Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Unit Modul
Merancang
Pembelajaran PAUD
2 (Modul Ajar)
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Profil Pelatih
Nama :
Tempat Tanggal Lahir :
Instansi tempat bertugas :
Pengalaman (terkait PAUD) :
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Tujuan
• Peserta dapat merancang kegiatan dan mengaitkannya
dengan Tujuan Kegiatan yang kontekstual
• Peserta dapat mengembangkan rencana kegiatan dari sumber
ide cerita sesuai minat anak didik
• Peserta dapat membuat asesmen otentik sebagai bagian dari
proses pembelajaran
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Cek kesiapan diri
• Apakah anda sudah mempelajari Buku Panduan Guru,
khususnya yang berjudul Pengembangan Pembelajaran di
PAUD ?
• Sudahkah memiliki Tujuan Pembelajaran sesuai karakteristik
Satuan PAUD ?
• Sudahkan memiliki Tujuan Kegiatan sesuai kondisi kelas ?
• Sudahkah anda mengunduh lembar refleksi diri, lembar kerja
dan lembar latihan ?
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Mulai Dari
Diri
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Isilah lembar Refleksi Diri !
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Diskusi yuk !
• Bagaimana pengalaman anda membuat Rencana Pembelajaran
(RPP) ?
• Apakah sudah dikaitkan dengan Tujuan Kegiatan ? Apakah sudah
mempertimbangkan minat dan kebutuhan anak yang berbeda-beda
?
• Bagaimana pengalaman anda melakukan penilaian ?
Tuliskan jawaban di room chat atau klik raise hand
agar dapat menyampaikan jawaban secara langsung !
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Ayo kita pahami lagi !
Sumber : Buku Pengembangan Pembelajaran Untuk PAUD
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Merancang
Pembelajaran
Eksplorasi Konsep 1
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Mengapa rencana pembelajaran dikaitkan dengan tujuan
kegiatan ?
Rencana pembelajaran yang dikaitkan dengan tujuan kegiatan dimaknai
sebagai upaya pendidik untuk memfasilitasi tercapainya tujuan
pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan anak didik di kelas.
Guru dapat memilih membuat rencana pembelajaran harian atau
mingguan dengan mempertimbangkan situasi dan kebutuhan kelas.
Jika dalam sekolah ada beberapa kelas, apakah semua kelas
harus sama pilihannya dalam membuat rencana pembelajaran ?
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Mengapa dalam merancang pembelajaran harus
mempertimbangkan situasi dan kebutuhan kelas ?
Apakah anak-anak di
kelas
• memiliki karakteristik
yang sama ?
• memiliki kemampuan
yang sama ?
• berminat/tertarik pada
hal yang sama ?
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Ayo pahami lagi !
Prinsip Pembelajaran Pada PAUD
1 Pembelajaran dirancang dengan
mempertimbangkan tahap
perkembangan dan tingkat
pencapaian peserta didik saat ini,
sesuai kebutuhan belajar, serta
mencerminkan karakteristik dan
perkembangan yang beragam
sehingga pembelajaran menjadi
bermakna dan menyenangkan.
Sumber Foto :
PAUD Sai Prema Kumara - Bali
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Pembelajaran dirancang dan
2 dilaksanakan untuk membangun
kapasitas dan untuk menjadi
pembelajaran sepanjang hayat.
Sumber Foto :
PAUD Sai Prema Kumara - Bali
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Proses pembelajaran mendukung perkembangan kompetensi dan
3 karakter peserta didik secara holistik.
Sumber Foto :
PAUD Sai Prema Kumara - Bali
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
4 Pembelajaran yang relevan, yaitu pembelajaran yang dirancang
sesuai konteks, lingkungan, dan budaya peserta didik, serta
melibatkan orang tua dan masyarakat sebagai mitra
Sumber Foto :
PAUD Sai Prema Kumara - Bali
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Pembelajaran berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan
5
Sumber Foto :
Buku Panduan Guru PAUD –
Projek Pelajar Pancasila
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Alur Pembelajaran di kelas
Sumber : Buku Pengembangan Pembelajaran Untuk PAUD
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Apa saja yang harus diperhatikan dalam merancang
pembelajaran ?
1. Tujuan kegiatan yang telah dibuat dengan mempertimbangkan
kebutuhan anak didik.
2. Ketertarikan/minat anak sebagai pertimbangan memilih topik
pembelajaran.
Topik pembelajaran dapat diambil dari Kurikulum Operasional Sekolah atau
mengembangkan sendiri jika dibutuhkan.
3. Sumber ide cerita sesuai topik pembelajaran sebagai inspirasi dalam
merancang ragam kegiatan yang bermakna dan menyenangkan.
4. Media belajar yang memanfaatkan benda, bahan dan alat yang mudah
ditemukan di sekitar.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Alur pengembangan rencana pembelajaran
Peta konsep Tujuan
dari sumber Kegiatan
ide kegiatan
Kebutuhan
Topik anak Rencana Rencana Pelaksanaan
pembelajaran kegiatan Pembelajaran (RPP)
Asesmen harian atau mingguan
Modul Ajar
Minat anak
Proses
Pembelajaran
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Bagaimana mengaitkan topik pembelajaran, sumber ide
cerita dengan minat anak ?
Minat anak dapat diketahui dengan cara :
• mengamati apa yang sedang dilakukan anak,
• cara anak berinteraksi dengan orang lain atau objek di sekitar
• celotehan anak
Biasanya terjadi saat kegiatan berlangsung seperti kegiatan main, diskusi, membacakan cerita, atau
beraktivitas di lingkungan sekitar.
Minat/ketertarikan anak dapat menjadi inspirasi bagi guru dalam menentukan topik pembelajaran
dan ide cerita yang sesuai.
Sumber ide cerita dapat berupa : Buku cerita (cetak maupun digital), video, diskusi dengan anak,
aktivitas bersama anak
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Contoh mengaitkan minat anak dengan topik pembelajaran dan sumber ide cerita
Langkah 1 : Menangkap ketertarikan anak
Anak-anak TK Bintang berjalan-jalan melewati sungai di Ketertarikan anak dari
dekat sekolah bersama guru. kegiatan jalan-jalan adalah
tentang batu yang ada di
Eti : “Kok banyak batu di pinggir sungai ?” sungai dekat sekolah.
Herman : “Lihat bentuknya beda-beda !” sambil
mengambil beberapa batu.
Adi : “Pak Guru…batu yang di tengah sungai besar-besar
ya”
Didi : “Kenapa kok batu kecil-kecil adanya di pinggir
sungai ya ?”
Eti : “Pak Guru…boleh ya batu-batunya kubawa ke
sekolah ? Mau kukantongin di saku baju !”
”
Guru : “Kalian boleh mengambil batu-batu secukupnya ya
!”
Dewi : “Nggak mau bawa banyak ah….berat !”
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Contoh Kurikulum TK Bintang
Riset, dan Teknologi
Pembelajaran Alokasi Waktu
Langkah 2. Menentukan topik Semester 1
pembelajaran sesuai minat anak
Topik : Semester I :
Guru menganalisa bahwa minat anak •Panca Indera 17 minggu
adalah tentang kondisi sungai di •Syukuran Peringatan HUT RI
dekat sekolah. (Pendekatan projek)
•Makanan dan minuman tradisional sehat
Guru mencari topik yang sesuai minat bergizi
anak di Kurikulum Operasional Sekolah •Festival hasil bumi
(KOS) •Pasar Tradisional
Jika tidak ditemukan topik pembelajaran Semester 2
yang sesuai minat anak pada KOS, maka
guru dapat menentukan topik sendiri. Topik : Semester II :
•Sungai 17 minggu
•Saluran air (pendekatan projek)
•Ramadhan Ceria
•Beduk Masjid
•Pentas Akhirussanah (pendekatan projek)
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Bagaimana mengembangkan konsep yang ditemukan dalam sumber ide cerita
(sesuai topik) menjadi rencana pembelajaran ?
Memilih sumber ide cerita sesuai minat anak
Membuat peta konsep dari cerita Tujuan Kegiatan
RPP / Modul Ajar
Mengembangkan konsep menjadi ragam ide
kegiatan main
Menggunakan media belajar dari benda, bahan dan
alat di sekitar yang mendukung munculnya konsep
Membuat pertanyaan pemantik sesuai rencana
kegiatan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Langkah 1. Memilih sumber ide cerita
Sumber : Buku Panduan Guru – Elemen Dasar-dasar Literasi dan STEAM
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Langkah 2. Membuat peta konsep
Sumber : Buku Panduan Guru – Elemen Dasar-dasar Literasi dan STEAM
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Contoh peta konsep cerita Batu dan Bambu
Sumber : Buku Panduan Guru – Elemen Dasar-dasar Literasi dan STEAM
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Contoh peta konsep yang terinspirasi dari aktivitas bersama anak
Anak-anak TK Bintang berjalan-jalan melewati Konsep yang ditemukan dari
sungai di dekat sekolah bersama guru. aktivitas bersama anak
(berdasarkan pengamatan
Eti : “Kok banyak batu di pinggir sungai ?” guru) :
Herman : “Lihat bentuknya beda-beda !” sambil • Bilangan : banyak sedikit
mengambil beberapa batu. “Ada yang bundar, ada • Bentuk batu
yang lancip !” • Ukuran batu
Adi : “Pak Guru…batu yang di tengah sungai • Berat batu
besar-besar ya” • Tekstur batu
Didi : “Eh…batu yang ini halus lho !” • Letak batu di sungai
Eti : “Pak Guru…boleh ya batu-batunya kubawa • Cara membawa batu
ke sekolah ? Mau kukantongin di saku baju !” • Wadah untuk membawa
Guru : “Kalian boleh mengambil batu-batu
secukupnya ya !” batu
Dewi : “Nggak mau bawa banyak ah….berat ! “
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Contoh peta konsep terinspirasi dari aktivitas bersama anak
besar Tak kotak
beraturan
sedang bundar
Bentuk banyak
kasar kecil Ukuran Bilangan sedikit
permukaan bentuk 1 – 20 (sesuai kemampuan anak)
halus Tekstur Batu di berat
sungai ringan
Berat
Membawa batu
batu
lunak kepadatan
posisi Wadah bahan
Cara bentuk
keras pakai alat
pinggir tengah
tanpa alat
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Langkah 3. Mengembangkan konsep menjadi ragam ide kegiatan main
Tujuan KEGIATAN : Mengacu pada Tujuan Pembelajaran
• Menjaga kebersihan lingkungan alam
• Beraktivitas fisik di alam
• Mengenal ekspresi emosi
• Mengenal keaksaraan awal
• Mengamati lingkungan alam di sekitar sekolah
• Mengeksplorasi bahan alam yang ada di sekitar sekolah
• Melakukan uji coba terhadap bahan alam yang ada di sekitar sekolah
Contoh ragam kegiatan main yang dikembangkan dari peta konsep cerita Batu dan Bambu
1. Menggelindingkan benda.
Kegiatan ini akan mengajak anak mengeksplorasi benda - benda di sekitarnya yang dapat menggelinding.
Konsep yang mungkin muncul pada kegiatan ini :
• Saat mengamati benda - benda disekitarnya anak melihat bentuk - bentuk 3 dimensi
• Anak mencoba untuk menggelindingkan berbagai benda di bidang datar anak akan mengamati gerakan
menggelinding yang terjadi pada benda.
• Anak mencoba menggelindingkan benda lebih cepat di bidang miring.
Sumber : Buku Panduan Guru – Elemen Dasar-dasar Literasi dan STEAM
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
2. Melukis wajah batu.
Kegiatan ini akan mengajak anak untuk melukis pola wajah pada batu menggunakan bahan - bahan yang tersedia di
sekitarnya.
Konsep yang mungkin muncul pada kegiatan ini :
• Anak mengamati batu tersebut seperti bentuk, ukuran, warna, dan teksturnya.
• Anak akan mencoba berbagai alat di sekitarnya, seperti pensil, cat warna, spidol, pensil, dll.
• Anak mengamati bagaimana ekspresi emosi dari tokoh yang terdapat dalam cerita.
• Anak menghasilkan warna yang diinginkan dengan mengeksplorasi campuran warna yang digunakan.
• Anak melakukan gerakan-gerakan menggunakan batu.
3. Membuat bentuk huruf b,p,d,q.
Kegiatan ini mengajak anak untuk menyusun benda-benda di sekitar berbentuk mirip huruf.
Konsep yang mungkin muncul pada kegiatan ini :
• Aanak mengamati berbagai bentuk huruf pada kartu huruf dan berbagai bentuk benda.
• Anak mencoba membuat bentuk huruf menggunakan media dari benda-benda di sekitar.
4. Membuat gasing.
Kegiatan ini mengajak anak untuk mengeksplorasi benda disekitarnya sehingga dapat berputar seperti gasing.
Konsep yang mungkin muncul pada kegiatan ini :
• anak mengamati bentuk benda di sekitarnya.
• anak mencoba berbagai cara membuat benda berputar.
• anak membandingkan putaran setiap benda yang diputarnya.
• anak mencoba membuat benda berputar lebih cepat.
• anak memutar dua benda bersamaan, lalu membandingkan mana yang lebih lama berputar.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Langkah 4. Menggunakan benda, bahan dan alat yang mudah ditemukan di sekitar sebagai
media belajar
Rencana Kegiatan Benda, alat dan bahan
Menggelindingkan batu
• Benda-benda berbentuk bulat, kubus, balok : batu, bola,
biji-bijian, kelereng, balok kayu, kardus, dan lain-lain.
• Benda-benda yang dapat digunakan sebagai bidang miring
: papan kayu, paralon, belahan bambu, potongan kardus
tebal.
Melukis batu • Batu berbagai ukuran
Membuat huruf b, d, p, q. • Alat pewarna (cat, krayon, pensil warna, kapur tulis), kuas,
Membuat gasing
mangkok.
• Batu kerikil, tutup botol mineral, kancing, biji-bijian, ranting
kayu, sedotan, lidi.
• Kertas yang bertuliskan huruf b, d, p, q.
• Kertas kosong dan alat tulis
• Benda-benda berbentuk bulat, kubus, balok : batu, bola,
biji-bijian, kelereng, kayu, CD, potongan kardus, kardus
• Benda yang dapat menjadi poros : spidol, pensil, pasak
kayu, dll
• Alat : Gunting, Selotip bening, Alat tulis.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Langkah 5. Membuat pertanyaan pemantik terkait rencana kegiatan
Pertanyaan terbuka dan HOTs (berpikir aras tinggi) yang disampaikan guru akan mendorong
anak terbiasa diajak untuk berpikir, menganalisa, dan menciptakan sesuatu yang baru.
Respon anak setelah diberi pertanyaan terbuka dan HOTS beragam dan dapat diamati dari :
• Perilaku
• Celoteh
• Ekspresi
• Hasil karya
• dll
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Contoh pertanyaan pemantik dari rencana kegiatan yang terinspirasi dari cerita Batu dan Bambu
Rencana Kegiatan Pertanyaan Pemantik
Menggelindingkan batu • Benda apa saja yang bisa menggelinding ?
Melukis batu • Tapi sepertinya balok dan daun tidak bisa menggelinding ya ? Kira-kira apa sebabnya ya ?
Membuat huruf b, d, p, q. • Bagaimana ya caranya agar benda-benda itu menggelinding lebih cepat ?
Membuat gasing • Ada benda yang menggelinding cepat dan ada yang lambat. Kira-kira mengapa ya ?
• Apa yang kamu butuhkan untuk melukis wajah pada batu?
• Ada bagian wajah apa saja di batu yang kamu lukis?
• Apa ekspresi wajah batu yang kamu lukis ?
• Bisa kamu ceritakan mengapa wajah batunya berekspresi seperti itu?
• Di cerita batu dan bambu tadi ,apa yang terjadi saat mereka menari - nari yah?
• Bagaimana cara membuat bentuk seperti huruf tadi dengan alat dan bahan yang kita miliki?
• Apakah kamu ingin mencoba membuat bentuk huruf dari sebuah kata ? Apa kata yang paling
kamu ingat ?
• Bagaimana caranya agar benda-benda ini bisa berputar ?
• Apakah ada cara lain untuk memutarnya ?
Bagaimana caranya agar gasing berputar lebih lama ?
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Langkah 6. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
• Ragam rencana kegiatan yang Ingat !
dikembangkan dari peta konsep dapat • Format RPP/Modul Ajar
menjadi Kegiatan Inti pada RPP
menyesuaikan kebutuhan
• Kegiatan pembuka berisi kegiatan yang satuan PAUD
dapat membuat suasana kelas jadi • RPP dapat dibuat harian atau
menyenangkan dan nyaman. Kegiatan mingguan
pembuka disesuaikan dengan topik dan
kebutuhan anak. Prinsipnya adalah bahwa dokumen
perencanaan tidak membebani pendidik
• Kegiatan penutup berisi kegiatan yang
mengajak anak menguatkan secara administratif, tetapi perlu ada
pengalaman selama pembelajaran. sebagai bagian dari dokumentasi
RPP dapat kembangkan menjadi Modul Ajar pembelajaran dan sekaligus sebagai acuan
dalam melakukan refleksi dan asesmen
harian.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP)
A. Identitas D. Kegiatan pembelajaran
• Nama Satuan PAUD • Pembuka
• Kelompok usia • Inti
• Tema/topik • Penutup
• Semester/Tahun Ajaran E. Refleksi anak didik dan guru
B. Tujuan Kegiatan Lampiran : peta konsep dari
C. Alat dan bahan sumber ide cerita
• Sumber ide cerita
• Benda/bahan
• Alat
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, C. Lampiran
Riset, dan Teknologi
• Referensi bahan
Komponen Modul Ajar
bacaan guru dan siswa
A. Informasi umum
• Identitas • Glossarium
• Kompetensi awal
• Peta konsep • Daftar pustaka
• Sarana dan prasarana
B. Komponen inti
• Tujuan kegiatan
• Pemahaman bermakna
• Pertanyaan pemantik
• Kegiatan pembelajaran
• Asesmen
• Refleksi siswa dan guru
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Refleksi anak didik dan guru
Refleksi anak didik dan guru pada RPP/Modul Ajar merupakan bagian
dari evaluasi pembelajaran yang menunjukkan kesinambungan
proses pembelajaran dengan asesmen.
Pada RPP dan modul ajar dapat dicantumkan pada bagian akhir
berupa pertanyaan pemantik untuk anak.
Pertanyaan tersebut menjadi pijakan bagi guru melakukan refleksi
pada akhir pembelajaran.
Contoh :
• Apa kegiatan yang paling disukai ?
• Apa kegiatan yang akan dilanjutkan esok hari ?
• Apa saja yang ingin ditambahkan jika ingin melanjutkan kegiatan
esok hari ?
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Contoh RPP dan Modul Ajar
Dapat diunduh melalui tautan berikut (akan dibagikan di room
chat)
https://drive.google.com/drive/folders/14v9o0N5K-cbiqaiMOx3TZ
izC1z-1QqDn
https://drive.google.com/drive/folders/1wJPStFg6NEbuVSz8OCL
l62IumwTm5zIH
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Ruang
Kolaborasi
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Diskusi dan Latihan
Setiap kelompok terdiri dari 4 – 5 orang.
Setiap kelompok berdiskusi dan berlatih :
• Membuat peta konsep
• Membuat rancangan kegiatan
Diskusi dan latihan dilakukan dalam Break Out Room.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Refleksi
Terbimbing
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Ayo diskusikan !
• Apa tantangan terbesar dalam membuat rencana kegiatan dari
sumber ide cerita ?
• Apakah rencana kegiatan yang dibuat sudah beragam dan
memenuhi kebutuhan anak di kelas ?
• Apakah benda, alat dan bahan yang dipilih dapat mendukung
tercapainya tujuan kegiatan ?
• Apa saja yang perlu ditambahkan agar rencana kegiatan
menjadi RPP ataupun Modul Ajar ?
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Elaborasi
Pemahaman
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Studi Kasus
Analisa setiap kasus dan jawablah pertanyaan-pertanyaan di
bawahnya !
Jawaban dapat dituliskan di room chat atau disampaikan secara
langsung.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Kasus 1
Bu Ina sudah menyiapkan ragam kegiatan main hari ini : menumpuk batu, menimbang batu,
memasukkan batu ke dalam air, melukis batu, membuat wadah untuk batu.
Saat anak-anak bermain, Bu Ina mengamati ada ragam kegiatan main yang sangat diminati dan
kurang diminati anak.
Pada kegiatan memasukkan batu ke air, banyak anak yang bermain disitu dan nyaris tidak mau beralih
ke kegiatan main lainnya. Bahkan ada anak yang berebut untuk memasukkan batu dan benda-benda
ke dalam air.
Sementara itu kegiatan melukis batu hanya sedikit anak yang berminat dan itupun tidak lama.
Apa yang ditangkap Bu Ina dari proses pembelajaran tersebut ?
Apa yang dapat dilakukan Bu Ina untuk dapat memfasilitasi minat anak ?
Apakah memungkinkan Bu Ina merubah RPP yang sudah dibuat sebelumnya ?
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Kasus 2
Pak Wayan sudah menyiapkan ragam kegiatan main hari itu : menumpuk batu, menimbang batu, memasukkan
batu ke dalam air, melukis batu.
Pak Wayan mengamati pada kegiatan menumpuk batu, ada anak meletakkan sebuah papan kayu di atas
tumpukan batu, sehingga membentuk bidang miring. Anak tersebut lalu menggelindingkan batu dan benda-benda
yang disediakan. Anak-anak lain juga mengikutinya. Anak-anak antusias menggelindingkan berbagai benda pada
papan. Bahkan anak lain pun juga membuat bidang miring dari pipa paralon.
Apa yang ditangkap Pak Wayan dari proses pembelajaran tersebut ?
Apa yang dapat dilakukan Pak Wayan untuk dapat memfasilitasi minat anak ?
Apakah memungkinkan Pak Wayan merubah RPP yang sudah dibuat sebelumnya ?
Jika anak masih berminat meneruskan kegiatan yang sama untuk esok hari, apa yang dapat guru lakukan agar
dapat memunculkan tantangan baru pada kegiatan tersebut ?
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Ingatlah bahwa rancangan atau perencanaan itu
hanyalah RENCANA !
Dalam implementasinya, rencana yang telah dirancang pendidik
dapat saja berubah untuk mengakomodasi minat, ide, dan suara
anak.
Apabila topik perlu berubah untuk mengakomodasi minat, ide,
dan suara anak maka tetap dapat mencapai tujuan
pembelajaran. Perubahan topik ini dapat dicatat dalam asesmen
harian.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Rencana awal Kenyataan
Tujuan Kegiatan : Tidak banyak anak mengamati
Menunjukkan perilaku menjaga kelestarian alam sampah, mereka malah tertarik
Mengeksplorasi dan bereksperimen dengan material alam atau material/ peralatan mengamati tanaman yang ada yang
buatan manusia, ada di sekitar pantai
Topik:
Sampah plastik
Rencana Kegiatan:
Guru mengajak anak mengamati sampah-sampah plastik yang ada di pesisir kampung
nelayan.
Guru mengajak anak untuk memunguti sampah plastik
Perubahan rencana (akomodasi minat anak)
Tujuan Kegiatan :
Menunjukkan perilaku menjaga kelestarian alam
Mengeksplorasi dan bereksperimen dengan material alam atau material/ peralatan buatan manusia,
Topik :
Tanaman di sekitar pantai
Rencana kegiatan:
Guru mengajak anak untuk mengamati berbagai jenis tanaman yang ada di pantai.
Guru dan anak berdiskusi tentang tanaman di sekitar pantai(misal jenis, tekstur, ukuran dan cara menjaga tanaman)
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Asesmen
Otentik
Eksplorasi Konsep 2
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Prinsip Asesmen di PAUD
1. Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran,
memfasilitasi pembelajaran, dan menyediakan informasi yang holistik
sebagai umpan balik untuk guru, peserta didik, dan orangtua, agar dapat
memandu mereka dalam menemukan strategi pembelajaran selanjutnya.
2. Asesmen dirancang dan dilakukan sesuai dengan fungsi asesmen dengan
keleluasaan agar dapat menentukan teknik dan waktu pelaksanaan asesmen
sehingga tujuan pembelajaran menjadi efektif.