The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku Asyiknya Bermatematika dengan Media ini ditulis untuk memberikan sesuatu yang berbeda didalam matematika akan asyiknya belajar matematika menggunakan media atau alat bantu. Selama ini dalam belajar matematika hanya disuguhkan dengan hal-hal yang abstrak, diajak berpikir dan membanyangkan dengan memainkan imajinasi sehingga banyak yang belum mampu memahami apa yang dipelajari. Buku ini juga menyajikan cara cepat dalam melakukan perhituangan operasi bilangan bulat yang bisa dijadikan referensi anda dalam memberikan pengoperasian kepada siswa.
Selama ini matematika di anggap sebagai mata pelajaran yang dibenci atau ditakuti sebagian besar siswa karena sulitnya memahami akan materi yang diajarkan. Padahal matematika salah satu mata pelajaran wajib yang menjadi penentu kelulusan siswa atau tidak ketika berada di kelas akhir, karena matematika salah satu yang diujikan dalam Ujian Akhir Nasional (UAN).
Buku yang ada ditangan anda menjadikannya berbeda karena matematika di hadirkan dalam bentuk yang konkrit ataupun nyata yang dapat memudahkan untuk memahami materi yang akan dipelajari. Buku ini ingin membawa anda lebih santai dan asyik bermain dengan matematika agar timbul rasa senang ketika berhadapan dengan matematika.
Kehadiran buku ini menjadi jawaban salah satu kebutuhan anda untuk bisa menikmati dan menyukai matematika. Asyiknya belajar menggunakan media seperti saat kita bermain menggunakan alat sebagai bahan bermain. Contohnya bermain bola tentunya dibutuhkan alat agar gerakan yang dilakukan benar-benar nyata bukan hanya sekedar teori atau seorang komentator. Keterlibatan dalam penggunaannya akan menjadikan pengguna merasakan manpaat dari alat yang digunakan tersebut.
Dengan membaca buku ini diharapkan pembaca memiliki tambahan wawasan tentang banyak hal penggunaan media yang ada disekitarnya. Media yang digunakan tidak perlu mahal namun mudah ditemukan, murah harganya dan tepat penggunaannya. Penggunaan media dapat mendorong seseorang untuk mengembangkan ide dan mengkoneksikan dengan hal yang lain. Percayalah dengan menggunakan media akan lebih mudah memahami matematika dengan cepat.
Buku ini menyajikan beberapa penggunaan media yang dapat dengan mudah dipahami dalam belajar matematika. Adapun media yang akan diuraikan dalam buku ini antara lain ; Permainan Ular Tangga, Sirkuit Matematika, Keunikan angka 9, Kalkulator, Penggunaan papan petak, Tabel Matematika, Teka Teki Matematika, Kemasan Botol Minuman dll.
Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada Ikatan Guru Indonesia (IGI) yang telah membuka cakrawala berpikir saya pada Program SAGUSAKU dengan tema “Menulis Langsung Terbit” sehingga motivasi untuk menulis buku ini terselesaikan. Kepala Sekolah dan guru-guru SMPN 4 GAS yang selalu memberikan semangat yang luar biasa agar saya mampu menyelesaikan buku ini, Indra Mahardika sahabat backpacker saya selama di Malang yang menjadi inspirasi saya dalam menulis, serta lainnya yang telah menginspirasi saya dalam menuliskan buku ini. Saya sangat terbuka atas kritikan dan masukan untuk kesempurnaan buku ini agar kedepan lebih baik lagi.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by BHP RIAU, 2020-11-05 02:15:34

ASYIKNYA BERMATEMATIKA DENGAN MEDIA

Buku Asyiknya Bermatematika dengan Media ini ditulis untuk memberikan sesuatu yang berbeda didalam matematika akan asyiknya belajar matematika menggunakan media atau alat bantu. Selama ini dalam belajar matematika hanya disuguhkan dengan hal-hal yang abstrak, diajak berpikir dan membanyangkan dengan memainkan imajinasi sehingga banyak yang belum mampu memahami apa yang dipelajari. Buku ini juga menyajikan cara cepat dalam melakukan perhituangan operasi bilangan bulat yang bisa dijadikan referensi anda dalam memberikan pengoperasian kepada siswa.
Selama ini matematika di anggap sebagai mata pelajaran yang dibenci atau ditakuti sebagian besar siswa karena sulitnya memahami akan materi yang diajarkan. Padahal matematika salah satu mata pelajaran wajib yang menjadi penentu kelulusan siswa atau tidak ketika berada di kelas akhir, karena matematika salah satu yang diujikan dalam Ujian Akhir Nasional (UAN).
Buku yang ada ditangan anda menjadikannya berbeda karena matematika di hadirkan dalam bentuk yang konkrit ataupun nyata yang dapat memudahkan untuk memahami materi yang akan dipelajari. Buku ini ingin membawa anda lebih santai dan asyik bermain dengan matematika agar timbul rasa senang ketika berhadapan dengan matematika.
Kehadiran buku ini menjadi jawaban salah satu kebutuhan anda untuk bisa menikmati dan menyukai matematika. Asyiknya belajar menggunakan media seperti saat kita bermain menggunakan alat sebagai bahan bermain. Contohnya bermain bola tentunya dibutuhkan alat agar gerakan yang dilakukan benar-benar nyata bukan hanya sekedar teori atau seorang komentator. Keterlibatan dalam penggunaannya akan menjadikan pengguna merasakan manpaat dari alat yang digunakan tersebut.
Dengan membaca buku ini diharapkan pembaca memiliki tambahan wawasan tentang banyak hal penggunaan media yang ada disekitarnya. Media yang digunakan tidak perlu mahal namun mudah ditemukan, murah harganya dan tepat penggunaannya. Penggunaan media dapat mendorong seseorang untuk mengembangkan ide dan mengkoneksikan dengan hal yang lain. Percayalah dengan menggunakan media akan lebih mudah memahami matematika dengan cepat.
Buku ini menyajikan beberapa penggunaan media yang dapat dengan mudah dipahami dalam belajar matematika. Adapun media yang akan diuraikan dalam buku ini antara lain ; Permainan Ular Tangga, Sirkuit Matematika, Keunikan angka 9, Kalkulator, Penggunaan papan petak, Tabel Matematika, Teka Teki Matematika, Kemasan Botol Minuman dll.
Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada Ikatan Guru Indonesia (IGI) yang telah membuka cakrawala berpikir saya pada Program SAGUSAKU dengan tema “Menulis Langsung Terbit” sehingga motivasi untuk menulis buku ini terselesaikan. Kepala Sekolah dan guru-guru SMPN 4 GAS yang selalu memberikan semangat yang luar biasa agar saya mampu menyelesaikan buku ini, Indra Mahardika sahabat backpacker saya selama di Malang yang menjadi inspirasi saya dalam menulis, serta lainnya yang telah menginspirasi saya dalam menuliskan buku ini. Saya sangat terbuka atas kritikan dan masukan untuk kesempurnaan buku ini agar kedepan lebih baik lagi.

Keywords: edukasi,pendidikan,literasi,puisi,antologi,penulis,matematika,asyiknya bermatematika dengan media,media

Berapakah hasil dari 999 × 30 ?

Gambar 14: Hasil Kali 999 x 30

Selanjutnya berapakah hasil perkalian dari 56 × 999 ?
cobalah anda kerjakan dengan teknik yang sama dengan
seperti diatas.

Gambar 15 : Hasil Kali 56 x 999

2. Sisa pembagian bilangan bulat oleh bilangan
sembilan

Contoh
÷

hasilnya adalah 1 dan sisanya adalah 3. Jika angka
pada bilangan 12, yaitu 1 dan 2 dijumlahkan maka

41

hasilnya adalah 1 + 2 =3. Coba bandingkan sisa
pembagian bilangan 12 oleh 9, yaitu 3

÷
hasilnya adalah 8 dan sisannya adalah 6. Jika angka
pada bilangan 78, yaitu 7 dan 8 dijumlahkan maka
hasilnya adalah 7 + 8 =15, dan jika angka-angka pada
hasil 15 dijumlahkan yaitu 1 + 5 =6. Coba bandingkan
sisa pembagian bilangan 78 oleh 9, yaitu 6

÷
Hasilnya adalah 97 dan sisanya adalah 5. Jika angka
pada bilangan 878, yaitu 8, 7, dan 8 dijumlahkan maka
hasilnya adalah 8 + 7 + 8 =23, dan jika angka-angka
pada hasil 23 dijumlahkan kembali maka 2 + 3 =5. .
Coba bandingkan sisa pembagian bilangan 878 oleh 9,
yaitu 5.

Dari contoh-contoh yang diatas dapat diduga
bahwa “setiap bilangan bulat yang dibagi oleh 9, maka
sisa yang dihasilkan merupakan penjumlahan
berulang dari angka-angka yang terdapat pada
bilangan yang dibagi itu bilangan 0 sampai 8”.

42

3. Perkalian bilangan 12345679 dengan 9 buah
bilangan asli kelipatan 9 yang pertama

Gambar 16

4. Perkalian bilangan 123456789 dengan 9 buah
bilangan asli kelipatan 9 yang pertama

Gambar 17

43

5. Perkalian bilangan 987654321 dengan 9 buah
bilangan asli kelipatan 9 yang pertama

Gambar 18

6. Sifat – sifat yang menakjubkan dari angka 9
A.

Gambar 19

B.

Gambar 20

44

C.

Gambar 21

D.

Gambar 22

45

BAB V

PERKALIAN KISI - KISI

Metode yang biasa dilakukan untuk menentukan hasil
perkalian dua bilangan bulat adalah dengan metode perkalian
yang “konvensional”. Seperti yang ditunjukkan berikut ini :

Contoh.

Diberikan dua bilangan bulat 43 × 92 ?

Untuk menyelesaikan soal diatas, biasa metode yang

dilakukan adalah dengan melakukan metode perkalian

konvensional.

92

43 ×
276

368

3956

Berikut ini dapat dilakukan dengan metode yang
berbeda yang dinamakan dengan metode perkalian kisi-kisi.
Metode perkalian kisi-kisi ini cukup mudah dalam
pengoperasiannya yang melibatkan operasi hitung perkalian
dan penjumlahan. Metode ini dapat dilakukan dengan
menggunakan media pembelajaran, baik itu kertas karton
atau penggunaan media powerpoint yang terhubung dengan

46

infokus, sehingga anak dilibatkan untuk berpikir dan
menyelesaikan soal yang diberikan. Materi yang bisa
digunakan adalah operasi hitung bilangan bulat.

Penerapan metode untuk menampilkannya
disusunlah sebuah susunan 2 - 2, 2 – 3, 3 - 3, atau 3 – 4 dan
lain – lain yang akan dikontruksikan dan garis-garis miring
sebagai diagonalnya dalam susunan tersebut.
Contoh.

43 × 92
dengan menggunakan metode perkalian sisi langkah –
langkah yang akan dilakukan sebagai berikut.
Langkah I : Terlebih dahulu kalikan 3 × 9 =27. kemudian

isikan pada kotak, 2 tempatkan dibagian atas
dan 7 dibagian bawah.
Langkah II : Mengalikan 4 × 9 =36. kemudian isikan pada
kotak, 3 dibagian atas dan 6 dibagian bawah.
Langkah III : Mengalikan 2 × 3 =6. kemudian isikan pada
kotak, 0 dibagian atas dan 6 dibagian bawah.
Langkah IV : Mengalikan 2 × 4 =8. kemudian isikan pada
kotak, 0 dibagian atas dan 8 dibagian bawah.
Langkah V : Selanjutnya kotak yang sudah terisi
jumlahkan dengan arah-arah diagonal yang
ditunjukkan, mulai dari kanan bawah. Hasil

47

Langkah penjumlahan tersebut ditunjukkan dengan
Langkah lingkaran merah.
VI : Perhatikan penambahan kedua, 8 + 0 + 7 =
15, angka lima dituliskan sedangkan angka 1
diambil kepenambahan diagonal selanjutnya.
VII: Hasil perkalian 43 × 92 ditunjukkan dari
angka-angka yang dilingkari. Jawabannya
adalah 3.956.

I III
II

V VI

Gambar 23

48

13 × 5
Bagaimana dengan perkalian bilangan bulat dengan susunan
2 – 1 seperti soal diatas?

Gambar 24

13 × 125
Bagaimana dengan perkalian bilangan bulat dengan susunan
2 – 3 seperti soal diatas?

Gambar 25

49

142 × 35
Perkalian bilangan bulat dengan susunan 3 – 2 ?

Gambar 26

256 × 375
Perkalian bilangan bulat dengan susunan 3 – 3 ?

Gambar 27

Cobalah anda cari bagaimana dengan perkalian bilangan bulat
3462 × 2715. Dengan susunan 4 – 4, bisakah anda mencari
hasil akhir dari perkalianb ulat tersebut dengan
menggunakan metode perkalian kisi-kisi.

50

Gambar 28

51

BAB VI

PENGGUNAAN PAPAN BERPETAK DALAM MENGHITUNG
LUAS

Dalam pelajaran matematika sering kali kita
dihadapkan dalam menghitung luas suatu bangunan misalnya
luas daerah geometri tak beraturan, luas persegi panjang, luas
persegi, luas trapesium, dan luas bangunan yang lain. Namun
dalam melakukan proses penyelesaian kita menggunakan
rumus tanpa tahu bagaimana proses untuk menemukan
rumus yang digunakan. Bahkan terkadang terbentur dengan
rumus-rumus yang digunakan, lupa dan terbalik dalam
penggunaan rumus luas bangunan tersebut.

Salah satu cara yang dapat mempermudah untuk
melakukan penyelesaian luas bangun adalah dengan
menggunakan media berbasis konsep luas yaitu penggunaan
papan berpetak. Papan berpetak adalah papan yang
berbentuk persegi panjang yang berisi masing-masing kotak
satuan persegi yang dapat digunakan sebagai cara
menghitung luas daerah dari suatu bangun geometri
beraturan maupun tak beraturan.

52

Adapun kegunaan dari papan berpetak adalah :
1. Untuk membuktikan luas daerah
2. Membuktikan luas permukaan
3. Perkalian aljabar
4. Jumlah besar sudut

Berikut ini bahan dalam membuat alat peraga serta cara kerja
dalam menggunakan papan berpetak.
Bahan dan pembuatan alat peraga

1. Sediakan triplek berbentuk persegi panjang
2. Kertas spotligh yang sudah diberi petak-petak persegi

dengan pena atau spidol
3. Sediakan berbagai jenis bangun geometri yang

beraturan ataupun yang tidak beraturan dapat berupa
poto buah-buahan, kartun, persegi, persegi panjang,
dll.

Cara Kerja
1. Gambar bangun geometri ditempel pada papan petak
2. Hitung jumlah petak yang dimuat oleh gambar bangun
geometri

53

3. Jika ada petak yang kurang dari setengah bagian petak
maka diabaikan, dan jika lebih dari setengah bagian
dihitung satu petak.

Perhitungan Luas Daerah :
A. Bangun Geometri Tak Beraturan

Gambar 29

Dari gambar diatas, maka kita dapat

menentukan luas daerah bangun geometri /

gambar sbb :

Luas gambar tomat : 15 satuan luas

Luas Gambar apel : 20 satuan luas

54

Gambar 30

Dari gambar diatas, maka kita dapat menentukan luas

daerah bangun geometri / gambar sbb :

Luas gambar tomat : 15 satuan luas

B. Persegi dan Persegi Panjang

Persegi
Persegi adalah bangun datar dua dimensi yang

dibentuk oleh empat buah rusuk yang memiliki
panjang sama dan empat buah sudut yang besarnya
sama dan kesemuanya merupakan sudut siku-siku.

Gambar 31. Persegi

55

Dari gambar diatas dapat dihitung luas daerah dari
bangun berbentuk persegi :
Gambar (1) berbentuk persegi, dengan sisi 1 satuan
dan luasnya 1 =1 x 1
Gambar (2) berbentuk persegi, dengan sisi 2 satuan
dan luasnya 4 =2 x 2
Gambar (3) berbentuk persegi, dengan sisi 3 satuan
dan luasnya 9 =3 x 3
Gambar (4) berbentuk persegi, dengan sisi 4 satuan
dan luasnya 16 =4 x 4
Gambar (5) berbentuk persegi, dengan sisi 5 satuan
dan luasnya 25 =5 x 5
.................................................................................................................
.................................................................................................................
Sehingga jika suatu persegi dengan sisi s satuan maka
akan didapatkan luasnya
=s x s =s2
Kesimpulan :

Luas Persegi = × = 2

Persegi Panjang

56

Persegi panjang adalah bangun datar dua
dimensi yang dibentuk oleh dua pasang rusuk yang
masing-masing sama panjang dan sejajar dengan
pasangannya, serta memiliki empat buah sudut yang
sama besar yang kesemuanya adalah sudut siku-siku.
Rusuk terpanjang dikatakan sebagai panjang ( ), dan
rusuk terpendek dikatakan sebagai lebar ( ).

Gambar 32. Persegi Panjang

Dari gambar diatas dapat dihitung luas daerah dari
bangun berbentuk persegi panjang :
Gambar (1) berbentuk persegi panjang, dengan
panjang 2 satuan dan lebarnya 1 satuan, maka luasnya
adalah 2 =2 x 1
Gambar (2) berbentuk persegi panjang, dengan
panjang 3 satuan dan lebarnya 2 satuan, maka luasnya
adalah 6 =3 x 2

57

Gambar (3) berbentuk persegi panjang, dengan
panjang 4 satuan dan lebarnya 3 satuan, maka luasnya
adalah 12 =4 x 3
Gambar (4) berbentuk persegi persegi panjang,
dengan panjang 5 satuan dan lebarnya 4 satuan, maka
luasnya adalah 20 =5 x 4
Gambar (5) berbentuk persegi persegi panjang,
dengan panjang 6 satuan dan lebarnya 5 satuan, maka
luasnya adalah 30 =6 x 5
.................................................................................................................
Sehingga jika suatu persegi panjang dengan panjang

satuan dan lebarnya satuan, maka luasnya = ×
Kesimpulan :

Luas Persegi Panjang = ×

C. Segitiga
Segitiga adalah nama suatu yang dibentuk dari

tiga sisi yang berupa garis lurus dan tiga sudut. Jumlah
dari ketiga sudut segitiga yang terbentuk pada bidang
datar adalah 1800 (Euclid).

58

Gambar 33. Segitiga

Diketahui sebuah segitiga dengan alas dan tinggi ,
maka luas segitiga akan membentuk sebuah persegi
panjang dengan panjang = dan lebar =1 2 ,
sehingga luas segitiga adalah : × = × 1 2 .
Kesimpulan :

Luas Segitiga = 1 2 ×

D. Trapesium
Trapesium adalah bangun datar dua dimensi

yang dibentuk oleh empat buah rusuk yang dua
diantaranya saling sejajar namun tidak sama panjang.

Gambar 34. Trapesium

59

Diketahui sebuh trapesium dengan panjang sisi yang
sejajar berturut-turut dan satuan serta tingginya ,
maka luas jajar trapesium tersebut membentuk
sebuah persegi panjang dengan panjang = + , dan
lebar = , sehingga luas jajar genjang adalah :

× =( + ) × 1 2
Kesimpulan :

Luas Trapesium = 1 2 ( + ) ×

E. Jajar genjang
Jajar genjang adalah bangun datar dua dimensi

yang dibentuk oleh dua pasang rusuk yang masing-
masing sama panjang dan sejajar dengan
pasangannya, dan memiliki dua sudut yang masing-
masing sama besar dengan sudut dihadapannya.

Gambar 35. Jajar Genjang

60

Diketahui sebuah jajargenjang dengan alas dan
tinggi , maka luas jajar genjang akan membentuk
sebuah persegi panjang dengan panjang = dan lebar
= , sehingga luas jajargenjang adalah : × = ×
Kesimpulan :

Luas Jajargenjang = ×

F. Belah Ketupat
Belah ketupat adalah bangun datar dua

dimensi yang dibentuk oleh empat buah rusuk yang
sama panjang, dan memiliki dua pasang sudut bukan
siku-siku yang masing-masing sama besar dengan
sudut dihadapannya.

Gambar 36. Belah Ketupat

Diketahui sebuah belah ketupat dengan panjang
diagonalnya , maka luas belah ketupat akan

61

membentuk sebuah persegi panjang dengan panjang
= , dan lebar =1 2 , sehingga luas belah ketupat
adalah : × = × 1 2 .
Kesimpulan:

Luas Belah Ketupat = 1 2 ×

G. Layang – layang
Layang-layang adalah bangun datar dua

dimensi yang dibentuk oleh dua pasanmasing-maisng
pasangannya sama panjang dan saling membentuk
sudut.

Gambar 37. Layang - Layang

Diketahui sebuah layang-layang dengan panjang
diagonalnya dan , maka luas layang-layang akan
membentuk sebuah persegi panjang dengan panjang
= , dan lebar =1 2 , sehingga luas layang-layang
adalah : × = × 1 2 .

62

Kesimpulan:

Luas Layang-Layang = 1 2 ×

H. Segi Enam Beraturan

Gambar 38. Segi Enam Beraturan

Diketahui segi enam beraturan dengan panjang

panjang sisi , maka luas segi enam beraturan akan

membentuk sebuah persegi panjang dengan panjang

=3 dan lebar =1, l adalah tinggi dari segitiga sama

sisi, dapat kita cari dengan rumus Pytagoras, yaitu l2

= 2 −(1 2 )2 maka l =1 2 √3 sehingga luas segi

enam beraturan adalah : × =3 × 1 √3 =
2

3 √3 2.
2

Kesimpulan:

Luas Segi Enam Beraturan = 3 √3 2.
2

63

I. Segi-n Beraturan
Perhatikan proses pencarian luas segi beraturan
berikut :

Gambar 39. Segi 5 Beraturan

Gambar disamping merupakan segi 5 beraturan,
dengan alas s dan tingginya t, sehingga luas segi 5
beraturan tersebut adalah :5 × (1 2 × ).

Gambar 40. Segi 6 Beraturan

Gambar disamping merupakan segi 6 beraturan,
dengan alas s dan tingginya t, sehingga luas segi 6
beraturan tersebut adalah :6 × (1 2 × ).

64

Gambar 41. Segi 8 Beraturan

Gambar disamping merupakan segi 8 beraturan,
dengan alas s dan tingginya t, sehingga luas segi 8
beraturan tersebut adalah :8 × (1 2 × ).
Dari percobaan diatas, dapat disimpulkan bahwa luas
segi-n beraturan adalah :

Luas Segi –n Beraturan = 1 2 ( . )

65

BAB VII

TABEL MATEMATIKA

Tabel Matematika merupakan suatu alat yang
digunakan dalam pelajaran hitung dan logaritma. Tabel dapat
digunakan sebagai media penunjang dalam pembelajaran,
meskipun tabel bukanlah hal yang menjadi suatu keharusan
namun tabel bisa memberikan kemudahan untuk menghitung
berbagai operasi hitung yang digunakan dalam pelajaran
matematika.

Adapun Jenis tabel Matematika yang biasa digunakan
diantaranya Tabel penjumlahan, pengurangan, perkalian,
pembagian, kuadrat, akar pangkat dua, angka romawi, dan
ada juga tabel logaritma. Diantara tabel yang disebutkan
diatas bisa digunakan oleh tingkat satuan pendidikan dari
dasar sampai menengah, Sedangkan untuk tabel logaritma
hanya digunakan oleh SMA.
Berikut ini tabel Matematika yang akan disajikan.
A. Tabel Penjumlahan

Penjumlahan merupakan salah satu yang terdapat
dalam melakukan operasi hitung dengan cara menjumlah
atau menambah. Sebagai contoh Rangga memiliki 2 buah

66

pena dan 2 buah pensil, sedangkan Andi memiliki 3 buah
pena dan 1 buah pensil. Jika pena dan pensil kepunyaan
Rangga dan Adi dijumlahkan maka akan menghasilkan
pena “2 + 3 =5” dan pensil “ 2 + 1 =3”.

Operasi yang digunakan pada soal diatas adalah
operasi penjumlahan “+”.Biasanya penjumlahan
bilangan-bilangan disajikan dalam bentuk angka-
angka.Pada tabel penjumlahan, hasil penjumlahan
ditunjukkan dengan menarik garis secara vertikal dan
menarik garis secara horisontal pada salah satu angka
.Pertemuan dua buah garis yang ditarik tersebutlah yang
merupakan hasil penjumlahan.
Contoh.Hasil penjumlahan “3 + 4 = 7” dan “5 + 2 = 7”
(lihat tabel).

67

Gambar 42. Tabel Penjumlahan

68

Gambar 42. Tabel Penjumlahan

69

B. Tabel Pengurangan
Penggunaan tabel pengurangan sama halnya

dengan penggunaan tabel penjumlahan, yaitu dengan
menarik garis vertikal dan garis horisontal pada salah
satu angka di tabel yang disediakan. Hasil
pengurangan adalah pertemuan dua buah garis yang
telah ditarik.Pada garis horisontal untuk angka
pertama sedangkan garis vertikal untuk angka kedua.
Contoh.
“20 −8 =12” dan “16−2 =14” (lihat tabel)

70

Gambar 43. Tabel Pengurangan

71

Gambar 43. Tabel Pengurangan

72

C. Tabel Perkalian
Penggunaan tabel perkalian sama halnya

dengan penggunaan tabel penjumlahan maupun
pengurangan, yaitu dengan menarik garis vertikal dan
garis horisontal pada salah satu angka di tabel yang
disediakan. Hasil perkalian adalah pertemuan dua
buah garis yang telah ditarik.Pada garis horisontal
untuk angka pertama sedangkan garis vertikal untuk
angka kedua.
Contoh.
“8 × 4 =32” dan “5 × 9 =45” (lihat tabel).

73

74

Gambar 44. Tabel Perkalian

75

D. Tabel Kuadrat
Pangkat dua atau kuadrat adalah hasil kali dua

bilangan yang sama atau bilangan yang berulang.
Adapun rumus yang umum yang digunakan kuadrat
adalah : 2 = × . Contoh 42 =4 × 4 =16,
62 =6 × 6 =36, dan seterusnya.
Kuadrat juga dapat menghitung luas suatu benda
berbentuk persegi.Contoh : untuk mengetahui luas
sebidang tanah yang berbentuk persegi dengan
panjang 6 cm. Maka luas tanah dapat dicari dengan
cara berikut:
Luas persegi =sisi x sisi =s2

=6 x 6
=36
Jadi luas tanah persegi adalah 36 cm2
Untuk lebih memudahkan menemukan hasil pangkat
dua, perhatikan tabel berikut :

76

12 =1 × 1 =1 112 =11 × 11 =121 212 =21 × 21 =441
22 =2 × 2 =4 122 =12 × 12 =144 222 =22 × 22 =484
32 =3 × 3 =9 132 =13 × 13 =169 232 =23 × 23 =529
42 =4 × 4 =16 142 =14 × 14 =196 242 =24 × 24 =576
52 =5 × 5 =25 152 =15 × 15 =225 252 =25 × 25 =625
62 =6 × 6 =36 162 =16 × 16 =256 262 =26 × 26 =676
72 =7 × 7 =49 172 =17 × 17 =289 272 =27 × 27 =729
82 =8 × 8 =64 182 =18 × 18 =324 282 =28 × 28 =784
92 =9 × 9 =81 192 =19 × 19 =361 292 =29 × 29 =841
102 =10 × 10 =100 202 =20 × 20 =400 302 =30 × 30 =900

312 =31 × 31 =961 412 =41 × 41 =1.681
322 =32 × 32 =1.024 422 =42 × 42 =1.764
332 =33 × 33 =1.089 432 =43 × 43 =1.849
342 =34 × 34 =1.156 442 =44 × 44 =1.936
352 =35 × 35 =1.225 452 =45 × 45 =2.025
362 =36 × 36 =1.296 462 =46 × 46 =2.116
372 =37 × 37 =1.369 472 =47 × 47 =2.209
382 =38 × 38 =1.444 482 =48 × 48 =2.304
392 =39 × 39 =1.521 492 =49 × 49 =2.401
402 =40 × 40 =1.600 502 =50 × 50 =2500

E. Tabel Angka Romawi
Angka Romawi berasal dari Romawi kuno dan

telah ada sejak tahun 260 SM. Bilangan Romawi
dilambangkan dengan huruf-huruf Alfabet. Adapun
bilangan pokok dari bilangan Romawi adalah :

77

1 =I
5 =V
10 =X
50 =L
100 =C
500 =D
1000 =M

Menulis angka Romawi harus mengikuti aturan yang
sudah ditetapkan. Berikut aturan-aturan dalam
penulisan angka Romawi:
1. Angka yang sama hanya boleh ditulis berurutan

maksimal tiga kali
Contoh :
a. 3 ditulis III,
b. 30 ditulis XXX,
c. IIII tidak boleh digunakan untuk menyatakan

4
d. XXXX tidak boleh digunakan untuk

menyatakan 40, dan seterusnya.

2. Angka yang nilainya lebih kecil dan diletakkan di
sebelah kanan angka yang nilainya lebih besar,
berarti dijumlahkan

78

Contoh :
a. VII artinya 5 + 2 =7,
b. XIII artinya 10 + 3 =13,
c. LXX artinya 50 + 20 =70, dan seterusnya.

3. Angka yang nilainya lebih kecil dan diletakkan di
sebelah kiri angka yang nilainya lebih besar,
berarti dikurangkan.
Conoth :
a. IV artinya 5 – 1 =4
b. IX artinya 10 – 1 =9

4. Angka V dan X hanya boleh dikurangi oleh I
sebanyak satu kali.
Contoh :
a. IIV tidak boleh digunakan unutk menyatakan
5 – 2 =3,
b. IIX tidak boleh digunakan untuk menyatakan
10 – 2 =8.

5. Angka L hanya dapat dikurangi oleh X sebanyak
satu kali.
Contoh :
a. XL artinya 50 – 10 =40,

79

b. XXL tidak boleh digunakan untuk
menyatakan 50 – 20 =30, dan seterusnya.

6. Untuk angka yang yang besar ditulis dengan
membubuhkan garis di atas angkanya.
5.000 =V
50.000 =L

Untuk lebih jelasnya, perhatikan tabel angka

Romawi berikut dan terapkan dalam pelajaran :

1 =I 11 =XI 21 =XXI 31 =XXXI 41 =XLI
2 =II 12 =XII 22 =XXII 32 =XXXII 42 =XLII
3 =III 13 =XIII 23 =XXIII 33 =XXXIII 43 =XLIII
4 =IV 14 =XIV 24 =XXIV 34 =XXXIV 44 =XLIV
5 =V 15 =XV 25 =XXV 35 =XXXV 45 =XLV
6 =VI 16 =XVI 26 =XXVI 36 =XXXVI 46 =XLVI
7 =VII 17 =XVII 27 =XXVII 37 =XXXVII 47 =XLVII
8 =VIII 18 =XVIII 28 =XXVIII 38 =XXXVIII 48 =XLVIII
9 =IX 19 =XIX 29 =XXIX 39 =XXXIX 49 =XLIX
10 =X 20 =XX 30 =XXX 40 =XL 50 =L

80

BAB VIII

TEKA TEKI MATEMATIKA (TTM)

Teka Teki Silang (TTS) sebuah permainan otak yang
biasa digunakan seseorang diwaktu senggang atau luang dari
aktivitas kegiatan ataupun rutinitas pekerjaan. Biasanya TTS
salah satu cara mengusir kejenuhan atau kebosanan.
Permainan otak ini bisa kita temukan di majalah-majalah,
Buku, dan buku yang khusus diperjual belikan berupa TTS.
Jenis pertanyaan yang digunakanpun sangat bervariasi bisa
terkait dengan sinonim, antonim, sejarah, agama, kerajaan,
bahasa, kesehatan, geografi, dan seterusnya. Jawaban untuk
mengisi kedalam kotak yang disediakan hanya terdiri dari dua
bagian yaitu mendatar dan tegak sesuai nomor pertanyaan.

TTS yang biasa ditemui sangat jarang yang
berhubungan dengan matematika secara khusus. Serupa
dengan TTS kita dapat merancang permainan otak yang
berhubungan dengan matematika khususnya yang saya
namakan dengan Teki Teki Matematika (TTM). Permainan ini
bisa menjadi salah satu media yang dapat digunakan pada
materi apapun. Sehingga kegiatan pembelajaran yang
dilakukan di Sekolah bisa seperti bermain sambil belajar.
Adapun media yang digunakan sangat sederhana dan mudah

81

dibuat yaitu kertas (bisa kertas biasa, karton atau lainnya),
pena atau spidol, dan penggaris.

Sedangkan untuk jenis pertanyaan bisa berkaitan
dengan materi yang diajarkan pada saat pembahasan pokok
bab tertentu atau bisa juga secara acak. TTM ini juga bisa
digunakan sebagai alat uji untuk mengukur sejauh mana
penguasan siswa terhadap materi yang diajarkan. Kegiatan
TTM ini bisa dilakukan secara individu ataupun kelompok.
Dalam pembuatan soal guru bisa mengukur tingkat kesulitan
soal tergantung pertanyaan apa yang ingin dibuat. Berikut
contoh pertanyaan TTM beserta jawabannya.

82

Gambar 45 : Teka Teki Matematika
(http://2.bp.blogspot.com/-

gMKJKi2AipQ/VM1GQ7zVDgI/AAAAAAAAAX0/mtw3GNWc3tw/s1600/tts
%2B2%2Bfull.png)

83

PERTANYAAN

NO MENDATAR NO TEGAK

1 Sama dengan sebangun 2 Data yang sering muncul

5 Sepersepuluh kilogram 3 Pernyataan yang sama

6 Identitas dalam penjumlahan Modus .... (digunakan dalam
4

penarikan kesimpulan)

8 Istilah dalam trigonometri Bilangan yang memiliki lebih dari 2
7

faktor

9 Modulo (disingkat) 8 Batas atas kecil

10 Daerah asal 11 Relasi dalam matematika

Pernyataan yang kebenarannya selalu
11 13 Bagian dari bangun ruang

benar

12 Bilangan yang hanya memiliki dua 16
Lawan dari bilangan desimal

faktor saja

14 Bangun ruang yang memiliki titik 18
Distribusi dalam statistika

puncak

15 Bangun datar 20 Metode dalam matematika

16 Garis istimewa dalam segitiga

17 Sudut >900

19 Lawan dari pernyataan...

21 Salah satu konsep dalam matematika

22 Ragam

84

JAWABAN :

Gambar 46. Jawaban Teka Teki Matematika

Anda juga bisa membuat hal yang sama seperti TTM di
atas. Materi bisa disesuaikan dengan tingkat kesulitan
tertentu dan materi yang diinginkan sesuai tingkat satuan
pendidikan (SD< SMP< SMU< PT<UMUM).

85

Gambar 47. Teka Teki Matematika
(http://infokuberita.com/wp-content/uploads/2016/03/tts-5-full-

86

Gambar 48. Pertanyaan Teka Teki Matematika

Jika isian yang diperlukan hanya berupa angka atau bilangan,
maka anda sedang berhadapan dengan Teka Teki Bilangan
(TTB). Berikut contoh pertanyaan TTB dan Jawabannya.

Gambar 49. Teka Teki Bilangan

87

PERTANYAAN

NO MENDATAR NO TEGAK

1 4 Bilangan prima pertama 1 2795: 13
4 45 × 5 2 (6000: 2) + 250

7 FPB dari 48 dan 36 3 Bilangan palindrom 71117

8 1000 dibagi 8 4 3 + (21 −12)

11 2735 + 5264 5 11720: 4

13 7896 −2345 9 Bilangan palindrom

14 76 × 49 10 Bilangan asli berurutan

15 KPK 75 dan 60 12 (1000: 10) −100

16 Tiga bilangan ganjil 17 Barisan aritmetika menurun
berurutan

17 5 m =..... dm 19 2,53 m =.... cm

18 Bilangan kembar 20 0,751 l =.... ml

21 Bilangan habis dibagi 13 23 Barisan aritmetika naik

25 14,56 kg + 92,9 kg =..... g 24 18,7 + 21,3 =...

27 75 cm × 4,0 cm =..... cm2 26 Barisan aritmetika menurun

29 0,075 km =.... m 29 Kelipatan 15

31 Palindrom bergantian 30 Bilangan prima

35 Barisan Aritmetika 31 8 kurangnya dari 100

36 Tahun pertama milineum 32 14 lebihnya dari 6
ke 2

33 KPK 18 dan 5

88

JAWABAN :

Gambar 50. Jawaban Teka Teki Bilangan

Berikut beberapa contoh yang bisa anda modifikasi sesuai
keinginan untuk bisa menarik minat anak atau siswa dalam
belajar matematika :

89

90


Click to View FlipBook Version