The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

KELOMPOK 3
1. ADIDTIA PERDANA PUTRA (21234022)
2. ANGGI KURNIA WULANDARI (21234026)
3. DWI LESTARI (21234032)
4. IDHAM KHALID MUHARMAN (21234036)
5. MIFTAHUL JANNAH (21234040)
6. RUSYDA HIJRIYATI HASANAH (21234044)

DOSEN PENGAMPU: JEIHAN NABILA, S.IIP, M.I.Kom.

PRODI PERPUSTAKAAN DAN ILMU INFORMASI
FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by rusydahijriyatihsnh, 2022-12-05 08:03:25

Museum Adityawarman

KELOMPOK 3
1. ADIDTIA PERDANA PUTRA (21234022)
2. ANGGI KURNIA WULANDARI (21234026)
3. DWI LESTARI (21234032)
4. IDHAM KHALID MUHARMAN (21234036)
5. MIFTAHUL JANNAH (21234040)
6. RUSYDA HIJRIYATI HASANAH (21234044)

DOSEN PENGAMPU: JEIHAN NABILA, S.IIP, M.I.Kom.

PRODI PERPUSTAKAAN DAN ILMU INFORMASI
FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Keywords: Museum

0 2Dapat diidentifikasi

Benda itu harus dapat di identifikasikan,
artinya dapat ditentukan ukuran nya.
Tujuan nya adalah untuk menunjukkan
bahwa benda itu memang ada dan dapat
dilihat dan diraba.

Timbangan zaman dahulu

0 3 Dapat dijadikan monumen

Benda itu dapat dijadikan monumen atau
bakal dapat dijadikan monumen dalam
sejarah alam dan budaya.

Monumen Proklamasi

Reproduksi atau replika yang 04
sah menurut persyaratan

Reproduksi atau replika ini dibuat
karena benda tersebut tidak banyak
jumlahnya atau tidak boleh dipindahkan
ke lain tempat. Untuk itulah dibuat
reproduksi atau replikanya.

Replika prasasti saruaso

Meseum menyimpan berbagai macam koleksi
yang harus dirawat dan dijaga agar tidak cepat
rusak. Untuk itu agar koleksi museum tetap
terawat diperlukan pengaturan suhu, kelembaban
dan penyinaran yang tepat. Suhu udara di dalam
museum disyaratkan sekitar 20oC - 24oC dengan
kelembapan udara 40%-60% RH.

Cahaya yang digunakan untuk penerangan di
dalam ruang pameran atau di dalam ruang
penyimpanan koleksi harus disesuaikan dengan
kondisi ruangan dan jenis koleksi. Ada dua
sumber cahaya yang dapat dimanfaatkan untuk
penerangan di dalam museum, yaitu cahaya
alam dan cahaya buatan (lampu). Unsur cahaya
yang dapat merusakkan koleksi, yakni radiasi
ultraviolet dan intensitas cahaya.

KURATOR MUSEUM
ADITYAWARMAN

Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, SPsi, MSc

Tanggal Lahir : Yogyakarta,20-Dec-1963
Pendidikan : S 3

Irwan Prayitno lahir di Yogyakarta , Indonesia . Ayahnya, Djamrul Djamal,
berasal dari Padang , dan ibunya, Sudarni Sayuti, dari Tanah Datar , Sumatera
Barat . orang tuanya datang dari yogyakarta dan lama tinggal di
minangkabau; Setelah lulus sekolah menengah dari SMA Negeri 3 ( SMA
Negeri 3 ) di Padang, Prayitno mengejar studinya di fakultas psikologi di
Universitas Indonesia dari tahun 1982 sampai 1988. Prayitno melanjutkan
pendidikannya di Universitas Putra di Malaysia di mana ia memperoleh gelar
master dan PhD-nya. Pada pemilihan legislatif 2009 , Prayitno terpilih sebagai
anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) dari Partai Keadilan Sejahtera (
Partai Keadilan Sejahtera ). Prayitno mengundurkan diri dari DPR-RI karena ia
memutuskan untuk mencalonkan diri untuk pemilihan sebagai gubernur
Sumatera Barat pada 30 Juni 2010

Drs. H. Nasrul Abit

Tanggal Lahir : Pesisir Selatan,24-Dec-1954

Pendidikan : S 1

Drs. H. Nasrul Abit gelar Datuk Malintang Panai (lahir di Air Haji, Linggo Sari
Baganti, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, 24 Desember1954; umur 64 tahun)
adalah Wakil Gubernur Sumatera Barat periode 2016-2021 yang dilantik pada
12 Februari 2016. Sebelumnya, ia menjabat Bupati Pesisir Selatan, Sumatera
Barat periode 2005-2015 dan Wakil Bupati Pesisir Selatan 2000-2005. Pada
Pilgub Sumbar 2015, dia terpilih menjadi Wakil Gubernur Sumatera Barat
berpasangan dengan Gubernur Irwan Prayitno. Dalam sturktur partai, Nasrul
menjabat sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar.

JENIS-JENIS

LAYANAN
INFORMASI

0 1 Layanan Informasi

Museum Adityawarman memberikan
pelayanan informasi kepada masyarakat
berupa informasi tentang sejarah, tradisi,
dan kebudayaan Minangkabau serta
informasi lain terkait dengan fungsi dan
tujuan museum.

0 2Layanan Kunjungan

Museum Adityawarman membuka layanan
kunjungan mulai dari hari Selasa sampai
Minggu dengan jam operasi sebagai berikut:

Selasa - Kamis Pukul 08.30 - 16.00 WIB
Jum'at
Pukul 08.30 - 16.00 WIB
Sabtu - Minggu Pukul 13.30 - 16.30 WIB

Pukul 08.00 - 17.00 WIB

Tiket Masuk

Dewasa Rp. 5000

Anak-anak Rp. 3000

0 3 Layanan Edukasi

Museum Adityawarman menyediakan
layanan pemanduan kepada pengunjung
berupa informasi tertulis seperti poster,
papan penunjuk arah, denah tata letak
museum, spanduk yang berisi informasi dan
tour gaide untuk pengunjung yang
berombongan atau wisatawan asing.

0 4Layanan Fasilitas

Dalam rangka memaksimalkan fungsi
museum kepada masyarakat, Museum
Adityawarman menyediakan layanan seperti
ruang pameran, akses digital (QR Code,
aplikasi, website, dan media sosial), sewa
pakaian adat, dan fasilitas lain seperti toilet,
mushola, taman bermain, dan lain
sebagainya.

0 5 Layanan Aduan

Pengunjung dapat menyampaikan kritik
maupun sarannya kepada petugas museum
ataupun melalui kontak yang tersedia pada
laman website :

https://museumadityawarman.sumbarprov.go.id/.

JENIS-JENIS

SUMBER
INFORMASI

1. Sumber informasi tertulis

Papan penunjuk arah

Sumber informasi ini berfungsi
sebagai penunjuk arah suatu
tempat, misalnya arah masuk,
keluar, toilet, mushola, pos
security, dan lain sebagainya.

Poster cara
penggunaan QR code

Sumber informasi ini berguna untuk menunjukkan tata
cara mengetahui keterangan koleksi secara digital
dengan menggunakan barcode.

Spanduk

Berisi informasi tentang

alur layanan informasi

museum dan juga

informasi mengenai

beberapa petuah adat yang

disampaikan oleh tokoh-

tokoh Minangkabau.

Papan informasi koleksi

Sumber informasi ini

berfungsi sebagai pemberi

keterangan terkait dengan

koleksi yang ada, misalnya

keterangan mengenai

nama, asal, fungsi, dan

keterangan lain yang dapat

mendeskripsikan koleksi

tersebut.

Peta

Peta disini berfungsi untuk menunjukkan penyebaran
rendang di seluruh dunia.

2. Sumber informasi digital

QR Code

Museum Adityawarman menyediakan QR Code untuk
setiap koleksi yang ada di museum. QR ini akan
mengarahkan pengunjung ke halaman website
museum apabila di scan melalui aplikasi QR code
untuk melihat koleksi secara digital. Namun, QR code
ini sudah tidak dapat digunakan lagi karena adanya
perubahan pada domain website yang terhubung pada
QR tersebut.

Hasil pemindaian barcode

Aplikasi mobile

Museum Adityawarman memiliki
sebuah aplikasi yang bernama
Museum Adityawarman. Aplikasi ini
berisi jenis-jenis koleksi yang ada di
museum lengkap dengan foto-foto
koleksinya. Aplikasi ini tersedia di
Playstore maupun di Appstore, akan
tetapi setelah dilakukan observasi
aplikasi ini sudah tidak berfungsi lagi
sejak diupdate pada 22 September
2020.

Tampilan aplikasi saat dijalankan

Website

Bagi masyarakat yang belum sempat mengunjungi
museum secara langsung, Museum Adityawarman
menyediakan informasi digital yang dikemas dalam
bentuk website. Website ini berisi mengenai profil, visi
misi, struktur organisasi, kurator, data pengunjung, 10
jenis koleksi museum, khasdigma, artikel, event-event
yang diselenggarakan oleh museum, dan informasi
mengenai kontak museum. Website Museum
Adityawarman dapat diakses melalui alamat
https://museumadityawarman.sumbarprov.go.id/.

KHASDIGMA

Khasanah Digital Museum Adityawarman

KHASDIGMA merupakan salah satu fitur yang
disediakan oleh website Museum Adityawarman yang
berisikan koleksi dalam bentuk digital, mulai dari koleksi
Naskah Kuno, Buku Langka, Peta, Mikro Film, Foto
Gambar & Lukisan, Majalah & Surat Kabar Langka, serta
Sumber Lainnya. Koleksi-koleksi tersebut dapat dilihat
secara gratis oleh pengguna.

Tampilan salah satu koleksi KHASDIGMA

Media sosial

Museum Adityawarman menggunakan media sosial
seperti facebook dan instagram untuk
mempublikasikan foto-foto dan video kegiatan yang
dilakukan sementara platform Youtube berisi
informasi mengenai profil museum, penjelasan
mengenai koleksi yang ada di museum, berbagai
jenis lomba yang diselenggarakan oleh museum,
dan informasi-informasi lain yang dapat
memperkaya pengetahuan masyarakat tentang
Museum Adityawarman.



3. Sumber informasi non-dokumen

1) Sumber Informasi Formal
Sumber informasi formal yang terdapat di Museum
Adityawarman yaitu organisasi pemerintahan berupa
Asosiasi Museum Indoneisa (AMI).

2) Sumber Informasi Informal
Sumber informasi informal yang dapat ditemukan di
Museum Adityawarman yaitu berupa percakapan
dengan tourgaide atau petugas museum.

FASILITAS
MUSEUM
ADITYAWARMAN

Toilet
Mushalla

TV pemutaran simulasi
lingkungan kehidupan

di Minangkabau

Fire extinguisher

Kipas angin
Wi-fi

Alarm
kebakaran

Washtafel

Studio mini
CCTV

AC

Tempat
sampah

TAMAN

MELATI





EVENTS
MUSEUM
ADITYAWARMAN

Pameran

RAGAM HIAS DAN MAKNA KAIN TENUN

SONGKET TRADISIONAL
MINANGKABAU

PADANG, SUMBARKITA – Museum
Adityawarman menghadirkan beragama
jenis dan alat peraga songket dalam
pameran temporer bertajuk Pameran
Ragam Hias dan Makna Kain Songket
Tradisional Minangkabau.
Hal itu merupakan upaya untuk
mendekatkan dan mengenalkan kembali
kekayaan ragam budaya dan tradisi
Minangkabau kepada masyarakat.

Pameran ini juga turut menghadrikan demonstrasi
dari perajin dalam proses pembuatan kain songket.
Pengunjung berkesempatan menjajal pengalaman
menenun dengan alat tradisional. Kasi Konservasi dan
Pengembangan Museum Adityawarman Wirda Aurora
mengatakan pameran temporer menghadirkan kain
songket dengan beragam motif dari berbagai daerah
di Sumatra Barat (Sumbar).

“Jumlahnya ada sekitar 80 koleksi yang bersal dari
berbagai wilayah di Sumbar,” katanya kepada
SumbarKita, Rabu (3/6/2022).

Ia mengatakan saat ini corak songket yang paling
banyak ditampilkan dalam pameran ini merupakan
motif-motif klasik.

“Saat ini, banyak perajin yang melakukan revitalisasi
terhadap motif-motif lama. Revitalisasi ini tersebar di
berbagai daerah seperti di Pandai Sikek, Sijunjung
dan dibeberapa daerah lainnya,” katanya lagi.

Pengunjung pameran ini juga beragam. Mulai dari
pelajar, mahasiswa dan kalangan masyarakat umum.

READ MORE >>>







Pameran

PAMERAN BERSAMA, KERAJINAN EMAS DAN PERAK

KARYA BUDAYA HASIL TAMBANG

Dinas Kebudayaan Sumbar dan Dinas Kebudayaan
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelanggarakan
kegiatan pameran bersama, Museum Adityawarman
sebagai unit pelayanan teknis Dinas Kebudayaan
Sumbar menampilkan berbagai hasil kerajinan emas
dan perak dalam ragam perhiasan Minangkabau
dalam mendukung kegiatan pameran bersama.

Pameran bersama mengangkat tema
“Kerajinan Karya Budaya Hasil
Tambang”, pameran telah melalui
proses kajian koleksi yang bekerjasama
dengan perguruan tinggi di Sumatera
Barat.

Bersama Dinas Kebudayaan DIY mengadakan
pameran bersama, pameran di mulai Rabu, 26 oktober
sampai 1 November 2022 dengan judul “Jalinan
Mahakarya Budaya”, untuk koleksi dari Museum
Adityawarman yang dipamerkan tetap dapat terus
dikunjungi sampai tahun 2023. Peresmian pembukaan
direncanakan Gubernur Sumbar dan di dampingi
Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar dan Kepala Dinas
Kebudayaan DIY pada Rabu, 26 Oktober 2022 mulai
pukul 09.00 Wib.

Pameran bersama berlokasi ruang
pamer utama lantai 1 sisi timur
bangunan museum, pengunjung
dapat mengunjungi ruang pamer
Selasa sampai minggu (senin tutup)
mulai pukul 08.30 hingga 16.00 Wib.
Koleksi pada pameran bersama ini
dipamerkan sebanyak 90 koleksi
terdiri dari 75 koleksi milik Museum
Adityawarman dan 15 koleksi milik
Museum Kotagede Yogyakarta.

ETIKA BERKUNJUNG KE

MUSEUM

Jangan menyentuh
karya seni

Jaga jarak aman
antara Anda dan setiap
karya seni

Tidak membawa
makanan dan minuman

Tidak menggunakan
flash saat memotret
karya seni

Jangan membawa
tas/ransel besar

Tidak Berbicara dengan
nada tinggi/berteriak

DAFTAR PUSTAKA

Afdol, R. (2022, Agustus 4). sumbarkita. Retrieved from sumbarkita.id:
https://www.sumbarkita.id/cara-museum-adityawarman-mendekatkan-
songket-kepada-masyarakat/

Barlian, E. (2016). Metodologi Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. Padang:
Sukabina Press.

Daranca, U. (2019). Upaya Peningkatan Wisata di Jakarta melalui Museum:
Strategi Pengembangan Museum Nasional Indonesia. Journal of Indonesian
Tourism and Policy Studies, 15.

Fitriyah, K. (2019). Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan
Masyarakat di Kantor Kecamatan Bungah Gresik. Doctoral dissertation,
Universitas Muhammadiyah Gresik.

Miana, M. (2022, Oktober 26). Harian Haluan. Retrieved from

harianhaluan.com: https://www.harianhaluan.com/news/pr-

105334101/pameran-bersama-kerajinan-emas-dan-perak-ditampilkan-di-

museum-adityawarman

Murdiayanto, E. (2020). Metode Penelitian Kualitatif (Teori dan Aplikasi
disertai Contoh Proposal). Yogyakarta: UPN Veteran Yogyakarta Press.

Zed, M. (2004). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor
Indonesia.


Click to View FlipBook Version