The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by dharma.uyab25, 2022-05-21 23:41:06

1. Final Upaweda

1. Final Upaweda

Modul Ajar Hindu Kelas VII
Upaweda

Sumber gambar:
Pande Putu Artha Dharsana.

MODUL AJAR PENDI DI KAN AGAMA HI NDU DAN BUDI PEKERTI

1

Upaweda Kelas 7

ALOKASI WAKTU 6X
PERTEMUAN/ 12 JP

H I N. I GUSTI AGUNG
M ADE SWEBAWA

Pemetaan Jam Pelajaran

No Capaian Pembelajaran(CP) Jumlah JP Jumlah JP Asesmen Jumlah JP Jumalah
Formatif Sumatif Pertemuan

1 Memahami Upaweda sebagai tuntunan hidup. 12 2 14 7

2 Memahami atman sebagai sumber hidup. 10 2 12 6
10 22 14 7
3 Memahami ajaran Tri Hita Karana untuk 12 2 14 7
mencapai kebahagiaan hidup. 14 22 18 9
58 10 4 72 36
4 Memahami bentuk dan fungsi upakara dalam
Agama Hindu.

5 Memahami peninggalan sejarah Hindu di
Indonesia.

Total

Alur Tujuan Pembelajaran Fase B Elemen Akidah

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN FASE D
ELEMEN KITAB SUCI

KELAS 7

7.1.1. Peserta didik mengumpulkan informasi dari referensi yang ada baik di perpustakaan, internet, dan sumber lain untuk
menjelaskan pengertian dari upaweda dengan benar.

7.1.2. Peserta didik membaca śloka suci Weda yang disajikan oleh guru dan mendiskusikan bersama kelompoknya dengan
memperhatikan hal-hal kontekstual pada informasi yang telah dikumpulkan sebelumnya serta membuat ringkasan dari
hasil diskusi tersebut agar dapat menyebutkan dan menjelaskan bagian-bagian upaweda secara sistematis.

7.1.3. Peserta didik membuat infografik terkait materi Upaweda dengan bahan-bahan yang sudah dikumpulkan sebelumnya atau dengan cara
browsing di internet untuk menjelaskan kedudukan upaweda dalam Weda secara hirarkis.

7.1.4. Peserta didik mengumpulkan portofolio dari tugas-tugas yang sudah dibuat dan membuatnya menjadi menjadi sebuah presentasi menarik
terkait ajaran upaweda agar nantinya termotivasi untuk mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-

hari.(Durasi 6 Pekan 12 Jam Pembelajaran)

Kata Kunci: Upaweda sebagai tuntunan hidup
Pertanyaan Inti (essensial question)
o Mengapa perlu ada kitab Upaweda?
o Apa yang bisa kalian lakukan setelah mengetahui kita Upaweda? Dan bagaimana caranya?
o Mengapa perlu ada kitab Upaweda? Apa tujuan adanya kitab Upaweda?

HIN. D. IS. 7. 1
MODUL AJAR

UPAWEDA SEBAGAI TUNTUNAN HIDUP

1 1
I GUSTI AGUNG MADE
TUJUAN PEMBELAJARAN.
SWEBAWA HI N.D.
ASAL SEKOLAH: 7.1.1 Peserta didik dapat menjelaskan Pengertian
SMP BRITISH SCHOOL
dari Upaweda dengan benar;
JAKARTA 7.1.2 Peserta didik dapat menyebutkan dan

MATA PELAJARAN: menjelaskan bagian-bagian Upaweda
PENDIDIKAN AGAMA HINDU secara sistematis;
7.1.3. Peserta didik dapat menjelaskan
kedudukan Upaweda dalam Weda secara
hirarkis;
7.1.4. Peserta didik dapat mengimpelementasikannya
dalam kehidupan sehari-hari.

Profil Pelajar Pancasila

Peserta didik menjadi pribadi yang beriman,
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan
berakhlak mulia (Mengenali unsur-unsur utama
agama/kepercayaan (simbol-simbol keagamaan dan
sejarah agama/ kepercayaan, Membiasakan
melakukan refleksi tentang pentingnya bersikap
jujur dan berani menyampaikan kebenaran atau
fakta ) serta menjadi pribadi yang bergotong royong
dan bernalar kritis.

Tahapan dalam Modul Ajar

01 02 03 04

Pengertian Upaweda Bagian-bagian Upaweda Kedudukan Upaweda dalam Mengimpelementasikan
v Melantumkan sloka v menyebutkan bagian- Weda Upaweda dalam kehidupan
v mbaaginiaknaUrtpuaawceadka: v membuat bagan sehari-hari
Manawa Dharma v Menguraikan Weda
Sastra, II.10. Mencocokan Angka kodifikasi Weda untuk
v MMaenntaewrjaemDahhakrmana sloka dengan kartu yang menentukan kedudukan khususnya Upaweda
Sastra, II.10. berisi tulisan bagian- Upaweda dalam Weda sebagai pedoman
v Mendiskusikan bagian Ramayana dan v Berdiskusi tentang dalam kehidupan
pengertian Manawa atau Mahabharata kedudukan Upaweda sehari-hari
v MDheamrmbuaaSt kaesstriam.pulan v Menjelaskan arti dalam Weda v Menerapkan Upaweda
tentang pengertian masing-masing bagian v Membuat kesimpulan dalam kehidupan
Upaweda Upaweda tentang kedudukan sehari-hari.
Durasi 1 pekan: 2JP v Myaennggaudraaikdaanlacmerita Upaweda dalam weda v Membuat poster yang
Upaweda berisi ajakan untuk
v Bermain peran dalam Durasi 1 pekan: 2JP menerapkan ajaran
cerita yang ada dalam Weda
Upaweda Durasi 1 pekan: 2JP

Durasi 3 pekan: 6JP

Sarana Prasarana 6 Sundara Kanda
Ayodhya Kanda
o Laptop/ computer, 2
5 Bala Kanda
◦ Ruang kelas dengan pengaturan 3 Kiskinda Kanda
tempat duduk untuk kelompok kecil 7
4 Uttara Kanda
◦ Catatan: Guru dapat menggunakan Aranyaka Kanda
alat dan bahan yang mudah 1
didapat dan murah untuk membuat Yudha Kanda

◦ kartu permainan

Target dan Jumlah Peserta Didik serta Ketersediaan Materi

Tar get Jumlah Peserta Ketersediaan
Perangkat ajar ini Didik Materi
dapat digunakan
guru untuk Maksimum 32 o PsmpsptbaAiuieekeenselltnnsrwtgitipteegjvogaerermiadinttln:ayaaeaeYcass,mtAadaaiaupfinand/tna,ahiTtukiuauaInDymkntaAuinKkg
mengajar: peserta didik per o
Peserta didik kelas
reguler/tipikal

konsep: YA / TIDAK

Moda Pembelajaran, Materi Ajar, Alat dan Bahan

Alat dan Bahan Moda Pembelajaran
q Teks Manawa Dharma Sastra,II.10. Paduan Tatap Muka dan
q Matching Card (Kartu Pasangan, Daring (Blended
kartu angka 7 atau 18, kartu berisi Learning)
bagia-bagian Ramayana atau Sumber Belajar Utama
q KbpmMeeeearkmnthaagbassgebdlhuhaavnajnsaar/raskkapateaninrd)tmotauelsankwtkbnueauokrralnoaamgmiaa/iknttacefohurtramsasi q I Gusti Agung Made
uCnotmumk peenmt belajaran Poster
q HGaunndtionugt/ wpeonrdgsgqauraisre Swebawa, Buku Siswa
q PAH dan BP untuk Kelas
7 SMP, Kemdikbud,
Biaya 2021.
Disesuaikan dengan q Buku sumber lain yang
ketersediaan. Guru dapat relevan
membuat kartu dan
lembar kerja
menggunakan fasilitas
dalam jaringan atau
kertas bekas

Kegiatan Pembelajaran Utama

Pengatauran Peserta Didik Model Pembelajaran
qqKmMIeneegqttuihoaiodrtdeya)/inldUmisPticaaeohmmv(esbracyieellneataijrfaincrianng
q Individu
q BBeerrkpealsoamnpgoakn q Berbasi Proyek
q q Berbasis masalah (PBL)
q Dan lain-lain.
Sesuaikan dengan kebutuhan
Sesuaikan dengan kebutuhan

Bagaimana guru Asesmen
menilai ketercapaian
tujuan pembelajaran? Jenis Asesmen
o Asesmen Individu o Performa
o Asesmen Kelompok o Tertulis

MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA Sumber gambar: Pande Putu Artha Dharsana.
HINDU

KELAS 7
PERTEMUAN

1

Per t em uan Persiapan Pembelajaran
1 / 7.1.1 Pertemuan 1 (7.1.1)

30 20 30 20
menit menit menit menit

Membaca: Sloka Menyiapkan Menyiapkan Menyiapkan
Manawa Dharma Alat dan bahan yang Lembar Kerja Ruang kelas
Sastra, II.10., digunakan dalam Peserta didik (LKPD) dengan
Materi tentang pembelajaran seperti baik Individual pengaturan
pengertian Upaweda kertas karton maupun kelompok kelompok kecil
berwarna, spedol,
penggaris, gunting,

EsSmasi waktu persiapan 100 menit

Bagaimana analogi Weda adalah sumber kebenaran dalam ajaran agama Hindu. Dari Weda
kitab suci Weda? menetes in6sari kebenaran ajaran agama Hindu. Weda dijadikan pedoman
oleh umat hindu di dalam menjalankan kehidupannya.
Mengapa perlu ada bahwa semua ajaran agama Hindu bersumber dari Weda. Dalam bentuk
kitab suci dan pelaksanaannya sering dijumpai perbedaan, namun semuanya itu tetap
dijiwai oleh kitab suci Weda.
menjadi pedoman
hidup dan Weda Manava Dharmasastra Bab II.10
sebagai sumber
kebenaran(dharma)? “Šru6s tu vedo vijñeyo dharmasãstram tu vai smr6h te sarvãrthesva
mimãmsye tãbhyãm dharmo hi nirbabhau”
Pertanyaan kunci
Yang dimaksud dengan Sru6, ialah Weda dan dengan Smr6 adalah
Dharmasastra, kedua macam pustaka suci ini tak boleh diragukan
kebenaran ajarannya, karena keduanya itulah sumber dharma.

Dengan mengama6 Sloka di atas, akan menambah keyakinan bahwa Weda
Sru6 maupun Weda Smr6 6dak boleh diragukan ajarannya. Kedua kitab
tersebut merupakan sumber dari ajaran dharma atau kebenaran dan dapat
dijadikan sebagai pedoman dan tuntunan dalam kehidupan beragama.

Pertanyaan Peman>k

Bagaimana analogi kitab suci Weda?
Mengapa perlu ada kitab suci Weda? Mengapa Weda
menjadi pedoman hidup? Dan mengapa Weda sebagai
sumber kebenaran?

Tips untuk guru

qGuru dapat memandu diskusi dengan pertanyaan berikut: Bagaimana analogi Weda? Ceritakan secara singkat
pengalamanmu dari membaca turunnya weda!?

qGuru tidak perlu membenarkan apalagi menyalahkan jawaban peserta didik. Apabila ada yang perlu diluruskan
pemahaman peserta didik dapat diluruskan dengan penguatan dalam bentuk pertanyaan “menurutmu,
Perlukah ada kitab suci Weda? Mengapa? Weda sebagai sumber kebenaran atau Dharma, mengapa Weda
sebagai pedoman hidup? tahukah kalian Upaweda bagian dari Weda Smrti? Dan tahukah kalian bahwa baik
weda sruti maupun weda smrti tidak dapat diragukan kebenarannya?

Indikator Keberasilan
§ Peserta didik dapat menelaskan analogi Weda,
§ Peserta didik dapat menjelaskan Weda sebagai sumber kebenaran,
§ Peserta didik dapat menjelaskan Weda sebagai pedoman hidup,
§ Peserta didik dapat menjelaskan hubungan Upaweda dengan weda smrti,
§ Peserta didik dapat menjelaskan Sloka Manawa Dharma Sastra, II. 10.
§ Peserta didik dapat menjelaskan pengertia Upaweda.

Metode: Inquiry/discovery learning

Bagaimana analogi kitab suci Weda?
Mengapa perlu ada kitab suci Weda? Mengapa Weda menjadi pedoman hidup?
Dan mengapa Weda sebagai sumber kebenaran?

Pertanyaan kunci
Pendidik Bersama peserta didik membuka kegiatan dengan doa, dilanjutkan guru mengecek

kehadiran dan kesiapan peserta didik untuk melaksanakan proses pembelajaran.

Apersepsi

1 a. Pendidik melakukan apersepsi dengan bertanya, “Anak-Anak, tahukah kalian kitab Upaweda
bagian dari kitab suci Weda?”

b. Peserta didik menjawab pertanyaan guru,

c. Peserta didik melantumkan sloka Manawa Dharma Sastra, II.10.

Pemantik atau pemanasan.

a. Pendidik bertanya —Anak-Anak, tahukah kalian, bagaimana kitab suci Weda diturunkan?“ dan tahukah kalian

kitab Upaweda bagian dari Weda?

b. Peserta didik menjawab pertanyaan pendidik.

2 c. Pendidik memberikan penguatan dengan strategi analogi makna dari Weda menetes intisari kebenaran agama
Hindu, sehingga Weda sebagai sumber kebenaran dan dijadikan pedoman oleh umat hindu, Upawedapun

merupakan bagian dari Weda yang tidak dapat diragukan kebenarannya.

d. Pendidik memberikan penguatan tentang pengertian Upaweda.

3 Kegiatan Inti.
Peserta didik membentuk kelompok kecil (4-5 orang)
a. Pendidik Bersama peserta didik merumuskan pertanyaan, masalah atau
topik yang akan diselidiki,
b. Peserta didik merencakan prosudur pengumpulan data/informasi yang
berkaitan dengan pengertian Upaweda dari berbagai sumber, dan
menganalisis informasi tersebut,
c. Aktivitas:
o Mengumpulkan data atau informasi dari berbagai sumber yang diperlukan
seperti web: https://hindualukta.blogspot.com/2018/10/pengertian-dan-
bagian-bagian-upaweda.html
o Analisis data/informasi atau hasil melalui diskusi kelompok,
d. Masing-masing kelompok menarik/membuat kesimpulan, dan masing-
masing kelompok mempresentasikan di depan kelas.

4 Kegiatan Penutup.

Refleksi

Peserta didik menerapkan hasil dan mengeksplorasi pertanyaan-pertanyaan lanjutan

untuk dicari jawabannya, Dilanjukan dengan doa penutup.

AKTIVITAS KELOMPOK DAN ASPEK PENILAIAN

AKTIVITAS KELOMPOK ASPEK PENILAIAN
§ Ceritakan pengalamanmu § Keaktifan diskusi
§ Kondribusi dalam
dari membaca buku
turunnya kitab suci Weda kelompok
secara singkat. § Keberanian presentasi
§ Apa isi sloka Manawa § Estetika presentasi
Dharma Sastra, II.10.?
§ Mengapa Upaweda
merupakan bagian dari
Weda?
§ Tulis pengertian Upaweda!

Rubrik penilaian Individu

No CP Indikator Bentuk soal Skor

uraian diperoleh

1 Memahami Upaweda sebagai Peserta didik dapat menceritakan 5-
tuntunan hidup secara singkat turunnya kitab suci
Weda 5-
2 Memahami Upaweda sebagai
tuntunan hidup Peserta didik dapat menjelaskan isi
sloka Manawa Dharma Sastra, I I .10

3 Memahami Upaweda sebagai Peserta didik dapat menjelaskan

tuntunan hidup hubungan Upaweda dengan Weda 5 -

4 Memahami Upaweda sebagai Peserta didik dapat menjelaskan 5 -
20 -
tuntunan hidup pengertian Upaweda

Total skor

Rumus penilaian: !"#$ %&'($#)(* X 100 = Nilai
!"#$ +,"-&+.+

MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA
HINDU

KELAS 7
PERTEMUAN

2

Per t em uan Persiapan Pembelajaran
2 / 7.1.2 Pertemuan 2 (7.1.2)

30 20 30 20
menit Menyiampkeannit menit menit
Alat dan bahan yang
Membaca: kitab digunakan dalam Menyiapkan Menyiapkan
Ramayana pembelajaran seperti Lembar Kerja Ruang kelas
kertas karton Peserta didik (LKPD) dengan
berwarna (untuk baik Individual pengaturan
kartu), spedol, maupun kelompok kelompok kecil
penggaris, gunting,

Estimasi waktu persiapan 100 menit

Apa sajaUbpaagwiaend-abagian Pertanyaan kunci TyaahnugktaehrdkaRaplaiaamtnadkyaiaslanamah-kItiishaahsa

DanmbaasginagimU-mpaaanwsaienpdgeanb?jaeglaiasnan

◦ Pernahkah kalian membaca atau mendengar kisah Mahābhārata dan Rāmāyaṇa? Jika pernah,
pemahaman apa yang sudah kalian miliki? Tahukah kalian jika kisah-kisah tersebut terdapat dalam salah
satu kitab bagian dari Upaweda?

◦ Upaweda terdiri atas tujuh kitab, yaitu I>hasa, Purana, Arthasastra, Ayurweda, Gandharwaweda,
Kamasutra, dan Kitab Agama. Mari kita simak satu persatu dengan saksama.

◦ Kitab Rāmāyaṇa ditulis oleh Maharsi Walmiki. Kitab ini terdiri atas tujuh bagian dan masing-masing
bagian disebut Kanda. Ketujuh bagiannya disebut Sapta Kanda.

◦ Mahābhārata terdiri atas18 bagian dan se>ap bagiannya disebut Parwa. Kedelapan belasnya disebut
Asta Dasa Parwa

Tips untuk guru

qGuru dapat memandu diskusi dengan pertanyaan berikut: apa saja bagian-bagian Upaweda? Dan
Bagaimana kisah-kisah cerita Ramayana? Apakah pesan moral yang terkandung dalam Ramayana?.

qGuru tidak perlu membenarkan apalagi menyalahkan jawaban peserta didik. Apabila ada yang perlu
diluruskan pemahaman peserta didik dapat diluruskan dengan penguatan dalam bentuk pertanyaan
“menurutmu, apa saja bagian-bagian Upaweda?, bagaimana susunan bagaian-bagain Ramayana? Dan
bagaimana kisah masing-masing bagian Ramayana? Dan apa pesan moral yang terkandung dalam
Ramayana.

Indikator Keberasilan
§ Peserta didik dapat menyebutkan bagian-bagian Upaweda,

§ Peserta didik dapat menyebutkan bagian-bagian kitab Ramayana

§ Peserta didik dapat menguraikan isi masing-masing kitab Ramayana,

§ Peserta didik dapat menjelaskan pesan moral yang terkandung dalam kitab Ramayana,

Metode: Inquiry/discovery learning

apa saja bagian-bagian Upaweda? Apa bagian-bagian kitab Ramayana!
Mengapa Ramayana berkembang pesat di Indonesia? Dan dimana Ramayana
berkembang pertama kali? Apa isi kitab Ramayana dan bagaimana pesan
moral yang terdapat dalam kitab Ramayana? Pertanyaan kunci

1 Pendidik Bersama peserta didik membuka kegiatan dengan doa, dilanjutkan guru

mengecek kehadiran dan kesiapan peserta didik untuk melaksanakan proses
pembelajaran.
Apersepsi
a. Pendidik melakukan apersepsi dengan bertanya, “Anak-Anak, mari kita mengamti

penggalan vedio Ramayana.
b. Bagaimana Ramayana bisa berkembang di Indonesia?
c. Peserta didik menjawab pertanyaan guru,

2 Pemantik atau pemanasan.

a. Pendidik bertanya —Anak-Anak, pernahkah kalian menyaksikan tayangan vedio di atas? Termasuk
kelompok apa kitab Ramayana? Tahukah kalian apa pesan moral yang terdapat dalam Ramayana?

b. Peserta didik menjawab pertanyaan pendidik.
c. Pendidik memberikan penguatan atas jawaban yang disampaikan peserta didik.

͗ Kegiatan I nti.
Peserta didik membentuk kelompok kecil (4-5 orang)
a. Guru Bersama peserta didik merumuskan pertanyaan, masalah atau topik yang akan diselidiki,
b. Peserta didik merencakan prosudur pengumpulan data/ informasi yang berkaitan dengan:
o Bagian-bagian Upaweda,
o Bagian-bagian Ramayana
o I si masing-masing bagian Ramayan,
o Pesan moral yang terdapat dalam Ramayana
c. Activities:
o Mengumpulkan data atau informasi dari berbagai sumber yang diperlukan seperti web:
https://brainly.co.id/tugas/13546881
o Analisis data/ informasi atau hasil melalui diskusi kelompok,
d. Masing-masing kelompok menarik/ membuat kesimpulan, dan masing-masing kelompok
mempresentasikan di depan kelas.

4 Kegiatan Penutup.
Refleksi
Peserta didik menerapkan hasil dan mengeksplorasi pertanyaan-pertanyaan lanjutan untuk dicari
jawabannya, Dilanjukan dengan doa penutup.

AKTIVITAS KELOMPOK DAN
ASPEK PENILAIAN

◦ AKTIVITAS KELOMPOK

§ Kerjakan Bersama kelompokmu isi masing-masing Ramayana ASPEK PENILAIAN
secara singkat, § Keaktifan diskusi
§ Kondribusi dalam
§ Cocokanlah kartu di bawah ini dengan kelompokmu sesuai
urutan bagian-bagian Ramayana! kelompok
§ Keberanian presentasi
2 Sundara Kanda § Estetika presentasi
56 Ayodhya Kanda

3 Bala Kanda
71 Kiskinda Kanda

4 Uttara Kanda
Aranyaka Kanda

Yudha Kanda

Rubrik No CP Indikator Bentuk Skor
penilaian soal diperoleh
Individu 1 Memahami Upaweda Peserta didik dapat
sebagai tuntunan hidup menyebutkan bagian-bagian uraian -
Upaweda,
2 Memahami Upaweda Peserta didik dapat 5 -
sebagai tuntunan hidup menyebutkan bagian-bagian
kitab Ramayana secara berurut, 5

3 Memahami Upaweda Peserta didik dapat menulis 5 -
sebagai tuntunan hidup secara singkat isi masing- 5 -
masing kitab Ramayana, 20 -
4 Memahami Upaweda
sebagai tuntunan hidup Peserta didik dapat
menguraikan pesan moral yang
terkandung dalam cerita
Ramayana.

◦ Rumus Penilaian: Total skor

◦ ,-./ 0123/.435 X 100 = Nilai
,-./ 67-81696

MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA
HINDU

KELAS 7
PERTEMUAN

3

Per t em uan Persiapan Pembelajaran
3 / 7.1.3 Pertemuan 1 (7.1.3)

30 20 30 20
menit menit menit menit

Membaca: kitab Menyiapkan Menyiapkan Menyiapkan
Mahabharata Alat dan bahan yang Lembar Kerja Ruang kelas
digunakan dalam Peserta didik (LKPD) dengan
pembelajaran seperti baik Individual pengaturan
kertas karton maupun kelompok kelompok kecil
berwarna, spedol,
penggaris, gunting,

Estimasi waktu persiapan 100 menit

Bagaimana ◦ Mahābhārata terdiri atas18 bagian dan seJap bagiannya
perkembangan kitab disebut Parwa. Kedelapan belasnya disebut Asta Dasa
Parwa.
Mahabharata
sampai ke Indonesia? ◦ Mahabharata pertama kali berkembang di India kemudian
sampai ke Indonesia dan di Indonesia digubah dalam bentuk
Siapa penulis kitab “KEKAWIN” dengan menggunakan Bahasa jawa
Mahabharata? Apa kuno(Bahasa kawi)
pesan moral yang
terdapat pada kitab ◦ InJsari ajaran Mahabharata dapat dikemas menjadi sebuah
buku yang disebut kitab Bhagavadgita yang sering juga
Mahabharata? disebut Weda yang kelima yaitu Pancamaweda.
Pertanyaan kunci
◦ Kitab Mahabharata ditulis oleh Maharsi Wyasa,
Mahabharata juga dijadikan pedoman oleh umat hindu
dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Pertanyaan PemanJk

Bagaimana Mahabharata bisa berkembang sampai ke
Indonesia? Setelah Mahabharata sampai di Indonesia digubah
dalam bentuk apa? Dan dimana?

Tips untuk guru

qGuru dapat memandu diskusi dengan pertanyaan berikut: Bagaimana kitab Mahabharata berkembang
sampai ke Indonesia? Pernahkah kalian menyaksikan tayangan cerita Mahabharata dimana?

qGuru tidak perlu membenarkan apalagi menyalahkan jawaban peserta didik. Apabila ada yang perlu
diluruskan pemahaman peserta didik dapat diluruskan dengan penguatan dalam bentuk pertanyaan
“menurutmu, Perlukah kitab Mahabharata dijadikan pedoman? Mengapa? Apa pesan moral yang
terkandung dalam kitab Mahabharata? Mengapa?

Indikator Keberasilan
§ Peserta didik dapat menyebutkan bagian-bagian Mahabharata,

§ Peserta didik dapat menceritakan secara singkat isi masing-masing bagian Mahabharata,

§ Peserta didik dapat menjelaskan gubahan Mahabharata di Indonesia,

§ Peserta didik dapat menguraikan pesan moral yang terkandung dalam kitab Mahabharata.

Metode ilmiah (scientific method)

Bagaimana mempedomani Itihasa Mahabharata dalam kehidupan sehari-hari?
Apakah hubungan Itihasa Mahabharata dengan kakawin Bratayudha? Apa saja bagian-bagian
kitab Mahabharata! Apa saja isi Itihasa Mahabharata. Pertanyaan kunci

Pendidik Bersama peserta didik membuka kegiatan pembelajaran dengan doa,

dilanjutkan guru mengecek kehadiran dan kesiapan peserta didik untuk melaksanakan

proses pembelajaran.

1 Apersepsi
a. Pendidik melakukan apersepsi dengan mengajak peserta didik, mengamati

tayanganvedio penggalan singkat cerita Mahabharata.

b. Peserta didik mencermati dengan baik.

Pemantik atau pemanasan.

a. Pendidik bertanya —Anak-Anak, tahukah kalian, bagaimana cara mempedomani I tihasa
Mahabharata?“ dan tahukah kalian bagaimana hubungan I tihasa Mahabharata dengan kakawin
Bhar at ayudha?

2 b. Peserta didik menjawab pertanyaan pendidik.

c. Pendidik memberikan penguatan dengan strategi cara mempedomani I tihasa Mahabharata, isi dan

bagian-bagian kitab Mahabharata.

Kegiatan I nti.
Peserta didik membentuk kelompok kecil (4-5 orang)

a. Peserta didik mengamati penggalan tayangan vedio
Mahabharata:https://www.youtube.com/watch?v=jVWmuMv0Vsg&t=456s dengan cermat,

b. Peserta didik mengajukan pertanyaan atau merumuskan pertanyaan yang berkaitan dengan

Mahabharata seperti:

o Dimana Mahabharata berkembang pertama kali?
o Siapa penulis Mahabharata? Dan apa hubungannya dengan kakawin Bratayudha?
o Apa saja bagian-bagian Mhabharata! Dan apa saja isi cerita Mahabharata selain tayangan vedio

di atas?
3 o Apa pesan moral yang terkandung dalam Mahabharata.

c. Activities:

o Mencoba/ mengumpulkan data atau informasi dari berbagai sumber seperti Buku teks Agama
Hindu, Web: https:/ / id.wikipedia.org/ wiki/ Mahabharata , jurnal, narasumber, perpustakaan,

dan lain-lain.
o Peserta didik mengasosiasi/menganalisis informasi atau data yang dikumpulkan melalui

diskusi kelompok,
o Dalam bentuk kelompok peserta didik diskusi untuk membuat kesimpulan dan

mengomunikasikan hasil kesimpulan melalui presentasi di depan kelas dan kelompok
yang lain memberikan tanggapan.
o Peserta didik memplublikasikan hasil kesimpulannya dipapan madding.

Kegiatan Penutup.
Refleksi

Peserta didik menerapkan hasil dan mengeksplorasi
pertanyaan-pertanyaan lanjutan untuk dicari
jawabannya, Dilanjukan dengan doa penutup.

4

AKTIVITAS KELOMPOK DAN
ASPEK PENILAIAN

AKTIVITAS KELOMPOK

§ Kerjakan Bersama kelompokmu tulis bagian- ASPEK PENILAIAN
bagian Mahabharata secara berurut!
§ Keaktifan diskusi
§ Tulis pesan moral yang terkandung dalam § Kondribusi dalam
cerita Mahabharata
kelompok
§ Presentasikan hasil kerjamu di depan kelas § Keberanian
dan kelompok yang lain memberikan
tanggapan. presentasi
§ Estetika presentasi

N Capaian Indikator Bentuk Skor
o Pembelajar soal diperoleh

an uraian -

1 Memahami Peserta didik menyebutkan bagian- 5 -

Upaweda bagian secara berurut, 5 -

sebagai 5 -
-
tuntunan hidup

2 Memahami Peserta didik dapat menulis salah satu isi Rubrik
penilaian
Upaweda bagian Mahabharata (asta dasa parwa), Individu

sebagai Rumus Penilaian:

tuntunan hidup ℎ

3 Memahami Peserta didik dapat menjelaskan inti sari X 100= N

Upaweda cerita Mahabharata yang menjadi sebuah

sebagai buku,

tuntunan hidup

4 Memahami Peserta didik dapat mengidentifikasikan

Upaweda pesan moral yang terkandung dalam

sebagai M ahabhar at a. 5

tuntunan hidup

Total skor 20

MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA
HINDU

KELAS 7
PERTEMUAN

4

Per t em uan Persiapan Pembelajaran
3 / 7.1.4 Pertemuan 1 (7.1.4)

30 20 30 20
menit menit menit menit

Membaca: Kitab Menyiapkan Menyiapkan Menyiapkan
Purana Alat dan bahan yang Lembar Kerja Ruang kelas
digunakan dalam Peserta didik (LKPD) dengan
pembelajaran seperti baik Individual pengaturan
kertas karton maupun kelompok kelompok kecil
berwarna, spedol,
penggaris, gunting,

EsSmasi waktu persiapan 100 menit

Apa itu puarana? Apa ◦ Kitab Purana merupakan kitab kedua dari Upaweda. Kata Purana
isi pokok ajaran berasal dari dua kata, yaitu pura dan ana. “Pura” berarti kuno atau
purana? jaman kuno dan “ana” berarti mengatakan. Jadi Purana berarti
mengatakan atau menceritakan sejarah jaman kuno atau jaman
Bagaimana hubungan dahulu kala.
purana dengan
Upaweda? ◦ Kitab Purana berisi tentang pokok-pokok ajaran yang menguraikan
Mengapa purana cerita kejadian alam semesta, doa-doa, mantra, dan lain sebagainya
yang dilakukan untuk menghubungkan diri dengan Sang Pencipta.
dikelompokan menjadi Selain itu, Kitab Purana juga berisi tentang tata cara pelaksanaan
18? Dan bagaimana puasa, upacara keagamaan, dan Tirtayatra, maupun Dharmayatra di
tempat suci. Purana juga berisi pokok- pokok ajaran ketuhanan yang
Mahapurana
dikelompokan menjasi dilaksanakan menurut keyakinan Hindu. Pada garis besarnya,
pokok-pokok Kitab Purana dapat dibagi menjadi 5
tiga? kelompok

Pertanyaan kunci ◦ Purana jumlahnya sangat banyak. Akan tetapi dalam kesempatan ini
kalian hanya akan mempelajari Purana yang besar saja, yang disebut
Mahapurana. Mahapurana terdiri atas 18 kitab

◦ Berdasarkan sifatnya, Mahapurana dapat dibagi manjadi tiga
kelompok. Setiap kelompok memiliki kitabnya masing-masing.

Pertanyaan Pemantik
Bagaimana purana bisa berkembang sampai ke Indonesia? Perlukan
purana diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?

Tips untuk guru

qGuru dapat memandu diskusi dengan pertanyaan berikut: Perlukah purana diterapkan dijaman sekarang?,
mengapa? Pernahkah kalian membaca atau mendengarkata kata purana? Dan pengalaman apa yang sudah
kalian miliki tentang purana?

qGuru tidak perlu membenarkan apalagi menyalahkan jawaban peserta didik. Apabila ada yang perlu diluruskan
pemahaman peserta didik dapat diluruskan dengan penguatan dalam bentuk pertanyaan “menurutmu,
Perlukah kitab purana dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari? Mengapa? Apa pesan moral yang
terkandung dalam kitab purana? Mengapa?

Indikator Keberasilan
§ Peserta didikan dapat menguraikan pengertian purana,

§ Peserta didik dapat menguraikan isi pokok kitab purana,
§ Peserta didik dapat menyebutkan jenis-jenis Mahapurana,
§ Peserta didik dapat menyebutkan bagian-bagian purana berdasarkan sifatnya.

§ Peserta didik dapat menceritakan salah satu jenis purana
§ Peserta didik dapat menguraikan pesan moral yang terkandung dalam kitab purana yang telah kalian

ceritakan.

Metode ilmiah (scientific method)

Bagaimana mempedomani kitab Purana dalam kehidupan sehari-hari? Bagaimana menerapkan
kitab Purana dalam kehidupan sehari-hari?
Apakah isi pokok kitab Purana? Apa saja bagian-bagian Mahapurana! Pertanyaan kunci

1 Guru Bersama peserta didik membuka kegiatan pembelajaran dengan doa, dilanjutkan

guru mengecek kehadiran dan kesiapan peserta didik untuk melaksanakan proses
pembelajaran.
Apersepsi
a. Guru melakukan apersepsi dengan mengajak peserta didik, mengamati tayangan

vedio penggalan singkat cerita Wisnu Purana.
b. Peserta didik mengamati dengan baik.

2 Pemantik atau pemanasan.

a. Guru bertanya —Anak-Anak, tahukah kalian, bagaimana cara mempedomani kitab Purana?“ dan
tahukah kalian bagaimana cara menerapkan kitab Purana dalam kehidupan sehari-hari?

b. Peserta didik menjawab pertanyaan guru.
c. Guru memberikan penguatan dengan strategi cara mempedomani kitab Purana dan cara

menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.

͗ Kegiatan I nti.
Peserta didik membentuk kelompok kecil (4-5 orang)

a. Peserta didik mengamati penggalan tayangan vedio wisnu purana cermat,

b. Peserta didik mengajukan pertanyaan atau merumuskan pertanyaan yang berkaitan dengan
purana seperti:

o Apa pengertian kata purana?
o Apakah isi pokok kitab purana?
o Apa saja jenis-jenis Mahapurana?

o Apa saja bagian-bagian purana berdasarkan sifatnya?
o pesan moral yang terkandung dalam kitab purana yang telah kamu

c. Activities:
o Mencoba/ mengumpulkan data atau informasi dari berbagai sumber yang diperlukan seperti

web: https:/ / yuktheory.com/ pengertian-dan-pokok-pokok-isi-purana-agama-hindu/
o Peserta didik mengasosiasi/menganalisis informasi atau data yang dikumpulkan melalui

diskusi kelompok,
o Dalam bentuk kelompok peserta didik diskusi untuk membuat kesimpulan dan

mengomunikasikan hasil kesimpulan melalui presentasi di depan kelas dan kelompok yang
lain memberikan tanggapan.
o Peserta didik memplublikasikan hasil kesimpulannya dipapan madding.

4 Kegiatan Penutup.

Refleksi
Peserta didik menerapkan hasil dan mengeksplorasi pertanyaan-pertanyaan lanjutan untuk dicari

jawabannya, Dilanjukan dengan doa penutup.

AKTIVITAS KELOMPOK DAN
ASPEK PENILAIAN

AKTIVITAS KELOMPOK ASPEK PENILAIAN

§ Kerjakan Bersama kelompokmu, jelaskan § Keaktifan diskusi
pengertian purana, § Kondribusi dalam

§ Sebukanlah isi pokok kitab purana, kelompok
§ Keberanian
§ Menyebutkan bagian-bagian purana
berdasarkan sifatnya. presentasi
§ Estetika presentasi
§ Tulis pesan moral yang terkandung dalam cerita
purana

§ Presentasikan hasil kerjamu di depan kelas dan
kelompok yang lain memberikan tanggapan.

No Capaian Indikator Bentuk Skor
Pembelajaran soal diperoleh
Peserta didik menguraikan pengertian purana,
uraian

Memahami Upaweda 5-
1 sebagai tuntunan hidup

Memahami Upaweda Peserta didik dapat menguraikan isi pokok 5 - Rubrik
2 sebagai tuntunan hidup kitab purana, 5 penilaian
, 5
Memahami Upaweda 5 - Individu
3 sebagai tuntunan hidup Peserta didik dapat menyebutkan jenis-jenis 5
Mahapurana, 30 -
Memahami Upaweda
4 sebagai tuntunan hidup Peserta didik dapat menyebutkan bagian- Rumus Penilaian:
bagian purana berdasarkan sifatnya.
Memahami Upaweda -
5 sebagai tuntunan hidup Peserta didik dapat menceritakan salah satu
jenis purana ℎ X 100= N

Memahami Upaweda Peserta didik dapat menguraikan pesan moral
6 sebagai tuntunan hidup yang terkandung dalam kitab purana yang telah
- Skor maksimum 30
kamu ceritakan.
-
Total skor

MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA
HINDU

KELAS 7
PERTEMUAN

5

Per t em uan Persiapan Pembelajaran
3 / 7.1.5 Pertemuan 1 (7.1.5)

30 20 30 20
menit menit menit menit

Membaca: Menyiapkan Menyiapkan Menyiapkan
Arthasastra, Alat dan bahan yang Lembar Kerja Ruang kelas
Ayurweda,kitab digunakan dalam Peserta didik (LKPD) dengan
Gandharwaweda, pembelajaran seperti baik Individual pengaturan
Kamasutra, dan kertas karton maupun kelompok kelompok kecil
Kitab Agama berwarna, spedol,
penggaris, gunting,

Estimasi waktu persiapan 100 menit

Apa itu Arthasastra? Bagaimana ◦ Kitab Arthasastra ditulis oleh Kautilya atau disebut juga dengan nama Canakya. Ajaran Arthasastra ini muncul pada
sejarah munculnya kitab saat pemimpin-pemimpin di kerajaan India tidak memerintah rakyatnya dengan baik. Sebagian besar pejabat hidup
Arthasastra? bersenang-senang, pesta-pesta, dan memungut pajak yang besar. Sedangkan rakyat tidak mendapatkan pelayanan
sebagaimana mestinya. Akhirnya Kautilya membangun kekuatan rakyat untuk melawan pemerintahan yang korupsi.
Apa itu Ayurweda? Menurut isinya Pemerintahan tersebut akhirnya dapat dihancurkan dan kemudian diangkatlah Chandragupta sebagai pemimpin
apa saja yang termasuk kelompok baru menggantikan raja yang korupsi. Chandragupta menghapus segala bentuk diskriminasi dan memberlakukan
hak-hak dan kewajiban secara seimbang.
Ayurweda? Apa pengertian
Kamasutra? Dijaman Kaliyuga kitab ◦ Kitab Ayurweda adalah salah satu cabang Weda yang berisi tentang ilmu kesehatan atau ilmu kedokteran. Kitab ini
apa yang baik dijadikan pegangan? bersumber pada Upaweda, dan kitab Upaweda sendiri bersumber pada Weda Smrti. Ayurweda menekankan pada
cara-cara pengobatan untuk mendapatkan kondisi badan yang prima dan memperoleh umur yang panjang. Kitab ini
Pertanyaan kunci menguraikan hal-hal kesehatan baik jasmani dan rohani, dan berbagai macam sistem pengobatannya. Ayurweda
menurut isinya dapat dikelompokan menjadi 8 bidang ilmu

◦ Kitab Gandharwaweda adalah salah satu bagian dari Kitab Upaweda. Gandharwaweda adalah cabang Weda yang
menguraikan ilmu seni dan budaya. Gandharwaweda sangat erat kaitannya dengan Samaweda. Sebagai kelompok
Upaweda, Gandharwaweda menduduki tempat yang penting.

◦ Apakah kalian pernah mendengar nama Bhagawan Watsyayana? Bhagawan Watsyayana adalah tokoh penulis kitab
Kamasutra. Kitab Kamasutra merupakan bagian dari Kitab Upaweda yang menguraikan tentang hal yang berkaitan
dengan asmara, seni, atau yang berkaitan dengan rasa indah. Dalam kitab ini dijelaskan bahwa segala sesuatu yang
tercipta dari keindahan atau seni ini harus mempunyai tujuan sebagai bhakti kepada Hyang Widhi Wasa. Sehingga
akan bernilai positif dan terarah sesuai dengan tuntunan dalam Kitab Kamasutra.

◦ Agama Hindu mengenal adanya empat zaman, yaitu zaman Kerta/satya yuga, Treta yuga, Dwapara yuga, dan Kali
yuga. Pada zaman Kaliyuga, dinyatakan sangat baik berpegangan pada kitab agama, karena pada zaman ini manusia
memiliki kemampuan untuk dapat mendekatkan diri kepada Hyang Widhi Wasa. Berdasarkan teori ajaran relativitas
dinyatakan bahwa tiap Yuga ada kecenderungan tertentu terutama mengenai kemampuan dan sifat-sifat manusia.
Oleh karena itu pedoman dan pegangannya pun berbeda- beda.

Pertanyaan Pemantik
Bagaimana sejarah timbulnya kitan Arthasastra? Cabang apa yang dibahas kitab Ayurweda?, kitab yang baik dijadikan
pegangan dijaman Kaliyuga?

Tips untuk guru

q Guru dapat memandu diskusi dengan pertanyaan berikut: Perlukah dijaman sekarang kitab Arthasastra, kitab Ayurweda, kitab
Gandharwaweda, kitab Kamasutra, dan kitab Agama dijadikan pedoman?, mengapa? Pernahkah kalian membaca atau mendengarkata
kata Gandharwaweda, Arthasastra, Ayurweda, Kamasutra, dan kitab Agama? Dan pengalaman apa yang sudah kalian miliki tentang
kitab Gandharwaweda, kitab Arthasastra, kitab Ayurweda, kitab Kamasutra, dan kitab Agama

q Guru tidak perlu membenarkan apalagi menyalahkan jawaban peserta didik. Apabila ada yang perlu diluruskan pemahaman peserta
didik dapat diluruskan dengan penguatan dalam bentuk pertanyaan “menurutmu, Perlukah kitab purana diterapkan dalam kehidupan
sehari-hari? Mengapa?

Indikator Keberasilan
§ Peserta didik menjelaskan pengertian Arthasastra,
§ Peserta didik dapat menjelaskan pengertian Ayurweda,
§ Peserta didik dapat menjelaskan pengertian Gandharwaweda,
§ Peserta didik dapat menyebutkan contoh kitab Gandharwaweda,
§ Peserta didik dapat menguraikan secara singkat sejarah munculnya ajaran kitab Arthasastra ,
§ Peserta didik dapat mengelompokkan Ayurweda menurut isinya,
§ Peserta didik dapat menguraikan pengertian Kamasutra,
§ Menjelaskan tokoh penulis kita Kamasutra,
§ Peserta didik dapat menjelaskan kitab yang baik dijadikan pegangan dijaman Kaliyuga,
§ Peserta didik dapat menyebutkan empat jaman dalam agama Hindu.

Metode ilmiah (scientific method)

Bagaimana menguraikan pengertian Arthasastra dan Ayurweda? Bagaimana sejarah singkat
turunnya ajaran Arthasastra? Apakah isi pokok Ayurweda? Pertanyaan kunci

1 Guru Bersama peserta didik membuka kegiatan pembelajaran dengan doa, dilanjutkan

guru mengecek kehadiran dan kesiapan peserta didik untuk melaksanakan proses
pembelajaran.
Apersepsi
a. Guru melakukan apersepsi dengan bertanya“Anak-Anak, tahukah kalian kitab

Arthasastra dan kitab Ayurweda?”
b. Bagaimana kalian menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.
c. Peserta didik menjawab pertanyaan guru.

2 Pemantik atau pemanasan.

a. Guru bertanya —Anak-Anak, tahukah kalian, bagaimana cara menerapkan kitab Arthasastra, kitab
Gandharwaweda, Ayurweda, kitab Kamasutra, dan kitab Agama dalam kehidupan sehari-hari?“

b. Peserta didik menjawab pertanyaan guru.
c. Guru memberikan penguatan dengan strategi cara menerapkan kitab Gandharwaweda,

Arthasastra, Ayurweda, Kamasutra, dan kitab Agama dalam kehidupan sehari-hari.


Click to View FlipBook Version