b. SKL Kelompok Mata Pelajaran Dan Skl Mata Pelajaran
No Kelompok Mata SKL Ranah Penilaian
Pelajaran Penilaian Afektif,
Penugasan dan
1 Agama dan Akhlak Membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Afektif. unjuk kerja.
Mulia. Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Tujuan tersebut dicapai melalui Penilaian Afektif,
Penugasan dan
muatan dan/ atau kegiatan agama, kewarganegaraan, kepribadian, ilmu unjuk kerja.
pengetahuan dan teknologi, estetika, jasmani, olahraga, dan kesehatan.
1. Berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianut sesuai dengan
perkembangan remaja.
2. Menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, golongan sosial
ekonomi, dan budaya dalam tatanan global.
3. Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial.
4. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di
masyarakat.
5. Menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain.
6. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun melalui berbagai cara
termasuk pemanfaatan teknologi informasi yang mencerminkan harkat dan
martabatnya sebagai makhluk Tuhan.
7. Menjaga kebersihan, kesehatan, ketahanan dan kebugaran jasmani dalam
kehidupan sesuai dengan tuntunan agama.
8. Memanfaatkan lingkungan sebagai makhluk ciptaan Tuhan secara bertanggung
Jawab.
2 Kewarganegaraan Membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan Afektif.
dan Kepribadian. cinta tanah air. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama,
akhlak mulia, kewarganegaraan, bahasa, seni dan budaya, dan pendidikan
jasmani.
1. Berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
secara demokratis dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2. Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial, hukum dan
perundangan.
3. Menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, golongan sosial ekonomi,
dan budaya dalam tatanan global.
4. Memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab.
5. Mengembangkan diri secara optimal dengan memanfaatkan kelebihan diri
serta memperbaiki kekurangannya.
6. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun melalui berbagai cara
termasuk pemanfaatan teknologi informasi.
141 7. Menunjukkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas perilaku,
perbuatan, dan pekerjaannya.
142 No Kelompok Mata SKL Ranah Penilaian
Pelajaran
Penilaian
8. Menunjukkan kemampuan mengembangkan budaya belajar untuk Kognitif, Afektif,
Penugasan dan
pemberdayaan diri. unjuk kerja
9. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis.
10. Berkarya secara kreatif, baik individual maupun kelompok.
11. Menjaga kesehatan, ketahanan, dan kebugaran jasmani.
12. Menunjukkan sikap kompetitif dan sportif untuk meningkatkan ketaqwaan dan
memperkuat kepribadian.
13. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di
masyarakat.
14. Menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain.
15. Menunjukkan apresiasi terhadap karya estetika
3 Ilmu Pengetahuan Mengembangkan logika, kemampuan berpikir dan analisis peserta didik .Pada Kognitif,
dan satuan pendidikan SMA/MA/SMALB/Paket C, tujuan ini dicapai melalui muatan afektif dan
Teknologi. dan/atau kegiatan bahasa, matematika, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan psikomotor
sosial, keterampilan/kejuruan, teknologi informasi dan komunikasi, serta muatan
lokal yang relevan
1. Membangun dan menerapkan informasi, pengetahuan, dan teknologi secara
logis, kritis, kreatif, dan inovatif.
2. Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif secara
mandiri.
3. Menunjukkan kemampuan mengembangkan budaya belajar untuk
pemberdayaan diri.
4. Menunjukkan sikap kompetitif, sportif, dan etos kerja untuk mendapatkan hasil
yang terbaik dalam bidang iptek.
5. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah kompleks.
6. Menunjukkan kemampuan menganalisis fenomena alam dan sosial sesuai
dengan kekhasan daerah masing-masing.
7. Memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab.
8. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun melalui berbagai cara
termasuk pemanfaatan teknologi informasi.
9. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis.
10. Menunjukkan keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara
dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
11. Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan tinggi.
No Kelompok Mata SKL Ranah Penilaian
Pelajaran
Penilaian Afektif,
4 Estetika Membentuk karakter peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa seni dan Afektif dan Penugasan dan
unjuk kerja.
pemahaman budaya. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa, Psikomotor.
seni dan budaya, keterampilan, dan muatan lokal yang relevan.
1. Memanfaatkan lingkungan untuk kegiatan apresiasi dan kreasi seni.
2. Menunjukkan apresiasi terhadap karya seni.
3. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis karya seni.
4. Menghasilkan karya kreatif, baik individual maupun kelompok.
5 Pendidikan Jasmani, Membentuk karakter peserta didik agar sehat jasmani dan rohani, dan Kognitif Afektif Penilaian
Olah Raga, dan menumbuhkan rasa sportivitas. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau dan Kognitif, Afektif,
Kesehatan kegiatan pendidikan jasmani, olahraga, pendidikan kesehatan, ilmu pengetahuan psikomotor. Penugasan dan
alam, dan muatan local yang relevan. unjuk kerja.
1. Menjaga kesehatan, ketahanan, dan kebugaran jasmani.
2. Membangun dan menerapkan informasi dan pengetahuan potensi lokal untuk
menunjang kesehatan, ketahanan, dan kebugaran jasmani.
3. Menunjukkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan hasil yang
terbaik dalam bidang pendidikan jasmani, olah raga, dan kesehatan.
143
144 c. Contoh Pemetaan Keterlaksanaan Analisis Standar Kompetensi Lulusan
Nama Sekolah 1) SKL Satuan Pendidikan
NSS
Alamat : SMA Negeri 18 Garut
Tahun : 301021118018
: Jln. Perumahan Bumi Abdi Negara 1 Karangpawitan Garut
: 2013 / 2014
Petunjuk Pengisian :
1. Kesesuaian dengan kriteria diisi ( dicentang ) dengan alternatif pilihan :
“Ya” : jika semua kriteria bersesuaian dengan setiap komponen (visi,misi, tujuan dan rencana) yang ada pada satuan pendidikan
“Tidak”: jika ada kriteria yang tidak bersesuaian dengan setiap komponen (visi,misi, tujuan dan rencana) yang ada pada satuan pendidikan
2. Kolom analisis penyesuaian/pemenuhan diisi jika kolom “kesesuaian dengan kriteria” terisi (tercentang) “Tidak”
3. Alokasi Program diisi (dicentang) dengan alternatif pilihan :
“1” : jika analisis penyesuaian/pemenuhan pada komponen yang dimaksud dapat dituangkan dalam Program Jangka Pendek (1 tahun)
“2” : jika analisis penyesuaian/pemenuhan pada komponen yang dimaksud dapat dituangkan dalam Program Jangka Menengah (4 tahun)
KESESUAIAN ANALISIS PENYESUAIAN/ ALOKASI PROGRAM
PEMENUHAN
NO KRITERIA SETIAP KOMPONEN YA TIDAK
(RENCANA TINDAK
Hasil analisis bersesuaian dengan visi sekolah LANJUT)
1
JANGKA PENDEK JANGKA PANJANG
Hasil analisis bersesuaian dengan misi sekolah (1 TAHUN ) (4 TAHUN)
2
Hasil analisis bersesuaian dengan tujuan sekolah
3
2) SKL Kelompok Mata Pelajaran
Petunjuk Pengisian :
1. Kesesuaian dengan kriteria diisi ( dicentang ) dengan alternatif pilihan :
“Ya” : jika semua kriteria bersesuaian dengan setiap komponen (visi,misi, tujuan dan rencana) yang ada pada satuan pendidikan
“Tidak”: jika ada kriteria yang tidak bersesuaian dengan setiap komponen (visi,misi, tujuan dan rencana) yang ada pada satuan pendidikan
2. Kolom analisis penyesuaian/pemenuhan diisi jika kolom “kesesuaian dengan kriteria” terisi (tercentang) “Tidak”
3. Alokasi Program diisi (dicentang) dengan alternatif pilihan :
“1” : jika analisis penyesuaian/pemenuhan pada komponen yang dimaksud dapat dituangkan dalam Program Jangka Pendek (1 tahun)
“2” : jika analisis penyesuaian/pemenuhan pada komponen yang dimaksud dapat dituangkan dalam Program Jangka Menengah (4 tahun)
DOKUMEN HASIL ANALISIS ALOKASI PROGRAM
PENYESUAIAN/
YA TIDAK JANGKA JANGKA
PEMENUHAN
NO KRITERIA SETIAP KOMPONEN (RENCANA PENDEK PANJANG
I SKL KELOMPOK MATA PELAJARAN TINDAK LANJUT) (1 TAHUN ) (4 TAHUN)
1 1. Hasil analisis Kelompok mata pelajaran Agama dan akhlak mulia
2 2. Hasil analisis kelompok mapel kewarganegaraan dan
kepribadian
3 3. Hasil analisis kelompok mapel ilmu pengetahuan dan teknologi
4 4. Hasil analisis kelompok estetika
5 5. Hasil analisi mapel pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan
II SKL KELOMPOK MATA PELAJARAN
1. Hasil analisis mapel Pendidikan Agama
2. Hasil analisis mapel Pendidikan Kewarganegaraan
3. Hasil analisis mapel Bahasa Indonesia
4. Hasil analisis mapel Bahasa Inggris
5. Hasil analisi mapel Matematika
6. Hasil analisi mapel Fisika
7. Hasil analisi mapel Biologi
8. Hasil analisi mapel Kimia
9. Hasil analisi mapel Sejarah
10. Hasil analisi mapel Geografi
11. Hasil analisi mapel Ekonomi
12. Hasil analisi mapel Sosiologi
13. Hasil analisi mapel Seni Budaya
14. Hasil analisi mapel Pendidikan jasmani Olahraga dan kesehatan
15. Hasil analisis bimbinganl TIK
16. Contoh Hasil analisis mapel Bahasa Sunda (mulok)
17. Hasil analisis mapel Bahasa Arab
18. Contoh Hasil analisis mapel Pendidikan Lingkungan Hidup
19. Hasil analisis mapel Kewirausahaan
145
146 3) Analisis Standar Proses
NO. KOMPONEN KONDISI IDEAL KONDISI NYATA TINDAK LANJUT
I
PERENCANAAN PEMBELAJARAN Dalam pengembangan silabus masih Perlu diprogramkan bimbingan dan
ada guru yang belum melakukan pendampingan teknik membuat silabus
1. Silabus Pada Silabus harus memuat : analisis KI/KD, dilakukan oleh mulai dari analisis Standar Isi,
masing-masing guru dengan dilakukan bersama dengan MGMP
1. Identitas mata pelajaran, mengadopsi dan mengadaptasi dari masing-maing Mata Pelajaran, hasil
silabus yang ada. adopsi dapat diadaptasikan sesuai
KI/KD, Materi, Kegiatan dengan karakteristik peserta didik.
Masih ada guru menyusun RPP :
Pembelajaran, Indikator tidak melampirkan instrumen Perlu diadakan workshop dan
penilaian dan program remedial, bimbingan pembuatan RPP.
Ketercapaian, Penilaian, kesulitan dalam menentukan Kata
Kerja Operasional dalam indikator,
Alokasi Waktu, menentukan alat evaluasi yang
sesuai dengan indikator pencapaian.
Sumber/Bahan/Alat.
2. Penyusunan Silabus
berdasarkan hasil pemetaan
Standar Isi.
3. RPP 1. RPP memuat : Identitas Mata
Pelajaran, KI, Kompetensi
Dasar, Indikator Pencapaian
Kompetensi, Tujuan
Pembelajaran,Materi Ajar,
Alokasi Waktu, Metode
Pembelajaran,Kegiatan
Pembelajaran, Penilaian, dan
Sumber Belajar.
2. Pada tahapan kegiatan
pembelajaran terdiri dari
tahapan : Pendahuluan,
Kegiatan Inti dan Penutup
masing-masing dilengkapi
dengan alokasi waktu.
3. Pada Penilaian mencakup :
Jenis Penilaian, Instrumen
Penilaian, Kunci jawaban dan
pedoman penilaian.
4. Mengacu pada prinsip-prinsip
penyusunan RPP.
NO. KOMPONEN KONDISI IDEAL KONDISI NYATA TINDAK LANJUT
II
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
2.1 Persyaratan
Pelaksanaan
Rombongan Jumlah maksimal peserta didik setiap Masih banyak peserta didik per Perlu menambah Ruang Kelas Baru.
rombongan belajar sekitar 36-40.
Belajar rombongan belajar adalah 32 peserta Perlu mencari jam tatap muka
Rasio peserta didik : guru = 13 : 1. tambahan pada sekolah lain dan atau
didik. mendapat tugas tambahan tertentu.
Masih ada guru yang beban kerjanya
Rasio peserta kurang dari 24 jam per minggu. Perlu penambahan buku teks pelajaran
untuk mencapai kondisi ideal, satu
didik Rasio minimal jumlah peserta didik Untuk Mata Pelajaran UN = 1:1, buku untuk satu peserta didik.
sedangkan untuk mata pelajaran lain
terhadap terhadap guru SMA sama dengan 20:1. dan buku pengangan umum masih
kurang.
guru
Beban Kerja Guru mencakup kegiatan
Beban Kerja pokok yaitu, merencanakan
Guru pembelajaran, melaksanakan
pembelajaran, menilai hasil pembelajaran,
Rasio buku membimbing dan melatih peserta didik
teks serta melaksanakan tugas tambahan
sekurang-kurangnya 24 jam tatap muka
dalam 1 ( satu) minggu.
Rasio buku teks pelajaran untuk peserta
didik adalah 1:1 per mata pelajaran
2.2 Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran : Kegiatan Pembelajaran kadang tidak Dalam kegiatan pembelajaran, guru
Pembelajaran berjalan konsisten dengan alokasi diwajibkan membawa RPP sebagai
Pendahuluan yang sudah direncanakan dalam RPP. control dalam pelaksanaan
- Penyampaian tujuan pembelajaran.
- Motivasi
Kegiatan Inti Belum semua guru memahami Perlu diagendakan dalam workshop
- Eksplorasi tentang kegiatan terstruktur dan tentang kegiatan tatap muka, kegiatan
- Elaborasi tugas mandiri tidak terstruktur. tugas terstruktur dan tugas mandiri
- Konfirmasi tidak terstruktur.
Belum semua guru dapat
Penutup menerapkan pembelajaran berbasis Perlu diadakan pelatihan pembuatan
- Rangkuman TIK (ICT). bahan ajar berbasis TIK dan
- Penilaian/Refleksi pemanfaatan alat/media sebagai sarana
- Umpan balik pendukung (seperti laptop, infocus dan
- Tugas internet ).
147
148 NO. KOMPONEN KONDISI IDEAL KONDISI NYATA TINDAK LANJUT
III
IV Proses pembelajaran melalui tahapan-
tahapan perencanaan, pelaksanaan,
penilaian dan tindak lanjut.
Digunakan pendekatan tatap muka,
kegiatan terstruktur dan kegiatan mandiri
tidak terstruktur.
Menerapkan pembelajaran berbasis TIK
( ICT ).
PENILAIAN HASIL BALAJAR
Waktu Penilaian dilakukan melalui ulangan Penilaian dilakukan melalui ulangan Perlu dipertahankan dan ditingkatkan.
harian (per KD ), ulangan tengah
harian (per KD), ulangan tengah semester, ulangan semester dan Perlu diagendakan dalam workshop
ulangan kenaikan kelas. tentang Penilaian ( kisi-kisi, kartu soal,
semester, ulangan semester dan ulangan butir soal, analisis dan tindak lanjut ).
Hasil penilaian pembelajaran hanya
kenaikan kelas. digunakan untuk mengukur tingkat Perlu diagendakan dalam workshop
pencapaian kompetensi peserta didik, tentang Penilaian ( analisis hasil belajar
Hasil Penilaian hasil pembelajaran dilakukan dan belum digunakan sebagai bahan dan analisis butir soal ).
Penilaian oleh guru untuk mengukur tingkat acuan dalam program perbaikan
pencapaian kompetensi peserta didik, proses pembelajaran bagi guru.
serta digunakan sebagai bahan
penyusunan laporan kemajuan belajar Belum semua guru melakukan
dan memperbaiki proses pembelajaran. analisis, baik analisis hasil belajar
maupun analisis butir soal.
Analisis Hasil Penilaian dianalisis (analisis hasil
belajar dan analisis butir soal ) untuk
ditindaklanjuti dalam program
pembelajaran remedial, pengayaan
maupun bimbingan konseling.
PENGAWASAN PEMBELAJARAN Pengamatan belum dilaksanakan Perlu dibuatkan program, instrumen
secara maksimal baik pada dan laporan hasil pengamatan baik oleh
Pemantauan Pemantauan dilakukan : perencanaan maupun pelaksanaan. Kepala sekolah maupun pengawas
1. pada tahap perencanaan, Dilakukan dengan cara pengamatan sekolah untuk masing-masing guru
pelaksanaan dan penilaian langsung dan pencatatan data
hasil pembelajaran; perencanaan melalui perangkat
2. dengan cara diskusi
kelompok, pengamatan,
pencatatan, perekaman
NO. KOMPONEN KONDISI IDEAL KONDISI NYATA TINDAK LANJUT
Supervisi wawancara dan dokumentasi; pembelajaran yang dibuat oleh Perlu dibuatkan program, instrumen
dan masing-masing guru dan laporan hasil supervisi baik oleh
3. oleh Kepala sekolah dan Kepala sekolah maupun pengawas
pengawas sekolah. Belum semua guru mendapat sekolah untuk masing-masing guru.
kesempatan di supervisi, baik oleh
Supervisi, dilakukan : Kepala sekolah maupun Pengawas
1. pada tahap perencanaan, sekolah.
pelaksanaan dan penilaian
hasil pembelajaran;
2. dengan cara pemberian
contoh/simulasi, diskusi,
pelatihan dan konsultasi; dan
3. oleh Kepala sekolah dan
pengawas sekolah.
Evaluasi Evaluasi, dilakukan : Belum semua guru mendapat Perlu dibuatkan program, instrumen
1. Untuk menentukan kualitas kesempatan di evaluasi, baik oleh dan laporan hasil Evaluasi baik oleh
pembelajaran secara Kepala sekolah maupun Pengawas Kepala sekolah maupun pengawas
keseluruhan, mencakup tahap sekolah sekolah untuk masing-masing guru.
perencanaan, pelaksanaan
dan panilaian hasil belajar.
2. Dengan cara membandingkan
proses pembelajaran dengan
standar proses;
mengidentifikasi kinerja guru
dalam proses pembelajaran
sesuai dengan kompetensi
guru.
3. Memusatkan pada
keseluruhan kinerja guru
dalam proses pembelajaran.
149
150 4) Analisis Standar Penilaian
NO KOMPONEN KONDISI IDEAL KONDISI RIIL KESENJANGAN RENCANA TINDAK LANJUT
1 Prinsip penilaian Seluruh pendidik telah 100 % Seluruh pendidik telah - Kepala sekolah terus
mengingatkan kepada seluruh
melakukan penilaian hasil melakukan penilaian hasil belajar pendidik agar melakukan
penilaian hasil belajar untuk
belajar untuk memantau untuk memantau proses, memantau proses, kemajuan,
dan perbaikan hasil dalam
proses, kemajuan, dan kemajuan, dan perbaikan hasil bentuk ulangan harian, ulangan
tengah semester, ulangan akhir
perbaikan hasil dalam bentuk dalam bentuk ulangan harian, semester, dan ulangan kenaikan
kelas.
ulangan harian, ulangan ulangan tengah semester,
Sekolah terus memfasilitasi
tengah semester, ulangan ulangan akhir semester, dan upaya penyampaian
ketidakpuasan peserta didik dan
akhir semester, dan ulangan ulangan kenaikan kelas. penyelesaiannya mengenai
penilaian hasil belajar.
kenaikan kelas.
Kepala sekolah mengupayakan
Memiliki petunjuk operasional Sekolah memiliki petunjuk - agar petunjuk operasional
penyampaian ketidakpuasan operasional penyampaian penyampaian ketidakpuasan
peserta didik dan ketidakpuasan peserta didik dan peserta didik segera
penyelesaiannya mengenai sudah diterapkan. diselesaikan.
penilaian hasil belajar.
Kepala sekolah terus memantau
Memiliki petunjuk operasional Petunjuk operasional Petunjuk sudah harus dan selalu mengingatkannya.
penyampaian ketidakpuasan penyampaian ketidakpuasan digunakan, sementara
peserta didik dan peserta didik sedang dalam penyusunannya belum
penyelesaiannya mengenai tahap penyusunan. selesai.
penilaian hasil belajar melalui
media elektronik.
2 Teknik dan Teknik penilaian dilakukan Dilaksanakan, terprogram dan -
Instrumen soal memenuhi kaidah substansi,
penilaian. sesuai KD, konstruksi, dan bahasa.
a. terprogram menggunakan
tes dan non tes.
b. menggunakan soal yang
memenuhi kaidah
substansi konstruksi, dan
bahasa.
NO KOMPONEN KONDISI IDEAL KONDISI RIIL KESENJANGAN RENCANA TINDAK LANJUT
3 Mekanisme dan Mengembangkan program Setiap guru mengembangkan - Kepala sekolah terus
prosedur penilaian menggunakan lima program penilaian menggunakan mengingatkan kepada pendidik
penilaian. langkah yaitu : kelima langkah tersebut. agar program penilaian
Menyusun kisi-kisi tes. Hampir semua pendidik telah dilakukan dengan langkah-
Mengembangkan langkah yang sistematis.
instrumen. Ada sebagian guru yang Kepala sekolah mengintruksikan
mengolah dan
menentukan kelulusan
peserta didik dari sekolah.
Melaksanakan tes.
Melaporkan dan
memanfaatkan hasil
penilaian.
Seluruh pendidik (x) telah
melakukan penilaian hasil melakukan penilaian hasil belajar tidak melakukan semua kepada semua pendidik agar
belajar untuk memantau untuk memantau proses, jenis penilaian. semua jenis penilaian dilakukan
proses, kemajuan, dan kemajuan, dan perbaikan hasil dan setiap jenis penilaian
perbaikan hasil dalam bentuk dalam bentuk ulangan harian, diminta laporannya setiap saat
ulangan harian, ulangan ulangan tengah semester, setelah penilaian itu dilakukan
tengah semester, ulangan ulangan akhir semester, dan dan direkap kedalam format
akhir semester, dan ulangan ulangan kenaikan kelas. yang sudah disediakan.
kenaikan kelas.
Melakukan penilaian internal Kebanyakan guru hanya Sebagian guru tidak Kepala sekolah menginstruksikan
untuk semua matapelajaran melakukan 3 sampai 4 langkah melakukan satu atau dua kepada pendidik yang terkait
yang tidak dites dalam UN : dalam penilaian internal untuk langkah dalam penilaian untuk melakukan semua langkah
Menyusun kisi-kisi semua mata pelajaran yang internal untuk semua dalam penilaian internal mata
prediksi soal US. tidak diujikan dalam UN. mata pelajaran yang tidak pelajaran yang tidak di tes
di tes dalam UN. dalam UN.
Menyusun soal prediksi
US.
Menyelenggarakan
Pendalaman materi (PM).
Melaksanakan tes Pra US.
Melakukan Pengolahan
hasil Pra US.
151
152 NO KOMPONEN KONDISI IDEAL KONDISI RIIL KESENJANGAN RENCANA TINDAK LANJUT
Guru Pendidikan Agama Melakukan penilaian dengan Informasi yang diberikan Sekolah menyediakan format
melakukan: memanfaatkan informasi guru baru sebatas lisan. dalam bentuk tertulis dan
a) penilaian akhlak mulia lain, tetapi informasi tersebut diserahkan kepada setiap guru
belum secara tertulis. Informasi yang diberikan mata pelajaran.
yang merupakan aspek baru sebatas lisan.
afektif dari kelompok Melakukan penilaian dengan Sekolah menyediakan format
matapelajaran agama dan memanfaatkan informasi guru - dalam bentuk tertulis dan
akhlak mulia, dengan lain, tetapi informasi tersebut diserahkan kepada setiap guru
b) memanfaatkan informasi belum secara tertulis. sebagian Guru mata pelajaran.
dari pendidik matapelajaran
matapelajaran lain dan Ada surat keterangan menginformasikan hasil Sekolah terus menerbitkan surat
sumber lain yang relevan. keikutsertaan dalam kegiatan ulangan harian kepada keterangan dan Pembina
Guru Pendidikan pengembangan diri. peserta didik sebelum pengembangan diri selalu
Kewarganegaraan melakukan: diadakan ulangan harian memeriksa dan
a) penilaian kepribadian, Hanya sebagian Guru berikutnya. menandatanganinya.
dengan matapelajaran
b) memanfaatkan informasi menginformasikan hasil ulangan Kepala sekolah mengintruksikan
dari pendidik harian kepada peserta didik kepada semua guru mata
matapelajaran lain dan sebelum diadakan ulangan pelajaran untuk
sumber lain yang relevan. harian berikutnya. menginformasikan hasil ulangan
Menerbitkan surat keterangan harian kepada peserta didik
keikutsertaan peserta didik sebelum diadakan ulangan
dalam kegiatan harian berikutnya.
pengembangan diri yang
ditandatangani oleh pembina
kegiatan dan kepala sekolah.
Guru matapelajaran
menginformasikan hasil
ulangan harian kepada peserta
didik sebelum diadakan
ulangan harian berikutnya.
NO KOMPONEN KONDISI IDEAL KONDISI RIIL KESENJANGAN RENCANA TINDAK LANJUT
4 Penilaian oleh Guru matapelajaran memberi Semua guru mata pelajaran Pelaksanaan remedi Kepala sekolah mengintruksikan
pendidik remedi kepada peserta didik memberi remedi kepada peserta masih dilakukan agar semua guru mata pelajaran
yang belum mencapai KKM. didik yang belum mencapai KKM menjelang pembagian melakukan remedi sesaat
walaupun pelaksanaannya masih LHBPD. setelah setiap jenis penilaian
Hasil penilaian oleh pendidik belum optimal. dilakukan dan tidak ditumpuk di
dan satuan pendidikan Banyak peserta akhir menjelang pembagian
disampaikan dalam bentuk Hasil dalam bentuk satu nilai didik/orang tua yang tidak LHBPD.
satu nilai pencapaian pencapaian kompetensi dan mengambil LHBPD. Sekolah menyarankan kepada
kompetensi matapelajaran, deskripsi dibuat dalam suatu setiap peserta didik agar LHBPD
disertai dengandeskripsi buku LHBPD, walaupun sebagian Sebagian guru tidak diambil, baik oleh dirinya
kemajuan belajar. besar LHBPD tersebut tidak menginformasikan silabus maupun oleh orang tua agar
Guru menginformasikan diambil oleh peserta didik. di awal semester karena dapat dijadikan acuan mengenai
silabus mata pelajaran kepada penyusunannya belum kemajuan dalam belajar.
peserta didik pada awal Hanya sebagian guru yang selesai.
semester. menginformasikan silabus diawal Kepala sekolah mengintruksikan
semester. sebagian guru yang agar silabus disusun diawal
Guru mengembangkan mengembangkan sehingga ketika pertama kali
instrumen dan pedoman Hanya sebagian guru yang pedoman penilaian. masuk di awal tahuan ajaran,
penilaian sesuai dengan mengembangkan pedoman silabus telah selesai dan dapat
bentuk dan teknik penilaian penilaian. Sebagian guru diinformasikan kepada peserta
yang dipilih. melaksanakan tes hanya didik.
Guru melaksanakan tes, Sebagian besar guru melihat urutan dari buku Kepala sekolah mengintruksikan
pengamatan, penugasan, melaksanakan tes sesuai RPP. sumber. kepada semua guru mata
dan/atau bentuk lain yang pelajaran agar mengembangkan
diperlukan sesuai dengan RPP. pedoman penilaian.
153 Kepala sekolah mengintruksikan
kepada setiap guru mata
pelajaran agar tes/tugas yang
diberikan mengacu kepada
silabus dan RPP yang sudah
dibuat sebelumnya.
154 NO KOMPONEN KONDISI IDEAL KONDISI RIIL KESENJANGAN RENCANA TINDAK LANJUT
Guru mengolah hasil penilaian Hanya sebagian guru yang sebagian kecil guru yang Kepala sekolah mengintruksikan
untuk mengetahui kemajuan mengolah hasil penilaian. mengolah hasil penilaian. kepada guru mata pelajaran
hasil belajar dan kesulitan agar mengolah hasil penilaian
belajar peserta didik. dan sekolah menyediakan
format-formatnya baik yang
berupa hard copy maupun soft
copy.
Guru mengembalikan hasil Hanya sebagian guru yang Sebagian kecil guru yang Kepala sekolah menginstruksikan
pemeriksaan pekerjaan peserta mengembalikan hasil pekerjaan. mengembalikan hasil kepada guru mata pelajaran
didik disertai balikan/komentar pekerjaan. agar mengembalikan hasil
yang mendidik. pekerjaan peserta didik disertai
Sebagian besar guru balikan yang mendidik.
5 Penilaian oleh Analisis dan pemanfaatan hasil Hampir semua guru melakukan melakukan Empat Kepala sekolah mengingatkan
satuan Empat kegiatan analisis dan kegiatan analisis dan terus agar guru selalui
pendidikan penilaian memanfaatkan hasil penilaian. memanfaatkan hasil melakukan analisis dari penilaian
penilaian. yang dilakukan dan
a) Hasil Penilaian Ketiganya didokumentasikan memanfaatkannya.
dikembalikan kepada oleh sekolah -
peserta didik disertai Sekolah menyimpan dokumen
balikan yang mendidik dengan baik sehingga jika
diperlukan mudah mencarinya
b) Dibuat analisis daya serap kembali
hasil penilaian
c) Hasil Analisis ditindak
lanjuti dengan Remedi /
Pengayaan
d) Hasil Penilaian digunakan
untuk memperbaiki
proses pembelajaran.
Menetapkan dan
mendokumentasikan:
a) KKM setiap matapelajaran
b) kriteria kenaikan kelas
c) kriteria kelulusan peserta
didik
NO KOMPONEN KONDISI IDEAL KONDISI RIIL KESENJANGAN RENCANA TINDAK LANJUT
Rapat harus selalu dilakukan dan
Menentukan nilai akhir Melalui rapat dibuktikan dengan - notulennya harus ada.
kelompok matapelajaran notulis dan daftar hadir.
estetika dan kelompok Rapat harus selalu dilakukan dan
matapelajaran pendidikan notulennya harus ada.
jasmani, olah raga dan
kesehatan melalui:
a) rapat dewan pendidik
b) mempertimbangkan hasil
penilaian oleh pendidik
Menentukan nilai akhir Melalui rapat dibuktikan dengan -
kelompok matapelajaran notulis dan daftar hadir.
agama dan akhlak mulia dan
kelompok matapelajaran
kewarganegaraan dan
kepribadian dilakukan melalui:
a).rapat dewan pendidik
b).mempertimbangkan hasil
penilaian oleh pendidik dan
nilai hasil ujian sekolah.
155
156 5) Analisis Standar Pengelolaan
CONTOH ANALISIS PERENCANAAN SEKOLAH
Nama Sekolah : SMA Negeri 18 Garut
NSS : 301021118018
Alamat : Jln. Perumahan Bumi Abdi Negara 1 Karangpawitan Garut
Tahun : 2013 / 2014
Petunjuk Pengisian :
1. Kesesuaian dengan kriteria diisi ( dicentang ) dengan alternatif pilihan :
“Ya” : jika semua kriteria bersesuaian dengan setiap komponen (visi,misi, tujuan dan rencana) yang ada pada satuan pendidikan
“Tidak”: jika ada kriteria yang tidak bersesuaian dengan setiap komponen (visi,misi, tujuan dan rencana) yang ada pada satuan pendidikan
2. Kolom analisis penyesuaian/pemenuhan diisi jika kolom “kesesuaian dengan kriteria” terisi (tercentang) “Tidak”
3. Alokasi Program diisi (dicentang) dengan alternatif pilihan :
“1” : jika analisis penyesuaian/pemenuhan pada komponen yang dimaksud dapat dituangkan dalam Program Jangka Pendek (1 tahun)
“2” : jika analisis penyesuaian/pemenuhan pada komponen yang dimaksud dapat dituangkan dalam Program Jangka Menengah (4 tahun)
KESESUAIAN ANALISIS ALOKASI PROGRAM
DENGAN KRITERIA PENYESUAIAN
NO KRITERIA SETIAP KOMPONEN / PEMENUHAN
YA TIDAK JANGKA PENDEK JANGKA PANJANG
(1 TAHUN ) (4 TAHUN)
I VISI SEKOLAH
1. Mengacu pada visi, misi dan tujuan pendidikan nasional
2. Mencerminkan standar keunggulan dan cita-cita tinggi sekolah
3. Berorientasi kedepan
4. Mempertimbangkan potensi dan kondisi sekolah serta lingkungan
5. Kalimat rumusannya mudah dipahami, jelas dan tidak multi tafsir
II MISI SEKOLAH
1. Memberi arahan dalam mewujudkan visi sekolah
2. Merupakan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu
3. Menekankan pada kualitas layanan peserta didik dan mutu
lulusan
4. Memuat Pernyataan umum dan khusus yang berkaitan dengan
program sekolah
5. Memberikan keluwesan dan ruang gerak pengembangan
sehingga dapat ditinjau secara berkala
KESESUAIAN ANALISIS ALOKASI PROGRAM
DENGAN KRITERIA PENYESUAIAN
NO KRITERIA SETIAP KOMPONEN / PEMENUHAN
YA TIDAK
III TUJUAN SEKOLAH JANGKA PENDEK JANGKA PANJANG
1. Mengacu pada visi dan misi
2. Menggambarkan tingkat kualitas yang dapat dicapai dalam (1 TAHUN ) (4 TAHUN)
jangka menengah (empat tahunan)
3. Mengacu pada standar kompetensi lulusan SMA
4. Rumusannya dapat diukur ketercapaiannya
IV RENCANA KERJA SEKOLAH
1. Adanya rencana kerja jangka menengah untuk mendukung
pencapaian tujuan jangka empat tahunan
2. Rumusan rencana kerja jangka menengah dapat diukur
ketercapaiannnya
3. Adanya rencana kerja tahunan dalam bentuk rencana kegiatan
dan anggaran sekolah (RKA-S)
4. Rumusan rencana kerja tahunan dapat diukur ketercapaiannya
157
158 6) Contoh Analisis Kepemimpinan Sekolah
Nama Sekolah : SMA Negeri 18 Garut Tahun Analisis : 2013
NSS : 301021118018 Alamat Sekolah : Perum Bumi Abdi Negara I
Nama Kepala Sekolah : Dr. Sofyan Hidayat, M.Pd.
Nama - nama Wakasek : H. Addan Wardhani, S.Pd. ( Wakasek Bid. Kurikulum ) Karangpawitan
: Usep Saepulloh, S.Pd. ( Wakasek Bid. Kesiswaan )
: Drs. Suhendar, M.Pd. ( Wakasek Bid. Sarana Prasarana )
: Wawan, M.M. ( Wakasek Bid. Humas )
KESESUAIAN DENGAN ANALISIS ALOKASI PROGRAM
KRITERIA PENYESUAIAN
NO KRITERIA SETIAP KOMPONEN / PEMENUHAN JANGKA PENDEK JANGKA PANJANG
YA TIDAK (1 TAHUN ) (4 TAHUN)
I KEPALA SEKOLAH
1. Kualifikasi minimal
2. Usia Maksimal
3. Pengalaman mengajar minimal
4. Pangkat minimal
5. Status Guru ( Guru SMA )
6. Kepemilikan sertifikat pendidik
7. Kepemilikan sertifikat kepala sekolah
8. Kompetensi kepribadian
9. Kompetensi manajerial
10. Kompetensi kewirausahaan
11. Kompetensi supervisi
12. Kompetensi sosial
II WAKIL KEPALA SEKOLAH
1. Jumlah minimal
2. Kriteria pengangkatan wakasek
3. Kemampuan dan keterampilan yang dimiliki
Wakasek Bidang Kurikulum
a. Kemampuan memimpin
b. Kepemilikan keterampilan teknis
c. Kemitraan dan kerja sama
KESESUAIAN DENGAN ANALISIS ALOKASI PROGRAM
KRITERIA PENYESUAIAN
NO KRITERIA SETIAP KOMPONEN / PEMENUHAN JANGKA PENDEK JANGKA PANJANG
YA TIDAK (1 TAHUN ) (4 TAHUN)
Wakasek Bidang Kesiswaan
a. Kemampuan memimpin
b. Kepemilikan keterampilan teknis
c. Kemitraan dan kerja sama
Wakasek Bidang Sarana Prasarana
a. Kemampuan memimpin
b. Kepemilikan keterampilan teknis
c. Kemitraan dan kerja sama
Wakasek Bidang Humas
a. Kemampuan memimpin
b. Kepemilikan keterampilan teknis
c. Kemitraan dan kerja sama
159
160 7) Analisis Standar Sarana prasarana SMA
CONTOH ANALISIS PERENCANAAN SEKOLAH
Nama Sekolah : SMA Negeri 18 Garut
NSS : 301021118018
Alamat : Jln. Perumahan Bumi Abdi Negara 1 Karangpawitan Garut
Tahun : 2013 / 2014
Petunjuk Pengisian :
1. Kolom satuan pendidika diisi dengan kuantitatif dari komponen yang ada pada satuan pendidikan
2. Kesesuaian dengan SNP diisi ( dicentang ) dengan alternatif pilihan :
“Ya” : jika sesuai dengan yang diatur dalam standar sarana dan prasarana (SNP)
“Tidak”: jika tidak sesuai dengan yang diatur dalam standar sarana dan prasarana (SNP)
3. Alokasi Program diisi (dicentang) dengan alternatif pilihan :
“1” : jika analisis penyesuaian/pemenuhan pada komponen yang dimaksud dapat dituangkan dalam Program Jangka Pendek (1 tahun)
“2” : jika analisis penyesuaian/pemenuhan pada komponen yang dimaksud dapat dituangkan dalam Program Jangka Menengah (4 tahun)
“3” : jika analisis penyesuaian/pemenuhan pada komponen yang dimaksud dapat dituangkan dalam Program Jangka Menengah (5 tahun ke atas)
4. Kolom keterangan di isi jika analisis penyesuaian/pemenuhan pada komponen tersebut tidak memungkinkan untuk diprogramkan baik dalam jangka pendek, menengah maupun jangka panjang
a) Satuan Pendidikan yang terkait dengan rombel
KONDISI KESESUAIAN DENGAN ANALISIS ALOKASI PROGRAM
SATUAN SNP PENYESUAIAN/
NO KOMPONEN PENDIDIKAN JANGKA PENDEK JANGKA JANGKA
YA TDK PEMENUHAN (1 THN) MENENGAH (4 PANJANG
1 Rombongan Belajar 27 Rombel (≥5THN)
Bertahan dengan THN)
33 org / kelas rombel yang ada
Bertahap menyesuaikan
rasio jumlah rombel
2 Rasio Jumlah rombel dengan peserta didik
terhadap peserta didik
b) Lahan
KONDISI KESESUAIAN DENGAN ANALISIS ALOKASI PROGRAM
SATUAN SNP PENYESUAIAN/
NO KOMPONEN PENDIDIKAN JANGKA PENDEK JANGKA JANGKA
YA TDK PEMENUHAN (1 TAHUN ) MENENGAH (4 PANJANG
(≥5TAHUN)
1 Rasio minimum lahan 18,4m2/peserta TAHUN)
terhadap peserta didik didik
2 Luas minimum lahan 10700 m²
3 Keefektifan lahan untuk
membangun sarana
prasarana
4 Posisi lahan yang
terhindar dari potensi
bahaya
5 Persentase kemiringan ≤ 15 %
lahan
6 Posisi lahan yang
terhindar dari pencemaran
air, kebisingan dan
pencemaran udara
7 Kesesuaian peruntukan
lahan dengan perda
tentang rencana tata
ruang
8 Status kepemilikan lahan
161
162 c) Bangunan gedung
KONDISI KESESUAIAN DENGAN ANALISIS ALOKASI PROGRAM
KRITERIA
NO KOMPONEN SATUAN PENYESUAIAN JANGKA PENDEK JANGKA JANGKA
PENDIDIKAN / PEMENUHAN (1 TAHUN ) MENENGAH (4 PANJANG
YA TDK (≥5TAHUN)
TAHUN)
1 Rasio minimum luas lantai 4,9 m2/peserta
Bangunan terhadap peserta didik didik
2 Luas minimum lantai bangunan 10.700
3 Tata Bangunan gedung
4 Persyaratan keamanan
bangunan gedung
5 Persyaratan kesehatan
bangunan gedung
6 Fasilitas dan aksesibilitas
bangunan gedung
7 Persyaratan kenyamanan
bangunan gedung
8 Persyaratan jumlah tingkat
bangunan gedung
9 Sistem keamanan gedung
10 Daya listrik bangunan gedung
11 Kualitas bangunan gedung
12 Usia bangunan gedung
13 Program pemeliharaan
bangunan gedung
14 Kelengkapan administrasi
bangunan gedung (IMB dan Izin
Penggunaan)
d) Kelengkapan sarana prasarana
KELENGKAPAN KESESUAIAN ANALISIS ALOKASI PROGRAM
DENGAN SNP PENYESUAIAN
/ PEMENUHAN
NO KOMPONEN JML KONDISI TDK JANGKA JANGKA JANGKA
LENG- PENDEK MENE PANJANG
LENG- YA TIDAK (1 THN) NGAH (≥5THN)
KAP KAP (4 THN)
1 a. Ruang Kelas 27 Baik
b. Sarana ruang Kelas 27 Baik
2 a. Ruang perpustakaan 1 Baik
b. Sarana Perpustakaan
3 a. Ruang laboratorium 1 Baik
biologi
b. Sarana laboratorium
biologi
4 a. Ruang laboratorium 1 Kurang
fisika Baik
b. Sarana laboratorium 1 Lengkap
fisika
5 a. Ruang laboratorium
kimia
b. Sarana laboratorium 1 Lengkap
kimia
6 a. Ruang lab. Computer 2 Baik
b. Sarana lab. Computer 40 Baik
7 a. Ruang lab. Bahasa 1 Baik
b. Sarana Lab. Bahasa
8 a. Ruang Pimpinan 1 Baik
b. Sarana ruang pimpinan 1 Baik
9 a. Ruang guru 1 Baik
b. Sarana Ruang guru 1 Baik
10 a. Ruang Tata Usaha 1 Baik
b. Sarana Ruang Tata 1 Baik
Usaha
11 a. Tempat beribadah 1 Baik
b. Sarana tempat ibadah 1 Baik
163 12 a. Ruang Konseling 1 Baik
164 KELENGKAPAN KESESUAIAN ANALISIS ALOKASI PROGRAM
DENGAN SNP PENYESUAIAN
/ PEMENUHAN
NO KOMPONEN JML KONDISI TDK JANGKA JANGKA JANGKA
LENG- PENDEK MENE PANJANG
LENG- YA TIDAK (1 THN) NGAH (≥5THN)
KAP KAP (4 THN)
b. Sarana Ruang Konseling 1 Baik
Baik
13 a. Ruang UKS 1 Baik
b. Sarana UKS 1 Baik
14 a. Ruang Organisasi 1
Kesiswaan
b. Sarana ruang org. 1 Baik
kesiswaan
15 a. Jamban 1 Baik
b. Sarana Jamban
1 Baik
16 a. Gudang
1 Baik
b. Sarana Gudang 1 Kurang
Baik
17 a. Ruang Sirkulasi
18 a. Tempat 2 Baik
bermain/olahraga
b. Sarana tempat 2 Baik
bermain/olahraga
B. Analisis Kondisi Satuan Pendidikan
KONDISI RIIL KESENJANGAN RENCANA TINDAK
LANJUT
NO KOMPONEN KONDIDI IDEAL KEKUATAN KELEMAHAN Sikap bersaing sehat
1 Peserta didik untuk meraih prestasi Meningkatkan kemampuan
Kehadiran peserta didik ke Kehadiran peserta didik ke Kehadiran peserta didik ke akademik kurang guru dalam memotivasi
sekolah disertai motivasi sekolah tinggi sekolah belum disertai dengan peserta didik dan
belajar yang tinggi motivasi belajar yang tinggi meningkatkan frekuensi
bimbingan oleh guru BP/BK
Seluruh peserta didik Minat peserta didik tinggi Belum semua minat dan bakat Jumlah dan kemampuan Menambah jumlah dan
mengikuti kegiatan meningkatkan kemampuan
pengembangan diri peserta didik tersalurkan pembimbing kurang pembimbing
2 Pendidik dan Tenaga Kinerja pendidik dan tenaga Kualifikasi akademik guru Belum menjalankan profesi Penghargaan dan sanksi Pemberlakuan penghargaan
belum proposional dan sanksi diefektifkan
Kependidikan pendidik sesuai dengan 100% S-1, lebih dari 80% secara maksimal
tuntutan profesi mengajar sesuai dengan latar
belakang akademik
Tenaga kependidikan yaitu Belum menjalankan tugas Pemahaman thd tugas Menyelenggarakan pelatihan
Kepala Sekolah, tenaga secara maksimal pokok dan fungsi kurang secara rutin
adaministrasi, perpustakaan,
laboratorium, dan kebersihan
sudah terpenuhi
Menyelenggarakan rapat kerja
menjelang awal tahun
pelajaran 2011 / 2012
165
166 KONDISI RIIL KESENJANGAN RENCANA TINDAK
LANJUT
NO KOMPONEN KONDIDI IDEAL
KEKUATAN KELEMAHAN
Pendidik dan tenaga Fasilitas untuk memenuhi Sebagian pendidik dan tendik Pelatihan belum berjalan Mengintensifkan pelatihan
kependidikan menguasai TIK kebutuhan minimal tersedia belum menguasai TIK dengan lancar
3 Sarana dan Jumlah rombel 27, populasi Kuota tiap rombel terpenuhi Jumlah peserta didik tiap Jumlah ruang belajar Membangun 2 ruang belajar
prasarana tiap rombel 32 peserta didik rombel melebihi kuota masih kurang di awal tahun pelajaran 2011 /
2012
Ruang kelas dilengkapi Tempat untuk menyimpan Pengadaan perabot tersendat Skala prioritas di bawah Memperbaiki urutan sekala
perabot penunjang KBM perabot memadai prioritas
Perpustakaan berperan Lahan untuk membangun Pembangunan ruang Ruang perpustakaan Pembangunan ruang
sebagai jantung sakola ruang perpustakaan tersedia perpustakaan tersendat yang ada kurang layak perpustakaan
Laboratorium Biologi memiliki Perencanaan dan penataan Pengadaan peralatan Skala prioritas di bawah Memperbaiki urutan sekala
peralatan yang lengkap baik tersendat prioritas
Laboratorium Kimia terpisah Peralatan laboratorium Kimia Laboratorium Kimia bersatu Sekala prioritas di bawah
dari laboratorium Biologi ada dengan laboratorium Biologi
Dimasukkan ke dalam renstra
empat tahunan
KONDISI RIIL KESENJANGAN RENCANA TINDAK
LANJUT
NO KOMPONEN KONDIDI IDEAL
KEKUATAN KELEMAHAN
Laboratorium Komputer Ruangan dan fasilitas tersedia Komputer ada yang tidak Sekala prioritas di bawah Perbaikan dan pengadaan
menempati ruangan dan komputer pada awal tahun
memiliki fasilitas yang cukup berfungsi dan sudah tertinggal pelajaran 2011 / 2012
minimal untuk satu rombel
Laboratorium Bahasa Lahan untuk membangun Bantuan "Block Grand" belum Komunikasi kurang Membangun tahun 2011/
seharusnya ada tersedia ada intensif 2012
4 Pembiayaan Rencana kerja sekolah dapat Anggaran dan sumber biaya Pemasukan keuangan kurang Komunikasi orang tua Mengefektifkan komunikasi
dilaksanakan dengan tersusun dalam program lancar peserta didik dengan
ditunjang oleh biaya yang pihak sekolah kurang
memadai efektif
5 Program Pengelolaan sekolah dalam Berbagai program sudah Warga sekolah kurang Partisipasi warga sekolah Menyelenggarakan rapat kerja
berbagai bidang berdasarkan disusun memahami program dalam penyusunan dan sosialisasi program
program program tertentu kurang menjelang awal tahun
pelajaran 2011 / 2012
167 C. ANALISIS KONDISI LINGKUNGAN SATUAN PENDIDIKAN
168
No Komponen Kondisi Ideal Kondisi Riil Kesenjangan Rencana Tindak
1 Komite Sekolah
Komite sekolah berperan Peluang Tantangan - Komite sekolah belum Lanjut
2 Dinas Pendidikan 1. Pemberi pertimbangan dan - Komite sekolah memiliki - UU dan Peraturan berperan secara oftimal - Mengundang komite
pemikiran sesuai peran dan
3 Asosiasi Pratisi 2. Pendukung pinasial potensi untuk membantu pemerintah tentang fungsinya sekolah untuk
kependidikan 3. Pengatar transparansi dan membicarakan
(PGRI) akuntabilitas meningkatkan mutu kebijakan pendidikan - Sekolah perlu dana dan keperluan sekolah
4. Mediantara antara sekolah komite menggalang - Mengundang
dengan masyarakat sekolah gratis dana dari masayarakat pemerintah yang
- Komite sekolah memiliki - Orang tua kurang tapi kebijakan terkait duduk bersama
Fungsi Komite Sekolah pemerintah dengan dengan masayarakat
1. Membantu meningkatkan potensi membantu peduli akan gratis ikut menghambat dan pihak sekolah.
mutu pendidikan
2. Melakukan kerja sama sekolah dalam kebutuhan sekolah
3. Menampung aspirasi pemenuhan sarana dan - Komite belum
4. Memberikan masukan dan
rekomendasi rasarana yang dilakukan optimal mengadakan
5. mendorong partisipasi
6. menggalang Dana melalui penyamapaian kerja sama dengan
7. Melakukan
eavaluasi.controling program kepada orang pihak luar
Memiliki peranana fungsi tua peserta didik /
- memberikan dukungan kebijakan
terhadap pelaksanaan pendidikan masayarakat
disekolah
- memberikan dukungan dan pembinaan - Mampu mempasilitasi - Dana yang dimilki - Dinas Pendidikan belum - Mengundang unsur
kepada sekolah peningkatan mutu Dinas pendidikan pendidikan untuk
- memberikan dukungan terhadap sarana pendidikan dan tenaga masih kurang oftimal melakasanakan melakukan pembinaan
dan prasarana atau seluruh fasilitas kesekolah secara rutin
- Memberikan motivasi dengan kependidikan - Penyampaian peran dan fungsinya.
meningkatakan kesejahteraan tenaga - Mampu memberikan program dari Dinas - Dana Pendidikan - Dinas Pendidikan
pendidik , tenaga kependidikan maupun Pendidikan sering meaksanakan
peserta didik. sarana / prasarana yangtersedia belum pelayanan secara
terlamabat terutama oftimal kesekolah ke
PGRI mempunyai peran dan fungsi sekolah terutama dalam yang ada di daerah sesuai dengan dalam segala aspek.
1. Menampung aspirasi guru - guru kelancaran kegiatan - Kewenagana
dan peserta didik dalam belajar mengajar kebutuhan sekolah
penyelesaian masalah. - Memiliki kewenangan pembinaan dari - Propesionalisme
2. Membantu meningkatkan memberi penghargaan Dinas kesekolah - Tenaga di dinas
kesejahteraan guru
3. Menyediakan wadah kegiatan terhadap guru dan secara Rutin. pendidikan belum
guru dan peserta didik untuk peserta didik yang
meningkatkan prestasi. berpotensi. maksimal
- PGRI memiliki potensi
sebagai penampung - PGRI karena - PGRI di SMA belum Mengundang pengurus
aspirasiguru dan peserta sepenuhnya berperan PGRI kesekolah untuk
anggotanya banyak sebagai mana mestinya membicarakan
didik penyelesaian tentang
- PGRI memiliki potensi guru - Pengurus PGRI perlu peran dan fungsi PGRI.
- Guru SD sehingga menambahakan
untuk membantu wawasan tentang fungsi
guru SMA kurang assosiasi pratisi untuk
meningkatkan kemajuan sekolah
kesejahteraan diperhatikan
- PGRI memilki peluang - Pengurus PGRI belum
untuk memfasilitasi guru
sepenuhnya
mengetahui fungsi
assosiasi prestasi
No Komponen Kondisi Ideal Kondisi Riil Kesenjangan Rencana Tindak
4 Dunia Usaha dan Lanjut
Setiap usaha/dunia kerja harus memiliki Peluang Tantangan - Dunia usaha/ Dunia
Dunia Kerja kepedulian terhadap lingkungan kerja masih bersifat - Perlu
pendidikan atau sekolah melalui program dan peserta didik yang untuk kemajuan tradisional mengundang para
5 Sumber Daya Alam sosialnya. pengusaha untuk
berpotensi sekolah - Tenaga kerja yang mengadakan kerja
Sumber daya alam dilingkugan sekolah diperlukan tidak sama dengan sekolah
cukup menunjang yaitu dari sektor walaupun belum banyak - Dunia usaha yang memerlukan pendidikan
pertanian walaupun belum digali secara diantaranya ada didunia ada masih dalam hukum. - Mengundang para
maksimal, yang memiliki peran usaha/dunia kerja disekitar tataran kecil pengusaha yang ada
meningkatakan pendapatan orang tua sekolah tapi masih dalam Tenaga professional dan mengadakan
peserta didik. tahap kecil. - Tenaga kerja dibidang pertanian kurang dialog agar bisa
diperlukan belum tertarik mengolah dan membantu kelancaran
memerlukan lulusan meningkatkan hasil sekolah.
pertanian dan mengolah
SMA lahan pertanian di sekitar Mengundang para
- Kepedulian Dinia sekolah. pemilik modal dan tenaga
ahli dibidang pertanian
usaha / Dunia kerja melalui pemerintah untuk
kepada sekolah ikut serta meningkatkan
masih kendala. hasil pertanian
dilingkungan SMA 18
- Masih luasnya lahan - Kurangnya tenaga Garut agar dapat
tidur dapat dimanfaatkan professional. untuk meningkatkan
pendapatan orang tua
- Masih banyak peluang mengolah lahan peserta didik.
untuk melakasanakan Tidur
pertanian secara - Kurang modal untuk
professional. meningkatkan hasil
pertanian
169
170 Lampiran 9 : Contoh Format Rencana Kerja Sekolah RKJM
Komponen :...................(1)
Tahun Pencapaian
No Sasaran Strategis Kondisi Awal 2016/ 2017/ 2018/ 2019/
2. 3 4 2017 2018 2019 2020
5 6 7 8
Rubrik :
1. Diisi dengan komponen program sekolah seperti : Kesiswaan, kurikulum dll
2. Diisi dengan nomor urut dari bagian komponen program (subkomponen) misalnya : Bagian komponen kurikulum adalah KTS,
Kalender pendidikan dll.
3. Diisi dengan bagian komponen program. Contoh bagian komponen kurikulum adalah KTS, Kalender pendidikan dll.
4. Diisi dengan kondisi awal bagian komponen program. Contoh bagian komponen kurikulum adalah KTS, Kalender pendidikan dll.
5. 5,6,7 dan 8 diisi dengan skala prioritas dan tahun pelaksanaan.
Lampiran 9.a : Contoh RKJM
1. Komponen : Pendidik dan Kependidikan
Tahun Pencapaian
No Sasaran Strategis Kondisi Awal 2016/ 2017/ 2018/ 2019/
2017 2018 2019 2020
1. Optimalisasi guru yang sudah tersertifikasi agar Penilaian Kerja guru baru dilaksanakan tahun V
mendapatkan kinerja guru yang baik. 2013.
2. Mendorong guru yang berijazah S2 untuk Belum ada yang melakukan penelitian dengan
melakukan penelitian untuk mendapatkan bantuan bantuan blockgrant hibah bersaing. VVVV
blockgrant hibah bersaing.
3. Memaksimalkan kemampuan guru dalam bidang TIK PSB belum dimanfaatkan secara maksimal oleh V V V V
untuk mendapatkan bantuan Pusat Sumber belajar. guru.
4. Membangun citra dengan menampilkan kinerja guru Belum memfaatkan media elektronik dan media
yang positif sesuai dengan latar belakang cetak untuk membangun citra guru yang positif.
pendidikan dan kemampuan TIK melalui media yang VVVV
bisa diakses publik (media elektronik dan media
cetak).
5. Mendorong pendidik dalam kegiatan-kegiatan Frekuensi keikutsertaan guru dalam mengikuti
peningkatan mutu pendidik (MGMP, Lesson Study, kegiatan-kegiatan peningkatan mutu pendidik V
Workshop, diklat, dll) dan kegiatan kompetisi dan kompetisi pendidik belum maksimal.
pendidik ( lomba guru berprestasi, dll ).
6. Optimalisasi kebutuhan tenaga guru tetap dan TAS Belum terpenuhinya kebutuhan guru dan Tenaga
tetap melalui validasi yang telah memenuhi kriteria. administrasi Sekolah Tetap sesuai dengan V V V V
kebutuhan.
7. Optimalisasi kemampuan guru dalam membuat Kemampuan guru dalam membuat karya tulis
karya tulis ilmiah dan membuat bahan ajar melalui ilmiah dan Kemampuan guru dalam membuat V
Pengembangan Keprofesian berkelanjutan. bahan ajar masih rendah
8. Optimalisasi pemenuhan kebutuhan Kepala Kepala perpustakaan dan Kepala Laboratorium
Perpustakaan, Kepala Laboratorium dan Tenaga belum bersertifikat , Tenaga perpustakaan belum V
Perpustakaan melalui pendidikan dan pelatihan. bersertifikat.
9. RekrutmenTeknisi Laboratorium dan Laboran Belum ada Laboran dan teknisi Laboratorium. V
171
172 2. Rencana Kerja Jangka Menengah komponen Pendidik dan Tenaga Kependidikan
No Program Tahun I Tahun II Tahun Tahun IV
III
A. PENINGKATAN SKL SMP
15% 35% 65% 90%
1. Peningkatan prestasi bidang akademik 20% 30% 70% 90%
2. Peningkatan prestasi bidang non akademik 90% 100%
3. Peningkatan jumlah kelulusan - - 80% 90%
4. Peningkatan jumlah yang melanjutkan studi - -
B. PENGEMBANGAN STANDAR ISI 70% 90%
1. Pengembangan Buku-1 KTSP (Dokumen-1 KTSP) 25% 35% 70% 90%
2. Pengembangan silabus 25% 30% 70% 90%
3. Pengembangan RPP 30% 40% 70% 100%
4. Pengembangan Bahan Ajar, Modul, Buku, dan sebagainya 50% 60% 85% 100%
5. Pengembangan Panduan Pembelajaran 50% 75% 85% 95%
6. Pengembangan Panduan Evaluasi Hasil Belajar 50% 70%
C. PEMENUHAN STANDAR PROSES 90% 100%
65% 80% 90% 95%
1. Pemenuhan persiapan pembela-jaran 75% 80% 90% 95%
2. Pemenuhan persyaratan pembelajaran 65% 80% 90% 95%
3. Peningkatan pelaksanaan pembelajaran 65% 85% 90% 100%
4. Peningkatan pelaksanaan penilaian pembelajaran 60% 75%
5. Peningkatan pengawasan proses pembelajaran 75% 100%
20% 45% 80% 90%
D. MEWUJUDKAN MANAJEMEN SEKOLAH 30% 60%
80% 100%
1. Melaksanakan program pengembangan menajemen internasional 20% 50%
2. Meningkatkan kemampuan menejeral tenaga pendidik dan tenaga 75% 90%
20% 50%
kependidikan.
3. Melaksanakan model manajemen sekolah (SIM) sesuai dengan standar
internasional
4. Menggalang kerja sama dengan sekolah yang telah bertaraf internasional
(School Sister)
No Program Tahun I Tahun II Tahun Tahun IV
III
173 E MENGOPTIMALKAN PENDANAAN 50% 65% 90%
50% 75% 80% 95%
1. Menyusun program untuk mengoptimalkan pengdanaan dalam memenuhi 50% 70% 80% 90%
standa biaya sekolah 75%
25% 65% 95%
2. Terpenuhinya cost unit peserta didik pertahun sesuai dengan standar biaya 30% 75% 80% 95%
sekolah. 70% 80% 85% 100%
75% 85% 85% 100%
3. Mengoptimalkan kerja sama yang baik dengan komite, donatur, alumni, dan 70% 85% 75% 100%
sumber dana yang lain untuk menggali dana. 70% 80% 90% 100%
90%
F PELAKSANAAN SISTEM PENILAIAN 70% 80% 100%
30% 50% 90% 95%
1. Menyusun program – program sistem penilaian sistem 50% 75% 85% 100%
2. Menetapkan model penilaian dan kriteria penilaian mengacu kepada norma 50% 75% 90% 100%
80%
penilaian. 40% 70% 95%
3. Melaksanakan penilaian tuntas. 70% 80% 80% 100%
4. Melaksanakan penilaian pembelajaran 65% 80% 90% 100%
5. Melaksanakan ujian akhir sekolah dengan standar internasional 70% 80% 90% 100%
6. Menyimpan dokumen penilaian disekolah. 90%
G PENGEMBANGAN FASILITAS SARANA DAN PRASARANA
1. Mewujudkan fasilitas pokok sekolah
2. Memenuhi program pengem-bangan lab.IPA, Lab. Bahasa, Multimedia/
Internet dengan kualitas dan kuantitas .
3. Memasang jalur koneksi internat diseluruh area sekolah.
4. Melengkapi buku-buku dan sumber belajar lainnya sesuai dengan status
sekolah .
H MENYIAPKAN TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN
1. Meningkatkan kemampuan bahasa inggris tenaga pendidik dan tenaga
kependidikan melalui kursus, pelatihan dan pelatihan pelatihan sejenisnya.
2. Meningkatkan kemampuan guru sesuai dengan latar belakang ilmunya melalui
MGMP, Pelatihan, Workshop, Seminar.
3. Meningkatkan kemampuan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan untuk
menggunakan komputer dan internet (ICT).
174 No Program Tahun I Tahun II Tahun Tahun IV
III
4. Memberi kesempatan kepada tenaga pendidik dan tenaga kependidikan untuk 70% 85% 95%
meningkatkan kualifikasi pendidikannya. 75% 90% 90% 100%
50% 70% 95% 90%
I MEWUJUDKAN BUDAYA DAN LINGKUNGAN SEKOLAH 70% 85% 85% 100%
1. Pengembangan budaya bersih. 75% 85% 90% 95%
2. Penciptaan lingkungan sehat, asri, indah, rindang, sejuk. (tamanisasi). 70% 80% 90% 100%
3. Pemenuhan sistem sanitasi/ drainase. 90%
4. kerja sama dengan lembaga lain relevan bidang 6K.
5. Penciptaan budaya tata krama “senyum salam sapa santun sopan”.
6. Pengembangan lomba-lomba kebersihan, kesehatan.
Lampiran 10 : Contoh Format RKAS
RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SEKOLAH
TAHUN PELAJARAN : .................................
No. Uraian Volume Satuan Harga Jumlah APBD APBD APBN Masyarakat Sumber
Program Satuan Harga Kab Prov Dana
Lainnya
Bagus BOS BOS Sumb Sumb Komputer
RTN Buku Bangunan Sukarela
1. Pengembangan Standar Isi
1.1
1.1.1
Jumlah 01
2. Pengembangan Standar Proses
2.1
2.1.1
Jumlah 02
3. dst
Jumlah Total
175
176 Lampiran 11 Bagian Sampul: Contoh Sistematika Tingkat Satuan Pendidikan
NO KOMPONEN ASPEK
A. BAGIAN SAMPUL 1. Logo Satuan Pendidikan dan/atau logo daerah;
1. Sampul KTSP 2. Judul (contoh : Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tunas Bangsa);
3. Judul (contoh : Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tunas Bangsa);
2. Lembar Pengesahan 4. Alamat Satuan Pendidikan (Contoh : Jl. Raya ... ... ... Jakarta Timur);
5. Tahun Penyusunan (Contoh : 2007);
3. Kata Pengantar 6. Halaman menggunakan angka romawi kecil (i), berhubung letaknya paling depan maka nomor halaman.
1. Header yang berisi Kata PENETAPAN menggunakan huruf kapital.
2. Diktum Penetapan. (Contoh : Berdasarkan pertimbangan Komite Sekolah, dengan ini Kurikulum SMK
......... Jakarta ditetapkan untuk diberlakukan mulai tahun pelajaran 2007/2008;
3. Kota tempat penetapan;
4. Tanggal penetapan;
5. Pejabat yang menandatangani adalah Kepala Sekolah, Ketua Komite Sekolah, dan diketahui oleh dinas
pendidikan provinsi.
1. Heading KATA PENGANTAR menggunakan huruf kapital;
2. Jumlah halaman cukup satu halaman;
3. a. menyebut dan sedikit mengurai mengenai UUSPN,
b. menyebut dan sedikit mengurai mengenai PP No. 19 tahun 2005,
c. menyebut dan sedikit mengurai Permen 22, 23, dan 24;
4. Uraian tentang pentingnya KTSP bagi proses pembelajaran di SMK;
5. Ucapan terima kasih kepada pihak yang telah terlibat dalam penyusunan kurikulum SMK;
6. Kota tempat Kurikulum SMK disusun, bulan, tahun.
NO KOMPONEN ASPEK
4. Daftar Isi 1. Heading kalimat DAFTAR ISI dengan huruf kapital;
5. Glosarium 2. Tulisan cover, lembar penetapan, kata pengantar, daftar isi, glosarium disertai halaman menggunakan
B. BAGIAN PENDAHULUAN angka romawi kecil (i, ii, iii, iv, dst);
1. Rasional
2. Landasan Filosofis 3. Tulisan bab, subbab yang dilengkapi dengan nomor halaman yang menggunakan angka Arab;
3. Landasan Yuridis 4. Tulisan lampiran-lampiran disertai nomor halaman lampiran menggunakan angka Arab.
4. Diagram Pencapaian Kompetensi
5. Muatan Lokal Pengertian-pengertian dalam KTSP merujuk kepada UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003, PP No. 19 tahun 2003,
Permendiknas 22, 23, dan 24 tahun 2006, Renstra Diknas, Perda Propinsi serta Perda Kota dan Kabupaten
yang relevan, dan Peraturan Yayasan (bagi sekolah swasta), disusun secara alfabetis.
Latar belakang penyusunan kurikulum SMK menguraikan mengenai alasan yang melatarbelakangi penyusunan
kurikulum SMK: tuntutan era global, kebijakan pusat, kebijakan daerah dalam bidang pendidikan serta
kebutuhan sekolah untuk beradaptasi terhadap perkembangan IPTEK.
Kurikulum disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk: (a) belajar untuk beriman
dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (b) belajar untuk memahami dan menghayati, (c) belajar untuk
mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, (d) belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang
lain, dan (e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif,
efektif, dan menyenangkan.
1. Landasan yuridis dikembangkan dari UUD 45 dan amandemennya.
2. UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003.
Diagram pencapaian kompetensi menunjukkan tahapan atau tata urutan kompetensi yang akan diajarkan dan
dilatihkan kepada peserta didik dalam kurun waktu yang dibutuhkan serta kemungkinan multi exit multi entry
yang dapat diterapkan.
Prosedur penetapan Mulok dilakukan dengan;
a. Mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan daerah.
b. Menentukan fungsi dan susunan atau komposisi muatan lokal.
c. Mengidentifikasi bahan kajian muatan lokal.
d. Menentukan Mata Pelajaran Muatan Lokal.
e. Mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar serta Silabus dengan mengacu pada
Standar Isi yang ditetapkan oleh BSNP.
177
178 NO KOMPONEN ASPEK
6. Pengembangan Diri Bentuk pelaksanaan pengembangan diri adalah terprogram dan tidak terprogram. Pelaksanaan terprogram
7. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal terdiri atas layanan konseling dan ekstra kurikuler. Pelaksanaan tidak terprogram terdiri atas rutin, spontan,
dan keteladanan.
dan Global
8. Pendidikan Kecakapan Hidup Satuan pendidikan yang melakukan pendidikan berbasis muatan lokal dan global melalui pengintegrasian
semua pelajaran dan dapat menjadi mata pelajaran muatan lokal.
9. Silabus dan RPP
Pelaksanaan program kecakapan hidup (life skill) dilakukan dengan strategi sebagai berikut :
10. Profil lulusan a. Tidak berupa mata pelajaran tersendiri,
b. Topik pembelajaran yang diajarkan atau dilatihkan kepada peserta didik, menyatu dan dipadukan dengan
C. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
1. Strategi pembelajaran topik dan pokok bahasan / materi lain yang ada, dan
2. Kalender Pendidikan c. Pembelajaran kecakapan hidup diposisikan sebagai tujuan tidak langsung dari kurikulum.
3. Tempat pembelajaran
Langkah-langkah yang dilakukan:
1. Mengkaji SK/KD
2. Mengidentifikasikan materi pokok pembelajaran
3. Mengembangkan kegiatan pembelajaran
4. Merumuskan indikator pencapaian kompetensi
5. Penentuan jenis penilaian
6. Menentukan alokasi waktu
7. Menentukan sumber belajar
Berisi tentang :
1. Kompetensi Umum
2. Tuntutan Dunia Kerja
3. Ruang Lingkup Pekerjaan
1. Pengaturan beban belajar
2. Pendekatan pembelajaran
3. Tempat belajar disekolah dan DUDI
Kalender pendidikan memuat; alokasi waktu minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif, waktu libur
dan kegiatan lainnya serta Kalender akademik sekolah.
Kegiatan Pembelajaran dirancang dan diselenggarakan di Sekolah, dunia usaha atau masyarakat.
Pembelajaran di sekolah (kelas, laboratorium, bengkel/workshop dan di luar sekolah).
NO KOMPONEN ASPEK
4. Kalender Pendidikan Berisi uraian tentang pengertian 1 jam pelajaran, hari belajar, termasuk beban di luar tatap muka, penugasan
terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Pengertian di atas merujuk kepada standar isi di dalam
5. Hari Belajar Efektif Permendiknas No. 22 tahun 2006 serta panduan Penyusunan KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah
D. PENILAIAN yang disusun oleh BSNP.
1. Ketuntasan Belajar
Minimum 34 minggu dan maksimum 38 minggu.
2. Penilaian Ujian
Ketuntasan belajar N/P setiap indikator yang telah ditetapkan dalam suatu kompetensi dasar berkisar antar 0-
3. Mutu kompetensi 100%. Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator 75%. Satuan pendidikan harus menentukan
4. Penilaian Sikap kriteria ketuntasan minimal dengan mempertimbangkan urgensi masing-masing kompetensi, tingkat
5. Project Work dan Uji Produktif kemampuan rata-rata peserta didik, serta kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan
6. Kenaikan Kelas dan Lulusan pembelajaran.
Ketuntasan belajar kompetensi kejuruan ditetapkan mengacu pada standar minimal penguasaan kompetensi
179 yang berlaku di dunia kerja yang bersangkutan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian.
1. Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi.
2. Penilaian menggunakan acuan kriteria.
3. Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan.
4. Hasil penilaian dianalisis uintuk menentukan tindak lanjut.
5. Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh.
Ada ketentuan Kriteria Ketuntasan Minimal dari masing-masing mata pelajaran baik normatif, adaptif, dan
produktif yang ditetapkan berdasar Surat Keputusan Kepala Sekolah.
Penilaian sikap didasarkan pada pedoman yang dikeluarkan oleh Direktorat PMK dan/atau ditentukan oleh
sekolah.
Mengacu pada Pedoman yang dikeluarkan Direktorat SMK.
Sesuai dengan ketentuan PP 19/2005 Pasal 72 Ayat (1), peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan
pada pendidikan dasar dan menengah setelah:
a. menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
b. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata
pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata
pelajaran estetikan, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan;
c. lulus ujian sekolah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; dan
d. lulus Ujian Nasional.
180 NO KOMPONEN ASPEK
E. BAGIAN PENUTUP
1. Kesimpulan Kesimpulan meliputin uraian tentang :
a. KTSP merupakan kurikulum operasional yang disusun oleh masing masing satuan pendidikan dengan
memperhatikan standar kompetensi;
b. Pengembangan KTSP diserahkan kepada para pelaksana pendidikan (Kepala Sekolah, Guru, Komite
Sekolah, Dewan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan) untuk mengembangkan berbagai kompetensi
pendidikan (pengetahuan, keterampilan, dan sikap) pada setiap satuan pendidikan di sekolah dan di
daerah masing masing; harapan, saran dan kritik terhadap KTSP yang telah tersusun.
2. Saran Saran meliputi : Harapan dan saran terhadap stakeholders, masyarakat dan dunia Usaha Industri dan unsur-
unsur lain yang mendukung keterlaksanaan KTSP, dan kritik terhadap KTSP yang telah tersusun.
F. LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. Standar Kelulusan (SKL)
2. Standar Isi (SK/KD)
3. Silabus Program Normatif
4. Silabus Program Adaptif
5. Silabus Program Produktif
6. Silabus Muatan Lokal
7. Program Pengembangan Diri
8. Panduan Akademik
9. Model RRP
Catatan : Lampiran disesuaikan dengan jenjang pendidikan.
........................................., .........
Kepala Sekolah
......................................
NIP.
Lampiran 12 : Contoh Kalender Pendidikan
181
182
Lampiran 13 : Contoh Peraturan Sekolah
TATA TERTIB PESERTA DIDIK
SD .......................................
I. WAKTU MASUK DAN PULANG
1. Hari Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis, sekolah mulai belajar pagi pukul 6.30 – 12.40.
2. Khusus Hari Jumat masuk pukul 6.30 – 10.15.
3. Kelas III & IV masuk pukul 10.00 – 15.25.
4. Untuk Piket Kelas harus datang 15 menit sebelum bel masuk, untuk membersihkan kelas dan halaman teras sekolah serta pulang belakangan
untuk membersihkan kelas dan menutup jendela terlebih dahulu.
5. Sebelum masuk kelas, peserta didik berbaris di depan kelasnya masing masing dipimpin oleh ketua kelas.
II. TATA TERTIB BERPAKAIAN
1. Senin – Selasa, pakaian putih merah, berdasi, kaos kaki putih, sepatu hitam, baju dimasukkan, rok wanita di bawah betis.
2. Rabu, kelas I, II, dan III pakaian Pramuka Siaga, kelas IV, V, dan VI pakaian Pramuka Penggalang lengkap.
3. Kamis, baju batik dan bawahan putih, kaos kaki putih, sepatu hitam dan baju dimasukkan.
4. Jumat, baju muslim batik warna hijau, bagi yang non muslim baju putih merah, kaos kaki putih dan sepatu hitam.
5. Sabtu, pakaian senam dan membawa pakaian ekstrakurikuler.
6. Rambut harus disisir, wanita diikat rapi, khusus yang putra tidak boleh melebihi daun telinga.
III. TATA TERTIB UPACARA BENDERA
1. Semua peserta didik wajib mengikuti upacara penaikan bendera pada hari Senin.
2. Pembina upacara dipimpin oleh Kepala Sekolah / salah satu Guru.
3. Setiap ketua kelas harus membariskan teman-temannya di lapangan dengan tertib.
4. Petugas upacara harus mempersiapkan naskah-naskah persiapan upacara.
5. Setiap peserta upacara harus tertib, tidak boleh berisik.
6. Selesai upacara, peserta didik langsung mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.
183
184 IV. TATA TERTIB KELAS
1. Setelah tanda bel masuk dibunyikan semua peserta didik harus sudah berada di kelas.
2. Peserta didik diharuskan berdoa sebelum pelajaran dimulai dan setelah pelajaran berakhir dipimpin oleh ketua kelas.
3. 10 menit setelah bel masuk, guru belum berada di kelas, ketua kelas segera menghubungi guru piket.
4. Peserta didik yang terlambat harus memperlihatkan surat izin dari guru piket sebelum memasuki kelas.
5. Peserta didik yang datang terlambat tanpa alasan yang tepat tidak diperkenankan mengikuti pelajaran jam pertama dan hari berikutnya harus
membawa surat keterangan dari orang tua.
6. Tugas yang diberikan guru (PR) setelah dikerjakan harus dimintakan tanda tangan dari orang tua / wali dan tidak boleh mengerjakan PR di
sekolah.
7. Selama belajar, peserta didik tidak diperkenankan meninggalkan kelas tanpa seizin guru.
8. Peserta didik yang tidak masuk sekolah, pada hari berikutnya harus membawa surat izin dari orang tua / wali atau pemberitahuan lewat telepon.
9. Peserta didik tidak diperkenankan pindah pindah tempat duduk selama belajar, kecuali selama belajar kelompok.
10. Selama KBM berlangsung, peserta didik tidak diperkenankan bercanda, berisik, dan melakukan kegiatan yang mengganggu proses belajar
mengajar.
11. Peserta didik wajib memiliki buku pelajaran bagi yang mampu.
12. Seluruh peserta didik berkewajiban menjaga dan merawat sarana dan prasarana di kelas termasuk meja – kursi, papan tulis, alat kebersihan dan
lain lain.
13. Kebersihan, kerapihan dan keindahan kelas menjadi tanggung jawab ketua kelas, guru piket dan seluruh peserta didik.
V. TATA TERTIB 7K
1. Semua peserta didik wajib membuang sampah pada tempatnya.
2. Murid yang bertugas menjadi piket pada hari itu wajib menyiram tanaman yang berada di depan kelasnya.
3. Tidak boleh mencoret-coret meja – kursi, menghapus papan kehadiran / ketidakhadiran peserta didik.
4. Membuang sampah pada tempatnya dan memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar sekolah.
5. Berperilaku senyum, salam, sapa, sopan, dan santun.
VI. LAIN-LAIN
1. Peserta didik tidak diperkenankan membawa, menggunakan HP berkamera, makan dan tidur di kelas saat belajar.
2. Tidak boleh merokok di sekolah dan di lingkungan sekolah.
3. Tidak boleh merokok dan minum minuman yang beralkohol.
4. Tidak diperkenankan membawa senjata dan sejenisnya.
VII. SANKSI ATAU PELANGGARAN
1. Peserta didik yang melanggar tata tertib akan diberikan teguran/peringatan lisan dari guru (peringatan pertama).
2. Bagi yang masih melanggar, orang tua / walinya akan dipanggil dan mendapat peringatan secara tertulis.
3. Bagi peserta didik yang masih melanggar ketiga kalinya akan diberikan sanksi skorsing selama 3 hari untuk dibina oleh orang tuanya.
4. Sanksi terakhir dikonsultasikan dengan orang tua atau dikembalikan kepada orang tua / wali.
185
186 Lampiran 14 : Kode Etik Guru Indonesia
KODE ETIK GURU INDONESIA
1. Guru berbakti membimbing peserta didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangun yang berjiwa pancasila.
2. Guru memiliki kejujuran Profesional dalam menetapkan Kurikulum sesuai dengan kebutuhan peserta didik masing-masing.
3. Guru mengadakan komunikasi terutama dalam memperoleh informasi tentang peserta didik, tetapi menghindarkan diri dari
segala bentuk penyalahgunaan.
4. Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua peserta didik sebaik-baiknya
bagi kepentingan peserta didik.
5. Guru memelihara hubungan dengan masyarakat di sekitar sekolahnya maupun masyarakat yang luas untuk kepentingan
pendidikan.
6. Guru secara sendiri-sendiri dan/atau bersama-sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu profesinya.
7. Guru menciptakan dan memelihara hubungan antara sesama guru baik berdasarkan lingkungan maupun di dalam hubungan
keseluruhan.
8. Guru bersama-sama memelihara, membina, dan meningkatkan mutu Organisasi Guru Profesional sebagai sarana
pengabdiannya.
9. Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan Pemerintah dalam bidang Pendidikan.
Lampiran 15 : Contoh Sistematika Program Kesiswaan
Sistematika Program :
Halaman Judul
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB.I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Landasan Hukum
C. Tujuan
BAB II PERENCANAAN
A. Penerimaan Peserta Didik Baru
B. Penerimaan Peserta Didik Pindahan
C. Orientasi Peserta Didik Baru
D. Pelayanan Bimbingan dan Konseling
E. Kegiatan Ekstrakurikuler
F. Pembinaan Prestasi Peserta Didik
G. Penghargaan Peserta Didik Berprestasi
H. Penelusuran dan Pendayagunaan Alumni
BAB III. PELAKSANAAN
BAB IV. PENGAWASAN DAN EVALUASI
BAB V. PENUTUP
187
188 Lampiran 16 : Contoh Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Contoh 2 : Analisis Kebutuhan Pendidik dan Tenaga Kependidikan
KELAS PROGRAM STUDI/JURUSAN JUMLAH
1
2
Dst.
Jumlah
Analisis Kebutuhan Guru ……………………………………………………....
Kelompok Mata JUMLAH JAM PER MINGGU Jumlah
Pelajaran Jam
No MATA PELAJARAN Kelas …… Kelas …… Kelas …… HT Butuh Ada Kurang Lebih
…. ….
45 …. …. …. …. …. …. ….
6 12
1 2 3 7 8 9 10 11 13 14 15 16 17 18
1. a.
Jumlah
2.
Jumlah
3.
Jumlah
Guru BP Jumlah Siswa ( … : 150 )
Jumlah
Rumus Kebutuhan Guru : Σ G = JP X Σ KP X KB
JW
Keterangan :
ΣG = Jumlah kebutuhan guru permata pelajaran
JP = Jumlah mata pelajaran
Σ KP = Jumlah kelompok belajar masing-masing mata pelajaran
JW = Jumlah jam wajib mengajar (24 jam)
Lampiran 17 : Contoh Analisis Kebutuhan Tenaga Kependidikan
Sekolah……………………………………………….
Tahun………………………………………………....
NO. JABATAN STANDAR KEBUTUHAN JUMLAH Kurang Lebih
12 3 Kebutuhan Ada 6 7
1. Kasubag TU 1 Orang / Sekolah 45
2. UR. Kepegawaian 1 Orang / 50 Pegawai
3. Ur. Keuangan 1 Orang bendahara PKC dan 1 Orang
bendahara Rutin
4. Ur. Sarprasdik 1 Orang / < 500 siswa atau 2 Orang / > 500
siswa
5. Ur. Keskretaiatan dan
kerumahtanggaan 1 Orang/ 200 siswa
6. Ur. Kesiswaan 1 Orang / 300 siswa atau maksimum 3
orang
7. Ur. Akademik dan SIM 1 Orang / 300 siswa atau maksimum 3
orang
8. Caraka/Pesuruh Kebersihan Gedung 1 lantai 1 Orang/1000 m2
Gedung 2 lantai 1 Orang/750 m2
9. Tukang Kebun Taman
1 Orang / 4000 m2 atau Maksimal 3 Orang
189 10. Satpam/Penjaga Sekolah
2 Orang /2000 m2 (lantai) atau Maksimum 3
orang
190 NO. JABATAN STANDAR KEBUTUHAN JUMLAH Kurang Lebih
11. Supir Kebutuhan Ada
1 Orang / Sekolah
12. Pustakawan
1 Orang / 1000 eks. Buku atau 1 orang /
13. Juru Bengkel 500 Judul
1 Orang / Program Keahlian atau 1 Orang /
14. Laboran Bengkel
2 Orang / Sekolah
JUMLAH
Mengetahui Jakarta, …………………………..
Kepala Sekolah……………………… Kasubag Tata Usaha
__________________________ _______________________