Menurut kalian bagaimanakah cara mendesain lingkungan kerja yang
aman dan nyaman guna mencegah error, kecelakaan kerja, yang dapat
mencapai efisiensi, efektifitas kerja dan dapat menekan suatu kejadian
yang tidak diharapkan?
3. Bahaya‐Bahaya di Tempat Kerja
Menurut kalian hal bahaya apa sajakah yang biasa dijumpai dalam
pekerjaan konstruksi di lapangan? Bagaimana mensikapi apabila itu terjadi
dilingkungan tempat kalian praktik?
Mengenali bahaya berarti dapat mengendalikan dan mengklarifikasi
adanya bahaya serta risiko yang akan terjadi dari setiap kegiatan produksi
maupun operasional suatu perusahaan, termasuk kegiatan yang rutin
dikerjakan maupun tidak rutin. Pekerjaan konstruksi sering dikaitkan
dengan sebuah pekerjaan yang keras, selain membutuhkan kekuatan juga
membutuhkan ketelitian. Beberapa pekerjaan pada konstruksi bangunan
tentu harus juga diperhatikan bahaya‐bahaya yang harus diwaspadai oleh
semua pekerja, juga orang‐orang yang terkait pada pekerjaan tersebut.
Gambar 2. 5. Peringatan bahaya dalam pekerjaan konstruksi
Sumber: Photo by Freepik, 2019
Kira‐kira apa saja yang kalian ketahui tentang bahaya yang biasa
terjadi di tempat kerja khususnya pada pekerjaan konstruksi bangunan?
Bab 2 | Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Hidup (K3LH) dan Budaya Kerja | 32
Dibawah ini adalah beberapa prosedur dalam mengidentifikasi bahaya
dalam pekerjaan, penilaian risiko kendali kerja dan teknik
pengendaliannya:
1. Mengakomodasi seluruh kegiatan pekerjaan yang rutin
2. Mengakomodasi seluruh kegiatan pekerjaan yang tidak rutin
3. Mengakomodasi seluruh kegiatan bagi orang yang mendapatkan akses
pada tempat kerja
4. Mengidentifikasi tata laku pekerja, kemampuan dan faktor manusia
yang lain
5. Mengidentifikasi adanya bahaya yang berasal dari dalam dan luar
tempat kerja yang dapat memberi pengaruh terhadap kesehatan dan
keselamatan para personil di tempat kerja
6. Adanya bahaya yang mungkin ada pada sekitar tempat kerja dapat
dikaitkan dengan kegiatan pekerja penyedia jasa
7. Terpenuhinya sarana dan prasarana, bahan dan alat yang disediakan
oleh pihak penyedia jasa di tempat kerja yang sesuai kriteria pekerjaan
8. System manajemen K3 termasuk dampaknya pada system operasi dan
proses kegiatannya
9. Terpenuhinya kewajiban dalam perundangan yang berlaku digunakan
terkait penilaian risiko serta penerapan dalam pengendaliannya
10. Desain letak lokasi kerja, instalasi, proses pekerjaan, mesin dan
peralatan, prosedur dalam pengoperasian dan instruksi kerja terhadap
kemampuan pekerja.
Dari uraian prosedur identifikasi bahaya ditempat kerja yang tertera
diatas, maka kesimpulan apa yang dapat kalian sampaikan terkait bahaya
yang biasa terjadi ditempat kerja?
Bab 2 | Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Hidup (K3LH) dan Budaya Kerja | 33
4. Prosedur Keadaan Darurat
Sering kalian lihat terjadi keadaan darurat disekitar kalian, apa yang akan
kalian lakukan apabila terjadi keadaan darurat tersebut dam
membutuhkan bantuan kalian?
Pada proses pekerjaan suatu konstruksi seringkali terjadi suatu hal
yang bersifat kedaruratan misalnya terjadi kebakaran, akan tetapi karena
ketidaktahuan bagaimana cara menanganinya maka kebakaran malah jadi
meluas dan tidak menutup kemungkinan dapat menimbulkan korban jiwa
yang tidak seharusnya terjadi. Suatu pekerjaan yang dapat dilakukan
secara terarah dan teratur akan dapat membuat suatu prosedur atau tata
cara yang baku maka akan memberikan perasaan aman dan tidak was‐was.
Adapun adanya tindakan yang terencana dengan baik maka apabila terjadi
kejadian kedaruratan banyak yang dapat terselamatkan, baik itu nyawa
manusia ataupun peralatan, bahan dan jenis pekerjaan itu sendiri.
Perlunya diadakan pelatihan atau simulasi tentang keadaan darurat,
khususnya pekerja konstruksi dilapangan, apa keuntungan yang diperoleh
pekerja konstruksi dalam hal ini?
Meminimalkan sedini mungkin resiko akibat adanya keadaan darurat
dan mengecilkan segala sesuatu yang pasti tidak diinginkan dapat diatasi
dengan cara memberikan pengarahan dan pelatihan tentang tindakan para
pekerja pada saat kondisi darurat. Salah satu caranya adalah dengan
mengadakan kegiatan simulasi terjadinya kebakaran dengan menggandeng
instansi terkait seperti contohnya Dinas Kebakaran maupun Dinas Tenaga
Kerja dan Transmigrasi setempat dapat memberi pengetahuan para
pekerja untuk mengatasi keadaaan darurat semakin bertambah.
Penggunaan Apar (Alat Pemadam Api Ringan) juga dapat menjadi cara
Bab 2 | Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Hidup (K3LH) dan Budaya Kerja | 34
dikondisi darurat juga dapat dilakukan dengan adanya simulasi tersebut,
sehingga ini akan mempermudah para pekerja.
Gambar 2. 6. Keadaan darurat dalam pekerjaan konstruksi
Sumber: Photo by Freepik, 2019
Kesiagaan atau keadaan kedaruratan merupakan suatu keadaan
dimana disebabkan oleh beberapa kondisi, bisa dari tindakan manusia,
peralatan maupun bencana alam, biasanya dapat meluas juga bisa
melibatkan seluruh para pekerja, peralatan dan tak ayal juga dapat
menimbulkan adanya korban jiwa dan barang yang banyak. Beberapa
tindakan dalam tanggap darurat, antara lain:
1. Merencanakan adanya titik kumpul, dimana berwujud denah evakuasi
yang menunjukkan dimana para pekerja dapat berkumpul apabila
terjadi kondisi kedaruratan sehingga diperintahkan untuk segera
evakuasi.
2. Mengadakan kegiatan simulasi bahaya kebakaran dapat melibatkan
instansi terkait.
3. Menyiapkan beberapa sirene atau alarm adanya tanda bahaya.
4. Menyiapkan bermacam rambu menuju arah ketempat titik kumpul,
lokasi tabung pemadam untuk kebakaran, pintu darurat, dan lain‐lain.
5. Menyiapkan bebrapa prosedur tanggap kedaruratan.
6. Penyediaan akomodasi transportasi kendaraan guna mengangkut
pasien apabila ada yang gawat darurat.
Bab 2 | Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Hidup (K3LH) dan Budaya Kerja | 35
7. Menghubungi beberapa pihak terkait atau yang dapat dilibatkan dalam
keadaan tanggap kedaruratan.
8. Mempersiapkan sistematika dan prosedur berkas pelaporan adanya
kecelakaan serta penyelidikan adanya kecelakaan.
5. Budaya Kerja Industri 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin)
Apakah yang kalian ketahui tentang budaya kerja industry 5R (Ringkas,
Rapi, Resik, Rawat, Rajin)? bagaimana cara mengaplikasikannya
disekolah?
Budaya kerja adalah suatu kegiatan pelaksanaan dimana
menghilangkan proses pemborosan guna menuju pekerjaan agar lebih
efektif, efesien dan produktif. Budaya Kerja industry 5R (Ringkas, Rapi,
Resik, Rawat, dan Rajin) diartikan sebagai suatu metode atau prosedur
kerja penataan serta pemeliharaan suatu wilayah secara intensif, budaya
ini berasal mula dari negara Jepang yang biasa dikenal dengan 5S yang
biasa digunakan oleh manajemen dalam pemeliharaan, perawatan,
efisiensi pekerjaan, dan kedisiplinan di tempat/lokasi pekerjaan sekaligus
dapat meningkatan kinerja suatu perusahaan secara lebih menyeluruh.
Pada dunia kerja diindustri untuk pemberian kompetensi atau skill
tidak hanya diberikan dalam bentuk hardskill (praktik) tetapi juga dalam
bentuk softskill (keterampilan social/komunikasi). Pada hal ini sudah sesuai
dengan beberapa kriteria keterampilan yang diperuntukkan siswa Sekolah
Menengan Kejuruan yang sangat diperlukan pada Pembelajaran abad ke‐
21 seperti saat ini. Pada Pembelajaran abad ke‐21 menuntut lulusan SMK
supaya lebih memiliki keterampilan seumur hidup (lifepand career skills),
keterampilan belajar dan berinovasi (learning and innovation skills),
Bab 2 | Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Hidup (K3LH) dan Budaya Kerja | 36
berbagai sumber informasi, tantangan media, dan ketrampilan dalam hal
teknologi dan informatika.
Gambar 2. 7. Budaya kerja industri
Sumber: Photo J‐Com by Freepik, 2021
Penerapan program budaya kerja industri 5R (Ringkas, Rapi, Resik,
Rawat, dan Rajin) dapat diterapkan pada seluruh tempat kerja, bisa jadi
dirumah kalian sendiri supaya lebih nyaman dan semua orang senang
dalam bekerja maka tempat yang rapi, besih, nyaman dan aman juga
dibutuhkan. Penerapan program budaya kerja industri 5R (Ringkas, Rapi,
Resik, Rawat, dan Rajin) memiliki teori yang mudah dimengerti dan sangat
sederhana, sehingga mudah untuk diterapkan. bagi tim 5R (Ringkas, Rapi,
Resik, Rawat, dan Rajin) juga diperlukan pelatihan singkat, supaya
memahami tujuan, tugas dan deskripsi kegiatan masing‐masing. Dalam hal
ini perlu dilakukan juga promosi supaya budaya kerja industri 5R (Ringkas,
Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin) dapat diterima kebermanfaatannya oleh
seluruh pekerja bahkan dijadikan sebagai media informasi bagi orang akan
yang berkunjung ke tempat praktik kerja, sehingga tempat kerja tersebut
mendapatkan citra yang positif dari pelanggan atau pengunjung yang
datang. Berbagai media dengan cara pembuatan banner, leaflet, logo,
poster maupun slogan‐slogan dapat dijadikan jalan untuk promosi. Ada
juga jalan yang dapat untuk menarik minat para pekerja untuk
membudayakan budaya kerja industry, dengan membuat ajang lomba
antar bagian atau unit kerja.
Bab 2 | Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Hidup (K3LH) dan Budaya Kerja | 37
Coba kalian cermati budaya kerja yang ada disekolah kalian, apakah
sudah menerapkan budaya kerja industry (5R) (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat,
dan Rajin)? apabila sudah, apakah cara penerapnya sudah berjalan dengan
baik ?
F. REFLEKSI
Setelah kalian menyelesaikan proses pembelajaran pada bab ini, tentunya
pemahaman kalian tentang wawasan dasar pendidikan dasar kejuruan,
khususnya untuk pembahasan materi Keselamatan dan kesehatan kerja dan
lingkungan hidup (K3LH) dan budaya kerja industri menjadi lebih baik dan
berkembang, selain itu kalian juga lebih paham tentang penerapan K3LH dan
budaya kerja industri ini dalam kehidupan yang terjadi sehari‐hari, baik terjadi
di sekolah maupun nantinya ditempat praktik dan tempat kerja. Setelah semua
bagian materi dalam bab ini kalian pelajari, yang menurut kalian paling sulit
terletak pada bagian materi yang mana dan bagian apa?
Silahkan kalian lakukan diskusi lebih lanjut, baik dengan teman atau
dengan guru kalian, karena materi yang telah disampaikan pada bab ini akan
menjadi salah satu bagian yang akan terkait dengan materi‐materi pada bab
selanjutnya, serta menjadi acuan dasar kalian mempelajari materi di buku teks
ini.
G. ASESMEN
A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat!
1. Jelaskan menurut kalian APD minimal yang digunakan bagi para tamu
atau pengunjung di pekerjaan konstruksi bangunan (proyek) guna
mengindari terjadinya kecelakaan kerja, maka diwajibkan memakai ….
a. sapu tangan
b. masker pelindung
c. sepatu pantoufel
Bab 2 | Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Hidup (K3LH) dan Budaya Kerja | 38
d. topi keselamatan
e. sabuk pengaman
2. Apa yang kalian ketahui, perlengkapan apa saja yang harus disiapkan
oleh pengelola proyek sebagai salah satu petunjuk untuk pertolongan,
bila terjadi kecelakaan kerja di pekerjaan konstruksi adalah ….
a. Peralatan P3K
b. obat merah
c. walkman
d. televisi
e. radio
3. Pada pelaksanaan pekerjaan konstruksi bangunan, maka pada prosedur
pengggunaan K3LH wajib dimengerti dan di patuhi serta dilaksanakan
oleh siapa sajakah? ….
a. Seluruh personal yang terlibat di pekerjaan konstruksi tersebut
b. Pekerja tukang yang melakukan pekerjaan konstruksi tersebut
c. Seluruh manajemen perusahaan
d. Seluruh pengunjung proyek
e. Divisi HSE K3
4. Apabila seorang pekerja tiba‐tiba mengalami sebuah kecelakaan karena
tidak atau lalai dalam memakai APD, padahal perusahaan ditempat dia
bekerja menyediakan alat APD tersebut, dalam kejadian tersebut maka
pihak manakah yang harus bertanggungjawab?
a. seluruh pekerja
b. keluarga pekerja
c. semua pelaksana
d. orang yang mengakibatkan pekerja celaka
e. perusahaan tempat dimana pekerja bekerja
5. Pada pelaksanaan pekerjaan pengukuran tanah, peralatan yang
digunakan sebagai pengukur suatu jarak secara langsung baik di
lapangan yang kalian pikir lebih teliti serta akurat yaitu ….
a. Pita untuk ukur dibuat dari bahan baja dilapisi fiberglas.
Bab 2 | Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Hidup (K3LH) dan Budaya Kerja | 39
b. Pita untuk ukur dibuat dari bahan plastik.
c. Pita untuk ukur dibuat dari bahan kayu
d. Pita untuk ukur dibuat dari bahan karet.
e. Pita untuk ukur dibuat dari bahan kain.
6. Dalam pekerjaan pengukuran tanah, alat apakah yang dimungkinkan
paling teliti dalam mengukur perbedaan tinggi dilapangan?
a. ppd / waterpass
b. selang plastik
c. rambu ukur
d. barometer
e. theodolite
7. beberapa syarat yang harus dipenuhi sebagai sarana perlindungan
dengan menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) antara lain:
a. nyaman dipakai
b. harga murah dan kuat
c. desain yang tepat dan baik
d. menambah rasa percaya diri pemakai
e. mampu memberikan perlindungan efektif
8. Dibawah ini adalah beberapa manfaat penilaian kerja yang berkaitan
dengan keselamatan kerja dilapangan adalah:
a. Dijadikan sebagai dasar guna menyatakan sebuah kondisi
dilingkungan kerja apakah membahayakan ataukah tidak
b. Dijadikan sebagai dasar guna menyatakan perbaikan serta rencana
selanjutnya
c. Dijadikan sebagai dasar guna menentukan tingkat besaran
kecelakaan yang telah terjadi
d. Dijadikan sebagai dasar tenaga kerja guna mendapat informasi
kondisi dilingkungan
e. Dijadikan sebagai dasar guna bahan evaluasi diri
9. perbuatan tidak aman atau kondisi tidak aman merupakan salah satu
penyebab adanya kecelakaan kerja, hal tersebut disebabkan karena....
Bab 2 | Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Hidup (K3LH) dan Budaya Kerja | 40
a. Suatu kondisi dilingkungan kerja
b. Suatu kondisi material bahan
c. Suatu kondisi ditetangga kerja
d. Suatu kondisi oleh pengusaha
e. Suatu kondisi oleh owner
10. Salah satu upaya untuk pencegahan akan lebih baik daripada upaya
untuk pengobatan terhadap kecelakaan akibat pekerjaan, sebagai
alternatif terakhir yang digunakan untuk pencegahan itu adalah:
a. ventilasi
b. eliminasi
c. evaluasi diri
d. apd (alat pelindung diri)
e. pengendalian administratif
B. Kerjakan tugas uraian di bawah ini sesuai dengan tepat menurut
pendapat kalian!
1. Apa yang akan kalian lakukan, apabila salah satu teman kalian ada
yang lalai dan abai dengan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD),
bagaimana tindakan kalian selanjutnya?
2. Apa yang akan kalian lakukan, apabila guru kalian ada yang lalai dan
abai dengan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), bagaimana
tindakan kalian selanjutnya?
3. Bagaimana penerapan budaya kerja industri 5R (Ringkas, Rapi, Resik,
Rawat, dan Rajin) di bengkel dan tempat praktik yang ada di sekolah
kalian?
4. Bagaimana pula keselarasan bengkel praktik yang ada disekolah kalian
dengan budaya kerja yang ada diindustri?
5. Langkah apa saja yang telah disiapkan oleh sekolah kalian sebelum
melakukan praktik, baik dibengkel maupun dilapangan?
Bab 2 | Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Hidup (K3LH) dan Budaya Kerja | 41
H. PENGAYAAN
Kalian sebagai salah satu karyawan di PT. Rawat Gedung, memiliki jabatan
sebagai Bagian divisi She Induction (Tim K3), pada tim K3 tersebut kalian secara
kebetulan tengah menangani sebuah proyek pembangunan gedung dengan
tinggi di 21 tingkat atau lantai. Silahkan kalian menyebutkan sebanyak 7 point
terkait keselamatan bekerja kepada para tamu yang pada saat tersebut
berkunjung di lokasi pekerjaan proyek kalian! Bagaimana anda mensikapi
supaya semua pekerja dapat melakukan tindakan K3 dalam pelaksanaan
pekerjaan konstruksi yang perusahaan anda kerjakan?
Bab 2 | Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Hidup (K3LH) dan Budaya Kerja | 42
BAB III ELEMEN STRUKTUR KONSTRUKSI BANGUNAN BAB
A. TUJUAN PEMBELAJARAAN
3ELEMEPNad Sa TbRabU KelTemUeRn‐ eKleOmNenS TstRruUktuKr SbI aBngAunNanG, UkaNliaAn Nm ampu memahami
elemen‐elemen struktur bangunan, keseimbangan gaya pada struktur
bangunan, gaya batang pada konstruksi rangka sederhana sebagai dasar
perhitungan pekerjaan konstruksi pada struktur bangunan.
B. PERTANYAAN PEMANTIK
Sebelum kalian mempelajari tentang macam‐macam dan jenis elemen struktur
bangunan, kalian harus paham terlebih dahulu tentang teknik dasar pekerjaan,
bukan? Teknik dasar apa sajakah yang harus kalian persiapkan?
B. PERTANYAAN PEMANTIK
A. T UJUAN PEMBELAJARAAN Sebelum kalian mempelajari tentang
Pada b ab elemen‐elemen struktur bangunan, macam‐macam dan jenis elemen
kalian mampu memahami elemen‐elemen struktur bangunan, kalian harus
strukt ur bangunan, keseimbangan gaya pada paham terlebih dahulu tentang teknik
strukt ur bangunan, gaya batang pada dasar pekerjaan, bukan? Teknik dasar
konstr uksi rangka sederhana sebagai dasar
perhit ungan pekerjaan konstruksi pada
strukt ur bangunan.
apa sajakah yang harus kalian
persiapkan?
Bab 3 | Elemen Struktur Konstruksi Bangunan | 43
C. PETA KONSEP
ELEMEN STRUKTUR BANGUNAN
Beberapa jenis elemen pada Klasifikasi yang ada
struktur padaelemen struktur
macam elemen Elemen struktur Elemen struktur
struktur berdasarkan material berdasarkan
Definisi elemen kekakuan
struktur
Faktor yang dapat mempengaruhi
struktur bangunan
Kriteria desain pada Kriteri pembebanan
struktur pada struktur
D. KATA KUNCI
Balok, kolom, atap, rangka batang, dinding
E. APERSEPSI
Kalian mungkin sudah banyak tau tentang komponen‐komponen yang ada
pada konstruksi bangunan gedung, apalagi yang ada disekitar hunian rumah
kalian. Sudah pernah pula melihat dan mengetahui letaknya. Tetapi kalian
belum terlalu paham apa nama dan fungsinya, mengapa komponen tersebut
ada di salah satu sudut rumah kalian. Elemen pada struktur merupakan
berbagai bagian yang dapat membentuk bangunan, baik yang bisa tampak
didepan mata maupun yang tidak terlihat atau dalam arti tertanam pada
bangunan itu sendiri.
Bab 3 | Elemen Struktur Konstruksi Bangunan | 44
1. Jenis‐Jenis Elemen Struktur
Perlu kalian ketahui bahwa struktur dibagi menjadi 2, yaitu struktur bawah
dan struktur atas, dibedakan atas perletakannya dalam konstruksi, berikut
penjelasannya!
Teknik konstruksi bangunan mempunyai beberapa elemen pendukung
serta pelengkap untuk sebuah bangunan yang sempurna. Daftar elemen‐
elemen tersebut biasa disebut dengan elemen struktur bangunan, dapat
dijelaskan bahwa elemen tersebut merupakan bagian dari sebuah sistem
konstruksi bangunan yang bekerja guna menyalurkan besarnya beban atas
beban bangunan yang ada di atas tanah. Adapun fungsi utama dari
elemen‐elemen struktur itu adalah dapat memberi kekakuan serta
kekuatan yang dibutuhkan guna mencegah sebuah konstruksi bangunan
mengalami kerobohan dan keruntuhan. Struktur pada bangunan umumnya
terdiri atas struktur bawah (lower structure) dan struktur atas (upper
structure). Struktur bawah (lower structure) yang dimaksud adalah pondasi
dan struktur bangunan yang berada di bawah permukaan tanah,
sedangkan yang dimaksud dengan struktur atas (upper structure) adalah
struktur bangunan yang berada di atas permukaan tanah seperti kolom,
balok, plat, tangga. Setiap komponen tersebut memiliki fungsi yang
berbeda‐beda di dalam sebuah struktur.
Elemen‐elemen struktur bangunan tersebut dapat berupa sebuah
bagian bangunan yang dapat menyalurkan beban diatasnya, untuk
selanjutnya dapat disalurkan pada bagian bawah tanah dibangunan
tersebut, sehingga beban tersebut pada akhirnya dapat di tahan oleh
struktur yang ada. Berbagai jenis elemen pada struktur bangunan, akan
dipaparkan sebagai berikut ini, silahkan kalian mempelajari dengan
seksama!
Bab 3 | Elemen Struktur Konstruksi Bangunan | 45
a. Balok
Dimanakah letak struktur balok didalam konstruksi bangunan gedung?
Menurut kalian apa fungsi dari balok dalam struktur bangunan?
Balok merupakan salah satu struktur yang mempunyai arti sangat
penting bagi sebuah konstruksi bangunan, balokmembantu bangunan
supaya menjadi kuat dan kokoh. Balok merupakan bagian yang terdiri
sebuah struktur konstruksi bangunan yang mempunyai karakteristik kaku
dan kuat. Balok juga dibuat guna dapat memikul berat bangunan juga
dapat memindahkan beban yang dimiliki bangunan tersebut menuju
elemen‐elemen yang ada pada kolom penopang strukturnya.
Gambar 3. 1 Struktur Balok
Sumber : Photo by Ant Rozetsky on Unsplash, 2018
b. Kolom
Apa itu kolom yang terdapat pada bangunan? Menurut kalian apa fungsi
dari kolom dalam struktur bangunan?
Gambar 3. 2 Kolom
Sumber : Photo by Aldo Delara on Unsplash, 2017
Bab 3 | Elemen Struktur Konstruksi Bangunan | 46
Kolom memiliki bentuk berupa yaitu sebuah batang tekan berbentuk
vertikal menjulur dari rangka sebuah struktur yang dapat memikul suatu
beban dari struktur balok. Kolom merupakan salah satu elemen pada
struktur tekan yang mempunyai peran tak kalah penting penting untuk
suatu bangunan. Diibaratkan tubuh manusia, maka kolom itu adalah
rangka dari tubuh kita, yang bertugas menopang tubuh kita. Kolom
merupakan bagian dari sebuah struktur utama bangunan yang mempunyai
tugas untuk meneruskan berat pada bangunan dan meneruskan berat
beban yang akan ditopang bangunan, beban angin, beban barang, manusia
itu sendiri.
c. Rangka
Apa yang kalian ketahui tentang dimanakah letak rangka pada bangunan?
Dimanakah letak dari rangka yang terdapat pada konstruksi bangunan itu?
Rangka pada bangunan merupakan salah satu bagian dari sebuah
bangunan yang termasuk salah satu struktur utama guna mendukung
berat dari bangunan itu sendiri juga beban dari luar yang dapat bekerja
kepadanya. Rangka bangunan berfungsi guna dapat meneruskan kembali
beban tegak atau vertikal juga beban mendatar atau horizontal, dapat
berbentuk beban yang tetap, beban hidup yaitu orang dan beban benda
yang ada, maupun beban adanya angin dan beban gempa kedalam tanah.
d. Rangka Batang
Apa yang kalian ketahui tentang macam‐macam rangka batang pada
konstruksi kuda‐kuda?
Rangka batang merupakan rangkaian batang‐batang berbentuk
segitiga yang terdapat pada suatu struktur rangka yang biasa digunakan
didalam bangunan. Rangka batang bisa terbuat dari beberapa material
bangunan seperti dari baja, aluminium, kayu, dan lain‐lain. Ada beberapa
Bab 3 | Elemen Struktur Konstruksi Bangunan | 47
bentuk yang biasa digunakan dalam membuat struktur rangka batang,
diantaranya adalah bentuk segitiga. Bentuk segitiga sering digunakan
karena mempunyai bentuk yang cukup stabil, juga tidak mudah berubah‐
ubah. Berikut beberapa jenis bentuk rangka batang disertai dengan
gambarnya, silahkan kalian pelajari dari uraian gambar dibawah ini!
Tabel 3. 1 Macam Rangka Batang
No Rangka Batang Gambar
1. Studyo
2. Polinesian
3. Inverted
4. Flated
5. Bowstringing
6. Attict
7. Regullary
8. Scissor
Bab 3 | Elemen Struktur Konstruksi Bangunan | 48
Gambar
No Rangka Batang
9. Cambereded
10. Dual pitchs
11. Mono pitchs
12. Gambrell
13. Cathedrall
e. Kubah dan Cangkang Bola
Apa yang kalian ketahui tentang rangka kubah dan cangkang bola
konstruksi bangunan gedung? Digunakan untuk konstruksi bangunan apa
sajakah rangka tersebut?
Gambar 3. 3 rangka Kubah dan Rangka Cangkang Bola
Sumber : Photo by Renato Augusto Machado on Unsplash, 2020
Bab 3 | Elemen Struktur Konstruksi Bangunan | 49
Struktur bangunan dengan bentuk kubah atau cangkang bola
merupakan suatu bentuk pada struktur yang memiliki kelengkungan
ganda. Pada umumnya strukturnya dibentuk dari beberapa material kaku
dan kokoh seperti beton bertulang, bisa juga dari kayu atau partisi lain
yang sejenis. Pada model lain juga bisa dibuat dari rangkaian tumpukan
batu bata. Struktur kubah dan cangkang bola ini merupakan sruktur yang
sangat efektif untuk digunakan pada bangunan dengan bentang besar, dan
penggunaan bahan material yang relatif lebih sedikit.
f. Dinding dan Pelat
Apa yang kalian ketahui tentang dinding dan pelat bola konstruksi
bangunan gedung?
Dinding atau tembok dan pelat bentuk datar pada umumnya dapat
berbentuk sebuah struktur yang kaku membentuk sebuah permukaan
dalam suatu dinding sebagai pemikul beban yang ada. Dinding dan pelat
yang datar mampu untuk menopang beban yang ada, baik beban yang
telah bekerja dari arah tegak atau vertikal ataupun arah mendatan atau
horizontal. Kekuatan yang terhadap beban dalam arah tegak atau arah
vertikal menjadi sangat terbatas jika struktur dinding terbuat dari suatu
material yang kecil.
Gambar 3. 4 Dinding atau Tembok dan Pelat
Sumber : Photo by Bernard Hermant on Unsplash, 2018
Bab 3 | Elemen Struktur Konstruksi Bangunan | 50
2. Klasifikasi Elemen Struktur
Apabila dari kalian ada yang ingin menekuni tentang teknik bangunan
secara mendalam, maka harus dipahami beberapa klasifikasi pada elemen
struktur bangunan!
Biasanya elemen struktur bangunan diklasifikasikan berdasarkan pada
bentuk serta sifat fisik dari suatu bentuk konstruksi bangunan.
a. Klasifikasi struktur didasarkan pada material pembentuk
Struktur diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, sesuai dengan
material yang membentuk, berikut penjelasannya:
Tabel 3. 2 Struktur menurut material pembentuk
No. Material Pembentuk Deskripsi
1. Struktur dari baja Struktur bangunan yang terbuat
2. Struktur dari beton dari material baja
3. Struktur dari kayu Struktur bangunan yang terbuat
dari material beton
Struktur bangunan yang terbuat
dari material kayu
b. Klasifikasi struktur didasarkan pada bentuk dasarnya atau geometri
Struktur diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, sesuai dengan bentuk
dasarnya atau geometri, berikut penjelasannya:
1) Elemen garis
Didalam suatu bangunan terdapat elemen, salah satunya elemen
garis, jenis pada elemen garis biasanya terdiri dari beberapa garis.
Elemen garis adalah sebuah klasifikasi pada elemen yang dapat
langsung atau panjang dengan potongan melintangnya dapat lebih kecil
dibandingkan dari ukuran panjangnya. Terdapat dua elemen pada garis,
yakni elemen garis lengkung dan elemen garis lurus.
Bab 3 | Elemen Struktur Konstruksi Bangunan | 51
2) Elemen permukaan
elemen yang terletak paling luar yang dapat terpantau dengan mata
telanjang pada suatu konstruksi bangunan. Elemen permukaan adalah
sebuah klasifikasi pada elemen yang ukuran panjangnya lebih besar
dibandingkan ketebalannya. Elemen ini dapat berupa datar atau
lengkung pada umumnya, lengkung bisa berupa lengkung tunggal
ataupun lengkung ganda. Elemen permukaan seperti contoh ini seperti
keramik atau batu alam yang dipasang pada tembok atau pada lantai.
c. Klasifikasi pada struktur yang didasarkan kepada kekakuannya
Struktur diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, sesuai dengan
kekakuannya, berikut penjelasannya:
1) Elemen struktur kaku
Elemen kaku sering ditemui di struktur suatu bangunan. Biasanya
pada elemen kaku ini sebagai suatu batang yang tidak dapat mengalami
beberapa perubahan bentuk yang cukup signifikan apabila mengalami
gaya yang terjadi diakibatkan beban‐beban tertentu.
2) Elemen yang tidak kaku atau bersifat fleksibel
Pada struktur bangunan biasanya ada beberapa elemen yang dapat
berubah‐ubah atau bersifat fleksibel. Elemen bersifat fleksibel
mempunyai beberapa karakteristik yang cenderung berubah menjadi
bentuk‐bentuk tertentu pada suatu kondisi pembebanan, misalnya pada
material kabel. Pada bentuk struktur ini biasanya dapat berubah secara
drastis sesuai dengan perubahan pembebanannya. Struktur yang
fleksibel akan dapat mempertahankan keutuhan bentuk fisiknya
meskipun bentuknya dapat berubah‐ubah.
Bab 3 | Elemen Struktur Konstruksi Bangunan | 52
3. Faktor Yang Mempengaruhi Struktur Bangunan
Bangunan yang didirikan di atas tanah tentunya tidak selalu kokoh dan
kuat selamanya. Hal ini dikarenakan ada beberapa faktor yang bisa
membuat sebuah bangunan runtuh atau roboh, seperti angin kencang dan
gempa. Akan tetapi, dalam dunia teknik saat ini telah melakukan berbagai
inovasi berbagai cara untuk menghindari kehancuran bangunan yang
disebabkan oleh beberapa faktor tersebut. Jadi, intinya pendirian sebuah
bangunan memerlukan struktur yang kuat agar bangunan dapat berdiri
dengan kokoh. Terdapat beberapa faktor biasanya yang dapat
memengaruhi suatu struktur bangunan, contohnya seperti pada kriteria
suatu desain pada struktur dan kriteria pembebanan struktur. Adapun
penjelasan kedua kriteria tersebut sebagai berikut:
1. Kriteria Desain Struktur
Pada prinsip desain dan analisis struktur perlu ditetapkan kriteria yang
bisa dipakai untuk menentukan bahwa struktur banguna tersebut sesuai
dengan manfaat penggunaannya. Beberapa kriteria desain struktur
bangunan tersebut di antaranya sebagai berikut:
a. Konstruksi
b. Efektif
c. Efisiensi
d. Ekonomis
e. Kemampuan layan
2. Kriteria Pembebanan Struktur
Pada saat melaksanakan analisis desain suatu struktur bangunan,
sangat diperlukan adanya gambaran yang jelas tentang perilaku dan besar
beban yang bekerja pada struktur. Analisis beban struktur dapat dilakukan
dengan menunjukan diagram beban‐beban yang harus diperhatikan dan
Bab 3 | Elemen Struktur Konstruksi Bangunan | 53
cara untuk menentukan karakteristiknya. Adapun hal yangn paling utama
serta mendasar dalam pembabanan adalah pemisahan antara beban‐
beban yang bersifat statis dan dinamis. Adapun pembahasannya sebagai
berikut:
a. Gaya statis
Gaya statis adalah sebuah gaya yang bekerja secara terus‐menerus
pada struktur bangunan. Gaya statis secara umum dapat dibagi menjadi
beban mati, beban hidup, dan beban penggunaan (occupancy loads).
1). Beban hidup
Pada beban hidup ini yang bisa ada atau tidak ada pada struktur
untuk suatu waktu yang diberikan. Meskipun dapat berpindah‐pindah,
beban hidup masih dapat dikatakan bekerja secara perlahan‐lahan
pada struktur.
2). Beban penggunaan (occupancy loads)
Beban penggunaan juga disebut beban hidup. Beban penggunaan
di antaranya berat manusia, perabot, barang yang disimpan, dan
sebagainya.
3). Beban mati
Beban mati yaitu berupa beban‐beban yang bekerja secara vertikal
ke bawah yang terjadi pada struktur juga mempunyai sebuah
karakteristik suatu bangunan, seperti ada pada penutup lantai, pada
alat mekanis, pada partisi yang dapat dipindahkan semua itu ialah
beban mati. Berat eksak pada elemen ini biasanya dapat diketahui atau
juga dapat dengan sangat mudah ditentukan dengan cara derajat
ketelitian siap tinggi. Semua metode yang digunakan untuk
menghitung besarnya beban mati pada suatu elemen ialah
berdasarkan pada peninjauan pada berat satuan material yang dapat
Bab 3 | Elemen Struktur Konstruksi Bangunan | 54
terlihat dan berdasarkan besarnya volume pada elemen tersebut.
Berat satuan (unit weight) pada material secara empiris bisa
ditentukan juga banyak dicantumkan pada tabelnya disejumlah
sumber guna memudahkan untuk perhitungan pada beban mati.
b. Gaya dinamis
Gaya dinamis, yaitu suatu gaya yang bekerja secara tiba‐tiba dan/atau
kadang‐kadang pada struktur bangunan. Pada umumya gaya dinamis
mampu mengakibatkan terjadinya osilasi pada struktur hingga deformasi
puncak tidak terjadi bersamaan dengan terjadinya gaya terbesar. Macam‐
macam gaya dinamis berkaitan dengan struktur bangunan dapat diuraikan
sebagai berikut:
1). Beban angin
Menurut kalian apakah angin itu mempunyai berat atau beban
yang dapat mempengaruhi dalam suatu bangunan yang berdiri?
Bagaimana cara membuktikannya?
Pada dunia konstruksi bangunan, faktor angin juga sangat
berbahaya karena jika tiupan angin sangat besar bisa menimbulkan
bangunan rusak hingga roboh pada dasar permukaanya, adanya
struktur yang terdapat pada sebuah lintasan angin dapat
menyebabkan angin tersebut berbelok dan dapat pula berhenti. Maka
berakibat, energi kinetik pada angin akan berubah bentuk menjadi
sebuah energi potensial yang berupa isapan atau sebuah tekanan pada
struktur tersebut.
2). Beban gempa
Pernahkah kalian merasakan gempa bumi? Tentu saja pernah
bukan? Atau mungkin kalian tidak begitu terdampak secara signifikan
tapi merasakan.
Bab 3 | Elemen Struktur Konstruksi Bangunan | 55
Ketahuilah bahwa gempa bumi itu merupakan sebuah fenomena
dimana adanya sebuah getaran yang dapat dikaitkan dengan adanya
kejutan dari kerak bumi. Kejutan tersebut berkaitan dengan adanya
benturan sehingga akan menjalar dalam bentuk sebuah gelombang.
Gelombang tersebutlah yang kemudian dapat menyebabkan
permukaan dari bumi dan bangunan yang berada di atasnya ikut
menjadi bergetar.
Gambar 3. 5 Beban Gempa
Sumber : Dewaperang, 2010
Ketika terjadi gempa bumi maka pada saat itu pula bangunan
menjadi bergetar, selanjutnya akan timbul gaya‐gaya yang terjadi pada
struktur bangunan dikarenakan adanya suatu kecenderungan massa
bangunan guna mempertahankan dirinya dari sebuah gerakan. Gaya
yang bisa timbul disini disebut dengan gaya inersia. Besarnya gaya‐
gaya tersebut dapat bergantung pada berapa banyak faktor. Massa
pada bangunan merupakan suatu faktor yang dianggap paling utama
dikarenakan gaya tersebut dapat melibatkan inersia. Faktor lain yaitu
cara massa tersebut dapat terdistribusi, kekakuan tanah, jenis pondasi,
kekakuan struktur dan adanya mekanisme pada redaman bangunan,
serta pada perilaku dan besarnya getaran itu sendiri.
Bab 3 | Elemen Struktur Konstruksi Bangunan | 56
REFLEKSI
Setelah kalian menyelesaikan proses pembelajaran pada bab ini, tentunya
pemahaman kalian tentang elemen‐elemen yang ada pada struktur bangunan
menjadi lebih baik dan berkembang, selain itu kalian juga lebih paham tentang
klasifikasi elemen struktur bangunan ini dalam kehidupan kalian sehari‐hari,
baik di rumah, di sekolah maupun nantinya ditempat praktik dan tempat kerja.
Setelah semua bagian materi dalam bab ini kalian pelajari, yang menurut kalian
paling sulit terletak pada bagian materi yang mana dan bagian apa?
Silahkan kalian lakukan diskusi lebih lanjut, baik dengan teman atau
dengan guru kalian, karena materi yang telah disampaikan pada bab ini akan
menjadi salah satu bagian yang akan terkait dengan materi‐materi pada bab
selanjutnya, serta menjadi acuan dasar kalian mempelajari materi di buku teks
ini.
F. ASESMEN
A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat!
1. Dibawah ini merupakan sebuah elemen yang memilikii kebiasaan
dapat berubah pada suatu kondisi pembebanan menjadi beberapa
bentuk tertentu adalah….
a. elemen tidak kaku
b. elemen fleksibel
c. elemen kaku
d. sistem satu arah
e. sistem dua arah
2. Pada elemen struktur kolom yang mempunyai fungsi sebagai
penopang pada beban utama juga yang berada di elemen atasnya
biasa disebut kolom....
a. pengikat sengkang lateral
b. pengikat spiral
Bab 3 | Elemen Struktur Konstruksi Bangunan | 57
c. beton
d. Utama
e. baja
3. Dibawah ini merupakan salah satu struktur yang cara membuatnya
dengan cara menyusun beberapa elemen yang linier dengan bentuk
batang‐batang dengan relatif lebih pendek serta lurus menjadi
bentuk pola bentuk segitiga yaitu....
a. struktur dinding penahan
b. struktur rangka atap
c. struktur pondasi
d. rangka batang
e. struktur atap
4. Struktur balok pada suatu bangunan mempunyai fungsi paling utama,
adalah sebagai ....
a. pembentukan dari model bangunan
b. penyaluran beban horisontal
c. penyaluran beban diagonal
d. penyaluran beban vertikal
e. tiang bangunan
5. Berikut ini adalah salah satu struktur yang dapat dibentuk dengan
cara meletakkan struktur elemen kaku bentuk horisontal pada atas
elemen kaku vertikal yaitu....
a. sloof ‐ pondasi
b. pondasi ‐ atap
c. balok ‐ kolom
d. balok ‐ sloof
e. atap ‐ sloof
6. Suatu kegagalan yang terjadi pada komponen tekan, karena tidak
diawali dengan adanya tanda peringatan yang cukup jelas dan hanya
bersifat ....
a. Sangat lama
Bab 3 | Elemen Struktur Konstruksi Bangunan | 58
b. Dapat meleleh
c. Dapat mendadak/tiba‐tiba
d. Bisa melendut
e. Bisa sementara
7. Jenis pondasi pada umumnya bida digolongkan menjadi dua type
pondasi yang biasa digunakan, coba jelaskan pondasi apa sajakah?
a. Pondasi batu kali dan pondasi telapak beton bertulang
b. Pondasi dangkal dan pondasi telapak beton bertulang
c. Pondasi tiang pancang dan Pondasi footplat
d. Pondasi sumuran dan pondasi paku bumi
e. Pondasi dangkal dan pondasi dalam
8. Dibawah ini merupakan elemen di struktur berupa rangkaian
gabungan dari kolom vertikal dan balok mendatar pada struktur
bangunan adalah ….
a. balok dengan sederhana
b. balok yang menerus
c. rangka atau portal
d. rangka pada batang
e. overstek
9. Berdasarkan karakteristik kekakuan dibawah ini elemen pada struktur
konstruksi bangunan yang manakah yang paling tepat menurut
kalian?
a. elemen baja
b. elemen tunggal
c. elemen fleksibel
d. elemen permukaan
e. elemen sistem 2 arah
10. Pada elemen struktur kolom yang merupakan elemen garis manakah
yang sesuai dengan klasifikasi struktur ....
a. Material
b. elemen tunggal
Bab 3 | Elemen Struktur Konstruksi Bangunan | 59
c. geometri
d. pelengkungan
e. kekakuan
B. Kerjakan tugas uraian di bawah ini sesuai dengan tepat menurut
pendapat kalian!
1. Struktur memiliki berapa jenis‐jenis elemen utama, jelaskan apa saja
elemen utama pada struktur bangunan yang kalian ketahui!
2. Jelaskanlah apa saja jenis dari struktur balok dapat dilihat dari fungsi
strukturnya, silahkan jelaskan pula fungsi dari struktur balok tersebut?
3. Perlu kalian ketahui, bahwa pemakaian batang bambu yang digunakan
sebagai rangka pada bangunan juga ternyata dapat memiliki banyak
kekurangan. Silahkan kalian uraikan yang mengenai kekurangan dari
rangka bambu tersebut!
4. Klasifikasi pada elemen di struktur didasarkan pada bentuk didasarnya
dan kekakuannya, coba kalian jelaskan bagaimanakah cara dari elemen
struktur tersebut dapat bekerja!
5. Silahkan kalian uraikan mengenai definisi elemen struktur bangunan
yang kalian ketahui!
G. PENGAYAAN
Indonesia merupakan salah satu negara yang berada pada ring of fire atau
biasa disebut dengan cincin/lingkaran api di pasifik, dengan demikian dapat
membuat wilayah negara Indonesia ini sangat rawan dengan bencana gempa.
Oleh sebab itu dalam pembuatan konstruksi bangunan, baik untuk hunian
maupun konstruksi gedung yng lain harus mengikuti prinsip atau kaidah
bangunan tahan gempa. Sebagai seorang perencana bangunan bagaimana
kalian menyikapi hal ini? Lakukanlah pengamatan terhadap struktur bangunan
tahan gempa, buatlah laporan terkait pendirian bangunan tahan gempa
tersebut!
Bab 3 | Elemen Struktur Konstruksi Bangunan | 60
HALAMAN JUDUL
Preliminar i | i
HALAMAN HAK CIPTA
Pengarah:
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi
Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan
Penulis:
Arum Fajar Vebrianingtyas
Penelaah:
Yeri Sutopo
Desain Sampul:
Firmansyah
Layout:
Firmansyah
Preliminar i | ii
KATA PENGANTAR
Preliminar i | iii
PRAKATA
Mata pelajaran Dasar‐dasar Teknik Perawatan Gedung termasuk mata
pelajaran yang berdiri pada program keahlian Teknik Perawatan Gedung. Mata
pelajaran ini mempelajari dan memperdalam materi tentang apa saja dasar dari
pekerjaan teknik perawatan gedung. Buku bahan ajar ini merupakan bagian jilid
pertama dari materi mata pelajaran Dasar‐dasar Teknik Perawatan Gedung.
Tujuan penyusunan buku ini adalah sebagai bahan ajar yang dijadikan dasar
untuk mendukung mata pelajaran dikelas berikutnya.
Buku teks siswa ini telah dilengkapi menggunakan Capaian Kompetensi, Alur
Tujuan Pembelajaran, Pertanyaan Pemantik, Diagram Konsep, Apersepsi,
Pendalaman Materi, Referensi, Asesmen dan Pengayaan. Pembahasan dalam
materi buku teks ini bukan saja disajikan pengetahuan tetapi juga diberikan
petanyaan‐pertanyaan pemantik guna melibatkan secara maksimal dan
menyeluruh yang dapat memacu siswa untuk mecari dan dapat menyelidiki
melalui suatu fenomena yang terjadi disekitarnya. Buku Jilid I Dasar‐dasar
Perawatan Gedung ini disiapkan 5 (lima) bab, berikut pembagiannya:
Bab 1 : Wawasan Dasar Kejuruan
Bab 2 : Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Hidup (K3LH) Dan
Budaya Kerja Industri
Bab 3 : Elemen Struktur Konstruksi Bangunan
Bab 4 : Keseimbangan Gaya Struktur Bangunan
Bab 5 : Teknik Dan Prinsip Gambar Dasar
Penulis mengucapkan terima kasih selama dalam proses menyusun bahan
ajar teks siswa ini dapat terwujud. Penulis senantiasa menerima dan mengharap
dengan senang hati atas saran dan kritikan yang membangun demi
meningkatkan kualitas buku bahan ajar ini.
Penulis
Preliminar i | iv
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ...................................................................................................i
HALAMAN HAK CIPTA ............................................................................................ ii
KATA PENGANTAR ................................................................................................ iii
PRAKATA ............................................................................................................... iv
DAFTAR ISI ............................................................................................................. v
DAFTAR GAMBAR ................................................................................................. ix
DAFTAR TABEL .................................................................................................... xiii
PETUNJUK PENGGUNAAN BUKU ........................................................................ xiv
PENDAHULUAN ...................................................... Error! Bookmark not defined.
A. Rasional ............................................... Error! Bookmark not defined.
BAB I B. Cakupan atau ruang lingkup ................ Error! Bookmark not defined.
C. Tujuan Mata Pelajaran ........................ Error! Bookmark not defined.
D. Pendekatan/Strategi pembelajaran .... Error! Bookmark not defined.
E. Media pembelajaran ........................... Error! Bookmark not defined.
F. Evaluasi pembelajaran ........................ Error! Bookmark not defined.
WAWASAN DASAR PENDIDIKAN KEJURUANError! Bookmark not
defined.
A. TUJUAN PEMBELAJARAAN .................. Error! Bookmark not defined.
B. PERTANYAAN PEMANTIK .................... Error! Bookmark not defined.
C. PETA KONSEP ....................................... Error! Bookmark not defined.
D. KATA KUNCI ......................................... Error! Bookmark not defined.
E. APERSEPSI ............................................ Error! Bookmark not defined.
1. Proses Bisnis Pada Pekerjaan Perawatan Gedung ................ Error!
Bookmark not defined.
Preliminar i | v
2. Perkembangan Dunia Kerja di Bidang Perawatan Gedung ... Error!
Bookmark not defined.
3. Profesi dan Kewirausahaan (Job‐Profile dan Entrepreneurship),
Bidang Perawatan Gedung ............ Error! Bookmark not defined.
4. Dasar Penggunaan Peralatan Ukur TanahError! Bookmark not
defined.
5. Dasar Pekerjaan Perencanaan dan PelaksanaanError! Bookmark
not defined.
F. REFLEKSI .............................................. Error! Bookmark not defined.
G. ASESMEN ............................................ Error! Bookmark not defined.
H. PENGAYAAN ....................................... Error! Bookmark not defined.
BAB II KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA LINGKUNGAN HIDUP
(K3LH) DAN BUDAYA KERJA INDUSTRI ..... Error! Bookmark not defined.
A. TUJUAN PEMBELAJARAAN .................. Error! Bookmark not defined.
B. PERTANYAAN PEMANTIK .................... Error! Bookmark not defined.
C. PETA KONSEP ....................................... Error! Bookmark not defined.
D. KATA KUNCI ........................................ Error! Bookmark not defined.
E. APERSEPSI ........................................... Error! Bookmark not defined.
1. Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan
Hidup............................................... Error! Bookmark not defined.
2. Praktik ‐ Praktik Kerja Aman ........... Error! Bookmark not defined.
3. Bahaya‐Bahaya di Tempat Kerja ..... Error! Bookmark not defined.
4. Prosedur Keadaan Darurat ............. Error! Bookmark not defined.
5. Budaya Kerja Industri 5R ................ Error! Bookmark not defined.
F. REFLEKSI .............................................. Error! Bookmark not defined.
G. ASESMEN ............................................ Error! Bookmark not defined.
H. PENGAYAAN ....................................... Error! Bookmark not defined.
Preliminar i | vi
BAB III ELEMEN STRUKTUR KONSTRUKSI BANGUNANError! Bookmark not
defined.
A. TUJUAN PEMBELAJARAAN .................. Error! Bookmark not defined.
B. PERTANYAAN PEMANTIK .................... Error! Bookmark not defined.
C. PETA KONSEP ....................................... Error! Bookmark not defined.
D. KATA KUNCI ........................................ Error! Bookmark not defined.
E. APERSEPSI ........................................... Error! Bookmark not defined.
1. Jenis‐Jenis Elemen Struktur ............ Error! Bookmark not defined.
2. Klasifikasi Elemen Struktur ............. Error! Bookmark not defined.
3. Faktor Yang Mempengaruhi Struktur BangunanError! Bookmark
not defined.
F. ASESMEN ............................................ Error! Bookmark not defined.
G. PENGAYAAN ....................................... Error! Bookmark not defined.
IV KESEIMBANGAN GAYA PADA STRUKTUR BANGUNAN ................................ 114
A. TUJUAN PEMBELAJARAAN ............................................................ 114
B. PERTANYAAN PEMANTIK .............................................................. 114
C. PETA KONSEP ................................................................................. 114
D. KATA KUNCI .................................................................................. 115
E. APERSEPSI ..................................................................................... 115
1. Gaya dalam Struktur Bangunan ................................................ 116
2. Gaya Dalam (Momen, Geser, Normal) Pada Struktur Bangunan
.................................................................................................. 121
3. Keseimbangan Gaya Pada Konstrusi Balok Sederhana ............ 124
F. REFLEKSI ........................................................................................ 126
G. ASESMEN ...................................................................................... 126
H. PENGAYAAN ................................................................................. 131
BAB V TEKNIK DAN PRINSIP GAMBAR DASAR ................................................. 132
Preliminar i | vii
A. TUJUAN PEMBELAJARAAN ............................................................ 132
B. PERTANYAAN PEMANTIK .............................................................. 132
C. PETA KONSEP ................................................................................. 133
D. KATA KUNCI .................................................................................. 133
E. APERSEPSI ..................................................................................... 133
1. Peralatan dan Perlengkapan Gambar Teknik ........................... 134
2. Gambar Garis, Huruf dan Angka Teknik ................................... 142
3. Etiked dan Simbol‐simbol Gambar Teknik ................................ 147
4. Konstruksi Geometris ............................................................... 150
5. Konstruksi Gambar Bidang ....................................................... 159
F. REFLEKSI ........................................................................................ 162
G. ASESMEN ...................................................................................... 162
H. PENGAYAAN ................................................................................. 166
INDEX ............................................................................................................ 167
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. 115
GLOSARIUM ...................................................................................................... 120
BIODATA PENULIS ............................................................................................ 124
BIODATA PENELAAH ......................................................................................... 125
BIODATA DESAIN LAYOUT ................................................................................ 126
Preliminar i | viii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. 1 Perencanaan Pekerjaan ..................... Error! Bookmark not defined.
Gambar 1. 2 Maintenance Building ........................ Error! Bookmark not defined.
Gambar 1. 3 Service Construktor ........................... Error! Bookmark not defined.
Gambar 1. 4 Green City .......................................... Error! Bookmark not defined.
Gambar 1. 5 Green Material .................................. Error! Bookmark not defined.
Gambar 1. 6 Contoh Pekerjaan Perawatan GedungError! Bookmark not
defined.
Gambar 1. 7 Siswa PKL ........................................... Error! Bookmark not defined.
Gambar 1. 8 Theodolith ......................................... Error! Bookmark not defined.
Gambar 1. 9 Waterpass (PPD) ................................ Error! Bookmark not defined.
Gambar 1. 10 Alat Ukur GPS .................................. Error! Bookmark not defined.
Gambar 1. 11 Total Station .................................... Error! Bookmark not defined.
Gambar 1. 12 Gambar Perencanaan ...................... Error! Bookmark not defined.
Gambar 1. 13 Pelaksanaan konstruksi ................... Error! Bookmark not defined.
Gambar 2. 1. K3LH .................................................. Error! Bookmark not defined.
Gambar 2. 2. Rambu‐rambu K3LH ......................... Error! Bookmark not defined.
Gambar 2. 3. APD Pekerjaan Konstruksi BangunanError! Bookmark not defined.
Gambar 2. 4. Pekerja praktik kerja aman ............... Error! Bookmark not defined.
Gambar 2. 5. Peringatan bahaya dalam pekerjaan konstruksiError! Bookmark
not defined.
Gambar 2. 6. Keadaan darurat dalam pekerjaan konstruksiError! Bookmark not
defined.
Gambar 2. 7. Budaya kerja industri ........................ Error! Bookmark not defined.
Gambar 3. 1 Struktur Balok .................................... Error! Bookmark not defined.
Preliminar i | ix
Gambar 3. 2 Kolom ................................................. Error! Bookmark not defined.
Gambar 3. 3 rangka Kubah dan Rangka Cangkang BolaError! Bookmark not
defined.
Gambar 3. 4 Dinding atau Tembok dan Pelat ........ Error! Bookmark not defined.
Gambar 3. 5 Beban Gempa .................................... Error! Bookmark not defined.
Gambar 4. 1. Gaya Vertikal Atau Gaya Lintang ................................................ 121
Gambar 4. 2. Gaya horizontal .......................................................................... 122
Gambar 4. 3. Gaya Normal ............................................................................... 122
Gambar 4. 4. Momen positif ............................................................................ 122
Gambar 4. 5. Keseimbangan Stabil .................................................................. 125
Gambar 4. 6. Keseimbangan Labil .................................................................... 125
Gambar 4. 7. Keseimbangan indeferen ............................................................ 125
Gambar 4. 8. Keseimbangan Benda ................................................................. 126
Gambar 5. 1. Pensil Batang .............................................................................. 134
Gambar 5. 2. Pensil Mekanik ............................................................................ 135
Gambar 5. 3. Pena teknik (Rapido) .................................................................. 136
Gambar 5. 4. Trekpen ....................................................................................... 136
Gambar 5. 5. Kertas Gambar ............................................................................ 137
Gambar 5. 6. Kertas Kalkir ................................................................................ 138
Gambar 5. 7. Jangka ......................................................................................... 138
Gambar 5. 8. Penggaris T ................................................................................. 140
Gambar 5. 9. Penggaris Segitiga ....................................................................... 140
Gambar 5. 10. Penghapus pensil ...................................................................... 141
Gambar 5. 11. Meja Gambar ............................................................................ 141
Gambar 5. 12. Garis Gambar ............................................................................ 142
Gambar 5. 13. Garis Bayangan ......................................................................... 143
Gambar 5. 14. Garis Hati .................................................................................. 143
Preliminar i | x
Gambar 5. 15. Garis Ukuran ............................................................................. 144
Gambar 5. 16. Garis Potong ............................................................................. 144
Gambar 5. 17. Etiket Gambar ........................................................................... 148
Gambar 5. 18. Batas area penggambaran ........................................................ 149
Gambar 5. 19. Memindahkan sudut ................................................................ 151
Gambar 5. 20. Membagi sudut sama besar ..................................................... 151
Gambar 5. 21. Membagi sudut siku‐siku menjadi tiga..................................... 152
Gambar 5. 22. Membuat sudut 30° .................................................................. 152
Gambar 5. 23. Membuat sudut 45° .................................................................. 152
Gambar 5. 24. Membuat sudut 60° .................................................................. 153
Gambar 5. 25. Membuat sudut 90° .................................................................. 153
Gambar 5. 26. Menggambar garis tegak lurus ................................................. 153
Gambar 5. 27. Menggambar garis sejajar ........................................................ 154
Gambar 5. 28. Menggambar Garis Lengkung ................................................... 154
Gambar 5. 29. Membagi Garis Menjadi Dua Bagian Sama Panjang ................ 154
Gambar 5. 30. Membagi Garis Menjadi Beberapa Bagian Sama Panjang ....... 155
Gambar 5. 31. Menggabungkan Garis Lurus .................................................... 155
Gambar 5. 32. Membuat Lingkaran ................................................................. 155
Gambar 5. 33. Membagi keliling Lingkaran Sama Besar .................................. 156
Gambar 5. 34. Menggambar Garis Singgung Lingkaran ................................... 156
Gambar 5. 35. Membuat Segi Lima Dalam Lingkaran ...................................... 157
Gambar 5. 36. Menggambar Bujur Sangkar ..................................................... 157
Gambar 5. 37. Segi Lima Beraturan .................................................................. 157
Gambar 5. 38. Menggambar segi enam beraturan .......................................... 158
Gambar 5. 39. Mengambar segi tujuh beraturan ............................................ 158
Gambar 5. 40. Menggambar Segi Delapan Beraturan ..................................... 158
Gambar 5. 40. Menggambar Segi Sembilan Beraturan .................................... 159
Preliminar i | xi
Gambar 5. 42. Menggambar Segi Sepuluh Beraturan ..................................... 159
Gambar 5. 43. Menggambar sisi – sudut – sisi ................................................. 160
Gambar 5. 44. Menggambar sudut – sisi – sudut ............................................ 160
Gambar 5. 45. Menggambar Sisi – sisi – sisi ..................................................... 160
Gambar 5. 46. Menggambar Elips .................................................................... 161
Gambar 5. 47. Menggambar Parabola ............................................................. 161
Gambar 5. 48. Menggambar Hiperbola ........................................................... 161
Preliminar i | xii
DAFTAR TABEL
Tabel 3. 1 Macam Rangka Batang .......................... Error! Bookmark not defined.
Tabel 3. 2 Struktur menurut material pembentuk . Error! Bookmark not defined.
Tabel 4. 1. Bentuk kelenturan struktur ............................................................ 117
Tabel 5. 1. Tingkat kekerasan pensil gambar teknik ........................................ 135
Tabel 5. 2. Macam‐macam garis dan penggunaannya menurut ISO dan IEC .. 144
Tabel 5. 3. Skala pada gambar teknik bangunan .............................................. 149
Preliminar i | xiii
PETUNJUK PENGGUNAAN BUKU
Buku bahan ajar ini merupakan buku pelajaran teks untuk siswa Program
Keahlian Teknik Perawatan Gedung yang diharapkan dapat menjadi panduan
serta memperkaya dan meningkatkan kompetensi siswa dari aspek pengetahuan
dan aspek keterampilan bagi peserta didik. Karena pentingnya buku ini,
disarankan kepada pembaca untuk memperhatikan beberapa petunjuk
penggunaan buku sebagai berikut:
A. Bacalah tujuan pembelajaran terlebih dahulu untuk mengetahui apa yang
akan ingin dicapai dalam setiap bab dalam buku ini serta jangan lupa lihatlah
Diagram Capaian Kompetensi untuk mengetahui pemetaan materi.
B. Bacalah buku ini dengan teliti, cermat dan seksama, apabila ada yang kalian
kurang jelas dapat ditanyakan kepada guru.
C. Pada bagian akhir bab terdapat refleksi, asesmen dan pengayaan untuk
mengetahui sejauh mana kalian telah menguasai materi yang dipelajari.
Untuk membantu kalian dalam menguasai kemampuan diatas, materi dalam
buku ini dapat anda cermati tahap demi tahap. Pada buku ini masing‐masing
bagian saling berkaitan, sehingga diharapkan kalian jangan terlalu memaksakan
untuk secepatnya menyelesaikan materi sebelum benar‐benar menguasai
bagian demi bagian dalam buku ini. Pada setiap akhir Bab dilengkapi dengan
penilaian harian. Jika penguasaan terhadap setiap materi dalam masing‐masing
bab belum mencapai 75%, maka kalian dapat diharuskan mempelajari kembali
materi yang belum dikuasai. Jika kalian masih menemui kendala dalam
memahami materi‐materi yang disampaikan dalam buku bahan ajar ini, kalian
bisa melakukan diskusi dengan teman atau guru kalian.
Preliminar i | xiv
BAB
KESEIMBANGAN GAYA
4IVP AKEDSEAIM SBTARNUGKATNU GRA YBAA PNADGAU SNTRAUNKT UR BANGUNAN
A. TUJUAN PEMBELAJARAAN
Pada bab keseimbangan gaya pada struktur bangunan, kalian mampu
memahami elemen‐elemen struktur bangunan, keseimbangan gaya pada
struktur bangunan, gaya batang pada konstruksi rangka sederhana sebagai dasar
perhitungan pekerjaan konstruksi pada struktur bangunan.
B. PERTANYAAN PEMANTIK
Sebagai anak SMK kalian harus paham dasar dari sekolah kejuruan dan pastinya
berbeda dengan anak SMA, kira‐kira apa yang membedakan diantara keduanya
dalam wawasan dasar pendidikannya?
A. TU JUAN PEMBELAJARAN
B. PERTANYAAN PEMANTIK Pada bab keseimbangan gaya
pada struktur bangunan, kalian
Sebelum kalian mempelajari mampu memahami elemen‐elemen
tentang pekerjaan perawatan struktur bangunan, keseimbangan
gaya pada struktur bangunan, gaya
gedung, kalian harus paham batang pada konstruksi rangka
terlebih dahulu tentang teknik sederhana sebagai dasar
perhitungan pekerjaan konstruksi
Cd. asaPr EpTeAk eKrOjaNaSnE, Pb ukan? Teknik pada struktur bangunan.
dasar apa sajakah yang harus
kalian persiapkan? Index | 114
D. KATA KUNCI
Gaya, momen, geser, normal, struktur
E. APERSEPSI
Bagi Anda yang akan berkecimpung di dalam dunia teknik bangunan hendaknya
memahami bahwasanya struktur bangunan disusun dengan tujuan untuk
membentuk suatu bidang yang menyokong berdirinya bangunan. Akan tetapi,
perlu Anda pahami bahwa pada bidang‐bidang yang dibentuk oleh struktur
bangunan tersebut telah menimbulkan beberapa gaya‐gaya tertentu. Anda
harus memahami gaya tersebut dan harus benar‐benar diperhatikan supaya
bangunan mampu berdiri dengan kukuh dan kuat serta aman.
Index | 115
1. Gaya dalam Struktur Bangunan
a. Gaya eksternal pada struktur
Pada sebuah struktur bangunan dari adanya aksi gaya eksternal
mengakibatkan timbulnya sebuah gaya dalam atau internal di dalam suatu
struktur. Gaya internal yang timbul di antaranya gaya tarik, tekan, torsi,
geser, tumpu, dan lentur. Pada umumnya, timbulnya tegangan dan
regangan selalu berkaitan dengan gaya internal.
1) Gaya tekan
Apakah yang kalian ketahui tentang gaya tarik? Dimanakah letak dari
gaya tersebut?
Beban elemen yang pendek biasanya cenderung mudah hancur
dan memiliki kekuatan yang relatif setingkat dengan kekuatan pada
elemen tersebut apabila mengalami gaya tarik. Dengan sebaliknya,
bahwa kapasitas pikul pada beban elemen tekan panjang akan makin
kecil untuk elemen yang makin panjang. Ketidakstabilan yang
menyebabkan elemen tidak dapat menahan beban tambahan
sedikitpun bisa terjadi tanpa kelebihan material.
2) Gaya tarik
Apakah yang kalian ketahui tentang gaya tarik? Dimanakah letak dari
gaya tersebut?
Gaya tarik memiliki sebuah kecenderungan guna menarik sebuah
elemen sampai putus. Kekuatan pada elemen tarik selalu bergantung
pada seberapa luas pada penampang elemen atau pada material
bahan yang digunakan. Pada elemen yang biasa mengalami gaya tarik
bisa memiliki sebuah kekuatan bisa yang sangat tinggi, contohnya pada
kabel yang akan digunakan untuk suatu struktur pada bentang
Index | 116
panjang. Kekuatan pada elemen tarik umumnya tergantung dari
berapa panjangnya.
3) Gaya lentur
Apakah yang kalian ketahui tentang gaya lentur? Dimanakah letak dari
gaya tersebut?
Gaya lentur merupakan sebuah kondisi dimana gaya secara
kompleks selalu berkaitan juga dengan dapat melenturnya suatu
elemen khususnya elemen balok, maka sebagai akibat karena adanya
beban transversal. pada gaya lentur aksi ini menyebabkan suatu serat‐
serat yang ada pada sisi elemen dapat memanjang dan mengalami
gaya tarik sedangkan pada sisi lainnya akan juga mengalami gaya
tekan. Berikut diinformasi tentang bentuk tinjauan kelenturan pada
struktur.
Tabel 4. 1. Bentuk kelenturan struktur
No. Beban Transversal Gambar
1. Tegangan lentur
2. Kegagalan lentur
3. Kegagalan tegangan
geser vertikal
4. Kegagalan tegangan
geser horizontal
5. Kegagalan tegangan
tumpu
6. Torsi
7. Defleksi (deformasi
berlebihan)
Index | 117
4) Gaya geser
Apakah yang kalian ketahui tentang gaya geser? Dimanakah letak dari
gaya tersebut?
Gaya geser ialah dimana sebuah gaya yang berhubungan dengan
aksi gaya yang berlawanan dengan arah dapat menyebabkan pada satu
bagian struktur dapat tergelincir terhadap satu bagian yang ada
didekatnya. Tegangan tersebut akan timbul didalam arah tangensial
dipermukaan yang dapat tergelincir.
5) Torsi
Apakah yang kalian ketahui tentang gaya torsi? Dimanakah letak dari
gaya tersebut?
Torsi memiliki sebutan lain yaitu puntir. Torsi merupakan gaya
yang berupa tegangan tarik ataupun tegangan tekan yang dapat terjadi
pada suatu elemen yang dapat mengalami punter atau torsi.
6) Tegangan tumpu
Apakah yang kalian ketahui tentang gaya tumpu? Dimanakah letak
dari gaya tersebut?
Tegangan tumpu merupakan sebuah tegangan yang dapat terjadi
diantara bidang pada muka depan kedua elemen jika gaya tersebut
disalurkan di elemen satu ke elemen yang lain. Tegangan yang biasa
terjadi memiliki arah yang dapat tegak lurus terhadap permukaan
elemen.
b. Menyusun beberapa gaya dalam struktur bangunan
Pada ilmu bangunan, konsep besaran dan satuan meliputi besaran,
satuan, besaran skalar, dan besaran vektor.
1) Besaran dan satuan
Index | 118
Apakah yang kalian ketahui tentang maksud dari besaran dan satuan
dalam system penyusunan gaya pada struktur bangunan?
Besaran mempunyai contoh seperti panjang, massa, tegangan,
kecepatan, tekanan, dan lain sebagainya. Dalam suatu pengukuran
nilai besaran ialah harga ukuran itu sendiri. Pada umumnya besaran
dapat dibagi menjadi dua bagian besaran yaitu besaran skalar dan
besaran vektor.
Satuan mempunyai tiga macam sistem satuan yaitu British
Gravitational System (BGS), Metric System (MKSA), dan Systeme
International D’ Unites (SI). Sistem Satuan yang biasa digunakan adalah
Sistem International (SI).
2) Besaran Vektor dan Besaran Skalar
Telah dijelaskan diatas tadi bahwa besaran dibedakan menjadi dua
golongan besaran yaitu besaran skalar dan besaran vektor. Besaran
skalar merupakan sebuah besaran yang hanya mempunyai besar saja.
Contohnya: jarak, laju, waktu dan berat. Misalnya laju adalah besarnya
kecepatan. Besaran vektor merupakan besaran yang memiliki besar
dan memiliki arah. Contohnya percepatan gravitasi, kecepatan, serta
gaya. Besaran Vektor dapat dilambangkan dengan suatu tanda anak
panah.
c. Besaran Gaya
Gaya berupa suatu besaran pada usaha yang dapat dikerjakan tepat
pada salah satu titik tertentu dan juga pada suatu bidang dalam arah
tertentu. Didalam satuan metrik, dapat dikatakan bahwa pada satuan
Newton yang merupakan satuan pada gaya yang biasa dipergunakan.
Besaran ini merupakan perkalian antara suatu besaran massa dan suatu
besaran percepatan yang bisa dialami oleh suatu benda maupun materi
Index | 119
tersebut. Missal, suatu benda dengan massa atau berat 1 kg, bila ada pada
bumi ini, pasti akan dapat mengalami suatu percepatan yaitu gravitasi (g)
yang besarnya bisa mendekati angka 10 m/s2. Maka, massa tersebut akan
bisa memberikan gaya berat akibat dari gravitasi yang sebesar 10 Newton.
1) Arah gaya
Menurut arah pada suatu bidang datar dan terhadap titik tangkap
tertentu, gaya dapat dibagi menjadi gaya datar (horizontal), vertikal dan
gaya yang memiliki arah miring.
2) Gaya normal
Perlu Anda pahami bahwa terhadap arah serat batang struktur, gaya‐
gaya tersebut dapat dibedakan dan diuraikan ke dalam gaya
normal/sejajar serat dan gaya melintang/tegak lurus serat. Berdasarkan
arahnya, gaya normal dapat berupa gaya tekan, sering disepakati
dengan tanda N – (normal negatif) dan gaya tarikan sebagai N + (gaya
normal positif).
3) Gaya lintang
Menurut ilmu teknik bangunan terhadap oleh serat batang, maka gaya
lintang ini mempunyai suatu arah melintang dan tegak lurus. Dengan
begitu, maka gaya lintang ini bisa lebih sering dikatakan sebagai juga
gaya geser maupun gaya lintang.
4) Momen
Momen merupakan gaya memutar yang dapat terjadi pada batang yang
dapat dikenai oleh gaya tegak lurus terhadap suatu batang sehingga
dapat menghasilkan gaya putar (rotasi) terhadap suatu titik yang
berjarak tertentu pada sepanjang batang. Dengan begitu, besaran
momen merupakan perkalian antara gaya (tegak lurus) dengan lengan
momen.
Index | 120