The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

DRAFT PEDOMAN REMAJA, PRANIKAH, PRAKONSEPSI DAN HAMIL SEHAT 2022

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by baiqiinrumintang, 2022-09-17 01:47:41

BUKU PEDOMAN STASE REMAJA DAN PRA KONSEPSI

DRAFT PEDOMAN REMAJA, PRANIKAH, PRAKONSEPSI DAN HAMIL SEHAT 2022

BUKU PEDOMAN

PRAKTIK ASUHAN KEBIDANAN HOLISTIK
PADA REMAJA DAN PRANIKAH,

PRAKTIK ASUHAN KEBIDANAN HOLISTIK PRAKONSEPSI DAN
PERENCANAAN KEHAMILAN SEHAT

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL TENAGA KESEHATAN
POLITEKNIK KESEHATAN MATARAM
JURUSAN KEBIDANAN
2022

BUKU PEDOMAN

PRAKTIK ASUHAN KEBIDANAN HOLISTIK
PADA REMAJA DAN PRANIKAH,

PRAKTIK ASUHAN KEBIDANAN HOLISTIK PRAKONSEPSI
DAN PERENCANAAN KEHAMILAN SEHAT

TINGKAT I SEMESTER I PRODI PENDIDIKAN PROFESI
BIDAN

TIM PENULIS

Bq. Iin Rumintang, SST, M.Keb
St. Halimatusyaadiah, SST,M.Kes

EDITOR :

ISBN :

PENERBIT :
Poltekkes Kemenkes Mataram

Untuk Kalangan Sendiri
KEMENTERIAN KESEHATAN RI
Poltekkes Kemenkes Mataram
Jalan Prabu Rangkasari, Dasan Cermen, Sandubaya
Kota Mataram, NTB
Telp. (0370) 631160 FAX (0370) 621383
WEBSITE : http://poltekkes-mataram.ac.id
EMAIL : [email protected]

Hak penerbit @2021 Poltekkes Kemenkes Mataram
Dilarang mengutip dan memperbanyak tanpa ijin tertulis dari penerbit, sebagian atau seluruhnya
dalam bentuk apapun , baik cetak, photoprint, microfilm, dan sebagainya.

VISI DAN MISI
PROGRAM STUDI PROFESI BIDAN POLTEKKES KEMENKES MATARAM

A. VISI

Menghasilkan bidan yang professional, inovatif dan unggul dalam
asuhan homecare yang berbasis kearifan lokal

B. MISI

1. Menyelenggarakan pendidikan bidan yang berkualitas dan dapat melaksanakan
pelayanan kebidanan homecare dengan menggunakan pendekatan strategi
pembelajaran yang inovatif dan kreatif.

2. Melaksanakan penelitian berdasarkan kearifan lokal yang mendukung program
unggulan

3. Berperan serta dalam pelayanan kebidanan homecare yang berorientasi pada
pelayanan ibu dan anak melalui kegiatan pengabdian masyarakat.

4. Meningkatkan kemitraan dan kerja sama dengan institusi pendidikan, pengguna
lulusan, pemangku kepentingan dan organisasi profesi kebidanan.

BIODATA MAHASISWA

Nama : ___________________________
NIM : ___________________________
Semester : ___________________________
Tempat/Tanggal Lahir : ___________________________
Tahun Akademik : ___________________________
Alamat : ___________________________
Email : ___________________________
No.Telp. : ___________________________

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, atas limpahan
rahmat, dan hidayah-Nya, sehingga tim penyusun dapat menyelesaikan “Buku
Pedoman Praktik Asuhan Kebidanan Holistik Pada Remaja, Pranikah,
Prakonsepsi, Perencanaan kehamilan Sehat Tingkat I Semester I Prodi Profesi
Kebidanan Tahun 2022.

Tujuan penyusunan pedoman ini adalah untuk memudahkan kader dalam
melaksanakan penilaian pertumbuhan dan perkembangan balita. Buku ini dapat
diselesaikan dengan baik berkat dukungan dari berbagai pihak, untuk itu pada
kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat:

1. Bapak Awan Dramawan, SP.d., M.Kes Selaku Direktur Poltekkes
Kemenkes Mataram

2. Ibu Syajaratuddur Faiqah, Selaku Ketua Jurusan Kebidanan Poltekkes
Mataram

3. Ibu Bq. Iin Rumintang, SST, M.Keb Selaku ketua program studi profesi
bidan Poltekkes Mataram.

4. Seluruh dosen dan staff jurusan kebidanan Poltekkes Kemenkes
Mataram yang telah membantu secara tidak langsung dalam
penyusunan buku pedoman ini

5. Serta semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang juga
telah banyak membantu sehingga Buku pedoman ini terselesaikan tepat
pada waktunya.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan ini masih jauh dari
kesempurnaan, Kami mengharapkan masukan dari berbagai pihak
untuk kesempurnaan b uku ini.

2022 Mataram, September
Tim Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................... 4
DAFTAR ISI ..................................................................................................... 5
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................. 6
6
A. Latar Belakang ......................................................................... 6
B. Tujuan ......................................................................................

BAB II KEGIATAN PELATIHAN ................................................................ 8
A. Persiapan Pelatihan ................................................................. 8
B. Pelaksanaan Pelatihan............................................................. 9
C. Monitoring, evaluasi dan pelaporan ......................................... 12

BAB III MATERI PELATIHAN ..................................................................... 13
A. Materi I ...................................................................................... 13
B. Materi II ..................................................................................... 19
C. Materi III ................................................................................... 23
D. Materi IV.................................................................................... 30

Daftar Pustaka ............................................................................................... 35
Lampiran

BAB I
PENDAHULUAN

A. PENDAHULUAN
Bidan adalah salah satu tenaga kesehatan yang ada dalam sistem

kesehatan dan memiliki posisi strategis dalam penurunan Angka Kematian
Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan pelayanan Keluarga Berencana
(KB) dalam upaya peningkatan kualitas hidup perempuan serta upaya
pemenuhan hak individu (masyarakat) untuk mengatur kehidupan
reproduksinya, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya
perempuan dan anak. Bidan dalam memberikan pelayanan harus mampu
menghadapi tuntutan yang terus berubah seiring perkembangan
masyarakat dan dinamika kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Profesi bidan sebagai tenaga kesehatan yang profesional dan
berkualitas dihasilkan dari proses dan penyelenggaraan pendidikan yang
memenuhi dasar hukum serta standar-standar yang berlaku dalam
penyelenggaraan pendidikan profesi bidan. Penyelenggaraan pendidikan
Profesi Bidan mengacu pada SN Dikti serta prinsip dan nilai yang secara
spesifik di sepakati oleh International Confederation of Midwives.
Pendidikan Profesi Bidan di laksanakan secara terintegrasi antara
Pendidikan Sarjana Terapan dan Pendidikan Profesi sebagai satu
kesatuan yang tidak terpisahkan, untuk mempersiapkan peserta didik pada
penguasaan ilmu dan praktik kebidanan dalam mencapai kompetensi
profesi dan penerapan keahlian kebidanan secara komprehensif sesuai
KKNI level 7 (tujuh) yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan tinggi.

Visi Prodi Profesi Bidan untuk menghasilkan Bidan yang Profesional,
inovatif dan unggul dalam asuhan homecare yang berbasis kearifan lokal.
kurikulum pada semester I terdapat mata kuliah Praktik Kebidanan
Berdasarkan kebutuhan untuk memenuhi kompetensi yang mencakup
semua peran profesi bidan dan sesuai visi tersebut, maka sesuai struktur
Fisiologis Holistik Remaja dan Pranikah (2 SKS), Prakonsepsi dan
Perencanaan Kehamilan Sehat ( 2 SKS), Kehamilan (4 SKS), Praktik
Kebidanan Fisiologis Holistik Persalinan dan Bayi Baru Lahir (4 SKS),
Praktik Kebidanan Fisiologis Holistik Pada Ibu Nifas dan Menyusui (3 SKS)
dan Praktik Kebidanan Fisiologis Holistik Neonatus, Bayi, Balita dan Anak
Usia Pra Sekolah (3 SKS), dilakukan praktik Bersama dalam kelompok
stase Fisiologis yang terdiri dari 4 Mata kuliah ( total 18 SKS).

Dengan kegiatan praktik tersebut diharapkan mahasiswa akan
mendapatkan penguasaan kognitif, keterampilan dan sikap pofesional
sehingga diperoleh kemampuan yang komprehensif sesuai dengan tujuan
mata kuliah. Berdasarkan tujuan diatas maka mahasiswa perlu mendapat
bimbingan oleh tenaga – tenaga yang professional baik dari dalam maupun

luar Institusi Pendidikan untuk menunjang tercapainya kompetensi yang
diharapkan.

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
a. Melaksanakan asuhan kebidanan dengan pendekatan holistik
kepada remaja, pranikah, prakonsepsi, perencanaan kehamilan
sehat yang didasari konsep, sikap dan ketrampilan yang dimiliki.
b. Melaksanakan kegiatan promosi kesehatan dengan pendekatan
holistic kepada kepada remaja, pranikah, prakonsepsi,
perencanaan kehamilan sehat yang didasari konsep, sikap dan
ketrampilan yang dimiliki.
c. Melaksanakan tugas manajerial kepada kepada remaja, pranikah,
prakonsepsi, perencanaan kehamilan sehat yang didasari konsep,
sikap dan ketrampilan yang dimiliki.

2. Tujuan Khusus
a. Praktik Asuhan Kebidanan Holistik Pada Remaja Dan Pranikah
1) Melakukan pengkajian dan Analisa pada remaja dan pra nikah
dengan pendekatan holistik
2) Melakukan perencanaan dan penatalaksanaan asuhan pada
remaja dan pra nikah dengan pendekatan holistic
3) Melakukan evaluasi dan pendokumentasian asuhan pada
remaja dan pra nikah dengan pendekatan holistic
4) Melakukan reflektiv praktik
b. Praktik Asuhan Kebidanan Holistik Pada Masa Prakonsepsi Dan
Perencanaan Kehanilan
1) Melakukan pengkajian dan Analisa pada pra konsepsi dan
perencanaan kehamilan sehat dengan pendekatan holistik
2) Melakukan perencanaan dan penatalaksanaan asuhan pada pra
konsepsi dan perencanaan kehamilan sehat dengan pendekatan
holistic.
3) Melakukan evaluasi dan pendokumentasian asuhan pada pra
konsepsi dan perencanaan kehamilan sehat dengan pendekatan
holistic
4) Melakukan reflektiv praktik

BAB II
RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN

A. PENEMPATAN PRAKTEK KLINIK
1. Mata kuliah Praktik Kebidanan Holistik pada remaja dan pra nikah
merupakan mata kuliah wajib dengan beban studi 2 SKS dengan
rincian Klinik 1 SKS = 170 menit, sehingga 170 menit x 2 SKS x 14
tatap muka setara dengan 79.33 jam. Pelaksanaan praktik kelas
IDUKA 6 jam per hari, sehingga lama waktu praktik 13 hari sama
dengan 2 minggu sedangkan untuk kelas regular 12 jam perhari,
sehingga lama waktu praktik 7 hari sama dengan 1 minggu.
2. Mata kuliah Praktik Kebidanan Holistik pada prakonsepsi dan
perencanaan kehamilan sehat merupakan mata kuliah wajib dengan
beban studi 2 SKS dengan rincian Klinik 1 SKS = 170 menit, sehingga
170 menit x 2 SKS x 14 tatap muka setara dengan 79.33 jam.
Pelaksanaan praktik kelas IDUKA 6 jam per hari, sehingga lama waktu
praktik 13 hari sama dengan 2 minggu sedangkan untuk kelas regular
12 jam perhari, sehingga lama waktu praktik 7 hari sama dengan 1
minggu.

Total waktu praktik mahasiswa untuk 2 (dus) mata kuliah pada kelas
IDUKA menjadi 4 minggu sedangkan untuk mahasiswa kelas regular
menjadi 2 minggu. Pelaksanaan praktik dilakukan 6 hari/minggu setiap
hari Senin- Sabtu.

B. TEMPAT PRAKTEK
Pelaksanaan Praktik dikasanakan di 15 (lima belas) Puskesmas, terdiri
dari 4 (empat) Puskesmas Kota Mataram , 4 (empat) Puskesmas
Kabupaten Lombok Barat, 1 (satu) Puskesmas Kabupaten Lombok
Tengah, 3 (tiga) Puskesmas Kabupaten Lombok Timur, 1 (satu)
Puskesmas Kabupaten Sumbawa, 2 (dua) Puskesmas Kota Bima :

1. Puskesmas Kota Mataram :
a. Puskesmas Tanjung Karang
b. Puskesmas Ampenan
c. Puskesmas Karang Taliwang

d. Puskesmas Pagesangan
2. Puskesmas Lombok Barat :

a. UPT PKM Kediri
b. UPT PKM Narmada
c. UPT PKM Gunung Sari
d. UPT PKM Sesela

3. Puskesmas Lombok Tengah :
a. UPT PKM Mantang

4. Puskesmas Lombok Timur :
a. PKM Selong
b. PKM Masbagik
c. PKM Sikur

5. Puskesmas Sumbawa :
a. Puskesmas Unit I Sumbawa
6. Puskesmas Kota Bima

a. Puskesmas Paruga
b. Puskesmas Mpunda

C. PESERTA
Mahasiswa Pendidikan Profesi semester I Jurusan Kebidanan

Politeknik Kesehatan Kemenkes Mataram berjumlah 70 orang yang terdi
dari 43 orang dari kelas Reguler terbagi menjadi 20 kelompok dan 27 orang
dari kelas IDUKA terbagi menjadi 17 kelompok yang tiap kelompoknya
terdiri dari 2 - 4 orang mahasiswa.

D. TARGET MAHASISWA
Praktik Asuhan kebidanan dengan pendekatan holistik kepada

remaja, pranikah, prakonsepsi, perencanaan kehamilan sehat, ibu hamil,
ibu bersalin, bayi baru lahir, ibu nifas, ibu menyusui, neonatus, bayi, balita
dan anak usia pra sekolah :

a. Laporan kasus komprehensif holistic asuhan remaja dan pra nikah.
b. Responsi
c. Journal Reading terkait laporan kasus komprehensif
d. Presentasi kasus yang dihadiri oleh, seluruh anggota kelompok,

pembimbing klinik dan institusi, mahasiswa tenaga kesehatan lain.
e. Melengkapi target yang belum terpenuhi di tahap Sarjana Terapan.

E. WAKTU PELAKSANAAN
Pelaksanakan praktik selama 18 minggu bagi mahasiswa regular

tanggal : 12 -24 September 2022 dan mahasiswa IDUKA tanggal : 26
September sampai 22 Oktober 2023 , kegiatan praktik dilaksanakan pada
setiap hari Senin – Sabtu dari pukul 07.30-14.00 WITA termasuk waktu pre
conference dan post conference. Pre conference dan post confrence atau
tutorial berlansung selama 1-2 jam. Praktik profesi dilaksanakan 6 hari
dalam seminggu. Praktek dilaksanakan selama 14 minggu termasuk 4
minggu untuk ujian stage (per stase 1 minggu). Adapun Rician Kegiatan
per stase sebagai berikut :

NO STASE PRAKTIK KELAS REGULER KELAS IDUKA

1. Praktik Asuhan Kebidanan 12 – 17 September 26 September –

Holistik pada remaja dan pra 2022 (1 minggu) 8 Oktober 2022

nikah ( 2 minggu )

2. Praktik Asuhan Kebidanan 19 – 24 September 10 – 22 Oktober 2022

Holistikpada masa 2022 (1 minggu) ( 2 minggu )

prakonsepsi dan perencanaan

kehamilan sehat

F. DANA
Dana DIPA Poltekkes Kemenkes Mataram T.A. 2022

G. STRATEGI PELAKSANAAN KEGIATAN

1. Model Pembelajaran Klinik
Model pembelajaran klinik preceptorship, dengan proses sebagai

berikut:

PROSES KEGIATAN KEGIATAN PEBIMBING
NO PEMBELAJARAN
MAHASISWA
a. Fase pra interaksi
1. Menyusun laporan 1. Memberikan informasi
b. Fase Introduksi
c. Fase kerja pendahuluan tentang pasien antara

d. Fase evaluasi 2. Mengikuti conference lain diagnosa

3. Membaca informasi 2. Pre conference evaluasi

tentang pasien pemahaman mahasiswa

dikaitkan dengan LP 3. Evaluasi pemahaman

mahasiswa

1. Mempersiapkan diri 1. Mengobservasi
ke pasien
mahasiswa umpan balik
2. Melakukan kontrak
2. Mengobservasi

mahasiswa umpan balik

1. Melakukan 1. Bimbingan untuk

pengkajian dan menumbuhkan

validasi kemampuan intelektual,

2. Melakukan teknikal dan

perumusan masalah interpersonal

3. Menyusun intervensi 2. Mendampingi ronde

dan melakukan kebidanan

implementasi 3. Bimbingan dalam

4. Melakukan ronde bedside theacing

kebidanan

5. Mengikuti bedside

teaching

Menyimpulka apa yang Bimbingan dan observasi

dicapai dengan pasien tentang kemampuan

mahasiswa

2. Metode Pembelajaran Klinik
Metode pembelajaran klinik yang bisa diaplikasikan diantaranya:
a. Pre dan post conference
b. Tutorial individual yang diberikan perceptor
c. Bedside teaching
d. Diskusi kasus
e. Observasi
f. Penugasan klinik
g. Ronde kebidanan
h. Demonstrasi
i. Case report
j. Pendegelasian kewenangan bertahap
k. Seminar asuhan kebidanan
l. Problem solving for better health (PSBH)
m. Belajar mandiri dan belajar berinovasi dalam pengelolaan asuhan

H. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB

Tugas Pembimbing Pendidikan dan Pembimbing Klinik
1. Mengadakan kegiatan pre dan post conference

a. Pre Conference
1) Informasi tentang pelaksanaan praktik
2) Penjajagan kesiapan praktik mahasiswa
3) Perencanaan pencapaian praktik mahasiswa

b. Post Conference
1) Pemberian umpan balik terhadap mahasiswa
2) Penentuan tindak lanjut

c. Responsi Kasus
1) Membuat kasus sesuai dengan kasus yang ada dilahan.
2) Tiap mahasiswa diwajibkan melakukan responsi kasus yang
didapat dilahan.
3) Evaluasi/ penilaian pelaksanaan praktik dilakukan oleh
pembimbing lahan maupun akademik sesuai format yang sudah
ditentukan.

2. Mengadakan ronde kebidanan (Midwifery Ronde)
a. Penyediaan pembimbing Praktik klinik dengan metode bed side
teaching maupun tutorial.
b. Problem solving masalah yang dihadapi dalam praktik serta kasus
yang ditemukan mahasiswa
c. Pembinaan mahasiswa dalam praktik kebidanan

3. Menandatangani presensi praktik kebidanan
4. Mengobservasi, membimbing mahasiswa saat melakukan asuhan

kebidanan pada remaja dan pranikah, masa prakonsepsi dan
perencanaan kehamilan sehat secara holistik.
5. Mendiskusikan dengan mahasiswa masalah yang dialami atau
ditemukan pada pasien dalam pemberian asuhan kebidanan masa
remaja dan pranikah, Masa prakonsepsi dan perencanaan kehamilan
sehat secara holistik.
6. Membimbing mahasiswa dalam menyusun laporan asuhan kebidanan
pada remaja, pra nikah, masa prakonsepsi dan perencanaan kehamilan
sehat secara holistik.

7. Mengobservasi dan menilai penampilan klinik mahasiswa
8. Mengoreksi dan memberikan penilaian tentang tugas-tugas mahasiswa

(laporan pendahuluan,laporan kegiatan harian)
9. Melakukan penilaian ujian akhir stase (penentuan jadwal dan penguji

diatur oleh mahasiswa dan pembimbing sesuai waktu perolehan kasus).

I. TATA TERTIB

1. Kehadiran mahasiswa 100%.
2. Mahasiswa wajib hadir 15 menit di lahan praktek sebelum shif

dimulai.
3. Mahasiswa diwajibkan mengikuti seluruh kegiatan sesuai buku

panduan.
4. Mahasiswa wajib memenuhi kompetensi yang telah ditetapkan dari

institusi pendidikan oleh pembimbing lahan dan institusi.
5. Tiap mahasiswa wajib menjaga nama baik istitusi pendidikan,

Puskesmas, rumah sakit, dan klien.
6. Mahasiswa yang meninggalkan ruangan praktik tanpa seijin

pembimbing lebih dari 30 menit dianggap tidak hadir.
7. Kelompok mahasiswa wajib mengganti kerusakan alat-alat/

inventaris institusi pendidikan / lahan praktek akibat kelalaian
mahasiswa sesuai ketentuan.
8. Mahasiswa wajib melapor dan menyelesaikan ketentuan
administrasi praktik kepada koordinator praktik sesuai jadwal yang
telah ditentukan.
9. Mahasiswa wajib mengisi absen setiap hari dinas dan
ditandatangani/ paraf oleh pembimbing lahan / institusi.
10. Mahasiswa yang melanggar terhadap seragam dan atribut dianggap
akan mendapatkan Surat Peringatan (SP).
11. Mahasiswa yang terlambat lebih dari atau sama dengan 15 menit
tanpa seijin pembimbing lahan, maka nilai akan dikurangi sebesar
5% Untuk Setiap Pertemuan dan dianggap tidak hadir.
12. Mahasiswa yang tidak hadir praktek tanpa keterangan, maka wajib
mengganti 2x lipat dari waktu yang ditinggalkan, dan bila tidak hadir
karena sakit/ijin wajib mengganti sesuai banyaknya waktu
praktekyang ditinggalkan.
13. Ketidakhadiran karena sakit harus dibuktikan dengan adanya surat
dari dokter yang diberitahukan kepada koordinator mata kuliah serta
pembimbing lahan / institusi, maksimal selama 3 hari.
14. Ketidak hadiran ijin yang dapat ditoleransi untuk hal-hal antara lain :
keluarga meninggal, tugas dinas kantor maksimal 2 hari.
15. Keterlambatan pengumpulan tugas dan laporan praktik dikurangi 2%
setiap satu hari keterlambatan dan jika lebih dari 7 hari dianggap tidak
mengumpulkan laporan.
16. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengganti dinas dan atau
mengulang kegagalan pada saat jadwal remidial.
17. Mahasiswa yang merusakkan atau menghilangkan alat/bagian alat,
diwajibkan mengganti sesuai alat yang hilang/rusak.

18. Mahasiswa tidak diperbolehkan meninggalkan tempat praktik pada
saat jam kerja dengan alasan apapun dan tanpa persetujuan
pembimbing lahan.

J. EVALUASI DAN PENILAIAN

1. Pencapaian CP
a. Mengelola kasus ibu hamil fisiologis secara holistik. Setiap
mahasiswa membuat 1 laporan setiap minggu.
b. Mempresentasikan laporan kasus individu yang diambil dari salah
satu kasus yang dilaporkan setiap minggunya.Presentasi kasus
dihadiri oleh, seluruh anggota kelompok, pembimbing klinik dan
institusi, mahasiswa tenaga kesehatan lain.
c. Responsi
d. Journal Reading terkait laporan kasus komprehensif
e. Melengkapi target yang belum terpenuhi di tahap Sarjana Terapan.

2. Evaluasi dan Penilaian Hasil Pembelajaran Klinik
Evaluasi hanya diberikan pada mahasiswa dengan tingkat kehadiran
100% dan memenuhi tugas praktik yang terdiri dari :
a. Laporan Pendahuluan (5%)
b. Journal Reading (5%)
c. Seminar Kasus (15%)
d. Refleksi kasus (5%)
e. Ujian di lahan (MINI-CEX/3600 Assessment/DOPS) (70%).

3. Standar Nilai Hasil Belajar Klinik

Nilai Absolut Mutu
>=80 4 A
74-79 3.5 AB
69-73 3 B
64-68 2.5 BC
56-63 2 C
51-55 1 D
0-50 0 E

4. Instrumen Penilaian
a. Penilaian penampilan klinik
b. Penilaian seminar kasus
c. Penilaian ujian stase
d. Rekapitulasi penilaian praktik.

K. KETENTUAN LAPORAN
Laporan kasus berupa:
a. Laporan pendahuluan (LP)
LP dibuat sebelum mahasiswa praktik di lahan praktik. Dalam
pembuatan LP, mahasiswa dapat ke lahan sehari sebelum
pelaksanaan praktik untuk melihat kasus- kasus di lahan praktik
yang digunakan sebagai bahan pembuatan LP. Topik LP dibuat
sesuai dengan mata kuliah praktik/stase yang dijalani (Form laporan
terlampir).

b. Laporan asuhan kebidanan
Laporan asuhan kebidanan didokumentasikan dalam bentuk SOAP
(Form laporan terlampir)

c. Notulen morning report (Form laporan terlampir)
d. Refleksi kasus (Form terlampir)
e. Laporan komprehensif (manajemen kasus)

Manajemen kasus berupa kasus kelolaan yang wajib dilakukan
mahasiswa pada tiap mata kuliah praktik. Laporan manajemen
kasus berupa laporan komprehensif. (Form laporan terlampir).
f. Journal reading
Dalam kegiatan ini mahasiswa mencari satu jurnal dan menuangkan
dalam bentuk laporan journal reading sesuai format terlampir.
Selanjutnya dilaksanakan pemaparan dalam bentuk Seminar kasus.
Jurnal tersebut adalah yang mendukung manajemen kasus yang
dikelola mahasiswa di stase tersebut.(Form laporan terlampir).

BAB III
PROSES PELAKSANAAN DAN PEMBIAYAAN

A. PRAKTIK ASUHAN KEBIDANAN HOLISTIK
Mahasiswa yang berjumlah 70 mahasiswa (2 kelas), dibagi menjadi 15 (lima

belas) kelompok pada kelas regular dan yaitu 12 (dua belas) kelompok kelas
IDUKA. Masing-masing kelompok terdiri dari 2 - 5 orang. Praktik dilaksanakan
selama 18 minggu efektif (Senin s.d Sabtu) pada tanggal 12 September – 28
Januari 2023. Masing-masing kelompok dibimbing oleh 1-2 pembimbing
pendidikan dan 2 pembimbing lahan.

B. UJIAN ASUHAN KEBIDANAN HOLISTIK

Ujian dilaksanakan sebanyak 1 kali pada setiap stase. Pelaksanaan
ujian tiap stase dilaksanakan selama 2 hari. Masing-masing kelompok diuji oleh 1-
2 pembimbing pendidikan dan 2 pembimbing lahan. Adapun pelaksanaan ujian
stase sebagai berikut :

No. STASE REGULER IDUKA
19 – 20 Oktober 2022
1 Asuhan kebidanan dengan 21 – 22 September

pendekatan holistik kepada remaja, 2022

pranikah, prakonsepsi,

perencanaan kehamilan sehat.

C. SISTEM UJIAN
Adapun 16ystem ujian terdiri dari 2 (dua) tahap, yaitu tahap pertama

ujian real setting dan tahap ke 2 ujian seminar kasus komprehensif

D. PEMBIMBING DAN PENGUJI

No Tempat Praktik Pembimbing Pendidikan Pembimbing Lahan

Praktik

A. PUSKESMAS WILAYAH KERJA DINKES KOTA MATARAM

1 Puskesmas Tanjung Rita Sopiatun, SST, MPH 1 penanggung jawab

Karang Bq. Eka Putri Saudia, SSiT, M.Keb 1 orang bidan pembimbing

2 Puskesmas Ampenan IGA Putu Sri Wahyuni, SST, MPH 1 penanggung jawab

Desi Rofita, SST,M.Keb 1 orang bidan pembimbing

3 Puskesmas Karang Erien Lutfia, M.Keb 1 penanggung jawab

Taliwang Lina Sundayani, SPd, M.Kes 1 orang bidan pembimbing

4 Puskesmas Pagesangan Mutiara R. Suseno, SST, M.Keb 1 penanggung jawab

dr. Facrudi Hanafi, M.Kes 1 orang bidan pembimbing

B. PUSKESMAS WILAYAH KERJA DINKES KAB. LOMBOK BARAT

5 UPT PKM Gunung Sari Syajaratuddur Faiqah, SSi.T., 1 penanggung jawab

M.Kes 1 orang bidan pembimbing

Fitra Arsy Nur Coriah, SST.,M.Keb

6 UPT PKM Sesela Ati Sulianty, SST, M.Kes 1 penanggung jawab

Ni Nengah Arini Murni, SST, 1 orang bidan pembimbing

M.Kes

C. PUSKESMAS WILAYAH KERJA DINKES KAB. LOMBOK BARAT

7 UPT PKM Kediri Imtihanatun Najahah, SST, M.Kes 1 penanggung jawab

Suwanti, SST,M.Kes 1 orang bidan pembimbing

8 UPT PKM Narmada Baiq Yuni Fitri Hamidiyanti, 1 penanggung jawab

S.SiT.,M.Keb 1 orang bidan pembimbing

Yunita Marliana, SSiT. M.Keb

D. PUSKESMAS WILAYAH KERJA DINKES KAB. LOMBOK TENGAH

9 UPT PKM Mantang Ni Putu Dian Ayu A, M.Tr.Keb 1 penanggung jawab

1 orang bidan pembimbing

E. PUSKESMAS WILAYAH KERJA DINKES KAB. LOMBOK TIMUR

10 PKM Selong Bq Iin Rumintang, SST, M.Keb 1 penanggung jawab

Ni Putu Karunia Ekayani, 1 orang bidan pembimbing

SST,M.Kes

11 PKM Masbagik Dr. Sudarmi, S.ST., M.Biomed 1 penanggung jawab

Intan Gumilang Pratiwi, M.Keb 1 orang bidan pembimbing

12 PKM Sikur St. Halimatusyaadiah, S.ST., 1 penanggung jawab

M.Kes 1 orang bidan pembimbing

F. PUSKESMAS WILAYAH KERJA DINKES KAB. SUMBAWA

13 Puskesmas Unit I DR. Sudarmi, SST,M.Biomed 1 penanggung jawab

Sumbawa 1 orang bidan pembimbing

G. PUSKESMAS WILAYAH KERJA DINKES KOTA BIMA

14 Puskesmas Paruga Bq Iin Rumintang, SST, M.Keb 1 penanggung jawab
15 Puskesmas Mpunda 1 orang bidan pembimbing
St. Halimatusyaadiah, S.ST., 1 penanggung jawab
M.Kes 1 orang bidan pembimbing

NAMA KELOMPOK DAN JADWAL PRAKTIK MAHASISWA PRAKTIK
ASUHAN KEBIDANAN HOLISTIK PADA REMAJA, PRANIKAH,

PRAKONSEPSI, PERENCANAAN KEHAMILAN SEHAT, FISIOLOGIS
KEHAMILAN, PERSALINAN, BAYI BARU LAHIR, NIFAS, NEONATUS, BAYI,

BALITA DAN PRA SEKOLAH SEMESTER I PROGRAM STUDI PROFESI
BIDAN JURUSAN KEBIDANAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES

MATARAM TAHUN AJARAN 2022/2023

A. NAMA KELOMPOK

Kelompok 1 1. Kelas Reguler Kelompok 3
1. Alfia Asrianingsih Kelompok 2 1. Gayang Karina
2. Desifa Hayatin Nufus 1. Eka Rizki Maharani 2. Nabilla Reza Angraini
3. Nurfita Sari 2. Eva Niamatul Husna 3. Novia Nursafitri
3. Sri Wahyuningsih Murdianta
Kelompok 4 Kelompok 6
Kelompok 5
1. Nada Afriyani 1. Dina Juniawati Putri
2. Wafa Rahmasari 1. Desi Sastika Anggraini 2. Endri Suastika Martiana
3. Winda Aulia Fitri 2. Dian Agustina Fatma 3. Ida Royani
3. Desy Nada Amini 4. Rizkia Fitri Ramadina
Kelompok 7 4. Rima Septiani Sukm
1. Inna Amalia Kelompok 9
2. Lala Intan Nurlaela Kelompok 8 1. Chalisha Nurwahida
3. Ni Kadek Windi Ayu Putri 1. Nurlaela Wintaria 2. Jihadiatul Qorimah
4. Septiani Indah Purnama Sari 2. Nurliani
5. Widya Safitarini 3. Nurrahima Seranani Kelompok 12
4. Siti Awanah 1. Desi Liliyati
Kelompok 10 5. Yesi Patria Julyartha 2. Dinda Mega Komala I. S.
1. Hawariatul Husna Kelompok 11 3. Fidya Raini
2. Nurhikmah 1. Tila Enjelina Permata Sari
3. Nurul Izatul Aini 2. Widya Wardani Kelompok 15
1. Nurfadilah
Kelompok 13 Kelompok 14
1. Humayroh Nur Afifah 1. Sang Putri Kelompok 3
1. Musrifa
Kelompok 1 2. Kelas Iduka 2. Ni Wayan Putri Adnyani
1. Aci Kusumawati Kelompok 2 3. Sry Maylani
2. Endah Gita Safitri 1. Nana Mariana Kelompok 6
3. Ni Wayan Yuniartini 2. Ni Made Denis Darmayanti 1. Fetty Listiarini Eka Safitri
Kelompok 4 3. Rita Sosilo
1. Ni Made Muliyani Kelompok 5 Kelompok 9
2. St Nurhayati 1. Ummi Latifah 1. Hj. Rahmawati
3. Sulis Dwi Endang Windari 2. Nurhidayati 2. Yudi Ardiana
4. Sry Murti Zekriningsih 3. Ni Ketut Mertawati Kelompok 11
Kelompok 7 1. Sitha Isa Arrahmawati
1. Elyvia Hidayanti Kelompok 8 2. Irma Fitriah
1. Daeng Endang Erawati 3. Suharti
Kelompok 10 2. Hj. Kusmiyati
1. Astuti
2. Eka Mulyati

B. JADWAL PRAKTIK Waktu dan Kelompok Praktik
a. KELAS REGULER
12-24 Sep 26 Sep – 07 10 - 21 Okt. 24 Okto. –
No Tempat Praktik 19 Nov.’22
‘22 Okt. ‘22 2022
1 Puskesmas Tanjung Karang 2
2 Puskesmas Ampenan 1 43 1
3 Puskesmas Karang Taliwang 4
4 Puskesmas Pagesangan 2 34 3
5 UPT PKM Kediri 6
6 UPT PKM Narmada 3 21 5
7 UPT PKM Gunung Sari 8
8 UPT PKM Sesela 4 12 7
9 UPT PKM Mantang 9
10 PKM Selong 5 87 12
11 PKM Masbagik 10
12 PKM Sikur 6 78 11
13 Puskesmas Unit I Sumbawa 13
14 Puskesmas Paruga 7 65 15
15 Puskesmas Mpunda 14
8 56

9 99

10 10 11

11 11 12

12 12 10

13 13 13

14 14 15

15 15 14

b. KELAS IDUKA Waktu dan Kelompok Praktik
No Tempat Praktik Kota Kataram
26 Sept.- 24 Okto – 21 Nov.- 19 Des -
1 Puskesmas Tanjung Karang
2 Puskesmas Ampenan 22 okto. 22 19 Nov. ‘ 22 17 Des. ‘22 28 Jan. ‘22
3 Puskesmas Karang Taliwang
4 Puskesmas Pagesangan 1 432
5 UPT PKM Gunung Sari
6 UPT PKM Mantang 2 341
7 PKM Selong
8 PKM Masbagik 3 214
9 Puskesmas Unit I Sumbawa
10 Puskesmas Paruga 4 123
11 Puskesmas Mpunda
5 555

7 777

8 899

9 988

6 666

10 10 11 11

11 11 10 10

BAB IV
KOMPETENSI ASUHAN KEBIDANAN HOLISTIK PADA REMAJA,
PRANIKAH, PRAKONSEPSI, PERENCANAAN KEHAMILAN SEHAT

A. ASUHAN KEBIDANAN HOLISTIK PADA MASA REMAJA DAN PRANIKAH
1. Tujuan Asuhan Kebidanan Remaja meliputi :
Tujuan umum : Memberikan akses dan pelayanan kesehatan pada remaja
Tujuan Khusus :
a. Meningkatkan peran remaja dalam perencanaan, pelaksanaan dan
evaaluasi
b. Meningkatkan pendidikan keterampilan hidup sehat
c. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja tentang kesehatan
reproduksi bagi remaja
d. Meningkatkan pengetahuan terkait kesehatan jiwa dan penyalahgunaan
NAPZA
e. Meningkatkan upaya perbaikan gizi remaja
f. Mendorong remaja untuk melakukan aktifitas fisik
g. Melakukan deteksi dini pencegahan penyakit menular
h. Meningkatkan kesadaran remaja dalam pencegahan kekerasan

2. Sasaran Asuhan Kebidanan Remaja
Sasaran kegiatan asuhan pada remaja adalah remaja putri dalam rentang
usia 10 s/d 18 tahun, dengan tidak memandang status pendidikan dan
perkawinan termasuk remaja dengan disabilitas. Pelaksanaan asuhan dapat
melibatkan petugas kesehatan, pemerintah desa / kelurahan, tokoh
masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan lain, pengelola
program remaja, keluarga masyarakat, kader kesehatan remaja.

3. Manfaat Asuhan Kebidanan Remaja

Remaja Petugas Pemerintah Desa Keluarga dan
Kesehatan / Kelurahan, tokoh Masyarakat
a. Memperoleh
pengetahuan dan a. Mendekatkan masyarakat, a. Membantu keluarga
keterampilan yang akses tokoh agama, dan masyakarat dalam
meliputi : kesehatan pelayanan membentuk anak yang
reproduksi remaja, kesehatan organisasi mampu berperilaku
masala kesehatan dasar pada kemasyarakatan hidup bersih dan
jiwa dan masyarakat sehat.
penyalahgunaan terutama lain
NAPZA, gizi, aktifitas remaja. b. Membantu keluarga
fisik, pencegahan Meningkatkan dan masyarakat dalam
b. Membantu koordinasi dalam membentuk anak yang
remaja dalam pemberian
pelayanan secara
terpadu sesuai
dengan tugas,
pokok, fungsi
(tupoksi) masing-
masing.

penyakit tidak memecahkan memiliki keterampilan
masalah
menular, kesehatan hidup sehat.
spesifik sesuai c. Membantu keluarga
pencegahan dengan keluhan
yang
kekerasan pada dialaminya. dan masyarakat dalam

remaja. membentuk anak yang

b. Mempersiapkan memiliki keterampilan

remaja untuk sosial yang baik

memiliki sehingga dapat

keterampilan hidup belajar, tumbuh dan

sehat melalui berkembang secara

Pendidikan harmonisdan optimal

Keterampilan Hidup menjadi sumber daya

Sehat (PKHS) manusia yang

c. Aktualisasi diri dalam berkualitas.

kegiatan peningkatan

derajat kesehatan

remaja.

4. Lokasi Pemberian Asuhan Kebidanan Remaja
Lokasi pemberian asuhan dapat dilaksanakan di rumah, sekolah, fasilitas
kesehatan atau dimana saja yang telah disepakati antara kedua belah pihak.

5. Kegiatan Asuhan Kebidanan Remaja
a. Kesehatan Reproduksi Remaja
1) KIE yang diberikan :
a) Kesehatan reproduksi yang mencakup pemberian informasi tentang
organ reproduksi remaja, pubertas, proses kehamilan, menstruasi,
KB, penyakit menular seksual, infeksi menular seksual, gender dan
pendewasaan usia perkawinan.
b) HIV AIDS, mencakup pemberian informasi seputar penularan,
pencegahan dan gejala HIV AIDS.
2) Pelayanan kesehatan yang diberikan :
a) Konseling tentang kesehatan reproduksi (masalah atau gangguan
haid, pubertas, dll)
b) Konseling HIV AIDS
c) Layanan tes HIV jika diperlukan
d) Merujuk ke fasilitas kesehatan
b. Masalah kesehatan jiwa dan penyalahgunaan NAPZA
1) KIE yang diberikan :
a) Pemberian Informasi masalah kesehatan jiwa dan NAPZA pada
remaja
2) Pelayanan kesehatan yang diberikan :
a) Skrining masalah psikososial remaja dengan menggunakan
instrumen Pediatric Symptom Checklist (PSC)
b) Konseling masalah kesehatan jiwa dan penyalahgunaan NAPZA
c) Merujuk ke fasilitas kesehatan apabila didapatkan permasalahan
kesehatan jiwa dan penyalahgunaan NAPZA.
c. Gizi

1) KIE yang diberikan :
a) Gizi seimbang bagi remaja
b) Pencegahan masalah gizi pada remaja (KEK, Obesitas, anemia)

2) Pelayanan kesehatan yang diberikan :
a) Pengukuran antropometri (BB, TB, LP dan LILA)
b) Penilaian status gizi berdasarkan IMT/Umur
c) Penilaian anemia pada remaja putri menggunakan pemeriksaan
tanda klinis dan apabila memungkinkan dapat dilakukan
pemeriksaan kadar Hb secara laboratorium sederhana
d) Pemberian tablet tambah darah
e) Penyuluhan dan konseling gizi
f) Merujuk ke fasilitas kesehatan jika diperlukan

d. Aktifitas Fisik pada Remaja
1) KIE yang diberika :
a) Pentingnya melakukan aktifitas fisik setiap hari
b) Jenis aktifitas fisik yang dapat dilakukan setiap hari misalnya
senam, dll
2) Pelayanan kesehatan yang diberikan
a) Mengarahkan ke kegiatan yang memerlukan aktifitas fisik misalnya
mengikuti posyandu remaja

e. Penyakit Tidak Menular
1) KIE yang diberikan :
a) Jenis penyakit tidak menular misalnya kanker, diabetes, stroke, dll
b) Dampak dan bahaya penyakit tidak menular
c) Upaya pencegahan faktor risiko penyakit tidak menular melalui
perilaku CERDIK (Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap
rokok, Rajin aktifitas Fisik, Diet sehat dengan kalori seimbang,
Istirahat cukup dan Kelola stress).
2) Pelayanan kesehatan yang diberikan :
a) Deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular : anamnesa riwayat
penyakit keluarga dan penyakit sendiri, pengukuran tekanan dara,
pemeriksaan gula darah dan kolesterol bila ditemukan individu yang
datang tergolong obesitas dan atau mempunyai riwayat keluarga
penyandang diabetes, pemeriksaan gangguan penglihatan dan
pendengaran minimal 1 kali dalam setahun.
b) Konseling faktor risiko penyakit tidak menular
c) Merujuk ke fasilitas kesehatan bila ditemukan satu atau lebih faktor
risiko penyakit tidak menular seperti obesitas, tekanan darah tinggi,
kadar gula darah yang tinggi.

f. Pencegahan kekerasan pada remaja
1) KIE yang diberikan :
a) Pemberian informasi tentang faktor risiko kekerasan, dampak dan
pencegahan tidak kekerasan
2) Pelayanan kesehatan yang diberikan :

a) Melakukan rujukan ke fasilitas kesehatan pada remaja yang
diduga mengalami tindak kekerasan

b) Melakukan pendampingan korban kekerasan sebelum dan
sesudah rehabilitasi bersama pihak terkait (petugas kesehatan,
jaringan layanan pusat perlindungan anak missal polisi, rumah
aman, LKSA / Panti P2TP2A, dll).

g. Penyuluhan lain terkait isu kesehatan lain
1) KIE yang diberikan :
a) Kecelakaan lalu lintas
b) Penyakit menular yang sedang terjadi di masyarakat
2) Pelayanan kesehatan

h. Beberapa kegiatan lain sebagai kegiatan pengembangan, antara lain :
1) Bina keluarga remaja
2) Pemilihan Duta Kesehatan Remaja
3) Kampanye kesehatan di luar kegiatan rutin, kegiatan posyandu remaja
4) Perayaan hari besar nasional
5) Peningkatan kerjasama dengan dunia usaha

i. Alat yang dibawa saat melakukan asuhan
1) Timbangan BB
2) Microtois
3) Alat ukur LILA / pita LILA
4) Alat ukur lingkar perut / meteran
5) Tensimeter
6) Buku untuk registrasi
7) Buku Rapor kesehatan
8) Media KIE
9) Set PKPR

B. ASUHAN KEBIDANAN HOLISTIK PADA MASA PRAKONSEPSI DAN
PERENCANAAN KEHAMILAN

1. Tujuan Asuhan Kebidanan Prakonsepsi
Pada kelompok remaja : mempersiapkan remaja menjadi orang dewasa
yang sehat, produktif serta terbebas dari berbagai gangguan kesehatan
yang dapat menghambat kemampuan menjalani kehidupan reproduksi
secara sehat. Pada kelompok catin dan PUS adalah pelayanan kesehatan
masa sebelum hamil bertujuan untuk mempersiapkan pasangan agar sehat
sehingga perempuan dapat menjalankan proses kehamilan, persalinan yang
sehat dan selamat, serta melahirkan bayi yang sehat.
Tujuan khusus :
a. Memberikan pelayanan kesehatan pada remaja
b. Memberikan pelayanan kesehatan pada catin
c. Memberikan pelayanan kesehatan pada PUS

d. Terlaksananya koordinasi dan kerjasama dalam pelaksanaan pelayanan
kesehatan masa prakonsepsi

e. Terlaksananya monitoring dan evaluasi pelayanan kesehatan masa
prakonsepsi

2. Sasaran Asuhan Kebidanan Prakonsepsi
Sasaran kegiatan asuhan pada prakonsepsi adalah remaja perempuan,
calon pengantin (catin) perempuan dan Pasangan Usia Subur (PUS).
a. Sasaran kelompok remaja (usia ≥ 19 tahun s/d 25 tahun dan belum
menikah) berasal dari rujukan UKS, penjaringan kesehatan anak sekolah,
Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) dan Bina Keluarga Remaja
(BKR)
b. Sasaran kelompok catin adalah catin yang sudah atau akan
mendaftarkan pernikahannya ke KUA / Lembaga agama setempat
c. Sasaran kelompok PUS dapat berasal dari pendataan keluarga sehat
maupun rujukan posyandu / poskesdes.

3. Jenis Pelayanan Asuhan Kebidanan Prakonsepsi

Kelompok Anamnesis Pemeriksaan Pemeriksaan Tatalaksana
Sasaran Fisik Penunjang
Remaja a. Anamnesis a. KIE
umum a. Pemeriksaan a.Pemeriksaan
Catin tanda vital darah : Hb dan 1. Keterampilan psikososial
b. Deteksi dini golongan
masalah b. Pemeriksaan darah (PHKS)
kesehatan status gizi
jiwa b.Pemeriksaan 2. Pola makan gizi
c. Pemeriksaan urine
fisik lengkap seimbang
c. Pemeriksaan
penunjang lain 3. Aktivitas fisik
dilakukan
hanya bila ada 4. Pubertas
indikasi
5. Aktivitas seksual
a. Pemerik
saan darah : 6. Kestabilan emosional
pemeriksaan
Hb, golongan 7. Penyalahgunaan

NAPZA termasuk

tembakau dan alkohol

8. Cedera yang tidak

disengaja

9. Kekerasan dan

penganiayaan

10. Pencegahan

kehamilan dan

kontrasepsi

11. HIV

12. Imunisasi

b.Pelayanan gizi

c. Imunisasi

d.Pengobatan / terapi dan

rujukan sesuai indikasi

a. Anamnesis a. Pemeriksaan a.KIE / Konseling
umum tanda vital
1. Pengetahuan kesehatan
b. Deteksi dini b. Pemeriksaan
masalah status gizi reproduksi

kesehatan c. Pemeriksaan darah dan 2. Kehamilan dan
jiwa fisik lengkap
rhesus perencanaan kehamilan
a. Anamnesa a. Pemeriksaan
umum tanda vital b. Pemerik 3. Kondisi dan penyakit

b. Deteksi dini b. Pemeriksaan saan urine rutin yang perlu diwaspadai
masalah status gizi
kesehatan c. Pemerik catin
jiwa c. Pemeriksaan
fisik lengkap saan penunjang 4. Kesehatan jiwa

lain atas indikasi 5. Pengetahuan tentang

: darah lengkap fertilitas / kesuburan

(hematokrit, (masa subur)

diffcount, LED, 6. Kekerasan dalam rumah

MCV, MCH, tangga

MCHC), HIV, 7. Pemeriksaan kesehatan

Hepatitis B, reproduksi bagi catin

Sifilis dan IMS b.Pelayanan gizi

lainnya, c. Skrining dan imunisasi

Thalasemia, tetanus

TORCH, dll d.Pengobatan / terapi dan

d. IVA atau rujukan sesuai indikasi

PAP Smear bagi

catin yang

sudah pernah

menikah

PUS a. Pemerik a.KIE / Konseling

saan darah : 1. Pengetahuan kesehatan

pemeriksaan reproduksi

Hb, golongan 2. Kehamilan dan

darah dan perencanaan kehamilan

rhesus 3. Kondisi dan penyakit

b. Pemerik yang diwaspadai pada

saan urine rutin PUS

c. SADANI 4. Kesehatan jiwa

S (Pemeriksaan 5. Pengetahuan tentang

Payudara fertilitas / kesuburan

Secara Klinis) (masa subur)

d. IVA 6. Kekerasan dalam rumah

dana tau PAP tangga

Smear 7. Pemeriksaan kesehatan

e. Pemerik reproduksi bagi PUS

saan penunjang b.Pelayanan gizi

lain atas indikasi c. Skrining dan Imunisasi

(pemeriksaan tetanus

darah lengkap), d.Pengobatan / terapi dan

HIV, Hepatitis B, rujukan sesuai indikasi

Sifilis dan IMS

lainnya,

Thalasemia,

TORCH, dll.

4. Lokasi Pemberian Asuhan Kebidanan Prakonsepsi
Lokasi pemberian asuhan dapat dilaksanakan di rumah dan di Puskesmas
atau dimana saja yang telah disepakati antara kedua belah pihak

5. Kegiatan Asuhan Kebidanan Prakonsepsi Pada Kelompok Remaja
a. Anamnesis
1) Anamnesis umum (dapat dilihat di lampiran)

2) Anamnesis HEEADSSS (Home, Education / Employment, Eating,
Activity, Drugs, Sexuality, Safety, Suicide) bertujuan untuk menggali
dan mendeteksi permasalahan yang dialami remaja, sebagai panduan
untuk bertanya pada remaja mengenai aspek-aspek penting yang
dapat menimbulkan masalah psikososial bagi remaja (data dapat
dilihat di lampiran).

3) Deteksi dini masalah kesehatan jiwa, menggunakan kuesioner yang
dikembangkan oleh WHO yaitu Self Reporting Questionnaire (SRQ –
20) yang terdiri dari 20 pertanyaan terkait gejala gangguan mental
yang harus dijawab klien dengan jawaban ya atau tidak (dapat dilihat
di lampiran).

b. Pemeriksaan fisik, meliputi :
1) Pemeriksaan tanda vital
2) Pemeriksaan status gizi (tinggi badan dan berat badan)
3) Pemeriksaan fisik lengkap jika diperlukan

c. Pemeriksaan penunjang (atas indikasi)
d. Tatalaksana

1) Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) serta konseling
2) Pelayanan Gizi : Pencegahan dan Penanggulangan anemia bagi

remaja
3) Imunisasi
4) Pengobatan / terapi dan rujukan

Pada Kelompok Calon Pengantin
a. Anamnesis

1) Anamnesis umum
2) Deteksi dini masalah kesehatan jiwa
b. Pemeriksaan fisik
1) Pemeriksaan tanda vital
2) Pemeriksaan status gizi (BB, TB, IMT, LILA)
3) Pemeriksaan fisik lengkap (sesuai indikasi medis)
c. Pemeriksaan penunjang
1) Pemeriksaan rutin (Hb, golongan darah dan rhesus)
2) Pemeriksaan sesuai indikasi (urin rutin, gula darah, HIV, IMS,

Hepatitis, Malaria untuk daerah endemis, talasemia, TORCH catin
perempuan, IVA / PAP Smear bagi catin yang sudah pernah menikah)
d. Tatalaksana
1) Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE)
2) Pelayanan gizi
3) Skrining dan imunisasi tetanus
4) Pengobatan / terapi dan rujukan
Pada Kelompok Pasangan Usia Subur (PUS)
a. Anamnesis

1) Anamnesis umum
2) Deteksi dini masalah kesehatan jiwa
b. Pemeriksaan fisik
1) Pemeriksaan tanda vital
2) Pemeriksaan status gizi (BB, TB, IMT, LILA)
3) Pemeriksaan fisik lengkap (sesuai indikasi medis)
c. Pemeriksaan penunjang
1) Pemeriksaan rutin (Hb, golongan darah dan rhesus)
2) Pemeriksaan urine rutin
3) SADANIS
4) IVA / PAP Smear
5) Pemeriksaan penunjang lain (gula darah, IMS sifilis, malaria untuk

daerah endemis, TORCH, BTA dan pemeriksaan lain sesuai indikasi,
urine lengkap, HIV, skrining HbsAg, Mamografi)
d. Tatalaksana
1) Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE)
2) Pelayanan gizi
3) Skrining dan imunisasi tetanus
4) Pelayanan kontrasepsi
5) Pengobatan / terapi dan rujukan.

LAMPIRAN-LAMPIRAN

Lampiran 1 : Ketentuan Umum Penulisan Laporan
Lampiran 2 : Daftar Hadir Praktik Mahasiswa

Lampiran 3 : Panduan Laporan Pendahuluan
Lampiran 4 : Panduan Journal Reading

Lampiran 5 : Panduan Laporan Komprehensif
Lampiran 7 : Form Morning Report
Lampiran 8 : Form Laporan Refleksi Kasus

Lampiran 9 : Form Laporan Asuhan Kebidanan untuk target
pencapaian kasus

Lampiran 10 : Target Pencapaian Kompetensi

Lampiran 11 : Form Bimbingan
1. Catatan Kegiatan Tutorial
2. Catatan Pelaksanaan Bed Side Teaching
3. Catatan Pelaksanaan Bimbingan

Lampiran 12 : Form Penilaian Ujian Seminar Kasus
1. Form Penilaian Laporan Pendahuluan
2. Form Penilaian Journal Reading
3. Form Penilaian Presentasi Kasus
4. Berita Acara Kegiatan
5. Daftar Hadir Kegiatan

Lampiran 13 : Form Penilaian Evaluasi di Lahan
1. Form Mini-CEX
2. Form 360 assessment

Form DOPS

LAMPIRAN 1 : KETENTUAN UMUM PENULISAN LAPORAN

KETENTUAN UMUM PENULISAN LAPORAN

1. Spesifikasi kertas yang digunakan:

a. Jenis : HVS

b. Warna : Putih polos

c. Berat : 70 atau 80 gram

d. Ukuran : A4 (21,5 cm x 29,7 cm)

2. Ketentuan pengetikan:

a. Pencetakan dilakukan pada satu sisi kertas (single side).

b. Posisi penempatan teks pada tepi kertas

1) Batas kiri : 4 cm (termasuk 1 cm untuk penjilidan) dari tepi

kertas

2) Batas kanan : 3 cm dari tepi kertas

3) Batas atas : 4 cm dari tepi kertas

4) Batas bawah : 3 cm dari tepi kertas

c. Huruf menggunakan jenis huruf Times New Roman font 12, sub judul

bab font 12 bold,judul bab font 12 bold dan diketik rapi (rata kiri kanan/

justify).

d. Jarak antar baris 1,5 spasi, kecuali untuk daftar pustaka diketik 1

spasi.

e. Huruf miring (italic) hanya digunakan untuk kata asing.

f. Penulisan lambang /notasi matematik harus ditulis dengan rapi sesuai

dengan tujuan penulisan, seperti rumus matematik, simbol- simbol

sebagaimana yang berlaku dalam pengetikan MS-Word.

g. Bilangan diketik dengan angka arab, kecuali jika berada pada awal

kalimat sebaiknya ditulis dengan huruf bukan angka.

h. Ruangan dalam naskah halaman harus terisi penuh, kecuali akan

dimulai alinea baru, gambar, tabel, sub judul atau hal-hal khusus.

i. Jika ada rincian yang harus disusun kebawah, harus menggunakan

penomoran (dengan huruf atau angka arab) tidak dibenarkan

menggunakan bulleted atau symbol.

3. Ketentuan penulisan

a. Judul ditulis dengan huruf kapital, tebal dan simetris

b. Sub judul diawali dengan huruf kapital, kecuali untuk kata depan dan

kata sambung. Semua ditulis simetris, huruf tebal dan tanpa diakhiri

titik. Penomoran sub judul dengan huruf kapital (A.B,C dst)

c. Anak sub judul dimulai darri batas kiri dan hanya awal kalimat

yang menggunakanhuruf besar tanpa diakhiri dengan titik. Penomoran

dilakukan dengan angka (1,2,3 dst)

d. Sub anak judul dimulai dari ketikan ke-6 diikuti dengan titik.

Kalimat pertama menyusul kemudian, diketik terus kebelakang dalam

satu baris. Penomoran dilakukan dengan huruf kecil (a,b,c dst)

e. Anak sub anak sub judul dimulai dari batas kiri. Kalimat selanjutnya

mengikuti dibelakangnya. Baris kedua dan baris selanjutnya digunakan

fasilitas hanging 6 pt. Menggunakan hanging ident 6 pt. Penomoran

dilakukan dengan angka arab dan kurung tutup 1), 2), 3) dst.

4. Penomoran halaman tidak diberi imbuhan apapun. Jenis nomor halaman

ada dua macam, yaitu angka romawi kecil dan angka latin.

a. Angka romawi kecil
Digunakan untuk bagian awal laporan, kecuali halaman sampul. Letak
tengah 2,5 cm daritepi bawah kertas.
Khusus untuk halaman judul, penomoran tidak ditulis tetapi tetap
diperhitungkan.

b. Angka latin
Digunakan untuk bagian isi laporan. Penomoran halaman terletak
dibagian bawah tengah.

5. Laporan dijilid dengan sampul warna merah muda.
6. Laporan yang telah disahkan, dikumpulkan kepada Pengelola Prodi

Pendidikan ProfesiBidan.

LAMPIRAN 2 : LAMPIRAN FORMAT LAPORAN PENDAHULUAN

COVER

LEMBAR PENGESAHAN

A. Tinjauan teori Medis
1. Filosofi pernikahan
2. Informasi Pranikah
a. Kesehatan Reproduksi
b. Hak Reproduksi dan Seksual
c. Organ reproduksi
3. Persipan pranikah
4. Informasi nutrisi pranikah
5. Informasi tentang kehamilan , pencegahan komplikasi persalinan dan
pasca salin
6. Infeksi tentang infeksi menular seksual, infeksi saluran reproduksi serta
HIV dan AIDS
7. Informasi tentang deteksi dini kanker leher Rahim dan kanker payudara
8. DST (menyesuaikan)

B. Tinjauan Teori Asuhan pranikah
1. Pengkajian (Subyektif dan Objektif)
2. Analisa data
3. Penatalaksanaan
4. Evaluasi
(Keterangan : literatur harus berasal dari sumber buku yang valid sebanyak
60 % serta 40 % berasal dari literatur jurnal baik local, nasional dan
international )

DAFTAR PUSTAKA

Daftar Pustaka diurut menurut Harvard (sesuai abjat)

Menggunakan referensi ter up to date, sesuai evidence based minimal 5 jurnal ilmiah
dalam kurun waktu 10 tahun terakhir

CONTOH LAPORAN PENDAHULUAN

LAPORAN PENDAHULUAN
ASUHAN KEBIDANAN KEHAMILAN FISIOLOGIS

KUNJUNGAN AWAL DI PUSKESMAS………
KOTA ……

Untuk memenuhi persyaratan Stase Holistik Kehamilan

Oleh:
NAMA MAHASISWA
NIM P000000000000

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI BIDAN
JURUSAN KEBIDANAN

POLTEKKES KEMENKES MATARAM
TAHUN 2022

LEMBAR PENGESAHAN

Laporan Pendahuluan Stase Fisiologis Holistik Kehamilan Asuhan Kebidanan
Kehamilan Fisiologis Kunjungan Awal di ………………… Kota ……………..
telah diperiksa dan disahkan pada tanggal September 2021.

Mataram, September 2022

Pembimbing Klinik Pembimbing Institusi

_________________________________ ____________________________
NIP NIP

A. TINJAUAN TEORI

1. Tinjauan Teori Kehamilan Kunjungan Awal
a. Pengertian Kehamilan Trimester I
Kehamilan adalah suatu mata rantai yang berkesinambungan yang

terdiri dari ovulasi (pematangan sel) lalu pertemuan ovum (sel telur) dan
spermatozoa (sperma) terjadilah pembuahan dan pertumbuhan zigot
kemudian bernidasi (penanaman) pada uterus dan pembentukan plasenta dan
tahap akhir adalah tumbuh kembang hasil konsepsi sampai aterm) (Manuaba,
2015).

Federasi Obstetric Ginekologi Internasional dalam Prawirahardjo
(2010) kehamilan adalah fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan
ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Sedangkan menurut
Kemenkes (2012) kehamilan adalah keadaan di mana terdapat janin pada
rahim ibu, ini merupakan situasi yang alami dan normal untuk melanjutkan
keturunan dengan di awali proses konsepsi atau pertemuan ovum dan sperma,
kemudian di lanjutkan dengan fertilisasi, nidasi dan implantasi.

Wiknjosastro (2016) juga menjelaskan kehamilan trimester I dimulai
dari konsepsi sampai 3 bulan (0-12 minggu).

b. Tanda dan Gejala Kehamilan
Tanda dan gejala kehamilan menurut Manuaba (2015) dibagi menjadi

3 bagian, yaitu :
1) Tanda Dugaan Kehamilan

a) Amenore (tidak dapat haid), gejala ini sangat penting karena
umumnya wanita hamil tidak haid dengan diketahuinya tanggal hari
pertama menstruasi terakhir adalah penanda untuk menentukan
tanggal taksiran persalinan.

b) Mual dan muntah Biasa terjadi pada bulan pertama hingga bulan
terakhir trimester pertama. Sering terjadi pada pagi hari atau sering
disebut “morning sickness”.

c) Mengidam (ingin makanan khusus), sering terjadi pada bulan pertama
kehamilan akan tetapi akan menghilang dengan semakin tuanya usia
kehamilan.

d) Anoreksia (tidak ada selera makan) hanya berlangsung pada triwulan
pertama tetapi akan menghilang dengan semakin tuanya kehamilan.

e) Mamae menjadi tegang dan membesar jarena pengaruh hormon
esterogen dan progesteron yang merangsang duktus dan alveoli
payudara.

f) Sering buang air kecil disebabkan karena kandung kemih tertekan
oleh uterus yang mulai membesar. Gejala ini akan hilang pada
triwulan kedua kehamilan. Pada akhir kehamilan gejala ini bisa
kembali terjadi dikarenakan kandung kemih tertekan oleh kepala
janin.

g) Konstipasi atau obstipasi terjadi karena tonus otot usus menurun yang
disebabkan oleh hormon steroid yang dapat menyebabkan kesulitan
buang air besar.

h) Pigmentasi (perubahan warna kulit) pada areola mamae, genital,
chloasma, serta linea alba akan berwarna lebih tegas, melebar, dan
bertambah gelap pada bagian perut bagian bawah.

i) Epulis yaitu hipertrofi papilla ginggivae (gusi berdarah) hal ini sering
terjadi pada trimester pertama.

j) Varises (pemekaran vena-vena) karena pengaruh hormon esterogen
dan progesteron yang menyebabkan pembesaran pembuluh vena.
Pembesaran pembuluh vena pada darah ini terjadi di sekitar genetalian
eksterna, kaki, dan betis serta payudara.

2) Tanda Kemungkinan Hamil
a) Perut membesar dapat dijadikan kemungkinan kehamilan bila usia

kehamilan sudah memasuki lebih dari 14 minggu karena sudah adanya
massa.
b) Uterus membesar karena terjadi perubahan dalam bentuk, besar, dan
konsistensi dari rahim. Pada pemeriksaan dalam dapat diraba bahwa

uterus membesar dan bentuknya semakin lama akan semakin
membesar.
c) Tanda Hegar, konsistensi rahim dalam kehamilan berubah menjadi
lunak terutama daerah isthmus. Pada minggu-minggu pertama,
isthmus uteri mengalami hipertrofi seperti korpus uteri. Hipertrofi
isthmus pada triwulan pertama mengakibatkan isthmus menjadi
panjang dan lebih lunak.
d) Tanda Chadwick, perubahan warna menjadi kebiruan atau keunguan
pada vulva, vagina, dan serviks. Perubahan warna ini disebabkan oleh
pengaruh hormon esterogen.
e) Tanda Piscaseck, uterus mengalami pembesaran, kadang-kadang
pembesaran itu tidak rata tetapi di daerah telur bernidasi lebih cepat
tumbuhnya. Hal ini menyebabkan uterus membesar ke salah satu
bagian.
f) Tanda Braxton Hicks adalah tanda apabila uterus dirangsang mudah
berkomunikasi. Tanda braxton hicks merupakan tanda khas uterus
dalam kehamilan. Tanda ini terjadi karena pada keadaan uterus yang
membesar tetapi tidak ada kehamilan misalnya pada mioma uteri
tanda braxton hicks tidak ditemukan.
g) Teraba Ballotement merupakan fenomena bandul atau pantulan balik.
Hal ini adalah tanda adanya janin di dalam uterus.
h) Reaksi kehamilan positif, ciri khas yang dipakai dengan menentukan
adanya human chlorionic gonadotropin pada kehamilan muda adalah
air kencing pertama pada pagi hari. Tes ini dapat membantu
menentukan diagnosa kehamilan sedini mungkin.
3) Tanda Pasti Kehamilan
a) Gerakan janin yang dapat dilihat, dirasa, atau diraba juga bagian-
bagian janin.
b) Denyut jantung janin bisa didengar dengan stetoskop monoral leanec,
dicatat dan didengar dengan alat doppler dicatat dengan fotoelektro
kardiograf, dan dilihat pada ultrasonografi.

c) Terlihat tulang-tulang janin dalam foto rontgen.

2. Tahapan Kehamilan
a. Konsepsi
Konsepsi atau biasa disebut fertilisasi terjadi ketika inti sel sperma
dari laki–laki memasuki inti sel ovum dari perempuan. Ovum yang sudah
dibuahi (dinamakan zigot) memerlukan waktu 6–8 hari untuk berjalan ke
dalam uterus. Perjalanannya di sepanjang tuba falopi dibantu oleh kerja
peristaltik tuba, gerakan mendorong zigot yang dilakukan oleh silia pada
dinding tuba dan cairan yang dihasilkan oleh epitelium bersilia. Sekitar 10
hari setelah terjadi fertilisasi, zigot berkembang menjadi blastokist dan
akan menanamkan dirinya dalam endometrium.
Implantasi/penanaman/nidasi biasanya terjadi pada pars superior korpus
uteri (bagian atas badan uterus) (Karjatin, 2016).
b. Nidasi
Selanjutnya pada hari keempat hasil konsepsi mencapai stadium
blastula disebut blastokista (bastocys), suatu bentuk yang di bagian
luarnya adalah trofoblas dan dibagian dalamnya disebut massa inner cell.
Massa inner cell ini berkembang menjadi janin dan trofoblas akan
berkembang menjadi plasenta. Dengan demikian, blastokista diselubungi
oleh suatu simpai yang disebut trofoblast. Trofoblas ini sangat kritis untuk
keberhasilan kehamilan terkait dengan keberhasilan nidasi (implantasi),
produksi hormon kehamilan, proteksi imunitas bagi janin, peningkatan
aliran darah maternal ke dalam plasenta, dan kelahiran bayi. Sejak
trofoblas terbentuk, produksi hormon human chorionic gonadotropin
(HCG) dimulai, suatu hormon yang memastikan bahwa endometrium akan
menerima (reseftif) dalam proses implantasi embrio. Umumnya nidasi
terjadi di dinding depan atau belakan uterus, dekat pada fundus uteri. Jika
nidasi ini terjadi, barulah dapat disebut kehamilan. Setelah nidasi berhasil,
selanjutnya hasil konsepsi akan tumbuh dan berkembang di dalam
endometrium (Saifuddin, 2014).

c. Plasentasi
Plasentasi adalah proses pembentukan struktur dan jenis plasenta.

Setelah nidasi embrio ke dalam endometrium, plasentasi dimulai. Pada
manusia plasentasi berlangsung sampai 12-18 minggu setelah fertilisasi.
Dalam 2 minggu pertama perkembangan hasil konsepsi, trofoblas invasif
telah melakukan penetrasi kedalam pembuluh darah endometrium.
Terbentuklah sinus intertrofoblastik yaitu ruangan-ruangan yang berisi
darah maternal dari pembulu-pembulu darah yang dihancurkan.
Pertumbuhan ini berjalan terus, sehingga timbul ruangan-ruangan
interviler di mana villi korialis seolah-olah terapung-apung di antara
ruangan-ruangan tersebut sehingga terbentuknya plasenta (Saifuddin,
2014).

Tiga minggu pascafertilisasi sirkulasi darah janin dini dapat di
identifikasikan dan dimulai pembentukan villi korialis. Sirkulasi darah
janin ini berakir di lengkungan kapilar (capillary loops) di dalam villi
korialis yang ruang intervilnya dipenuhi dengan darah maternal yang
dipasok oleh arteri spiralis dan dikeluarkan melalui vena uterina. Villi
korialis ini akan bertumbuh menjadi suatu massa jaringan yaitu plasenta
(Saifuddin, 2014).
3. Perubahan Fisiologis Trimester I
a. Uterus

Ibu hamil uterusnya tumbuh membesar akibat pertumbuhan isi
konsepsi intrauterin. Hormon Estrogen menyebabkan hiperplasi jaringan,
hormon progesteron berperan untuk elastisitas/kelenturan uterus (Tyastuti,
2016). Tyastuti (2016) menyebutkan taksiran kasar pembesaran uterus
pada perabaan tinggi fundus trimester I, yaitu :
1) Tidak hamil/normal : sebesar telur ayam (+ 30 g).
2) Kehamilan 8 minggu : telur bebek.
3) Kehamilan 12 minggu : telur angsa.

Ismus uteri, bagian dari serviks, batas anatomik menjadi sulit
ditentukan pada kehamilan trimester I memanjang dan lebih kuat. Berat

uterus perempuan tidak hamil adalah 30 gram, pada saat mulai hamil maka
uterus mengalami peningkatan sampai pada akhir kehamilan (40 minggu)
mencapai 1000 gram (1 kg) (Tyastuti, 2016).
b. Vagina dan Vulva

Pada vagina dan vulva terjadi peningkatan vaskularisasi
menghasilkan warna ungu kebiru–biruan pada mukosa vagina dan cervix
(chadwick sign). Leukorrhea adalah lendir putih kental, cairan yang kental
dan banyak ini terjadi karena respon rangsangan serviks oleh progesteron
& estrogen. Kondisi pH sekresi vagina berkisar 3,5–6 selama kehamilan.
pH vagina yang asam dapat menghambat pertumbuhan bakteri namun
candida albicans dapat tumbuh pada pH asam ini. Hal ini yang
menyebabkan ibu hamil berisiko terjadi kandidiasis (Karjatin, 2016).
c. Ovarium

Dengan terjadinya kehamilan, indung telur yang mengandung
korpus luteum gravidarum akan meneruskan fungsinya sampai
terbentuknya plasenta yang sempurna pada usia 16 minggu. Kejadian ini
tidak dapat lepas dari kemampuan vili korealis yang mengeluarkan
hormon korionik gonadotropin yang mirip dengan hormon luteotropik
hipofisis anterior (Manuaba, 2015).

d. Payudara
Kehamilan akan menyebabkan peningkatan jumlah estrogen dan

progesteron, mulanya diproduksi oleh korpus luteum dan kemudian
plasenta, meningkatnya aliran darah ke payudara, prolaktin meningkat,
yang diproduksi oleh pituitary anterior. Tanda klinis dan gejala yang dapat
muncul pada payudara antara lain ketegangan, perasaan penuh, dan
peningkatan berat payudara sampai 400 gram. Selain itu ibu juga dapat
merasakan pembesaran payudara, puting susu, areola, dan folikel
Montgomery (kelenjar kecil yang mengelilingi puting susu). Ibu akan
memiliki striae, karena penegangan kulit payudara untuk mengakomodasi

pembesaran jaringan payudara. Pada permukaan payudara akan tampak
vena karena meningkatnya aliran darah (Karjatin, 2016).
e. Endokrin
1) Progesteron

Pada awal kehamilan hormon progesteron dihasilkan oleh corpus
luteum dan setelah itu secara bertahap dihasilkan oleh plasenta. Kadar
hormon ini meningkat selama hamil dan menjelang persalinan
mengalami penurunan. Produksi maksimum diperkirakan 250 mg/hari.
Aktivitas progesterone diperkirakan akan menurunkan tonus otot polos
sehingga mengakibatkan motilitas lambung terhambat sehingga terjadi
mual, aktivitas kolon menurun sehingga pengosongan berjalan lambat,
menyebabkan reabsorbsi air meningkat sehingga ibu hamil mengalami
konstipasi, tonus otot menurun sehingga menyebabkan aktivitas
menurun dan tonus vesica urinaria dan ureter menurun sehingga terjadi
statis urine. Progesteron juga dapat menurunkan tonus vaskuler:
sehingga tekanan diastolic menurun dan terjadi dilatasi vena,
meningkatkan suhu tubuh, meningkatkan cadangan lemak, memicu
over breathing : tekanan CO2 (Pa CO2) arterial dan alveolar menurun
serta memicu perkembangan payudara (Tyastuti, 2016).
2) Esterogen

Pada awal kehamilan sumber utama estrogen adalah ovarium.
Selanjutnya estrone dan estradiol dihasilkan oleh plasenta dan kadarnya
meningkat beratus kali lipat, out put estrogen maksimum 30–40
mg/hari. Kadar terus meningkat menjelang aterm. Aktivitas estrogen
adalah : memicu pertumbuhan dan pengendalian fungsi uterus, bersama
dengan progesterone memicu pertumbuhan payudara, merubah
konsitusi komiawi jaringan ikat sehingga lebih lentur dan menyebabkan
servik elastic, kapsul persendian melunak, mobilitas persendian
meningkat, retensi air, dan menurunkan sekresi natrium (Tyastuti,
2016).
3) Kortisol

Pada awal kehamilan sumber utama adalah adreanal maternal dan
pada kehamilan lanjut sumber utamanya adalah plasenta. Produksi
harian 25mg/hari. Sebagian besar diantaranya berikatan dengan protein
sehingga tidak bersifat aktif. Kortisol secara simultan merangsang
peningkatanproduksi insulin dan meningkatkan resistensi perifer ibu
pada insulin, misalnya jaringan tidak bisa menggunakan insulin, hal ini
mengakibatkan tubuh ibu hamil membutuhkan lebih banyak insulin.
Sel-sel beta normal pulau Langerhans pada pankreas dapat memenuhi
kebutuhan insulin pada ibu hamil yang secara terus menerus tetap
meningkat sampai aterm. Ada sebagian ibu hamil mengalami
peningkatan gula darah hal ini dapat disebabkan karena resistensi
perifer ibu hamil pada insulin (Tyastuti, 2016).
4) HCG

Hormon HCG ini diproduksi selama kehamilan. Pada hamil muda
hormon ini diproduksi oleh trofoblas dan selanjutnya dihasilkan oleh
plasenta. HCG dapat untuk mendeteksi kehamilan dengan darah ibu
hamil pada 11 hari setelah pembuahan dan mendeteksi pada urine ibu
hamil pada 12–14 hari setelah kehamilan. Kandungan HCG pada ibu
hamil mengalami puncaknya pada 8-11 minggu umur kehamilan. Kadar
HCG tidak boleh dipakai untuk memastikan adanya kehamilan karena
kadarnya bervariasi, sehingga dengan adanya kadar HCG yang
meningkat bukan merupakan tanda pasti hamil tetapi merupakan tanda
kemungkinan hamil. Kadar HCG kurang dari 5mlU/ml dinyatakan
tidak hamil dan kadar HCG lebih 25 mlU/ml dinyatakan kemungkinan
hamil. Apabila kadar HCG rendah maka kemungkinan kesalahan
HPMT, akan mengalami keguguran atau kehamilan ektopik.
Sedangkan apabila kadar HCG lebih tinggi dari standart maka
kemungkinan kesalahan HPMT, hamil Mola Hydatidosa atau hamil
kembar. HCG akan kembali kadarnya seperti semula pada 4-6 mg
setelah keguguran, sehingga apabila ibu hamil baru mengalami
keguguran maka kadarnya masih bisa seperti positif hamil jadi hati–hati

dalam menentukan diagnosa, apabila ada ibu hamil yang mengalami
keguguran untuk menentukan diagnosa tidak cukup dengan
pemeriksaan HCG tetapi memerlukan pemeriksaan lain (Tyastuti,
2016).
5) Human Placental Lactogen.

Kadar HPL atau Chorionic somatotropin ini terus meningkat
seiring dengan pertumbuhan plasenta selama kehamilan.Hormon ini
mempunyai efek laktogenik dan antagonis insulin.HPL juga bersifat
diabetogenik sehingga menyebabkan kebutuhan insulin pada wanita
hamil meningkat (Tyastuti, 2016).
6) Relaxin

Dihasilkan oleh corpus luteum, dapat dideteksi selama
kehamilan, kadar tertinggi dicapai pada trimester pertama. Peran
fisiologis belum jelas, diduga berperan penting dalam maturasi servik
(Tyastuti, 2016).
7) Prolaktin dan oksitosin

Peningkatan prolaktin dan oksitosin memfasilitasi laktasi,
menstimulasi kontraksi uterus (Karjatin, 2016).
8) Hormon Hipofisis

Terjadi penekanan kadar FSH dan LH maternal selama
kehamilan, namun kadar prolaktin meningkat yang berfungsi untuk
menghasilkan kholostrum. Pada saat persalinan setelah plasenta lahir
maka kadar prolaktin menurun, penurunan ini berlangsung terus sampai
pada saat ibu menyusui. Pada saat ibu menyusui prolaktin dapat
dihasilkan dengan rangsangan pada puting pada saat bayi mengisap
puting susu ibu untuk memproduksi ASI (Tyastuti, 2016).

f. Kardiovaskuler
Hemodelusi (volume darah meningkat 40–50%), volume plasma

meningkat, hemoglobin menurun) atau anemia fisiologis kehamilan.
Peningkatan volume darah mengakibatkan peningkatan curah jantung

sehingga jantung memompa dengan kuat dan terjadi sedikit dilatasi.
Progesteron menimbulkan relaksasi otot polos dan dilatasi pembuluh
darah yang akan mengimbangi peningkatan kekuatan jantung sehingga
tekanan darah mendekati normal dan mudah terjadi hipotensi supinasio
karena vena cava inferior tertekan oleh isi uterus. Tekanan pada vena iliaka
dan vena cava inferior oleh uterus menyebabkan peningkatan tekanan vena
dan mengurangi aliran darah ke kaki terutama pada posisi lateral sehingga
menyebabkan edema, varises vena dan vulva, hemoroid (Karjatin, 2016).
g. Respirasi

Terjadi peningkatan konsumsi oksigen 15–20 %, gejala dan tanda
klinis yang timbul berupa peningkatan tidal volume 30–40 %, dan dispnea
(Karjatin, 2016).
h. Imun/Kekebalan

Pada ibu hamil terjadi perubahan pH pada vagina, sekresi vagina
berubah dari asam menjadi lebih bersifat basa sehingga pada ibu hamil
lebih rentan terhadap infeksi pada vagina. Mulai kehamilan 8 minggu
sudah kelihatan gejala terjadinya kekebalan dengan adanya limfosit–
limfosit. Semakin bertambahnya umur kehamilan maka jumlah limfosit
semakin meningkat. Dengan tuanya kehamilan maka ditemukan sel–sel
limfoid yang berfungsi membentuk molekul imunoglobulin.
Imunoglobulin yang dibentuk antara lain : Gamma–A imunoglobulin:
dibentuk pada kehamilan dua bulan dan baru banyak ditemukan pada saat
bayi dilahirkan. Gamma–G imunoglobulin: pada janin diperoleh dari
ibunya melalui plasenta dengan cara pinositosis, hal ini yang disebut
kekebalan pasif yang diperoleh dari ibunya. Pada janin ditemukan sedikit
tetapi dapat dibentuk dalam jumlah banyak pada saat bayi berumur dua
bulan. Gamma–M imunoglobulin: ditemukan pada kehamilan 5 bulan dan
meningkat segera pada saat bayi dilahirkan (Tyastuti, 2016).
i. Perkemihan

Hormon estrogen dan progesteron dapat menyebabkan ureter
membesar, tonus otot-otot saluran kemih menurun. Kencing lebih sering

(poliuria), laju filtrasi glumerulus meningkat sampai 69 %. Dinding
saluran kemih dapat tertekan oleh pembesaran uterus yang terjadi pada
trimester I dan III, menyebabkan hidroureter dan mungkin hidronefrosis
sementara. Kadar kreatinin, urea dan asam urat dalam darah mungkin
menurun namun hal ini dianggap normal. Wanita hamil trimester I dan III
sering mengalami sering kencing (BAK/buang air kecil) sehingga sangat
dianjurkan untuk sering mengganti celana dalam agar tetap kering
(Tyastuti, 2016).
j. Gastrointestinal

Peningkatan Human Chorionic Gonadotropin (HCG) dan perubahan
metabolisme karbohidrat dapat menyebabkan mual muntah pada trimester
I. Peningkatan progesteron menyebabkan penurunan tonus otot dan
memperlambat proses digestif sehingga menyebabkan konstipasi dan
pengosongan lambung menjadi lambat. Perubahan mengecap dan
membaui sehingga menyebabkan mual (Karjatin, 2016). Ibu hamil
trimester pertama sering mengalami nafsu makan menurun, hal ini dapat
disebabkan perasaan mual dan muntah yang sering terjadi pada kehamilan
muda (Tyastuti, 2016).
k. Muskuloskeletal

Peningkatan estrogen menyebabkan peningkatan elastisitas dan
relaksasi ligament sehingga menimbulkan gejala nyeri sendi. Sedangkan
peregangan otot abdomen karena pembesaran uterus menyebabkan
diastasis recti (Karjatin, 2016).
l. Persarafan

Perubahan persarafan pada ibu hamil belum banyak diketahui.
Gejala neurologis dan neuromuskular yang timbul pada ibu hamil adalah:
Terjadi perubahan sensori tungkai bawah disebabkan oleh kompresi saraf
panggul dan stasis vaskular akibat pembesaran uterus. Posisi ibu hamil
menjadi lordosis akibat pembesaran uterus, terjadi tarikan saraf atau
kompresi akar saraf dapat menyebabkan perasaan nyeri. Edema dapat
melibatkan saraf perifer, dapat juga menekan saraf median di bawah

karpalis pergelangan tangan, sehingga menimbulkan rasa terbakar atau
rasa gatal dan nyeri pada tangan menjalar kesiku, paling sering terasa pada
tangan yang dominan. Posisi ibu hamil yang membungkuk menyebabkan
terjadinya tarikan pada segmen pleksus brakhialis sehingga timbul
akroestesia (rasa baal atau gatal di tangan). Ibu hamil sering mengeluh
mengalami kram otot hal ini dapat disebabkan oleh suatu keadaan
hipokalsemia. Nyeri kepala pada ibu hamil dapat disebabkan oleh
vasomotor yang tidak stabil, hipotensi postural atau hipoglikemia
(Tyastuti, 2016).
m. Integumen

Peningkatan estrogen dan progesterone merangsang peningkatan
penyimpanan melanin sehingga menyebabkan linea nigra, cloasma
gravidarum, warna areola, putting susu, vulva menjadi lebih gelap. Striae
gravidarum/ stretch marks terjadi akibat kulit perut, payudara, pantat
teregang sehingga serabut kolagen mengalami rupture (Karjatin, 2016).
4. Perubahan Psikologis Trimester I

Segera setelah terjadi peningkatan hormon estrogen dan progesteron
dalam tubuh, maka akan muncul berbagai macam ketidaknyamanan secara
fisiologis pada ibu misalnya mual, muntah, keletihan, dan pembesaran pada
payudara. Hal ini akan memicu perubahan psikologi sebagai berikut :
a. Ibu untuk membenci kehamilannya, merasakan kekecewaan, penolakan,

kecemasan, dan kesedihan.
b. Mencaritahu secara aktif apakah memang benar-benar hamil dengan

memperhatikan perubahan pada tubuhnya dan seringkali memberitahukan
orang lain apa yang dirahsiakannya.
c. Hasrat melakukan seks berbeda-beda pada setiap wanita. Ada yang
meningkat libidonya, tetapi ada juga yang mengalami penurunan. Pada
wanita yang mengalami penurunan libido, akan menciptakan suatu
kebutuhan untuk berkomunikasi secara terbuka dan jujur dengan suami.
Banyak wanita hamil yang merasakan kebutuhan untuk dicintai dan
mencinta, tetapi bukan dengan seks. Sedangkan, libido yang sangat besar

dipengaruhi oleh kelelahan, rasa mual, pembesaran payudara,
keprihatinan, dan kekuatiran. Sedangkan bagi suami seringkali membatasi
hubungan suami istri karena takut mencederai istri dan calon bayinya. Hal
ini perlu komunikasi lebih lanjut jika dihadapkan dengan istri yang
mempunyai libido yang tinggi atau meningkat.
d. Sedangkan bagi suami sebagai calon ayah akan timbul kebanggaan, tetapi
bercampur dengan keprihatinan akan kesiapan untuk mencari nafkah bagi
keluarga. (Hani dkk, 2010)

5. Fisiologi Pertumbuhan Janin Trimester I
Umur janin yang sebenarnya, harus dihitung dari saat fertilisasi atau

karena fertilisasi selalu berdekatan dengan ovulasi sekurang-kurangnya dari
saat ovulasi. Sesuai dengan tingkat pertumbuhannya berbagai nama diberikan
pada anak yang dikandung itu. Dari 0-2 minggu setelah fertilisasi disebut
ovum. 3-5 minggu disebut embrio (mudigah). Pada saat ini belum dapat
dibedakan dari mudigah binatang lain. Pembentukan alat-alat badan dalam
bentuk dasar sudah terjadi. Lebih dari 5 minggu disebut fetus atau janin yang
sudah mempunyai bentuk manusia (Manuaba, 2012).
Di bawah ini pertumbuhan janin pada akhir tiap bulan (4 minggu) :
a. Akhir bulan pertama

Badan bayi sangat melengkung, panjangnya 7,5-10 mm. Kepalanya 1/3
dari seluruh mudigah. Saluran yang akan menjadi jantung terbentuk dan
sudah berdenyut. Dasar-dasar traktus digestivus sudah nampak, permulaan
kaki dan tangan berbentuk tonjolan.

b. Akhir bulan kedua
Mukanya sudah jelas berbentuk muka manusia dan sudah mempunyai
lengan dan tungkai dengan jari tangan dan kaki. Alat kelamin sudah
nampak, walaupun belum dapat ditentukan jenisnya. Panjang kurang lebih
2,5 cm.

c. Akhir 3 bulan

Panjang 7-9 cm, sudah ada pusat-pusat pertulangan, kuku sudah ada dan
jenis kelaminnya sudah dapat ditentukan. Janin sudah bergerak tapi
sedemikian halusnya pergerakan ini hingga belum dapat dirasakan oleh
ibu. Ginjal sudah membentuk sedikit air kencing (Dewi, 2011).

6. Penatalaksanaan pada Kehamilan Trimester I

Menurut (Manuaba,2012) masalah umum yang terjadi pada kehamilan

trimester I adalah sebagai berikut:

Tabel 2.1 Masalah Umum Pada Ibu Hamil Trimester I

Ketidaknyamanan Fisiologi Intervensi
Perubahan payudara: Hipertrofi kelenjar,
rasa nyeri, lembek, dan hipervaskularisasi, Memakai bra yang
rasa geli. pigmentasi ukuran
payudara, dan puting memakai penyerap,
Sering kencing dan serta areola bertambah,
tidak bisa ditunda yang semuanya akibat dapat dipakai pada
hormonal
Rasa letih,lesu,lemah malam hari. Perawatan
(biasanya pada awal
kehamilan) payudara dengan air
Mual dan muntah
(50%-75%) terjadi hangat dan pertahankan
syok, mulai kehamilan
2-8 minggu keadaan kering. Beri

tahu bahwa payudara

lembek sifatnya

sementara.

Gangguan fungsi Upayakan kencing

kandung kemih akibat teratur, latihan Kegel,

perubahan vasikuler kurangi minum sebelum

yang berhubungan tidur. Pakai pembalut

dengan hormonal dan lapor kepada

Volume kandung petugas kesehatan bila

kemih mengecil akibat perlu.

terdorong rahim serta

presentasi janin

Sulit diterangkan Istirahat cukup
Diet seimbang
mungkin peningkatan

hormon progesteron,

estrogen dan HCG

Tidak diketahui Jaga agar tidak terlalu

mungkin perubahan lapar/kekenyangan.

hormonal HCG, Tidak merokok, bangun

perubahan emosi pagi makan biskuit,

ambivalen, penolakan berbaring sebentar

kehamilan sampai keluhan

berkurang.

Minum teh rendah

kafein hangat.

Makan sedikit-sering

dalam porsi kecil.

Hindari makanan yang

menyengat dan

berbumbu.

Hipersalivasi (dapat Peningkatan estrogen Kumur dengan obat

terjadi 2-3 minggu I sehingga terjadi kumur, sering

kehamilan) proliferasi jaringan ikat mengunyah permen,

Stomatitis yang dan vaskularisasi. diet seimbang, sayur-

menghilang spontan 1- Malas menelan karena buah. Sikat gigi

2 bulan postpartum emesis. baerhati-hati. Jaga

kebersihan mulut, kalau

perlu kedokter gigi.

Hidung tersumbat Hiperemia mukosa Pakai inhaler, hindari
kadang-kadang terjadi
mimisan mulut karena trauma. Irigasi dengan

Keputihan peningkatan estrogen cairan garam fisiologis
(sering/kadang selama
kehamilan atau spray.
berlangsung)
Serviks terangsang oleh Sulit dicegah. Biarkan,

hormon sehingga pakai pembalut, jaga

menebal, hiperaktif, kebersihan vulva.

dan mengeluarkan Sering ganti pakaian

banyak lendir. dalam. Kalau gatal,

berbau, perubahan

warna lendir, segera

periksa.

Dalam memberikan asuhan/pelayanan maka bidan harus memenuhi
standar minimal 10T (Kemenkes RI, 2010), yaitu :
a. Timbang BB

Tinggi badan yang normal untuk menentukan faktor risiko pada ibu hamil
adalah > 145 cm, sedangkan kenaikan berat badan yang normal pada
kehamilan adalah 9-12,5 kg. (Kemenkes RI, 2010).
b. Ukur Tekanan Darah

Pengukuran tekanan darah pada setiap kali kunjungan antenatal
dilakukan untuk mendeteksi adanya hipertensi (tekanan darah ≥ 140/90
mmhg, atau kenaikan systole ≥ 30 dan diastole ≥ 15). (Kemenkes RI,
2010).
c. Nilai Status Gizi dengan Mengukur LILA

Pengukuran LILA hanya dilakukan pada kontak pertama oleh

tenaga kesehatan di trimester I untuk skrining ibu hamil beresiko KEK

(Kurang Energi Kronis), disini maksudnya ibu hamil yang mengalami

kekurangan gizi dan telah berlangsung lama (beberapa bulan/tahun)

dimana LILA kurang dari 23,5 cm. Ibu hamil dengan KEK akan dapat

melahirkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR).(Kemenkes RI, 2010)

d. Ukur Tinggi Fundus Uteri

Ukur tinggi fundus uteri dliakukan setiap kunjungan. (Kemenkes RI,

2010)

Tabel 1.2. Usia kehamilan dan tinggi fundus uteri.

Usia Kehamilan Tinggi Fundus Uteri

12 minggu 3 jari setinggi simfisis

16 minggu ½ simpisis-pusat

20 minggu 3 jari dibawah pusat

24 minggu Setinggi pusat

28 minggu 3 jari di atas pusat
32/ 40 minggu ½ pusat – prosesus xifoideus

a) Minggu 3 jari di bawah prosesus xifoideus

(Saminem, 2009)

e. Tentukan presentasi janin dan dengarkan denyut jantung janin (DJJ)

DJJ normal adalah 120-160 x/menit. Presentasi janin normal adalah

kepala diatas symphysis. Menentukan presentasi janin dilakukan setiap

kali kunjungan. Presentasi janin bukan kepala segera rujuk. (Kemenkes RI,

2010)

f. Skrining TT dan Beri Imunisasi TT Bila Perlu
Skreening TT dilakukan pada kunjungan pertama. Selain akan

diketahui status TT pada saat kunjungan pertama juga akan diketahui
perlu/tidak diberikan suntik TT pada kehamilan yg sedang berlangsung.
(Kemenkes RI, 2010).
g. Pemberian Tablet Fe Selama Kehamilan

Tablet tambah darah diberikan 90 tablet diminum 1 tablet setiap hari
yang perlu diingat :
1) Diminum sesudah makan malam atau menjelang tidur.
2) Hindari minum dengan air teh, kopi dan susu karena dapat menganggu

proses penyerapan.
3) Hendaknya meminum dengan vitamin C, segera minum pil setelah

rasa mual, muntah menghilang. (Kemenkes RI, 2010)
h. Tes Laboratorium Rutin dan Khusus

Pemeriksaan laboratorium rutin adalah pemeriksaan laboratorium
yang harus dilakukan pada setiap ibu hamil yaitu golongan darah, Hb, dan
pemeriksaan spesifik daerah endemis/ epidemi (malaria, HIV dll).
Sementara pemeriksaan laboratorium khusus adalah pemeriksaan
laboratorium lain yang dilakukan atas indikasi pada ibu hamil yang
melakukan kunjungan antenatal. (Kemenkes RI, 2010)
i. Tata Laksana Kasus

Tatalaksana kasus dalam bentuk asuhan kebidanan dibuat secara
berkesinambungan untuk semua ibu hamil yang berkunjung
memeriksakan kehamilannya. Tatalaksana kasus hendaknya dilaksanakan
oleh semua bidan yang memberikan pelayanan kepada ibu hamil.
(Kemenkes RI, 2010)
j. Temu Wicara (Konseling)

Temu wicara (konseling), termasuk Perencanaan Persalinan dan
Pencegahan Komplikasi (P4K) serta KB pasca persalinan. Temu wicara
dilakukan setiap kunjungan meliputi kesehatan ibu, perilaku hidup sehat,
maupun peran suami/keluarga dalam kehamilan. (Kemenkes RI, 2010).
B. Tinjauan Teori Mual Muntah
1. Pengertian

Emesis gravidarum (mual muntah) adalah gejala yang sering terjadi
pada kehamilan trimester I. Mual biasanya terjadi pada pagi hari, tetapi dapat
pula terjadi setiap saat dan malam hari (Wiknjosastro, 2009). Emesis
gravidarum merupakan gejala yang wajar dan sering didapatkan pada ibu


Click to View FlipBook Version