91
92
93
BAB IX
PERKALIAN DENGAN GARIS
Perkalian dengan menggunakan garis merupakan
salah satu bentuk perkalian yang sangat menarik yang bisa
digunakan untuk memberikan pembelajaran matematika
kepada siswa mengenai materi bilangan bulat. Perkalian
dengan menggunakan garis merupakan metode yang
sederhana dan sangat mudah dipahami ketimbang dengan
cara menghafal karena metode ini menggunakan persilangan
garis yang hasilnya merupakan titik perpotongan garis
tersebut. Metode perkalian garis ini bisa diterapkan kepada
siswa SD, SMP, maupun tingkat SMU.
Contoh :
14 × 3 =42
Langkah-langkah menggunakan perkalian garis sebagai
berikut :
a. Bilangan 1= 1 garis dan 4=4 garis sebagai posisi tegak
yang berjumlah 5 buah garis (berikan jarak pada 1 buah
garis dan 4 buah garis)
94
Gambar 55. Garis Tegak
b. Bilangan 3 sebagai posisi mendatar yang berjumlah 3
buah garis
Gambar 56. Garis Mendatar
c. Kemudian perpotongan dari garis akan didapatkan titik
pertemuan atau titik potong.
Gambar 57. Titik Perpotongan Garis
d. Titik perpotongan ditandai dengan lingkaran merah dan
lingkaran biru, jika jumlah lingkaran > 9, maka cukup
dituliskan angka belakang saja.
95
Contoh.
berjumlah 12bh maka cukup dituliskan angka 2,
sedangkan angka 1 ditambahkan dengan lingkaran
biru
berjumlah 3bh maka dituliskan 3 kemudian
ditambahkan dengan lingkaran merah 1 sehingga 3
+ 1 =4
Aturan tersebut sesuai dengan penjumlahan susun
kebawah seperti biasa dioperasikan.
Gambar 58. Titik Perpotongan yang ditandai dengan lingkaran
warna
96
e. Hasil ditandai dengan lingkaran merah yang berisikan
angka 14 × 3 =42
Gambar 59. Hasil Perkalian Garis
Berikut beberapa contoh perkalian dengan menggunakan
garis :
1. Berapakah hasil 14 × 4 =56
Gambar 60. Hasil Perkalian Garis
97
2. Berapakah hasil 25 × 44 =1100
Gambar 61. Hasil Perkalian Garis
3. Berapakah hasil 32 × 124 =3968
Gambar 62. Hasil Perkalian Garis
98
4. Berapakah hasil 314 × 134 =42076
Gambar 63. Hasil Perkalian Garis
5. Berapakah hasil 43 × 1423 =61189
Gambar 64. Hasil Perkalian Garis
99
Bagaimana dengan hasil perkalian 413 × 1423 =⋯ ,
47813 × 31423 =⋯ Anda bisa mencoba mencari
hasil perkalian tersebut dengan cara yang sama.
100
BAB X
KALKULATOR
Kalkulator adalah suatu alat elektronik yang berfungsi
sebagai kalkulasi dalam menentukan hasil perhitungan.
Kalkulator dengan bentuk yang kecil namun bisa menjadi alat
bantu dalam menghitung terutama dalam pelajaran
matematika. Benda kecil yang dijadikan sebagai mesing
canggih dalam menghitung, bukan hal asing lagi bagi sebagian
kalangan siswa-siswa sekolah dalam menggunakan kalkulator
tersebut. Kalkulator umumnya digunakan oleh kalangan
siswa menengah pertama atau atas, namun tidak menutup
kemungkinan dalam penjumlahan dan pengurangan ada juga
siswa tingkat dasar menggunakannya meskipun bukan untuk
di sekolah. kalkulator juga menjadi idola bagi kalangan
pebisnis atau pedagang yang berurusan dengan transaksi
keuangan selalu tersedia alat yang satu ini. Selain
mempermudah, mempercepat juga kalkulasinya lebih akurat
dan tepat.
Kalkulator sangat bermanpaat dalam pembelajaran
matematika dalam perhitungan yang memuat operasi hitung.
Mulai dari teori yang paling dasar seperti penjumlahan,
pengurangan, perkalian ataupun pembagian. Sampai
ketingkat lanjut seperti perkalian sinus, cosinus, tangen,
101
penjumlahan trigonometri, mencari akar kuadrat, logaritma
dan lain-lain.
Yuks mengenal kalkulator dan cara penggunaannya
dalam matematika. Kalkulator tersedia dalam berbagai
macam merek dan tipe dari yang sederhana sampai yang
membutuhkan keahlian dalam mengoperasikannya. Namun
dari semua itu kalkulator digolongkan dalam dua jenis yaitu :
1) Kalkulator non-scientifix (kalkulator yang tidak dapat
diprogram), dan 2) Kalkulator scientifix ( kalkulator yang
dapat diprogram).
1. Kalkulator non-scientifix
Kalkulator jenis ini hanya dapat digunakan untuk
mengkalkulasikan nilai hasil kalkulasi yang sederhana
saja.Seperti penggunaan operasi hitung yang biasa yaitu
perkalian, pembagian, penjumlahan, pengurangan,
logaritma, dan nilai fungsi trigonometri. Contoh:
a. 3 + 4 −6 + 7
b. 2 + 5 =6 −7
Kalkulator non-scientifix tidak mengenal operasi hitung
campuran yang mana
yang harus didahulukan dalam pengoperasiannya,
seperti aturan yang ada dalam pelajaran matematika.
Sehingga kalkulator ini hanya mengoperasikan mana
yang ditulis lebih dahulu. Sebagai contoh saat akan
102
menghitung hasil operasi campuran berikut 5 −3 × 6.
Jika dilakukan pengoperasian hitung campuran tersebut
menggunakan kalkulator non-scientifix maka langkah
operasi yang dihasilkan adalah 5 −3 =2 × 6 =12.
Perhitungan seperti ini tentu saja salah dalam
matematika. Karena berlaku aturan hitung campuran
yang harus digunakan jika menemukan soal yang tanda
operasinya berbeda. Dalam aturan hitung campuran ada
prosedur tanda operasi mana yang harus didahulukan.
Pada soal diatas yang harus di dahulukan adalah tanda
operasi “× " kemudia baru tanda “−" maka hasil dari soal
tersebut adalah −13. Jika menggunakan kalkulator maka
hanya jenis kalkulator scientifix yang bisa
mengoperasikan operasi hitung pada soal tersebut.
2. Kalkulator scientifix ( kalkulator yang dapat diprogram)
Berkebalikan dengan jenis kalkulator non-
scientifix, kalkulator scientifix dapat digunakan dalam
menghitung perhitungan matematika yang lebih
kompleks, karena kalkulator yang dapat di program
(programmable calculator).Kalkulator ini didukung
dengan program sehingga jika mengoperasikan pelajaran
matematika yang berhubungan dengan perhitungan yang
kompleks seperti operasi hitung campuran, ia dapat
103
membaca mana tanda operasi hitung yang harus lebih
didahulukan. Jenis kalkulator ini sangat cocok digunakan
dalam pembelajaran matematika, dan dapat dikatakan
sebagai kalkulator matematika.
Dalam pengoperasian yang melibatkan operasi hitung,
jenis kalkulator scientifix akan mengurutkan secara
prioritas dalam perhitungan seperti fungsi, pemangkatan
dan penarikan akar, perkalian dan pembagian, serta
penjumlahan dan pengurangan. Artinya bahwa “+" dan
" −" dilakukan pada langkah terakhir. Jika dalam operasi
perhitungan terdapat tanda pangkat, akar, " × "dan " ÷ ",
maka kalkulator scientifix akan melakukan operasi
pangkat dan akar terlebih dahulu, kemudian baru
dilanjutkan dengan operasi " × " dan " ÷ ". Kalkulator
scientifix digunakan untuk menyelesaikan berbagai
perhitungan-perhitungan baik dalam operasi hitung
maupun lainnya misalnya statistika, keuangan, aljabar,
kalkulus, dan sebagainya.
Kalkulator scientifix dapat dibedakan dua jenis
pemrograman. Pertama program ini telah tersedia,
pengguna langsung dapat menggunakan fasilitas
tersebut.Contoh program statistika, analisis, regresilinier,
integral dan sebagainya.Kedua program yang dibuat oleh
penggunanya. Program dibuat sendiri oleh pengguna
104
sesuai kebutuhan rumus yang akan diprogram dengan
menggunakan “bahasa program” untuk kalkulator.
Program yang telah disusun dapat disimpulkan pada
kalkulator dan program yang telah disimpan tidak akan
hilang walaupun kalkulator dimatikan.
Kalkulator scientifix yang tersedia dipasaran
berbagai macam dan tioe sesuai kebutuhan bagi
penggunanya. Namun pada bahasan buku ini akan
dijelaskan bagaimana pengoperasian penggunaan
kalkulator scientifix Merk ”Casio fx-3600 P. Beriku ini
beberapa bagian penting yang harus diperhatikan, yaitu :
a. Selektor
Selector diberi nama power yang berfungsi untuk
menghidupkan dan mematikan kalkulator
b. Layar
Layar akan menampilkan data atau angka-angka
sesuai dengan tombol yang ditekan. Pada layar hanya
menampilkan bilangan sebanyak 10 digit angka, 9 digit
untuk bilangan negatid dan bilangan eksponen sampai
pangkat 99.
105
c. Pemilihan mode
Pemilihan mode disesuaikan dengan jenis
perhitungan yang akan dikerjakan. Apakah ingin bekerja
pada perhitungan biasa, statistika, regresilinier, dan
sebagainya, yang menggunakan mode yang berbeda.
Untuk “Casio-fx 3600 P” terdapat 11 macam mode.
Pemilihan mode dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut
:
Tekan mode kemudian tekan pilihan •, 1, 2, ..., atau 9
106
d. Cara mengaktifkan tombol (key) kalkulator
Pada umumnya setiap tombol memiliki fungsi
ganda (multifungsi). Untuk mengaktifkan tombol
sesuai dengan fungsinya dapat dilakukan sebagai
berikut :
107
1) Mengaktifkan tombol fungsi seperti yang
tertulis pada tombol, dapat ditekan langsung
pada tombol tersebut.
2) Mengaktifkan tombol dengan fungsi sebagai
tertulis warna coklat harus didahului dengan
menekan tombol INV
3) Mengaktifkan tombol dengan fungsi sebagai
tertulis hitam (dibawah tombol) harus
didahului dengan menekan tool
4) Mengaktifkan tombol dengan fungsi sebagai
tertulis dengan warna biru dapat ditekan
langsung tombol itu apa bila mode 3.
e. Beberapa petunjuk dalam perhitungan
matematika
1) Pecahan
Suatu hasil perhitungan dengan bilangan
pecahan, biasanya kalkulator langsung
dinyatakan dalam bentuk pecahan desimal.
108
109
2) Bilangan Baku
Menyatakan bilangan dalam bentuk baku
Jika kalkulator terbaca misalnya 2.357107
artinya 2,3571 × 107
Ubahlah dalam bentuk baku.
75,00103 dalam 4 angka signifikan
75 . 00103 mode 8 4
4
...... 7.50001
Hasilnya adalah 7,500 × 104
0,000423dalam 3 angka signifikan.
0 , 000423 mode 8
...... 4.23−04
Hasilnya adalah 4,23 × 10−04
3) Kuadrat dan akar kuadrat
Kuadrat suatu bilangan
23 INV 232 =⋯
...... 529
(−2,42) =⋯
2 . 4 + ⁄_ INV
...... 576
Akar kuadrat
37,5 =⋯
37 . 5 INV √
110
...... 6.123724357
37,5 =⋯ INV √ ...... E
81 + ⁄−
4) Pangkat, Penarikan Akar, Pangkat Tak
Sebenarnya
Pemangkatan
253 =⋯
25 INV 3
...... 15625
Penarikan Akar
3√39034 =⋯
39034 INV 3
...... 33.92196637
Pangkat Tak Sebenarnya
642 3 =⋯
64 INV 2 3
5) Teorema Pythagoras
= 2 + 2 =⋯
r
111
Pada kalkulator rumus untuk telah
diprogram sehingga kita tidak usah
menghitung dengan cara yang sesuai
rumus tersebut.
Misalkan.
=24, =7, =⋯
42 INV R ⟶P 7
...... 25
Menghitung panjang diagonal ruang
balok
Misalkan Balok
Panjang 42, lebar 27, tinggi 16.
Hitung panjang tiap diagonal
ruangnya?
42 INV R ⟶P 27 INV R ⟶P 16
...... 52.43090691
Besar vektor posisi
adalah vektor posisi dari titik A
(3, −25).
Hitung besar vektor !
3 INV R ⟶P 2 + ⁄− INV R ⟶P 5
...... 6.164414003
112
6) Cara Simpan Constanta
Tempat menyimpan konstanta hanya
terdapat pada satu tombol/kunci 1 s.d
6.Bilangan yang terbaca pada layar dapat
disimpan pada kalkulator dengan menekan
Kin diikuti dengan tombol tempat
menyimpan. Untuk menghilangkan konstanta
yang tersimpan dengan menekan tombol
INV dan .KAC
Kita dapat memanggil konstanta yang
tersimpan dengan menekan Kout diikuti
dengan tombol/kunci tenpat menyimpan
konstanta tersebut.
7) Pembuatan Program
Pada kalkulator terdapat beberapa program
yang dibuat oleh pabriknya.Namun kita juga
dapat membuat program sesuai kebutuhan
yang diingin.Kemampuan kalkulator dalam
pembuatan program terbatas hanya mampu
sampai 38 langkah.Oleh karenanya dalam
pembuatan program harus lebih sederhana.
Untuk membuat program baru maka kita
113
harus menghapus terlebih dahulu program
yang lain atau yang tersimpan dimemory
lainnya.
Cara membersihkan/mengosongkannya
sebagai berikut :
mode 4 mode 0 P1 INV Min
INV P2 INV Min mode . INV KAC
Contoh :
Rumus pasangan Triple Pytagoras :
( 2 + 2), 2 , dan ( 2 − 2) dimana , ∊
A dan > .
Programnya :
mode 0 P INV Min
2 KIN 1
ENT
ENT 2 KIN 2
Kout
1 INV + Kout 2 INV = Ki 6
2 5
Kout 1 Kout 2 = Ki
Kout = Ki 4
1 INV - Kout 2 INV
mode .
114
Cara menjalankan program tersebut.
Misalkan kita ambil =2 dan =1
P1 2 RUN 1 RUN
Kout 6 ...... 5
Kout 5 … … 4
...... 3
Kout 4
115
BAB XI
KEMASAN BOTOL MINUMAN
Kemasan botol minuman dapat digunakan sebagai
media dalam pembelajaran matematika. Botol minuman yang
digunakan adalah botol bekas yang sudah tidak digunakan
lagi oleh pemakainya. Biasanya botol bekas banyak dibuang
dan dijadikan sebagai bahan daur ulang atau produk-produk
yang bernilai seni seperti membuat bunga, daun, hiasan
tempat lampu, perabot tempat mandi, dll. Namun botol bekas
minuman bisa dimanpaatkan untuk alat bantu dalam
menunjang pembelajaran terutama pelajaran matematika.
Botol bekas yang digunakan adalah botol minuman
dari produk yang sama tetapi memiliki volume yang berbeda.
Volume dari masing-masing botol minuman yang digunakan
adalah 330ml, 600ml, dan 1500ml. Botol minuman yang
digunakan untuk menyatakan setiap variabel yang akan
digunakan.
Agar pembelajaran bermakna, tidak sekedar hafalan
maka pembelajaran melalui kegiatan yang menggunakan
botol minuman mampu memudahkan siswa dalam
memahami pelajaran karena disajikan lebih kongkret atau
nyata.
116
Gambar 65. Botol Minuman bervariasi ukuran
Kemasan botol minuman bekas yang digunakan dalam
materi pelajaran matematika berikut adalah Persamaan
Linear Dua Variabel (PLDV). Dalam kegiatan pelajaran
matematika pada materi PLDV ini dibutuhkan tiga jenis botol
minuman yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran
yaitu ;
(1) jenis botol minuman besar 1500 ml kita nyatakan dengan
jenis ,
(2) jenis botol minuman sedang 600 ml kita nyatakan dengan
jenis , dan
(3) jenis botol minuman kecil 330 ml kita nyatakan dengan
jenis .
Berikut penerapan kemasan botol minuman dalam
materi PLDV. Misalnya botol minuman kita bagi menjadi
beberapa bagian. Namun dalam kegiatan ini saya bagi menjadi
117
5 bagian yang berbeda dalam penempatan kelompoknya, hal
ini bisa dilihat dari gambar berikut.
Gambar 66. Botol Minuman Kelompok I
Pada gambar 1 diatas botol minuman terdiri dari 2
jenis yaitu jenis dan . Jika kita masukkan kedalam sebuah
persamaan maka + =2100 (persamaan 1)
Gambar 67. Botol Minuman Kelompok II
Pada gambar 2 diatas botol minuman terdiri dari 2
jenis yaitu jenis dan . Jika kita masukkan kedalam sebuah
persamaan maka 2 + =3600 (persamaan 2)
118
Gambar 68. Botol Minuman Kelompok III
Pada gambar 3 diatas botol minuman terdiri dari 2
jenis yaitu jenis dan . Jika kita masukkan kedalam sebuah
persamaan maka 2 + 2 =3660 (persamaan 3)
Gambar 69. Botol minuman Kelompok IV
Pada gambar 3 diatas botol minuman terdiri dari 2
jenis yaitu jenis dan . Jika kita masukkan kedalam sebuah
persamaan maka 2 + 3 =3990 (persamaan 4)
Gambar 70. Botol minuman kelompok V
119
Pada gambar 3 diatas botol minuman terdiri dari 2
jenis yaitu jenis dan . Jika kita masukkan kedalam sebuah
persamaan maka 3 + 2 =3000 (persamaan 5)
Gambar 1 dan 2 memiliki 2 jenis botol minuman yang
berbeda yaitu jenis dan . Pada gambar 3 dan 4 memiliki 2
jenis botol minuman yang berbeda yaitu dan . Sedangkan
gambar 5 hanya memiliki 1 jenis botol minuman yang
berjenis sama yaitu jenis saja.
Kegiatan diatas tidak akan menjadi kesulitan bagi
siswa yang memahami konsep persamaan linear dua variabel
dalam menuliskan kalimat matematika. Kalimat matematika
yang tersusun menjadi sebuah persamaan yang melibatkan
variabel. Kemudian dengan mengamati dan menelaah bentuk
persamaan linear dari masing-masing gambar, maka yang
merupakan persamaan linear dua variabel adalah gambar 1,
2, 3, dan 4. Sedangkan untuk gambar 5 bukan merupakan
contoh persamaan linear dua variabel karena hanya memiliki
satu variabel saja. Dari kegiatan diatas guru dapat
mengarahkan siswa untuk dapat menemukan sendiri bentuk
persamaan linear dua variabel.
Botol minuman juga dapat dijadikan sebagai media
untuk menunjang pembelajaran dalam materi Sistem
Persamaan Linear Dua Variabel. Dari kegiatan diatas bisa
ditemukan dua buah persamaan yang memiliki variabel yang
120
sama sehingga dapat dijadikan sebagai SPLDV. Adapun
persamaan yang terbentuk diatas yang memiliki dua variabel
yang sama adalah adalah gambar 1 dan 2 {2 + ==23.1.60000,
+
gambar 3 dan 4 {22 +2 ==33..969600. Persamaan 1 dan 2, 3 dan 4
+3
yang ditunjukkan pada gambar diatas masing-masingnya
memiliki ukuran dan jenis botol minuman yang sama.
Contoh berikut ini keterkaitan dengan kehidupan sehari –
hari.
Waroeng Bagoesta menyediakan aneka minuman
kem\asan air mineral dalam berbagai ukuran dengan rincian 600
ml dan 1500 ml, jumlah total minuman kemasan yang tersedia
saat penjualan adalah 1 dus botol minuman ukuran besar
1500ml dan 1 dus botol minuman ukuran sedang 600ml. Masing-
masing minuman mempunyai harga yang bervariasi sesuai jenis
ukurannya. Botol minuman 600 ml dibandrol seharga
Rp.3.000,00, dan botol minuman 1500 ml seharga Rp.5.000,00.
Dalam 1 hari Waroeng Bagoesta mendapatkan penghasilan rata-
rata Rp38.000,00. Waroeng Bagoesta ingin menentukan berapa
jumlah masing-masing minuman kemasan air mineral yang laku
terjual. Kamu diminta untuk membantu menemukan berapa
minuman kemasan air mineral yang laku terjual di Waroeng
Bagoesta?
121
Banyak Harga minuman Banyak Harga minuman
minuman kemasan air minuman kemasan air
kemasan air mineral kemasan air mineral
mineral mineral
Rp.0,00 1500ml Rp.0,00
600ml Rp.3.000,00 (Besar/B) Rp5.000,00
(Sedang/S) Rp6.000,00
Rp18.000,00 0 ......
0 1 Rp15.000,00
1 ....... 2 Rp20.000,00
2 Rp15.000,00 3 Rp.25.000,00
3 Rp.18.000,00 4
4 5 .....
5 ........ 6 Rp35.000,00
6 Rp24.000,00 7 Rp.40.000,00
7 8
8
Temukan Nilai (S) +
(B) yang memenuhi
Rp.38.000,00
Dari kegiatan diatas, kemungkinan minuman kemasan air
mineral yang terjual adalah ........... botol 600ml dan ...........
botol 1500ml. Apakah ada kemungkinan lainnya ?
.........................................................................
122
Dengan menggunakan cara mendaftar tabel diatas, maka
kalian dapat menemukan masing-masing barang yang
terjual di Waroeng Bagoesta. Sekarang, nyatakanlah
permasalahan tersebut kedalam bentuk persamaan linear
dua variabel.
Misalkan menyatakan banyak botol minuman kemasan
600ml dan menyatakan banyak botol minuman
kemasan 1500ml, maka permasalahan tersebut dapat
dituliskan dengan
............ + ............ = 38.000
Persamaan yang kalian dapatkan dinamakan
123
DAFTAR PUSTAKA
Abdurrahman, M. 2003. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar.
Jakarta: Rineka Cipta
Cabahug, J. 2012. The Use of Bruner’s Modes of Representations in
Teaching Factoring Second-Degree Polynomials.
International Journal of Education. Vol. 1
Dara, HR. 2016. Pengembangan Media Permainan Ular Tangga
Matematika Materi Operasi Aljabar Pada Kelas VIII SMP
Negeri 7 Lubuk Linggau Tahun Pelajaran 2016/2017.
Lubuk Linggau. STKIP PGRI Lubuk Linggau
Depdiknas. 2006. Standar Kompetensi Mata Pelajaran Matematika
Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah.
Jakarta
Guslaini. (2016). Penerapan Pembelajaran Inkuiri Berbantuan Media
Manipulatif Untuk Memahamkan Sistem Persamaan Linear
Dua Variabel Siswa Kelas VIII. Malang. Universitas Negeri
Malang.
Hasan, Q. A. 2004. Pembelajaran Konsep Pembagian dengan
Manipulasi Alat Peraga Sederhana pada Siswa Kelas V
Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Kramat Mulur
Kabupaten Sukoharjo. Tesistidakditerbitkan. Malang:
PascasarjanaUniversitasNegeri Malang
Kemp, Jerrold E. (1994). Designing Effective Instruction. New York:
MacMillan Publisher
124
Kemp, J. E. dan Dayton, D. K. 1985. Planning and Producing
Instructional Media (5th ed). New York: Harper & Row
Publisher Cambridge
Koswara, D dan Halimah. (2008). Bagaimana menjadi Guru Kreatif.
Bandung: PT. Pribumi Mekar.
Markaban, (2009). Pemamfaatan Kalkulator dalam Pembelajaran
Matematika. Yogyakarta : P4TK Matematika.
Marshall, L.,& Swan, P. 2008. Exploring The Use of Mathematics
Manipulative Materials : Is It What We Think It Is? EDU-
COM International Conference.
Muhsetyo, G. 2007. Pembelajaran Matematika SD. Jakarta: Universitas
Terbuka
Muhsetyo, G. (2014). Menghayati Kekayaan dan keindahan Matematika.
Malang : UM Press.
Paridjo. 2008. Sebuah Solusi Mengatasi Kesulitan Belajar Matematika.
Semarang. Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas
Terbuka. Semarang
Pujiati. 2004. Penggunaan Alat Peraga dalam Pembelajaran
Matematika SMP. Yogyakarta: Pusat Pengembangan
Penataran Guru (PPPG) Matematika
Putra, RS. (2012). Berbagai Alat Bantu untuk Memudahkan Belajar
Matematika. Jogjakarta: DIVA Press.
Rosela, I. 2016. Penggunaan Media Edukasi Ular Tangga Untuk
Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Peserta Didik
Kelas VIII A SMP NEGERI 2 Mlati Sleman Pada Materi Sistem
125
Peredaran Darah Manusia. Yogyakarta. FKIP Universitas
Sanata Dharma.
Sadiman, Arief S dkk. 1993. Media Pendidikan Pengertian,
Pengembangan dan Pemanfaatannya. Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada Sudrajat. 2008. Peranan Matematika
Dalam Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Unisba
Sundayana, R. (2014). Media dan Alat Peraga Dalam Pembelajaran
Matematika. Bandung. Alfabeta.
Wahyudin dan Sudrajat. (2003). Ensiklopedi Matematika untuk SLTP
(topik-topik pengayaan matematika). Jakarta: CV. Tarity
Samudra Berlian.
Wibowo T. 2005. Pendayagunaan Media Pembelajaran Jurnal
Pendidikan Penabur – No. 04/Th. IV/Juli 2005.
Widdiharto. 2004. Model-Model Pembelajaran Matematika SMP.
Yogyakarta. PPPG Matematika Yogyakarta
Winamo. (2003). Kalkulator sebagai alat bantu dalam pembelajaran
matematika. Yogyakarta. PPPG Matematika.
Bacaan Lain :
http://2.bp.blogspot.com/-
gMKJKi2AipQ/VM1GQ7zVDgI/AAAAAAAAAX0/mtw3GNWc3tw/s
1600/tts%2B2%2Bfull.png)
126
TENTANG PENULIS
Guslaini, S.Si, M.Pd. Lahir di Kota
Tembilahan Kab. Indragiri Hilir tanggal
16 Agustus 1982. Jenjang pendidikan
formal yang ditempuh oleh penulis
dimulai tahun 1988 di SD Negeri 030
Tembilahan. Tahun 1994 masuk SMP
Negeri 04 Tembilahan dan tahun 1997
masuk SMU Negeri 02 Tembilahan.
Kemudian pada tahun 2000 penulis mendapatkan kesempatan
untuk melanjutkan studi di Jurusan Matematika FMIPA UNRI
lewat jalur Penyeleksian Bibit Unggul Daerah (PBUD).
Pada tahun 2009 penulis mengikuti tes seleksi PNS Pusat
BPS dan PNS Daerah untuk formasi Guru Matematika.
Alhamdullillah kedua test yang diikuti penulis lulus, namun
penulis memutuskan untuk mengambil PNS guru. Tepatnya
bulan Januari tahun 2010 SK penulis sebagai guru matematika
menengah pertama ditempat di SMP Negeri 4 GAS desa Teluk
Sungka Kec. GAS Kab. Indragiri Hilir Prov. Riau.
Pada tahun 2014 penulis mengikuti tes program
beasiswa S2 bagi Guru Sekolah Menengah Pertama yang
diselenggarakan oleh Pembinaan Pendidik dan Tenaga
Kependidikan (P2TK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Program beasiswa S2 P2TK yang bekerjasama dengan empat
Universitas Pendidikan terkemuka di Indonesia (UPI Bandung,
127
UNY Yogyakarta, UNESA, UM Malang). Penulis dinyatakan lulus
dan ditempat di Universitas Negeri Malang (UM). Penulis
menyelesaikan program S2 di Pascasarjana Matematika UM 1
Juli 2016 dan di wisuda 4 September 2016.
Sewaktu sebagai mahasiswa S2 penulis aktif di
organisasi Himpunan Mahasiswa Muslim Pascasarjana
(Himmpas) UM Bid. Humas. Penulis juga pernah mengikuti LKTI
yang diselenggarakan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur
pada tahun 2015 tentang Cagar Budaya Bromo Tengger Semeru
berdua bersama teman (tim) dan mendapatkan predikat juara II,
dan di tahun 2016 dengan pelaksana kegiatan LKTI yang sama
penulis bersama tim mendapatkan penghargaan hanya sebagai
finalis.
Selain profesi sebagai guru di SMPN 4 Gas, penulis juga aktif
menulis di blog IGI (Ikatan Guru Indonesia) sekaligus sebagai
pengurus IGI daerah Inhil. Penulis juga aktif diorganisasi Pejuang
Subuh Chafter Tembilahan sebagai Ketua Bidang Departemen
Etik.
Bagi pembaca yang ingin menjalin komunikasi dan
memberikan masukan serta lainnya bisa langsung kontak ke
HP/WA +6281364401070, atau email ke
[email protected].
128