2. Gaya Dalam (Momen, Geser, Normal) Pada Struktur Bangunan
Apakah yang dimaksud dengan gaya pada elemen struktur bangunan?
Berikan contoh gaya dalam kehidupan sehari‐hari yang kalian ketahui?
Gaya memiliki pengertian bahwa penyebab yang dapat mengubah suatu
benda dari dalam keadaan diam lalu menjadi keadaan bergerak maupun
sebaliknya. Gaya pada mekanika teknik juga bisa diartikan sebagai beban
yang dapat bekerja disuatu konstruksi. Gaya ialah suatu besaran vektor atau
suatu aksi sebuah benda terhadap benda yang lain umumnya dapat
ditentukan oleh titik tangkap (kerja), besar, dan arah. Pada sebuah gaya
yang mempunyai arah, besar serta titik tangkap tertentu dapat digambarkan
dengan bentuk anak panah. Maka makin panjang suatu anak panah maka
semakin besar gayanya.
a. Gaya‐Gaya dalam Elemen Struktur
1) Gaya luar
Gaya luar merupakan gaya yang bekerja di luar konstruksi. Gaya ini dapat
berupa empat macam gaya, yaitu sebagai berikut:
a) Gaya vertikal atau gaya lintang atau gaya geser (S) adalah gaya yang
tegak lurus terhadap sumbu balok.
Gambar 4. 1. Gaya Vertikal Atau Gaya Lintang
Sumber : Nasihin, 2017
b) Gaya horizontal, atau gaya normal (N) adalah gaya yang bekerja tegak
lurus pada bidang dan garis kerja searah atau sejajar sumbu
batang/balok, disebut gaya normal sentris. Sementara itu, jika gaya
bekerja di luar garis kerja gaya, maka gaya normal disebut gaya normal
eksentris.
Index | 121
Gambar 4. 2. Gaya horizontal
Sumber : Nasihin, 2017
c) Gaya normal tekan apabila gaya dalam arahnya menuju titik kumpul,
bertanda negatif (‐). Sebaliknya gaya normal tarik apabila gaya dalam
arahnya ke luar dari titik kumpul, bertanda (+).
Gambar 4. 3. Gaya Normal
Sumber : Nasihin, 2017
d) Momen lentur (M) adalah suatu kejadian di mana aksi dan reaksi tidak
dalam satu garis kerja. Besarnya momen adalah perkalian gaya berat
(P) dengan jarak (l) dari gaya ke titik yang ditinjau. Satuan momen
adalah satuan gaya dikali satuan jarak (kg.cm, kg.m, ton.cm, ton.m).
Momen disebut positif (M+) jika menyebabkan bendanya berputar
menurut arah jarum jam, dan sebaliknya (M‐) berlawanan arah jarum
jam.
Gambar 4. 4. Momen positif
Sumber : Nasihin, 2017
e) Momen puntir (torsi), kecenderungan gaya untuk memutar benda
terhadap suatu sumbu disebut momen puntir dari gaya terhadap
Index | 122
sumbu putarnya. Momen puntir adalah besaran gaya, di mana garis
kerjanya terletak sepanjang sumbu putarnya.
2) Gaya dalam
Gaya dalam adalah gaya yang ada di dalam badan struktur yang
berusaha menjaga keseimbangan beban‐beban luar yang bekerja pada
struktur (Reaksi vertikal/Rv dan Reaksi horizontal/Rh). Aksi gaya
eksternal (beban) menyebabkan timbulnya gaya internal (reaksi) di
dalam elemen struktur. Tipe pada gaya internal, yaitu tekan, lentur,
tarik, torsi, tumpu dan geser.
b. Gaya Dalam Momen, Geser, dan Normal
Berikut penjelasan gaya dalam momen, geser, dan normal, silahkan kalian
pelajari apa perbedaannya?.
1) Gaya dalam momen
Daerah momen merupakan daerah yang memiliki serat tertarik atau
tekan sekaligus menunjukkan daerah yang apabila terjadi deformasi
mengalami retak paling awal. Oleh sebab itu, di daerah momen positif
maupun negarif saat kita mendesain balok harus ditambah tulangan.
Tujuan penambahan tulangan ini agar saat beton di daerah tarik hancur
beban langsung dipikul oleh tulangan dan tidak langsung jatuh.
2) Gaya dalam geser
Gaya geser pada kasus desain balok di atas digunakan sebagai
penentuan jarak antarsengkang. Penyusunan sengkang berdasarkan
diagram gaya geser dapat menghemat biaya pemakaian material baja.
Namun, biasanya orang awam membuat jarak antarsengkang dengan
jarak yang sama. Hal tersebut tentunya boros dalam segi material.
3) Gaya dalam normal
Index | 123
Gaya normal pada contoh kasus = 0. Gaya normal merupakan gaya yang
sejajar terhadap sumbu balok. Jika terdapat gaya normal maka perlu
ditambah tulangan utamanya seperti dalam mendesain kolom struktur.
3. Keseimbangan Gaya Pada Konstrusi Balok Sederhana
Pada dunia teknik bangunan, konstruksi balok sederhana
menghasilkan gaya‐gaya tertentu. Supaya balok‐balok struktur bangunan
tersebut menjadi kuat, kukuh, serta bekerja dengan maksimal, maka
diperlukan keseimbangan. Keseimbangan yang dimaksud disini diperoleh
dengan cara menghitung keseimbangan gaya pada konstruksi bangunan
dibuat.
1. Keseimbangan Gaya
Keseimbangan sangat penting sekali dalam dunia rancang bangun,
karena jika bangunan dan strukturnya tidak seimbang pasti mudah
roboh. Kesetimbangan atau keseimbangan pada sebuah benda terjadi
jika gaya dan torsi pada benda dalam titik nol, maka benda tidak akan
mengalami perubahan gerak maupun rotasi. Benda yang bergerak
dengan kecepatan konstan memiliki momentum linear konstan. Artinya
tidak ada gaya total yang bekerja pada benda itu atau total gaya bernilai
nol. Apabila benda bergerak dengan kecepatan sudut konstan, maka
momentum sudut benda konstan, kita bisa menyimpulkan bahwa torsi
total pada benda itu adalah nol.
2. Jenis Keseimbangan Gaya
Menurut kedudukan titik berat jenis keseimbangan dibagi menjadi tiga,
yaitu berikut:
a. Keseimbangan stabil
Index | 124
Keseimbangan stabil yaitu jenis keseimbangan yang dialami
benda apabila dipengaruhi oleh gaya atau gangguan kecil, maka
benda tersebut akan segera ke posisi keseimbangan semula.
Gambar 4. 5. Keseimbangan Stabil
Sumber : Guru Saputra, 2019
b. Keseimbangan labil
Keseimbangan labil yaitu jenis keseimbangan yang dialami
benda yang apabila diberikan sedikit gangguan, maka benda
tersebut tidak bisa kembali ke posisi keseimbangan semula.
Gambar 4. 6. Keseimbangan Labil
Sumber : Guru Saputra, 2019
c. Keseimbangan indeferen
Keseimbangan indeferen yaitu jenis keseimbangan yang
dialami benda yang apabila diberikan sedikit gangguan, maka benda
tersebut tidak mengalami perubahan titik berat benda.
Gambar 4. 7. Keseimbangan indeferen
Sumber : Guru Saputra, 2019
3. Keseimbangan Benda
Pada bidang teknik bangunan, selalu dibahas tentang bangunan
gedung, jembatan, dan lain sebagainya. Supaya bangunan‐bangunan
tersebut tetap berdiri, maka struktur‐strukturnya harus dalam keadaan
Index | 125
seimbang. Hal tersebut merupakan syarat utama agar bangunan berdiri
dengan kukuh. Contoh benda dalam keadaan seimbang (tidak bisa
bergerak), ditunjukkan pada gambar berikut.
Gambar 4. 8. Keseimbangan Benda
Sumber : Dwi. W, 2018
Pada gambar di atas, sebuah kotak yang dilem di atas meja.
Kotak tersebut dalam keadaan seimbang, yang berarti kotak tersebut
tidak bisa turun, tidak bisa bergeser horizontal, dan tidak bisa berguling.
F. REFLEKSI
Setelah kalian menyelesaikan proses pembelajaran pada bab ini, tentunya
pemahaman kalian tentang gaya pada struktur bangunan, khususnya untuk
pembahasan materi menyusun gaya menjadi lebih baik, selain itu kalian juga
lebih paham tentang penerapan wawasan dasar pendidikan kejuruan dengan
dasar teknik perawatan gedung ini dalam kehidupan sehari‐hari. Setelah semua
bagian materi dalam bab ini kalian pelajari, yang menurut kalian paling sulit
terletak pada bagian materi yang mana?
Silahkan kalian lakukan diskusi lebih lanjut, baik dengan teman atau dengan
guru kalian, karena materi yang telah disampaikan pada bab ini akan menjadi
salah satu bagian yang akan terkait dengan materi‐materi pada bab selanjutnya,
serta menjadi acuan dasar kalian mempelajari materi di buku teks ini.
G. ASESMEN
A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat!
1. Perhatikan beberapa pernyataan berikut!
Index | 126
(1). dapat mengubah kecepatan benda.
(2). dapat berupa dorongan atau tarikan.
(3). dapat mengubah massa benda.
(4). dapat mengubah bentuk benda.
Berdasarkan keempat pernyataan tersebut, pernyataan yang benar
mengenai gaya dalam fisika ditunjukkan oleh nomor ....
a. (1), (2), dan (3)
b. (1), (2), dan (4)
c. (2), (3), dan (4)
d. (3) dan (4)
e. (4) saja
2. Andi dan Budi menarik sebuah meja dalam arah yang berlawanan. Andi
menarik meja ke kanan dengan gaya 40 N, sedangkan Budi menarik meja
ke kiri dengan gaya 45 N. Arah dan resultan gaya pada kasus tersebut
adalah ....
a. 85 N ke kanan
b. 5 N ke kanan
c. 85 N ke kiri
d. 5 N ke kiri
e. 10 N ke kanan
3. Perhatikan pernyataan‐pernyataan berikut!
(1). benda tersebut pasti diam.
(2). resultan gaya pada benda sama dengan nol.
(3). benda mengalami percepatan konstan.
(4). benda mungkin bergerak dengan kecepatan tetap.
Apabila sebuah benda mengalami gaya‐gaya seimbang, maka
pernyataan yang benar ditunjukkan oleh nomor ....
a. (1) , (2), dan (3)
Index | 127
b. (1), (2), dan (4)
c. (2), (3), dan (4)
d. 2 dan 4
e. 3 dan 4
4. Untuk dapat melakukan suatu desain serta analisis sebuah struktur
maka butuh ditetapkan pada kriteria yang bisa digunakan menentukan
bahwa suatu struktur yang sesuai manfaat dari penggunaannya. Berikut
ini yang bukan termasuk kriteria dari desain struktur yaitu ….
a. efektif
b. kemampuan layan
c. efisiensi
d. konstruksi
e. ekonomis
5. Perhatikan beberapa pernyataan berikut!
(1). besarnya tetap.
(2). besarnya tidak tetap.
(3). dipengaruhi gravitasi.
(4). tidak dipengaruhi gravitasi.
Pernyataan yang benar tentang perbedaan massa dengan berat
ditunjukkan oleh nomor
a. (1), (2), dan (3)
b. (1), (2), dan (4)
c. (2) dan (3)
d. (1) dan (4)
e. (2) dan (4)
6. Perhatikan beberapa pernyataan berikut!
(1). Gaya dapat dipindahkan sepanjang garis kerjanya dan tidak
berubah sifatnya.
Index | 128
(2). Beberapa gaya tidak dapat digantikan dengan satu gaya pengganti
yang disebut resultan gaya.
(3). Gaya boleh dipindahkan dari garis kerjanya apabila pada gaya
ditambahkan suatu besaran kopel dan sifat gaya tidak berubah.
(4). Kopel adalah dua buah gaya sejajar sama besarnya dan berlawanan
arah.
(5). Gaya tidak boleh dipindahkan dari garis kerjanya.
Berikut yang bukan merupakan sifat gaya ditunjukan oleh nomor ....
a. (1) dan (2)
b. (2) dan (3)
c. (2) dan (5)
d. (3) dan (4)
e. (4) dan (5)
7. Perhatikan beberapa contoh berikut!
(1). beban orang
(2). beban pelat beton
(3). beban kolom
(4). papan loncat indah
(5). beban pelat lantai
Berikut yang termasuk dalam gaya terbagi ditunjukan oleh nomor ....
a. (1) dan (2)
b. (2) dan (3)
c. (2)
d. (4)
e. (4) dan (5)
8. Menurut Satuan Internasional (SI), satuan impuls ditunjukkan dengan
simbol ....
a. N.S‐1
Index | 129
b. J.S‐1
c. W.S‐1
d. N.S
e. J.S
9. Perhatikan beberapa contoh berikut!
(1). beban orang.
(2). beban pelat beton
(3). beban kolom
(4). papan loncat indah
(5). beban pelat lantai
Berikut yang termasuk dalam gaya momen ditunjukan oleh nomor ....
a. (1) dan (2)
b. (2) dan (3)
c. (2)
d. (4)
e. (4) dan (5)
10. Perhatikan beberapa peristiwa sehari‐sehari berikut!
(1). tangan terasa sakit saat memukul dinding.
(2). bagian ujung kaki terasa sakit saat menendang bola.
(3). buah yang jatuh dari pohon begerak jatuh bebas.
(4). senapan terdorong ke belakang saat menembakkan peluru.
Peristiwa tersebut yang merupakan contoh dari Hukum Newton III
ditunjukkan oleh nomor ....
a. (1), (2), dan (3)
b. (1), (2), dan (4)
c. (2), (3), dan (4)
d. (3) dan (4)
e. (1) dan (4)
B. Kerjakan tugas di bawah ini sesuai dengan perintah!
Index | 130
1. Gaya yang bisa membantu memantulkan suatu benda, atau bisa juga
digunakan untuk menahan, menarik, dan juga meredam goncangan
dari suatu benda disebut gaya ....
2. Pernyataan yang mengandung pengertian ukuran dan memiliki satuan
atau hal‐hal yang akan diketahui ukurannya disebut ....
3. Pada dunia arsitektur peralatan yang dipakai untuk mengukur besar
kecilnya gaya yang terjadi dalam bangunan adalah ....
4. Pada sebuah gaya yang menyebabkan satu bagian struktur tergelincir
terhadap bagian di dekatnya yang berhubungan dengan aksi gaya‐gaya
berlawanan arah disebut ....
5. Bagaimanakah perbedaan struktur dan konstruksi rangka pada
bangunan rangka kayu, baja, dan beton bertulang?
6. Sebutkan macam‐macam sistem stabilisasi yang dapat digunakan
untuk mengantisipasi deformasi pada struktur kabel!
H. PENGAYAAN
Silahkan kalian bekerja dengan kelompok kalian masing‐masing, kemudian
pergilah ke sebuah lokasi proyek konstruksi bangunan! Buatlah observasi dan
wawancara kepada salah satu arsitek yang ahli dalam bangunan di saat sedang
waktu istirahat! Galilah informasi mengenai hal berikut!
1. Coba kalian pelajari macam‐macam gaya dalam struktur bangunan apa
saja yang ada di lokasi tersebut?
2. Bagaimana cara menyusun gaya dalam struktur bangunan?
3. Menghitung gaya‐gaya dalam struktur bangunan.
4. Tulislah hasilnya pada lembar kerja!
Index | 131
BAB
5
AB V TEKNIK DAN PRINSIP GAMBAR DASAR
T EKNIK DAN PRINSIP GAMBAR DASAR
A. TUJUAN PEMBELAJARAAN
Pada bab Wawasan Dasar Kejuruan, kalian mampu memahami spesifikasi dan
karakteristik bahan bangunan, jenis pekerjaan, job‐profile dan entrepreneurship
serta proses bisnis pada pekerjaan perawatan gedung meliputi perencanaan,
pelaksanaan dan perawatan gedung, dan perancangan prosedur kepuasan
pelanggan.
B. PERTANYAAN PEMANTIK
Sebagai anak SMK kalian harus paham dasar dari sekolah kejuruan dan pastinya
berbeda dengan anak SMA, kira‐kira apa yang membedakan diantara keduanya
dalam wawasan dasar pendidikannya?
A. TUJ UAN PEMBELAJARAN B. PERTANYAAN PEMANTIK
Pad a bab Teknik dan Prinsip Gambar
Tahukah kalian, apa saja yang
Dasar, kalian akan mampu memahami dikerjakan oleh seorang Arsitek?
teknik d an prinsip penggunaan alat gambar Bagaimana cara seorang arsitek
teknik d an standar gambar teknik, sehingga menuangkan ide gagasan (pikiran) pada
pada ak hir pembelajaran kalian aka mampu sebuah gambar?
mengga mbar konstruksi garis dan
geomet ris.
Index | 132
C. PETA KONSEP
D. KATA KUNCI
alat gambar, huruf, angka, etiked, garis, bidang
E. APERSEPSI
Seorang arsitek profesional hendaknya memiliki peralatan kerja yang memadai.
Hal tersebut bertujuan agar seorang arsitek menghasilkan karya berkualitas
berupa produk perencanaan dan produk pengawasan. Peralatan yang
dibutuhkan tersebut dapat dibagi atas beberapa kategori, antara lain meja
gambar (drafting mechine) digunakan untuk menggambar perencanaan,
komputer/laptop digunakan untuk menggambar perencanaan, scanner, pena
Index | 133
gambar, pensil mekanik dan peralatan pendukung lainnya, serta tidak lupa
penguasaan teknik dan standar gambar secara menyeluruh.
1. Peralatan dan Perlengkapan Gambar Teknik
Peralatan dalam gambar teknik dibutuhkan agar dalam proses
perancangan atau perencanaan sebuah desain gambar tidak terjadi suatu
kesalahan dan juga gambar dapat sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh
perencana bangunan. Dalam gambar teknik bangunan terdapat beberapa
jenis peralatan gambar teknik yang digunakan oleh perencana atau designer
untuk membuat sebuah gambar teknik. Peralatan gambar teknik tersebut
sebagai berikut:
a. Pensil dan pena gambar
Pada saat menggambar dalam teknik bangunan anda dapat
menggunakan pensil yang diciptakan secara khusus dan akan diuraikan
sebagai berikut:
1). Pensil batang
Menurut kalian apakah fungsi dari pensil batang ini?
Gambar 5. 1. Pensil Batang
Sumber : Photo by David Pennington on Unsplash, 2019
Adapun cara untuk meruncingkan pensil batang ini, dapat
menggunakan pisau dengan cara menekan punggung pisau dengan
Index | 134
ibu jari sebelah kiri secara pelan‐pelan, kemudian baru
menggunakan alat peruncing untuk meruncingkannya.
2). Pensil mekanik
Pernahkah Anda memakai pensil mekanik sebelumnya? Apabila
belum pernah, maka ada yang perlu Anda ketahui bahwa pensil
mekanik biasanya dipakai untuk menggambar teknik bangunan.
Pensil mekanik merupakan pensil yang di dalamnya terdapat suatu
mekanisme teknik penggunaan, apabila ujung atas pensil di tekan
akan mengeluarkan isi pensil kecil yang keluar melalui ujung lubang
kecil yang akan menonjol ke bawah. Pensil mekanik dapat diisi
ulang (refill). Berikut table tingkat kekerasan pensil gambar.
Gambar 5. 2. Pensil Mekanik
Sumber : Photo by Esolla on Pixabay, 2010
Tabel 5. 1. Tingkat kekerasan pensil gambar teknik
KERAS SEDANG LUNAK
4H 3H 2B
5H 2H 3B
6H H 4B
7H F 5B
8H HB 6B
9H B 7B
Keterangan:
H = Hard (kekerasan)
HB = Half Black (setengah hitam)
B = Black (Hitam)
F = Firm
Index | 135
3). Rapido
Apakah yang kalian ketahui tentang rapido dan apa fungsi dari
rapido menurut kalian?
Gambar 5. 3. Pena teknik (Rapido)
Sumber : Photo by Nicolás Pinilla on Unsplash, 2021
Rapido memiliki ukuran yang bervarisi mulai dari 0,1 mm sampai
dengan 2,0 mm, disesuaikan dengan ketebalan garis yang
dihasilkan dan sesuai kebutuhan desainer. Jenis pena rapido yang
sering dipakai dalam membuat gambar teknik bangunan adalah
pena dengan ketebalan 0,25 mm warna putih; 0,35 mm warna
kuning; 0,50 mm warna cokelat; dan 0,70 mm warna biru.
4). Trekpen
Apakah yang kalian ketahui tentang trekpen dan apa fungsi dari
trekpen menurut kalian?
Gambar 5. 4. Trekpen
Sumber : Suparno, 2008
Pena pada trekpen ini pada awalnya hanya terdapat sebuah 2 buah
mata pena yang terbuat dari besi atau stainless kemudian tinta diisi
dengan sedikit tinta disekitar mata pena trekpen. Pena trekpen
Index | 136
belum ada tabung isi tintanya sehingga akan terlalu rumit untuk
dipakai.
b. Kertas gambar
Apakah yang Anda ketahui tentang kertas gambar? Sebelumnya
perlu Anda pahami bahwa kertas yang sering kita digunakan untuk
menggambar teknik adalah kertas putih dengan ukuran tertentu,
yang biasa disebut dengan kertas manila atau kertas sketsa dan
juga kertas kalkir.
Adapun perbedaan dari kedua kertas tersebut adalah sebagai
berikut:
1). Kertas Gambar Putih (Kertas Manila)
Gambar 5. 5. Kertas Gambar
Sumber : Photo by Kelly Sikkema on Unsplash, 2017
Kertas gambar biasanya digunakan sebagai tempat Anda untuk
menggambarkan sebuah ide atau gagasan. Kertas gambar
pada dasarnya mempunyai tujuan dalam penggunaannya
antara lain kertas gambar untuk tata letak, kertas gambar yang
satu ini digunakan hanya untuk membuat gambar rancangan.
2). Kertas Kalkir
Apakah kalian tahu fungsi dari kertas kalkir untuk gambar
konstruksi bangunan?
Index | 137
Ukuran kertas yang biasanya digunakan pada saat
menggambar yaitu seri A. Ukuran kertas dengan seri A
mempunyai standardisasi diberikan dengan pemberian angka
0 (nol) yang berada setelah serinya (huruf A). Kertas gambar
yang mempunyai ukuran yang lebih kecil dari A0, maka akan
ditandai dengan penyematan angka dari 1 sampai dengan
angka 4.
Gambar 5. 6. Kertas Kalkir
Sumber : Photo by Pisauikan on Pixabay, 2017
c. Jangka
Apa fungsi dari jangka itu? Anda pasti mengetahui bahwa jangka
adalah sebuah alat yang digunakan untuk membuat lingkaran atau
busur.
Gambar 5. 7. Jangka
Sumber : Fabrikasimf, 2019
Index | 138
Pada umumnya jangka terbuat dari besi, tetapi baru‐baru ini
banyak jangka yang terbuat dari plastic. Jangka terdiri dari dua
bagian atau dua kaki yang dihubungkan oleh engsel yang dapat
diatur sesuai keinginan pembukaannya. Salah satu kaki ujungnya
berupa jarum dan diujung kaki lainnya terdapat isian pensil
maupun diisi dengan menggunakan pena atau pensil.
d. Sablon (Mal)
Coba kalian pelajari macam‐macam sabon atau mal, jelaskan dan
sebutkan fungsi dari masing‐masing sablon atau mal!
Sablon (Mal)
Sumber : Suparno, 2008
Alat lain yang dipakai dalam pembuatan gambar teknik bangunan
adalah peralatan sablon atau mal. Alat mal ini diciptakan guna
membantu para perencana, perancang gambar maupun seorang
drafter untuk mendesain gambar yang memiliki kriteria khusus.
e. Penggaris
Berikut ini ada beberapa macam penggaris yang biasa digunakan
sebagai alat bantu dalam menggambar teknik bangunan di
antaranya adalah:
1). Penggaris T
Index | 139
Coba kalian perhatikan gambar dan karakteristik dari
penggaris T di bawah ini! Menurut kalian bagaimana
karakteristik pada bentuk penggaris T tersebut?
Perlu kalian fahami bahwa pada penggaris T ini bagian‐
bagiannya terdiri dari sebuah kepala dan juga sebuah daun
atau tangan. Penggaris T ini digunakan untuk membuat
berbagai garis horizontal atau mendatar.
Gambar 5. 8. Penggaris T
Sumber : Suparno, 2008
2). Sepasang penggaris segitiga
Coba kalian perhatikan pada gambar dan karakteristik dari
sepasang penggaris segitiga di bawah ini! Bagaimana
karakteristik bentuk penggaris segitiga tersebut?
Penggaris ini biasanya digunakan secara sepasang segitiga
yaitu segitiga dengan besar sudut 45o–45o dan segitiga, dengan
besar sudut 60o–30o.
Gambar 5. 9. Penggaris Segitiga
Sumber : Photo by Dawid Małecki on Unsplash, 2015
Index | 140
f. Penghapus
Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan alat gambar berupa
penghapus.
Penghapus ini adalah bagian kelengkapan pensil dalam
menggambar atau satu paket. Penghapus biasa pada umumnya
dibuat dari bahan karet. Saat melakukan penghapusan hendaknya
harus hati‐hati diusahakan jangan sampai merusak kertasnya.
Gambar 5. 10. Penghapus pensil
Sumber : Photo by Mark Fletcher‐Brown on Unsplash, 2019
g. Papan gambar dan meja gambar
Pernahkah kalian melihat seorang drafter sebagai perencana
gambar atau desainer dalam gambar teknik bangunan memakai
papan gambar seperti dibawah ini? Atau pernahkah Anda
memakainya sebelumnya?
Jika belum maka perlu Anda pahami dalam menggambar teknik
bangunan supaya didapatkan hasil maksimal, maka bisa memakai
meja gambar manual biasa atau papan gambar.
Gambar 5. 11. Meja Gambar
Sumber : Suparno, 2008
Index | 141
2. Gambar Garis, Huruf dan Angka Teknik
a. Gambar garis
Apa menurut kalian definisi dari garis? Perlu kalian pahami bahwa yang
garis adalah rangkaian dari suatu gambar, silahkan pelajari materi
berikut!
Garis pada umumnya itu hanya memiliki suatu dimensi yakni
panjang. Garis biasanya juga mempunyai kedudukan juga arah. Garis
dapat dibuat sebagai sebuah bagian sisi atau batas dari sebuah bentuk
benda, yang mempunyai sebuah warna, massa, bidang juga sebuah
ruang. Didalam dunia desain sebuah garis gambar teknik bangunan
dipakai untuk melambangkan sesuatu hal atau ide yang dapat
digambar. Didalam dunia gambar teknik bangunan, terdapat banyak
jenis garis yang mempunyai arti serta penggunaannya masing‐masing.
Maka dalam penggunaan garis gambar teknik harus dapat disesuaikan
dengan apa maksud serta tujuan dari pembuatannya.
Pada dasarnya, ada lima jenis garis gambar teknik bangunan, di
antaranya sebagai berikut.
1) Garis Gambar
Garis gambar merupakan sebuah garis yang dipakai dalam pembuatan
batas saat membuat sketsa gambar teknik.
Apakah fungsi dari garis gambar pada gambar teknik dibawah ini?
Digunakan untuk menjelaskan tentang gambar apa?
Gambar 5. 12. Garis Gambar
Sumber : Dok. Pribadi
Index | 142
2) Garis Bayangan
Apakah fungsi dari garis gambar pada gambar teknik dibawah ini?
Digunakan untuk menjelaskan tentang gambar apa?
Garis bayangan merupakan sebuah garis yang dipakai dalam membuat
gambar teknik, yang wujudnya garis putus‐putus yang memiliki tebal
garis 1/2 tebal garis biasa.
Gambar 5. 13. Garis Bayangan
Sumber : Dok. Pribadi
3) Garis Hati
Garis hati merupakan sebuah garis yang dipakai dalam membuat
gambar teknik, yang wujudnya garis “strip, titik, strip, titik“. Garis hati
ini memiliki tebal garis 1/2 garis biasa.
Apakah fungsi dari garis gambar pada gambar teknik dibawah ini?
Digunakan untuk menjelaskan tentang gambar apa?
Gambar 5. 14. Garis Hati
Sumber : Arum Fajar
4) Garis Ukuran
Garis ukuran berupa sebuah garis yang biasa dipakai pada saat
membuat gambar pada teknik bangunan, yang wujudnya garis tipis,
yang memiliki tebal 1/2 dari tebal garis biasa. Garis ukuran ini dibuat
secara terpisah dengan garis batas benda. Karakteristik utama dari garis
ukuran ini dibuat dengan ujung pangkalnya terdapat tanda anak
panahnya.
Apakah fungsi dari garis gambar pada gambar teknik dibawah ini?
Digunakan untuk menjelaskan tentang gambar apa?
Index | 143
Gambar 5. 15. Garis Ukuran
Sumber : Arum Fajar
5) Garis Potong
Garis potong berupa sebuah garis yang dipakai dalam membuat gambar
teknik bangunan, yang wujudnya garis “strip, titik, titik, strip” yang
memiliki tebal 1/2 tebal garis biasa. Saat membuat gambar teknik
bangunan yang menghendaki dilakukan pemotongan, maka hendaknya
batas potongan di garis memakai garis potong ini.
Apakah fungsi dari garis potong pada gambar teknik, seperti pada
gambar dibawah ini?
Gambar 5. 16. Garis Potong
Sumber : Arum Fajar
Di dalam menggambar teknik, ada beberapa jenis garis yang semuanya
memiliki maksud dan arti sendiri‐sendiri. Penggunaan setiap jenis garis yang
dipilih harus sesuai dengan maksud dan tujuannya.
Tabel 5. 2. Macam‐macam garis dan penggunaannya menurut ISO dan IEC
No. Jenis Garis Gambar Kegunaan
1. Garis tebal
Dipakai untuk membuat garis
2. Garis tipis
gambar dan tepi
Dipakai untuk membuat garis‐
garis berikut:
a. Garis khayal yang terjadi
dari perpotongan yang
dibulatkan.
b. Garis ukur, garis bantu, dan
garis petunjuk.
c. Garis arsir.
d. Garis batas yang diputar di
tempat
e. Garis dasar ulir.
Index | 144
No. Jenis Garis Gambar Kegunaan
f. Garis batas gambar yang
3. Garis bebas
berdampingan.
4. Garis gores g. Garis batas mula, sebelum
5. Garis bertitik
dibentuk.
6. Garis bertitik yang Dipakai untuk membuat garis‐
dipertebal pada garis berikut:
ujung‐ujungnya a. Garis potong, yang meng‐
dan pada
perubahan arah hilangkan sebagian benda.
b. Garis batas antara bagian
7. Garis bertitik tebal
benda yang dipotong, dan
sebagian benda dalam
bayangan.
Dipakai untuk membuat garis
benda yang tidak kelihatan.
Dipakai untuk membuat garis‐
garis berikut:
a. Garis sumbu.
b. Lingkaran jarak.
c. Garis simetri.
d. Gambar benda yang tidak
pada tempatnya.
e. Bagian benda yang terletak
di depan bidang potong.
f. Kedudukan bagian benda
yang dapat bergerak yang
dapat dicapai.
Dipakai untuk membuat garis‐
garis bidang potong.
Dipakai sebagai penunjuk
bagian permukaan yang dapat
perlakuan khusus
b. Angka dan Huruf pada Gambar Teknik Bangunan
Index | 145
Perlu Anda pahami bahwa standardisasi dalam gambar teknik bangunan
bukan hanya garis, tetapi standarisasi pada huruf dan angka juga dibuat
standardisasi secara internasional.
Pada saat kalian membuat sebuah gambar yang bentuknya berupa tulisan,
angka, serta huruf, yang biasa dibuat secara teknik manual ataupun
memakai tangan harus berpatokan pada standar huruf yang sudah
ditentukan baik pada posisi vertikal atau posisi miring. Beberapa bentuk
huruf dan angka yang sering digunakan dalam pembuatan gambar teknik
bangunan, di antaranya sebagai berikut:
Silahkan kalian pelajari bentuk‐bentuk huruf dan angka sesuai jenis
pemakaian pada gambar teknik!
1) Jenis huruf Arial
Pemakaian serta cara menuliskan angka dan huruf yang betul dari jenis
huruf Arial di golongkan menjadi uraian berikut:
Model angka dan huruf tegak jenis huruf Arial
Model angka dan huruf miring 15 derajat jenis huruf Arial
2) Jenis huruf ISOCPEUR
Pemakaian serta cara menuliskan angka dan huruf yang benar dari jenis
huruf ISOCPEUR digolongkan menjadi uraian berikut.
Model angka dan huruf tegak jenis huruf ISOCPEUR
Model angka dan huruf Miring 15 derajat jenis huruf ISOCPEUR
3) Ukuran huruf standar
Beberapa cara yang perlu diperhatikan didalam standardisasi ISO dan
IEC menurut bentuk/type A dan tipe B adalah sebagai uraian berikut:
Tinggi huruf kecil
Index | 146
Tinggi pada huruf kecil identik dengan tinggi pada huruf kecil di
antara huruf yang dipakai dengan tidak bertangkai dan kaki. Tinggi
pada huruf kecil untuk tipe A = (10/14).h dan untuk tipe B = (7/10).h
Jarak antarhuruf
Jarak antarhuruf identik dengan jarak dari huruf yang satu dengan
yang lainnya dalam satu rangkaian kata, untuk tipe A (2/14).h dan
tipe B (2/10).h.
Jarak antargaris
Jarak antargaris di sini merupakan suatu jarak diantara batas yang
bawah dihuruf besar di atas dan batas atas huruf besar di bawah.
Jarak antarkata
Maka apabila dalam suatu rangkaian kalimat terdapat dua kata yang
dapat disambung, maka jarak diantara kata itu guna penggunaan
tipe pada huruf A jaraknya 6/14.h dan untuk tipe dari huruf B
jaraknya 6/10.h.
Tebal huruf
Tebal huruf identik dengan tebal pada pena yang dapat digunakan
guna membuat suatu huruf. Ukuran pada pena harus dapat
disesuaikan dengan tinggi dari huruf dan tipe dari huruf yang dapat
digunakan.
3. Etiket dan Simbol‐simbol Gambar Teknik
Etiket gambar
Perlu kalian pahami bahwa disetiap pembuatan suatu gambar teknik
bangunan maka harus selalu dibuat sebuah etiket (kepala gambar),
menurut kalian apakah fungsi dari etiket yang terdapat pada gambar?
Index | 147
Setiap gambar kerja yang dibuat harus memiliki etiket yang berada sesuai
dengan ukuran dan layout kertas yang digunakan.
Gambar 5. 17. Etiket Gambar
Sumber : Wisnu Suryaputra, 2011
Pada umumnya etiket harus dicantumkan, di antaranya adalah uraian
berikut:
a. Nama file (file name)
b. Judul sebuah gambar
c. Nama dari instansi, sekolah maupun departemen
d. Tanggal pada saat menggambar dan kapan gambar selesai
e. Tanggal pemeriksaan gambar serta nama pemeriksanya
f. Nama siapa yang akan menyetujui gambar
g. Ukuran kertas yang digunakan untuk menggambar
Batas area gambar dan etiket dalam teknik bangunan. Saat akan
menggambar pada teknik bangunan berupa sebuah sketsa gambar tentunya
patokannya adalah standardisasi gambar teknik.
Pada saat kalian akan meembuat gambar dengan cara manual pada sebuah
kertas hendaknya kalian harus memahami perihal batas wilayah kerja
gambar, apa maksudnya?
Pada area yang digunakan untuk kerja menggambar terdapat garis tepi dan
bagian khusus untuk etiket. Saat membuat batas garis pada tepi hendaklah
Index | 148
bagian tepi sisi kiri lebih lebar, tujuannya untuk keperluan penjepitan
gambar.
Berikut contoh batas area penggambaran, silahkan diperhatikan!
Gambar 5. 18. Batas area penggambaran
Sumber : Arum Fajar
Ketika memakai kertas dalam menggambar suatu teknik bangunan,
pemosisian kertas gambarnya hendaknya dibagi ke dalam 2 bentuk yakni
dengan cara mendatar atau landscape dan cara tegak atau portrait. Untuk
batas tepinya dibagian batas kiri pada kertas dibuatlah lebih lebar daripada
bagian dari batas atas, kanan, serta bawah kertas.
Skala
Apakah yang kalian ketahui tentang skala? Apa fungsi dari skala dalah
menggambar teknik?
Skala dikelompokkan menjadi bebrapa bagian, yaitu skala yang sebenarnya,
skala yang diperbesar, dan skala yang diperkecil. Bilangan pada skala yang
direkomendasikan guna digunakan pada gambar teknik bangunan yakni 1,
2, 5, dan 10. Skala lainnya yang ditetapkan berdekatan dengan gambar pada
bagian atau huruf yang dapat ditunjukkan detail gambar.
Tabel 5. 3. Skala pada gambar teknik bangunan
Index | 149
Kategori Skala yang Direkomendasikan
Skala perbesaran 50:1 20:1 10:1
5 : 1 2 : 1
Ukuran sesungguhnya 1 : 1
1 : 2 1 : 5 1:10
1:20 1:50 1:100
1:200 1:500 1 : 1.000
Skala pengecilan 1 : 2.000 1 : 5.000 1 : 10.000
Pada gambar teknik bangunan ketentuan penunjukkan skala yaitu
sebagai berikut:
a. Untuk penggunaan tanda skala yang terdiri atas kata “Skala” maka
diikuti oleh rasio.
b. Pada kata “Skala” bisa dihilangkan apabila tidak terjadi
kesalahpahaman.
c. Penggunaan skala yang akan digunakan dicantumkan di etiket.
d. apabila penggunaannya lebih dari satu skala di satu gambar, maka
hanya skala utama saja yang dapat ditunjukkan di etiket.
4. Konstruksi Geometris
Apakah yang kalian ketahui tentang konstruksi geometris dalam
menggambar teknik?
Pada unsur‐unsur geometri lebih sering digunakan oleh seorang juru
gambar, drafter atau ahli gambar teknik guna menggambar sebuah
konstruksi. Unsur‐unsur pada geometri yang dimaksudkan ialah lingkaran,
garis, busur‐busur, maupun sudut. Konstruksi geometri digunakan supaya
lukisan atau gambar yang dibuat dapat memberikan bentuk yang lebih baik.
Konstruksi Sudut dan Garis
Index | 150
Pada dunia gambar teknik bangunan khususnya membuat sketsa
gambar, supaya dihasilkan sketsa bagus dan dengan ukuran tepat, maka
digunakan sistem penggambaran memakai konstruksi bidang geometri.
Pada pembahasan pertama ini akan dibahas mengenai cara membuat garis
dan sudut, kesemuanya akan dipaparkan sebagai berikut:
(5). Memindahkan sudut
Berikut disajikan gambar memindahkan sudut, silahkan kalian pelajari
garis konstruksi berikut!
Gambar 5. 19. Memindahkan sudut
Sumber : Suparno, 2008
(6). Membagi sudut sama besar
Berikut disajikan gambar membagi sudut sama besar, silahkan kalian
pelajari garis konstruksi berikut!
Gambar 5. 20. Membagi sudut sama besar
Sumber : Suparno, 2008
(7). Membagi sudut siku‐siku menjadi tiga
Berikut disajikan gambar membagi sudut siku‐siku menjadi tiga, silahkan
kalian pelajari garis konstruksi berikut!
Index | 151
Gambar 5. 21. Membagi sudut siku‐siku menjadi tiga
Sumber : Suparno, 2008
(8). Membuat sudut 300
Berikut disajikan gambar membuat sudut 300, silahkan kalian pelajari
garis konstruksi berikut!
Gambar 5. 22. Membuat sudut 30°
Sumber : Suparno, 2008
(9). Membuat sudut 45°
Berikut disajikan gambar membuat sudut 450, silahkan kalian pelajari
garis konstruksi berikut!
(10).
Gambar 5. 23. Membuat sudut 45°
Sumber : Suparno, 2008
Membuat sudut 60°
Berikut disajikan gambar membuat sudut 600, silahkan kalian pelajari
garis konstruksi berikut!
Index | 152
(11).
Gambar 5. 24. Membuat sudut 60°
Sumber : Suparno, 2008
Membuat sudut 90°
Berikut disajikan gambar membuat sudut 900, silahkan kalian pelajari
garis konstruksi berikut!
(12).
Gambar 5. 25. Membuat sudut 90°
Sumber : Suparno, 2008
Menggambar garis tegak lurus
Berikut disajikan gambar meggambar garis tegak lurus, silahkan kalian
pelajari garis konstruksi berikut!
(13).
Gambar 5. 26. Menggambar garis tegak lurus
Sumber : Suparno, 2008
Menggambar garis sejajar
Berikut disajikan gambar meggambar garis sejajar, silahkan kalian
pelajari garis konstruksi berikut!
Index | 153
(14).
Gambar 5. 27. Menggambar garis sejajar
Sumber : Suparno, 2008
Menggambar garis lengkung
Berikut disajikan gambar meggambar garis lengkung, silahkan kalian
pelajari garis konstruksi berikut!
(15). Gambar 5. 28. Menggambar Garis Lengkung
Sumber : Suparno, 2008
Membagi garis menjadi dua bagian sama panjang
Berikut disajikan gambar Membagi garis menjadi dua bagian sama
panjang, silahkan kalian pelajari garis konstruksi berikut!
(16).
Gambar 5. 29. Membagi Garis Menjadi Dua Bagian Sama Panjang
Sumber : Suparno, 2008
Membagi garis menjadi beberapa bagian sama panjang
Berikut disajikan gambar Membagi garis menjadi beberapa bagian sama
panjang, silahkan kalian pelajari garis konstruksi berikut!
Index | 154
(17).
Gambar 5. 30. Membagi Garis Menjadi Beberapa Bagian Sama Panjang
Sumber : Suparno, 2008
Menggabungkan garis
Berikut disajikan gambar menggabungkan garis, silahkan kalian pelajari
garis konstruksi berikut!
Gambar 5. 31. Menggabungkan Garis Lurus
Sumber : Suparno, 2008
Konstruksi Lingkaran
Saat membuat lingkaran kita akan mempelajari membuat lingkaran,
membagi keliling lingkaran sama besar, dan menggambar garis singgung
lingkaran.
a. Membuat lingkaran
Berikut disajikan gambar membuat lingkaran, silahkan kalian pelajari
gambar konstruksi berikut!
Gambar 5. 32. Membuat Lingkaran
Index | 155
Sumber : Suparno, 2008
b. Membagi keliling lingkaran sama besar
Berikut disajikan gambar membagi keliling lingkaran sama besar,
silahkan kalian pelajari gambar konstruksi berikut!
Gambar 5. 33. Membagi keliling Lingkaran Sama Besar
Sumber : Suparno, 2008
c. Menggambar garis singgung lingkaran
Berikut disajikan gambar Menggambar garis singgung lingkaran,
silahkan kalian pelajari gambar konstruksi berikut!
Gambar 5. 34. Menggambar Garis Singgung Lingkaran
Sumber : Suparno, 2008
d. Membuat segi lima dalam lingkaran
Berikut disajikan gambar Membuat segi lima dalam lingkaran, silahkan
kalian pelajari gambar konstruksi berikut
Index | 156
Gambar 5. 35. Membuat Segi Lima Dalam Lingkaran
Sumber : Suparno, 2008
e. Menggambar bujur sangkar
Berikut disajikan gambar Menggambar bujur sangkar, silahkan kalian
pelajari gambar konstruksi berikut!
Gambar 5. 36. Menggambar Bujur Sangkar
Sumber : Suparno, 2008
f. Segi Lima Beraturan
Berikut disajikan gambar Segi Lima Beraturan, silahkan kalian pelajari
gambar konstruksi berikut!
Gambar 5. 37. Segi Lima Beraturan
Sumber : Suparno, 2008
g. Menggambar segi enam beraturan
Index | 157
Berikut disajikan gambar Menggambar segi enam beraturan, silahkan
kalian pelajari gambar konstruksi berikut!
Gambar 5. 38. Menggambar segi enam beraturan
Sumber : Suparno, 2008
h. Mengambar segi tujuh beraturan
Berikut disajikan gambar Mengambar segi tujuh beraturan, silahkan
kalian pelajari gambar konstruksi berikut!
Gambar 5. 39. Mengambar segi tujuh beraturan
Sumber : Suparno, 2008
i. Menggambar segi delapan beraturan
Berikut disajikan gambar Menggambar segi delapan beraturan,
silahkan kalian pelajari gambar konstruksi brikut!
Gambar 5. 40. Menggambar Segi Delapan Beraturan
Sumber : Suparno, 2008
Index | 158
j. Menggambar segi sembilan beraturan
Berikut disajikan gambar Menggambar segi sembilan beraturan,
silahkan kalian pelajari gambar konstruksi berikut!
Gambar 5. 41. Menggambar Segi Sembilan Beraturan
Sumber : Suparno, 2008
k. Menggambar Segi Sepuluh Beraturan
Berikut disajikan gambar Menggambar Segi Sepuluh Beraturan,
silahkan kalian pelajari gambar konstruksi berikut!
Gambar 5. 42. Menggambar Segi Sepuluh Beraturan
Sumber : Suparno, 2008
5. Konstruksi Gambar Bidang
Tahap selanjutnya kini Anda akan belajar tentang cara membuat bidang
segitiga dan bujur sangkar, simak caranya berikut!
a. Menggambar Segitiga
Guna dapat menggambar segitiga maka minimal harus ditentukan
tiga informasi agar segitiga dapat dibuat sesuai yang dikehendaki. Saat
membuat segitiga dapat menggunakan busur dan penggaris segitiga.
1) Sisi – sudut – sisi
Index | 159
Berikut disajikan gambar sisi‐sudut‐sisi, silahkan kalian pelajari
gambar konstruksi berikut!
Gambar 5. 43. Menggambar sisi – sudut – sisi
Sumber : Suparno, 2008
2) Sudut – sisi – sudut
Berikut disajikan gambar sudut‐sisi‐sudut, silahkan kalian pelajari
gambar konstruksi berikut!
Gambar 5. 44. Menggambar sudut – sisi – sudut
Sumber : Suparno, 2008
3) Sisi – sisi – sisi
Berikut disajikan gambar sisi‐sisi‐sisi, silahkan kalian pelajari
gambar konstruksi berikut!
Gambar 5. 45. Menggambar Sisi – sisi – sisi
Sumber : Suparno, 2008
Index | 160
b. Menggambar Elips
Berikut disajikan gambar elips, silahkan kalian pelajari gambar konstruksi
berikut!
Gambar 5. 46. Menggambar Elips
Sumber : Suparno, 2008
c. Parabola
Berikut disajikan gambar parabola, silahkan kalian pelajari gambar
konstruksi berikut!
Gambar 5. 47. Menggambar Parabola
Sumber : Suparno, 2008
d. Hiperbola
Berikut disajikan gambar hiperbola, silahkan kalian pelajari gambar
konstruksi berikut!
Gambar 5. 48. Menggambar Hiperbola
Sumber : Suparno, 2008
Index | 161
REFLEKSI
Setelah kalian menyelesaikan proses pembelajaran pada bab ini, tentunya
pemahaman kalian tentang wawasan dasar pendidikan dasar kejuruan,
khususnya untuk pembahasan materi dasar teknik perawatan gedung menjadi
lebih baik, selain itu kalian juga lebih paham tentang penerapan wawasan dasar
pendidikan kejuruan dengan dasar teknik perawatan gedung ini dalam
kehidupan sehari‐hari. Setelah semua bagian materi dalam bab ini kalian
pelajari, yang menurut kalian paling sulit terletak pada bagian materi yang
mana?
Silahkan kalian lakukan diskusi lebih lanjut, baik dengan teman atau dengan
guru kalian, karena materi yang telah disampaikan pada bab ini akan menjadi
salah satu bagian yang akan terkait dengan materi‐materi pada bab selanjutnya,
serta menjadi acuan dasar kalian mempelajari materi di buku teks ini.
F. ASESMEN
A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat!
1. Perhatikan jenis pensil berikut!
(1). Pensil mekanik.
(2). Pensil batang.
(3). Pensil kayu.
(4). Pensil tulis.
(5). Pensil warna.
Pensil yang isinya dapat diisi ulang ditunjukkan oleh nomor ....
a. (1)
b. (2) dan (3)
c. (3) dan (4)
d. (3) dan (5)
e. (4)
Index | 162
2. Meja gambar yang baik mempunyai bidang permukaan yang rata tidak
melengkung. Supaya tidak melelahkan pada waktu menggambar,
bagaimanakah proporsi letak meja gambar sebaiknya?
a. Meja gambar sebaiknya dibuat mendatar dan rata dengan
penggunannya
b. Meja gambar sebaiknya dibuat berdiri tegak lurus keatas dengan
penggunanya
c. Meja gambar sebaiknya dibuat lebih tinggi dari penggunanya
d. Meja gambar sebaiknya dibuat miring dengan bagian atas lebih
tinggi
e. Meja gambar sebaiknya dibuat miring dengan bagian atas lebih
rendah
3. Standar kekerasan pensil yang digunakan untuk menggambar biasanya
tercantum pada salah satu ujung pensil. Berikut ini adalah jenis pensil
yang termasuk dalam standar kekerasan sedang adalah....
a. 2B, 3H, 4H
b. B, F, 3H
c. 2B, B, 3B
d. 2H, 3H, 4H
e. F, H, 2B
4. Ukuran kertas gambar ada bermacam‐macam, mulai dari A0 sampai A6.
Kertas gambar A3 mempunyai ukuran....
a. 210 mm x 148 mm
b. 297 mm x 210 mm
c. 420 mm x 297 mm
d. 594 mm x 420 mm
e. 841 mm x 594 mm
5. Penggunaan garis tebal pada gambar teknik menurut ISO adalah ?
a. Untuk membuat garis khayal yang terjadi dari perpotongan yang
dibulatkan
b. Untuk membuat garis potong yang menghilangkan sebagian benda
Index | 163
c. Untuk menunjukkan bagian permukaan yang dapat perlakuan
khusus
d. Untuk membuat garis gambar dan tepi
e. Untuk membuat garis arsir
6. Perhatikan pernyataan berikut!
(2). Nominal RAB yang dibutuhkan.
(3). Nama yang membuat gambar.
(4). Ukuran kertas gambar yang dipakai.
(5). Tanggal diperiksanya gambar dan nama pemeriksa.
(6). Skala gambar dan Jenis proyeksi.
Berikut yang bukan termasuk informasi‐informasi yang terdapat pada
etiket, ditunjukanoleh nomor ....
a. (1)
b. (2) dan (3)
c. (3) dan (4)
d. (3) dan (5)
e. (4)
7. Membagi keliling lingkaran sama saja dengan membagi sebuah ....
a. bola bulat bundar
b. lingkaran elips
c. busur lingkaran
d. bola bulat telur
e. lingkaran pepat
8. Langkah awal dalam menggambar segi empat beraturan adalah
membuat ....
a. ruas garis
b. bidang diagonal
c. bidang vertikal
d. ruas horizontal
e. sudut datang
Index | 164
9. Segitiga adalah bidang yang dibentuk dari tiga garis lurus yang saling
berhubungan dan jumlah sudut bagian dalamnya selalu ….
a. 0°
b. 90°
c. 180°
d. 270°
e. 360°
10. Gambar berikut adalah langkah‐langkah untuk:
a. Menggambar garis tegak lurus
b. Membagi sudut siku‐siku menjadi 3 sama besar
c. Memindah sudut.
d. Menggambar sudut siku‐siku
e. Menggambar busur seperempat lingkaran.
B. Jawablah pertanyaan‐pertanyaan di bawah ini dengan jelas dan benar!
1. Sebutkan pengelompokan jenis‐jenis pensil gambar, menurut
pengetahuanmu!
2. Jelaskan kegunaan macam‐macam garis berikut!
a. Garis tebal kontinu.
b. Garis tipis kontinu.
c. Garis tipis kontinu bebas.
d. Garis tipis kontinu zig‐zag.
3. Jelaskan mengenai hal‐hal penting yang harus diperhatikan saat
membuat huruf dan angka pada gambar teknik bangunan!
4. Jelaskan yang Anda ketahui mengenai jenis skala berikut ini!
Index | 165
a. Skala mendatar (horizontal).
b. Skala tegak (vertikal).
c. Skala kemiringan.
d. Skala balok.
5. Sebutkan yang Anda ketahui tentang bentuk dalam menggambar
bidang (segi banyak beraturan)!
G. PENGAYAAN
Kalian sebagai seorang calon Arsitek mendapatkan job pertama kali untuk
membuat sebuah draft gambar perencanaan. Coba kalian rencanakan gambar
beberapa bentuk‐bentuk sketsa gambar bangunan memakai prinsip gambar
konstruksi geometris, gambar contohnya untuk praktik berupa desain sekolah
modern ditunjukkan berikut!
1. Bentuklah menggunakan skala 1 : 1.
2. Pilihlah kertas ukuran A3.
3. Gambarlah dengan baik serta jangan lupa buatlah etiket!
Index | 166
NDEX
Index | 167
DAFTAR PUSTAKA
Wongsotjitro, Soetomo. 1992. Ilmu Ukur Tanah. Jogyakarta: Kanisius
Budi astanto, Triono, 2001. Pekerjaan Dasar Survey. Yogjakarta: Kanisius
A.G Thamrin, 2008. Teknik Konstruksi Bangunan Gedung. Jakarta: Direktorat
Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen
Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional
Undang‐Undang No. 1 thn 1970 tentang Keselamatan Kerja
PERMENAKER No. Per 01/MEN/1980 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Pada Konstruksi Bangunan
PERMENAKER No. : Per.05/MEN/1985 tentang Pesawat Angkat dan Angkut
Surat Keputusan Bersama Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Pekerjaan Umum
No.Kep.174/MEN/ 1986, No. 104/KPTS/1986 tentang Keselamatan Kerja
Pada Tempat Kegiatan Konstruksi
PERMENAKER No. : PER.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan
dan Kesehatan Kerja 7. OHSAS 18001:1999, Occupational Health And Safety
Assessment Series
OHSAS 18002:2000, Guideline for the implementation of OHSAS 18001:1999
COHSMS, Construction Industry Occupational Health and Safety Management
Systems
Suparno, 2008. Teknik Gambar Bangunan, Jilid I. Jakarta : Direktorat Pembinaan
Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan
Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.
Suparno, 2008. Teknik Gambar Bangunan, Jilid II. Jakarta : Direktorat Pembinaan
Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan
Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.
Suparno, 2008. Teknik Gambar Bangunan, Jilid III. Jakarta : Direktorat
Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen
Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.
Donalde E Hepler, Paul I Wallach. 1977. Architecture Drafting and Design. New
York:McGraw‐Hill Book Company.
Frick, Heinz. 1978. Mekanika Teknik 1 Statika dan Keguanaanya. Yogyakarta:
Kanisius.
Daftar Pustaka | 115
Husin, Rustam. 2008. Mekanika Teknik, Statis Tertentu. Banda Aceh: Univ. Syiah
Kuala.
Lucio Canonica. 2001. Memahami Mekanika Teknik 2. Bandung: Angkasa.
Sucahyono Bagyo, Dian. 2010. Mekanika Teknik. Solo: Tiga Serangkai Pustaka
Mandiri.
Soegihardjo, Soedibyo. 1977. Ilmu Bangunan Gedung 1. Jakarta: Dikdasmen.
Soegihardjo, Soedibyo. 1977. Ilmu Bangunan Gedung 2. Jakarta: Dikdasmen.
Jensen, Cecil and Helsel, Jay D. 2005. Engineering Drawing and Design. Third
Edition. New York: McGraw‐Hill Book Company.
Laurens, Joyce Marcella, 2004. Arsitektur dan Perilaku Manusia. Jakarta:
Gramedia Widiasarana Indonesia.
Luzadder, Warren J. 2006. Menggambar Teknik untuk Desain, Pengembangan
Produk dan Kontrol Numerik. Edisi Kedelapan. Penerjemah: Hendarsin H.
N. Jakarta: Erlangga.
Wang, Thomas C. 2004. Gambar Denah dan Potongan. Jakarta: Erlangga.
Vebrianingtyas, Arum Fajar. 2019. Teknik Pengukuran Tanah (C2) Kelas X.
Malang:Quantum book.
Vebrianingtyas, Arum Fajar. 2019. Gambar Teknik (C2) Kelas X. Malang:Quantum
book.
Vebrianingtyas, Arum Fajar. 2019. Mekanika Teknik (C2) Kelas X.
Malang:Quantum book.
Sistem informasi belajar mandiri bidang konstruksi, http://sibima.pu.go.id/
Choirul, Tio. 2016, foto, dilihat 6 juni 2021, Pengertian K3LH, gambar K3, 21
Januari2020,<https://tiochoirul34.files.wordpress.com/2016/11/pengertian_k3
lh.jpg?w=816>Jordan, Brett
Macrovector.2018, foto, dilihat 6 juni 2021 https://image.freepik.com/free‐
vector/remodeling‐construction‐service‐flat‐banners‐set_1284‐7823.jpg
Abigenesis, 2021, foto, dilihat 6 juni 2021 https://image.freepik.com/free‐
vector/construction‐worker‐mascot‐logo‐illustration_446226‐2.jpg Foto, 6
juni 2021
freepik, 2016, foto, dilihat 6 juni 2021 https://www.freepik.com/free‐
vector/green‐city‐infography‐flat‐
style_843068.htm#page=1&query=sustainable%20building&position=20
Ungvar, 2020, foto, dilihat 6 juni 2021, https://www.freepik.com/premium‐
photo/stack‐unloading‐wooden‐beams‐construction‐building‐from‐beam‐
Daftar Pustaka | 116
construction‐
materials9032801.htm#page=1&query=building%20materials%20based%2
0on%20green%20materials&position=1
Nuno silva, 2015, foto, dilihat 6 juni 2021 https://images.unsplash.com/photo‐
1421940943431‐
d392fcc1079f?ixid=MnwxMjA3fDB8MHxwaG90by1wYWdlfHx8fGVufDB8fH
x8&ixlib=rb‐1.2.1&auto=format&fit=crop&w=667&q=80
Daniel mc Cullough, 2017, foto, dilihat 6 juni 2021
https://images.unsplash.com/photo‐1503387762‐592deb58ef4e?ixlib=rb‐
1.2.1&ixid=MnwxMjA3fDB8MHxwaG90by1wYWdlfHx8fGVufDB8fHx8&aut
o=format&fit=crop&w=889&q=80
markpot123, 2020, dilihat 6 juni 2021 https://www.freepik.com/premium‐
vector/worker‐with‐safety‐equipment‐man‐wearing‐helmet‐gloves‐
glasses‐protective‐gear‐builder‐protection‐clothing‐ppe‐vector‐
infographic_6711571.htm#query=personal%20protective%20equipment&
position=9
Mikroon, 2020, Foto dilihat 6 juni 2021 https://www.freepik.com/premium‐
photo/construction‐worker‐wearing‐safety‐harness‐safety‐line‐working‐
high‐place‐practices‐occupational‐safety‐health‐can‐use‐hazard‐controls‐
interventions‐mitigate‐workplace‐
hazards_8180256.htm#query=safe%20work%20practices&position=10
Visoot, 2020, Foto, dilihat 12 juni 2021 https://www.freepik.com/free‐
vector/flat‐construction‐sign‐
background_4687651.htm#page=1&query=dangers%20in%20building%20
construction%20projects&position=11
Freepik, 2019, foto, dilihat 12 juni 2021 https://www.freepik.com/premium‐
photo/accident‐work‐construction‐labor‐people‐basic‐first‐aid‐cpr‐
training‐
outdoor_9458244.htm#page=1&query=emergency%20in%20building%20c
onstruction%20work&position=15
foto, dilihat 13 April 2021 https://unsplash.com/photos/T‐GjUWPW‐oI
Ant Rozetsky on Unsplash, 2018, foto, dilihat 12 juni 2021
https://images.unsplash.com/photo‐1523182009640‐
130ccf847b03?ixlib=rb‐
Daftar Pustaka | 117