The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

KELOMPOK 3
1. ADIDTIA PERDANA PUTRA (21234022)
2. ANGGI KURNIA WULANDARI (21234026)
3. DWI LESTARI (21234032)
4. IDHAM KHALID MUHARMAN (21234036)
5. MIFTAHUL JANNAH (21234040)
6. RUSYDA HIJRIYATI HASANAH (21234044)

DOSEN PENGAMPU: JEIHAN NABILA, S.IIP, M.I.Kom.

PRODI PERPUSTAKAAN DAN ILMU INFORMASI
FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by rusydahijriyatihsnh, 2022-12-05 08:03:25

Museum Adityawarman

KELOMPOK 3
1. ADIDTIA PERDANA PUTRA (21234022)
2. ANGGI KURNIA WULANDARI (21234026)
3. DWI LESTARI (21234032)
4. IDHAM KHALID MUHARMAN (21234036)
5. MIFTAHUL JANNAH (21234040)
6. RUSYDA HIJRIYATI HASANAH (21234044)

DOSEN PENGAMPU: JEIHAN NABILA, S.IIP, M.I.Kom.

PRODI PERPUSTAKAAN DAN ILMU INFORMASI
FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Keywords: Museum

Museum

Adityawarman

Lebih dekat dengan sejarah dan budaya Minangkabau

PERPUSTAKAAN DAN ILMU INFORMASI
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2022

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat
dan karunia-Nya sehingga kami bisa menyelesaikan laporan hasil
observasi ini dengan tepat waktu. Shalawat berangkaikan salam
senantiasa tercurahkan kepada nabi besar Muhammad SAW dan
semoga kita senantiasa diberikan syafaat oleh beliau di akhirat
kelak.

Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah
bersedia untuk mengorbankan waktu, tenaga, dan pikirannya dalam
proses pembuatan laporan observasi yang berjudul Layanan
Informasi di Museum Adityawarman ini. Kami juga mengucapkan
terima kasih kepada Ibuk Jeihan Nabila, S.IIP, M.I.Kom. selaku dosen
pengampu mata kuliah Sumber dan Layanan Informasi yang telah
membimbing kami dalam proses pembuatan laporan ini. Kami
berharap laporan observasi ini dapat menjadi sumber informasi dan
ilmu pengetahuan baru bagi pembaca.

Kami merasa bahwa laporan ini masih memiliki banyak kekurangan
dan jauh dari kata sempurna karena keterbatasan pengetahuan dan
pengalaman kami. Untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan
saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan laporan ini.

Demikianlah yang dapat kami sampaikan. Akhir kata, semoga
laporan observasi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca semua.

Padang, 22 September 2022

Kelompok 3

DAFTAR ISI



Kata pengantar........................................................................................................1
Daftar isi ....................................................................................................................2
Visi dan Misi Museum Adityawarman...........................................................3
Struktur Organisasi..............................................................................................4
Lokasi Museum Adityawarman........................................................................5
Sejarah Museum Adityawarman ..................................................................12
Pembagian Jenis Museum...................................................................................13
Gedung Utama..........................................................................................................14
10 Jenis Koleksi.........................................................................................................16
Museum Sains dan Teknologi............................................................................38
Museum Rendang....................................................................................................44
Syarat-Syarat Benda Koleksi........................................................................50
Kurator Museum Adityawarman...................................................................56
Jenis-Jenis Layanan Infomasi.........................................................................58
Jenis-Jenis Sumber Informasi........................................................................64
Fasilitas Museum Adityawarman..................................................................75
Taman Melati...........................................................................................................82
Events Museum Adityawarman.....................................................................86
Etika Berkunjung ke Museum .........................................................................94
Daftar Pustaka ...................................................................................................100
Tentang Penulis.....................................................................................................101

Visi dan Misi

Museum Adityawarman

VISI

Mewujudkan Museum Nagari sebagai salah satu objek
wisata Sejarah dan Budaya, Edukatif, Rekreatif serta

Atraktif bagi semua lapisan masyarakat.

MISI

1.Mengaplikasikan peran museum sebagai pelestarian
benda-benda peninggalan sejarah dan budaya Sumatera
Barat.

2.Mengkomunikasikan koleksi sebagai bukti sejarah budaya
Minangkabau (Sumatera Barat).

3.Menyelenggarakan kegaiatan edukatif dan rekreatif yang
atraktir.

4. Memberikan pengalaman menyenagkan bagi pengunjung.
5.Memberikan pengalaman prima bagi pengunjung

6.

Struktur Organisasi

mAuysoekuem!



MUSEUM TOUR

Pintu masuk

Pahlawan Nasional
Sumatera Barat

6

Pesawat peninggalan
perang dunia II

Taman melati

SELAMAT DATANG DI

8

MUSEUM ADITYAWARMAN

SEJARAH

MUSEUM ADITYAWARMAN

M useum ini diresmikan pada 16 Maret 1977 mengambil nama
besar salah seorang raja Malayapura pada abad ke-14,
Adityawarman yang sezaman dengan Kerajaan Majapahit.
Museum ini memiliki julukan Taman Mini ala Sumatra Barat.
Konstruksi museum dikerjakan pada 1974. Bangunan
museum berada di areal lebih kurang 2,6 hektare dengan
luas bangunan sekitar 2.854,8 meter persegi. Peresmian
museum ditandai oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia Prof. Dr. Syarif Thayeb. Selanjutnya,
museum ini diberi nama Museum Negeri Adityawarman
Sumatra Barat berdasarkan Surat Keputusan Menteri
No.093/0/1979 tanggal 28 Mei 1979.

Menurut Syafnir sebagai kepala proyek

pembangunan museum adityawarman

menuturkan pada awalnya Museum

Adityawarman di usulkan di Ulak Karang,

namun Syafnir meminta langsung kepada Wali

Kota tanah lapang yang berada di jalan

Diponegoro dekat Taman melati, biaya yang

diberikan oleh pemerintah masih

Rp.140.000.000 Tanah tempat berdirinya

museum adalah tanah Balai Kota, Tanah

tersebut diserahkan oleh wali kota atas

persetujuan dari Gubernur. Kemudian para

pengelola museum pada saat itu menggarap

tanah tersebut, pada awalnya tanah tersebut

diberikan oleh wali kota sebagian saja, hanya

sampai lapangan tugu tetapi para pengelola

museum dengan anggarannya menggarap

tanah tersebut sampai ke arah Taman Melati.

11

Sebagai museum budaya, Museum Adityawarman menyimpan
dan melestarikan benda-benda bersejarah, seperti cagar budaya
Minangkabau dan sekitarnya beserta beberapa cagar budaya
nasional. Salah satu di antaranya adalah bangunan yang
berarsitektur Minang, bernama Rumah Bagonjong atau
Baanjuang.

Ruang utama museum menampilkan diaroma yang
mempresentasikan sistem adat yang dimiliki oleh masyarakat
Minang dengan penjelas tersturktur mengenai hubungan
kekerabatan dalam adat Minangkabau. Berbeda dari daerah-
daerah lainnya di Indonesia yang pada umumnya memegang
sistem kekerabatan patrilineal, Minangkabau sendiri
menggunakan sistem matrilineal sehingga perempuan memegang
pengaruh kuat di Minangkabau. Aktivitas perempuan Minang
dipaparkan dengan apik di area museum. Mulai dari mengasuh
anak, memasak untuk keluarga dan lingkungan lebih luas, sampai
tradisi lisan yang berupa pantun sebagai sarana ibu menanamkan
nilai kehidupan bagi anak. Kesenian banyak ditampilkan dalam
upacara-upacara adat, salah satunya adalah upacara pernikahan.
Di salah satu sudut museum terdapat ruang peragaan pelaminan
pernikahan adat Minang. Tentu saja ruangan ini menjadi salah
satu yang paling diminati oleh pengunjung. Selain itu, di bagian
ruangan lain terdapat koleksi-koleksi benda bersejarah dan
budaya dari Suku Mentawai. Meskipun masih sama-sama dalam
satu daerah, yakni Sumatra Barat, Suku Mentawai menerapkan
adat istiadat yang sama sekali berbeda yakni menerapkan sistem
kekerabatan patrilineal.

Museum Adityawarman

terdiri dari:

GEDUNG UTAMA
Gedung ini menyimpan koleksi
sejarah dan budaya minangkabau.

MUSEUM SAINS DAN TEKNOLOGI
Berisi berbagai macam jenis
rendang, bahan pembuat
rendang, dan proses pembuatan
rendang.

MUSEUM RENDANG
Gedung ini menyimpan koleksi
sejarah dan budaya
minangkabau.

13

Gedung
Utama.

Memasuki kawasan bagian dalam museum,
pengunjung akan dihadapkan dengan miniatur denah
Museum Adityawarman. Sebelum menelusuri koleksi
museum lebih jauh, pengunjung diwajibkan untuk
mengisi buku tamu terlebih dahulu. Setelah itu,
pengunjung akan diarahkan untuk melihat koleksi
dimulai dari arah kiri.

Pada bagian ini terdapat diorama kehidupan sosial

mengenai sistem adat Minangkabau dengan koleksi

pendukung seperti pelaminan pernikahan khas

Minangkabau, koleksi peninggalan sejarah

Minangkabau dan informasi-informasi mengenai

legenda dan tradisi setiap daerah yang ada di

Minangkabau yang disajikan dalam bentuk papan

informasi.

Memasuki kawasan museum lebih jauh, pengunjung
akan disuguhkan dengan berbagai macam koleksi
pakaian adat dan naskah-naskah tua yang memiliki nilai
historis, tradisi, dan budaya yang tinggi. Secara
keseluruhan, Museum Adityawarman memiliki 10 jenis
koleksi mulai dari koleksi arkeologika, biologika,
etnografika, filologika, geologika, historika,
keramologika, numismatika/heraldika, seni rupa, dan
teknologika.

10

JENIS KOLEKSI

Belincung

Arca Dewi dirga

KOLEKSI AR

Arca dhiyani budha

Gelang batu Kapak batu

Beliung persegi

Rahang
Patung Biksu

KEOLOGIKA

Beliung persegi

Kapak lonjong

Akar bahar

Owa

KOLEKSI BI

Tiram Tanduk rusa

Rusa

Beruang madu

OLOGIKA

Ular kobra

Beruang beo

Salempang

Salendang

KOLEKSI ET

Salendang

Salendang
tanah liek

Sarung songket

Kodek balapak

NOGRAFIKA

Kain sarung

Kain sarung

Hadi al-muhtaj

Cerita rancak di
labuah

KOLEKSI FI

Azimat

Tambo

Kitab fiqih
Muballigh al-islam

LOLOGIKA

Nazam dua sejalan

Al-quran

Batu kwarsit
Batu gips

KOLEKSI GE

Batu marmar

Batu pasir titan

Batu Pualam

Batu Diorit

OLOGIKA

Batu Bosalt

Batu Riolit

Padang

Pedang samurai

KOLEKSI

Pistol Portugis
Padang

Telepone
Engkal

Topi Mencer

HISTORIKA

Miniatur Meriam

Umban Tali

Mangkuk

Piring

KOLEKSI KE

Kendi bertutup

Vas bunga

Piring
Cerek

RAMALOGIKA

Kendi
Guci

Mata uang Rp
100,-

Mata uang Rp
500,-

KOLEKSI NU

Mata uang Rp 1,-

Mata uang Rp
1.000,-

Mata uang logam
1 lira

Mata uang logam
5,-

MISMATIKA

Mata uang
Rp 5 cent

Mata uang
logam VOC

Patung Bali

Kaligrafi tulisan
Arab

KOLEKSI

Ukiran kepala
pintu

Lukisan

Patung kayu

Burung garuda

SENI RUPA

Ukiran
Arca tulang

cetakan gambir

Gunting emas

KOLEKSI TEK

Miniatur kincir bePneamnignttaelnun
padi

Miniatur kilangan
padi

Gramofon

NOLOGIKA

Tenun gedok

Sepeda ontel

Museum

Sains dan Teknologi.

contoh koleksi-koleksi yang ada di museum:

Katrol

Labirin cermin
anak usia dini

Baterai tangan

Tebak tangal lahir
Generator van de graff

Film kartun

Menggelembung
bukan ditiup

Gyorextreme
Pola suara

Masjid Bingkudu, Agam

Museum

Rendang.

contoh koleksi-koleksi yang ada di museum:

Alat-alat masak

Alat-alat masak

Informasi mengenai bahan
pembuat rendang

Alat yang digunakan untuk
membuat rendang

Replika jenis-jenis
rendang

Pembagian tugas pembuatan rendang

Ragam rendang setiap
daerah di Sumatera Barat

Parutan kelapa
Kapak, Lading, Pisau

Tempat air yang
sudah masak

Tempat pengering
ikan

Syarat-syarat benda dapat
dijadikan koleksi museum yaitu

terdiri dari empat:

0 1Mempunyai nilai sejarah dan ilmiah

Benda itu harus mempunyai nilai sejarah
dan nilai ilmiah (termasuk nilai
keindahannya). Jadi benda itu harus ada
hubungan dengan kejadian atau
peristiwa sejarah masa silam.

Arca Bhairawa


Click to View FlipBook Version