ST - VI - 51 Proporsi campuran agregat dan semen dilaksanakan dengan menggunakan ukuran berat batching plant yang telah disetujui. 6.21.5 Pencampuran Agregat dan semen akan dicampur dalam kondisi kering atau basah untuk mencapai campuran homogen dalam mesin pencampur yang sudah disetujui selama waktu pencampuran 2 menit sebelum ditempatkan dalam alat pengecoran. Agregat dan semen yang sudah dicampur setelah 40 menit pencampuran atau terlihat tanda-tanda menggumpal harus dibuang / tolak. Kurang dari 30 hari sebelum penggunaan shotcrete, Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Direksi gambar yang memperlihatkan usulan persiapan instalasi mesin takar bersama dengan gambaran umum dari peralatan yang akan digunakan, metode pengoperasiannya dan proporsi campuran. Pencampuran dari material dengan menggunakan tangan tidak akan diijinkan. 6.21.6 Penempatan Perelatan Peralatan pengecoran dengan sistem pneumatic yang direncanakan harus disetujui oleh Direksi, air dan udara harus disuplai dalam volume dan tekanan yang seperlunya untuk mendapatkan kondisi pengoperasian yang terbaik. Peralatan harus memiliki metode gabungan jumlah ukuran dan tekanan yang digunakan selama pengecoran dan harus memiliki setting positif terhadap pengontrolan yang berubah / bervariasi sehingga dengan demikian kuantitas dapat dikontrol secara akurat oleh operator. Peralatan harus mempunyai kemampuan yang memadai untuk mengirim / transfer bahan ke pipa penyemprot (alat keluaran) dalam kondisi seragam, pada kecepatan pengeluaran yang mana akan menghasilkan ketebalan lapisan dengan maximum perlekatan material, minimum pantulan, tidak mengelupas atau melengkkung. Semua sistem harus diatur sehingga operator selalu menggunakan kombinasi udara dan air dalam mempersiapkan permukaan yang kasar atau membersihkan secara sempurna. Peralatan harus disediakan untuk menggunakan aplikasi material shotcrete yang memungkinkan terhadap semua permukaan pada jarak 1 m terhadap lubang pengeluaran. 6.21.7 Penempatan (Placing) / Cor Penempatan shotcrete harus dilaksanakan pada lokasi yang telah ditunjukkan dalam gambar atau sesuai petunjuk Direksi, berdasarkan sebagai berikut : (1) Penyiapan Permukaan Bilamana shotcrete dibutuhkan untuk ditempatkan Penyedia Jasa harus membersihkan dan menyiapkan permukaan batuan. Batuan yang lepas, tanah atau material lainnya harus dibuang dari permukaan yang akan dicor. Material yang tampaknya lempung harus dipotong sampai kedalamannya sesuai petunjuk Direksi. Setelah material lepas dibuang oleh Penyedia Jasa, batuan harus dibersihkan dengan air dan tekanan udara atau dengan cara lain yang diarahkan Direksi. Aliran air yang melalui permukaan yang akan di shotcrete harus dialihkan. Jika diarahkan Direksi, lubang drainase harus dibuat, dan pipa pembuangan permanen dipasang ditanah untuk membebaskan tekanan air pada shotcrete yang dicor.
ST - VI - 52 Untuk prioritas penggunaan shotcrete, Penyedia Jasa harus menyediakan dan memasang jarum pengukur anti karat yang telah disetujui pada permukaan yang akan di shotcrete untuk mengukur ketebalan lapisan yang di shotcrete. Pin / jarum ukur harus dipasang pada lokasi yang diusulkan oleh Direksi yang akan mewakili tebal dari shotcrete. (2) Tebal dari Shotcrete Ketebalan dari material beton yang disemprotkan termasuk shotcrete, gunite dan pneumatically applied mortar seperti ditunjukkan dalam gambar atau sesuai arahan Direksi. Hal ini merupakan tanggung jawab Penyedia Jasa untuk dapat diterima tebal minimum yang disyaratkan dan Penyedia Jasa harus mengambil langkah yang diperlukan untuk mendapat kepuasan dari Direksi. Bila diarahkan oleh Direksi, Penyedia Jasa harus mengkonfirmasi untuk kepuasan Direksi, tebal actual shotcrete yang dicor dengan cara lubang bor, atau pengambilan contoh inti. (3) Kecakapan Operator Penyedia Jasa hanya memperkerjakan operator, pekerja dan team yang memiliki kecakapan dalam pekerjaannya atau bagian yang di shotcrete baik dalam bidang vertical dan overhang untuk memperoleh kepuasan Direksi. (4) Urutan Pengoperasian Shotcrete dibuat dalam urutan yang berkesinambungan dalam satu lapis atau lebih dengan tebal minimum seperti diperlihatkan dalam gambar atau sesuai petunjuk Direksi. Jika tebalnya diperlukan lebih besar dari 50 mm, total ketebalan dibuat dalam lapisan yang tidak kurang dari 50 mm dalam tebalnya. Semua material yang hilang, tertinggal, terlepas dan aggregate yang terkumpul harus dibuang dengan tekanan udara atau cara lainnya yang sepantasnya dari permukaan tiap lapis sebelum dilanjutkan shotcrete pada lapis berikutnya. Bahan yang terlepas tidak bisa dipakai lagi tapi harus dibuang dari pekerjaan dan disingkirkan oleh Penyedia Jasa sesuai dengan persetujuan dan petunjuk dari Direksi. (5) Penggunaan baja anyaman Bila shotcrete yang akan digunakan pada permukaan batuan yang mana yang sebelumnya didukung dengan anyaman baja yang tertinggal anyaman baja harus ditambah dengan paku, jika perlu dipertimbangkan oleh Direksi, harus dikait dengan rapi pada permukaan batu sebelum shotcrete di cor. (6) Pekerjaan yang rusak Bila ada daerah yang kosong, terlepas dari permukaan atau bila hasil uji mengindikasikan tebal atau kekuatan tidak cukup, Penyedia Jasa dengan biaya sendiri harus melakukan perkuatan atau membongkar dan mengganti beberapa daerah yang rusak agar mendapatkan kepuasan dari Direksi. 6.21.8 Keamanan Selama pekerjaan shotcrete berlangsung, Penyedia Jasa harus menyediakan fasilitas ventilasi, baju pengaman, alat-alat pelindung nafas, pelindung muka dan beberapa alat yang diperlukan untuk keamanan operator dan pekerja. 6.21.9 Pemeliharaan Semua beton shotcrete harus dipelihara sesuai dengan bagian dari pasal ini dalam hal pemeliharaan (curring), kecuali pemeliharaan shotcrete dengan air harus dijaga kebasahannya terus menerus selama 7 hari segera setelah pengecoran. Penggunaan senyawa penutup untuk pemeliharaan tidak akan diijinkan.
ST - VI - 53 6.21.10 Pengujian Percobaan Campuran Tidak kurang dari 30 hari sebelum pemakaian shotcrete pada beberapa permukaan, Penyedia Jasa harus membuat campuran shotcrete yang baik, menggunakan bahan-bahan yang sama dan alat sama untuk diusulkan dalam pekerjaan ini. Pengujian terdiri dari penempatan material untuk panel vertikal atau horisontal pada lokasi sesuai arahan atau persetujuan Direksi yang sama dengan kondisi lapangan yang sebenarnya. Pengujian akan benda uji panel harus dipelihara sesuai dengan sub clause 6.21.9 pada pasal ini. Tidak kurang dari 9 (sembilan) benda uji inti akan diambil dari setiap benda uji panel dan diserahkan kepada Direksi, pengujian inti akan disiapkan dan diuji dalam hal berat jenisnya (kepadatan), kuat tekan dan tarik. Sebagai Alternatif, dimana disetujui oleh Direksi, Test Cylinders dalam jumlah yang diminta oleh Direksi harus disiapkan oleh Penyedia Jasa sebelum dimulainya pekerjaan, dengan menyemprotkan shotcrete secara vertikal kearah bawah ke dalam struktur kawat baja ukuran 19 mm (3/4") untuk dibuat silinder dengan diameter 150 mm (6") dan tinggi 300 mm (12"). Kelebihan material akan dibuang dengan sekop yang ujungnya tajam. Cylinder tidak boleh dipindahkan dalam 24 jam setelah diisi, selama yang mana waktu mereka untuk dilindungi dan dipelihara di dalam cara yang memuaskan Direksi. Cylinder itu harus menghasilkan kualitas shotcrete yang dapat mewakili kualitas shotcrete yang digunakan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut. Kuat tekan minimum hasil uji coba cylinder tidak boleh kurang dari pada : 3,5 Mpa (35 kg/cm2 ) pada 8 jam 15 Mpa (150 kg/cm2 ) pada 72 jam 25 Mpa (250 kg/cm2 ) pada 28 hari Kuat tekan tak langsung harus sekurang-kurangnya 15 % dari kuat tekan yang disyaratkan diatas. Berat jenis dari shotcrete yang dicor harus demikian bahwa lebih daripada 80% dari benda uji harus memiliki berat jenis yang lebih besar dari 2300 kg/m3. Setelah penerimaan campuran yang disetujui tidak boleh dirubah tanpa persetujuan tertulis dari Direksi. 6.21.11 Pengujian Selama Konstruksi Selama pekerjaan berlangsung, Direksi akan memerlukan benda uji dari contoh inti (core) dari beton shotcrete. Benda uji inti (core) dibuat/didapat dengan mesin bor mektan intan yang disediakan, dioperasikan dan dipelihara oleh Penyedia Jasa. Inti (core) akan diambil dari lokasi yang disyaratkan oleh Direksi. Benda uji inti memiliki diameter 75 cm dan panjang yang cukup sampai terlihat sambungan antara shotcrete dengan permukaan batu. 4 benda inti harus diambil pada setiap lokasi dan diserahkan kepada Direksi untuk diuji sesuai dengan ayat sebelumnya. Rata-rata dari hasil pengujian keempat kuat tekan pada umur 3 hari tidak kurang dari 15 Mpa. Jika kekuatan yang disyaratkan tidak terpenuhi, Penyedia Jasa dengan biaya sendiri, mengambil contoh lain pada lokasi sama, seandainya contoh benda ini gagal memenuhi syarat kekuatan, Direksi bisa memerintahkan Penyedia Jasa untuk mengambil (remedial) sesuai dengan bagian (VI) sub clause 6.21.7. 6.21.12 Pengukuran Pengukuran untuk pembayaran dari shotcrete akan didasarkan pada volume yang dicor dalam meterkubik yang mana diputuskan pada salah satu metode berikut :
ST - VI - 54 a. Dari luas, dihitung berdasarkan garis teori yang terlihat pada gambar atau diperintahkan oleh Direksi, dan tebal minimum yang disyaratkan. b. Dari survey pengukuran yang dilakukan sesuai dengan instruksi Direksi jika dental diisikan ke pondasi atau pekerjaan sejenis yang tidak mungkin dihitung dengan metode area. 6.21.13 Pembayaran Pembayaran shotcrete dibuat berdasarkan harga satuan per m2, dengan mengacu pada daftar kuantitas (bill of quantity) dengan item pekerjaan yang sesuai. Harga satuan termasuk kompensasi penuh semua tenaga kerja, alat dan peralatan, mesin, material dengan pengecualian pada semen dan insidental; seperti pada testing pra kontruksi dan proporsinya, penyiapan pemukaan, biaya pengukuran pin dan weepholes, pengecoran (placing), during, tes lapangan termasuk drilling dan contoh inti (core sampling) sampah dan kehilangan (losses), overthickness, scaffolding dan pekerjaan platform, dan berbagai biaya untuk pelaksanaan