The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E book ini mendeskripsikan tentang perencanaan untuk membuat jembatan

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by jamalsemarang2017, 2020-11-12 09:01:42

Perencanaan Konstruksi Jembatan

E book ini mendeskripsikan tentang perencanaan untuk membuat jembatan

Keywords: e book tugas simdig

Perkiraan Awal Dimensi Pondasi Telapak

Perbandingan lebar pondasi dan tinggi kolom

Pondasi Tiang

Merupakan suatu konstruksi bangunan yang mampu menahan beban tegak lurus
arah sumbu tiang dengan cara menyerap lenturan
Merupakan satu kesatuan (monolit) dengan pangkal tiang pancang yang berada
di bawah konstruksi

Tiang Panjang Tiang Pendek Kaison

Jenis Tiang Berdasarkan Material

Material Nama tiang Cara pembuatan Bentuk
Baja Tiang pipa baja Disambung secara elektris Bulat
Tiang WF (H profile) di arah mendatar,
Beton mengeliling H
Beton Beton bertulang Diasah dalam keadaan Bulat
pracetak panas, dilas Segitiga
Persegi
Beton pratekan Diaduk dengan gaya
sentrifugal dll
Tiang alas Diaduk dengan penggetar Bulat

Dengan menggoyangkan semua tabung Sistem penarikan awal Bulat
Sistem penarikan akhir
Cor di tempat pelindung Sistem pemancangan
Dengan membor tanah
Sistem pemboran

Dengan pemutaran berlawanan arah

Dengan pondasi dalam

Keuntungan Pondasi Tiang Menurut Cara Pemasangan

Tiang Pancang Cor di Tempat

 Karena tiang dibuat di pabrik dan Karena getaran pada saat melaksanakan
pemeriksaan kualitas ketat, hasilnya lebih pekerjaan sangat kecil, sesuai untuk
dapat diandalkan daerah padat penduduk

Kecepatan pemancangan besar, Karena tanpa sambungan, dapat dibuat
terutama tiang baja, lapisan antara yang tiang yang lurus dengan diameter besar
cukup keras masih dapat ditembus
 Diameter biasanya lebih besar daripada
 Persediaan cukup banyak di pabrik, tiang pracetak, sehingga daya dukung juga
sehingga biayanya tetap rendah lebih besar

 Daya dukung dapat diperkirakan  Tanah galian dapat diamati secara
berdasarkan rumus tiang pancang langsung dan sifat-sifat tanah pada
lapisan antara atau lapisan pendukung
 Cara penumbukan sangat cocok untuk dapat langsung diketahui
mempertahankan daya dukung vertikal

Kerugian Pondasi Tiang Menurut Cara Pemasangan

Tiang Pancang Cor di Tempat

 Karena dalam pelaksanaannya menimbulkan  Pada banyak kasus, tiang beton yang diletakkan di
getaran dan kebisingan, biasanya akan menimbulkan bawah air, kualitasnya lebih rendah daripada tiang-
masalah di daerah padat penduduk tiang pracetak

Untuk tiang yang panjang diperlukan persiapan  Ketika beton dicor, terdapat kekhawatiran bahwa
penyambungan, bila tidak dilaksanakan dengan baik, adukan beton tersebut akan tercampur dengan
akibatnya akan sangat merugikan runtuhan tanah

 Bila pekerjaan tidak dilaksanakan dengan baik, ada  Walaupun penetrasi sampai ke tanah pendukung
kemungkinan tiang cepat rusak pondasi telah dipenuhi, kadang-kadang terjadi bahwa
tiang pendukung tersebut kurang sempurna karena
 Bila pemancangan tidak dapat dihentikan pada adanya lumpur yang tertimbun di dasar
kedalaman yang ditentukan, diperlukan perbaikan
khusus  Karena diameter tiang yang cukup besar dan
memerlukan banyak beton, maka untuk pekerjaan
 Memerlukan tempat penampunganyang luas yang kecil mengakibatkan biayanya sangat melonjak

 Untuk tiang dengan diameter besar, penanganannya
lebih sulit dilakukan

 Untuk pipa-pipa baja diperlukan tiang yang tahan
korosi

Daya Dukung Tiang Pancang

Daya Dukung Aksial:

 Tahanan geser, Qs  friction pile (SF = 5)
 Tahanan ujung, Qb  end bearing pile (SF = 3)

Daya Dukung Lateral.

Informasi mengenai sifat-sifat mekanika tanah dilakukan melalui pengambilan
contoh lapisan tanah di bawah, cara yang umum digunakan adalah melalui
pengeboran (SPT atau CPT).

Jumlah pengambilan sampel tersebut harus dapat mewakili sifat-sifat tanah
eksisting, serta lokasi pengambilannya sedekat mungkin dengan posisi tiang
rencana.

Titik Jepit Virtual Tiang Tunggal

Dimana:
L : panjang tiang dalam tanah (cm)
K : tahanan lateral tanah  1.5 N (N/cm3)
D : diameter tiang (cm)
EI : kekakuan lateral tiang (N.cm2)

Deformasi Lateral Tiang Tunggal

Skema Pengambilan Contoh Tanah

SPT CPT

Laporan Hasil Penyelidikan Tanah

SPT CPT

Program Perhitungan Tiang Pondasi

Penggunaan software yang sering dipakai dalam perhitungan interaksi tiang pancang:

 Allpile
 Lpile
 FB Pier
 Plaxis

Asumsi yang digunakan hendaknya sedapat mungkin sesuai dengan kondisi tanah sebenarnya

Apabila dimungkinkan, verifikasi hasil hitungan software dapat dibandingkan dengan hitungan
manual

Contoh Perhitungan

Daya Dukung Izin

Profil Tiang Akibat Beban Lateral

Pemodelan Pondasi Tiang dan Pilar

Gaya Dalam pada Tiang

Diagram Interaksi Tiang

Kendali Mutu Pekerjaan Tiang

 Kalendering tiang
 Uji Beban Statik atau Dinamik
 PDA test
 PIT test

Pada beberapa kasus tertentu, apabila ingin diketahui daya dukung ultimate suatu tiang,
sementara kapasitas alat yang ada terbatas. Dapat dilakukan melalui pendekatan secara teoritis
(mis: metode Mazurkiewicz).

Prediksi Beban Ultimate (Metode Mazurkiewicz)

Asumsi : Kurva perpindahan vs
beban berbentuk parabola

Uji Beban Statik

Skema Uji Beban Statik pada Tiang

Skema Uji Beban Statik

 Lendutan dibaca setiap diawal dan 15 menit setelah penambahan beban
 Beban aman/diijinkan=50% beban selama 48 jam dimana S permanen

<6,5 mm
 Lendutan diukur dari puncak tiang
 Beban uji = 2 x beban rancangan

Uji Integrasi Tiang – Sonic Logging

PDA (Pile Driving Analyzer) Test

Instrumentasi PDA test

Sambungan Pada Pondasi Tiang

Detailing untuk Tulangan yang Terputus

Rasio Tulangan Pondasi Tiang Beton

BAHAN NON KOHESIF (Kerikil dan pasir)

Kepadatan Ketentuan praktis untuk identifikasi lapangan Daya dukung
(kPa)
Sangat lepas
lepas Hampir tanpa perlawanan 50

Padat sedang Mudah dipenetrasi dengan batang 12 mm yang ditekan 50
dengan tangan hingga
Padat Perlawanan kecil terhadap penyekopan
100
Sangat padat
Mudah dipenetrasi dengan batang 12 mm yang 100
dipancang dengan penumbukan 2 kg hingga
Ada perlawanan terhadap penyekopan
200

Penetrasi sukar dengan batang 12 mm hingga 300 mm 200
dipancang dengan penumbuk hingga
2 kg. Palu tangan diperlukan untuk penggalian
350

Penetrasi hanya sampai 75 mm yang dipancang dengan 350
penumbuk 2 kg. Alat bermesin perlu untuk penggalian hingga

600

BAHAN KOHESIF (lanau, lempung, lempung berpasir)

Kepadatan Ketentuan praktis untuk identifikasi lapangan Daya dukung
(kPa)

Sangat lunak Mudah dibentuk dengan jari. Bekas sepatu tampak jelas 25
lunak pada permukaan. Palu geologi dapat mudah ditekan
masuk sampai tangkainya
Tidak kaku
Kaku Penetrasi mudah oleh ibu jari. Dibentuk dengan meng- 25
Sangat kaku gunakan tekanan. Bekas sepatu agak tempak pada per- hingga 50
Keras mukaan. Palu geologi dapat ditekan masuk sampai
30 mm atau 40 mm

Sukar dibentuk dengan jari. Palu geologi dapat ditekan 50
masuk sampai 10 mm. Penetrasi sedikit dnegan sekop hingga100

Penetrasi dengan kuku ibu jari. Tidak dapat dibentuk de- 100
ngan jari. Perlu cangkul tangan untuk penggalian hingga 200

Menandai dengan kuku ibu jari. Pukulan palu geologi 200
hanya dapat menandai sedikit. Perlu alat bermesin un hingga 400
tuk penggalian
400

BATUAN

Kepadatan Ketentuan praktis untuk identifikasi lapangan Daya dukung
(kPa)

Sangat lunak Bahan hancur dengan pukulan palu geologi yang se- 1500
lunak
keras dang. Dapat dikelupas dengan pisau 1500 hingga

sangat keras Terjadi lekukan 1 mm - 3mm dengan pukulan palu geo- 2500
sangat keras sekali logi. Dapat dikupas dan digaruk dengan pisau

Contoh yang dipegang dengan tangan dapat dipecah 2500 hingga
ujung palu dengan kekuatan sedang. Tidak dapat dike- 3500
rok atau dikupas dengan pisau

Contoh yang sipegang dengan tangan dapat dipecah 3500 hingga
dengan ujung palu dengan lebih dari satu kali pukulan 5000

Contoh yang dipegang dengan tangan memerlukan be- 5000
berapa pukulan dengan palu geologi untuk memecah-
kannya


Click to View FlipBook Version