The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

MI MUHAMMADIYAH SAMBOJA

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nurul.husni67, 2023-01-07 06:04:56

PTK

MI MUHAMMADIYAH SAMBOJA

Keywords: PTK

LAPORAN

PENELITIAN TINDAKAN KELAS
PENINGKATKAN HASIL BELAJAR TEMATIK TEMA III

MATERI MENCERITAKAN KEMBALI DENGAN
MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN BAGI SISWA KELAS

III MI MUHAMMADIYAH SAMBOJA TAHUN
PELAJARAN 2020/2021

Oleh:
SRIYATUN SETIAWATI

GURU KELAS

MADRASAH IBTIDAIYAH MUHAMMADIYAH SAMBOJA
KABUPATEN KUTAI KARTANEGA
2020

i

LEMBAR PENGESAHAN

LEMBAR PENGESAHAN

Judul Laporan : PENINGKATKAN HASIL BELAJAR TEMATIK
TEMA III MATERI MENCERITAKAN KEMBALI
DENGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN BAGI
SISWA KELAS III MI MUHAMMADIYAH
SAMBOJA TAHUN PELAJARAN 2020/2021

Nama : Sriyatun Setiawati
Jabatan : Guru Kelas
Tempat Mengajar : MI Muhammadiyah Samboja
Tanggal Pelaksanaan : Siklus I, tanggal 12 Nopember 2020

Siklus II, tanggal 17 Nopember 2020

Samboja, Nopember 2020
Menyetujui

Kepala MI Muhammadiyah Samboja

Ahmad Yani, S.Pd.I

ii

ABSTRAK
Hasil belajar tematik tema III pada materi kemampuan menceritakan
kembali teks wacana siswa kelas III MI Muhammadiyah Samboja belum optimal.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar
tematik tema III materi menceritakan kembali dengan media video pembelajaran
bagi siswa kelas III MI Muhammadiyah Samboja Tahun Pelajaran.Penelitian ini
menggunakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus, yaitu (1)
siklus I tema III Subtema 1, pembelajaran 2 tentang Benda terbuat dari kayu , (2)
siklus II tema III Subtema 1, pembelajaran 3 tentang Kertas di sekitar kita.
Subyek penelitian ini adalah siswa kelas III MI Muhammadiyah Samboja
dengan jumlah siswa sebanyak 18 anak. Pengumpulan data dalampenelitian ini
adalah wawancara, observasi, dan tes.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa:
penggunaan media video pembelajaran terbukti dapat meningkatkan hasil belajar
tematik tema 3 materi kemampuan menceritakan kembali bagi siswa kelas III MI
Muhammadiyah samboja, yaitu nilai k e m a m p u a n m e n c e r i t a k a n
k e m b a l i siswa meningkat dari nilai rata-rata 78,33 (siklus I) menjadi 82,78
(siklus II) yakni meningkat 19%. Sesuai dengan kriteria yang ditentukan maka
peningkatan ini tergolong baik. Penggunaan media video pembelajaran dapat
meningkatkan aktivitas dan kreatifitas siswa dalam proses pembelajaran.

iii

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penyusunan Proposal Penelitian
Tindakan Kelas (PTK) ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Proposal ini
disusun sebagai suatu aktivitas guru dalam rangka penulisan karya ilmiah
perbaikan kegiatan pembelajaran dan refleksi guru.

Laporan ini berjudul “PENINGKATKAN HASIL BELAJAR TEMATIK
TEMA III MATERI MENCERITAKAN KEMBALI DENGAN MEDIA VIDEO
PEMBELAJARAN BAGI SISWA KELAS III MI MUHAMMADIYAH
SAMBOJA TAHUN PELAJARAN 2020/2021”

Laporan penelitian ini tidak akan terwujud tanpa bantuan dari berbagai
pihak yang telah membantu serta mendukung penulis dalam menyelesaikan
Penelitian Tindakan Kelas ini, untuk itu pada kesempatan ini penulis
menyampaikan terima kasih kepada:

1. Bapak Ahmad Yani,S.Pd.I selaku Kepala Madrasah MI Muhammadiyah
Samboja.

2. Ibu Carsini, S.Pd. selaku Observer teman sejawat.
3. Ibu Nurul Husni, S.Pd.I selaku guru pembimbing dan pendamping.
4. Keluarga besar MI Muhammadiyah, rekan-rekan guru dan semua pihak

yang telah memberi semangat, membantu dan mendukung penulis dalam
menyelesaikan penulisan PTK ini

Penyusunan laporan Penelitian Tindakan Kelas ini masih jauh dari
sempurna, untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis
harapkan untuk perbaikan di masa yang akan datang.

Akhirnya penulis berharap semoga Laporan tindakan Kelas ini dapat
memberikan manfaat kepada pembaca dan dunia pendidikan untuk kemajuan
pendidikan di masa depan, khususnya rekan pendidik.

Samboja, N o v e m b e r 2020

iv

Penulis
v

DAFTAR ISI

Halaman Judul...........................................................................................i
Halaman Persetujuan ................................................................................ ii
Halaman Pengesahan................................................................................ iii
Abstrak..................................................................................................... iv
Kata Pengantar .........................................................................................v
Daftar Isi ..................................................................................................vi
Daftar Tabel ............................................................................................. viii
Daftar Gambar..........................................................................................ix
Daftar Lampiran .......................................................................................x
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ......................................................................1
B. Identifikasi dan Batasan Masalah .........................................................2
C. Rumusan Masalah dan Pemecahannya .................................................2
D. Tujuan Penelitian.................................................................................3
E. Manfaat Hasil Penelitian ......................................................................3
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Temuan Hasil Penelitian ......................................................................5
B. Landasan Teori ....................................................................................6
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Subjek Penelitian ................................................................................. 10
B. Deskripsi Persiklus .............................................................................. 10
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian ................................................................................... 15
B. Pembahasan Tiap Siklus Dan Antar Siklus...........................................28
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan ......................................................................................... 31
B. Saran ...................................................................................................32

DAFTAR PUSTAKA............................................................................... 33
CURRICULUM VITAE..........................v..i...............................................34

LAMPIRAN
vi

DAFTAR TABEL
Tabel 3.1. Kisi-Kisi Instrumen Observasi Siswa ........................................ 23
Tabel 3.2. Dasar Penentuan Kategori dari Rentang Nilai Tes Bercerita...... 24
Tabel 4.1. Data Siswa Kelas III.................................................................. 25
Tabel 4.2. Daftar Hasil Kemampuan Menceritakan Kembali
Prasiklus KD.4.1 ........................................................................................ 26
Tabel 4.3. Daftar Hasil Kemampuan Menceritakan Kembali
Siklus I KD 4.1 .......................................................................................... 29
Tabel 4.4. Rekap Daftar Hasil Kemampuan Menceritakan Kembali
Siklus I KD 4.1 .......................................................................................... 30
Tabel 4.5. Daftar Hasil Kemampuan Menceritakan Kembali
Siklus II KD 4.1......................................................................................... 34
Tabel 4.6. Rekap Daftar Hasil Kemampuan Menceritakan Kembali
Siklus II KD 4.1......................................................................................... 36
Tabel 4.7. Daftar Nilai Hasil Kemampuan Menceritakan Kembali Pada Tiap
Siklus ......................................................................................................... 39

viii

DAFTAR GAMBAR
Grafik 4.1. Nilai Kemampuan Menceritakan Kembali Pra Siklus ............... 27
Grafik 4.2. Nilai Kemampuan Menceritakan Kembali Siklus I ................... 32
Grafik 4.3. Nilai Kemampuan Menceritakan Kembali Siklus II .................. 38
Grafik 4.4. Ketuntasan Belajar Menceritakan Kembali dari setiap Siklus . 40

ix

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. RPP Tema 3 Subtema 1 Pembelajaran 2 Siklus I
Lampiran 2. Lembar Observasi Penilaian Ketrerampilan Guru Siklus I
Lampiran 3. Lembar Observasi Hasil Kemampuan Menceritakan Kembali
Siklus I KD 4.1
Lampiran 4. Lembar Observasi Siswa Nilai Tertinggi Siklus I
Lampiran 5. Lembar Observasi Siswa Nilai Terendah Siklus I
Lampiran 6. RPP Tema 3Subtema 1 Pembelajaran 3 Siklus II
Lampiran 7. Lembar Observasi Penilaian Keterampilan Guru Siklus II
Lampiran 8. Lembar Observasi Hasil Kemampuan Menceritakan Kembali
Siklus II KD 4.1
Lampiran 9. Lembar Observasi Siswa Nilai Tertinggi Siklus II
Lampiran 10. Lembar Observasi Siswa Nilai Terendah Siklus II

x

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Di Sekolah Dasar, pengajaran membaca dan menulis merupakan salah satu

bidang garapan yang memegang peranan penting dalam pengajaran Bahasa
Indonesia, karena tanpa memiliki pengetahuan dan ketrampilan membaca dan
menulis maka akan mengalami kesulitan belajar di masa mendatang atau tingkat
sekolah lanjutnya. Namun disamping itu menyampaikan kembali isi teks dengan
menggunakan bahasa atau kata-kata sendiri juga merupakan kegiatan yang tak
kalah pentingnya untuk menambah pengetahuan, meningkatkan pemahaman,
memunculkan sikap apresiatif, dan memperkuat sikap kritis.

Di sekolah kami, MI Muhammadiyah Samboja pelaksanaan pembelajaran
Bahasa Indonesia belum bervariatif yakni menggunakan metode ceramah dan
media buku. Semua kegiatan belajar membaca, menulis ataupun bercerita masih
konvensional membuat siswa terlihat bosan dan tidak tertarik belajar, sehingga nilai
hasil belajar siswa masih rendah dan dibawah nilai KKM yang ditetapkan sekolah.
Demikian juga halnya dengan siswa kelas III, sebagian besar siswanya memiliki
tingkat pemahaman terhadap suatu teks wacana masih sangat rendah, mereka belum
dapat menceritakan kembali suatu teks wacana secara runtut dan benar. Hal ini
dapat dilihat dari hasil belajar siswa yang sebagian besar mendapatkan nilai untuk
kemampuan pengetahuan dan keterampilan dalam bercerita masih di bawah KKM
yaitu 70, dari 18 orang siswa yang mendapat nilai dibawah 70 sebanyak 10 orang
siswa atau 55 % siswa belum mencapai nilai KKM dan hanya 8 siswa yang sudah
mendapat nilai diatas KKM atau 45%.

1

B. Identifikasi dan Batasan Masalah
1. Identifikasi masalah

Berdasarkan berbagai permasalahan yang telah dikemukakan dalam latar
belakang masalah terdahulu, maka diperoleh identifikasi masalah dalam proposal
penelitian tindakan kelas sebagai berikut :

a. Hasil belajar siswa khususnya mata pelajaran bahasa Indonesia pada materi
menceritakan suatu teks wacana masih rendah.

b. Pentingnya meningkatkan kemampuan siswa dalam hal menceritakan suatu
teks wacana atau kejadian tertentu.

c. Keterampilan bercerita siswa masih rendah, terbukti dengan nilai rata-rata
siswa dalam kegiatan bercerita yang masih di bawah nilai KKM.

d. Pelaksanaan pembelajaran masih kurang menggunakan media yang variatif
dalam pembelajaran khususnya pada keterampilan bercerita.
2. Batasan Masalah
Dari beberapa identifikasi di atas, maka peneliti hanya memfokuskan pada

aspek pemanfaatan media video pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar
tematik tema III materi menceritakan kembali bagi siswa kelas III MI
Muhammadiyah Samboja Tahun Pelajaran 2020/2021.

C. Rumusan Masalah dan Pemecahan masalah
1. Rumusan Masalah
Berdasarkan berbagai masalah yang telah dirumuskan, maka
rumusan masalah dalam penelitian tindakan kelas ini adalah Apakah
dengan media video pembelajaran dapat meningkatan hasil belajar
tematik tema III menceritakan kembali bagi siswa kelas III MI
Muhammadiyah Samboja Tahun Pelajaran 2020/2021?

2. Pemecahan Masalah
Merujuk pada rumusan masalah yang telah dirumuskan, maka dapat

direncanakan pemecahan masalahnya adalah dengan melakukan tahapan
sebagai berikut, pertama melakukan perencanaan penelitian, melakukan
penelitian dengan berbagai tahapan penelitian, melakukan observasi

2

penelitian serta hasil dari observasi dan pelaksanaannya dilakukan
refleksi dari berbagai tindakan untuk dilakukan perencanaan pada tahap
siklus kedua dan seterusnya.
D. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui apakah
ada peningkatan hasil belajar tematik tema III materi menceritakan kembali
dengan media video pembelajaran bagi siswa kelas III MI Muhammadiyah
Samboja Tahun Pelajaran 2020/2023.
E. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian tindakan kelas ini adalah :

1. Bagi Siswa
a). Meningkatkan hasil belajar siswa.

b). Siswa lebih mudah memahami materi pelajaran.
c). Meningkatkan peran aktif siswa dalam proses belajar.
d). Memperoleh pengalaman yang menarik dengan media belajar yang

baru.
e). Membantu siswa mengatasi masalah pembelajaran.
2. Bagi Guru
a). Meningkatkan semangat guru dalam mengajar.
b). Meningkatkan kualitas ilmu pengetahuan bagi guru.
c). Membantu guru memperbaiki pembelajaran.
d). Sebagai refleksi awal untuk berbenah diri.
3. Bagi Sekolah
a). Memberikan masukan pada sekolah untuk meningkatkan kualitas

dan hasil belajar siswa.
b). Sebagai sarana memotivasi pengajar di sekolah tersebut agar lebih

kreatif dan
inovatif dalam melaksanakan pembelajaran.
c). Meningkatkan kualitas sekolah
4. Bagi Dunia Pendidikan secara umum

3

a). Sebagai sumbangan khazanah ilmu,memanfaatkan media video
pembelajaran dalam kegiatan belajar bercerita.

b). Sebagai informasi awal bagi yang ingin melakukan penelitian lebih
lanjut.

c). Masukan bagi dunia pendidikan jika menghadapi masalah yang
hampir sama.

4

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Temuan Hasil Penelitian Terdahulu Yang Relevan
Untuk mendukung informasi atas penelitian yang telah dilakukan oleh

peneliti terdahulu, maka peneliti melakukan berbagai informasi penelitian melalui
referensi online maupun hasil penelitian yang bersifat manual berupa hasil
penelitian yang sudah jadi yaitu :

1. Buton Sukrianti, (2022) Evektivitas Penggunaan Video Pembelajaran
Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Operasi Bentuk Aljabar
Kelas VII SMP Negeri 17 Buru. Skripsi thesis, IAIN
Ambon. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai sig.(2-tailed)
adalah 0,019 < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa terdapat efektivitas penggunaan video
pembelajaran terhadap hasil belajar siswa pada materi operasi bentuk
aljabar kelas VII SMP Negeri 17 Buru. Persamaannya adalah sama-
sama menggunakan video pembelajaran dalam kegiatan belajar, akan
tetapi berbeda dengan penelitian yang peneliti lakukan pada siswa dan
materi pelajaran Madrasah Ibtidaiyah.

2. Kurniawati, Ika Marvita (2020), "Penggunaan Media Video
Pembelajaran dalam Upaya Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar
Peserta Didik ". Hasil Penelitian penggunaan media vidio pembelajaran
dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas 2 SDN 6
Sumber kecamatan kradenan kabupaten Blora. Persamaannya adalah sama-
sama menggunakan media video pembelajaran pada pembelajaran tematik,
akan tetapi berbeda dengan penelitian yang dilakukan peneliti yaitu materi
dan kelas yang jadi obyek penelitian.

3. Septiyani, Reni (2019) Penggunaan Media Video Pembelajaran Terhadap
Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam
(Studi di MAN I Pandeglang). Berdasarkan hasil penelitian Menunjukkan
bahwa penggunaan media video pembelajaran mempengaruhi terhadap

5

minat belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan
Islam. Persamaannya adalah sama-sama menggunakan medio video
pembelajaran untuk belajar, akan tetapi berbeda mata pelajaran dengan
penelitian yang peneliti lakukan pada Madrasah Ibtidaiyah.

B. LANDASAN TEORI
1. Hasil belajar
Belajar adalah mengumpulkan sejumlah pengetahuan. Pengetahuan
tersebut diperoleh dari seseorang yang lebih tahu atau yang sekarang ini
dikenal dengan guru. Orang yang banyak pengetahuannya diidentifikasi
sebagai orang yang banyak belajar, sementara orang yang sedikit
pengetahuannya diidentifikasi sebagai orang yang sedikit belajar, dan
orang yang tidak berpengetahuan dipandang sebagai orang yang tidak
belajar.
Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa
setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Individu yang belajar akan
memperoleh hasil dari apa yang telah dipelajari selama proses belajar itu.
Hasil belajar yaitu suatu perubahan yang terjadi pada individu yang
belajar, bukan hanya perubahan mengenai pengetahuan, tetapi juga untuk
membentuk kecakapan, kebiasaan, pengertian, penguasaan, dan
penghargaan dalam diri seseorang yang belajar.
2. Pembelajaran tematik
Pembelajaran tematik adalah bentuk model pembelajaran terpadu
yang menggabungkan suatu konsep dalam beberapa materi, pelajaran
atau bidang studi menjadi satu tema atau topik pembahasan tertentu
sehingga terjadi integrasi antara pengetahuan, keterampilan dan nilai
yang memungkinkan siswa aktif menemukan konsep serta prinsip
keilmuan secara holistik, bermakna dan otentik.
Pembelajaran tematik sebagai sarana untuk melatih siswa melihat masalah
dan memecahkan keilmuan, bagaimana cara membangun pengetahuan secara

6

ilmiah. Caranya, bekerja sama dalam kelompok, berinteraksi dan

berkomunikasi.

Proses atau pelaksanaan pembelajaran tematik memberikan peluang

bagi guru dan siswa untuk mengembangkan pembelajaran yang utuh,

menyeluruh, dan bermakna, kemampuan, dan kebutuhan siswa.

3. Pengertian bercerita

Menurut Madyawati (2016), Bercerita adalah salah satu

keterampilan berbicara yang bertujuan untuk memberikan informasi

kepada orang lain dengan cara menyampaikan berbagai macam ungkapan,

perasaan yang sesuai dengan apa yang dialami, dirasakan, dilihat, dan

dibaca. Menurut Madyawati (2016), manfaat metode pembelajaran

bercerita diantaranya yaitu:

a. Membantu pembentukan pribadi dan moral anak.
b. Menyalurkan kebutuhan imajinasi dan fantasi.
c. Memacu kemampuan verbal anak.
d. Memberikan sejumlah pengetahuan sosial dan nilai moral keagamaan.
e. Memberikan pengalaman belajar untuk melatih pendengarannya dan

melatih cara berbicara yang runtut dan terarah.
f. Membantu mengembangkan kemampuan kognitif, afektif dan

psikomotor.
g. Memberikan pengalaman belajar yang unik dan menarik serta dapat

mengatakan perasaan, membangkitkan semangat dan menimbulkan
keasyikan tersendiri.
(https://www.pelajaran.co.id/2019/12/pengertian-metode-bercerita) .

4. Media Pembelajaran
a. Pengertian Media Pembelajaran
Pengertian media pembelajaran secara umum bisa diartikan
sebagai alat bantu proses belajar mengajar. Segala sesuatu yang dapat
dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan
kemampuan atau ketrampilan.

7

Banyak sekali jenis media pembelajaran dan macamnya.
Diantaranya adalah media audio, media visual dan media audio visual.
Kita bisa memanfaatkan berbagai jenis media pembelajaran yang ada
untuk menunjang proses belajar. Apalagi di zaman sekarang ini peran
teknologi sudah masuk ke berbagai aspek, termasuk dunia pendidikan.

Media pembelajaran berfungsi adalah untuk menarik minat
siswa terhadap materi pembelajaran yang disajikan. Pada

kenyataannya, media pembelajaran masih sering terabaikan dengan
berbagai alasan. Hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi jika setiap

fasilitator telah mempunyai pengetahuan dan keterampilan mengenai
media pembelajaran.
b. Media Video Pembelajaran

Jenis media pembelajaran berupa video pembelajaran
merupakan salah satu jenis media audio visual. Karakteristik media
video sebagai media pembelajaran diantaranya yaitu dapat
menampilkan gambar dengan ukuran yang fleksibel, gambar dapat
dimanipulasi dan dikombinasikan dengan suara, gerakan animasi dan
teks kecepatannya dapat disesuaikan sehingga mendukung
pemahaman siswa dalam mempelajari materi.

Selain itu sasaran penggunaan video yang fleksibel yaitu dapat
digunakan secara individual maupun berkelompok sehingga
memudahkan siswa belajar meskipun dalam situasi kelas yang
berbeda.
c. Kelebihan dan kekurangan media video pembelajaran

Kelebihan media video sebagai media pembelajaran adalah
mampu menampilkan gambar yang bergerak secara berulang-ulang
maupun dihentikan pada bagian tertentu sehingga memudahkan
mengulang materi yang belum dipahami, praktis dan efisien waktu,
mampu menarik perhatian siswa dengan tampilannya yang menarik,
serta dapat digunakan secara individu maupun dalam kelompok.

8

Sementara itu, kekurangan media video ini sebagai media
pembelajaran adalah komunikasi akan cenderung bersifat satu arah
sehingga guru harus kreatif dalam memberikan umpan balik,
Sementara itu dalam proses produksinya sangat kompleks sehingga
membutuhkan peralatan yang lengkap, mahal, dan membutuhkan
waktu dan tenaga yang tidak sedikit.

9

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Subjek Penelitian

a. Lokasi

Kegiatan Penelitian dilaksanakan di MI Muhammadiyah Samboja yang

terletak di Jln. Balik papan - Handil RT. 01 Kelurahan Sungai Seluang

Kec.Samboja Kab.Kutai Kartanegara Kalimantan Timur.

b. Waktu Pelaksanaan

No. Tanggal Kelas Mapel Ket.

1. 09 November 2020 3 Tematik Observasi/ pra siklus

2. 12 November 2020 3 Tematik Siklus 1

3. 17 November 2020 3 Tematik Siklus 2

c. Karakteristik Siswa
Peserta didik kelas 3 MI Muhammadiyah Samboja yang berjumlah 18
orang yang terdiri dari 11 orang laki-laki dan 7 orang perempuan, Masih
terdapat beberapa peserta didik yang belum mampu dalam keterampilan
menceritakan kembali sebuah teks wacana sehingga nilainya masih
kurang bagus.

B. Deskripsi Persiklus
a. Siklus 1
Perencanaan (Planning) pada tahap ini, peneliti merencanakan
pembelajaran yang dilaksanakan dengan mempersiapkan RPP Tema 3
Subtema 1 Pembelajaran 1, media, instrumen, dan melatih guru

10

melaksanakan pembelajaran menggunakan media sesuai dengan langkah
pembelajaran pada RPP. Kemudian melaksanakan pembelajaran yang
telah direncanakan (acting) yaitu dengan melaksanakan pembelajaran
luring tentang benda dan non benda, siswa diminta mengamati video
yang telah diberikan guru dan menceritakan kembali teks atau gambar
berdasarkan video yang mereka lihat. Melalui media video diharapkan
siswa lebih tertarik sehingga kemampuan menceritakan kembali peserta
didik dapat ditingkatkan. Selanjutnya dilakukan Pengamatan (observing)
peneliti mengadakan pengamatan terhadap siswa yang telah diberi
tindakan sesuai rencana. Sasaran yang diamati yaitu peningkatan
Kemampuan menceritakan kembali Teks Wacana. Selanjutnya adalah
tahap Refleksi (Reflection). Pada tahap ini, peneliti dan guru mengadakan
refleksi atau evaluasi terhadap hasil pengamatan, yaitu melihat apakah
dengan diberikannya Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan
Video dapat meningkatkan kemampuan menceritakan kembali
meningkat atau tidak. Pada tahap ini juga dilakukan penyusunan kembali
langkah selanjutnya sebagai perbaikan untuk tindakan yang dilakukan
pada siklus II.
b. Siklus 2

Dalam melaksanakan siklus II, peneliti mengacu pada hasil analisis
siklus I meliputi, hasil belajar, kekurangan langkah pembelajaran pada
siklus I dan bagaimana akibatnya, serta harus bagaimana tindakan
selanjutnya pada siklus II.

11

Adapun tahapan pada siklus kedua sama dengan tahapan pada siklus
II sama hanya saja pada siklus kedua peneliti memberikan penekanan-
penekanan yang dapat membantu siswa untuk dapat lebih meningkatkan
kemampuan menceritakan kembali teks wacana. Sehingga hasil belajar
dapat mencapai target yang telah rencanakan.
c. Pengumpulan Data Instrumen

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah melalaui observasi. Observasi merupakan pengambilan data
untuk menilai sejauh mana efek tindakan mencapai sasaran.

Kegiatan observasi dilakukan untuk mengamati semua yang
terjadi dalam kelas saat terjadi tindakan dengan mencatat hal-hal yang
terjadi secara detail mulai dari yang terkecil.

Jenis observasi yang dilakukan pada penelitian ini adalah
observasi terstruktur. Saat melakukan observasi terstruktur
menggunakan pedoman dalam bentuk instrumen yaitu pedoman
observasi aktivitas siswa dan pedoman observasi aktivitas guru dalam
pembelajaran keterampilan menceritakan kembali teks wacana
menggunakan media video.
d. Instrumen Penelitian

Lembar observasi digunakan untuk mengamati proses
pembelajaran keterampilan menceritakan kembali teks wacana. Lembar
observasi ini digunakan untuk mengukur proses pembelajaran
keterampilan menceritakan kembali teks wacana menggunakan media

12

video dan aktivitas siswa saat proses pembelajaran keterampilan

menceritakan kembali teks wacana menggunakan media video.

Tabel 3.1. Kisi-Kisi Instrumen Observasi Siswa

No Aspek yang Indikator Tingkat
dinilai kefasihan
4321

1 Lafal Siswa mampu merangkai kalimat

2 Intonasi Siswa mampu mengucapkan intonasi
yang tepat

Siswa mampu bercerita menggunakan
3 Keruntutan

kalimat dengan sangat runtut

4 Kelancaran Siswa lancar berbicara dari awal hingga
akhir

Siswa mampu bersikap sangat

5 Sikap ekspresif, gerak gerik wajar,sangat

tenang dan tidak grogi

Keterangan :

Baik sekali = 4

Baik = 3

Cukup =2

Kurang =1

Teknik Analisis Data

Analisis data dilakukan berdasarkan hasil observasi siswa dengan
langkah-langkah sebagai berikut :
1. Melakukan reduksi yaitu mengecek dan mencatat kembali data-data

yang terkumpul.
2. Melakukan inferensi yaitu menyimpulkan apakah data pembelajaran

terjadi peningkatan hasil belajar
3. Tahap tindak lanjut yaitu merumuskan langkah-langkah pembelajaran

untuk siklus berikutnya.

13

4. Pengambilan kesimpulan, digunakan acuan berdasarkan analisis hasil
observasi yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran.
Kegiatan analisis menggunakan pedoman yaitu,meningkatnya

kemampuan menceritakan kembali ditandai dengan meningkatnya
perolehan nilai yang diperoleh siswa

Rumus Prosentase peningkatan kemampuan menceritakan kembali
melalui media video adalah:
Ketuntasan individu : Jumlah skor perolehan x 100%

Jumlah skor maksimal

Ketuntasan Klasikal : Jumlah siswa yang tuntas x100%
Jumlah siswa

Tabel 3. 2. Dasar Penentuan Kategori dari Rentang Nilai Tes Bercerita

No. Nilai Kategori
1 75-100
Terampil
2 50-74.99 /Mampu
3 25-49.99 Cukup terampil/Mampu
4 0-24.99
Kurang terampil/Mampu

Tidak terampil/Mampu

e. Indikator ketuntasan
Pelaksanaan tindakan dikatakan berhasil jika rata – rata hasil belajar

siswa mengalami peningkatan dan kriteria ketuntasan belajar siswa
memenuhi target yang telah ditentukan secara klasikal yaitu 75% serta
memperoleh nilai ≥ 70.

14

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. HASIL PENELITIAN

1. Tabel 4.1. Data Siswa Kelas III

No Nama Siswa Kelas Jenis Keterangan
Kelamin
1 Adipati Mirza Nusa Bhakti 3 L = 11
2 Aisha Farhana amara Putri 3 L P=7
3 Akmal Said Putra Hadi 3 P
4 Alesha Naufalyn Dzahin 3 L
5 Allysa Putri Ramadhani 3 P
6 Aqeela Al Bukhari Revinda 3 P
7 Danesh Raffasya A 3 L
8 Hagia Sofia Adeeva 3 L
9 Jadzil Atha Muflih 3 P
10 M Ficky Abuzhar S 3 L
11 M Zidan Mirzan ukail 3 L
12 Mardiansyah Rudi 3 L
13 Maulid Dorrotul Z 3 L
14 Muhammad Azhar N 3 P
15 Muhammad Gerhana SS 3 L
16 Muhammad Rangga W 3 L
17 Qurratun Nur Aini 3 L
18 Yhara Kadiva Aqeela 3 P
18 P
Jumlah

2. Data Observer/Teman Sejawat

Pada kegiatan observasi, penulis meminta teman sejawat sebagai observer

dengan biodata sebagai berikut :

Nama : Carsini, S.Pd.

Jabatan : Guru Kelas 6

15

Alasan penulis memilih beliau menjadi observer adalah karena beliau salah
satu guru mumpuni yang ada di MI Muhammadiyah dan memiliki
kemampuan yang cukup memadai sebagai observer.

3. Deskripsi Keterampilan Bercerita Siswa Kelas III pada Kondisi Awal
(Pra Siklus)

Sebelum melakukan tindakan, penulis melakukan observasi kegiatan
bercerita siswa menggunakan data awal prasiklus bercerita tanpa
menggunakan media video siswa hanya membaca teks wacana kemudian
menceritakan kembali hasil mereka membaca teks wacana. Observasi
pratindakan menggunakan lembar observasi penilaian keterampilan bercerita
untuk mengetahui kondisi awal atau sejauh mana kemampuan bercerita siswa
kelas III MI Muhammadiyah Samboja. Hasil dari kegiatan observasi
digunakan untuk menentukan tindakan yang dilaksanakan pada penelitian
siklus I.

Data Awal Prasiklus

Data awal yang diperoleh saat prasiklus adalah sebagai berikut :

Tabel 4. 2. Daftar Hasil Kemampuan Menceritakan Kembali

Prasiklus KD.4.1

Keterangan

Nama Siswa Nilai Tuntas Tidak
No √ Tuntas
80
1 Adipati Mirza N B 60 -
2 Aisha Farhana A P 60
3 Akmal Said Putra H 70 v
4 Alesha Nurfalyn Dzahin 65
5 Allysa Putri Ramadhani 75 v
6 Aqeela Al Bukhari R 65
7 Danesh Raffasya A 80 v
8 Hagia Sofia Adeeva 65
9 Jadzil Atha Muflih 65 v
10 M Ficky Abuzar S 75 √
11 M Zidan Ukail 60
12 Mardiansyah Rudi v


v

v


v

16

13 Maulid Dorrotul Zahidah 70 v v
14 Muhammad Azhar N 80 √ √
15 Muhammad Gerhana SS 65 √
16 Muhammad Rangga W 65 v
17 Qurratun Nur Aini 65 8 10
18 Yhara Kadiva Aqeela 80 45% 55%
1245
Jumlah 69,17
Rata-rata

Grafik 4. 1. Nilai Kemampuan Menceritakan Kembali Pra Siklus

Banyaknya siswa 10
9
8 61-70 71-80 81-90 91-100
7 Nilai yang diperoleh
6
5
4
3
2
1
0
51-60

4. Deskripsi Keterampilan Bercerita Siswa Kelas III pada Siklus I
a. Perencanaan
Data yang diperoleh pada tahap pra siklus dijadikan sebagai acuan
dalam melaksanakan tindakan pada siklus I. Hal tersebut bertujuan agar
diperoleh suatu peningkatan keterampilan bercerita siswa pada Siklus 1
tentang Tema 3 Subtema 1 Pembelajaran 1. Pada tahap ini peneliti
menyusun rencana tindakan yang akan dilaksanakan, antara lain :

1) Berdasarkan hasil dari data prasiklus nilai siswa yang belum tuntas

17

maka dilaksanakan perbaikan pada siklus 1.
2) Menyiapkan perangkat pembelajaran berupa RPP, Bahan Ajar,

LKPD, Media Bahan Ajar berbentuk PPT, dan Evaluasi.
3) Membuat video pembelajaran Siklus 1
4) Menyiapkan Alat Media untuk pelaksanaan pembelajaran siklus 1.
5) Menyiapkan Lembar Observasi
6) Menyiapkan Lembar Observasi Teman sejawat
7) Melakukan kunjungan kepada Kepala Sekolah terkait ijin untuk

pelaksanaan kegiatan PPL di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah
Samboja Khususnya pada siswa kelas III.
8) Melakukan Sosialisasi terhadap teman sejawat terkait tentang proses
penilaian pada lembar observasi guru.
b. Pelaksanaan

Pelaksanaan Pembelajaran siklus I dilaksanakan pada tanggal 12
November 2020, Pukul : 08.30 – selesai.

Guru melaksanakan pembelajaran yang telah direncanakan (acting)
yaitu dengan melaksanakan pembelajaran luring tentang benda dan non
benda pada Tema 3 Subtema 1 Pembelajaran 2, siswa diminta
mengamati teks wacana benda terbuat dari kayu serta mengamati video
yang diputar , kemudian siswa diberi tugas untuk menceritakan kembali
teks atau gambar berdasarkan video yang mereka lihat. Melalui media
video diharapkan siswa lebih tertarik sehingga kemampuan
menceritakan kembali peserta didik dapat ditingkatkan.

18

c. Hasil Penelitian Siklus 1
Tabel 4. 3. Daftar Hasil Kemampuan Menceritakan Kembali Siklus
I KD 4.1

Aspek yang dinilai Keterangan
L I KR KL S
No Nama Siswa Jml Nilai Tuntas Tdk

Tuntas

1 Adipati Mirza N B 44 4 4 3 19 95 √

2 Aisha Farhana A P 24 3 2 3 14 70 √

3 Akmal Said Putra H 4 2 4 2 2 14 70 √

4 Alesha Nurfalyn D 44 4 4 4 20 90 √

5 Allysa Putri R 42 4 2 3 15 75 √

6 Aqeela Al Bukhari R 4 4 4 3 3 18 90 √

7 Danesh Raffasya A 43 3 3 3 16 75 √

8 Hagia Sofia Adeeva 3 4 3 4 4 18 90 √

9 Jadzil Atha Muflih 33 3 2 2 13 65 √

10 M Ficky Abuzar S 42 4 2 3 15 75 √

11 M Zidan Ukail 43 4 3 4 18 90 √

12 Mardiansyah Rudi 23 2 2 3 12 60 √

13 Maulid Dorrotul Z 44 4 3 3 18 90 √

14 Muhammad Azhar N 4 4 4 4 3 19 95 √

15 Muh. Gerhana SS 23 2 2 3 12 60 √

16 Muh. Rangga W 42 2 2 3 13 65 √

17 Qurratun Nur Aini 23 2 3 3 13 65 √

18 Yhara Kadiva Aqeela 4 4 4 3 3 18 90 √

Jumlah 1410 13 5

Rata-rata 78,8 75% 25%

9

Keterangan :

L = Lafal ( Siswa mampu merangkai kalimat )
I = Intonasi ( Siswa mampu mengucapkan intonasi yang tepat )
KR = Keruntutan ( Siswa mampu bercerita menggunakan kalimat

dengan sangat runtut )
KL = Kelancaran ( Siswa lancar bercerita dari awal hingga akhir )
S = Sikap ( Siswa mampu bersikap sangat ekspresif, gerak-gerik

wajar, sangat tenang dan tidak grogi ).

Keterangan Bobot Nilai : Skor Perolehan
Nilai 4 = Sangat baik NILAI =

Skor Maksimal x 100

19

Nilai 3 = Baik
Nilai 2 = Cukup
Nilai 1 = Kurang

Berdasarkan tabel di atas terdapat 5 siswa yang belum mencapai
ketuntasan jika dilihat dari aspek penilaian antara lain :

1. Lafal
Terdapat 4 siswa masih kurang mampu dalam merangkai kalimat.

2. Intonasi
Terdapat 4 siswa yang masih kurang mampu dalam mengucapkan intonasi
dengan tepat.

3. Keruntutan
Masih terdapat 4 siswa yang kurang mampu dalam bercerita menggunakan
kalimat yang sangat runtut dari awal sampai akhir.

4. Kelancaran
Masih terdapat 8 siswa yang kurang lancar dalam menceritakan kembali
teks wacana atau gambar dari awal sampai akhir.

5. Sikap
Masih terdapat 2 siswa yang masih bersikap kurang percaya diri, masih
grogi , dalam menceritakan kembali sebuah teks wacana atau gambar.

Tabel 4.4. Rekap Daftar Hasil Kemampuan Menceritakan Kembali

Siklus I KD 4.1

Keterangan

No Nama Siswa Nilai Tuntas Tidak
Tuntas
1 Adipati Mirza N B 95 √
2 Aisha Farhana A P 70 √ -
3 Akmal Said Putra H 70 √
4 Alesha Nurfalyn Dzahin 90
5 Allysa Putri Ramadhani 75 √
6 Aqeela Al Bukhari R 90
7 Danesh Raffasya A 75 √
8 Hagia Sofia Adeeva 90 √
9 Jadzil Atha Muflih 65 √
10 M Ficky Abuzar S 75
11 M Zidan Ukail 90 √
12 Mardiansyah Rudi 60
v

v


v

20

13 Maulid Dorrotul Zahidah 90 v v
14 Muhammad Azhar N 95 √ √
15 Muhammad Gerhana SS 60 √
16 Muhammad Rangga W 65 v
17 Qurratun Nur Aini 65 13 5
18 Yhara Kadiva Aqeela 90 75% 25%
1410
Jumlah 78,33
Rata-rata

Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa prosentase hasil kemampuan
menceritakan kembali teks wacana atau gambar dengan media video siswa
kelas 3 mengalami peningkatan yaitu menjadi 75 %, dan 25 % siswa yang
belum tuntas.Ini membuktikan bahwa melalui media video siswa lebih tertarik
untuk mengikuti pembelajaran,walaupun disiklus I belum bisa mencapai target
yang diinginkan.

d. Refleksi dan Perbaikan Siklus 1

Dalam tahap refleksi dilakukan evaluasi tentang apa yang telah dilakukan,
diungkapkan kelebihan dan kekurangan tindakan, serta mencari solusi untuk
dilaksanakan pada tindakan selanjutnya. Peneliti melakukan refleksi dengan cara
mengevaluasi proses kegiatan pembelajaran bercerita yang telah dilaksanakan.

Berdasarkan hasil Observasi dari teman sejawat dan berdasarkan hasil
penilaian siswa pada siklus 1 diperoleh informasi sebagai berikut :

1. Dalam penyampaian materi guru terlalu cepat, sehingga peserta didik
kurang memahami apa yang disampaikan oleh gurunya.

2. Kurangnya guru dalam mengkondisikan peserta didik sehingga komunikasi
antara guru dan siswa masih kurang aktif.

3. Masih kurangnya penanaman rasa percaya diri pada peserta didik sehingga
dalam proses menceritakan kembali sebuah teks wacana masih kurang
maksimal.

4. Masih kurangnya penguasaan materi yang disampaikan guru sehingga
peserta didik masih kurang mampu dalam menceritakan kembali teks

21

wacana atau gambar secara runtut.
5. Untuk peserta didik yang belum tuntas perlu bimbingan dari guru dan

orang tua terutama dalam hal menumbuhkan rasa percaya diri, berani
mengungkapkan kalimat apa yang akan disampaikan, tidak malu-malu,
tidak grogi, bersikap tenang.
6. Guru perlu melakukan penekanan-penekanan pada materi yang akan
diajarkan agar peserta didik lebih mengerti dan memahaminya.
7. Guru membuat media video pembelajaran lebih kreatif lagi dengan gambar-
gambar yang lebih menarik dan sesuai dengan materi agar dapat
menumbuhkan minat peserta didik dalam belajar dan peserta didik lebih
mudah untuk memahami materi yang disampaikan.
Grafik 4. 2. Nilai Kemampuan Menceritakan Kembali Siklus I

7

6

Banyaknya siswa 5

4

3

2

1

0 61-70 71-80 81-90 91-100
51-60 Nilai yang diperoleh

5. Deskripsi Keterampilan Bercerita Siswa Kelas III pada Siklus II
a. Perencanaan

Pada tahap perencanaa sama seperti pada siklus I, peneliti menyusun
rencana tindakan yang akan dilaksanakan, antara lain :

1. Berdasarkan hasil dari data siklus I, nilai siswa yang belum tuntas maka

22

dilaksanakan perbaikan pada siklus II.
2. Menyiapkan perangkat pembelajaran Tema 3 Subtema 1 Pembelajaran

2 berupa RPP, Bahan Ajar, LKPD, Media Bahan Ajar berbentuk PPT,
dan Evaluasi.
3. Membuat video pembelajaran Siklus II.
4. Menyiapkan Alat Media, untuk pelaksanaan pembelajaran siklus II.
5. Menyiapkan Lembar Observasi Siswa untuk siklus II.
6. Menyiapkan Lembar Observasi Teman sejawat untuk Siklus II.
7. Melakukan Sosialisasi ulang terhadap teman sejawat terkait tentang
proses penilaian pada lembar observasi guru, untuk siklus II.
b. Pelaksanaan
Pelaksanaan Pembelajaran siklus II dilaksanakan pada tanggal 17
November 2020, Pukul : 08.30 – selesai.
Berdasarkan hasil refleksi dan perbaikan, penulis lebih meningkatkan
lagi hal-hal yang masih dianggap kurang pada pelaksanaan disiklus 1.
Guru melaksanakan pembelajaran yang telah direncanakan (acting)
yaitu dengan melaksanakan pembelajaran tentang Benda Terbuat dari Kayu
( Proses Pengolahan Kayu Sebelum diolah Menjadi Sebuah Benda ) pada
Tema 3 Subtema 1 Pembelajaran 2, siswa diminta mengamati teks wacana
tentang Benda Terbuat dari Kayu ( Proses Pengolahan Kayu Sebelum diolah
Menjadi Sebuah Benda ) serta mengamati video yang telah diputar dan
diberi tugas untuk menceritakan kembali teks atau gambar berdasarkan
video yang mereka lihat. Melalui media video dan diberikan penekanan
pada indikator yang masih belum dicapai siswa diharapkan siswa lebih
tertarik dan lebih memahami sehingga kemampuan menceritakan kembali
peserta didik dapat lebih ditingkatkan.
Selanjutnya dilakukan Pengamatan ( observing ) penulis dan guru
teman sejawat mengadakan pengamatan terhadap siswa yang telah diberi
tindakan sesuai rencana. Sasaran yang diamati yaitu peningkatan

23

Kemampuan menceritakan kembali Teks Wacana pada Tema 3 Subtema 1
Pembelajaran 3 tentang Kertas di sekitar kita.
c. Hasil Penelitian Siklus II

Tabel 4. 5. Daftar Hasil Kemampuan Menceritakan Kembali Siklus II
KD 4.1

Aspek yang di nilai Keterangan

No Nama Siswa L I KR KL S Jlh Nilai Tuntas Tdk
Tuntas

1 Adipati Mirza N B 4 4 4 4 3 19 95 √

2 Aisha Farhana A P 3 4 3 2 3 15 75 √

3 Akmal Said Putra H 4 2 3 3 3 15 75 v

4 Alesha Nurfalyn D 4 4 3 4 4 19 95 √

5 Allysa Putri R 4 2 4 2 3 15 75 √

6 Aqeela Al B R 4 4 4 3 3 18 90

7 Danesh Raffasya A 4 3 3 3 3 16 80

8 Hagia Sofia Adeeva 4 4 3 4 4 19 95

9 Jadzil Atha Muflih 4 3 2 3 3 15 75 v

10 M Ficky Abuzar S 4 2 4 2 3 15 75 √

11 M Zidan Ukail 4 3 4 3 4 18 90

12 Mardiansyah Rudi 3 3 3 2 2 13 65 v

13 Maulid Dorrotul Z 4 4 4 3 3 18 90 √

14 Muh. Azhar N 4 4 4 4 4 20 100

15 Muh. Gerhana SS 4 3 2 3 3 15 75 v

16 Muh. Rangga W 4 2 3 3 3 15 75 v

17 Qurratun Nur Aini 4 3 3 2 3 15 75 v

18 Yhara Kadiva A 4 4 4 3 3 18 90

Jumlah 1490 17 1

Rata-rata 82,78 94,44 5,56%

%

Keterangan :
L = Lafal ( Siswa mampu merangkai kalimat )
I = Intonasi ( Siswa mampu mengucapkan intonasi yang tepat )
KR = Keruntutan ( Siswa mampu bercerita menggunakan kalimat

dengan sangat runtut )
KL = Kelancaran ( Siswa lancar bercerita dari awal hingga akhir )

24

S = Sikap ( Siswa mampu bersikap sangat ekspresif, gerak-gerik

wajar, sangat tenang dan tidak grogi ).

Keterangan Bobot Nilai :

Nilai 4 = Sangat baik

Nilai 3 = Baik Skor Perolehan
Nilai 2 = Cukup
Nilai 1 = Kurang NILAI = x 100

Skor Maksimal

Berdasarkan tabel di atas terdapat 5 siswa yang belum mencapai

ketuntasan jika dilihat dari aspek penilaian antara lain :

1. Lafal

Tidak ada siswa yang masih masuk kategori kurang baik dalam

merangkai kalimat.

2. Intonasi

Terdapat 4 siswa yang masih kurang mampu dalam mengucapkan

intonasi dengan tepat.

3. Keruntutan

Masih terdapat 2 siswa yang kurang mampu dalam bercerita

menggunakan kalimat yang sangat runtut dari awal sampai akhir.

4. Kelancaran

Masih terdapat 5 siswa yang kurang lancar dalam menceritakan kembali

teks wacana atau gambar dari awal sampai akhir.

5. Sikap

Masih terdapat seorang siswa yang masih bersikap kurang percaya diri,

masih grogi , dalam menceritakan kembali sebuah teks wacana atau

gambar.

25

Tabel 4.6. Rekap Daftar Hasil Kemampuan Menceritakan Kembali

Siklus II KD 4.1

Keterangan

No Nama Siswa Nilai Tidak
Tuntas
Tuntas

1 Adipati Mirza N B 95 √ -
2 Aisha Farhana A P 75 √
3 Akmal Said Putra H 75 v v
4 Alesha Nurfalyn Dzahin 95 √ 1
5 Allysa Putri Ramadhani 75 √ 5,56%
6 Aqeela Al Bukhari R 90 √
7 Danesh Raffasya A 80 √
8 Hagia Sofia Adeeva 95 √
9 Jadzil Atha Muflih 75 v
10 M Ficky Abuzar S 75 v
11 M Zidan Ukail 90 √
12 Mardiansyah Rudi 65
13 Maulid Dorrotul Zahidah 90 v
14 Muhammad Azhar N 100 √
15 Muhammad Gerhana SS 75 v
16 Muhammad Rangga W 75 v
17 Qurratun Nur Aini 75 v
18 Yhara Kadiva Aqeela 90 v
1490 17
Jumlah 82,78 94,44%
Rata-rata

Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa prosentase hasil kemampuan
menceritakan kembali teks wacana atau gambar dengan media video siswa
kelas 3 mengalami peningkatan yaitu menjadi 94,44 %, dan 5,56 % siswa yang
belum tuntas.Ini membuktikan bahwa melalui media video siswa lebih tertarik
untuk mengikuti pembelajaran,walaupun di siklus II ini masih ada seorang
siswa yang masih belum bisa mencapai target yang diinginkan.

26

d. Refleksi dan Perbaikan Siklus 1I
Dalam tahap refleksi dilakukan evaluasi tentang apa yang telah

dilakukan, diungkapkan kelebihan dan kekurangan tindakan, serta mencari
solusi untuk dilaksanakan pada tindakan selanjutnya. Peneliti melakukan
refleksi dengan cara mengevaluasi proses kegiatan pembelajaran bercerita
yang telah dilaksanakan.

Berdasarkan hasil Observasi dari teman sejawat dan berdasarkan hasil
penilaian siswa pada siklus II ini diperoleh informasi sebagai berikut :
1. Dalam penyampaian materi guru sudah lebih baik dibandingkan dengan

pembelajaran pada siklus 1 sehingga siswa lebih memahami apa yang
disampaikan oleh gurunya.
2. Komunikasi guru dan siswa berjalan lebih aktif dan terarah sehingga
pembelajaran lebih kondusif dan tampak menyenangkan.
3. Guru perlu melakukan penekanan-penekanan pada materi yang akan
diajarkan agar siswak lebih mengerti dan memahaminya.
4. Guru membuat media video pembelajaran lebih kreatif lagi dengan
gambar-gambar yang lebih menarik dan sesuai dengan materi agar dapat
menumbuhkan minat siswa dalam belajar dan agar siswa lebih mudah
untuk memahami materi yang disampaikan.
5. Untuk peserta didik yang masih belum tuntas dalam materi ini dapat
dilakukan remedial dengan memberikan tes tertulis kembali dengan
membuat soal yang lebih sederhana agar mudah dipahami dan dijawab
oleh siswa sehingga mencapai nilai standar KKM yang sudah ditentukan.

27

Grafik 4. 3. Nilai Kemampuan Menceritakan Kembali Siklus II

Banyaknya siswa 10
9
8 61-70 71-80 81-90 91-100
7 Nilai yang diperoleh
6
5
4
3
2
1
0

51-60

B. PEMBAHASAN TIAP SIKLUS DAN ANTAR SIKLUS
1. Pembahasan tiap Siklus
a. Prasiklus

Pada prasiklus sebagian besar peserta didik belum mempunyai
kemampuan menceritakan kembali suatu teks wacana hal ini terlihat
dari prosentasi nilai ketuntasan klasikal yang masih rendah yaitu
hanya 46% dari keseluruhan jumlah peserta didik.

b. Siklus I
Pada siklus pertama sebagian peserta didik telah memiliki

menunjukkan adanya peningkatan kemampuan dalam menceritakan
kembali suatu teks wacana yang ditunjukkan dengan prosentasi nilai
ketuntasan klasikal mencapai 75% dari keseluruhan jumlah peserta
didik.

c. Siklus II
Dengan menggunakan media video pembelajaran dapat kita

lihat bahwa peningkatan kemampuan menceritakan kembali suatu
teks wacana pada peserta didika dari prasiklus sampai siklus ke dua

28

sangat terlihat dengan demikian media video pembelajaran sangat
bermanfaat dalam peningkatan hasil belajar tematik tema III dengan
media video pembelajaran pada siswa Kelas III MI Muhammadiyah
Samboja Tahun Pelajaran 2022/2023.

2. Pembahasan Antar Siklus
Diperhatikan dari penyajian tabel hasil kemampuan

menceritakan kembali suatu teks pada prasiklus , siklus I, dan
siklus II, di setiap siklus ada peningkatan. Maka setiap langkah
usaha yang dilakukan ternyata ada hasil yang dapat diperoleh dari
usaha tersebut. Dari tindakan prasiklus ke siklus I peningkatan
terlihat cukup signifikan dari prosentase ketuntasan klasikal 45%
menjadi 75% dan nilai rata-rata awal 67,17 menjadi 78,33.
Peningkatan ini terjadi karena media yang digunakan bagi peserta
didik cukup baru dan menarik , berlanjut dengan siklus I ke siklus
II, dari prosentase ketuntasan klasikal 75% menjadi 94,44% dan
nilai rata-rata 78,33 menjadi 82,78 ternyata menunjukkan adanya
peningkatkan hasil belajar tematik tema III materi menceritakan
kembali suatu teks wacana.

Hal ini dapat terjadi karena adanya penggunaan media dan
metode yang digunakan sudah sangat sesuai dan menarik bagi
peserta didik. Sehingga pada siklus yang kedua ini peserta didik
benar- benar telah memiliki Kemampuan menceritakan kembali
suatu teks wacana sesuai dengan indikator yang diharapkan oleh
guru dengan tingkat ketuntasan klasikal mencapai 94,44% dan nilai
rata-rata siswa 82,78.

Tabel 4.7. Daftar Nilai Hasil Kemampuan Menceritakan
Kembali Pada Tiap Siklus

NO NAMA SISWA PRA SIKLUS I SIKLUS
1 Adipati Mirza N B SIKLUS 95 II

80 95

29

2 Aisha Farhana A P 60 70 75
3 Akmal Said Putra H 60 70 75
4 Alesha Nurfalyn D 70 90 95
5 Allysa Putri Ramadhani 65 75 75
6 Aqeela Al Bukhari R 75 90 90
7 Danesh Raffasya A 65 75 80
8 Hagia Sofia Adeeva 80 90 95
9 Jadzil Atha Muflih 65 65 75
10 M Ficky Abuzar S 65 75 75
11 M Zidan Ukail 75 90 90
12 Mardiansyah Rudi 60 60 65
13 Maulid Dorrotul Z 70 90 90
14 Muhammad Azhar N 80 95 100
15 Muh. Gerhana SS 65 60 75
16 Muhammad Rangga W 65 65 75
17 Qurratun Nur Aini 65 65 75
18 Yhara Kadiva Aqeela 80 90 90
69,17 78,33 82,78
Nilai Rata -rata 45% 75% 94,44%
Ketuntasan

Grafik 4. 4. Ketuntasan Belajar Menceritakan Kembali dari
setiap Siklus

100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%

Pra siklus Siklus 1 Siklus II

30

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan kajian teori dari berbagai sumber yang dapat
peneliti kumpulkan dan setelah mengadakan pengolahan data dengan
menggunakan teknik analisis data dalam bentuk persentase (%) maka dapat
disimpulkan sebagai berikut:
1. Media video pembelajaran mempunyai pengaruh yang amat besar atau dan
sangat penting dalam meningkatkan hasil belajar tematik tema III pada siswa
Kelas III (tiga) MI Muhammadiyah Samboja Tahun Pelajaran 2020 / 2021.
2. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan penggunaan media video
pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar tematik tema III pada siswa
Kelas III MI Muhammadiyah Samboja Tahun Pelajaran 2020/2021 dengan nilai
rata-rata mencapai 82,78 dari siswa yang berjumlah 18 orang.

31

B. SARAN – SARAN
Sesuai dengan temuan kenyataan di lapangan, maka peneliti memberikan saran –
saran sebagai berikut:

1. Guru hendaknya memilih metode dan media yang tepat dan cocok dengan
materi pelajaran yang sedang disampaikan sehingga materi pelajaran akan
lebih mudah diterima peserta didik.

2. Dalam pembelajaran temat ik khusus nya untuk p ela jar an Bahasa
Indonesia mater i menceritakan kembali teks suatu wacana merupakan
materi yang membutuhkan bimbingan yang ekstra karena memiliki 5
faktor yang dipenuhi oleh siswa untuk dapat dinyatakan tuntas yaitu lafal,
intonasi, keruntutan, kelancaran dan sikap.

3. Guru hendaknya memiliki kesabaran yang tinggi dalam setiap
menyampaikan materi pelajaran khususnya pembelajaran bahasa
Indonesia sehingga siswa merasa senang dan bersemangat belajar .

32

DAFTAR PUSTAKA

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia .2018 .Buku
pedoman guru tema : Benda di Sekitarku Kelas III ( Buku Tematik Terpadu
Kurikulum 2013, Jakarta : Mas Media Buana Pustaka.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia .2018 .Buku
pedoman guru siswa : Benda di Sekitarku Kelas III ( Buku Tematik Terpadu
Kurikulum 2013, Jakarta : Mas Media Buana Pustaka.
Kajian Pustaka ( https://www.researchgate.net/publication/342170027) dikutip
pada tanggal 13 Nopember 2022 pukul 20.00)

Wikipedia bahasa Indonesia ( https://id.wikipedia.org/wiki/PTK ) dikutip pada
tanggal 13 Nopember 2022 pukul 22.00 )

Belajar Ilmu Sosial
(https://www.ilmusosial.id/2020/04/langkah-langkah- membuat- ptk.html )
dikutip pada tanggal 13 Nopember 2022 pukul 22.00 )

Kajian Pustaka (https://www.pelajaran.co.id/2019/12/pengertian-metode-
bercerita) dikutip pada tanggal 13 Nopember 2022 pukul 20.00)

SMA Parasida Amnipura (https://www.liputan6.com/citizen6/read/3921556/6-
jenis-mediapembelajaran-sederhana-bisa-bantu-siswa-agar-tidak-bosan) dikutip
pada tanggal 13 Nopember 2022 pukul 21.00)

Among Guru ( https://www.amongguru.com/pembelajaran-daring ) dikutip pada
tanggal 13 Nopember 2022 pukul 16.00)

Compas.com lifestyle ( https://www.kompas.com).

Sanjaya, M.Pd, Prof. DR. H. Wina (2016). Penelitian Tindakan Kelas. Prenada
Media. hlm. 22. ISBN 9789791486880.
Penelitian Tindakan Kelas: (Langkah-Langkah Praktis Pelaksanaan Penelitian
Tindakan Kelas). LeutikaPrio. hlm. 19-20. ISBN 9786023716654.
https://id.wikipedia.org/wiki/Penelitian_tindakan_kelas

Arikunto, suharjono dan supardi. 2006. Penelitian tindakan kelas, Jakarta: Bumi
Aksara.

33

DATA PRIBADI : CURICULUM VITAE
Nama
Tempat/Tanggal Lahir : Sriyatun Setiawati
Kewarganegaraan : Ciamis, 09 Nopember 1976
Jenis Kelamin : Indonesia
Agama : Perempuan
Alamat : Islam

Status : Jl. Pembangunan RT. 09 Desa Karya Jaya
Tinggi/Berat Badan Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara
Nomor Telp/HP Provinsi Kalimantan Timur
Email : Kawin
: 168 cm / 70 kg
082157590737
: [email protected]

RIWAYAT PENDIDIKAN Tahun 1982 - 1989
A. Pendidikan Formal Tahun 1989 - 1992
1. SD Negeri 2 Lakbok Tahun 1992 - 1995
2. SMP Negeri 1 Lakbok Tahun 1995 – 2001
3. SMA Negeri 1 Lakbok Tahun 2003 - 2004
4. S1 Biologi UNSOED
5. AKTA IV IAILM Suryalaya

34

6. S1 FKIP PGSD Universitas Terbuka Tahun 2015 - 2017
B. Pendidikan Non Formal

1. -

35

36

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN URIKULUM 2013

Satuan Pendidikan : MI Muhammadiyah Samboja

Kelas / Semester : 3 /1

Tema : 3 ( Benda di Sekitarku 3)

Sub Tema : 1 ( Aneka Benda di Sekitarku)

Muatan Terpadu : Bahasa Indonesia (3.1 , 4.1), PPkN (3.1 , 4.1)

Pembelajaran ke : 2

Alokasi waktu : 1 x Pertemuan ( 2 x 35 Menit)

A. KOMPETENSI INTI (KI)
KI 1 : Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri
dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guMI Muhammadiyahru, dan
tetangganya
KI 3 : Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat,
membaca dan menanya ) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang
dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang
dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain.
KI 4 : Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis,
dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan
dalam tindakan yang mencerminkan peri-laku anak beriman dan berakhlak mulia

B. KOMPETENSI DASAR (KD) DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

Bahasa Indonesia

NO KOMPETENSI DASAR (KD) INDIKATOR

1 3.1 Menggali informasi tentang 3.1.1. Mengidentifikasi benda-

konsep perubahan wujud benda benda yang terbuat kayu

dalam kehidupan sehari-hari dalam wacana berjudul

yang disajikan dalam bentuk Benda Terbuat dari

Kayu.(C2)

lisan, tulis, visual, dan/atau 3.1.2 Menyeleksi benda-benda

eksplorasi lingkungan. yang terbuat dari kayu dalam

wacana berjudul Benda

terbuat dari kayu (C4)

2 4.1 Menyajikan hasil informasi 4.1.1 Menceritakan kembali

tentang konsep perubahan informasi secara lisan

wujud benda dalam kehidupan tentang proses pembuatan

sehari-hari dalam bentuk lisan, benda-benda di sekitarnya

tulis, dan visual menggunakan yang terbuat dari kayu.(P2)

kosakata baku dan kalimat 4.1.2 Mengembangkan informasi

efektif. secara lisan tentang proses

pembuatan benda-benda di

sekitarnya yang terbuat dari

kayu.(P4)

PPKn

NO KOMPETENSI DASAR (KD) INDIKATOR

1 3.1 Memahami arti gambar pada 3.1.1 Memahami arti penting
lambang negara “Garuda musyawarah untuk
Pancasila”. menyelesaikan
masalah.(C2)

3.1.2 Menyimpulkan arti penting
musyawarah untuk
menyelesaikan
masalah.(C5)

2 4.1 Menceritakan arti gambar pada 4.1.1 Menceritakan
lambang negara “Garuda pengalamannya dalam
melakukan musyawarah
Pancasila”. (C2).

4.1.2 Melaksanakan musyawarah
untuk menyelesaikan
masalah (P5)

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Dengan mengamati teks wacana dan video, peserta didik dapat mengidentifikasi
benda-benda yang terbuat dari kayu yang terdapat dalam wacana.

2. Dengan mengamati teks wacana dan video, peserta didik dapat menyeleksi benda-
benda yang terbuat dari kayu yang terdapat dalam wacana.

3. Dengan mengamati teks wacana dan video, peserta didik mampu menceritakan
kembali informasi secara lisan tentang proses pembuatan benda-benda di sekitarnya
yang terbuat dari kayu dengan percaya diri.

4. Dengan mengamati teks wacana dan video, peserta didik mampu mengembangkan
informasi secara lisan tentang proses pembuatan benda-benda di sekitarnya yang
terbuat dari kayu.

5. Dengan mengamati teks wacana dan video, peserta didik dapat memahami arti
penting musyawarah untuk menyelesaikan masalah dengan tepat.

6. Dengan mengamati teks wacana dan video, peserta didik dapat menyimpulkan arti
penting musyawarah untuk menyelesaikan masalah dengan tepat.

7. Dengan melakukan praktek musyawarah, peserta didik dapat menceritakan kembali
pengalaman bermusyawarah.

8. Dengan melaksanakan musyawarah, peserta didik dapat menyelesaikan masalah.

 Karakter siswa yang diharapkan : Religius
Nasionalis

Mandiri
Gotong Royong
Integritas

D. MATERI PEMBELAJARAN
 Membaca wacana yang berjudul “ Benda Terbuat dari Kayu”.
 Melakukan musyawarah untuk menentukan kesepakatan.
 Menuliskan pengalaman bermusyawarah.

E. PENDEKATAN, MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN

• Pendekatan : Saintifik

• Model : Tematik

• Metode : Observasi, diskusi, tanya jawab, penugasan dan ceramah

F. MEDIA PEMBELAJARAN
• Video Pembelajaran
• PPT

G. SUMBER BELAJAR
• Buku Pedoman Guru Tema : Benda di Sekitarku Kelas III (Buku Tematik Terpadu
Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018).
• Buku Siswa Tema : Benda di Sekitarku Kelas III (Buku Tematik Terpadu
Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018).

H. LANGKAH – LANGKAH PEMBELAJAR

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu


Click to View FlipBook Version