2 Semen 6.2.1 Umum Semen yang dipergunakan untuk semua kelas beton, mortar, pneumatically applied mortar harus sesuai dengan syarat pada sub pasal ini, dan terus mendapat persetujuan dari Direksi. 6.2.2 Type dan Kualitas Semen Semen yang dipergunakan pada pekerjaan ini harus mengacu pada ASTM C 150, "Standart Specification For Portland Cement Concrete" Tipe 1. Semen harus mengandung alkaline yang rendah. Total kandungan alkali pada semen tidak boleh melebihi 0,60% jika dikalkulasi dari posentase Na2 ditambah 0,685% dari K20. 6.2.3 Pengujian Semen dan Sertifikasi Sebelum melakukan order semen, Penyedia Jasa harus mengajukan dan meminta persetujuan Direksi untuk seluruh type semen yang diusulkan akan dipergunakan. Semua semen yang dikirim ke lapangan harus dilengkapi dengan jumlah yang dikirim dan surat keterangan hasil test harus disampaikan kepada Direksi untuk dimintakan persetujuan. Kecuali atas perintah Direksi, tipe semen yang dipilih tidak boleh mengalami perubahan dari yang telah ditentukan di kontrak. Dalam fakta-fakta hasil uji harus diuji mengikuti lembaran pada sertifikat berikut: a. Kekuatan : ASTM C 151 b. Waktu pengikatan : ASTM C 191 c. Kuat Tekan : ASTM C 109 d. False Set : ASTM C 191 e. Firmness Test : ASTM C 191 Sertifikat harus berisi keterangan tentang data yang berasal dari pabrik semen, data tentang kedatangan tiap tahap di lapangan, jumlah pengiriman tiap tahap, dan identifikasi dari tempat penyimpanan yang berasal dari pabrik. Atas perintah Direksi, Penyedia Jasa dapat melakukan uji untuk semen di laboratorium lapangan dengan pengawasan Direksi untuk melakukan cross cek data dari sertifikat yang diberikan pabrik. Direksi dapat menginstruksikan untuk mengambil sampel semen yang akan digunakan oleh Penyedia Jasa untuk melakukan cek kualitas di laboratorium lain yang dianggap independen. Tidak semua semen dapat dipakai pada pekerjaan utama sebelum dibuktikan bahwa sertifikasinya sesuai dengan persyaratan dan sudah mendapat persetujuan Direksi. Jika hasil test yang dihasilkan semen setelah dikirim tidak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan, maka semen tersebut tidak dapat disetujui Direksi untuk dipakai dalam pekerjaan dan harus dipindahkan dengan biaya dari Penyedia Jasa. 6.2.4 Pengangkutan, Penanganan, dan Penyimpanan Semen Pengangkutan semen curah harus di dalam tangki yang relatif aman dari gangguan cuaca, tertutup dan dirancang cukup untuk melindungi semen dari pengaruh kelembaban. Metode pengangkutan semen dalam kemasan, harus pula dapat melindungi dari kelembaban. Alat dan metode pengangkutan harus sesuai dengan persetujuan Direksi. Penyedia Jasa harus menyediakan fasilitas penyimpanan dan perawatan yang memadai untuk penyimpanan semen di lokasi pekerjaan. Tangki logam atau silo yang digunakan untuk menyimpan pada sistem pengadukan (batching plant) harus terlindung dari gangguan cuaca dan tidak boleh
ST - VI - 3 ada tampungan mati (dead storage) atau sisa semen dalam tangki. Bila Direksi beranggapan sisa semen yang menjadi tampungan mati dapat menganggu proses penyimpanan dalam silo, maka silo harus dikosongkan dan dibersihkan paling sedikit setiap empat puluh (40) hari. Pengiriman semen dalam kemasan kantong harus disimpan dalam gudang yang terlindung dari gangguan cuaca dan bebas dari pengaruh kelembaban. Perencanaan Gudang Penyimpanan harus mendapat persetujuan Direksi dan ditata sedemikian sehingga memudahkan untuk pemeriksaan dan identifikasi dari tiap pengiriman semen. Semen kemasan kantong harus disimpan dalam gudang yang mempunyai lantai lebih dari 30 cm dari tanah, dan pemakaian semen untuk konstruksi diambil berdasarkan prinsip first in first out. Semen yang datang lebih dulu digunakan lebih dulu agar tidak ada semen yang rusak saat penyimpanan. Penyimpanan semen harus memperhatikan jarak untuk setiap tumpukan. Tidak boleh lebih dari dua belas (12) kantong yang diijinkan untuk diletakkan dalam satu tumpukan atau dengan jumlah tumpukan kurang dari 12 kantong seperti yang disarankan oleh Direksi. Tiap periode penyimpanan tidak boleh lebih dari enam puluh (60) hari. Semen yang sudah tersimpan lebih dari sembilan puluh (90) hari dalam gudang penyimpanan tidak boleh digunakan dalam pekerjaan kecuali memenuhi persyaratan dan standar yang sudah ditetapkan oleh Direksi. Jika semen mengalami kerusakan akibat kelembaban atau dalam pengamatan Direksi ada hal lain yang menyebabkan kerusakan semen selama dalam pengangkutan, penanganan, atau penyimpanan maka semen yang rusak harus di pindahkan dengan biaya Penyedia Jasa. Setiap biaya yang dikeluarkan akibat pengangkutan, penanganan, dan penyimpanan semen harus sudah dipertimbangkan dan dimasukkan dalam harga satuan dalam Daftar Kuanttitas dan Harga sesuai dengan pasal 6.2.7. 6.2.5 Inventarisasi dan Pelaporan Penyedia Jasa harus merencanakan dan memastikan stock semen yang tersedia cukup untuk pelaksanaan pekerjaan yang sedang berlangsung. Setiap bulan Penyedia Jasa harus membuat Laporan Bulanan sesuai dengan sub pasal 10.2 dari Spesifikasi umum, Laporan Bulanan tersebut berisi : a. Stok semen di lapangan sampai akhir bulan sebelumnya. b. Rencana semen yang dikirim sampai akhir bulan sebelumnya. c. Jumlah semen yang digunakan dalam pekerjaan sampai akhir bulan sebelumnya. d. Kerusakan semen sampai dengan akhir bulan sebelumnya secara detai e. Informasi lain yang mungkin dibutuhkan oleh Direksi. 6.2.6 Pembayaran Tidak ada pembayaran terpisah untuk semen dan sudah termasuk di dalam Harga Satuan dalam Daftar Kuantitas dan Harga dari setiap item pekerjaan yang menggunakan material semen. Setiap Harga Satuan sedapat mungkin sudah memasukkan biaya untuk keperluan tenaga, material, alat, alat berat, alat konstruksi, fasilitas penyimpanan dan kemungkinan kesalahan penyimpanan, pengangkutan, penyimpanan, perawatan, uji sertifikasi semen, termasuk toleransi jumlah semen yang hilang atau terbuang. 6.3 Admixtures Beton 6.3.1 Umum Penyedia Jasa agar menyediakan dan menggunakan admixture beton seperti ditentukan dalam persyaratan atau atas perintah atau disetujui oleh Direksi. Setiap admixture dapat termasuk tapi bahan material tidak perlu untuk : - Air-entraining admixture untuk beton - Set retarding admixture untuk beton
ST - VI - 4 - Water-reducing/retarding admixture untuk beton - Plasticizer admixture untuk beton, mortar atau grout - Set accelerator admixture untuk beton, mortar atau grout - Fast accelerator admixture untuk pneumatically applied mortar, gunite dan shotcrete Semua admixture beton yang digunakan harus mendapat persetujuan Direksi dan harus sesuai dengan ketentuan dalam ASTM C 494. Kecuali ditentukan lain oleh Direksi, type, manufaktur, dan sumber semua admixture yang disetujui untuk digunakan tidak dapat dirubah sebelum pekerjaan selesai. Admixture harus mempunyai karakteristik yang sesuai dengan kualitas beton dan disuplay dari pabrik yang sama. Terdapat batas nilai slump disyaratkan untuk campuran yang akan ditempatkan. Perubahan nilai slump untuk campuran beton yang diangkut maupun untuk campuran beton yang menunggu proses pengangkutan diperbolehkan atas perintah Direksi bila penggunaan admixture disetujui. 6.3.2 Air-entraining Admixture Air-entraining admixture boleh digunakan dalam semua type beton kecuali ditentukan lain oleh Direksi. Air-entraining admixture merupakan campuran yang jika ditambahkan dalam campuran beton, akan menambah kandungan udara alami dalam campuran sebanyak 4 - 5 persen, sehingga mengurangi jumlah air yang dibutuhkan. Admixture harus mengacu pada peraturan ASTM C260. Selanjutnya bila penggunaan Air-entrain memang diperlukan, maka penggunaan Water reduce Admixture yang mengandung komponen Air-entraining admixture diperbolehkan. 6.3.3 Set Retarding Admixture Set Retarding Admixtures digunakan sebagai aditif yang berfungsi meningkatkan waktu pengerasan (setting time). Set Retarding Admixtures dapat digunakan secara kompatibel dengan Air-entraining admixtures dan ditambahkan pada beton dengan cara yang sama dengan Air-entraining admixtures. Kuantitas dari Set Retarding Admixtures yang digunakan harus mematuhi spesifikasi pabrik pembuatnya dan mendapat persetujuan dari Direksi. 6.3.4 Water Reducing / Retarding Admixture Water reducing atau Retarding Admixtures digunakan sebagai aditif yang berfungsi mengurangi jumlah air pencampur sampai sekitar 10 persen dan meningkatkan waktu setting sekitar 2 jam jika beton memiliki temperatur 22° C. Water reducing atau Retarding Admixtures dapat digunakan bersama dengan Air-Entraining Admixtures. Kuantitas dari Water-Reducing atau Retarding Admixtures yang digunakan harus mematuhi spesifikasi pabrik pembuatnya dan mendapat persetujuan dari Direksi. 6.3.5 Plasticizer Admixture Plasticizer Admixture (termasuk Superplasticizers) bila digunakan untuk campuran beton encer atau sementasi grout akan berfungsi sebagai aditif yang akan meningkatkan daya kerja campuran beton encer sehingga mampu meningkatkan kemampuan injeksi campuran beton encer atau sementasi grout. 6.3.6 Set Accelerator Admixture Set Accelerator Admixtures untuk beton, mortar atau grout sebagai aditif yang akan mempercepat pengerasan dan meningkatkan kuat tekan beton dalam waktu 7 (tujuh) hari dari waktu normal 28 (dua puluh delapan) hari.
ST - VI - 5 6.3.7 Fast Accelerator Admixture Fast Accelerator Admixtures untuk shotcrete, gunite dan pneumatically applied mortar digunakan sebagai aditif yang dapat mempercepat waktu pengerasan dan meningkatkan kemampuan kedap air beton, khusus di desain untuk shotcrete dan sejenis pneumatically applied material. 6.3.8 Persetujuan dan Test Admixture Penyedia Jasa harus menunjukkan kepada Direksi dokumen yang berisi spesifikasi dan penjelasan mengenai admixture yang akan digunakan, yang meliputi spesifikasi dari pabrik, petunjuk penggunaan, rekomendasi penggunaan dan sebagainya, beserta contoh adimxture bila diminta oleh Direksi. Dengan instruksi dari Direksi, Penyedia Jasa harus menyediakan dokumentasi dan contoh untuk produk admixture sejenis minimal dari 3 (tiga) perusahaan admixture yang memiliki reputasi dan pengakuan internasional dalam pencampuran beton. Perusahaan Admixture tersebut harus dapat menunjukkan dokumentasi sebagai bukti bahwa produknya telah dipasarkan dan digunakan dalam berbagai pekerjaan besar. Contoh-contoh admixture yang diserahkan paling tidak harus cukup untuk pengujian 50 silinder tes beton atau kubus yang sesuai dengan setiap tipe admixture. Bila diperintahkan oleh Direksi, Penyedia Jasa harus melakukan uji kemampuan admixture di laboratorium beton di lapangan dengan pengawasan Direksi. Sampel admixture digunakan sesuai dengan petunjuk perusahaan pembuatnya. Evaluasi hasil tes dan keputusan penggunaan admixture sesuai dengan persetujuan Direksi. Bila penggunaan admixture diijinkan, Direksi berhak untuk setiap saat memvariasi proporsi admixture yang akan digunakan atau menunda penggunaan admixture tertentu. Direksi juga berhak menentukan penggunaan admixture tertentu dengan proporsi sesuai dengan kebutuhan yang dianggapnya cukup. Admixture yang mengandung calsium clorida tidak diijinkan. 6.3.9 Penyimpanan dan Penanganan Admixture Semua admixture beton yang dibawa ke lokasi harus dilengkapi dengan sertifikasi kualitas dan pengujian dari perusahaan untuk di sampaikan kepada Direksi untuk mendapat persetujuan . Admixture bentuk cair dan tepung untuk beton disimpan dalam wadah tahan air yang sesuai dengan persyaratan tertentu untuk mencegah penyerapan air. Penyimpanan admixture harus diatur sedemikian rupa sehingga material-material yang akan digunakan dalam urutan seperti pada saat admixture datang ke lokasi. Kotak-kotak admixture harus memiliki tanggal kedaluarsa dan ditempatkan pada posisi di kontainer yang mudah dilihat, dan dicatat pada buku stok (inventory). Jumlah admixture dalam gudang penyimpanan harus dalam jumlah yang memadai sehingga tidak mengganggu proses pembetonan. Tidak diperbolehkan menyimpan admixture di lapangan lebih dari 6 (enam) bulan, penggunaannya setelah itu harus melalui uji yang sesuai dengan spesifikasi dan standamya serta mendapat persetujuan dari Direksi. Jika masa kadaluarsa admixture telah lewat, kontainer admixture harus disingkirkan atau admixture telah mengalami kontaminasi oleh udara yang lembab, selama transportasi, penanganan, atau penyimpanan, admixture harus dipindahkan dan diganti dengan biaya dari Penyedia Jasa.
ST - VI - 6 6.3.10 Pembayaran Tidak ada pembayaran secara terpisah dengan aturan khusus dalam pasal ini. Semua biaya yang berkait dengan admixture termasuk biaya seluruh tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan residental pengantaran, penanganan, pencampuran dan batching, sisa-sisa dan kehilangan (losses) harus sudah termasuk kedalam harga satuan dalam daftar kuantitas dan harga untuk item-item beton yang sesuai, mortar, pneumatically applied mortar, gunite, shotcrete, grout atau materialmaterial lainnya dimana admixture digunakan. 6.4 Agregat 6.4.1 Umum Penyedia Jasa akan bertanggung jawab untuk pengadaan semua agregat untuk beton bertulang, beton masif (mass concrete), shotcrete dalam jumlah cukup dan kualitas sesuai persyaratan. Biaya pengadaan agregat sudah termasuk dalam Harga Satuan sesuai dalam Daftar Kuantitas dan Harga untuk bermacam-macam kualitas beton yang akan dibuat, Harga Satuan juga harus sudah termasuk biaya Penyedia Jasa untuk penggalian, penyimpanan, pengangkutan material agregat dan semua tenaga, alat, fasilitas dan kemungkinan tak terduga selama proses pengadaan agregat. Penyedia Jasa tidak boleh meminta tambahan biaya setiap material terbuang di lokasi quarry atau tambahan pekerjaan selama proses pengadaan agregat yang diperlukan menurut spesifikasi termasuk pengelompokan material menurut gradasinya, kelebihan material yang diminta untuk dipisahkan menurut gradasinya dan material yang harus dibuang karena tidak memenuhi spesifikasi yang ditentukan. 6.4.2 Sumber dari Material Agregat Material untuk produksi agregat kasar dan halus yang diperoleh dari area pengambilan harus sesuai dengan rencana atau dengan persetujuan Direksi. Penyelidikan lokasi untuk quarry agregat kasar dan halus yang telah dilakukan menunjukkan bahwa bahan untuk produksi material kasar dan halus untuk campuran beton tersedia dalam jumlah yang cukup. Bila dalam kondisi tertentu jumlah agregat dari quarry tidak mencukupi, maka material agregat yang sesuai bisa didapat dari pemecahan batu dengan lokasi yang disetujui Direksi. Jika material untuk agregat yang diajukan oleh Penyedia Jasa akan diambilkan dari sumber lain selain dari lokasi yang telah ditentukan, maka harus dilakukan pengujian agregat dengan mengirimkan contoh agregat seberat 50 kg untuk setiap type dan ukuran agregat halus dan agregat kasar yang dipakai dalam pekerjaan paling lambat satu (1) bulan sebelum material tersebut dipakai. Biaya semua test material dibebankan pada Penyedia Jasa. Penyedia Jasa harus memperoleh ijin yang diperlukan dari pihak yang berwenang berkenaan dengan proses pengambilan agregat di quarry, dan membayar semua biaya yang berhubungan dengannya dan mematuhi operasional di tempat pengambilan, pemilik proyek akan membantu Penyedia Jasa dalam membuat rencana dan mendapatkan ijin yang diperlukan. 6.4.3 Pengolahan Agregat Pengolahan dari material kasar untuk agregat sudah termasuk proses antara lain, pemilihan, pemecahan, penyaringan, pengayakan, pencucian dan pencampuran untuk menghasilkan agregat halus dan kasar yang memenuhi spesifikasi. Semua metode proses, alat dan fasilitas yang ada dilokasi pengolahan harus disetujui oleh Direksi.
ST - VI - 7 Jika material buatan (pemecahan) dan alam (tidak pecah) diperlukan untuk dicampur agar didapatkan gradasi yang diperlukan, maka material tersebut harus dicampur secara seragam. Proses pemecahan dan pencampuran, jumlah material yang dipecah dan dicampur harus mendapat persetujuan dari Direksi. Fasilitas pengolahan untuk memproduksi agregat yang memadai dan dapat memenuhi penyediaan agregat sesuai jadwal konstruksi harus disediakan oleh Penyedia Jasa. Fasilitas pengolahan agregat harus lengkap yang antara lain terdiri dari peralatan pemecahan, penyaringan, pengayakan, pencucian, pengelompokan dan pemisahan, penyimpanan, pemanfaatan dan pengiriman agregat untuk proses pencampuran beton. Penyedia Jasa harus menyediakan ruangan di fasilitas pengolahan agregat seluas tidak kurang dari 20 m2 diperuntukkan bagi Direksi. Ruangan tersebut harus dilengkapi Air Conditioning, fasilitas listrik dan air dan sarana sanitasi. Rencana detail dan spesifkasi fasilitas pengolahan agregat termasuk gambar, data kapasitas produksi dan diagram alir proses pengolahan agregat harus diserahkan dan disetujui Direksi. Diagram alir harus dapat memberikan data kapasitas produksi untuk bermacam-macam ukuran dan data volume agregat stokpile termasuk jumlah dan jenis peralatan yang digunakan dalam pengangkutan agregat menuju lokasi pencampuran beton. Fasilitas pengolahan agregat harus beroperasi secara memadai sesuai dengan skedul pekerjaan beton, termasuk untuk memenuhi uji agregat sesuai spesifikasi pasal 6.7 bagian ini. 6.4.4 Agregat Halus Adalah agregat dengan ukuran partikel maksimum lima (5) milimeter. Pengadaan agregat halus untuk beton dan mortar harus dilakukan oleh Penyedia Jasa dan merupakan material pasir alam atau material pasir buatan (hasil pemecahan). Agregat halus harus mengikuti standar ASTM C33 kecuali kalau ditentukan lain. Semua agregat halus yang akan digunakan harus mendapat persetujuan Direksi. Penyedia Jasa harus melakukan tes laboratorium sesuai dengan pasal 6.7 untuk semua material agregat halus sebelum meminta persetujuan Direksi untuk digunakan. Kecuali ditentukan oIeh Direksi, semua test agregat halus dilakukan di laboratorium lapangan dengan pengawasan Direksi dan hasil dari setiap tes harus dikirim ke Direksi untuk dimintakan persetujuan selambat-lambatnya tiga puluh (30) hari sebelum digunakan dalam pekerjaan konstruksi. Agregat halus harus memiliki sifat keras, padat, kuat, merupakan partikel pasir atau pecahan batu sesuai persyaratan gradasi dan harus bebas dari humus, lumpur, lempung, dan zat organik atau perusak lain. Agregat halus harus bebas dari partikel yang mudah hancur dan mempunyai bentuk yang bagus yakni memiliki dimensi maksimum tidak lebih besar dari tiga kali dimensi minimum. Agregat halus harus dikirim ke lokasi pencampuran beton dengan kadar air tetap dan gradasinya seragam, dan tidak boleh lebih dari 6% berat keringnya dan perubahan kadar air agregat halus yang dikirim dari fasilitas pengolahan agregat harus berkisar 2% setiap satu sesi pekerjaan pencampuran. Jika material agregat halus diambil dari sumber berbeda maka harus dilakukan pencampuran untuk jaga kualitas dan gradasinya dalam setiap pekerjaan pencampuran beton. Agregat halus harus mempunyai kualitas baik sesuai dengan Unifed Soil Classification System dan kecuali ditentukan lain oleh Direksi, gradasi agregat halus harus mengikuti standar ASTM C 136 sesuai untuk keperluan pekerjaan beton.
ST - VI - 8 No. Saringan Standar ASTM Ukuran Butir (mm) Persentase berat yang lolos No. 3/8 No. 4 No.8 No. 16 No. 30 No. 50 No. 100 Fan 9,52 4,76 2,38 1,19 0,59 0,30 0,15 100 95-100 80-90 60-80 30-60 10-30 2-5 Batas-batas susunan agregat halus yang dimasukkan ke dalam mesin pengaduk beton harus mempunyai modulus kehalusan (fineness modulus) antara 2,50 sampai 3,3, dan gradasi agregat halus harus dikontrol setiap saat. Nilai modulus kehalusan harus masuk batas pada sekurang-kurangnya 9 (sembilan) contoh tes dan harus lebih dari 10 (sepuluh) contoh tes agregat halus yang berurutan dikirim ke pengaduk, nilai modulus kehalusan harus bervariasi antara ± 0,20 rata-rata modulus kehalusan setiap sepuluh contoh yang dites. Direksi dibenarkan untuk merubah nilai gradasi agregat halus yang akan dimasukkan pengadukan beton bila dirasakan perlu, Penyedia Jasa tidak boleh meminta penambahan harga atau biaya atas perubahan ini. Prosentase zat kimia yang merusak dari agregat halus tidak boleh melebihi angka berikut : Item Prosentase Berat Bongkahan Lempung Material Lolos ayakan No. 200 Material Tertahan ayakan No. 50 dan mengapung dalam cairan dengan berat jenis 1,95 1,00 3,0 (1) 0,5 (1) Jika material lebih halus dari ayakan no 200 terdiri dari abu batu bebas dari lempung atau lumpur, prosentase mungkin bertambah sampai 5.0 (2) Jumlah prosentase dari semua kotoran zat kimia yang dikirim ke pengadukan agar tidak lebih dari tiga persen (3%) dari berat, atau lima persen (5%) sesuai dengan (1) Agregat halus ditolak jika : a. Warna hasil produksi lebih gelap dari standar dalam test colorimetric untuk kotoran organik (ASTM C 40) b. Berat jenis (dalam dasar berat kering jenuh permukaan) dibawah 2,60 (ASTM C 128) c. Kehilangan lebih besar 10 % berat butir tertahan pada ayakan No 50 jika lima (5) siklus untuk test kekuatan dengan sodium sulfate sesuai dengan ASTM C 88. 6.4.5 Agregat Kasar Adalah agregat dengan ukuran partikel minimum lima (5) milimeter sampai dengan ukuran partikel terbesar yang akan disyaratkan untuk digunakan pencampuran beton. Pengadaan
ST - VI - 9 aggregat kasar dilakukan oleh Penyedia Jasa berupa alam atau material hasil mesin pemecah tergantung pada mutu beton sesuai dengan persetujuan dari Direksi. Agregat kasar harus merujuk pada syarat standar ASTM C33 kecuali disyaratkan lain oleh Direksi. Penyedia Jasa harus melakukan tes laboratorium sesuai dengan pasal 6.7 untuk semua material agregat kasar sebelum meminta persetujuan Direksi untuk digunakan. Kecuali ditentukan lain oleh Direksi, semua tes agregat kasar dilakukan di laboratorium lapangan dengan pengawasan Direksi dan hasil dari setiap tes harus dikirim ke Direksi untuk dimintakan persetujuan selambatlambatnya tigapuluh (30) hari sebelum digunakan dalam pekerjaan konstruksi. Agregat kasar harus memiliki sifat keras, padat, kuat, merupakan partikel pasir atau pecahan batu yang memenuhi semua persyaratan gradasi dan harus bebas dari humus, lumpur, lempung, dan zat organik atau bahan perusak lain. Agregat kasar harus bebas dari partikel yang mudah hancur clan mempunyai bentuk pipih atau memanjang. Partikel harus mempunyai ukuran yang sesuai yakni memiliki dimensi maksimum tidak lebih besar dari tiga kali dimensi minimum. Gradasi Aggregat kasar ditentukan sesuai dengan standar ASTM C 136 dengan persyaratan berikut : Ukuran ayakan (mm) Prosentase berat yang lewat (%) Ukuran Agregat (mm) 80 40 20 102 (4,0 in) 76,2 (3,0 in) 50,8 (2,0 in) 38,1 (1,5 in) 25,4 (1,0 in) 19,1 (3/4 in) 9,52 (3/8 in) 4,76 (No. 4) 100 90-100 30-55 0-15 0-5 - - - - - 100 90-100 20-50 0-15 0-5 - - - - 100 90-100 20-50 0-5 Persentase dari bahan-bahan yang tidak di ijinkan pada agregat kasar tidak melebihi nilai berikut : Jenis Material Prosentase Berat (%) Lempung berpasir 0.25 Lumpur 5.0 Material yang lewat ayakan No 200 1.0(1) Material yang tertahan pad ayakan No 50 dan mengambang pada larutan (Bj = 2) 0.5 1. Jika material halus yang lolos ayakan No 200 terdiri dari serbuk batu yang bebas dari lumpur dan lempung, nilai prosentase ditingkatkan menjadi 1,5 2. Jumlah prosentase seluruh material yang tidak diijinkan terkirim ke mesin pencampur tidak melebihi 5 %.
ST - VI - 10 Agregat kasar dapat ditolak jika : (a) Dalam Grading A Los Angeles Abration Test kehilangan melebihi 10 % berat pada 100 putaran, atau 40 % pada 500 putaran. (b) Kehilangan berat agregat dalam tes kekuatan menggunakan larutan sodium sulphate yang terjadi lebih besar daripada dua belas persen (12%) terhadap berat. (c) Total prosentase berat partikel yang bentuknya tidak dikehendaki melebihi enam puluh persen (60%). Partikel dapat dipertimbangkan memiliki bentuk yang tidak dikehendaki jika partikel tersebut memiliki ukuran maksimum melebihi 3 kali ukuran minimum. Agregat kasar harus disaring melalui vibrating screen di lokasi pengayakan agregat atau di lokasi pengambilan dan pengolahan batu. Penyaringan agregat kasar dianggap memenuhi syarat, bila agregat kasar telah diuji dengan saringan ayakan sesuai dengan tabel berikut dan material lolos dibawah ukuran ayakan tidak melebihi 2 % dari berat dan seluruh material akan lolos melalui ukuran ayakan lebih besar. Ukuran Agregat yang direncanakan Ukuran dari pada luasan permukaan ayakan Pengujian di bawah ukuran Pengujian diatas ukuran 10 No. 5 11 mm 20 8 mm 22 mm 40 16 mm 44 mm 80 32 mm 88 mm 6.4.6 Penanganan dan Penyimpanan Agregat Agregat halus dan agregat kasar harus disimpan secara terpisah di lokasi pekerjaan, ini untuk mencegah kontaminasi benda-benda asing atau bercampumya beberapa tipe dan ukuran agregat. Agregat halus harus disimpan dalam bak tertutup. Semua fasilitas tempat penyimpanan harus mendapat persetujuan Direksi dan mudah untuk dilakukan inspeksi. Selama penyimpanan, penanganan dan pengangkutan agregat halus diharapkan mempunyai keseragaman dan kadar air konstan tidak boleh lebih dari enam persen (6%) dari berat kering; dan setiap perubahan kelembaban tidak boleh melebihi setengah persen (0,5 %) tiap jamnya atau dua persen setiap gantian waktu kerja. Ketersediaan agregat untuk semua ukuran harus dijaga di areal pengolahan pada setiap waktu untuk kesinambungan pencampuran pada setiap waktu kerja dan penyelesaian setiap pekerjaan beton selama pekerjaan berlangsung. Agregat harus juga disimpan di lokasi pengolahan agregat sebagai cadangan agregat yang disimpan distockpile. Ini untuk menghindari terhambatnya pencampuran akibat habisnya persediaan agregat stockpile. Terdapat beberapa macam metode penyimpanan, seperti ditumpuk menggunung sehingga mungkinkan agregat mengelinding ke bawah atau penggunaan power shovel untuk proses penyimpanan dan pengangkutan. Metode yang menyebabkan material menjadi terpisah tidak diperbolehkan. 6.4.7 Pembayaran Tidak ada pembayaran terpisah yang dilakukan untuk pekerjaan dalam sub pasal ini. Semua biaya untuk pengadaan agregat yang dipakai untuk beton bertulang, beton masif (mass concrete), porous concrete, rubble concrete, mortar, pneumatically applied mortar, harus
ST - VI - 11 sudah termasuk dalam harga satuan penawaran dalam Daftar Kuantitas dan Harga untuk tiap jenis pekerjaan termasuk biaya tenaga kerja, material, alat, dan fasilitas lainnya yang dipergunakan untuk produksi agregat. Termasuk juga pembersihan dan pengupasan daerah quarry, penggalian pengambilan, penyeleksian, pemecahan, proses pengolahan material, pengujian dan proses pengangkutan material ke lokasi pencampuran beton. 6.5 Air 6.5.1 Umum Air yang digunakan untuk semua pengadukan beton bertulang, beton masif (mass concrete), shotcrete, demikian juga untuk pemeliharaan beton, proses pembersihan agregat beton dan mencuci alat pencampuran dan pengaduk beton, membersihkan permukaan yang kotor, harus sesuai dengan persyaratan. Air harus bersih dan bebas dari minyak, kandungan garam, alkali, lumpur, bahan organik, atau kotoran lain seperti lempung dan lempung halus. Kekeruhan air tidak melebihi 2000 ppm. Jumlah sulphate dalam bentuk sulphur anhidrate tidak melebihi 1 (satu) gram per liter. Jika air bersumber dari aliran sungai atau sumber alami, kualitas air tidak boleh melebihi batas yang direkomendasi. Penyedia Jasa harus dapat menjamin kualitas air yang akan digunakan dan harus meminta persetujuan Direksi untuk penggunaannya. 6.5.2 Pencampuran Air Pencampuran air untuk membuat beton dan pencampuran material konstruksi lainnya harus mengacu dengan persyaratan-persyaratan berikut; kadar air agregat harus juga dipertimbangkan dalam pencampuran air dan mengacu pada standar ASTM C.70. Temperatur air yang digunakan untuk mencampur beton dan material-material konstruksi lainnya tidak boleh melebihi 30° C. Penyedia Jasa harus melakukan pengukuran yang diperlukan atau dengan arahan Direksi seperti misalnya, penampungan, penyulingan, penyimpanan, tangki-tangki penyimpanan, pipa penyalur, selang, untuk memudahkan pengontrolan suhu pencampuran air. Jika terpaksa atau atas instruksi Direksi, Penyedia Jasa dapat menambahkan es pada air untuk menjaga temperatur air di bawah temperatur yang disyaratkan, cara ini diambil dengan kondisi bahwa seluruh es harus sudah mencair sebelum pencampuran beton selesai seluruhnya. Es yang digunakan dalam pencampuran ini tidak boleh melebihi dari 75% terhadap total air yang digunakan. 6.5.3 Pembayaran Tidak ada pembayaran terpisah yang dibuat untuk jenis satuan ini. Semua biaya pengadaan air yang digunakan dalam pekerjaaan beton telah termasuk dalam Harga Satuan penawaran dalam Daftar Kuantitas dan Harga untuk pekerjaan beton seperti biaya untuk tenaga kerja, material, dan peralatan serta berbagai biaya-biaya yang diperlukan untuk pengadaan air. 6.6 Pencampuran Beton 6.6.1 Komposisi Beton terdiri dari semen portland, agregat kasar, agregat halus, air, dan additive yang telah yang dicampur dengan baik sesuai dengan persyaratan berikut.
ST - VI - 12 6.6.2 Perbandingan Campuran dan Tipe Bahan Struktur Perbandimgan campuran beton ditentukan oleh Direksi untuk mendapatkan kualitas baik dan nilai ekonomis tinggi, memiliki kuat tekan tinggi, tahan lama dan mampu menahan perubahan tegangan akibat perubahan alam dan pertimbangan lainnya. Ukuran maksimum agregat, kuat tekan yang diijinkan, kadar semen, dan nilai slump untuk berbagai tipe (klas) beton yang dipergunakan untuk pekerjaan konstruksi agar mengikuti ketentuan sebagai berikut: Type (Class) Ukuran Maksimum agregat Kuat Tekan umur 28 hari Berat semen yang diijinkan Nilai batas slump mm kg/cm2 kg/cm3 cm A (K-225) 20 225 350 7-12 B (K-225) 40 225 330 5-10 C (K-175) 20 175 300 7-12 D (K-175) 40 175 280 5-10 E (K-125) 20 125 250 7-12 F (K-125) 40 125 230 5-10 Note : Tipe/klas yang ditunjukkan dalam ( ) adalah ekuivalen dalam perencanaan catatan standard " Peraturan Beton Bertulang Indonesia" (P.B.I), 1971 N. 1-2, yang dipublikasi Pemerintah Republik Indonesia, Departemen PU. Direktorat Jenderal Cipta Karya. Diluar Tabel kadar semen yang telah diberikan, Direksi dapat merubah variasi kadar semen pada satu tipe atau beberapa tipe beton selama pekerjaan konstruksi dan Penyedia Jasa tidak memiliki hak untuk meminta tambahan biaya terhadap perubahan tersebut. Perbandingan campuran beton dari berbagai tipe beton akan ditentukan oleh Direksi untuk mendapatkan beton yang memiliki nilai workability yang bagus, kerapatan, kedap air, tahan lama dan kekuatan yang disyaratkan tanpa menggunakan kadar semen yang berlebihan. Tipe beton yang disyaratkan untuk pekerjaan khusus harus ditunjukkan dalam gambar atau diperintahkan oleh Direksi untuk desain kuat tekan dalam berbagai tipe seperti ditampilkan dalam tabel di atas. Beton akan sesuai dengan persyaratan jika 80 % kuat tekannya lebih besar atau sama dengan kuat tekan rencana yang diharapkan dan untuk menentukan kuat tekan rata-rata minimum akan digunakan persamaan berikut : fav = (1- v ) x fc. Dimana : f av = rata-rata kuat tekan minimum yang disyaratkan. fc = kuat rencana V = koefisien variasi Penentuan dan perubahan proporsi adukan oleh Direksi harus diikuti oleh Penyedia Jasa dengan mencetak dan menempatkan beton sesuai dengan persyaratan. Sebelum mengaduk beton untuk berbagai struktur atau bagiannya Penyedia Jasa harus memastikan bahwa campuran beton telah sesuai dengan komposisi yang dipersyaratkan, Direksi akan mengijinkan Penyedia Jasa untuk membuat beton bila memang telah memenuhi persyaratan.
ST - VI - 13 Penyedia Jasa harus memberitahukan Direksi jika merasa keberatan sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan pencampuran beton dan harus mengajukan alternatif penyelesaian pekerjaan kepada Direksi untuk dimintakan persetujuannya, jika alternatif tersebut disetujui oleh Direksi maka altematif dapat dilaksanakan dan Penyedia Jasa tidak diijinkan untuk mengajukan tambahan biaya atas pelaksanaan alternatifnya. Ukuran maksimum agregat kasar untuk beton pada semua bagian pekerjaan harus menggunakan ukuran maksimum dari spesifikasi, konsolidasi dan perataan campuran beton dilakukan dengan getaran (vibrator), kecuali spesifikasinya ditentukan lain dalam gambar atau ditentukan oleh Direksi. Klasifikasi agregat kasar dan halus harus mengacu pada sub pasal 6.4. 6.6.3 Beton Masif (Mass Concrete) Kecuali ditentukan lain dalam gambar atau ditentukan oleh Direksi, beton masif harus dibuat dengan mengikuti persyaratan untuk tipe F seperti dalam sub pasal 6.6.2 dengan pengecualian bahwa maksimum ukuran agregat kasar yang diijinkan adalah 80 mm. Proporsi adukan, kandungan air dan persyaratan nilai slump untuk beton masif ditentukan oleh Direksi dengan masing-masing mengacu pada sub pasal 6.6.2 dan 6.6.3. 6.6.4 Kadar Air dan Slump Direksi dapat menentukan nilai slump beton untuk tiap jenis dan kualitas beton dan Penyedia Jasa menyetujuinya. Tes slump merupakan bagian dari tes rutin yang untuk menjaga kualitas sesuai dengan "Standart Method of Slump Test for Consistency of Portland Cement-Concrete" I C 143. Air yang digunakan untuk pencampuran beton harus mengacu pada Pasal 6.5. Jumlah air yang digunakan untuk beton atas persetujuan Direksi, yang menyesuaikan dengan batas slump yang ditentukan. Hal ini ditentukan oleh Direksi karena perbandingan air dan semen yang dicampurkan berpengaruh pada konsistensi beton. Jumlah air yang digunakan juga tergantung pada penambahan additive, variasi kadar air dan gradasi agregat yang dimasukkan ke dalam mixer. Penambahan air setelah beton mulai mengeras tidak diijinkan. Konsistensi keseragaman beton dari tiap-tiap adukan sangat diperlukan. Cek Slump harus diambil setelah concrete selesai dibuat tetapi belum mengalami pengerasan. Direksi mungkin memerlukan slump rendah jika beton dengan slump rendah dapat segera mengeras pada tempatnya dengan bantuan penggetaran. Penggunaan bucket, talang (chute), corong (hopper), atau alat penyalur lain yang membuat beton slump rendah tidak dapat segera ditempatkan tidak diijinkan. Direksi akan menentukan slump yang layak untuk setiap tipe beton dan Penyedia Jasa harus melaksanakannya. 6.6.5 Percobaan Campuran (Trial Mixes) Selambat-lambatnya tigapuluh (30) hari sebelum pekerjaan dimulai, Penyedia Jasa harus membuat trial mix untuk setiap tipe atau klas beton dibawah pengawasan Direksi dengan menggunakan semua fasilitas pekerjaan yang ada di lapangan, termasuk mesin agregat, mesin pengaduk dan mesin pencampur beton. Contoh tiap trial mixes harus diuji di laboratorium lapangan dengan pengawasan Direksi mengacu pada pasal 6.7 dalam bab ini. Pembuatan dan tes tiap trial mix harus dilakukan sampai mendapatkan beton yang sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan. Termasuk juga sebagai bagian dari test trial beton oleh Penyedia Jasa dengan pengarahan Direksi adalah tes porositas beton porous seperti yang disyaratkan dalam pasal 6.6.4,
ST - VI - 14 percobaan penuangan beton dan tes-tes lain terhadap beton dan agregat yang harus diarahkan oleh Direksi. 6.6.6 Pembayaran Tidak ada pembayaran terpisah yang dibuat untuk jenis pekerjaan ini, kecuali ada ketentuan lain yang ditampilkan pada Daftar Kuantitas dan Harga untuk pengadaan laboratorium lapangan, peralatan uji dan pemasangannya. Semua pembiayaan untuk produksi dan tes trial mix yang digunakan dalam pekerjaaan beton telah termasuk dalam harga satuan penawaran dalam pada Daftar Kuantitas dan Harga untuk berbagai bahan pekerjaan beton seperti biaya untuk tenaga kerja, material, fasilitas pengolah, dan peralatan yang diperlukan serta berbagai biaya lain, termasuk semua testing. 6.7 Test Beton dan Material Beton 6.7.1 Umum Kecuali ditentukan oleh Direksi, contoh dan uji material beton, adukan beton (fresh concrete) dan beton yang sudah keras, harus dilakukan Penyedia Jasa, pengujian dilakukan di laboratorium lapangan dibawah arahan Direksi sesuai dengan standard ASTM terakhir atau atas persetujuan Direksi. 6.7.2 Kontrol dan Penerimaan Hasil Test Penyedia Jasa harus melaksanakan tes secara rutin dari berbagai tipe beton selama produksi dan pengecoran untuk menentukan kuat tekan, slump, kadar udara, berat jenis, serta tes pada material agregat dan juga tes lainnya dengan arahan Direksi. Tes tersebut antara lain: Uraian Test Nomor Acuan Test Test Beton : Contoh Beton ASTM C 172; ASTM C 42 Kuat Tekan ASTM C 39; ASTM C 192 Slump ASTM C 143 Kandungan Udara ASTM C 231 Berat Jenis ASTM C 138 Test Agregate : Gradasi ASTM C 136 Material lolos saringan No 200 ASTM C 117 Kelembaban permukaan ASTM C 70 Kotoran Organis ASTM C 40 Uji Kekerasan Na2SO4 ASTM C 88 Abrasi Los Angeles ASTM C 131, ASTM C 535 Berat Jenis ASTM C 29 Specific Grafity / Absorpsi ASTM C 127, ASTM C 128 Jumlah dan frekuensi tes untuk kontrol ditentukan oleh Direksi, pelaksanaan tiap tes tidak boleh kurang dari frekuensi yang diperlihatkan pada tabel di bawah ini.
ST - VI - 15 Test No. Test Lokasi Pengambilan Test Gradasi Agregat Kasar Test Gradasi Agregat Halus Test Pencemaran Organik Agregat Halus Kuat Tekan Beton Pengukuran Kelembaban Permukaan Agregat Halus Test Slump Beton 2 x Sebulan 3 x Sebulan 1 x Seminggu Satu Kali setiap 200 m3 Beton atau tidak kurang dari pada satu test setiap satu shift pengecoran 2 x sehari atau sesuai dengan arahan Direksi Satu Kali pengujian saat pengecoran; kemudian 1 test tiap jam Stockpile,Bin, Silo Stockpile, Bin, Silo Batching Plan Mixing Plant atau lokasi pengecoran, dengan arahan Direksi Batching plant lokasi pengecoran Penambahan frekuensi pengujian untuk Beton Baru (fresh Concrete) dilakukan dalam kondisi tertentu dan tidak dibatasi waktu, misalnya bila kadar air agregat halus mengalami fluktuasi. Waktu dan frekuensi pengujian akan ditentukan oleh Direksi dan Penyedia Jasa tidak boleh meminta tambahan biaya untuk pengujian yang dimaksud. Hasil-hasil pengujian harus diserahkan kepada Direksi dalam form yang telah disetujui dalam periode waktu yang telah ditentukan oleh Direksi. Direksi akan melaksanakan pengujian sendiri terhadap bahan-bahan beton, campuran beton baru dan beton yang telah mengeras jika dianggap perlu. Penyedia Jasa harus secara penuh bekerjasama dan membantu Direksi untuk setiap pelaksanaan pekerjaan. Pengujian kuat tekan beton ditentukan melalui test silinder dengan dimensi 15 cm x 30 cm tinggi. Kandungan agregat kasar yang lebih besar dari 40 mm harus dipisahkan melalui ayakan sebelum test silinder dilakukan. Bila disetujui oleh Direksi, pengontrolan untuk pengujian kuat tekan beton dibuat untuk korelasi antara 7 hari dan 28 hari. Setelah korelasi tersebut disepakati, hasil pada pengujian 7 hari akan dipakai sebagai indeks kuat tekan umur beton 28 hari. Jika hasil pengujian umur 7 hari memperlihatkan kuat tekan yang terlalu rendah, koreksi akan dilakukan dengan persetujuan direksi tanpa menunggu hasil pengujian 28 hari. Direksi juga akan mengarahkan pelaksanaan pengujian tambahan selama pekerjaan berlangsung dalam interval yang telah ditentukan berdasarkan kemajuan pekerjaan. Beberapa pengujian akan diarahkan oleh Direksi yang antara lain sebagai berikut : - Test permeabilitas - Kuat lentur - Modulus elastisitas statis - Modulus elastisitas dinamis - Workability dengan metoda Kelly Ball Penetrasi
ST - VI - 16 - Workability dengan pembacaan alat konsistometer - Bleeding - Seting time dengan penetration resistance - Ketahanan aus beton - Kuat tarik beton dengan baja tulangan Sampel akan dibutuhkan seperti seluruh bahan beton dan plastic concrete disekitar tempat mesin pengadukan dan di tempat beton dicetak. Alat pengadukan (batching plant) akan dirakit dengan contoh peralatan dan fasilitas-fasilitas yang telah mendapat persetujuan dari Direksi selama persiapan, penanganan dan pengangkutan contoh air, es (jika dibutuhkan), semen, agregat, additive dan plastic concrete. Contoh alat-alat yang sering digunakan harus didisain untuk menjamin bahwa contoh yang mewakili dalam ukuran yang diperlukan dapat dipersiapkan dengan mudah untuk meminimalkan gangguan selama proses produksi beton. Penyedia Jasa harus menyediakan semua jenis peralatan, fasilitas, bahan dan tenaga bila diperlukan untuk produksi, pemeliharaan, penanganan, pengujian dan semua type dari test benda uji yang belum disebutkan untuk pengujian yang dijelaskan dalam sub pasal ini. Penyedia Jasa akan memikul semua biaya-biaya yang berhubungan dengan tambahan fasilitas, contoh dan persiapannya termasuk semua tenaga kerja, alat-alat, dan biaya tidak terduga. Penyedia Jasa tidak dibenarkan untuk melakukan penagihan terhadap penundaan dan biaya yang terjadi dalam tambahan test tersebut. Dalam penambahan untuk test laboratorium di lapangan Penyedia Jasa harus menyediakan tempat kedap air, anti karat, ruang untuk menduga hasil test, pada area pengolahan yang digunakan oleh Direksi. Luasan minimum ruangan sesuai dengan perintah Direksi, dan dapat diletakan berdekatan dengan alat. Ruangan dilengkapi dengan meja tulis, sesuai yang disyaratkan Direksi dimana harus dipasang pipa untuk bak yang berhubungan dengan pembuangan, air bersih, tenaga listrik, sakelar, dan lampu. Desain tata letak dan lokasi agar diberikan ke Direksi untuk disetujui dan semua biaya yang diakibatkannya dari pembuatan ruangan agar dimasukkan dalam harga lumpsum dari penawaran laboratorium lapangan dalam daftar kuantitas. Penyedia Jasa harus menunjuk seorang Tenaga Teknik untuk melakukan test, berpengalaman di teknologi beton, dan tidak kurang dari lima (5) tahun aktif di laboratorium dengan latar belakang proyek konstruksi Teknik sipil, untuk mengawasi aktivitas testing di laboratorium. Direksi bertanggung jawab untuk menandatangani semua dokumen atas nama Penyedia Jasa yang berkaitan dengan aktivitas laboratorium. 6.7.3 Lampiran Hasil Test Apabila hasil test kuat tekan yang dihasilkan oleh test rutin beton tidak sesuai dengan ketentuan yang disyaratkan, Direksi berhak memerintahkan satu atau lebih tambahan test dengan mengikuti aturan dengan menggunakan : a. Tes untuk cadangan contoh silinder yang dibuat jika kekuatan yang diinginkan tidak tercapai. b. Pengambilan dan tes dengan mengambil contoh beton yang sudah mengeras dari bagian pekerjaan struktur. Dilakukan tes kuat tekan atau yang sejenis dan dapat memberikan hasil yang baik tiap sampel dapat diambil dan dites dengan mengikuti yang disyaratkan ASTM C 42 . c. Kemampuan dimana dimungkinkan beban tes dalam struktur atau bagian yang dilakukan tes kuat tekan atau tes yang sejenis harus mendapatkan hasil yang memuaskan . Setiap tes yang dilakukan agar tidak merusak dan hanya atas perintah Direksi
ST - VI - 17 d. Tes spesial lainnya mungkin diperintahkan oleh Direksi secara khusus dengan melihat kasus perkasus. Setiap tes tambahan semata mata merupakan kebijaksanaan Direksi. Jika setelah pelaksanaan tiap tes tambahan, Direksi menyatakan beton struktur tidak sesuai dengan kualitas yang disyaratkan dia dapat meminta perkuatan atau penggantian dari seluruh bagian struktur atau bagian beton yang diwakili oleh hasil pengujian yang rusak atau beberapa bagian lainnya dari pekerjaan, keamanannya, dalam opininya, yang diduga kekuatannya telah rusak, atau salah satu dari sifat beton yang tidak dapat diterima atau hasil usaha-usaha perbaikan. Perolehan hasil positif dari beberapa hasil pengujian tidak akan diperlukan untuk memastikan bisa diterimanya atau disetujuinya jenis pekerjaan beton secara khusus dan Direksi berhak menolak atau menyetujui beberapa pekerjaan beton atau sebagiannya terhadap hasil dari pengujian rutin yang telah disyaratkan. Keseluruhan biaya terhadap beberapa pengujian tambahan seperti biaya perbaikan, penguatan, atau pembongkaran dan penambalan dari pekerjaan beton atau bagian akan menjadi tanggungan Penyedia Jasa bila temyata bahwa beton yang telah dicor setelah berumur 28 hari memiliki kekuatan kurang dari yang disyaratkan. 6.7.4 Pembayaran Tidak ada pembayaran yang terpisah terhadap benda uji dan pengujian beton dan bahanbahan beton dan biaya-biaya pengawasan, tenaga kerja dan biaya tak terduga sudah termasuk pada harga satuan dalam daftar kuantitas. Biaya pemeliharaan untuk laboratorium lapangan sudah termasuk harga lump sum penawaran dalam Bab I "Fasilitas Konstruksi Sementara" dari spesifikasi teknis ini. 6.8 Pengadukan dan Pencampuran 6.8.1 Umum Penyedia Jasa berkewajiban menyediakan alat pencampur otomatis dengan biaya minimum yang memiliki kapasitas produksi sesuai dengan jadwal pekerjaan beton. Mesin dan alat harus mampu menggabungkan campuran dari agregat kasar dan halus, semen, air dan zat tambahan, menjadi campuran yang seragam tanpa terlepas. Mesin pencampur harus direncanakan untuk dapat mencampur beberapa kelas beton tanpa mengalami hambatan. Sekurang-kurangnya 3 bulan sebelum rencana pengadaan alat dan pengangkutannya Penyedia Jasa diharuskan mengirim kepada Direksi gambar yang memperlihatkan pengaturan secara umum, pemasangan di lapangan, dan gambaran rinci mengenai peralatan yang akan digunakan. Telepon dan radio komunikasi harus dipasang antara tempat pengecoran dan pencarnpuran sehingga mungkinkan penanganan permasalahan dan kejadian - kejadian secara cepat. Alat pencampur otomatis didefinisikan bahwa mesin pencampur dan peralatan dilengkapi dengan alat otomatis yang disyaratkan sebagai berikut : a. Pencampuran berikutnya baru dapat dilaksanakan bila mesin pencampur telah kosong. b. Semen aggregat, air dan tambahan bahan lainnya harus secara otomatis tercampur. c. Mekanisme pengaliran untuk pengadukan tidak dapat dioperasikan sampai waktu pengadukan yang diperlukan tercapai.
ST - VI - 18 Peralatan pencampuran dan pengadukan semen dapat dipasang, diuji dan siap beroperasi 60 hari sebelum waktu mulai pengecoran beton. Ijin tes laboratrium trial mixes sesuai persyaratan pada sub pasal 6.6.5 dari pasal ini. 6.8.2 Batching Penyedia Jasa agar memasang, memelihara dan mengoperasikan alat pengadukan sesuai dengan keperluannya menurut persyaratan yang ditetapkan untuk pengukuran dan kontrol persyaratan yang diijinkan, menampilkan jumlah variasi material termasuk air, semen, admixtures, agregat halus dan tiap ukuran agregat kasar yang dipergunakan untuk variasi tipe beton . 1. Batching Timbangan Berat individual harus disediakan untuk tiap material kecuali material cair mungkin ditimbang dengan volume, dalam keperluan semua pekerjaan yang dibutuhkan lebih dari besar dari pemisahan kelompok ukuran dari aggregat kasar. Komulatif berat timbangan mungkin disediakan selama keperluan proyek memerlukan tidak lebih dari dua pemisahan ukuran dari aggregat kasar, diperlukan timbangan semen dan pemisahannya dari agregat. Instansi pengolahan agar mempunyai kontrol otomatis yang siap digunakan, penambahan untuk perubahan kadar air dari aggregat dan perubahan berat material yang ditumpuk. Alat pengadukan harus ditambahkan untuk jumlah " free tile " di atas tempat dari adukan pada saat selesai dapat mati secara otomatis. 2. Berat unit Setiap saat pengiriman aggregat dan semen ke dalam isi campuran hopper harus mempunyai berat satuan dan dapat masuk dengan layak, memancar, dapat menunjukkan secara langsung dalam satuan kilogram, jika terdapat indikasi skala dari setiap alat timbangan yang beroperasi, dari nol sampai kapasitas penuh atau dapat termasuk indikator kelebihan dan kekurangan itu dapat dilihat pada sekala timbang beban dan setiap balok pengatur. Indikator agar mempunyai alat yang dapat menunjukkan kelebihan, sampai dengan lima persen (5%) dari total kapasitas balok. Semen dan air harus ditimbang dalam tempat tersendiri dan berat yang dimiliki ditunjukan pada skala tersendiri. Timbangan harus dipelihara ketelitiannya sampai setengah persent (0.5 %) dapat keluar dari batas yang sebenarnya. Penyedia Jasa harus menyediakan test berat standart dan tiap alat bantu lain yang diperlukan untuk melakukan cek kemampuan dari tiap timbangan, pengukuran dan alat pencatat. Test berkala harus dibawa keluar, yang dilakukan dalam pengawasan Wakil Direksi, dalam setiap perlakuan dan setiap periode yang mungkin diperintahkan oleh Direksi. Dalam melengkapi setiap cek test, dan sebelum dipergunakan menimbang, pengukuran, atau alat pencatat, setiap penyesuaian, perbaikan atau pemindahan, yang mungkin diperlukan untuk mendapatkan hasil yang baik harus dilakukan oleh Penyedia Jasa. 3. Pengukuran Air Air harus diukur dengan berat atau dengan volume. Peralatan untuk mengukur dan pengiriman air ke adukan tidak diijinkan terjadi kebocoran kalau keran tertutup. Katup pengisian dan katup pengaliran untuk tangki air saling berhubungan sehingga katup pengaliran tidak dapat dibuka sebelum katup pengisian di tutup. Saluran yang membawa air ke peralatan pencampur harus cukup mampu menjaga panas sampai batas yang diinginkan dan kenaikan temperatur air di udara panas. 4 Penyaluran Additive Peralatan pengadukan agar dilengkapi alat untuk mengukur dan menampung additive kedalam tiap campuran. Alat tersebut harus tersambung dengan peralatan pengadukan dan
ST - VI - 19 kontrol pengaliran air, sehingga adukan dan pengaliran additive akan berjalan secara otomatis. Peralatan harus mampu untuk memperkirakan perubahan / variasi jumlah dari additive ke dalam adukan. Mesin pengolah harus direncanakan otomatis untuk 3 type additive yang berbeda. 5. Alat Pencatat Keakuratan alat pencatat grafik otomatis sangat diharapkan. Unit alat pencatat semua harus dikalibrasi dalam satuan kilogram dan lengkap dengan kotak dalam cabinet tunggal yang dapat dilakukan penguncian. Pencatatan agar dicetak atau grafik rekaman otomatis tampak dalam grafik tunggal atau pita rekaman, yang menunjukkan berat material adukan, sebelum dikirim ke pencampur. Grafik atau pita rekaman agar memperlihatkan jangka waktu tidak lebih dari lima (5) menit. Grafik atau pita rekaman harus jelas untuk tiap adukan mungkin bersifat permanent dan variasi itu dalam timbangan adukan dapat diamati. semua hasil yang telah sah dicatat harus diberikan ke Direksi dan setelah itu disampaikan pada Pengguna Jasa. 6. Batas akurasi Alat pengadukan harus dipelihara dan dioperasikan sehingga dapat memberikan hasil yang teliti dan pengukuran material tidak akan melewati dari batasan yang diberikan pada tabel : Material Prosentase (dari berat) Semen Air Agregat Additive 1,0 1,0 2,0 2,0 Semen dalam kemasan kantong yang berat bersihnya sudah tertera tidak perlu ditimbang secara rutin dimana hanya berdasarkan perintah Direksi untuk melakukan cek secara mendadak. 6.8.3 Pencampuran Penyedia Jasa agar memasang, memelihara dan mengoperasikan alat pencampuran sesuai dengan persyaratan yang diperlukan disini yang mana kebenaran dan keseragaman adukan sesuai jumlah yang dibutuhkan untuk bahan beton sesuai dengan variasi tipe beton. 1. Pencampuran : Pencampuran untuk beton harus menggunakan pencampuran yang dapat beroperasi tetap, salah satu dari type miring atau type yang tidak miring, untuk rencana yang disetujui Direksi. Jika digunakan tempat pengadukan jenis pan, itu dapat disediakan kikisan dan yang dapat dilipat. Pencampuran tidak boleh melebihi dari kapasitas yang dijinkan oleh pembuat. Direksi dapat memerintahkan penyesuaian kapasitas adukan sesuai ukuran dimana kemampuan campuran telah diperlihatkan dan itu perlu untuk menjaga kemampuan. Campuran harus mampu dilakukan kombinasi material dalam campuran yang seragam tanpa terjadi pemisahan. Adukan tangan tidak boleh digunakan untuk beton yang dipakai untuk pekerjaan permanen. 2. Kemampuan Campuran Direksi dapat melakukan test efisiensi campuran untuk tiap kelas beton secepatnya sampai alat itu dalam kondisi siap beroperasi. Setiap selesai melakukan periode adukan, tiga contoh dari beton harus diambil, satu pada bagian awal, satu pada pertengahan dan satu bagian akhir menjelang selesai adukan. Contoh ini agar di cek dengan mengikuti satu keseragaman : - Variasi dari rata - rata kadar udara tidak lebih dari 0,5 persen
ST - VI - 20 - Variasi dari rata-rata kadar air semen tidak boleh melewati 10 persen - Variasi dari rata-rata berat satuan tidak boleh melebihi 0,8 persen - Variasi dari agregat kasar tertahan dalam saringan nomor empat tidak boleh melebihi 5 persen. 3. Waktu Pencampuran Waktu minimum campuran untuk tiap adukan dari beton harus diikuti, pengukuran dari waktu dimana semua material di dalam drum campuran, diikuti pencampuran semua air, harus dimasukkan satu sampai empat kali pengadukan : Kapasitas dari mixer (m3) Waktu minimum adukan dalam detik Mixer tipe pan Mixer tipe drum Kurang dari 1 60 90 1 sampai 3 100 120 lebih dari 3 120 150 Waktu pencampuran minimum ini tergantung pada material yang tergantung pada cara material sampai ke mixer, dimana disediakan fasilitas yang efisien dan dapat dioperasikan dengan cepat sesuai rencana. Waktu pencampuran yang khusus hanya atas perintah Direksi setelah kemampuan efisiensi mixer terbukti terlebih dahulu. Waktu adukan harus diatas dari batas waktu minimum yang disetujui Direksi, dimana setiap pertambahan perlu menjamin dari keseragaman yang diperlukan dan ketepatan dari beton, atau dimana test dari contoh beton diambil dari depan,tengah, dan belakang dari yang diperlihatkan oleh campuran mempunyai perbedaan 10 persen dari kadar pasir /semen atau kadar air semen. Pencampur (mixer) harus dilengkapi dengan alat yang diperbolehkan untuk mengunci mekanisme pengaliran sampai waktu untuk pencampuran yang diperlukan selesai. Ketentuan ini juga harus dilakukan untuk menjamin agar setiap adukan dialirkan sampai selesai sebelum pencampur (mixer) digunakan lagi. 4. Pemeliharaan Mixer harus selalu dipelihara untuk menjaga kondisi yang baik dan mixer drum harus bebas dari mortar yang mengeras. Setiap mixer, setiap waktu tidak boleh menghasilkan produksi yang tidak baik, kebocoran mortar, atau menyebabkan material terbuang, penggunaan mixer tersebut harus segera dihentikan sampai perbaikan selesai. 6.8.4 Penolakan dari Campuran Direksi dibenarkan untuk melakukan penolakan dari campuran beton untuk setiap keadaan : a. Jika pencampuran tidak dikerjakan setelah 30 menit adukan semen dan agregat dicampur. b. Jika lebih dari 30 menit setelah berhenti antara selesainya adukan dan kenyataan pengecoran beton tanpa diaduk lagi. c. Jika lebih dari satu jam setelah selesai antara pemasukan semen ke agregat dan pengecoran beton di lapangan belum selesai. d. Jika proporsi campuran tidak sesuai dengan persyaratan. Direksi dibenarkan untuk menahan untuk waktu tertentu, dalam kasus (a), (b), atau (c) lebih lanjut, jika udara panas atau kondisi lain yang dapat menyebabkan waktu pengikatan beton lebih cepat. Tidak ada beton yang sudah ditolak oleh Direksi dapat dipergunakan dalam semua bagian pekerjaan permanen. Beton yang mulai mengeras, tidak diijinkan untuk diaduk ulang atau tanpa penambahan agregat air semen. Beton yang ditolak oleh
ST - VI - 21 Direksi harus ditaruh dengan cara yang disetujui dan diletakkan dengan biaya dai Penyedia Jasa. 6.8.5 Pembayaran Tidak ada pembayaran yang dibuat khusus dari persyaratan dalam pasal ini. Semua biaya untuk adukan dan pencampuran dari beton sudah termasuk dalam harga satuan seperti dalam daftar kuantitas dari berbagai bagian pekerjaan beton, setiap biaya harus sudah mencakup untuk keperluan tenaga, material, alat pengolah, dan peralatan yang diperlukan dan biaya lain yang perlu untuk penyelesaian pekerjaan sesuai persyaratan pada pasal ini, semuanya termasuk dalam test dan laporan persiapan. 6.9 Penanganan dan Pengangkutan Beton 6.9.1 Umum Beton harus diangkut dari pencampur (mixer) ke tempat lokasi pengecoran dan selanjutnya dituangkan secepat mungkin dengan metode yang tepat yang mana dapat mencegah segregasi, berkurangnya kandungan beton atau rusak karena cuaca dan diletakkan sedekat mungkin dengan posisi akhirnya. Waktu antara pemasukan air kedalam drum mixer dan berikut total penuangan beton dari alat pengangkutan tidak boleh lebih dari 1 jam. Penyedia Jasa harus mengambil langkah-langkah tertentu untuk menghindari kehilangan air yang berlebihan karena penguapan baik selama pengangkutan maupun penuangan beton. Penambahan air ke dalam campuran untuk mengganti hilangnya kandungan air dalam campuran beton akibat penguapan tidak diperbolehkan. Beton dapat diangkut dengan menggunakan truk mixer dan agitator, bucket, truk, belt conveyor (ban berjalan), pompa beton dan peralatan lainnya yang disetujui oleh Direksi. Ukuran, desain dan kondisi peralatan pengangkutan harus diatur sedemikian rupa untuk menjamin suplai beton yang kontinyu pada lokasi pengecoran dan penuangan dilakukan pada lapisan horizontal yang mana lapisan sebelumnya masih lembek. Tinggi maksimum untuk beton yang dituangkan tidak boleh melebihi 1,5 meter, kecuali jika menggunakan peralatan yang memadai untuk membatasi dan mengontrol penuangan beton sesuai dengan arahan dan persetujuan Direksi. Semua peralatan pengangkutan harus ditopang secara tersendiri pada formnya. Peralatan pengangkutan harus dijaga dari beton yang mengeras dan material asing lainnya dan harus dibersihkan pada interval-interval waktu tertentu. Jika beton menunjukkan adanya pemisahan (segregasi) pada saat mencapai lokasi pengecoran dan pada saat waktu maksimum yang diijinkan belum tercapai beton dapat diaduk lagi dengan alat mekanik disekitar tempat penuangan, kalau tidak maka beton tersebut akan ditolak dengan biaya ditanggung oleh Penyedia Jasa 6.9.2 Peralatan untuk Pengangkutan Penuangan/Pengecoran Beton Kecuali kalau ada persetujuan atau atas perintah Direksi alat yang digunakan untuk pengangkutan adukan beton ke tempat pengecoran dalam pekerjaan harus mengikuti sesuai keperluan : 1. Truk Mixer dan Agitator Truck Mixer dan Agitator digunakan untuk mengaduk dan mengangkut beton ke lokasi pengecoran.
ST - VI - 22 Volume campuran beton yang diangkut dalam drum dari truck mixer atau agitator agar tidak melebihi dari kapasitas yang ditetapkan oleh Pabrikan dan tidak boleh melebihi dari 70 % volume kotor drum. Truck Mixer dan Agitator harus mampu mengangkut beton dengan tingkat keseragaman yang baik. Truck Mixer dapat digunakan untuk mencampur dan mengangkut beton hanya untuk pekerjaan minor atau pekerjaan pendahuluan, dengan memperhatikan bahwa hal tersebut memenuhi ketentuan untuk batching dan pencampuran semua bahan beton. Beton yang dicampur pada truck mixer, jika disetujui oleh Direksi tidak boleh dituangkan / dialirkan hingga minimal 20 puturan dengan kecepatan optimum sampai selesai. Tangki pengukur pada truck mixer harus dilengkapi dengan pengukur air untuk dapat menentukan jumlah air dalam tangki secara akurat dan cepat. Jika beton dicampur semua dalam pencampur tidak bergerak dan truck mixer atau agitator digunakan untuk mengangkut beton ke titik penuangan, pencampuran atau pengadukan selama pengangkutan harus diatur dengan kecepatan minimum. 2. Non-Agitator Truck Pengangkutan beton dengan menggunakan truck tanpa peralatan agitasi diperbolehkan jika beton memiliki slump 50 mm (2 inchi) atau kurang, peralatan tersebut disesuaikan dengan tutup yang memadai dan waktu pengangkutan tidak melebihi 15 menit. Non-Agitator Truck untuk pengangkutan beton harus dipakai dari jenis yang didesain secara khusus untuk pengangkutan dan pengaliran beton, kecuali jika truck digunakan untuk mengalirkan beton pada bucket atau hopper beton terpisah yang disetujui. Bodi (badan) Non-Agitator Truck harus halus, kedap air, kontainer dari logam dilengkapi dengan pintu yang dapat dipakai untuk mengontrol aliran beton. 3. Bottom - Dump Bucket (Bucket dengan pembuangan dibagian bawah) Bottom - Dump Bucket yang digerakkan dengan crane harus alat yang normalnya dipakai untuk menuangkan beton pada pekerjaan terbuka, kecuali jika penggunaan alat semacam ini tidak memungkinkan secara teknis. Bucket harus mampu mengalirkan beton dengan slump rendah, campuran beton lantai kerja. Mekanisme dumping harus mampu mengontrol aliran pada kecepatan rendah dan mengalirkan beton dalam bagian yang relatif kecil dalam satu tempat. Dumping bucket dengan ayunan, atau cara lain yang menyebabkan pemisahan bahan atau gangguan pada penuangan beton sebelumnya tidak akan diperbolehkan. 4. Chutes, Tremies dan Pipa Penggunaan dan penyusunan chutes, tremies dan pipa, kemiringan dan panjangnya harus selalu disesuaikan dengan persetujuan dari Direksi. Chutes, tremies dan pipa harus didesain sedemikian rupa agar tidak terjadi segregasi pada unsur pokok beton. Lapisan chutes, tremies dan pipa harus halus, dari mortar kaku (lebih baik dari bahan logam) dan sisi-sisinya cukup tinggi untuk mencegah beton meluber. Jatuhan vertikal ada dibagian ujung, khususnya lebih baik dalam bentuk dua bagian chute jatuhan yang terbuat dari logam untuk mencegah segregasi. 5. Belt Conveyor Belt Conveyor dapat digunakan hanya jika disetujui oleh Direksi.
ST - VI - 23 Belt Conveyor yang digunakan untuk mengangkut beton harus mempunyai bentuk, ukuran dan kecepatan tertentu untuk mencegah hilangnya beton pada saat diangkut diangkut dan kemiringannya harus diatur sedemikian rupa untuk mencegah pemindahan atau longsornya agregat kasar yang bisa menyebabkan segregasi beton. Pada bagian ujung Belt Conveyor ini akan dilengkapi dengan pisau pengikis (scrapper blades) yang disusun untuk mencegah bagian-bagian beton yang halus agar tidak keluar dari belt conveyor. Segregasi pada saat titik pemindahan dan bagian ujungna harus dihindari dengan menggunakan hopper dan drop chute yang tepat / sesuai. Conveyor harus dilindungi dari sinar matahari, angin dan hujan dan jika diperlukan untuk menghindari terbukanya beton selama dalam pengangkutan belt conveyor dapat dilengkapi dengan tutup pelindung. Jarak maksimum pengangkutan tidak boleh melebihi 50 meter kecuali jika disetujui oleh Direksi. 6. Concrete Pumps Concrete Pumps mungkin digunakan untuk mengangkut dan menuangkan beton dalam kondisi dimana beton direncanakan dengan slump 100 mm atau lebih dan penggunaan pompa tersebut harus disetujui oleh Direksi. Penggunaan pompa bertekanan, contoh pompa dimana dilengkapi dengan tekanan udara untuk memindahkan beton tidak dapat diijinkan. Penambahan air untuk campuran beton selama pemompaan sesudah keluar dari pencampuran, salah satu dari selama pengisian beton di pompa atau penyaluran / penuangan keluar dari pipa tidak diijinkan. Sambungan antara berbagai bagian yang mana bentuk dari pipa harus benar-benar kuat untuk menghindari aliran air dan kehilangan bagian halus dari campuran beton selama pompa beroperasi. Sambungan pipa agar direncanakan cukup untuk keperluan pengiriman ke tempat pengecoran, sehingga penyebab pemisahan akibat aliran beton dalam perubahan bentuk tidak terjadi. 6.9.3 Pembayaran Tidak ada pembayaran yang dibuat terpisah dari ketentuan dalam pasal ini. Semua biaya untuk penanganan dan pengangkutan dari beton sudah termasuk dalam harga satuan penawaran dalam daftar kuantitas untuk variasi item dari pekerjaan beton, tiap biaya agar mempertimbangkan termasuk penyediaan semua tenaga, material, alat pengolah dan perlatan yang diperlukan dan biaya lainnya yang diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan sesuai persyaratan pasal ini. 6. 10 Penuangan Beton. 6.10.1 Umum Semua peralatan penuangan beton dan metode pelaksanaannya harus mendapat persetujuan Direksi. Penuangan beton tidak dapat dimulai sampai semua bekisting, pembesian, pemasangan bagian pelekatan dan persiapan permukaan batuan dan pengerasan beton (sambungan konstruksi) ditempat pengecoran akan dilakukan harus dilakukan inspeksi dan disetujui oleh Direksi. Penyedia Jasa cukup memberi tahu pada Direksi dan menentukan waktu yang tepat untuk setiap inspeksi, sebelum waktu pengecoran dilakukan. Pengecoran beton tanpa menunggu keputusan dan persetujuan
ST - VI - 24 Direksi yang mungkin diperlukan dapat dibongkar dan dipindahkan dengan biaya ditanggung Penyedia Jasa. Fasilitas komunikasi dalam bagian dua jalur radio atau saluran telepon antara pengolahan campuran dan penuangan di lapangan harus disediakan untuk mengkoordinasi penyediaan (suplai) serta pengecorannya dan juga masalah yang berhubungan dengan penyediaan (suplai), kualitas, konsistensi dari beton atau masalah lainnya yang terjadi dan membutuhkan penyelesaian secepatnya. 6.10.2 Persiapan Pondasi dan Permukaan yang berhubungan / berbatasan 1. Umum Semua beton dituang di tempat yang kering sesuai ketentuan yang disyaratkan pada spesifikasi teknik. Yang terutama dalam pengecoran Penyedia Jasa harus mengalihkan semua air yang mengalir pada permukaan pondasi melalui drainase ke lokasi pengumpul air atau metode pembuangan dan memindahkan semua air yang ada dari permukaan pondasi atau area yang berhubungan dengan pekerjaan beton. Sebelum beton dituang, semua permukaan harus bersih dan bebas dari minyak, air yang tergenang dan mengalir, lumpur, tanah, lapisan yang tidak disetujui, kotoran / puing-puing, pecahan batu dan material lannya. 2. Permukaan Batuan Semua partikel atau bagian batu yang terlepas atau semi lepas yang bersentuhan dengan permukaan antara batuan dan beton harus dibersihkan dengan menggunakan peledakan, baji, jack-hammers atau pahat atau peralatan lainnya yang disetujui oleh Direksi. Secepatnya sebelum pengecoran, seluruh permukaan batian dibersihkan dengan menggunakan tekanan air yang tinggi dan tekanan udara, semprotkan semburan pasir, sapu yang kaku atau dengan menggunakan peralatan lain yang disetujui oleh Direksi. Retakan terbuka, retakan, patahan, lapisan lempung dan yang semacam itu, lebarnya lebih dari 50 mm harus dibersihkan sampai ke dalaman tidak boleh kurang dari 3 kali, lebarnya dan kemudian diisi dengan mortar atau beton tergantung dari ukurannya. Dental beton digunakan untuk mengisi penurunan yang besar atau tebing yang curam pada permukaan yang berhubungan atau ditempat yang disetujui oleh Direksi. Dimana disetujui oleh Direksi lokasi / area retakan batuan harus diperbaiki dengan menggunakan aplikasi adukan semen (slush grout), mortar atau beton yang halus disesuaikan dengan ukuran keretakan. Seperti adukan semen (slush grout), mortar atau beton yang halus harus disapukan seluruhnya kedalam semua retakan batuan dan menjamin mengisi / menutupi bagian yang kondisinya tidak bagus dan hubungan antara beton dan permukaan batuan dapat sempurna. Tumpukan dari slush grout, mortar atau beton yang halus tidak boleh ditempatkan pada bagian yang menurun. Dalam keadaan khusus, dimana perlakuan dan perlindungan terhadap penurunan permukaan batuan diperlukan dan atau disetujui oleh Direksi metode perlakuan (treatment) yang tidak jadi dilaksanakan akan diganti atau ditambah dengan aplikasi dari lapisan tirai beton atau dengan peralatan berkekuatan udara material beton disemprotkan seperti peralatan shotcrete atau peralatan dengan berkekuatan udara menggunakan mortar.
ST - VI - 25 3. Permukaan Material Lepas Pondasi dengan permukaan material lepas harus diratakan dan dipadatkan dengan menggunakan peralatan mekanik atau secara manual sampai padat, rapat dan homogenitas permukaan tersebut tercapai. Semua kantong pasir lepas, lumpur, tanah lembek atau zat kimia organik harus dibersihkan dengan cara memindahkan zat / bahan-bahan tersebut dan selanjutnya mengisi rongga dengan material isian yang telah dipadatkan yang disetujui sampai profil yang ditentukan tercapai. Permukaan tanah absorpsi dimana beton akan dituangkan harus dilembabkan seluruhnya agar kelembaban yang diperlukan tidak didapat dari beton yang baru saja dituangkan , kecuali jika dengan petunjuk dari Direksi. Pada area dimana sifat tanahnya khusus yang mana akan melembek jika dibasahi dengan air, maka dapat digunakan pipa penyemprot atau udara bertekanan untuk memindahkan material permukaan yang lepas tersebut. 6.10.3 Ketentuan Umum untuk Penuangan Beton Secara umum beton ditaruh dalam lapisan mendatar sedemikian rupa untuk menjaga sampai selesai dari pengecoran, plastic horisontal dipakai pada permukaan beton yang masih basah. Ketebalan untuk tiap layer bervariasi antara 30 sampai 60 cm, atas persetujuan Direksi, dan pengecoran yang dilakukan dengan kecepatan tertentu agar tidak ada permukaan beton yang mencapai bidang awal tahap itu, sebelum semua beton tambahan dituangkan. Maksimum penuangan untuk setiap pengecoran tidak lebih dari 3 meter kecuali ada persetujuan dari Direksi. Direksi berhak untuk memperbesar jarak angkatan atau lapisan jika beton dapat dituangkan atau dikonsolidasikan dalam lapisan tebal. Beton harus ditempatkan di tempat yang paling dekat dan memungkinkan dari posisi akhir, beton yang dialirkan dengan alat pemadat, atau dengan cara lain tidak diijinkan. Untuk tempat-tempat dimana penempatan langsung tidak memungkinkan dan dalam bentuk yang sempit, hopper, dan belalai (trunk) akan disediakan dengan ukuran yang sesuai untuk penuangan beton pada lokasi yang diperlukan. Kecenderungan pemisahan harus diatasi/diperbaiki dengan cara menyekop agregat kasar kedalam mortar dari pada dari mortar ke agregat kasar. Beton yang mempunyai slump berlebihan, terjadi segresi, sebagian mengeras atau tidak dapat dipakai tidak boleh dituangkan dalam form atau jika dituangkan, harus dipindahkan dan dicuci sesuai dengan petunjuk dari Direksi dengan biaya ditanggung oleh Penyedia Jasa. Setiap lapisan beton sebaiknya dikerjakan dengan peralatan yang sesuai, sampai beton tersebut terkonsolidasi dengan kerapatan maksimum, terbebas dari kantong-kantong agregat kasar dan cocok terhadap semua bentuk permukaan dan bahan-bahan pengikat. Peralatan konstruksi yang digunakan untuk penyebaran, menggetarkan atau alat pengecoran beton tidak boleh diolesi minyak pelumas (grease) dan bahan bakar pada permukaan beton, bekisting, besi tulangan atau bahan pengikat lainnya 6.10.4 Penuangan Beton dalam Struktur Bertulang Bila beton dituangkan melalui pembesian, maka harus diperhatikan bahwa tidak terjadi segregasi beton atau terjadi kesalahan penuangan pada pembesian. Chute tertutup, belalai atau tremie dengan hopper / gerobak penerima dapat digunakan untuk menuangkan beton di form yang dalam, disekitar tulangan atau ditempat lainnya yang tidak dapat dicapai dengan penuangan langsung.
ST - VI - 26 6.10.5 Penuangan Beton Disekitar Item yang Ditanam Harus diberi perhatian ekstra pada penuangan beton disekitar item yang ditanam seperti lapisan baja, bingkai, plat atau batang anchor, pipa dan katupnya, pipa saluran, kabel instrumen dan bagian lainnya yang ditanam untuk menjamin bahwa timbunan yang tidak seimbang dan pengaruh kuat dari penuangan beton tidak akan menyebabkan distorsi atau dislokasi item tersebut. Baik selama maupun sesudah penempatan angkatan, maka Penyedia Jasa harus memeriksa dengan hati-hati agar pipa lapisan, stray rings, kotak dan bagian lainnya yang memerlukan pengaturan yang akurat tidak dipindahkan. Tingkat perbedaan pada setiap bagian beton baru tidak boleh melebihi 400 mm. Angkatan beton harus dibatasi hingga kedalaman yang ditentukan dalam Gambar Konstruksi atau sesuai dengan desain dari Direksi. Dibutuhkan minimum 72 jam antara penempatan tiap angkatan berturut-turut. Setiap pembatasan penuangan yang dianggap perlu oleh Direksi untuk menjaga alinyemen bagian yang ditanam, harus segera dilaksanakan oleh Penyedia Jasa. Pengangkatan dapat dihentikan sewaktu-waktu, untuk pelaksanaan sesuatu yang diperlukan untuk menjaga keakuratan yang diperlukan. Vibrasi mekanikal tidak boleh digunakan untuk penuangan beton disekitar bagian yang ditanam yang dapat dipindahkan, kecuali jika disetujui oleh Direksi. Dalam hal ini, beton harus dikonsolidasikan seluruhnya dengan rodding dan tamping tangan. 6.10.6 Pengecoran Beton Selama Hujan Pengecoran beton di Lapangan sebaiknya tidak dilakukan selama hujan kecuali Penyedia Jasa melakukan hal yang dianggap perlu, termasuk ketentuan-ketentuan tentang perlindungan yang sepantasnya sehingga beton terjaga nilai slumpnya, yang dites pada mesin pengaduk, selama transportasi dan pengecoran. Walaupun pengecoran beton telah siap, sebaiknya ditunda, hujan dapat mempengaruhi kualitas beton, sedemikian rupa sehingga slump setelah vibrasi beton sebesar 25 mm atau lebih, lebih besar dari slump saat dalam mesin pencampur untuk kelas beton yang dituangkan. 6.10.7 Penuangan Beton Dalam Kondisi Air Tergenang (Underwater) Tidak diperbolehkan melakukan penuangan beton pada genangan air, kecuali disyaratkan dalam spesifikasi tertentu (khusus) atau ditentukan oleh Direksi. Penuangan beton pada genangan air dilakukan dengan Metoda "Drop-bottom Bucket" atau tremie, yang dilakukan atas persetujuan Direksi. Penuangan/ pengecoran maupun pembongkaran beton tidak dilakukan jika ada aliran air (running water) kecuali disetujui Direksi. 6.10.8 Suhu / Temperatur Beton Selama Penuangan (Pengecoran) Suhu beton pada saat dituangkan tidak boleh melebihi 35oC. Penyedia Jasa harus menyediakan thermometer yang akurat di lokasi penuangan beton untuk mencatat suhu beton pada saat dituangkan. Jika kondisi di lokasi menyebabkan suhu beton mencapai labih dari 35oC selama penuangan, maka Penyedia Jasa harus mengambil langkah-langkah tertentu yang diperlukan untuk menjaga material pada atau bawah suhu maksimum yang ditentukan. Langkah-langkah ini mencakup tapi tidak terbatas pada pre-cooling (pendinginan) agregat, pendinginan air pencampur, penambahan es kedalam air pencampur, penuangan beton
ST - VI - 27 pada saat malam hari, atau kombinasi beberapa atau semua langkah-langkah tersebut, atau dengan alat lainnya yang disetujui oleh Direksi. Biaya untuk melaksanakan semua atau sebagian hal yang diperlukan untuk mengontrol suhu beton selama penuangan dianggap termasuk dalam Harga Satuan dari berbagai kelas beton yang ada dalam Daftar Kuantitas dan Harga. Tak ada pembayaran tambahan yang dibayarkan kepada Penyedia Jasa jika dia memerlukan langkah-langkah khusus, seperti yang disebutkan sebelumnya untuk mengontrol suhu beton. 6.10.9 Pemadatan Beton Beton harus dipadatkan dengan peralatan mesin vibrasi mekanik, yang ditambah dengan rodding tangan, penyekop, pemadatan (tamping) untuk mencapai kepadatan maksimum, dan agar beton dapat mencapai kontak yang sempurna dengan bekisting, tulangan dan bagian lainnya yang ditanam. Vibrasi dilakukan dengan alat pencelup jenis vibrator berfrekuensi tinggi, yang dijalankan tenaga listrik atau jenis kompresi udara atau dengan alat vibrator yang dijalankan dengan mesin. Untuk konsolidasi beton jika vibrasi pencelupan dapat dipakai, vibrator yang direkatkan pada form dapat dipakai dengan mengacu pada persetujuan dari Direksi. Ukuran dan jumlah vibrator yang disediakan pada tiap penuangan harus mencukupi untuk memadatkan semua beton dengan kecepatan dan kondisi penuangan. Pada saat vibrasi beton baru, vibrator harus diletakkan pada posisi agak vertikal. Pencelupan vibrator harus cukup dalam untuk dapat memvibrasikan hingga kedalaman penuh pada lapisan baru dan harus dapat menembus beberapa sentimeter kedalam lapisan dibawahnya untuk menjamin perpaduan seluruh lapisan. Titik pencelupan untuk vibrator harus diberi jarak yang cukup untuk memastikan bahwa tiap bagian beton telah divibrasi dengan baik. Harus diperhatikan untuk mencegah kontak vibrator pada baja tulangan, khususnya yang ada di bidang permulaan. Vibrator tidak boleh bersinggungan dengan bekisting atau permukaan yang sudah diselesaikan. Setiap udara yang masuk, yang terbentuk selama penuangan beton, dapat dikeluarkan dengan membuat lubang angin yang efektif pada saat pekerjaan pemasangan bekisting. Juga harus diperhatikan untuk menyediakan bungkus beton yang rapat / padat disekitar water stop yang tidak berongga. Vibrasi yang berlebihan harus dihindari karena menyebabkan segresi dan laitance, dan cenderung membawa air ke permukaan. Vibrasi atau gangguan beton, yang mana sebagian mengeras harus dihindari. Lalu lintas yang melalui beton baru harus dibantu dengan kayu untuk jalan, agar beton yang baru dibangun tidak terganggu. Tak boleh ada lapisan betonpun yang dituangkan sebelum lapisan dibawahnya divibrasi seluruhnya. 6.10.10 Pembayaran Tidak ada pembayaran terpisah dalam pasal ini. Semua biaya untuk pengecoran dan pemadatan beton telah termasuk kedalam biaya penawaran pada Daftar Kuantitas untuk berbagai item pekerjaan beton; biaya-biaya tersebut telah dimasukkan kedalam ketentuanketentuan tenaga kerja, material, mesin-mesin dan peralatan yang diperlukan dari berbagai biaya yang terkait dengan pekerjaan ini.
ST - VI - 28 6.11 Bekisting 6.11.1 Umum Bekisting akan digunakan sewaktu-waktu untuk keperluan membentuk beton dan bentuknya harus sesuai dengan garis, tingkatan dan demensi yang ditunjukkan dalam gambar. Bekisting harus kuat untuk menahan tekanan akibat pengecoran dan vibrasi (penggetaran) beton dan memberikan permukaan beton sesuai dengan kebutuhan dari pekerjaan penyelesaiannya. Bekisting harus cukup kuat menahan kebocoran mortar dari beton. Dimana bekisting akan dipakai lagi, maka kekuatan, kekakuan, kerapatan dan kehalusan permukaan dari bekisting harus dijaga dari keseluruhan pemakaian. Sebelum pelaksanaan pekerjaan beton dimulai, Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan yaitu detail perencanaan dan gambar pemasangan bekisting yang diusulkan untuk pelaksanaan. Meskipun Direksi telah menyetujui desain dan gambar tetapi tidak membebaskan Penyedia Jasa dari tanggung jawab dari kemampuan dan keamanan dari perencanaan pekerjaan bekisting. Permukaan bekisting yang berhubungan dengan beton harus dijaga dan dilindungi untuk menghindari reaksi kimia, atau perubahan warna dari permukaan beton. Pemakaian bekisting yang bengkok, berlubang tidak rata dan tidak keras tidak diijinkan. Penopang (pendukung) dari bekisting harus menahan agar tidak terjadi perubahan atau pembengkokan karena berat beton basah atau karena beban lainnya. Apabila ada tanda-tanda adanya deformasi (perubahan) selama pengecoran, mereka harus secepatnya mensupport atau mengganti, memberikan garansi pekerjaan tersebut dapat terselesaikan dengan hasil memuaskan. Mungkin terjadi pemindahan di posisi bekisting dengan akibat modifikasi dari posisi dari konstruksi harus dibandingkan dengan posisi yang ditunjukkan dalam gambar, seterusnya disesuaikan dengan syarat toleransi konstruksi beton dan atau harus dilakukan perbaikan beton. Bekisting harus ditempatkan supaya tanda sambungan pada permukaan beton setepat mungkin pada alinemen keduanya baik horisontal dan vertikal. 6.11.2 Bahan-bahan Semua bahan-bahan untuk pelapis cetakan harus dimintakan persetujuan dari Direksi. Kayu-kayu harus dalam keadaan utuh, lurus, bebas dari lengkungan, kerusakan dan tonjolan-tonjolan yang lepas, dan dipersiapkan rata, seragam dalam lebar dan tebalnya sebelum pembuatan bekisting. Cetakan yang digunakan dalam beton untuk bagian yang terbuka terhadap pandangan harus dilapisi ”plywood" atau baja dan harus bebas dari cacatcacat yang akan dihasilkan sebagai noda-noda di permukaan beton. Semua cetakancetakan harus disesuaikan dengan bentuk-bentuk, garis-garis,ukuran-ukuran dari struktur seperti yang ditunjukkan dalam gambar. Cetakan-cetakan harus kuat, kaku dan direncanakan sedemikian rupa, sehingga cetakancetakan tidak membelok atau menonjol keluar dari toleransi-toleransi yang ditentukan. Cetakan-cetakan harus direncanakan secara memadai dan dengan kekuatan yang cukup
ST - VI - 29 untuk memastikan apakah tidak ada perpindahan atau kebocoran jika beton dicor. Perencanaan dan detail-detail dari cetakan harus mendapat persetujuan dari Direksi. 6.11.3 Perlapisan Sebelum dicor, cetakan-cetakan untuk permukaan yang terbuka harus dilapis dengan minyak cetakan anti karat yang disetujui dan yang tidak akan mengganggu dalam pengerasan beton setelah pemberian minyak. Minyak yang berlebihan di permukaan cetakan, dan minyak yang ada diatas tulangan baja atau permukaan lain yang memerlukan ikatan dengan beton harus dibersihkan sesuai perintah Direksi. Cetakan untuk permukaan yang tidak terbuka dapat dibasahi secara menyeluruh, sebagai ganti dari pemberian minyak, yang dilakukan sebelum pengecoran beton. 6.11.4 Bekisting Yang Diperlukan Untuk Berbagai Jenis Finishing Permukaan Beton Jenis dari permukaan atau garis permukaan harus mengikuti persyaratan minimum dari bentuk finishing permukaan dari setiap jenis : a. Finish F1 Bentuk permukaan F1 mempunyai spesifikasi, bekisting menggunakan jenis baja dan papan kayu, bebas dari permukaan yang kasar dan ketidakteraturan. b. Finish F2 Bentuk permukaan F2 mempunyai spesifikasi , bekisting harus dari fiberboard, kayu biasa, plywood, atau plat baja, yang bebas dari permukaan yang kasar atau ketidakteraturan. c. Finish F3 Bentuk permukaan F3 mempunyai spesifikasi, bekisting harus dari kayu kelas satu, fiberboard yang keras, plywood, atau plat baja dengan plat yang mempunyai ketebalan tidak kurang dari 1,5 mm dengan permukaan yang rata. d. Finish F4 Bentuk permukaan F4 mempunyai spesifikasi, bekisting harus mempunyai tebal 30 mm dari papan kelas satu, tebal 20 mm plywood, atau plat baja dengan plat tidak kurang dari tebal 2 mm, dengan permukaan yang sangat rata dan seragam. 6.11.5 Bekisting pada Permukaan Melengkung Bekisting pada permukaan yang melengkung dan bagian transisi harus di lakukan konstruksi yang kuat dan dilalukan secara tepat kebenarannya sesuai dengan keperluannya seperti tampak dalam gambar. Dimensi dari garis horisontal dan vertikal harus diberikan dalam gambar dari setiap bagian yang melewati panjang dari bagian yang melengkung atau bagian transisi. Penyedia Jasa harus melakukan interpolasi untuk setiap bagian yang diperlukan untuk setiap jenis bekisting yang dibuat dan akan dipergunakan, dan setiap konstruksi dan pemasangan dari bekisting itu harus menyatu dengan lengkungan dari lanjutan bekisting tersebut. Pemasangan sementara harus menggunakan semua bagian bekisting yang melengkung, yang diperlukan untuk mempertemukan lengkungan yang tepat sesuai dengan keperluan. Lapisan bekisting harus dibuat lengkap dengan lapisan yang sudah terpotong dan terlapis secara kuat, sehingga permukaan menjadi rata. Setelah bekisting dipasang, semua permukaan yang tidak sempuma harus diperbaiki dan setiap permukaan yang kasar dan semua sudut di permukaan dari
ST - VI - 30 bekisting yang disebabkan oleh pertemuan material harus dibuat agar membalut kelengkungan yang diperlukan. 6.11.6 Pembukaan Bekisting Bekisting dapat dibuka setelah pelaksanaan beton menghasilkan kuat tekan yang memadai, sehingga tidak membahayakan akibat pembukaan tersebut. Tidak ada bekisting yang dibuka dalam waktu 16 jam setelah selesai penuangan beton, kecuali untuk kasus khusus, dimana pembukaan dalam waktu singkat harus mendapat persetujuan dari Direksi. Minimum waktu sesudah pelaksanaan penuangan beton selesai, clan pembukaan bekisting untuk setiap bagian struktur harus ditentukan oleh Direksi. Sebagai acuan untuk waktu minimum pembukaan bekisting mengikuti sebagai berikut : - Pier dan dinding tebal 24 jam - Kolom dan dinding tipis 36 jam - Balok dan Lantai 7 hari -14 hari Setelah ijin diberikan untuk membuka, bekisting harus dipindahkan secara praktis untuk menghindari terganggunya pemeliharaan beton sesuai dengan spesifikasi, dan selalu dapat memudahkan untuk memperbaiki permukaan beton menjadi sempurna. Bekisting dan semua bagian penunjangnya harus diganti jika tidak mengikuti setiap bentuk beton untuk menerima setiap tekanan dengan berat yang tidak seragam dan terus menerus. persediaan harus dibuat dari bahan yang mampu menahan, kotak pasir atau jenis lainnya untuk pengenduran secara perlahan-lahan dari dukungan yang diberikan pada pekerjaan yang salah dan bagian lainnya. 6.11.7 Pengukuran dan Pembayaran untuk Bekisting Pengukuran untuk pembayaran, dari bekisting untuk beton dibuat dalam meter persegi (m2 ) dari bentuk permukaan beton seperti terlihat dalam gambar kerja atau atas petunjuk dari Direksi. Pengukuran sudah termasuk kemiringan permukaan dengan perbandingan 1 vertikal : 2 Horisontal, bentuk permukaan sambungan konstruksi dan sambungan konstruksi terlihat dalam gambar atau atas petunjuk Direksi dan bentuk surface dari semua bagian terluar lebih besar 0,1 meter persegi dari setiap potongan melintang. Permukaan Bekisting tidak dapat diukur dan dibayar untuk bekisting dengan mengikuti ketentuan : a. Kemiringan permukaan tidak mempunyai kemiringan 1 vertikal : 2 vertikal apakah sesuai bentuk atau tidak. b. Permukaan material, bagian "embedded", struktur dan pemasangan yang mana diperlukan pembasahan dalam penempatan setelah beton di tuang kemudian mengeras. c. Bentuk permukaan dari sambungan konstruksi tidak diperlihatkan dalam gambar d. Bekisting digunakan dalam pengisian akibat kelebihan penggalian yang tidak disetujui. e. Alur dan pertemuan pada sambungan dan ditempat lain. f. Permukaan lain yang tidak lebig besar dari 0.1 meter persegi dalam potongan melintang. g. Permukaan lain yang tidak didesain oleh Direksi. Pembayaran bekisting untuk beton harus dibuat dalam pelaksanaan harga satuan dalam meter persegi yang ditawar dalam "daftar kuantitas dan harga" yang mana harga satuan sudah termasuk biaya untuk semua material, tenaga kerja, dan peralatan yang diperlukan untuk membuat pekerjaan tersebut, dan sudah termasuk suplai dan fabrikasi, pemasangan, perancah dan penyangga pekerjaan, pemindahan, pembersihan, perbaikan dan pemeliharaan dan semua kejadian yang terkait.
ST - VI - 31 6.12 Sambungan Dalam Beton 6.12.1 Construction Joint Permukaan beton pada atau sebaliknya dimana beton akan dituangkan dan yang mana dibutuhkan sambungan dengan beton yang baru, diperlukan suatu senyawa yang dapat membuat beton menjadi satu dan kaku yang tidak dapat dipisahkan dengan pengecoran yang lama adalah didefinisikan sebagai Construction Joint. Semua bentuk dan posisi / letak construction joint harus mendapatkan persetujuan dari Direksi. Construction Joint tidak boleh dirubah dan tidak boleh ada penyambungan beton yang kurang dari tiga (3) hari untuk bagian / lapisan beton sampai ketebalan 90 cm dan tujuh (7) hari untuk bagian / lapisan beton yang tebalnya lebih dari 90 cm, kecuali disetujui oleh Direksi. Urutan penempatan construction joint seperti ditunjukkan dalam gambar tidak dapat dirubah kecuali disetujui atau diarahkan oleh Direksi. Sebelum pelaksanaan pekerjaan beton Penyedia Jasa harus menyiapkan gambar yang menunjukkan lokasi construction joint termasuk urutan pelaksanaan pengecoran beton untuk mendapat persetujuan dari Direksi. Untuk kepentingan persediaan besi tulangan yang sesuai dengan Construction Joint harus ditunjukkan secara detail dalam gambar. Construction Joint akan diperkirakan horizontal atau vertikal kecuali ditunjukkan dalam gambar atau disetujui oleh Direksi dan kecuali secara khusus ditunjukkan dalam gambar atau diarahkan oleh Direksi metode utama tidak diperlukan pada Construction Joint. Bilamana metode utama secara khusus diperlukan untuk menentukan bentuk seperti ditunjukkan dalam gambar atau dirahkan oleh Direksi dengan menggunakan bentuk atau dengan cara lain yang disetujui oleh Direksi yang menjamin keamanan sambungan dengan pekerjaan yang lain. Semua Construction Joint dalam permukaan beton yang akan ditampilkan untuk dilihat harus dibuat mendatar, lurus dan rata atau vertikal dan lurus kecuali secara khusus ditunjukkan dalam gambar atau diarahkan oleh Direksi. Permukaan seluruh Construction Joint harus bersih, kasar dan lembab jika akan ditutup dengan adukan beton atau mortar. Pembersihan disini termasuk pemindahan seluruh material yang tertinggal, beton yang lepas atau rusak, semen, pasir, cat, lapisan penutup jika digunakan dan material asing lainnya. Pada tahap awal penyelesaian sebelum penyelesaian akhir dari beton, permukaan pada Construction Joint harus dicuci dengan air atau udara bertekanan, memindahkan bagian yang semi terlepas dan meninggalkan kekosongan pada agregat besar tanpa menyebabkan pemindahan. Jika permukaan pengangkat padat dengan besi tulangan dan relatif tidak dapat dimasuki atau jika karena sebab lain yang dipertimbangkan tidak mengganggu permukaan pengangkat sebelum mengeras, pemotongan permukaan menggunakan tekanan udara tidak diijinkan dan menggunakan semburan pasir basah yang dibutuhkan. Bila mengerjakan persiapan construction joint, semburan pasir bawah (wet sand blasting) perlu segera disiapkan sebelum diangkat.
ST - VI - 32 Pengoperasian dilaksanakan secara kontinyu sampai semua beton yang tidak bagus, material yang tertinggal, lapisan, noda-noda, debu dan material asing lainnya dipindahkan segera sebelum penuangan dilanjutkan, penyemprotan air dan udara untuk pembersihan akan diulang sampai air pencuci kelihatan sangat bersih, Penyedia Jasa akan menyemprotkan air didalam pelaksanaannya harus hati-hati sehingga menjaga terbentuknya genangan dan terjadinya polusi. Tekanan udara yang digunakan tidak boleh kurang dari 6 kg/cm2 , dan tekanan air harus cukup membawa air pengaruh efektif untuk tekanan udara. Bila Construction Joint tidak ditutup oleh beton dalam jangka waktu 20 hari setelah pembentukan, Penyedia Jasa harus membuat semua permukaan menjadi kasar dengan light jackhammers atau chisels sebelum dimulainya pelaksanaan pengecoran, ketebalan beton yang akan dibuang harus mendapat arahan dari Direksi tetapi tidak boleh lebih dari 10 cm. Perlakuan khusus harus dilakukan bila sewaktu-waktu Construction Joint tertutup genangan atau aliran air selama periode lebih dari 10 hari atau bila ada benda asing yang tidak dapat dihilangkan dengan cara pembersihan biasa. Permukaan beton yang ada dimana beton baru akan ditempatkan atau permukaan beton tahap pertama dimana tahap kedua akan ditempatkan, seluruh permukaannya harus dibuat kasar dan dibersihkan untuk memastikan terbentuknya sambungan yang efektif antara kedua struktur tersebut. Pengasaran permukaan dan pembersihannya dilakukan dengan hand breakers atau chisels dan disemprot dengan air / udara bertekanan. Pengasaran permukaan harus dipertimbangkan sebaik-baiknya dimana sedikitnya dua puluh (20) mm dari permukaan beton yang ada atau beton tahap pertama harus dihilangkan untuk seluruh permukaannya. 6.12.2 Expansion dan Contraction Joint Expansion dan Contraction Joint harus diletakkan dan dilaksanakan seperti terlihat pada gambar atau diarahkan oleh Direksi. Expansion dan Contraction Joint harus halus dan rata atau tipe yang sama untuk memberikan jaminan adanya kontak dengan struktur. Tidak ada besi tulangan atau metal lainnya yang ditanamkan pada beton yang diperbolehkan menembus expansion dan contraction joint kecuali ditunjukkan pada gambar atau diarahkan oleh Direksi untuk bagian dari Contraction Joint. Sambungan dapat dibuat dengan bentuk beton dalam satu sisi sambungan, dengan bekisting dan minimal F2 finish permukaan standard dan dapat dipersiapkan sebelum beton dituangkan pada sisi sambungan yang lain. Permukaan beton pada pengecoran yang pertama pada Contraction Joint harus dilapisi dengan bahan lapisan penutup sebelum beton dituangkan pada sisi contraction joint yang lain dan pada kondisi expansion joint permukaan beton pada sisi yang lain dari expansion joint harus dipisahkan dengan isian khusus atau joint filler seperti yang ditunjukkan dalam gambar atau atas petunjuk Direksi. Selang waktu pengecoran beton antara pengecoran pada salah satu sisi dari expansion joint tidak boleh kurang dari 3 hari. Dimana ditunjukkan pada gambar atau atas persetujuan Direksi, jalur akan terbentuk pada potongan dari expansion atau contraction joint dan permukaan luar dari potongan beton.
ST - VI - 33 Dimana alur sudah terbentuk, selanjutnya diisi dengan elastic sealant yang khusus dan disetujui oleh Direksi. Penyedia Jasa harus menyediakan waterstop yang spesifik dan telah disetujui pada setiap expansion dan contraction joint kecuali sebaliknya ditunjukkan dalam gambar atau atas persetujuan Direksi. 6.12.3 Pengukuran dan Pembayaran Tidak ada pembayaran terpisah yang akan dibuat untuk ketentuan persyaratan dalam sub pasal ini dengan pengecualian untuk pengisian sambungan yang disetujui, sealants dan waterstop dan yang ditetapkan lain di daftar kuantitas dan harga. Semua biaya untuk persiapan dan konstruksi untuk sambungan harus sudah termasuk dalam harga satuan penawaran dalam daftar kuantitas untuk berbagai variasi dari pekerjaan beton. Tiap biaya harus mempertimbangkan untuk memasukkan ketentuan untuk semua tenaga, alat, dan material dengan perkecualian pengisi sambungan, sealant, dan waterstop dan biaya lainnya yang perlu untuk penyelesaian pekerjaan sesuai persyaratan dalam sub pasal ini. Pengukuran dan pembayaran untuk persyaratan atau pengisi sambungan yang disetujui pada peluasan sambungan dapat dibuat pada area pengisi sambungan yang terpasang sesuai gambar atau atas persetujuan Direksi. Pembayaran untuk pengisi sambungan dapat dibuat pada harga satuan penawaran, atau sesuai dengan daftar kuantitas yang sesuai yang mana harga satuan harus dimasukkan pada semua biaya tenaga, alat dan material yang perlu untuk dipasang pada sambungan, diperintahkan oleh Direksi. , Pengukuran untuk pembayaran untuk sealant yang disetujui dalam konstruksi, kepadatan dan perluasan sambungan dapat dibuat jumlah, pengukuran dalam kilogram, perhitungan sealant sesuai dengan keperlukan seperti diperlihatkan dalam gambar atau atas perintah Direksi. Pembayaran untuk sealant dapat dibuat harga satuan penawaran untuk itu dalam bagian yang sesuai dari daftar kuantitas dimana harga satuan harus termasuk biaya untuk semua tenaga, alat, dan material yang diperlukan untuk pemasangan sealant sesuai dengan keperluan dari persyaratan atau atas perintah Direksi. Waterstop dimana dapat disediakan, dapat dilakukan pengukuran dan pembayaran sesuai dengan persyaratan dari sub pasal 6.13.4 pasal 6.13 dari bab ini. 6.13 Waterstop 6.13.1 Umum Waterstop harus disediakan oleh Penyedia Jasa dan harus diletakan pada sambungan dalam pekerjaan beton pada tiap posisi seperti diperlihatkan pada gambar atau atas perintah Direksi. Semua waterstop harus mendapatkan persetujuan dari Direksi. Minimal tiga puluh (30) hari sebelum dimulainya semua pekerjaan beton Penyedia Jasa harus mengajukan pada Direksi untuk dimintakan persetujuan contoh dan semua dokumen teknik waterstop yang diajukan untuk digunakan dalam konstruksi beton. Setiap dokumentasi termasuk gambar, semua data teknik material waterstop termasuk hasil test yang dilakukan, dan detail teknik sambungan, material dan alat yang diperlukan. Dimana diperintahkan oleh Direksi, Penyedia Jasa harus mengirim untuk semua tipe atau ukuran waterstop yang akan digunakan, contoh dan data untuk dua atau lebih waterstop dari pabrik yang berbeda untuk evaluasi oleh Direksi. Waterstop harus plastic, asli, atau karet sintetis atau gabungan keduanya, atau material lainnya yang disetujui seperti tembaga atau stainless steel dalam pemakaian yang khusus.
ST - VI - 34 Plastic dan Rubber Waterstop sudah termasuk plain web, ribbed atau centre bulb (dumbell), type tergantung pada khususnya pemakaian. Type dan ukuran waterstop seperti ditunjukkan dalam gambar dan atas persetujuan Direksi. Plastic Watershop harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : Persyaratan Metode Test Tensile strength harus lebih besar dari 100 kg/cm2 Ultimate Elongation harus lebih besar dari 330 % Stiffness in Flexure, 6 mm span harus lebih besar dari 28 kg/cm2 Specific Gravity harus lebih besar dari 1,20 ASTM D412 ASTM D412 ASTM D747 ASTM D792 Waterstop yang dipakai untuk sambungan beton yang diusulkan oleh Penyedia Jasa untuk pelaksanaan selain yang ditunjukkan dalam gambar atau atas persetujuan Direksi harus mendapat persetujuan dari Direksi. 6.13.2 Pengaturan dan Pemasangan Waterstop harus diletakkan dan diatur dengan aman pada posisi yang sudah ditentukan untuk sambungan beton tertentu agar beton tersebut tidak berpindah dan tidak berubah bentuk selama penuangan beton. Penyedia Jasa harus menyediakan pendukung dan perlindungan yang sesuai selama semua tahap pemasangan dan pembetonan untuk melindungi waterstop dari kerusakan, gangguan atau melengkung. Waterstop harus cukup kaku untuk tetap ada di posisi yang tepat selama pembetonan. Jika disetujui atau diarahkan oleh Direksi maka waterstop dapat digabungkan dengan potongan (strip) yang dipaku atau ketentuan pengaturan lainnya yang diletakkan sedemikian rupa agar efektifitas seal / tutup tidak terganggu. Harus diperhatikan agar waterstop yang akan diletakkan pada penyusutan sambungan untuk menjamin bahwa waterstop tersebut tertanam dengan baik. Juga harus diperhatikan untuk mencapai pengisian beton seluruhnya pada selaput (web) horizontal yang menghadap waterstop dan potongan (strip) pada bagian bawah selaput (web) yang menghadap vertikal pada waterstop. Dalam pencetakan beton di bawah waterstop pada titik kritis ini, beton harus divibrasi dengan baik agar beton dapat mengalir disekitar dan dibawah selaput pada waterstop. Juga waterstop harus divibrasi pada kekakuan dan kekuatan yang mencukupi, dan dikencangkan dengan cukup untuk menahan vibrasi tersebut tanpa ada kerusakan dan pemindahan.
ST - VI - 35 6.13.3 Penyambungan dan Penggabungan Jumlah sambungan atau gabungan dalam waterstop harus diusahakan sekecil mungkin dan semua sambungan dan ikatan harus dibuat sesuai dalam gambar atau sesuai petunjuk Direksi. Jumlah sambungan bidang lurus dijaga seminim mungkin dan semua sambungan "T", "+" dan "L" harus diproduksi pabrik semuanya atau disiapkan oleh bengkel lapangan Penyedia Jasa untuk memenuhi keinginan Direksi. Semua peralatan dan material untuk membuat sambungan lapangan pada waterstop karet atau PVC harus direkomendasikan atau disediakan oleh Pabrikan Waterstop dan digunakan sesuai petunjuk dari Pabrikan. Sambungan atau penggabungan pada waterstop karet atau PVC harus dibuat dengan alat pengontrol suhu yang ditentukan oleh Pabrik Waterstop dan diatur sedemikian rupa untuk menjamin hal-hal sebagai berikut : - Material tidak rusak karena panas, pembakaran atau karena pemakaian material semen. - Penggabungan memiliki daya rentang tak kurang dari 80% dari yang diperlukan pada waterstop yang ditentukan. - Penggabungan itu harus kedap air dan - Bingkai (rib) dan pentolan (central bulb), jika perlu akan disesuaikan dan kontinyu. 6.13.4 Penyimpanan dan Perawatan Semua waterstop harus disimpan dalam tempat yang sejuk dan tidak di tempat terbuka atau terlindung dari sinar matahari langsung. Semua waterstop yang disimpan sebaiknya mendapat sirkulasi udara yang baik. 6.13.5Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran untuk pembayaran, untuk perlengkapan dan pemasangan waterstop harus dibuat dalam panjang yang sesuai dari peletakan waterstop dimana tidak ada pembayaran tambahan untuk bagian sambungan dan pertemuan. Waterstop yang dipasang oleh Penyedia Jasa pada sambungan konstruksi pada lokasi selain yang diperlihatkan dalam gambar atau perintah Direksi tidak dapat diukur untuk pembayaran. Pembayaran untuk perlengkapan dan penempatan waterstop harus dibuat sesuai harga satuan per meter panjang seperti dalam daftar kuantitas, harga satuan harus sudah termasuk biaya perlengkapan semua material, tenaga, alaf, penyimpanan dan keperluan mendadak untuk pekerjaan yang baik sesuai persyaratan disini. 6.14 Batas Toleransi Konstruksi Beton Penyimpangan yang diijinkan dari garis batas kemiringan, dimensi dan kelas beton struktur harus diperlihatkan dalam gambar. Bilamana toleransi tidak ditentukan dalam gambar pada beberapa struktur tertentu, penyimpangan yang dijinkan untuk garis kemiringan dan dimensi harus disyaratkan berikut : a. Struktur Beton Umum - Variasi garis konstruksi linear dari 15 mm posisi yang dibuat pada denah - Variasi dari level 10 mm - Variasi dari vertikal 2 mm per meter tinggi dan maksimum tidak boleh lebih dari 20 mm
ST - VI - 36 - Variasi pada dimensi potongan melintang 5 % ketebalan dan pada kolom, balok, plat, dinding, dinding terbatas untuk penahan, bangunan sejenis minus : max. 10 mm plus : max. 20 mm b. Struktur Khusus - Variasi dalam ukuran dan lokasi cerobong, 5 mm lantai dan dinding terbuka - Variasi tangga 3 mm untuk tanjakan 6 mm untuk injakan - Dimensi potongan melintang pracetak 5 mm plus atau minus - Deviasi dari garis lurus pracetak 2 mm per meter dan tidak boleh lebih dari max. 10 mm c. Struktur pelimpah dan Bangunan sejenisnya - Deviasi dari alinyemen yang dibuat 30 mm - Deviasi dari kemiringan profil pelimpah 5 mm yang disyaratkan - Deviasi dari kemiringan profil chute 10 mm yang disyaratkan d. Tunnel dan Conduit Linings dan Pekerjaan serupa - Deviasi dari alinyemen yang disyaratkan 25 mm - Deviasi dari kemiringan profil yang disyaratkan 15 mm Pekerjaan beton yang melebihi batas toleransi yang ditentukan diatas boleh diusulkan untuk diperbaiki atau dipindahkan dan diganti oleh Penyedia Jasa dengan biaya ditanggung sendiri. 6.15 Penyelesaian Akhir Beton 6.15.1 Umum Semua penyelesaiaan permukaan beton harus dalam kondisi halus, seragam dalam warna dan tekstur, bebas dari semua penonjolan, kerusakan, lubang, keropos, atau menjadi kerak. Kecuali sesekali penyelesaian khusus, bentuk dan tanpa terbentuk penyelesaian permukaan beton; akan direncanakan dan menggunakan symbol secara berurutan F1, F2, F3 dan F4 atau U1, U2, U3. 6.15.2 Bentuk Permukaan Pengelompokkan pekejaan akhir pada bentuk permukaan harus berdasarkan gambar atau atas peritntah Direksi dan agar memenuhi persyaratan berikut : 1. Finish F1 : Penyelesaian ini harus dilakukan terhadap permukaan dimana penampilan tidak begitu penting dan dimana permukaan yang kasar tidak dipermasalahkan, demikian juga untuk semua permukaan yang tidak akan terlihat dari pandangan. Permukaan tidak memerlukan penanganan khusus, kecuali untuk perbaikan beton yang tidak sempurna, dan pengisian balok pengikat dan penutup lubang, dan lain-lain atau perbaikan untuk ketidak beraturan itu tidak menganggu keseragaman beton. 2 Finish F2 : Penyelesaian ini harus dilaksanakan untuk permukaan yang terbuka, tapi tanpa syarat estetika tertentu. Ketidakseragaman permukaan tidak boleh lebih dari enam (6) milimeter jika permukaan itu kasar dan dua belas (12) milimeter jika secara berangsur.
ST - VI - 37 3. Finish F3 : Penyelesaian ini harus dilaksanakan pada permukaan yang terbuka dan dapat terlihat garis ketinggian yang harus teliti dan seragam. Permukaan yang tidak seragam tidak dapat diijinkan lebih dari tiga (3) mm jika kasar dan enam (6) milimeter jika berangsur. 4. Finish F4 Penyelesaian ini harus dilaksanakan pada permukaan yang halus dimana hal itu sepenuhnya penting dari aspek hidrolika seperti bangunan yang direncanakan untuk menyalurkan air dengan kecepatan tinggi. Permukaan tidak seragam itu dan merintangi dari aliran tidak akan diijinkan. Permukaan tidak seragam dan mengarah aliran tidak boleh melebihi 2 mm. Dalam kasus permukaan yang tidak seragam untuk pekerjaan akhir F4 melebihi batas persyaratan, maka untuk mengimbangi tersebut harus betul-betul dihilangkan dengan penghalusan dan ketidakseragaman harus diperbaiki dengan memahat dan pemberian bahan pelapis dari mortar. Perataan permukaan harus 1 sampai 20 (perbandingan tinggi dengan panjang). 6.15.3 Permukaan Yang Tidak Berbentuk Ketetapan kelas penyelesaian akhir pada permukaan yang tidak berbentuk harus ditunjukkan dalam gambar atau sesuai petunjuk Direksi dan harus memenuhi ketetapan berikut : 1. Finish U1 : Penyelesaiaan ini akan diaplikasikan pada permukaan yang akan ditutup dengan timbunan dan akan digunakan sebagai tahap pertama dari penyelesaian U2 dan U3. Pelaksanaan Finishing harus tetap memperhatikan permukaan yang rata dan membuat pada permukaan texture yang seragam yang rata. Permukaan yang tidak seragam tidak boleh mengganggu bagian struktur dalam pekerjaan. 2. Finish U2 : Finishing ini akan diaplikasikan pada permukaan yang tidak secara permanen ditutupi oleh timbunan atau akan digunakan untuk tahapan kedua dari finishing U3. Pengapungan akan dimulai segera setelah pemilihan permukaan mempunyai kekakuan yang cukup dan agar tidak kurang dari kepeluan minimum untuk mengerjakan permukaan ini bebas dari garis yang panjang dan ini jika finishing U3 dikerjakan berikutnya, pengapungan harus diteruskan sampai jumlah mortar kecil tanpa kelebihan air merusak permukaan, selama efektif diijinkan. Perubahan permukaan tidak seragam dalam permukaan U2 tidak boleh lebih lima (5) milimeter dan sambungan dan tepi harus mengikuti gambar atau atas perintah Direksi. Jika diminta oleh Direksi, permukaan U2 perlu dikasarkan untuk membuat permukaan tidak licin. 3. Finish U3 Finishing ini dapat diaplikasikan pada permukaan dimana ketelitian permukaan diperlukan. Saat permukaan yang disiapkan pada tahap kedua (U2) mempunyai kekerasan yang sudah cukup untuk menahan material halus, dari saat mengerjakan permukaan, sekop baja digunakan untuk meratakan permukaan agar campuran tetap padat dan tidak kotor. 6.15.4 Pengukuran dan Pembayaran Tidak ada pembayaran terpisah yang dibuat untuk persyaratan ini dengan mengenai bentuk finishing sesuai persyaratan dalam sub pasal 6.15.2 disini dan semua biaya untuk bentuk finishing agar dipertimbangkan untuk masuk dalam harga satuan penawaran dalam daftar kuantitas untuk variasi dengan penutup yang dikerjakan. Pengukuran untuk pembayaran untuk finishing yang tidak berbentuk seperti persyaratan dalam sub pasal 6.15.3 harus dibuat luasan dalam meter persegi dari finishing permukaan pada garis yang
ST - VI - 38 diperlihatkan gambar atau atas perintah Direksi. Pembayaran untuk Finishing tidak berbentuk akan dibuat pada harga satuan penawaran untuk itu yang sesuai dengan item dari daftar kuantitas dan setiap harga satuan harus mempertimbangkan untuk memasukkan semua biaya, tenaga, material, dan peralatan yang diperlukan dan semua biaya lain yang perlu untuk penyelesaian pekerjaan sesuai persyaratan pada sub pasal ini. 6.16 Pemeliharaan Beton 6.16.1 Umum Penyedia Jasa harus membuat perlengkapan untuk pemeliharaan beton seperti yang disyaratkan atau atas perintah Direksi, untuk hasil yang baik agar mengikuti : - Senyawa cairan semen dikembangkan secara berangsur dan sampai lengkap. - Beton tidak cepat hilang dari plastis yang ditetapkan dan elastis yang ditetapkan. - Beton tidak retak atau rusak karena beda suhu yang tinggi atau perubahan suhu secara cepat. - Permukaan beton tidak rusak karena lalu lintas, cuaca, atau gerusan dari aliran air atau zat kimia. Metode dan material yang digunakan dalam proses material harus tersedia setiap waktu, dan sudah mendapat persetujuan Direksi. Semua peralatan yang diperlukan mampu untuk pemelihaaran dan menjaga semua pengecoran beton harus siap dipasang sebelum penuangan beton dimulai. 6.16.2 Kontrol Kelembaban Kelembaban dari beton harus dijaga dengan pemeliharaan menggunakan air atau pemeliharaan beton dengan membrane, sampai dengan 10 hari setelah pengecoran atau setiap waktu lain yang mungkin diperintahkan oleh Direksi. Pemeliharaan dengan air dan membrane harus mengikuti persyaratan : 1. Pemeliharaan dengan Air Pemeliharaan air sebaiknya dimulai setelah beton menjadi keras untuk menjaga kerusakan dan dilanjutkan sampai periode pemeliharaan beton tercapai. Pemeliharaan dengan air harus lengkap dan mampu menjangkau semua permukaan beton secara terus-menerus sampai basah (tidak jarang-jarang), dengan cara memerciki atau digenangi dengan air atau menutupnya dengan karung basah (burlap), pasir basah, serbuk gergaji, atau material yang disetujui. Material yang digunakan harus bersih sedemikian rupa agar tidak menyebabkan perubahan warna pada beton. Air untuk pemeliharaan harus sesuai dengan persyaratan pada sub pasal 6.5.1 dari pasal 6.5 bab ini. 2. Pemeliharaan dengan Membrane Pemeliharaan dengan membrane mungkin dapat menggantikan pemeliharaan dengan air pada lokasi khusus sesuai dengan kewenangan dari Direksi. Pemeliharaan dengan membrane agar dikerjakan dengan senyawa yang tetap, yang mana membrane membentuk permukaan beton. Senyawa penutup harus berupa zat warna putih, kecuali kalau senyawa yang digunakan pada permukaan itu akan diperliharkan secara tetap untuk dilihat, dimana senyawa itu harus mempunyai zat warna abu-abu. Pemeliharaan dengan senyawa tidak dapat digunakan pada permukaan beton, untuk dimana tambahan beton, atau material lain yang digunakan untuk mengganti. Pemeliharaan beton dengan senyawa harus disesuaikan dengan persyaratan pada ASTM C 309. Perawatan dengan senyawa harus disemprot pada permukaan beton dalam satu polesan, untuk mendapatkan membrane yang seragam untuk menutup semua area. Cakupan tidak lebih dari 5 m2 per kg dalam permukaan kasar, cakupan harus dikurangi jika penting untuk mendapatkan membrane yang diperlukan secara berkelanjutan. Dimana pemeliharaan dengan senyawa yang digunakan dalam
ST - VI - 39 permukaan beton yang tidak berbentuk, pengerjaan agar dilakukan segera setelah pengecoran. Dimana senyawa pemeliharaan yang akan digunakan pada permukaan beton yang dibentuk, permukaan harus dilembabkan dengan semprotan air, segera setelah bekisting dibuang, dan harus dijaga tetap basah sampai kelembaban permukaan tidak lagi menguap. kemudian setelah selaput permukaan kelembabannya telah hilang, tetapi sementara itu bentuk permukaan kelihatan basah, pemeliharaan senyawa harus dikerjakan. Perawatan khusus harus diberikan untuk menjamin semua tercover dengan senyawa pada tepi, ujung dan sekitar titik kasar dari bentuk permukaan. 6.16.3 Perlindungan Beton harus dilindungi dari keausan (abrasi), getaran atau kerusakan dari lalulintas selama waktu pemeliharaan, dengan menutup tempat yang dipakai jalan dengan pasir, atau cara lain. Penutupan tidak boleh dikerjakan pada permukaan yang dirawat dengan membrane sekurang-kurangnya dua puluh empat jam setelah senyawa perawatan diaplikasikan. Semua beton yang belum mengeras harus dijaga dari hujan lebat, aliran air, penyinaran matahari langsung, dan angin. 6.16.4 Pembayaran Tidak ada pembayaran terpisah yang dibuat untuk ketentuan persyaratan dalam pasal ini. Semua biaya untuk pemeliharaan beton harus sudah termasuk dalam harga satuan penawaran dalam daftar kuantitas untuk variasi bagian dari pekerjaan beton setiap biaya harus mempertimbangkan untuk memasukkan keperluan semua tenaga, material, alat pengolah, dan peralatan yang diperlukan dan semua yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai Persyaratan dalam pasal ini. 6.17 Perbaikan Beton 6.17.1 Umum Beton yang cacat dan beton yang rusak karena berbagai sebab harus dipindahkan dan diganti dengan beton yang sesuai oleh Penyedia Jasa tanpa ada biaya tambahan dari pemilik proyek (Employer). Ketidakseragaman dari alinyemen akibat ketidaktelitian finishing permukaan, penonjolan bekisting, atau kerusakan lain harus diperbaiki dengan biaya Penyedia Jasa. Sebelum pekerjaan final disetujui Penyedia Jasa harus membersihkan semua permukaan beton yang tampak dari semua kotoran semen,motar atau grout sesuai dengan persetujuan Direksi. Perbaikan beton harus dilakukan dengan menggunakan tenaga kerja yang terampil. Penyedia Jasa harus memakai advis / arahan dari Direksi pada saat melakukan perbaikan beton. Kecuali jika inspeksi ditegaskan oleh Direksi maka perbaikan beton akan dilaksanakan hanya dengan kehadiran Direksi. Penyedia Jasa harus memperbaiki semua bagian yang cacat / tidak sempurna pada permukaan beton yang diperlukan untuk menghasilkan permukaan yang sesuai dengan batas toleransi dan ketentuan penyelesaian beton seperti yang ditentukan pada pasal 6.14 dan 6.15. Semua noda dan kerak harus dibersihkan dengan baik dari permukaan sesuai seperti finishing F3 dan F4 sesuai persyaratan dan kerak harus dibuang dari permukaan dengan finishing U2 dan U3 sesuai persyaratan. Jika ditemukan tonjolan dan ketidakseragaman kekasaran yang menonjol keluar melewati batas yang ditentukan dalam pasal 6.14, dalam bentuk permukaan untuk finishing selain
ST - VI - 40 persyaratan F1, tonjolan harus dibersihkan dengan memalu dan mengasah sampai permukaan sesuai batas persyaratan. Beton itu rusak karena berbagai sebab, beton itu keropos seperti sarang lebah, retak atau kerusakan lain dan beton yang karena terjadi penurunan permukaan berlebihan harus dibongkar dan dibangun lagi sehingga permukaannya lurus seperti yang sudah ditentukan, harus dipindah dan dikerjakan ulang dengan dry-pack (dibubuhi semen kering), mortar, beton halus atau perekat mortar mengikuti persyaratan disini. Rencanana pengisian permukaan yang kosong diterima dengan finishing F1 akan diperlukan hanya setiap lubang dengan kedalaman 25 mm pada dinding dengan tebal kurang dari 30 cm dan tidak akan diperlukan pada tembok dengan ketebalan 30 cm atau lebih. Lubang yang diakibatkan pembuangan tie rod, pipa grout, dan yang sejenis, seluruhnya akan dilembabkan dan diisi dengan mortar dry pack yang dimasukkan ke tempat itu. Perbaikan beton pelimpah (spillway) harus diselesaikan dengan senyawa perekat beton (epoxy bonded concrete) atau perekat mortar kecuali kalau disyaratkan lain atas perintah Direksi. Kecuali disetujui oleh Direksi, perbaikan bagian yang kurang sempurna pada beton harus diselesaikan dalam 24 jam setelah pembongkaran bekisting atau untuk beton tanpa bekisting dalam waktu 24 jam setelah penuangan beton, kecuali jika diperlukan epoxy resin maka perbaikan tidak boleh dilaksanakan sampai 28 hari setelah beton dituangkan. 6.17.2 Perbaikan dengan Mortar Kering Campuran mortar dry-pack yang disetujui oleh Direksi harus digunakan untuk mengisi lubang yang mempunyai sekurang-kurangnya satu dimensi permukaan yang tidak lebih besar dari kedalaman lubang, untuk bagian yang tipis dan retak dan untuk lubang yang terhubung, lubang pipa grout dan aplikasi yang sejenis sesuai persyaratan atau perintah Direksi. Dry-pack tidak dapat dipergunakan untuk pengisian sebelum penulangan atau lubang yang dikerjakan lebih lanjut dengan bagian beton berikutnya. 6.17.3 Perbaikan dengan Beton Baru atau Mortar Semua kerusakan atau beton yang tidak dapat diterima dalam area yang diperlukan perbaikan dengan beton baru atau mortar harus dibersihkan dengan menggunakan pemahat Jack Hammer atau metode lain yang disetujui, yang dilakukan pada beton keras dan hingga kedalamanan dibelakang besi tulangan untuk menyediakan perlekatan yang baik dari besi tulangan dalam pengecoran ulang beton. Lubang untuk pengisian harus disediakan dengan angker, kunci, pengelasan kawat ayam, atau lubang sambungan dan bagian mana yang diperlukan menyambung material baru yang baik pada tempatnya. Tepi dari pisau pemotong harus normal pada permukaan beton dan pengecoran ulang beton cukup tertanam pada beton lama sesuai perintah Direksi. Area pemotongan harus dibersihkan seluruhnya. Warna beton pengganti dan mortar penambal harus disesuaikan dengan beton sekitamya. Pengisian dengan mortar, yang dituangkan dibawah pengaruh kuat dari penggunaan mortar gun, harus digunakankan untuk memperbaiki kerusakan yang sangat luas untuk pengisian dry-pack dan terlalu dangkal untuk pengisian beton dan tidak lebih dalam dari tepi penulangan itu dekat dengan permukaan. Mortar untuk perbaikan harus terdiri dari satu bagian semen, dua bagian agregat halus (pasir) dan air yang cukup agar pencampuran bahan mortar dapat merata dan mengikat satu sama lain pada saat dipadatkan dengan cara memampatkan dengan tangan. Mortar harus baru selesai diaduk jika akan digunakan dan semua mortar yang tidak digunakan lebih dari dua jam setelah persiapan harus dibuang. Segera setelah disetujui untuk aplikasi
ST - VI - 41 mortar, permukaan yang mana mortar akan diletakkan harus dibasahi terlebih dahulu, kemudian disikat / digosok dengan sedikit mortar menggunakan sikat kawat. Pengisian beton harus digunakan untuk lubang yang memanjang diseluruh bagian beton yang siap, yang mana untuk lubang yang lebih besar dari 1000 centimeter persegi dan dalam 10 centimeter dan untuk lubang dalam beton bertulang yang mana lebih besar dari 500 centimeter persegi dan peluasan melebihi tulangan itu dekat permukaan. Kelas beton yang digunakan untuk perbaikan harus sesuai dengan petunjuk Direksi. Beton dan mortar digunakan untuk tambalan dan perbaikan harus dipelihara dalam cara yang sama sesuai persyaratan dari pekerjaan beton secara umum. 6.17.4 Perbaikan dengan Epoxy Resin Dalam perbaikan kerusakan atau beton yang cacat pada lokasi penting, Penyedia Jasa harus memperbaiki dengan Epoxy Resin bonding Agent atau perekat mortar sesuai arahan Direksi. Semua ketidaksempurnaan dan yang lubang perlu dilakukan perbaikan dengan material perekat, harus dilakukan pengasaran ulang sampai dicapai beton yang diinginkan dan tepi dari lubang dipotong persegi dengan kedalaman minimum 3 cm. Ketentuan berikut ini dipakai untuk melaksanakan perbaikan menggunakan epoxy meskipun hal ini biasa saja bervariasi tergantung pada kebijaksanaan Direksi. 1. Perbaikan dengan kedalaman lebih dari empat (4) centimeter Apabila kedalaman yang rusak lebih dari empat (4) centimeter maka perbaikan harus dibuat dengan epoxy perekat beton atau mortar. Perbaikan dapat dilakukan pertama dengan cara membuat alur tidak lebih dari dua (2) centimeter kedalaman sekitar garis keliling area yang rusak. Berikutnya semua kerusakan beton harus dibuang dengan light-weight jackhammer dan permukaan yang dihasilkan harus dibersihkan dengan memahat dan kompresor udara untuk dapat menerima lapisan epoxy bond. Material Epoxy Bond harus diaplikasikan mengikuti instruksi pembuatnya agar dibersihkan dan permukaan kering dengan mengikuti : Segera sebelum melaksanakan perbaikan, permukaan beton di lubang yang akan dibersihkan dari semua kotoran dengan cara sandblasting, yang dietsa dengan cara lima (5) persent hydrochloric acid atau metode lain yang disetujui. Jika metode pengetsaan asam diperbolehkan, segera setelah pembuihan berhenti maka lubang harus digelontor seluruhnya dengan air bersih, air bersih untuk menghilangkan acid dan membersihkan area. Permukaan lubang harus dikeringkan dan kalau perlu, cara efektif untuk mengeluarkan semua air dari permukaan. Permukaan dari lubang dan beton itu harus segera dikeringkan, menggunakan panas lampu, oxyacetylane lidah api disesuaikan dengan ujung tidak teratur. Obor gas propane, pemanasan, bebas oli kering tekanan udara, atau lainnya yang cocok disetujui oleh Direksi. Pengeringan harus dilakukan, dalam setiap cara sehingga mencegah kerusakan beton, sampai lubang bebas dari permukaan yang lembab, dan itu harus diijinkan untuk dingin sampai hanya hangat sebelum dikerjakan material perekat. Senyawa perekat harus SIKADUR 32 buatan Sika Chemicals, atau produk yang sejenis sesuai persetujuan Direksi. Setelah aplikasi untuk dibersihkan dan permukaan yang kering, dan sementara dalam bagian rusak, bonding agent harus dilapisi dengan perbaikan beton. Perbaikan beton harus dengan klas A dengan slump 25 mm. Jika Bonding Agent diatur sebelum aplikasi beton, itu harus dibuang dengan dihancurkan atau ditambah dengan pengkasaran dan proses pengerjaan diulang. 2. Perbaikan dengan kedalaman kurang dari empat (4) centimeter Apabila kedalaman kerusakan kurang dari empat (4) centimeter, perbaikan harus dilakukan dengan menggunakan campuran epoxy mortar. Perbaikan harus dibuat dengan pertama kali memotong dengan membuat alur dua (2) centimeter, kedalaman sekitar garis keliling area yang rusak. Berikutnya semua kerusakan beton harus dibuang dengan cara pengelupasan dan permukaan yang dihasilkan harus dibersihkan dengan kompresor udara.
ST - VI - 42 Perbaikan berikutnya harus mengikuti dengan perekat mortar harus menggunakan SIKADUR 43 yang dibuat Sika Chemicals atau product yang sejenis yang disetujui Direksi. Material harus diaplikasikan mengikuti instruksi pabrik pembuatnya dalam keadaan bersih dan permukaan kering yang disiapkan untuk terdahulu. 6.17.5 Pembayaran Kecuali ada persetujuan khusus oleh Direksi, tidak ada pembayaran terpisah yang dibuat untuk ketentuan persyaratan dalam pasal ini, dan semua biaya untuk perbaikan beton harus sudah termasuk dalam harga satuan penawaran dalam daftar kuantitas untuk variasi bagian pekerjaan beton, setiap biaya harus sudah mempertimbangkan untuk masuk ketentuan semua tenaga, material, alat pengolah, dan peralatan yang diperlukan dan semua biaya lain yang diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan sesuai persyaratan sub pasal ini. Dimana dalam pembayaran keadaan khusus disetujui oleh Direksi ini akan dibuat dibawah ketentuan untuk pekerjaan tambah dibawah syarat-syarat didalam kontrak. 6.18 Blockout dan Lapisan Beton Kedua (Secondary Concrete) 6.18.1 Blockout Kontruksi Blockout dalam beton, diperlihatkan dalam gambar atau atas perintah Direksi, Ijin untuk pemasangan dan penambahan pekerjaan metal dari peralatan hydromechanical yang mana akan dipasang dalam beton. Setiap blockout harus diisi dengan klas "A" beton lapisan kedua (secondary concrete) setelah pemasangan lengkap. Sebelum beton klass "A" dicor dalam blockout, permukaan beton blockout harus dikasarkan dan dibersihkan. Membuat kasar harus baik dengan dikelupas atau metode persetujuan lain dan dalam setiap cara sebaiknya tidak terjadi kehilangan, retak, atau hancur semua bagian sebelum permukaan dikasarkan. Setelah dikasarkan, permukaan beton harus dibersihkan sesuai dengan ketentuan sub pasal 6.12.1 bab ini untuk sambungan konstruksi dan dengan pengukuran dan kekerasan dan dalam setiap keadaan yang dijamin baik dengan mesin senyawa antara kondisi yang ada dan beton baru. Semua beton yang tidak keras, padat, dan dapat tahan lama harus dibuang sesuai kedalaman yang diperlukan untuk keamanan permukaan yang baik. Setelah pembersihan permukaan yang dikasarkan sesuai permintaan Direksi, harus dijaga kelembaban sekurang-kurangnya 24 jam sebelum pengecoran beton dalam blockout. Biaya untuk menyiapkan permukaan beton dimana beton blockout akan diletakkan, harus mempertimbangkan termasuk dalam harga satuan untuk beton kedua (secondary concrete) untuk blockout. 6.18.2 Beton Kedua (Secondary Concrete) Penyedia Jasa harus meletakkan beton dalam blockout dengan cara sedemikian rupa untuk menjamin ikatan yang baik dengan beton yang ada, untuk menjamin pertemuan yang baik dengan pekerjaan metal untuk dilaksanakan penanaman dalam beton blockout dan untuk menghindari pemindahan dari pekerjaan metal atau bagian yang akan ditanam. Kecuali kalau ditentukan lain oleh Direksi, beton kedua untuk blockout harus beton type (klas) "A" sesuai dengan persyaratan. Dimana Perintah Direksi, beton kedua di letakkan dalam blockout agar berisi senyawa pengembang (Expanding Agent) yang diijinkan atau harus ditunda antara pencampuran dan pengecoran untuk mengurangi penyusutan setelahnya.
ST - VI - 43 6.18.3 Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran, untuk pembayaran dari blockout harus dibuat jumlah blockout dalam meter kubik untuk dimensi sesuai yang ditampilkan dalam gambar atau atas perintah Direksi. Pembayaran untuk beton blockout harus dibuat harga satuan dalam meter kubik penawaran dalam daftar kuantitas untuk beton kedua agar sesuai dengan bagian pekerjaannya. 6.19 Pengukuran dan Pembayaran Untuk Beton 6.19.1 Pengukuran Kecuali ditetapkan lain dalam Persyaratan ini, pengukuran untuk pembayaran, setiap type (class) beton dalam variasi bagian pekerjaan akan dibuat volume dari beton untuk garis yang rapi pada struktur atau bagian pekerjaan beton seperti diperlihatkan dalam gambar atau diperintahkan oleh Direksi dan dimana keperluan tersebut akan diietakkan secara langsung diatas atau permukaan digali lagi untuk disetujui garis guna pengukuran untuk pembayaran bagi penggalian yang dibuat. Pengukuran untuk pembayaran dari pengurugan dan pembentukan beton akan dibuat volume actual dan pengecoran beton dalam lokasi pengurugan yang diperlukan atau pembentukan beton. Dalam pengukuran beton untuk pembayaran, volume dari semua blockout, bukaan, alur, saluran, pipa yang tertanam, pekerjaan kayu, dan pekerjaan metal, setiap yang mana lebih besar dari 0.05 meter persegi dalam potongan melintang, agar dikurangi pembayarannya. Pengukuran dan pembayaran untuk beton kedua (secondary concrete) untuk blockout harus dibuat sesuai dengan ketentuan dalam sub pasal 6.18.3 dari pasal ini. 6.19.2 Pembayaran Kecuali ditentukan lain dalam peryaratan ini pembayaran untuk setiap klas beton dalam bagian variasi pekerjaan akan dibuat harga satuan dalam meter kubik penawaran. Untuk itu dalam bagian yang sejenis di daftar kuantitas, yang mana harga satuan harus termasuk biaya untuk semua tenaga,alat pengolah, peralatan,dan keperluan mendadak dalam konstruksi, sebaiknya semua material termasuk agregat,air,dan additive yang manapun keluar mengikuti bagian pembayaran dari yang akan dibuat sesuai dengan yang sejenis pada sub pasal ini disyaratkan Item Sub Pasal Semen 6.2.6 Bekisting 6.11 Pengisi Sambungan 6.12.4 Waterstops 6.13.5 Baja Tulangan 6.20.6 Semua pencucian beton atau mortar harus dengan biaya Penyedia Jasa kecuali ditentukan lain dalam sub pasal 6.2.6 dari pasal 6.2 bab ini. Pembayaran untuk tiap klas beton agar termasuk biaya perbandingan, pengadukan, pencampuran, pengangkutan, pengecoran, test, pemeliharaan dan perbaikan beton sebaiknya pekerjaan yang berhubungan dengan blockout, sambungan, penanaman bagian, dan hubungan pekerjaan lain seperti ditentukan dalam variasi pasal dari bab ini. Pembayaran tidak dapat dibuat untuk keperluan beton yang akan dicor diluar persetujuan garis pembayaran untuk penggalian seharusnya diluar kewenangan penggalian. Pembayaran untuk finishing beton akan dibuat sesuai dengan sub pasal 6.15.4 pasal 6.15 dari bab ini. Pembayaran untuk beton kedua (secondary Concrete) dalam blockout akan
ST - VI - 44 dibuat sesuai dengan sub pasal 6.18.3 dari pasal 6.18 bab ini. Pembayaran untuk shotcrete, adukan air, dan motar dengan aplikasi tekanan akan dibuat sesuai dengan sub pasal 6.21.13 pasal 6.21 pasal ini. 6.20 Besi Tulangan 6.20.1 Umum Penyedia Jasa harus meyediakan, mengangkut, menyimpan, menguraikan secara terperinci, memotong, membengkokkan, dan menempatkan semua besi tulangan yang diperlukan untuk pekerjaan permanen. Kebersihan, penempatan, jarak, pembengkokan, penyambungan dari besi tulangan harus sesuai dengan persyaratan PBI-NI-2 dan ACI 318-77 : kecuali ditunjukkan lain dalam gambar atau diperintahkan oleh Direksi. Sebelum batang tulangan diletakkan, permukaan dari batang dan permukaan semua penyangga batang harus bersih dari karat yang sudah lepas, kehilangan diameter, kotoran tanah, pelumas, dan kotoran lain yang menganggu, yang mana dalam pandangan Direksi dapat menganggu. Jika diperlukan ketentuan oleh Direksi, yang kelihatan dan yang akan diletakkan kemudian harus dibersihkan dari karat, dan puing sebelum ditutup dengan beton. Bilamana untuk pengecoran beton diperlukan pengecoran dalam beberapa tahap, besi tulangan yang diletakkan selama lebih dari satu kali tahap pengecoran harus bersih dari semua yang melekat pada beton atau mortar sebelum dilakukan pada tahap selanjutnya. Baja tulangan tidak dapat diletakkan tanpa cara yang pasti dan dalam posisi yang benar. 6.20.2 Material Kecuali disyaratkan dan secara khusus ditunjukkan dalam gambar atau atas petunjuk Direksi besi tulangan harus mempunyai bentuk D-form yang sesuai seperti dalam ASTM A 615 "Standart Speesification For Deformed and Plain Billet Steel Bar for Concrete Reinforcement", tingkat 39. Perakitan dengan menggunakan las harus sesuai dengan ASTM A 185 " Welded Steel Wire Fabric For Concrete Reinforcement". Kawat harus diameter 1.2 mm atau kawat besi yang tahan panas. Ukuran standard dan berat untuk besi tulangan harus sesuai dengan persyaratan Standard Industri Indonesia SII-0136-1980. Ukuran standard untuk besi tulangan seperti diperlihatkan dalam table berikut harus digunakan kecuali untuk ukuran khusus diperlihatkan dalam gambar atau perintah Direksi. Ukuran Standart No. Batang Diameter Nominal (mm) Berat Minimum (kg/m D 8 D 10 D 13 D 16 D 19 D 22 D 25 8 10 13 16 19 22 25 0,393 0,560 0,995 1,560 2,250 3,040 3,980 Penyedia Jasa agar menunjukkan, untuk kepuasan Direksi, dengan berat contoh dari batang tulangan, batang tulangan itu dikonfirmasikan mempunyai berat minimum yang diperlukan pada table diatas.
ST - VI - 45 6.20.3 Test Yang Diperlukan dan Sertifikat Penyedia Jasa harus mengajukan 30 hari sebelum pemasangan batang besi tulangan, laporan tentang hasil test yang dihasilkan oleh pembuatnya, termasuk fisik dan kimia yang dimiliki dari besi tulangan yang diajukan untuk pekerjaan. Penyedia Jasa harus mengirim sertifikat besi tulangan dari setiap pengiriman dan menjamin besi tulangan sesuai dengan ketentuan dari persyaratan. Direksi mengambil cadangan yang benar dari contoh dan hasil yang baik pada saat test independent untuk besi tulangan yang akan digunakan Penyedia Jasa. Tidak boleh ada besi tulangan yang digunakan dalam pekerjaan utama sampai Direksi mempunyai ketetapan yang sesuai dengan ketentuan. Jika hasil test yang ditunjukkan pada besi tulangan yang telah terkirim tidak memuaskan, besi tulangan harus dipindahkan dengan biaya dari Penyedia Jasa. 6.20.4 Gambar dan Daftar Besi Tulangan Penyedia Jasa agar menyiapkan dan mengajukan gambar dan daftar yang sesuai dengan keperluan pekerjaan besi tulangan pada Direksi. 1. Gambar Penempatan Besi Tulangan Gambar detail semua struktur beton bertulang diperlihatkan rencana, lokasi dan dimensi semua tulangan termasuk lokasi semua sambungan konstruksi dan detail semua keperluan lapangan dan, sambungan dalam batang tulangan. 2. Gambar Pembengkokan Besi Tulangan Gambar detail untuk semua boton bertulang diperlihatkan rencana untuk pemotongan dan pembengkokan besi tulangan. 3. Daftar Besi Tulangan Daftar semua besi tulangan terdiri dari item yaitu bagian, jumlah, panjang, bentuk, diameter, berat satuan, berat total, dan semua data lain yang digunakan untuk identifikasi, pengukuran, pemotongan, dan pembengkokan dari besi tulangan. Gambar detail dan daftar besi tulangan harus disiapkan atas dasar informasi yang ada dalam gambar konstruksi dan atau perintah yang diberikan oleh Direksi. Apabila Penyedia Jasa mengajukan perubahan dalam pelaksanaan dan atau lokasi sambungan konstruksi maka setiap perubahan harus disetujui oleh Direksi. Penyedia Jasa harus melakukan revisi atau meletakkan ulang sesuai gambar penulangan yang baru setiap perubahan yang disetujui. 6.20.5 Pelaksanaan dan Penempatan Besi tulangan harus diletakkan secara teliti sesuai dengan gambar detail besi tulangan yang disetujui harus cukup aman terhadap pergeseran sesuai persyaratan. Setelah pemasangan dan sebelum pengecoran beton, semua besi tulangan harus diinspeksi oleh Direksi agar memenuhi sesuai dengan ukuran yang diperlukan, bentuk, panjang, sambungan, posisi, dan jumlah. Besi tulangan yang tetap terlihat dan akan ditanam dalam beton lebih lanjut harus dilindungi dari korosi atau kerusakan lainnya sesuai dengan cara yang disetujui. Perlindungan besi tulangan harus terlindungi dari setiap gangguan alam tanpa kesulitan sebelum ditanam kemudian dalam beton. Persiapan dan penempatan besi tulangan harus sesuai dengan persyaratan berikut :
ST - VI - 46 1. Pemotongan dan Pembengkokan Besi tulangan harus dipotong untuk panjang dan bengkokan sesuai dengan gambar pembengkokan yang disetujui dan daftar tulangan dalam di pabrik, bengkel atau lapangan. Semua pembengkokan harus sesuai dengan standart praktis yang disetujui dan peralatan yang disetujui. Pembuatan bengkokan yang keras dengan fasilitas pemanasan tidak diijinkan. Batang dengan kekakuan atau bengkokan yang tidak ditampilkan dalam gambar tidak dapat digunakan. Batang yang tertanam sebagian tidak dipasang dalam beton harus dibuat bengkokan untuk lapangan, kecuali diperlihatkan dalam gambar atau persetujuan khusus dari Direksi. 2. Meluruskan dan Membengkok Ulang Tidak ada tulangan yang diluruskan kembali setelah dibengkokan kecuali ada persetujuan khusus dari Direksi. Pembengkokan dan pelurusan ulang sebagian batang yang sudah terpasang dalam beton dapat membantu dalam penyaluran atau untuk maksud lain hanya akan disetujui dalam perlakuan khusus sesuai persetujuan Direksi. Secara spesifik besi tulangan dengan kekakuan atau bengkokan yang tidak ditampilkan dalam gambar harus dipindahkan atas biaya Penyedia Jasa. 3. Pembersihan Pada saat penempatan / pengecoran beton, besi tulangan harus bebas dari kotoran dan karat dan pelapis lainnya yang dapat mengurangi atau menghilangkan ikatan dengan beton. 4. Pemasangan dan Penetapan Semua tulangan harus benar-benar dipasang tetap dalam posisi yang benar seperti diperlihatkan dalam gambar dengan menggunakan baja yang disetujui atau penyangga beton, dudukan batang, pengantung, pengatur jarak, dan ikatan. Setiap penyangga harus cukup kuat memegang tulangan dalam tempat yang teliti pada saat pelaksanaan pengecoran beton. Tidak ada tempat untuk koral, butiran batu, potongan kayu dan material sejenis, yang digunakan dalam menyangga tulangan. Semua titik persimpangan dari tulangan harus diikat dengan kawat pengikat yang disetujui sesuai dengan spesifikasi. 5. Sambungan Tidak ada sambungan tulangan yang dibuat kecuali ditampilkan pada gambar detail yang disetujui atau kewenangan Direksi untuk menyetujuinya. Pengelasan batang tulangan hanya akan diijinkan atas persetujuan tertulis Direksi. Sambungan las hanya akan dibuat pada ukuran diatas batang 12 sesuai dengan ASTM A 185. Dalam rangka menjamin hasil pengelasan yang memuaskan dari tulangan, persyaratan ASTM harus ditambah dengan AWS D12.1 "Recommended Practices for Welding Reinforcing Steel, Metal Insert and Connection in Reinforced Concrete Construction". Kawat las type elektrode hydrogen rendah AWS E-7015-16 harus digunakan untuk mengelas batang tulangan. Las harus dibuat hanya oleh operator yang mempunyai kemampuan sesuai test standart yang dibuat dalam "Operator Qualification" dari AWS. Semua peralatan mekanis dan perlengkapan sambungan harus disetujui oleh Direksi sebelum digunakan dalam pekerjaan. Ujung batang tulangan yang akan disambung dengan las harus dibersihkan dengan sikat kawat yang kuat atau harus di sanblasted, kemudian, di sikat kawat untuk menghilangkan sisik yang lepas, karat, dan beton yang melekat. Ujung batang tulangan yang basah, berminyak, atau tertutup lumpur harus dikeringkan dengan obor sebelum disikat dengan kawat.
ST - VI - 47 6.20.6 Jarak Besi Tulangan, Penutup Beton dan Toleransi 1. Jarak Besi Tulangan Besi tulangan harus ditempatkan pada posisi yang tepat dan jarak seperti yang ditunjukkan dalam Gambar atau atas perintah dari Direksi. Kecuali ditunjukkan lain pada gambar atau atas perintah dari Direksi semua besi tulangan harus ditempatkan pada posisi yang tepat sehingga mempunyai jarak bersih minimum 25 mm antara besi tulangan demikian juga antara besi tulangan dengan pekerjaan metal yang tertanam berdekatan, berkaitan dengan persyaratan tersebut tidak boleh ada jarak minimum antara besi tulangan kurang dari 1,2 kali ukuran maksimum dari agregat kasar. 2. Penutup Beton Besi tulangan harus dilindungi oleh ketebalan penutup beton seperti ditunjukkan pada gambar. Apabila di dalam gambar tidak ditunjukkan maka penutup beton minimum harus mengikuti ketentuan di bawah ini. - Minimum 20 mm untuk plat dan dinding yang terlindungi oleh tanah atau cuaca. - Minimum 30 mm untuk balok, balok penopang (girder) dan kolom yang terlindungi oleh tanah atau cuaca. - Minimum 40 mm untuk besi tulangan sampai diameter 16 mm dan 50 mm untuk besi tulangan diameter lebih besar dari 16 mm dimana beton tersebut tidak terlindungi oleh tanah atau cuaca tetapi menggunakan bekisting. - Minimum 50 mm dimana beton langsung berhubungan dengan tanah tanpa menggunakan bekisting atau beton yang dilalui oleh aliran air. - Minimum 70 mm untuk struktur (konstruksi) yang menahan aliran dengan kecepatan tinggi. Pada semua bentuk, minimum ketebalan beton yang menutup besi tulangan adalah sama dengan diameter besi tulangan dan 1,5 kali dari luas besi tulangan. 3. Toleransi Kecuali diperintahkan oleh Direksi, toleransi pemasangan besi tulangan harus mengikuti ketentuan dibawah ini : - Toleransi untuk ketebalan penutup beton adalah 10 mm untuk penutup beton kurang dari 100 mm dan 20 mm untuk ketebalan lebih dari 100 mm. - Toleransi jarak antara besi tulangan, disediakan tidak secara sistematik 30 mm. 4. Titik Pengelasan untuk Pentanahan (Grounding) Dimana ditunjukkan dalam gambar atau diperintahkan oleh Direksi, besi tulangan harus di las pada titik menyilang untuk mencapai kelancaran arus listrik seluruh struktur tulangan. Dalam hal tersebut kira-kira dua puluh persen (20 %) dari satu batang harus dilekatkan dengan las dengan sekurangnya 2 titik untuk sambungan besi tulangan agar menghasilkan luasan jaringan 1,5 x 1,5 m. Semua las besi tulangan harus diberi tanda yang jelas dengan cat putih pada jarak interval tiga (3) meter. Besi tulangan jaringan pentanahan akan disambung dengan las pada besi tulangan diameter 6 mm di lokasi seperti yang ditunjukkan dalam gambar atau diperintahkan oleh Direksi, yang dapat diperpanjang tidak kurang dari 30 cm keluar dari bekisting untuk sambungan berikutnya dengan batang tembaga dari system grounding secara keseluruhan.
ST - VI - 48 6.20.7 Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran untuk pembayaran besi tulangan agar berdasar pada berat besi tulangan dalam satuan kg (kilogram) ditempatkan pada beton bertulang sesuai dengan gambar atau perintah Direksi. Berat nominal untuk batang standart seperti tabel dalam sub pasal 6.20.2 dan harus digunakan itu agar dalam perhitungan berat untuk pembayaran kecuali kelebihan yang terbuang termasuk sisa dari pemotongan dan penekukan. Tidak ada tambahan kompensasi yang dibuat oleh Penyedia Jasa untuk semua kelebihan yang terbuang termasuk sisa hasil pembersihan dari pemotongan dan penekukan. Pembayaran untuk besi tulangan dibuat dalam harga satuan per kg (kilogram) dibawah item Pekerjaan yang sesuai dalam daftar kuantitas. Tiap harga satuan tersebut harus sudah termasuk semua biaya tenaga, alat, dan material, dan semua keperluan untuk suplay, pengangkutan dan penyimpanan dari besi tulangan termasuk fasilitas penyimpanan, gambar detail persiapan, daftar besi tulangan, pembersihan, pemotongan, penekukan, dan penempatan besi tulangan termasuk penyangga, penentuan dan pengelasan kelebihan, kehilangan demikian juga untuk perancah penyangga dan biaya lain yang timbul dalam penyelesaian pekerjaan sesuai persyaratan ini, ditampilkan dalam gambar atau atas perintah Direksi. Tidak ada pembayaran yang dibuat untuk besi tulangan yang digunakan Penyedia Jasa kepentingannya sendiri. 6.21 Shotcrete 6.21.1 Umum Berbagai macam tipe dan klas untuk beton yang disemprotkan seperti shotcrete, adukan encer (gunite) dan mortar dengan aplikasi tekanan (PAM) terdiri dari beton struktur yang disemprot dan material mortar terdiri campuran semen, agregat air dan additive. Untuk maksud dari persyaratan ini perbedaan dalam pemberian nama yang digunakan untuk material rencana yang mana sangat penting yang sama dengan tanpa kecuali dari penyebaran ukuran partikel (gradasi) dari agregat yang digunakan. Kecuali kalau ditunjukkan lain dalam persyaratan dengan istilah "Shotcrete" dan "Material Shotcrete" dalam persyaratan berikut harus dapat diambil untuk shotcrete, adukan encer dan mortar dengan aplikasi tekanan. Kecuali kalau ditentukan sebaliknya dalam spesifikasi atau diperintahkan oleh Direksi, shotcrete agar dikonfirmasi dan dapat dikerjakan dalam ketentuan dengan mengetahui rekomendasi dalam American Concrete Institute "Recommended Practice For Shotcreting " (ACI 50666). Semua pelaksanaan shotcrete harus sesuai dengan persetujuan dari Direksi dan hanya dapat dilaksanakan bila ada Direksi atau yang mewakilinya. 6.21.2 Material Material untuk shotcrete agar mengikuti persyaratan berikut : 1. Semen : Semen untuk shotcrete harus sesuai dengan persyaratan pasa! 6.2 bab ini. 2. Additive: Additive untuk shotcrete harus sesuai dengan persyaratan dalam pasal 6.3 bab tentang additive ini, mengikuti keperluan tambahan untuk additive yang dapat mempercepat.
ST - VI - 49 Apabila digunakan additive yang akan digunakan dalam pekerjaan untuk penerapan shotcrete yang baik atau pemeliharaan untuk kondisi yang aman, Penyedia Jasa agar, tidak kurang dari 60 hari sebelum penerapan shotcrete, mengajukan detail dari bahan termasuk additive untuk persetujuan Direksi. Bahan tambahan lebih lanjut dibuat daftar untuk maksud menunjukkan type dan kualitas atau pertambahan yang mungkin diperlukan oleh Direksi untuk hasil yang baik sebelum membuktikan kualitas yang baik dengan trial mixes. Bubuk Tricosal T 9 Bubuk Barra Gunite Bubuk Sigunite Additive ini mengandung Sodium Aluminate dan Sodium Carbonate merupakan bahan utama untuk melakukan percepatan. Additive tidak mengakibatkan korosi pada baja, dan tidak dianjurkan merusak yang lain setiap retak dan celah. Additive yang diajukan secara detail harus diajukan pada Direksi untuk persetujuan dan termasuk nama dagang, Pabrik pembuat, dan komposisi kimia dasar. Proporsi untuk additive accelerator yang normal tidak lebih dari 5 % kadar semen, dengan berat, kecuali disetujui atau atas perintah Direksi secara khusus untuk dikerjakan dalam area basah. Hanya jumlah minimum dari additive yang diperlukan sampai pertama ditemukan kekuatan yang diijinkan dalam pelaksanaan shotcrete secara normal. Dan jumlah ini harus ditentukan berdasarkan trial mixes sesuai persyaratan dalam sub pasal 6.21.10 pasal ini. Dalam kondisi tidak normal kondisi basah dan terutama sekali untuk pekerjaan lebih atau pekerjaan dalam permukaan vertikal, penambahan accelarator mungkin disetujui oleh Direksi. 3. Air : Air yang digunakan dalam shotcrete harus sesuai dengan ketentuan dalam pasal 6.5 pasal ini. 4. Udara : Hanya udara bebas yang dapat digunakan 5. Agregat Agregat untuk material shortcrete harus sesuai dengan ketentuan pasal 6.4 bab ini dengan kekecualian ketentuan untuk gradasi yang ditetapkan disini. Identifikasi dan pemberian nama material shotcrete yang digunakan dalam persyaratan ini dalam hubungan dengan persyaratan ukuran maksimum partikel agregat mengikuti : Material Ukuran Maksimum Partikel Mortar aplikasi Tekanan 5.0 mm Gunite 10.0 mm Shotcrate 20.0 mm Agregat untuk mortar aplikasi tekanan harus terdiri dari agregat halus sesuai dengan ketentuan tipe gradasi seperti yang ada pada tabel di bawah ini. Agregat untuk shotcrete dan gunite harus dibuat dengan memilih ukuran campuran dari agregat halus dan material agregat kasar diayak dan kombinasi produksi campuran gradasi agregat yang diberikan dengan mengikuti tabel di bawah ini. Kombinasi gradasi agregat untuk gradasi yang bervariasi dari material shotcrete harus mengikuti :
ST - VI - 50 US Standar Prosentase Berat Tertahan Ukuran Ayakan P. A. M Gunite Shortcrete 25,40 mm 1" - - 100 19,05 mm 3/4" - 100 90-100 9,53 mm 3/8" 100 95-100 65-90 4,76 mm No 4 95-100 70-100 45-75 2,30 mm No 8 85-100 50-80 30-55 1,19 mm No 16 60-90 30-60 20-40 0,59 mm No 30 30-60 20-40 10-30 0,30 mm No 50 10-30 10-30 5-20 0,15 mm No 100 2-10 2-10 10 6.21.3 Penggunaan Shotcrete Material Shotcrete dipergunakan untuk menyangga dan menjaga stabilitas karena penggalian dalam batu dan kerusakan batu karena cuaca seperti diperlihatkan dalam gambar atau atas perintah Direksi. Material shotcrete mungkin digunakan dengan atau tanpa fabrikasi tulangan baja dengan las atau steel chain sambungan jaring tulangan untuk menjadi penyangga batu. Material shotcrete harus digunakan, pada kemiringan yang terjal untuk menyangga atau melindungi batu jika perlu, khusus untuk slope vertikal atau kemiringan subvertikal dan secara umum dapat digunakan bersamaan dengan fabrikasi baja atau jaring tulangan baja. Kalau ditunjukkan dalam gambar atau atas perintah Direksi, shotcrete dapat di aplikasikan bersama dengan rockbolt, rock anchors, atau anchor bars, wire mesh dan besi tulangan. Item ini harus di suplai, dipasang dan dibayar secara terpisah. Gunite dapat digunakan pada tempat umum sebagai penyangga untuk melindungi galian terbuka dengan kemiringan yang cukup. Gunite mungkin digunakan salah satu dengan atau tanpa fabrikasi baja atau jaring tulangan baja bergantung dalam keadaan khusus dan sesuai perintah atau disetujui oleh Direksi. Apabila menggunakan jaring baja atau fabrikasi tulangan baja , maka harus terjamin kaitannya dengan paku staples atau tipe lain anchor permukaan kira-kira 1m di tengah dan menyangga dengan jarak yang disetujui untuk mampu mendapatkan jarak positif antara fabrikasi dan permukaan batu. Dalam penambahan anchor permukaan, jaring baja (wire mesh) harus anchor terjamin pada batu dimana langsung dengan rock bolts atau batang anchor dan titik anchor ini secara umum mempunyai jarak 1,5 meter dan tengah. Pneumatically aplikasi mortar (P.A.M) secara umum digunakan tanpa tulangan untuk penyangga beban yang diperlukan untuk stabilitas permukaan dan melindungi secara baik dan memperlihatkan bagian patah dalam penggalian atau kerusakan batuan karena cuaca. 6.21.4 Proporsi Campuran Proporsi dari semen dan agregat dalam berbagai campuran yang dipakai harus bergantung pada hasil dan percobaan campuran dan pengujian. Untuk itu, berat semen di gambarkan sebagai presentasi dari besar kombinasi agregat yang tidak boleh kurang dari 25 %. Penyedia Jasa harus membuat uji campuran yang mendapat persetujuan dari Direksi. Sekali diterima proporsi perbandingan materi oleh Direksi, tidak diijinkan untuk melakukan perubahan tanpa ijin tertulis dari Direksi.