KATA PENGANTAR
Bismillahirrohmanirrohim
Puji syukur kepada Allah SWT yang telah menciptakan seluruh alam dan seisinya.
Semua makhluk pun tunduk dan mengabdi hanya kepada-Nya. Sholawat serta salam semoga
tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah membimbing kita
dari zaman jahiliyah kepada zaman yang terang benderang.
Alhamdulillah Buku Ajar mengenai Lapisan Bumi dan Bencana ini dapat terselesaikan
dengan tepat waktu. Dalam kesempatan ini penulis penyampaikan ungkapan rasa terimakasih
yang tak terhingga kepada Ibu Siti Romlah Noer Hodijah, M. Pd dan Ibu Annisa Novianti
Taufik, M. Pd selaku Dosen Pengampu Mata Kuliah Telaah Kurikulum IPA dan kepada semua
pihak yang telah membantu dalam penulisan dan penyusunan buku ini.
Penulis menyadari akan keterbatasan dan kekurangan dalam penulisan buku ini, oleh
karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu penulis harapkan
demi kesempurnaan buku ajar ini.
Serang, 29 Mei 2021
Penulis
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ---------------------------------------------------------------------------- i
DAFTAR ISI --------------------------------------------------------------------------------------- ii
DAFTAR TABEL --------------------------------------------------------------------------------- iii
DAFTAR GAMBAR ------------------------------------------------------------------------------ iv
PETUNJUK PEMBELAJARAN --------------------------------------------------------------- 1
DESKRIPSI KOMPETENSI-------------------------------------------------------------------- 3
PETA KONSEP------------------------------------------------------------------------------------ 4
LAPISAN BUMI DAN BENCANA ------------------------------------------------------------ 5
A. Lapisan Bumi ------------------------------------------------------------------------------ 6
B. Atmosfer ------------------------------------------------------------------------------------ 8
C. Litosfer -------------------------------------------------------------------------------------- 15
D. Gempa Bumi-------------------------------------------------------------------------------- 18
E. Gunung Berapi ----------------------------------------------------------------------------- 21
F. Tsunami ------------------------------------------------------------------------------------- 25
G. Penanggulangan Risiko Bencana -------------------------------------------------------- 27
H. Hidrosfer ------------------------------------------------------------------------------------ 40
AYO KITA DISKUSIKAN ---------------------------------------------------------------------- 45
UJI KOMPETENSI ------------------------------------------------------------------------------- 48
DAFTAR PUSTAKA ----------------------------------------------------------------------------- 53
BIOGRAFI PENULIS ---------------------------------------------------------------------------------- 54
ii
DAFTAR TABEL
Tabel 1------------------------------------------------------------------------------------------------ 15
Tabel 2------------------------------------------------------------------------------------------------ 20
iii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1--------------------------------------------------------------------------------------------- 7
Gambar 2--------------------------------------------------------------------------------------------- 8
Gambar 3--------------------------------------------------------------------------------------------- 10
Gambar 4--------------------------------------------------------------------------------------------- 10
Gambar 5--------------------------------------------------------------------------------------------- 10
Gambar 6--------------------------------------------------------------------------------------------- 11
Gambar 7--------------------------------------------------------------------------------------------- 12
Gambar 8--------------------------------------------------------------------------------------------- 14
Gambar 9--------------------------------------------------------------------------------------------- 16
Gambar 10 ------------------------------------------------------------------------------------------- 18
Gambar 11 ------------------------------------------------------------------------------------------- 19
Gambar 12 ------------------------------------------------------------------------------------------- 21
Gambar 13 ------------------------------------------------------------------------------------------- 22
Gambar 14 ------------------------------------------------------------------------------------------- 23
Gambar 15 ------------------------------------------------------------------------------------------- 23
Gambar 16 ------------------------------------------------------------------------------------------- 25
Gambar 17 ------------------------------------------------------------------------------------------- 31
Gambar 18 ------------------------------------------------------------------------------------------- 34
Gambar 19 ------------------------------------------------------------------------------------------- 37
Gambar 20 ------------------------------------------------------------------------------------------- 39
Gambar 21 ------------------------------------------------------------------------------------------- 41
Gambar 22 ------------------------------------------------------------------------------------------- 42
Gambar 23 ------------------------------------------------------------------------------------------- 43
Gambar 24 ------------------------------------------------------------------------------------------- 44
iv
PETUNJUK PEMBELAJARAN
1
DAFTAR ISI, DAFTAR TABEL,DAFTAR GAMBAR
Bagian ini berisikan daftar bab materi, tabel,
serta gambar yang ada di dalam buku
2
DESKRIPSI KOMPETENSI
Bagian ini berisikan kompetensi yang
dituju
3
PETA KONSEP
Bagian ini berisikan bagan materi yang
dijelaskan dalam buku
TAHUKAH KAMU? 4
Bagian ini berisikan pengetahuan dasar 1
atau awal terkait materi yang akan
PETUNJUK PEMBELAJARAN
5
AYO DISKUSI
Bagian ini berisikan langkah-langkah
untuk melakukan sebuah diskusi kelompok
6
AYO LAKUKAN
Bagian ini berisikan langkah kegiatan
praktikum, percobaan, atau membuat karya
tulis
7
UJI KOMPETENSI
Bagian ini berisikan latihan soal untuk
mengasah pengetahuan peserta didik
2
DESKRIPSI KOMPETENSI
KOMPETENSI INTI
KI-1 : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
KI-2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong
royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
KI-3 : Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa
ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena
dan kejadian tampak mata
KI-4 : Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,
merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,
menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di
sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
KOMPETENSI DASAR
3.10 Menjelaskan lapisan bumi, gunung api, gempa bumi, dan tindakan
pengurangan resiko sebelum, pada saat, dan pasca bencana sesuai ancaman
bencana di daerahnya
4.10 Mengomunikasikan upaya pengurangan resiko dan dampak bencana alam serta
tindakan penyelamatan diri pada saat terjadi bencana sesuai dengan jenis
ancaman bencana di daerahnya
3
PETA KONSEP
LAPISAN BUMI DAN BENCANA
Menjelaskan
LAPISAN BUMI BENCANA
Atmosfer Macam-Macam
Menjelaskan
Terdiri dari
Menjelaskan
Terdiri dari
4. Troposfer 1. Gempa Bumi
5. Stratosfer 2. Gunung
6. Mesosfer
7. Termosfer Berapi
8. Eksosfer 3. Tsunami
Litosfer Penanggulangan
Risiko Bencana
4
LAPISAN BUMI DAN BENCANA
5
TAHUKAH KAMU?
Tahukah kamu kalau bumi adalah langit berbentuk bola dan bersifat padat buta (gelap)
seperti planet-planet? Bumi merupakan satelit matahari yang sampai sekarang
dianggap satu-satunya benda langit yang keadaannya cukup baik untuk kehidupan
makhluk, karena mempunyai atau memiliki atmosfir (udara), berair serta
temperaturnya antara siang dan malam baik.
A. LAPISAN BUMI
Bumi mempuyai lapisan mirip telur. Kuning telurnya adalah inti bumi,
putih telurnya adalah selubung (mantel) bumi, dan cangkangnya adalah kerak
bumi.
a. Inti Bumi
Lapisan inti Bumi terdiri atas inti luar dan inti dalam
1. Inti dalam mempunyai jari-jari sekitar 1.200 km, massa jenis 9,6 g/cm3, dan
suhu 4.800◦C. Lapisan inti dalam tersusun dari kristal es atau kristal besi-nikel
2. Inti luar mempunyai ketebalan kurang lebih 2.250 kmdan suhu 3.900◦C.
Lapisan ini tersusun dari zat cair yang kental dan diperkirakan penyusun
utamanya adalah besi.
b. Mantel (Selubung) Bumi
Lapisan mantel mempunyai ketebalan kurang lebih 2.900 km dan massa jenis
93,4-4 g/cm3. Lapisan mantel terbagi menjadi 2 jayitu mantel dalam dan mantel
luar
c. Kerak bumi
Kerak bumi adalah lapisan paling luar yang tersusun dari berbagai jenis batuan
yang membentuk lempengan kaku yang selalu bergerak (lempengan tektonis).
6
Gambar 1. Lapisan Bumi
Kumparan.com
Secara umum Bumi terdiri atas 3 komponen utama, yakni komponen gas yang
disebut atmosfer, komponen padatan yang disebut litosfer, dan komponen air yang
disebut hidrosfer. Selain 3 komponen utama tersebut, Bumi juga memiliki komponen
lainnya yaitu, Bumi bagian es disebut kriosfer dan bagian Bumi tempat di mana
berlangsungnya kehidupan yang dinamakan biosfer.
7
TAHUKAH KAMU?
Tahukah kamu kalau atmosfer tidak hanya berguna untuk bernapas saja? Atmosfer
juga melindungi Bumi dari radiasi Matahari yang berbahaya. Atmosfer juga
melindungi Bumi apabila ada benda-benda berbahaya lain di ruang angkasa yang
jatuh. Atmosfer melindungi kita dari meteoroid yang jatuh dari luar angkasa. Sebelum
sampai di permukaan Bumi, meteor telah terbakar karena bergesekan dengan udara
yang ada di atmosfer. Selain itu, atmosfer membuat suhu di Bumi tetap hangat dan
nyaman untuk ditinggali.
B. ATMOSFER
Bagi kita, atmosfer merupakan bagian Bumi yang paling penting. Karena
keberadaan atmosfer itulah kamu bisa bernapas. Udara yang ada di atmosfer
tersusun atas berbagai jenis gas. Gas penyusun atmosfer adalah nitrogen (78
persen), oksigen (21 persen), argon (0,9 persen), dan karbon dioksida (0,03
persen). Bumi menjadi planet yang unik di alam semesta karena ada oksigen yang
bisa digunakan manusia untuk bernapas.
Atmosfer berasal dari 2 kata yunani, yakni yang berarti uap dan yang
berarti lapisan. Jadi, atmosfer adalah lapisan uap yang menyelimuti Bumi.
Atmosfer terdiri atas beberapa lapisan. Semakin tinggi atmosfer kerapatan dan
suhunya semakin rendah. Jika sekali waktu kamu pergi ke puncak gunung maka
kamu akan bernapas lebih berat daripada di lereng gunung. Bagian terbawah
atmosfer disebut dengan troposfer. Tinggi toposfer mencapai 20 km. Di atas
troposfer, hingga ketinggian 50 km, terdapat stratosfer.
Gambar 2. Lapisan atmosfer
GuruPendidikan.com
8
Pada ketinggian 50 kilometer terdapat lapisan penting yang disebut dengan ozon.
Ozon melindungi manusia dari cahaya ultaviolet (UV). Ozon terbuat dari tiga buah atom
oksigen. Saat cahaya ultraviolet menumbuk oksigen (O2) maka O2 terpecah menjadi dua
buah atom oksigen (2 buah O). Saat sebuah atom oksigen bersentuhan dengan oksigen
(O2), terbentuklah ozon (O3). Sebaliknya, saat cahaya ultraviolet menumbuk ozon (O3)
maka ozon terpecah menjadi oksigen (O2) dan sebuah atom oksigen. Ultraviolet Cahaya
ultraviolet dihasilkan oleh Matahari. Cahaya ultraviolet dapat menyebabkan kanker,
katarak, dan tidak bagus bagi kesehatan manusia.
Proses ini disebut dengan siklus oksigen-ozon. Siklus ini mengubah cahaya
ultraviolet menjadi panas sehingga tidak sampai ke Bumi. Tanpa Matahari, Bumi tidak
mungkin mempunyai lapisan ozon. Pada ketinggian 200 sampai 500 kilometer, di
atmosfer kutub terdapat pendaran cahaya yang sangat indah. Cahaya yang ada di langit
itu dinamakan aurora. Cahaya langit yang berada di kutub utara dinamakan aurora
borealis. Cahaya langit yang ada di kutub selatan dinamakan aurora australis. Aurora
muncul karena angin matahari yang berupa partikel menumbuk gas di lapisan atmosfer.
Adapun lapisan-lapisan Atmosfer adalah sebagai berikut :
1. Troposfer
Lapisan ini berada pada level yang terendah, campuran gasnya paling ideal
untuk menopang kehidupan di bumi. Dalam lapisan ini kehidupan terlindung dari
sengatan radiasi yang dipancarkan oleh benda-benda langit lain. Dibandingkan
dengan lapisan atmosfer yang lain, lapisan ini adalah yang paling tipis (kurang
lebih 15 kilometer dari permukaan tanah). Dalam lapisan ini, hampir semua jenis
cuaca, perubahan suhu yang mendadak, angin, tekanan dan kelembaban yang kita
rasakan sehari-hari berlangsung. Suhu udara pada permukaan air laut sekitar 27 º
C, dan semakin naik ke atas, suhu semakin turun dengan laju penurunan sebesar
6,5º C tiap kilometer. Sehingga setiap kenaikan 100 m suhu berkurang 0,61º C
(sesuai dengan Teori Braak). Pada lapisan ini terjadi peristiwa cuaca seperti hujan,
angin, 58 musim salju, kemarau, dan sebagainya. Lapisan inilah yang menopang
kehidupan manusia.
9
Gambar 3. Awan Gambar 4. Hujan
Ayobogor.com Harianjogja.com
2. Stratosfer
Perubahan secara bertahap dari troposfer ke stratosfer dimulai dari
ketinggian sekitar 11 km. Suhu di lapisan stratosfer yang paling bawah relatif
stabil dan sangat dingin yaitu -70° F atau sekitar -57° C Pada lapisan ini angin
yang sangat kencang terjadi dengan pola aliran yang tertentu. Lapisan ini juga
merupakan tempat terbangnya pesawat. Awan tinggi jenis cirrus kadang-kadang
terjadi di lapisan paling bawah, namun tidak ada pola cuaca yang signifikan yang
terjadi pada lapisan ini. Lapisan ini banyak mengandung ozon walaupun kadar
ozon di atmosfer hanya berkisar 6 x 10-7, walaupun hanya sebagian kecil namun
peranan ozon sangat penting yaitu melindungi bumi dari radiasi sinar ultraviolet.
Gambar 5. Pesawat yang mengudara di stratosfer
Sipayo.com
10
3. Mesosfer
Lapisan udara ketiga, di mana suhu atmosfer akan berkurang dengan
pertambahan ketinggian hingga lapisan keempat. Udara yang di sini akan
mengakibatkan pergeseran berlaku dengan objek yang datang dari angkasa dan
menghasilkan suhu yang tinggi.
Gambar 6. Fenomena hujan meteor pada mesosfer
Liputan6.com
Kebanyakan meteor yang sampai ke bumi terbakar lapisan ini. Kurang
lebih 25 mil atau 40 km ( 50-80 km) di atas permukaan bumi, saat suhunya
berkurang dari 290 K hingga 200 K, terdapat lapisan transisi menuju lapisan
mesosfer. Pada lapisan ini, suhu kembali turun ketika ketinggian bertambah,
hingga menjadi sekitar -143° C (dekat bagian atas dari lapisan ini, yaitu kurang
lebih 81 km di atas permukaan bumi).
4. Termosfer
Transisi dari mesosfer ke termosfer dimulai pada ketinggian sekitar 81 km.
lapisan ini berada di atas mesopause sampai pada ketinggian 650 km. lapisan ini
terkadang dinamai ionosfer, karena pada lapisan ini gas-gas akan mengalami
ionisasi. Dinamai termosfer karena terjadi kenaikan temperatur yang cukup tinggi
pada lapisan ini yaitu sekitar 1982° C. Perubahan ini terjadi karena serapan radiasi
sinar ultra violet. Radiasi ini menyebabkan reaksi kimia sehingga membentuk
lapisan bermuatan listrik yang dikenal dengan nama ionosfer, yang dapat
memantulkan gelombang radio. Sebelum munculnya era satelit, lapisan ini
berguna untuk membantu memancarkan gelombang radio jarak jauh.
11
5. Eksosfer
Eksosfer adalah lapisan bumi yang terletak paling luar. Pada lapisan ini
terdapat refleksi cahaya matahari yang dipantulkan oleh partikel debu meteoritik.
Cahaya matahari yang dipantulkan tersebut juga dikenal sebagai cahaya Zodiakal.
Gambar 7. Satelit yang mengorbit Bumi pada lapisan eksosfer
Bobo.ID-Grid.ID
Kandungan utama dari eksosfer adalah gas hidrogen. Jika kamu pernah
melihat video atau film tentang penjelajahan luar angkasa, kamu akan menjumpai
bahwa pesawat luar angkasa maupun satelit yang mengorbit di eksosfer tidak
dapat bergerak bebas seperti pesawat yang biasa kamu lihat. Hal ini disebabkan
eksosfer memiliki sedikit molekul, sehingga gaya tekan udara sangat rendah, dan
mengakibatkan sayap dari pesawat luar angkasa tidak berfungsi. Pergerakan dari
satelit atau pesawat luar angkasa tersebut bergantung pada mesin pendorongnya.
a. Lapisan ozon
Ozon merupakan komponen atmosfer yang sangat sedikit jumlahnya. Bila
lapisan ozon yang ada di atas permukaan bumi sampai pada ketinggian 60 km
dimampatkan; maka hanya akan diperoleh lapisan ozon yang tebalnya kurang
lebih 3 mm dengan berat 3.000 juta ton. Sebagian besar ozon terdapat pada
ketinggian aritara 10 sampai 50 km (pada lapisan stratosfer) di atas permukaan
bumi
Ozon (O3) adalah suatu senyawa yang terdiri dari 3 (tiga) atom oksigen.4
Sebagai gas alam, ozon terdapat di atmosfer, sedangkan sebagai produk aktifitas
manusia ozon terkonsentrasi di dekat permukaan bumi.5 Ozon terdapat pada dua
12
lapisan atmosfer, yakni lapisan troposfer dan lapisan stratosfer. Ozon pada lapisan
troposfer merupakan gas rumah kaca, karena dapat menyerap radiasi sinar
matahari. Sedangkan, ozon di stratosfer terbentuk secara alamiah akibat reaksi
radiasi matahari dengan molekul oksigen.6 Lapisan ozon berfungsi sebagai
payung pelindung bumi dari radiasi sinar ultraviolet (UV) yang berbahaya karena
sebagian sinar ini diserap olehnya.
Kerusakan lapisan ozon menyebabkan terjadinya pemanasan suhu di
bumi, mencairnya es di kutub, dan peningkatan permukaan air laut beberapa kali
lipat. Menipisnya lapisan ozon meningkatkan paparan radiasi sinar ultraviolet
terutama UV-B yang masuk ke permukaan bumi. Peningkatan radiasi sinar UV-
B ini menyebabkan masalah pada kesehatan manusia, antara lain, kerusakan
jaringan kulit, seperti kanker kulit dan penuaan dini, kerusakan pada mata seperti
katarak, dan menurunnya daya tahan tubuh sehingga mengakibatkan berbagai
penyakit infeksi. Selain merusak bagian tubuh manusia, radiasi ultraviolet juga
dapat merusak sensitivitas tanaman dan mengurangi produksi tanaman.
Penipisan lapisan ozon menjadi salah satu isu kerusakan lingkungan hidup
yang sedang dihadapi oleh seluruh masyarakat dibelahan bumi ini. Penipisan
lapisan ozon menjadi perhatian masyarakat internasional berawal sejak tahun
1970-an, para ilmuwan sudah mencurigai bahwa lapisan ozon stratosfer berada
dalam bahaya.1 Menipisnya lapisan ozon diduga ada kaitannya dengan gas CFC
(Cholorofluorocarbon), dugaan tersebut ternyata benar sejak Sherwood Rowland
dan Mario Molina mengumumkan hasil penelitiannya. Kedua ilmuwan dari
Universitas California ini yang pertama kali menemukan bahwa 99 persen dari
gas CFC yang teremisi ke atmosfer akan mencapai stratosfer dan akan tetap
tinggal di sana sampai puluhan tahun, mereka juga menduga bahwa akumulasi gas
CFC dan Halon inilah yang menyebabkan kerusakan lapisan ozon.
Gas CFC berasal dari pendingin lemari es, (AC), dan parfum. CFC mampu
memecah molekul ozon yang ada di atmosfer. CFC terdiri atas atom carbon (C),
Fluor (F), dan Klorin (Cl). Kandungan klorin dari CFC dapat memecah molekul
ozon seperti Gambar 8 berikut.
13
Gambar 8. Proses pemecahan molekul ozon oleh CFC
Synder, 2005
Ketika CFC berada di atmosfer, sinar ultraviolet memecah molekul CFC,
kemudian atom klorin yang bebas akan mendekati dan memecah molekul ozon.
Satu atom oksigen berikatan dengan klorin, sedangkan sisanya membentuk
molekul oksigen (O2 ). Proses tersebut terus berlangsung ketika terdapat klorin di
atmosfer. Senyawa yang dibentuk oleh reaksi klorin dan atom oksigen tidak dapat
menyerap radiasi Matahari. Akibatnya, akan semakin banyak ultraviolet yang
sampai ke permukaan Bumi. Pemecahan molekul ozon oleh CFC mengakibatkan
penurunan konsentrasi ozon secara berkala.
14
TAHUKAH KAMU?
Tahukah kamu kalau istilah lithosfer berasal dari Bahasa Yunani? Litoshfer yaitu
lithos berarti batuan dan sphera berarti lapisan. Lithosfer mengandung perngertian
sebagai lapisan kerak bumi paling luar dan terdiri atas batuan dengan ketebalan rata-
rata 70 km. Dimaksud batuan di sini bukanlah benda yang keras saja berupa batu dalam
kehidupan sehari hari, namun juga dalam bentuk tanah liat, abu gunung api, pasir,
kerikil dan sebagainya.
C. LITOSFER
Tebal kulit bumi tidaklah merata, kulit bumi di bagian benua atau daratan
lebih tebal dari bagian samudra. Litosfer merupakan lapisan yang tipis, jika Anda
bandingkan kulit bumi yang keras seolah-olah cangkang telur, sedangkan di
bawah litosfer terdapat lapisan lapisan yang kental, panas dan tebal yang disebut
astenosfir seolah-olah putih telurnya. Paling bawah merupakan lapisan inti
sebagai kuning telurnya yang padat, karena tidak ada ruang gerak.
Litosfer terbentuk dari beberapa mineral yang disebut silikat (SiO2) yang
merupakan gabungan antara oksigen dan silikon. Selain itu terdapat senyawa
lainnya, seperti pada tabel berikut :
Tabel 1. Konsentrasi unsur-unsur utama pada kerak bumi (Litosfer)
No Unsur Rumus Kimia Berat (%)
1. Oksigen O 46,60
2. Silicon Si 27,72
3. Alumunium Al 8,13
4. Besi Fe 5
5. Kalsium Ca 3,63
6. Sodium Na 2,83
7. Potasium K 2,59
8. Magnesium Mg 2,09
9 Titanium Ti 0,44
15
10. Hydrogen H 0,14
11. Pospor P 0,12
12. Mangan Mn 0,10
13. Sulfur S 0,05
14. Carbon C 0,03
Kulit bumi yang keras dinamakan kerak bumi, terbagi atas lempeng benua
(Continental Crust) dan lempeng samudra (Oceanic Crust). Kedua lempeng ini
memiliki karakteristik berbeda. Bahan utama pembentuk kulit bumi adalah
magma. Magma merupakan batuan cair pijar yang bersuhu tinggi dan
mengandung berbagai unsur mineral dan gas. Litosfir tersusun oleh sekitar 90
jenis unsur kimia yang satu dengan lainnya membentuk persenyawaan yang
disebut Mineral. Litosfir juga tersusun atas lapisan Sial dan lapisan Sima. Lapisan
Sial memiliki berat jenis lebih ringan dari lapisan Sima karena lapisan ini tersusun
dari silisium dan alumunium, senyawanya dalam bentuk SiO2 dan Al2O3.
Sedangkan lapisan Sima tersusun dari silisium magnesium, senyawanya dalam
bentuk SiO2 dan MgO.
Gambar 9. Tanah memiliki lapisan dengan struktur yang berbeda
IlmuGeografi.com-
16
AYO DISKUSI!
Perhatikan tanah yang ada di halaman rumah mu!
1. Amati warna dan teksturnya.
2. Setelah itu gali tanah hingga kedalaman 10-15 cm
3. Amati warna dan tekstur tanah yang telah digali
Apakah warna dan tekstur tanah di permukaan sama dengan yang ada didalam
tanah? Mengapa demikian?
17
TAHUKAH KAMU?
Tahukah kamu kalau batuan pada lempeng mengalami perubahan bentuk atau
deformasi secara perlahan dalam jangka waktu tertentu? Ketika batuan tersebut
mengeras/menegang maka energi potensialnya terus bertambah. Ketika lempeng
bergerak atau patah, maka energi tersebut dilepaskan. Energi tersebut mengakibatkan
terjadinya getaran yang merambat melalui material Bumi lainnya. Getaran ini disebut
gempa Bumi. Semakin besar energi yang dilepaskan, maka getarannya akan semakin
terasa.
D. GEMPA BUMI
Gempa adalah getaran kerak bumi secara tiba-tiba. Ilmu pengetahuan yang
mempelajari gempa disebut seismologi. Sejumlah gempa disebabkan oleh letusan
vulkanik. Selama letusan, magma yang bergerak di bawah permukaan bumi dapat
menyebabkan kerak bumi terguncang. Bahkan letusan itu dapat membuat kerak
bumi bergetar. Namun, sejauh ini sebagian besar gempa disebabkan oleh
perseseran secara tiba-tiba. Perseseran adalah gerakan batuan sepanjang sesar.
Ketika lempeng patah menjadi 2 bagian, maka masing-masing bagian akan
bergerak menjauh. Daerah lempeng yang patah tersebut dinamakan
(patahan/sesar). Sesar yang terjadi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis,
bergantung pada bagaimana sebuah gaya bekerja pada lempeng
Gambar 10. Jenis sesar berdasarkan gaya yang bekerja pada lempeng
Pras Academy-SMP.com
18
Gempa berawal pada fokus atau sumber gempa. Fokus adalah titik di
bawah permukaan bumi tempat batuan-batuan pecah dan bergerak terpisah.
Sering kali fokus juga disebut dengan sumber gempa. Gerakan pada fokus ini
mengirimkan gelombang getaran ke segala arah. Gelombang-gelombang getaran
yang disebabkan oleh gempa disebut gelombang seismik. Gelombang-gelombang
seismik menyebabkan kerak bumi bergetar
Macam-macam gempa:
1) Gempa tektonis (gempa dislokasi). Terjadi karma pergeseran letak
lapisan kulit bumi/dislokasi. Gempa semacam inilah yang teramat hebat
dan sering menimbulkan malapetaka besar.
2) Gempa gunung berapi (gempa vulkanis). Terjadi bersamaan waktunya
dengan meletusnya sesuatu gunung berapi ataupun tidak lama dan
sesudahnya. Gempa semacam ini lemah. Hanya terasa di sekitar gunung
berapi itu.
3) Gempa bumi guguran/runtuhan, terjadi karena dinding gua di dalam
tanah gugur. Hanya merupakan gempa bumi kecil kebanyakan di daerah
kapur dan di daerah tambang-tambang.
Gambar 11. Macam-macam gempa
AntoTunggal.com
Dalam peristiwa gempa bumi dikenal istilah hiposentrum dan episentrum.
Hiposentrum adalah sumber atau pusat gempa tektonik di dalam bumi.
Sumber gempa dapat mencapai kedalaman puluhan kilometer dari permukaan
bumi. Namun, dampak getarannya dampak menjangkau wilayah yang cukup
19
jauh dari sumbernya. Episentrum merupakan daerah yang merasakan akibat
gempa bumi paling parah. Garis yang membatasi daerah dengan kerusakan
paling parah disekitar episentrum disebut pleistosista, sedangkan garis yang
menghubungkan tempat-tempat dengan kekuatan getaran yang sama disebut
isoseista.
Dampak yang ditimbulkan oleh gempa bergantung pada kekuatan gempa.
Alat yang digunakan untuk mengatur dan mencatat kekuatan gempa bumi
disebut seismograf atau seismometer. Seismometer dapat mengukur kekuatan,
arah, lama, dan jarak gempa. Seismometer merekam getaran gempa bumi
menjadi sebuah grafik yang disebut seismogram. Intensitas kekuatan gempa,
umumnya menggunakan skala ritcter. Tabel 1 adalah contoh ukuran gempa
menurut skala ritcher.
Tabel 2. Ukuran Gempa Menurut Skala Ritcher
Besar Skala Keterangan
Lebih dari 8 Bencana nasional
7–8 Gempa besar
6–7 Gempa destruktif
5–6 Gempa merusak
4–5 Gempa keras
3–4 Gempa kecil
0–3 Guncangan kecil
AYO DISKUSI!
Carilah berita mengenai bencana gempa bumi di Indonesia! Temukan yang
termasuk gempa tektonik, vulkanik dan runtuhan. Jelaskan perbedaannya dalam
bentuk tabel!
20
TAHUKAH KAMU?
Tahukah kamu kalau bumi adalah langit berbentuk bola dan bersifat padat buta (gelap)
seperti planet-planet? Bumi merupakan satelit matahari yang sampai sekarang
dianggap satu-satunya benda langit yang keadaannya cukup baik untuk kehidupan
makhluk, karena mempunyai atau memiliki atmosfir (udara), berair serta
temperaturnya antara siang dan malam baik.
E. GUNUNG BERAPI
Permukaan atau kerak bumi yang sepertinya kuat dan keras ini, ternyata
terdapat retakan dan terpisah menjadi bagian-bagian besar yang disebut
lempengan tektonis. Pada lempengan inilah samudra dan benua-benua tertanam
kuat.
Gunung berapi ialah tempat meletusnya magma pada permukaan bumi
“mulut” tempat memuntahkan magma itu di puncak gunung berapi itu disebut
kawah. Saluran di dalam gunung berapi, yang menghubungkan kawah dengan
dapur magma disebut saluran kawah (diatrema). Kebanyakan gunung-gunung
berapi terdapat di tepi laut yang dalam.
Gambar 12. Persebaran Gunung Berapi di Indonesia
PasagMerapi.com
Sama halnya dengan air mendidih, batuan cair atau magma juga
bergerak ke permukaan karena memiliki massa jenis yang lebih kecil dari
batuan yang ada di sekitarnya. Naiknya magma ke permukaan menyebabkan
erupsi. Erupsi terjadi pada gunung berapi. Magma yang keluar dan mengalir
di permukaan Bumi saat terjadi erupsi disebut lava. Gunung berapi yang
berhenti meletus selamanya disebut gunung mati.
21
Sesudah letusan (erupsi) suatu gunung berapi selesai, masih kelihatan lagi
tanda-tanda (peristiwa-peristiwa) vulkanisme.
1) Exhalasi (gas magma) yang keluar dari celah-celah kawah atau sekitarnya:
(a) Fumarol (fumus = uap). Ini adalah tempat atau sumber gas yang
terutama mengeluarkan uap air. Misalnya Italia, Eslandia, Selandia Baru.
(b) Solfatar (Sulfur = belerang). Ini adalah tempat atau sumber gas yang
terutama mengeluarkan uap belerang. Misalnya: Gunung, Papandayan,
Patua di Tapanuli, Minahasa. Di sekitar solfatar ini terdapat belerang yang
diambil dan diperdagangkan orang.
Gambar 13. Sulfur
Kumparan.com
(c) Mofet. Ini adalah tempat atau sumber gas yang mengeluarkan gas
beracun, yaitu asam arang (= kooldioxyde = CO2). Gas ini lebih berat
daripada udara, karena itu ia selalu melayang-layang dekat permukaan
bumi. Tempat seperti ini sangat berbahaya, lebih-lebih lagi karena gas
tersebut tak dapat kelihatan. Di sini manusia dan binatang a1mn mati
lemas. Misalnya di dataran tinggi Dieng (Lembah maut), Tangkuban
Perahu, Papandayan.
2) Mata air mineral. Umumnya mata air, mineral ini disebut juga thermen
(thermos = panas) karena airnya panas. Air ini digunakan orang untuk mandi
dan pengobatan. Contoh di Sumatra, Sulawesi Utara, Ems di Jerman Barat,
Vichy di Perancis.
22
Gambar 14. Mata air panas
Wikipedia.com
3) Geyser. Sejenis sumber air panas yang pada waktu-waktu tertentu
(misalnya sekali dalam dua hari) memancarkan airnya hingga 50 meter
tingginya. Misalnya: di Eslandia (Eropah), Yellowstone Park (Amerika
Serikat).
Gambar 15. Geyser
TheRiverdalePress.com
AYO DISKUSI!
GUNUNG BERAPI BUATAN
Alat dan Bahan
Wadah plastic atau nampan bulat, botol bekas air mineral 330 ml dengan tutup,
pasir 1 ember cor, pewarna makanan (merah) ½ sendok the, cuka 150 ml, soda
kue (baking soda) 2 sendok teh, air, deterjen 1 sendok teh, sendok teh, dan
gunting.
23
Langkah Kegiatan
Mengamati
1. Masukkan soda kue, deterjen cair, dan pewarna makanan pada botol air
mineral lalu tambahkan air sampai ¼ botol
2. Tutup botol dan kocoklah sehingga bahan-bahan tercampur rata
3. Latakkan botol diatas nampan dan timbunlah dengan pasir sehingga
membentuk gunung buatan
4. Bersihkan tutup botol dari timbunan pasir lalu bukalah tutup botol tersebut
5. Tuangkan cuka ke dalam botol dan amatilah apa yang terjadi
Menegosiasikan
Tuliskan hasil pengamatanmu!
Mengomunikasikan
Buatlah laporan tertulis berdasarkan kegiatan ini!
24
TAHUKAH KAMU?
Tahukah kamu kalau tsunami merambat melalui samudra dengan laju sangat
besar? Kecepatan tsunami bisa mencapai ratusan kilometer tiap jam. Gelombang-
gelombang besar ini bisa membentang beberapa kilometer dari puncak ke puncak
gelombang. Tsunami bisa mencapai ketinggian puluhan meter ketika mencapai pantai,
sehingga merusak segala sesuatu yang ditumbuk.
F. TSUNAMI
Tsunami (berasal dari Bahasa Jepang, tsu = pelabuhan, nami = gelombang,
yang berarti gelombang pelabuhan) adalah perpindahan badan air yang
disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba.
Gambar 16. Proses terjadinya tsunami
CNN Indonesia.com
Tsunami dapat mengalir ratusan kilometer ke segala arah dari episentrum.
Pusat gelombang tsunami adalah episentrum yang berada di laut yang jauh dari
pantai. Ketinggian gelombang tsunami di tengah lautan, hanya sekitar 1 meter.
Namun, gelombang tersebut dapat merambat dengan kecepatan 500-1.000
km/jam. Ketika mendekati pantai, kecepatan gelombang tsunami menurun hingga
25
sekitar 30 km/jam. Akan tetapi, tinggi gelombang tsunami di dekat pantai
meningkat hingga puluhan meter. Sebelum gelombang tsunami sampai di pantai,
air laut yang ada di pantai surut seketika. Hal tersebut merupakan pertanda bahaya
akan terjadi gelombang tsunami. Proses terjadinya gelombang tsunami dapat
dilihat pada Gambar 16.
AYO DISKUSI!
Indonesia pernah mengalami bencana tsunami yang sangat besar di Aceh.
Guncangan gempa tersebut berskala 9,1–9,3 dalam skala richter. Analisislah
bersama teman kelompokmu bagaimana tsunami di aceh bisa terjadi?
26
TAHUKAH KAMU?
Bencana merupakan sesuatu yang menyebabkan kerusakan, kerugian, dan
penderitan. Bencana alam adalah bencana yang disebabkan oleh peristiwa alam,
contohnya hujan, angin, gerakan tanah, gelombang laut, dan gempa bumi.
Bencana alam memang sering menyebabkan kerugian, baik harta benda maupun
korban jiwa. Namun, karena bencana alam sudah akrab dengan masyarakat Indonesia,
sebaiknya kita tak perlu memusuhi dan membencinya. Mari kita mulai bersahabat
dengan bencana alam. Caranya adalah dengan mengenalnya, mempersiapkan diri
menghadapinya, dan merencanakan penanggulangannya.
G. Penanggulangan Risiko Bencana
Bencana adalah hasil dari munculnya kejadian luar biasa (hazard) pada komunitas
yang rentan (vulnerable) sehingga masyarakat tidak dapat mengatasi berbagai implikasi
dari kejadian luar biasa tersebut. UU No. 24 tahun 2007 mendefinisikan bencana sebagai
“peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan
penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor non
alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia,
kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis”
Setiap anak memiliki hak atas keselamatan dan kelangsungan hidup, selain juga hak
untuk mendapatkan pendidikan dasar yang berkualitas dan berkesinambungan. Hak-hak
ini sering kali terancam tidak terpenuhi akibat bahaya alam dan bahaya terkait teknologi
yang menyebabkan terjadinya bencana besar dan kecil. Bencana ini, baik sekala besar,
sedang maupun kecil, memberikan dampak terhadap keselamatan dan pendidikan anak-
anak. Saat pendidikan menjadi terganggu, pendidikan seorang anak bisa menjadi terputus,
kadang terputus selamanya, yang berarti memberikan dampak negatif yang permanen,
baik secara ekonomi maupun sosial, terhadap anak tersebut, keluarganya dan
komunitasnya. Untuk sektor pendidikan, dampak terburuk dari sebuah bencana adalah
hilangnya nyawa maupun terjadinya cedera parah di sekolah. Selain itu, terdapat banyak
konsekuensi lain yang dapat secara permanen mempengaruhi masa depan anak-anak:
• Sekolah yang tidak bisa digunakan karena rusak
27
• Sekolah yang tidak bisa digunakan karena digunakan sebagai hunian sementara
atau tempat pengungsian
• Sekolah yang sudah tidak dapat diakses
• Hilangnya akses fisik ruang bermain anak yang ramah
• Hillangnya peralatan sekolah dan materi pendidikan
• Guru tidak bisa mengajar
• Peserta didik diharapkan untuk mencari nafkah, membantu dalam pemulihan
maupun dalam mengasuh adiknya secara purna waktu
• Gangguan psikososial pada guru, peserta didik dan tenaga kependidikan lainnya
Pengurangan Risiko Bencana (PRB) merupakan suatu kegiatan jangka panjang,
sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan, dengan cara menggunakan
pengetahuan, inovasi, dan pengetahuan untuk membangun budaya selamat dan tangguh
pada semua satuan pendidikan, seperti yang dinyatakan dalam Hyogo Framework for
Action (HFA) dan telah pula menjadi komitmen bangsa Indonesia.
Komitmen Pemerintah Indonesia dalam Pengurangan Risiko Bencana dituangkan
melalui terbitnya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan
Bencana. Dalam UU tersebut disebutkan secara jelas bencana dan rawan bencana, yaitu:
(1) bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan menggangu
kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan baik oleh faktor alam dan non
alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia,
kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis; dan (2) rawan
bencana adalah kondisi atau karakteristik geologis, biologis, hidrologis, klimatologis,
geografis, sosial, budaya, politik, ekonomi, dan teknologi pada suatu wilayah untuk
jangka waktu tertentu yang mengurangi kemampuan mencegah, meredam, mencapai
kesiapan, dan mengurangi kemampuan untuk menanggapi dampak buruk bahaya tertentu.
(Suharwoto, dkk. 2015).
Kita lebih banyak melakukan kegiatan pasca bencana (post event) berupa emergency
response dan recovery dari pada kegiatan sebelum bencana berupa disaster
reduction/mitigation dan disaster preparedness. Padahal, apabila kita memiliki sedikit
perhatian terhadap kegiatan-kegiatan sebelum bencana, kita dapat mereduksi potensi
bahaya/ kerugian (damages) yang mungkin timbul ketika bencana. Kegiatan-kegiatan
28
yang dapat dilakukan sebelum bencana dapat berupa pendidikan peningkatan kesadaran
bencana (disaster awareness), latihan penanggulangan bencana (disaster drill), penyiapan
teknologi tahan bencana (disaster-proof), membangun sistem sosial yang tanggap
bencana, dan perumusan kebijakan-kebijakan penanggulangan bencana (disaster
management policies). Secara umum kegiatan manajemen bencana dapat dibagi dalam
kedalam tiga kegiatan utama, yaitu:
a. Kegiatan pra bencana yang mencakup kegiatan pencegahan, mitigasi,
kesiapsiagaan, serta peringatan dini;
b. Kegiatan saat terjadi bencana yang mencakup kegiatan tanggap darurat untuk
meringankan penderitaan sementara, seperti kegiatan search and rescue (SAR),
bantuan darurat dan pengungsian;
c. Kegiatan pasca bencana yang mencakup kegiatan pemulihan, rehabilitasi, dan
rekonstruksi.
Kegiatan pada tahap pra bencana ini selama ini banyak dilupakan, padahal justru
kegiatan pada tahap pra bencana ini sangatlah penting karena apa yang sudah
dipersiapkan pada tahap ini merupakan modal dalam menghadapi Keputusan Kabadiklat
Kemhan Nomor : KEP/ / /2016 Tanggal : 2016 \ bencana dan pasca bencana. Sedikit
sekali pemerintah bersama masyarakat maupun swasta memikirkan tentang langkah-
langkah atau kegiatan-kegiatan apa yang perlu dilakukan didalam menghadapi bencana
atau bagaimana memperkecil dampak bencana. Kegiatan saat terjadi bencana yang
dilakukan segera pada saat kejadian bencana, untuk menanggulangi dampak yang
ditimbulkan, terutama berupa penyelamatan korban dan harta benda, evakuasi dan
pengungsian, akan mendapatkan perhatian penuh baik dari pemerintah bersama swasta
maupun masyarakatnya. Pada saat terjadinya bencana biasanya begitu banyak pihak yang
menaruh perhatian dan mengulurkan tangan memberikan bantuan tenaga, moril maupun
material. Banyaknya bantuan yang datang sebenarnya merupakan sebuah keuntungan
yang harus dikelola dengan baik, agar setiap bantuan yang masuk dapat tepat guna, tepat
sasaran, tepat manfaat, dan terjadi efisiensi. Kegiatan pada tahap pasca bencana, terjadi
proses perbaikan kondisi masyarakat yang terkena bencana, dengan memfungsikan
kembali prasarana dan sarana pada keadaan semula. Pada tahap ini yang perlu
diperhatikan adalah bahwa rehabilitasi dan rekonstruksi yang akan dilaksanakan harus
memenuhi kaidah-kaidah kebencanaan serta tidak hanya melakukan rehabilitasi fisik saja,
29
tetapi juga perlu diperhatikan juga rehabilitasi psikis yang terjadi seperti ketakutan,
trauma atau depresi. Dari uraian di atas, terlihat bahwa titik lemah dalam siklus
manajemen bencana adalah pada tahapan sebelum/pra bencana, sehingga hal inilah yang
perlu diperbaiki dan ditingkatkan untuk menghindari atau meminimalisasi dampak
bencana yang terjadi.
1. Penanggulangan Risiko Bencana Banjir
Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan, antara lain pengelolaan air hujan.
Curah hujan yang tinggi menyebabkan jumlah air meningkat. Banyaknya jumlah air
ini akan mengalir sia-sia apabila tanah tak mampu menyerap. Air hujan sebaiknya
dikelola supaya tidak menyebabkan banjir. Salah satu cara pengelolaan air adalah
dengan menampungnya di dalam tanah. Caranya adalah dengan membuat sumur
resapan. Sumur resapan adalah sumur yang dibuat untuk menampung air hujan. Air
hujan juga akan diserap oleh tanah dalam sumur resapan.
Kita juga dapat membuat lubang-lubang biopori agar air mudah terserap ke tanah.
Lubang biopori adalah lubang kecil yang dibuat di dalam tanah. Lubang ini dibuat
untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah.
Oleh karena itu, sumur resapan dan lubang biopori dapat menjaga keseimbangan tata
air dan menyelamatkan sumber daya air. Banyaknya air hujan yang turun akan makin
meluap apabila saluran air tidak lancar. Tersendatnya aliran air dapat disebabkan
karena sampah dan karena endapan lumpur di DAS. Maka dari itu, jangan sampai kita
membuang sampah sembarangan. Pengerukan dasar sungai dan pemeliharan DAS
harus terus dilakukan. Semua ini bertujuan agar aliran air sungai lancar dan tidak
meluap.
Tindakan paling penting untuk pencegahan banjir adalah menjaga keseimbangan
lingkungan. Menanam pohon adalah hal sederhana yang memiliki pengaruh luar biasa
bagi lingkungan. Kita harus menanam dan menjaga kelestarian pohon, apalagi pohon-
pohon di daerah hulu. Hulu merupakan tempat munculnya sumber air yang berasal
dari mata air maupun dari resapan air hujan. Apabila daerah hulu rusak, tanah
kehilangan daya serapnya. Akibatnya, banjir pun akan melanda. menutup keran
saluran air utama yang mengalir ke dalam rumah. Lalu, segera selamatkan diri ke
30
tempat yang aman. Apabila rumah terancam tenggelam, bawalah surat-surat berharga
ke tempat pengungsian.
Mencegah dan mengatasi banjir perlu diketahui oleh masyarakat kota yang selalu
bermasalah dengan bencana banjir.
a) Membuat saluran air.
b) Membuang sampah pada tempatnya.
c) Membersihkan saluran air.
d) Membuat bendungan.
e) Menanam pohon.
f) Melestarikan hutan.
g) Membuat lubang biopori.
h) Membuat sumur.
i) Mengeruk sungai.
j) Membikin paving tone.
Gambar 17. Resapan Sumur Disekitar Rumah
2. Penanggulangan Risiko Bencana Gunung Meletus
Indonesia terletak pada rangkaian pegunungan muda sehingga terdapat
banyak gunung berapi yang masih aktif. Gunung berapi tidak hanya
mendatangkan bencana, namun juga bisa mendatangkan banyak manfaat bagi
masyarakat yang tinggal disekitarnya. Misalnya, abu vulkanik bisa menyuburkan
tanah pertanian serta material letusan sebagai bahan bangunan, seperti pasir,
31
kerikil, dan batu. Gunung berapi bisa menjadi sahabat jika kita mampu
memanfaatkan dengan arif dan bijaksana serta mengenalnya dengan baik. Agar
gunung meletus tidak menimbulkan banyak korban maka perlu dilakukan usaha-
usaha pengenalan dan penanggulangan bencana. Hal ini dapat dilakukan dengan
cara sebagai berikut:
a) Sebelum terjadi letusan.
Tindakan yang harus dilakukan oleh pihak berwenang/pemerintah sebelum
terjadi letusan adalah sebagai berikut:
1) Pemantauan dan pengamatan kegiatan pada gunung api yang sedang
aktif.
2) Pembuatan dan penyediaan peta kawasan rawan bencana letusan gunung
api, peta zona risiko bahaya gunung api, serta peta pendukung lainnya,
seperti peta geologi gunung api.
3) Membuat langkah-langkah prosedur tetap penanggulangan bencana
letusan gunung api.
4) Melakukan bimbingan dan penyebarluasan informasi gunung api kepada
masyarakat.
5) Penyelidikan dan penelitian geologi, geofisika, dan geokimia di gunung
api.
6) Peningkatan sumber daya manusia dan pendukungnya, seperti
peningkatan sarana dan prasarana.
Tindakan yang harus dilakukan oleh individu/masyarakat sebelum terjadi
letusan adalah sebagai berikut:
(1) Mengenali daerah setempat yang dapat dijadikan tempat mengungsi.
(2) Memantau dan mendengarkan informasi tentang status gunung api.
(3) Mengikuti bimbingan dan penyuluhan dari pihak yang bertanggung
jawab.
(4) Memiliki persediaan kebutuhan-kebutuhan dasar, seperti obat-obatan
dan makanan yang memadai.
(5) Mengikuti arahan evakuasi pihak berwenang.
(6) Membawa barang-barang yang berharga, terutama dokumen dan surat
penting.
32
b) Saat terjadi letusan gunung api Tindakan yang dapat dilakukan oleh
pemerintah/pihak berwenang saat terjadi letusan adalah sebagai berikut:
1) Membentuk tim gerak cepat.
2) Meningkatkan pemantauan dan pengamatan yang didukung dengan
penambahan peralatan yang lebih memadai.
3) Meningkatkan pelaporan tingkat kegiatan menurut alur dan frekuensi
pelaporan sesuai dengan kebutuhan.
4) Memberikan rekomendasi kepada pemerintah setempat sesuai prosedur.
Tindakan yang dapat dilakukan oleh individu/masyarakat saat terjadi letusan
adalah sebagai berikut:
(1) Jika ada evakuasi, pastikan tidak kembali ke kediaman sampai keadaan
sudah dipastikan aman.
(2) Hindari daerah rawan bencana, seperti lereng gunung, lembah, dan daerah
aliran lahar.
(3) Ketika melihat lahar atau benda lain yang mendekati rumah, segera
selamatkan diri dan cari perlindungan terdekat.
(4) Lindungi diri dari debu dan awan panas.
(5) Pakailah kacamata pelindung.
(6) Pakailah masker kain untuk menutup mulut dan hidung.
c) Setelah terjadi letusan Tindakan yang dapat dilakukan oleh pemerintah/pihak
berwenang setelah terjadi letusan adalah sebagai berikut:
1) Menginventarisasi data, yang mencakup sebaran dan volume hasil letusan.
2) Mengidentifikasi daerah yang terkena dan terancam bahaya.
3) Memberikan sarana penanggulangan bahaya.
4) Memperbaiki fasilitas pemantauan yang rusak.
5) Menurunkan status tingkat kegiatan.
6) Melanjutkan pemantauan rutin, meskipun keadaan sudah menurun.
7) Memberikan sarana penataan kawasan jangka pendek dan jangka panjang.
8) Membangun kembali bangunan, sarana, dan fasilitas lainnya yang terkena
bencana.
Tindakan yang dapat dilakukan oleh individu/masyarakat setelah terjadi
letusan adalah sebagai berikut:
33
(1) Mengikuti informasi perkembangan status gunung api.
(2) Apabila sudah dianggap aman dan dapat kembali, periksalah rumah dan
barang lain yang ada.
(3) Menghubungi dan mengecek saudara dan kerabat yang lain.
(4) Bersama dengan warga dan pemerintah bergotong royong membersihkan
dan memperbaiki saranasarana yang masih dapat dimanfaatkan.
(5) Jauhi daerah yang terkena hujan abu.
(6) Membantu tim medis menolong para korban.
Gambar 18. Penanggulangan Bencana Gunung Meletus
doc. pustakapmi.id
3. Penanggulangan Risiko Bencana Gempa Bumi
Tindakan Pencegahan jika gempa bumi menguncang secara tiba-tiba,
berikut ini terdapat 10 petunjuk yang dapat dijadikan pegangan dimanapun anda
berada
a Di dalam rumah
Getaran akan terasa beberapa saat. Selama jangka waktu itu, anda harus
mengupayakan keselamatan diri anda dan keluarga anda. Masuklah ke bawah
meja untuk melindungi tubuh anda dari jatuhan benda-benda. Jika anda tidak
34
memiliki meja, lindungi kepala anda dengan bantal. Jika anda sedang
menyalakan kompor maka matikan segera untuk mencegah terjadinya
kebakaran.
b Di sekolah
Berlindunglah di bawah kolong meja, lindungi kepala dengan tas atau
buku, jangan panik, jika gempa mereda keluarlah berurutan mulai dari jarak
yang terjauh ke pintu, carilah tempat lapang, jangan berdiri dekat gedung,
tiang dan pohon.
c. Di luar rumah
Lindungi kepala anda dan hindari benda-benda berbahaya. Di daerah
perkantoran atau kawasan industri, bahaya bisa muncul dari jatuhnya kaca-
kaca dan papanpapan reklame. Lindungi kepala anda dengan menggunakan
tangan, tas atau apapun yang anda bawa.
d. Di pusat perbelanjaan
Jangan menyebabkan kepanikan atau korban dari kepanikan. Ikuti
semua petunjuk dari pegawai atau satpam.
e. Di dalam lift
Jangan menggunakan lift saat terjadi gempa bumi atau kebakaran. Jika
anda merasakan getaran gempa bumi saat berada di dalam lift, maka tekanlah
semua tombol. Ketika lift berhenti, keluarlah, lihat keamanannya dan
mengungsilah. Jika anda terjebak dalam lift, hubungi manajer gedung dengan
menggunakan interphone jika tersedia.
f. Di kereta api
Berpeganganlah dengan erat pada tiang sehingga anda tidak akan
terjatuh seandainya kereta dihentikan secara mendadak. Bersikap tenanglah
mengikuti penjelasan dari petugas kereta. Salah mengerti terhadap informasi
petugas kereta atau stasiun akan mengakibatkan kepanikan.
g. Di dalam mobil
Saat terjadi gempa bumi besar, anda akan merasa seakan-akan roda
mobil anda gundul. Anda akan kehilangan kontrol terhadap mobil dan susah
mengendalikannya. Jauhi persimpangan, pinggirkan mobil anda di kiri jalan
35
dan berhentilah. Ikuti instruksi dari radio mobil. Jika harus mengungsi maka
keluarlah dari mobil, biarkan mobil tak terkunci.
h. Di gunung atau pantai
Ada kemungkinan longsor terjadi dari atas gunung. Menjauhlah
langsung ke tempat aman. Di pesisir pantai, bahayanya datang dari tsunami.
Jika anda merasakan getaran dan tanda-tanda tsunami tampak, cepatlah
mengungsi ke dataran yang tinggi.
i. Beri Pertolongan
Sudah dapat diramalkan bahwa banyak orang akan cedera saat terjadi
gempa bumi besar. Karena petugas kesehatan dari rumah-rumah sakit akan
mengalami kesulitan datang ke tempat kejadian maka bersiaplah memberikan
pertolongan pertama kepada orang-orang berada di sekitar anda.
j. Dengarkan Informasi
Saat gempa bumi besar terjadi, masyarakat terpukul kejiwaannya.
Untuk mencegah kepanikan, penting sekali setiap orang bersikap tenang dan
bertindaklah sesuai dengan informasi yang benar. Anda dapat memperoleh
informasi yang benar dari pihak berwenang, polisi, atau petugas lainnya.
Jangan bertindak karena informasi orang yang tidak jelas.
Tindakan Pencegahan Gempa Bumi lainnya adalah:
1) Harus dibangun dengan konstruksi tahan getaran/gempa khususnya di
daerah rawan gempa.
2) Perkuatan bangunan dengan mengikuti standar kualitas bangunan.
3) Pembangunan fasilitas umum dengan standar kualitas yang tinggi.
4) Perkuatan bangunan-bangunan vital yang telah ada.
5) Rencanakan penempatan pemukiman untuk mengurangi tingkat kepadatan
hunian di daerah rawan gempa bumi.
6) Zonasi daerah rawan gempa bumi dan pengaturan penggunaan lahan.
7) Pendidikan dan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya gempa bumi
dan cara-cara penyelamatan diri jika terjadi gempa bumi.
8) Ikut serta dalam pelatihan program upaya penyelamatan, kewaspadaan
masyarakat terhadap gempa bumi, pelatihan pemadam kebakaran dan
pertolongan pertama.
36
9) Persiapan alat pemadam kebakaran, peralatan penggalian, dan peralatan
perlindungan masyarakat lainnya.
10) Rencana kontinjensi/kedaruratan untuk melatih anggota keluarga dalam
menghadapi gempa bumi.
Gambar 19. Penanggulangan Bencana Gempa Bumi
doc. synergysolusi.com
4. Penanggulangan Risiko Bencana Tsunami
Bencana alam tsunami bisa menimbulkan korban lebih banyak dibandingkan
gempa, hal ini karena tsunami terjadi setelah adanya gempa sehingga korban dan
kerugian harga benda dapat berlipat ganda.
Berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi jatuhnya korban akibat
bencana tsunami adalah sebagai berikut:
a. Perlindungan Garis Pantai Perlindungan garis pantai dilakukan dengan cara
sebagai berikut:
1) Penetapan peraturan tentang pembangunan wilayah pantai.
2) Membangun tembok- tembok penahan dan pemecah air laut.
3) Melestarikan hutan mangrove, menanamnya di pesisir dengan baik,
dan tidak menebang sembarangan, atau tidak mengubah lahan
37
mangrove menjadi tambak.
4) Tidak mencemari sungai dengan limbah karena akan merusak laut.
b. Sistem Peringatan Dini
Sistem peringatan dini perlu dibangun untuk mendeteksi,
menentukan lokasi, dan besaran potensi tsunami yang muncul sebagai
akibat gempa bumi atau getaran-getaran lainnya. Sistem ini selanjutnya
memberikan informasi dan peringatan kepada pihak-pihak yang terkait
dan kemudian kepada penanggung jawab di tingkat lapangan atau
masyarakat yang mungkin terkena bencana. Informasi ini disebarluaskan
lewat radio dan televisi.
c. Pendidikan dan Pembelajaran
Mempelajari dan memahami tsunami, baik penyebab, tanda-tanda,
maupun sifat tsunami, dapat dilakukan dengan penyuluhan terhadap warga
melalui pertemuan RT, mencari, memperoleh, dan berbagi informasi dari
berbagai sumber, termasuk kisah korban tsunami, buku, media elektronik,
dan lain-lain.
d. Kemitraan
Menjalin kemitraan dengan pihak-pihak dalam dan luar negeri
yang dapat memberikan bantuan jika terjadi bencana tsunami.
e. Pemetaan kawasan rawan dan tempat evakuasi
Memetakan daerah yang paling rawan serta daerah yang layak
untuk menjadi tempat evakuasi dan rute penyelamatan jika terjadi
bencana.
f. Penyiapan posko bencana
Posko (pos komando) harus selalu ada dan siap, terutama di daerah
yang rawan bencana tsunami. Tim satgas dan tim kesehatan harus selalu
siap di posko yang telah disediakan. Dalam posko harus disiapkan
peralatan yang dibutuhkan dalam kondisi darurat.
g. Satgas penanganan bencana
Satgas terdiri atas unsur-unsur perangkat desa/ kelurahan, tentara,
polisi, dan relawan dari masyarakat yang berpengalaman dalam
menangani bencana.
38
Gambar 20. Penanggulangan Bencana Tsunami
doc. Lokadata
39
AYO LAKUKAN!
Bersama dengan kelompokmu, buatlah sebuah poster mengenai upaya pengurangan
resiko serta tindakan penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi
1. Carilah informasi mengenai upaya pengurangan resiko serta tindakan
penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi
2. Tentukanlah gambar apa saja yang akan kamu buat dan kalimat-kalimat yang
akan ditulis di poster
3. Siapkanlah alat laptop atau handphone untuk membuat poster menarik melalui
aplikasi desain
4. Lalu poster yang telah dibuat kumpulkanlah kepada gurumu.
TAHUKAH KAMU?
Tahukah kamu kalau ada lapisan di permukaan bumi yang berisi air? Lapisan ini
disebut sebagai hidrosfer. Hidrosfer berasal dar kata hydrosphere (Bahasa Inggris), tapi
kaya hydro berasal dari Yunani Kuno yang memiliki makna air.
Hidrosfer mencakup air di permukaan planet, bawah tanah, dan di udara. Sehingga bisa
dikatakan hidrosfer adalah komponen air bumi.
H. HIDROSFER
Hidrosfer berasal dari kata yang berarti “Hidros” air dan “Sphaira” yang berarti
selimut. Jadi, hidrosfer merupakan lapisan air yang menyelimuti Bumi. Hidrosfer tidak
hanya meliputi perairan yang luas seperti laut dan samudra. Hidrosfer juga meliputi air di
danau, sungai, air tanah, dan uap air yang ada di udara. Proses menguapnya air di
permukaan bumi ke atmosfer karena sinar matahari dinamakan evaporasi. Proses
pengembunan titik-titik air disebut kondensasi. Proses jatuhnya titik-titik air dalam
bentuk hujan disebut presipitasi. Proses meresapnya air ke dalam pori-pori tanah
dinamakan infiltrasi, Air yang mengalir di atas permukaan tanah dinamakan surface run
off atau air larian.
40
Gambar 21. Siklus Hidrosfer
doc. Cerdika.com
1. Sungai
Sungai adalah massa air tawar yang mengalir secara alamiah mengikutialur suatu
lembah yang akhirnya bermuara di danau atau di laut. Sumber air sungai dapat berasal
darihujan, mata air di pegunungan, dan pencairan gletsyer. Daerah Aliran Sungai
(DAS) diartikan sebagai satu kesatuanwilayah yang dibatasi oleh pegunungan yang
dialiri air dalam satu saluran utama (induk). Jadi, DAS tidak hanya sebatas sungai,
tetapi meliputi wilayah-wilayah sekitar sungai yang secara langsungmempengaruhi
kelangsungan sungaiitu sendiri. dibedakan sebagai berikut:
1. DAS hulu pada umumnya ditandai oleh adanya aliran air yang cukup deras dan
masih jernih, penampang sungai berbentuk V, serta masih banyak jeram-jeram
karena morfologinya masih relatifcuram.
2. DAS tengah ditandai oleh bentuk lembahyang mirip huruf U dan jeram sudah
mulai berkurang.
3. DAS hilir biasanya ditandai oleh adanya penampang sungai yang berkelok-kelok
(meander), dan kadang-kadang terdapatkali mati serta delta.
41
Gambar 22. Daerah Aliran Sungai
doc. Lapakgis.com
a. Jenis Sungai
Berdasarkan keberadaan airnya, sungai dikelompokkan menjadi dua, yaitu
sebagai berikut:
1. Sungai episodik adalah sungai yangairnya tetap mengalir sepanjang tahun.
Jadi, keberadaan air pada sungai ini tidak terlalu dipengaruhi oleh keadaan
musim.
2. Sungai periodik adalah Pada musimkemarau, air sungai mengalami surut,
bahkan sampai kering.
Berdasarkan sumber airnya, sungai terdiri dari:
1. Sungai hujan, Sungai-sungai di Indonesia pada umumnya termasuk sungai
hujan. Hal ini disebabkan Indonesia termasuk negara tropis dengan curah hujan
yang tinggi.
2. Sungai gletser, adalah sungai yang sumber airnya berasal dari pencairan
gletser. Sungai gletser terdapat di daerah kutub dan di daerahpegunungan yang
bersalju.
3. Sungai campuran, adalah sungai yang airnya berasal dari campuran air hujan
dan salju yangmencair, misalnya Sungai Memberamo dan Sungai Digul di
Papua.
2. Air Tanah
Air juga terdapat di bawah permukaan bumi, yaitu di dalam celah-celah batuan
dan tanah. Itulahyang dinamakan air tanah. Sumber air tanah pada umumnyaberasal
dari proses infiltrasi air hujan. Tinggi rendahnya tingkat infiltrasi akan sangat
berpengaruh terhadap keberadaan air tanah. Faktor yang mempengaruhi tinggi
42
rendahnya tingkat infiltrasi, yaitu curahhujan, kemiringan lereng, kerapatan vegetasi,
serta kelembapan tanah. Semakin tinggi curah hujan, semakin rapat vegetasi, lereng
yang landai, serta kelembapan yang rendah akan berpeluang terhadap tingginya
infiltrasi. Berdasarkan tingkat kedalamannya,air tanah dibedakan atas :
1. Air tanah dangkal disebut juga air tanah freatik. Untuk dapat mengamati
keberadaan air tanah dangkal, perhatikanlah kedalaman sumur-sumur penduduk,
baik pada saat musim hujan maupun kemarau.
2. Air tanah dalam merupakan sekumpulan air yang biasanya terletak di antara dua
lapisan yang kedap air. Lapisan di antara dua batuan kedap air disebut akuifer. Jika
air yang terdapat diakuifer itu di bor, dan ternyata keluar pancaran air, itulah yang
dinamakan sumber air artesis.
Gambar 23. Lapisan Air Tanah
doc.Rimbakita.com
3. Laut
Berdasarkan letaknya, lautdibedakan atas:
1. Laut tepi adalah laut yang terletak ditepian benua, seolah-olah terpisah dari lautan
oleh deretan pulau-pulaudan semenanjung. Contohnya, Laut Cina Selatan, Laut
Jepang, dan Laut Bering.
2. Laut tengah adalah laut yang terletak di antara benua-benua. Biasanya merupakan
wilayah laut dalam. Contohnya, Laut Mediteranyang terletak di antara Benua
Eropa, Asia, dan Afrika.
3. Laut pedalaman adalah laut yangterletak di tengah-tengah benua, atau hampir
seluruhnya dikelilingidaratan. Contohnya, Laut Hitam, Laut Kaspia, Laut Baltik,
dan LautMati.
43
Zona litoral merupakan wilayah laut yang terletak di antara pasang surut dan
pasang naik. Zona ini kering pada saat air laut mengalami pasang surut, tetapi
tergenang ketika pasang naik. Jadi, batas wilayahnya tidak nyata. Olehkarena itu, zona
litoral sering pula dinamakan zona pasang- surut.
a. Zona neritik merupakan wilayah laut yang terletak mulai batas pasang surutterluar
sampai kedalaman 200 meter. Wilayah ini sangat penting sebab potensi ikan laut
yang banyak.
b. Zona batial merupakan wilayah laut dalam. Kedalamannya lebih dari 200meter
sampai 2.000 meter.
c. Zona abisal merupakan wilayah laut dasar samudera. Kedalaman zona inilebih
2.000 meter.
Gambar 24. Zona Laut
doc. Zenius education
Berdasarkan pemanfaatan potensinyasecara ekonomi, laut dibedakan atas:
a. Laut teritorial merupakan wilayah lautyang diukur sejauh 12 mil dari garis dasar.
Garis dasar adalah suatu garis yang ditarik dari titik-titik terluar suatupulau. Secara
politis, laut teritorial merupakan laut yang berada dalam kedaulatan penuh dari
negara yang bersangkutan.
b. Landas Kontinen merupakan bataswilayah laut yang secara fisik masihmerupakan
kelanjutan dari benua (kontinen). Batas landas kontinen diukur dari garis dasar ke
arah laut dengan jarak paling jauh 200 mil.
44
AYO, KITA DISKUSIKAN!
ERUPSI GUNUNG API
Tujuan Pembelajaran
• Peserta didik mampu mensimulasikan terjadinya eurpsi gunung berapi
Ayo Lakukan!
Bersama dengan kelompokmu, lakukanlah simulasi terjadinya erupsi
gunung api!
Alat dan Bahan
Ayo bereksperimen !
Gunakanlah alat dan bahan dibawah ini untuk melakukan simulasi
erupsi gunung berapi!
ALAT DAN BAHAN
1. Bubur kertas dan lem kayu/lem kanji
2. Papan triplek 50x50 cm
3. Baskom
4. Cuka makan
5. Soda kue
6. Detergen
7. Pewarna kuning atau merah
8. Cat air warna hijau, kuning,, dan cokelat
45