PARTISIPASI REMAJA PADA KEGIATAN GBI STAIRWAY FROM
HEAVEN JALAN MEKAR LAKSANA NOMOR 8 BANDUNG DI MASA
PANDEMI COVID 19
KARYA TULIS
Diajukan untuk Memenuhi Tugas Praktik Mata Pelajaran Agama dan Prasyarat
Mengikuti Ujian Akhir Sekolah Tahun Pelajaran 2020/2021
Penyusun
Nama : Christina Onganjaya
Kelas / Program : XII E / IPS
Nomor Induk : 181910133
SEKOLAH MENENGAH ATAS 1 BPK PENABUR
JALAN DURSASANA 2-6 BANDUNG
2020
“Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan
kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, “
(Roma 15: 5)
Kupersembahkan kepada keluargaku tercinta
LEMBAR PERSETUJUAN
Nama Penyusun : Christina Onganjaya
Kelas / Program : XII E / IPS
Nomor Induk : 181910133
Bidang Studi : Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Judul Karya Tulis : PARTISIPASI REMAJA PADA KEGIATAN GBI
STAIRWAY FROM HEAVEN JALAN MEKAR
LAKSANA NOMOR 8 BANDUNG DI MASA
PANDEMI COVID 19
Menyetujui
Guru Pembimbing
Puji Timbaruningsih, S. Si.-Teol
LEMBAR PENGESAHAN
Nama Penyusun : Christina Onganjaya
Kelas / Program : XII-E / IPS
Nomor Induk : 181910133
Bidang Studi : Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Judul Karya Tulis : PARTISIPASI REMAJA PADA KEGIATAN GBI
STAIRWAY FROM HEAVEN JALAN MEKAR
LAKSANA NOMOR 8 BANDUNG DI MASA
PANDEMI COVID 19
Telah Diujikan dalam Ujian Sidang Karya Tulis
Hari, tanggal : Sabtu, 9 Januari 2021
Waktu : Pk. 06.45 - selesai
Ruang : SMAK 1 BPK PENABUR Bandung
Penguji I, DINYATAKAN LULUS / TIDAK LULUS*
Mengesahkan
Penguji II,
Puji Timbaruningsih, S. Si.-Teol Marjana, S. Th.
Mengetahui
Wali Kelas XII-E
Dra. Erika Sitanggang
Kepala SMAK 1 BPK PENABUR Bandung,
Stephanus Abednego, S.T., M. Kom.
*Coret yang tidak perlu
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
nama lengkap : Christina Onganjaya
kelas / Program : XII-E / IPS
nomor Induk : 181910133
alamat : Jalan Dursasana 2-6 Bandung
dengan ini menyatakan bahwa karya tulis dengan judul
PARTISIPASI REMAJA PADA KEGIATAN GBI STAIRWAY FROM
HEAVEN JALAN MEKAR LAKSANA NOMOR 8 BANDUNG DI MASA
PANDEMI COVID 19
adalah observasi, pemikiran, dan pemaparan asli yang merupakan hasil karya saya
sendiri yang belum pernah dipublikasikan baik secara keseluruhan maupun
sebagian dalam bentuk jurnal, working paper atau bentuk lain yang dapat
dipublikasikan secara umum. Karya tulis ini sepenuhnya merupakan karya
intelektual saya dan seluruh sumber yang menjadi rujukan dalam karya tulis ini
telah saya sebutkan sesuai kaidah akademik yang berlaku umum.
Demikian pernyatan ini saya nyatakan secara benar dengan penuh
tanggung jawab dan integritas.
Bandung, Desember 2020
Yang menyatakan,
Christina Onganjaya
PARTISIPASI REMAJA PADA KEGIATAN GBI STAIRWAY FROM
HEAVEN JALAN MEKAR LAKSANA NOMOR 8 BANDUNG DI MASA
PANDEMI COVID 19
Oleh :
Christina Onganjaya / XII-E / 181910133
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan remaja Kristen di masa
pandemi Covid-19. Remaja adalah proses untuk membuat seseorang menjadi
dewasa. Iman seorang remaja seringkali goyah karena pergaulan atau kebiasaan
buruk. Hal ini menjadi latar belakang peneliti untuk melakukan penelitian lebih
dalam pada topik karya tulis ini. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
penyebaran kuesioner dan studi kepustakaan. Ibadah, komunitas sel, doa, pujian
dan penyembahan, membaca firman Tuhan adalah cara peneliti melihat partisipasi
remaja dalam kegiatan di gereja. Keadaan yang sulit karena adanya pandemi
menjadi satu hal yang harus diperhatikan untuk meningkatkan partisipasi remaja
agar para remaja selalu hidup sesuai firman Tuhan.
Kata kunci : Covid-19, Pandemi, Partisipasi, Kegiatan, Remaja, Ibadah, dan
Komunitas Sel
i
YOUTH PARTICIPATION IN GBI STAIRWAY ACTIVITIES FROM
HEAVEN JALAN MEKAR LAKSANA NUMBER 8 BANDUNG IN THE
PANDEMIC TIME COVID 19
By:
Christina Onganjaya / XII-E / 181910133
ABSTRACT
This study aims to determine the activities of Christian youth during the Covid-19
pandemic. Youth is a process to make someone become an adult. A teenager's
faith often wavered because of bad associations or habits. This is the background
for researchers to conduct deeper research on the topic of this paper. Data
collection techniques were carried out by distributing questionnaires and
literature studies. Worship, cell community, prayer, praise, and worship, reading
God's Word are the researchers' way of seeing youth participation in church
activities. The difficult situation due to the pandemic is one thing that must be
considered to increase youth participation so that teenagers always live
according to God's word.
Keywords: Covid-19, Pandemic, Participation, Activities, Youth, Worship, and
Cell Community
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur peneliti panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan
rahmat-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan karya tulis berjudul
“Partisipasi Remaja pada Kegiatan GBI Stairway From Heaven Jalan Mekar
Laksana Nomor 8 Bandung di Masa Pandemi Covid 19” Karya tulis ini tentu saja
tidak dapat terselesaikan tanpa penyertaan-Nya.
Peneliti menyadari bahwa karya tulis ini memiliki banyak kekurangan dan
jauh dari kata sempurna. Walaupun masih jauh dari kata sempurna, peneliti
berharap karya tulis ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan juga bagi peneliti
yang ingin melakukan penelitian dengan tema yang serupa.
Peneliti berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam
proses penyusunan karya tulis ini. Oleh karena itu, peneliti ingin mengucapkan
terimakasih kepada:
1. Tuhan YME yang telah memberikan berkat dan karunia sehingga peneliti
dapat menyelesaikan penelitian ini.
2. Bapak Stephanus Abednego, S.T, M.KOM., selaku kepala SMAK 1 BPK
PENABUR Bandung
3. Ibu Puji Timbaruningsih selaku guru pembimbing yang selalu
menyemangati peneliti didalam suka dan duka penelitian ini dan
membantu peneliti sehingga penelitian ini dapat selesai.
4. Orang tua penulis yang telah memberikan semangat dan dukungan setiap
harinya kepada peneliti.
iii
5. Ibu Erika Sitanggang M.Pd. selaku wali kelas yang menyemangati peneliti
saat proses penyusunan karya tulis.
6. Bapa Marjana S. Th selaku penguji II di saat pelaksanaan siding.
7. Ibu Dra. Delimah M. Purba, selaku koordinator penyelenggara karya tulis
siswa kelas XII IPS SMAK 1 BPK PENABUR Bandung tahun pelajaran
2020/2021
8. Remaja GBI Stairway From Heaven Jalan Mekar Laksana Nomor 8
Bandung selaku informan dalam penelitian karya tulis ini.
9. Gilbert, Grizelle, Hanna, Harry, Hisar, Jonathan A., Jonathan T., Nadia N.,
Valerie, selaku teman penulis yang telah banyak menyemangati dan
membantu penulis dalam proses penyusunan karya tulis ini.
10. Semua pihak yang terlibat dalam proses penyusunan karya tulis ini.
Demikian yang dapat peneliti sampaikan. Mohon maaf jika ada kesalahan
kata maupun penulisan dalam karya tulis ini. Sekian dan terimakasih.
Bandung, Desember 2020
Christina Onganjaya
iv
DAFTAR ISI
Halaman
ABSTRAK .............................................................................................................. i
ABSTRACT ............................................................................................................ ii
KATA PENGANTAR.......................................................................................... iii
DAFTAR ISI.......................................................................................................... v
DAFTAR TABEL ............................................................................................... vii
BAB I ...................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN.................................................................................................. 1
A. LATAR BELAKANG MASALAH ...................................................1
B. RUMUSAN MASALAH.....................................................................4
C. TUJUAN PENELITIAN.....................................................................4
D. MANFAAT PENILITIAN ....................................................................5
E. HIPOTESIS ............................................................................................5
F. METODOLOGI PENELITIAN ...........................................................6
G. SISTEMATIKA PENULISAN..............................................................7
BAB II .................................................................................................................... 9
LANDASAN TEORI............................................................................................. 9
A. Pandemi Covid 19 ...............................................................................9
1. Pengertian Pandemi .................................................................... 9
2. Pengertian Covid 19 .................................................................... 9
B. Pengertian Partisipasi.......................................................................12
C. Pengertian Kegiatan..........................................................................13
D. Pengertian Remaja............................................................................13
1. Hubungan dengan Teman Sebaya ........................................... 14
2. Hubungan dengan Orangtua.................................................... 15
3. Ketidakstabilan Emosi .............................................................. 15
4. Perasaan Kekosongan Hidup ................................................... 16
5. Kegelisahan ................................................................................ 16
6. Senang Bereksperimen.............................................................. 16
7. Mempunyai Banyak Imajinasi ................................................. 17
8. Kecenderungan Membentuk Kegiatan kelompok.................. 17
E. Pengertian Ibadah.............................................................................18
F. Pengertian Komunitas Sel (Komsel)................................................27
BAB III................................................................................................................. 30
METODOLOGI PENELITIAN ........................................................................ 30
A. Jenis Penelitian ..................................................................................30
B. Teknik Pengumpulan Data...............................................................30
C. Teknik Analisis data .........................................................................31
D. Unit Analisis.......................................................................................31
E. Populasi dan Sampel .........................................................................31
1. Populasi .......................................................................................... 31
v
2. Sampel ............................................................................................. 31
F. Waktu dan Lokasi Penelitian...........................................................32
1. Waktu Penelitian ....................................................................... 32
2. Lokasi Penelitian ....................................................................... 32
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ............................................................ 33
A. Pengolahan Data................................................................................33
B. Hasil Penyebaran Kuesioner............................................................33
C. Pembahasan .......................................................................................50
BAB V................................................................................................................... 52
KESIMPULAN DAN SARAN ........................................................................... 52
A. Kesimpulan ........................................................................................52
B. Saran .......................................................................................................53
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 55
BIODATA PENULIS.......................................................................................... 57
LAMPIRAN I ...................................................................................................... 58
LAMPIRAN II..................................................................................................... 59
LAMPIRAN III ................................................................................................... 62
LAMPIRAN IV ................................................................................................... 63
DATA KEHADIRAN JEMAAT........................................................................ 63
vi
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 4.1 Jenis Kelamin...................................................................................... 33
Tabel 4.2 Usia ...................................................................................................... 34
Tabel 4.3 Saya mengikuti ibadah secara online ............................................... 35
Tabel 4.4 Jika ya, berapa kali dalam sebulan .................................................. 35
Tabel 4.5 Jika tidak, berikan alasannya ........................................................... 36
Tabel 4.6 Ketika masa pandemi, saya tetap memberikan persembahan ...... 37
Tabel 4.7 Alasan tidak memberikan persembahan ......................................... 38
Tabel 4.8 Saya mengikuti komunitas sel (komsel) dimasa pandemi .............. 39
Tabel 4.9 Jika ya, berapa kali dalam sebulan .................................................. 39
Tabel 4.10 Jika tidak, berikan alasan ............................................................... 40
Tabel 4.11 Saya rutin berdoa setiap hari .......................................................... 41
Tabel 4.12 Jika tidak, berikan alasannya ......................................................... 41
Tabel 4.13 Saya membaca Firman Tuhan setiap hari ..................................... 42
Tabel 4.14 Jika tidak, berikan alasannya ......................................................... 43
Tabel 4.15 Saya melakukan puji penyembahan setiap hari secara pribadi .. 43
Tabel 4.16 Jika tidak, berikan alasan ............................................................... 44
Tabel 4.17 Saya selalu berkomunikasi dengan anggota komunitas Sell ........ 45
Tabel 4.18 Jika tidak, berikan alasan ............................................................... 46
Tabel 4.19 Jika teman menghadapi masalah, saya selalu mendukung.......... 47
Tabel 4.20 Jika Ya, berikan alasannya ............................................................. 47
Tabel 4.21 Jika, tidak berikan alasannya ......................................................... 48
Tabel 4.22 Alasan komsel tetap dilakukan untuk memperkuat hubungan
dengan Tuhan ................................................................................... 49
Tabel 4.23 Alasan komsel tetap dilakukan untuk mengurangi godaan
melakukan hal diluar Firman Tuhan............................................. 50
vii
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Masa remaja adalah masa yang sangat penting dalam fase
kehidupan. Orang-orang mengenalnya dengan masa transisi, para remaja
sedang meninggalkan masa kanak-kanak untuk menuju masa dewasa,
meninggalkan ketergantungan dari orang tua dan harus bersiap
menghadapi tantangan dari lingkungan pergaulan yang semakin luas.
Masyarakat banyak menemukan bahwa banyak remaja yang hidupnya
berpusat pada kepuasan diri sendiri atau memiliki keinginan tanpa
berpikir lebih panjang. Tak sedikit anak muda atau remaja jauh dari
Tuhan karena pergaulan buruk yang menggoyahkan iman mereka.
Semakin canggih teknologi, semakin banyak informasi yang didapat
dengan mudah, semakin juga para remaja mendapat banyak relasi. Relasi
yang mereka dapatkan harusnya adalah relasi yang baik, saling
menguatkan dan membagikan hal-hal positif. Namun banyak dijumpai
banyak remaja yang masuk ke dalam pergaulan atau relasi yang buruk.
Pergaulan yang lupa pada penciptanya yang memberikan mereka nafas
dan kekuatan untuk menjalani hidup. Bahkan banyak juga remaja yang
sudah datang ke gereja namun tidak melaksanakan kehidupan yang
1
sesuai dengan Firman Tuhan. Mereka hanya mendengarkan tetapi tidak
mempraktekkannya dalam kehidupan yang dijalani.
Di masa pandemi Covid-19, banyak pekerja yang di PHK atau
bahkan banyak pengusaha-pengusaha yang bangkrut karena tidak ada
penghasilan. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan kondisi
perekonomian baik nasional maupun global saat ini semakin sulit. Untuk
mengendalikan pandemi covid dan memperbaiki perekonomian nasional
agar berjalan beriringan bukan hal yang mudah. Dengan keadaan
sekarang harusnya masyarakat terutama umat kristiani semakin haus
akan Tuhan dan meminta pertolongan pada Tuhan. Gereja-gereja dan
komunitas remaja di dalamnya berperan penting dalam menjangkau para
remaja di pandemi Covid-19. Gereja adalah orang yang di dalamnya
yang harus menjadi berkat bagi orang lain, jemaat dipanggil keluar
untuk melayani mereka yang belum mengenal Tuhan atau bahkan keluar
dari jalan-Nya. Menjadi seorang pelayan Tuhan sesungguhnya bukanlah
perkara yang ringan. Bukan karena seseorang memiliki pengetahuan
tentang Alkitab atau sudah menyandang gelar sarjana dari sekolah teologi
lalu orang itu sudah secara otomatis memenuhi kriteria sebagai pelayan
yang sesuai kehendak Tuhan. Pelayan Tuhan adalah orang
yang memiliki keteladanan hidup. Perkataan kita belum tentu akan
dilakukan oleh orang yang mendengarnya, tetapi keteladanan hidup
seringkali akan dicontoh oleh orang yang melihatnya.
2
Tetapi dengan adanya Pandemi Covid-19 juga membuat gereja-
gereja semakin sulit melakukan penjangkauan langsung untuk mereka
yang tersesat khususnya remaja-remaja yang nantinya akan menjadi
penerus bangsa. Generasi penentu nasib bangsa yang sering dibicarakan
masyarakat, diharapkan jauh dari narkoba, kejahatan, pergaulan bebas
atau hal-hal negatif. Ibadah dan Komunitas Sel (komsel) Online
dibutuhkan untuk membawa orang-orang berbalik ke jalan yang benar
dan juga membawa jemaat untuk semakin dekat dalam Tuhan. Ibadah
bukanlah sebuah rutinitas, ibadah sebuah kerinduan umat percaya untuk
bersyukur akan setiap hal yang Tuhan telah lakukan. Namun tak cukup
hanya beribadah di gereja, setiap orang kristiani harusnya sadar untuk
menjadi alat kemuliaan Tuhan dimanapun kita ditempatkan. Hal yang
seturut dengan Firman Tuhan dan juga mengenalkan ajarannya kepada
banyak orang haruslah dilakukan setiap umat pilihan-Nya. Orang percaya
sepenuhnya memikul tanggung jawab dalam pekerjaan Tuhan.
Seorang anak muda harus bisa menjadi teladan dan alat Tuhan,
karena dituliskan dalam Alkitab di 1 Timotius 4:12 “Jangan seorang pun
menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi
orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam
kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.” Jika Timotius
menunjukkan keteladanan hidup maka secara tidak langsung ia
menghilangkan keragu-raguan jemaat di Efesus yang memandang rendah
dia karena usianya yang masih muda.
3
Di masa pandemi Covid-19 membuat setiap aktivitas yang kita
lakukan menjadi sulit. Sekolah, pekerjaan, bahkan ibadah harus
dilakukan di rumah. Para jemaat gereja harus melakukan ibadah atau
kegiatan keagamaan lainnya dari rumah. Para remaja tentu saja
menghadapai hal ini dan harus beradaptasi. Hal ini membuat setiap
pembina, pelayan atau leaders gereja sulit untuk melakukan
penjangkauan dan memuridkan setiap jemaat dengan maksimal. Sebelum
pandemi ini mungkin setiap jemaat dapat bertemu langsung dengan para
mentornya untuk saling bercerita, bertukar pikiran dengan mudah.
Setelah adanya pandemi jemaat semakin sulit untuk melakukan
komunikasi dengan mentornya masing-masing. Para pelayan. Pembina,
dan atau leaders gereja tidak dapat melihat secara langsung
perkembangan spiritualitas jemaatnya. Dari latar belakang ini lah peneliti
mengambil Judul PARTISIPASI REMAJA PADA KEGIATAN GBI
STAIRWAY FROM HEAVEN JALAN MEKAR LAKSANA NOMOR
8 BANDUNG DI MASA PANDEMI COVID 19.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa alasan ibadah dan komunitas sel (komsel) penting di masa
pandemi Covid 19 bagi remaja GBI Stairway From Heaven Jalan
Mekar Laksana Nomor 8 Bandung ?
C. TUJUAN PENELITIAN
Berdasarkan rumusan masalah yang ada, maka tujuan penelitian karya
tulis ini mengungkapkan tentang :
4
1. Peneliti ingin mengetahui alasan ibadah dan komunitas sel (komsel)
penting di masa pandemi Covid 19 bagi remaja GBI Stairway From Heaven
Jalan Mekar Laksana Nomor 8 Bandung.
D. MANFAAT PENILITIAN
Dengan penulisan karya tulis ini, penulis berharap karya tulis ini
dapat bermanfaat :
1. Dengan mengetahui alasan ibadah dan komunitas sel (komsel) penting
di masa pandemi Covid 19 bagi remaja GBI Stairway From Heaven Jalan
Mekar Laksana Nomor 8 Bandung peneliti mendapatkan pengalaman dalam
melakukan penelitian sehingga dapat memberikan masukkan kepada pihak-
pihak terkait.
2. Dengan mengetahui alasan ibadah dan komunitas sel (komsel) penting
di masa pandemi Covid 19 bagi remaja GBI Stairway From Heaven Jalan
Mekar Laksana Nomor 8 Bandung membuat gereja meningkatkan partisipasi
remaja dengan berbagai kegiatan atau program.
E. HIPOTESIS
Hipotesis yang penulis gunakan adalah Hipotesis kerja/alternatif (Ha).
Sebelum penulis mendapatkan hasil penelitian, penulis mempunyai dugaan
sementara atas jawaban permasalahan yang diteliti sebagai berikut :
1. Ibadah dan Komunitas sel ( komsel ) penting di masa pandemi Covid 19
adalah memperkuat hubungan dengan Tuhan karena pandemi yang
5
terlihat membahayakan bukanlah halangan untuk mendekatkan diri
kepada Tuhan.
F. METODOLOGI PENELITIAN
1. Jenis Penelitian
Jenis Penelitian yang digunakan oleh adalah jenis penelitian
deskriptif. Penelitian ini biasanya dilakukan untuk mendapat gambaran
atau deskripsi tentang fenomena sosial yang diteliti.
Prof. Dr. Suryana, M.Si menjelaskan, penelitian deskriptif
bertujuan untuk membuat deskripsi sistematis, faktual, dan akurat tentang
fakta-fakta dan sifat-sifat populasi daerah tertentu.
2. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan memberi
kuesioner yang berisi jawaban jemaat remaja GBI Stairway From Heaven
terhadap pertanyaan yang sudah diberikan melalui Google Form.Google
Form ini berfungsi untuk mengetahui respon jemaat remaja terhadap
ibadah dan komsel secara online. Penulis juga akan menggunakan metode
pengumpulan data studi kepustakaan.
3. Teknik Analisis data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
teknik analisis data kuantitatif. Peneliti akan menganalisis hasil kuesioner
yang akan diperkuat dengan studi kepustakaan.
6
4. Unit Analisis
Unit Analisis dalam penelitian ini adalah remaja GBI Stairway
From Heaven Jalan Mekar Laksana Nomor 8 Bandung.
5. Populasi dan Sampel
a. Populasi
Populasi yang diambil untuk penelitian ini adalah 200 remaja GBI
Stairway From Heaven Jalan Mekar Laksana Nomor 8 Bandung.
b. Sampel
Sampel yang diambil adalah 30 remaja GBI Stairway From
Heaven Jalan Mekar Laksana Nomor 8.
6. Waktu dan lokasi penelitian
a. Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan sejak diumumkannya proses pembuatan karya
tulis, yakni awal bulan Agustus hingga awal Desember 2020.
b. Lokasi Penelitian
Proses penelitian dilaksanakan di GBI Stairway From Heaven
Jalan Mekar Laksana Nomor 8 Bandung.
G. SISTEMATIKA PENULISAN
Bab I PENDAHULUAN
7
Pendahuluan berisikan latar belakang masalah, rumusan masalah,
tujuan penelitian, manfaat penelitian, hipotesis, metodologi penelitian, dan
sistematika penulisan.
Bab II LANDASAN TEORI
Landasan Teori berisikan beberapa teori yang mendukung dan
dibutuhkan oleh penulis. Bab ini menjelaskan pentingnya hidup intim
dengan Tuhan agar anak muda yang menjadi terang bagi lingkungan.
Bab III METODE PENELITIAN
Metode Penelitian berisi tentang cara penulis mendapatkan data yang
diperlukan meliputi jenis penelitian, teknik pengumpulan data, teknik
analisis data, populasi dan sampel, dan waktu penelitian.
Bab IV HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil dan Pembahsan berisikan hasil penelitian berdasarkan
pengolahan data dan analisis data sesuai dengan urutan rumusan masalah
penelitian dan pembahasan hasil penelitian untuk menjawab pertanyaan
penelitian yang telah dirumuskan sebelumnya.
Bab V PENUTUP
Penutup berisikan kesimpulan dari hasil penelitian dan juga saran yang
diberikan dari penulis berdasarkan hasil penelitian.
8
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Pandemi Covid 19
1. Pengertian Pandemi
Menurut World Health Organization (WHO), pandemi dinyatakan
ketika penyakit baru menyebar di seluruh dunia melampaui batas. Istilah
pandemi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dimaknai
sebagai wabah yang berjangkit serempak di mana-mana meliputi daerah
geografi yang luas. Center for Disease Control and Prevention (CDC)
menyebut pandemi mengacu pada epidemi yang telah menyebar di
beberapa negara atau benua. Pandemi biasanya memengaruhi sejumlah
besar orang di berbagai negara atau benua tersebut.
2. Pengertian Covid 19
Ditinjau oleh dr. Merry Dame Cristy Pane Virus Corona atau
severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah
virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini
disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan ringan
pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian.
Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2)
yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari
coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa
9
saja, seperti lansia (golongan usia lanjut), orang dewasa, anak-anak, dan
bayi, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui.
Menurut dr. Merry Dame Cristy Pane, ada 3 gejala umum yang bisa
menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu: Demam
(suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius), Batuk kering, dan Sesak
napas. Ada beberapa gejala lain yang juga bisa muncul pada infeksi
virus Corona meskipun lebih jarang, yaitu: Diare, Sakit kepala,
Konjungtivitis, Hilangnya kemampuan mengecap rasa atau
mencium bau, dan Ruam di kulit
Dalam istilah kesehatan, pandemi berarti terjadinya wabah suatu penyakit
yang menyerang banyak korban, serempak di berbagai negara. Sementara
dalam kasus COVID-19, badan kesehatan dunia WHO menetapkan
penyakit ini sebagai pandemi karena seluruh warga dunia berpotensi
terkena infeksi penyakit COVID-19.
Dengan ditetapkannya status global pandemic tersebut, WHO
sekaligus mengonfirmasi bahwa COVID-19 merupakan darurat
internasional. Artinya, setiap rumah sakit dan klinik di seluruh dunia
disarankan untuk dapat mempersiapkan diri menangani pasien penyakit
tersebut meskipun belum ada pasien yang terdeteksi.
WHO mencatat ada 118.000 kasus penyakit tersebut yang tersebar
di 110 negara di seluruh dunia. Direktur WHO Tedros Adhanom
Ghebreyesus saat itu menyebutkan bahwa penyakit itu tak lagi sekadar
10
krisis kesehatan publik, melainkan krisis yang menyentuh seluruh aspek
kemanusiaan. Karena itu, tiap individu harus ikut menghentikan
penyebaran virus.
Sebagai upaya pengendalian terhadap penyebaran Covid-19,
pemerintah menerapkan kebijakan pembatasan sosial. Salah satunya
kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diatur dalam
Peraturan Pemerintah No. 21/2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala
Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19. Kemudian, beleid
itu diturunkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 9/2020 tentang
Pedoman PSBB.
Pada masa PSBB, masyarakat diimbau untuk tidak bepergian,
kecuali jika sangat diperlukan. Hal ini terutama berlaku di tempat-tempat
umum yang berpotensi menimbulkan keramaian seperti pusat
perbelanjaan, transportasi publik, tempat peribadatan, juga fasilitas
kesehatan.
Tidak dapat dipungkiri situasi ini berdampak besar pada kehidupan
masyarakat, terutama perekonomian. Oleh karena itu, pemerintah berusaha
mencari alternatif dengan melakukan relaksasi PSBB secara bertahap
untuk bisa menyelamatkan ekonomi. Inisiatif inilah yang lebih dikenal
dengan masa adaptasi kebiasaan baru.
Masa adaptasi kebiasaan baru diartikan sebagai perubahan perilaku
untuk tetap menjalankan aktivitas normal di tengah pandemi. Masa
11
adaptasi kebiasaan baru ini dapat didefinisikan sebagai suatu tatanan baru
yang memungkinkan masyarakat hidup "berdampingan" dengan Covid-19.
Masyarakat dapat melaksanakan aktivitasnya seperti biasa, tetapi
dengan mengikuti protokol kesehatan, demi menghindari penularan virus
dan penyebaran pandemi.
Pandemi virus corona di Indonesia memberikan dampak tidak
hanya pada kesehatan masyarakatnya, akan tetapi juga pada gaya hidup
akibat berbagai kebijakan yang berlaku untuk panganan Covid-19.
B. Pengertian Partisipasi
“Partisipasi adalah keterlibatan seseorang dalam situasi baik secara
mental, pikiran atau emosi dan perasaan yang mendorongnya untuk
memberikan sumbangan dalam upaya untuk memberikan sumbangan
dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditentukan dan ikut bertanggung
jawab terhadap kegiatan pencapaian tujuan tersebut” (Syamsuddin Adam
dalam Prasetya, 2008:54).
Menurut Salusu (1998:104) :“Partisipasi secara garis besar dapat
dikatagorikan sebagai desakan kebutuhan psikologis yang mendasar pada
setiap individu”. Hal ini berarti bahwa manusia ingin berada dalam suatu
kelompok untuk terlibat dalam setiap kegiatan.Partisipasi merupakan suatu
konsep yang merujuk pada keikutsertaan seseorang dalam berbagai
aktivitas pembangunan. Keikutsertaan ini sudah barang tentu didasari oleh
12
motif–motif dan keyakinan akan nilai–nilai tertentu yang dihayati
seseorangPartisipasi oleh banyak kalangan disamakan pengertiannya
dengan keikut sertaan, turut serta mengambil bagian. Hal ini menunjukkan
adanya unsur keterlibatan dari dalam suatu kegiatan. Secara Etimilogi kata
partisipasi berasal dari bahasa Inggris yaitu participation ialah kata benda
orang ikut mengambil bagian, peserta, TO Participate adalah kata kerja,
ikut mengambil bagian,“participation” adalah hal mengambil bagian.
C. Pengertian Kegiatan
Kegiatan adalah aktivitas, usaha, pekerjaan, suatu peristiwa atau
kejadian yang pada umumnya tidak dilakukan secara terus menerus.
Penyelenggara kegiatan itu sendiri bisa merupakan badan, instansi pemerintah,
organisasi, orang pribadi, lembaga, dll. Biasanya kegiatan dilaksanakan dengan
berbagai alasan tertentu, karena suatu kegiatan bukan barang. seperti kampanye
sebuah partai politik, atau bahkan sosialisasi sebuah kebijakan pemerintah
D. Pengertian Remaja
Remaja adalah peralihan dari masa anak-anak untuk memasuki masa
dewasa. Masa remaja sendiri berlangsung antara umur 12 tahun sampai 21
tahun bagi wanita dan 13 tahun sampai 22 tahun bagi pria.
Sedangkan menurut psikolog, pengertian remaja adalah suatu periode
transisi dari masa awal anak-anak hingga dewasa. Dikatakan remaja saat
13
adanya perubahan fisik yang cepat, pertambahan berat dan tinggi badan,
perubahan bentuk tubuh, serta perkembangan karakteristik seksual.
Namun, perbedaan pendapat para ahli psikologi itu digambarkan oleh Y.
Singgih D. Gunarso (1989 : 7), bahwa pengertian remaja adalah perubahan
fisik yang didahului dengan kematangan seksual.
Orang muda dalam bahasa Ibrani “lanna‟al” dalam Alkitab NKJV (New
King James Version) diterjemahkan dengan kata “a boy” Yang berarti “anak
laki-laki; putra”. Sedangkan KJV dan NIV menyebutkan sebagai “a child”
yang berarti seorang anak.
Menurut Mery Go Setiawani, “orang muda yang dimaksudkan dalam ayat ini
mencakup anak-anak, remaja dan pemuda”. Jadi “orang muda” yang
dimaksud di sini adalah seorang anak atau usia muda. Dimana sebagai
orang tua dan pelayan remaja memberikan suatu pendidikan sejak kecil
sehingga di masa yang akan datang atau masa tuanya ia tetap kuat
berdiri dalam imannya, tidak menyimpang dari jalan Tuhan. Penulis
Amsal menganjurkan agar pada saat usia anak masih kecil, sedini
mungkin diberikan pendidikan yang benar dan di masa kecil pastilah ia
tak akan mudah terombang ambing oleh ajaran dan kenikmatan dunia.
Berikut adalah karakteristik dari remaja menurut Akbar Ashifan :
1. Hubungan dengan Teman Sebaya
14
Teman sebaya adalah teman seumuran. Jean Piaget dan Harry Stack
Sullivan menyarankan agar anak-anak dan remaja dilihat melalui interaksi
timbal balik dan teman sebaya melalui teman sebaya.
2. Hubungan dengan Orangtua
Masa remaja adalah masa ketika konflik dengan orang tua meningkat
melampaui masa kanak-kanak. Peningkatan ini dapat disebabkan oleh beberapa
faktor, termasuk perubahan biologis pada masa remaja, perubahan kognitif,
termasuk peningkatan idealisme dan pemikiran, perubahan sosial yang fokus
pada identitas, perubahan kearifan orang tua, dan harapan yang dirugikan oleh
orang tua. .
Collins menyimpulkan bahwa banyak orang tua melihat perubahan masa
remajanya dari seorang anak yang selalu menjadi seseorang yang tidak
mematuhi dan menentang orang tua mereka.
3. Ketidakstabilan Emosi
Emosi yang tidak stabil dan kecenderungan untuk berubah adalah
karakteristik utama yang terjadi pada remaja. Secara umum, kaum muda
memiliki perubahan emosi yang lebih stabil daripada wanita, yang hanya
memengaruhi ego dan temperamen.
Berbeda dengan wanita yang memprioritaskan perasaan mereka. Dalam
hal ini, orang tua memainkan peran penting dalam melindungi emosi anak-
15
anak mereka. Orang tua yang bertindak sebagai atasan dan teman dapat
mengarahkan dan mengurangi emosi yang telah memuncak.
4. Perasaan Kekosongan Hidup
Merasa kekosongan hidup adalah batu loncatan untuk melarikan diri
dari kehidupan sebelumnya, di mana hanya anak-anak yang dari waktu ke
waktu selalu ditampung dan dijaga oleh orang tua mereka dan memiliki
keinginan sendiri.
Dalam hal ini, remaja menyingkirkan pendidikan orang tua mereka dan
terbuka terhadap pengaruh lain, baik dan buruk, yang dapat mereka pilih
berdasarkan keinginan emosional mereka. Mereka akan berusaha menunjukkan
kemandirian mereka dari orang tua dan orang dewasa lainnya.
5. Kegelisahan
Kondisi cemas membanjiri remaja, banyak hal yang diinginkan, tetapi
remaja tidak bisa memuaskan semuanya. Banyak mimpi muncul ketika
keinginan rasional atau irasional, tidak terpenuhi menyebabkan ketakutan
muda. Contoh paling umum dari hal ini adalah meningkatnya permintaan akan
barang-barang seperti ponsel, tas, sepeda motor dan lainnya.
Peran orang tua dalam hal ini adalah membatasi pemenuhan keinginan
anak-anak mereka dan hanya menyediakannya bila perlu. Sehingga orang
muda tidak merasa tertekan atau tidak diobati oleh orang tua mereka.
6. Senang Bereksperimen
16
Eksplorasi dapat didefinisikan sebagai minat individu dalam
menemukan identitas melalui nilai-nilai, kepercayaan, tujuan, dan proses
eksplorasi menunjukkan eksperimen dengan berbagai aturan, rencana, dan
ideologi sosial. Setiap orang akan senang mencoba hal-hal baru, bahkan
mereka yang cenderung melakukan hal-hal baru.
Peran agama sangat penting di sini untuk menghindari penyimpangan
dalam bentuk materi atau moral. Agama bisa menjadi batasan yang baik karena
tidak hanya mengajarkan ibadah tetapi juga mengajarkan Anda untuk
menjalani kehidupan yang baik.
7. Mempunyai Banyak Imajinasi
Orang-orang muda sangat suka berfantasi tentang pemikiran mereka,
membayangkan hidup apa yang akan mereka miliki selanjutnya atau
memikirkan sesuatu yang lain. Ini masih bisa ditoleransi jika itu masuk akal
dan tidak mempengaruhi kesehatan mental remaja.
8. Kecenderungan Membentuk Kegiatan kelompok
Tentu saja, beberapa dari Anda telah membentuk geng di sekolah atau
desa Anda. Bersama dan kebanggaan luar biasa menjadi fitur khusus di setiap
kelompok yang dibuat oleh remaja pada umumnya.
Tidak jarang kerja sama dan kebanggaan yang berlebihan menjadi
penyebab perilaku negatif di kalangan remaja. Misalnya, bahkan karena
17
lelucon yang tidak jelas, Tawuran dapat menyebabkan bentrokan berbahaya
antara kelompok remaja.
Perilaku penipuan curang untuk mempertahankan “soliditas” yang sedang
dibangun. Tetapi jika dilakukan dengan benar, itu akan memberikan dorongan
moral kepada remaja lainnya.
E. Pengertian Ibadah
Dalam versi bahasa aslinya, ada dua kata yang digunakan untuk
menunjukkan kata ibadah, yaitu ta’ abduwn dan sachah. Ta’abduwn berasal
dari kata “abad” yang secara etimologi berarti mengerjakan (dalam banyak
pengertian, perasaan), yang berimplikasi, melayani atau menjalankan,
mengerjakan dalam perbudakan, ikatan atau mengikat, memaksa/ mendorong,
mendengar, melaksanakan, memelihara, kebaktian, ditempa atau dibuat (iron
besi), memuja.6 Sementara shachah berarti “ menundukkan diri“ sedangkan
dalam bahasa Yunaninya adalah “ proskuneo “ yang berarti menyembah atau
mencium tangan kepada ... “ Istilah dalam bahasa Ibrani yang umumnya
digunakan untuk kata „ibadah‟ adalah avodah atau abodah (kata ini serumpun
dengan bahasa arab yang kemudian diserap dalam bahasa Indonesia “ibadah”).
Dari sudut bahasa abodah berasal dari kata dasar abad, mengabdi. Dari sudut
makna isinya, maksud kata abodah dalam hukum Taurat dan kitab para nabi,
adalah penyembahan di dalam bait Allah yang merupakan titik pusat ibadah
dalam arti umum, yaitu ketaatan kepada perintah-perintah Tuhan dan
pengabdian kepadaNya.
18
Dalam perjanjian lama, Pada waktu Allah memilih suatu bangsa bagi
diri-Nya, Ia juga memberikan cara bagaimana bangsa itu dapat bertemu
dengan-Nya (Kel. 25:22; 29:42). Musa dianggap sebagai peletak dasar ibadah
yang diorganisir dan menjadikankan Tuhan sebagai alamat ibadah satu-
satunya. Pada perkembangannya setelah Kemah Pertemuan muncullah
sinagoge sebagai tempat ibadah. Pemimpin ibadahnya ialah para imam yaitu
keturunan Lewi yang dikhususkan untuk pelayanan ibadah. Ibadah di sinagoge
terdiri dari shema, doa, pembacaan kitab suci dan penjelasannya.
Dalam Perjanjian Baru kembali pula muncul ibadah di bait suci dan di
sinagoge, Kristus mengambil bagian dalam keduanya, Yesus tidak menekankan
ibadah sebagai suatu tempat tapi Ia selalu menekankan bahwa ibadah adalah
sungguh-sungguh kasih kepada Bapa sorgawi yang memberikan hidup. Ia tidak
menolak ibadah tradisional, tetapi Ia melawan hukum-hukum ritual selama
hukum itu hanya diikuti secara formalitas. Dalam ajaran-Nya, Ia selalu
menekankan bahwa kasih kepada Allah adalah ibadah yang sesungguhnya. Ia
meletakkan hukum kasih di atas kebiasaan sabat dan kurban (Mat 5:23-24,
12:7-8; Mar 7:1-13).
Ibadah baik dalam Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama mempunyai
arti ganda dalam hal melayani dan menundukkan diri. Dalam Perjanjian Lama
melibatkan korban -korban, upacara-upacara, persembahan miniman dan
minyak, kewajiban memberikan persembahan persepuluhan, yang sangat
menonjol adalah semua jenis musik termasuk musik tunggal, pujian bersama,
menari, sorak sorai, yang dianggap bagian ibadah juga adalah menerima firman
19
Tuhan baik melalui nabi nabi dan pengajaran kitab suci. Ibadah bersama
Perjanjian Baru sangat bergantung kebiasaan peribadahan Yahudi. Orang
Kristen mula mula banyak yang meminjam praktek ibadah yang sudah dikenal
dari sinagoge-sinagoge, tetapi mengubah ciri Yahudi dengan unsur kekristenan
seperti berdoa dalam nama Yesus, menyanyikan mazmur, pengajaran firman
Tuhan kepada Yesus. Ibadah utama dalam jemaat mula-mula (Perjanjian Baru)
adalah hari Tuhan (Kis 20:7), walaupun ada acuan tentang kebaktian-kebaktian
harian pada awalnya (Kis 2:46), tidak disebut mengenai kebaktian-kebaktian
untuk memperingati kebangkitan Tuhan Yesus, dan turunnya Roh Kudus pada
pentakosta. Ibadah diadakan di rumah orang-orang percaya, kesederhanaan
merupakan ciri khas pelayanan-pelayanan rumah tangga ini, sebagian besar
acaranya terdiri dari puji-pujian (Ef 5:19; Kol 3:16), doa, pembacaan kitab
suci, dan penjelasan.
Paul W. Hoon (the integrity of worship, 1971). Bahwa ibadah Kristen bersifat
kristologis. Atau peristiwa Yesus. yaitu ibadah yang terikat langsung
kepada peristiwa penyelamatan. Definisi ibadah menurut hoon adalah
penyataan diri Allah dalam Yesus Kristus dan tanggapan manusia
terhadapnya.
Menurut Jean-Jacques Von Allemen ibadah adalah memulihkan dan
menegaskan secara baru proses sejarah keselamatan yang telah mencapai
titik puncaknya dalam intervensi Kristus ke dalam sejarah manusia, dan
melalui peringkasan serta penegasan yang selalu di ulang ini Kristus
20
melanjutkan karya penyelamatan-Nya melalui karya Roh Kudus. Atau
dapat kita katakana bawa ibadah adalah „epiphani‟/penampakkan diri
gereja.
Webber dalam bukunya mengklasifikasikan bentuk/cara beribadah dari
pelbagai gereja menjadi tiga kelompok, yaitu: liturgikal/sakramental,
Evangelical/Reformed (free church/ gereja bebas), dan karismatik. Seorang
yang memandang ibadah dari sudut pandang liturgikal/sakramental melihat
ibadah Kristen sebagai suatu tindakan untuk memperingati/ menghadirkan
kembali peristiwa-peristiwa dalam sejarah keselamatan. Ibadah
Evangelical/Reformed (gereja-bebas/free church) mengambil posisi di tengah,
di antara bentuk liturgikal/sakramental dan ibadah informal dari gereja-gereja
karismatik. Dalam hal ini Ibadah dipandang sebagai mengembalikan kelayakan
kepada Allah. Ada 3 tujuan daripada ibadah gereja-bebas, yaitu: to speak to
God, to listen to God, and to respond to God suatu urutan yang berdasarkan
pada struktur proklamasi dan respon dari gereja mula-mula. Bentuk ibadah
seperti ini ditemukan dalam gereja-gereja injili dan fundamental sebagaimana
juga dalam kebanyakan jemaat-jemaat Protestan arus utama.
Banyak gereja-gereja Pentakosta yang juga menggunakan format
evangelical dalam kebaktian minggu pagi mereka. Bentuk ibadah yang ketiga
adalah karismatik. Ibadah, bagi orang-orang Pentakosta dan karismatik adalah
suatu respon terhadap Roh Kudus, suatu ekspresi dari pengalaman dan
pemberdayaan oleh Roh Kudus –suatu peristiwa yang membuat Firman
21
menjadi hidup dan terus-menerus meng-inkarnasikan Kristus dalam gerejaNya.
Hal tersebut dilakukan dengan cara melepaskan suatu kehidupan yang penuh
dengan pujian, doa-doa syafaat, dan karunia-karunia rohani pada waktu
beribadah.
Tata cara ibadah gereja Pentakosta adalah sebagai berikut
1. Doa pembuka
Ibadah dimulai dengan doa pembuka oleh pemimpin pujian. Doa
pembuka ditujukan untuk menyiapkan hati dan memfokuskan diri untuk
memasuki hadirat Tuhan. Sebelum ibadah dimulai, seringkali pikiran jemaat
masih terganggu atau terdistraksi dengan berbagai hal. Karena itulah, dalam
doa pembuka ini pemimpin pujian biasanya akan mengajak jemaat untuk
menanggalkan beban masalah yang dialami, menyerahkannya pada Tuhan agar
dapat lebih siap dan fokus sebelum memulai ibadah.
2. Penyembahan/puji-pujian
Doa pembuka kemudian diikuti dengan penyembahan atau puji-pujian.
Lagu-lagu yang dinyanyikan dalam penyembahan di gereja pentakosta bersifat
lebih kontemporer atau modern dan disertai dengan ekspresi dalam
penyembahan dan puji-pujian seperti mengangkat tangan, tepuk tangan. Dalam
ibadah untuk kaum pemuda dapat juga disertai dengan melompat sebagai
ekspresi sukacita atau kemenangan yang sudah Tuhan berikan.
3. Kesaksian (jika ada)
22
Kesaksian dapat disampaikan oleh salah satu jemaat yang ingin
membagikan kebaikan Tuhan dalam hidupnya. Karena itulah, walaupun
dilakukan dengan tujuan untuk memuliakan Tuhan, kesaksian juga dapat
berdampak pada pemberian harapan atau pertumbuhan iman bagi jemaat lain
yang mendengarkannya.
4. Doa sebelum khotbah/penyampaian firman
Setelah penyembahan, jemaat akan kembali diajak dalam doa untuk
bersyukur atas kebaikan Tuhan sebelum penyampaian firman dimulai. Selain
itu, jemaat juga dapat diajak untuk meminta agar Tuhan membuka hatinya dan
memberi hikmat agar firman Tuhan yang disampaikan dapat tertanam sehingga
nantinya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hamba Tuhan yang
akan menyampaikan firman juga turut didoakan agar Tuhan pimpin sehingga
apa yang hendak disampaikan sesuai dengan kehendak Tuhan. Doa ini dapat
dipimpin oleh pemimpin penyembahan atau oleh hamba Tuhan yang akan
menyampaikan firman.
5. Penyampaian firman Tuhan
Hamba Tuhan yang telah dipercaya untuk menyampaikan firman
kemudian menyampaikan khotbah dengan tema yang telah disiapkan. Hamba
Tuhan atau pengkhotbah ini dapat merupakan salah seorang gembala dari
gereja yang bersangkutan atau pengkhotbah tamu. Firman Tuhan yang
disampaikan dapat meliputi kutipan ayat yang terkait dengan tema,
23
penjelasannya, kesaksian dari pengkhotbah sendiri, atau sesekali disertai
dengan penyembahan.
6. Doa sesudah firman Tuhan
Setelah penyampaian firman Tuhan, jemaat kembali diajak untuk bersatu
dalam doa. Doa ini dapat berisi ucapan syukur atas firman yang sudah
disampaikan dan bahwa firman yang sudah diterima dapat menjadi pedoman
dalam hidup jemaat.
7. Persembahan
Jemaat kemudian diberi kesempatan untuk memberikan persembahan
untuk perkembangan gereja Tuhan. Persembahan ini sifatnya sukarela dan
bukan paksaan. Walau demikian, salah satu janji Tuhan bagi orang percaya
adalah bahwa kepada orang yang memberikan persembahan bagi pertumbuhan
gereja Tuhan, khususnya persembahan persepuluhan akan dibukakan tingkap-
tingkap langit dan dari situ mendapat curahan berkat.
8. Doa atas persembahan
Setelah persembahan dikumpulkan, jemat kembali diajak untuk berdoa,
kali ini untuk mendoakan persembahan yang baru saja dikumpulkan agar dapat
berguna bagi pertumbuhan gereja Tuhan. Pertumbuhan gereja Tuhan yang
didoakan di dalamnya termasuk untuk penyebaran firman Tuhan ke daerah-
daerah lain dan juga untuk menjadi berkat bagi sesama. Tidak lupa jemaat yang
24
telah memberikan persembahan didoakan dengan iman bahwa Tuhan yang
akan membalas dan memberkati kehidupan jemaat tersebut.
9. Pengumuman
Sebelum mengakhiri ibadah dengan doa, salah satu hamba Tuhan yang
melayani di gereja akan menyampaikan pengumuman seputar gereja seperti
kegiatan-kegiatan yang akan berlangsung dalam waktu dekat. Contohnya,
informasi mengenai baptis, retreat, dsb. Pengumuman dapat juga disertai
dengan pemutaran video rekaman event yang sudah terjadi dalam beberapa
waktu terakhir.
10. Doa syafaat
Doa syafaat biasanya sudah disusun terlebih dahulu dan diulang setiap
minggunya. Isi dari doa ini biasanya mendoakan keadaan secara global, seperti
untuk pemerintah, kedamaian, dlsb. Selain itu, doa syafaat juga dapat berupa
doa Bapa kami.
11. Doa penutup/doa berkat
Ibadah ditutup dengan doa berkat untuk jemaat dalam menjalani
keseharian khususnya selama satu minggu ke depan, sebelum kembali dalam
ibadah umum lagi. Dialam doa berkat terdapat hal-hal yang berkaitan dengan
keseharian kita seperti kesehatan, pekerjaan (bisnis, sekolah), keluarga, dsb.
Hal ini penting dilakukan sebagai bekal atau kekuatan jemaat yang secara tidak
25
langsung menjadi kekuatan iman tersendiri untuk melewati hari lepas hari
selama satu minggu atau selama 6 hari hingga hari ibadah di hari Minggu tiba.
12. Ibadah selesai – jemaat bersalam-salaman dengan petugas gereja
Ketika selesai beribadah biasanya beberapa majelis ataupun pendeta
sudah stand by ketika jemaat akan keluar gereja dan tidak lupa gembala sidang
ataupun staf gembala yang turut serta menyalami dapat memberikan ucapan
berkat seperti “Tuhan memberkati”. Salah satu maksud dari hal ini adalah
sebagai upaya bagi gembala atau staf untuk dapat berinteraksi secara lebih
dekat dengan jemaat.
Tujuan dari ibadah yang pertama adalah memuliakan Allah. Ibadah yang
berpusat pada Allah seharusnya adalah ibadah dimana Allah dimuliakan, tanpa
mengabaikan faktor manusianya. Tujuan ibadah bukan sekedar menerima
berkat dari Allah, tetapi juga memberikan persembahan kepada Allah. Tujuan
ibadah yang kedua adalah memberikan persembahan kepada Allah. Hal penting
dalam ibadah bangsa Israel adalah pemberian. Pada intinya, ibadah adalah
mempersembahkan seluruh diri kita kepada Allah, seluruh pikiran, perasaan,
sikap, dan harta kita. Pemberian luar kita adalah gambaran dari dedikasi di
dalam diri kita. Tujuan ibadah juga untuk merasakan kekudusan Allah. Saat
manusia merasakan kekudusan Allah, maka hati nuraninya akan tersentuh,
digerakkan oleh kekudusan Allah untuk kembali hidup sesuai dengan
kekudusan Allah. Tujuan ibadah adalah untuk memandang, merasakan,
26
memahami kekudusanNya. Agar hati nurani diperbaharui, bertobat, digerakkan
untuk hidup kudus,memuliakan Allah yang adalah kudus.
Ibadah yang berkenan kepada Allah lebih dari sekedar melakukan hal-hal
yang benar, tetapi mempersembahkannya “dalam iman” (Ibrani 11:4), “dalam
roh” (Yohanes 4:24), dan dalam “hormat dan gentar” (Ibrani 12:28). Hugh
Litcfield mengatakan bahwa hasil ibadah yang terpenting adalah mengalami
kehadiran Allah dan kehidupan yang diubahkan melalui kebenaran Firman
Allah yang disampaikan. Yang menentukan suatu perubahan baik atau buruk
adalah hasilnya, apakah membantu jemaat untuk dapat mengalami kehadiran
Allah dan diubahkan kehidupannya oleh penyampaian kebenaran Firman
Allah.
F. Pengertian Komunitas Sel (Komsel)
Komsel adalah sebuah komunitas kecil yang terdiri dari beberapa orang
percaya, yang sifat keanggotaannya tetap. Komsel adalah wadah bagi kaum
percaya untuk menerapkan gaya hidup Kristus. Gaya hidup Kristus adalah gaya
hidup “saling” yang bersifat positif dan membangun dengan Firman Tuhan
sebagai dasar. Sedangkan pondasinya adalah Kristus itu sendiri. Komsel dapat
juga diartikan sebagai sebuah keluarga secara rohani, dengan Kristus sebagai
kepala. Layaknya sebuah keluarga, komsel ini adalah tempat bagi kita untuk
sharing atau berbagi, baik itu kesaksian, masalah ataupun beban pergumulan
kita, tanpa takut diri kita dihakimi.
27
Dalam komsel, para anggota dapat saling memberikan semangat,
motivasi, kekuatan, penghiburan, dan solusi untuk permasalah hidup kita.
Tentunya melalui sharing hidup mereka yang pernah mengalami peristiwa
yang sama dengan yang kita alami.
Di Komunitas Sel anak-anak muda bisa semakin bertumbuh dalam
Tuhan. Kita belajar melalui cerita pengalaman dari ketua atau anggota lainnya
yang menghadapi masalah dan bisa melewatkannya bersama Tuhan. Mungkin
banyak anak muda yang tidak lagi memerlukan komunitas rohani. Ada pula
yang berpendapat bahwa mereka tetap dapat bertumbuh walau sendirian.
Banyak kemudahan yang ditawarkan di zaman yang modern apalagi banyak
khotbah yang dapat kita dengarkan melalui televisi, radio atau bahkan
Youtube. Bagi mereka kebaktian atau mendengarkan firman Tuhan bisa
dilakukan di mana saja dan kapan saja dengan memanfaatkan teknologi. Itu
sebabnya, mereka berpendapat, untuk tidak memerlukan komunitas rohani lagi.
Ada proses “saling” di dalam komsel, yaitu saling mengasihi, saling
membangun, saling memperhatikan, saling peduli, saling mengampuni, saling
percaya, saling menegur, saling melayani. Namun, biasanya kekecewaan akan
timbul jika semuanya itu tidak diterapkan secara dua arah. Filipi 2:3-4 “dengan
tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya
hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama
dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan
kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.”
28
Komsel tidak hanya berbicara tentang apa saja yang kita terima, tetapi
juga apa yang telah kita berikan buat komsel dan bagaimana kita
memperhatikan kepentingan orang lain.
Komsel sangat penting buat kehidupan kita, karena melalui komsel kita
sama-sama saling membangun, mendukung, dan menjaga untuk terus hidup
dan bertumbuh dalam Kristus dan kebenaran Firman Tuhan. Jadi apapun yang
terjadi jangan pernah tinggalkan komsel. Milikilah pengharapan buat komsel
kita agar komsel kita dapat semakin bertumbuh dan memberkati banyak orang.
Dalam Kitab Kisah Para Rasul membahas kehidupan jemaat mula-mula
yang senantiasa hidup dalam komunitas. Jemaat mula-mula percaya, bahwa
dengan berada dalam sebuah komunitas, mereka bisa saling mendoakan, saling
mendukung, saling mengingatkan dan saling menasehati. Sebagai orang
percaya kita perlu memiliki komunitas rohani yang bisa menolong kita
bertumbuh dengan maksimal. Di dalam komunitas, selain kita dapat saling
mendukung dan mendoakan agar iman kita bertumbuh, karakter kita pun
dibentuk menjadi semakin baik dan dewasa. Kita dapat belajar untuk menerima
perbedaan, mengatasi konflik, tidak mementingkan diri sendiri dan
bertanggung jawab. Bergabung dalam komunitas rohani yang baik dapat
membuat iman dapat bertumbuh.
29
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis Penelitian yang digunakan oleh adalah jenis penelitian
deskriptif. Penelitian ini biasanya dilakukan untuk mendapat gambaran
atau deskripsi tentang fenomena sosial yang diteliti.
Prof. Dr. Suryana, M.Si menjelaskan, penelitian deskriptif
bertujuan untuk membuat deskripsi sistematis, faktual, dan akurat tentang
fakta-fakta dan sifat-sifat populasi daerah tertentu.
Metode tersebut akan digunakan untuk mengetahui partisipasi
jemaat remaja GBI Stairway From Heaven Jalan Mekar Laksana Nomor 8
Bandung.
B. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan memberi
kuesioner. Kuesioner atau angket adalah teknik pengumpulan data dengan
cara mengajukan pertanyaan untuk dijawab oleh responden, biasanya
secara tertulis. Kuesioner digunakan ketika peneliti ingin mengetahui
persepsi atau kebiasaan suatu populasi berdasarkan responden. Kuesioner
yang akan dibagikan berupa kuesioner online. Kuesioner ini berisi jawaban
jemaat remaja GBI Stairway From Heaven terhadap pertanyaan yang
sudah diberikan melalui Google Form. Google Form ini berfungsi untuk
30
mengetahui respon jemaat remaja terhadap ibadah dan komsel secara
online.
C. Teknik Analisis data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
teknik analisis data kuantitatif. Peneliti akan menganalisis hasil kuesioner
yang akan diperkuat dengan studi kepustakaan. Melalui teknik tersebut,
penulis akan menganalisis hasil dari kuesioner yang disebarkan kepada
jemaat remaja GBI Stairway From Heaven Jalan Mekar Laksana Nomor 8
Bandung.
D. Unit Analisis
Unit Analisis dalam penelitian ini adalah remaja GBI Stairway From
Heaven Jalan Mekar Laksana Nomor 8 Bandung.
E. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Menurut Margono (2004), Populasi adalah keseluruhan data yang menjadi
pusat perhatian seorang peneliti dalam ruang lingkup dan waktu
yang telah ditentukan. Populasi berkaitan dengan data-data, jika
seorang manusia memberikan suatu data, maka ukuran atau
banyaknya populasi akan sama banyaknya manusia. Populas untuk
penelitian ini adalah 200 remaja GBI Stairway From Heaven Jalan
Mekar Laksana Nomor 8 Bandung.
2. Sampel
31
Menurut Sugiyono (2008: 118), Sampel adalah suatu bagian dari
keseluruhan serta karakteristik yang dimiliki oleh sebuah Populasi.
a. Jika Populasi tersebut besar, sehingga para peneliti tentunya tidak
memungkinkan untuk mempelajari keseluruhan yang terdapat pada
populasi tersebut oleh karena beberapa kendala yang akan di hadapkan
nantinya seperti: keterbatasan dana, tenaga dan waktu. Maka dalam hal ini
perlunya menggunakan sampel yang di ambil dari populasi itu.
b. Dan selanjutnya, apa yang dipelajari dari sampel tersebut maka
akan mendapatkan kesimpulan yang nantinya di berlakukan untuk
Populasi. Oleh karena itu sampel yang di dapatkan dari Populasi memang
harus benar-benar representatif (mewakili).
Sampel yang diambil adalah 30 remaja GBI Stairway From Heaven Jalan
Mekar Laksana Nomor 8.
F. Waktu dan Lokasi Penelitian
1. Waktu Penelitian
Penelitian diakukan sejak diumumkannya proses pembuatan karya
tulis, yakni awal bulan Agustus hingga akhir Desember 2020.
2. Lokasi Penelitian
Proses penelitian dilaksanakan di GBI Stairway From Heaven
Jalan Mekar Laksana Nomor 8 Bandung.
32
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Pengolahan Data
Pengolahan data di lakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 30
remaja GBI Stairway From Heaven Jalan Mekar Laksana Nomor 8 Bandung.
Kuesioner yang dibagikan merupakan kuesioner tertutup sehingga responden
memilih salah satu jawaban yang sudah diberikan di dalam kuesioner tersebut.
B. Hasil Penyebaran Kuesioner
Data dalam penelitian ini didapatkan melalui metode survey dengan
menyebarkan kuesioner pada remaja GBI Stairway From Heaven Jalan Mekar
Laksana Nomor 8 Bandung. Total pertanyaan di dalam kuesioner ada 23 butir
pertanyaan berupa 23 pilihan ganda. Dari data tersebut peneliti mendapatkan
30 responden disesuaikan dengan jumlah sampel yang telah ditetapkan, yaitu
30 remaja GBI Stairway From Heaven Jalan Mekar Laksana Nomor 8
Bandung. Dengan demikian maka total kuesioner yang dapat dianalisis lebih
lanjut untuk penelitian ini adalah sebanyak 30 kuesioner.
Jawaban Tabel 4.1 Persentase (%)
Laki-Laki 37
Jenis Kelamin
Frekuensi
11
33
Perempuan 19 63
Total 30 100
Sumber : Hasil penelitian 2020
Dari tabel diatas, dapat kita lihat responden merupakan 11 orang berjenis
kelamin laki-laki dan 19 orang berjenis kelamin perempuan sehingga jumlahnya
merupakan 30 responden.
Tabel 4.2
Jawaban Umur Persentase (%)
Frekuensi
12-13 3 10
14-15 4 13
16-17 16 53
18-19 7 23
Total 30 100
Sumber : Hasil penelitian 2020
Dari data yang ada di tabel 4.2, kita bisa melihat ada 3 responden berusia
12-13 tahun, 4 responden berusia 14-15 tahun, 16 responden berusia 16-17 tahun,
dan 7 responden berusia 18-19 tahun.
34
Tabel 4.3
Saya mengikuti ibadah secara online
Jawaban Frekuensi Persentase (%)
Ya 27 90
Tidak 3 10
Total 30 100
Sumber : Hasil penelitian 2020
Dari data yang didapatkan banyak responden yang selalu mengikuti ibadah
secara online dan sebagian kecil tidak mengikuti ibadah di rumah. Ibadah
memiliki tujuan, yaitu untuk memandang, merasakan, memahami kekudusanNya.
Agar hati nurani diperbaharui, bertobat, digerakkan untuk hidup
kudus,memuliakan Allah yang adalah kudus.
Tabel 4.4
Jika ya, berapa kali dalam sebulan ?
Jawaban Frekuensi Persentase (%)
1 kali 0 0
2 kali 7 26
3 kali 4 15
35
> 4 kali 16 59
Total 27 100
Sumber : Hasil penelitian 2020
Dari data diatas, sebagian besar responden (59.3%) selalu mengikuti
ibadah setiap minggunya di rumah. Responden lain tidak rutin mengikuti ibadah
online yang sudah disiapkan oleh pelayan gereja.
Tabel 4.5
Jika tidak, berikan alasannya !
Jawaban Frekuensi Persentase (%)
Merasa tidak membutuhkan Tuhan 1 33
Kurang Merasakan Hadirat Tuhan 0 0
Minim Kuota 2 67
Total 3 100
Sumber : Hasil penelitian 2020
Dari 3 responden yang memilih untuk tidak mengikuti ibadah secara
online, 2 diantaranya tidak mempunyai kuota internet yang cukup untuk
mengikuti live streaming ibadah di youtube atau website. Satu di antaranya
merasa tidak membutuhkan Tuhan. Seperti yang diketahui bahwa setiap orang
dapat bernafas dan hidup sampai saat ini karena anugrah Tuhan. Kasih dari Tuhan
36
yang selalu menyertai langkah kehidupan kita. Tercantum pula di dalam Alkitab,
Yohanes 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah
mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya
kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
Tabel 4.6
Ketika masa pandemi saya tetap memberikan persembahan.
Jawaban Frekuensi Persentase (%)
Ya 8 27
Tidak 22 73
Total 30 100
Sumber : Hasil penelitian 2020
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa dari 30 responden, 73.3% persen
diantaranya tidak memberikan persembahan. Memberikan persembahan merupakan
bentuk ungkapan syukur atas apa yang kita peroleh dari Tuhan. Persembahan
diberikan dengan ketulusan dan kesanggupan. Tuhan berjanji untuk memberkati
kita sewaktu kita dengan setia membayar persepuluhan dan persembahan kita. Dia
berfirman dalam Maleakhi 3:10, “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu
ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan
ujilah Aku, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan
mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan”
37