The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by misbahul munir, 2021-10-17 23:21:18

5.2 Dasar-dasar Laboratorium Kesehatan

5.2 Dasar-dasar Laboratorium Kesehatan

Gambar 1.5. Macam-macam jenis APAR
Sumber: https://produksielektronik.com/jenis-alat-

pemadam-api-ringan-apar/

Kelas-kelas (Golongan) Kebakaran
Kelas-kelas (golongan) kebakaran atau sumber

penyebab terjadinya api supaya jenis APAR yang
dipergunakan efektif dalam mengendalikan kebakaran
tersebut. Dalam Permenaker No. Per-04/MEN/1980,
kelas atau golongan kebakaran dibagi menjadi 4
golongan yaitu Golongan A, B, C dan D. Berikut ini
adalah Kelas atau Golongan Kebakaran beserta Jenis
APAR yang efektif untuk memadamkannya :

31

- Kebakaran Kelas A
Kebakaran Kelas A merupakan kelas kebakaran

yang dikarenakan oleh bahan-bahan padat non-logam
seperti Kertas, Plastik, Kain, Kayu, Karet dan lain
sebagainya. Jenis APAR yang cocok untuk
memadamkan kebakaran Kelas A adalahAPAR jenis
Cairan (Water), APAR jenis Busa (Foam) dan APAR
jenis Tepung Kimia (Dry Powder).
- Kebakaran Kelas B

Kebakaran Kelas B merupakan kelas kebakaran
yang dikarenakan oleh bahan-bahan cair yang mudah
terbakar seperti Minyak (Bensin, Solar, Oli), Alkohol,
Cat, Solvent, Methanol dan lain sebagainya. Jenis
APAR yang cocok untuk memadamkan kebakaran
Kelas B adalah APAR jenis Karbon Diokside (CO2),
APAR jenis Busa (Foam) dan APAR jenis Tepung Kimia
(Dry Powder).
- Kebakaran Kelas C

Kebakaran Kelas C merupakan kelas kebakaran
yang dikarenakan oleh Instalasi Listrik yang
bertegangan. Jenis APAR yang cocok untuk

32

memadamkan kebakaran Kelas C adalah APAR jenis
Karbon Diokside (CO2) dan APAR jenis Tepung Kimia
(Dry Powder).
- Kebakaran Kelas D

Kebakaran Kelas D merupakan kelas kebakaran
yang dikarenakan oleh bahan-bahan logam yang
mudah terbakar seperti sodium, magnesium,
aluminium, lithium dan potassium. Kebakaran Jenis ini
perlu APAR khusus dalam memadamkannya.

Cara Menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan)
Untuk mempermudah dalam mengingat proses

ataupun cara penggunaan Alat Pemadam Api, kita
dapat menggunakan singkatan T.A.T.A. yaitu :
- TARIK Pin Pengaman (Safety Pin) APAR
- ARAHKAN Nozzle atau pangkal selang ke sumber

api (area kebakaran)
- TEKAN Pemicu untuk menyemprot
- AYUNKAN ke seluruh sumber api (area kebakaran)

33

Dalam bahasa Inggris, singkatan T.A.T.A ini
disebut juga dengan P.A.S.S yaitu PULL, AIM,
SQUEEZE dan SWEEP.

Gambar 1.6. cara menggunakan APAR
Sumber: https://guardall.co.id/sop-pelatihan-

penggunaan-apar/
34

Pertolongan Pertama pada Kecelakaan P3K (First
Aid) adalah upaya pertolongan dan perawatan
sementara terhadap korban kecelakaan atau penyakit
dengan cepat dan tepat sebelum mendapat
pertolongan yang lebih sempurna dari dokter atau
paramedik.

Tindakan ini dimaksudkan memberikan
perawatan darurat pada korban, sebelum pertolongan
yang lebih lengkap diberikan oleh dokter atau petugas
kesehatan lainnya. Tujuan dari P3K adalah:
a. Menyelamatkan nyawa korban
b. Meringankan penderitaan korban
c. Mencegah cedera/penyakit menjadi lebih parah
d. Mempertahankan daya tahan korban
e. Mencarikan pertolongan yang lebih lanjut

- Prinsip Pertolongan Pertama
Tindakan pertolongan harus berpedoman pada
apa yang P-A-T-U-T, yaitu:
P: Penolong harus mengamankan diri sendiri
lebih dahulu sebelum bertindak.

35

A: Amankan korban dari gangguan di tempat
kejadian, sehingga bebas dari bahaya.

T: Tandai tempat kejadian sehingga orang lain
tahu bahwa di tempat itu ada kecelakaan.

U: Usahakan menghubungi ambulan, dokter,
rumah sakit atau yang berwajib.

T: Tindakan pertolongan terhadap korban dalam
urutan yang paling tepat.

Deskripsi:
P: P5 (Perlindungan Diri, Pendataan, Panik, Perasaan,

dan Pikiran).
Perlindungan Diri. Alat Perlindungan Diri (sejumlah
penolong) harus sudah dipakai. Penolong juga
harus memperkenalkan diri pada orang/saksi yang
ada di lokasi kejadian.
Pendataan. Penolong harus mengumpulkan data
tentang korban dan kronologis kejadian serta
waktu kejadian (sudah berapa menit waktu
berjalan sejak korban ditemukan), kemudian
meminta izin untuk memberikan pertolongan.

36

Panik. Penolong harus siap mental dan fisik, harus
tetap tenang, tidak boleh panik dalam situasi
apapun.
Perasaan. Penolong tidak boleh punya perasaan
atau emosi. Semua yang berhubungan dengan
perasaan (hati) harus dikesampingkan.
Pikiran. Pikiran harus tetap jernih dan fokus serta
cermat, sehingga pengamatan dan penilaian bisa
lebih akurat. Dan, tindakan pertolongan yang
diberikan—cepat dan tepat.
A: Aman. Penolong harus mengamankan korban,
mengamankan (sterilisasi dan karantina) lokasi
kejadian.
T: Tanda. Berikan tanda atau rambu di lokasi
kejadian. Sehingga orang lain tahu bahwa di
tempat tersebut ada kecelakaan, serta supir
ambulan juga dapat dengan mudah menemukan
lokasi kejadian.
U: Usaha. Penolong harus segera menghubungi
ambulan, dokter, rumah sakit atau yang berwajib,

37

atau menunjuk seseorang yang ada di lokasi
untuk melakukannya.
T: Tindakan. Segera setelah memperkenalkan diri dan
meminta izin, memberikan tindakan pertolongan
kepada korban dengan cepat dan tepat, sesuai
urutan trauma-medis.

C. Limbah
 Limbah di Laboratorium

Jenis-jenis limbah di laboratorium
Berdasarkan sumbernya. Limbah B3 dapat
diklasifikasikan menjadi:
- Primary sludge, yaitu limbah yang berasal dari
tangki sedimentasi pada pemisahan awal dan
banyak mengandung biomassa senyawa organik
yang stabil dan mudah menguap
- Chemical sludge, yaitu limbah yang dihasilkan dari
proses koagulasi dan flokulasi
- Excess activated sludge, yaitu limbah yang berasal
dari proses pengolahan dengan lumpur aktif
sehingga banyak mengandung padatan organik

38

berupa lumpur dari hasil proses tersebut
- Digested sludge, yaitu limbah yang berasal dari

pengolahan biologi dengan digested aerobic
maupun anaerobic di mana padatan/lumpur yang
dihasilkan cukup stabil dan banyak mengandung
padatan organik.

Gambar1.7. Contoh Limbah bekas benda tajam di
laboratorium

Sumber : Dokumen Pribadi

39

Gambar1.8. Contoh Limbah infeksius di laboratorium
Sumber : Dokumen Pribadi

Limbah B3 dikarakterisasikan berdasarkan
beberapa parameter yaitu total solids residue (TSR),
kandungan fixed residue (FR), kandungan volatile
solids (VR), kadar air (Slude moisture content),
volume padatan, serta karakter atau sifat B3
(toksisitas, sifat korosif, sifat mudah terbakar, sifat
mudah meledak, beracun, serta sifat kimia dan

40

kandungan senyawa kimia). Pengelolaan dan
Penanggulangan Bahaya B3. Penanganan dan
pengolahan limbah padat atau lumpur B3 pada
dasarnya dapat dilaksanakan di dalam unit kegiatan
industri (on-site treatment) maupun oleh pihak ketiga
(off-site treatment) di pusat pengolahan limbah
industri. Apabila pengolahan dilaksanakan secara on-
site treatment, perlu dipertimbangkan hal-hal berikut:
- Jenis dan karakteristik limbah padat yang harus

diketahui secara pasti agar teknologi pengolahan
dapat ditentukan dengan tepat; selain itu,
antisipasi terhadap jenis limbah di masa
mendatang juga perlu dipertimbangkan
- Jumlah limbah yang dihasilkan harus cukup
memadai sehingga dapat menjustifikasi biaya
yang akan dikeluarkan dan perlu dipertimbangkan
pula berapa jumlah limbah dalam waktu
mendatang (1 hingga 2 tahun ke depan)
- Pengolahan on-site memerlukan tenaga tetap (in-
house staff) yang menangani proses pengolahan
sehingga perlu dipertimbangkan manajemen

41

sumber daya manusia
- Peraturan yang berlaku dan antisipasi peraturan

yang akan dikeluarkan pemerintah di masa
mendatang agar teknologi yang dipilih tetap dapat
memenuhi standar.

Assesmen

1. Tugas Mandiri
Ingin tahu lebih tentang Keselamatan dan
Kesehatan di Laboratorium ?
Coba kalian buatlah macam-macam simbol yang
ada di Laboratorium kalian masing-masing,
kemudian salling menilai tugas kalian dengan
teman kalian

2. Diskusi kelompok
Peserta didik membaca pedoman kesehatan dan
keselamatan kerja di laboratorium masing-
masing.
Buatlah kelompok dengan temanmu yang berisi
4 – 5 orang, lalu buatlah presentasi yang
42

menarik tentang Keselamatan dan Kesehatan
Kerja yang ada di Laboratorium !
Lalu, mintalah temanmu untuk menilai hasil
presentasimu dan mintalah pendapat dan
masukan dari mereka dari presentasi yang telah
kalian lakukan

3. Proyek
Mari kita membuat tempat penampungan
sementara untuk limbah infeksius menampung
jarum suntik bersama 4 – 5 orang temanmu

4. Penilaian Mandiri
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat
dan benar!
1) Jelaskan jenis layanan kesehatan di
laboratorium medik dengan keterangannya!
2) Jelaskan kelas atau golongan kebakaran
beserta jenis APAR yang efektif untuk
memadamkannya!

43

Refleksi

Setelah mempelajari tentang K3 laboratorium
medik, diharapkan dapat memiliki keterampilan dan
sikap kerja yang bertanggungjawab agar dapat
menjamin kesehatan dan keselamatan kerja di
laboratorium baik bagi petugas, pasien maupun
lingkungan laboratorium medik. Semua yang telah
kalian pelajari dapat langsung dipraktekan dalam
pembelajaran sekolah setiap saat, sehingga tertanam
suatu sikap tanggungjawab dan kemandirian dalam
dalam bekerja aman dan nyaman di laboratorium
medik sejak dini.

Pengayaan

Untuk menambah wawasan dan pengetahuan
kalian tentang K3 laboratorium medik, silakan akses
ke link berikut ini : https://youtu.be/Ye3H-5lR6SM

44

BAB
II

Layanan

Kesehatan

Tujuan Pembelajaran

Setelah menyelesaikan kegiatan pembelajaran diharapkan siswa
mampu:
1. Memahami perkembangan teknologi modern layanan laboratorium

medik
2. Memahami penerapan industri 4.0 di layanan laboratorium medik
3. Memahami prosedur keselamatan kerja
4. Memahami profil doctorpreneur sebagai profesi tenaga laboratorium

medik dan peluang kerja di bidangnya

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
REPUBLIK INDONESIA, 2021
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN VOKASI
DIREKTORAT JENDERAL SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
Buku Bahan Ajar Dasar-Dasar Laboratorium Kesehatan SMK Kelas X TLM

Penulis : Yuli Indrawati, S.Pd.Bio., dkk
ISBN :

45

LAYANAN KESEHATAN 45

BAB

II

Apakah pelayanan kesehatan menurut kalian
sekarang ini mengalami kemajuan yang pesat ?
Segala sesuatu dapat diperoleh pelayanan yang cepat
dan mudah.

45

PETA KONSEP

Untuk memudahkan dalam mempelajari materi
ini, silahkan kalian perhatikan peta konsep berikut ini:

Gambar 2.1 Peta Konsep layanan kesehatan
Apersepsi
Pandangan kebanyakan masyarakat saat ini
selalu menganggap bahwa profesi di bidang
kesehatan itu hanya dokter, bidan, dan perawat saja.
Padahal, selain itu masih ada banyak profesi tenaga
medis lainnya, salah satunya adalah analisis kesehatan
atau juga biasa disebut dengan Ahli Teknologi
Laboratorium Medik (ATLM). Tahukah kalian untuk
peran ATLM dalam perkembangan layanan di
laboratorium sesuai profesinya?

46

Pendekatan Pembelajaran

Mengamati Peserta didik mengamati
Diskusi
Mencoba perkembangan layanan di
Menganalisis
laboratorium, profil tenaga

kesehatan dan peluang

kerjanya.

Peserta didik

mendiskusikan

perkembangan layanan di

laboratorium, profil tenaga

kesehatan dan peluang

kerjanya.

Peserta didik mencoba

perkembangan layanan di

laboratorium, profil tenaga

kesehatan dan peluang

kerjanya.

Peserta didik menganalisis

perkembangan layanan di

47

laboratorium, profil tenaga

kesehatan dan peluang

kerjanya.

Mengkomunikasikan Peserta didik

mengkomunikasikan

perkembangan layanan di

laboratorium, profil tenaga

kesehatan dan peluang

kerjanya.

Kata kunci : Perkembangan layanan, profil, peluang

kerja

Materi Pembelajaran

1. Perkembangan layanan laboratorium
medik
Pelayanan laboratorium yang dimaksud adalah

pelayanan laboratorium secara menyeluruh meliputi
salah satu atau lebih bidang pelayanan, meliputi
bidang hematologi, kimia klinik, imunoserologi,
mikrobiologi, toksikologi, kimia lingkungan, patologi

48

anatomi (histopatologi, sitopatologi, histokimia, imuno
patologi, patologi molekuler), biologi dan fisika.

Pernah dengar istilah revolusi industri 4.0? Ini
adalah periode perkembangan baru dimana beberapa
teknologi, seperti teknologi digital, fisik, dan biologis,
mencapai kemajuan yang belum pernah terjadi
sebelumnya. Dari ketiganya, kemajuan teknologi
digital dinilai paling besar pengaruhnya, termasuk
teknologi kesehatan. Perkembangan Teknologi
Kesehatan di Era Digital dalam satu dekade terakhir
ini, dunia kesehatan mengalami perubahan atau
disrupsi yang cukup besar. Perkembangan teknologi di
bidang kesehatan ini akan mempermudah pasien
dalam mendapatkan layanan kesehatan.

Dulu, pasien yang harus mendekatkan diri
dengan penyedia layanan kesehatan. Sekarang,
penyedia layanan kesehatanlah yang mendekatkan diri
ke pasien. Bayangkan, pasien dapat berkonsultasi
dengan dokter hanya melalui aplikasi kesehatan
daring (online) di ponsel pintar. Begitu juga dengan

49

pemesanan obat, pemeriksaan laboratorium, dan
perawatan di rumah.

Artikel lainnya: Upaya Kesehatan Berbasis
Teknologi Informasi (KIE) dipadu dengan jasa
transportasi daring, pasien tidak perlu ke mana-mana
untuk mendapatkan obat, informasi, dan layanan
kesehatan. Cukup duduk sembari memainkan jemari
di atas ponsel pintar. Bahkan sekarang sudah ada
sistem pembuatan perjanjian konsultasi dokter secara
daring dimana pasien dapat membuat, melihat, atau
mengubah jadwal konsultasi sesuai kebutuhannya
hanya melalui aplikasi seluler atau via SMS.

Dengan kata lain, revolusi digital di bidang
kesehatan saat ini didorong pesatnya teknologi dan
inovasi dalam bidang kesehatan. Perkembangan
teknologi memungkinkan pengguna untuk melakukan
banyak hal. "Mulai dari berbagi dan mencari informasi
kesehatan, berkonsultasi dengan dokter dan meminta
resep, bahkan mengunduh berkas kesehatan,"

Perkembangan teknologi tren Industri 4.0 akan
masuk dalam industri laboratorium Indonesia dalam

50

beberapa tahun mendatang. Konsep Industri 4.0 yang
memanfaatkan perkembangan internet dan
digitalisasi. Sebab itu, penting bagi pelaku industri di
Indonesia untuk merespon isu strategis sedini
mungkin dengan menerapkan peralatan dengan
teknologi terkini. Revolusi Industri 4.0 turut membawa
perubahan pada bidang kesehatan. Teknologi semakin
berperan penting untuk para dokter dan praktisi
kesehatan, demi terwujudnya kualitas kesehatan yang
lebih baik untuk para pasien dan memegang peran
penting dalam menangani kesehatan masyarakat.

Pengoperasian sistem manajemen mutakhir pun
akan semakin baik ketika dilengkapi dengan alat-alat
kesehatan yang canggih. Misalnya, alat kesehatan
yang dipadu dengan teknologi kecerdasan buatan
atau Artificial Intelligence (AI) sehingga mampu
memberikan dampak yang lebih siginifikan. Alat
kesehatan ini mampu mendukung proses deteksi
suatu virus atau penyakit baru membantu masa
penyembuhan pasien, juga mempermudah dokter dan
apoteker dalam pembuatan obat.

51

2. Doctorpreneur di laboratorium medik
Entrepreneur berarti‖ ―Kewirausahaan‖. dalam

bidang teknologi di mana keahlian yang dibutuhkan
tak lagi hanya wirausaha, tetapi juga pengetahuan
akan teknologi mutakhir. Istilah ini bisa dibilang baru
dan kian populer bersama dengan berkembangnya
teknologi. Di era teknologi ini, seorang tenaga analis
memulai bisnisnya hanya dengan ide brainstorming.
Dia mengidentifikasi praktik saat ini dan menilai
beberapa ide baru untuk melakukan sesuatu yang
berbeda.

Sebagai seorang tenaga laboratorium medik atau
dulu dikenal dengan istilah analis kesehatan telah
memainkan peran penting dalam penggunaan
teknologi untuk memenuhi berbagai tujuan. Pertama,
memudahkan orang untuk tetap berhubungan satu
sama lain dan menghasilkan beberapa produk yang
tidak dapat diprediksi serta solusi yang bermanfaat
bagi banyak orang.

Selain itu, sebagai seorang tenaga laboratorium
juga memberikan manfaat lain bagi masyarakat dan

52

bangsa yang memberikan kontribusi bagi
pembangunan ekonomi dan manusia. Di sini, kita akan
membahas pentingnya kewirausahaan bagi dunia dan
banyak orang seperti :
1. Menciptakan kesempatan kerja
2. Meningkatkan sumber daya lokal
3. Diversifikasi bisnis dan desentralisasi
4. Perkembangan kemajuan teknologi
5. Pembentukan modal
6. Mendorong kewirausahaan
7. Peningkatan ekonomi

Secara menyeluruh, ini adalah semacam
wirausaha di bidang teknologi. Proses
doctorpreneurship merupakan kombinasi dari
kemajuan teknologi dan keterampilan kewirausahaan.
Dalam transformasi produk dan layanan, bagian
integral adalah teknologi.Dengan berkembangnya
teknologi, maka orang-orang akan semakin tergerak
untuk berusaha untuk usaha sendiri. Misalkan dengan
kemampuan sebagai tenaga kesehatan dapat
memproduksi reagen untuk pemeriksaan, membuat

53

hand sanitizer, sebagai distributor alat-alat kesehatan
atau bahkan dapat mempunyai laboratorium sendiri.

3. Peluang kerja
Tenaga laboratorium medik adalah orang-orang

yang memiliki keterampilan tinggi yang bertugas
untuk melaksanakan, mengevaluasi prosedur
laboratorium dan memanfaatkan berbagai sumber
daya pendukung yang ada. Di Indonesia sendiri
memang lebih populer dengan istilah Analisis
Kesehatan jika dibandingkan dengan Ahli Teknologi
Labkes.

Mengenal Teknologi Laboratorium Kesehatan ini
merupakan disiplin ilmu medis yang memberikan
perhatian pada semua aspek analitik dan laboratoris
terhadap jaringan atau cairan tubuh manusia serta
ilmu medis. Sedangkan tugas analisis kesehatan untuk
melakukan berbagai macam tes medis seperti Kimia
Klinik. Hematologi, Imunoserologi, Mikrobiologi,
Toksikologi, Kimia air, Kimia makanan, Biologi
Molekuler, atau Patologi Anatomi. Tes-tes ini

54

menggunakan instrumentasi untuk memperlancar
proses diagnosis, pengobatan, dan pencegahan
penyakit. Analisis kesehatan bertanggung jawab untuk
mengumpulkan dan mempersiapkan sampel seperti
cairan tubuh, darah, dan jaringan serta
menginterpretasi hasil. Tenaga tenaga analisis
biasanya juga berkerja secara independen. Walaupun
demikian, mereka juga menjadi bagian penting dari
layanan kesehatan. Di Indonesia, tenaga analisis
memiliki tugas dan kemampuan yang berbeda.
Tenaga tersebut tidak hanya menunjung terhadap
analisis spesimen klinis, tetapi juga analisis non abiotik
seperti makanan, air, dan minuman.

Peran Analisis Kesehatan dalam melaksanakan
kewajiban pelayanan kesehatan memiliki peranan
penting sebagai pelaksana teknis untuk pelayanan
laboratorium medis, sebagai pelaksana teknis
operasional, peneliti, dan penyuluh di bidang
laboratorium kesehatan atau promoting health
laboratory. Fungsi Analisis Kesehatan dalam
memberikan pelayanan laboratorium medis dan

55

melaksanakan tugasnya di antaranya adalah
mempersiapkan proses teknis operasional, melakukan
uji analitik terhadap spesimen dan reagen,
mengembangkan prosedur untuk mengambil serta
memproses spesimen, mengoperasikan dan
memelihara instrumen di laboratorium, menjaga
keselamatan kerja di lingkungan laboratorium, dan
mengevaluasi data lab untuk memastsikan prosedur
dan akurasi pengendalian mutu. Selain itu, analisis
kesehatan sebenarnya juga masih memiliki beberapa
fungsi lain misalnya membantu klinisi untuk
memanfaatkan data lab untuk menginterpretasikan
hasil tes lab, mengorganisir kegiatan lab, melakukan
penelitian, dan memberikan penyuluhan pada
masyarakat yang berhubungan dengan lab medis.

Kompetensi Analisis Kesehatan sebelum terjun ke
lapangan kerja yang sesungguhnya, seseorang yang
ingin menjadi tenaga analisis kesehatan atau ahli
teknologi laboratorium harus memiliki beberapa
kompetensi yang harus dicapai, salah satunya adalah
menguasai ilmu yang berhubungan dengan kewajiban

56

dan fungsinya di lab medis. Mereka juga harus dapat
merancang proses yang berhubungan dengan tugas
dan fungsi mereka di lab sesuai dengan jenjangnya.
Keterampilan tentu menjadi salah satu kompetensi
yang harus dicapai karena tanpa keterampilan untuk
proses operasional, seorang tenaga ahli lab tidak bisa
melakukan tugasnya. Sementara itu, keterampilan itu
sendiri juga terdiri dari berbagai macam seperti
keterampilan untuk mengambil spesimen,
melaksanakan prosedur lab, dan keterampilan
memelihara alat-alat yang ada di lab kesehatan yang
mana dalam hal ini dapat dibekali saat kalian
memasuki studi di SMK program keahlian Teknologi
Laboratorium Medik.

Assesmen

1. Tugas Mandiri
Buatlah jenis-jenis tes yang dilakukan di masing-

masing laboratorium yang kalian ketahui. Beserta
contoh form pemeriksaan laboratorium.

57

2. Diskusi Kelompok
Buatlah kelompok dengan temanmu yang berisi

5 orang, lalu buatlah presentasi yang menarik tentang
profesi tenaga laboratorium medic !

Lalu hasil dipresentasikan.

3. Proyek
Kalian pasti punya cita-cita kalau sudah lulus dari

SMK di bidang Teknologi Laboratorium Medik? Buatlah
alur sampai kalian dapat menjadi tenaga yang
professional serta wirausaha apa yang akan kalian di
bidang kesehatan.

4. Penilaian Mandiri
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat

dan benar!
1) Jelaskan apa yang dimaksud tugas dan wewenang

sebagai tenaga laboratorium medik?
2) Jelaskan perkembangan revolusi industry 4.0

dalam bidang layanan kesehatan di laboratorium
medik

58

Refleksi
Sikap positif apa yang kamu dapatkan selama
mempelajari materi hari ini ?

Pengayaan
Untuk menambah wawasan dan pengetahuan
kalian tentang perkembangan revolusi industry 4.0
pada layanan laboratorium medik, silakan akses
dengan menggunakan internet.

59

BAB
III

Teknik Dasar
Laboratorium Medik

Tujuan Pembelajaran :

Setelah menyelesaikan kegiatan pembelajaran

diharapkan siswa mampu :
1. Memahami kompetensi dan standar kompetensi

asisten tenaga kesehatan berdasarkan SKKNI,
standar asisten tenaga laboratorium medik
berdasarkan
2. Menerapkan fakta dan konsep Good Laboratory
Practice undang-undang.
3. Memahami komunikasi yang efektif dalam
melakukan pelayanan di laboratorium

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI 59
REPUBLIK INDONESIA, 2021
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN VOKASI
DIREKTORAT JENDERAL SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
Buku Bahan Ajar Dasar-Dasar Laboratorium Kesehatan
SMK Kelas X Teknologi Laboratorium Medik
Penulis : Yuli Indrawati, S.Pd.Bio., dkk

ISBN :

TEKNIK DASAR 60
LABORATORIUM MEDIK
BAB
III

Pernahkah kalian melakukan suatu tugas atau
kegiatan membuat prakarya? Pasti kalian akan
menyiapkan alat dan bahan sesuai yang akan dibuat
dan pasti direncanakan dengan baik. Hal tersebut juga
harus diterapkan sebagai seorang analis dalam
melakukan persiapan, proses kegiatan pemeriksaan di
laboratorium dengan benar.

60

PETA KONSEP
Untuk memudahkan dalam mempelajari materi
ini, silahkan kalian perhatikan peta konsep berikut ini:

Gambar 3.1. Peta Konsep Teknik dasar laboratorium
medik

Apersepsi
Pernahkah kalian datang ke laboratorium
melakukan pemeriksaan darah? Apa saja pertanyaan
yang diajukan oleh petugas kepada kalian. Pastinya
bertanya tentang identitas kalian salah satunya.

61

Pendekatan Pembelajaran

Mengamati Peserta didik mengamati
Diskusi
Mencoba SKKNI, managemen, GLP
Menganalisis
dan komunikasi di

laboratorium medik.

Peserta didik

mendiskusikan SKKNI,

managemen, GLP dan

komunikasi di laboratorium

medik.

Peserta didik mencoba

penerapan SKKNI,

managemen, GLP dan

komunikasi di laboratorium

medik.

Peserta didik menganalisis

SKKNI, managemen, GLP

dan komunikasi di

laboratorium medik.

62

Mengkomunikasikan Peserta didik

mengkomunikasikan

SKKNI, managemen, GLP

dan komunikasi di

laboratorium medik.

Kata kunci : SKKNI, Managemen, Good Laboratory

Practice dan komunikasi

Materi Pembelajaran

A. Kompetensi dan standar kompetensi
asisten tenaga kesehatan berdasarkan
SKKNI
Menurut undang-undang Republik Indonesia No.

36 tahun 2014 tentang tenaga kesehatan. Tenaga
kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri
dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan
dan/atau keterampilan melalui pendidikan di bidang
kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan
kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan.
Sedangkan asisten tenaga kesehatan adalah setiap

63

orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan
serta memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan
melalui pendidikan bidang kesehatan di bawah jenjang
Diploma Tiga.

Pengelompokkan tenaga kesehatan dan asisten
tenaga kesehatan diatur dalam Undang-Undang
Kesehatan N0.36 tahun 2014 dan Peraturan
Pemerintah No.8 tahun 2012 tentang Kerangka
Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Standar
Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) adalah
rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek
pengetahuan, keterampilan dan/atau keahlian serta
sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas
dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan. Undang-
Undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik
Indonesia No. 347 tahun 2015 tentang penetapan
SKKNI menjadi dasar hukum tentang SKKNI.

64

B. Managemen Laboratorium Medik
GLP atau ―Good Laboratory Practice‖ adalah suatu

cara pengorganisasian laboratorium dalam proses
pelaksanaan pengujian, fasilitas, tenaga kerja dan
kondisi yang dapat menjamin agar pengujian dapat
dilaksanakan, dimonitor, dicatat dan dilaporkan sesuai
standar nasional/internasional serta memenuhi
persyaratan keselamatan dan kesehatan guna
meningkatkan dan memantapkan mutu hasil
pemeriksaan laboratorium. Tujuan dari GLP adalah
mengatur cara penyelenggaraan laboratorium klinik
yang baik sehingga dapat memberikan pelayanan dan
hasil bermutu serta dapat dipertanggung jawabkan.

Proses GLP berupa:
1. Verifikasi

Verifikasi adalah upaya pencegahan terjadinya
kesalahan dalam melakukan kegiatan laboratorium
mulai dari tahap pra analitik sampai pasca analitik
dengan melakukan pengecekan setiap
tindakan/proses pemeriksaan.

65

Adapun verifikasi yang harus dilakukan sebagai
berikut:
Tahap pra analitik
1) Formulir permintaan pemeriksaan

- Apakah identitas pasien, identitas pengirim
(dokter, lab. pengirim, Kontraktor, dll), No.
Lab, tanggal pemeriksaan, permintaan
pemeriksaan sudah lengkap dan jelas

- Apakah semua permintaan pemeriksaan
sudah ditandai

1) Persiapan Pasien
Apakah persiapan pasien sesuai persyaratan

2) Pengambilan dan penerimaan spesimen
Apakah spesimen dikumpulkan secara benar,
dengan memperhatikan jenis spesimen

3) Penanganan spesimen
- Apakah pengolahan spesimen dilakukan
sesuai persyaratan
- Apakah kondisi penyimpanan spesimen
sudah tepat
- Apakah penanganan spesimen sudah benar

66

untuk pemeriksaan-pemeriksaan khusus
- Apakah kondisi pengiriman spesimen sudah

tepat
4) Persiapan sampel untuk analisa

- Apakah kondisi sampel memenuhi
persyaratan

- Apakah volume sampel sudah cukup
- Apakah identifikasi sampel sudah benar
Tahap Analitik
1) Persiapan Reagen/media
- Apakah reagen/media memenuhi syarat
- Apakah masa kadaluwarsa tidak terlampaui
- Apakah cara pelarutan atau

pencampurannya sudah benar
- Apakah cara pengenceran sudah benar
- Apakah pelarutnya (aquadest) memenuhi

syarat
2) Pipetasi Reagen dan sampel

- Apakah semua peralatan laboratorium yang
digunakan bersih, memenuhi persyaratan

67

- Apakah pipet yang digunakan sudah
dikalibrasi

- Apakah pipetasi dilakukan dengan benar
- Apakah urutan prosedur diikuti dengan

benar
3) Inkubasi

- Apakah suhu inkubasi sesuai dengan
persyaratan.

- Apakah waktu inkubasi tepat.
4) Pemeriksaan

Apakah alat/instrumen berfungsi dengan baik
(dapat dipercaya) hasil pemeriksaan fungsi dan
hasil perawatannya.
5) Pembacaan hasil
Apakah penghitungan, pengukuran, identifikasi
dan penilaian sudah benar.
Tahap pasca analitik
1) Pelaporan Hasil

- Apakah form hasil bersih
- Apakah tidak salah transkrip
- Apakah tulisan sudah jelas

68

- Apakah terdapat kecenderungan hasil
pemeriksaan atau hasil abnormal

2. Persiapkan pasien untuk pengambilan specimen
Tahap persiapan dan pengambilan spesimen
adalah tahapan penting yang termasuk tahap pra
analitik pada proses pemeriksaan laboratorium.
Spesimen adalah contoh atau keseluruhan bagian
dari kelompok organisme (hewan, tumbuhan,
bakteri, jamur, alga dan virus) yang diambil dari
lingkungan dan disimpan dalam wadah berupa
botol atau kotak. Faktor-faktor dalam pengambilan
dan pengolahan spesimen bersifat menyeluruh
yaitu; instruksi persiapan pasien, prosedur
pelabelan dan pencatatan sumber, seluruhnya
digunakan dalam prosedur pengambilan spesimen
apapun jenis spesimennya. Praktek pengambilan
sampel yang baik berarti terdapatnya prosedur
dalam pengambilan suatu bagian dari substansi
untuk keperluan pengujian dari contoh yang
mewakili kumpulannya. Pengambilan sampel

69

harus mempertimbangkan beberapa hal lain
seperti petugas pengambil contoh, peralatan yang
digunakan, lokasi dan titik pengambilan contoh,
frekuensi pengambilan contoh, hingga
keselamatan kerja.

3. Alat dan bahan untuk pengambilan spesimen
Alat dan bahan untuk pengambilan spesimen
menyesuaikan sesuai dengan kebutuhan pasien
dan permintaan dokter atau klinisi. Pemilihan alat
dan bahan sangat bergantung pada jenis
spesimen yang digunakan dan tujuan dari
dilakukannya pemeriksaan tersebut. Penting untuk
dipastikan semua prosedur pemilihan alat dan
bahan harus memenuhi persyaratan mutu dan
kualitas agar laboratorium memiliki kualitas yang
baik dan dapat menjamin hasil yang dikeluarkan.
Penerapan GLP pada tahap ini dapat ditujukkan
dengan melakukan kontrol secara berkala pada
setiap alat yang digunakan dengan cara
mengkalibrasi alat laboratorium secara berkala

70

kepada instansi yang telah tersertifikasi secara
Nasional dan Internasioanal ditunjukkan dengan
adanya sertifikat kalibrasi.

4. Jenis dan metode pemeriksaan
Praktek melakukan pengujian laboratorium yang
baik merupakan prosedur teknis tertentu untuk
melaksanakan pemeriksaan laboratorium. Tanpa
metode laboratorium tidak mungkin melaksanakan
kegiatan pengujian, pengukuran atau kalibrasi.
Karena itu, laboratorium harus menggunakan
metode dan prosedur yang tepat untuk semua
jenis pengujian yang sesuai dengan ruang
lingkupnya. Metode yang digunakan pada
pengujian haruslah metode yang telah divalidasi
sebelum metode tersebut digunakan. Validasi
metode adalah konfirmasi dengan cara menguji
suatu metode dan melengkapi bukti-bukti yang
objektif apakah metode tersebut memenuhi
persyaratan yang ditetapkan dan sesuai tujuan
tertentu.

71

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam metode
pemeriksaan:

- Semua metode pengujian harus
didokumentasikan dan divalidasi

- Semua metode harus dipelihara
kemutakhirannya dan tersedia untuk
personel yang tepat

- Metode harus diikuti secara benar sepanjang
waktu

- Personel yang bersangkutan harus dilatih
dan dievaluasi kompetensinya

C. Konsep Good Laboratory Practice
1. Penanganan sampel
Tahapan ini dimulai dari formulir permintaan
pemeriksaan laboratorium yang dikirim oleh
dokter atau instansi tertentu. Melalui formulir
permintaan laboratorium dapat mengetahui
spesimen atau sampel apa yang akan digunakan
untuk pemeriksaan laboratorium, berapa banyak
sampel yang dibutuhkan sampai berapa jumlah

72

biaya yang dikeluarkan. Sebelum dilakukan
pengambilan spesimen, penting untuk dilakukan
verifikasi identitas pasien dan melalukan
persiapan sebelum pemeriksaan dilakukan.
Penanganan sampel harus dilakukan dengan
hati-hati, edukasi pasien dengan baik mengenai
persiapan yang dibutuhkan, catat secara
keseluruhan prosedur pengambilan spesimen
atau sampel seperti jenis pemeriksaan, jenis
sampel, tanggal dan waktu pengambilan sampel.
Pastikan sampel yang telah diambil aman dari
perusakan hingga sampel tersebut diuji dan
hasilnya dilaporkan kepada pasien.

Pengambilan sampel didefinisikan sebagai
prosedur pengambilan suatu bagian dari
substansi, bahan, atau produk untuk keperluan
pengujian dari sampel/spesimen yang mewakili
seluruhnya. Hal-hal yang harus dipertimbangkan
dalam pengambilan sampel adalah :
- Perencanaan pengambilan sampel
- Petugas pengambil sampel

73

- Prosedur pengambilan sampel
- Peralatan yang digunakan
- Lokasi dan titik pengambilan sampel
- Frekuensi pengambilan sampel
- Keselamatan kerja
- Dokumentasi yang terkait

2. Pengujian laboratorium sesuai standar
operasional prosedur
Dilakukan dengan cara memilih metode yang

dianjurkan oleh badan standar Internasional atau
Nasional dan telah di validasi sebelumnya.
Melakukan pengujian sesuai dengan Standar
Operasional Prosedur (SOP) mulai dari tahap pra
analitik, analitik, dan pasca analitik. Standar
operasional prosedur laboratorium adalah aturan,
tata cara atau pedoman yang mencakup perihal
bagaimana setiap pengguna laboratorium harus
bersikap selama menjalankan kegiatan di
laboratorium, dan juga digunakan sebagai suatu

74

sarana untuk menciptakan kondisi dan sistem
kerja yang efektif. Fungsi dari SOP antara lain :

- Memperlancar tugas petugas/pegawai atau
unit kerja

- Sebagai dasar hukum bila terjadi
penyimpangan

- Dapat mengetahui hambatan-hambatan
dengan jelas dan mudah dilacak

- Mengarahkan petugas untuk disiplin dalam
bekerja

- Sebagai pedoman dalam melaksanakan
pekerjaan rutin

3. Pencatatan, pelaporan dan

pendokumentasian hasil

Data harus didokumentasikan untuk

mendokumentasikan apa yang diperoleh dari

perhitungan atau pengamatan orisinil tanpa

direkayasa. Pendokumentasian data hasil uji,

pemrosesan, serta penerbitan laporan hasil

pemeriksaan merupakan unsur yang sangat

75

penting dalam keseluruhan proses pengujian.

Rekaman dapat berupa hard-copy atau media

elektronik. Seluruh rekaman data yang

berhubungan dengan pengujian harus mudah

dibaca, didokumentasikan, dan dipelihara

sedemikian rupa sehingga rekaman tersebut

dapat mudah diperoleh Kembali dengan cepat.

Rekaman data harus disimpan pada lokasi yang

memadai untuk mencegah kerusakan,

kehilangan, dan harus dijamin aman serta

rahasia. Rekmanan data uji disimpan sapai 5

tahun atau mengikuti kebijakan laboratorium

kemudian dimusnahkan sesuai prosedur.

Cara agar meminimalisir kesalahan rekaman

data hasil pemeriksaan:

- Meningkatkan kesadaran personel

penanggung jawab melalui pelatihan atau

pengarahan dari atasannya

- Pemeriksaan oleh operator yang berbeda

- Pemeriksaan perhitungan oleh orang lain

- Perhitungan Kembali dengan metode yang

76

berbeda
- Verifikasi data atau hasil perhitungan

Gambar : 3.2 Prosedur di laboratorium sesuai GLP
Sumber :

https://images.app.goo.gl/2XF8pVQ1LwsornZBA

D. Komunikasi yang baik di tempat kerja
Pelayanan Prima (Customer Care) berarti

memelihara dan mempertahankan pelanggan kita dan
menambah pelanggan baru. Banyak aspek yang dapat
memberikan kepuasan pelanggan dan bukan hanya
sekedar memberikan yang terbaik. Pelayanan Prima
(Customer care) bukan hanya sekedar memberikan

77

suatu layanan, hal ini memerlukan sedikit pelayanan

ekstra dan sesuai dengan harapan pelanggan yang

mengharapkan pelayanan yang terbaik. Prinsip-prinsip

pelayanan prima pertama, kita harus menyajikan

attitude (sikap) yang benar. Kedua, kita harus

memberikan attention (perhatuan) yang tidak terbagi.

Ketiga, diatas semuanya pelanggan mencari action

(tindakan).

Salah satunya tentang komunikasi tenaga

kesehatan dapat berupa hubungan antar pribadi dan

antar unit kerja, baik tenaga kesehatan dengan

pasien, dengan unit kerja atau dengan yang lainnya.

Perlu kalian ketahui ada 2 bentuk komunikasi yaitu :

1) Komunikasi internal

a. Horisontal : tenaga laboratorium harus memiliki

kesempatan cukup untuk bertukar pikiran

mengenai hal-hal yang bersangkutan dengan

pekerjaannya dengan sesame petugas di seksi

yang sama.

b. Vertikal : tenaga laboratorium harus memiliki

kesempatan berkonsultasi tentang

78


Click to View FlipBook Version