N Jenis Barang/Nama Barang Merek No. Seri U
Bo. Ruang Wakil Ketua Klasis 2
1 Meja Tamu Siro
2 Kursi Tamu Siro
3 Lemari Olympic
4 Meja Kerja Siro 1
Sakura
5 Kursi Kerja Sharp
6 Meja Kaca Kecil Olympic
7 Papan Tulis Meubel
8 AC
9 Lampu-Lampu Meubel
C. Ruangan Sekrataris Ligna
1 Meja Komputer Ligna
2 Meja Kerja
3 Kursi Kerja
4 Kursi Tamu
5 Meja Tamu Sofa
6 Kursi
38
Ukuran Tahun Jumlah Keadaan Barang Keterangan
Pintu Pembelian Barang
√
1/2PK 2003 1 √
2003 5 √
2012 1
Bantuan √
Dinsosial 1
2008 √
Bantuan 1
Dinsosial √
2008 1 √
2003 1 √
2010 1 √
2010 4
√
2008 1
Bantuan 2 √
Dinsosial
1 √
2008 2
Bantuan 1 √
Dinsosial √
√
2008
2011
2011
8
N Jenis Barang/Nama Barang Merek No. Seri U
o Lenovo
7 Komputer Epson
Meubel
8 Printer
Philips
9 Lemari Arsip
Meubel 2
10 Kalender Duduk
11 Kalender Dinding Tempel Meubel
12 Papan White Board
13 Vas Bunga Acer SVC
14 Stop Map Hitam Matsunaga 5000N
15 Hasil Keputusan Sidang Jamaat
16 Papan Informasi
17 Buku-buku Bacaan
18 Lampu-Lampu
D. Ruangan Wakil Sekrataris
1 Lemari Arsip
2 Kursi Kerja
3 Komputer
4 Stavol + Speaker Prolink
39
Ukuran Tahun Jumlah Keadaan Barang Keterangan
PSuembe. lPian Barang
HUT 5 Feb √
1
2018 √
2016 1
Bantuan √
Dinsosial 1
2008 √
1 √
2x1 2017 1 √
2016 1 √
2010 1 √
2017 5 √
2017 6 √
2010 1 √
2015 12 √
4
√
Pintu Bantuan 1
Dinsosial √
1
2008 1 √
Bantuan 1 √
Dinsosial
2008
2011
2011
9
N Jenis Barang/Nama Barang Merek No. Seri U
o5 Kursi Komputer
6 Meja Komputer Olympic
7 Papan Tulis Sakura
8 Lampu-Lampu Philips
E. Ruang Bendahara Olympic
1 Meja Kerja Chitose
2 Kursi Kerja
3 Kursi Kerja Olympic
4 Rak Buku
Meubel
5 Meja Kerja
Meubel 2
6 Lemari Arsip
Prestige 1
7 Lemari Arsip Casio
8 File Surat Lg
9 Kalkulator
10 AC Meubel
11 Lampu-Lampu
F. Ruangan Tata Usaha
1 Meja Kerja
40
Ukuran Tahun Jumlah Keadaan Barang Keterangan
Pem20b1e0lian Bar1ang √
2010 1 √
2010 1 √
4 √
2010 1 √
1 √
Pintu Bantuan 3 √
Dinsosial 1 √
2008 1 √
Bantuan
Dinsosial 1 √
2008 2 √
15 √
1/2 PK 2012 1 √
1 √
4 √
Bantuan 1 √
Dinsosial
2008
0
N Jenis Barang/Nama Barang Merek No. Seri U
o
2 Kursi Kerja Meubel
3 Komputer Acer D2566
4 Printer Hp Deskjet IP2770
5 Printer Cannon MP287
6 Printer Pixma
7 Meja Kumputer Meubel 230A
8 Meja Komputer Olimpic
9 Kursi Kerja / Putar Chitose 2
10 Mesin Foto Copy Gestetner
11 Mesin Foto Copy Riso
12 Lemari Buku Olimpic
13 Lemari Arsip Meubel 2
14 Layar Monitor Komputer Philips avr2000
Dki Svc 1000
15 Stavol Electrical
Matsuviva
16 Stavol
Asus 16rbf
17 Jam Dinding Prolink
Cosmos
18 CPU Hd 12L/17
19 Speaker Komputer
20 Kipas Angin
21 Pemotong Kertas / Staples
41
Ukuran Tahun Jumlah Keadaan Barang Keterangan
PBemanbteulainan Barang
Dinsosial √
1
2009 √
2 √
Pintu 2002 1
Pintu 2009 1 √
2002 1 √
2015 1 √
2015 1 √
2010 2 √√
Bantuan 1 √
Dinsosial 1 √
2008 1 √
2003
1 √
1 √
1 √
Bantuan 1 √
2011
2003 1 √
2011 1 √
2015 1 √
1 √
1 √
1
N Jenis Barang/Nama Barang Merek No. Seri U
2o2 Pembolong Kertas Kenkd H0-30
23 Lampu-Lampu Philips
24 File Surat-Surat Gungyu
25 File Surat-Surat Bindex
26 File Formulir Biodata Pegawai Box file
27 Stempel Stapler
28 Staples
G. Ruang Kerja Keuangan Meubel
1 Meja Kerja Meubel
2 Lemari Arsip Acer
Canon
3 Komputer Sakura
4 Printer Panasonic
5 Papan Tulis Joyko
6 Kipas Angin Kingco
7 Pembolong Kertas Veito
8 File Surat
9 Staples
10 Kalkulator
11 Lampu-Lampu
H. RUANGAN BPPG
42
Ukuran Tahun Jumlah Keadaan Barang Keterangan
Pembelian Bar1ang
√
2002 4
2008 Baik 2 Rusa
2018 3 k2
2018 12
3 √
1
√
√
√
Bantuan 3 √
Dinsosial
1 √
2008
Bantuan 1 √
Dinsosial 1 √
1 √
2009 1 √
2 √
2017 30 √
2010 4 √
2008 1 √
4 √
2
N Jenis Barang/Nama Barang Merek No. Seri U
o1 Ac Panasonic ip2770
2 Printer Cannon Pixma
3 Meja Kerja Se
4 Meja Kerja K
5 Kursi Kerja Chitose
6 Kursi Plastik Napoly
7 Lemari Brankas Elite
8 Lampu
I. RUANG UMUM
1 Mimbar
2 Warles
3 Indihome
4 Meja Kerja
5 Bangku Panjang
6 Papan Data Keuangan
7 Papan Data Statistik
43
Ukuran Tahun Jumlah Keadaan Barang Keterangan
edang Pem20b1e8lian Bar1ang √
Kecil √
2017 1
Bantuan √
Dinsosial 3
√
2008 2
Bantuan √
Dinsosial 4 √
2 √
2008 1 Baik 3
2003 4
Rusa
k1
2015 1 √
2015 1 √
2018 1 √
Bantuan
Dinsosial 1 √
2008
Bantuan 4 √
Dinsosial
2008 4 √
2009 2 √
2014
3
N Jenis Barang/Nama Barang Merek No. Seri U
o8 Papan Data Kaca Seiko 5
9 Lemari Barang
10 Kursi Rotan Meubel O
11 Jam Dinding P
12 Gambar Dinding Meubel
13 Papan Data Absen Struktur BPK Chitose P
14 Tempat Gantungan Koran Napoly 44
Chitose
15 Meja Rapat Lion Star
16 Meja Kerja Philips
Philips
17 Kursi Lipat Hitam Philips
18 Kursi Plastik Biru Philips
19 Kursi Belajar/Siswa
20 Kursi Plastik Merah
21 Vas Bunga kaki
22 Lampu Neon Ruang Rapat
23 Lampu Balon Ruang Rapat
24 Lampu-Lampu Ruangan Dalam
25 Lampu-Lampu Luar Ruangan
Ukuran Tahun Jumlah Keadaan Barang Keterangan
Pintu Pem20b1e8lian Bar1ang √
√
Oval 2002 1 √
Panjan 1993 4 √
1993 1 √
g 2004 2 √
2008 1 √
Panjan 2003 1
g √
1993 10
√
Bantuan 2
Dinsosial √
12 √
2008 13 √
1995 25
2015 √
2015 10
Bantuan √
PKB Klasis 2 Baik 5
1988-1992 10
2008 4 √
47 Baik
27 28 Rusa
Baik 9 k3
Rusa
k 19
Rusa
4
N Jenis Barang/Nama Barang Merek No. Seri U
o
26 Tangga Alumunium 2
1
27 Horden Plastik Untuk Semua Ruangan
T
28 Horden Kain Untuk Semua Ruangan 3
29 Papan Tulis Ruang Rapat
30 Kursi Pakai Roda
31 Meja Makan Panjang
32 Meja Makan Pendek
33 Meja Tenis
34 Lampu Ruang Pertemuan
35 Lampu Gudang
36 Pohon Natal
37 Mesin Babat Rumput
38 Mesin Genset Firman
39 Meja Kerja Di Ruang Komisi-Komisi Meubel
45
Ukuran Tahun Jumlah Keadaan Barang Keterangan
Pembelian Barang k 18
2009 1 √ Rusa
2009 38 k 38
2004 38
2002 1 √
1
2011 √
2014 1 set √
12
2m x 4 √
1m 1
1m x 1 √
1m 1
Baik 2
Tinggi 2009 4 Baik 2 √
Meter Rusa
2011 √ k 10
Bantuan Rusa
Dinsosial k2
2008 √
Bantuan
Dinsosial √
2008 √
5
N Jenis Barang/Nama Barang Merek No. Seri U
4o0 Panggung
Hitaci Tu
41 Lampu Sorot Dipanggung Su
42 Lampu-Lampu Panggung Hock
43 Tempat Sampah 20
Jawa 46
Dapur : Alumuniu
m
1 Kompor Gas Elpiji Lucki Fine
China
2 Kompor Hock Sango
3 Meja Kompor Polytron
4 Lemari Piring Cosmos
Hock
5 Piring makan Ceper
6 Mangkok Sup
7 Cangkir Es Buah Kaca
8 Tempat Es Buah Kaca
9 Panci Masak Air
10 Dispenser Berdiri
11 Galon Air
12 Meja Dispenser
13 Dispenser Duduk
14 Kompor Hock
Ukuran Tahun Jumlah Keadaan Barang Keterangan
Peemmbbuealitan Bar1ang
Tahun 2011 √
2
2011 9 √
6 √
√
2 2002 1√
ungku 2002
2002 1√
32 2002
umbu √
0 Liter 2002 1√ √
16
2002 50 √
2002
2002 105 √
2002 12 √
2008 1√
2008 1√
1
2010 2√
2011 1√
1√
1√
6
N Jenis Barang/Nama Barang Merek No. Seri U
o Lion Star Su
15 Tempat Beras 2
16 Piring Makan Biasa
Sango
17 Sendok Makan
18 Sendok Nasi 5
19 Sendok Sayur
20 Mangkok Sayur Kaca Glacio M
21 Cangkir The Kopi Sango 47
22 Rice cooker
23 Jumbo The
24 Baki/Talang
25 Gelas The Kopi Kaca
26 Piring Makan Plastik
27 Piring Kue Kecil Kaca
28 Teko Air
29 Lemari Es
30 Vas Bunga
31 Selang Air
32 Piring Makan Rotan
33 Piring Alas Cangkir
KENDARAAN OPERASIONAL :
Ukuran Tahun Jumlah Keadaan Barang Keterangan
umbu Pembelian Barang
28 KG √
2011 1 √
2011 15
5 KG 2011 30 √
2011 1√
10 2011 4√
Meter 2011 4√
2011 50 √
2014 1√
2015 1√
2015 4√
2015 10 √
2015 31 √
71 √
2017 1√
1√
2016 1√
2011
1√
300 √
10 √
7
N Jenis Barang/Nama Barang Merek No. Seri U
o1 Mobil Terios Terios DS
2 Mobil Xenia 1449 JM
3 Mobil Xenia Xenia DS
1452 JB
4 Motor Jonson Xenia DS
1542 JM
Yamaha
RUMAH DINAS : Rumah
Type
1 Rumah Pastori Klasis
2 Ac
3 Horden
48
Ukuran Tahun Jumlah Keadaan Barang Keterangan
Pem20b1e7lian Bar1ang √ KETUA
√
2017 1 √ SEKRETARIS
BENDAHAR
2011 1
3 A
Bantuan ADA
Pemda DILUAR
2015
2011 2 SET √
2011
2011
8
2.6 KINERJA PELAYANAN KLASIS SENTANI
A. Aspen Kinerja Pelayanan
Untuk dapat merekam pencapaian prestasi atau kinerja klasis GKI Sentani di semua
aspek sebagai suatu keutuhan lembaga, disusunlah instrumen khusus dengan 8
(delapan) faktor yang dijabarkan menjadi 36 (tigapuluh enam) variabel dan 111
(seratus sebelas) pertanyaan indikator sebagai berikut:
Tabel Uraian Faktor dan Fariabel
NO FAKTOR VARIABEL
1 Fukus Kepada Jemaat 1.1.Penampung Aspirasi Jemaat
(mencakup kapasitas Klasis GKI 1.2.Penanganan keluhan jemaat
Sentani dalam pelayanan kepada 1.3.Komunikasi Pimpinan Klasis dengan
anggota jemaatnya, perumusan jemaat
kebijakan dan visi ke depan) 1.4.Pusat data keberadaan jemaat
1.5.Upaya pengembangan danpembelajaran
jemaat
1.6.Pembenahan organisasi dan hubungan
kerja
2 Kepemimpinan 2.1.Memotivasi Jemaat
(Mencakup kapasitas Klasis GKI 2.2.Mensosialisasikan ide-ide antisipasi
Sentani dalam mengerakan anggota kedepan
untuk mencapai tujuan Pendidikan 2.3.Menganalisi masalah
Kristen) 2.4.Membuat keputusan yang relevan
3 Manajemen Sumberdaya 3.1.Pengelolaan Aset (harta milik)
(mencakup kapasitas Klasis GKI 3.2.Pengelolaan Keuangan
Sentani dalam mendayagunakan 3.3.Pengelolaan Sumberdaya Manusia
sumberdaya yang tangible maupun 3.4.Pengelolaan Citra Positif lembanga
intangible)
4 Good Governance 4.1.Trapanrency (Keterbukaan)
(mencakup kapasitas Klasis GKI 4.2.Independency (Kemandirian)
Sentani dalam mengelola semua 4.3.Acountability (Tanggunggugat)
proses manajemennya) 4.4.Responsibility (Tanggungjawab)
4.5.Fairness (Keadilan)
5 Mengelola Perubahan 5.1.Adaptasi
(Mencakup kapasitas Klasis GKI 5.2.Daya Inovasi
Sentani dalam mengantisipasi 5.3.Daya antisipasi terhadap perubahan
perubahan dan membuat perubahan masa depan
kearah yang positif) 5.4.Membangun jejaring kerja
5.5.Menyiapkan perubahan perubahan
positif dalam tubuh klasis
6 Penyelenggaraan Persekutuan 6.1.Kebaktian Minggu
(mencakup kapasitas Klasis GKI 6.2.Aktivitas Kategorial ( Sekolah Minggu,
Sentani dalam memenuhi kebutuhan Remaja, Pemuda, Wanita, Bapa,
49
persekutuan jemaat) Oikoumene)
7 Penyelenggaraan Kesaksian 7.1.Membangun hidup yang sesuai firman
(mencakup kapasitas Klasis GKI Tuhan
Sentani dalam melaksanakan aktivitas 7.2.Membangun jemaat yang bersaksi dan
kesaksian sebagai gereja “misi”) memberitakan injil
7.3.Aktivitas pengembalaan
7.4.Membangun pertisipasi warga jemaat
dalam hidup berbangsa dan bernegara
8 Penyelenggaraan Pelayanan 8.1.Lingkungan hidup
(mencakup kapasitas Klasis GKI 8.2.Pendidikan dan pengajaran
Sentani dalam melaksanakan aktivitas 8.3.Peningkatan kesejahteraan
pemeliharaan dan perhatian khusus 8.4.Aksi kasih
serta pengembangan kualitas jemaat) 8.5.budaya
Dari studi yang ada, delapan faktor di atas mengandung unsur: (1) syarat mendapatkan
sertifikasi kualitas manajemen standard internasional, (2) prinsip-prinsip pengelolaan dan
kepengurusan organisasi yang baik (good governance), (3) kemampuan organisasi
mengantisipasi masa depan, serta (4) penyelenggaraan panggilan utama lembaga gereja
(tri tugas panggilan gereja).
Selanjutnya berdasarkan instrumen yang sudah berbentuk kuesioner, diberikan
kesempatan bagi masing-masing pihak yang mewakili stakeholders (pemangku
kepentingan) Kalsis GKI Sentani untuk memberikan penilaian. Dari kuesioner yang masuk
dan telah mewakili responden di 48 jemaat serta 2 jemaat kategorial bahkan ada juga dari
Pemangku Kepentingan Eksternal didapat suatu data seperti tercantum dalam tabel
berikut ini:
Tabel 3. Kompilasi Hasil Penilaian Kinerja Klasis GKI Sentani1
No Faktor yang dinilai Nilai (Scala 0 -
1 Fokus kepada Jemaat 5)
2 Kepemimpinan 2,90
3 Manajemen Sumberdaya 2,50
4 Pengelolaan Lembaga Yang Baik 2,56
5 Mengelola Perubahan 2,92
6 Penyelenggaraan Persekutuan 2,77
7 Penyelenggaraan Pelayanan 3,37
8 Penyelenggaraan Kesaksian 3,01
2,66
Rata- Rata 2,84
1 Secara lebih rinci hasil kompilasi beserta berbagai masukan dari pengisi dapat dilihat pada lampiran 4. Kompilasi Hasil
Kuesioner.
50
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa angka rata-rata penilaian pemangku kepentingan
terhadap kinerja klasis GKI Sentani di tahun 2022 ini adalah 2,84 dari skala 0-5. Ini
menunjukkan masih dibawah angka cukup baik (3). Untuk lebih memaknai angka-
angka tersebut, berikut adalah bentuk grafik-nya.
Grafik 2. Kompilasi Hasil Penilaian Kinerja Klasis GKI Sentani
Nilai (Scala 0 - 5)
3.50
3.00
2.50
2.00
1.50 Fokus kepada
1.00 Jemaat
0.50 Kepemimpinan
0.00
Manajemen
Sumberdaya
Pengelolaan
Lembaga Yang Baik
Mengelola
Perubahan
Dari grafik di atas tampak bahwa kinerja yang dimiliki Klasis GKI Sentani di mata
pemangku kepentingannya rata-rata masih di bawah nilai "cukup" (skor = 3). Ada
dua faktor yang dinilai di atas "cukup" yaitu Penyelenggaraan Persekutuan (3,37)
dan Penyelenggaran Pelayanan (3,01). Keenam faktor lain dinilai masih "kurang dari
cukup". Berdasarkan urutannya keenam faktor yang dinilai kurang dari cukup
adalah: Pengelolaan Lembaga Yang Baik - Good Governance (2,92), Fokus pada Jemaat
(2,90), Mengelolan Perubahan (2,77), Penyelenggaraan Kesaksian (2,66), Manajemen
Sumberdaya (2,56), dan Kepemimpinan (2,50).
Dengan fakta yang ada di atas maka dapat dikatakan bahwa semua faktor di dalam
Klasis GKI Sentani membutuhkan pembenahan, agar dapat memenuhi harapan
Pemangku Kepentingan Klasis GKI Sentani karena masih kurang dari nilai "baik
sekali" (skor = 5). Kalaupun sudah ada dua faktor yang dinilai cukup, namun masih
dibawah nilai Baik (skor = 4) maupun Baik Sekali (skor = 5).
Untuk dapat memahami lebih mendalam apa saja hal-hal yang diharapkan oleh
Pemangku Kepentingan Klasis GKI Sentani, maka berikut adalah ringkasan dari
51
hasil kompilasi Kuesioner, Diskusi Kelompok Fokus (focus Group Discussion - FGD)
dan Wawancara Mendalam (In dept Interview).2
1. Harapan-harapan Pemangku Kepentingan Terhadap Klasis GKI Sentani
Dari semua masukan Pemangku Kepentingan Klasis GKI Sentani, baik internal
maupun eksternal maka dapat diidentifikasi harapan-harapan mereka seperti
terlampir3. Secara keseluruhan harapan-harapan tersebut dapat dikelompokkan
menjadi:
a. Umum:
Pada umumnya pemangku kepentingan klasis GKI Sentani sangat mengharapkan
adanya pembaruan kualitas secara signifikan dari eksistensi klasis GKI Sentani agar
dapat lebih optimal menjalankan tugas dan panggilannya sebagai Gereja di tengah-
tengah jaman ini. Tri Tugas Panggilan Gereja (bersekutu, bersaksi dan melayani)
diharapkan dapat dioptimalkan lebih berkualitas dengan mempertimbangkan
perubahan-perubahan yang terjadi di eksternal.
b. Aspek Spiritual:
Pemangku kepentingan Klasis GKI Sentani mengharapkan adanya pengembangan
teologi yang kontekstual yang bersumber dari Alkitab Perjanjian Lama dan Baru
sebagai pegangan dan penuntun hidup sehari-hari individu, bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara. Gereja sebagai sumber pengajaran teologi diharapkan
mampu membangun kecerdasan spiritual warganya yang semakin membutuhkan
pegangan dalam menghadapi situasi kehidupan yang semakin berat.
c. Aspek Arahan Organisasi:
Diperlukan adanya Visi klasis GKI Sentani yang tetap teologis namun lebih
"membumi" dan dapat diukur dalam rentang waktu yang jelas. Dengan demikian
semua pemangku kepentingan yang mayoritas bukan dari kalangan teologi akan
lebih paham, yakin dan semangat untuk bersatu dan secara bersama-sama mencapai
Visi tersebut. Juga dibutuhkan rumusan Misi yang lebih mudah dipahami oleh
seluruh pemangku kepentingan sebagai payung atau induk berbagai kebijakan
Organisasi dan tetap dalam koridor teologis Gereja.
2 Secara lebih rinci dapat dilihat pada lampiran 5 & 6.
3 Secara lebih detail juga dapat dilihat dalam lampiran 4, 5 & 6. Hasil Kompilasi Kuesioner, Focus Group Discussion & In
Depth Interview dengan Pemangku Kepentingan Klasis GKI Sentani.
52
d. Aspek Penjabaran Misi:
Pemangku kepentingan merasakan kebutuhan mendesak agar ada penjabaran Misi
yang selama ini kurang di eksplisit-kan, yaitu: Tata Nilai dan Strategi Utama
lembaga Klasis GKI Sentani. Hal ini dimaksudkan agar semua talenta yang dimiliki
dapat disatukan untuk bersinergi dan dioptimalkan demi mencapai Visi bersama.
e. Aspek Kepemimpinan:
Di semua aras dari Unsur-unsur jemaat, Majelis jemaat dan Klasis serta juga
lembaga-lembaga di bawah naungan klasis GKI Sentani dirasakan masih sangat
membutuhkan pemimpin yang kuat, berintegritas, professional dan berhati gembala.
Juga dibutuhkan pemimpin yang memiliki kemampuan strategis yang mumpuni
serta berorientasi kepada visi (strategic and vison driven leadership).
f. Aspek Infrastruktur Organisasi:
Pemangku Kepentingan klasis GKI Sentani juga menekankan aspek perlunya
pengelolaan semua sumber daya dengan efektif dan efisien termasuk di dalamnya
sumberdaya internal dan eksternal Organisasi. Sumberdaya internal, baik yang
berwujud (Keuangan, Sumber Daya Manusia, Teknologi, Tanah, Gedung, Alat
Transportasi, Badan Usaha, dll.) maupun yang tidak berwujud (Pengajaran Teologi,
Kebijakan, Struktur Organisasi, Tata Nilai, Nama Baik, Manajemen, Keterpercayaan,
Keahlian, Budaya Kerja, Panggilan, dll.) harus terus menerus dioptimalkan dengan
professional dan penuh integritas di dalam semangat Kekristenan. Begitu juga
dengan sumberdaya eksternal berwujud (Mitra, Donor, Masyarakat) maupun
sumberdaya eksternal tak berwujud (Jejaring, Rasa Percaya Pihak Lain, Keamanan &
Kesejahteraan Negara) harus pula dioptimalkan secara bertanggungjawab untuk
mendukung pencapaian visi bersama. Kualitas sumberdaya manusia dan
pemanfaatan teknologi menjadi sorotan yang cukup tajam bagi Pemangku
Kepentingan demi optimalisasi fungsi Organisasi Klasis GKI Sentani.
B. Aspek Kinerja Keuangan
Klasis Sentani sebagai penanggungjawab didalam pengelolaan keuangan
gereja dan pengelolaan aset mulai dari proses penganggaran sampai proses
pertanggungjawaban APBG yang mempunyai tugas antara lain pelaksanaan
53
pelayanan administratif, pelayanan bidang keuangan gereja dan pelayanan pada
bidang pengelolaan asset gereja GKI di Tanah Papua.
Kegiatan pelayanan di bidang pengelolaan keuangan gereja meliputi
penyiapan bahan penyusunan dan kebijakan keuangan Gereja berupa pemberian
pedoman penyusunan anggaran, pedoman penatausahaan keuangan gereja,
pedoman Peraturan Gereja GKI Tanah Papua. Selain melakukan pembinaan berupa
sosialisasi dan pembinaan teknis di bidang pengelolaan keuangan gereja. Sedangkan
pengelolaan aset gereja berupa pemberian pedoman penyusunan Rencana
Kebutuhan Barang Milik Gereja dan Rencana Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik
Gereja, pedoman penatausahaan dan penyusunan aset, serta pembinaan pengelolaan
aset Klasis GKI Sentani. Dalam pelaksanaan kegiatan pengelolaan administrasi
keuangan dan aset daerah dilingkungan Klasis Sentani mengikuti peraturan GKI
Tana Papua yang berlaku.
Adapun program/kegiatan, besarnya anggaran dan realisasi anggaran yang
digunakan untuk mencapai kinerja pelayanan Klasis Sentani dapat dilihat pada
Tabel 2.7.
54
Tabel 2.7.
Jumlah Anggaran Pendanaan dan Belanaja Dalam Mencapai Kinerja Pelayanan
Tahun 2017-2022
NO. MATA ANGGARAN ANGGARAN PENDAPATAN
12 TAHUN 2017 TAHUN 2018 TAHUN 2019 TAHUN 2020 TAHUN 2021
PENDAPATAN KONVENSIONAL 3 7
456
I DANA KLASIS
III PENDAPATAN IN-KONVENSIONAL Rp 2,112,645,940 Rp 1,689,724,780 Rp 1,697,888,560 Rp 1,535,315,905 Rp -
IV PENDAPATAN LAIN-LAIN Rp 57,690,000 Rp 10,110,000 Rp 4,839,000 Rp 7,453,000 Rp -
Rp 707,788,256 Rp 1,976,524,100 Rp 2,004,230,700 Rp 2,287,853,960
TOTAL PENDAPATAN Rp 2,878,124,196 Rp 3,676,358,880 Rp 3,706,958,260 Rp 3,830,622,865 Rp -
NO. MATA ANGGARAN ANGGARAN BELANJA
A. BELANJA SETORAN TAHUN 2017 TAHUN 2018 TAHUN 2019 TAHUN 2020 TAHUN 2021
I. BELANJA SETORAN
B BELANJA RUTIN Rp 1,843,067,920 Rp 52,652,100 Rp 47,816,000 Rp 31,932,000 Rp -
I BELANJA PEGAWAI
II BELANJA BARANG Rp 2,240,726,502 Rp 2,390,163,698 Rp 2,266,609,504 Rp 2,849,426,200 Rp -
III BELANJA PEMELIHARAAN Rp 517,674,885 Rp 381,106,461 Rp 337,177,054 Rp 438,375,150 Rp -
IV BELANJA PERJALANAN DINAS Rp 125,238,302 Rp 41,161,498 Rp 38,431,001 Rp 62,943,900 Rp -
V BELANJA LAIN-LAIN Rp 479,069,000 Rp 185,870,000 Rp 253,365,400 Rp 153,250,000 Rp -
VI BELANJA PROGRAM Rp 170,066,000 Rp 150,741,000 Rp 135,708,000 Rp 149,941,000 Rp -
Rp 2,151,525,766 Rp 514,656,950 Rp 335,886,200 Rp 287,169,100 Rp -
TOTAL BELANJA Rp 7,527,368,375 Rp 3,716,351,707 Rp 3,414,993,159 Rp 3,973,037,350 Rp -
SURPLUS (DEFISIT)
SALDO AWAL Rp (367,680,786) Rp (39,992,827) Rp 291,965,101 Rp (12,417,385) Rp 4,835,702,120
SALDO AKHIR
Rp 721,895,373 Rp 354,214,587 Rp 314,221,760 Rp 606,186,861 Rp -
Rp 354,214,587 Rp 314,221,760 Rp 606,186,861 Rp 4,835,702,120
Sumber Data : Laporang Keuangan Klasis Sentani (Audited) Tahun 2017-2021
Berdasarkan Tabel 2.7 bahwa jumlah anggaran yang dialokasikan melalui
program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Klasis Sentani dari tahun
2017-2022 terus berfluktuasi dan ratio realisasi anggaran dari tahun ke tahun
meningkat. Sedangkan Program Pembinaan dan Fasilitasi Pengelolaan Keuangan
Klasis terus meningkat dari tahun ke tahun dan ratio realisasi anggarannya adalah
100 %.
2.1.TANTANGAN,PELUANG, ANCAMAN PELAYANAN
Dalam penyelenggaraan pelayanan, Klasis Sentani tidak lepas dari tantangan,
peluang dan ancaman yang dihadapi.
Berdasarkan analisis lima tahun terakhir (2017-2021) dan melengkapi hasil
identifikasi tren perubahan global, nasional, kehidupan umat beragama, serta
perkembangan situasi Papua yang tercantum dalam Visi, Misi GKI di TP tahun 2011-
2036, beberapa hal berikut ini adalah kondisi yang perlu mendapat perhatian serius
dari Klasis GKI Sentani dalam melangkah lima tahun ke depan.
1. Percepatan Penggunaan Teknologi Informasi
Gelombang era industri 4.0 yang ciri utamanya adalah penggunaan teknologi
informasi berbasis internet memberikan pengaruh sangat kuat bagi kehidupan
masyarakat dan umat di dalam kehidupan sehari-hari. Tuntutan untuk hidup yang
lebih efisien dan efektif memanfaatkan peralatan komunikasi berbasis internet
menjadi semakin kuat. Hal ini memberikan pengaruh kepada pola pikir, perilaku
dan bahkan budaya terutama di daerah perkotaan. Banyak hal yang menjadi sangat
transparan, egaliter, cepat, dan tanpa batas-batas struktural serta teritorial negara.
Tuntutan agar mengoptimalkan pola kerja berbasis digital (digitisasi) menjadi suatu
57
keharusan bagi hampir semua Lembaga baik pemerintah, bisnis, maupun Lembaga
nirlaba serta komunitas-komunitas, termasuk Lembaga Gereja di dalamnya.
Pengembangan sampai kepada proses layanan keluar berbasis digital (digitalisasi)
tidak dapat dibendung lagi. Di berbagai wilayah yang telah memiliki kelengkapan
infrastuktur dan kemampuan ekonomi yang kuat, proses tansformasi digital telah
berjalan. Hal ini melahirkan smart city dan smart life, dimana kehidupan menjadi
lebih efisien, efektif dan banyak kemudahan berbasis digital.
2. Kecenderungan Pola Pikir dan Perilaku di Era Global
Dampak Globalisasi membawa perubahan banyak aspek, bahkan sampai kepada
pola pikir masyarakat dan umat dimana adanya kesadaran tentang interdisipliner
dan intergenerasi. Persoalan kehidupan tidak dapat dipecahkan hanya dengan
keilmuan tunggal, tetapi membutuhkan multidisiplin berbagai ilmu. Analisis
komprehensif sebagai suatu keharusan untuk menghasilkan solusi bagi suatu
masalah dan pertimbangan utuh dalam pengambilan keputusan. Dalam
melaksanakan suatu pekerjaan membutuhkan keterlibatan semua generasi. Dengan
dominasi tiga generasi saat ini yakni generasi X (lahir 1964-1994), Generasi Y (lahir
1995-2010), dan generasi Z (lahir sesudah 2010) maka dibutuhkan suatu kombinasi
tim kerja ketiga generasi ini untuk dapat menghadirkan karya-karya yang berhasil.
Sinergitas ketiga generasi ini akan melahirkan output, outcome dan impact yang
jauh lebih besar daripada yang dilakukan hanya oleh satu generasi saja.
3. Post Modernism dan Post Truth
Tanda-tanda Post modernism adalah adanya percampuran budaya dan penolakan
narasi besar serta menguatnya narasi-narasi kecil. Orang cenderung
mempertanyakan otoritas yang memegang kebenaran. Organisasi yang birokratis
dan rumit cenderung digantikan dengan semangat kesetaraan. Ada kecenderungan
juga orang semakin ahistoris termasuk tidak lagi menghargai kesejarahan dan
tradisi baku, resmi dan formal serta digantikan dengan penciptaan sejarah serta
tradisinya sendiri. Orang juga cenderung mempercayai kebenarannya sendiri yang
bersumber dari berbagai informasi yang sangat terbuka di era digital. Hal-hal yang
diviralkan melalui media social menjadi basis orang untuk memilih kebenarannya
sendiri, dan meninggalkan sumber-sumber kebenaran baku.
4. Desakan akan Adaptasi, Inovasi dan Kolaborasi
Untuk dapat melahirkan karya-karya yang dapat memenuhi kebutuhan dan
keinginan masyarakat maka setiap individu dan Lembaga dituntut untuk
melakukan adaptasi terhadap segala yang berkembang, inovasi dengan semangat
menghadirkan sesuatu yang baru, dan kolaborasi untuk mensinegikan berbagai
potensi. Adaptasi dan inovasi membutuhkan kapasitas dan kapabilitas yang harus
dikembangkan secara terus menerus. Juga membutuhkan nilai-nilai yang tetap
menjaga semangat dasar dan panggilan Lembaga dalam karya dan pelayanan.
Kolaborasi menjadi suatu tuntutan oleh karena sinergitas Bersama pihak lain akan
semakin memperkuat kapasitas dan kapabilitas bersama.
5. Pandemi Covid-19
Sejak awal tahun 2020 Corona Virus Diseases 19 (Covid-19) yang sudah menjadi
pandemi dan menyerang paru-paru manusia serta mengakibatkan kematian sangat
58
banyak telah menyerang hampir seluruh negeri di dunia ini. Indonesia mengalami
dampak yang sangat luar biasa dimana per tanggal 21 November 2021 total
penduduk yang terinfeksi covid-19 sebanyak 4.253.412 orang dan yang berhasil
sembuh sebanyak 4.101.547 orang. Angka kematian akibat covid-19 di Indonesia ada
143.739 orang. Vaksinasi tahap pertama yang sudah dilakukan pemerintah sampai
hari ini mencapai 143.418.286 orang, sedangkan tahap kedua mencapai 89.220.341
orang. Pemerintah menargetkan sampai Februari 2022 bisa mencapai kekebalan
komunitas dimana 70 persen penduduk Indonesia sudah divaksinasi tahap kedua.
Meskipun demikian belum ada jaminan seratus persen kapan pandemic akan
berakhir. Dampak pandemi selain terhadap kesehatan masyarakat juga terhadap
pelambatan ekonomi. Yang lebih mengkhawatirkan adalah dampak Pendidikan
terhadap anak-anak dan pengabaikan terhadap kaum disabilitas.
6. Perubahan Iklim
Perusakan alam yang terus menerus mengakibatkan perubahan iklim yang sangat
nyata dan dirasakan oleh hampir seluruh negeri. Bencana banjir dialami oleh negeri
yang maju dan memiliki infrastruktur pengendalian banjir yang mencukupi. Suhu
udara rata-rata lebih panas di berbagai belahan bumi. Perubahan musim terjadi
dimana-mana dan tidak dapat diprediksi. Fenomena ini kemungkinan besar akan
lebih buruk di masa depan oleh karena berbagai upaya pemulihan alam tidak
sebanding dengan perilaku merusak alam dimana-mana.
7. Dinamika Politik Indonesia dan Kemajuan Ekonomi
Indonesia sebagai negeri mayoritas muslim yang sangat tidak mudah dalam
mengelolanya telah mendapatkan pengakuan dan hormat yang sangat riil dari
berbagai pemimpin dunia, Hal ini didasarkan atas keberhasilan dalam
pembangunan infrastruktur, pengembangan ekonomi sampai kepada pengelolaan
dinamika politik yang sehat. Ada banyak faktor internal yang dapat merongrong
Indonesia, ditambah lagi ada pendemi covid-19 yang menghantam tanpa dapat
dihindari, namun semua indikator menunjukkan Indonesia berhasil mengatasi
semua tantangan yang ada dan menjadikan contoh dan inspirasi bagi negara-negara
lain. Namun demikian masih ada tantangan-tantangan riil yang terus dihadapi
antara lain: radikalisme dan ekstremisme agama, separatisme di beberapa daerah,
korupsi yang masih merajalela, serta persoalan hukum dan HAM.
8. Kondisi Masyarat di Daerah 3 T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal)
Daerah tertinggal adalah daerah kabupaten yang wilayah serta masyarakatnya
kurang berkembang dibandingkan dengan daerah lain dalam skala nasional. Ada
setidaknya 62 daerah dari 542 daerah yang ada di Indonesia memiliki wilayah yang
masuk dalam kategori terdepan, terpencil dan tertinggal. Hal ini sesuai dengan
Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2020 tentang Penetapan Daerah Tertinggal
Tahun 2020-2024. Kriteria daerah tertinggal adalah: ekonomi masyarakat,
sumberdaya manusia, sarana dan prasarana, kemampuan keuangan daerah,
aksesibilitas, dan karakteristik daerah. Keterbatasan pembangunan infrastruktur
dan pembangunan di berbagai sektor mengakibatkan perkembangan pendidikan,
kesehatan, pemenuhan sandang, pangan serta perumahan masyarakat menjadi
59
sangat tertinggal. Daerah tertinggal yang ditetapkan pemerintah paling banyak
adalah di wilayah Papua.
c. TUGAS dan Panggilan GKI Di Tanah Papua di Tengah Perubahan Zaman
Untuk menegaskan tugas dan panggilan Klasis GKI Sentani terutama di tengah
perubahan zaman yang sangat cepat agar tetap mampu menjawab tantangan yang
ada, maka hal-hal berikut perlu mendapatkan perhatian secara khusus.
1. Sebagai Lembaga yang mendasarkan diri kepada Firman Tuhan berdasarkan
Alkitab, Klasis GKI Sentani memiliki tugas dan panggilan untuk mewujudkan visi
teologi: “Kerajaan Allah” dan visi tahun 2036 berdasarkan Ketetapan Nomor:
VI/TAP/SS-XVI/GKI/2011 di Sentani tentang Visi, Misi dan Rencana Strategis GKI
Di Tanah Papua menuju tahun 2036: “Menjadi Gereja Pembawa Keadilan,
Kedamaian dan Kesejahteraan.” Dalam mewujudkan kedua visi di atas Klasis GKI
Sentani dituntut untuk terus mempertimbangkan dengan sangat serius berbagai
dinamika dan perubahan yang terjadi, juga memerlukan sosialisasi nilai-nilai
yang dapat menjadi pedoman dalam arak-arakan bersama untuk melangkah ke
masa depan.
2. Dinamika perubahan yang ada memunculkan berbagai tantangan yang harus
dihadapi sekaligus memunculkan banyak peluang yang dapat dimanfaatkan
untuk menjadikan Klasis GKI Sentani selalu relevan dan mampu menghadirkan
tanda-tanda kerajaan Allah di dunia ini. Untuk melengkapi berbagai keberhasilan
perjalanan lima tahun terakhir yang dicapai Klasis GKI Sentani, beberapa hal
yang perlu mendapatkan penekanan dalam lima tahun ke depan adalah
kesadaran dan kepedulian terhadap:
a) Penguatan spiritualitas yang mampu menjawab tantangan di era industri 4.0,
sekaligus kepedulian terhadap masyarakat di wilayah 3 T (Terdepan,
Terpencil, dan Tertinggal),
60
b) Penguatan kapasitas dan kapabilitas warga jemaat dalam memanfaatkan
teknologi informasi berbasis digital,
c) Pemeliharaan ekologi dan pemanfaatan Sumber Daya Alam secara
bertanggungjawab,
d) Menghadirkan keberpihakan nyata terhadap kaum yang tertinggal, disabilitas
dan para korban bencana,
e) Memberdayakan dan mengutus sebanyak mungkin anggota jemaat untuk
menjadi berkat di berbagai medan pelayanan di luar Gedung Gereja.
3. Sesuai dengan tri tugas panggilan Gereja: Bersekutu, Bersaksi dan Melayani Klasis
GKI Sentani perlu menegaskan ulang tentang pengorganisasian yang secara
eksplisit ketiga tugas di atas sekaligus beradaptasi terhadap berbagai aspirasi dan
perubahan yang semakin cepat, masif serta merasuk ke segala bidang kehidupan.
Tuntutan akan efisiensi dan efektivitas hendaknya terus diupayakan dan
bersamaan dengan itu tetap mengedepankan nilai-nilai pastoral untuk
memberdayakan semua pihak yang turut ambil bagian dalam pelayanan Klasis
GKI Sentani.
A. ANALISIS SWOT
Metode analisis yang sering dan lazim dipakai dalam rangka menyusun strategi lembaga
adalah SWOT Analysis. Namun untuk lebih menekankan kepada prioritas tantangan eksternal
yang sungguh-sungguh riil dihadapi Klasis GKI Sentani, maka di bawah ini dipilih analisis
TOWS (Threats, Opportunities, Weaknesses & Strength = Ancaman & Peluang Eksternal,
Kelemahan & Kekuatan Internal). Dengan metode analisis ini diharapkan aspek kewaspadaan
dan daya antisipatif terhadap situasi eksternal yang dapat mewarnai strategi yang akan dipilih.
Hasil kompilasi dari TOWS analysis yang didapatkan dari penyebaran kuesioner, diskusi
kelompok fokus (focus group discussion) dan wawancara mendalam (in depth interview)
kepada pemangku kepentingan pada Klasis GKI Sentani adalah seperti tampak dalam dua
tabel dan grafik berikut ini.
1. Hasil analisis terhadapt Faktor Esternal yang akan dihadapi oleh Klasis GKI Sentani dapat
dilihat pada tabel berikut ini:
61
Tabel 2.8
Eksternal Strategies Factors Analysis Summery (ESFAS)
NO URAIAN BOBOT RATING Bobot x Rating
1 A.Peluang (Opportunities) 1.0-0.0 (1-4) 0.2
2 Kemitraan Lokal, Nasional dan 0.10 2 0.1
3 Internasional 0.05 2 0.3
4 Hadirnya suku lain kedalam 0.10 3 0.3
5 gereja 0.10 3 0.45
Pemekaran Daerah 0.15 3 1.35
1 Wilayah penginjilan masih 0.50
2 terbuka (4-1) 0.8
Penggunaan Teknologi 0.8 1
3 Jumlah 0.8
4 0.8 1
5 A.Resiko ( Risks) 0.24
Total Perkembangan sekte, aliran 0.12 2
kepercayaan dan gereja lain lebih 0.1
pesat 0.10 1 0.12
Perubahan dunai yang cepat dan 1 2.06
perkembangan berbagai paham, 0.12 6.82
serta globalisasi disegala bidang 0.5
Kesenjangan sosial masyarakat 1.00
dan dekradasi moral, seperti
pornografi, seks bebas,
narkoba,kriminalitas dan
premanisme
Masuknya budaya lain yang
merusak kerukunan, dengan
kelompok muslim
Islamisasi terselubung, perda
syariah
Jumlah
Berdasarkan tabel ESFAS diatas dapat diketahui bahwa peluang yang dimikili klasis
GKI Sentani sebesar 1.35% sedangkan Resiko yang dihadapi olah klasis GKI Sentani
adalah sebesar 2.06, sehingga dapat ditotalkan antara Peluang dan Resiko sebesar
6.82%.
2. Sedangkan untuk mengetahui faktor Internal Kalsis GKI Sentani dapat dilihat pada
tabel berikut ini :
62
Tabel 2.9.
Internal Strategies Factors Analysis Summery (ISFAS)
NO URAIAN BOBOT RATING Bobot x Rating
A.Kekuatan (Strengths) 1.0-0.0 (1-4)
Perilaku anggota Jemaat :lembut,
berbahasa sopan,kekerabatan, 0.15 3 0.45
1 kepedulian, dan kebersamaan
Mudah bergaul, adaptif, toleran 0.1 2 0.2
2 (rukun)
Penyelenggaraan seluruh ibadah 0.15 4 0.6
3 terlaksana secara rutin
4 Semangat kemandirian 0.05 3 0.15
5 Kepemilikan aset gereja 0.05 3 0.15
Jumlah 0.5 1.55
A.Kelemahan (Weakness) (4-1)
Kepemimpinan yang lemah di 0.1 1 0.1
1 semua dan kurannya pengkaderan
Kurangnya penginjilan, misi
keluar baik secara langsung atau
melalui program khusus, melalui 0.1 1 0.1
aspek budaya,politik, ekonomi,
2 lingkungan dll
Kurangnya fanatisme dan
partisipasi jemaat untuk 0.1 1 0.1
3 memajukan Gereja
Manajemen Gereja kurang efektif 0.1 1 0.1
dan efisien
Kebijakan dan keputusan dan
program gereja kurang menjawab 0.1 1 0.1
5 kebutuhan gereja
Jumlah 0.5
Total 1.5 4.1
Berdasarkan hasil analisis IFAS untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan yang
ada pada Internal Klasis GKI Sentani, dari tabel tersersubut dapat diketahui bahwa
kekuatan yang dimiliki klasis GKI Sentani adalah sebesar 1,55% sedangkan
kelemahan yang di miliki klasis GKI Sentani adalah sebesar 0,5% sehingga total
kekuatan dan kelemahan yang dimiliki Klasis GKI Sentani adalah sebesar 4.1 %.
63
BAB- III
VISI & MISI, NILAI-NILAI SERTA STRATEGI UTAMA
KLASIS GKI SENTANI
3.1. Visi dan Misi Klasis GKI Sentani
3.1.1. Visi dan Misi Teologis
Visi adalah cita-cita, harapan, dan sesuatu yang di idam-idamkan oleh Klasis
GKI Sentani untuk dapat terwujud di masa depan.
Misi adalah sesuatu yang harus dilakukan untuk mewujudkan visi sekaligus
sebagai amanat agung, tugas suci dan tanggung jawab Klasis GKI Sentani.
Sesuai dengan Ketetapan Sidang Sinode XVII di Waropen Nomor: VI/TAP/SS-
XVI/GKI/2022 tentang Visi, Misi dan Rencana Strategis GKI di TP, menuju
tahun 2036, dan, agar tetap menjaga kesinambungan pelayanan sekaligus
fokus terhadap periode kerja 2022-2027, maka perlu penegasan ulang tentang
Visi dan Misi Teologis sebagai payung Visi dan Misi Klasis GKI Sentani tahun
2022-2027.
1. Visi Teologis Klasis GKI Sentani: “Kerajaan Allah.”
2. Misi Teologis Klasis GKI Sentani: “Menghadirkan tanda-tanda Kerajaan
Allah.”
3.1.2. Visi dan Misi Klasis GKI Sentani thn 2022-2027
Di bawah terang visi dan misi teologis di atas, dalam rangka melanjutkan
upaya mewujudkan visi Klasis GKI Sentani tahun 2036, maka visi dan misi
2022-2027 Klasis GKI Sentani adalah:
1. Visi Klasis GKI Sentani Tahun 2022-2027:
“Menjadi Gereja Pembawa Keadilan, Kedamaian dan Kesejahteraan.”
Menjadi = suatu keadaan, sekaligus proses tiada henti menuju ke suatu
keadaan tertentu. Gereja = Eklesia, perkumpulan orang yang dipanggil
dan dipilih Tuhan keluar dari kegelapan kepada terang (Efesus 5:8).
Pembawa = subyek yang aktif memegang atau mengangkat sesuatu sambil
berjalan atau bergerak dari satu tempati ke tempat lain. Keadilan =
Adanya kondisi yang (1) sama berat; tidak berat sebelah; tidak memihak,
(2) berpihak kepada yang benar; berpegang pada kebenaran, (3)
sepatutnya; tidak sewenang-wenang. Kedamaian = Adanya kondisi yang
(1) tidak ada perang; tidak ada kerusuhan; aman, (2) tenteram; tenang, dan
(3) rukun; tidak bermusuhan. Kesejahteraan = “Aman, Sentosa, Makmur,
dan selamat” secara: (1) spiritual (pemulihan, penyembuhan, sukacita, dan
damai sejahtera), (2) material (Kesehatan, ekonomi dan keuangan,
pekerjaan, karier, dan harta benda), (3) sosial (persaudaraan, pergaulan
sosial, jodoh, rumah tangga, dan anak-anak).
64
2. Misi Klasis GKI Sentani 2022-2027:
“Menjalankan Tritugas Panggilan Gereja, dengan Semangat
Kebersamaan dan Cinta Kasih.”
2.1 Menjalankan Tri Tugas Panggilan Gereja (bersekutu, bersaksi, dan
melayani) berbasis pada Alkitab.
2.2 Meningkatkan kecintaan semangat kebersamaan di kalangan jemaat
dan masyarakat.
2.3 Menumbuhkembangkan cinta kasih kepada Allah, sesama dan
keutuhan ciptaan.
Visi dan Misi di atas harus terus disosialisasi secar terus menerus dan
konsisten kepada seluruh pemangku kepentingan agar menjadi pemersatu
dalam ara-arakan bersama Klasis GKI Sentani menjalankan semua program
tahun 2022-2027.
3.2. NILAI NILAI
Nilai-nilai (Values) adalah prinsip-prinsip dan ide bersama yang menuntun
pikiran serta tindakan setiap individu di dalam organisasi. Nilai-nilai adalah
juga gambaran karakter atau ciri khas suatu organisasi.
Nilai-nilai harus ditunjukkan secara konsisten oleh GKI Di TP sebagai institusi
didalam: menjalankan misinya, mengambil keputusan, dan bertindak. Nilai-
nilai harus juga ditunjukkan secara konsisten oleh warga jemaat GKI Di TP di
dalam: menjalankan misinya, mengambil keputusan, memberikan pelayanan,
bertindak, dan berinteraksi dengan pihak lain.
Sesuai dengan dokumen Ketetapan Sidang Sinode XVI di Sentani Nomor:
VI/TAP/SS-XVI/GKI/2011 tentang Visi, Misi dan Rencana Strategis GKI di
Tanah Papua menuju tahun 2036, nilai-nilai GKI Di Tanah Papua dapat
disingkat menjadi PK4, yaitu: Persekutuan, Kebersamaan, Ketekunan,
Kesetiaan, dan Ketaatan Iman.
Nilai-nilai yang telah ditetapkan harus terus disosialisasi dan dihidupi secara
konsisten agar menjadi laku hidup (way of life) seluruh warga jemaat GKI Di
Tanah Papua. Sesuai dengan perkembangan realitas yang ada, dimana
memerlukan penyederhanaan dari nilai-nilai agar memudahkan sosialisasi
dan implementasi, maka nilai-nilai GKI Di Tanah Papua 2022-2027 adalah:
65
1. Kesehatian
2. Ketekunan
3. Kesetiaan, dan
4. Ketaatan Iman
Dengan keempat nilai-nilai di atas, maka Klasis GKI Sentani sebagai institusi
bersama-sama setiap warga jemaat GKI Di TP akan memiliki kekuatan yang
menopang sinergitas semua potensi dan sumber daya yang dimiliki dalam
mewujudkan visi: “Menjadi Gereja Pembawa Keadilan, Kedamaian, dan
Kesejahteraan.
Diperlukan tindak lanjut yang konkret untuk dapat menerapkan keempat
nilai-nilai di atas sehingga menjadi kebiasaan dan akan membentuk budaya
kerja yang positif untuk menjalankan misi dan mendukung terwujudnya visi
GKI Di TP.
3.3. Strategi Utama Klasis GKI Sentani 2022-2032
Strategi adalah langkah-langkah kunci dan utama untuk dapat menjalankan
misi dan mewujudkan visi.
Strategi utama Klasis GKI Sentani mengacu pada Starategi Utama yang sudah
ditetapkan sesuai dokumen Ketetapan Sidang Sinode XVI di Sentani Nomor:
VI/TAP/SS-XVI/GKI/2011 tentang Visi, Misi dan Rencana Strategis GKI di
Tanah Papua menuju tahun 2036, yaitu strategi lima tahap masing-masing
lima tahun yang dilakukan secara menyeluruh, paralel dengan penekanan
pada fokus yang berbeda, yaitu:
1. Tahap Konsolidasi Eksistensi ( Tahun 2012-2017)
2. Tahap Memperkuat Sinergi ( Tahun 2017-2022 )
3. Tahap Mendorong Inovasi ( Tahun 2022-2027 )
4. Tahap Optimalisasi Transformasi ( Tahun 2027-2032 )
5. Tahap Reformulasi Multidimensi ( Tahun 2032-2037 )
Menurut strategi pentahapan di atas, maka tahun 2022-2027 difokuskan pada
tahap 3, yaitu “mendorong inovasi.” Sesuai dengan kondisi internal, eksternal
dan tren yang ada, maka strategi ini masih sangat relevan. Tuntutan akan
adaptasi, inovasi, dan kolaborasi dapat didorong dengan mengacu pada
strategi “Mendorong Inovasi.”
66
67
BAB- IV
TUJUAN DAN SASARAN
4.1 TUJUAN DAN SASARAN RENSTRA KLASIS SENTANI DAERAH
4.1.1 Tujuan
Tujuan Strategis merupakan penjabaran atau implementasi dari Visi dan Misi yang
akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu lima tahun ke depan. Tujuan
Klasis Sentani agar dapat diketahui secara tepat apa yang harus dilaksanakan oleh
Klasis Sentani GKI Tanah Papua untuk mencapai Visi dan Misi dalam kurun waktu
tersebut dengan mempertimbangkan sumber daya dan kemampuan yang dimiliki,
maka ditetapkan tujuan jangka menengah Klasis Sentani tahun 2023-2027 adalah
Meningkatkan Pelayanan Gereja di Bidang Persekutuan, Pelayanan Pastoral,
Kesaksian,dan Penatalayan yang Berkualitas;
4.1.2 Sasaran
Sasaran merupakan penjabaran tujuan yang ditetapkan dan dialokasikan secara
periodik setiap tahun melalui serangkaian program dimana penetapannya
diperlukan untuk memberikan fokus pada penyusunan kegiatan dan pengalokasian
sumber daya organisasi. Semua tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dapat
dicapai melalui penyusunan dan pelaksanaan strategis yang tepat. Kaitan antara
tujuan dan sasaran Klasis Sentani Tahun 2023-2027 dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Bidang Persekutuan;
2. Bidang Pelayanan;
3. Bidang Kesaksian;
4. Bidang Penatalanyana.
68
Tabel 4.1.1
Tujuan dan Sasaran Renstra Klasis Sent
Tahun 2023-202
No Tujuan Sasaran
12 3
1 Meningkatkan Pelayanan I
p
Gereja di Bidang P
Persekutuan, Pelayanan
Pastoral, Kesaksian,dan
Penatalayan yang
Berkualitas
Meningkatkan I
kapsitas dan b
kapabilitas pelayan P
maupun warga jemaat
di bidang
Persekutuan,
Pelayanan Pastoral,
Kesaksian dan
Penatalayanan yang
Efektif dan Efisien”.
I
p
K
I
P
P
80
tani GKI Di Tanah Papua
27
Indikator/Tujuan Data Terget Kinerja
Sasaran Awal Tujuan/Sasaran pada Tahun Ke
2022 2023 2024 2025 2026 2027
4 5 6 7 8 9 10 11
Indeks Kepuasan 3,37 4,00 4,20 4,40 4,60 4,80 5,00
pelayanan di bidang
Persekutuan
Indeks Kepuasan di 3,01 4,00 4,20 4,40 4,60 4,80 5,00
bidang Pelayanan
Pastoral
Indeks Kepusasan 2,66 4,00 4,20 4,40 4,60 4,80 5,00
pelayanan di bidang 2,90 4,00 4,20 4,40 4,60 4,80 5,00
Kesaksian
Indeks Kepuasan
Pelayanan di bidang
Penatalayanan
0
BAB- V
STRATEGIS DAN ARAH PELAYANAN
5.1 STRATEGI KLASIS GKI SENTANI
Strategi pencapaian tujuan dan sasaran adalah langka-langka yang ditempul
oleh GKI Di Tanah Papua dan Klasis GKI Sentani sebagai upaya mewujudkan
tujuan dan sasaran pelayanan gereja. Strategi tersebut selanjunya dijelaskan
dalam serangkaian arah kebijakan serta penentuan program dan kegiatan yang
akan dilaksanakan dalam kurung waktu 2022-2027 . Adapun strategi dan arah
kebijakan untuk mencapai tujuan dan sasaran pelayanan gereja dan Klasis GKI
Sentani adalah :
Tujuan: Meningkatkan kualitas Pelayanan pada bidang, Persekutan,
Pelayanan , Kesaksian dan Penatalayan.
Sasaran : Meningkatnya pelayanan di Klasis dan Jemaat-jemaat pada Klasis
GKI Sentani secara efektif dan efisien
Strategi :
a. Bidang Persekutuan:
1. Terpenuhinya kebutuhan spiritualitas warga yang terimbas
gelombang industri 4.0
2. Terpenuhinya kebutuhan spiritualitas warga jemaat di 4
Lingkungan Pelayanan Klasis GKI Sentani dalam Konteks 3 T
(Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).
b. Bidang Pelayanan:
3. Terwujudnya pemeliharaan ekologi dan pemanfaatan
sumberdaya alam secara bertanggungjawab.
4. Terwujudnya keberpihakan nyata terhadap kaum yang
tertinggal, distabilitas dan para korban bencana,
c. Bidang Kesaksian:
5. Terwujudnya pemberdayaan dan pengutusan sebanyak
mungkin anggota jemaat untuk menjadi berkat di berbagai
medan pelayanan di luar Gereja.
6. Terwujudnya partisipasi aktif dalam gerakan oikumene dan
aktif di dalam dialog antar-iman.
d. Bidang Penatalayanan:
7. Terwujudnya penguatan kapasitas dan kapabilitas warga jemaat
dalam memanfaatkan teknologi informasi berbasis digital,
81
8. Terwujudnya profesionalisme manajemen dan kepemimpinan di
semua lingkup Klasis GKI Sentani.
5.2. ARAH PELAYANAN KLASIS GKI SENTANI
Adapun arah kebijakan klasis GKI Sentani selama 5 tahun yaitu tahun 2023-
2027 adalah sebagai berikut :
1. Tahun 2022/2023: Tahun Pembaruan adalah penekanan kepada
implementasi hasil-hasil keputusan sidang sinode yang menekankan
semangat pembaruan untuk menghadirkan berbagai inovasi dalam
persekutuan, pelayanan, kesaksian dan penatalayanan Klasis GKI
Sentani.
2. Tahun 2023/2024: Tahun Pemberdayaan adalah penekanan kepada
peningkatan kapasitas dan kapabilitas pelayan, dan anggota jemaat
untuk memenuhi kualifikasi yang memadai sesuai tuntutan zaman.
3. Tahun 2024/2025: Tahun Kesehatian adalah penekanan kepada
sinergitas pikiran, hati dan tindakan di dalam melaksanakan semua
keputusan Gereja dan melahirkan budaya baru berbasis nilai-nilai
Kesehatian, Ketekunan, Kesetiaan dan Ketaatan Iman.
4. Tahun 2025/2026: Tahun Kepedulian penekanan kepada gerakan belas
kasih kepada pihak-pihak yang terpinggirkan dan terabaikan, serta
kepada alam ciptaan.
5. Tahun 2026/2027: Tahun Kesaksian penekanan kepada memancarkan
kabar baik dengan hasil karya nyata dan dengan keteladanan kepada
semua pihak.
82
BAB- VI
RENCANA PROGRAM, KEGIATAN
DAN PENDANAAN
6.1. Rencana Pokok Program dan Kegiatan Pelayanan
Program adalah instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang
dilaksanakan oleh Komisi atau Urusan untuk mencapai sasaran dan tujuan
serta memperoleh alokasi anggaran, atau kegiatan pada aras jemaat yang
dikoordinasikan oleh PB Klasis.
Kegiatan adalah bagian dari program yang dilaksanakan oleh satu atau
beberapa komisi/urusan sebagai bagian dari pencapaian sasaran terukur pada
suatu program dan terdiri dari sekumpulan tindakan pengerahan sumber
daya baik yang berupa personil (sumber daya manusia), barang dan jasa serta
modal termasuk peralatan dan teknologi, dana, atau kombinasi dari beberapa
atau kesemua jenis sumber daya tersebut sebagai masukan (input) untuk
menghasilkan keluaran (output) dan berdampak pada capaian sasaran
program (hasil / outcome).
Rencana program dan kegiatan pelayanan di Klasis Sentani Tahun 2023 – 2027
disususn berdasarkan strategi dan arah kebijakan yang ditetapkan untuk
mencapai tujuan dan sasaran pelayanan pada Klasis GKI Sentani dengan
memperhatikan kondisi objektif pergumulan Jemaat di dalam lingkup
pelayanan Klasis Sentani. Strategi dan kebijakan untuk mecapai tujuan dan
sasaran pelayanan pada aras Jemaat dan Klasis GKI Sentani mengacu pada
hasil sidang Sionode Tahun 2022.
6.2.Program dan Kegiatan
Klasis GKI Sentani telah memiliki tradisi merumuskan Pokok-Pokok
Program Pelayanan Gereja (P4G) sebagai dokumen Rencana Strategis
(Renstra) yang mengatur tentang penjabaran program dan kegiatan yang
akan dilaksanakan selama 5 (lima) tahun (Tahun 2022 – 2027).
Penyusunan rencana program dan kegiatan berdasarkan hasil penjaringan
aspirasi jemaat melalui mekanisme penyampaian pertanyaan (kuesioner)
dan diskusi kelompok terfokus (Focus Group Discussion / FGD), Rapat
Pleno Diperluas, maupun Rumusan-rumusan Komis yang dihadiri oleh
semua peserta Sidang Klasis GKI Sentani. Hasil perumusan tujuan, sasaran
strategis dan kebijakan dijabarkan lebih lanjut ke dalam program dan
kegiatan terukur berdasarkan target kinerja dan anggaran kegiatan berbasis
kinerja.
83
6.2.1 Pokok-pokok Program 2022-2027
Pokok-Pokok Program Strategis lima tahunan mengacu pada renstra
5 tahun GKI Di TP, berdasarkan visi dan misi teologi maupun visi
dan misi tahun 2022-2027, maka secara umum terdapat 8 Sasaran
strategis dan 11 Dasar Pokok Program untuk mewujudkan visi dan
misi Klasis GKI Sentani tahun 2022-2027 sebagai berikut :
1. Program Peningkatan & Pemberdayaan Spiritualitas Umat
2. Program Peningkatan Kelembagaan
3. Program Peningkatan Sumber Daya Manusia
4. Program Peningkatan dan Pemberdayaan Ekonomi Gereja/Jemaat
5. Program Peningkatan Sarana Prasarana
6. Program Peningkatan Pemeliharaan Lingkungan
7. Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan
8. Program Peningkatan Penatalayanan Keuangan Gereja
9. Program Peningkatan dan Penatalanyanan
Personalia/Kepegawaian
10. Program Peningkatan Pelayanan Advokasi
11. Program Peningkatan Kajian Ilmiah di berbagai bidang
kehidupan
84
RENCANA STRATEGIS KO
KLASIS GK
( Tahun 2
TAHUN PERTAMA 2022-2023
Yang dimaksud dengan Tahun Pembaharuan adalah penekanan
menekankan semangat pembaharuan untuk menghadirka
NO TUJUAN SEKSI SASARAN
Pembaharuan 1. PAR Meningkatkan
&Peningkatkan kapsitas dan
Pelayanan PAR kapabilitas Anggota
yang Berkualitas PAR berbagai
Inovasi Pelayanan
Pembaharuan 2. PAM Meningkatkan
&Peningkatkan
Pelayanan PAM kapsitas dan
yang Berkualitas
kapabilitas Anggota
PAM berbagai
Inovasi Pelayanan
8
OMISI PEMBINAN JEMAAT
KI SENTANI
2022-2027)
3 : TAHUN PEMBAHARUAN
n kepada implementasi hasil-hasil keputusan Sidang Klasis yang
an berbagai inovasi dalam pelayanan KLASIS GKI Sentani.
PROGRAM KEGIATAN TARGET
STATEGIS CAPAIAN
Kepemimpinan,
Pembinaan & 1. Kursus dasar dan
Peningakatan
Kapasitas PAR lanjutan Guru-guru
Kepemimpinan, SM
Pembinaan &
Peningakatan 2. Penjemataan &
Kapasitas PAM
Penyatuan Kurikulum
3. Database/Statistik
PAR
4. Peneguhan Guru SM
1. MPO, LKD, LKPG
2. Database/Statistik
PAM
85
NO TUJUAN SEKSI SASARAN
Pembaharuan 3. PW Meningkatkan
&Peningkatkan
kapsitas dan
Pelayanan PW yang kapabilitas Anggota
Berkualitas PW berbagai Inovasi
Pelayanan
Pembaharuan 4. PKB Meningkatkan
&Peningkatkan
Pelayanan PKB kapsitas dan
yang Berkualitas
kapabilitas Anggota
PKB berbagai Inovasi
Pelayanan
TAHUN KEDUA 2023-2024 :
Yang dimaksud dengan Tahun pemberdayaan adalah penekan
anggota jemaat untuk memenuhi kualifika
NO TUJUAN SEKSI SASARAN
1. PAR
1 Meningkatkan Meningkatkan
kapsitas dan
Pelayanan PAR di kapabilitas Anggota
Bidang PAR untuk
Pemberdayaan, memenuhi tuntutan
yang Berkualitas zaman
8
PROGRAM KEGIATAN TARGET
STATEGIS CAPAIAN
Kepemimpinan, 1. Penjemataan
Pembinaan & Pedoman Pelayanan
Peningakatan Unsur PW
Kapasitas PW
2. Database/Statistik
Kepemimpinan, PW
Pembinaan &
Peningakatan 1. Penjemataan
Kapasitas PKB Pedoman Pelayanan
Unsur PKB
2. Database/Statistik
PKB
TAHUN PEMBERDAYAAN
nan kepada peningkatan kapasitas dan kapabilitas pelayan dan
asi yang memadai sesuai tuntutan zaman.
PROGRAM KEGIATAN TARGET
STRATEGIS
Peningkatan 1. Pelatihan dan
Kapsitas dan Pembinaan PI
Kapabilitas PAR bagi kelompok
Sebaya Remaja
86 dan Guru SM
PAR dan Pengajar