The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by misbahul munir, 2021-10-17 23:21:18

5.2 Dasar-dasar Laboratorium Kesehatan

5.2 Dasar-dasar Laboratorium Kesehatan

3. Perawatan alat-alat laboratorium
Jenis perawatan peralatan di laboratorium
Perawatan dapat dibedakan antara perawatan
terencana dan perawatan tidak terencana. Secara
jelas dapat dilihat pada penjelasan dibawah ini.
1. Perawatan terencana

Perawatan terencana adalah jenis perawatan yang
diprogramkan, diorganisir, dijadwal, dianggarkan, dan
dilaksanakan sesuai dengan rencana, serta dilakukan
monitoring dan evaluasi. Perawatan terencana
dibedakan menjadi dua, yakni: perawatan terencana
yang bersifat pencegahan atau perawatan preventif,
dan perawatan terencana yang bersifat korektif.
 Perawatan preventif

Perawatan preventif merupakan perawatan yang
bersifat pencegahan, adalah sistem perawatan
peralatan laboratorium yang secara sadar
dilakukan melalui tahapan perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan, serta monitoring
dengan tujuan untuk mencegah terjadinya

128

gangguan kemacetan atau kerusakan peralatan

laboratorium.

 Perawatan korektif

Perawatan korektif merupakan perawatan yang

bersifat koreksi, yakni system perawatan peralatan

laboratorium yang secara sadar dilakukan melalui

tahapan perencanaan, pengorganisasian,

pelaksanaan, serta monitoring dengan tujuan

untuk mengembalikan peralatan laboratorium pada

kondisi standar, sehingga dapat berfungsi normal.

2. Perawatan tidak terencana
Perawatan tidak terencana adalah jenis

perawatan yang bersifat perbaikan terhadap
kerusakan yang tidak diperkirakan sebelumnya.
Pekerjaan perawatan ini tidak direncanakan, dan tidak
dijadwalkan. Umumnya tingkat kerusakan yang terjadi
adalah pada tingkat kerusakan berat. Karena
tidak direncanakan sebelumnya, maka juga disebut
perawatan darurat.

129

Tujuan perawatan laboratorium
Perawatan peralatan laboratorium memiliki beberapa

tujuan yang mencakup:
1. Agar peralatan laboratorium selalu prima, siap

dipakai secara optimal
2. Memperpanjang umur pemakaian
3. Menjamin kelancaran kegiatan pembelajaran
4. Menjamin keamanan dan kenyamanan bagi para

pemakai
5. Mengetahui kerusakan secara dini atau gejala

kerusakan
6. Menghindari terjadinya kerusakan secara

mendadak
7. Menghindari terjadinya kerusakan fatal

Sistem Perawatan di Laboratorium
Dalam perawatan di laboratorium, sebelum
penyusunan jadwal dan rencana kebutuhan biaya
perawatan perlu dilihat unsur-unsur berikut ini :
a. Obyek laboratorium yang akan dirawat
b. Sumber daya manusia sebagai tenaga perawatan

130

c. Sumber daya lain : alat ,bahan,suku
cadang,cara,waktu,dan biaya perawatan

Cara perawatan peralatan elektronik
Peralatan elektronika memiliki sifat-sifat :
 Sensitif terhadap goncangan
 Sensitif terhadap medan magnet.
 Tidak tahan terhadap suhu di atas 250 C.
 Tidak tahan terhadap terhadap udara lembab.
 Tidak tahan terhadap kotoran dan debu.

Berdasarkan sifat-sifatnya itu, maka peralatan
elektronika perlu dihindari dari guncangan dan medan
magnetik agar sensitifitas peralatan dapat terjaga.
Selain itu, hendaknya penggunaan peralatan
elektronika berada dalam ruangan yang bertemperatur
antara 180C – 250 C.

Setelah penggunaan peralatan elektronika,
peralatan hendaknya dibersihkan dari kotoran dan
debu kemudian disimpan di ruangan yang kering.

131

Untuk perawatan terhadap peralatan yang

terbuat dari gelas bukanlah perkara yang sulit akan

tetapi menuntut ketekunan laboran. Dengan

memperhatikan keunggulan dan kelemahan dari

bahan baku gelas, maka untuk perawatan peralatan

berbahan baku gelas harus memperhatikan :

1. Ruang penyimpanan peralatan harus

bertemperatur antara 270 C – 370 C dan diberi

tambahan lampu 25 watt.

2. Ruang penyimpanan diberi bahan silicon sebagai

zat higroskopis.

3. Pada waktu memanaskan tabung reaksi hendaknya

ditempatkan di atas kawat kasa. Boleh

menggunakan pemanasan secara langsung asalkan

bahan gelas terbuat dari pyrex.

4. Gelas yang akan direbus hendaknya tidak

dimasukkan langsung ke dalam air yang sedang

mendidih melainkan gelas direndam dengan air

bersih dan dingin kemudian tambahkan detergent,

larutan kalium dichromat 10 gr, asam belerang 25

ml dan aquadest 75 ml. Penggunaan detergent

132

dapat menghilangkan lemak dan tidak membawa
efek perubahan fisik. Kadang-kadang memerlukan
waktu perendaman sampai beberapa jam,
kemudian dibilas dengan air bersih. Keringkan
dengan udara panas lalu simpan di tempat yang
kering.
5. Debu, keringat, minyak dari telapak tangan mudah
menempel pada peralatan berbahan baku gelas.
Oleh karena itu setelah digunakan luangkan waktu
sejenak untuk membersihkan permukaan peralatan
dengan kain lembut atau dengan kertas tissue
khusus. Gunakan alcohol, acetone, kapas, sikat
halus dan pompa angina untuk membersihkan
lensa jangan sampai merusak lapisan lensa. Saat
ini terdapat cairan pembersih khusus kaca/lensa
yang dapat diperoleh di optic untuk membersihkan
kaca/lensa dengan lebih sempurna. Hindarkan
membersihkan kaca/lensa dalam keadaan kering
apalagi dengan menggunakan kain yang berseray
kasar karena hal itu dapat menimbulkan goresan
pada kaca/lensa.

133

6. Letakkan peralatan berbahan baku gelas di
tempat ketika tidak digunakan. Meletakkan
peralatan tidak di tempatnya beresiko merusak
kondisi alat karena mungkin saja peralatan
tersebut tertindih atau tertekan yang
mengakibatkan terjadinya perubahan fisik
permanent.

Penataan alat dan bahan
Penataan (ordering) alat / bahan adalah proses

pengaturan alat / bahan di laboratorium agar tertata
dengan baik. Dalam menata alat / bahan tersebut
berkaitan erat dengan keteraturan dalam
penyimpanan maupun kemudahan dalam
pemeliharaan

Hal yang harus diketahui sebelum melakukan
penataan:
1. Mengenali alat dan fungsinya
2. Mengenali sifat bahan
3. Kualitas alat termasuk kecanggihan dan ketelitian

134

4. Keperangkatan
5. Nilai/harga alat
6. Kualitas alat tersebut dan kelangkaannya
7. Bahan dasar penyusun alat
8. Bentuk dan ukuran alat
9. Bobot/berat alat.

Penyimpanan alat / bahan yang digunakan dalam
kegiatan di laboratorium memerlukan perlakuan
khusus sesuai sifat dan karakteristik masing-masing.
Perlakuan yang salah dalam membawa, menggunakan
dan menyimpan alat di laboratorium dapat
menyebabkan kerusakan alat dan bahan, terjadinya
kecelakaan kerja serta dapat menimbulkan penyakit.

Untuk memudahkan dalam penyimpanan dan
pengambilan kembali alat di laboratorium, maka
sebaiknya dibuatkan daftar inventaris alat yang
lengkap dengan kode dan jumlah masing-masing. Alat
yang rusak atau pecah sebaiknya ditempatkan pada
tempat tersendiri, dan dituliskan dalam buku kasus
dan buku inventaris laboratorium

135

Hal yang harus diperhatikan dalam
penyimpanan alat secara umum :
1. Alat-alat yang sering digunakan, alat yang boleh

diambil sendiri oleh siswa dan alat-alat yang
mahal harganya penyimpanannya dipisah
2. Alat-alat untuk percobaan fisika biasanya
dikumpulkan menurut golongan percobaannya
3. Alat-alat yang digunakan untuk beberapa jenis
percobaan disimpan tersendiri ditempat khusus.
4. Alat-alat untuk percobaan biologi umumnya
disimpan menurut judul percobaan atau dapat
dilakukan berdasarkan atas bahan alat.

Hal yang harus diperhatikan dalam
penyimpanan alat secara khusus :
1. Bahan dasar pembuatan alat
2. Bobot alat
3. Kepekaan alat terhadap lingkungan
4. Pengaruh alat yang lain
5. Kelengkapan perangkat alat dalam suatu set

136

Dasar dari penataan dan penyimpanan alat :
1. Jenis Alat, misalnya gelas kimia, corong, cawan

petri, lumpang dan alu
2. Jenis bahan pembuat, misalnya kaca, porselin,

logam dan kayu
3. Percobaan, misalnya titrasi, kesetimbangan, dll
4. Seberapa sering alat digunakan

a. Yang sering digunakan misalnya: gelas kimia
b. Yang jarang digunakan misalnya: mortir -

stampher

Adapun perlakuan terhadap alat-alat di
laboratorium seperti :
1. Membawa alat sesuai petunjuk penggunaan
2. Menggunakan alat sesuai petunjuk penggunaan.
3. Menjaga kebersihan alat
4. Menyimpan alat

137

Tata letak dan pengaturan perabot
laboratorium
1. Prinsip keamanan

Alat disimpan supaya aman dari pencuri dan
kerusakan, atas dasar alat yang mudah dibawa
dan mahal harganya seperti stop watch perlu
disimpan pada lemari terkunci. Aman juga berarti
tidak menimbulkan akibat rusaknya alat dan bahan
sehingga fungsinya berkurang.

2. Prinsip Kemudahan
Untuk memudahkan mencari letak masing –
masing alat dan bahan, perlu diberi tanda yaitu
dengan menggunakan label pada setiap tempat
penyimpanan alat (lemari, rak atau laci).

3. Prinsip Keleluasaan
Penyimpanan alat diperlukan ruang penyimpanan
dan perlengkapan seperti lemari, rak dan laci yang
ukurannya disesuaikan dengan luas ruangan yang
tersedia.

138

4. Prinsip Keindahan
Cara penyimpanan alat dan bahan dapat
berdasarkan jenis alat, pokok bahasan, golongan
percobaan dan bahan pembuat alat :
a. Pengelompokan alat – alat fisika berdasarkan
pokok bahasannya seperti : Gaya dan Usaha
(Mekanika), Panas, Bunyi, Gelombang, Optik,
Magnet, Listrik, Ilmu, dan Alat reparasi.
b. Pengelompokan alat – alat biologi menurut
golongan percobaannya, seperti : Anatomi,
Fisiologi, Ekologi dan Morfologi.
c. Pengelompokan alat – alat kimia berdasarkan
bahan pembuat alat tersebut seperti : logam,
kaca, porselen, plastik dan karet.
Penyimpanan alat dan bahan selain berdasar hal–
hal di atas, ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan yaitu :
1. Mikroskop disimpan dalam lemari terpisah
dengan zat higroskopis dan dipasang lampu
yang selalu menyala untuk menjaga agar udara
tetap kering dan mencegah tumbuhnya jamur.

139

2. Alat berbentuk set, penyimpanannya harus
dalam bentuk set yang tidak terpasang.

3. Ada alat yang harus disimpan berdiri, misalnya
higrometer, neraca lengan dan beaker glass.

4. Alat yang memiliki bobot relatif berat, disimpan
pada tempat yang tingginya tidak melebihi
tinggi bahu.

5. Penyimpanan zat kimia harus diberi label
dengan jelas dan disusun menurut abjad.

6. Zat kimia beracun harus disimpan dalam lemari
terpisah dan terkunci, zat kimia yang mudah
menguap harus disimpan di ruangan terpisah
dengan ventilasi yang baik.

Penyimpanan alat perlu memperhatikan frekuensi
pemakaian alat. Apabila alat itu sering dipakai
maka alat tersebut disimpan pada tempat yang
mudah diambil. Alat – alat yang boleh diambil oleh
siswa dengan sepengetahuan guru pembimbing,
hendaknya diletakkan pada meja demonstrasi atau
di lemari di bawah meja keramik yang menempel
di dinding. Contoh alat yang dapat diletakkan di

140

meja demonstrasi adalah : kaki tiga, asbes dengan
kasa dan tabung reaksi. Penyimpanan dan
pemeliharaan alat / bahan harus memperhitungkan
sumber kerusakan alat dan bahan.

Sumber kerusakan alat dan bahan akibat
lingkungan meliputi hal – hal berikut :
1. Udara

Udara mengandung oksigen dan uap air (memilki
kelembaban). Kandungan ini memungkinkan alat
dari besi menjadi berkarat dan membuat kusam
logam lainnya seperti tembaga dan kuningan.
Usaha untuk menghindarkan barang tersebut
terkena udara bebas seprti dengan cara mengecat,
memoles, memvernis serta melapisi dengan khrom
atau nikel. Kontak dengan udara bebas dapat
menyebabkan bahan kimia bereaksi.
Akibat reaksi bahan kimia dengan udara bebas
seperti timbulnya zat baru, terjadinya endapan,
gas dan panas. Dampaknya bahan kimia tersebut

141

tidak berfungsi lagi serta dapat menimbulkan
kecelakaan dan keracunan.
2. Air dan Asam – Basa
Alat laboratorium sebaiknya disimpan dalam
keadaan kering dan bersih, jauh dari air, asam dan
basa. Senyawa air, asam dan basa dapat
menyebabkan kerusakan alat seperti berkarat,
korosif dan berubah fungsinya. Bahan kimia yang
bereaksi dengan zat kimia lainnya menyebabkan
bahan tersebut tidak berfungsi lagi dan
menimbulkan zat baru, gas, endapan, panas serta
kemungkinan terjadinya ledakan
3. Suhu
Suhu yang tinggi atau rendah dapat
mengakibatkan :alat memuai atau mengkerut,
memacu terjadinya oksidasi, merusak cat serta
mengganggu fungsi alat elektronika.
4. Mekanis
Sebaiknya hindarkan alat dan bahan dari benturan,
tarikan dan tekanan yang besar. gangguan

142

mekanis dapat menyebabkan terjadinya kerusakan
alat / bahan.
5. Cahaya
Secara umum alat dan bahan kimia sebaiknya
dihindarkan dari sengatan matahari secara
langsung. Penyimpanan bagi alat dan bahan yang
dapat rusak jika terkena cahaya matahari
langsung, sebaiknya disimpan dalam lemari
tertutup. Bahan kimianya sebaiknya disimpan
dalam botol yang berwarna gelap.
6. Api
Komponen yang menjadi penyebab kebakaran ada
tiga, disebut sebagai segitiga api. Komponen
tersebut yaitu adanya bahan bakar, adanya panas
yang cukup tinggi, dan adanya oksigen. Oleh
karenanya penyimpanan alat dan bahan
laboratorium harus memperhatikan komponen
yang dapat menimbulkan kebakaran tersebut.

143

Langkah – Langkah Penyimpanan
1. Bersihkan Ruang dan Penyimpanan Alat dan Bahan
2. Periksa data ulang alat dan bahan yang ada
3. Kelompokkan alat dan bahan yang ada

berdasarkan pada keadaan alat dan bahan di atas
4. Penyimpanan dan penataan alat dan bahan

disesuaikan dengan fasilitas Laboratorium,
keadaan alat dan bahan diatas.

Assesmen

1. Tugas Mndiri
Silakan kalian menonton video dari
https://youtu.be/rTvUByt8jE8
Setelah memahami isi video tersebut, silakan
kalian tuliskan apa saja alat – alat laboratorium
dan kegunaan

2. Diskusi Kelompok
Silakan kalian membentuk kelompok. Satu
kelompok terdiri dari 4-5 orang. Setelah melihat

144

video dari https://youtu.be/rTvUByt8jE8
Coba kalian mencari alat alat laboratprium dan
kegunaanya, diskusikan dengan membagikan
hasilnya ke kelompok lainnya.

3. Proyek
Kerjakan tugas di bawah ini sesuai dengan
perintah!
Kerjakan secara mandiri
Silakan melakukan pengamatan pada 5 alat
dilaboratorium mikrobiologi.
Identifikasilah alat tersebut dan dokumentasikan
melalui foto atau video, selanjutnya dibuat power
poin untuk dipresentasikan

4. Penilaian Mandiri
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat
dan benar!
1) Gambar dan jelaskan fungsi dari alat gelas di
laboratorium hematologi!
2) Sebutkan cara perawatan alat-alat gelas!

145

3) Lakukan pengamatan di laboratorium tempat
kalian praktikum, lalu tuliskan contoh
peralatan pendukung!

4) Menurut pendapat kalian, hal-hal apa saja
yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan
peralatan laboratorium medik!

5) Pada pemakaian mikroskup apa yang harus
dilakukan untuk memperjelas fokus
pengamatan.

Refleksi

Setelah mempelajari tentang peralatan laboratorium
medik, diharapkan dapat memiliki keterampilan dan
sikap kerja yang bertanggungjawab guna memperoleh
hasil pemeriksaan laboratorium yang tepat, akurat dan
terpercaya. Semua yang telah kalian pelajari dapat
langsung dipraktekan dalam pembelajaran sekolah
setiap saat, sehingga tertanam suatu sikap
tanggungjawab dan kemandirian dalam
mengoperasikan peralatan laboratorium sejak dini.

146

Pengayaan
Untuk menambah wawasan dan pengetahuan kalian
tentang peralatan laboratorium medik, silakan akses
ke link berikut ini : https://youtu.be/I0gCARV3crs

147

INDEKS

A
Artificial Intelligence, 5
Analitik, 6, 7, 8, 9, 45
Aquadest, 46
Attitude, 53
Attention, 53
Action, 53
Assesmen, 58
Apersepsi, 61
C
Customer care, 53
D
Distributor, 57
E
Evaluasi, 4
Entrepreneur, 5
Ekstern, 55
Expertise, 55
G
Good Laboratory Practice, 2, 3, 4, 9,44

148

H
Hard-copy, 51
I
Investor, 57
K
Keahlian, 1, 2
Komunikasi, 13, 14, 15, 16, 17
Korektif, 90
M
Media, 4
Mekanika, 98
N
Non Verbal, 56
O
Optict, 84
Ordering, 94
P
Pelayanan laboratorium, 3
Project Based learning, 4
Penanganan sampel, 9, 10
Pencatatan, 11

149

Pengujian laboratorium, 11
Pelayanan Prima, 13
Practice, 42
Preventive, 90
R
Ruang lingkup, 2
Refleksi, 60
S
SKKNI, 2, 3, 4
Spesimen, 45
T
Tenaga laboratorium medik, 7
V
Verifikasi, 5, 12, 45
Ventilasi, 99

150

GLOSARIUM

Action Tindakan
APAR Alat Pemadam Api Ringan
APD Alat Pelindung Diri
Artificial Intelligence Teknologi Kecerdasan Buatan
Attention Perhatian
Attitude Sikap
Biohazard Berbahaya Pada Biologis
Carcinogen Menyebabkan Kanker
Corrosive Korosif
Customer Care Pelayanan Prima
Dangerous For the Berbahaya Bagi Lingkungan
Environment
Ekspertice Keahlian
Eritrosit Sel Darah Merah
Explosive Bersifat Meledak
Flammable Mudah Terbakar
Generic Caution Peringatan Umum
GLP Good Laboratory Practice
Hamful Irritant Bahaya dan Iritasi
High Voltage Tegangan Tinggi
Ht Hematokrit
K3 Kesehatan dan Keselamatan
Kerja
LED Laju Endap Darah
Leukosit Sel Darah Putih

151

Oxidising Mengalami oksidasi
Preventif Pencegahan
Quality Assurance Pemantapan Mutu
RL Rumpel Leed
service excellence Pelayanan Terbaik
SKKNI Standar Kompetensi Kerja
Nasional Indonesia
SOP Standar Operasional Prosedur
Techopreneur Kewirausahaan
TLM Teknologi Laboratorium Medik
Toxic atau poison Beracun

152

REFERENSI

1. Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber
Daya Manusia Kesehatan, Kumpulan Peraturan
Perundang-undangan Tentang Sumber Daya
Manusia Tahun 2017 Tahap 1

2. Chairlan, L. E. (2004). DASAR UNTUK
LABORATORIUM · KESEHATAN ( Manual of Basic
Techniques for A Health Laboratory ). Buku
Kedokteran EGC. Jakarta

3. Depkes RI.2008.Pedoman Praktik Laboratorium
yang Benar.Indonesia

4. Dwi Cahyaningrum. 2019. Faktor-faktor yang
berhubungan dengan kejadian kecelakaan kerja di
laboratorium pendidikan. Jurnal Pengelolaan
Laboratorium Pendidikan Vol 1 edisi 2 Juli 2019.
Ejournal2.undip.ac.id/index.php/jplp

5. Handayani Anik, et all. 2017. Dasar Manajemen
Laboratorium & Kesehatan Lingkungan: Program
Keahlian Teknologi Laboratorium Medik. EGC.
Jakarta

153

6. http://analist-

kesehatan.blogspot.co.id/2012/12/istilah-yang-

sering-di-gunakan- dalam.html,

7. http://annaferawatii.blogspot.com/2018/11/sop-

laboratorium.html diakses pada tanggal 13 Mei

2021 pukul 21.00 WIB

8. http://bbppmbtph.tanamanpangan.pertanian.go.id

/index.php/informasi/512 diakses tanggal 30 Mei

2021 pukul 21.00 WIB

9. http://damkar.bandaacehkota.go.id/2020/07/08/je

nis-jenis-fungsi-dan-cara-menggunakan-apar-alat-

pemadam-api-ringan diakses tanggal 29 Mei 2021

pukul 21.00 WIB

10. https://gosystemconsulting.co.id/blog/mengenal-

lebih-jauh-tentang-good-laboratory-practice-glp

diakses pada tanggal 12 Mei 2021 pukul 20.30

WIB

11. https://guardall.co.id/sop-pelatihan-penggunaan-

apar diakses tangggal 28 Mei pukul 20.00 WIB

12. https://medium.com/@dennywildan16/mengenal-

alat-alat-yang-digunakan-pada- laboratorium-

154

medis-9b277303caf1 diakses tanggal 27 Mei 2021
pukul 20.35 WIB
13. https://pmrsmagrisa.wordpress.com/2012/05/03/p
rinsip-dasar-pertolongan-pertama/ diakses tanggal
28 Mei 2021 pukul 19.00 WIB
14. https://www.quantumsaranamedik.com
15. http://youtu.be/rTvUByt8jE8
16. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.2018. Modul
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Berbasis
Kompetensi. Jakarta: Kemendikbud.
17. Lieseke L Constance, Zeibig A. Elisabeth. Buku
Ajar Laboratorium Klinis. 2017. EGC. Jakarta
18. Ningrum,Wahyuni.2012.Teknik Dasar Pembuatan
Larutan.Jakarta
19. Pedoman Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Laboratorium Kesehatan, Direktorat Jendral
Pelayanan Medik, Departemen Kesehatan RI, 2003
20. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 43 Tahun 2013 Tentang Cara
Penyelenggaraan Laboratorium Klinik Yang Baik

155

21. Perdirjen Dikdasmen Kemendikbud

No.07/D.55/KK/2018 Tentang Struktur Kurikulum

SMK/MAK

22. Perdirjen Dikdasmen No.464/D.D5/KR/2018

Tentang Kompetensi Inti Dan Kompetensi Dasar

Mata Pelajaran Muatan Nasional (A), Muatan

Kewilayahan (B), Dasar Bidang Keahlian (C1),

Dasar Program Keahlian (C2), Dan Kompetensi

Keahlian (C3)

23. Permenkes No 43 tahun 2013 Tentang

Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik

24. Permenkes RI No. 411/Menkes/Per/III/2010

tentang Laboratorium Klinik

25. SKKNI No. 170 Tahun 2018 Level II Kompetensi

Keahlian Teknologi Laboratorium Medis

26. Soemarno.2000.Isolasi dan Identifikasi Bakteri

Klinik.Akademi Analis Kesehatan Depkes

Yogyakarta

27. Sucipto, Dani Cecep.2014.Keselamatan dan

Kesehatan Kerja. Yogyakarta

156

28. Teni Rodiani, 2016, Teknik Dasar Pekerjaan
Laboratorium Kimia (K3 Laboratorium), PPPPTK
Pertanian, Cianjur

157

BIODATA PENULIS

Nama : Yuli Indrawati,S.Pd.Bio

Tempat/tanggal lahir : Surakarta/10
Maret 1974

Alamat : Purwodiningratan RT 03/03
No 7 Surakarta

Email : [email protected]

Pendidikan terakhir : S1 Biologi

Pekerjaan : Guru SMK Analis
Kesehatan Nasional Surakarta

Nama : Dhika Rizky Anggraini,
Amd.AK

Tempat/tanggal lahir : Wonogiri, 21
Oktober 1995

Alamat : Jl. Sejahtera XII B, Blok D2
No.37 RT05 RW 08, Periuk, Kota
Tangerang

Email : [email protected]

Pendidikan terakhir : sedang
menempuh pendidikan D4 Poltekkes
Jakarta 3

158

Pekerjaan : Guru SMK Negeri 9 Kota
Tangerang

Nama : Dewi Yayuningsih, S.Si.,MARS
Tempat/tanggal lahir: Bandung, 25
April 1969
Alamat: Jl. Bima No. 22 Blok
Sukamekar RT 70 RW 19 Cigadung
Subang 41213 Jawa Barat
Email : [email protected]
Pendidikan terakhi r : Megister
Administrasi Rumah Sakit (S2)
Pekerjaan :
1. Guru pada SMK Bhakti Kencana

Subang
2. Dosen DIII Tek. Lab. Medik

STIKes Muhamadiyah Ciamis
3. Owner Laboratorium Klinik Bio

Meddila Subang
4. Pranata Ahli Madya Analis

Kesehatan

159

Nama : Ririen Candra Dewi
Moeljadiman. S.Pd

Tempat tanggal lahir: Gilimanuk ,16
Januari 1981

Alamat: telukan RT 02 RW 06 Grogol
Sukoharjo

Email :

[email protected]

Pendidikan terakhir: S1 Biologi

Pekerjaan: Guru SMK Analis
kesehatan Nasional Surakarta

160

BIODATA REVIUWER
Nama : Yoki Setyaji, S.ST., M.Sc
Tempat/ tanggal lahir : Wonogiri,
21 Oktober 1987
Alamat : Perum Roto Kenongo Blok
N18 RT 83 Pendowoharjo Sewon
Bantul
Email : [email protected]
Pendidikan terakhir : S2 Biologi
Pekerjaan Dosen STIKES Guna
bangsa Yogyakarta, ATLM RSA
UGM

161

BIODATA EDITOR
Nama : Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd
Tempat/ tanggal lahir : Semarang, 8 April
1961
Alamat : Tempel RT 02/03 Gatak
Sukoharjo
Email : [email protected]
Pendidikan terakhir : S2 Pengkajian
Bahasa Inggris
Pekerjaan : Guru SMK Tunas
Pembangunan Surakarta

162

BIODATA ILUSTRATOR
Nama : A.Najiullah
Tempat/ tanggal lahir : Jambi, 28
Oktober 1959
Alamat : Jl. Kramat Sentiong V/E 1498
Jakarta Pusat 10450
Email : [email protected]
Pendidikan terakhir : FSRD IKJ ( Tidak
Tamat)
Pekerjaan : Freelance Graphic Designer

163


Click to View FlipBook Version