The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

BAHAN Ajar KD 3.1 konsep wilayah dan tata ruang (Recovered)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by yayanriyanto24, 2021-07-31 03:49:00

BAHAN Ajar KD 3.1 konsep wilayah dan tata ruang (Recovered)

BAHAN Ajar KD 3.1 konsep wilayah dan tata ruang (Recovered)

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

BAHAN AJAR
KONSEP WILAYAH DAN TATA RUANG

Satuan Pendidikan : SMA Negeri 1 Gunungkencana

Mata Pelajaran : Geografi

Kelas / Semester : XII / I

Materi Pokok : Konsep Wilayah dan Tata Ruang

A. Kompetensi Inti :
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agam yang dianutnya.
2. Menunjukkan sikap jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif, dan proaktif,
sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, meganalisis, pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah
secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah
keilmuan.

B. Kompetensi Dasar :
3.2 Memahami konsep wilayah dan pewilayahan dalam perencanaan tata
ruang wilayah nasional, provinsi, dan kabupaten/kota.
4.2 Membuat peta pengelompokkan penggunaan lahan di wilayah
kabupaten/kota/provinsi berdasarkan data wilayah setempat.

C. Indikator : 1
1. Mengklasifikasikan jenis-jenis wilayah
2. Menjelaskan konsep wilayah dan pewilayahan
3. Menganalisis metode perwilayahan dan regionalisasi
4. Menganalisis dinamika dan tahapan perkembangan wilayah
5. Menganalisis strategi dalam pengembangan wilayah
6. Menjelaskan konsep ruang dan penataan ruang
7. Mengklasifikasikan penataan ruang

Konsep Wilayah dan Tata Ruang

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA
8. Mengidentifikasi struktur penataan ruang
9. Mengidentifikasi konsep pembangunan
10. Mengidentifikasi indikator pembangunan suatu wilayah
11. Mengidentifikasi pusat-pusat pertumbuhan wilayah yang ada di
Indonesia
12. Menganalisis teori-teori pertumbuhan wilayah menurut para ahli
13. Menganalisis pengaruh dari pusat-pusat pertumbuhan bagi wilayah
14. Menjelaskan lingkup dan kegiatan dalam penataan ruang wilayah
15. Menjelaskan hirarki dalam penataan ruang di Indonesia
16. Menjelaskan kebijakan dalam pembangunan wilayah
17. Menganalisis peluang dan tantangan dalam pengembangan wilayah
18. Menganalisis permasalahan dalam penataan ruang wilayah di Indonesia
19. Menjelaskan perencanaan pembangunan di Indonesia

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 2

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

Anda mungkin pernah naik ke suatu tempat yang lebih tinggi, misalnya
puncak gunung, perbukitan, gedung bertingkat, atau naik menara, semacam tugu
monumen nasional (Monas). Pada ketinggian tempat tersebut, anda mungkin
melihat sebuah hamparan permukaan bumi yang indah dan berkesan.

Pada hamparan tersebut tampak suatu tata penggunaan lahan, ada yang
digunakan untuk bangunan gedung, jalan-jalan, pertokoan, bahkan ada yang
tampak kosong beluk dimanfaatkan. Hal tersebut merupakan gambaran tentang
wilayah kota sebagai pusat pertumbuhan. Dalam bab ini, akan dibahas mengengai
suatu bentuk wilayah dan pewilayahan serta pusat-pusat pertumbuhannya dan
batas wilayah pembangunan di Indonesia.

Gambar. 1. Wilayah pedesaan dan perkotaan
Sumber : https://upload.wikimedia.org/wikipedia
Perhatikan gambar-gambar di atas! Itulah bukti adanya proses
perkembangan suatu wilayah. Dari wilayah kecil yang sepi dan terpencil
kemudian ada sebuah kota megapolitan yang luas dan ramai serta penuh sesak
dengan hiruk pikuk kehidupan penghuninya. Suatu wilayah dapat tumbuh dan
berkembang apabila didukung oleh potensi sumber daya alam dan sumber daya
manusia yang cukup. Selain itu, pengaruh wilayah lain yang lebih dahulu menjadi
pusat pertumbuhan ikut mendorong cepatnya pertumbuhan dan perkembangan
suatu wilayah. Mengapa demikian? Kegiatan ekonomi yang beragam dan interaksi
antarwilayah dalam rangka pemenuhan kebutuhan wilayah memainkan peran
penting dalam proses ini. Nah, untuk memahami lebih jauh apa dan bagaimana
suatu wilayah bisa berkembang menjadi pusat pertumbuhan, ikuti pembahasan
materi berikut ini.
Suatu wilayah mempunyai karakteristik tertentu sehingga berbeda
dengan wilayah yang lain. Pusat pertumbuhan yang muncul di suatu wilayah akan
memengaruhi wilayah sekitarnya. Wilayah yang tumbuh dan berkembang
diharapkan memberi keuntungan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan
penduduknya. Mengapa suatu wilayah dapat tumbuh dan berkembang?
Bagaimana mengidentifikasi pusat-pusat pertumbuhan yang akan menjadi kota?
Bagaimana fenomena geografis dapat dijadikan dasar dalam pengembangan

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 3

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

wilayah? Bagaimana menentukan batas-batas wilayah pertumbuhan? Ingin segera
mengetahuinya? Anda penasaran? Ikuti pembahasannya berikut.

A. Konsep Wilayah dan Tata Ruang
1. Wilayah dan Pewilayahan
a. Klasifikasi Wilayah

Rustiadi dalam Mutaali (2014) mengklasifikasi wilayah spatial ada dua tipe
wilayah : (1) wilayah formal, merupakan tempat-tempat yang memiliki kesamaan-
kesamaan karakteristik, dan (2) wilayah fungsional atau nodal, merupakan kosep
wilayah dengan menekankan kesamaan keterkaitan antar komponen atau
lokasi/tempat. Dengan demikian terdapat tiga konsep wilayah yang dikenal
selama ini adalah : (1) wilayah homogen, (2) wilayah fungsional/sistem, (3)
wilayah perencanaan/pengelolaan.

Beberapa pengertian dasar tentang jenis-jenis wilayah adalah sebagai
berikut :

1) Wilayah Homogen/Formal
Konsep wilayah homogen lebih menekankan aspek homogenitas
(kesamaan) dalam kelompok dan memaksimumkan perbedaan antar
kelompok tanpa memperhatikan bentuk hubungan fungsional (interaksi)
antar wilayah-wilayahnya di dalamnya. Dengan demikian, wilayah
homogen tidak lain adalah wilayah yang diidentifikasikan berdasarkan
adanya sumber-sumber kesamaan atau faktor pencirinya yang menonjol di
wilayah tersebut. Pada awalnya kriteria yang digunakan adalah kondisi fisik,
misalnya topografi, iklim, atau jenis vegetasi. Kemudian, kriteria
berkembang menjadi kriteria ekonomi, seperti industri atau tipe pertanian.
Bahkan juga digunakan kriteria sosial poilitik, seperti pengaruh partai
politik.

Gambar. 2. Wilayah pertanian merupakan suatu bentuk wilayah homogen
Sumber : http://assets-a2.kompasiana.com/statics

2) Wilayah fungsional / nodal
Wilayah fungsional adalah suatu kawasan geografis yang difungsikan
menurut jenis dan kekhususan, suatu wilayah yang saling berhubungan
antara bagian yang satu dengan bagian yang lain.

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 4

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

Gambar. 3. Aktivitas masyarakat pusat pemukiman dengan lereng
pegunungan

Sumber : https://dynardbam2007.files.wordpress.com
Contoh wilayah fungsional, misalnya suatu wilayah lereng pegunungan
mulai dari lereng atas sampai dengan lereng kaki, disambung dengan daerah
dataran rendang sehingga akhirnya tepi pantai. Penduduk lereng atas hidup
dari hasil kebun, penduduk lereng kaki hidup dari hasil pertanian. Adapun
penduduk yang berada di dataran hidup darui usaha pelayanan dan jasa.
Perbedaan wilayah formal dan fungsional dapat kita lihat pada tabel berikut
ini.

Tabel. 1. Perbedaan wilayah formal dan fungsional

Wilayah Formal 1. Menunjukkan kesamaan fisik alam, kesamaan iklim,
(statis, formal kesamaan morfologi atau juga kesamaan budaya antara
region/homogeneous kesatuan alam dan kesatuan manusia
region/uniform
region) 2. Contoh wilayah formal berupa wilayah pesisir barat sumatera,
wilayah pesisir barat sumatera, dataran tinggi dieng

Wilayah Fungsional 1. Menunjukkan hubungan atau interaksi diantara wilayah-wilayah
(dinamis, functional yang berbeda dalam memenuhi kebutuhan masyarakat
region/nodal region) 2. Contoh :

a) wilayah pegunungan akan menghasilkan aneka sayur dan buah-
buahan

b) Dataran rendah menghasilkan padi
c) Wilayah pesisir menghasilkan ikan
Dalam hal memenuhi kebutuhan hidup ini maka akan terjadi
hubungan yang saling melengkapi/mengisi dalam aktivitas
masyarakatnya

3) Wilayah administratif –politis
Wilayah administratif adalah wilayah perencanaan atau pengelolaan yang
memiliki landasan yuridis-politis yang paling kuat.Di Indonesia disebut

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 5

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

dengan daerah otonom, seperti negara, provinsi, kabupaten, kota,
kecamatan, dan desa atau kelurahan.
4) Wilayah perencanaan / pengelolaan
Wilayah perencanaan dapat berwujud wilayah administratif dan non
administratif baik homogen maupun fungsional, seperti batas ekologi dan
fungsional lain. Penatapan batas wilayah perencanaan berdasarkan tujuan
atau kepentingan perencanaan program. Secara sederhana konsep wilayah
perencanaan didefinisikan sebagai wilayah yang dibatasi berdasarkan
kenyataan sifat-sifat tertentu pada wilayah tersebut yang bisa bersifat
alamiah maupun non alamiah yang sedemikian rupa sehingga perlu
direncanakan dalam kesatuan wilayah perencanaan.
Oleh karena penggunaan istilah wilayah mempunyai kecendrungan meluas
menyangkut berbagai aspek dan disiplin maka perlu untuk merumuskan konsepsi
wilayah secara sistematis. Konsepsi wilayah dapat dibagi atas tiga golongan besar
yaitu:

Wilayah

Berdasarkan Berdasarkan Berdasarkan
Tipenya Hierarkinya Kategorinya

Formal Ukuran Wilayah bertopik tunggal
(Size)
Fungsional Wilayah bertopik banyak
Bentuk
(Form)

Fungsi Wilayah Total
(Function)

Wilayah Pengelolaan
Pembangunan

1) Konsepsi wilayah ditinjau dari hierarkinya
Konsepsi wilayah ditinjau dari hierarkinya didasarkan atas segi :
1. Ukuran (size)
2. Bentuk (Form)
3. Fungsi (function)
4. Faktor lainnya
Konsepsi wilayah dapat berupa gabungan dari berbagai factor

tersebut
2) Konsepsi wilayah ditinjau dari kategorinya

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 6

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

Konsepsi wilayah ditinjau dari kategorinya terdiri atas beberapa jenis
wilayah, yaitu
a) Wilayah bertopik tunggal (single topic region)

Penetapan region atau wilayah yang didasarkan pada salah satu aspek
geografi. Contoh kemiringan lereng dapat menunjukkan ketampakan
dari suatu daerah, apakah termasuk daerah yang datar, landai, atau
terjal.
b) Wilayah bertopik gabungan (Combined topic region)
Penetapan wilayah yang mendasarkan pada beberapa topik yang
berbeda satu sama lain. Contohnya wilayah pertanian, wilayah ekonomi
dan lainnya
c) Wilayah bertopik banyak (multiple topic region)
Penetapan wilayah yang didasarkan pada beberapa faktor geografi.
Oleh karena wilayah ini merupakan gabungan beberapa topic yang
berbeda maka disebut juga dengan wilayah berciri banyak (multiple
feature region)
Contoh penetapan wilayah berdasarkan iklim yaitu iklim tropik,
subtropik, sedang, dan dingin. Di katakan berciri majemuk karena iklim
terbentuk dari beberapa unsur seperti suhu, curah hujan, dan angin.
d) Wilayah total (total region)
Penetapan wilayah yang didasarkan pada banyak faktor menyangkut
lingkungan alam, lingkungan biotik, maupun manusia.
Contoh ekosistem mangrove, dikatakan bercirikan keseluruhan karena
melibatkan faktor alam, biotik, dan manusia di sekitarnya.
e) Wilayah pengelolaan pembangunan (compage region)
Penetapan wilayah yang didasarkan aktifitas pembangunan yang
dilakukan untuk melestarikan dan mengembangkan sumber daya.

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 7

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

Tabel. 2. Wilayah berdasarkan kategorinya

Wilayah berdasarkan Kategorinya

Jenis Definisi Contoh

1. Single topic Wilayah yang eksistensinya kemiringan lereng dapat menunjukkan

region (Wilayah didasarkan pada satu kriteria ketampakan dari suatu daerah, apakah

bertopik geografi termasuk daerah yang datar, landai,
gabungan) atau terjal

2. Combined topic Wilayah yang eksistensinya Wilayah iklim gabungan dari curah
region (Wilayah didasarkan pada gabungan (lebih hujan dan temperatur, tekanan udara
bertopik dari satu) macam kriteria (topik serta angina
gabungan) yang sama)
Wilayah pertanian (gabungan dari
3. Multiple topic Wilayah yang eksistensinya topik fisik atau tanah, hidrologi dan
region (Wilayah mendasarkan pada beberapa topik topik tanaman)
bertopik yang berbeda satu sama lain
banyak) Wilayah administrasi desa, kecamatan,
Delineasi wilayah yang kabupaten, provinsi
4. Total Region
(Wilayah total) menggunakan semua unsur Semacam wilayah perencanaan.
Misalnya wilayah miskin dan wilayah
5. Compage wilayah. Kesatuan politik bencana
region (Wilayah
Pengelolaan (administrasi) sebagai dasar
Pembangunan)
Tidak mendasarkan pada banyak

sedikitnya topik, tetapi aktivitas

manusia yang menonjol

b. Konsep Wilayah dan Pewilayahan
1) Konsep Wilayah

Wilayah secara umum dapat diartikan sebagai bagian permukaan bumi yang
dapat dibedakan dalam hal-hal tertentu dari daerah sekitarnya. Defenisi tentang

wilayah dapat dibuat berdasarkan gejala kemanusian (human phenomena), gejala
alamiah (natural phenomena) dan berdasarkan gejala-gejala geografis
(geographical phenomena).

“wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap
unsur terkait padanya, yang dibatasi oleh lingkup pengamatan tertentu”.

“Kawasan adalah wilayah yang teritorialnya didasarkan pada pengertian dan
batasan fungsional (fungsi spesifik), misalnya kawasan pusat kota, kawasan
perdagangan, kawasan hutan, kawasan rawan bencana, pertambangan dan
sebagainya”.

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 8

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

“Daerah adalah suatu teritorial dimana makna dan batasan serta perwatakannya
didasarkan pada kewenangan administrasi pemerintah (Propinsi, Kabupaten,
Kota, Kecamatan, dan Desa)”.

Wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap
unsur terkait padanya yang batas dan sistemnya dutentukan berdasarkan aspek
administratif dan aspek fungsional. (Undang-undang Nomor 27 Tahun 2007 dan
PP Nomor 26 Tahun 2008).

Berdasarkan batasan tersebut terdapat beberapa kata kunci diantaranya :
a) Ruang yaitu wadah yang meliputi ruang daratan, ruang lautan, dan ruang

udara sebagai satu kesatuan wilayah, tempat manusia dan mahluk hidup
lainnya hidup dan melaukan kegiatan serta memelihara kelangsungan
hidupnya. Unsur ruang meliputi lokasi, jarak, bentuk dan ukuran.
b) Kesatuan geografis yaitu dimensi geometri dan referensi geografis
mengacu kepada wujud fisik wilayah.
c) Unsur wilayah, meliputi komponen alam fisik dan biotik, komponen
manusia (soial ekonomi dan budaya), komponen buatan hasil cipta
manusia, teknologi.
d) Dibatasi lingkup pengematan tertentu, baik yang berdimensi homogenitas,
fungsional, maupun admintratif.
Dari dua definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa wilayah merupakan
suatu kesatuan area di permukaan bumi yang mempunyai ciri dan sifat tertentu
yang terjadi karena hubungan yang kompleks antara unsure tanah, air, tanaman,
binatang dan manusia.
2) Konsep Perwilayahan
Perwilayahan atau regionalisasi diartikan sebagai upaya mengelompokkan
bagian-bagian permukaan Bumi untuk tujuan tertentu. Misalnya pembagian
wilayah menurut iklim, ketinggian tempat, topografi wilayah, dan lain sebagainya.
Tujuan perwilayahan sebagai berikut.
a) Untuk meratakan pembangunan di semua wilayah sehingga dapat mengurangi
kesenjangan antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain.
b) Memudahkan koordinasi berbagai program pembangunan pada tiap daerah.
c) Mensosialisasikan berbagai program pembangunan kepada aparatur
pemerintah dan masyarakat serta para pengusaha.
c. Analisis Perwilayahan, Dinamika dan Strategi Pengembangan Wilayah
1) Metode Perwilayahan dan regionalisasi
Metode perwilayahan digolongkan menjadi dua, yaitu:
a) Penyamarataan Wilayah (regional generalization)
Penyamarataan wilayah adalah suatu proses untuk usaha membagi
permukaan bumi atau membagi permukaan bumi tertentu menjadi
beberapa bagian dengan cara mengubah atau menghilangkan faktor-faktor
tertentu dalam populasi yang dianggab kurang penting atau kurang
relevan, dengan maksud untuk menonjolkan karakter tertentu.

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 9

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

b) Klasifikasi Wilayah (Regional Classification)

Klasifikasi adalah metode untuk mengatur data secara sistematis

menjadi golongan-golongan atau beberapa bagian yang dalam hal ini dapat

berupa grup, kelas, atau keluarga. Klasifikasi wilayah adalah usaha untuk

mengadakan penggolongan wilayah secara sistematis kedalam bagian-

bagian tertentu berdasarkan properti tertentu. Penggolongan tersebut

haruslah memperhatikan keragaman sifat dan semua unit (wilayah).

2) Faktor Dinamika Perkembangan Wilayah
Muta′ali (2008) menjelaskan tentang dinamika perkembangan wilayah

dengan mengilutrasikan elemen faktor dari dinamika wilayah tersaji dalam

gambar berikut: Faktor managemen

Faktor internal (Sumber daya Dinamika Faktor eksternal (iInteraksi
wilayah) wilayah interpedency)

Faktor geografis (Posisi Faktor historis (Sejarah, sosial,
dan letak geografi) ekonomi dan budaya)

Bagan 1. Keterkaitan elemen faktor dalam dinamika wilayah

Berdasarkan gambar tersebut, dinamika wilayah dari dimensi tahun 0 ke
tahun n secara keruangan ditandai dengan perkembangan fisik spasial dan non
spasial. Perkembangan fisik wilayah terjadi dalam bentuk ekstensifikasi
(perluasan wilayah) dan intensifikasi (Pemadatan pemanfaatan ruang). Sedangkan
perkembangan non spasial dicirikan oleh perbaikan dan kenaikan idikator, sosial,
ekonomi, budaya dan administrasi, seprti pertumbuhan ekonomi, kenaikan
pendapatan, perbaikan pendidikan dan kesehatan masyarakat termasuk angka
kualitas manusia dan juga perbaikan admistrasi wilayah.

Dinamika perkembangan wilayah dipengaruhi faktor internal, ekstenal,,
politis atau kebijakan, dan faktor historis.
a) Faktor internal

Faktor internal dalam perkembangan suatu wilayah minimal dipengaruhi oleh
lima faktor dan berperan terhadap optimalisasi sumberdaya suatu wilayah,
yaitu sumberdaya alam, sumberdaya manusia, sumberdaya buatan,
sumberdana, dan sumberdaya teknologi.
b) Faktor eksternal

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 10

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

Faktor eksternal berhubungan dengan dua faktor yakni:
(1) Faktor interaksi, interelasi, interpedensi, dengan wilayah lain
(2) Faktor aksesibilitas (keterjangkauan). Semakin tinggi kedua faktor

eksternal bekerja maka proses dinamika wilayah akan semakin tinggi
dan sebaliknya
c) Faktor geografis
Berhubungan erat dengan konsep posisi dan jarak wilayah terhadap wilayah
lain. Jarak mempengaruhi biaya transportasi dan pada akhirnya berpengaruh
terhadap biaya produksi dan berdampak pada naiknya daya saing wilayah
dikarenakan output regional memilki harga rendah dan efisien. Selain itu,
posisi absolut dan relatif wilayah terhadap pusat pertumbuhan ekonomi
(growth center) dan wilayah perkotaan memberikan peluang berusaha dan
berkembang lebih cepat dibandingkan wilayah yang jauh.
d) Faktor managemen wiayah
Berkaitan dengan aspek leadership, politik, kelembagaan dan kebijakan.
e) Faktor historis
Maisng-masing wilayah dalam perkembangannya memiliki sejarah tersendiri,
baik yang bersifat sosial budaya maupun ekonomi
3) Tahapan Perkembangan Wilayah
a) Tahapan perkembangan wilayah dalam tinjauan sosial ekonomi
(1) Teori pentahapan perpektif klasik
James Stuart dan Adam Smith menjelaskan 3 tahapan, yaitu (1) tahap
dominasi pertanian, yang menetukan perkembangan dan distribusi
penduduk, memunculkan sektor pendukung, (2) kegiatan ekonomi
beragam, khususnya jasa dan perdagangan, yang mendukung pertanian
dan, (3) industrialisasi, untuk peningkatan produktivitas dan memenuhi
kebutuhan.
Friederich List (1844), mengungkan lima tahap perkembangan wilayah
yaitu , (1) kehidupan masyakat primitif, (2) pekebunan, (3) pertanian, (4)
manufaktur dan (5) perdagangan
(2) Teori tahap tinggal landas
WW Rostow (1960) mengelompokan tahapan pembangunan dalam lima
tahapan, yaitu (1) masyarakat tradisional, berciri statis dan mendominasi
kegiatan pertanian, ilmu pengetahuan dan teknolodi belum maju.
Masyarakatnya konservatif dan sulit berubah. Produksi sangat terbatas,
masyarakat statis, produksi hanya dipakai untuk konsumsi. Tidak ada
investasi. (2) Pra kondisi untuk tinggal landas, ditandai dengan
perubahan revolusioner dalam masyarakat (terjadi akibat campur tangan
dari luar). Tabungan masyarakat mulai ada dan berkemabang.
Investasipun terjadi, termasuk juga dalam pendidikan dan kesehatan. (3)
Masa tinggal landas, hambatan ekonomi sudah tidak ada. Investasi
berjalan efektif hingga mencapai 5-10% dari pendapatan nasional. (4)

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 11

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

Masa pendewasaan, masyarakat terus bergerak maju. Investasi 10-20%
dari pendapatan nasional. Industri berkemang pesat. Pertumbuhan
ekonomi meluas kesemua sektor ekonomi yang ada. Keadaan ini dapat
dicapai sekitar 40-60 tahun dari tahap lepas landas. (5) Konsumsi
masyarakat tinggi. Pada periode ini, investasi untuk meningkatkan tidak
lagi menjadi tujuan yang paling utama. Seseudah taraf kedewasaan
dicapai, surplus ekonomi akibat proses politik yang terjadi dialokasikan
untuk kesejahteraan sosial dan penambahan dana sosial.
b) Tahapan perkembangan wilayah dalam tinjauan geografis
Tahapan perkembangan secara geografis diawali dari (1) pusat kota
sebagai pusat pemikman yang terus berkembang dan jika mencapai titik jenuh
berkembang ke arah (2) pinggiran kota dan selanjutnya menjadi perkotaan
yang besar dan luas. Selanjutnya perkmbangan mengarah ke area (3) koridor
transpotasi yang menghubungkan antar kota satu dengan kota yang lain, dan
secara alamiah juga berdampak pada perkembangan wilayah (4) pedesaan.
4) Strategi Pengembangan Wilayah
Dari berbagai kajian literatur telah banyak strategi yang dilakukan dalam
pengembangan wilayah dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi masing-
masing wilayah dan negara. Di bawah ini akan disampaikan bentuk strategi yang
bersifat klasik yang masih digunakan sebagai dasar dalam penyusunan strategi
kebijakan pengembangan wilayah, diantaranya disampaikan Rondinelli (1985),
ada tiga konsep strategi dalam pengembangan wilayah, yaitu : ada tiga konsep
strategi dalam pengembangan wilayah yaitu : (1) kutub-kutub pertumbuhan
(growth pole), (2) integrasi fungsi (functional integration), dan (3) pendekatan
pendesentralisasian wilayah (decentralized territorial approches). Selain itu
ditambahkan strategi rural urban linkages dan strategi regional networking.
Secara singkat strategi-strategi tersebut diuraikan sebagai berikut :
a) Kutub-Kutub Pertumbuhan (growth pole)
Growth Pole atau kutub pertumbuhan pertama kali dipergunakan oleh
Francois Perroux (1950). Dengan tesisnya :
“pertumbuhan tidak terjadi disembarang tempat dan juga tidak terjadi secara
serentak, tetapi pertumbuhan terjadi pada titik-titik atau kutub-kutub
pertumbuhan dengan intensitas yang berubah-ubah, lalu pertumbuhan itu
menyebar sepanjang saluran yang beraneka ragam dan dengan pengaruh
yang dinamis terhadap perekonomian wilayah”.
Dalam konteks pertumbuhan, Francois Perroux menyatakan bahwa yang
menjadi medan magnet adalah kegiatan industri. Industri-industri dan kegiatan-
kegiatan yang akan berkembang dan membentuk kutub pertumbuhan tersebut
memilki beberapa ciri-ciri sebagai Leading Industries dan Propulsive
Industries, antara lain :
Karakteristik Leading Industries.

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 12

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

(1) Relatif baru, dinamis, dan mempunyai teknologi yang maju yang
menginjeksikan iklim pertumbuhan ke dalam suatu daerah.

(2) Permintaan terhadap produknya memilki elastisitas pendapatan yang
tinggi, produk tersebut biasanya dijual ke pasar-pasar nasional.

(3) Mempunyai berbagai kaitan antar industri yang kuat dengan sektor-
sektor lainnya.

Karakteristik Propulsive Industries.
(1) Relatif besar.
(2) Tingkat dominasinya tinggi, yaitu kebalikan dari tingkat
ketergantungan industri lain terhadap industri tersebut.
(3) Menimbulkan dorongan yang nyata terhadap linkungan.
(4) Mempunyai kemampuan berinovasi yang tinggi.

Friedman memperkaya konsep growth pole dengan mengemukakan konsep
Center-Periphery (pusat-pinggiran). Pengembangan wilayah menurut Friedman
akan melahirkan kota utama dan wilayah sekitarnya yang menjadi inti (core), dari
sistem kota-kota nasional dan pinggiran (periphery) yang berada diluar dan
bergantung pada inti.

Dampak positif strategi growth pole
Konsep kutub pertumbuhan memberikan peluang untuk mendekatkan dua

cabang penting dalam analisis regional, yaitu analisis mengenai pertumbuhan
ekonomi regiaonal dan analisis stuktur ruang regional.

(1) Konsep kutub pertumbuhan memberikan kemungkinan pemakaian
dan pengembangan teknik-teknik analisis input-output, aglomerasi,
dsb.

(2) Konsep kutub pertumbuhan ini dapat digunakan sebagai alat strategi
intervensi oleh pemerintah dalam menetapkan kebijaksanaan-
kebijaksanaan investasi bagi pembangunan daerah.

Dampak negatif strategi growth pole
(1) Kerangka permasalahan sering dikembangkan dalam setting
masyarakat industri dan cendrung tidak melihat problem spesifik
wilayah.
(2) Dalam hubungan pusat-pinggiran, efek balik sering bekerja lebih
cepat dari efek pemancaran.

b) Strategi Disentralisasi Teritorial
Pendekatan disentralisasi teritorial merupakan strategi pembangunan

dari bawah (development from below). Staregi dari bawah ini memberikan
alternatif bagi elemen-elemen dalam pembangunan seperti alokasi faktor
produksi, sistem pertukaran, pembentukan organisasi sosial ekonomi yang

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 13

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

spesifik, dan perubahan konsep dasar pembangunan yang hanya menekankan
konsep ekonomi.

Menurut Stohr (1981) teori pembangunan disentralisasi ini didasarkan
pada beberapa hipotesa, yaitu:
(1) Kegagalan strategi devolopment from above di banyak negara dalam

menciptakan integrasi ekonomi wilayah, yang berakibat pada pada
ketimpangan wilayah. hal ini diakibatkan tidak terjadinya integrasi
ekonomi dari program-program pembangunan yang dikembangkan
dalam skala besar.
(2) Kondisi fisik dan sosial ekonomi internal merupakan kunci sukses
penerapan strategi pembangunan.
(3) Dorongan bagi pengembangan suatu konsep pembangunan hendaknya
berasal dari masyarakat dengan mempertimbangkan sumber daya lokal.
(4) Sistem ekonomi lokal berperan dalam membentuk pola interkasi
ekonomi antar wilayah untuk meningkatkan nilai tukar barang produksi
lokal sehingga tidak hanya memiliki nilai guna namun juga memeliki
nilai tukar.
Berbeda dengan strategi pembangunan dari atas, strategi pembangunan
dari bawah ini tidak didukung oleh teori-teori ekonomi yang berstuktur jelas.
Hanya terdapat beberapa konsep pengembangan wilayah yang dikembangkan
berdasarkan strategi ini seperti konsep Agropolitan Development
(dikembangkan oleh Fredman dan Douglass).

c) Strategi Agropolitan
Strategi ini pembangunan tidak hanya kemajuan ekonomi yang

sentralistik, tetapi memberikan kesempatan bagi individu-individu,
kelompok-kelompok sosial dan organisasi masyarakat untuk memobilisasi
kemampuan dan sumberdaya lokal bagi kemajuannya. Pendekatan ini menitik
beratkan pada upaya untuk menciptakan dorongan bagi pembangunan
dinamis di wilayah-wilayah pedesaan yang relatif terbelakang.

Alasan munculnya strategi agropolitan atau tipe-tipe pembangunan dari
bawah antara lain:
(1) Kegagalan strategi devolopment from above, yang berakibat pada

ketimpangan wilayah, karena konsentrasi pada program pembangunan
skala besar (large scale).
(2) Kondisi fisik dan sosial ekonomi internal merupakan kunci sukses
penerapan strategi pembangunan.
(3) Konsep pembangunan hendaknya berasal dari masyarakat itu sendiri
dengan mempertimbangkan sumberdaya lokal dan partisipasi.
(4) Sistem ekonomi lokal harus berperan dalam membentuk pola interaksi
ekonomi antar wilayah.

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 14

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

d) Strategi Integrasi Spasial (Functional Spatial Integration)
Strategi integrasi spasial merupakan jalan tengah antar pendekatan

sentralisasi yang menekankan pertumbuhan pada wilayah perkotaan
(metropolitan) dan desentralisasi yang menekankan penyebaran investasi dan
sumberdaya pembangunan pad kota-kota kecil dan pedesaan. Hali ini
dilakukan dengan menciptakan suatu jaringan produksi, distribusi, dan
pertukaran yang mantap mulai dari desa – kota kecil - kota menegah - kota
besar (metropolitan).

Pendekatan altrnatif ini didasari pemikiran bahwa dengan adanya
integrasi sistem pusat-pusat pertumbuhan yang berjenjang dan berbeda
karakteristik fungsionalnya, maka pusat-pusat tersebut akan memacu
penyebaran pembangunan wilayah. Pendekatannya adalah memacu
perkembangan sektor pertanian yang diintegrasikan dengan sektor industri
pendukungnya. Dengan begitu sasaran strategi ini adalah meningkatkan
produksi pertanian, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan
pendapatan bagi sebagian besar penduduk.

e) Strategi Pengembangan Kota-Kota Kecil Menengah.
Dengan semakin berkembangnya kota-kota besar dengan

permasalahannya, maka sejak dua dekade terakhir ini berbagai pihak mulai
menyadari pentingnya strategi pengembangan peranan kota kecil dan kota
menengah sebagi bagian dari upaya penyelesaian permasalahan yang terjadi
di kota besar dan metropolis.(Peter Hall, 1975).

Beberapa alasan yang mendasari potensi strategis pembangunan kota
kecil dan menengah, diantaranya adalah dekonsentrasi perkotaan, khususnya
akibat over-population di perkotaan besar (metropolitan) yang
mengakibatkan peningkatan harga dan nilai lahan dan kebutuhan sosial
ekonomi serta penurunan kualitas lingkungan perkotaan.

Berikut peranan yang harus dilakukan oleh kota-kota kecil menengah
dalam mendorong pembangunan wilayah pedesaan adalah sebagai berikut:
(1) Pusat untuk menyediakan barang-barang tahan lama dan tidak tahan

lama.
(2) Pusat jasa publik dan jasa privat.
(3) Sebagai penghubung kepasar yang lebih besar bagi produk-produk

pedesaan.
(4) Pusat suplai faktor-faktor produksi.
(5) Pusat agro-processing dan resource-processing.
(6) Pusat pengetahuan dan informasi.

f) Strategi Rural Urban Lingkages
Strategi growth pole telah mengakibatkan polarisasi atau kesenjangan

spasial wilayah, khususnya wilayah pedesaan dan perkotaan. Karena

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 15

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

kebijakan lebih menguntungkan kawasan perkotaan, pada saat yang sama
memperlemah daerah pedesaan. Pada tahun 1980 strategi keterkaitan desa-
kota muncul. Bappenas, UNDP dan UNHCR melakukan joint program
tentang keterkaitan desa-kota pada tahun 1998 yang diberi nama PARUL
(poverty Alleviation Through Rural-Urban Linkages) yang dilksanakan di
Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara serta Kota Sorong.
Sebelumnya UNHCRD juga melakukan pilot project di Daerah Istimewa
Yogyakarta tentang keterkaitan desa-kota.

Keterkaitan (linkages) diartikan sebagai hubungan atau interaksi antar
wilayah yang saling mempengaruhi satu sama lainnya, dan saling
komplementaritas dan take and give. Prandhan (2003) mengemukakan bahwa
dalam system interaksi antar wilayah terdapat tiga komponen utama, yaitu :
(1) Wilayah perkotaan adalah tempat produksi barang (industri), pelayanan,

teknologi, ide-ide, dan kesempatan kerja dan upah yang tinggi.
(2) Wilayah pedesaan merupakan tempat dihasilkannya bahan mentah,

produksi pertanian, kerajinan dan industri kecil rumah tangga, tenaga
kerja dan modal.
(3) Saran dan prasarana serta kelembagaan yang memungkinkan terjadinya
interaksi antar wilayah perkotaan dan pedesaan, khususnya tranportasi
dan komunikasi.

g) Strategi Regional Networking
Model ini merupakan respon kegagalan konsep growth poles yang

justru memberikan efek balik backwash effect yang merugikan pembangunan
pedesaan dan menimbulkan kesenjangan yang semakin melebar antar
pedesaan dan perkotaan. Perbedaan antara konsep growth poles dengan
regional networking meliputi lima aspek, yaitu :
(1) Aspek pengembangan sektor basis, dalam regional networking model

semua sektor dapat dijadikan sebagai leading sector dalam pengembangan
ekonomi wilayah tergantung potensi masing-masing wilayah. Sedangkan
growth poles model lebih fokus pada ekonomi perkotaan.
(2) Aspek sistem perkotaan, pada model growth poles pengembangan sistem
perkotaan berdasrkan system center place dengan menerapkan hubungan
pusat dan hinterland. Sedangkan model regional networking selain model
hubungan pusat dengan hinterland juga memperhatikan hubungan yang
sifatnya horizontal.
(3) Aspek keterkaitan desa-kota (Urban-Rural Linkages).
growth poles : menekankan hubungan desa-kota yang besifat satu arah.
regional networking : memberikan posisi yang seimbang dan dua arah
antara perkotaan dan pedesaan.

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 16

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

(4) Aspek Perencanaan (Style of Planning),
growth poles : bersifat top-down yang mengandalkan pada perencanaan
sektoral melalui kantor pemerintahan dan bawahannya.
regional networking : bersifat bottom-up dengan prinsip
desentralisasi,dimana daerah dan masyarakat ikut terlibat lebih aktif.

(5) Aspek Kebijakan (Major Policy Areas)
growth poles: berorentasi pada tujuan menarikpelaku ekonomi dan
investasi sebesar-besarnya dipusat pertumbuhan,sehingga kebijakan
intensif, perpajakan, tax holiday menjadi pilihan utama.
regional networking: tipe kebijakan yang diambil mengarah pada
perluasan infrastuktur pedesaan, yang lebih menekankan kepada
pembangunan jalan lokal dan jaringan transportasi diantara pedesaan dan
perkotaan.

2. Tata Ruang dan Penataan Ruang
a. Pengertian Ruang dan Penataan Ruang

Penataan ruang mengandung makna proses menata ruang. UU No. 26 Tahun
2007 memberikan pemahaman tentang tata ruang sebagai wujud struktur ruang
dan pola ruang. Struktur ruang adalah susunan pusat-pusat permukiman dan
sistem jaringan prasarana dan sarana yang berfungsi sebagai pendukung kegiatan
sosial ekonomi masyarakat yang secara hirarkis memiliki hubungan fungsional,
sedangkan pola ruang merupakan distribusi peruntukan ruang untuk fungsi
lindung dan peruntukan ruang untuk fungsi budidaya.

Ruang sebagai wadah yang meliputi ruang darat, ruang laut, dan ruang
udara, termasuk ruang di dalam bumi sebagai satu kesatuan wilayah, tempat
manusia dan makhluk lain hidup, melakukan kegiatan, dan memelihara
kelangsungan hidupnya. Wadah mengandung makna sebagai tempat dari adanya
kegiatan-kegiatan sosial ekonomi yang memiliki keterbatasan serta kesempatan
ekonomi (economic opportunities) yang berbeda. Ruang juga dimaknai sebagai
sebuah sumberdaya dan media pendukung perikehidupan dalam ekosistem,
sehingga setiap aktivitas penggunaan ruang dapat menimbulkan dampak positif
maupun negatif terhadap kegiatan lain (externalities), atau dengan kata lain ruang
memiliki potensi untuk menimbulkan ketidaksepahaman (konflik) antara kegiatan
satu dengan lainnya.

Tata ruang adalah wujud struktural dan pola pemanfaatan ruang, baik
direncanakan maupun tidak. Tata ruang yang dituju dengan penataan ruang adalah
tata ruang yang direncanakan. Sedangkan tata ruang yang tidak direncanakan
adalah tata ruang yang terbentuk secara alamiah seperti wilayah aliran sungai,
danau, suaka alam, gua, gunung, dan sebagainya

Pengertian ruang dan penataan ruang berdasarkan Undang-Undang
Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang adalah
sebagai berikut:

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 17

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

1) Ruang adalah wadah yang meliputi ruang darat, ruang laut, dan ruang udara,
termasuk ruang di dalam bumi sebagai satu kesatuan wilayah, tempat manusia
dan makhluk lain hidup, melakukan kegiatan, dan memelihara kelangsungan
hidupnya.

2) Tata ruang adalah wujud struktur ruang dan pola ruang.
3) Struktur ruang adalah susunan pusat-pusat permukiman dan sistem jaringan

prasarana dan sarana yang berfungsi sebagai pendukung kegiatan sosial
ekonomi masyarakat yang secara hierarkis memiliki hubungan fungsional.
4) Pola ruang adalah distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah yang
meliputi peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan peruntukan ruang untuk
fungsi budi daya.
5) Penataan ruang adalah suatu sistem proses perencanaan tata ruang,
pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang.
6) Penyelenggaraan penataan ruang adalah kegiatan yang meliputi pengaturan,
pembinaan, pelaksanaan, dan pengawasan penataan ruang.

Penataan ruang dilaksanakan berdasarkan beberapa azas. Undang-Undang
No. 26 tahun 2007 menetapkan azas penataan ruang yang akan berfungsi sebagai
titik tumpu kajian proses penataan ruang diselenggarakan dengan berdasarkan
kepada:
1) Keterpaduan, yaitu dengan mengintegrasikan berbagai kepentingan yang

bersifat lintas sektor, lintas wilayah, dan lintas pemangku kepentingan yaitu
pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat
2) Keserasian, keselarasan, dan keseimbangan
Yaitu keserasian antara struktur ruang dan pola ruang, keselarasan antara
kehidupan manusia dengan lingkungannya, keseimbangan pertumbuhan dan
perkembangan antardaerah serta antara kawasan perkotaan dan kawasan
perdesaan
3) Keberlanjutan, dengan menjamin kelestarian dan kelangsungan daya dukung
dan daya tampung lingkungan dengan memperhatikan kepentingan generasi
mendatang
4) Keberdayagunaan dan keberhasilgunaan dengan mengoptimalkan manfaat
ruang dan sumberdaya yang terkandung di dalamnya serta menjamin
terwujudnya tata ruang yang berkualitas
5) Keterbukaan, dengan memberikan akses yang seluas-luasnya kepada
masyarakat untuk mendapatkan informal yang berkaitan dengan penataan
ruang
6) Kebersamaan dan kemitraan dengan diselenggarakan dengan melibatkn
seluruh pemangku kepentingan.
7) Perlindungan kepentingan umum dengan mengutamakan kepentingan
masyarakat
8) Kepastian hukum dan keadilan, dengan berlandaskan hukum/ketentuan
peraturan perundang-undangan dan bahwa penataan ruang dilaksanakan

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 18

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

dengan mempertimbangkan rasa keadilan masyarakat serta melindungi hak
dan kewajiban semua pihak secara adil dengan jaminan kepastian hokum
9) Akuntabilitas yaitu dapat dipertanggungjawabkan, baik prosesnya,
pembiayaannya, maupun hasilnya.
Penyelenggaraan penataan ruang harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1) Kondisi fisik wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang rentan
terhadap bencana.
2) Potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya buatan,
kondisi ekeonomi, sosial, budaya, politik, hukum, pertahanan keamanan,
lingkungan hidup, serta ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai satu
kesatuan.
3) Geostrategi, geopolitik, dan geoekonomi.

Tujuan penataan ruang sebagaimana yang tercantum dalam UU No. 26
Tahun 2007 untuk mewujudkan ruang wilayah nasional yang aman, nyaman,
produktif, dan berkelanjutan berlandaskan Wawasan Nusantara dan Ketahanan
Nasional dengan:
1) Terwujudnya keharmonisan antar lingkungan alam dan lingkungan buatan
2) Terwujudnya keterpaduan dalam penggunaan sumberdaya alam dan

sumberdaya buatan dengan memperhatikan sumberdaya manusia
Terwujudnya perlindungan fungsi ruang dan pencegahan dampak negatif

terhadap lingkungan akibat pemanfaatan ruang.

b. Klasfisikasi Penataan Ruang
Berdasarkan UU nomor 26 tahun 2007, penataan ruang diklasifikasikan

berdasarkan sistem, fungsi utama kawasan, wilayah administratif, kegiatan
kawasan, dan nilai strategis kawasan.
1) Penataan ruang berdasarkan sistem terdiri atas sistem wilayah dan sistem

internal perkotaan.
a) Sistem wilayah, yaitu struktur ruang dan pola ruang yang mempunyai

jangkauan pelayanan pada tingkat wilayah
b) Sistem perkotaan, yaitu struktur ruang dan pola ruang yang mempunyai

jangkauan pelayanan pada tingkat internal perkotaan.
2) Penataan ruang berdasarkan fungsi utama kawasan terdiri atas kawasan

lingung dan kawasan budi daya.
a) Kawasan Lindung, yaitu wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama

melindungi kelestarian hidup yang mencakup sumber daya alam dan
sumber daya buatan.
b) Kawasan Budidaya, yaitu wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama
untuk dibudidayakan atas dasar kondisi da potensi sumber daya alam,
sumber daya manusia, dan sumber daya buatan.

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 19

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

3) Penataan ruang berdasarkan Wilayah administratif, yaitu kegiatan penataan
ruang berdasarkan hirarki sistem administratif yang terdiri atas penataan
ruang wilayah nasional, penataan ruang wilayah provinsi, dan penataan ruang
wilayah kabupaten/kota.

4) Penataan ruang berdasarkan Kegiatan kawasan terdiri atas penataan ruang
kawasan perkotaan dan penataan ruang kawasan pedesaan.
a) Penataan ruang kawasan perkotaan, yaitu wilayah yang mempunyai
kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai
tempat pemukiman perkotaan, pemusatan dan pusat distribusi pelayanan
jasa pemeritahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.
b) Penataan ruang kawasan pedesaaan wilayah yang mempunyai kegiatan
utama pertanian, termasuk pengelolaan sumber daya alam.

5) Penataan ruang berdasarkan Nilai strategis kawasan terdiri atas penataan
ruang kawasan strategis nasional, penataan ruang kawasan strategis provinsi,
dan penataan ruang kawasan strategis kabupaten/kota.
Jenis kawasan strategis, antara lain, adalah kawasan strategis dari sudut
kepentingan pertahanan dan keamanan, pertumbuhan ekonomi, sosial,
budaya, pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi, serta
fungsi dan daya dukung lingkungan hidup.

c. Struktur Penataan Ruang
Struktur ruang adalah susunan pusat-pusat permukiman dan sistem jaringan

prasarana dan sarana yang berfungsi sebagai pendukung kegiatan sosial ekonomi
masyarakat yang secara hierarki memiliki hubungan fungsional. Seperti
diamanatkan dalam UU no 26 tahun 2007,terdapat tiga batasan struktur ruang
menurut hirarkinya khususnya dari provinsi, kabupaten, dan kota.

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 20

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

Struktur ruang menurut hierarki RTR
Defenisi dan arah Struktur ruang

Provinsi Tabel. 4. Struktur penataan ruang Kota
Kabupaten

Permen pu 15/2009 Permen pu 16/2009 Permen pu 17/2009

Rencana yang Rencana yang mencakup sistem Rencana yang mencakup

mencakup rencana perkotaan wilayah kabupaten rencana sistem perkotaaan

sistem perkotaan dalam yang berkaitan dengan kawasan wilayah kota dalam

wilayah provinsi yang perdesaan dalam wilayah wilayah pelayanannya dan

berkaitan dengan pelayanannya dan jaringan jaringan prasarana wilayah

kawasan perdesaan prasarana wilayah kabupaten kota yang dikembangkan

dalam wilayah yang dikembangkan untuk untuk mengintegrasi

pelayanannya, dan mengintegrasikan wilayah wilayah kota selain untuk

rencana sistem kabupaten selain untuk melayani melayani kegiatan skala

prasarana wilayah kegiatan skala kabupaten yang kota, meliputi sistem

provinsi yang meliputi sistem jaringan jaringan transportasi,

mengintegrasi kan transportasi, sistem jaringan sistem jaringan energi dan

wilayah provinsi serta energi, dan kelistrikan, sistem kelistrikan, sistem jaringan

melayani kegiatan skala jaringan telekomunikasi, sistem telekomunikasi, sistem

provinsi, yang akan jaringan sumber daya air jaringan sumber daya air ,

dituju sampai dengan termasuk seluruh daerah hulu dan sistem jaringan

akhir masa perencanaan bendungan atau waduk dari lainnya.

daerah aliran sungai, dan sistem

jaringan prasarana lain

Sumber : Muta’ali 2014

Adapun elemen-elemen yang membentuk struktur ruang kota (Sinulingga,
2005: 97, yaitu
1) Kumpulan dari pelayanan jasa termasuk di dalamnya perdagangan,

pemerintahan, keuangan yang cenderung terdistribusi secara berkelompok
dalam pusat pelayanan.
2) Kumpulan dari industri sekunder (manufaktur) pergudangan dan perdagangan
grosir yang cenderung untuk berkumpul pada suatu tempat.
3) Lingkungan permukiman sebagai tempat tinggal dari manusia dan ruang
terbuka hijau.
4) Jaringan transportasi yang menghubungkan ketiga tempat di atas.

1) Defenisi dan arah struktur ruang provinsi
Menurut permen tahun 15 tahun 2009 adalah rencana yang mencakup rencana
sistem perkotaan dalam wilayah provinsi yang berkaitan dengan kawasan

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 21

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

perdesaan dalam wilayah pelayanannya, dan rencana sistem prasarana
wilayah provinsi yang mengintegrasi kan wilayah provinsi serta melayani
kegiatan skala provinsi, yang akan dituju sampai dengan akhir masa
perencanaan
2) Defenisi dan arah struktur ruang kabupaten
Menurut permen pu 16 tahun 2009 adalah rencana yang mencakup sistem
perkotaan wilayah kabupaten yang berkaitan dengan kawasan perdesaan
dalam wilayah pelayanannya dan jaringan prasarana wilayah kabupaten yang
dikembangkan untuk mengintegrasikan wilayah kabupaten selain untuk
melayani kegiatan skala kabupaten yang meliputi sistem jaringan transportasi,
sistem jaringan energi, dan kelistrikan, sistem jaringan telekomunikasi, sistem
jaringan sumber daya air termasuk seluruh daerah hulu bendungan atau
waduk dari daerah aliran sungai, dan sistem jaringan prasarana lain.
3) Defenisi dan arah struktur ruang kota
Menurut Permen pu 17 tahun 2009 adalah Rencana yang mencakup rencana
sistem perkotaaan wilayah kota dalam wilayah pelayanannya dan jaringan
prasarana wilayah kota yang dikembangkan untuk mengintegrasi wilayah
kota selain untuk melayani kegiatan skala kota, meliputi sistem jaringan
transportasi, sistem jaringan energi dan kelistrikan, sistem jaringan
telekomunikasi, sistem jaringan sumber daya air , dan sistem jaringan lainnya.

B. Pembangunan dan Pertumbuhan Wilayah
1. Pembangunan Wilayah
a. Konsep Pembangunan
1) Secara etimologik : Berasal dari kata bangun, diberi awalan pem- dan akhiran

–an guna menunjukkan perihal pembangun kata bangun mengandung arti,
aspek fisiologi bangun dalam arti sadar atau siuman, aspek perilaku bangun
dalam arti bangkit atau berdiri, aspek anatomi bangun dalam arti bentuk,
gabungan aspek fisiologi, aspek perilaku dan aspek bentuk bangun dalam arti
kata membuat.
2) Secara ensiklopedik : kata pembangunan telah menjadi bahasa dan konsep
dunia. Konsep itu antara lain, pertumbuhan (growth), rekontruksi
(recontruktion), modernisasi (modernization), westernisasi (westernization),
perubahan social (social change), pembebasan (liberation), pembaharuan
(innovation), pembangunan bangsa (nation building), pembangunan nasional
(national development), pembangunan (development), pengembangan
(progress/developing), pembinaan (contruction ).
Pembangunan biasanya didefenisikan sebagai “rangkaian usaha mewujudkan
pertumbuhan dan pembangunan secara terencana dan sadar yang ditempuh
oleh suatu Negara bangsa menuju modernitas dalam rangka pembinaanb
bangsa / nation-building.

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 22

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

Dari berbagai macam pengertian dari pembangunan maka dapat
disimpulkan bahwa pembangunan merupakan suatu upaya yang melibatkan
masyarakat untuk melakukan proses perubahan dan sebuah transformasi yang
dilakukan dalam rangka menunjang kesejahteraan masyarakat baik dalam bidang
ekonomi maupun sosial yang bertujuan untuk mengurangi kemiskinan tanpa
merusak lingkungan atau kehidupan sosial dan memiliki kehidupan yang layak.
b. Indikator Pembangunan

Penggunaan indikator dan variable pembangunan bisa berbeda untuk setiap
negara. di negara-negara yang masih miskin, ukuran kemajuan dan pembangunan
mungkin masih sekitar kebutuhan-kebutuhan dasar seperti listrik masuk desa,
layanan kesehatan pedesaan, dan harga makanan pokok yang rendah. Sebaliknya,
di negara-negara yang telah dapat memenuhi kebutuhan tersebut, indikator
pembangunan akan bergeser kepada faktor-faktor sekunder dan tersier
(Tikson, 2005).
1) Indikator Kuantitatif

a) Faktor Ekonomi, meliputi GNP (Gross National Product) per kapita,
GDP (Gross Domestic Product), tingkat pengangguran, konsumsi energi.
GNP (Gross National Product) perkapita merupakan ukuran yang paling
umum dipakai. GNP merupakan total nilai pendapatan dari barang dan
jasa yang dihasilkan oleh suatu Negara dibagi dengan jumlah penduduk.

b) Faktor politik, meliputi tingkat korupsi, peran pemerintah
c) Faktor social, ketersediaan jasa pendidikan seperti pendidikan dan

kesehatan, meliputi akses air bersih dan sanitasi (mengindikasikan
tingkat pembangunan infrastruktur pada suatu Negara), tingkat melek
huruf orang dewasa.
d) Faktor demografis, meliputi tingkat kelahiran, tingkat kematian, tingkat
fertilitas, persentase tenaga kerja dibidang pertanian.
e) Indikator lingkungan, berbicara mengenai prilaku atau sikap suatu
Negara dalam menjaga klestarian lingkungan.
2) Indikator Kualitatif
Indikator kualitatif meliputi gambaran kondisi kehidupan dan kualitas hidup
masyarakat. Indikator kualitatif digunakan untuk menganalisa komponen
yang tidak mudah dihitung atau diukur dengan sebuah angka, seperti
kebebasan, korupsi atau keamanan.
3) Ukuran Alternatif Dalam Pembangunan
(Goulet, 1971 dalam Chant, 2009) menyebutkan bahwa ada 3 komponen
utama untuk mengartikan dan mengukur sebuah pembangunan :
a) Life sustenance dalam konteks kebutuhan dasar
b) Self-esteem yang berhubungan dengan self-respect dan kebebasan
c) Kebebasan yang berhubungan dengan kemampuan masyarakat untuk
memilih pilihan mereka

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 23

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

Pengukran alternative yang sering digunakan adalah Human
Development Index (HDI)yang dibuat oleh UNDP pada akhir 1980an .
Human Development Index (HDI), didasari oleh :
a) GDP perkapita yang mengindikasikanstandarhidupdanpenurunan level

minium
b) Tingkat melek huruf orang tua yang mengindikasikan tingkat pengetahuan

haran hidup pada saat kelahiran untuk mecerminkan tingkat kesehatan.

2. Pertumbuhan Wilayah
a. Pusat Pertumbuhan Wilayah di Indonesia

Gambar 4. Jalan di Jakarta dulu dan sekarang

Jakarta adalah adalah satu wilayah di indonesia yang mengalami
perkembangan yang pesat, begitu juga kota kota lainnya di Indonesis sehingga
setiap daerah mempunyai pusat pertumbuhan yang menjadi daya tarik bagi tenaga
buruh dari pinggiran, mempunyai daya tarik terhadap tenaga terampil, modal, dan
barang-barang dagangan yang menunjang pertumbuhan suatu lokasi.

Pusat pertumbuhan akan berpengaruh terhadap daerah di sekitarnya.
Pengaruh tersebut dapat berupa pengaruh positif dan negative yang dikemukakan
oleh Myrdall (1957)
1) Pengaruh Menguntungkan (Spread effect)

a) Terbukanya kesempatan kerja
b) Banyaknya investasi yang masuk
c) Upah buruk semakin tinggi
d) Penduduk dapat memasarkan bahan mentah.
2) Pengaruh Merugikan (Backwash Effect)
a) Ketimpangan regional
b) Ketimpangan Internasional

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 24

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

c) menurunnya tingkat kesejahteraan petani
d) besarnya ketergantungan masyarakat desa terhadap wilayh pusat

pertumbuhan
e) Lingkaran setan kemiskinan.

1) Perkembangan wilayah di Indonesia zaman orde baru dan zaman
sekarang

a) Zaman orde baru
Pada REPELITA II tahun 1974-1978, sistem pembangunan Indonesia

telah dicanangkan. Pembangunan nasional dilaksanakan melalui sistem
regionalisasi atau pewilayahan, dengan kota-kota utama sebagai kutub atau
pusat pertumbuhan. Kota-kota sebagai pusat pertumbuhan nasional ini adalah
Medan, Jakarta, Surabaya, dan Makasar. Bersamaan dengan pengembangan
kota-kota pusat pertumbuhan nasional, wilayah pembangunan utama di
Indonesia dibagi menjadi empat region utama yaitu:
(1) Wilayah Pembangunan Utama A, dengan pusat pertumbuhan utama kota

Medan terdiri atas:
(a) Wilayah Pembangunan I, meliputi daerah-daerah Aceh dan Sumatera

Utara.
(b) Wilayah Pembangunan II, meliputi daerah-daerah di Sumatera Barat

dan Riau, dengan pusatnya di Pakanbaru
(2) Wilayah Pembangunan Utama B, dengan pusat pertumbuhan utama

Jakarta. Wilayah ini terdiri atas:
(a) Wilayah Pembangunan III, meliputi daerah-daerah Jambi, Sumsel dan

Bengkulu, dengan pusatnya di Palembang.
(b) Wilayah Pembangunan IV, meliputi daerah-daerah Lampung, Jakarta,

Jawa Barat, Jawa tengah, dan DI Yogyakarta yang pusatnya di Jakarta
(c) Wilayah Pembangunan VI, meliputi daerah-daerah di Kalimantan

Barat, yang pusatnya di Pontianak.
(3) Wilayah Pembangunan Utama C, dengan pusat pertumbuhan utama

Surabaya, wilayah ini terdiri atas:
(a) Wilayah Pembangunan V, meliputi daerah-daerah di Jawa Timur, dan

Bali yang pusatnya di Surabaya.
(b) Wilayah Pembangunan VII, meliputi daerah-daerah di Kalimantan

Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan yang pusatnya di
Balikpapan dan Samarinda.
(4) Wilayah Pembangunan Utama D, dengan pusat pertumbuhan utama
Ujung Pandang atau Makasar, wilayah ini terdiri atas:
(a) Wilayah Pembangunan VIII, meliputi daerah-daerah di Nusa
Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi
Tenggara, yang pusatnya di Makasar

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 25

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

(b) Wilayah Pembangunan IX, meliputi daerah-daerah Sulawesi Utara,

Sulawesi Tengah, yang pusatnya di Menado.

(c) Wilayah Pembangunan X, meliputi daerah-daerah di Maluku

(termasuk Maluku Utara dan Irian Jaya (Papua) yang pusatnya di Kota

Sorong. Bisa dilihat pada tabel di bawah.

Tabel 5. Pusat-pusat wilayah pembangunan di Indonesia

Pusat

pertumbu Provinsi/daerah
No Regional han (kota Wilayah

Utama)

1 A Medan I Aceh dan sumatera Utara berpusat di medan

II Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau

berpusat di Pekanbaru

2 B Jakarta III Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan

Bangka Belitung berpusat di Palembang

IV Lampung, Banten, Jawa Barat, Jakarta, Jawa

Tengah, Dan Yogyakarta Berpusat di Jakarta

V Kalimantan Barat berpusat di Pontianak

3 C Surabaya VI Jawa Timur berpusat di Surabaya

VII Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, serta

Kalimantan Selatan berpusat di Balikpapan dan

Samarinda

4 D Makassar VIII Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur,

Sulawesi Selatan, dan Sulawesi tenggara

berpusat di Makassar

IX Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan

Gorontalo berpusat di Manado

X Maluku, Maluku Utara, dan Irian Jaya (Papua)

berpusat di Sorong

b) Zaman sekarang
Pendekatan perwilayahan fungsional di Indonesia zaman sekarang

tercantum dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan
Ekonomi Indonesia(MP3EI) tahun 2011-2025.

MP3EI dilaksanakan untuk mempercepat dan memperkuat
pembangunan ekonomi sesuai dengan keunggulan dan potensi strategis
wilayah dalam enam koridor.Percepatan dan perluasan pembangunan
dilakukan melalui pengembangan delapan program utama yang terdiri atas 22
kegiatan ekonomi utama. Strategi pelaksanaan MP3EI adalah dengan
mengintregasikan tiga elemen utama, yaitu
(1) Mengembangkan potensi ekonomi wilayah di enam Koridor Ekonomi

(KE) Indonesia, yaitu :

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 26

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

(a) Koridor Ekonomi Sumatera
(b) Koridor Ekonomi Jawa
(c) Koridor Ekonomi Kalimantan
(d) Koridor Ekonomi Sulawesi
(e) Koridor Ekonomi Bali–Nusa Tenggara
(f) Koridor Ekonomi Papua–Kepulauan Maluku
(2) Memperkuat konektivitas nasional yang terintregasi secara lokal dan
terhubung secara global (locally integrated, globally connected)
(3) memperkuat kemampuan sumber daya manusia (SDM) dan iptek
nasional
(4) Untuk mendukung pengembangan program utama di setiap koridor
ekonomi

b. Pusat Pertumbuhan Pulau Di Indonesia
Wilayah Indonesiayang luas dan terdiri dari banyak pulau berpengaruh

terhadap kelancaran pelaksanaan pembagunan. Pembangunan nasional akan
lancar apabila pelaksanaannya tidak terpusat dalam satu wilayah, misalnya Jawa
tetapi menyebar dan menjangkau ke seluruh wilayah Indonesia.

Pusat-pusat pertumbuhan dan pengembangan wilayah antar pulau di
Indonesia berbeda-beda. Disebabkanoleh karakteristik atau ciri khas tersendiri
yang dimiliki masing-masing pulau di Indonesia.
1) Pulau Sumatera

Pulau Sumatera kaya akan sumber daya alam yang bernilai ekonomi
tinggi, seperti: batu bara, nikel,timah,dan minyak bumi. Luas wilayahnya
adalah 480.793 km2 , jumlah penduduk sebanyak 50,6 juta jiwa tahun 2010.
Dijuluki sebagai pulau minyak karena 55,1 % produksi minyak nasional
dihasilkan di Pulau Sumatera pulau-pulau kecil disekitar Pulau Sumatera
memiliki potensi yang besar seperti Pulau Bintan dengan endapan bauksitnya,
Pulau Bangka, Balitung, Lingga dan singkep dengan timahnya.

Gambar 6. Peta Sumatera

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 27

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

Gmabar 7. Penambangan bauksit di Pulau Bintan, Riau
2) Pulau Jawa

Luas pulau Jawa 129,438 km2 atau 7% dari luas daratan Indonesia dan
jumlah penduduk 136.610.590 jiwa (statistik BPS tahun 2010). Jawa terkenal
memiliki sawah yang subur, memiliki banyak hutan dan sungai serta
kemampuan atau daya dukungnya untuk menghidupi penduduk yang cukup
banyak.sehingga ketimpangan lingkungan hidup terjadi terus menerus hingga
saat ini.

Pengembangan wilayah di Pulau Jawa perlu dioptimalkan dengan cara
intensifikasi pertanian, pengelolaan sumber daya seoptimal mungkin,
memperhatikan kelestarian lingkungan, mengurangi arus urbanisasi,
meningkatkan trasmigrasi ke luar jawa dll
Hutan di pulau jawa sudah semakin sedikit dikarenakan penebangan hutan

Gambar 8. Kerusahan hutan di Jawa Barat
3) Pulau Kalimantan

Sebagian besar tutupan lahan di Pulau Kalimantan berupa hutan rimba
dengan luas daratan 544.150 km2 dengan jumlah penduduk 13,8 juta jiwa
pada tahun 2010. Di Pulau Kalimantan sungai merupakan transportasi utama
juga sebagai pusat aktifitas ekonomi

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 28

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA
Pengembangan wilayah di Pulau Kalimantandengan ekstensifikasi

pertanian dan pengelolaan sumber daya alam seoptimal mungkin, misalnya
penolahan kayu (penebangan hutan harus mempertimbangkan kelestarian
lingkungan), peningkatan industri kecil,besar,peningkatan perekonomian
rakyat dll

Gambar 9. Pasar apung di Kalimantan
4) Pulau Sulawesi

Jumlah penduduk 17,4 juta jiwa pada tahun 2010 dan tersebar tidak
merata pada daerah seluas 188.522 km2. Kondisi fisik pulau ini bergunung-
gunung dan berteluk-teluk. Usaha pengembangan wilayah dilaksanakan
dengan peningkatan pembangunan pertanian, peningkatan industri kecil dan
besar serta peningkatan perekonomian laut

Gambar 10. Wisata Bunaken

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 29

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

Gambar 11. Kuburan Toraja
5) Pulau Bali

Luas pulau Bali 5.780 km2 dan jumlah penduduk sekitar 3,8 juta jiwa,
dengan ciri khas yang menonjol adalah keindahan alam dan kekayaan budaya.
Usaha pengembangan wilayah yang utama meningkatkan sektor pariwisata,
intensifikasi pertanian, peningkatan industri kecil, peningkatan perikanan laut
dan lain-lain.

Gambar 12. Pulau dewata

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 30

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

Banyaknya Wisatawan Mancanegara yang Datang Langsung ke Bali per
Bulan Tahun 2010 – 2014

Tabel 6. Banyaknya Wisatawan Mancanegara yang Datang Langsung ke Bali per

Bulan Tahun 2010 - 2014

Bulan 2010 2011 Tahun 2013 2014
(3) (4) (6) (6)
(1) 179 273 209 093 2012 232 935 279 257
1 Januari 191 926 207 195 (5) 241 868 275 795
2. Pebruari 192 579 207 907 253 286 252 210 276 573
3. M a r e t 184 907 224 704 225 993 242 369 280 096
4. A p r i l 203 388 209 058 230 957 247 972 286 033
5. M e i 225 488
220 700

6. J u n i 228 045 245 652 244 080 275 667 330 396

7. J u l i 254 907 283 524 271 512 297 878 361 066

8. Agustus 243 154 258 377 254 079 309 219 336 763

9. September 240 947 258 440 257 363 305 629 354 762
10. Oktober 229 904 247 565 255 021 266 562 341 651
11. Nopember 199 861 221 603 242 781 307 276 296 876
12. Desember 227 251 253 591 268 072 299 013 347 370

J u m l ah : 2 385 122 2 576 142 2 826 709 3 278 598 3 766 638
8.01 9.73 4.34 11.16 14.89
Pertumbuhan
(%)

Sumber: BPS Provinsi Bali

6) Pulau Papua
Pulau papua memiliki luas 416.060 km2 dengan jumlah penduduk 3,6

juta jiwa. Potensi utama pulau ini adalah emas, tembaga, minyak bumi, kayu,
pariwisata dan budaya suku asmat yang sangat terkenal. Usaha
pengembangan Papua adalah pembukaan jalur darat, pemekaran wilayah
provinsi dan kecamatan,pembangunan pertanian, perikanan, pertambangan,
pengolahan kayu,peningkatan industri kecil dan wisata alam.

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 31

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

Gmabar 13. Raja ampat

Gambar 14. Freeport Di Papua
b. Teori-teori Pertumbuhan Wilayah
1) Teori Pusat Pertumbuhan (Perroux, Friedman, dan Hircsman, Rostow)
a) Teori Kutub Pertumbuhan

Gambar 15. Francois Perroux
Sumber : wiki/Fran%C3%A7ois_Perroux
Teori ini dikembangkan oleh ahli ekonomi Perancis Francois Perroux pada
tahun 1955. Inti dari teori ini menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di tiap
daerah tidak terjadi di sembarang tempat melainkan, muncul di lokasi tertentu

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 32

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

dengan kecepatan dan intensitas yang berbeda satu sama lain, lokasi inilah yang
disebut kutub pertumbuhan.
(Muta’ali : 2014)

Adapun ciri-ciri industri yang dapat membangun sebuah pusat pertumbuhan
antara lain :
(1) Tingkat konsentrasi tinggi
(2) Tingkat Teknologi Maju
(3) Mendorong perkembangan industri di sekitarnya
(4) Manajemen yang professional dan modern
(5) Sarana dan prasarana yang sudah lengkap

Gambar 16 . Ilustrasi teori kutub pertumbuhan menurut Perroux
Sumber : https://agnazgeograph.wordpress.com

Contoh wilayah pusat pertumbuhan adalah Jakarta sebagai kutub
pertumbuhan bagi perkembangan daerah sekitarnya (Jabodetabek)

Gambar 17: Kota Jakarta
Sumber: https://agnazgeograph.wordpress.com
b) Teori Pusat Pertumbuhan Friedman

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 33

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

Gambar 18. John Friedman
Sumber : https://en.wikipedia.org/
John Friedman (1964) mengemukakan konsep Center- Periphery (Pusat-
Pinggiran). Pengembangan wilayah akan melahirkan kota utama dan wilayah
sekitarnya yang menjadi inti (Core) dari sistem kota-kota nasional dan pinggiran
(periphery) yang berada di luar serta bergantung pada inti. Perkembangan
disebarkan dari inti ke pinggiran melalui pertukaran penduduk, barang, dan jasa.
Kota sebagai inti berpengaruh atas wilayah pinggirannya. (menurut konsep
menganalisa aspek-aspek tata ruang, lokasi dan persoalan-persoalan
kebijaksanaan dan perencanaan pengembangan wilayah dalam ruang lingkup yang
lebih general).

Gambar 19 : Daerah inti dan daerah pinggiran
Sumber :www.wikepedia.com

Berdasarkan gambar diatas, dapat diambil simpulan sebagai berikut :
(1) Daerah Inti, pusat-pusat besar pada umumnya berbentuk kota-kota besar,

metropolis dan megapolis,
(2) Daerah Pinggiran, daerah-daerah yang relatif statis berupa daerah-daerah

pinggiran
Friedman dan Alonso mengembangkan klasifikasi daerah inti dan daerah

pinggiran menjadi :
Konsep Wilayah dan Tata Ruang 34

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

(1) Daerah metropolitan (metropolitan region)
(2) Poros pembangunan (development axes)
(3) Daerah perbatasan (frontier region)
(4) Daerah tertekan (depressed region)
c) Teori Pusat Pertumbuhan Hirschman

Gambar 20. Albert O Hirschman
Sumber http://www.nytimes.com
Hirschman (1958) (Mutaa’li: 2014) mengungkapkan pertumbuhan ekonomi
pada pusat pertumbuhan ekonomi pada pusat pertumbuhan akan berpengaruh pada
daerah belakangnya melalui efek polarisasi atau Polization Effect dan efek
penetasan ke bawah (Trickling Down Effect).
Polarization effect tersebut diperkuat dengan adanya pemusatan investasi
pada pusat pertumbuhan, sedangkan Trickling Down Effect dapat tumbuh dengan
cara meningkatnya daya tarik wilayah sekitarnya. Hirschman lebih optimis,
sehingga Trickling Down Effect lebih besar dibanding Polization Effect. Kuncinya
adalah komplementaritas. Hal ini berarti perkembangan suatu wilayah tidak
terjadi secara bersamaan, akan tetapi terdapat sistem polarisasi perkembangan
suatu wilayah yang kemudian akan memberikan efek ke wilayah lainnya, atau
dengan kata lain, suatu wilayah yang berkembang akan membuat wilayah di
sekitarnya akan ikut berkembang.
d) Teori Pusat Pertumbuhan Rostow

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 35

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

Gambar 21 : Walt Rostow
Sumber : http://www.economist.com
Menurut Rostow (Muta’ali : 2014) terdapat lima fase pembangunan yang
didasarkan kepada ciri-ciri umum perubahan keadaan: ekonomi, politik, dan sosial
yang berlaku. Pembangunan ekonomi atau transformasi suatu masyarakat
tradisional menjadi suatu masyarakat modern merupakan suatu proses yang
mempunyai dimensi banyak, tidak sekedar ditandai dengan menurunnya peranan
faktor pertanian dan meningkatnya peranan faktor industri dan jasa. Secara garis
besar kelima fase pembangunan ekonomi Rostow adalah sebagai berikut:
(1) Masyarakat Tradisional (The Traditional Community)
Pada fase ini fungsi produksi terbatas dimana cara produksi yang
digunakan masih relatif primitif dan cara hidup masyarakat masih
dipengaruhi oleh nilai-nilai yang kurang rasional dan bersifat turun temurun.
(2) Prasyarat untuk Lepas Landas (The Preconditions for Take Off)
Pada fase ini masyarakat sudah mulai mempersiapkan diri atau
dipersiapkan dari luar, untuk mencapai pertumbuhan yang mempunyai
kekuatan untuk terus berkembang (self sustained growth). Pada fase ini pula
dan seterusnya pertumbuhan ekonomi akan berlaku secara otomatis.
(3) Lepas Landas (The Take Off)
Pada awal tahap ini terjadi perubahan yang drastis dalam masyarakat,
seperti revolusi politik, terciptanya kemajuan yang pesat dalam inovasi, atau
terbukanya pasar-pasar baru. Hambatan-hambatan yang berupa unsur-unsur
tradisional mulai menghilang, modernisasi dan pertumbuhan ekonomi
merupakan gejala umum dimana-mana. Tingkat pendapatan perkapita
semakin besar sebagai akibat adanya pertumbuhan pendapatan nasional yang
melaju melebihi tingkat pertumbuhan penduduk. Kalau pada fase pertama dan

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 36

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

kedua biasanya berlangsung lama, maka pada fase lepas landas ini
berlangsung dalam waktu yang relatif pendek, yaitu 40 s.d. 60 tahun
(Wheeler, 1981:49)
(4) Gerakan ke Arah Kedewasaan (The Drive to Maturity)

Pada masa ini masyarakat sudah secara efektif menggunakan teknologi
modern pada sebagian besar faktor-faktor produksi dan kekayaan alamnya. Di
samping itu struktur dan keahlian tenaga kerja mengalami perubahan, dan
peranan sektor industri semakin penting, dilain pihak sektor pertanian
mengalami penurunan.
(5) Masa Konsumsi Tinggi (The Age Off Hight Mass Consumption)

Pada fase ini orientasi tidak lagi pada masalah produksi, akan tetapi lebih
difokuskan kepada masalah-masalah yang berkaitan dengan peningkatan
kualitas konsumsi dan kesejahteraan masyarakat. Adapun tujuan masyarakat
pada fase ini antara lain adalah: memperbesar pertumbuhan dan kekuasaan
terhadap wilayah lain: menciptakan welfare state, sehingga kemakmuran
menjadi lebih merata, dan berusaha mempertinggi konsumsi masyarakat di
atas keperluan pokok (sandang, pangan, perumahan) menjadi barang-barang
berkualitas tinggi, tahan lama, dan barang-barang mewah. Berdasarkan teori
Rostow dapat dikatakan bahwa dewasa ini negara-negara berkembang
termasuk di antara fase pertama sampai fase ketiga, sedang negara-negara
maju termasuk dalam fase keempat dan kelima.

Teori dari W.W. Rostow tersebut mempunyai cukup banyak kelemahan
antara lain: tidak ada perbedaan yang pasti antara fase yang satu dengan yang
lain (masih kabur); ciri-ciri dalam setiap tahap kurang dapat diuji secara
empiris; teori tersebut belum tentu dapat menunjukkan tahap pembangunan di
negara-negara berkembang, di samping itu perlu diingat bahwa proses
pembangunan tidak hanya bersifat self-sustained growth, melainkan juga
bersifat self limiting effect, dan laju pembangunan suatu wilayah sangat
dipengaruhi oleh faktor-faktor yang menciptakan masing-masing kekuatan.
2) Teori Polarisasi Ekonomi (Myrdal)

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 37

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

Gambar 22 : Karl Gunnar Myrdal
Sumber : www.mainotes.com

Myrdal (Mutaa’li : 2014) merupakan ilmuwan yang melihat keterkaitan antara
konsep kutub pertumbuhan dengan persebaran keruangan dan proses
pembangunan. Menurut Myrdal, jika di suatu lokasi terdapat penanaman modal
untuk mendirikan industri atau kegiatan ekonomi lainnya, tempat tersebut akan
lebih maju dan berkembang dibandingkan wilayah lain.

Pengertian ”backwash effects” dan ”spread effects” terdapat dalam teori
“inter” dan “intra” wilayah. Backwash effects contohnya adalah makin
bertambahnya permintaan masyarakat suatu wilayah kaya atas hasil-hasil dari
masyarakat miskin berupa bahan makanan pokok seperti beras yang sumbernya
dari pertanian masyarakat wilayah miskin. Sementara Spread effects contohnya
adalah makin berkurangnya kualitas pertanian masyarakat miskin akibat dampak
negatif dari polusi yang disebabkan oleh masyarakat wilayah kaya.

Proses pembentukan pusat pertumbuhan mengikuti fase-fase sebagai
berikut:

a) Fase I, yaitu fase praindustri
b) Fase II, yaitu fase industri awal
c) Fase III, yaitu fase transisi
d) Fase IV, yaitu integrasi spasial.

Jadi dapat disimpulkan bahwa daerah yang memiliki pusat pertumbuhan
akan sangat menarik bagi para pemodal, tenaga kerja, tenaga terampil dan barang-
barang dagangan sehingga dalam waktu yang lama akan memunculkan dua
dampak yaitu postif dan negatif. Dampak positifnya antara lain membuka
lowongan pekerjaan, menaiknya upah buruh, masuknya investasi dan sebagainya.
Sedangkan dampak negatifnya yaitu adanya ketimpangan wilayah di sekitarnya
sehingga memunculkan kriminalitas, kesenjangan sosial, kerusakan alam dan
sebagainya. Daerah yang mendapatkan dampak negatif ini merupakan daerah-
daerah pinggiran.
3) Teori Pusat Pelayanan Pemukiman (Christaller)

Gambar 23. Walter Christaller
Sumber: www.wikipedia.com

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 38

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

Sumber : www.wikipedia.com

Perbedaan dasar kutub dan pusat pertumbuhan suatu wilayah

Dalam Geografi terdapat dua istilah yang hampir sama, yaitu Kutub

Pertumbuhan dan Pusat pertumbuhan. Kutub pertumbuhan merupakan

konsep ekonomi, sedangkan pusat pertumbuhan berkaitan dengan keruangan.

Tabel 7. Perbedaan Kutub dan Pusat Pertumbuhan

Perbedaan Kutub dan Pusat Pertumbuhan

Growth Pole Growth Centre

 Konsep ekonomi : suatu perusahaan,  Konsep territorial : suatu pusat kota

kegiatan ekonomi atau sector dengan “propulsive industry”

ekonomi
 Pengaruh yang distimulir suatu  Pengaruh yang distimulir oleh “propulsive

kegiatan ekonomi yang penting di industry” yang secara geografis terpusat di

dalam suatu ekonomi : kekuatan dalam pembangunan ekonomi suatu
sentrifugal dan sentripetal yang wilayah : dengan adanya “forward,
menambah dan makin memantapkan backward dan lateral linkages” saling

hubungan intra dan inter sector hubungan dan integrasi wilayah makin

 Berfungsi sebagai penyebab mantap

perubahan structural dan  Berfungsi sebagai “mesin pertumbuhan

pembangunan structural seluruh wilayah” dan menyebabkan perubahan

ekonomi dan pembangunan structural

(pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan

social di wilayah sekitarnya

C. Perencanaan Tata Ruang Wilayah
Sasaran dalam proses perancanaan tata ruang yang telah tersusun dengan

berbagai aspek pertimbangan normatif maupun teknis adalah dalam rangka
mewujudkan konsep pengembangan wilayah yang didalamnya memuat tujuan dan
sasaran yang bersifat kewilayahan Indonesia, oleh karena itu ditempuh melalui
upaya penataan ruang yang terdiri dari 3 proses utama, yakni:
1) Proses perencanaan tata ruang wilayah, yang menghasilkan rencana tata

ruang wilayah (RTRW). Disamping sebagai “guidance of future actions”
RTRW pada dasarnya merupakan bentuk intervensi yang dilakukan agar
interaksi manusia/makhluk hidup dengan lingkunganya dapat berjalan serasi,
selaras, seimbang untuk tercapainya kesejahteraan manusia/makhluk hidup
serta kelestarian lingkungan dan keberlanjutan pembangunan (development
sustainibility).
2) Peroses pemanfaatan ruang, merupakan wujud operasionalisasi rencana tata
ruang atau pelaksanaan pembangunan itu sendiri.

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 41

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

3) Proses pengendalian pemanfaatan ruang yang terdiri atas mekanisme
perizinan dan penertiban terhadap pelaksanaan pembangunan agar tetap
sesuai dengan RTRW dan tujuan penataan ruang wilayahnya.
Dengan kata lain, terdapat 3 konsep yang mendasari RTR, yaitu: (1)

pertumbuhan dan perkembangan ekonomi, (2) pemenuhan kebutuhan dasar, dan
(3) konservasi lingkungan.
1. Lingkup Tahapan Penataan Ruang Wilayah

Lingkup penataan ruang mencakup penyelanggaraan penataan raung yang
meliputi kegiatan yang meliputi pengaturan, pembinaan, pelaksanaan, dan
pengawasan penataan ruang atau disingkat TURBINLAKWAS yang tahapnya
terbagi atas :
1) Pengaturan penataan ruang adalah upaya pembentukan landasan hukum

pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam penataan ruang yang
dilakukan melalui penetapan peraturan perundang-undangan termasuk
pedoman bidang penataan ruang sebagai acuan penyelenggaraan penataan
ruang.
2) Pembinaan penataan ruang adalah upaya untuk meningkatkan kinerja penataan
ruang yang diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah daerah, dan
masyarkat dengan fokus kegiatan untuk meningkatkan kinerja penyelenggaraan
penataan ruang.
3) Pelaksanaan penataan ruang adalah upaya pencapaian tujuan penataan ruang
yang mencakup perencanaan tata ruang. Pemanfaatan ruang, dan pengendalian
pemanfaatan ruang pada semua tingkat pemerintahan:
a) Perencanaan tata ruang wilayah adalah suatu proses yang menentukan

struktur ruang dan pola ruang yang meliputi penyusunan dan penetapan
rencana tata ruang.
b) Pemanfaatan ruang adalah upaya untuk mewujudkan struktur ruang dan pola
ruang sesuai dengan renacana ruang melalui penyusunan dan pelaksanaan
program beserta pembiayaannya.
c) Pengendalian pemanfaatan ruang adalah upaya untuk mewujudkan tertib
tata ruang.
4) Pengawasan penataan ruang adalah upaya agar penyelenggaraan penataan
ruang dapat diwujudkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan yang mencakup pengawasan terhadap kinerja pengaturan,
pembinaan, pelaksanaan penataan ruang, termasuk pengawasan terhadap
kinerja pemenuhan standar pelayanan minimal bidang penataan ruang melalui
kegiatan pemantauan, evaluasi dan pelaporan.

Pemanfaatan Rencana Tata Ruang Wilayah
1) Lingkup pemanfaatan ruang

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 42

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

a) Pemanfaatan ruang dilakukan melalui pelaksanaan program
pemanfaatan ruang beserta pembiayaannya dengan memperhatikan
SPM dalam penyediaan sarana dan prasarana.

b) Dilaksanakan baik pemanfaatan ruang secara vertikal maupun
pemanfaatan ruang didalam bumi.

c) Program pemanfaatan runag beserta pembiayaannya termasuk jabaran
dari indikasi program utama yang termuat di dalam RTRW.

d) Diselenggarakan secara bertahap sesuai dengan jangka waktu indikasi
program utama pemanfaatan ruang yang ditetapkan dalam RTR.

e) Pelaksanaan pemanfaatan ruang di wilayah disinkrosnisasikan
2) Acuan pemanfaatan ruang

a) Pemanfaatan ruang mengacu pada fungsi ruang yang ditetapkan dalam
rencana tata ruang dilaksanakan dengan mengembangkan penatagunaan
tanah, air, udaradan sumberdaya alam lainnya.

b) Penataan ruang pada ruang yang direncanakan untuk pembangunan
prasarana dan sarana bagi kepentingan umum memberikan hak prioritas
pertama Pemerintah dan Pemda untuk menerima hak atas tanah dari
pemegang hak atas tanah.

c) Dalam pemanfaatan ruang pada ruang yang berfungsi lindung,
diberikan prioritas pertama bagi Pemerintah dan Pemda untuk
menerima pengalihan hak atas tanah dari dari pemegang hak atas tanah.

3) Kebijakan dan Program
Dalam pemanfaatn ruang wilayah nasional, provinsi, dan

kabupaten/kota dilakukan
a) Perumusan kebijakan trategis opersionalisasi rencana tata runag

wilayah dan rencana tata ruang kawasan strategis menurut peruntukan
kawasan.
b) Perumusan program sektoral dalam rangka perwujudan struktur runag
dan pola ruang wilayah dan kawasan strategis
c) Pelasanaan pembangunan sesuai dengan program pemanfaatan ruang
wilayah dan kawasan strategis
4) Prinsip Pemanfaatan Ruang

Dilaksanakan dengan mempertimbangkan:
a) Kawasan budi daya yang dikendalikan dan kawasan budidaya yang

didorong pengembangannya.
b) Standar pelayanan minimal bidang penataan runag.
c) Standar kualitas lingkungan.
d) Daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup.
Pengendalian Pelaksanaan Rencana Tata Ruang
1) pengawasan, usaha untuk menjaga kesesuain pemanfaatan ruang dengan
fungsi ruang yang ditetapkan dalam rencana tata ruang.
1) pelaporan pelaksanaan

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 43

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

2) pemantauan dan monitoring
3) peninjauan kembali (evaluasi) dan revisi
2) Penertiban tata ruang, usaha untuk mengambil tindakan dan sangsi agar
pemanfaatan ruang yang direncanakan dapat terwujud.
3) Pengendalian pemanfaatan ruang dilakukan melalui penetapan peraturan
zonasi. Perizinan, pemberian insentif dan disentif, serta pengenaan sanksi.

2. Hirarki dalam Penataan Ruang di Indonesia
Penataan ruang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan rencana, dan

pengendalian pelaksanaan rencana tata ruang. Dalam kaitannya dengan tingkatan
wilayah, kegiatan penataan ruang diselenggarakan pada tingkat nasional, propinsi,
kabupaten, kota dan wilayah kecil di bawahnya, hal ini menunjukkan bahwa
wilayah perencanaan sangat terkait dengan wilayah administrasi. Selain itu juga
terdapat rencana tata ruang menggunakan wilayah fungsional, seperti tata ruang
kawasan tumbuh cepat, kawasan pariwisata, kawasan industri, pertambangan, dan
lain-lain. Meskipun demikian harus tetap mengacu kepada pembangunan wilayah
administratif.

Perencanaan tata ruang hakikatnya adalah dilakukan untuk menghasilkan:
a. Rencana Umum Tata Ruang
1) Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN)

Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional yang selanjutnya disingkat RTRWN
adalah strategi dan arahan kebijaksanaan pemanfaatan ruang wilayah nasional
sampai dengan 100 meter di bawah permukaan bumi, satu kilometer diatas
permukaan bumi dan batas luar zona ekonomi eksklusif.

Muatan isi dari RTRWN menurut UU Tata Ruang No. 26 tahun 2007:
a) Tujuan, kebijakan, dan strategi penataan ruang wilayah nasional
b) Rencana struktur ruang wilayah nasional yang meliputi sistem perkotaan

nasional yang terkait dengan kawasan perdesaan dalam wilayah
pelayanannya dan sistem jaringan prasarana utama
c) Rencana pola ruang wilayah nasional yang meliputi kawasan lindung
nasional dan kawasan budi daya yang memiliki nilai strategi nasional
d) Penetapan kawasan strategis nasional
e) Arahan pemanfaatan ruang yang berisi indikasi program utama jangka
menengah lima tahunan
f) Arahan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah nasional yang berisi
indikasi arahan pengaturan zonasi sistem nasional, arahan perizinan, arahan
insentif dan disentif, serta arahan sanksi.
Jangka waktu rencana tata ruang wilayah nasional adalah dua puluh tahun
dan dapat ditinjau kembali satu kali dalam lima tahun. Pengesahan Rencana Tata
Ruang Wilayah Nasional diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
No 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional dan disahkan
DPR. Penetapan rencana tata ruang menjadi produk hukum sehingga mengikat

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 44

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

semua pihak untuk melaksanakannya adalah sebuah tahap dari tahap penyusunan
“Perencanaan Pembangunan” yang terdiri dari empat tahapan yaitu:

a) Penyusunan rencana
b) Penetapan rencana
c) Pengendalian pelaksanaan rencana
d) Evaluasi pelaksanaan rencana
2) Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP)

Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi yang selanjutnya disingkat RTRWP
adalah hasil perencanaan tata ruang yang merupakan penjabaran strategi dan
arahan kebijakan pemanfaatan ruang wilayah nasional dan pulau/ kepulauan ke
dalam struktur dan pola ruang wilayah Provinsi.

Muatan isi dari RTRWP memuat:
a) Tujuan, kebijakan, dan strategi penataan ruang wilayah provinsi
b) Rencana struktur ruang wilayah provinsi meliputi sistem perkotaan dalam

wilayahnya yang berkaitan dengan kawasan perdesaan dalam wilayah
pelayanannya dan sistem jaringan prasarana wilayah provinsi
c) Rencana pola ruang wilayah provinsi yang meliputi kawasan lindung dan
kawasan budi daya yang memiliki nilai strategis provinsi
d) Penetapan kawasan strategis provinsi
e) Arahan pemanfaatan ruang wilayah provinsi yang berisi indikasi program
utama jangka menegah lima tahunan
f) Arahan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah provinsi yang berisi indikasi
arahan peraturan zonasi system provinsi, arahan perizinan, arahan insentif dan
disentif, serta arahan sanksi.
3) Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota (RTRWK/K)

Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota yang selanjutnya disingkat
RTRWK/K adalah hasil perencanaan tata ruang yang merupakan penjabaran
RTRWP ke dalam struktur dan pola ruang wilayah kabupaten/kota. Muatan isi
dari RTRW Kabupaten adalah:
a) Tujuan, kebijakan, dan strategi penataan ruang wilayah kabupaten
b) Rencana struktur ruang wilayah kabupaten yang meliputi sistem perkotaan di

wilayahnya yang terkait dengan kawasan perdesaan dan system jaringan
prasarana wilayah kabupaten
c) Rencana pola ruang wilayah kabupaten yang meliputi kawasan lindung
kabupaten dan kawasan budi daya kabupaten
d) Penetapan kawasan strategis kabupaten
e) Arahan pemanfaatan ruang wilayah kabupaten yang berisi indikasi program
utama jangka menegah lima tahunan
f) Ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah kabupaten yang berisi
ketentuan umum peraturan zonasi, ketentuan perizinan, ketentuan insentif dan
disentif, serta arahan sanksi.

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 45

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

b. Rencana Rinci Tata Ruang
Rencana rinci tata ruang merupakan hasil dari perencanaan tata ruang.

Rencana rinci tata ruang merupakan operasionalisasi rencana umum tata ruang
yang dalam pelaksanaanya tetap memperhatikan aspirasi masyarakat sehingga
muatan rencana masih dapat disempurnakan dengan tetap mematuhi batasan yang
telah diatur dalam rencana rinci dan peraturan zonasi. Rencana rinci tata ruang
disusun berdasarkan nilai strategis kawasan atau kegiatan kawasan dengan muatan
substansi yang dapat mencakup hingga penetapan blok dan subblok peruntukan.

D. Permasalahan Dalam Penerapan Tata Ruang Wilayah
1. Pemerataan pembangunan di Indonesia

Kunci dari pembangunan adalah kemakmuran bersama. Pemerataan hasil
pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi merupakan tujuan
pembangunan yang ingin dicapai. Tingkat pertumbuhan yang tinggi tanpa disertai
pemerataan pembangunan hanyalah menciptakan perekonomian yang lemah dan
eksploitasi sumber daya manusia. Hipotesis Kusnets (1963) yang menyatakan
bahwa sejalan dengan waktu ketidakmerataan (inequality) akan meningkat akan
tetapi kemudian akan menurun karena adanya penetesan ke bawah (trickle down
effect), sehingga kurva akan berbentuk seperti huruf U terbalik (Inverted U). Akan
tetapi pada kenyataannya penetesan ke bawah (trickle down effect) tidak selalu
terjadi, sehingga kesenjangan antara kaya dan miskin semakin besar.

Gambar 27. Kurva Kusnets
Sumber : Yohanli.com

Pemerataan hasil pembangunan di Indonesia masih sangat memprihatinkan.
Ketidakmerataan juga menjadi masalah dunia. Menurut data World Development
Report 2006, 15,7% penduduk Indonesia pada tahun 1996 berada di bawah garis
kemiskinan. Jumlah penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan meningkat

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 46

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

menjadi 27,1 % pada tahun 1999. Gini Index untuk pemerataan penghasilan
Indonesia adalah 0,34, hal ini menunjukkan adanya ketidakmerataan penghasilan
yang cukup besar di Indonesia. Gini index merupakan ukuran tingkat
penyimpangan distribusi penghasilan, Gini index diukur dengan menghitung area
antara kurva Lorenz dengan garis hipotesis pemerataan absolut. Gini Index untuk
pemerataan kepemilikan tanah di Indonesia mencapai 0,46, nilai ini menunjukkan
adanya ketidakmerataan kepemilikan tanah yang cukup besar.

Gambar 28. Lingkaran Setan (Vicious Circle)
berikut usaha-usaha pemerintah dalam pemerataan pembangunan Indonesia.
1) MDGs (Millenium Development Goal)

Pada tahun 2000, para pemimpin dunia bertemu di New York
mendeklarasikan Millenium Development Goals (MDGs). Pertemuan ini
bertujuan untuk mewujudkan percepatan pencapaian tujuan pembangunan
manusia yang lebih terarah dan diterjemahkan ke dalam sejumlah target dan
tenggat waktu yang diukur dalam kuat. Melalui prestasi patokan MDGs,
pemerintah Indonesia berhasil mencapai masyarakat yang adil, sejahtera dan
bermartabat dan bebas dari lingkaran kemiskinan. Ini adalah bagian dari
komitmen global untuk mewujudkan kesejahteraan seluruh bangsa di dunia.

Sebagai tujuan pembangunan milenium , MDGs berisi delapan ( 8 )
target dan tolok ukur sebagai referensi internasional dalam mencapai target
pemberantasan kemiskinan dan kelaparan yang diharapkan akan diterapkan
pada tahun 2015 . Delapan target MDGs meliputi :

a) Memberantas kemiskinan dan kelaparan ekstrem
b) Mewujudkan pendidikan dasar untuk semua
c) Mendorong Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan
d) Menurunkan angka kematian anak
e) Meningkatkan kesehatan ibu
f) Memerangi HIV dan AIDS, malaria serta penyakit lainnya
g) Memastikan kelestarian lingkungan
h) Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan
2) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN)

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 47

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) adalah
dokumen perencanaan pembangunan nasional yang merupakan jabaran dari
tujuan dibentuknya Pemenrintahan Negara Indonesia yang tercantum dalam
Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Repuplik Indonesia tahun 1945
dalam bentuk visi, misi dan arah pembangunan nasional untuk masa 20 tahun
ke depan yang mencakupi kurun waktu mulai dari tahun 2005-2025.

Visi Pembangunan Nasional tahun 2005-2025
“Indonesia yang Mandiri, Maju, Adil dan Makmur”

Misi Pembangunan Nasional tahun 2005-2025
Dalam mewujudkan visi pembangunan nasional tersebut ditempuh melalui 8
(delapan) misi pembangunan nasional sebagai berikut:

a) Mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, bermoral, beretika,
berbudaya, dan beradab berdasarkan falsafah Pancasila

b) Mewujudkan bangsa yang berdaya-saing
c) Mewujudkan masyarakat demokratis berlandaskan hukum.
d) Mewujudkan Indonesia aman, damai, dan bersatu
e) Mewujudkan pemerataan pembangunan dan
f) Mewujudkan Indonesia asri dan lestari
g) Mewujudkan Indonesia menjadi negara kepulauan yang mandiri, maju,

kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional
h) Mewujudkan Indonesia berperan penting dalam pergaulan dunia

internasional
Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut , pemerintah

merancang strategi pembangunan yang terdiri dari empat elemen,
sebagaimana tercantum dalam RPJMN 2010-2014, yaitu :

a) Pro growth (Pro Pertumbuhan)
dilakukan melalui pengutamaan ekspor dan investasi. Selain itu, strategi
ini juga difokuskan pada sektor-sektor mikro ekonomi yang menjadi
bidang usaha masyarakat kelompok bawah, seperti usaha kecil, mikro,
dan usaha informal.

b) Pro job (Pro penciptaan lapangan pekerjaan)
mencakup peningkatan kapasitas tenaga kerja, perlindungan tenaga
kerja, dan program sektor riil didukung dengan perbaikan iklim
investasi dan kerangka regulasi, kerangka anggaran, dan kerja sama
dengan pihak swasta.

c) Pro-poor (Pro pengurangan kemiskinan)
meliputi dikelompokkan menjadi tiga cluster, yakni (1) Program
bantuan sosial berbasis keluarga; (2) Program-program pemberdayaan
masyarakat, dan (3) Program-program pemberdayaan usaha mikro dan
kecil

d) Pro environment (pro lingkungan)

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 48

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

strategi pembangunan pro environment untuk mengantisipasi dampak
perubahan iklim (climate change)
sumber:www.bappenas.go.id/index.php/download_file/view/7691/1306
3) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM)
a) PNPM merupakan Salah satu kebijakan pemerintah yang melibatkan
masyarakat di bidang ekonomi, pembangunan, infrastruktur.
b) PNPM bertujuan untuk mengurangi kemiskinan dan mengembangkan
sistem di masyarakat pedesaan melalui investasi berjangka untuk
mendukung produktivitas dalam membangun komunitas dengan
melibatkan partisipasi masyarakat dalam desain .
c) Pada tahun 2011 , pendapatan per kapita masyarakat pedesaan yang
menerima program PNPM meningkat 9,1 % .

2. MP3EI (Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia
MP3EI dilaksanakan untuk mempercepat dan memperkuat

pembangunan ekonomi sesuai dengan keunggulan dan potensi strategis
wilayah dalam enam koridor. Percepatan dan perluasan pembangunan
dilakukan melalui pengembangan delapan program utama yang terdiri atas 22
kegiatan ekonomi utama. Strategi pelaksanaan MP3EI adalah dengan
mengintregasikan tiga elemen utama, yaitu
Mengembangkan potensi ekonomi wilayah di enam Koridor Ekonomi (KE)
Indonesia, yaitu :

a) Koridor Ekonomi Sumatera
b) Koridor Ekonomi Jawa
c) Koridor Ekonomi Kalimantan
d) Koridor Ekonomi Sulawesi
e) Koridor Ekonomi Bali–Nusa Tenggara
f) Koridor Ekonomi Papua–Kepulauan Maluku
g) Memperkuat konektivitas nasional yang terintregasi secara lokal

dan terhubung secara global (locally integrated, globally
connected)
h) Memperkuat kemampuan sumber daya manusia (SDM) dan iptek
nasional untuk mendukung pengembangan program utama di
setiap koridor ekonomi.

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 49

Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA

Gambar 29 . Enam Koridor MP3EI

3. NAWACITA
Nawa Cita atau Nawacita adalah istilah umum yang diserap dari

bahasa Sanskerta, nawa (sembilan) dan cita (harapan, agenda, keinginan).
Dalam konteks perpolitikan Indonesia menjelang Pemilu Presiden 2014,
istilah ini merujuk kepada visi-misi yang dipakai oleh pasangan calon
presiden/calon wakil presiden Joko Widodo/Jusuf Kalla berisi agenda
pemerintahan pasangan itu. Dalam visi-misi tersebut dipaparkan sembilan
agenda pokok untuk melanjutkan semangat perjuangan dan cita-cita Soekarno
yang dikenal dengan istilah Trisakti, yakni berdaulat secara politik, mandiri
dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
Berikut inti dari sembilan program tersebut.

1) Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan
memberikan rasa aman pada seluruh warga negara, melalui politik luar
negeri bebas aktif, keamanan nasional yang terpercaya dan
pembangunan pertahanan negara Tri Matra terpadu yang dilandasi
kepentingan nasional dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim

2) Membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola
pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya, dengan
memberikan prioritas pada upaya memulihkan kepercayaan publik pada
institusi-institusi demokrasi dengan melanjutkan konsolidasi demokrasi
melalui reformasi sistem kepartaian, pemilu, dan lembaga perwakilan.

3) Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-
daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

4) Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan
penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya.

Konsep Wilayah dan Tata Ruang 50


Click to View FlipBook Version