Museum
Adityawarman
Lebih dekat dengan sejarah dan budaya Minangkabau
PERPUSTAKAAN DAN ILMU INFORMASI
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2022
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat
dan karunia-Nya sehingga kami bisa menyelesaikan laporan hasil
observasi ini dengan tepat waktu. Shalawat berangkaikan salam
senantiasa tercurahkan kepada nabi besar Muhammad SAW dan
semoga kita senantiasa diberikan syafaat oleh beliau di akhirat
kelak.
Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah
bersedia untuk mengorbankan waktu, tenaga, dan pikirannya dalam
proses pembuatan laporan observasi yang berjudul Layanan
Informasi di Museum Adityawarman ini. Kami juga mengucapkan
terima kasih kepada Ibuk Jeihan Nabila, S.IIP, M.I.Kom. selaku dosen
pengampu mata kuliah Sumber dan Layanan Informasi yang telah
membimbing kami dalam proses pembuatan laporan ini. Kami
berharap laporan observasi ini dapat menjadi sumber informasi dan
ilmu pengetahuan baru bagi pembaca.
Kami merasa bahwa laporan ini masih memiliki banyak kekurangan
dan jauh dari kata sempurna karena keterbatasan pengetahuan dan
pengalaman kami. Untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan
saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan laporan ini.
Demikianlah yang dapat kami sampaikan. Akhir kata, semoga
laporan observasi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca semua.
Padang, 22 September 2022
Kelompok 3
DAFTAR ISI
Kata pengantar........................................................................................................1
Daftar isi ....................................................................................................................2
Visi dan Misi Museum Adityawarman...........................................................3
Struktur Organisasi..............................................................................................4
Lokasi Museum Adityawarman........................................................................5
Sejarah Museum Adityawarman ..................................................................12
Pembagian Jenis Museum...................................................................................13
Gedung Utama..........................................................................................................14
10 Jenis Koleksi.........................................................................................................16
Museum Sains dan Teknologi............................................................................38
Museum Rendang....................................................................................................44
Syarat-Syarat Benda Koleksi........................................................................50
Kurator Museum Adityawarman...................................................................56
Jenis-Jenis Layanan Infomasi.........................................................................58
Jenis-Jenis Sumber Informasi........................................................................64
Fasilitas Museum Adityawarman..................................................................75
Taman Melati...........................................................................................................82
Events Museum Adityawarman.....................................................................86
Etika Berkunjung ke Museum .........................................................................94
Daftar Pustaka ...................................................................................................100
Tentang Penulis.....................................................................................................101
Visi dan Misi
Museum Adityawarman
VISI
Mewujudkan Museum Nagari sebagai salah satu objek
wisata Sejarah dan Budaya, Edukatif, Rekreatif serta
Atraktif bagi semua lapisan masyarakat.
MISI
1.Mengaplikasikan peran museum sebagai pelestarian
benda-benda peninggalan sejarah dan budaya Sumatera
Barat.
2.Mengkomunikasikan koleksi sebagai bukti sejarah budaya
Minangkabau (Sumatera Barat).
3.Menyelenggarakan kegaiatan edukatif dan rekreatif yang
atraktir.
4. Memberikan pengalaman menyenagkan bagi pengunjung.
5.Memberikan pengalaman prima bagi pengunjung
6.
Struktur Organisasi
mAuysoekuem!
MUSEUM TOUR
Pintu masuk
Pahlawan Nasional
Sumatera Barat
6
Pesawat peninggalan
perang dunia II
Taman melati
SELAMAT DATANG DI
8
MUSEUM ADITYAWARMAN
SEJARAH
MUSEUM ADITYAWARMAN
M useum ini diresmikan pada 16 Maret 1977 mengambil nama
besar salah seorang raja Malayapura pada abad ke-14,
Adityawarman yang sezaman dengan Kerajaan Majapahit.
Museum ini memiliki julukan Taman Mini ala Sumatra Barat.
Konstruksi museum dikerjakan pada 1974. Bangunan
museum berada di areal lebih kurang 2,6 hektare dengan
luas bangunan sekitar 2.854,8 meter persegi. Peresmian
museum ditandai oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia Prof. Dr. Syarif Thayeb. Selanjutnya,
museum ini diberi nama Museum Negeri Adityawarman
Sumatra Barat berdasarkan Surat Keputusan Menteri
No.093/0/1979 tanggal 28 Mei 1979.
Menurut Syafnir sebagai kepala proyek
pembangunan museum adityawarman
menuturkan pada awalnya Museum
Adityawarman di usulkan di Ulak Karang,
namun Syafnir meminta langsung kepada Wali
Kota tanah lapang yang berada di jalan
Diponegoro dekat Taman melati, biaya yang
diberikan oleh pemerintah masih
Rp.140.000.000 Tanah tempat berdirinya
museum adalah tanah Balai Kota, Tanah
tersebut diserahkan oleh wali kota atas
persetujuan dari Gubernur. Kemudian para
pengelola museum pada saat itu menggarap
tanah tersebut, pada awalnya tanah tersebut
diberikan oleh wali kota sebagian saja, hanya
sampai lapangan tugu tetapi para pengelola
museum dengan anggarannya menggarap
tanah tersebut sampai ke arah Taman Melati.
11
Sebagai museum budaya, Museum Adityawarman menyimpan
dan melestarikan benda-benda bersejarah, seperti cagar budaya
Minangkabau dan sekitarnya beserta beberapa cagar budaya
nasional. Salah satu di antaranya adalah bangunan yang
berarsitektur Minang, bernama Rumah Bagonjong atau
Baanjuang.
Ruang utama museum menampilkan diaroma yang
mempresentasikan sistem adat yang dimiliki oleh masyarakat
Minang dengan penjelas tersturktur mengenai hubungan
kekerabatan dalam adat Minangkabau. Berbeda dari daerah-
daerah lainnya di Indonesia yang pada umumnya memegang
sistem kekerabatan patrilineal, Minangkabau sendiri
menggunakan sistem matrilineal sehingga perempuan memegang
pengaruh kuat di Minangkabau. Aktivitas perempuan Minang
dipaparkan dengan apik di area museum. Mulai dari mengasuh
anak, memasak untuk keluarga dan lingkungan lebih luas, sampai
tradisi lisan yang berupa pantun sebagai sarana ibu menanamkan
nilai kehidupan bagi anak. Kesenian banyak ditampilkan dalam
upacara-upacara adat, salah satunya adalah upacara pernikahan.
Di salah satu sudut museum terdapat ruang peragaan pelaminan
pernikahan adat Minang. Tentu saja ruangan ini menjadi salah
satu yang paling diminati oleh pengunjung. Selain itu, di bagian
ruangan lain terdapat koleksi-koleksi benda bersejarah dan
budaya dari Suku Mentawai. Meskipun masih sama-sama dalam
satu daerah, yakni Sumatra Barat, Suku Mentawai menerapkan
adat istiadat yang sama sekali berbeda yakni menerapkan sistem
kekerabatan patrilineal.
Museum Adityawarman
terdiri dari:
GEDUNG UTAMA
Gedung ini menyimpan koleksi
sejarah dan budaya minangkabau.
MUSEUM SAINS DAN TEKNOLOGI
Berisi berbagai macam jenis
rendang, bahan pembuat
rendang, dan proses pembuatan
rendang.
MUSEUM RENDANG
Gedung ini menyimpan koleksi
sejarah dan budaya
minangkabau.
13
Gedung
Utama.
Memasuki kawasan bagian dalam museum,
pengunjung akan dihadapkan dengan miniatur denah
Museum Adityawarman. Sebelum menelusuri koleksi
museum lebih jauh, pengunjung diwajibkan untuk
mengisi buku tamu terlebih dahulu. Setelah itu,
pengunjung akan diarahkan untuk melihat koleksi
dimulai dari arah kiri.
Pada bagian ini terdapat diorama kehidupan sosial
mengenai sistem adat Minangkabau dengan koleksi
pendukung seperti pelaminan pernikahan khas
Minangkabau, koleksi peninggalan sejarah
Minangkabau dan informasi-informasi mengenai
legenda dan tradisi setiap daerah yang ada di
Minangkabau yang disajikan dalam bentuk papan
informasi.
Memasuki kawasan museum lebih jauh, pengunjung
akan disuguhkan dengan berbagai macam koleksi
pakaian adat dan naskah-naskah tua yang memiliki nilai
historis, tradisi, dan budaya yang tinggi. Secara
keseluruhan, Museum Adityawarman memiliki 10 jenis
koleksi mulai dari koleksi arkeologika, biologika,
etnografika, filologika, geologika, historika,
keramologika, numismatika/heraldika, seni rupa, dan
teknologika.
10
JENIS KOLEKSI
Belincung
Arca Dewi dirga
KOLEKSI AR
Arca dhiyani budha
Gelang batu Kapak batu
Beliung persegi
Rahang
Patung Biksu
KEOLOGIKA
Beliung persegi
Kapak lonjong
Akar bahar
Owa
KOLEKSI BI
Tiram Tanduk rusa
Rusa
Beruang madu
OLOGIKA
Ular kobra
Beruang beo
Salempang
Salendang
KOLEKSI ET
Salendang
Salendang
tanah liek
Sarung songket
Kodek balapak
NOGRAFIKA
Kain sarung
Kain sarung
Hadi al-muhtaj
Cerita rancak di
labuah
KOLEKSI FI
Azimat
Tambo
Kitab fiqih
Muballigh al-islam
LOLOGIKA
Nazam dua sejalan
Al-quran
Batu kwarsit
Batu gips
KOLEKSI GE
Batu marmar
Batu pasir titan
Batu Pualam
Batu Diorit
OLOGIKA
Batu Bosalt
Batu Riolit
Padang
Pedang samurai
KOLEKSI
Pistol Portugis
Padang
Telepone
Engkal
Topi Mencer
HISTORIKA
Miniatur Meriam
Umban Tali
Mangkuk
Piring
KOLEKSI KE
Kendi bertutup
Vas bunga
Piring
Cerek
RAMALOGIKA
Kendi
Guci
Mata uang Rp
100,-
Mata uang Rp
500,-
KOLEKSI NU
Mata uang Rp 1,-
Mata uang Rp
1.000,-
Mata uang logam
1 lira
Mata uang logam
5,-
MISMATIKA
Mata uang
Rp 5 cent
Mata uang
logam VOC
Patung Bali
Kaligrafi tulisan
Arab
KOLEKSI
Ukiran kepala
pintu
Lukisan
Patung kayu
Burung garuda
SENI RUPA
Ukiran
Arca tulang
cetakan gambir
Gunting emas
KOLEKSI TEK
Miniatur kincir bePneamnignttaelnun
padi
Miniatur kilangan
padi
Gramofon
NOLOGIKA
Tenun gedok
Sepeda ontel
Museum
Sains dan Teknologi.
contoh koleksi-koleksi yang ada di museum:
Katrol
Labirin cermin
anak usia dini
Baterai tangan
Tebak tangal lahir
Generator van de graff
Film kartun
Menggelembung
bukan ditiup
Gyorextreme
Pola suara
Masjid Bingkudu, Agam
Museum
Rendang.
contoh koleksi-koleksi yang ada di museum:
Alat-alat masak
Alat-alat masak
Informasi mengenai bahan
pembuat rendang
Alat yang digunakan untuk
membuat rendang
Replika jenis-jenis
rendang
Pembagian tugas pembuatan rendang
Ragam rendang setiap
daerah di Sumatera Barat
Parutan kelapa
Kapak, Lading, Pisau
Tempat air yang
sudah masak
Tempat pengering
ikan
Syarat-syarat benda dapat
dijadikan koleksi museum yaitu
terdiri dari empat:
0 1Mempunyai nilai sejarah dan ilmiah
Benda itu harus mempunyai nilai sejarah
dan nilai ilmiah (termasuk nilai
keindahannya). Jadi benda itu harus ada
hubungan dengan kejadian atau
peristiwa sejarah masa silam.
Arca Bhairawa